2 Hadirin yang saya hormati; keamanan, kenyamanan keselamatan Hadirin yang saya hormati; saya resmikan dan dimulai penerbangannya.

203 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

PERESMIAN

PENERBANGAN PERDANAGARUDA INDONESIA JALUR PENERBANGAN SEMARANG-LOMBOK

DAN SEMARANG-MAKASSAR SEMARANG, 1 JUNI 2015 Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semuanya. Yang saya hormati, Unsur FKPD Provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya; Walikota Semarang;

Jajaran Birokrasi Pemerintah Daerah dan Instansi Vertikal; Keluarga Besar PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.; General Manager PT. Angkasa Pura I;

Pimpinan BUMN dan BUMD di Jawa Tengah; Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,

Alhamdulillah

pagi ini kita dapat bersama-sama hadir menyertai Peresmian Penerbangan Perdana Garuda Indonesia Jalur Penerbangan Semarang-Lombok dan Semarang-Makassar.

Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saya menyampaikan ucapan “Selamat” dan “Apresiasi” kepada jajaran Pimpinan dan Karyawan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yang telah mendayagunakan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang untuk membuka rute penerbangan Semarang-Lombok dan Semarang-Makassar. Dengan dibukanya rute penerbangan tersebut, diharapkan semakin melengkapi layanan penerbangan Garuda kepada masyarakat. Bagi kami hal ini merupakan salah satu pendukung upaya Jawa Tengah dibukanya Rute penerbangan baru ini menjadi magnet tersendiri untuk menarik kunjungan wisata dan bisnis ke Jawa Tengah. Selain itu, juga akan meningkatkan arus penumpang dan barang serta interaksi masyarakat antar kedua wilayah bisa semakin dinamis, termasuk di sektor

(2)

perdagangan maupun investasi. Harapannya, berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Hadirin yang saya hormati;

Tersedianya layanan rute penerbangan Semarang-Lombok dan Semarang Makassar dengan armada

Bombardier CRJ1000 NextGen

berkapasitas 96 sit, akan semakin mempermudah akses transportasi dari Lombok dan Makassar serta wilayah Indonesia Timur lainya ke Semarang tidak perlu transit di Jakarta, sehingga lebih menghemat waktu. Demikian pula warga Kota Semarang dan Jawa Tengah yang bekerja atau menetap di Lombok maupun Makassar bisa pulang kampung dengan mudah dan cepat

,

sehingga jalinan silaturahmi semakin erat.

Kepada PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk, sekali lagi saya sampaikan “Selamat”. Semoga sukses dalam pelayanan penerbangan Semarang-Lombok dan Semarang-Makassar, dan dapat mengembangkan lagi rute penerbangan dari Semarang ke Kota-Kota lain atau bahkan negara-negara lain.

Satu hal yang harus diingat, yaitu bahwa saat ini dunia penerbangan di Indonesia sering diterpa masalah berkaitan dengan buruknya layanan yang diberikan. Meskipun hal ini tidak terjadi pada PT. Garuda Indonesia, namun setidaknya masalah ini dapat dijadikan bahan evaluasi manajemen dalam memberikan layanan kepada publik, baik menyangkut keamanan, kenyamanan dan keselamatan penumpang dalam penerbangan.

Ketiga aspek tersebut, hendaknya menjadi prioritas perhatian dalam mewujudkan layanan prima kepada pelanggan/pengguna jasa penerbangan, sebelum menetapkan profit yang hendak dicapai untuk kesejahteraan staf/manajemen serta kemajuan perusahaan.

Kepada semua pihak yang terkait dengan fasilitasi pelayanan penerbangan, saya minta untuk memberikan kemudahan, tetapi juga tetap antisipatif terhadap kemungkinan adanya penumpang yang membawa jenis barang terlarang, seperti NARKOBA. Saya minta aparat keamanan lebih hati-hati dan jangan terlena, jangan sampai Jawa Tengah menjadi porak-poranda oleh peredaran NARKOBA akibat kelalaian kita.

Hadirin yang saya hormati;

Demikian yang perlu saya sampaikan pada kesempatan ini.

Selanjutnya, dengan mengucap

”Bismillahirrohmannirrohiim”

, Penerbangan Perdana Garuda Indonesia Jalur Penerbangan Semarang-Lombok dan Semarang-Makassar, secara resmi saya resmikan dan dimulai penerbangannya.

(3)

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberi kelancaran dan keselamatan dalam setiap perjalanan penerbangan Garuda Indonesia.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya. Wabillahitaufik wal hidayah, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

(4)

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA ACARA RAPAT SENAT TERBUKA WISUDA SARJANA IV TAHUN 2015

SEKOLAH TINGGI ILMU AGAMA ISLAM AN-NAWAWI (STAIAN) PURWOREJO

PURWOREJO, 2 JUNI 2015 Assalamu’alaikum Wr. Wb

Yang saya hormati, Bupati beserta unsur Muspida Kabupaten Purworejo; Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Kementerian Agama RI;

Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU); Jajaran Birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah;

Ketua beserta segenap Civitas Academika Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam An-Nawawi (STAIAN) Purworejo; Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah; Para Orang Tua/Wali dan Wisudawan-Wisudawati;

Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kita panjatkan kehadhirat Allah SWT, Alhamdulillah siang ini kita kita masih diberi nikmat kesehatan sehingga dapat bersama-sama hadir menyertai acara Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana IV Tahun 2015 Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam An-Nawawi (STAIAN) Purworejo.

Kepada para Wisudawan/Wisudawati, saya sampaikan “Selamat” atas keberhasilannya menyelesaikan studi di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam An-Nawawi (STAIAN) Purworejo dengan baik.

Diterima dan menjadi mahasiswa STAIAN Purworejo adalah sebuah prestasi dan kesuksesan. Begitu pula dengan berhasilnya Saudara-saudara menyelesaikan studi dan menjadi sarjana, ini juga adalah prestasi dan kesuksesan. Namun demikian, saya berharap Sarjana lulusan STAIAN Purworejo yang diwisuda hari ini, tidak menambah jumlah pengangguran baru di Jawa Tengah, tetapi justru mampu menciptakan usaha produktif yang membuka peluang kerja bagi orang lain, serta mampu memberi kontribusi bagi

(5)

kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

Hadirin yang saya hormati;

Wisuda merupakan puncak dari proses pendidikan di perguruan tinggi. Akan tetapi, wisuda bukanlah segala-galanya dalam konteks belajar sepanjang hayat (

long-life education

). Sebab, manusia adalah makhluk pembelajar yang tidak pernah mengenal kata berhenti. Begitu pentingnya belajar, sehingga Rasulullah sampai bersabda “Tuntutlah ilmu dari buaian ibu hingga ke liang lahat”. Dalam hadits lain juga dijelaskan “Barasiapa dalam perjalanan hidupnya ada waktu-waktu tertentu yang digunakan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga”.

70 orang Wisudawan-wisudawati yang hari ini dikukuhkan sebagai sarjana, setelah melalui proses panjang disertai berbagai ujian, cobaan, dan tantangan saya harapkan dapat meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga dapat mengembangkan ilmunya lebih jauh untuk memperoleh derajat mulia di sisi Allah. Yakinlah akan firman-Nya “Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat”. Jadi, kalau misalnya memang Saudara ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, hendaknya betul-betul dengan cara menimba ilmu secara riil dan jangan sampai terjebak pada perolehan ijazah palsu yang akhir-akhir ini marak terjadi.

Saya juga ingin berpesan agar saudara-saudara senantiasa menjaga akhlak karimah dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam di manapun saudara berkiprah. Dengan akhlaklah Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam An-Nawawi Purworejo kita akan tegak, tanpa akhlak kampus ini akan rusak. Karena itu, menjadi tugas kita bersama, baik para pengasuh Pondok Pesantren An Nawawi yang ada di dalam kampus, maupun bagi saudara-saudari yang berkiprah di luar, untuk selalu menegakkan akhlak mulia dan menyebarkan panji-panji Islam.

Hal lain yang ingin saya sampaikan, bahwa dibalik gelar sarjana yang diraih saat ini, terdapat tanggung jawab moral dan sosial untuk diamalkan. Keberhasilan para Wisudawan sebagai Sarjana Agama Islam dalam menjalani kehidupan akan ditentukan oleh kesungguhan dan kesadaran dalam membangun karakter umat, serta memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama Islam sebagai pembawa rahmat dalam kehidupan.

Wisudawan/Wisudawati dan hadirin yang saya hormati; Saya sungguh bersyukur dan bangga, bahwa STAIAN Purworejo sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang mengedepankan akhlaqul karimah dan keseimbangan lahiriyah dan batiniyah, saat ini semakin eksis dan

(6)

bersaing dengan perguruan tinggi swasta lainnya di Kopertais Wilayah X Jateng dalam mencetak generasi-generasi yang berilmu pengetahuan, bermoral tinggi serta sanggup berkompetisi di setiap level kehidupan. Harus kita akui dengan semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, setiap perguruan tinggi memang dituntut untuk melahirkan alumni-alumni yang berkualitas dan memiliki daya saing dalam membuka lapangan kerja sendiri.

Apalagi dalam era persaingan global yang berkembang saat ini, kompetensi, kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia menjadi tuntutan agar mampu berkompetisi dalam segala aspek kehidupan.

Maka, Perguruan Tinggi sebagai lembaga pendidikan merupakan institusi yang ikut bertanggung jawab dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing. Oleh sebab itu, sudah saatnya Perguruan Tinggi melakukan reorientasi kependidikan, tidak hanya pada aspek keilmuan dan penguasaan teknologi saja, tetapi perlu muatan materi pembangunan dari berbagai sektor yang secara dini sudah harus dikenal dan dipahami oleh para Mahasiswa, untuk dapat diaplikasikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa yang telah lulus diharapkan siap kerja dan bisa menciptakan peluang kerja mandiri serta berkompetisi dalam persaingan global. Dalam konteks pembangunan Jawa Tengah, maka saya minta Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam An-Nawawi (STAIAN) Purworejo mendukung Visi Pembangunan Jawa Tengah, yaitu: “Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari, mBoten Korupsi – mBoten Ngapusi”. Mengapa? Karena Perguruan Tinggi yang diselenggarakan di lingkungan pesantren akan memiliki nilai lebih dari perguruan tinggi secara umum. Mengingat di lingkungan pesantren para mahasiswa dapat dikendalikan oleh aturan pesantren dan selalu mematuhi peraturan baik dari kampus maupun kyai.

Disamping itu, para mahasiswa dan seluruh akademika juga harus taat dalam menjalankan agama, karena hampir semua literatur bersumber dari Al Quran. Jadi, lingkungan pesantren juga tidak hanya bertumpu pada santri lokal, namun berasal dari berbagai daerah sehingga pembauran budaya terjadi di lingkungan ini, maka akan tumbuh toleransi yang tinggi.

Khusus kepada Jajaran Rektorat dan Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam An-Nawawi (STAIAN) Purworejo, saya sampaikan ucapan “Terima Kasih” dan “Apresiasi” atas peran dan partisipasi

panjenengan sami

dalam melahirkan lulusan yang akhlaqul qarimah dan memiliki kepedulian dalam membangun karakter bangsa Indonesia yang bermartabat.

Dan kepada para lulusan yang baru saja diwisuda maupun kepada seluruh alumni Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam An-Nawawi (STAIAN) Purworejo, saya berharap tidak lupa dengan karakteristik almamater, sehingga

(7)

dapat menjadi pelopor dan teladan dalam membangun moral bangsa Indonesia yang lembah manah dan patut dicontoh oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Dengan predikat sarjana yang telah Saudara peroleh, maka kalian tidak boleh berdiam diri dengan ilmu yang sudah didapat, tapi harus melakukan berbagai kegiatan dengan menggali ilmu, utamanya yang bersumber pada Al Quran.

Hadirin yang saya hormati;

Pada kesempatan yang baik ini, bersamaan dengan pelaksanaan Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana IV Tahun 2015 Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam An-Nawawi Purworejo, kegiatan akan dilanjutkan dengan penan-datangan prasasti peresmian Gedung Auditorium KH. Nawawi dan Rektorat Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam An-Nawawi Purworejo. Untuk itu, saya ucapkan “Selamat” atas diresmikannya gedung baru tersebut, disertai harapan semoga keberadaan gedung baru ini dapat mendorong semangat belajar mahasiswa dan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meningkatkan kualitas lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam An-Nawawi Purworejo.

Sekali lagi saya sampaikan “Selamat” kepada Wisudawan/Wisudawati, terutama kepada Saudara-saudara yang telah berhasil meraih IP tertinggi. Selamat bertugas dan berjuang untuk kemajuan pembangunan Jawa Tengah yang sejahtera dan berdikari.

Inilah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Jalan-jalan ke Australia

Tidak lupa bawa mangga Kini kami sudah Sarjana

Semoga berbakti untuk Agama dan Negara Wabillahitaufik wal hidayah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

(8)

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

PERAYAAN DHARMASANTI WAISAK 2559 BE/2015 MUNGKID, 2 JUNI 2015

Assalamu`alaikum Wr.Wb.

Salam sejahtera untuk kita semuanya dan saya sampaikan selamat malam.

Namo Buddhaya;

Yang terhormat Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Ir. Joko Widodo beserta Ibu Hj. Iriana Joko Widodo dan para Menteri Kabinet Kerja yang hadir;

Bupati Magelang beserta Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Jawa Tengah;

Rekan-rekan Birokrasi Pemerintah Daerah dan Instansi Vertikal; Saudaraku Keluarga Besar Umat Buddha;

Hadirin yang berbahagia;

Syukur

Alhamdhulillah

kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, malam ini kita masih diberi nikmat sehat dan kesempatan, sehingga dapat bersama-sama hadir menyertai “Perayaan Dharmasanti Waisak 2559 Be/2015”, dengan tema “Kembangkan Benih Kebuddhaan dalam diri masing – masing.”

Kepada Presiden RI, Bapak H. Ir. Joko Widodo beserta Ibu Hj. Iriana Joko Widodo dan Para Menteri Kabinet Kerja yang hadir, saya sampaikan “Selamat Datang” di Kabupaten Magelang. Selamat kembali pada kampung halaman di Provinsi Jawa Tengah ini.

Kerawuhan

panjenengan

semua, mudah-mudahan menambah motivasi seluruh masyarakat Jawa Tengah, khususnya keluarga besar Umat Buddha untuk senantiasa berfikir jernih, sehingga mampu membedakan yang benar dan yang salah. Harapannya, dalam bertutur kata dan bertingkah laku juga akan benar, sebagaimana nilai-nilai, dan aturan dan perundang-undangan yang ada.

(9)

Kemudian kepada Saudaraku Keluarga Besar Umat Buddha saya menyampaikan “Selamat Dharmasanti Waisak”. Semoga dengan peringatan ini, saudaraku Umat Buddha senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, diberikan kesehatan, serta kesuksesan dalam mengemban amanah melaksanakan “Jalan Mulia Berunsur Delapan”, yaitu Pandangan Benar, Pikiran Benar, Ucapan Benar, Perbuatan Benar, Mata Pencaharian Benar, Daya Upaya Benar, Perhatian Benar, dan Konsentrasi Benar, dalam praktik kesusilaan (moral), praktik keteguhan pikiran (meditasi), dan praktik kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Saya berharap, tema ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk berbuat baik, saling tolong menolong, gotong royong serta hidup rukun dan damai menuju masyarakat yang sejahtera lahir dan batin. Karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya sampaikan ”Terima kasih” dan ”penghargaan” kepada umat Buddha Jawa Tengah, yang meskipun jumlahnya minoritas namun telah mampu memberikan kontribusi besar dalam mendukung terciptanya suasana kehidupan masyarakat Jawa Tengah yang sejuk, aman, tenteram dan damai.

Hal ini ditunjukkan dari peran aktif segenap pemuka dan umat Buddha Jawa Tengah untuk ikut menjaga kerukunan, toleransi, persahabatan dan persaudaraan, apakah itu di internal umat Buddha sendiri maupun dengan penganut agama yang lain.

Itulah wujud kesadaran saudaraku semua untuk mengimplementasikan Tri Kerukunan Umat Beragama yaitu rukun intern umat seagama, rukun antar umat beragama, dan rukun antara umat beragama dengan pemerintah secara baik.

Hal ini juga sekaligus menegaskan kalau umat Buddha telah mengamalkan nilai-nilai dalam 5 (lima) Sila Pancasila, utamanya Sila Pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengajarkan untuk saling menghormati antar umat beragama dalam menjalankan ibadahnya masing-masing. Agamamu agamu-Agamaku agamaku. Namun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, saudaraku semua juga bisa saling bergandeng tangan dan bahu membahu dengan umat agama lain, untuk bersama-sama berkarya guna mendukung terwujudnya kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

Kalau semua itu bisa dilaksanakan, Jawa Tengah ini akan terjaga kondusivitasnya. Selain itu juga aman, nyaman dan damai dalam segala kea-daan termasuk dalam Pilkada serentak di akhir tahun mendatang.

(10)

Bapak, Ibu dan hadirin yang berbahagia;

Perlu kami sampaikan, beberapa saat tadi Presiden kita Bapak Jokowi telah menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pin-tar (KIP), Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera (KSKS) sebagai program pengganti Kartu Perlin-dungan Sosial (KPS) serta Kartu Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB).

Kartukartu tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat. Oleh karena itu saya ber-harap kartu tersebut bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian masyarakat kurang mampu bisa benar-benar terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun kesejahteraan keluarga. Begitu pula saudara-saudara kita penyandang disabilitas bisa mendapatkan bimbingan dan pendampingan untuk terwujudnya kualitas hidup yang lebih baik.

Sekali lagi saya berharap kepada masyarakat penerima manfaat, untuk mensyukuri kartu yang telah diberikan dan mohon digunakan dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Sekian dan terima kasih atas kebersamaan kita.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Namo Buddhaya

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

(11)

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

PEMBUKAAN PAMERAN LUKISAN BERSAMA DALAM RANGKA

PERINGATAN WAISAK 2559 BE KAB. MAGELANG, 2 JUNI 2015 Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat sore dan salam sejahtera untuk kita semua. Yang saya hormati, Bapak Presiden Republik Indonesia;

Perwakilan Duta Besar Negara Sahabat;

Bupati dan Muspida Kabupaten Magelang; Rekan-rekan Birokrasi Pemerintah Daerah dan Instansi Vertikal; Pimpinan Casa Casinta Gallery;

Para Seniman/Seniwati, Budayawan/Budayawati, dan Pecinta Seni Rupa yang hadir; Panitia dan Peserta Pameran;

Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,

Alhamdulillah

kita masih diberikan nikmat kesehatan, sehingga dapat bersama-sama hadir menyaksikan Pameran Lukisan Berbersama-sama dalam rangka Perayaan Waisak 2559 BE, yang diikuti para pelukis kenamaan. Ada Bapak Djoko Pekik, Made Winata, Anusapati, Ugo Untoro, Ibu Kartika Affandi, dan Bapak Geoff Todd dari Australia.

Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saya sampaikan “Selamat Datang” di Kabupaten Magelang kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Jokowi, perwakilan Duta Besar Negara Sahabat, serta para peserta yang berasal dari luar Jawa Tengah. Mumpung sudah berada di Kabupaten Magelang, saya persilakan menikmati sejuknya udara dan indahnya panorama di Losari. Pesona pariwisata Kabupaten Magelang juga sangat beragam, baik wisata sejarah, religi, maupun wisata alam, antara lain : Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Ngawen, Wisata Religi Gunungpring dan Makam Sunan Geseng, Desa Wisata Candirejo dan Wanurejo, Gardu

(12)

Pandang Ketep Pass, Air Terjun Kedung Kayang, Curug Silawe, dan Sekar Langit, serta Pemandian Air Hangat Candi Umbul. Selain itu, ada oleh-oleh khas Kabupaten Magelang seperti kripik singkong, slondok, pothil, dan puyur sebagai buah tangan untuk kawan, keluarga dan handai taulan.

Pada kesempatan yang berharga ini, secara khusus saya ingin menyampaikan “Apresiasi” atas karya-karya besar Bapak dan Ibu yang mampu menginspirasi para penikmat seni lukis maupun masyarakat.

Hadirin yang saya hormati;

Pameran lukisan dengan tema:”

The Quest for Dharma

” ini tidak hanya menyuguhkan keindahan karya seni lukis semata, akan tetapi lebih dalam maknanya sebagai sarana untuk mengingatkan kita semua betapa besar karunia Sang Pencipta. Saat kita mengapresiasi terhadap lukisan yang dipamerkan, sesungguhnya secara tidak langsung kita mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa, yang melalui tangan-tangan berbakat para pelukis telah mengajarkan kepada kita semua tentang kehidupan.

Pameran lukisan seperti ini merupakan alat komunikasi antara pencipta seni

(seniman)

dengan pengamat seni

(apresiator)

. Melalui lukisan, sang pelukis mengekspresikan apa yang dilihat, apa yang didengar, apa yang dirasa, apa yang diyakini, atau bahkan apa yang harus didobrak dan diperjuangkan untuk diperbaiki. Melalui lukisan, para pelukis bercerita, tersenyum, atau bahkan marah.

Mahakarya seni yang luar biasa yang kita saksikan hari ini, tidak hanya indah tetapi seringkali menjadi kritik atas realitas sosial maupun kondisi bangsa yang perlu diperbaiki. Meskipun dengan aliran yang berbeda-beda, setiap lukisan selalu ada

value

di dalamnya. Inilah yang saya sebut karunia.

Saya berharap, kegiatan ini dapat menginspirasi

panjenengan sami

untuk menciptakan karya-karya terbaru yang menggambarkan keindahan alam, seni, budaya, kehidupan sosial kemasyarakatan dan potensi Indonesia, serta menyadarkan kita semua akan nilai keindahan dan nilai seni budaya, melatih kepekaan terhadap rasa, cipta, karsa, dan akhirnya menimbulkan dorongan untuk berkreasi secara positif.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini.

Selanjutnya dengan mengucap

”Bismillaahirrohmaanniirrohiim,

Pameran Lukisan Bersama dalam rangka Perayaan Waisak 2559 BE, secara resmi saya BUKA dan DIMULAI.

SELAMAT MENIKMATI.

(13)

Wabillahitaufik wal hidayah Wassalamu`alaikum Wr.Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

(14)

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

PEMBUKAAN

MUSYAWARAH WILAYAH (MUSYWIL) KE-17 IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH (IMM)

JAWA TENGAH PEKALONGAN, 3 JUNI 2015 Bismillaahirohmaanirohiim

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang saya hormati, Bupati dan Muspida Kabupaten Pekalongan; Jajaran Birokrasi Pemerintah Daerah;

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah; Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM); Keluarga Besar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah; Pimpinan Organisasi Kepemudaan yang hadir;

Peserta Musywil dan hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kehadirat Allah SWT,

Alhamdulillah

kita dapat bersama-sama hadir menyertai acara Pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-17 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah, yang mengangkat tema: ”Api Kebangkitan Mengawal Peradaban”.

Saya berharap, momentum Musywil ini tidak hanya dimanfaatkan untuk mengevaluasi laporan pertanggungjawaban; merumuskan arah kebijakan, serta memilih kepengurusan periode mendatang, tetapi hendaknya juga sebagai momentum untuk melakukan perenungan panjang terkait posisi IMM.

Sebagai wadah gerakan mahasiswa Islam di bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kemahasiswaan, IMM harus mampu berperan mengawal peradaban dan menjadi pemantik perubahan sejarah. Karena itu, dalam bermusyawarah saya minta dilakukan dengan kepala dingin. Berbeda pendapat itu wajar, tetapi hendaknya disikapi dengan bijaksana dan dicarikan solusi terbaiknya. Caranya dengan senantiasa mengembangkan budaya

rembugan.

Hal ini saya

(15)

sampaikan karena musyarawah atau

rembugan

ini juga sudah diakui dan ada di dalam Pancasila sebagai pedoman hidup dan salah satu

local wisdom

masyarakat Indonesia. Karena itu, saya minta IMM juga memahami dan mengimplementasikan Pancasila dengan baik. Jangan sampai paham sekulerisme, individualisme, konsumerisme itu merusak tatanan budaya dan tradisi kita.

Peserta Musywil yang saya banggakan;

Berbicara tentang kebangkitan suatu peradaban manusia, tidak terlepas dari peran pemuda. Mahasiswa merupakan bagian dari pemuda yang memiliki ciri khas tersendiri. Sejarah telah mencatat bagaimana peran pergerakan mahasiswa Indonesia dalam momentum-momentum besar yang terjadi di negeri ini. Dari zaman perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi saat ini mahasiswa memegang peranan penting bersama pergerakannya yang tak kenal henti. Mahasiswa adalah harapan dan tumpuan yang menjadi pilar kebangkitan umat. Dalam setiap kebangkitan, harus dimaknai dengan semangat berani mengevaluasi diri dan penguatan komitmen seluruh komponen maupun potensi bangsa untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Evaluasi diri dan penguatan komitmen penting dilakukan, mengingat rasa persatuan dari bangsa majemuk ini semakin tergerus. Semangat persatuan untuk menjunjung tinggi sikap nasionalisme yang dulu didambakan kini menjadi kekhawatiran bersama. Konflik antaretnis, antaragama, tawuran antarpelajar maupun warga, konflik horizontal dan sebagainya adalah fenomena kebangsaan yang perlu disikapi secara hati-hati. Demikian pula sikap dan perilaku yang mengutamakan kepentingan perorangan dan golongan, superioritas kelompok tertentu, perilaku korupsi, sekat pemisah antara

'we and them'

harus dihilangkan.

Sebagai kelompok orang-orang terdidik, sejatinya mahasiswa memikul tanggung jawab berat. Mahasiswa harus berpikir panjang, banyak beramal, bijak dalam menentukan sikap, menjadi penyelamat kebenaran, dan menunaikan hak-hak umat dengan sebaik mungkin agar mampu mengawal perubahan sosial ke arah yang lebih baik.

Posisi mahasiswa sebagai pengusung nilai-nilai moral dalam konteks kebangsaan menjadi sangat strategis dan menarik untuk dikaji. Mahasiswa merupakan potensi terpendam dalam merespon setiap perkembangan yang berkaitan dengan kemaslahatan umat. Dalam kilasan sejarah, baik pada

scope

nasional, regional dan internasional urgensi dan daya dobrak mahasiswa sudah terbukti mampu memotori terjadinya perubahan.

Yang perlu digarisbawahi, setiap kurun waktu menuntut peran yang berbeda dari mahasiswa. Setiap masa ada pahlawan atau pejuangnya masing-masing. Karena itu, anggota IMM dituntut menjadi anak zaman yang senantiasa

(16)

mampu menyesuaikan peran yang harus diembannya, bahkan peran yang sulit sekalipun.

Di era globalisasi, perkembangan mutakhir teknologi informasi menyebabkan batas-batas geografis semakin memudar, tidak ada lagi batas wilayah dari penerimaan informasi. Kita semua dihadapkan pada kondisi melimpahnya arus informasi yang masuk ke Indonesia, apalagi sejak era keterbukaan informasi. Dapat dikatakan bahwa segala macam informasi baik positif maupun yang bersifat merusak dapat tersaji ke hadapan kita dengan sekali “klik”.

Dalam hal ini, IMM dituntut untuk berani dan dan siap meluruskan dan mengoreksi informasi yang berpotensi merusak nilai budaya dan agama. Selain itu, anggota IMM wajib memiliki kompetensi dan integritas sebagai pemegang tongkat estafet perjalanan bangsa tanpa keluar dari

khittah

perjuangannya sebagai seorang muslim. IMM sebagai bagian dari mahasiswa muslim saya harap merepresentasikan nilai-nilai Islam dalam pentas kehidupan. IMM harus berhasil membangun karakter atau pribadi utuh. Kekayaan ilmu dan profesional harus disempurnakan dengan nilai-nilai spiritual dan akhlak dalam memainkan perannya mengawal peradaban.

Hadirin yang saya hormati;

Setidaknya ada 4 (empat) peran yang saya harap dapat dimiliki oleh anggota IMM, yaitu:

Pertama, sebagai motor penggerak dan pelopor kebangkitan bangsa. Dimulai dengan serius menimba ilmu, mengentalkan islam dalam hati, dan buktikan dengan amalan terbaik. Jangan hanya sibuk mengkritik orang tapi kritik lah diri sendiri apakah sudah baik diri ini mengemban amanah sebagai mahasiswa. Jangan sibuk menjelekjelekan orang tapi lihat dahulu, adakah keburukan pada diri kita sebagai pemuda harapan bangsa.

Insya

Allah mahasiswa muslim intelektual akan menjadi solusi dari persoalan bangsa ini.

Kedua, sebagai agen perubahan

(agent of change).

Apa yang dilakukan mahasiswa saat ini akan menjadi cerminan bangsa di masa yang akan datang. Jika saat ini mahasiswa berleha-leha, malas, dan urung belajar maka hasilnya akan berakibat buruk pada masa depan bangsa. Sebaliknya jika mahasiswa rajin, terus belajar, tiada henti berjuang membela keadilan dan kebenaran maka dapat ditebak kemudian, bangsa ini akan menjadi bangsa yang jaya.

Ketiga, sebagai calon pemimpin masa depan. Regenerasi merupakan keniscayaan kehidupan. Demikian pula dengan kelangsungan ke-hidupan bangsa dan negara. Bangsa ini membutuhkan regenerasi, mengganti

(17)

generasi terdahulu dengan generasi baru dengan semangat baru. Di sinilah anggota IMM harus disiapkan untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang. IMM harus siap dengan segala tuntutan untuk mengemban amanah sebagai calon pemimpin masa depan, yaitu pemimpin bertakwa, berwawasan luas, dan memiliki kemampuan memimpin yang baik.

Keempat, sebagai generasi pembaharu yang mampu memperbaiki dan memperbaharui kerusakan yang ada serta menata Indonesia menuju ke kehidupan yang sejahtera dan bermartabat. Generasi pembaharu adalah generasi yang cerdas dan inovatif dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat, mandiri, serta santun dalam bertutur dan bertindak. Kata-katanya mampu memotivasi dan memberikan inspirasi bagi semua lapisan masyarakat.

Terkait agenda Musywil untuk memilih kepengurusan, maka saya berharap dapat dipilih figur-figur yang pas. Kader yang kuat semangat juangnya dan sekaligus tahu persis tantangan zaman saat ini serta bagaimana menghadapinya. Dalam hal ini, Pengurus IMM Jawa Tengah yang nanti terpilih hendaknya dapat melaksanakan program kerja yang aplikatif, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Selanjutnya dengan mengucap ”

Bismillaahirohmaannirrohiim

”Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-17 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah,” secara resmi saya BUKA dan DIMULAI.

SELAMAT BERMUSYAWARAH.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya. Wabillahitaufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

(18)

ATUR PANGANDIKAN GUBERNUR JAWI TENGAH

ING ADICARA

PAMBUKAAN RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT) KOPERASI MITRA BHAKTI NUSANTARA (KOMITRA) TAHUN BUKU 2014

SOLO, 4 JUNI 2015 Assalamu’alaikum Wr. Wb;

Sugeng enjang lan salam sejahtera tumrap kita sami.

Ingkang kula urmati, Asisten Deputi Kelembagaan lan UKM, Kementerian Koperasi lan UKM RI;

Jajaran Birokrasi Pamarintah Provinsi Jawi Tengah;

Pangarsa Dewan Pembina lan sedaya Pengurus Koperasi Mitra Bhakti Nusantara (KOMITRA); Panitia lan Panyarta RAT;

Para rawuh ingkang sanget kula urmati;

Kairing raos syukur dhumateng Gusti Allah ingkang Maha Kuwaos,

Alhamdulillah

kita tansah pinaringan nikmat kasarasan, sahengga ing kalo-dhangan punika saged ngrawuhi adicara “Pambikaan Rapat Anggota Tahunan Koperasi Mitra Bhakti Nusantara (KOMITRA) Tahun Buku 2014”.

Atas nami Pamarintah Provinsi Jawa Tengah kawula aturaken “penghargaan” atas diselenggarakannya RAT ini, disertai harapan forum ini benar-benar dijadikan sarana pertanggungjawaban pengurus kepada anggota secara transparan, serta untuk menyatukan persepsi dan program kegiatan Koperasi Mitra Bhakti Nusantara ke depan untuk kemajuan bersama. Karena itu, seluruh peserta RAT saya minta dapat memahami substansi dari isi laporan yang disampaikan oleh Pengurus dan Pengawas, sehingga mengetahui konsekuensi dari persetujuan yang telah diberikan.

Hadirin yang saya hormati;

Sengaja di awal sambutan saya menggunakan Bahasa Jawa, karena sesuai Pergub Nomor 55 Tahun 2014, setiap Hari Kamis, kami mencoba

(19)

membiasakan penggunaan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi di lingkungan kerja. Memang tidak mudah, namun kami semua terus belajar agar Bahasa Jawa yang merupakan “Bahasa Ibu” masyarakat Jawa Tengah tetap lestari. Namun demikian, mengingat peserta RAT ini berasal dari perwakilan beberapa provinsi di Indonesia, maka agar apa yang saya sampaikan dapat dipahami dengan baik, selanjutnya akan saya sampaikan dalam Bahasa Indonesia.

Diantara Saudara-saudara mungkin ada yang bertanya, "Apakah dalam era globalisasi dewasa ini koperasi masih relevan sebagai institusi rakyat untuk memperjuangkan bisnis dan ekonominya?" Banyak orang mungkin meragukan kemampuan koperasi dalam mengangkat perekonomian masyarakat. Namun saya masih tetap optimis bahwa koperasi masih bisa diandalkan, keyakinan saya ini tidak semata-mata didasarkan pada laporan Saudara Ketua Koperasi Mitra Bhakti Nusantara tentang berbagai porgram yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan, tetapi juga didasarkan pada berbagai data mengenai peran koperasi pada ekonomi modern di negara-negara maju.

Fakta menunjukkan bahwa dalam era ekonomi modern, institusi koperasi dapat diandalkan menjadi institusi ekonomi yang mampu tidak hanya memperkuat posisi tawar para anggotanya dalam bisnis, tetapi juga perekonomian negara pada umumnya. Sehingga lembaga koperasi dapat menjadi andalan masyarakat untuk memperbaiki kesejehteraannya.

Karena itu, institusi koperasi masih sangat relevan dalam mengangkat perekonomian masyarakat anggotanya, bahkan perekonomiannya negara. Hal ini tentunya tidak lepas dari ajaran pokok koperasi yang mengedepankan demokrasi ekonomi. Doktrin "dari, oleh dan untuk anggota" menunjukkan adanya kesadaran bahwa untuk memperbaiki kehidupan mereka, hanya mungkin dicapai oleh mereka sendiri.

Hadirin yang saya hormati;

Sejak awal didirikan, koperasi menjalankan fungsi dan peran demokrasi yang tercermin dari prinsip keanggotaannya yang bersifat sukarela dan terbuka. Kemudian dalam pengelolaannya, koperasi dikelola secara demokratis. Prinsip demokrasi disini menunjukkan bahwa pengelolaan dilakukan atas kehendak dan keputusan para anggota. Para anggota itulah yang memegang dan melaksanakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi.

Setiap anggota mempunyai hak untuk bebas berpendapat serta memperoleh pelayanan yang sama. Sementara di sisi lain setiap anggota se-kaligus mempunyai kewajiban untuk berpartisipasi secara aktif baik secara ekonomi maupun non-ekonomi guna mengembangkan koperasi.

(20)

Khusus mengenai pengelolaan Koperasi Mitra Bhakti Nusantara, pastikan bahwa koperasi ini dikelola secara profesional, dengan menge-depankan transparansi dan kejujuran serta didukung oleh sumber daya yang menguasai informasi dan teknologi, sehingga Koperasi Mitra Bhakti Nusantara dapat berkembang dengan baik dan mensejahterakan para anggotanya. Tentunya semua ini akan terwujud apabila kita semua bersatu padu untuk membesarkan Koperasi Mitra Bhakti Nusantara.

Ke depan, saya harapkan agar koperasi ini dapat berperan secara aktif dalam pengembangan Koperasi Mitra Bhakti Nusantara dari 17 Provinsi di Indonesia. Untuk itu perlu dipikirkan adanya peningkatan organisasi Koperasi Mitra Bhakti Nusantara, sehingga terbangun sinergi yang saling menguntungkan antara koperasi yang ada. Atas segala hasil-hasil yang telah dicapai oleh pengurus koperasi, saya ingin mengucapkan “Terima kasih”, kedepan pengurus koperasi harus dapat bertindak dan berbuat lebih banyak agar Koperasi Mitra Bhakti Nusantara, termasuk dapat memenuhi segala kebutuhan pegawai, tentu harus dikembangkan kerja sama dari berbagai pihak.

Hadirin yang saya hormati;

Sebagai insan koperasi dan UMKM yang menjalankan kegiatan usaha, kita semua wajib, melaksanakan dan mentaati semua peraturan yang ada, karena peraturan tersebut akan memudahkan peran pemerintah dalam melakukan pengembangan, penyehatan, penguatan serta pengawasan terhadap Koperasi dan UMKM.

Dalam hal ini, memajukan koperasi tentu harus ditunjang dengan kemampuan managerial dan kinerja yang lebih mantap, serta diperlukan langkah progresif dan inovatif yang sinergis antara pengelola, anggota dan masyarakat, sehingga timbul komitmen yang kuat dalam memberdayakan dan membantu masyarakat. Karena itu, dalam rangka peningkatan kinerja koperasi yang akan datang, saya minta segenap pengurus, pengawas dan pengelola Koperasi Mitra Bhakti Nusantara agar melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Pembenahan-pembenahan baik dari segi organisasi/lembaganya maupun

inovasi dalam pengelolaan usaha dan juga terus mengembangkan kemampuan SDM pengawas, pengurus dan pengelolanya.

2. Patuhi etika perkoperasian serta taat azas sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga penerapan di lapangan benar-benar sesuai dengan jati diri koperasi.

3. Mengingat koperasi adalah suatu lembaga usaha yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi antar kepentingan anggota-anggotanya, maka pengelolaannya harus profesional dan berbasis kompetensi.

(21)

4. Koperasi diharapkan sebagai salah satu lem-baga usaha alternatif yang dapat membantu peran Pemerintah dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja.

5. Berikan fasilitasi pembiayaan kepada usaha mikro kecil anggotanya didalam permodalan pengembangan usaha.

Saya menyadari, bahwa dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan Koperasi adalah tidak mudah, penuh tantangan dan kendala. Untuk itu, diperlukan perhatian dan komitmen yang tinggi. Jadi, tingkatkan pembinaan dan pengembangan perkoperasian dengan jiwa, semangat, prinsip dan nilai-nilai koperasi.

Terkait kegiatan Rapat Kerja, Sertifikasi Pengurus KOMITRA Pusat dan Perwakilan Kabupaten/Kota, serta Penataran Teknis di bidang pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan yang akan diikuti oleh para pengurus perwakilan KOMITRA dari 17 Provinsi di Indonesia yang dilaksanakan bersamaan RAT kali ini, saya ucapkan selamat mengikuti kegiatan ini, disertai harapan semoga dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang optimal.

Para rawuh ingkang minulya;

Mekaten samukawis babagan ingkang saged kula aturaken ing kalodhangan punika.

Saklajengipun kanthi maos

Bismillaahirrohmaanirrohiim, “

Rapat Anggota Tahunan Koperasi Mitra Bhakti Nusantara (KOMITRA) Tahun Buku 2014”, kanthi resmi kula BIKAK dan KAWIWITAN.

Matur nuwun kawigatosanipun. Wabillahitaufik wal hidayah.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

(22)

ATUR PANGANDIKAN WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH

ING ADICARA

PAMBIKAAN WORKSHOP KANTHI IRAH-IRAHAN: “LANJUT USIA INDONESIA SEBAR SATU ORANG SATU (SOS)

UNTUK KESEJAHTERAAN LANJUT USIA” SEMARANG, 4 JUNI 2015

Assalamu’alaikum Wr. Wb;

Sugeng enjang lan salam sejahtera tumrap kita sami. Ingkang kula urmati, Jajaran Birokrasi Pamarintah Provinsi Jawi Tengah; Sekretaris lan Anggota Komda Lansia Provinsi Jawi Tengah;

Paranpara, Panitia lan Panyarta Workshop;

Para rawuh ingkang sanget kula urmati;

Kairing raos syukur dhumateng Gusti Allah ingkang Maha Kuwaos,

Alhamdulillah

kita tansah pinaringan nikmat kasarasan, sahengga ing kalo-dhangan punika saged ngrawuhi adicara Pambikaan Workshop kanthi irah-irahan: ”Lanjut Usia Indonesia Sebar Satu Orang Satu (SOS) untuk Kesejahteraan Lanjut Usia”

Kegiatan ingkang dipun prakarsai Biro Bina Sosial makaryo sesarengan kaliyan Komda Lansia Provinsi Jawi Tengah minangka pengetan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2015 punika sae sanget, amargi saged maringi tulada tumrap kita sami wonten ing bebrayan agung minangka lansia ingkang tansah sehat lair batos ugi sosialipun supados paring manfaat lan bermartabat.

Saklajengipun, gegandengan kaliyan workshop puniko, kulo ugi ngaturaken panghargyan ingkang tanpa upami. Workshop puniko minangka sarana kangge ningkataken ilmu, pangertosan lan kesepahaman sarta paneguhan komitmen kita sedaya supados lansia saged ngleksanaaken peranipun kanthi optimal.

(23)

Sengaja di awal sambutan saya menggunakan Bahasa Jawa, karena sesuai Pergub Nomor 55 Tahun 2014, setiap Hari Kamis, kami mencoba membiasakan penggunaan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi di lingkungan kerja. Memang tidak mudah, namun kami semua terus belajar agar Bahasa Jawa yang merupakan “Bahasa Ibu” masyarakat Jawa Tengah tetap lestari. Namun demikian, agar apa yang saya sampaikan dapat dipahami dengan baik, selanjutnya akan saya sampaikan dalam Bahasa Indonesia, yaitu hal-hal terkait dengan tema workshop sebagaimana yang telah ditetapkan oleh panitia.

Pada kesempatan yang sangat baik ini, saya ingin mengingatkan bahwa penuaan adalah proses yang pasti dialami semua makhluk di muka bumi, tak terkecuali pada manusia.

Menjadi tua bukan berarti menjadi tidak berguna, namun sebaliknya harus dimaknai sebagai periode berguna dalam bentuk kebijaksanaan, karena pengetahuan dan pengalamannya dalam menempuh kehidupan. Menjadi lansia tentunya harus menjadi manusia bijaksana, dengan memanfaatkannya sebagai tempat rujukan bagi kaum yang lebih muda.

Dari tahun ke tahun, pertumbuhan dan proporsi penduduk lansia semakin bertambah, seiring meningkatnya pelayanan pembangunan. Untuk itu, para lansia Jawa Tengah harus memposisikan diri sebagai potensi pembangunan yang mampu sejahtera dan bermartabat, bukan menjadi beban pembangunan. Sebagai pelaksana pembangunan kesejahteraan sosial, peran serta para lanjut usia sangat penting. Hal ini disebabkan, para lansia adalah tokoh yang dapat berfungsi sebagai pemelihara nilai dan norma sosial, mereka adalah penjaga rambu-rambu sosial, lembaga pelestari nilai-nilai kesetiakawanan sosial, sekaligus pewaris budaya bangsa.

Hadirin yang saya hormati;

Munurut Drs. Titus K. Kurniadi/Pemerhati lansia, setidaknya ada 4 (empat) pilar kehidupan di usia lanjut, yaitu: pertama, sehat fisik, jiwa dan sosial yang merupakan pilar utama; pilar kedua, adalah sejahtera, yang berarti secara ekonomi hidup berkecukupan agar dalam usia lanjut tidak perlu meminta dan mengharap belas kasihan orang lain, termasuk tidak mengganggu anak dan cucunya; selanjutnya pilar ketiga adalah keluarga yang harmonis, suami istri yang akur, tidak saling mencari kesalahan, tetap memelihara kasih sayang serta dikerumuni anak cucu yang juga memberikan dukungan kebahagiaan serta keceriaan hidup yang harmonis dan penuh canda. Pilar keempat adalah hidup yang mandiri, bermartabat dan bermakna.

Saya minta para lansia Jawa Tengah agar senantiasa dapat menjaga kondisi fisik, mental spiritual, dan sosialnya, sehingga dapat menjalankan perannya secara optimal. Menjaga kesehatan fisik disini, yang saya maksudkan

(24)

adalah bahwa masa lansia harus dihadapi dengan tetap sehat dan aktif, jadi harus disiapkan sedini mungkin, bukan hanya pencegahan penyakit pada masa pralansia dan lansia. Mengapa? Karena sehat hari ini adalah investasi untuk sehat di masa lansia.

Untuk itu, lansia membutuhkan keteladanan (contoh) bagaimana menjadi lansia yang tangguh. Selain itu, lansia juga memerlukan kegiatan yang dapat membangkitkan semangat agar dapat terus bermanfaat bagi lingkungannya. Keberhasilan seorang lansia bukan dilihat dari seberapa materi yang dapat dikumpulkan ketika muda, namun bagaimana menjalani kehidupan dengan penuh amal ibadah dan sanggup menyongsong masa hayat secara ikhlas.

Tentu saja diperlukan adanya dukungan yang pasti dan mengikat dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah, baik itu berupa Undang-undang maupun Peraturan Daerah, agar para lansia dapat melaksanakan perannya secara op-timal. Karena itu, saya minta

workshop

ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menghimpun gagasan, pemikiran, dan saran sebagai bahan masukan yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi seluruh peserta.

Sebagai pembina lansia di Jawa Tengah, saya ingin mengucapkan “Terima kasih” kepada seluruh lansia yang hadir dari berbagai macam organisasi maupun paguyuban lansia, termasuk para pemerhati kelanjutusiaan. Meskipun telah berusia lanjut, namun masih bersemangat dalam melakukan kegiatan maupun hal-hal yang positif, sehingga bisa disebut “tua berguna dan berkualitas”.

Para rawuh ingkang minulya;

Mekaten samukawis babagan ingkang saged kula aturaken ing kalodhangan punika.

Saklajengipun kanthi maos

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

Workshop “Lanjut Usia Indonesia Sebar Satu Orang Satu (SOS) untuk Kesejahteraan Lanjut Usia”, kanthi resmi kula BIKAK dan KAWIWITAN.

Matur nuwun kawigatosanipun. Wabillahitaufik wal hidayah Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

(25)

ATUR PANGANDIKAN GUBERNUR JAWI TENGAH

ING ADICARA

PANERIMAAN KUNJUNGAN KERJA KOMISI D DPRD PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

KE PROVINSI JAWA TENGAH SEMARANG, 4 JUNI 2015 Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sugeng siang lan karaharjan tumrap kita sedaya.

Ingkang kimurmatan, Pangarso lan para anggota Komisi D DPRD Kalimatan Tengah soho rombongan;

Rekan-rekan Birokrasi Pamrintah Provinsi Jawi Tengah; Para rawuh ingkang minulya;

Konjuk syukur dhumateng Gusti Allah Ingkang Maha Kuwaos, ing kalodhangan siang puniko kita saged sesarengan hangestreni Kunker Komisi D Provinsi Kalimatan Tengah, kanthi maksud lan tujuan minangka studi banding babagan Balai Latihan Kerja (BLK), pemberdayaan masyarakat desa lan pembangunan infrastruktur mergi ing jalur pantura Jawi Tengah.

Minangka wakil saking Pamrintah Daerah lan masyarakat Jawi Tengah, kulo ngaturaken ”Sugeng Rawuh lan Maturnuwun” bilih Jawi Tengah dados lokus kunker puniko. Mugi-mugi kunjungan puniko saged langkung ngraketaken hubungan kita sami lan dados sarana efektif kangge pasinaon pados gambaran ingkang utuh babagan pembangunan ing Jawi Tengah, kados ingkang dipun pangajab. Dados menawi samangke nglaksanaaken tinjauan dumateng BLK, desa Pongok Polanharjo Klaten lan ruas mergi Brebes-Tegal, kulo suwun saged dipun optimalaken, sahenggo rencang-rencang sedaya pikantuk informasi ingkang langkung kathah. Saklajengipun, babagan ingkang sae saged diadopsi kangge nyengkuyung kemajengan pembangunan ing Provinsi Kalimantan Tengah.

Mboten kesupen, mumpung wonten ing Jawi Tengah, kulo aturi rencang-rencang sedaya monggo sami-sami mirsani dateng panggenan wisata

(26)

ing Jawi Tengah. Wonten Lawang sewu, Kelenteng Sam Po Kong, Kota lama, lan sakpanunggalane ing Kitha Semarang. Mekaten ugi ing kitha-kita sanesipun, taksih katah papan panggenan ingkang sae. Kulo pitados, rencang-rencang sedaya mboten kuciwo mirsani wisata Jawi Tengah. Panjenengan panci takjub mirsani kaendahan pesona wisata ing Jawi Tengah.

Hadirin yang berbahagia;

Saudara semua tentu heran mengapa saya menggunakan bahasa Jawa. Hal tersebut karena menurut Pergub Nomor 55 tahun 2014 bahwa setiap hari Kamis, kita yang ada di Jawa Tengah harus menggunakan bahasa Jawa sebagai sarana komunikasi di lingkungan pekerjaan. Memang tidak mudah, tetapi harus terus kami biasakan agar Bahasa Jawa sebagai Bahasa Ibu masyarakat Jawa Tengah bisa lestari. Tetapi karena saat ini kami menerima tamu dari luar Jawa Tengah, yaitu Komisi D DPRD Kalimantan Tengah, dimana penguasaan bahasa Jawanya kurang, maka saya selanjutnya akan menggunakan bahasa Indonesia agar apa yang saya sampaikan bisa diterima dengan baik.

Hadirin yang saya hormati;

Sebelum masuk pada pokok materi, terlebih dulu perlu saya sampaikan kondisi geografis Jawa Tengah. Luas wilayah Provinsi Jawa Tengah 3,25 juta hektar atau 1,70% dari luas Indonesia, yang secara administratif terbagi menjadi 29 kabupaten dan 6 kota, yang meliputi 573 kecamatan dan 8.577 desa/kelurahan. Berdasarkan hasil sensus BPS tahun 2010, jumlah penduduk Jawa Tengah sebanyak 32,38 juta jiwa, dimana 65% penduduk Jawa Tengah tersebut tinggal di perdesaan dan mayoritas menjalani karya usaha pada sektor pertanian dalam arti luas, UMKM, dan industri padat karya.

Karena itu pelaksanaan kegiatan pembangunan Jawa Tengah senantiasa mengedepankan pendekatan kultural dan sosial kemasyarakatan. Gotong royong menjadi karakter dan jatidiri masyarakat yang terus diuri-uri. Begitu pula rembugan menjadi bagian dari upaya yang terus kami kembangkan untuk menyelesaikan setiap persoalan. Kami juga terus mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan sebagai basis kekuatan pembangunan Jawa Tengah. Kemandirian terus kita kembangkan sebagai peneguhan diri dan tekad mewujudkan Jawa Tengah yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang ke-budayaan.

Jadi, kalau nanti diagendakan tinjauan lapangan ke desa Pongok Polanharjo Klaten, maka rekan-rekan semua akan mendapatkan banyak pengalaman dan hal baru tentang nilai-nilkai kegotong royongan dan swadaya masyarakat pada kegiatan pembangunan yang begitu tinggi. Bagaimana Pemerintah dan masyarakat desa bisa nyengkuyung mendayagunakan potensi

(27)

desanya dengan sangat baik sehingga berkembang maju memberikan kon-tribusi bagi pendapatan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Inilah keberdikarian desa yang terus kami dorong. Dalam hal ini, keberdikarian desa dibangun berbasis pada potensi sumberdaya mnusia, sumberdaya alam lokal dan kawasan, modal sosial, kearifan lokal dan modal spiritual. Desa Berdikari adalah desa yang: (1) mandiri dalam pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, papan, energi, pendidikan dan kesehatan); (2) mampu menyelesaikan persoalan atas dasar kemampuan sendiri; (3) adil dan berdaulat dalam pengambilan keputusan menyangkut hajat hidup warganya melalui rembugan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, kearifan dan budaya lokal; (4) mampu bekerjasama setara dan saling menguntungkan dengan pihak lain; serta (5) mampu berjejaring dan bergotong-royong dalam satu kesatuan kawasan.

Dalam rangka mendorong percepatan perwujudan Desa Berdikari, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015 memberikan stimuli melalui bantuan keuangan desa sebesar Rp. 349,12 milyar kepada 7. 809 Desa yang ada di Jawa Tengah. Perinciannya, untuk desa pemula sebesar Rp. 170,3 milyar sebanyak 3.406 desa (masing-masing sebesar Rp. 50.000.000,-) dan untuk desa prakarsa sebesar Rp.174,32 milyar (masing-masing sebesar Rp. 40.000.000,-) sebanyak 4.358 desa, dan desa berdikari sebesar Rp.4,5 milyar (masing-masing sebesar Rp. 100. 000.000,-) sebanyak 45 desa.

Begitu pula tahun 2014, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah memberikan bantuan keuangan kepada 7.809 desa di 537 Kecamatan dari 29 Kabupaten se-Jawa Tengah, meliputi 1.356 desa yang masuk kategori desa miskin tinggi memperoleh masing-masing Rp 100 juta rupiah. Kemudian 2.080 desa miskin sedang memperoleh masing-masing Rp 60 juta rupiah, dan 4.373 desa miskin ringan, masing-masing memperoleh Rp 40 juta rupiah.

Desa berdikari seperti inilah yang terus kami dorong sebagai upaya persiapan agar desa-desa di Jawa Tengah mampu mengimplementasikan UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Hal ini penting mengingat berdasakan UU tersebut, Desa mempunyai kewenangan yang sangat luas. Kewenangannya meliputi hak asal usul dan kewenangan lokal skala desa. Jadi, desalah yang mempunyai peranan luar biasa untuk membangun dirinya sendiri.

Perlu kami sampaikan bahwa dalam rangka mendorong percepatan pembangunan desa berbasiskan pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukankan berbagai intervensi program/kegiatan antara lain :

1. Mempercepat gerakan perekonomian desa dengan mendorong pendirian BUMDES,

(28)

2. Memperkuat kedaulatan pangan dengan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM), Cadangan Pangan Pemerintah Desa (CPPD), Mandiri Pangan dsb, 3. Memperkuat infrastruktur perdesaan melalui bantuan keuangan kepada

pemerintahan desa.

4. Memperkuat kelembagaan masyarakat dan pemerintahan desa, mempertahankan budaya gotong royong dan rembugan di masyarakat.

Hadirin yang berbahagia;

Selanjutnya terkait tinjauan lapangan ke BLK Provinsi Jawa Tengah, saya harapkan dapat memberikan informasi menyeluruh tentang kondisi BLK di Jawa Tengah. Perlu saya sampaikan bahwa di Jawa Tengah, pengembanngan BLK sangat penting karena mampu mendukung pengentasan kemiskinan dan pengangguran sebagai problem utama kami.

Saat ini jumlah pengganggur di Jawa Tengah mencapai 970 ribu lebih, dengan tingkat pendidikan angkatan kerja 60 % didominir oleh lulusan SMP kebawah. Untuk memberdayakan angkatan kerja yang mempunyai tingkat pendidikan SMP kebawah, maka peran BLK sangat dibutuhkan sebagai sarana membekali kompetensi para angkatan kerja ini agar sesuai dengan permintaan pengguna dan masyarakat.

Peningkatan kompetensi yang dilaksanakan di BLK terbukti sangatlah membangtu para angkatan kerja. Bentuk pelatihannya yaitu bisa dilatih melalui program institusional (siswa belajar di BLK) dan non institusional (

MTU/mobile

training unit

) dengan mengerahkan instruktur maupun peralatan dan mesin untuk dibawa dimana masyarakat/angkatan kerja tersebut membutuhkan, misalnya di pedesaan. Program pelatihan yang dipilih disesuaikan dengan tingkat pendidikan angkatan kerja dan dipilih program program pendek mengacu kepada kualifikasi kerja dan standar kompetensi kerja yang dibutuhkan oleh pengguna maupun masyarakat.

Dengan demikian dalam waktu yang relatif singkat akan diperoleh peningkatan kompetensi angkatan kerja/penganggur untuk segera menggarap proses produksi barang dan jasa di industri atau membuka usaha mandiri masing masing.

Saat ini jumlah BLK milik pemerintah di Jawa Tengah ada 36 lembaga dan 1.314 lembaga milik swasta, terdiri dari

a. BLK Pusat : 2 lembaga, b. BLK Provinsi : 5 lembaga, c. BLK Kab/Kota : 29 lembaga, d. LPK Swasta : 1.314 lembaga.

(29)

Selanjutnya jenis kejuruan dan Jurusan, berdasarkan Kep Dirjen Bina Lattas, Nomor : 142/Lattas/2013 terdapat 20 Kejuruan dan 83 Sub Kejuruan.

Kemudian terkait dengan kondisi infrastruktur di BLK yang berupa Sarana dan prasarana pelatihan, dapat saya sampaikan bahwa sebagian besar masih belum memenuhi standar minimal pendirian BLK. Untuk itu kedepan akan dilakukan Reposisi BLK guna mendukung maupun mengantisipasi globalisasi, seperti dengan mengembangkan BLK Industri kreatif, BLK Pertanian, BLK Pariwisata, BLK Kewirausahaan, dan BLK TKI. Selain hal tersebut, dalam rangka menata kembali keberadaan BLK dilakukan Revitalisasi BLK, yang diarahkan untuk;

a. Peningkatan kualitas dan program pelatihan, b. Peningkatan sarana dan prasarana pelatihan, c. Peningkatan kompetensi SDM

d. Peningkatan manajemen

Selanjutnya untuk mendukung daya saing lulusan, maka pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan mengacu kepada program THREE IN ONE (pelatihan, sertifikasi, penempatan). Implementasi pelaksaaan pelatihan menggunakan pola CBT (

competency Base Trainning

) dengan menggunakan kerangka kualifikasi kerja dan standar kompetensi kerja sebagai acuannya, dan diteruskan dengan sertifikasi untuk mengetahui seberapa jauh kompetensi yang dimiliki oleh lulusan serta diakhiri dengan penempatan lulusan.

Untuk melaksanakan sertifikasi dilakukan oleh Lembaga sertifikasi profesi (LSP) . Jumlah LSP saat ini di Jawa Tengah ada 22 lembaga. Jumlah Tempat Uji Kompetensi (TUK) ada 258 dan Jumlah Master Asesor ada 11 orang serta Asesor ada 868 orang.

Hadirin yang berbahagia;

Selanjutnya terkait tinjauan ke ruas jalan Pantura di Brebes dan Tegal yang akan dilaksanakanakan besok, saya harapkan bisa memberikan informasi tentang bagaimana pembangunan ruas jalan disana. Pemilihan lokus di pantura Jawa Tengah ini, saya rasa sangat tepatkarena kondisi geografisnya hampir miripmirip dengan kondisi di Kalimantan Tengah. Jadi, nantinya teknis pembangunannya bisa langsung diadopsi untuk membangun jalan di sana.

Perlu saya sampaikan bahwa terkait pembangunann jalan, saat ini Jawa Tengah memberikan prioritas utama pada pembangunan infrastruktur, termasuk jalan. Kenapa infrastruktur menjadi prioritas ? Karena infrastruktur ini menjadi roda penting ekonomi Jawa Tengah, yaitu sebagai jalur transportasi dan nafas niaga masyarakat Jawa Tengah. Selain itu, keluhan

(30)

terhadap kerusakan infrastruktur khususnya jalan dan jembatan di Jawa Tengah setiap hari ada, apalagi setelah adanya bencana tanah longsor dan banjir. Maka makin banyak PR Jawa Tengah untuk memperbaiki infrastruktur.

Saat ini Jawa Tengah terus berupaya mengejar ketertinggalan dari provinsi lain. Tahun 2015 ini, kami telah, sedang dan terus melaksanakan program Jalan tanpa lubang di Jawa Tengah. Kami bertekad, semua jalan-jalan di Jawa Tengah harus baik. Paling tidak nggak ada lubang. Berbagai kanal-kanal kami buka untuk menampung masukan dan informasi masyarakat terkait adanya jalan berlubang. Alhamdulillah, masyarakat berperan serta aktif melaporkan jalan-jalan lubang di Jawa Tengah. Setelah mendapat laporan masyarakat tersebut, segera kita tutup lubang jalan itu.

Tahun 2016 nanti kami akan mencanangkan tahun infrastruktur pariwisata. Hal ini mengingat banyak potensi wisata yang dapat menambah PAD. Tetapi sayangnya tidak ditunjang dengan sarana prasarana memadai. Orang mau ke Bleduk Kuwu, malas, karena jalannya banyak yang rusak. Tidak hanya jalan tetapi juga sistem perkereta apian menuju kawasan wisata juga akan kami kembangkan. Seperti loco tour di Blora, Ambarawa dll. Jadi, sekali lagi perlu saya sampaikan bahwa penyediaan infrastruktur bukan saja menjadi komitmen kami, tetapi juga telah menjadi bagian dari tuntutan masyarakat yang harus dipenuhi. Tentu saja tuntutannya bukan sekedar pada kecepatan pembangunan, tetapi juga menyangkut aspek-aspek lainnya, seperti kualitas dan akuntabilitas pelaksanaan setiap proyek pembangunan infrastruktur yang dikerjakan. Artinya, saat ini kami terus bekerja cepat, tetapi dengan tetap memperhatikan aspek-aspek terkait kualitas pekerjaan pembangunan infra-struktur.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Mudah-mudahan silaturahmi ini mampu memberikan pemahaman dan informasi bagi kita semua yang lebih baik dan komprehensif. Selanjutnya, terhadap hal-hal yang bersifat teknis dapat dikomunikasikan dengan SKPD terkait.

Wabillahitaufik wal hidayah Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

(31)

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

UPACARA PENGAMBILAN SUMPAH/JANJI JABATAN DAN PELANTIKAN PEJABAT PENGAWAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA

TENGAH

SEMARANG, 5 JUNI 2015 Assalamu`alaikum Wr.Wb.

Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati Bapak Wakil Gubernur Jawa Tengah, Sekda, Para Asisten dan Pimpinan SKPD Provinsi Jawa Tengah;

Para pejabat Administrator dan Pengawas yang hadir; Para Rochaniawan; Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas ridho dan karunia-Nya, siang ini kita dapat bersama-sama hadir menyertai Upacara Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan dan Pelantikan Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Acara ini merupakan susulan dari acara Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan yang dilakukan pada tanggal 6 Mei 2015 lalu. Saya sebut susulan, karena pada saat itu yang bersangkutan belum sempat dilantik karena sedang mengikuti orientasi lapangan yang menjadi salah satu program dalam Diklat Kepemimpinan. Untuk itu, kepada Pejabat Pengawas yang baru saja diambil sumpah/janji jabatan dan dilantik, atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saya sampaikan “Selamat”. Inilah bagian dari reformasi birokrasi yang selama ini saya

sounding

-kan.

Mutasi, rotasi dan promosi jabatan ini hendaknya disikapi secara wajar sebagai kebutuhan dan dinamika organisasi. Penataan organisasi ini dilakukan berdasarkan kompetensi, kemampuan dan penilaian, hendaknya disikapi secara wajar, sehingga tidak mengganggu kinerja.

Tour of duty

dan

tour of area

ini diharapkan mampu menambah kematangan

panjenengan sami

dalam berkarya, sehingga pada saat mendapat amanah dan kesempatan menduduki jabatan yang lebih tinggi sudah siap.

(32)

Amanah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa dan kepercayaan yang diberikan pimpinan ini, hendaknya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Semakin diberikan amanah dan tanggungjawab yang lebih besar, maka Bapak/Ibu dituntut untuk lebih disiplin dan meningkatkan etos kerja, sehingga ke depan kinerja Bapak/Ibu semakin baik. Untuk itu, saya minta segera menyesuaikan diri di lingkungan kerja yang baru. Pahami tugas pokok dan fungsi untuk pengabdian kepada masyarakat dan membangun Jawa Tengah yang sejahtera dan berdikari- mBoten Korupsi, mBoten Ngapusi”.

Tantangan dalam bekerja dan tuntutan masyarakat terhadap kinerja kita saat ini sangat berat dan tidak dapat dicapai dengan

sak kepenake dewe.

Apa yang kita lakukan diawasi dan dimonitor oleh masyarakat selaku subjek dan objek pembangunan. Karena itu, kita harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk kritik, saran dan masukan untuk perbaikan kinerja pembangunan kita.

Panjenengan sami

harus dapat memenuhi harapan publik. Buktikan ketakutan yang disampaikan publik, bahwa pelaksanaan lelang jabatan hanya bohong, dan tidak benar dengan kerja keras dan profesional, untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah. Profesionalisme kerja itu, sekaligus menepis anggapan masyarakat, yang mengira lelang jabatan masih diwarnai dengan membayar untuk bisa menduduki jabatan tertentu, atau kedekatan dengan pihak tertentu agar bisa memiliki jabatan strategis. Apalagi, janji jabatan yang telah diucapkan, membawa konsekuensi yang sangat besar. Ada perintah jujur yang disaksikan Tuhan. Ada perintah untuk tidak menerima gratifikasi. Itu berat. Tetapi,

insya

Allah kalau bapak/ibu melaksanakannya dengan kerelaan hati, dengan ketulusan hati, semua itu akan terasa ringan. Tetapi, kalau berada pada posisi untuk mengejar sesuatu, maka akan memberatkan dan mengganggu kinerja.

Tagline “

mboten korupsi, mboten ngapusi’ harus menjadi

culture set

setiap PNS, sehingga, para PNS dapat bekerja dengan lebih semangat dan tenang. Saya berharap tidak ada diantara Bapak-Ibu yang main-main dengan hal itu, karena saya akan bertindak tegas. Semua jajaran pemerintah provinsi, hendaknya senantiasa menjaga kebijakan yang diambil Gubernur. Prinsipnya, rakyat harus dilayani dengan baik.

Saya percaya

knowledge

yang Bapak-Ibu miliki cukup bagus. Keterampilan yang Bapak-Ibu miliki cukup serta sikap dan perilaku Bapak-Ibu baik. Asumsi ini saya bangun sebagai sikap positif saya untuk memandang Bapak-Ibu ketika nanti akan melaksanakan tugas. Artinya, saya tidak akan mentolerir ketika saya menemukan sebaliknya.

(33)

Saya mengakui, seleksi terbuka yang dilakukan pertama kali ini, masih ada kekurangan. Untuk itu, akan terus dilakukan penyempurnaan terhadap sistem yang ada. Termasuk, melakukan penyegaran dengan memutar karyawan antar-SKPD. Cara tersebut juga sekaligus menepis keinginan para PNS untuk pindah di salah satu SKPD tertentu. Karena itu, sekali lagi pahami dengan benar tupoksi dan lingkungan strategis Bapak-Ibu agar dapat bekerja dengan

bener

dan

pener

.

Kepada para Pejabat yang dilantik hari ini, saya minta dapat memahami dan memaknai filosofi, bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan baik. Bukan jabatan untuk diperebutkan dan sebagai kesempatan meraup kekayaan. Karena, kalau jabatan dimaknai “supaya kaya”, akhirnya yang terjadi adalah saling berebut jabatan, saling menjatuhkan dan korupsi. Akibatnya, masuk penjara, pembangunan tidak bisa maju dan rakyat jadi sengsara. Kalau rakyat sampai bertindak anarkhi, maka bisa terjadi reaksi sosial dan Jawa Tengah menjadi hancur lebur.

Sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat, kita harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat dalam upaya mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang sejahtera dan berdikari-

mboten korupsi, mboten ngapusi.

Satu hal yang harus diingat, pejabat Eselon IV adalah pemimpin lini yang paling dekat staf dalam pelaksanaan program kerja dan kegiatan masing-masing instansi. Karena itu, harus memahami dengan benar tentang teknis pelaksanaan program dan kegiatan, serta tetap berpedoman pada 6 (enam) tepat, yaitu: tepat/tertib administrasi, tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran, tepat manfaat, serta tepat/taat aturan. Apalagi, triwulan II sudah memasuki bulan ketiga, maka saya minta program/kegiatan yang belum dilaksanakan segera dilaksanakan bahkan dilakukan percepatan agar tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran. Selain itu, belajar dari saudara kita dari Biro Humas yang baru saja dipanggil Allah SWT, maka di sela-sela Bapak-Ibu melaksanakan tugas dan tanggung jawab, kesehatan adalah prioritas utama yang harus tetap dijaga.

Lakukan pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi, olahraga dan istirahat secukupnya.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Selamat bertugas.

Semoga Allah S.W.T. meridhoi dan memberi kan kemudahan atas usaha luhur kita.

(34)

Wabillahitaufik wal hidayah, Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

(35)

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH

TAHUN 2015

BANJARNEGARA, 5 JUNI 2015 Assalamu'alikum Wr. Wb;

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati Pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI/Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (PPPEJ);

Unsur FKPD Provinsi Jawa Tengah; Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah;

Sekda beserta rekan-rekan birokrasi Provinsi Jawa Tengah; Bupati/Walikota se-Jawa Tengah;

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Luk Ulo, Balai Pengawas Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Serayu Opak Progo dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah;

Para Penerima penghargaan, Para Kepala Desa dan masyarakat Banjarnegara yang saya cintai;

Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,

Alhamdulillah

pagi ini kita masih diberi nikmat sehat dan kesempatan sehingga dapat bersama-sama hadir menyertai “Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015".

Saya menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan yang dirangkai dengan berbagai kegiatan pendukung yang

pro environment,

termasuk penyerahan hadiah dan penghargaan Adiwiyata, Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dan Kalpataru, serta

launching

Peraturan Desa tentang Pelestarian Lingkungan Hidup, bagi 6 (enam) Desa di 3 (tiga) Kabupaten, yaitu: Banjarnegara, Batang dan Grobogan. Apalagi

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :