• Tidak ada hasil yang ditemukan

Geologi Regional Ransiki Papua Barat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Geologi Regional Ransiki Papua Barat"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

+===GEOLOGI REGIONAL RANSIKI PAPUA BARAT===+ +===GEOLOGI REGIONAL RANSIKI PAPUA BARAT===+

(Oleh : Demianus Nawipa (Oleh : Demianus Nawipa

!"

!" #i

#isi

si$%

$%&a

&a'i R

'i Re%

e%i$

i$na

nall

Ra

Ransinsiki ki memengnganangkgkanangi gi lelebibih h ututamama a beberararah rah babararat t – – babaratratlalaut ut yayangng melintangi Kepala Burung. Separuh lembar yang utara ditempati oleh medang melintangi Kepala Burung. Separuh lembar yang utara ditempati oleh medang  bergunung

 bergunung penuh penuh tonjolan tonjolan yang yang diselatan diselatan dibatasi dibatasi oleh oleh Kuesta Kuesta mencolok mencolok yangyang miring keselatan (Kuesta Kepala Burung bagian tengah), hinga 2!! meter diatas miring keselatan (Kuesta Kepala Burung bagian tengah), hinga 2!! meter diatas "ermukaan laut, yang berkembang diatas batugamping dan batupasir yang tahan. "ermukaan laut, yang berkembang diatas batugamping dan batupasir yang tahan. #eb

#ebih ih jaujauh h keakearah rah selselatan atan medmedannannya ya berberbukbukit, it, yanyang g berberkisakisar r dardari i benbentantangangan  bertonjolan

 bertonjolan dengan dengan sengetan sengetan landai landai rata rata dan dan "egunungan "egunungan $omoklin $omoklin berongak berongak  rapat – rapat sampai topogar%i terasak dan menggelombang. Kearah barat daya, rapat – rapat sampai topogar%i terasak dan menggelombang. Kearah barat daya, daerah yang berbukit

daerah yang berbukit itu berubah menjadi itu berubah menjadi allu&ium S. 'iriagar dan S. allu&ium S. 'iriagar dan S. eembuni.mbuni. a"

a" PePe%u%ununun%n%an Aan A&&'a'a  

"egunungan r%ak membentuk pegunungan yang membentang dengan arah "egunungan r%ak membentuk pegunungan yang membentang dengan arah utara baratlaut dengan lebih utamanya dekat kelembah garis sesar S. Ransiki, utara baratlaut dengan lebih utamanya dekat kelembah garis sesar S. Ransiki, y

yanang g memembmberi eri babatas tas sesecarcara a titiba ba – – titibaba, , sasatutuan an ititu u di di babarat rat ke ke ararah ah titimumur,r,  pegunungan

 pegunungan itu itu berangsur berangsur berubah berubah menjadi menjadi perbukitan perbukitan yang yang banyak banyak tempattempat membentuk jurang sepanjang pantai

membentuk jurang sepanjang pantai eeluk *endra+asi.luk *endra+asi. )"

)" DaDanau nau AnAn*a&*a&a Guna Gunun% un% AnAn%%%%ii

anau antara gunung anggi terdapat dihulu cabang tenggara S. 'arjori, anau antara gunung anggi terdapat dihulu cabang tenggara S. 'arjori, dan S. Ransiki- danau itu menghidupi anau igi (pada ketinggian /0!! m di dan S. Ransiki- danau itu menghidupi anau igi (pada ketinggian /0!! m di at

atas as pepermrmukukaaaan n laulaut) t) dadan n aananau u iita ta (/(/1111! ! m) m) kekedudua a dadananau u ititu u dadaererahah tadahnya kecil saja. anau igi disalurkan ke timur masuk ke S. Ransiki. tadahnya kecil saja. anau igi disalurkan ke timur masuk ke S. Ransiki. "ermukaan danau itu tercirikan oleh perbukitan dan lembah lebar – lebar  "ermukaan danau itu tercirikan oleh perbukitan dan lembah lebar – lebar  dengan dataran dan rataan yang ditempati sungai berkelok seperti S. gemona dengan dataran dan rataan yang ditempati sungai berkelok seperti S. gemona dan S. 3rai. danau itu dikelilingi oleh daer

dan S. 3rai. danau itu dikelilingi oleh daerah bergunung dengan ketinggian dariah bergunung dengan ketinggian dari 24!! sampai 25!! m diatas permukaan laut di timur laut.

24!! sampai 25!! m diatas permukaan laut di timur laut. "

" Ben*en%an Pe%unun%an Kepala Bu&un% )a%ian Ten%ahBen*en%an Pe%unun%an Kepala Bu&un% )a%ian Ten%ah

Bentengan pegunungan Kepala Burung bagian tengah secara kasar dibatasi Bentengan pegunungan Kepala Burung bagian tengah secara kasar dibatasi oleh singkapan 6ormasi Kemum. opogra%i dibagian barat dan tengah satuan ini oleh singkapan 6ormasi Kemum. opogra%i dibagian barat dan tengah satuan ini

(2)

secara seragam dan mempunyai timbulan sampai beberatus meter. opogra%i itu dicirikan oleh pegunungan pendek – pendek atau bukit bulat telur sampai membundar dan pegunungan yang berlereng curam – curam lurus, cembung landai, dan puncak yang luas atau membudar dengan paras puncak yang hampir   bersesuai. Ketinggian rata – rata berangsur – angsur menurun lebih dari /1!! m

di atas permukaan laut disekitar S. 'arjori sampai sekitar 5!! m di barat.

9akin jauh ditimur, pegunungan itu lebih kasar dengan puncak menjulang sekitar 25!! m diatas permukaan laut. aerah ini tersalirkan oleh jejaringan sungai berkerapatan sedang yang menyalirkannya baik ke utara maupun ke selatan, lebihnya mengikuti jejak melengkung kuat yang memberi kesan  perompakan beberapa bagian tadah. 9eskipun umumnya sungai disini mempunyai aliran yang berkelok – kelok rumit, setempatnya tetasalirnya dikendalikan struktur, yang mengakibatkan aliran sungai yang nisbi lurus, misalnya di hulu S. Ra+oera bagian timur dan hulu S.'arjori dan S. 9omi.

," Di Pe%unun%an Imsin - Kapu*ih

i "engunungan 3mskin – kaputih bentengannya secara khas terkendalih struktur lalagan dan pegunungan homoklin, sampai tinggi 1!! m, memberi batas garis besar lajur lipatan melengkung. 8ang paling mencolok adalah Sinklin 3mskin, karena timbulan terbalik. #ipatan itu dikelilingi oleh perbukitan rendah tersayat rapat dan berlereng curam sedang – sedang.

e" Kues*a Kepala Bu&un% Ba%ian Ten%ah

Kuesta Kepala Burung bagian tengah adalah membentuk pengunungan senjang yang sangat menonjol, secara kasar membagi dua daerah kepala burung  pada arah barat – timur. Sengetan yang miring ke selatan (antara ! – 2!:) dibatasi

diarah utara oleh ga+ir yang tegas dengan jurang sampai setinggi /!! m. "uncak  disepanjang ga+ir itu umumnya mencapai ketinggian sekitar 24!! – !!! m di atas permukaan laut di "egunungan #ina dan di timur Kampung estega. Ketinggian rata – rata puncak ga+ir itu kearah barat menurun terus – menerus. Kuesta tadi pada beberapa tempat tertoreh oleh sungai besar – besar yang mengalir ke selatan menyayat jurah dan sempit. Sungai itu turunan atau memang  panggah. ata salir d+ita (sekunder) sepanjang sayap selatan sebagian sungai

(3)

turutan, dan sebagian penurut, dengan batangnya dikendalikan oleh sistem retakan  berpasangan yang berkembang baik pada batuan endapan yang ada. Bila batupasir 

kuarsa (6ormasi Sirga) menindi batugamping (Batugamping 6aumai), maka  permukaan bumi menjadi bopeng oleh liang legah semu.

'" Pe&)ui*an Di sela*an

"erbukitan di selatan berhubungan erat dengan endapan 6ormasi Stenkool di cekungan Bintuni yang terukir dan terlipat. opogra%inya berubah – ubah dari kuesta yang bentuknya tak teratur, "egunungan #alangansau yang tertoreh halus,  biasanya dengan sengetan kecil – kecil tetapi menonjol.ata salir yang pada dasarnya meranting dibanyak tempat tergantikan oleh sungai penurut bersudut (runcing,tumpul) atau tegak lurus.

%" Ka&s

Kars tersebar luas disepanjang sayap selatan Kuesta Kepala Burung bagian tengah pada daerah batugamping. 8ang terbanyak adalah Kars kerucut, Kars limas dan dolina, Kars cela dan Kars lorong.- beberapa lembah mempunyai sungai  berjeda atau sungai ba+ah tanah. 'alaupun begitu, ditempat batulumpur dan  batupasir gampingan menonjol, maka bentangannya berperbukitan rendah sampai  bergelombang dengan sungai yang berongga lebar tetapi biasanya menyayat

curam, dan setempat berbusur tak teratur dengan tata salir yang kacau. h" Pe%unun%an .isumna ,an Pe%unun%an Pan*ai

"egunungan 9isumna dan "egunungan "antai adalah sinambung dan umumnya dialasi batugamping- bagian barat Rumberpon dimasukan dalam  pembagian ini. "egunungan ini bertopogra%i kasar dan tak teratur, dan di timur

i batasi oleh eluk *endera+asih. "uncak yang tinggi – tinggi, sampai 2!!! m diatas permukaan laut terdapat di "egunungan 9isumna. ata – salirnya tak  teratur dan setempat sungainya sesaat menjadi aliran ba+ah tanah. a+ir   batugamping tak sinambung dan setempat batupasir mengikuti arah struktur yang

ke utara sampai baratlaut, dan menjadi sesar yang menjadi sesar yang penting –   penting. *ekungan antara gunung kecil – kecilang terisi bahan hanyutan lereng

(4)

i" Un,a / Un,a 

<ndak – undak tertoreh dan terungkit terdapat sebagai jalur tak senambung diantara dataran alu&ium yang berhubung dengan S. 'ariagar dan S. embuni, dan berbukit selatan di *ekungan Bintuni singkapan lebih kecil – kecil dita%sirkan dari potret udara disepanjang tepi baratdaya cekungan antar gunung yang basar di antara "egunungan 3mskin – Kaputih dan "egunungan 9isumna. Sisa undak paras  – tinggi banyak terdapat di sepanjang lembah S. Ransiki dan S. "ra%i. Kipas alu&ium tertoreh dari kerikil gunungapi dan pasir selebar 4 km dan setebal hingga 4! m terdapat /! km di tanjung =ransbari.

danya terumbu koral terangkat terbatas dibagian utara dan timurlaut ". Rumberpon. ngkatan terbesar, sampai /4! m, terdapat diujung utara pulau ini, dan dari sana ketinggiannya menurun secara bertahap kearah barat.

 0" Da*a&an ,an Dae&ah Ra*a Alu1ium ,an Li*$&alum

ataran dan daerah rata alu&ium dan litoral terserak diseparuh selatan dan timur daerah lembar. i baratdaya, ada alu&ium luas yang berhubungan dengan S. embuni dan S. 'iriagar yang berkelok memanjang kepantai selatan Kepala Burung. i sepanjang pantai timurlaut, umumnya melingkari "egunungan r%ak   beberapa sungai yang jalin – jemalin membentuk kipas alu&ium – dekat pantai –   beralih ke pematang pantai, dataran pesisir, dan bura dan gosong, misalnya di

tanjung =ransbari. Sepekat dengan pepohonan yang tenggelam disepanjang dataran pantai langsung di timurlaut muarah S. Ransiki mungkin akibat menurunnya pantai setempat.

Sungai penting – penting yang mengalir ke utara (terutama S. 'arjori) setempat dikelilingi rataan alu&ium sempit dan atau undak. Kebanyakan  bentangan itu boleh jadi terbentuk karena terbendungnya sementara sungai oleh  bahan lonngsoran.

Sebuah cekungan antar gunung dengan panjang ! km dan lebar sampai /2 km membatasi sayap baratdaya pegunungan 9isumna, dan tersalirkan oleh S. 9uturi. Setempat endapan danau berjumpai pada . igi dan . ita di danau

(5)

antar unung nggi. isana adapula dataran dan rataan mungkin merupakan danau tua yang tertimbun.

2" S*&a*i%&a'i Re%i$nal

Ransiki meliputi lima mendala geologi (gambar), 9endala itu adalah 7 Bongkah Kemum, Bongkah (Blok) r%ak,Ranah (9intabat) #eher Burung (#ajur  #ipatan #engguru), *ekungan Bintuni, dan Sistem Sesar Ransiki da bagian tertentu dari 9endala itu yang tertutup endapan alu&ium dan litoral kuarter  ataran r%ak.

a" B$n%ah Kemum

 erbentuk oleh 6ormasi Kemum (Sk) yang berumur Silur hingga e&on  berupa endapan malih derajat > rendah hingga menengah, satuan turbidit dengan

tebal paling tidak 2,4 km. Sepanjang perenggan utara bongkah itu, yang dibatasi oleh Sistem Sesar Sorong dan Ransiki, batuan endapan malih meliputi tubuh yang sedikit banyak nampak memanjang dan buntal (schilieren) granitoid pejal, terdaunkan dan terabak. itempat yang terpetakan, tubuh batuan itu digolongkan kedalam granodiorit 'ariki (?+), yang enam umur K>r>nya (lima diantaranya di 9anok+ari) berkisar dari 221 hingga 245 juta tahun (Blandon /@55), tetapi sebagian besar menunjukkan rias.

)" B$n%ah A&'a 

Bongkah r%ak meliputi dua satuan, yang tertua adalah Batuan unungapi r%ak (ema) dari busur Kepulauan, dan umumnya terdiri dari batuan klastika gunungapi, piroklastika, la&a dan batuan terobosan bersusunan menengah hingga  basa. Batuan klastika gunungapi itu diendapkan paling tidak sebagian sebagai turbidit dekatan dan mengandung sisipan tipis > tipis batugamping lumpuran yang mengandung  foraminifera berumur Aosen khir hingga 9iosen +al Ransiki ("ieters drr, dalam pencetakan).

" Ranah Lehe& Bu&un%

Ranah #eher Burung adalah bagian dari Komplek 9a+i ("Km), satuan yang mencangkup beberapa jenis endapan yang tercampur secara tektonik- ketiadaan %osil, tidak memungkinkan menasabahkannya (mengkorelasikannya) dengan

(6)

%ormasi yang sudah mapan. Batuan dalam satuan ini mirip dengan batuan 6ormasi ipuma dan kelompok kembelangan, dan boleh jadi 6ormasi iduna yang  berumur perem sebagaimana ditentukan batasanya di Waghete oleh "igram dan "anggabean (/@5, dalam penerbitan).singkapan kelompok kembelangan (Kk) yang tak seberapa kuat tercenangga dan terpetakan di Ransiki terdiri dari batuan endapan dan %osil yang menunjukkan pengendapan dilingkungan laut dangkal. 6osilnya berumur ura engah sampai Kapur khir, dan rumpang yang nyata terentang antara ura khir dan Kapur +al.

 Foraminifera memarakkan bagian Batugamping 3mskin (Kti) yang terjadi di lingkungan laut terbuka yang berumur Kapur "aling tas sampai Aosen engah dengan bagian yang 9iosen Ba+ah sampai engah, yang menindih kelompak  kembelangan. Runtunan yang lebih tua itu umumnya teriuk (tercenangga) lebih kuat dan setempat memperlihatkan belahan. Satuan ini tertindih oleh 6ormasi Klasa%et (mk) yang berumur 9iosen engah – 9iosen tas, yang %osil runtungan dan bahan longsoran asal>daratan didalamnya menunjukan asalnya yang bersumber dari batuan malihan derajat > rendah dan endapan dengan batuan gunugapi.

," Sis*em Sesa& Ransii

Sistim Sesar Ransiki meliputi bancu (R6C) yang tersusun dari bermacam –  macam batuan endapan dan batuan beku. Kecuran silika gampingan, batugamping dan batuan gunungapi bersusunan ma%ik sampai menengah membentuk masa dasar dan juga kepingan tektonik- kepingan batuan pindahan meliputi sedimen malih, granitoid, diorit, batuan gunungapi gabro dan piroksenit terserpenunkan, sebagian besar berasal dari mandala geologi yang berdampilan. <mur   pengendapan batuan endapan gampingan itu mungkin terbatas sampai 9iosen,

dan %osil apapun yang lebih tua berhubungan dengan kepingan pindahan. Batugamping terumbu dan kecuran kasar 6ormasi 'ai (;+) dan endapan kecuran 6ormasi Be%oor (;b) terdapan disamping sistem sesar itu, dan boleh  jadi juga menindih beberapa diantara ruas sesar itu.

(7)

*ekungan bintuni terisi sebagian besar oleh 6ormasi Steenkool (;s, ;ss,;sm) yang berumur 9iosen "aling khir sampai "listosen yang tersusun oleh klastikat delta dan paralas yang bersentuhan secara berangsur dengan 6ormasi Klasa%et diba+anya menuju kearah tengah cekungan. Keterdapatan lapisan tipis > tipis lignit yang pertama, atau perubahan %auna mikro, menandai  batas antara kedua %ormasi tersebut. Kearah tepi utara dan timur,setuhannya tidak 

selaras, dan 6ormasi Steenkool itu menumpang tindih 6ormasi yang lebih tua Bongkah Kemum dan Ranah leher Burung. 6ormasi Steenkool tertindih tak  selaras oleh batupasir tusua+ai (;pt) darat yang berumur "listosen.

4" S*&u*u& Dan Ke*e*$nian Ge$l$%i Re%i$nal

a" B$n%ah Kemum

i 9anok+ari Bongkah Kemum dibagian utara dibatasi oleh Sistem Sesar  Sorong dan di bagian timur dibatasi oleh Sistem Sesar Ransiki. Sedimen malih 6ormasi Kemum umumnya miring sedang hingga terjal dan teriuk menjadi lipatan ketat hingga isoklin yang disertai dengan pembelahan bidang sumbu. i tempat yang diamati, ukuran lipatan itu mulai dari beberapa sentimeter hingga beberapa meter. "ada jarak beberapa kilometer dari Sistem Sesar Sorong dan Ransiki, arah  perlapisan dan perdaunan utama yang menonjol di barat Sungai 'arjori, adalah kearah utara dan makin ke timur, pada arah baratlaut. Setempat berkembang  belahan lipatan sekunder. "eriukan itu disertai oleh permalihan dayagni (dynamothermal metamorphisme) se+ilayah derajat > rendah hingga ke lajur   biotit, dan setelah itu tertimpa oleh tahap pemalihan tekanan rendah dan atau  pemalihan suhu tinggi yang membangkitkan por%iroblas biotit berarah acakan dan

setempat andalusit.

6ormasi Kemum diterobos oleh ranodiorit 'ariki yang masuk setelah tahap  periukan dan pemalihan se+ilayah, atau boleh jadi secara bersama > sama dengan tahap kedua "emalihan. <rat granit, aplit dan pegmatit mengikuti lapisan yang terlipat danDatau memotongnya. Sentuhannya dengan batuan terobosan yang lebih  besar umumnya tak selaras. Batuan tubuh terobosan yang lebih besar umumnya untuk sebagian terhablurkan kembali dan mengandung kanta dan batang

(8)

lompokan kuarsa sekunder dan daunan tak teratur biotit sekunder yang menyebabkan perdaunan kasar. <mur isotop K>r mineral primer dan sekunder  secara kasar masuk dalam rentang +aktu yang sama, yang memberi kesan  penghabluran kembali dan periukan pada tahap akhir magma.

Batuan 6ormasi Kemum terpotong oleh banyak retakan yang miring sedang hingga tegak, terutama dibagian utara sampai baratlaut dan timurlaut. Kebanyakan retakan itu terbentuk selama pengangkatan di Kepala Burung bagian utara selama "liosen dan Kuarter. "ada arah Sistem Sesar Sorong dan Ransiki sedimen malih dan batuan bak > granit berangsur>angsur makin banyak retakannya, terabak, terubah, terhablurkan kembali dan setempat termilonitkan. rah struktur  utamanya sejajar dengan struktur sesar itu. Rabakan dan retakan yang membentuk   pataan yang rumit itu, dan sesar berbalik, sesar naik, sesar turun dan sesar geser>  jurus telah dipetakan. Setempat, lipatan > seret berhubungan dengan persesaran,  peruratan rumit (terutama kuarsa) dan pirit sekunder terdapat dimana > mana. Kebanyakan tubuh bak > granit bentuknya memanjang dengan sentuhan yang  berbatasan dengan sesar juga sejajar dengan arah persesaran.

)" B$n%ah A&'a5

Bongkah r%ak terdampil terhadap Bongkah Kemum sepanjang Sistem Sesar  Sorong dan boleh jadi berlanjut ke utara diba+ah *ekungan 9anok+ari dan ataran r%ak. Batas antara Bongkah r%ak dan Bongkah amrau untuk  sementara diletakkan disepanjang kelurusan yang melebar ganjil, berarah  baratlaut memotong ataran r%ak dan tinggian gaya berat yang melingkar 

segaris. Satuan yang ba+ah, Batuan unungapi r%ak tersingkap hanya didaerah kecil di 9anok+ari, tetapi di Ransiki bagian utara batuan gunungapi itu miring antara /4: ke timurlaut dan timur. i dekat dan disepanjang Sistem Sesar Ransiki, Batuan unungapi r%ak teriuk oleh perabakan dan peretakan dan juga terubah kuat serta penuh urat.

Batugamping 9aruni tersingkap ditiga pematang yang memanjang pada arah  barat laut yang sebagian hingga seluruhnya dibatasi oleh sesar dan boleh jadi  bersesuaian dengan bangunan antiklin. i tempat sesar itu dapat dipetakan,  batugamping tadi terbreksikan dan terabak kuat > kuat.

(9)

" .an,ala Lehe& Bu&un%

 i sebelah tenggara, 9andala #eher Burung yang tersingkap jauh lebih luas di selatanya Stengkol dan Kaimana, terdampil pada Bongkahan Kemum. Batas antara kedua mandala itu secara topogra%i tidak tampak jelas, tetapi seperti di ta%sirkan dari ketaksinambungan yang nyata dari satuhan > satuhan litostratigra%inya, gaya ketektonikan dan perubahan tajam dari pola gaya beratnya yang disertai kelandaian yang tercuram sebagai mana diamati ""3 di 3rian aya. i barat, 9andala #eher Burung bersentuan sesar dengan dan terpaju oleh *ekungan Bintuni.

9andala #eher Burung ini berupa lajur berbentuk bulang sabit lipatan dan sesaran rumit yang mencangkup bagian yang lebih besar #eher Burung yang terbentang dari teluk etna (Kaimana) diselatan sampai "eg. 9isumna (ransiki) di utara.i Ransiki, 9andala #eher Burung terbagi menjadi empat daerah struktur  yang lebih kurang berarah utara – selatan.

" Sis*em Sesa& Ransii

Sistem Sesar Ransiki adalah suatu ketaksinambungan struktur utama yang  berarah utara baratlaut, selebar /!! m sampai  km, yang memisahkan Bongkah

Kemum dari Bongka r%ak. Kearah utara di 9anok+ari, sistem itu bersambung dengan sistem sesar sorong yang bearah timur – barat, melintasi pangsa sesar  melengkung. Kelanjutannya keselatan dilepas pantai dianggap memang benar  mengikuti ga+ir topogra%i ba+ah laut yang sejajar dengan kontur anomaly bouguer.

Sistem Sesar Ransiki secara topogra%i dinyatakan oleh lembah garis sesar S. Ransiki dan S. "ra%i. i bagianya yang lebar, sesar ini terbentuk dari beberapa utas dengan pola jalin – jalin yang membatasi bancuh (R6C) yang penuh retakan terabak kuat dan tercerminkan. Banyak tempat batas timur sistem sesar itu di tandai oleh tubuh lir retas yang curam sampai hampir tegak, menyaping kanjang terdiri dari diorite dan gabro yang terabak disegala arah. isepajang batas bagian

(10)

 barat, batuan endapan mali 6ormasi Kemum ternyata tak sebarapa banyak  tercenangga

i bagian ilir sungai Ransiki, sistem sesar itu melingkungi tubuh 6ormasi 'ai yang terungkit dan terbatasi sesar, yang bagian dalamnya pengaruh gaya tektonik. Bahkan lebih jauh kehilir disepanjang S. Ransiki, 6ormasi Be%oor terdapat baik  dalam sistem sesar itu maupun diluarnya, lapisannya umumnya agak terungkit, dan setempat terpotong oleh rajutan sistem sesar tersebut.

ejak sistem Ransiki yang lurus, gemaris hinga jalin – jemalin, cenanggaan dan cermin sesaran mendatar yang kuat batuan yang berumur 9iosen khir dalam  jalur sesar itu, dan rana sangat berbeda – beda yang bertampilan memper kesan adanya gerakan geser menjurus yang sangat besar selama 9iosen khir dan "liosen. Kehadiran penggalan dan bongkaan batuan tercenangga kuat disepajang Sistem Sesar Ransiki dan Sorong yang senasabah dengan Ranah #eher Burung memperkesan adanya perpindahan menyamping > kiri kiri – kiri /!! an km +alaupun demikian, kedudukan kelandaian anomaly bouguel utama memberi kesan bah+a rantau yang utama Bongkah Kemum dan Bongkah r%ak terdapat di  barat tampakan permukaan Sistem Sesar Ransiki (lihat eo%isiki). *erak ini dapat

diterangkan dengan mengangap bah+a Bongkah Kemum tersesarkan arah timur  melalui Bongkah r%ak.gerak selama K+arter boleh jadi kebanyakan turun +ajar   bila sistem sesar itu giat kembali sebagai akibat pengangkatan berpunggung

Kepala Burung bagian utara. 9ungkin pula pada +aktu itu Sistem Sesar Ransiki dan Sorong bersambungan.

," 3eun%an Bin*uni

*ekungan Bintuni menempati bagian baratdaya dan tengah Ransiki, tetapi  berlanjut ke barat dan selatan mele+ati batas lembar ini, batasnya secara kira – 

kira ditentukan oleh pigram drr (/@5). "erkembangannya berlangsung seEaman dengan lulunya dan kemudian terangkatnya Bongkah Kemum, Ranah #eher  Burung dan Bongkah r%ak pada +aktu 9iosen khir sampai Kuarter.

Batas utara *ekungan Bintuni masa kini terdapat di Ransiki, dan ditentukan oleh lentik (kuesta) Kepala Burung bagian tengah di utara Ranah #eher Burung di timur lautnya (pigram drr., /@5) "embentukan cekungan itu mungkin dimulai

(11)

 pada 9iosen khir, sebagaimana ditunjukan oleh masuknya aliran bahan rombakan asal darat ke dalam endapan yang lebih muda 6ormasi Klasa%et. 'alaupun demikian, sebagian besar bahan klastika itu diendapankan selama "liosen dan "listosen.

"enyigian dengan kegempaan ke+ilayahan baru – baru ini dan data sumur   penjajakan minyak selatan Ransiki (*ollins F ;ureshi, /@00), ditunjukan bah+a cekungan bintuni jelas – jelas senjang- kedalam sampai alas batugamping  bertambah terus menurus kearah tepi timur cekungan yang ketebalan batuan

kecuraannya (klastikanya) mencapai G!!!>an m (di 6K6K).

Batuan endapan *ekungan Bintuni tercenanggan menjadi jalur lipatan berarah  barat – barat laut dari kaki lentikan (Kuesta) Kepala Burung bagian tengah di hulu sungai imau (aminabuan) sampai di hulu eluk Bintuni (Steenkool) karena arah jalur lipatan itu agak mirin terhadap jurus lentik Kepala Burung bagian tengah yang lebih kearah barat, daerah ini antara kedua struktur itu di tempati oleh lentukan Sinklin hingga 9onoklin yang terus – menerus melebar kea rah timur.

alur lipatan itu dibatasi dengan tajam, dan lebarnya tidak lebih dari 24 km-yang tampak dilapangan ialah lalangasu dan pegunungan $omoklin. #ipatan itu dapat diikuti sepanjang jurus sejauh beberapa kilometer sampai puluhan kilometre- panjang gelombang antara 4 – /2 – an km. ntiklinnya umumnya agak  senjang dengan sayap utaranya miring landai (/4:) dan yang selatan lebih curam sampai !:, tetapi setempat sekitar 1!:, seperti didekat omo. Sumbu lipatannya melengkung atau agak berbelok – belok dan mempunyai puncak bunbungan setempat.

"ada penyaliran bagian barat S. 9uturi, ada struktur Sinklin yang menjerambai mengikuti jurus berarah timurlaut dari jalur lipatan itu ke timurlaut. Sinklin ini menunjam ke baratdaya, dan juga senjang dengan sayap tenggara sangat curam sampai agak tegak dan sayap utara miring landai. Ke arah utara, sinklin itu beralih menjadi lentukan Sinklin sampai 9onoklin diantara lentik  Kepala Burung bagian tengah dan jalur lipatan tadi. erambaian Sinklin itu di timur dibatasi oleh Ranah #eher Burung disepajang jalur sesar yang rumit, yang

(12)

telah menimbulkan pencuraman berlebih dan perlipatan batuan endapan 6ormasi Klasa%et dan Steenkool.

da sistem retakan yang rumit menyayat strukur lipatan itu- didalamnya tercakup sesar memanjang yang kebanyakan disepanjang sayap selatan ntiklin yang lebih curam dan sesar melintang ada sesar geser – jurus berarah timurlaut yang menonjol langsung di barat sumur SA 'asian telah memindahkan beberapa sumbu lipatan pada arah medatar.

Da'*a& Pus*aa

9 S, 9unir. 9och. $, /@@1, Ge$l$%i ,an .ine&al$%i Tanah, ". unia "ustaka aya, akarta.

Robinson. . ", Ratman. , dan "ieters. R. , /@@!, Ge$l$%i lem)a& Ransii, "usat "enelitian an "engembangan eologi, Bandung.

 a+ipa, http7DDdemimaki.+ordpress.comD geologipapuaD

Sukandarrumidi, Ge$l$%i Se0a&ah5 <ni&ersitas adjah 9ada, gugmpress, 8ogyakarta 2!/!

(13)

Referensi

Dokumen terkait

merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro

Berdasarkan diagram rose diperoleh arah relatif kelurusan dominan berarah barat laut-tenggara ditafsirkan sebagai manifestasi arah jurus lapisan, selain itu juga

(esar utama yang terjadi di daerah ini dapat dijumpai di daerah 2olono, yang mana sesar 2olono ini hampir memotong seluruh batuan kecuali lu'ial dan ditemukan lipatan rebah

Secara fisiografis Cekungan Sumatra Selatan merupakan cekungan Tersier berarah barat laut – tenggara, yang dibatasi Sesar Semangko dan Bukit Barisan di sebelah barat daya,

Geologi Daerah Sirnajaya dan Sekitarnya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 41 kedudukan lapisan dan jurus yang didapat peneliti pada lapisan batulempung di hulu sungai

Bagian barat dari Cekungan Ombilin memiliki batuan dasar yang terdiri dari batuan vulkanik, batugamping, dan batusabak yang berumur dari Perm – Karbon sampai Trias.. Batuan

Batas wilayah Provinsi Papua Barat, sebelah Utara berbatasan dengan Samudera Pasifik, sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Banda (Provinsi Maluku), sebelah Barat

Batuan tersebut merupakan bagian dari urutan turbidit Kapur Atas yang ditemukan di seluruh Sulawesi Barat, yang ditafsirkan telah diendapkan dalam pengaturan cekungan busur muka laut