Nomor: RISALAHDPD/SIPUR-9/IV/2017
DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA
--- RISALAH
SIDANG PARIPURNA DPD RI KE-9 MASA SIDANG III TAHUN SIDANG 2016 – 2017 DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA
I. KETERANGAN
1. Hari : Senin-Selasa
2. Tanggal : 3-4 April 2017
3. Waktu : 14.47 WIB – 19.58 WIB
4. Tempat
: R. Rapat Nusantara V
5. Pimpinan Rapat : 1. Muhammad Saleh (Ketua DPD RI) 2. GKR Hemas (Wakil Ketua DPD RI)
3. Prof. Dr. Farouk Muhammad (Wakil Ketua DPD RI) 4. DR (HC) A. M. Fatwa (Ketua Sementara DPD RI)
5. Riri Damayanti John Latief, S.Psi (Wakil Ketua Sementara DPD RI)
6. Sekretaris Rapat : 1. Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto (Sekretaris Jenderal DPD RI)
2. Adam Bachtiar, S.H., M.H. (Plt. Wakil Sekretaris Jenderal DPD RI)
7. Panitera : Ir. Sefti Ramsiaty, MM. (Kepala Biro Persidangan I) 8. Acara : 1. Penetapan Jadwal Pemilihan Pimpinan DPD RI;
2. Pembacaan Putusan MA; 3. Lain-lain.
9. Hadir : Orang
10. Tidak hadir
II. JALANNYA RAPAT:
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita sekalian Om swastiastu.
Sebelum memulai Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, kita menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dan kepada para Anggota DPD RI serta seluruh hadirin dimohon untuk berdiri dan bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya. PEMBICARA: PADUAN SUARA
Hiduplah Indonesia raya… Indonesia tanah airku. Tanah tumpah darahku. Di sanalah aku berdiri. Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku. Bangsa dan Tanah Airku. Marilah kita berseru. Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku. Hiduplah negriku.
Bangsaku Rakyatku semuanya. Bangunlah jiwanya.
Bangunlah badannya. Untuk Indonesia Raya. Indonesia Raya. Merdeka Merdeka.
Tanahku negriku yang kucinta. Indonesia Raya.
Merdeka Merdeka. Hiduplah Indonesia Raya. Indonesia Raya.
Merdeka Merdeka.
Tanahku negriku yang kucinta. Indonesia Raya.
Merdeka Merdeka. Hiduplah Indonesia Raya.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Kami persilahkan duduk kembali.
Hadirin yang saya hormati, berdasarkan catatan daftar hadir yang disampaikan oleh sekretariat jenderal, sampai saat ini hadir 106 oang Anggota DPD dan telah menandatangi daftar hadir dan dengan mengucapkan bismilahhirrahmanirrahim Sidang Paripurna ke-9 Dewan Perwakilan Daerah ini kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum.
KETOK 2X
Sidang dewan yang mulia, berdasarkan hasil Rapat Panmus kemarin disepakati.. PEMBICARA: H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM)
Pimpinan, interupsi. Sesuai dengan komitmen tadi bahwa setelah dibuka akan dibacakan oleh sekjen.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Ini akan saya bacakan agendanya Bapak, tolong... (tidak jelas, red) agenda yaitu penyampaian ikhtisar Mahkamah Agung terkait tata tertib. Agenda lain di luar agenda utama akan diputuskan di dalam sidang paripurna sepanjang tidak bertentangan dengan hukum. Maka dengan ini... (tidak jelas, red)
PEMBICARA: H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM)
Mohon maaf, kita sudah sepakat bahwa ini setelah dibuka ini akan dibacakan oleh sesjen. ... (tidak jelas, red).
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Akan kami kasih kesempatan untuk baca. Tolong sebentar.
PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA) Siapa yang berani keluarkan? Saya catat.
PEMBICARA: Ir. WA ODE HAMSINAH BOLU, M.Sc. (SULTRA)
Pak Nawardi, biar Pimpinan baca dulu agenda, Pak Nawardi ya. Pak Nawardi sebentar. Sebentar Pak Nawardi. Pimpinan selesaikan kalimatnya.
PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA) Tidak, tidak.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Kami kasih kesempatan untuk membaca tetapi sesuai dengan agenda.
PEMBICARA: Ir. WA ODE HAMSINAH BOLU, M.Sc. (SULTRA)
Pak Nawardi sebentar Pak. Sabar Pak Nawardi. Pak Nawardi nanti diberikan kesempatan Pak.
PEMBICARA: H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM) Dibuka terus Sesjen, langsung Sesjen.
PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA)
Tidak, ya komitmen tadi Bu, tidak bisa begitu. Harus konsisten. Kami diam tadi karena komitmen tadi di atas. Konsisten. Pimpinan itu konsisten.
PEMBICARA: Ir. WA ODE HAMSINAH BOLU, M.Sc. (SULTRA) Teruskan Ibu, teruskan Ibu. Pimpinan teruskan. Teruskan, Pimpinan.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Agenda pokok.. Tolong dengarkan sebentar. Agenda pokok adalah penyampaian Putusan Mahkamah Agung dan juga agenda lain di luar agenda utama. Jadi tolong kami akan memberikan kesempatan Pak Sesjen akan membaca, tolong didengarkan dulu. Mesakh Mirin matikan itu lampunya. Saya nanti setelah membaca, setelah dibaca oleh Pak Sesjen, kemudian kami akan melanjutkan. Setuju? Sekarang kami persilahkan Pak Sesjen membaca. PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA)
Pimpinan tidak lanjutkan.
PEMBICARA: Hj. DARYATI UTENG S, S.E., M.M. (JAMBI) Nawardi itu bukan Sesjen.
PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA)
Hati-hati nanti Sesjen baca yang lain, kita antisipasi, pasti akan baca yang lain. Lihat dulu, lihat.
PEMBICARA: Hj. DENTY EKA WIDI PRATIWI, SE., MH (JATENG) Pak Nawardi, Pak Nawardi, Pak Sesjen sudah naik, Pak Nawardi.
PEMBICARA: Prof. Dr. SUDARSONO HARDJOSOEKARTO (SESJEN DPD RI) Bissmilahirahmanirrahim.
Keputusan Panitia Musyawarah Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia No. 5/Panmus DPD/III/2016-2017 tentang Jadwal Pemilihan Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia periode April 2017-September 2019.
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Panitia Musyawarah Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, dengan persetujuan Sidang Pleno Panitia Musyawarah ke-12 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Masa Sidang III Tahun Sidang 2016-2017 tanggal 9 Maret 2017, memutuskan, menetapkan Keputusan Panitia Musyawarah Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia tentang Jadwal Pemilihan Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia periode April 2017 – September 2019:
1. Menetapkan Jadwal Pemilihan Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia periode April 2017-September 2019 sebagai berikut:
Senin, 3 April 2017
Pukul 09.00 sampai pukul 12.00 WIB: rapat wilayah dalam rangka pemilihan bakal calon Pimpinan.
Pukul 13.00 sampai dengan selesai: Sidang Paripurna ke-9 DPD RI Tahun Sidang 2016-2017
1. Penjelasan tata cara pemilihan Pimpinan DPD RI berdasarkan Peraturan DPD RI No. 1 Tahun 2017 tentang tata tertib;
2. Pemilihan Pimpinan DPD RI dipimpin oleh Pimpinan Sementara DPD RI ; 3. Pengucapan sumpah Pimpinan DPD RI dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung; 4. Serah terima Pimpinan DPD RI;
5. Pidato Ketua DPD RI terpilih. Keterangan: dipimpin oleh Pimpinan Sementara 2. Untuk menunjang kelancaran pelaksananan jadwal kegiatan sebagaimana disebut
dalam Diktum ke-1 maka Rapat Tim Kajian dan Mekanisme Panitia Musyawarah akan dilaksanakan pada tanggal 2 April 2017 pukul 09.00 sampai dengan 12.00 Waktu Indonesia Barat dan Rapat Pleno Panitia Musyawarah Pukul 13.00 sampai dengan pukul 18.00 Waktu Indonesia bagian Barat.
3. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perubahan sebagaimana mestinya
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Maret 2017. Panitia Musyawarah Dewan Pewakilan Daerah Republik Indonesia. Pimpinan Ketua ditandatangani H. Muhammad Shaleh SE, Wakil Ketua ditandatangani GKR Hemas, Wakil Ketua ditandatangani Prof.Dr. Farouk Muhammad.
Terima kasih.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Dengan ini kami lanjutkan sesuai dengan Sidang Panitia Musyawarah kemarin. Mohon untuk dibacakan oleh Bapak Sesjen penyampain Putusan Mahkamah Agung terkait tata tertib. Tata tertib dibacakan. (Mic) Saya juga mati, tadi. Ayo kita lanjutkan.
PEMBICARA: H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM)
Jadi kalau mati ngomongnya di sini? Jadi karena sudah mati. Ini sabotase ini.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Tadi kami sudah memberikan kesempatan untuk membaca dan disepakati hanya dibaca.
PEMBICARA: BASRI SALAMA, S.Pd (MALUT)
Pimpinan, saya hanya memberi saran. Saya tidak protes Pimpinan. Apa yang saya sampaikan tadi yang saya takutkan adalah akibat hukum. Pertama ya karena pada saat penyampaian yang disampaikan terkait dengan hasil Panmus Bu, yang dijadwalkan Panmus adalah penyampaian hasil Putusan Mahkamah Agung. Kita telah bersepakat pada Paripurna sebelumnya telah menetapkan masa jabatan Pimpinan berakhir tanggal 1 April kemudian diperpanjang lagi dengan Keputusan No. 34 tentang perpanjang masa jabatan 3 hari. Ikhtiar problem hukum saya adalah kalau kita tidak melakukan penjadwalan kembali terhadap penyerahan pimpinan sidang kepada pimpinan sementara maka pukul 12.00 terjadi kekosongan. Saya ikhtiar kalau ini tidak kita taati maka proses segala produk hukum itu akan menjadi ilegal ketika kita menerima fasilitas di atas jam 12.00.
Pak Faoruk jangan kacau. Pak Farouk ini Professor, jangan kacau pikirnya. Kalau diatas jam 12 tidak ada penggantian pimpinan sementara maka pertanggungjawaban hukum menjadi cacat. Segala akibat di atas jam 12 malam dan besoknya kita menerima sosialisasi, kita menerima kegiatan berakibat itu menjadi ilegal dan cacat dan seluruh itu akan menjadi temuan BPK. Saya ikhtiarkan reses kita akan menjadi batal ketika terjadi kekosongan pimpinan. Saya ingatkan pertama bahwa apa yang menjadi Putusan Mahkamah Agung tidak dengan serta merta mengguggurkan segala proses yang terjadi pasca Putusan Mahkamah Agung..
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG) dan agenda rapat kitapun tidak ditiadakan dengan itu.
PEMBICARA: BASRI SALAMA, S.Pd (MALUT)
Saya sarankan ini bahwa segala produk yang diakibatkan oleh Tatib No. 1 dan Tatib No. 17 telah kita lalui. Putusan Mahkamah Agung kemarin tidak serta merta membatalkan segala... (tidak jelas, red)
Saya ingatkan ini agar tidak terjadi problem-problem berikutnya. Kalau ini tidak melihat semua buat ini menjadi sebuah kesepakatan, saya ingin menggugat saudara-saudara yang menggunakan fasilitas negara dari APBN. Iya saya akan menggugat saudara-saudara yang menggunakan APBN dengan cacat hukum.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Kami perintahkan Pak Sesjen untuk membaca amar keputusan yang disampaikan oleh Makahmah Agung. Kami utuskan Pak Sesjen membaca Keputusan Mahkamah Agung. PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA)
Tapi ini tidak menjadi keputusan, tinggal baca saja.
PEMBICARA: INTSIAWATI AYUS, SH., MH (WAKIL KETUA BPKK DPD RI) Namanya memang baca, siapa yang bilang keputusan? Diamlah.
PEMBICARA: Ir. WA ODE HAMSINAH BOLU, M.Sc. (SULTRA)
Itu Keputusan MA kita dengar saja Pak Mesak ya. Memang kita tidak bisa bahas kok sudah keputusan.
PEMBICARA: H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM) Sebentar Pak Sesjen, sebelum membacakan.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Tolong didengarkan. Kita semua menghormati. Tadi kami sudah memberi kesempatan. Tolong dihormati kami juga harus menjalankan sesuai apa yang diperintahkan kemarin hasil Panmus yang sudah diagendakan. Tolong ... (tidak jelas, red)
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG)
Pimpinan, saya ingatkan, Pimpinan. Sebelum dilakukan pembacaan, saya ingatkan Tatib kita mengatakan pimpinan dalam melakukan konsultasi dengan pimpinan lembaga tinggi negara lain wajib mendengarkan aspirasi peserta dalam sidang paripurna, rapat konsultasi dengan pimpinan alat kelengkapan. Jangan nanti setelah selesai dibacakan langsung mengangkat palu setuju, pletak.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Tidak.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG)
Kami harus mengingatkan kembali, Pimpinan. Aspirasi peserta membahas tentang ini jangan sampai ditelikung oleh pimpinan dengan palunya.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Pak Delis kan ikut Rapat Panmus kan? Oke bacakan.
PEMBICARA: H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM)
Setelah Pak Sesjen membacakan Surat Keputusan Panmus yang tadi maka secara otomatis dua pimpinan yang diatas ini sudah gugur sebagai pimpinan sehingga dua pimpinan ini tidak berhak lagi menyuruh Pak Sesjen, tidak berhak lagi maka harus ada pimpinan sementara....
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Tidak usah ngomong itu, sekarang tutup itu, kita dengarkan Pak Sesjen bicara.
PEMBICARA: H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM)
Tidak, ini konsekuensi dari Keputusan Panmus. Mohon maaf, ini adalah konsekuensi dari Keputusan Panmus. Kalau pimpinan sementara yang mimpin baru memerintahkan Pak Sesjen untuk membacakan.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Pak Delis dan Pak Nawardi sudah banyak bicara kemarin, tolong dengarkan.
PEMBICARA: H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM)
Mohon maaf, saya tetap pada prinsip pimpinan sementara yang nanti menyuruh Pak Sesjen itu membacakan baru saya sepakat. Silakan dibacakan sampai akhir tapi oleh pimpinan sementara karena secara otomatis setelah dibacakan oleh Sesjen maka pimpinan sudah tidak berlaku lagi, maka yang berlaku adalah sesuai keputusan yang ditandatangani sendiri oleh Bapak Farouk, oleh Ibu Hemas, dan oleh Mohammad Saleh, ditandatangani sendiri.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Tadi sudah dibaca Pak, sudah dibaca. Sekarang dengarkan apa yang harus dibacakan oleh Sesjen.
PEMBICARA: H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM)
Tidak. Begini, ini adalah konsekuensi dari Keputusan Panmus. PEMBICARA: H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM)
Pak Sesjen, ini konsekuensi dari Keputusan Panmus sidang paripurna. Ini adalah konsekuensi ini adalah hukum, ini adalah hukum kita, harus dibacakan.
Terima kasih.
PEMBICARA: Ir. WA ODE HAMSINAH BOLU, M.Sc. (SULTRA) Agenda Panmus adalah mendengarkan Keputusan MA.
PEMBICARA: Dra. Hj. JUNIWATI T. MASJCHUN SOFWAN (JAMBI) Lanjutkan Bapak Sesjen.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Silakan Pak Habib.
PEMBICARA: Drs. HABIB ALI ALWI (KETUA PURT DPD RI)
Agenda Panmus yang pertama sudah dibacakan, itu kita hormati. Namun agenda Panmus yang kedua juga harus dibacakan, karena itu juga kita hadir dan itu resmi. Jadi tolong dibacakan juga agenda yang kedua, Panmus yang kemarin.
Terima kasih.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG)
Pimpinan saya ingatkan bahwa surat undangan.. Pimpinan, sebentar. B-100 Sulawesi Tengah. Saya mau katakan, Pimpinan. Undangan sidang paripurna. Sebentar Pak Sesjen. PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)
Lanjutkan Pak Sesjen.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG)
Saya mau tegaskan dulu di awal kepada pimpinan. Undangan sidang paripurna yang pertama itu masih sah dan berlaku sesuai dengan tata tertib kita, tidak boleh melakukan perubahan agenda acara sidang paripurna dibawah 2x24 jam, itu yang pertama.
Yang kedua, Panmus kemarin tidak membatalkan hasil kerja Panmus yang pertama sebagaimana yang disampaikan oleh Habib tadi. Artinya kita sepakati pada pagi hari ini bahwa agenda persidangan hari ini adalah yang pertama adalah berdasarkan surat undangan yang pertama dan yang kedua adalah berdasarkan surat undangan yang kedua. Itu yang prinsip. Tidak ada hanya agenda Panmus yang kedua kemarin. Karena itu saya ingatkan kembali agenda paripurna kita tetap mengacu pada undangan pertama dan undangan kedua.
Terima kasih.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Pak Djasarmen silakan.
PEMBICARA: DJASARMEN PURBA, SH (WAKIL KETUA PPUU DPD RI) Baik. Kami minta...
PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)
Bu Pimpinan, saya sudah angkat tangan daritadi Bu Pimpinan. Dengan penuh kesabaran saya sudah mengangkat tangan dari tadi.
PEMBICARA: DJASARMEN PURBA, SH (WAKIL KETUA PPUU DPD RI)
Kami minta kawan-kawan supaya tenang untuk mendengarkan dengan baik apa yang akan disampaikan.
PEMBICARA: Hj. DARYATI UTENG S, SE., MM (JAMBI)
Gantian, tadi kita sudah mendengarkan apa keinginan Bapak-Bapak yang terdahulu. Sekarang lanjutkan.
PEMBICARA: ADRIANUS GARU, SE., M.Si (NTT)
Saya sedikit Pimpinan. Coba kita kembali ke floor. Ada beberapa.. PEMBICARA: Hj. DARYATI UTENG S, SE., MM (JAMBI)
Sesuai agenda dari Panmus kemarin.
PEMBICARA: ADRIANUS GARU, SE., M.Si (NTT) Bu Uteng, kita gantian Bu Uteng.
Ada beberapa pakar hukum juga yang ada dalam ruangan ini,beri pendapat sedikit supaya kita jangan debatable terus nanti kita baru kita lanjutkan.
PEMBICARA: Ir. WA ODE HAMSINAH BOLU, M.Sc. (SULTRA) Pimpinan, Wa Ode dari Sulawesi Tenggara. Mohon izin.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Ini nanti kalau tidak bisa dilanjutkan kami skors. Ayo silakan. Pak Benny silakan. PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kta sekalian.
Om swastiastu.
Mudah-mudahan yang saya sampaikan ini mencoba menenangkan sedikit situasi ya. Sabar Bu. Saya lagi bicara Ibu komentar, Ibu yang bikin ribut lagi. Jadi saya harus apa?
Yang pertama, tolong Pimpinan mencoba konsisten dengan agenda rapat paripurna hari ini, yang semua anggota sudah menerima undangan paripurna tanggal 3 dimana yang dibacakan oleh Pak Sesjen. Agenda yang dikonstruksi dalam undangan, dalam paripurna tanggal 3 itu adalah Keputusan Panitia Musyawarah yang juga dikuatkan oleh paripurna yang posisi surat itu tidak pernah dilakukan pencabutan, dan kalau kita melihat konstruksi tata tertib, perubahan jadwal-jadwal agenda itu harus dalam waktu 2x24 jam. Artinya dua hari ya.
Yang kedua, kami juga setuju dan itu sudah Keputusan Panmus untuk juga mengagendakan apa yang dibacakan Panmus yang diputuskan Panmus kemarin. Kita laksanakan tapi tolong ingat agenda pertama tanggal 3 sebagaimana juga surat undangan yang diterima itu juga tidak boleh dilewatkan. Sebetulnya siapa sih diantara kita yang mencoba baik yang mencoba kompromi? Kalau kita ego kita tidak mau kompromi maka kita bisa tolak Keputusan Panmus kemarin. Kami dengan legowo dengan jiwa besar menerima Keputusan Panmus kemarin untuk itu dilaksanakan pada paripurna hari ini, tapi toh keputusan paripurna sebelumnya, Panmus kaitan dengan agenda tanggal 3 yang sudah dibacakan Sekjen itu juga tidak boleh dilewatkan oleh paripurna hari ini. Itu saja. Mohon pimpinan untuk menjadi catatan penting itu. Terima kasih.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Cukup ya? Bu Waode silakan.
PEMBICARA: Ir. WA ODE HAMSINAH BOLU, M.Sc. (SULTRA) Terima kasih. Wa Ode dari Sulawesi Tenggara.
Saya, oke ini yang disampaikan Pak Benny dan Pak Delis sebelumnya saya tidak ingin mendegasikan. Oke. Dan saya juga sekarang kita mendengarkan kami ingin mendengarkan disepakati bahwa agenda yang diputuskan oleh Panmus yang berlangsung hingga tadi malam yaitu mendengarkan Keputusan MA.
Terima kasih.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG) Terima kasih. Pimpinan, B-100.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Sepakat ya? Jadi kita lanjutkan mendengarkan.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG)
Saya tegaskan kembali... Ini ada agenda tersembunyi bahwa hanya satu agenda ini akan dibahas dalam sidang paripurna ini.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Pak Delis, kemarin... Ada dua agenda.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG)
Tata tertib kita Pimpinan, Pasal 249 Tatib kita, dalam pas Ayat 5 mengatakan Keputusan Panitia Musyawarah sebagaimana dimaksud pada Ayat 4 dapat mengubah acara sidang atau rapat dan memberitahukan perubahan acara sidang atau rapat tersebut pada seluruh anggota paling lambat dalam 2 hari.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Oke. Boleh kita lanjutkan? Silakan Pak Sesjen.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG)
Artinya, justru ini tidak menjadi prioritas karena diputuskan kurang dari 2x24 jam. PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)
Tadi sudah sepakat kami beri kesempatan untuk membaca, ya. Sudah diberi kesempatan untuk membaca, untuk itu kita melaksanakan sidang.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG)
Saya minta pimpinan kembali menegaskan agenda sidang kita pada paripurna pada siang hari ini adalah berdasarkan dua surat undangan, bukan hanya satu surat undangan, itu yang perlu kita tegaskan di awal karena setelah pembacaan selesai rapat paripurna ini. Pimpinan harus ... (tidak jelas, red) itu dulu.
PEMBICARA: GEDE PASEK SUARDIKA, S.H., M.H. (BALI)
Pimpinan, pimpinan, interupsi pimpinan, Pak Sesjen belum bisa bicara kalau floor belum mengijinkan ijin.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Pak Sesjen sudah diperintahkan untuk membaca.
PEMBICARA: H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM)
Yang maju adalah pimpinan yang muda dan yang tertua sesuai dengan keputusan Panmus, Pak A.M. Fatwa dan Ibu Riri yang menjadi yang memimpin dan memerintah Pak Sesjen untuk membacakan itu. Pimpinan yang termuda dan yang tertua baru diganti yang berikutnya, itu aturan, baru saya tunduk kepada aturan apabila pimpinan sementara yang menyuruh Pak Sesjen sesuai dengan keputusan...
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Ini tidak keras-kerasan ngomong tapi pakai aturan.
PEMBICARA: H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM) Ini aturan, ini aturannya.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Tolong, tidak keras-kerasan ngomong.
PEMBICARA: H. AHMAD NAWARDI, S.Ag (JATIM)
Saya tahu agendanya. Setelah dibacakan oleh Pak Sekjen Ibu... (tidak jelas, red) PEMBICARA: Hj. DENTY EKA WIDI PRATIWI, SE., MH (JATENG)
Pak Nawardi, Pak Nawardi, sudah Pak Nawardi.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG) Tidak bisa. Pimpinan harus tegas dulu agenda sidang kita hari ini.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Agendanya sudah saya bacakan tadi. Dua agenda, ya tolong dengarkan, jangan bikin gaduh.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG) Siapa yang mau bikin gaduh? Yang mau mempertahankan jabatan.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Mau dibaca tidak?
Ini penyampaian jadi dua agenda adalah penyampaian Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia terkait tata tertib. Yang kedua, agenda lain di luar agenda pertama akan diputuskan di dalam sidang paripurna sepanjang tidak bertentangan dengan hukum..
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG)
Itu yang saya maskudkan tadi, bahwa acara sidang paripurna yang pertama tidak masuk di agenda rapat, sementara tidak bisa dilakukan perubahan agenda rapat sesuai tata tertib kita. Sebelum ini dilanjutkan agenda surat undangan pertama harus masuk menjadi agenda persidangan.
Terima kasih.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Tadi Pak Delis minta agenda, sudah saya bacakan.
PEMBICARA: BASRI SALAMA, S.Pd (MALUT)
Bu Hemas kok suka senang sekali bikin gaduh Bu Hemas. Bu Hemas kok suka sekali bikin gaduh ya? Ini ada sebuah surat undangan, undangan pertama itu kita laksanakan pemilihan Pimpinan. Kenapa dibacakan... (tidak jelas, red). Ibu Hemas kok senang banget ... (tidak jelas, red). Tokoh masyarakat kok senang banget bikin gaduh Bu?
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Pak Pasek silakan.
PEMBICARA: GEDE PASEK SUARDIKA, SH., MH (BALI) Tolong sabar sabar. Giliran ya.. Giliran, giliran.
PEMBICARA: BASRI SALAMA, S.Pd (MALUT)
Saya tidak lagi respect sama Ibu. Ibu tokoh masyarakat tapi kok senang sekali bikin gaduh di masyarakat?
PEMBICARA: GEDE PASEK SUARDIKA, SH., MH (BALI) Pak Basri giliran. Kalau boleh diizinkan.
Baik, terima kasih Pimpinan.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.
Shalom.
Om swastiastu.
Jadi saya kira lalu lintas pembicaraan akan berjalan dengan baik kalau kita giliran untuk berbicara sehingga tidak tabrakan yang mana saya dengar agak sulit.
Kemudian yang kedua, terkait dengan agenda kita hari ini memang ini apakah kesalahan kesekjenan apakah atau memang rutenya begitu? Ini harus kita pertanggungjawabkan bersama di forum ini. Nah yang pertama saya kira undangan sidang paripurna dengan jam yang sama itu juga sudah disampaikan kepada kita semua. Kemudian menyusul juga yang kedua, dan ini dua-duanya bisa diagendakan bersamaan atau dibahas, tidak usah ditabrakan dia. Nah karena itu saya kira kalau tadi pimpinan menyampaikan dua agenda saja, saya kira ini agenda yang sebelumnya juga dibacakan karena undangan ini masih berlaku dan tidak pernah dicabut, itu yang utama. Kita harus jujurlah apakah ini kesalahan administrasi saya kira tidak, karena ini hal yang fundamental karena amanat surat yang pertama ini adalah amanat paripurna periode yang lalu. Jadi saat yang lalu itu disampaikan dan ini juga disampaikan, karena itu jalan keluarnya adalah karena tadi sudah dibacakan oleh sesjen dan saya kira ini memang surat masih berlaku. Jadi saya tawarkan begini, karena ini surat yang ditandatangani juga oleh Pak Faoruk dan Bu Hemas serta Pak Soleh, Pak Saleh selaku pimpinan dan ini belum juga dicabut saya kira konsekuensinya aduh gimana ya, kalau kita nandatangani saja kita tidak mau ngikuti gimana ya sebuah peraturan gitu. Ini coba kami kembalikan, tetapi saya setuju bahwa untuk usulan soal agenda yang kedua itu juga dibacakan karena itu terkait dengan posisi DPD ke depan. Apakah putusan itu kita kaji bersama dengan kepala yang dingin, nanti bagaimana itu isinya. Tetapi tetap mekanismenya harus urutannya sama.
Jadi saya tawarkan karena surat SK ini masih berlaku, keputusan ini masih berlaku maka konsekuensinya adalah pimpinannya adalah pimpinan sementara. Agendanya bisa dua-duanya. Tunggu dulu, tunggu dulu, ini alurnya kita ngomong alur. Sehingga ini kan konsekuensi dari pada yang Bapak-Bapak tandatangani, Bapak ibu tandatangani, bukan kami tandatangani. Nah karena itu pimpinan sementara diambil berdasarkan aturan ini agendanya dua-duanya, dua surat ini dijalankan masuk juga pembacaan putusan. Jadi saya kira itu kami tawarkan, tapi kalau tetap ada pemaksaan, saya khawatir legitimasi pimpinan sudah hilang. Jadi akhirnya kita ribut terus, yang setuju ibu ribut, yang tidak setuju ribut. Kita tidak selesai-selesai, malu kita. Jadi saya kira ini konsekuensi tandatangan. Kalau saya tandatangan maka saya tanggungjawab. Itu kira-kira legitimasi kita sebagai pemimpin, begitu lho. Jadi saran saya adalah ini di jalankan, ya yang sudah kita jalankan ini dijalani semua, bisa kok. Diatur saja urutannya. Saya kira tidak ada masalah nanti.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Sesuai dengan Sidang Panmus kemarin, jadi tolong kami agenda pertama adalah mendengarkan dan ada agenda lain-lain nanti kita masuk di situ.
PEMBICARA: GEDE PASEK SUARDIKA, SH., MH (BALI)
Tunggu dulu Bu, tunggu dulu. Saya kira posisi pimpinan adalah mengantur lalulintas, mengatur lalulintas biar tidak salah. Agenda itu seharusnya surat yang pertama lebih dahulu dibahas.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Kemarin Pak Ketua sudah mengetok agendanya, tolong agenda pertama..
PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA)
Karena itu tekanan dari Bapak Ibu. Saya Anggota Panmus, kita dengar sendiri di Panmus.
PEMBICARA: GEDE PASEK SUARDIKA, SH., MH (BALI)
Ini cara komunikasi pimpinan, komunikasi forum yang tidak bagus. Biarkan dulu selesai sehingga tidak ada banyak debat kusir tidak sehat nanti. Acuannya adalah sampai hari ini, itu Tatib kita Nomor 1 tahun 2017 masih berlaku sampai hari ini. Kenapa? Karena Putusan Mahkamah Agung itu sifatnya dia meminta imperatif memeritahkan kepada kita untuk melakukan apa yang sesuai perintahnya itu. Jadi per hari ini masih berlaku. Nah sesuai dengan karena dia masih berlaku, masih hidup dia, maka kita semua harus tunduk juga dengan tata tertib yang sudah kita sahkan secara aklamasi kemarin, yang Pasal 249 yang Ibu juga tandatangan semua pimpinan. Dimana waktunya itu 2 hari, 2 hari mengubah agenda. Kalau ini dilanggar ya sudah melanggar, forum ini jadi melanggar. Karena itu saya kira kami usulkan bahwa ikuti semua mekanisme yang sudah kita tandatangani bersama ini sebagai komitmen kita bersama. Dan saya yakin ujungnya bisa saja kalau nanti kemudian perdebatan bahwa putusan kita menerima Putusan Mahkamah Agung itu apa adanya berarti itu akan berjalan. Tetapi mekanisme bahwa Ibu dan Bapak di depan pernah tandatangan, bahwa hari ini jam 3 eh jam 1 itu bahwa sudah jam 13 bahwa pimpinan sementara yang akan memimpin itu konsekuensi sebagai kita menandatangani itu.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Terima kasih Pak Pasek
PEMBICARA: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Baik, saya bisa menjelaskan sedikit.
Baik forum yang masih saya hormati, memang kita dulu punya program sampai dengan agenda hari ini. Pada hari ini diagendakan adalah pemilihan pimpinan. Sebelum pemilihan pimpinan, kemarin, tadi pagi mestinya ada satu agenda, proses pemilihan, penjaringan calon dari masing-masing wilayah. Tapi tidak dilaksanakan tadi pagi juga. Kenapa? Karena kemarin kami Panitia Musyawarah sudah membahas, yang hadir Anggota Panitia Musyawarah di sini termasuk Saudara-saudara baik Pak Nawardi, Pak Delis dan sebagainya. Dalam pembahasan kemarin yang menjadi persoalan apa yang kita rencanakan sudah baik-baik, kita semua sudah siap. Oke kita mau melaksanakan pemilihan pimpinan. Pemilihan pimpinan akan dipimpin oleh pimpinan sementara, oke bagus semua itu kita sudah siap. Tapi persoalannya Putusan Mahkamah Agung datang pada tanggal 30 Maret. Karena
datang itu maka pimpinan harus melaksanakan mengambil sikap. Pimpinan mengambil keputusan melaksanakan perintah dari Mahkamah Agung. Kemudian hasil keputusan pimpinan disampaikan dalam Rapat Panitia Musyawarah kemarin. Tapi dalam pembahasan kemarin ternyata masih banyak mempersoalkan bahwa perintah pimpinan ini keputusan pimpinan belum bisa dijalankan, belum bisa dieksekusi harus dibawa ke paripurna tetapi permasalahannya karena ada permasalahan dalam kesalahan dari bunyi Putusan Mahkamah Agung. Jadi karena itu diambil keputusan debat panjang lebar sampai malam, mau-mau ada yang setuju sidang paripurna bahkan ada yang tidak setuju. Tapi akhirnya semangat dengan semangat kebersamaan kita semua sepakat oke kita selenggarakan sidang paripuran dengan 2 agenda.
Kalaupun nanti ada permasalahan yang diajukan oleh saudara-saudaraku yang terhormat ini, terkait dengan putusan yang sebelumnya ada di agenda, itu boleh nanti disampaikan. Tapi soal dulu yang telah ditentukan pimpinan sementara itu memimpin proses pemilihan itu adalah kelaziman didalam suatu proses pemilihan apa saj. Pemilihan pimpinan itu maka yang memimpinnya itu mesti orang yang netral. Kami siap tidak perlu duduk kalau memang ada proses pemilihan. Tapi yang kemarin diputuskan dalam Panmus itu bukan soal pemilihan pimpinan tapi adalah soal penyampaian Putusan Mahkamah Agung. Karena itu kami masih berkompeten untuk duduk di sini. Jadi mari tolong berilah kalau memang setelah ini kita nanti mengambil keputusan ada proses pemilihan, tentu proses pemilihan harus dipimpin oleh orang yang netral, kami akan turun. Saya rasa itu saja. Jadi tolong dimengerti, sama-sama dimengerti kita lanjutkan dulu proses pembacaan ini.
Terima kasih.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Ya saya kira sudah jelas,
PEMBICARA: GEDE PASEK SUARDIKA, SH., MH (BALI) Biar clear ini mohon maaf minta sekali lagi biar kita clear.
Saya setuju, saya kira kita sudah agak ketemu suasana lebih soft ya lebih tenang dalam proses ini. Tetapi kembali lagi ingin kami sampaikan bahwa saya kira agenda surat pertama itu dijalankan. Nanti pimpinan sementara dia memerintahkan untuk membacakan Putusan Mahkamah Agung. Apakah kemudian kita perdebatkan nanti itu nanti bisa atau tidak di situ mekanismenya Pak. Karena apa? Karena agenda yang pertama inikan masih berjalan dia surat ini tidak dalam posisi dicabut itu, itu yang pertama.
Yang kedua, kalau Bapak paksakan hasil Panmus kemarin malam Pak maka anda semua itu sudah melanggar Pasal 249 Ayat 5. Anda semua itu melanggar. Kalau melanggar tatib apa itu resikonya kan itu. Jadi akhirnya tidak berakhir semua. Nah karena itu kita sadari bahwa ada putusan Mahkamah Agung tapi ada juga mekanisme ini. Jadi mekanisme ini dijalankan tetapi kemudian pimpinan sementara kalau memang ternyata Putusan Mahkamah Agung diterima utuh maka kembali dia perintahnya, begitu lho. Jadi tapi alurnya ini pas, alurnya pas begitu lho. Saya kira kalau Putusan Mahkamah kan tertinggi dia, saya kira itu Pimpinan. Jadi jangan akhirnya oh karena tidak jadi pemilihan itu tidak jadi tidak inikan masih agendanya masih ada masih hidup itu. Jadi usul kami begitu. Usul kami, saya tegaskan, usul kami surat yang ditandatangi oleh pimpinan bertiga itu dijalankan, agenda pemilihan jangan dulu dilakukan tetapi bacakan dulu Putusan Mahkamah Agung sesuai dengan ini, baru kemudian jalan. Kalau putusan bersama kita di paripurna ini nanti kita mentaati Putusan Mahkamah Agung maka kembali demi hukum, begitu. Saya kira itu Pimpinan. Terima kasih.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Saya kira terima kasih. Pak Djas.
PEMBICARA: DJASARMEN PURBA (KEP. RIAU) Terima kasih.
Apa yang kami denger itu dinamika ya. Nah saat ini adalah putusan pasca MA. Putusan pasca MA memerintahkan kepada Pimpinan DPD RI untuk... Tolong saya bicara. PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)
Lanjut-lanjut Pak
PEMBICARA: DJASARMEN PURBA (KEP. RIAU)
Tolong-tolong saya bicara. ... Memerintahkan kepada DPD RI. PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG)
Baca tapi jangan manipulasi Pak Djasarmen PEMBICARA: DJASARMEN PURBA (KEP. RIAU)
Untuk membuat....
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG) Baca yang lengkap
PEMBICARA: DJASARMEN PURBA (KEP. RIAU) Sudah di reenvoy. Ada reenvoy-nya sama saya.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Sudah, sudah cukup Pak Djas.
PEMBICARA: DJASARMEN PURBA (KEP. RIAU) Ada reenvoynya.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG) Baca yang benar.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Sudah-sudah. Makanya Bapak-Bapak dan Ibu sekalian tolong didengarkan dulu bahwa Keputusan MA itu akan dibacakan dulu. Jadi saya sepakat dengan Pak Gede. Jadi dengan Pak Pasek.
PEMBICARA: DJASARMEN PURBA (KEP. RIAU)
Saya masih bicara Bu. Kalau boleh mohon izin Bu. Jadi berikan kesempatan, berilah kesempatan.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Oke, silakan, silakan Pak Djas, silakan.
PEMBICARA: DJASARMEN PURBA (KEP. RIAU)
Nah kemudian, pimpinan bertiga sepakat untuk membuat keputusan. Nah keputusan itu silakan juga dibacakan Bu. Itu usul saya. Karena apa? Karena keputusan itu adalah keputusan perintah dari pada pasca MK. Nah kemudian, saya mau bertanya kepada pimpinan, tatib apa yang dipakai sekarang? Terus terang saja Tatib 2016, Tatib 2017 itu dicabut oleh Putusan MA. Putusan MA, itu dicabut oleh Putusan MA. Dan sekarang diberlakukan ke 2014, itu supaya jelas. Terima kasih Pimpinan.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Bu Iin, silakan Bu Iin. Kasih kesempatan Bu Iin.
PEMBICARA: INTSIAWATI AYUS, SH., MH. (WAKIL KETUA BPKK DPD RI) Pimpinan, pimpinan saya bicara.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Silakan Bu Iin bicara.
PEMBICARA: INTSIAWATI AYUS, SH., MH. (WAKIL KETUA BPKK DPD RI Baik, yang diperdebatkan sekarang administrasi dari undangan. Kemudian Putusan MA. Apapun dia, saya memposisikan diri saya belum tahu apa-apa untuk kita semua. Dan saya yakin belum semua dari kita termasuk saya belum utuh membaca Putusan Mahkamah Agung. Jadi mengapa tidak? Kita simak saja sama-sama. Apakah ada yang menyakitkan dari keputusan tersebut? Tidak ada kan? Jadi simak saja setelah itu kan ada jeda nanti. Seluruh urutannya sudah selesai kok dari pimpinan, mari kita dengarkan dulu semuanya. Dan saya salut untuk rekan-rekan yang sudah mempermasalahkan ada Putusan MA. Berarti sudah khatam untuk membaca itu, tapi saya belum. Dan mohon pimpinan untuk dibacakan itu.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Sudah-sudah jelas semua Pak Delis.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI, MARS (SULTENG)
Saya B-100, saya mau tegaskan kembali. Yang pertama bahwa agenda sidang paripurna berdasarkan pleno yang pertama itu belum pernah batal. Dan tatib tidak memungkinkan kita untuk melakukan perubahan itu dibawah 1x eh 2x24 jam sesuai dengan Pasal 249 Ayat 5, itu yang pertama.
Yang kedua, saya menangkap agenda tersembunyi dalam agenda rapat kita pada saat ini. Karena kenapa? Agenda sidang pertama adalah penyampian Putusan MA, bukan untuk dikaji dan bukan untuk dibahas, hanya untuk disampaikan. Ini yang harus kita cermati, bukan hanya dibahas, hanya disampaikan setelah itu selesai. Sudah. Nah ini yang ini kita pertegas kepada pimpinan. Tadi jalan keluar terbaik sudah disampaikan oleh Pak Pasek. Saya mau mengatakan bahwa surat yang pertama clear lagi, surat yang kedua clear dan itu harus masuk agenda.
Terima kasih Pimpinan.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Sudah cukup? Ya silakan Pak Kadek
PEMBICARA: I KADEK ARIMBAWA (BALI) Terima kasih Ibu Ketua.
Sekarang saya menyampaikan kepada teman-teman semua, saya sangat setuju sekali apa yang disampaikan oleh Ibu Iin. Untuk membacakan saya setuju karena saya ikut di Panmus kemarin, ya. Tetapi agenda Pak, agenda tentang Paripurna sekarang, apa yang disampaikan Pak Pasek tadi, itu jaga di bacakan. Ada 3 surat, kaya-kaya tidak tahu tatib saja Pak, yang ditandatangani oleh Pimpinan. Saya sebagai Anggota DPD diundang untuk menghadiri Sidang Paripurna karena saya selaku Anggota DPD saya datang Paripurna sekarang. Artinya mentaati aturan hukum yang ada. Masa surat ditandatangani seperti itu berdasarkan dengan tatib tidak dibacakan dan diminta oleh anggota. Tolonglah apa permintaan Ibu tidak dibacakan, dibacakan, siapa yang tidak dengar, kita dengar kok keputusan MA, dengar. Tapi kita juga kepengin dengar keputusan yang Ibu tandatangani. Itu saja, terima kasih.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Sudah cukup ya Pak Delis. Pak Delis tolong kasih kesempatan yang lain. Tolong kasih kesempatan yang lain. Silakan Pak Stevi.
PEMBICARA: MATHEUS STEVI PASIMANJEKU, S.H. (MALUT) Baik terima kasih Bu.
Kita telah mengetahui bahwa pada beberapa hari kemarin, Panmus telah memutuskan agenda sesuai, seperti apa yang disampaikan ibu tadi. Tetapi perlu kita ingat bahwa pada waktu-waktu sebelumnya, Panmus telah memutuskan agenda yang sudah kita disepakati bersama dan dibawakan di dalam Paripurna ini. Dibacakan dalam Paripurna dan mendapat
persetujuan Paripurna. Oleh sebab itu, saya berharap, agenda yang tadi telah disampaikan pada waktu kemarin, Panmus kemarin itu dilaksanakan dan kemudian pimpinan menanyakan menyangkut dengan agenda yang kemarin. Apakah agenda itu masih dapat diteruskan ataukah tidak, ditanyakan dalam Paripurna ini. Sehingga seluruh anggota bisa memberikan keputusan dan pandangan. Apakah agenda itu masih tetap dilaksanakan ataukah tidak? Karena pimpinan tidak memiliki hak untuk mencabut keputusan yang telah kita ambil bersama. Mungkin demikian Pimpinan, terima kasih.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Harusnya agenda yang kemarin diputuskan kalau tadi ada tambahan, itu adalah saya sudah sebutkan di tempat yang lain-lain. Bisa ya, Pak Delis kemudian Pak Kadek kan juga ikut memutuskan keputusan sidang Panmus kemarin. Tolong hargai apa yang sudah diputuskan bersama. Jadi kasih kesempatan kami. Jadi kasih kesempatan kami untuk bisa membacakan keputusan Mahkamah Agung.
PEMBICARA: I KADEK ARIMBAWA (BALI)
Bu karena menyebutkan nama saya, karena menyebutkan nama saya. Bu, interupsi Ibu, karena Ibu menyebutkan nama saya.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Ya Pak Kadek, tapi tidak usah keras-keras, saya tidak tuli.
PEMBICARA: I KADEK ARIMBAWA (BALI) Om swastiastu, Bu.
Karena ibu menyebutkan nama saya, saya memang di Panmus kemarin. Saya taati loh Bu, silakan. Tetapi Ibu juga taati yang Ibu tanda tangani surat itu, yang sudah ada 2 surat. Bacakan dong, kenapa kok itu tidak dibacakan? Something wrong. Terima kasih Ketua. PEMBICARA: Drs. H. AKHMAD MUQUWAM (JAWA TENGAH)
Wah, apa itu ngerong ngerong ngerong.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Oke, sekarang saya. Oke sekarang saya beritahukan, surat ini, surat yang terakhir yang tadi sudah dibaca Pak Sekjen. Itu kenapa tidak diajukan pada Sidang Panmus kemarin, sehingga itu bisa menjadi agenda kita, menjadi agenda kita pagi ini. Nanti bisa menjadi urutan-urutan yang akan kita kehendaki. Bisa kita lanjutkan?
PEMBICARA: dr. DELIS JUKARSON HEHI (SULTENG) Pimpinan, sekali lagi saya mau katakan, jelas hari ini.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Pak Muqowam, silakan.
PEMBICARA: dr. DELIS JUKARSON HEHI (SULTENG) Tata tertib kita Pasal 249 Ayat 5.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Pak Delis, temannya, Pak Muqowam mau ngomong dahulu, sebentar.
PEMBICARA: dr. DELIS JUKARSON HEHI (SULTENG)
Tidak mungkin berubah. Saya mau tegaskan kembali itu, terima kasih, silakan, guru saya itu Bu.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Ya Pak Muqowam.
PEMBICARA: Drs. H. AKHMAD MUQUWAM (KETUA KOMITE I DPD RI) Baik terima kasih.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertama bahwa apa keputusan Panmus itu harus di Paripurnakan. Kemudian Panmus tidak membahas tentang yang pertama, saya kira terhadap agenda yang kedua, itu otomatis tidak bisa membatalkan agenda yang pertama. Ya, jadi karena itu, keputusan pimpinan terhadap agenda hari ini, itu baru asumsi yang dibangun di dalam Panmus. Apapun keputusan agenda yang menjadi dasar undangan dari Panmus yang pertama itu adalah menjadi hak dari Paripurna kita pada siang hari ini. Oleh karena itu Saudara Pasek sudah menyampaikan secara panjang lebar soal mekanisme, alur dan lain-lain. Kalau kita kemudian mengusulkan agar keputusan yang sudah diambil untuk menjadi agenda yang pertama saya kira juga tidak keberatan diantara kita. Jadi karena itu pertama adalah masukkan agenda yang pertama itu, lalu kemudian tambahkan pembacaan. Kemudian yang selanjutnya yang selanjutnya, saya kira itu terima kasih.
PEMBICARA: dr. DELIS JUKARSON HEHI (SULTENG)
Saya kira clear itu Pimpinan. Jangan paksakan cuma satu agenda, kalau disepakati kita agenda dua hari ini sebagaimana disampaikan tadi, silakan kita lanjut. Saya mau tegaskan Pimpinan.
PEMBICARA: Ir. ANANG PRIHANTORO (LAMPUNG) Pimpinan, B-29, Lampung, Pimpinan, gantian Pimpinan.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Silakan, silakan Pak Habib.
PEMBICARA: Drs. HABIB ALI ALWI (KETUA PURT DPD RI) Terima kasih Pimpinan.
Sebenarnya kita tidak ada persoalan dengan pemilihan hari ini, itu tidak ada persoalan dan itu kita sudah sepakati di Paripurna yang lalu. Sehingga ada surat undangan buat kita semua itu tidak ada persoalan. Yang jadi persoalan itu pada Panmus kemarin ketika kita diundang, diundang untuk hadir Panmus kemarin membicarakan salah satu poinnya itu adalah tentang keputusan MA. Keputusan MA ini hanya didengar dan diketahui oleh Panmus saja, itu pun ribut sekali membahas tentang persoalan itu.
Oleh karena itu, saya ingin meminta di Paripurna ini, karena ini adalah forum Paripurna supaya semua anggota pun tahu, apa sih keputusan MA itu kok bikin kita gaduh, bikin kita ribut jadi seperti ini? Oleh karena itu kita dengarkan saja, baca, bacakan saja sudah selesai, terima kasih.
PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)
Benny Rhamdani, B-96, Sulawesi Utara, Benny Rhamdani B-96
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Oke sudah ya. Siapa, siapa, siapa? Sekali lagi, oh Pak Bambang, sebentar ya Pak. Pak Bambang, Pak Bambang.
PEMBICARA: Dr. H. BAMBANG SADONO, SH., MH (JATENG) Terima kasih
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pimpinan dan semua Anggota DPD yang saya hormati, saya tidak termasuk anggota Panmus. Jadi tadi kan perdebatan-perdebatan sesama Panmus. Saya hanya anggota biasa yang tentu mengikuti berdasarkan alur undangan-undangan yang saya terima. Saya terima undangan tanggal 20 Maret, yang mengatakan bahwa hari ini tanggal 3 April itu acara kita adalah pertama penyelesaian tata tertib cara pemilihan pimpinan DPD dan selanjutnya. Kemudian kedua pemilihan pimpinan DPD RI periode April 2017 sampai September 2019 dipimpin oleh pimpinan sementara DPD RI. Ketiga pengucapan sumpah pimpinan DPD RI, serah terima pimpinan dan pidato Ketua DPD terpilih.
Kami terimanya itu, memang kedua kemudian kita juga terima bahwa ada surat, Senin tanggal, hari ini yang kemudian agendanya seperti 2 yang dibacakan oleh pimpinan tadi. Jadi, pertanyaan kami mungkin sebagian besar yang tidak tahu perdebatan seperti apa di Panmus adalah agenda yang pertama ini tetap masih bisa berjalan, nah kemudian kalau misalnya Panmus mau menambahkan agenda yang baru ya silakan. Ini jangan sampai kita anggota yang Panmus kira-kira cuma 30 orang ya, 33 orang, yang selebihnya ini kan bukan, bukan patung-patung yang harus mengikuti saja apa yang hasil Panmus itu. Kalau tidak di komunikasikan kepada kami. Ini lah masalah kenapa, kita jadi ribut semacam ini.
Jadi karena itu maka, solusi yang diusulkan Pak Pasek, solusi yang diusulkan Pak Muqowam, itu adalah jalan tengah yang terbaik. Jadi dibaca dulu agenda yang surat pertama, kemudian yang kedua tadi sudah dibacakan, dilaksanakan sesuai urutan yang pertama, kemudian yang kedua juga dijalankan. Saya kira ini cara yang paling fair, terima kasih.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Sebentar, sebentar Pak Farouk akan bicara sebentar.
PEMBICARA: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Saya, saya jelaskan dulu ya.
Pak Bambang, tolong baca bunyi suratnya itu, undangan yang kedua, memperbarui, memperbarui undangan yang pertama. Apakah ada kesepakatan menghidupkan kembali agenda yang semula, nggak ada. Saya jelaskan dulu.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Tolong didengarkan sebentar, tolong dong saling menghormati. Iya sebentar.
PEMBICARA: Dr. H. BAMBANG SADONO, SH., MH (JATENG)
Tidak ada kata memperbarui, jadi disini adalah suratnya adalah menyusuli Pak. PEMBICARA: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI)
Yang tanggal berapa ya?
PEMBICARA: Dr. H. BAMBANG SADONO, SH., MH (JATENG) Yang tanggal 3
PEMBICARA: Prof. Dr. FAROUK MUHAMMAD (WAKIL KETUA DPD RI) Ada lagi yang tanggal 2
PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT)
Ibu pimpinan, terima kasih Pimpinan, Ibu Pimpinan yang terhormat.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Siapa ini? Silakan ya Pak Lahaboto silakan. Oh ya Lampung silakan Pak.
PEMBICARA: Ir. ANANG PRIHANTORO (LAMPUNG)
Mohon teman-teman juga berbagi karena Anggota DPD juga ada yang dari Lampung. PEMBICARA: Drs. H. ABDURACHMAN LAHABATO (MALUT)
PEMBICARA: Ir. ANANG PRIHANTORO (LAMPUNG) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Apa yang diagendakan pada sesuai dengan surat terdahulu yang tadi dibacakan saya kira itu kalau tidak ada keputusan MK itu tidak masalah. MA maaf, maaf, putusan MA. Oleh karena itu setelah adanya putusan MA, saya kira Pak Pasek tadi sudah mulai memasuki pikiran-pikiran yang, yang alurnya bagus. Oleh karenanya mari kita dengarkan dulu putusan MA itu. Lalu kalau kita mau bersikap silakan bersikap, andai kata, saya teruskan, andai kata setelah mendengarkan putusan MA kita mau bersikap misalnya akan melanjutkan pemilihan pimpinan atau apa ya silakan. Tetapi sekali lagi kita harus mengatakan bahwa putusan MA, bukan bahan untuk diperdebatkan, tapi untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, saya setuju Pak Pasek tadi, mari kita dengarkan sekarang putusan MA itu seperti apa, terima kasih Pimpinan. PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI)
Pak Lahabaro silakan, Pak Lahabato, habis itu Pak Benny. Sebentar-sebentar. Tolong mic-nya Pak Benny matikan dulu.
PEMBICARA: Drs. H. ABDURACHMAN LAHABATO (MALUT)
Ya sebenarnya Pak Pasek tadi telah memberi arah, supaya kita lebih tertib. Memang supaya tertib, sebuah keputusan yang belum dicabut mestinya harus dilaksanakan menyusul keputusan berikut, yang kita putuskan. Saya salah satu anggota Panmus yang paling serius mengikut Rapat Panmus 2 kali, yang pertama pada tanggal 10 dan pada tanggal 2 kemarin. Tanggal 2 kemarin saya tidak pernah mendengar sedikit pun kata pimpinan mencabut hasil putusan Rapat Panmus pada tanggal 10. Karena itu, kita memiliki kewajiban untuk melaksanakan hasil putusan Panmus, yang diperkuat oleh putusan Paripurna. Karena itu mestinya lebih sederhana, mulailah agenda putusan Panmus tanggal 10 kemudian dilanjutkan pada putusan Panmus pada tanggal 2. Bukan memotong langsung pada putusan Panmus tanggal 2.
Saya kira itu lebih sederhana. Pimpinan saya berharap lebih wise untuk menerima ini karena saya dari sejak awal dibuka rapat Pnamus kemarin tidak sedikitpun kata dari 3 Pimpinan untuk mencabut hasil rapat Pimpinan Panmus pada tanggal 10. Karena itu semua nggota berkewajiban untuk melaksanakan itu. Apalagi telah diperkuat oleh Rapat Paripurna pada tanggal 10. Terima kasih.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Pak Lahabato terima kasih.
Silakan Pak Benny.
PEMBICARA: BENNY RHAMDANI (SULUT) Terima kasih Ibu Pimpinan.
Saya ingin mencoba memberikan pemikiran terhadap 2 pertanyaan yang ini masih berbeda pendapat dikalangan senator. Satu apakah undangan rapat hari ini tertanggal 3 April 2017 kaitan dengan penyampaian putusan Mahkamah Agung. Yang kedua agenda lain di luar agenda pertama ya apakah ini secara automatically mengugurkan, atau menghapus, atau membatalkan undangan Paripurna sebelumnya tertanggal 20 Maret 2017 ya untuk
menghadiri undangan Sidang Paripurna DPD RI ke-9 kaitan dengan pemilihan ya kaitan dengan pemilihan pimpinan dewan.
Saya berani bertanggung jawab, bukan atas selera kekuasaan dan ego pikiran pribadi kita dituntut rapat hari ini untuk konsisten. Mari gunakan lembaga politik untuk benar-benar mengutamakan aturan main dan bukan selera kekuasaan, baik pimpinan maupun anggota. Kalau kami ego, saya sudah katakan tadi, kami bisa menolak agenda rapat hari ini secara serta merta karena kalau acuannya Pasal 249 Ayat (5) sangat jelas. Jika Panmus berkehendak melakukan perubahan atas acara-acara sidang rapat maka pemberitahuan harus dilakukan 2x24 jam kepada anggota.
Yang kedua apakah dalam Rapat Panmus kemarin juga ada kesepakatan berkaitan dengan agenda hari ini membatalkan, menggugurkan undangan yang justru sudah dikirim kepada para anggota, ini tanda tangan Sesjen, panjang ini tanda tangannya sepanjang perjalanan kemarin ke Kanada ya ini panjang tandangannya. Jadi tidak ada tata tertib yang kemudian bisa meligitimasi bahwa acara hari ini membatalkan Rapat Paripurna yang sudah undangannya kita terima tertanggal 20 maret 2017 tentang pemilihan.
Tadi teman-teman yang saya tangkap begini Ibu Ketua, boleh-boleh saja kita berandai-andai, boleh-boleh saja kami menerima laporan. Yang sering memberikan bocoran juga kan orang dalam di Sekretariat Jenderal kepada kami. Ada skenario, satu, setelah dibacakan putusan Mahkamah Agung, ya maka Pimpinan akan langsung mengetok, padahal ini adalah persoalan debat table, sekali lagi ini persoalan debat table yang kemarin tidak selesai di Panmus kemudian di sepekati untuk di bawa ke Paripurna.
Maka Paripurna inilah yang menentukan juga apakah putusan MA itu wajib dipatuhi atau tidak, ya kita debat table. Kedua, apakah setelah penyampaian putusan MA kemudian kita akan masuk kepada agenda berikutnya wajib, mohon maaf, dengan segala hormat Pak Farouk ya, Ibu Hemas, mohon maaf, mari kita tunjukkan konsistensi kita, kepemimpinan kita, pimpinan dan kita semua anggota. Untuk taat dan kita bermain politik dan bukan politic king ya di gedung ini. Jangan juga nanti ada pernyataan-pernyataan siapa yang membuat kegaduhan, publik juga sudah tahulah dari mana ini berawal.
Ini menjadi panjang sebetulnya kata kita buka kebelakang. Jadi tolong dimasukan yang pertama selain agenda surat yang kita terima hari ini yang dengan legowo, kebesaran jiwa yang sebetulnya kalau mengacu kepada Pasal 249, bisa kita tolak, dan gugur dengan sendirinya toh kita terima dengan kebesaran jiwa. Maka dengan sendirinya kami juga meminta pimpinan untuk tidak boleh mengabaikan undangan sebagaimana surat pertama yang dibagikan kepada setiap anggota yang diputuskan dalam Panmus dan juga diperkuat oleh Rapat Paripurna.
Itu saja yang harus disampaikan oleh pimpinan kepada setiap anggota dan saya yakin jika pimpinan konsisten tidak ada kegaduhan, tidak ada keributan, tidak ada protes, saya yakin.
Terima kasih.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Silakan Pak Asri.
PEMBICARA: MUH. ASRI ANAS (SULBAR) Terima kasih Pimpinan.
PEMBICARA: MESAKH MIRIN (PAPUA)
Pak Asri, kau mau sampaikan apa lagi itu? Jelas baru. PEMBICARA: MUH. ASRI ANAS (SULBAR)
Selamat siang.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yang kami hormati para anggota. Pimpinan yang kami hormati.
Pimpinan, saya membaca tatib, 3 tatib Pimpinan yang ada termaksud yang dijelaskan oleh yang terakhir. Memang disebutkan tidak ada perubahan di Pasal 64 Tatib kita, Pasal 64 ada 15 tugas Panmus, salah satunya adalah menentukan jadwal dan pengalaman kita semua yang pernah menjadi Anggota Panmus selalu rujukannya itu adalah undangan yang disebarkan terakhir kepada seluruh anggota.
Tentu saya hari ini ada 2 undangan yang kita terima untuk tanggal 3. Yang pertama adalah undangan dengan nomor DN.854136 tentang mekanisme pemilihan, mulai dari penjelasan tata cara pemilihan, pemilihan pimpinan sampai pada pidato ketua terpilih. Kemudian, selanjutnya kita menerima undangan DN.854143 juga agenda di Senin tanggal 3 April 2017 disini menyebutkan bahwa menyusul surat DN.854.
Jadi pimpinan, mohon maaf teman-teman semua saya bukan Anggota Panmus tetapi pengalaman kita sebagai Anggota Panmus memang tugas Panmus itu adalah penyusun agenda dan sesuai dengan undangan yang ada, tentu mindset kita ini adalah kita menghadiri hari ini 2 undangan. Pertama adalah pembacaan surat atau putusan MA. Kemudian kedua adalah agenda dan lain-lain. Kalau pada agenda dan lain-lain itu pada akhirnya pengalaman kita tentu agenda dan lain-lain itu apapun dia, ketika diusulkan dan disepakati oleh Paripurna termaksud misalnya pemilihan pimpinan menurut saya tidak ada masalah begitu, tetapi pengalaman kita, mohon maaf, teman-teman semua, saya juga pernah menjadi Anggota Panmus 4 tahun, pengalaman kita dari 15 tugas Panmus itu Pasal 64 disebutkan adalah menetapkan agenda dan agenda hari ini adalah 2.
Kalau pada akhirnya agenda kedua tadi misalnya, misalnya, harus ada pemilihan pimpinan, kalau saya tidak masalah siap-siap saja, kalau saya pribadi siap-siap saja memilih pimpinan kan begitu tetapi menurut saya tahapan agenda ini menurut saya perlu kita lewati, perlu kita ikuti. Tidak ada undangan yang keluar dari Setjen, pengalaman hampir 5 tahun dilakukan tanpa melalui Panmus dan saya tanya, Pak Ajiep Padindang, sebagai mantan Ketua Pansus, saya juga mantan Ketua Pansus, kemarin hadir tidak di Panmus? Pak Ajiep mengatakan bahwa benar 2 agenda itu yang diputuskan kemarin begitu.
Jadi agenda lain-lain itu pun kalau pada akhirnya nanti ada di debat table tentang pimpinan ada lagi bahwa perubahan sidang pun bisa dipindahkan kemana-mana, itu jelas, tetapi menurut saya tahapan-tahapan agenda ini harus diikuti dan itulah tugas, itu jelas dan silakan di buka Tatib kita, 3 Tatib menjelaskan 15 tugas Panmus itu Pasal 64 begitu. Jadi menurut saya Pimpinan, kita ikut pada agenda kan begitu, apa agenda dan lain-lain ya kita lihat perkembangan forum saja nanti, itu saja.
Terima kasih tanggapan dari kami.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Terima kasih.
PEMBICARA: MATHEUS STEFI PASIMANJEKU, S.H. (MALUT) Baik terima kasih Pimpinan.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Ya, Pak Stefi silakan.
PEMBICARA: MATHEUS STEFI PASIMANJEKU, S.H. (MALUT) Saya hanya menawarkan solusi saja Pimpinan.
Kalau kita begini terus tidak akan mendapatkan titik temu. Seperti tadi yang sudah disampaikan bahwa keputusan Panmus sebelumnya itu sudah mendapatkan legitimasi dalam Paripurna sehingga apabila mau mencabut keputusan tersebut, Paripurna juga yang harus mencabut. Oleh sebab itu, saya tawarkan bahwa keputusan Panmus terakhir yaitu mendengarkan pembacaan keputusan MA dan kemudian Pimpinan menanyakan kembali menyangkut hal-hal yang sudah di putuskan pada Panmus sebelumnya. Kalau Paripurna ini menyetujui maka kita akan jalankan, tetapi kalau Paripurna ini tidak mensetujui ya kita hentikan itu solusi saya sehingga tidak perlu lagi kita, kalau tidak kita tidak akan mendapatkan titik temu sehingga tanyakan kepada Paripurna apakah agenda lain-lain akan kita sampaikan disetujui atau tidak, kalau tidak disetujui maka itu tidak dilaksanakan. Kalau disetujui maka itu akan dilaksanakan sehingga lebih mempersingkat Pimpinan. Kalau begini terus tidak akan mendapatkan titik temu.
Terima kasih Pimpinan.
PEMBICARA: MERVIN SADIPUN KOMBER (PAPUA BARAT) Pimpinan, Pimpinan, Papua Barat.
PEMBICARA: Drs. H. MOHAMMAD SOFWAT HADI S.H. (KALSEL) Pimpinan, Pimpinan Pak Sofwat Hadi.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Pak Mervin dulu, sebentar.
PEMBICARA: MERVIN SADIPUN KOMBER (PAPUA BARAT) Terima kasih Pimpinan.
6 tahun saya disini, saya tidak pernah menemukan agenda Paripurna yang tidak jelas. Agenda dan lain-lain itukan tidak jelas, apa agenda dan lain-lain itu. Saya menyesal teman-teman bisa kemudian meloloskan agenda dan lain-lain. Dan lain-lain ini bisa saja agenda makar dibicarakan dalam sidang ini, tidak bisa Pimpinan. Jadi saya minta diperjelas, tadi teman-teman sudah mengusulkan sesuai dengan maksud dari Paripurna, anggota bisa mengusulkan agenda lain yang disampaikan oleh Panmus itu dalam Tatib sehingga banyak anggota sudah mengusulkan surat undangan yang pertama agenda surat, agenda sidang pada surat yang pertama itu dimasukan juga, dibacakan saja Pimpinan agenda kita ada 100. Bacakan 100 agenda kita itu, kita bicarakan sama-sama, jangan sampai kita terjebak membicarakan sebuah agenda dan lain-lain, bahaya Pimpinan.
Saya berharap demikian Pimpinan, masukan saja itu Pimpinan yang tadi sampaikan agenda surat pertama yang disampaikan oleh teman-teman, Mas Bambang, oleh Pak Pasek, Pak Kadek itu masukan saja Pimpinan sehingga dan lain-lain di coret. Enggak usah ada dan lain-lain. Terima kasih
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Iya baik-baik Pak Mervin, paham saya.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI (SULTENG)
Pimpinan, saya minta klarifikasi Pimpinan, klarifikasi Pimpinan.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Pak Sofwat, habis itu belakangnya.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI (SULTENG)
Terima kasih Pimpinan, saya ingin membacakan kembali supaya kita ini...
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Tunggu, Pak Sofwat dulu, Pak Sofwat dulu.
PEMBICARA: Drs. H. MOHAMMAD SOFWAT HADI S.H. (KALSEL)
Pak Delis coba jujurlah, 249 bunyinya begitu, tapi baca pasal yang lain. Pasal yang lain, 250 pasal berikutnya. Dalam keadaan memaksa pimpinan dan anggota dapat mengajukan usulan perubahan tentang acara Sidang Paripurna yang sedang berlangsung. Jadi itu tergantung nanti kewenangan pimpinan apalagi Panmus yang tadi malam, sudahlah kita ikuti saja acara ini begitu. Lah ini ada ini, 250 jadi kalau misalnya, iya betul, 249 betul tapi 250 baca dong.
PEMBICARA: MERVIN SADIPUN KOMBER (PAPUA BARAT) Interupsi Pimpinan.
PEMBICARA: Drs. H. MOHAMMAD SOFWAT HADI S.H. (KALSEL)
Jadi jangan baca pasal yang menguntungkan usul diri sendiri, ada Pasal 250 itu bisa, cukup.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Oke, cukup Pak. Saya kira mohon.
PEMBICARA: Drs. H. MOHAMMAD SOFWAT HADI S.H. (KALSEL) Hanya 1 pasal yang menguntungkan.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI (SULTENG) Kebetulan saya ditunjuk oleh...
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Sebentar Pak Delis.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI (SULTENG) 10 detik saya klarifikasi Pimpinan.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Sebentar, sebentar. Kami dari Pimpinan minta pendapatnya Prof. John untuk masalah ini supaya bisa memberikan penjelasan. Ini persepsi masing-masing, sebentar ya Pak.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI (SULTENG)
Bukan persepsi Pimpinan. Saya klarifikasi kembali Pimpinan. Saya bacakan kembali bagian keenam dalam tatib kita, tata cara mengubah acara sidang atau rapat. Apa yang disampaikan tadi sebenarnya keputusan Panmus kemarin tidak bisa kita bahas di sini, kalau mau jujur, berdasarkan Tatib.
PEMBICARA: Drs. H. MOHAMMAD SOFWAT HADI S.H. (KALSEL) Baca Pasal 250.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI (SULTENG)
Perubahan acara apabila, itu kalau disepakati Pak. Kita tidak sepakat, belum sepakat. PEMBICARA: Drs. H. MOHAMMAD SOFWAT HADI S.H. (KALSEL)
250.
PEMBICARA: dr. DELIS JULKARSON HEHI (SULTENG)
Saya tidak usah berdebat dengan Pak Sofwat, saya lanjut dulu yang Tatib. Kalau akan ada perubahan acara persidangan maka minimum harus disampaikan kepada anggota 2x24 jam, dua hari sebelum, artinya perubahan agenda acara Panmus sebelumnya, agenda Sidang Paripurna sebelumnya sebagaimana undangan yang pertama. Kemudian mengalami perubahan menjadi pembacaan keputusan MA kemudian dan lain-lain tadi, seharusnya kalau kita berkaca pada tatib itu tidak sah, kenapa? Karena perubahan itu hanya boleh berlaku kalau dua hari sebelumnya diberitahukan kepada anggota. Artinya perubahan itu tidak boleh dibahas pada Paripurna hari ini, harus Paripurna lusa kalau mengacu kepada Tatib, tapi kami coba kompromi hari ini. Silakan itu dimasukkan karena itu dimungkinkan oleh Pasal 250 yang sebagaimana orang tua saya, sahabat saya, guru saya Pak Sofwat Hadi bilang tapi undangan yang pertama tidak bisa diubah. Artinya hari ini sah untuk diagendakan dalam Rapat Paripurna ini, itu yang ingin saya klarifikasi Pimpinan. Terima kasih Pak Sofwat.
PEMBICARA: GEDE PASEK SUARDIKA, S.H., M.H. (BALI) Interupsi Pimpinan.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Silakan Pak Azis, dibelakang dulu sebentar Pak.
PEMBICARA: ABDUL AZIZ, S.H. (SUMSEL) Sebelum Prof. John ya.
Terima kasih Pimpinan.
Ibu Wakil Ketua, sederhananya begini, agenda kita kemarin sudah diputuskan oleh Rapat Paripurna sebelumnya. Jadi tidak bisa dianulir oleh siapapun selain Paripurna. Untuk itu, agenda ini tidak bisa tidak harus dijalankan selama Paripurna tidak membatalkan satu, yang pertama.
Yang kedua, ada hasil Rapat Panmus kemarin membacakan keputusan MA itu kita juga kita jalankan jadi tidak perlu berdebat soal ini sebenarnya hasil Pimpinan wise, asal Pimpinan wise, tidak perlu dilempar-lempar Ibu dan Bapak. Hasil Rapat Paripurna yang lalu itu kita jalankan, kalau mau dibatalkan silakan. Kita bilang bagaimana Paripurna yang lalu adalah agendanya seperti ini, apakah kita batalkan kira-kira begitu. Agenda yang MA pun jalan, jadi tidak perlu berdebat sebenarnya dari tadi ngalor-ngidul Pimpinan karena kita harus menjalankan hasil putusan Paripurna.
Kalau pun agenda itu mau kita tidak jalankan, kita Paripurna hari ini, tidak berarti itu, langsung dianulir begitu. Jadi tidak perlu ada perdebatan sebenarnya ini, tinggal Pimpinan jalankan saja apakah ini MA dulu ataukah keputusan Panmus yang terakhir, atau yang pertama itu saja sebenarnya. Ini kalau misalnya ini terus, begini terus Pimpinan tidak wise akan begini sampai besok Ibu Pimpinan. Saya kira jalankan hasil putusan Paripurna, lalu jalankan Panmus juga, hasil Panmus dan jalankan hasil Panmus yang kemarin, selesai tidak ada persoalan, saya kira begitu yang dimaksud oleh teman-teman saya semua ini, begitu kira-kira Ketua.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Ya sudah cukup. Silakan Prof. John.
PEMBICARA: A.M. IQBAL PAREWANGI (KETUA BKSP DPD RI) B-104, Pimpinan, Iqbal Parewangi.
PEMBICARA: MERVIN SADIPUN KOMBER (PAPUA BARAT) B-131.
PEMBICARA: Prof. Dr. JOHN PIERIS, S.H., M.S. (KETUA BPKK DPD RI) Pak Iqbal atau saya?
PEMBICARA: KH. M. SYIBLI SAHABUDDIN, S.Ag, M.Ag. (SULBAR) Habis ini B-115 Pimpinan, Syibli, Sulawesi Barat.
PEMBICARA: Prof. Dr. JOHN PIERIS, S.H., M.S. (KETUA BPKK DPD RI)
Pimpinan, saudara-saudara sekalian, perdebatan ini sedikit banyaknya sudah dibicarakan dan diperdebatkan tadi malam pada waktu Rapat Panmus dan kita sudah sepakat dengan dua agenda besar tadi, apa yang disampaikan oleh banyak berbicara tadi saya kira semua sudah kita tangkap maknanya tadi malam. Panmus tadi malam itu menurut pendapat saya titik konvergensi dari semua perkembangan politik keparlemenan kita dan ketatanegaraan kita sehingga dipimpin oleh Panmus itu dipimpin oleh Pak Ketua menyepakati dua agenda itu. Saya mau me-refer sedikit kebelakang, bahwa demokrasi kita itu kan dua nilai luhur.
PEMBICARA: MERVIN SADIPUN KOMBER (PAPUA BARAT)
Izin bertanya Pimpinan kepada Profesor. Melalui Pimpinan izin bertanya. Profesor, menurut Profesor boleh tidak ada agenda sumir, agenda tidak jelas dalam sebuah Paripurna, agenda dan lain-lain, jawab itu dulu sebelum membuka buku-buku yang banyak Profesor baca. Terima kasih.
PEMBICARA: Prof. Dr. JOHN PIERIS, S.H., M.S. (KETUA BPKK DPD RI) Gak usah begitu itu.
PIMPINAN SIDANG: GUSTI KANJENG RATU HEMAS (WAKIL KETUA DPD RI) Silakan Prof.
Tolong tidak diinterupsi melalui Pimpinan.
PEMBICARA: Prof. Dr. JOHN PIERIS, S.H., M.S. (KETUA BPKK DPD RI)
Saya kira jangan konotatif seperti itu, janganlah. Apa sih, kalau kita merendahkan diri sedikit untuk tidak menonjol-nonjolkan kepintaran kita tidak perlu itu bagi saya.
PEMBICARA: MERVIN SADIPUN KOMBER (PAPUA BARAT) Tidak, saya minta di jawab dulu bukan soal apa, dijawab dulu.
PEMBICARA: Prof. Dr. JOHN PIERIS, S.H., M.S. (KETUA BPKK DPD RI)
Yang penting bagi kita adalah bagaimana demokrasi itu dia berdasarkan hikmat kebijaksanaan dan menurut pendapat saya tadi malam itu kita berhikmat dan juga cukup bijaksana untuk menyepakati itu. Lalu ditambah juga satu acara dan lain-lain. Saya tidak mempersoalkan diksi itu tapi itu kesepakatan kita, kita bermusyawarah untuk itu sebetulnya dan jangan menyalahkan Pimpinan. Itu maunya kita semua dan lain-lain itu.
Kita jujur mengatakan itu tadi malam semua yang ikut Panmus, yang tidak ikut Panmus barangkali bisa mendebatkan itu, tapi kalau kita jujur mengatakan bahwa dan