BAB III METODOLOGI PENELITIAN. memberi tanda pada jawaban yang hendak dipilih. Penelitian ini merupakan cross sectional, yaitu pengambilan data hanya

Teks penuh

(1)

commit to user

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. DESAIN DAN RUANG LINGKUP PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat studi kasus dengan menggunakan kuisioner tertutup, yaitu suatu pendekatan yang mengambil suatu objek penelitian untuk diamati secara intensif dan mendalam dengan menyediakan pilihan jawaban lengkap sehingga pengisi hanya tinggal memberi tanda pada jawaban yang hendak dipilih.

Penelitian ini merupakan cross sectional, yaitu pengambilan data hanya dilakukan satu kali pengumpulan dalam menjawab pertanyaan penelitian (Sekaran, 2003).

B. POPULASI, SAMPEL, DAN CARA PENGAMBILAN SAMPEL

1. Populasi

Sekaran (2003) menyatakan bahwa populasi mengacu pada keseluruhan kelompk orang, kejadian, atau hal minat yang ingin diuji oleh penulis. Populasi dalam penelitian ini adalah usaha, mikro kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar.

2. Sampel

Sampel menurut Sekaran (2003) merupakan bagian dari populasi yang diteliti. Sampel dalam penelitian ini adalah usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar yang menerima kredit dari berbagai jenis skim kredit dan dari berbagai sumber.

(2)

commit to user

3. Cara Pengambilan Sampel

Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan metode convenience

sampling. Teknik ini termasuk dalam rumpun non-probability sampling

dimana subjek dipilih karena tidak mempertimbangkan pengukuran tertentu. Pemilihan metode ini dipilih karena jumlah anggota populasi nya tidak diketahui secara pasti, maka tidak mungkin mengambil sampel dari populasi tersebut secara adil. (Eugene et all, 1991).

C. PENGUKURAN VARIABEL

Variabel adalah sesuatu yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai (Sekaran, 2003). Cooper dan Schindler (2000) mengatakan bahwa variabel merupakan padanan kata untuk variabel atau sifat yang sedang diteliti atau dipelajari. Penelitian ini menggunakan dua proksi variabel yaitu variabel sebelum dan variabel sesudah dengan penjelasan sebagai berikut.

1) Proksi Sebelum

Proksi sebelum dalam penelitian ini maksudnya adalah keadaan disaat kredit belum tersalurkan kepada UMKM. Kredit dapat dari berbagai sumber, seperti KUR, kredit mikro perbankan, pnpm, dan lainnya.

Penelitian mengenai penyaluran kredit sebagai pendorong perekonomian suatu wilayah telah banyak dilakukan oleh penulis sebelumnya.

Fungsi kredit pada dasarnya ialah pemenuhan jasa untuk melayani kebutuhan masyarakat dalam rangka mendorong dan melancarkan

(3)

commit to user

produksi, perdagangan dan konsumsi, sehingga pada akhirnya akan menaikkan pendapatan masyarakat (Firdaus, 2004).

Adapun jenis-jenis kredit menurut tujuan penggunannya terdiri dari :

i. Kredit Konsumtif yaitu kredit untuk membiayai pembelian barang dan jasa yang dapat memberikan kepuasan langsung terhadap kebutuhan individu.

ii. Kredit Produktif yaitu kredit bertujuan produktif untuk meningkatkan kegunaan (utility), terdiri: (a) Kredit Investasi, dan (b) Kredit Modal Kerja, baik yang revolving, dan einmaleg. (Triandaru dan Budisantoso, 2007).

iii. Kredit Likuiditas : yang lebih bertujuan untuk membiayai keperluan atau motif berjaga-jaga (precautionary motive). Tipe atau jenis kredit lainnya menurut jangka waktu terdiri dari, (1) kredit jangka pendek (short-term credit), (2) kredit jangka menengah (intermediate credit), dan (3) kredit jangka panjang (long term credit) (Kamerschen, 1984).

Istilah kredit mikro (microcredit) eratkaitannya dengan kredit bagi usaha skala mikro dan kecil. Kredit mikro ini merupakan kredit dengan plafon pinjaman kurang dari Rp.50 juta dan terdiri dari kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi (Bank Indonesia, 2006).

Kredit mikro menjadi populer karena metode yang dikembangkan di negara-negara miskin dan juga di negara kaya, karena bank komersial sulit untuk memenuhi permintaan kredit dari rakyat miskin yang tidak memiliki agunan fisik (physical collateral) tetapi layak mendapat kredit (creditworthy) (Hollis dan Sweetman, 1998).

(4)

commit to user

Konsep kredit mikro merupakan inovasi dari Grameen bank, yaitu pinjaman dalam jumlah minimal tanpa agunan kepada rakyat miskin untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan pendapatan keluarga. Sejak dikembang-kan tahun 1976 sistem penyaluran kredit ini telah membuat

Grameen bank menjadi lembaga penyalur kredit mikro terbesar di

Bangladesh (Rahman, 1999).

Ada tiga karakteristik kredit mikro ini sehingga dapat berkembang dan terus berkelanjutan hingga saat ini, yaitu: (1) ditujukan bagi rakyat miskin dalam rangka meningkatkan aktivitas usaha mikro (produksi dan konsumsi), (2) fokus pada kelompok perempuan yang merupakan kontributor utama dalam keluarga, dan (3) memakai tehnik penyaluran kelompok dan pertemuan kelompok, yang potensial membangun modal sosial ( Anderson

et al., 2002 ).

Klasifikasi Kredit Mikro dan Kecil :

Kredit mikro dan kredit kecil, yang digunakan oleh Bank Indonesia berdasarkan kesepakatan bersama Menko Kesra Tahun 2002 (SK, No.11/KEP /MENKO/KESRA/IV/2002 dan No.4/2/KEP.GBI/2002 tanggal 22 April 2002) yang memberikan batasan kredit mikro dan kredit kecil sebagai berikut:

1. Kredit Mikro adalah kredit yang diberikan kepada nasabah usaha mikro, baik langsung maupun tidak langsung, yang dimiliki dan dijalankan oleh penduduk miskin dengan kriteria penduduk miskin menurut Badan Pusat Statistik, dengan plafon kredit maksimal Rp 50 juta.

(5)

commit to user

2. Kredit Kecil adalah kredit yang diberikan kepada nasabah usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih maksimal Rp 200 juta di luar tanah dan bangunan tempat usaha atau yang memiliki hasil penjualan maksimal Rp 1 miliar per tahun, dengan plafon kredit maksimum sebesar Rp 500 juta.

Berdasarkan batasan kredit mikro dan kredit kecil ini, terlihat ada kaitan yang erat mengelompokkan usaha mikro dan kecil dengan penentuan kriteria kredit mikro dan kecil, yang ditetapkan oleh pemerintah selaku regulator dan Bank Indonesia selaku otoritas moneter dalam menggerakkan sektor riil.

2) Proksi Sesudah

Proksi sesudah dalam penelitian ini adalah perkembangan omzet, pendapatan bersih (Pb), dan volume penjualan. Aspek - aspek tersebut diambil dari penelitian Azriani et al (2008) dan berdasarkan penelitian terdahulunya. Dalam penelitian ini pendapatan bersih tidak serta merta

dengan istilah yang awam. Brigham dan Houston (2001) dalam teorinya mengatakan bahwa pendapatan bersih didapat dari rumus :

Nikmah et al (2013) menjelaskan bahwa terjadi perkembangan kinerja usaha pada pedagang kecil pasca diedukasi mengenai pembiayaan syariah ( ). Perkembangan kinerja tersebut terjadi kenaikan

(6)

commit to user

aset, volume penjualan, omzet, dan laba setelah diberi bantuan modal dan dibina dari pembiayaan syariah.

(a) Volume Penjualan

Hasil analisis menunjukkan ada pergerakan positif pada pertumbuhan volume penjualan pedagang kecil selama 2 minggu. Trend meningkat terlihat pada pedagang kecil yang asetnya berklasifikasi tinggi dan sedang. Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan musyarakah juga berimplikasi pada volume penjualan pedagang kecil dimana modal yang diperoleh dikelola dengan baik sehingga menghasilkan volume penjualan yang terus mengalami peningkatan.

(b) Omzet Pedagang Kecil

Hasil analisis menunjukkan ada pergerakan positif pada pertumbuhan omset penjualan pedagang kecil selama 4 minggu. Trend meningkat terlihat pada pedagang kecil yang omsetnya berklasifikasi tinggi dan sedang. Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan musyarakah juga berimplikasi pada omset penjualan pedagang kecil dimana modal yang diperoleh dikelola dengan baik sehingga menghasilkan omset yang terus mengalami peningkatan. (c) Laba Pedagang Kecil

Hasil analisis menunjukkan bahwa laba pedagang kecil mengalami kenaikan. Data menunjukkan trend positif diminggu pertama hingga minggu keempat. Hal ini dapat menunjukkan bahwa pembiayaan musyarakah yang diberikan kepada pedagang kecil juga berdampak pada pertumbuhan laba pedagang kecil.

(7)

commit to user

Dalam penelitian ini, untuk mengukur perbandingan kinerja UMKM pasca diberi kredit antara dua wilayah administratif yang berbeda yakni Kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar, digunakan rasio dan nilai nominal setelah menerima kredit.

Untuk mengukur rasio digunakan rumus :

Rasio menurut Kown (2004) adalah hasil dari menganalisis laporan keuangan berupa rasio angka yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan. Menurut Van Horne (2005), rasio keuangan adakah alat yang digunakan untuk menganalisis kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Rasio-rasio yang ada dalam penelitian ini yaitu Rasio Omzet (ROMZET), Rasio Pendapatan Bersih (RPB), dan Rasio Volume Penjualan (RVOLP).

D. SUMBER DATA

Peneliti menggunakan sumber data primer dalam penelitian ini. Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sampel sehingga mempunyai tingkat kedekatannya dengan kebenaran semakin besar (Cooper dan Schlinder, 2000). Menurut Sekaran (2003), data primer adalah data yang mengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan peneliti yang berkaitan dengan variabel yang diuji.

(8)

commit to user

E. METODE PENGUMPULAN DATA

Data primer yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuisioner yang bersifat tertutup. Para responden tinggal menjawab dengan memilih jawaban yang telah tersedia pada setiap item pertanyaan. Peneliti mendistribusikan dan mengambil kuisioner tersebut secara tidak langsung dengan menitipkan kepada para responden ketua klaster UMKM atau kepada desa setempat. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan April 2014, dengan periode pengumpulan data mulai bulan April hingga Juli 2014 melalui permintaan data alamat UMKM kepada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta dan Disperindagkop UMKM Kabupaten Karanganyar. Dari jumlah data yang disebar, terambil UMKM sebanyak 42 unit usaha di Kota Surakarta dan 42 unit usaha di Kabupaten Karanganyar.

F. PENGUJIAN ASPEK PENELITIAN 1. Statistik Deskriptif

Analisis ini merupakan analisis mengenai gambaran umum responden, yaitu meliputi : jenis usaha, jenis kredit yang digunakan, dan pengelompokkan UMKM berdasarkan kategori menurut UU No. 20 Th. 2008 tentang UMKM.

2. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Angka statistik yang semakin kecil nilainya, menunjukkan distribusi data semakin normal. Salah satu penyebab yang menjadikan data tidak berdistribusi normal adalah karena terdapat beberapa item data yang bersifat outliers, yaitu kasus atau data yang memiliki karakteristik unik yang terlihat sangat berbeda jauh dari obserasi-observasi

(9)

commit to user

lainnya dan muncul dalam bentuk nilai ekstrim baik untuk sebuah variabel tunggal atau variabel kombinasi (Ghozali, 2005).

Untuk menguji normalitas data digunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 5%. Kriteria pengujiannya adalah data dinyatakan berdistribusi normal apabila signifikansinya lebih besar dari 5% atau 0,05. Apabila data dinyatakan berdistribusi normal, maka akan digunakan alat uji t-test. Sedangkan apabila data dinyatakan berdistribusi tidak normal, maka digunakan alat uji non parametrik uji Peringkat Bertanda

Wilcoxon.

G. PENGUJIAN HIPOTESIS 1. Uji t-test

Uji t-test digunakan apabila hasil uji Kolmogorov Smirnov menyatakan bahwa data berdistribusi normal. Dalam penelitian ini terdapat empat hipotesis yang akan diuji.

Hipotesis pertama bertujuan untuk menguji perbedaan signifikansi omzet saat sebelum dan sesudah menerima kredit. Pada hipotesis pertama digunakan uji paired sample t-test.

Langkah-langkah pengujiannya adalah : a. Menyusun Hipotesis

Ho : Tidak ada perbedaan omzet antara sebelum dan sesudah menerima kredit.

Ha : Ada perbedaan omzet antara sebelum dan sesudah menerima kredit.

b. Menentukan level of Significance

(10)

commit to user

c. Mencari t-hitung

Nilai statistik hitung tergantung pada metode parametrik yang digunakan pada pengerjaan dengan SPSS. Nilai statistik hitung langsung ditampilkan nilai akhirnya pada output SPSS.

d. Kriteria Pengujian

Kriteria pengujiannya adalah

1. H0 diterima apabila probabilitas > 0,05

Hal ini berarti apabila H0 diterima, maka tidak ada perbedaan omzet antara sebelum dan sesudah menerima kredit.

2. H0 ditolak apabila probabilitas < 0,05. Apabila H0 ditolak, berarti ada perbedaan omzet antara sebelum dan sesudah menerima kredit.

Hipotesis kedua, bertujuan untuk menguji perbedaan pendapatan bersih antara sebelum dan sesudah menerima kredit. Pada uji hipotesis kedua digunakan uji paired-sample t-test apabila data berdistribusi normal. Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut :

a. Menyusun Hipotesis

Ho : Tidak ada perbedaan pendapatan bersih antara sebelum dan sesudah menerima kredit.

Ha : Ada perbedaan pendapatan bersih antara sebelum dan sesudah menerima kredit.

b. Menentukan level of Significance

Level of Significance yang digunakan adalah 5% atau 0,05

(11)

commit to user

Nilai statistik hitung tergantung pada metode parametrik yang digunakan pada pengerjaan dengan SPSS. Nilai statistik hitung langsung ditampilkan nilai akhirnya pada output SPSS.

d. Kriteria Pengujian

Kriteria pengujiannya adalah

1. H0 diterima apabila probabilitas > 0,05

Hal ini berarti apabila H0 diterima, maka tidak ada perbedaan pendapatan bersih antara sebelum dan sesudah menerima kredit. 2. H0 ditolak apabila probabilitas < 0,05. Apabila H0 ditolak, berarti ada

perbedaan pendapatan bersih antara sebelum dan sesudah menerima kredit.

Hipotesis ketiga bertujuan untuk menguji perbedaan signifikansi volume penjualan saat sebelum dan sesudah menerima kredit. Pada hipotesis ketiga digunakan uji paired sample t-test.

Langkah-langkah pengujiannya adalah : a. Menyusun Hipotesis

Ho : Tidak ada perbedaan volume penjualan antara sebelum dan sesudah menerima kredit.

Ha: Ada perbedaan volume penjualan antara sebelum dan sesudah menerima kredit.

b. Menentukan level of Significance

Level of Significance yang digunakan adalah 5% atau 0,05

(12)

commit to user

Nilai statistik hitung tergantung pada metode parametrik yang digunakan pada pengerjaan dengan SPSS. Nilai statistik hitung langsung ditampilkan nilai akhirnya pada output SPSS.

d. Kriteria Pengujian

Kriteria pengujiannya adalah

1. H0 diterima apabila probabilitas > 0,05

Hal ini berarti apabila H0 diterima, maka tidak ada perbedaan volume penjualan antara sebelum dan sesudah menerima kredit. 2. H0 ditolak apabila probabilitas < 0,05. Apabila H0 ditolak, berarti

ada perbedaan volume penjualan antara sebelum dan sesudah menerima kredit.

2. Uji Non Parametik

Uji non parametrik merupakan uji data dengan kriteria tidak berdistribusi normal. Uji ini dilakukan apabila data-data yang diperoleh merupakan data yang tidak normal. Dalam uji non parametrik, digunakan alat analisis uji Peringkat Bertanda Wilcoxon untuk menguji perbedaan signifikansi atas perkembangan usaha UMKM sebelum dan sesudah pemberian kredit. Menurut Supranto (2001), uji statistik Wilcoxon dipakai apabila peneliti tidak mengetahui karakteristik kelompok item yang menjadi sumber sampelnya. Metode ini dapat diterapkan terhadap data yang diukur secara ordinal dan dalam kasus tertentu, dengan skala nominal. Dalam statistik non parametik, kesimpulan dapat ditarik tanpa memperhatikan bentuk distribusi populasi (statistik yang bebas distribusi).

Kemudian, alat analisis non parametik lainnya yang digunakan pada penelitian ini yaitu Mann-Whitney. Alat ini digunakan untuk menguji

(13)

commit to user

perbedaan signifikansi atas perbedaan karakteristik wilayah administratif yaitu Kota Surakarta dan Kabutapen Karanganyar.

Untuk menguji hipotesis pertama, yakni omzet, pendapatan bersih dan volume penjualan, yang tergabung dalam variabel perkembangan usaha, langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut :

a. Menyusun Hipotesis

Ho : Tidak ada perbedaan perkembangan usaha UMKM saat sebelum dan sesudah menerima kredit

Ha : Ada perbedaan perkembangan usaha UMKM saat sebelum dan sesudah menerima kredit

b. Menentukan level of Significance

Level of Significance yang digunakan adalah 5% atau 0,05

c. Mencari z-hitung

Nilai z-hitung tergantung pada metode non parametrik yang digunakan pada pengerjaan dengan SPSS. Nilai z-hitung langsung ditampilkan nilai akhirnya pada output SPSS.

d. Kriteria Pengujian

Kriteria pengujiannya adalah

1) Ho diterima apabila probabilitas > 0,05

Hal ini berarti bahwa apabila H0 diterima maka tidak ada

perbedaan perkembangan usaha UMKM sebelum dan sesudah menerima kredit

2) Ho ditolak apabila probabilitas < 0,05.

Sedangkan apabila H0 ditolak berarti bahwa terdapat perbedaan Perkembangan usaha UMKM sebelum dan sesudah menerima kredit

(14)

commit to user

Hipotesis kedua adalah menguji perbedaan perkembangan usaha karakteristik wilayah antara Kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar. Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut :

a. Menyusun Hipotesis

H0 : Kedua populasi identik (data perkembangan usaha atas perbedaan karakteristik wilayah tidak berbeda secara signifikan)

Ha : Kedua populasi tidak identik (data perkembangan usaha atas perbedaan karakteritistik wilayah berbeda secara signifikan). b. Kriteria Pengujian

Jika probabilitas > 0,05 maka Ho diterima, dimana berarti kedua populasi identik (perkembangan usaha UMKM antara karakteristik wilayah tidak berbeda secara signifikan).

Jika probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak, yang berarti kedua populasi tidak identik (perkembangan usaha UMKM antara karakteristik wilayah berbeda secara signifikan).

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :