IDENTIFIKASI TRANSAKSI KEUANGAN MENCURIGAKAN (TKM) DAN TRANSAKSI KEUANGAN TUNAI (TKT)

Teks penuh

(1)

IDENTIFIKASI TRANSAKSI KEUANGAN

MENCURIGAKAN (TKM)

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)

IMUNITAS PIHAK

PELAPOR

(19)

19

IDENTIFIKASI TRANSAKSI KEUANGAN

MENCURIGAKAN (TKM)

(20)

DASAR HUKUM

Peraturan Kepala Pusat Pelaporan Dan

Analisis Transaksi Keuangan Nomor:

PER-04/ 1.02 /PPATK/03 /2014 Tentang

Perubahan Atas Peraturan Kepala PPATK

Nomor: PER-11/1.02/PPATK/06/13

tentang Identifikasi Transaksi Keuangan

Mencurigakan Bagi Penyedia Jasa

Keuangan

(21)

TUJUAN DARI IDENTIFIKASI

• Dalam rangka memenuhi kewajiban pelaporan TKM

kepada PPATK

(22)

Identifikasi sekurang-kurangnya memuat:

Pemantauan

Transaksi

Pengguna Jasa

Analisis Transaksi

Penetapan

Transaksi sebagai

TKM

(23)

Dalam rangka melakukan Identifikasi, PJK paling

kurang harus memiliki :

Dokumen Profil

Pengguna Jasa

Dokumen Transaksi

Pengguna Jasa

Sistem

pemantauan

Daftar Pengguna Jasa

yang berisiko tinggi

Daftar Teroris dan

Organisasi Teroris

(24)

PEMANTAUAN TRANSAKSI

Menyimpang

dari profil, karakteristik atau kebiasaan Pola Transaksi dari

Pengguna Jasa yang bersangkutan

Patut diduga

dilakukan dengan tujuan untuk menghindari pelaporan yang

wajib dilakukan oleh PJK

Dilakukan atau batal dilakukan

dengan menggunakan Harta Kekayaan yang

diduga berasal dari

Hasil Tindak Pidana

Diminta PPATK

untuk dilaporkan oleh pihak pelapor karena melibatkan harta

kekayaan yang diduga berasaldari hasil tindak pidana

Telah dilakukan

atau akan dilakukan yang diduga terkait dengan

Pendanaan Terorisme

Diminta oleh otoritas

untuk dilakukan pemantauan karena diduga

terkait dengan pendanaan terorisme

24

Tujuan Pemantauan Transaksi untuk menemukan Transaksi

yang :

(25)

PASAL 22 UU No.8 Tahun 2010 - LTKM

1. Pengguna Jasa menolak untuk

mematuhi Prinsip Mengenal Pengguna

Jasa (PMPJ)

2. PJK meragukan kebenaran informasi

yang disampaikan oleh Pengguna Jasa

PJK wajib melaporkan pemutusan

hubungan usaha dengan Pengguna Jasa

kepada PPATK sbg LTKM

25

PJK wajib memutuskan hubungan usaha dengan

Pengguna Jasa apabila:

(26)

26

Unsur-Unsur TKM

Ps. 1 ayat 5, UU NO.8 THN 2010 TTG PP TPPU

Menyimpang

dari:

a.

Profil

b.

Karakteristik

c.

Kebiasaan pola transaksi dari nasabah yang

bersangkutan

Patut diduga

dilakukan dengan tujuan untuk menghindari

pelaporan yang wajib dilakukan oleh PJK

Dilakukan atau batal dilakukan

dengan menggunakan

Harta Kekayaan yang diduga berasal dari

Hasil

Tindak Pidana

Diminta PPATK

untuk dilaporkan oleh pihak pelapor

karena melibatkan harta kekayaan yang diduga berasal

dari hasil tindak pidana

ATAU

ATAU

ATAU

(27)
(28)

KRITERIA TRANSAKSI YANG MENYIMPANG

DARI PROFIL NASABAH

a. Transaksi yang dilakukan tidak sesuai dengan

profil pekerjaan atau bidang usaha;

b. Transaksi yang dilakukan tidak sesuai dengan

profil penghasilan atau hasil usaha;

c. Transaksi yang dilakukan tidak sesuai dengan

profil usia Nasabah atau lamanya kegiatan usaha;

dan/atau

d. Transaksi yang tidak didukung dengan alasan

ekonomis atau tidak memiliki tujuan yang jelas.

(29)

KRITERIA TRANSAKSI YANG MENYIMPANG

DARI KARAKTERISTIK NASABAH

Transaksi yang tidak sesuai dengan ciri khusus

Nasabah yang diperoleh dari pengamatan Profil

Nasabah dan Pola Transaksi Nasabah.

(30)

KRITERIA TRANSAKSI YANG MENYIMPANG

DARI POLA TRANSAKSI NASABAH

1. Transaksi dengan nominal Transaksi yang tidak sesuai

dengan kebiasaan Nasabah;

2. Transaksi dengan frekuensi Transaksi tidak sesuai

dengan kebiasaan Nasabah;

3. Transaksi dengan mata uang yang digunakan tidak

sesuai dengan kebiasaan Nasabah;

4. Transaksi dengan menggunakan instrumen atau

sarana Transaksi yang tidak sesuai dengan kebiasaan

Nasabah; dan/atau

5. Transaksi Keuangan dengan waktu dan/atau tempat

Transaksi

yang

tidak

sesuai

dengan

kebiasaan

Nasabah.

(31)
(32)

KRITERIA TRANSAKSI YANG PATUT DIDUGA DILAKUKAN

DENGAN TUJUAN UNTUK MENGHINDARI PELAPORAN

1. Transaksi berupa penyetoran atau penarikan tunai

yang

dipecah-pecah

untuk

menghindari

pelaporan TKT; dan/atau

2. Transaksi yang sering dilakukan secara tunai

dalam jumlah yang mendekati TKT.

32

(33)
(34)
(35)

PENJELASAN PASAL 23, AYAT (1), HURUF a

Tidak memiliki tujuan ekonomis dan bisnis yang jelas

Menggunakan uang tunai dalam jumlah yang relatif

besar dan / atau dilakukan secara berulang-ulang

diluar kewajaran

Aktivitas Transaksi nasabah diluar kebiasaan dan

kewajaran

35

Transaksi

Keuangan

Mencurigakan

diawali

dari

Transaksi antara lain :

(36)

LANGKAH LANGKAH IDENTIFIKASI TKM

Profil

Karakteristik + Pola Transaksi

Transaksi tidak wajar ?

Evaluasi

Lapor ke PPATK

Penerapan

APU/PPT

SOP Monitoring

SOP Monitoring

Penilaian

Petugas

GRIPS

CDD & EDD Principles, Pedoman PPATK

Ketentuan Internal

PJK

Pengalaman

Petugas PJK

Pengalaman

Petugas PJK

SOP Pelaporan

GRIPS

(37)

Pembukaan

Polis

Polis Yang Telah

Ada

Kebijakan & Prosedur Perusahaan

Profiling

Common

Sense

RED

FLAG/PARA

METER

Pekerjaan/Usaha

Profil

Keuangan vs

TRANSAKSI

Tidak

Wajar?

Dapat

Diterima

?

Dokumentasi

Dokumentasi

Tidak

Tidak

Ya

Ya

ANALISIS

Laporkan Sebagai LTKM

UNSUR

TRANSAKSI

KEUANGAN

MENCURIGAKAN

(38)

RED FLAG/PARAMATER

paling kurang ditentukan berdasarkan

Transaksi Pengguna Jasa, meliputi :

rata-rata Transaksi

frekuensi Transaksi

tujuan Transaksi

nominal Transaksi

jangka waktu Transaksi

instrumen Transaksi

portofolio Pengguna

(39)

Transaksi atau

aktivitas diluar

kebiasaan dan

kewajaran

PJK

memberikan

perhatian

khusus

Transaksi yang

kompleks, tidak

biasa dalam

jumlah besar,

dan semua pola

Transaksi tidak

biasa, yang

tidak memiliki

alasan

ekonomis yang

jelas dan tidak

ada tujuan yang

sah

39

JUDGEMENT

PROFESIONAL PIHAK

(40)

JUDGEMENT

PROFESIONAL PIHAK

PELAPOR PENYEDIA JASA KEUANGAN

Latar belakang dan tujuan

Transaksi

Sejauh mungkin diperiksa

Temuan-temuan yang

didapat dibuat tertulis dan

tersedia

Untuk membantu pihak

berwenang dan auditor

(41)

PJK harus melakukan verifikasi yang lebih

ketat (Enhanced Due Dilligence/EDD)

terhadap calon nasabah yang

diklasifikasikan sebagai

high risk countries

high risk business,

high risk person

(42)

• Negara yang diidentifikasi sebagai tidak

cooperative

atau

Tax

Haven

oleh

Organisation for Economic Cooperation

and Development (OECD)

• Negara

yang

memiliki

tingkat

risiko

korupsi

yang

tinggi

sebagaimana

diidentifikasi

dalam

Transparancy

International Corruption Perception Index

42

(43)

• Jasa keuangan, seperti money changer,

money remmitance

• Dealer mobil

• Agen perjalanan

• Pedagang perhiasan, batu permata dan

logam berharga

• Pengacara,

akuntan

atau

konsultan

keuangan

43

(44)

• PEP (Politically Exposed Persons)/

Orang yang Populer Secara Politis

• Pegawai instansi Pemerintah yang

terkait dengan pelayanan publik

• Orang-orang yang tinggal dan/atau

mempunyai dana yang berasal dari

negara-negara

yang

diidentifikasi

oleh

sumber-sumber

terpercaya

memiliki standar anti pencucian uang

yang tidak mencukupi atau mewakili

tindak pidana tingkat tinggi dan

korupsi

44

(45)
(46)

PMPJ sekurang-kurangnya memuat:

Identifikasi

Pengguna Jasa

Verifikasi Pengguna

Jasa

Pemantauan

Transaksi

Pengguna Jasa

(47)

Penerapan PMPJ

Meminta identitas dan informasi yang benar dari PJ minimal:

identitas diri, sumber dana

, dan

tujuan transaksi

;

Mengetahui bahwa PJ yang melakukan Transaksi bertindak

untuk diri sendiri atau untuk dan a.n orang lain;

Menolak Transaksi dalam hal identitas dan/atau dokumen

pendukung yg diberikan tidak lengkap; **)

Menyimpan catatan dan Dokumen identitas pelaku Transaksi

minimal 5 tahun sejak rekening nasabah ditutup.

** Setiap orang yang bertransaksi dengan Pihak Pelapor wajib

memberikan identitas diri dan informasi yang benar (Psl. 19)

(48)

TUJUAN DARI PMPJ

• Mengenal Nasabah (Profil Nasabah)

• Mempunyai gambaran ‘nature’ dan latar belakang nasabah

dan aktivitas transaksinya

• Mengetahui adanya beneficial owner dan / atau beneficiary

dari transaksi

• Yakin bahwa dana yang digunakan nasabah untuk

bertransaksi tidak berasal dari sumber yang ilegal

• Mempunyai gambaran umum mengenai kemampuan /

keperluan nasabah dalam bertransaksi (mengetahui

pelayanan dan produk yang dibutuhkan)

• Mengetahui risiko yang akan terjadi apabila bertransaksi

dengan nasabah agar dapat mengendalikan risiko tersebut

(49)

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan dalam

Pelaporan

• Kerahasiaan (Ps. 12)

– Anti Tipping-Off : Direksi, komisaris, pengurus atau pegawai Pihak

Pelapor

dilarang memberitahukan kepada PJ atau pihak lain

, baik

secara langsung maupun tidak langsung, dg cara apa pun

mengenai laporan TKM yang sedang disusun atau telah

disampaikan kepada PPATK

– Sanksi Pidana

• Batas Waktu

– LTKM: max 3 hk sejak diketahui

– LTKT: max 14 hk sejak tanggal transaksi

– LTK transfer dana : max 14 hk sejak tanggal transaksi

• Perlindungan Hukum Bagi Pelapor

– Pihak Pelapor, pejabat dan pegawainya tidak dapat dituntut, baik

secara perdata maupun pidana

• Pertanyaan ttg pelaporan hub: helpline@ppatk.go.id

(50)
(51)

ID

(52)
(53)
(54)

BAGAIMANA JIKA PJK RAGU TERHADAP TRANSAKSI

ATAU PROFIL NASABAHNYA ?

1.

LAKUKAN PENELITIAN ULANG

DATA NASABAH

YANG TELAH ADA ATAU MEMINTA TAMBAHAN

DATA ATAU MENCARI INFORMASI LAINNYA

2.

BILA TETAP RAGU,

SEGERA LAPORKAN KE

PPATK

AGAR TERHINDAR DARI RISIKO YANG

TIDAK DIHARAPKAN SEPERTI KEMUNGKINAN

TERKENA SANKSI SEBAGAIMANA DIATUR

DALAM PASAL 25 angka 4 UU No 8 Th. 2010

(Sanksi Administratif dari Regulator)

(55)

PJK wajib menyusun dan melaksanakan kebijakan dan

prosedur internal mengenai identifikasi TKM

Kebijakan dan prosedur internal mengenai

identifikasi TKM wajib disampaikan kepada PPATK

serta LPP

(56)

Kebijakan dan Prosedur Identifikasi TKM,

sekurang-kurangnya memuat:

alur kerja Identifikasi TKM

uraian tugas dan wewenang unit khusus

atau petugas yang bertanggung jawab

melaksanakan Identifikasi TKM dan

penetapan TKM

(57)

57

(58)

TRANSAKSI KEUANGAN TUNAI

(Pasal 23 Ayat 1 Huruf b, UU No.8 Tahun 2010)

Kriteria Transaksi

Keuangan Tunai

Penarikan/penerimaan atau

penyetoran /pembayaran

dengan

menggunakan uang

tunai

(uang kertas dan atau

uang logam);

Dalam jumlah paling sedikit Rp

500.000.000,00 (lima ratus juta

rupiah)

atau dengan mata uang

asing yang nilainya setara;

Satu kali atau beberapa kali

transaksi dalam satu hari kerja

pada satu atau beberapa kantor

dari satu PJK.

(59)

KONSEP PELAKU KONSEP REKENING

PENDEKATAN PELAKU DIGUNAKAN DALAM HAL TERDAPAT TKT YANG

DILAKUKAN OLEH 1 (SATU) PENGGUNA JASA, BAIK NASABAH

MAUPUN WALK IN CUSTOMER

DENGAN MELIBATKAN BEBERAPA REKENING

PENDEKATAN REKENING DIGUNAKAN DALAM HAL

TERDAPAT TKT DENGAN

MENGGUNAKAN REKENING ATAS NAMA 1 (SATU) PENGGUNA JASA DAN MELIBATKAN 1 ATAU LEBIH

(60)

KONSEP PELAKU-PENYETORAN TUNAI

RP. 125 JUTA PELAKU TRANSAKSI TERLAPOR BANK A KC A REK MILIK A RP. 125 JUTA BANK A KC B REK MILIK B RP. 125 JUTA BANK A KC C REK MILIK C RP. 125 JUTA BANK A KC D REK MILIK D

SATU ORANG (NASABAH/WIC) MENYETOR DANA KE BEBERAPA REKENING DI BANK YANG SAMA. PIHAK TERLAPOR ADALAH PELAKU TRANSAKSI.

(61)

KONSEP PELAKU-PENARIKAN TUNAI

RP. 125 JUTA PELAKU TRANSAKSI TERLAPOR BANK A KC A REK A RP. 125 JUTA BANK A KC B REK B RP. 125 JUTA BANK A KC C REK C RP. 125 JUTA BANK A KC D REK D

SATU ORANG (NASABAH/WIC) MENARIK DANA DARI BEBERAPA REKENING DI BANK YANG SAMA. PIHAK TERLAPOR ADALAH PELAKU TRANSAKSI. PIHAK TERKAIT

(62)

KONSEP PELAKU-PENYETORAN TUNAI

PELAKU TRANSAKSI TERLAPOR RP. 500 JUTA BANK A KC A REK A

SATU ORANG (NASABAH/WIC) MENYETOR DANA KE 1 (SATU) REKENING SEBESAR Rp500 JUTA ATAU LEBIH. PIHAK TERLAPOR ADALAH PELAKU

TRANSAKSI. PIHAK TERKAIT

(63)

KONSEP PELAKU-PENARIKAN TUNAI

RP. 500 JUTA BANK A KC A REK A PELAKU TRANSAKSI TERLAPOR

SATU ORANG (NASABAH/WIC) MENARIK DANA DARI 1 (SATU) REKENING SEBESAR Rp500 JUTA ATAU LEBIH. PIHAK TERLAPOR ADALAH PELAKU

TRANSAKSI. PIHAK TERKAIT

(64)

KONSEP REKENING-PENYETORAN TUNAI

RP. 100 JUTA PEMEGANG REKENING TERLAPOR BANK A KC A REK MILIK A RP. 150 JUTA BANK A KC B REK MILIK A RP. 150 JUTA BANK A KC C REK MILIK A RP. 100 JUTA BANK A KC D REK MILIK A AMIR ANDI ANTO ASEP

SATU ORANG NASABAH MENERIMA SETORAN TUNAI DARI BEBERAPA ORANG NASABAH. PIHAK TERLAPOR ADALAH PEMEGANG REKENING.

RP. 90 JUTA BANK A KC D REK MILIK A RUDI BUKAN PIHAK TERKAIT PIHAK TERKAIT

(65)

KONSEP REKENING-PENARIKAN TUNAI

RP. 125 JUTA PEMEGANG REKENING TERLAPOR BANK A KC A REK MILIK A RP. 125 JUTA BANK A KC B REK MILIK A RP. 125 JUTA BANK A KC C REK MILIK A RP. 125 JUTA BANK A KC D REK MILIK A AMIR ANDI ANTO ASEP

BEBERAPA ORANG NASABAH MELAKUKAN PENARIKAN DANA SECARA TUNAI DARI SATU ORANG NASABAH. PIHAK TERLAPOR ADALAH PEMEGANG

REKENING.

(66)

TRANSAKSI KEUANGAN TUNAI YG DIKECUALIKAN

TRANSAKSI ANTAR BANK

TRANSAKSI DENGAN PEMERINTAH

TRANSAKSI DENGAN BANK SENTRAL

PEMBAYARAN GAJI DAN PENSIUN

TRANSAKSI LAIN YG DITETAPKAN KEPALA PPATK

TRANSAKSI ANTAR PJK

TRANSAKSI RUTIN DARI JENIS USAHA/PIHAK TERTENTU

PENGELOLA JALAN TOL PENGELOLA RUMAH SAKIT

SUPERMARKET DLL PENGELOLA JASA PARKIR

INTERN. AIR TRANS ASS

PERWAKILAN NEG. ASING ORG. INTERNASIONAL

MASKAPAI PENERBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN OPERATOR

TELEKOMUNIKASI

PENYEDIA TENAGA LISTRIK

(67)

67

(International Fund Transfer Instruction - IFTI)

Besarnya jumlah Transaksi Keuangan transfer

dana dari dan ke luar negeri yang wajib

dilaporkan diatur dengan Peraturan Kepala

PPATK.

Dilakukan paling lama 14 hari sejak tanggal

transaksi dilakukan;

Pelaksanaan

kewajiban

dilaksanakan

paling

lambat bulan Januari 2014.

TRANSAKSI KEUANGAN TRANSFER DANA DARI DAN

KE LUAR NEGERI

(68)

TIDAK ADA BATASAN JUMLAH TRANSAKSI

JUMLAH TRANSAKSI >500 JUTA

SEMUA JENIS

TRANSAKSI TRANSAKSI TUNAI

BATAS WAKTU PELAPORAN 3 HARI KERJA SEJAK DIKETAHUI

BATAS WAKTU PELAPORAN 14 HARI KERJA SEJAK TRANSAKSI

BATAS WAKTU PELAPORAN 14 HARI KERJA SEJAK TRANSAKSI

TIDAK ADA BATASAN JUMLAH TRANSAKSI

(69)
(70)
(71)

ANY

QUESTION?

SHY

(72)

72 72

Website: http://www.ppatk.go.id

E-mail: helpline@ppatk.go.id

Phone: +62-21-3853922; 3850455

Fax: +62-21-3856809

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :