• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan kasus stroke hemoragik cerebellum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "laporan kasus stroke hemoragik cerebellum"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

LAPORAN KASUS LAPORAN KASUS I.1 IDENTITAS PASIEN

I.1 IDENTITAS PASIEN

N

Naammaa : : NNnn. . DDPP JJeenniis s kkeellaammiin : n : LLaakkii--llaakkii

T

Teemmppaat t / / TTggl l LLaahhiir r : : JJaakkaarrttaa, , 2200//0088//1199554 4 ((5511tthhnn)) SuSukku u bbaannggssaa : : JJaawwaa

S

Sttaattuus s ppeerrkkaawwiinnaann : : MMeenniikkaahh AAggaammaa : : IIssllaamm

P

Peekkeerrjjaaaann : : PPeeggaawwaai i sswwaassttaa PPeennddiiddiikkaann : : SS11

A

Allaammaatt : JJll. : . MMaattrraammaan n I I NNoo..1122, , KKeebboon n MMaassuuk k RRSS : : 223 3 FFeebbuuaarri i 22001155

Manggis

Manggis Matraman, Matraman, Jakarta Jakarta TimurTimur

ANAMNESIS ANAMNESIS

Diambil dari: Autoanamnesis dan Alloanamnesis. Tanggal: 23 Febuari 2015 Diambil dari: Autoanamnesis dan Alloanamnesis. Tanggal: 23 Febuari 2015

I.2 RIWAYAT PENYAKIT I.2 RIWAYAT PENYAKIT

Lokasi

Lokasi : : IGD IGD RS. RS. Islam Islam Pondok Pondok Kopi Kopi JakartaJakarta T

Taanngggagal l / w/ waakkttuu : : 223 3 FeFebbuuaari ri 22001515, , ppukukuul l 0000.3.300 Ke

Keluluhahan un utatamama : P: Pususining g beberprpututar ar 1 1 jajam m sesebebelulum mm masasuk uk rurummah ah sasakikitt Ke

Keluluhan han tatambmbahaahann : M: Muaual dl dan an mumuntantah sh sebebananyak yak 3 k3 kaliali

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG : :

Pada tanggal 23 Febuari 2015 pukul 22.00 pasien mengeluh pusing berputar. Pusing Pada tanggal 23 Febuari 2015 pukul 22.00 pasien mengeluh pusing berputar. Pusing dira

dirasakasakan n munmuncul cul tibatiba-tib-tiba a ketiketika ka pasipasien en beriberistirastirahathat. . PasiPasien en meramerasakasakan n seksekelileliling ing teraterasasa berputar

berputar. . Pada pukul 23.00 Pada pukul 23.00 pasien mengeluh pusing berputar terasa semakin memberat sehinggapasien mengeluh pusing berputar terasa semakin memberat sehingga pasien sulit membuka matanya. Pasien

pasien sulit membuka matanya. Pasien mulai merasakan mual, beberapa menit kemudian pasienmulai merasakan mual, beberapa menit kemudian pasien muntah 3 kali berisi makanan. Pasien merasa tubuhnya lemas. Tiba-tiba pasien buang air besar muntah 3 kali berisi makanan. Pasien merasa tubuhnya lemas. Tiba-tiba pasien buang air besar dan buang air kecil tanpa disadari di tempat tidurnya. Tubuh pasien dirasakan dingin, dan dan buang air kecil tanpa disadari di tempat tidurnya. Tubuh pasien dirasakan dingin, dan muncul keringat disekujur tubuh. Riwayat demam

muncul keringat disekujur tubuh. Riwayat demam sebelumnsebelumnya disangkal. Riwayat telinga ya disangkal. Riwayat telinga terasaterasa berd

(2)

membawa pasien ke IGD Rs. Islam Pondok Kopi Jakarta. Selama diperjalanan pasien masih membawa pasien ke IGD Rs. Islam Pondok Kopi Jakarta. Selama diperjalanan pasien masih sadar dan dapat berkomunikasi, pasien tidak mau membuka matanya dikarenakan pusing. Pasien sadar dan dapat berkomunikasi, pasien tidak mau membuka matanya dikarenakan pusing. Pasien muntah 1 kali bersisi makanan selama diperjalanan.

muntah 1 kali bersisi makanan selama diperjalanan.

Pasien memiliki riwayat darah tinggi sejak tahun 2005, namun jarang control dan tidak  Pasien memiliki riwayat darah tinggi sejak tahun 2005, namun jarang control dan tidak  pernah minum obat antihipertensi. Pasien juga memiliki riwayat trauma pada kepala pada tahun pernah minum obat antihipertensi. Pasien juga memiliki riwayat trauma pada kepala pada tahun 2007.

2007.

RIWAYAT PENYAKIT YANG PERNAH DIDERITA RIWAYAT PENYAKIT YANG PERNAH DIDERITA

Penyakit Dahulu Penyakit Dahulu

(

( ) ) CCaaccaarr ( ( ) ) MMaallaarriiaa ( ( ) ) BBaattu u GGiinnjjaal l / / SSaalluurraan n KKeemmiihh (

( ) ) CCaaccaar r aaiirr ( ( ) ) DDiisseennttrrii ( ( ) ) BBuurruut t ((HHeerrnniiaa)) (

( ) ) DDiifftteerrii ( ( ) ) HHeeppaattiittiiss ( ) ( ) PPeennyyaakkiit t PPrroossttaatt (

( ) ) BBaattuuk k RReejjaann ( ( ) T) Tiiffuus s AAbbddoommiinnaalliis ( s ( ) ) WWaassiirr (

( ) ) CamCampak pak ( ( ) ) DiabDiabetes etes MeliMelitustus ( ( ) ) GinjGinjalal

(+) Influenza

(+) Influenza ( ( ) ) SifilisSifilis (+) Alergi(+) Alergi

(

( ) ) TToonnssiilliittiiss ( ( ) ) GGoonnoorree ( ( ) ) TTuummoorr (

( ) ) KhoreaKhorea ( ( +) +) HipertensiHipertensi ( ( ) ) Penyakit PemPenyakit Pembuluhbuluh (

( ) ) DemDemam am RemRematik atik AkuAkut( ) t( ) UlkuUlkus s VenVentriktrikuliuli ( ( ) ) PerdPerdaraharahan an OtaOtak k  (

( ) P) Pnneeuummoonniiaa ( ( ) U) Ullkkuus s DDuuooddeennii ( ( ) P) Pssiikkoossiiss (

( ) ) PPlleeuurriittiiss ( ( ) ) GGaassttrriittiiss (

( ) T) Tuubbeerrkkuulloossiiss ( ( ) B) Baattu u EEmmppeedduu LLaaiinn--llaaiinn: : ( ( ))

Kesimpulan Riwayat Penyakit yang pernah diderita : Kesimpulan Riwayat Penyakit yang pernah diderita :

-- Pasien memiliki riwayat darah tinggi sejak tahun 2005 yang tidak terkontrolPasien memiliki riwayat darah tinggi sejak tahun 2005 yang tidak terkontrol

-- Riwayat cedera kepala hingga tidak sadarkan diri pada tahun 2007Riwayat cedera kepala hingga tidak sadarkan diri pada tahun 2007

-- Riwayat alergi obat-obatan golongan sulfaRiwayat alergi obat-obatan golongan sulfa

RIWAYAT KELUARGA RIWAYAT KELUARGA

Pasien merupakan anak kedua dari kedua orang tuanya. Riwayat diabetes mellitus, hipertensi, Pasien merupakan anak kedua dari kedua orang tuanya. Riwayat diabetes mellitus, hipertensi, asma, serta alergi obat disangkal.

asma, serta alergi obat disangkal.

RIWAYAT KEBIASAAN/POLA HIDUP RIWAYAT KEBIASAAN/POLA HIDUP

(3)

Riwayat mengkonsumsi alkohol, merokok ataupun obat-obatan terlarang disangkal oleh pasien.

I.3 PEMERIKSAAN FISIK 23 FEBUARI 2015 Status Generalis

Keadaan Umum

Kesan Sakit : tampak sakit sedang

Kesadaran : somnolen

Tanda Vital

Nadi : 60 x/menit, teratur, isi cukup Tekanan Darah : 160/100 mmHg

Nafas : 20 x / menit, tipe abdominotorakal

Suhu : 36,3O C

Kepala : Normocephali

Rambut : Rambut hitam distribusi merata dan tidak mudah dicabut, cukup tebal

Wajah : Wajah simetris, tidak ada deformitas atau hematoma

Mata :

Visus : tidak dinilai Ptosis :

-/-Sklera ikterik : -/- Lagofthalmus :

-/-Konjunctiva anemis : -/- Cekung :

-/-Exophthalmus : -/- Kornea jernih : +/+

Strabismus : -/- Lensa jernih : +/+

Nistagmus : -/- Pupil : bulat, isokor

Refleks cahaya : langsung +/+ , tidak langsung +/+

Telinga :

Bentuk : normotia Tuli :

-/-Nyeri tarik aurikula : -/- Nyeri tekan tragus :

-/-Liang telinga : lapang Membran timpani : sulit dinilai

Serumen : -/- Refleks cahaya : sulit dinilai

Cairan :

-/-Hidung :

Bentuk : simetris

Sekret :

-/-Mukosa hiperemis :

-/-Bibir :Simetris saat diam, mukosa berwarna merah muda, kering (-), sianosis (-)

Mulut : Oral higiene baik, gigi caries (-), trismus (-), mukosa gusi dan pipi : merah muda, hiperemis (-), ulkus (-), halitosis (-), lidah : normoglosia, ulkus (-), hiperemis (-) massa (-)

Tenggorokan : Tonsil T1-T1 tidak hiperemis, kripta tidak melebar, detritus (-), faring tidak  hiperemis, ulkus (-) massa (-)

(4)

Leher : Bentuk tidak tampak kelainan, tidak tampak pembesaran tiroid maupun KGB,

tidak tampak deviasi trakea, tidak teraba pembesaran tiroid maupun KGB, trakea teraba di

tengah, tekanan vena Jugularis (JVP) : 5- !m "#

Thoraks :

$nspeksi : Bentuk thoraks simetris pada saat statis dan dinamis, tidak ada perna%asan &ang tertinggal, perna%asan abdomino-torakal, pada sela iga tidak terlihat adan&a retraksi,

 pembesaran KGB aksila -'- , tidak ditemukan e%loresensi pada kulit dinding dada, i!tus

!ordis terlihat pada $ V linea mid!lavi!ularis kiri, pulsasi abnormal (-)

Palpasi : tidak terdapat n&eri tekan dan ben*olan, gerak napas simetris kanan dan kiri,

vo!al %remitus sama kuat kanan dan kiri, teraba i!tus !ordis pada $ V linea

mid!lavi!ularis kiri, den&ut kuat

Perkusi : sonor di kedua lapang paru, *antung dalam batas normal

+uskultasi : suara napas vesikuler, reguler, ron!hi -'-, heeing -'-,  bun&i *antung $-$$ reguler, pun!tum maksimum pada $ V . !m linea mid!lavi!ularis kiri, murmur (-), gallop (-)

Abdomen :

Inspeksi : perut cembung, tidak dijumpai adanya efloresensi pada kulit perut maupun benjolan, kulit keriput (-) gerakan peristaltik (-)

Palpasi : supel, NT(-), hepar dan lien tidak teraba membesar.

• Perkusi : shifting dullness (-)

Auskultasi : bising usus (+), frekuensi 4 x / menit

Anogenitalia : jenis kelamin laki-laki

Ekstremitas :

Ekstremitas atas : Edema

-/-Akral hangat +/+ Deformitas -/-Ekstremitas bawah : Edema

-/-Akral hangat +/+ Deformitas

-/-Kulit : warna sawo matang merata, pucat (-), tidak ikterik, tidak sianosis, turgor kulit baik, lembab, pengisian kapiler <2 detik.

Tulang belakang : bentuk normal, tidak terdapat deviasi, benjolan (-), ruam (-)

(5)

Kesadaran : ompos /entis G : 01/2V3 4 .1 ikap tubuh : Berbaring Gerakan abnormal : idak ada

Gejala Rangsang Meningeal

Kanan Kiri Kaku kuduk : (-) 6ase7ue : (-) (-) Kerni7 : (-) (-) Brudinsk& $ : (-) (-) Brudinsk& $$ : (-) (-) Motorik  Gerakan :  bebas bebas Kekuatan : 5555 5555   5555 5555

onus : 8ormotonus pada keempat ekstremitas ro%i : 0utro%i pada keempat ekstremitas

Refleks Fisiologis

Kanan Kiri

9e%leks Biseps : () () 9e%leks riseps : () () 9e%leks Patella : () () 9e%leks +r!hilles : tidak dilakukan

Refleks Patologis

Kanan Kiri

beba beba

(6)

Babinki : (-) (-) haddo!k : (-) (-) ;ppenheim : (-) (-) Gordon : (-) (-) !hae%er : (-) (-) Ner!s Kranialis  8<$ ( ;l%aktorius)

- =a&a penghidu : idak dilakukan  8 $$ (;pti!us)

- Keta*aman penglihatan : Baik Baik   - 6apang pandang : idak dilakukan

- >undus!op& : idak dilakuka

 8 $$$, $V, V$ (;!ulamotorius,ro!hlearis,+bdu!ens) - Ptosis : (-) (-) - trabismus : (-) (-) - 8istagmus : (-) (-) - 0?ophtalmus : (-) (-) - 0nophtalmus : (-) (-)

- Gerakan bola mata : 6ateral : () ()

/edial : () ()

+tas lateral : () ()

+tas medial : () ()

Baah lateral : () ()

(7)

+tas : () ()

Baah : () ()

- Pupil

@kuran pupil : A1 mm A1mm Bentuk pupil : bulat bulat $sokor'anisokor : isokor  

Posisi : sentral sentral 9% !aha&a langsung : () () 9% !aha&a tdk langsung : () ()  8 V (rigeminus)

- /enggigit : tidak dilakukan - /embuka mulut : simetris

- 9e%leks masester : tidak dilakukan - 9e%leks igomatikus : tidak dilakukan - 9e%leks kornea : tidak dilakukan  8 V$$ (>a!ialis)

- /engerutkan dahi : simetris kanan dan kiri - /engerutkan alis : simetris kanan dan kiri - /enutup mata : simetris kanan dan kiri - /eringis : simetris kanan dan kiri - /enggembungkan pipi : simetris kanan dan kiri - Penge!apan lidah '1 depan : tidak dilakukan

 8< V$$$ ( +!usti!us )

- es !haaba!h : tidak dilakukan - es 9inne : tidak dilakukan

(8)

- es eber : tidak dilakukan

8< $C ( Glossophar&ngeus )

- Penge!apan lidah .'1 belakang : tidak dilakukan - ensibilitas %aring : tidak dilakukan  8<C ( Vagus )

- =en&ut nadi : teraba,reguler   - +r!us %aring : simetris

- Berbi!ara : normal

- /enelan : tidak ada gangguan  8< C$ ( +!!esorius )

- /emalingkan kepala : normal - ikap bahu : simetris

- /engangkat bahu : dapat dilakukan  8<C$$ ( "ipoglossus )

- /en*ulurkan lidah : simetris - +rtikulasi : *elas - remor lidah : tidak ada

Sensi"ilitas

- 8&eri : tidak dilakukan - uhu : tidak dilakukan

- aktil : () ()

Koor#inasi #an Kesei$"angan

idak dilakukan

F!ngsi Otono$

(9)

- $nkotinensia : +da - 9etensi : idak ada - +nuria : idak ada =e%ekasi

- $nkotinensi : +da - 9etensi : idak ada

F!ngsi L!h!r

- >ungsi bahasa : Baik   - >ungsi orientasi : Baik  - >ungsi memori : Baik   - >ungsi emosi : Baik   - >ungsi kognisi : Baik  

I.5 PEMERIKSAAN PENUNJANG CT-Scan Kepala, 23 Febuari 2015

(10)

Laboratorium, 23 Febuari 2015, pukul 01.02

Darah Rutin Hasil Nilai Normal

Hemoglobin 16,5 13,5 – 17,5 Leukosit 17,6(H) 5,0 –10,0 Hematokrit 47 40 - 50 Trombosit 240 150 - 400 Elektrolit Natrium 148 132 - 145 Kalium 2,35(L) 3,50– 5,50 Chloride 110 98- 110 Glukosa GDS 130 70-200

Fungsi Hati Hasil Nilai Normal

SGOT 29,10 10 –35 SGPT 16,7 10 - 45 Fungsi Ginjal Ureum 28 10 - 50 Creatinin 1,1 0,67–1,17 I.5 RESUME

Pasien seorang laki-laki berusia 5. thn datang ke $G= 9$ Pondok kopi dengan keluhan  pusing berputar mun!ul tiba-tiba, disertai mual, muntah se*ak  *am /9< Keluhan tambahan  pasien merasa tubuhn&a lemas serta mengalami B+K dan B+B &g tidak disadari< 9ia&at hipertensi tidak terkontrol se*ak tahun ##5 dan ria&at !edera kepala pada tahun ##D< ekanan darah saat datang .2#'.## mm"g, lalu meningkat selama di $G= men*adi .E#'# mm"g< G 01V3/2 saat datang, lalu menurun men*adi 0V/3< "asil lab menun*ukkan leukositosis dan hipokalemi< "asil t s!an menun*ukkan perdarahan !erebellum dengan hidrose%ali<

I.6 DIAGNOSIS KERJA

 Diagnosis Klinis : Vertigo Sentral  Diagnosis Etiologi : Stroke Hemoragik   Diagnosis Topis : Cerebellum

 Hipokalemi

(11)

 Medikamentosa IVFD RL 20 tpm Ondancentron 8mg/drip Omeprazole 40 mg IV KCL 25 meq Citicolin 250 mg Konsul dr.Irfan, Sp.S :

Manitol 20%, 250cc dalam 30 menit, extra lasix 1 ampul Ranitidin 2x1 amp

NaCl 0,9% per 8 jam

Bila suhu >37,5º C berikan PCT 3x500mg drip

 Non Medikamentosa

O2 nasal kanul 3L/menit Kateter NGT Monitor Konsul dr.Irfan, Sp.S : Elevasi kepala 30º Rawat ICU

Monitor KU dan tanda vital

I.8 PROGNOSIS Ad Vitam : Dubia Ad Sanationam : Dubia Ad Fungtionam : Dubia I%& FOLLO' UP (a$ S O A

##<1# Pusing berputar, mual G 01V3/2 4 .1 =: .2#'.##mm"g  8adi : 2#?'menit 99: #?'menit : 12,1F tatus Generalis: dbn tatus 8eurologis: Kesadaran somnolen Vertigo Peri%er  ;bservasi Vomitus $V ;n dal ; Ka e  Kr  #.<## Pusing berputar makin G 01 V3/2 4 .1 Vertigo peri%er K  

(12)

memberat, mual =: .2#'.## mm"g  8adi : 22?'menit 99: #?'menit : 12,2F tatus Generalis: dbn tatus 8eurologis: kesadaran somnolen ;bservasiVomitus 6ab : 6eukositosis dan "ipokalemia

e

#5<## Pasien tidak dapat dia*ak  berkomunikasi, pasien

muntah men&embur berisi makanan . kali G 0V/3 4  =: .E#'.##mm"g  8adi : 2?'menit 99: .2?'menit : 12,.F tatus Generalis: dbn tatus 8eurologis: kesadaran soporokoma Vertigo Peri%er  ;bservasiVomitus 6ab : 6eukositosis dan "ipokalemia

e Pa t-it

#5<1# Pasien tidak dapat dia*ak  berkomunikasi G 0V/3 4  =: .E#'.##mm"g  8adi : 25?'menit 99: .2?'menit : 12,1F tatus Generalis: dbn tatus 8eurologis: kesadaran soporokoma

Vertigo entral e! troke "emoragik erebellum t-s!an kepala 6eukositosis "ipokalemi Ko / dal las 9a  8a Bil  be dri 0l 9a / vit e Pu ru* BAB II )IN(AUAN PUS)AKA *%+% efinisi Stroke

(13)

troke adalah hilangn&a sebagian %ungsi otak &ang ter*adi se!ara mendadak atau tibatiba akibat dari sumbatan atau pe!ahn&a pembuluh darah otak< anpa oksigen dan nutrisi penting &ang dialirkan bersama dengan darah, sel otak akan rusak atau mati dalam beberapa menit<

troke atau gangguan aliran darah di otak disebut *uga sebagai serangan otak (brain atta!k), merupakan pen&ebab !a!at (disabilitas, invaliditas), utama pada kelompok usia diatas 35 tahun<

*%*% Anato$i Pe$"!l!h arah Otak

/enurut American Heart Association (AHA) dalam Family Guide to Stroke, otak adalah

organ manusia &ang kompleks< etiap area dari otak mempun&ai %ungsi khusus< ;tak merupakan organ tubuh &ang ikut berpartisipasi pada semua kegiatan tubuh, &ang dapat  berupabergerak, merasa, ber%ikir, berbi!ara, emosi, mengenang,berkha&al, memba!a, menulis, be

rhitung, melihat, mendengar, dan lain lain< Bila bagian bagian dari otak ini terganggu, misaln&a suplai darah berkurang, maka tugasn&a pun dapat terganggu<

;tak membutuhkan ban&ak oksigen< Berat otak han&a ,5H dari berat badan seluruhn&a, namun oksigen &ang dibutuhkan hampir men!apai #H dari kebutuhan  badan seluruhn&a< ;ksigen ini diperoleh dari darah< Pada keadaan normal, darah mengalir ke otak (erebro Blood >lo) adalah 5#2# ml'.## gram otak'menit< erdapat tiga selaput &ang melapisi otak, &aitu duramater, araknoid dan pia mater<.2

Ga$"ar *%+ Sela-!t Otak 

(14)

dan arteri karotis interna (kanan dan kiri)< +rteri vertebralis men&uplai darah ke area belakang dan area baah dari otak, sampai di tempurung kepala dan arteri karotis interna men&uplai darah ke area depan dan area atas otak< (dapat dilihat pada gambar <<)

Ga$"ar *%* Aliran arah Arteri .ang Men!j! ke Otak 

abang !abang dari arteri vertebralis dan arteri karotis interna bersatu membentuk sirkulus illisi< istem ini memungkinkan pembagian darah di dalam kepala untuk mengimbangi setiap gerakan leher *ika aliran darah dalam salah satu pembuluh nadi leher mengalami kegagalan (gambar <1)<

(15)

+da dua hemis%er serebri (belahan otak), &aitu hemis%er serebri sinistra (kiri) dan hemis%er serebri de?tra (kanan)< "emis%er serebri sinistra (kiri) ber%ungsi dalam mengendalikan gerakan sisi kanan tubuh, seperti berbi!ara, berhitung dan menulis, sedangkan hemis%er serebri de?tra (kanan) ber%ungsi dalam mengendalikan gerakan sisi kiri tubuh, seperti  perasaan, kemampuan seni, keterampilan dan orientasi<.

*%/ Klasifikasi Stroke

a< troke non hemoragik ( !erebral in%ar!tion ) i< Klinis terdiri dari :

i<.< $+ (ransient $s!hemi! +tta!k)

i<< 9$8= (9eversible $s!hemi! 8eurologi! =e%i!it) i<1< Progressing stroke 4 stroke in evolusi

i<3< omplete stroke ii< e!ara kausal :

ii<.< troke trombotik

ii<< troke emboli'non trombotik<  b< troke hemoragik<

• P= (Perdarahan ub =ural)

• P+ (Perdarahan ub +raknoid)

• P$ (Perdarahan $ntra erebral)

(16)

Stroke 0e$oragik

*%1 efinisi Stroke 0e$oragik 

troke hemoragik disebabkan oleh perdarahan ke dalam *aringan otak (disebut hemoragia intraserebrum atau hematom intraserebrum) atau kedalam ruang subaraknoid, &aitu ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan *aringan &ang menutupi otak (disebut hemoragia subaraknoid)< $ni adalah *enis stroke &ang paling mematikan dan merupakan sebagian ke!il dari stroke total &aitu .#.5H perdarahan intraserebrum dan sekitar 5H untuk   perdarahan subaraknoid<

troke hemoragik merupakan .5H-#H dari stroke dari semua stroke, dapat ter*adi apabila lesi vas!ular intraserebrum mengalami rupture sehingga ter*adi perdarahan ke dalam ruang subara!hnoid atau langsung ke dalam *aringan otak< ebagian dari lesi vas!ular &ang dapat men&ebabkan perdarahan subaraknoid (P+) adalah aneurisma sakular dan mal%ormasi atriovena (/+V)<2

*%2 Klasifikasi Stroke 0e$oragik

. Perdarahan ub =ural (P=)

Perdarahan subdural ter*adi diantara duramater dan araknoid< Perdarahan dapat ter*adi vena *embatan (bridging veins) &ang menghubungkan vena di permukaan otak dan sinus venosus di dalam dura mater atau karena robekn&a araknoid<

 Perdarahan ub +raknoid (P+)

Perdarahan ubaraknoid (P+) adalah keadaan akut dimana terdapatn&a'masukn&a darah ke dalam ruangan subaraknoid, atau perdarahan &ang ter*adi di pembuluh darah di luar otak, tetapi masih di daerah kepala seperti di selaput otak atau bagian baah otak<2 P+ menduduki D.5H dari seluruh kasus Gangguan Peredaran =arah ;tak  (GP=;)< P+ paling ban&ak disebabkan oleh pe!ahn&a aneurisma (5#H)<

1 Perdarahan $ntra erebral (P$) Perdarahan $ntraserebral (P$) adalah perdarahan

&ang primer berasal dari pembuluh darah dalam parenkim otak dan bukan disebabkan oleh trauma, dimana D#H kasus P$ ter*adi di kapsula interna, #H ter*adi di %osa

(17)

 posterior (batang otak dan serebelum) dan .#H di hemis%er (diluar kapsula interna)< P$ terutama disebabkan oleh hipertensi (seban&ak 5#-2H)<

+ngka kematian untuk perdarahan intraserebrum hipertensi% sangat tinggi, mendekati 5#H<  Perdarahan &ang ter*adi diruang supratentorium (diatas tentorium !erebeli) memiliki prognosis &ang baik apabila volume darah sedikit< 8amun, perdarahan kedalam ruang in%ratentorium didaerah pons atau !erebellum memiliki prognosis &ang *auh lebih buruk karena !epatn&a timbul tekanan pada struktur  struktur vital dibatang otak<

*%3% 4-i#e$iologi Stroke 0e$oragik

=istribusi >rekuensi troke "emoragik a< /enurut ;rang

=i +merika erikat, sekitar H penderita stroke berusia lebih dari 25 tahun< "asil  penelitian +liah +< dan id*a*a =< di empat 9umah akit di /akasar (###) dengan desain ase eries diperoleh baha proporsi penderita stroke pada kelompok umur  3# tahun sebesar  1H, kelompok umur 3#3E tahun sebesar #H, kelompok umur 5#-5E tahun sebesar  2H, kelompok umur 2#-2E tahun sebesar 3.H dan kelompok umur L D# tahun sebesar .#H< Jumlah penderita stroke lakilaki seban&ak 5 orang dan penderita stroke anita seban&ak 3 orang<

Penelitian &ahdani di 9@= =r< /< Munus Bengkulu (##1) dengan desain ase eries menun*ukkan baha proporsi penderita stroke terbesar pada kelompok umur I 5E tahun &aitu sebesar 5#,5H dan sebagian besar penderitan&a adalah lakilaki sebesar 25,5H<

=ari data penelitian tahun .EE3 pada populasi mas&arakat didapatkan angka prevalensi  pen&akit stroke pada daerah urban sekitar #,5H dan angka insidensi pen&akit stroke  pada daerah rural sekitar 5#'.##<### penduduk<

 b< /enurut aktu

/enurut "; (##5), stroke men*adi pen&ebab kematian dari 5,D *uta *ia diseluruh dunia dan diperkirakan meningkat men*adi 2,5 *uta penderita pada tahun #.5 dan D, *uta  penderita pada tahun #1#< Berdasarkan penelitian iid di 9umah akit troke 8asional Bukit

(18)

seban&ak 22 #rang, tahun ##2 seban&ak 53 orang, tahun ##D seban&ak 5E orang<

*%5% Faktor Risiko Stroke 0e$oragik

>aktor risiko stroke adalah %aktor &ang men&ebabkan seseorang men*adi lebih rentan atau mudah terkena stroke, antara lain :

a< @sia

@sia merupakan %aktor risiko &ang paling penting bagi semua stroke< $nsiden stroke meningkat se!ara eksponsial dengan bertambahn&a usia< etelah umur 55 tahun risiko stroke iskemik meningkat  kali lipat setiap .# tahun (risiko relati% )< =i ;?%ordshire, selama tahun .E..E2, tingkat insiden stroke pada kelompok usia 3553 tahun ialah 5D kasus per .##<###  penduduk dan pada kelompok usia 5 tahun keatas terdapat .<ED kasus per .##<### penduduk<  b< Jenis Kelamin

Pada pria memiliki ke!endrungan lebih besar untuk terkena stroke dibandingkan dengan anita, dengan perbandingan :.< alaupun para pria lebih raan dari pada anita pada usia &ang lebih muda, tetapi para anita akan men&usul setelah usia mereka men!apai menopause< "asilhasil penelitian men&atakan baha hormon berperan dalam hal ini, &ang melindungi para anita sampai mereka meleati masamasa melahirkan anak< Pria berusia kurang dari 25 tahun memiliki risiko terkena stroke iskemik atau perdarahan intra sereberal lebih tinggi sekitar #H dari pada anita< 8amun, anita usia berapa pun memiliki risiko perdarahan subaraknoid sekitar 5#H lebih besar<

/enurut data dari  9umah akit di $ndonesia pada tahun ###, tern&ata baha kaum  pria lebih ban&ak menderita stroke dibandingkan kaum anita< 9isiko

relati% stroke .,5 kali lebih besar pada pria dibanding anita< !< 9as ' uku Bangsa

;rang kulit hitam lebih ban&ak menderita stroke dari pada orang kulit putih< "al ini disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan ga&a hidup< Pada tahun ##3 di +merika terdapat  penderita stroke pada lakilaki &ang berkulit putih sebesar 1D,.H dan &ang berkulit hitam sebesar 

2,EH sedangkan pada anita &ang berkulit putih sebesar 3.,1H dan &ang  berkulit hitam sebesar 5,DH<D

(19)

d< 9ia&at troke

Bila seseorang telah mengalami stroke, hal ini akan meningkatkan ter*adin&a serangan stroke kembali'ulang< =alam aktu 5 tahun, kemungkinan akan ter*adi stroke kembali seban&ak  153H<3

e< =iabetes /ellitus

Gula darah &ang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan endotel pembuluh darah &ang  berlangsung se!ara progresi%< Pada orang &ang menderita =iabetes

/ellitus risiko untuk terkena stroke .,51 kali lebih besar (risiko relati%)<

*%6% Gejala Stroke 0e$oragik

Perdarahan ub =ural

Ge*ala ge*ala perdarahan sub dural adalah n&eri kepala progresi%, keta*aman penglihatan mundur akibat edema papil &ang ter*adi, tanda tanda de%isiensi neorologik daerah otak  &ang tertekan<

Perdarahan ub +raknoid

a< Ge*ala prodormal : n&eri kepala hebat dan akut han&a .#H, E#H tanpa keluhan sakit kepala<  b< Kesadaran sering terganggu, dari tidak sadar sebentar, sedikit delirium sampai koma<

!< >undus okuli : .#H penderita mengalami papil edema beberapa *am setelah perdarahan<

d< Gangguan %ungsi sara% otonom, mengakibatkan demam setelah 3 *am karena rangsangan meningeal, muntah, berkeringat, menggigil, dan takikardi<

e< Bila berat, maka ter*adi ulkus peptikum disertai hamtemesis dan melena (stress ul!er), dan sering disertai peningkatan kadar gula darah, glukosuria dan albuminuria<

Perdarahan $ntra erebral

Ge*ala prodormal tidak *elas, ke!uali n&eri kepala karena hipertensi< erangan seringkali di siang hari, aktu bergiat atau emosi' marah< Pada permulaan serangan sering disertai dengan mual, muntah dan hemiparesis< Kesadaran biasan&a menurun dan !epat masuk koma (25H ter*adi kurang dari setengah *am, 1H antara N *am, dan .H ter*adi setelah   *am sampai .E hari)<

(20)

*%&% Letak Per#arahan Stroke 0e$oragik 

- "emis%er erebri

"emis%er serebri dibagi men*adi dua belahan, &aitu hemis%er serebri sinistra (kiri) dan hemis%er serebri de?tra (kanan)< "emis%er serebri kiri mengendalikan kemampuan memahami dan mengendalikan bahasa serta berkaitan dengan berpikir OmatematisO atau OlogisO, sedangkan hemis%er serebri de?tra berkaitan dengan ketrampilan, perasaan, dan kemampuan seni<

- Ganglion Basalis

>ungsional peranan umum ganglion basal adalah untuk beker*a sebagai stasiunstasiun  pemrosesan &ang menghubungkan korteks serebrum dengan nukleusnukleus thalamus tertentu dan akhirn&a berpro&eksi ke korteks serebrum< Kerusakan pada ganglion basalis akan mengakibatkan penderita mengalami kesukaran untuk memulai gerak &ang diingini< - Batang ;tak

Batang otak adalah bagian otak &ang masih tersisa setelah hemis%er serebri dan serebelum diangkat< /edula oblongota, pons dan otak tengah merupakan bagian baah atau bagian in%ratentorium batang otak< Kerusakan pada batang otak akan mengakibatkan gangguan  berupa n&eri, suhu, rasa ke!ap, pendengaran, rasa raba, raba diskriminati%, dan apresiasi  bentuk, berat dan tekstur<

- erebelum

erebelum terbagi men*adi tiga bagian, &aitu ar!hiserebelum ber%ungsi untuk  mempertahankan agar seseorang berorientasi terhadap ruangan< Kerusakan pada daerah ini akan mengakibatkan ata?ia tubuh, limbung dan terhu&unghu&ung< Paleoserebelum, mengendalikan otototot antigravitas dari tubuh, apabila mengalami kerusakan akan men&ebabkan peningkatan re%leks regangan pada otototot  pen&okong< 8eoserebelum, ber%ungsi sebagai pengerem pada gerakan dibaah kemauan, terutama &ang memerlukan pengaasan dan penghentian, serta gerakan halus dari tangan< Kerusakan pada neoserebelum akan mengakibatkan d&smetria, intenton tremor dan ketidakmampuan untuk melakukan gerakan mengubahubah &ang !epat<

(21)

*%+7 )in#akan Me#is Stroke 0e$oragik 

indakan medis pada stroke hemoragik ditu*ukan agar penderita tetap hidup dengan harapan pendarahan dapat berhenti se!ara spontan< ekali ter*adi pendarahan maka terapi medikanmentosa tidak dapat menghentikann&a< indakan medis &ang dilakukan pada  penderita stroke hemoragik meliputi :

- indakan ;perati%

Pertimbangan untuk melakukan operasi biasan&a bila perdarahan berada di daerah super%i!ial (lobar) hemis%er serebri atau perdarahan sereberal< Penentuan aktu untuk operasi masih  bersi%at kontroversial< Berdasarkan data mortalitas pas!a operasi, disimpulkan baha aktu

untuk operasi adalah antara DE pas!a perdarahan< indakan operasi segera setelah ter*adi  perdarahan merupakan tindakan berbaha&a karena ter*adin&a retraksi otak &ang dalam

keadaan membengkak< - indakan Konservati%

@pa&a pen!egahan peningkatan tekanan intrakranial ($K) lebih lan*ut adalah pengendalian hipertensi dan pengobatan ke*ang< "ipertensi &ang menetap akan meningkatkan edema otak  dan $K< Pengendalian hipertensi harus hatihati karena apabila ter*adi hipotensi maka otak  akan teran!am iskemia dan kerusakan neuron< ;bat &ang di an*urkan dalam men!egah  peningkatan $K adalah beta bloker atau obat &ang mempun&ai aksi beta dan al%a bloking

(misaln&a labetolol), diberikan se!ara intravena di kombinasikan dengan diuretika<

Ke*ang biasan&a ter*adi pada perdarahan lobar sehingga pemberian anti konvulsan se!ara rutin tidak dian*urkan< Pada hiperglikemia tidak dian*urkan untuk diberi di%enilhidantoin karena glukosa darah akan meninggi dan ke*ang tidak terkontrol< e!ara umum antikonvulsan &ang dian*urkan adalah di%enilhidantoin (bolus intravena) dan diaepam<

e!ara umum terapi untuk hipertensi intrakranial meliputi hiperventilasi, diuretika, dan kortikosteroid< "ipertventilasi paling e%ekti% untuk menurunkan hipertensi intrakranial se!ara !epat, biasan&a dalam beberapa menit untuk men!apai tingkat hipokapnia antara 5-1# mm"g< /anitol (#,5.,# gr'Kg BB) dapat menurunkan $K se!ara !epat, sering diberikan  bersamasama dengan hiperventilasi pada kasus herniasi otak &ang mengan!am<

*%++ iagnosis Stroke

(22)

diagnosis dapat ditegakkan dengan melakukan anamnesis, pemeriksaan %isik dan pemeriksaan  penun*ang<

+namnesis

+namnesis dapat dilakukan pada penderita sendiri, keluarga &ang mengerti tentang pen&akit &ang diderita< +namnesis dilakukan dengan mengetahui ria&at per*alanan pen&akit, misaln&a aktu ke*adian, pen&akit lain &ang diderita, %aktor-%aktor risiko &ang men&ertai stroke<

Pemeriksaan >isik 

Pemeriksaan %isik &ang dilakukan antara lain : pemeriksaan %isik umum (&aitu pemeriksaan tingkat kesadaran, suhu, den&ut nadi, anemia, paru dan *antung), pemeriksaan neurologis dan neurovaskuler<

Pemeriksaan Penun*ang

Kema*uan teknologi kedokteran memberi kemudahan untuk membedakan antara stroke hemoragik dan stroke iskemik diantaran&a: omputeried omograph s!anning ( !an), erebral angiogra%i, 0lektroense%alogra%i (00G), /agneti! 9esonan!e $maging (/9$), 0lektrokardiogra%i (0KG), pemeriksaan laboratorium dan lainn&a<

6etak Kelumpuhan

Kelumpuhan ebelah Kiri ("emiparese inistra)

Kerusakan pada sisi sebelah kanan otak ("emispere kanan otak) &ang men&ebabkan kelumpuhan tubuh bagian kiri< Pasien dengan kelumpuhan sebelah kiri sering memperlihatkan ketidakmampuan persepsi visuomotor, kehilangan memori visual dan mengabaikan sisi kiri< Penderita memberikan perhatian han&a kepada sesuatu &ang berada dalam lapang pandang &ang dapat dilihatn&a<

 Kelumpuhan ebelah Kanan ("emiparese =e?tra)

Kerusakan pada sisi sebelah kiri otak ("emispere Kiri ;tak) &ang

men&ebabkan kelumpuhan tubuh bagian kanan< Penderita ini biasan&a mempun&ai kekurangan dalam komunikasi verbal< 8amun persepsi dan memori visuomotorn&a sangat baik, sehingga

(23)

dalam melatih prilaku tertentu harus dengan !ermat diperlihatkan tahap demi tahap se!ara visual<  Kelumpuhan Kedua isi (Paraparese)

Karena adan&a s!lerosis pada ban&ak tempat, pen&umbatan dapat ter*adi pada dua sisi &ang mengakibatkan kelumpuhan satu sisi dan diikuti sisi lain< imbul gangguan pseudobulber  (biasan&a han&a pada vaskuler) dengan tanda-tanda hemiplegi dupleks, sukar menelan, sukar   berbi!ara dan *uga mengakibatkan kedua kaki sulit

untuk digerakkan dan mengalami hiperaduksi<

*%+* Pen8egahan Stroke

Pen!egahan Primer 

u*uan pen!egahan primer adalah mengurangi timbuln&a %aktor risiko stroke  bagi individu &ang mempun&ai %aktor risiko tetapi belum menderita stroke dengan

!ara melaksanakan ga&a hidup sehat bebas stroke, antara lain:

 b< /engurangi kolesterol, lemak dalam makanan seperti *erohan, daging berlemak, goreng-gorengan<

!< /engatur pola makan &ang sehat seperti ka!angka!angan, susu dan kalsium, ikan, serat, vitamin &ang diperoleh dari makanan dan bukan suplemen (vit , 0, B2, B. dan  beta karoten), teh hi*au dan teh hitam serta buahbuahan dan sa&ursa&uran<

d< /engendalikan %aktor risiko stroke, seperti hipertensi, diabetes mellitus, pen&akit  *antung dan lainlain<

e< /engan*urkan konsumsi gii &ang seimbang dan berolahraga se!ara teratur, minimal *alan kaki selama 1# menit, !ukup istirahat dan !he!k up kesehatan se!ara teratur minimal . kali setahun bagi &ang berumur 15 tahun dan  kali setahun bagi &ang berumur di atas 2# tahun< Pen!egahan ekunder 

@ntuk pen!egahan sekunder, bagi mereka &ang pernah mendapat stroke, dian*urkan : a< "ipertensi : diet, obat antihipertensi &ang sesuai

 b< =iabetes melitus : diet, obat hipoglikemik oral' insulin !< Pen&akit *antung aritmik nonvalvular (antikoagulan oral) d< =islipidemia : diet rendah lemak dan obat antidislipidemia e< Berhenti merokok

(24)

%< "indari alkohol, kegemukan dan kurang gerak g< Polisitemia

h< +setosal (asam asetil salisilat) digunakan sebagai obat antiagregasi trombosit pilihan  pertama< iklopidin diberikan pada penderita &ang tidak tahan asetosal<

i< +ntikoagulan oral diberikan pada penderita dengan %aktor risiko pen&akit  *antung dan kondisi koagulopati &ang lain

 *< indakan bedah lainn&a< Pen!egahan ertier 

/eliputi program rehabilitasi penderita stroke &ang diberikan setelah ter*adi stroke< 9ehabilitasi meningkatkan kembali kemampuan %isik dan mental dengan berbagai !ara< u*uan program rehabilitasi adalah memulihkan independensi atau mengurangi ketergantungan seban&ak mungkin< akupan program rehabilitasi stroke dan *umlah spesialis &ang terlibat tergantung pada dampak stroke atas pasien dan orang &ang meraat<

(25)

BAB III

AF)AR PUS)AKA

. +meri!an "eart +sso!iation, ##E< "eart =isease and troke tatisti! ##E @pdate: + 9eport >rom the +meri!an "earth +sso!iation tatisti! ommittee and troke tatisti!s ub!ommittee< ir!ulation, ..E: .-..<

 enters %or =isease ontrol and Prevention, ##E< troke >a!ts and tatisti!s< : =ivision %or "eart =isease and troke Prevention< +vailable %rom: http:''<!d!<gov'stroke'statisti!alreports<htm Qa!!essed .D +pril #.5R<

1 Perhimpunan =okter pesialis ara% $ndonesia< ##D< Guideline troke ##D< Jakarta: P09=;$<

3 9opper, +<"<, Bron, 9<"<, ##5< +dams and Vi!torSs Prin!iples o% 8eurolog&< th 0d<  8e Mork: /!Gra-"ill<

5 mith, <<, Johnston, <<, 0aston, J<=<, ##5< erebrovas!ular =iseases< $n: Kasper, =<6< et all, ed< .2th 0dition "arrisonSs Prin!iples o% $nternal /edi!ine< 8e Mork: /!Gra-"ill, 1D-1E<

2 "arsono, dkk<Gambaran @mum entang Peredaran =arah ;tak< Kapita elekta  8eurologi<Gad*ah /ada Press Mog&akarta< ##5< .-.#1<

D dr< " misba!h, p< (K)< +spek =iagnostik, Pato%isiologi, /ana*emen troke< Balai Penerbit Pustaka >akultas Kedokteran @niversitas $ndonesia< Jakarta< .EEE<.E-#<

 ah*oepramono, 0ka< atalaksana troke< troke atalaksana >ase +kut< >akultas Kedokteran @niversitas Pelita "arapan< ##5<

Referensi

Dokumen terkait