Laporan Keuangan (Tidak Diaudit)
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Maret 2010 Dan 2009
1.
Surat Pernyataan Direksi
2.
Neraca
1 - 2
3.
Laporan Laba Rugi
3
4.
Laporan Perubahan Ekuitas
4
5.
Laporan Arus Kas
5
6.
Catatan Atas Laporan Keuangan
6 - 30
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
(DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
NERACA KONSOLIDASI
PER 31 MARET 2010 DAN 2009
(Dalam Rupiah penuh)
Catatan
2010
2009
ASET
Kas dan setara kas
2d, 3
32,448,383,434
155,511,702,746
Investasi jangka pendek
2g, 4
140,170,250,471
120,291,792,142
Piutang usaha - pihak ketiga
5
36,149,651,746
39,121,112,395
Piutang sewa
2l, 6
41,092,622,425
37,661,172,108
Piutang lembaga kliring dan penjaminan
7
18,952,804,000
-Piutang pembiayaan konsumen
2n, 8
10,696,503,460
13,012,684,058
Bunga yang masih harus diterima
9
4,386,111,553
4,954,874,381
Tagihan anjak piutang
2m, 10
48,476,024,537
79,620,965,480
Piutang nasabah
2f, 11
18,169,965,647
14,485,906,840
Piutang Premi
2h, 12
3,343,061,520
8,387,729,718
Efek beli dengan janji dijual kembali
2i, 13
7,759,304,082
-Piutang lain-lain
14
459,237,242
12,683,660,608
Persediaan
2o, 15
51,814,542,454
70,370,834,922
Biaya dibayar di muka
16
848,989,111
691,532,018
Uang muka
17
345,634,593,238
354,620,376,808
Piutang hubungan istimewa
2c, 18
166,781,995,193
88,623,077,385
Penyertaan saham
2p, 19
-
13,474,981,520
Piutang jasa perantara asuransi
20
20,537,933
-Pajak dibayar di muka
31a
4,984,786,654
7,091,879,226
Aset pajak tangguhan
31c
8,405,780,494
10,959,267,547
Jaminan pembelian aset properti
21
515,433,167,339
515,433,167,339
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp. 17.139.839.686 pada tahun 2010
-dan Rp 14.115.341.057 pada tahun 2009
2q, 22
27,872,812,398
39,998,902,422
Tanah yang belum dikembangkan
2r, 23
27,293,321,026
8,200,000,000
Aset lain-lain
1,246,313,806
1,064,770,282
Selisih harga perolehan di atas nilai buku investasi
2v
-
-JUMLAH ASET
1,512,440,759,763
1,596,260,389,945
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan
Konsolidasi secara keseluruhan
Catatan
2010
2009
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN
Hutang bank
2d, 24
34,329,613,971
102,068,219,798
Hutang usaha - pihak ketiga
25
7,311,404,098
8,157,754,164
Hutang lembaga kliring dan penjaminan
26
15,830,401,500
-Hutang nasabah
27
27,410,395,157
11,310,204,560
Hutang asuransi
28
6,005,263,054
11,895,701,165
Efek jual dengan janji dibeli kembali
2i, 30
1,000,000,000
-Hutang lain-lain pihak ketiga
29
20,198,872,801
41,991,521,919
Hutang pajak
31
1,867,619,975
1,942,342,533
Beban masih harus dibayar
32
9,143,509,551
5,006,389,740
Hutang pembiayaan konsumen
-Hutang deviden
-Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan
2u, 33
944,034,134
1,571,558,321
Kewajiban manfaat polis masa depan
2t, 34
6,251,752,886
1,367,468,993
130,292,867,127
185,311,161,194
Selisih nilai buku investasi di atas harga perolehan
2v
78,649,883,331
81,830,543,096
HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK
PERUSAHAAN
2b
14,776,282,082
31,241,341,577
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp.100 per saham
Modal dasar - 15.000.000.000 saham pada tahun 2010
dan 15.000.000.000 saham pada tahun 2009
Modal ditempatkan dan disetor penuh
-13.474.800.000 saham pada tahun 2010 dan
pada tahun 2009
1b, 35
1,347,480,000,000
1,347,480,000,000
Tambahan modal disetor - bersih
2y, 36
(38,703,454,315)
(38,703,454,315)
Laba belum direalisasi atas portofolio efek
(4,265,190,600)
(4,265,190,600)
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
2x
(4,972,286,870)
(7,419,703,742)
Selisih transaksi perubahan ekuitas anak
perusahaan
2w
839,800,619
3,190,533,707
Saldo laba
(11,657,141,611)
(2,404,840,972)
Jumlah ekuitas
1,288,721,727,223
1,297,877,344,078
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2010 DAN 2009 (Dalam Rupiah penuh)
Catatan 2010 2009
PENDAPATAN BERSIH 2z, 37 4,404,529,051 6,504,959,984
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2z, 38 2,904,733,848
-LABA KOTOR 1,499,795,203 6,504,959,984
BEBAN USAHA
Penjualan 1,089,338,771 375,872,687
Umum dan administrasi 6,293,563,592 12,832,733,748
Jumlah Beban Usaha 39 7,382,902,363 13,208,606,435
RUGI USAHA (5,883,107,160) (6,703,646,451)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan bunga 326,844,190 3,415,705,882
Beban administrasi bank 1,792,584 (25,592,806)
Penghasilan administrasi penjualan -
-Rugi selisih kurs - bersih 11,633,805 326,618
Denda pajak -
-Laba atas penjualan aset tetap 3,090,666,667
-Lain-lain - bersih (8,514,642,782) 2,152,903,453
Jumlah Penghasilan Lain-lain - Bersih (5,083,705,536) 5,543,343,147
RUGI SEBELUM MANFAAT
(BEBAN) PAJAK PENGHASILAN (10,966,812,696) (1,160,303,304)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Kini -
-Tangguhan 2ac, 31 -
-Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - Bersih -
-RUGI SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA
BERSIH ANAK PERUSAHAAN (10,966,812,696) (1,160,303,304)
HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK
PERUSAHAAN 164,677,595 5,843,788
RUGI BERSIH (10,802,135,101) (1,154,459,516)
RUGI BERSIH PER SAHAM (0.80) (0.09)
Konsolidasi secara keseluruhan
Tambahan modal perubahan nilai wajar restrukturisasi entitas perubahan ekuitas Jumlah ekuitas Catatan Modal saham disetor - bersih efek-efek sepengendali anak perusahaan Saldo Laba - bersih
Saldo 1 Januari 2009 1,347,480,000,000 (38,703,454,315) (4,265,190,600) (7,419,703,743) 3,190,533,707 (1,250,381,457) 1,299,031,803,592
Penempatan modal disetor - - -
-Selisih transaksi perubahan ekuitas
anak perusahaan - - -
-Rugi bersih Maret 2009 - - - (1,154,459,516) (1,154,459,516)
Saldo 31 Maret 2009 1,347,480,000,000 (38,703,454,315) (4,265,190,600) (7,419,703,743) 3,190,533,707 (2,404,840,973) 1,297,877,344,076
Saldo 31 Desember 2009 1,347,480,000,000 (38,703,454,315) (4,265,190,600) (4,972,286,870) 839,800,619 (855,006,510) 1,299,523,862,324
Selisih transaksi perubahan ekuitas
anak perusahaan - - -
-Rugi bersih Maret 2010 - - - - (10,802,135,101) (10,802,135,101)
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2010 DAN 2009 (Dalam Rupiah penuh)
Catatan 2010 2009
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 5,802,637,666 (32,201,608,373)
Pembayaran kas kepada pemasok 64,529,439,055 (22,239,934,780)
Pembayaran atas:
Beban operasi dan lainnya - bersih (6,499,451,076) (5,352,092,023)
Pajak Penghasilan 5,034,835,560
-Kas bersih diperoleh dari (Digunakan) untuk
Aktivitas Operasi 68,867,461,204 (59,793,635,176)
10,120,000,000 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 11,271,000,000
Perolehan aset tetap (9,674,695,096) (2,123,928,213)
Penerimaan dari kelebihan nilai penyertaan saham -
-Penempatan pada investasi jangka panjang 57,687,913,120 73,442,771,204
Uang muka proyek dan pembelian aset properti -
-Jaminan pembelian aset properti - 43,784,730
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk)
Aktivitas Investasi 59,284,218,024 71,362,627,721
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penarikan kembali setoran modal -
-Penerimaan (pembayaran) dari hutang bank (2,209,251,754) (2,378,231,071)
Penerimaan dari Piutang hubungan istimewa (103,381,549,217)
-Penerimaan (Pengeluaran) atas anjak piutang 3,315,127,920
-Pembayaran beban emisi saham -
-Pembayaran hutang pembiayaan konsumen 275,799,664
-Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (101,999,873,387) (2,378,231,071)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 26,151,805,841 9,190,761,475
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 6,296,577,593 146,320,941,271
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 32,448,383,434 155,511,702,746
Aktivitas tidak mempengaruhi arus kas:
Reklasifikasi dari akun uang muka proyek ke akun aset tetap
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum
PT Royal Oak Development Asia Tbk (Perusahaan) didirikan pada tanggal 15 Oktober 1984 dengan nama PT Roda Panggon Harapan Tbk berdasarkan Akta Notaris Benny Kristianto, S.H., No. 83. Akta Pendirian tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-2260.HT.01.01.Th.85 tanggal 24 April 1985 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 72, Tambahan No. 1098 tanggal 6 September 1985. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 254 tanggal 28 Maret 2008 antara lain sehubungan dengan peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-02313.AH.01.02.Tahun 2009 pada tanggal 17 Januari 2009. Pengumuman Berita Negara Republik Indonesia atas Akta tersebut sedang dalam proses penyelesaian.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi perdagangan umum, peragenan, kontraktor, perindustrian, pengangkutan, percetakan, pertanian, real estat, perkebunan dan pertambangan. Pada saat
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1995. b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
peragenan, kontraktor, perindustrian, pengangkutan, percetakan, pertanian, real estat, perkebunan dan pertambangan. Pada saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah dalam bidang pembangunan dan penjualan real estat Perumahan Simprug di Poris, Tangerang serta investasi dalam bentuk penyertaan saham dan beberapa aset properti yang berupa tanah dan unit apartemen. Perusahaan berkedudukan di Menara Imperium Lt. 18 Jl. HR Rasuna Said Kav. 1, Jakarta Selatan.
Pada tanggal 28 September 2001, Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-2366/PM/2001 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) untuk mengadakan Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat sejumlah 150.000.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100 dan harga penawaran sebesar Rp 120 per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) (dahulu PT Bursa Efek Jakarta) pada tanggal 22 Oktober 2001.
Pada tanggal 28 Maret 2008, Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM & LK) No. S-6570/BL/2008 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) untuk mengeluarkan saham baru sejumlah 12.883.800.000 saham dengan nilai nominal dan harga penawaran sebesar Rp 100 per saham atau setara dengan $AS 0,0107 (dengan kurs Rp 9.335 untuk $AS 1), di mana melekat sejumlah 118.200.000 Waran Seri II. Setiap pemegang 5 (lima) saham yang namanya tercatat di Daftar Pemegang Saham Perusahaan pada tanggal 15 Januari 2009 pukul 16.00 WIB, berhak atas 109 HMETD, di mana 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dan setiap 109 saham baru melekat 1 Waran Seri II yang diberikan secara cuma-cuma.
Waran Seri II merupakan efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham dengan harga sebesar Rp 100 yang dilaksanakan selama periode pelaksanaan Waran yaitu tanggal 28 Juli 2009 sampai dengan tanggal 28 Januari 2013. Waran Seri II, selama tidak dilaksanakan, tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham dan hak atas dividen. Apabila Waran Seri II tidak dilaksanakan sampai habis masa periode pelaksanaannya, maka Waran tersebut akan kadaluarsa, tidak bernilai, tidak berlaku serta jangka waktunya tidak akan diperpanjang. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2009, tidak ada Waran Berdasarkan Akta Penegasan Pengikatan Pemindahan Hak-hak Atas Saham Nomor 28 dari Notaris Yulia, S.H., tanggal 20 November 2008 yang terakhir diubah dengan Adendum Perubahan Kedua Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham tanggal 17 Maret 2008 yang dibuat di bawah tangan, Perusahaan dan PT Selaras Cemerlang (PT SCM), pihak ketiga, telah sepakat untuk mengalihkan 398.860.000 saham PT Transpacific Mutualcapita (PT TMC) dengan nilai nominal Rp 100 per saham yang dimiliki oleh PT SCM kepada Perusahaan dengan harga sebesar Rp 329.720.372.443.
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 Maret 2010 Dan 2009
(Dalam Rupiah Penuh)
1. U M U M (lanjutan)
c. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan (lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2010, Anak Perusahaan yang dikonsolidasikan ke dalam Perusahaan adalah sebagai berikut:
Perusahaan juga telah mengambil bagian dan menyetor penuh saham PT TMC yang dikeluarkan dari portepel sebanyak 116.405.004 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
Dengan demikian seluruh saham PT TMC yang dimiliki oleh Perusahaan adalah sebanyak 799.098.917 saham atau sebesar 99,85%. Perolehan saham tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 253 tanggal 28 Maret 2008. Adapun seluruh dana yang digunakan untuk memperoleh saham PT TMC tersebut, yaitu sebesar Rp 729.959.288.527, berasal dari PUT I (lihat Catatan 1 b).
Di samping itu berdasarkan Perjanjian Penjualan dan Pengalihan Piutang tanggal 5 Maret 2008, Perusahaan dan PT SCM juga telah sepakat untuk mengalihkan 283.833.913 saham PT TMC (yang berasal dari konversi hutang PT TMC kepada PT SCM di mana konversinya dilakukan pada tanggal 20 Januari 2009) dengan nilai nominal Rp 100 per saham kepada Perusahaan dengan harga sebesar Rp 283.833.912.704.
Pada tanggal 31 Maret 2010, Anak Perusahaan yang dikonsolidasikan ke dalam Perusahaan adalah sebagai berikut:
Tempat Tahun Awal Jumlah Aset
Kedudukan Operasi (Rp)
Komersial 39,903
PT TMC Umum Jakarta 1997 99.86% 834,944,666,049
Securindo (PT TSP) Jakarta 1993 88.26% 127,234,948,193
Finance (PT TF) Jakarta 1990 99.00% 147,978,581,143
International (PT MLI) Jakarta 1989 99.50% 30,984,111,073
Insurance (PT TGI) Estate Jakarta 2004 99.63% 12,480,626,512
Menteng (PT CM) Asuransi Jakarta 1991 80.00% 140,348,259,286
d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit serta Karyawan
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama (Independen) : Kelly Setiadi Kurnia Komisaris Independen : Husni Thamrin Mukti
Komisaris : Richard Rachmadi Wiriahardja
Dewan Direksi:
Direktur Utama : Subianto Satmaka
Wakil Direktur Utama : Leong Hin Chuee (Andrew Leong) Direktur (Tidak Terafiliasi) : Pingki Elka Pangestu
Direktur : Muliadi Hardja
Direktur : Angel Setiadi Kurnia
Direktur : Parningotan Okto Luther
PT Transpacific PT Multicor Life Kepemilikan langsung Anak Perusahaan Bidang Usaha Persentase Kepemilikan Efektif (%) PT Cozmo Keuangan dan Moda Ventura Pedagang dan Efek
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2010 berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 197 tanggal 29 Oktober 2009 adalah sebagai beikut :
PT Transpacific General Kepemilikan tidak langsung PT Transpacific
1. U M U M (lanjutan)
d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit serta Karyawan (lanjutan)
KomisarisUtama (Independen) : Prof. DR. J.B. Kristiadi P
Komisaris : Richard Rachmadi Wiriahardja
Komisaris : Kelly Setiadi Kurnia
Komisaris : Angel Setiadi Kurnia
Komisaris (independen) : Husni Thamrin Mukti
Direktur Utama : Subianto Satmaka
Wakil Direktur Utama : Leong Hin Chuee (Andrew Leong) Direktur (tidak terafiliasi) : Pingki Elka Pangestu
Direktur : Muliadi Hardja
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2009 berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 185 tanggal 26 Maret 2009 adalah sebagai berikut:
Direktur : Muliadi Hardja
Direktur : Detlef Skrobanek
Direktur : Parningotan Okto Luther
Susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:
2010 2009
Ketua : Husni Thamrin Mukti JB Kristiadi Pudjosukanto
Anggota : Yani Sunarti Lili Phang
Anggota : Faisal Pohan Eddy Yulianto
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasi, adalah dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasi tersebut disusun berdasarkan biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah.
Jumlah gaji dan tunjangan yang diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan untuk periode tahun berjalan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2010 dan 2009 masing-masing adalah sebesar Rp EEE. dan Rp 704.000.000. Pada tanggal 31 Maret 2010 dan 2009, jumlah karyawan tetap yang dimiliki oleh Perusahaan masing-masing adalah sebanyak 10 orang.
Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM).
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 Maret 2010 Dan 2009
(Dalam Rupiah Penuh)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) b. Prinsip-prinsip Konsolidasi
c. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan dengan persentase kepemilikan lebih dari 50%, baik secara langsung maupun tidak langsung, atau kurang dari 50% tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. Anak Perusahaan dikonsolidasikan sejak tanggal pengendalian telah beralih kepada grup secara efektif dan tidak dikonsolidasikan sejak tanggal pelepasan atau pengendalian dimaksudkan untuk sementara dan/atau Anak Perusahaan dibatasi oleh suatu restriksi jangka panjang sehingga mempengaruhi secara signifikan kemampuannya dalam mentransfer dana kepada induk Perusahaan.
Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antara Perusahaan yang dikonsolidasikan, telah dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bagian proposional dari pemegang saham minoritas pada Anak Perusahaan disajikan sebagai akun "Hak Minoritas Atas Aset Bersih Anak Perusahaan Yang Dikonsolidasi" pada neraca konsolidasi.
d. Kas dan Setara Kas
e. Pengakuan Pendapatan Premi
f. Pengakuan Beban Klaim dan Biaya
g. Investasi Jangka Pendek
Beban klaim yang meliputi klaim yang disetujui, klaim dalam proses penyelesaian, klaim yang terjadi namun belum dilaporkan, dan beban penyelesaian klaim diakui sebagai beban klaim pada saat timbulnya kewajiban untuk memenuhi klaim. Hak subrogasi atas salvage klaim diakui sebagai pengurang beban klaim pada saat realisasi.
Investasi jangka pendek meliputi deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari 3 (tiga) bulan namun dijaminkan atau yang jatuh temponya lebih dari 3 (tiga) bulan dari tanggal penempatannya. Deposito berjangka tersebut disajikan sebesar nilai nominal.
Investasi jangka pendek juga meliputi surat-surat berharga (efek). Sesuai dengan PSAK No. 50 tentang "Akuntansi Investasi Efek Tertentu", investasi pada efek yang diperdagangkan atau yang tersedia untuk dijual dinilai berdasarkan nilai wajar. Perubahan yang terjadi pada nilai pasar dari "efek yang diperdagangkan" dikreditkan atau dibebankan pada usaha periode berjalan. Sedangkan perubahan yang terjadi pada nilai pasar dari "efek yang tersedia untuk dijual" disajikan sebagai komponen dalam ekuitas dan dikreditkan atau dibebankan pada usaha pada saat realisasinya.
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak dipergunakan sebagai jaminan atas pinjaman serta tidak dibatasi penggunaannya.
Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak tertentu yang mempunyai hubungan istimewa, sesuai dengan PSAK No. 7 mengenai, "Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa". Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, telah diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi.
Premi bruto dicatat pada saat polis asuransi diterbitkan dikurangi premi dari polis yang batal dan premi yang belum merupakan pendapatan dalam tahun berjalan. Pendapatan premi diakui atas dasar akrual dan dialokasikan secara proporsional selama periode pertanggungan yang bersangkutan. Premi reasuransi diakui dalam periode yang sama dengan periode pengakuan pendapatan premi yang bersangkutan. Premi dari polis bersama (koasuransi) diakui sebesar pangsa premi yang diterima oleh Perusahaan.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) h. Piutang Premi
i. Efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali dan Efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali
Piutang premi disajikan dalam jumlah kotor. Perusahaan tidak membuat penyisihan penghapusan piutang tidak tertagih. Apabila terdapat piutang yang benar-benar tidak tertagih, maka piutang tersebut dihapuskan dan dibebankan pada laporan laba rugi berjalan.
Efek yang dijual dengan janji untuk kembali (repo) diakui sebagai kewajiban repo sebesar harga pembelian kembali dikurangi beban bunga yang belum direalisasi. Beban bunga yang belum direalisasi yang merupakan selisih antara harga jual dan harga pembelian kembali, diakui sebagai beban sesuai dengan jangka waktu sejak efek dijual hingga dibeli kembali.
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reserve repo) diakui sebagai piutang reserve repo sebesar harga penjualan kembali dikurangi pendapatan bunga yang belum direalisasi. Pendapatan bunga yang belum direalisasi yang merupakan selisih antara harag beli dan harga penjualan kembali, diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu sejak efek beli hingga dijual kembali.
j. Transaksi Efek
k. Penyisihan Piutang Ragu-ragu
l. Sewa
- Sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada Perusahaan pada akhir masa sewa.
-- Masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomis aset meskipun hak memiliki tidak dialihkan.
- Pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum secara substansial mendekati nilai wajar aset sewa. Transaksi pembelian dan penjualan efek baik untuk nasabah (transaksi perantara pedagang efek) maupun untuk kepentingan portofolio Perusahaan diakui pada saat timbulnya transaksi tersebut.
Penerimaan dana dari nasabah pemilik rekening dalam rangka pembelian efek, pembayaran dan penerimaan atas transaksi pembelian dan penjualan efek untuk nasabah pemilik rekening dicatat sebagai rekening nasabah. Saldo dana pada rekening nasabah disajikan di neraca sebagai kewajiban sedangkan kekurangan dana pada rekening nasabah disajikan sebagai Aset.
Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan dan kemungkinan tertagihnya masing-masing akun piutang pada akhir periode.
Sesuai dengan PSAK No. 30 (Revisi 2008) tentang "Sewa", transaksi sewa dikelompokkan sebagai sewa pembiayaan apabila sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, jika tidak, akan dikelompokan sebagai sewa operasi. Situasi yang secara individual ataupun gabungan dalam kondisi normal mengarah pada sewa yang dikelompokan sebagai sewa pembiayaan antara lain:
Perusahaan mempunyai hak opsi untuk membeli aset pada harga yang cukup rendah dibandingkan nilai wajar pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan sehingga pada awal sewa dapat dipastikan bahwa opsi memang akan dilaksanakan.
Perusahaan dan Anak Perusahaan mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan kewajiban dalam neraca konsolidasi sebesar nilai wajar aset sewa atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum. Aset sewa disusutkan berdasarkan metode dan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama seperti halnya aset tetap dengan pemilikan langsung (lihat kebijakan akuntansi mengenai aset tetap dengan pemilikan langsung).
antara harag beli dan harga penjualan kembali, diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu sejak efek beli hingga dijual kembali.
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 Maret 2010 Dan 2009
(Dalam Rupiah Penuh)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) m. Anjak Piutang
n. Pembiayaan Konsumen
Tagihan anjak piutang dengan hak regres (recourse) diakui sebagai tagihan anjak piutang sebesarjumlah dana anjak piutang yang digunakan nasabah yaitu sebesar nilai sesuai perjanjian anjak piutang dikurangi dengan simpanan jaminan dan dikurangi penyisihan penghapusan tagihan anjak piutang. Pendapatan bunga anjak piutang langsung diakui sesuai dengan periodenya, pendapatan bunga yang telah diakui tetapi belum diterima pembayarannya disajikan sebagai akun "Bunga yang Masih Harus Diterima" pada neraca konsolidasi. Pengakuan pendapatan bunga anjak piutang dihentikan jika menurut manajemen terdapat indikasi bahwa pelanggan tidak dapat memenuhi kewajibannya secara tepat waktu. Keputusan untuk menghentikan pengakuan pendapatan bunga anjak piutang ditelaah secara khusus.
Piutang pembiayaan konsumen disajikan bersih setelah dikurangi pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui. Perusahaan dan Anak Perusahaan hanya menyajikan porsi piutang yang dibiayai setelah dikurangi dengan pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan penyisihan piutang ragu-ragu. Pendapatan pembiayaan konsumen diakui sesuai dengan jangka waktu perjanjian pembiayaan konsumen pada tingkat pengembalian berkala tetap. Pelunasan sebelum masa
o. Persediaan
p. Penyertaan Saham
q. Aset Tetap
Persediaan yang meliputi antara lain kavling tanah, unit bangunan rumah dan/atau apartemen dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya-biaya untuk pematangan dan pengembangan tanah termasuk beban bunga atas pinjaman yang diperoleh untuk membiayai pembelian, pematangan dan pengembangan tanah sebelum tahap penyelesaian, dikapitalisasi sebagai bagian dari harga perolehan tanah.
Perusahaan memilih model biaya sebagai kebijakan akuntansi untuk pengukuran aset tetapnya. Penerapan PSAK ini tidak memiliki pengaruh terhadap laporan keuangan konsolidasi Perusahaan dan Anak Perusahaan.
Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali untuk tanah yang tidak disusutkan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method), kecuali untuk aset tetap dengan kepemilikan langsung milik beberapa Anak Perusahaan yang disusutkan dengan metode saldo menurun berganda (double declining method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:
pembiayaan konsumen yang belum diakui dan penyisihan piutang ragu-ragu. Pendapatan pembiayaan konsumen diakui sesuai dengan jangka waktu perjanjian pembiayaan konsumen pada tingkat pengembalian berkala tetap. Pelunasan sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir dianggap sebagai pembatalan perjanjian pembiayaan konsumen dan laba atau rugi yang timbul diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi periode berjalan.
Perusahaan tidak mengakui pendapatan bunga pembiayaan konsumen yang piutangnya telah lewat waktu lebih dari 3 (tiga) bulan dan akan diakui sebagai pendapatan pada saat pembayaran piutang diterima.
Penyertaan dalam saham di mana Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai kepemilikan kurang dari 20% dicatat sebesar harga perolehan. Sedangkan untuk kepemilikan minimal 20% tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.
Penyertaan dalam saham di mana Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai kepemilikan kurang dari 20% dicatat sebesar harga perolehan. Sedangkan untuk kepemilikan minimal 20% tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) q. Aset Tetap (lanjutan)
Jenis Aset Tetap Masa Manfaat (Tahun)
Bangunan dan prasarana 20
Peralatan dan perabot kantor 4-8
Kendaraan 4-8
r. Tanah yang Belum Dikembangkan
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya; pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas dan peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi periode yang bersangkutan.
r. Tanah yang Belum Dikembangkan
s. Penurunan Nilai Aset
t. Kewajiban Kepada Pemegang Polis
u. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja Karyawan
Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan apakah terjadi indikasi penurunan nilai atas aset pada akhir tahun, sesuai dengan PSAK No.48 tentang "Penurunan Nilai Aset". Apabila indikasi tersebut terjadi, Perusahaan dan Anak Perusahaan harus menentukan taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) atas nilai aset dan mengakui penurunan nilai aset sebagai rugi dalam laporan laba rugi. Pemulihan penurunan nilai aset diakui sebagai laba pada
Kewajiban kepada pemegang polis adalah nilai sekarang estimasi manfaat polis masa depan yang akan dibayar kepada pemegang polis atau ahli warisnya dikurangi dengan nilai sekarang estimasi premi masa depan yang akan diterima dari pemegang polis dan diakui pada saat pengakuan pendapatan premi. Kewajiban manfaat polis masa depan dinyatakan pada neraca konsolidasi berdasarkan perhitungan aktuaria. Kenaikan (penurunan) kewajiban manfaat polis masa depan diakui sebagai beban (pendapatan) pada periode berjalan.
Perusahaan mencatat kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 (UU Ketenagakerjaan).
Berdasarkan PSAK No.24 (Revisi 2004), biaya imbalan kerja sesuai dengan UU Ketenagakerjaan dihitung berdasarkan metode aktuarial projected unit credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi jumlah yang lebih besar di antara 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Besarnya keuntungan dan kerugian aktuarial ini diakui selama rata-rata sisa masa kerja yang akan dijalani para pekerja dengan menggunakan metode garis lurus. Biaya jasa lalu yang timbul akibat pengenalan program imbalan pasti atau perubahan kewajiban imbalan kerja dari program sebelumnya harus diamortisasi sampai imbalan kerja tersebut telah menjadi hak karyawan.
Tanah untuk pengembangan di masa mendatang dikelompokkan dalam akun "Tanah yang Belum Dikembangkan", di mana akumulasi biaya tersebut akan diklasifikasikan ke persediaan pada saat pengembangan dan pembangunan infrastruktur dimulai.
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 Maret 2010 Dan 2009
(Dalam Rupiah Penuh)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
v. Selisih Harga Perolehan di Atas Nilai Buku Investasi I Selisih Nilai Buku Investasi di Atas Harga Perolehan
w. Selisih Nilai Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan!Perusahaan Asosiasi
Saldo selisih harga perolehan di atas nilai buku investasi / selisih nilai buku investasi di atas harga perolehan di amortisasi dengan menggunakan metode garis lurus. Saldo yang belum diamortisasi tersebut tidak dapat sepenuhnya atau sebagian dipulihkan dari ekspektasi manfaat di masa mendatang, maka nilai tersebut langsung dibukukan sebagai beban atau pendapatan pada laporan laba rugi konsolidasi periode berjalan. Selisih harga perolehan di atas nilai buku investasi diamortisasi selama 5 (lima) tahun dan selisih nilai buku investasi di atas harga perolehan yang diamortisasi selama 5 (lima) tahun.
Sesuai dengan PSAK No.40 mengenai "Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan /Perusahaan Asosiasi", selisih yang timbul atas perubahan ekuitas pada anak Perusahaan/Perusahaan asosiasi yang bukan berasal dari transaksi antar Perusahaan dan anak Perusahaan, disajikan pada akun "Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan" sebagai bagian dari ekuitas pada neraca konsolidasi.
x. Selisih Nilai Transaksi Entitas Sepengendali
y. Tambahan Modal Disetor - Bersih
z. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan 1. 2. · · ·
Pendapatan dari penjualan real estat diakui berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam PSAK No. 44 tentang “Akuntansi Pengembangan Real Estat“.
Pendapatan transaksi efek meliputi pendapatan atas komisi perantara pedagang efek, penjamin emisi, penjualan efek dan agen penjualan di mana,
Jasa penjaminan emisi efek diakui pada saat aktivitas penjaminan emisi secara substansial telah selesai dan jumlah pendapatan telah dapat ditentukan.
Keuntungan (kerugian) dari perdagangan efek meliputi keuntungan (kerugian) yang timbul dari penjualan efek dan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi akibat kenaikan (penurunan) nilai wajar portofolio efek.
Tambahan modal disetor - bersih terdiri dari agio saham dikurangi biaya emisi saham. Agio saham merupakan kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal. Biaya emisi saham merupakan akumulasi biaya yang terjadi dalam rangka penawaran umum dan penjualan saham kepada masyarakat.
Pengalihan aktiva, kewajiban, saham atau instrumen kepemilikan yang lain antar Perusahaan sepengendali disajikan dengan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 38 mengenai “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”.
Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku aktiva dibukukan dalam akun “Selisih Nilai Transaksi Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai bagian dari ekuitas.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) z. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
3. Pendapatan dividen dari portofolio efek diakui pada saat emiten mengumumkan pembayaran dividen. 4.
5.
6. Pendapatan atas sewa, anjak piutang, dan pembiayaan konsumen diakui seperti penjelasan pada Catatan 2e, 2f dan 2g. Pendapatan administrasi diakui pada saat perjanjian sewa, perjanjian anjak piutang dan perjanjian pembiayaan telah disetujui oleh nasabah.
Pendapatan komisi asuransi yang merupakan pendapatan premi bruto diakui pada saat nota debit diterbitkan kepada pelanggan. Pendapatan premi diakui sebagai pendapatan setelah dikurangi premi reasuransi dan ditambah (dikurangi) dengan penurunan (kenaikan) saldo premi yang belum merupakan pendapatan awal dan akhir tahun. Premi reasuransi diakui dalam periode yang sama dengan periode pengakuan pendapatan.
Pendapatan dari jasa manajemen investasi dan jasa penasehat investasi diakui pada saat jasa diberikan sesuai dengan ketentuan dalam kontrak.
Beban
1. Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual). 2.
3.
4. Beban penerbitan polis asuransi seperti komisi dan beban underwriting lainnya dibebankan pada saat terjadinya. aa. Kapitalisasi dan Metode Alokasi Beban Proyek Pengembangan Real Estat
Beban aktivitas pengembangan real estat yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat adalah: 1. Beban pra-perolehan tanah;
2. Beban perolehan tanah;
3. Beban yang secara langsung berhubungan dengan proyek;
4. Beban yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat; dan 5. Beban pinjaman
Beban yang dialokasikan sebagai beban proyek adalah:
1. Beban pra-perolehan tanah atas tanah yang tidak berhasil diperoleh; dan 2.
disetujui oleh nasabah.
Beban yang timbul sehubungan dengan proses penjaminan emisi diakumulasi dan dibebankan pada saat pendapatan emisi diakui. Dalam hal kegiatan penjaminan emisi tidak diselesaikan dan emisi efek dibatalkan, beban tersebut dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi periode berjalan.
Beban yang terjadi sehubungan dengan kegiatan manajemen investasi dan penasehat investasi serta beban lainnya dibebankan pada saat terjadinya.
Kelebihan biaya dari hasil yang diperoleh atas pembangunan sarana umum yang dikomersilkan, yang dijual atau dialihkan sehubungan dengan penjualan unit.
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 Maret 2010 Dan 2009
(Dalam Rupiah Penuh)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
aa. Kapitalisasi dan Metode Alokasi Beban Proyek Pengembangan Real Estat (lanjutan)
ab. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasikan ke setiap unit real estat dengan metode identifikasi khusus.
Pengkajian atas estimasi dan alokasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek selesai secara substansial, jika terjadi perubahan mendasar Perusahaan akan melakukan revisi dan realokasi biaya.
Beban yang diakui pada saat terjadinya adalah biaya yang tidak berhubungan dengan proyek real estat.
Perusahaan tetap melakukan akumulasi biaya ke proyek pengembangan walaupun realisasi pendapatan pada masa depan lebih rendah dari nilai tercatat proyek. Atas perbedaan yang terjadi Perusahaan melakukan penyisihan secara periodik. Jumlah penyisihan tersebut akan mengurangi nilai tercatat proyek dan dibebankan ke laba rugi konsolidasi periode berjalan.
ab. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
ac. Pajak Penghasilan
ad. Laba (Rugi) Bersih per Saham
ae. Informasi Segmen
af. Penggunaan Estimasi
Perusahaan dan Anak Perusahaan menerapkan PSAK No.46 tentang “Akuntansi Pajak Penghasilan” yang mensyaratkan adanya pencatatan akuntansi untuk menghitung pengaruh pajak dari pemulihan aset dan penyelesaian kewajiban pada nilai tercatatnya, serta pengakuan dan pengukuran aset dan kewajiban pajak tangguhan untuk pengaruh pajak di masa mendatang atas kejadian-kejadian yang sudah diakui dalam laporan keuangan konsolidasi termasuk akumulasi rugi fiskal. Pengaruh pajak dari beda waktu dan akumulasi rugi fiskal, yang dapat berupa aset ataupun kewajiban, disajikan dalam jumlah bersih untuk masing-masing entitas yang dikonsolidasi.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca konsolidasi, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs tengah yang berlaku yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi periode berjalan.
Sesuai dengan struktur organisasi dan struktur manajemen serta sistem pelaporan Internal Perusahaan dan Anak Perusahaan, pelaporan segmen primer atas informasi keuangan disajikan berdasarkan jenis usaha yaitu real estat, perdagangan efek, pembiayaan, asuransi, dan jasa perantara asuransi. Pelaporan segmen sekunder tidak disajikan karena seluruh Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan kegiatan usaha dalam wilayah geografis yang sama.
Penyajian laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi pada nilai yang dilaporkan dalam periode laporan sehubungan dengan ketidakpastian yang melekat dalam pembuatan estimasi, sehingga terdapat kemungkinan hasil realisasi yang akan terjadi dapat berbeda dengan estimasi yang telah dilaporkan sebelumnya.
Sesuai dengan PSAK No. 56 tentang “Laba per Saham”, laba (rugi) bersih per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama periode yang bersangkutan
3. KAS DAN SETARA KAS Akun ini terdiri dari:
2010 2009
Kas 32,370,649 42,632,689
Bank - Rupiah
-Pihak ketiga
-PT Bank Central Asia Tbk 1,378,239,150 798,287,121
PT Bank Sinarmas 6,098,336 644,319,367
Deutsche Bank, A.G. 166,906,445 240,121,096
PT Bank Capital Indonesia Tbk - 124,883,124
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 144,723,310 90,357,408
PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 64,690,351
PT Bank Mega Tbk 9,537,950 58,481,856
PT Bank Lippo Tbk - 19,952,428
PT Bank Mayapada International Tbk 1,244,000 12,194,511
PT Bank Mayapada International Tbk 1,244,000 12,194,511
PT Bank Swadesi Tbk 62,543,830 3,693,926
PT Bank Pan Indonesia Tbk 2,529,347 2,619,776
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 133,987,602
-PT Bank Victoria International Tbk -
-PT Bank Harda Internasional 132,216,796 2,042,366
Bank - Dolar Amerika Serikat
-PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 87,254,931
PT Bank Central Asia Tbk 27,424,483 69,130,563
Citibank, N.A. - 21,827,012
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 63,701,238 11,643,408
Pihak hubungan istimewa
-PT Bank Windu Kentjana International Tbk (dahulu -PT Bank Multicor Tbk) - Rupiah 95,430,911 725,524,426 PT Bank Windu Kentjana International Tbk
(dahulu PT Bank MulticorTbk) - Dollar Amerika Serikat
Deposito - Rupiah 18,745,093,798
-Pihak ketiga -
-PT Bank Capital Indonesia Tbk 3,363,135 73,500,000,000
PT Bank Mega Tbk - 10,000,000,000
BPR Danapos -
-PT Bank Windu Kentjana International Tbk (dahulu -PT Bank MulticorTbk) - 5,500,000,000
PT Bank Swadesi Tbk - 20,898,000,000
PT Bank Bukopin Tbk - 15,310,452,634
PT Bank Central Asia Tbk (qq rekening nasabah) 11,442,972,455 14,927,581,986
PT Bank Mayapada International Tbk - 6,700,000,000
PT Bank Victoria International Tbk - 5,742,630,076
Deutsche Bank, A.G. -
-Jumlah 32,448,383,434 155,511,702,746
Deposito berjangka di atas ditempatkan dalam mata uang Rupiah untuk jangka waktu satu bulan dengan kondisi diperpanjang secara otomatis (Automated Roll Over) , dengan suku bunga tahunan berkisar antara 10,0% hingga 18,5% untuk tahun 2010 dan 2009.
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 Maret 2010 Dan 2009
(Dalam Rupiah Penuh)
4. INVESTASI JANGKA PENDEK Rincian investasi adalah sebagai berikut:
2010 2009
Penyertaan:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk -
-PT Bursa Efek Surabaya -
-PT Bursa Efek Jakarta -
-PT Pefindo -
-Efek ekuitas:
Diperdagangkan 7,397,644,624 10,481,627,112
Tersedia untuk dijual 3,893,363,925 11,113,075,900
Efek hutang 1,000,000,000 1,000,000,000
Surat berharga 127,879,241,922 97,697,089,130
Jumlah 140,170,250,471 120,291,792,142
5. PIUTANG USAHA 5. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang usaha pada pihak ketiga yang terdiri dari:
2010 2009
Kavling
The Stupa 35,076,201,144 36,530,180,068
Lembaga kliring dan penjaminan 1,073,450,602 2,590,932,327
Efek beli dengan janji dijual kembali -
-Penjualan rumah dan tanah kavling -
-Piutang asuransi -
-Lain- lain -
-Jumlah 36,149,651,746 39,121,112,395
6. PIUTANG SEWA Akun ini terdiri dari:
2010 2009
Piutang sewa 53,738,144,035 56,562,822,201
Nilai sisa terjamin 9,030,000,000 9,030,000,000
Jumlah 62,768,144,035 65,592,822,201
Pendapatan sewa guna usaha yang belum diakui (11,265,512,657) (17,289,694,395)
Jumlah 51,502,631,378 48,303,127,806
Simpanan jaminan (9,030,000,000) (9,030,000,000)
Jumlah 42,472,631,378 39,273,127,806
Penyisihan sewa guna usaha (1,380,008,953) (1,611,955,698)
Bersih 41,092,622,425 37,661,172,108
7. PIUTANG LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN
Piutang dari Lembaga Kliring dan Penjaminan merupakan tagihan bersih PT Transpacific Securindo, Anak Perusahaan kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia yang timbul dari perhitungan penyelesaian transaksi jual yang dilakukan oleh PT Transpacific Securindo. Saldo per 31 Maret 2010 sebesar Rp 8.332.297.350.
8. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Piutang pembiayaan konsumen digunakan sebagai jaminan atas hutang bank PT Bank Sinarmas (lihat Catatan 24). 9. BUNGA YANG MASIH HARUS DITERIMA
Akun ini merupakan bunga yang akan diterima atas deposito dan kegiatan pembiayaan, dengan rincian sebagai berikut:
2010 2009 Bunga deposito: PT Bunga Deposito - 374,408,754 PT Bank Multicor - 190,302,415 PT Bank Mega - 49,172,136 Sub-jumlah - 613,883,305
Akun ini merupakan piutang pembiayaan konsumen (bersih) setelah dikurangi pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui senilai Rp. 176.273.164 dan Rp. 1.112.245.957 pada 31 Maret 2010 dan 2009.
Sub-jumlah - 613,883,305
Bunga anjak piutang 4,386,111,553 4,340,991,076
Jumlah 4,386,111,553 4,954,874,381
10. TAGIHAN ANJAK PIUTANG Akun ini merupakan:
2010 2009
Pihak ketiga 53,376,024,537 84,520,965,480
Pendapatan pembiayaan yang belum diakui (4,900,000,000) (4,900,000,000)
Bersih 48,476,024,537 79,620,965,480
11. PIUTANG NASABAH Akun ini terdiri dari:
2010 2009
Piutang nasabah broker asuransi 951,478,834 873,772,027
Lebih dari 5% 9,597,761,625 7,591,711,625
Kurang dari 5% 7,620,725,188 6,020,423,188
Jumlah 18,169,965,647 14,485,906,840
12. PIUTANG PREMI Akun ini terdiri dari:
2010 2009
Premi langsung- 2,718,656,135 8,251,460,087
Koasuransi inward 624,405,385 136,269,631
Jumlah 3,343,061,520 8,387,729,718
Tagihan anjak piutang digunakan sebagai jaminan atas hutang bank PT Bank Windu Kentjana Internaional Tbk (dahulu PT Bank MulticorTbk) (lihat Catatan 24).
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 Maret 2010 Dan 2009
(Dalam Rupiah Penuh)
13. EFEK BELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI Akun ini terdiri dari:
2010 2009
Piutang efek dibeli dengan janji dijual kembali 7,759,304,082
-Bunga yang masih harus diterima -
-Jumlah 7,759,304,082
-14. PIUTANG LAIN-LAIN Akun ini terdiri dari:
2010 2009 Piutang Reasuransi - 12,654,001 Pinjaman karyawan - 103,194,147 Pinjaman karyawan - 103,194,147 Lain-lain 459,237,242 12,567,812,460 Jumlah 459,237,242 12,683,660,608 15. PERSEDIAAN
16. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
Akun ini terdiri dari biaya yang dibayarkan di muka atas:
2010 2009 Sewa kantor 163,946,265 509,437,500 Asuransi 39,919,967 63,767,496 Biaya karyawan - 16,597,511 Lain-lain 645,122,879 101,729,511 848,989,111 691,532,018 Seluruh akun ini meliputi persediaan tanah dan unit bangunan atas nama Perusahaan yang seluruhnya berada di Perumahan Simprug diPoris, Tangerang, Banten, serta persediaan tanah dan unit apartemen dalam pembangunan atas nama PT Cozmo Menteng seluas 4.125 m2 yang berada di Jl. Borobudur, Jakarta Selatan. Saldo persediaan per 31 Maret 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp 51.814.542.454. dan Rp 70.370.834.922.
Perusahaan tidak mengasuransikan persediaannya karena manajemen berkeyakinan bahwa risiko kerugian yang mungkin timbul atas persediaan tidak signifikan.
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat indikasi terjadinya peristiwa atau perubahan keadaan yang dapat menyebabkan turunnya nilai persediaan, sehingga Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak melakukan penyisihan penurunan atas nilai persediaan.
17. UANG MUKA
Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
2010 2009
Uang muka pembelian:
Tanah 80,112,700,600 79,812,700,600
Gedung 11,095,969,700 11,095,969,700
Partisi 7,272,729,253 7,272,729,253
Jumlah uang muka pembelian 98,481,399,553 98,181,399,553
Uang muka proyek
Bali Cangu Resort 54,637,985,465 54,637,985,465
Cozmo Canggu 47,726,051,386 47,726,051,386
Kuta Cozmo Pecatu 43,802,598,608 43,802,598,608
Kuta Cozmo Jimbaran, 33,789,905,530 33,789,905,530
Kuta Cozmo Jimbaran, 33,789,905,530 33,789,905,530
Bali Cozmo Ubud 30,579,750,507 30,579,750,507
Gianyar 9,835,302,209 9,835,302,209
The Stupa 3,548,948,550 2,590,932,327
Lain-lain 23,232,651,430 33,476,451,223
Jumlah uang muka proyek 247,153,193,685 256,438,977,255
Jumlah uang muka pembelian dan proyek 345,634,593,238 354,620,376,808
18. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Rincian piutang hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
2010 2009
Piutang lain-lain Pemegang Saham 144,855,721,761 68,230,392,011
PT Transpacific Investama 11,074,380,000 11,074,380,000
PT Jasnita Investindo 9,149,182,175 9,149,182,175
Piutang Okkie 914,261,675
-PT Transpacific Mutual Capita 501,037,067
-PT Transpacific Finance 118,951,422
-PT Citra Kebun Raya Agri 79,563,102 78,553,102
Lain-lain 88,897,991 90,570,097
Jumlah 166,781,995,193 88,623,077,385
Uang muka pembelian gedung dibayarkan sehubungan dengan perolehan gedung perkantoran Transpacific Tower, Jakarta.
Piutang dari PT Jasnita Investindo timbul atas transaksi pengalihan saham PT Janita Telekomindo dari PT TMC (Anak Perusahaan) ke PT Jasnita Investindo, yang dilakukan pada tahun 2008. Sedangkan piutang dari PT Transpacific Investama timbul atas transaksi pengalihan saham PT Transpacific Asset Manajemen dari PT TMC (Anak Perusahaan) ke PT Transpacific Investama pada tahun 2008.
Uang muka pembelian tanah seluruhnya merupakan uang muka yang dibayarkan atas pembelian tanah beriikut bangunan atas nama Suganda Setiadi Kurnia, Bibiana Halim dan Indrawati Budiman, seluruhnya pihak hubungan istimewa, yang berada di Bali dan Jakarta
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 Maret 2010 Dan 2009
(Dalam Rupiah Penuh)
18. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)
19. PENYERTAAN SAHAM
Akun ini terdiri dari penyertaan yang dilakukan oleh PT TSC atas saham:
2010 2009
PT Transpacific Finance - 13,269,981,520
PT Bursa Efek Indonesia - 195,000,000
PT Pemeringkat Efek Indonesia - 10,000,000
Jumlah - 13,474,981,520
Transaksi di atas sudah dilakukan sebelum kepemilikan saham PT TMC diambil alih oleh Perusahaan. Dengan demikian transaksi di atas bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan BAPEPAM No. IX.E.1 tentang "Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu".
20. PIUTANG JASA PERANTARA ASURANSI
21. JAMINAN PEMBELIAN ASET PROPERTI
` Akun ini merupakan akumulasi dari seluruh dana yang sudah dibayarkan Perusahaan kepada PT Adhisakti Kreasi Persada (PT AKP), sehubungan dengan transaksi pembelian aset properti Cozmo Oakwood Premier (berupa 139 unit apartemen dan 2 unit penthouse dengan luas keseluruhan 16.848 m2 dan 4.721 m2 ruang usaha ritel yang disewakan), yang berlokasi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Transaksi ini telah dinyatakan dalam Akta Perjanjian Jual Beli Rumah Susun No. 72 dari Notaris Yulia S.H., tanggal 16 November 2008 yang terakhir diubah dengan Adendum Perjanjian Pengikatan Jual Beli Cozmo Oakwood Premier tanggal 23 Juni 2009. Adapun sesuai dengan adendum tersebut syarat tangguh bagi PT AKP antara lain adalah menyelesaikan aktivitas fitting-out atas aset properti tersebut dan menyerahkannya kepada Perusahaan dalam kondisi fully-furnished. Bilamana masih terdapat aset properti dalam kondisi belum fully-firnished, jumlah seluruh dana yang sudah dibayarkan oleh Perusahaan kepada PT AKP dianggap sebagai uang titipan.
Piutang jasa perantara asuransi adalah piutang Anak Perusahaan PT Transpacific Insurance Broker atas transaksi perantara asuransi dengan pihak ketiga. Saldo persediaan per 31 Maret 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp. 20.537.933 dan Rp.776.749.
Sampai dengan tanggal 31 Maret 2010, PT AKP belum melakukan serah terima secara fisik atas aset properti tersebut. Adapun saldo sampai dengan 31 Maret 2010 adalah sebesar Rp.
515.433.167.339,-22. ASET TETAP
Rincian dan mutasi aset tetap adalah sebagai berikut:
Pengurangan Pengurangan
Nilai Tercatat /Reklasifikasi /Reklasifikasi
Tanah 1,369,400,000 - - 1,369,400,000
Bangunan dan prasarana 45,919,154,899 1,272,000,000 10,120,000,000 37,071,154,899
Peralatan dan perabot kantor 2,256,087,191 269,806,778 - 2,525,893,969
Kendaraan 4,046,203,216 - - 4,046,203,216
Jumlah nilai tercatat 53,590,845,306 1,541,806,778 10,120,000,000 45,012,652,084
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan prasarana 15,293,617,188 958,655,223 1,939,666,667 14,312,605,744
Peralatan dan perabot kantor 801,959,790 487,746,435 - 1,289,706,225
Kendaraan 1,151,286,920 386,240,797 - 1,537,527,717
Jumlah akumulasi penyusutan 17,246,863,898 1,832,642,455 1,939,666,667 17,139,839,686 2010
Saldo Awal Saldo Akhir
Jumlah akumulasi penyusutan 17,246,863,898 1,832,642,455 1,939,666,667 17,139,839,686
Nilai Buku 36,343,981,408 27,872,812,398
Penambahan Pengurangan
Penambahan Pengurangan
Nilai Tercatat /Reklasifikasi /Reklasifikasi
Tanah 1,369,400,000 - - 1,369,400,000
Bangunan dan prasarana 44,779,634,728 - - 44,779,634,728
Peralatan dan perabot kantor 3,023,594,027 2,123,928,213 - 5,147,522,240
Kendaraan 2,817,686,511 - - 2.817..686.511
Jumlah nilai tercatat 51,990,315,266 2,123,928,213 - 54,114,243,479
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan prasarana 10,333,999,394 940,594,389 - 11,274,593,783
Peralatan dan perabot kantor 1,679,674,535 124,898,792 - 1,804,573,327
Kendaraan 975,508,676 60,665,271 - 1,036,173,947
Jumlah akumulasi penyusutan 12,989,182,605 1,126,158,452 - 14,115,341,057
Nilai Buku 39,001,132,661 39,998,902,422
Beberapa asettetap anak Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat Catatan 24) 2009
Saldo Awal Saldo Akhir
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat indikasi terjadinya peristiwa atau perubahan keadaan yang dapat menyebabkan turunnya nilai aset tetap, sehingga Perusahaan tidak melakukan penyisihan penurunan nilai atas aset tetap.
Beban penyusutan sebesar Rp. 1.832.642.455 dan Rp 1.126.158.452 untuk periode 31 Maret 2010 dan 2009 seluruhnya disajikan sebagai bagian dari "Beban Umum dan Administrasi" (lihat Catatan 39).
Mutasi penambahan aset tetap untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2010 dan 2009 meliputi akun-akun aset tetap dari PT TMC dan Anak Perusahaan.
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 Maret 2010 Dan 2009
(Dalam Rupiah Penuh)
23. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN
Selain itu akun ini juga meliputi tanah milik PT CM seluas 1.694 m2, yang berada di Gondangdia, Jakarta Selatan.
24. HUTANG BANK
Rincian hutang bank adalah sebagai berikut:
2010 2009
Pihak ketiga
PT Bank Capital Indonesia Tbk 71,971,022 30,030,249,999
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat indikasi terjadinya peristiwa atau perubahan keadaan yang dapat menyebabkan turunnya nilai tanah yang belum dikembangkan, sehingga Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak melakukan penyisihan penurunan nilai atas tanah yang belum dikembangkan tersebut.
Akun ini merupakan tanah untuk dikembangkan pada masa mendatang milik Perusahaan yang seluruhnya berlokasi di kecamatan Batu Ceper, Tangerang, dengan luas 168.663 m2 pada tanggal 31 Maret 2010 dan 2009.
PT Bank Capital Indonesia Tbk 71,971,022 30,030,249,999
PT Bank Mega Tbk - 19,900,000,000
PT Bank Pan Indonesia Tbk 15,600,000,000 15,500,000,000
PT Bank Sinarmas 10,576,899,811 12,198,681,499
PT Bank Swadesi Tbk 8,080,743,138 8,298,454,964
PT Bank Mayapada International Tbk - 2,140,833,336
Pihak hubungan istimewa
PT Bank Windu Kentjana International Tbk (d/h PT Bank MulticorTbk) - 14,000,000,000
Jumla 34,329,613,971 102,068,219,798
PT Bank Capital Indonesia Tbk
Pada bulan Maret 2008, PT TF memperoleh fasilitas Demand Loans berjumlah maksimum Rp 25.000.000.000 dari PT Bank Sinarmas, di mana pencairan pinjaman tersebut dilakukan dalam beberapa tahap. Fasilitas ini dikenai bunga sebesar 13% per tahun dengan jangka waktu pinjaman selama 36 bulan.
Berdasarkan perjanjian tersebut di atas, tanpa pemberitahuan kepada pihak bank, PT TF tidak diperkenankan untuk membagikan dividen, melakkan merger akuisisi dan penjualan atau melepas hak atas harta yang dimilikinya serta peru bahan atas struktur modal nya.
PT TMC (Anak Perusahaan) memperoleh dua fasilitas pinjaman aksep dari PT Bank Capital Indonesia Tbk dengan jumlah Rp 13.500.000.000 yang akan berakhir pada bulan Maret 2009. Fasilitas ini dikenakan bunga 1% per tahun di atas suku bunga deposito dengan jaminan berupa deposito berjangka atas nama PT TGI dan PT Multicor Life Insurance (PT MLI) masing-masing sebesar Rp 5.000.000.000 dan Rp 8.500.000.000 yang ditempatkan pada bank yang sama.
Pada tanggal 30 Agustus 2006, PT TF juga memperoleh fasilitas pinjaman Modal Kerja dari PT Bank Capital Indonesia Tbk dengan jumlah maksimum Rp 12.000.000.000. Fasilitas ini dikenai bunga sebesar 19% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Agustus 2009. Pada tanggal 30 Januari 2008, PT TF memperoleh penambahan fasilitas pinjaman sebesar Rp 4.000.000.000 dengan bunga sebesar 17,5% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Agustus 2008. Selanjutnya pada tanggal 8 Juni 2008 dan 30 Agustus 2008, tingkat bunga pinjaman diperbaharui menjadi 16,5% per tahun. Pinjaman tersebut telah diperpanjang sampai dengan tanggal 30 Agustus 2009 dengan plafond kredit dan tingkat bunga kredit sama dengan sebelumnya.
24. HUTANG BANK (lanjutan) PT Bank Sinarmas
PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin)
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan secara fiducia atas piutang milik PT TF (lihat Catatan 7).
Pada tanggal 21 Maret 2008, PT TF memperoleh fasilitas pinjaman Modal Kerja lain dari Bank Panin berjumlah maksimum Rp 10.000.000.000. Fasilitas ini dikenai bunga sebesar 19% per tahun dan akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan terhitung sejak perjanjian pinjaman ditandatangani. Pada tanggal yang sama, PT TF juga memperoleh fasilitas pinjaman Money Market berjumlah maksimum Rp 10.000.000.000 dan jatuh tempo pada tanggal 21 Maret 2010. Perjanjian tersebut di atas telah mengalami perubahan, terakhir pada tanggal 14 Maret 2009, dimana jangka waktu pinjaman Modal Kerja diperbarui menjadi 21 Maret 2009 dan maksimum pinjaman Money Market berubah menjadi Rp 20.000.000.000 dengan jangka waktu yang tidak melebihi jangka waktu pinjaman Modal Kerja.
PT Bank Meqa Tbk
PT Bank Windu Kentjana Internasional Tbk (dahulu PT Bank Multicor Tbk)
Berdasarkan perjanjian tersebut, PT TF tidak diperkenankan membagikan dividen selama jangka waktu fasilitas tanpa ijin tertulis dari pihak Bank Panin, memelihara Current Ratio minimal 70% dan Debt to Equity Ratio maksimal 450%, melakukan merger/membeli dan / atau memperoleh saham Perusahaan lain, serta menarik kembali/ menurunkan modal yang telah disetor.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan sebidang tanah dan bangunan atas nama PT Intermustika Mutiara, pihak hubungan istimewa, dan jaminan pribadi serta sebidang tanah milik Suganda Setiadi Kurnia, pihak hubungan istimewa.
Pada tanggal 23 Maret 2008, PT TF memperoleh fasilitas Demand Loans berjumlah maksimum Rp 10.000.000.000. Fasilitas ini dikenai bunga sebesar 16% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Maret 2010. Pada tanggal 3 Januari 2009 Perusahaan mendapatkan persetujuan penambahan plafond kredit sebesar Rp 10.000.000.000.
Pada tanggal 22 Maret 2009, PT TF mendapatkan persetujuan perpanjangan kredit dan memperoleh fasilitas Consumer Financing dengan dikenai bunga pinjaman sebesar 12,5% per tahun, dimana jangka waktu kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 22 Maret 2010.
Berdasarkan perjanjian tersebut di atas, tanpa pemberitahuan kepada pihak bank, PT TF tidak diperkenankan untuk membagikan dividen, melakukan merger, akuisisi, dan penjualan atau melepas hak atas harta yang dimilikinya serta perubahan atas struktur modal Perusahaan.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dan sebidang tanah milik Suganda Setiadi Kurnia, pihak hubungan istimewa.
Pada tanggal 2 Maret 2008, PT TF memperoleh fasilitas Demand Loan dari PT Bank Windu Kentjana Internasional Tbk (dahulu PT Bank Multicor Tbk), pihak hubungan istimewa, berjumlah maksimum Rp 8.000.000.000. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 PT TF mendapatkan beberapa kali penambahan fasilitas kredit sehingga plafond kredit mencapai Rp 14.000.000.000 yang dikenai bunga sebesar 14% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Februari 2010.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan deposito berjangka milik PT TF, jaminan pribadi dari Suganda Setiadi Kurnia, pihak hubungan istimewa dan jaminan secara fiducia atas piutang milik PT TF (lihat Catatan 4,5 dan 6).
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 Maret 2010 Dan 2009
(Dalam Rupiah Penuh)
24. HUTANG BANK (lanjutan) PT Bank Swadesi Tbk
PT Bank Mayapada Internasional Tbk
Pada tanggal 9 Oktober 2008, PT TF memperoleh fasilitas Demand Loans berjumlah maksimum Rp 7.000.000.000 serta pinjaman Rekening Koran berjumlah maksimum Rp 1.000.000.000. Fasilitas ini dikenai bunga sebesar 12% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 9 Oktober 2009. Pinjaman ini digunakan untuk melunasi hutang PT TF kepada PT Bank Niaga Tbk.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan beberapa bidang tanah dan bangunan milik PT TMC. Berdasarkan perjanjian tersebut di atas, tanpa pemberitahuan kepada pihak bank, PT TF tidak diperkenankan untuk membagikan dividen, melakukan merger, akusisi, dan penjualan atau melepas hak atas harta yang dimilikinya.
Pada tanggal 7 Juni 2008, PT TF memperoleh fasilitas Pinjaman Modal Kerja Pinjaman Tetap on Demand dan Angsuran dari PT Bank Mayapada Internasional Tbk berjumlah maksimum masing-masing sebesar Rp 2.000.000.000 dan Rp 1.000.000.000.
Deutsche Bank, AG
25. HUTANG USAHA - PIHAK KETIGA Akun ini terdiri dari:
2010 2009
Rapi Cipta lndah 6,436,842,967 6,436,842,967
Pendapatan pembiayaan diterima dimuka - 1,025,487,854
PT Permata Kuningan 93,100,814 456,879,705
Jasa perantara asuransi - 16,520,832
Lain-lain 781,460,317 222,022,806
Jumlah 7,311,404,098 8,157,754,164
Bank Mayapada Internasional Tbk berjumlah maksimum masing-masing sebesar Rp 2.000.000.000 dan Rp 1.000.000.000. Fasilitas ini dikenai bunga sebesar 15% dengan jangka waktu satu tahun untuk pinjaman on Demand dan dua tahun untuk pinjaman Angsuran.
Pada tanggal 12 Juni 2008, PT TF memperoleh perpanjangan fasilitas Pinjaman Modal Kerja Pinjaman Tetap on Demand yang akan jatuh tempo pada tanggal 12 Juni 2009.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan Perusahaan (corporate guarantee) dari PT Kurnia Cipta Pratama, pihak hubungan istimewa dan beberapa bidang tanah dan bangunan atas nama Suganda Setiadi Kurnia, pihak hubungan istimewa.
Berdasarkan surat persetujuan kredit No. 2249/Credit/DB/2000 tanggal 19 Mei 2000, PT TSC mendapatkan fasilitas pinjaman dari Deutsche Bank, AG, dengan plafond sebesar Rp 6.000.000.000 dan berjangka waktu 1 (satu) tahun. Pinjaman ini dapat diperpanjang secara otomatis. Pada tanggal 19 Oktober 2008, PT TSC menerima perpanjangan jangka waktu pinjaman atas fasilitas pinjaman modal kerja dari Deutsche Bank, AG sampai dengan tanggal 30 September 2009. Tingkat suku bunga pinjaman pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebesar 9,3% dan 9,5%. Agunan atas pinjaman tersebut adalah deposito berjangka PT TSC yang ditempatkan pada bank tersebut.
26. HUTANG LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN
27. HUTANG NASABAH Akun ini terdiri dari:
2010 2009
Hutang usaha dengan saldo:
Lebih dari 5% 18,893,385,640 7,396,859,370
Kurang dari 5% 8,517,009,517 3,896,845,107
Uang muka nasabah - 16,500,083
Jumlah 27,410,395,157 11,310,204,560
28. HUTANG ASURANSI
Hutang kepada Lembaga Kliring dan Penjaminan merupakan hutang bersih PT Transpacific Securindo kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia yang timbul dari perhitungan penyelesaian transaksi beli efek yang dilakukan PT Transpacific Securindo. Saldo per 31 Maret 2010 dan 2009 adalah masing-masing sebesar Rp 15.830.401.500 dan Rp 0.
2010 2009
Reasuransi 3,007,730,660 11,787,875,017
Hutang premi nasabah broker asuransi 2,738,941,808 87,241,338
Estimasi Klaim retensi sendiri (EKRS) 258,590,585 20,584,810
Jumlah 6,005,263,054 11,895,701,165
29. HUTANG LAIN-LAIN PIHAK KETIGA Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
2010 2009
PT Kharisma Prima Nusantara 8,572,870,962 27,647,833,294
Lain-lain 11,626,001,839 14,343,688,625
Jumlah 20,198,872,801 41,991,521,919
30. EFEK JUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI Akun ini terdiri dari :
2010 2009
Hutang efek jual dengan janji dibeli kembali 1,000,000,000
-Bunga yang masih harus dibayar -
-Jumlah 1,000,000,000
-Saldo akun ini merupakan hutang asuransi PT TGI, anak Perusahaan kepada Perusahaan-Perusahaan asuransi atas jasa perantara asuransi kerugian yang terdiri dari:
PT ROYAL OAK DEVELOPMENT ASIA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN (DAHULU PT RODA PANGGON HARAPAN Tbk.)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL - TANGGAL 31 Maret 2010 Dan 2009
(Dalam Rupiah Penuh)
31. HUTANG PAJAK Akun ini terdiri dari:
2010 2009 Perusahaan Pajak penghasilan: Pasal 21 685,237,712 524,724,485 Pasal 23 61,972,368 70,482,396 Pasal4(2) 98,180,578 110,841,928 Pasal 29 37,801,200 37,801,200
Pajak bumi dan bangunan - 3,500,000
Pajak pertambahan nilai 984,428,117 1,194,992,524
Jumlah 1,867,619,975 1,942,342,533
32. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR Akun ini terdiri dari
Akun ini terdiri dari
2010 2009
Bunga 8,043,748,944 3,726,819,836
Supplier 731,850,310 688,619,955
Dividen 63,688,739 265,356,026
Telp dan internet 8,806,000 59,323,332
Levy 57,611,376 50,202,129
Listrik dan air 39,817,374 6,912,042
Lain-lain 197,986,808 209,156,420
Jumlah 9,143,509,551 5,006,389,740
33. KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
2010 2009
Tingkat diskonto 11% 11%
Kenaikan upah dan gaji 8% 8%
Usia pension 55 tahun 55 tahun
2010 2009
Saldo awal periode 2,107,252,088 2,107,252,088
Penambahan -
-Beban imbalan kerja karyawan (1,163,217,954) (535,693,767)
Saldo akhir periode 944,034,134 1,571,558,321
Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, Perusahaan dan Anak Perusahaan mencatat kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan berdasarkan perhitungan aktuaris independen yang dilakukan masing-masing oleh PT Dian Artha Tama dan PT Rileos Pratama untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007. Perhitungan aktuaria tersebut menggunakan metode “Projected Unit Credit” dan asumsi-asumsi utama sebagai berikut: