PENGARUH PROMOSI DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI NASABAH PRODUK CICIL EMAS DI BANK MANDIRI SYARIAH KCP.

14 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENGARUH PROMOSI DAN KUALITAS PELAYANAN

TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI NASABAH

PRODUK CICIL EMAS DI BANK MANDIRI SYARIAH

KCP. MEDAN-MARELAN

The Influence Of Promotion And Quality Of Service To Decision To Become A Gold Customer Product Customer In Bank Mandiri Syariah Kcp. Medan-Marelan

Retno Alfhia1, Santi Arafah2,

1Prodi Ekonomi Syari’ah, Universitas Potensi Utama 2Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Potensi Utama

Universitas Potensi Utama, K.L. Yos Sudarso KM 6,5 No. 3A Tj. Mulia - Medan Email : retno_alfhia@yahoo.com, santiarafah@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi dan kualitas pelayanan terhadap keputusan menjadi nasabah produk cicil emas di Bank Syariah KCP. Medan-Marelan. Penelitian ini merupakan penelitin kuantitatif. Metode yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas, regresi linier berganda, uji asumsi klasik, dan uji t, uji f dan koefisien determinasi (R2). Populasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah semua nasabah produk cicil emas di BSM KCP. Medan-Marelan. Data yang digunakan adalah data primer yang di dapat secara langsung melalui kuisioner nasabah cicil emas BSM KCP. Medan-Marelan. Hasil penelitian menunjukan bahwa promosi dan kualitas pelayanan berpengaruh baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan membayar zakat. Hasil yang diperoleh dari uji koefisien determinasi (R2) adalah R square 0,606. Hal tersebut berarti 60,6 % keputusan menjadi nasabah

cicil emas dipengaruhi oleh Promosi dan Kualitas Pelayanan. Sedangkan sisanya sebesar 39,4 % dipengaruhi oleh variabel lain.

Kata kunci : KeputusanMenjadi Nasabah, Promosi dan Kualitas Pelayanan.

ABSTRACT

This study aims to determine the effect of promotion and service quality on the decision to become customers of gold installment products at KCP Syariah Bank. Medan-Marelan. This research is a quantitative research. The method used to test hypotheses is to use validity and reliability tests, multiple linear regression, classic assumption tests, and t tests, f tests and coefficient of determination (R2). The population and sample in this study were all customers of gold installment products at BSM KCP. Medan-Marelan. The data used are primary data that can be obtained directly through the BSM KCP gold installment customer questionnaire. Medan-Marelan. The results showed that promotion and service quality had a partial and simultaneous effect on the decision to become a customer of a gold installment product. The results obtained from the coefficient of determination test (R2) are R square 0.606. This means that 60.6% of the decisions to become gold installment customers are influenced by Promotion and Service Quality. While the remaining 39.4% is influenced by other variables.

(2)

1. PENDAHULUAN

Kebutuhan dana yang terus meningkat dan kadang mendadak munculnya, membuat kita harus slalu “sedia payung sebelum hujan”. Untuk bisa memenuhi kebutuhan pada saat kita membutuhkan uang, kita harus membuat rencana yang cermat dalam berinvestasi. Yang dapat di investasikan saat ini tidak hanya uang namun juga dapat berbentuk logam mulia (emas).

Investasi emas adalah salah satu jenis alat investasi yang menarik. Investasi emas di pandang oleh sebagian besar investor sebagai alat investasi aman dan sudah di lakukan sejak zaman dahulu. Investasi emas lebih mengguntungkan di bandingkan dengan investasi dalam bentuk uang kertas. Ketidakpastian inflasi dan ketidakpastian hasil inflasi yang terjadi pada uang kertas menjadi permasalahan yang sering mucul. Seperti pada grafik mengenai kurs rupiah terhadap dollar AS.

Perhatikan grafik mengenai kurs rupiah tergadap dollar As dibawah ini :

Dari gambar di atas dapat di lihat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS dari tanggal 05 Agustus 2019 sampai 02 Oktober 2019 yang terus mengalami kenaikan, walaupun sempat mengalami penurunan pada 13 September 2019 dengan Rp. 13.950 per 1 Dollar AS namun terus mengalami kenaikan sampai 02 Oktober 2019 sebesar Rp. 14.207 per 1 Dollar As.

Melemahnya nilai tukar mata uang terutama rupiah karena inflasi dan deflasi, serta harga emas yang cenderung naik menjadikan investasi emas cukup diminati dibandingkan investasi lainnya.

Dengan fenomena tersebut maka Lembaga Keuangan Syariah berlomba-lomba mengeluarkan produk investasi emas, tidak terkecuali Bank Mandiri Syariah. Produk emas yang dikeluarkan oleh BSM adalah BSM Cicil Emas dan BSM Gadai Emas.

BSM Cicil emas adalah fasilitas yang disediakan oleh Mandiri Syariah untuk membantu nasabah untuk membiayai pembelian/kepemilikan emas berupa lantakan (batangan). Cicil emas inilah yang di promosikan di Bank Mandiri Syariah. Keuntungan cicil emas di Bank Mandiri Syariah adalah nasabah dapat membeli logam mulia emas meskipun dana terbatas. Ketika membuka rekening cicil emas ini, bisa dengan cara mencicil hingga mencapai jumlah minimal pembelian. Harga perolehan emas ditentukan pada saat akad. Akad yang digunakan untuk produk cicil emas adalah pembiayaan menggunakan akad Murabahah (dibawah tangan), pengikat agunan dengan menggunakan akad Rahn (gadai).

BSM cicil emas merupakan produk baru yang ada di Bank Syariah Mandiri KCP. Medan-Marelan. Baru di buka pada bulan Juli 2019, namun sudah menarik minat nasabah untuk investasi emas di BSM KCP. Medan-Marelan. BSM membuka investasi emas mulai dari emas 10gr, 25gr, 50,gr, dan 100gr dengan uang muka 20% dari harga emas. Investasi dalam BSM cicil emas juga mempunyai persyaratan khusus yaitu dengan lama angssuran 1 tahun sampai dengan 5 tahun.

Berat Harga Harga Beli

LM

Emas Per

Gram Emas

10 645.000 6.450.000 25 640.000 16.000.000

(3)

50 637.000 31.850.000 100 635.000 63.500.000

Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan terhadap keputusan menjadi nasabah produk cicil emas di Bank Mandiri Syariah KCP. Medan-Marelan, secara garis besar mengalami kenaikan yang signifikan yang dapat penulis gambarkan pada grafik di bawah ini :

Berdasarkan grafik di atas dapat dijelaskan bahwa tingkat keputusan menjadi nasabah produk cicil emas pada Bank Mandiri Syariah KC. Medan-Marelan periode Juli 2019 mengalami kenaikan dari bulan Juli sampai dengan bulan September, diketahui bahwa jumlah nasabah pada bulan Juli sebanyak 8 nasabah dan meningkat menjadi 34 nasabah di bulan September.

Didalam ekonomi Islam, tabungan yang tidak dibenarkan adalah tabungan yang berdasarakan perhitungan bunga. Sedangkan tabungan yang dibenarkan adalah tabungan yang berdasarkan prinsip Mudharabah dan Wadi’ah.

Dalam Qur’an Surah Yusuf (12) ; 47-48, Allah Swt berfirman.

ًﻼﻴِﻠَﻗ ﱠﻻِﺇ ِﻪِﻠُﺒْﻨُﺳ ﻲِﻓ ُﻩﻭ ُﺭَﺬَﻓ ْﻢُﺗْﺪَﺼ َﺣ ﺎَﻤَﻓ ﺎًﺑَﺃَﺩ َﻦﻴِﻨ ِﺳ َﻊْﺒَﺳ َﻥﻮُﻋ َﺭ ْﺰَﺗ َﻝﺎَﻗ

َﻥﻮُﻠُﻛْﺄَﺗ ﺎ ﱠﻤ ِﻣ

Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.

Ayat tersebut menganjurkan kapada umat Islam untuk menabung, dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Ayat ini juga mengajarkan kepada kita untuk tidak mengkonsumsi semua kekayaan yang kita miliki pada saat kita telah mendapatkannya, tatapi sebagian kekayaan yang kita dapatkan hendaknya kita tangguhkan pemanfaatannya untuk masa depan.

2. METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang menekankan pada pengujian teori-teori melalui variabel-variabel penelitian dalam angka dan melakukan analisis data dengan menggunakan metode regresi linier berganda dan data tersebut dianalisis menggunakan program SPSS.

B. Sumber Data 1. Data Primer

(4)

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data ini adalah angket (kuisioner), yaitu penyelidikan mengenai suatu masalah yang banyak menyangkut kepentingan umum (orang banyak) dilakukan dengan jalan membagikan suatu formulir daftar pertanyaan, diajukan secara tertulis untuk mendapatkan jawaban atau respon seperlunya.

2.Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari lembaga yang dengan penelitian. Seperti buku, jurnal, majalah, dan sebagainya.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah kumpulan dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti (bahan penelitian). Populasi pada penelitian ini adalah nasabah produk cicil emas di Bank Mandiri Syariah KCP. Medan Marelan sebanyak 34 orang.

2. Sampel

Sampel ialah sejumlah responden yang merupakan bagian dari populasi yang menjadi wakil pada penelitian. Karena jumlah populasi sedikit, sehingga tidak memungkinkan untuk dipecah, maka peneliti mengambil seluruh populasi kedalam sampel penelitian, yakni sebanyak34 orang. D. Instrumen Pengumpulan Data

Adapaun instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah : 1. Dokumentasi

Didalam pelaksanaan dokumentasi peneliti menyelidiki data mengenai hal-hal atau variabel yang diperlukan baik berupa catatan, buku, surat kabar, agenda dan sebagainya.

2. Kuisioner (Angket)

Kuisioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Angket digunakan untuk memperoleh informasi tentang pertanyaan yang mengungkapkan harapan. Penulis menggunakan sekala ukur likert dengan memberikan poin 5 untuk jawaban Sangat Setuju (SS), poin 4 untuk jawaban Setuju (S), poin 3 untuk jawaban Netral (N), poin 2 untuk jawaban Tidak Setuju (TS), dan poin 1 untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS).

E. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Uji Validitas

Validitas merupakan ukuran yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat mengukur apa yang dikur. Jika periset menggunakan kuisioner dalam pengumpulan data, kuisioner yang disusunya harus mengukur apa yang ingin diukurnya. Untuk perhitungan manual, penulis akan menggunakan rumus korelasi Pearson Product Moment untuk mencari nilai korelasi, yang dirumuskan sebagai berikut:

Rxy = Keterangan :

rxy = koefesien korelasi antara variabel X dan variabel Y

∑xy = jumlah perkalian antara variabel X dan Y

∑x2 = jumlah dari kuadrat nilai X

∑y2 = jumlah dari kuadrat nilai Y

(∑x)2 = jumlah nilai X kemudian dikuadratkan

(∑y)2 = jumlah nilai Y kemudian dikuadratkan

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah adalah suatu nilai yang menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur didalam mengukur gejala yang sama. Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan

(5)

untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten.Setelah hasil pada kolom Cronbach Alpha diperoleh, peneliti akan membanding kan nilai tersebut dengan “r” tabel dengan alfa atau taraf signifikansi yang diharapkan peneliti dan derajat bebas (N-2), untuk mengetahui apakah alat ukur tersebut reliabel atau tidak atau dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

r11 =

Keterangan :

r11 = realibilitas yang dicari

n = jumlah item pertanyaan yang di uji = jumlah varians skor tiap-tiap item Αt2 = varians total

3. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden

Pada penelitian ini, peneliti menyebar kuisioner kepada 34 Nasabah Cicil emas yang menjadi responden dalam penelitian ini. Adapun karakteristik responden akan diuraikan berdasarkan jenis kelamin, usia, profesi, dan pendidikan terakhir.

1. Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Presentasi

Laki – Laki 13 38%

Perempuan 21 62%

Total 34 100%

Berdasarkan table di atas, diketahui bahwa responden di dominasi oleh jenis kelamin Perempuan yakni sebesar 62% dan sisanya38% jenis kelamin Laki-laki.

2. Karakteristik Responden berdasarkan Usia

Usia Frekuensi Presentasi

<17 Tahun 0 0% 18-30 Tahun 16 47% 31-40 Tahun 14 41% 41-50 Tahun 4 12% >50Tahun 0 0% Total 34 100%

Berdasarkan table di atas, di ketahui bahwa responden di dominasi oleh usia yang berada di antara 18-30 tahun. Selanjutnya di urutan kedua berada di antara usia 31-40 tahun, selanjutnya di urutan ketiga berada di antara usia41-50 tahun.

3. Profesi

(6)

PNS 4 12%

Swasta 12 35%

Mahasiswa/i 3 9%

TNI/Polri 0 0%

Ibu Rumah Tangga 11 32%

Lainnya.. 4 12%

Total 34 100%

Berdasarkan table di atas, di ketahui bahwa responden di dominasi oleh profesi Swasta yakni sebanyak 12 orang, selanjutnya ibu rumah tangga 11 orang, PNS dan Lainnya masing-masing 4 orang dan mahasiswa 3 orang.

4. Pendidikan Terakhir

Pendidikan Terakhir Frekuensi Presentasi

SD 0 0% SMP 0 0% SMA 18 53% DIPLOMA 4 12% S1 12 35% S2/S3 0 0% Total 34 100%

Berdasarkan table diatas, di ketahui bahwa pendidikan terakhir responden dalam penelitian ini di dominasi oleh SMAyakni sebanyak 18 orang, S1 12 orang dan Diploma 9 orang.

B. Uji Validitas dan Reliabilitas

(7)

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Pernyataan1 16.50 3.530 .479 .642 Pernyataan2 16.47 3.711 .430 .662 Pernyataan3 16.41 3.219 .512 .625 Pernyataan4 16.53 3.651 .390 .678 pernyataan5 16.56 3.406 .471 .644

Tabel diatas menunjukan butir pertanyaan untuk variabel X1valid. Hal ini dilakukan dengan

membandingkan nilai r hitung yang tertera pada kolom Corrected Item Total Correlation dengan r

tabel melalui tabel r Product Moment Pearson dengan df= n – 2 = 34 – 2 = 32, maka r tabel = 0,338.

Dengan ketentuan apabila nilai r hitung > nilai r tabel maka butir pernyataan dikatakan valid. Pernyataan1 (P1) nilainya 0,479>0,338 artinya valid

Pernyataan2 (P2) nilainya 0,430>0,338 artinya valid Pernyataan3 (P3) nilainya 0,512> 0,338 artinya valid Pernyataan4 (P4) nilainya 0,390> 0,338 artinya valid Pernyataan5 (P5) nilainya 0,471> 0,338 artinya valid

Berdasarkan pengujian diatas dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang terdiri dari 5 pernyataan ini valid.

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha N of Items

.700 5

Berdasarkan uji reliabilitas diatas, diketahui angka Cronbach’s Alpha sebesar 0,886, jadi

angket tersebut (0,700) lebih besar dari nilai minimal Cronbach’s Alpha 0,60. Oleh karena itu dapat

disimpulkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel promosi dapat dikatakan reliabel atau handal.

(8)

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Pernyataan1 15.94 5.936 .569 .818 Pernyataan2 16.12 5.258 .661 .794 Pernyataan3 16.18 5.847 .562 .820 Pernyataan4 16.12 5.077 .778 .758 pernyataan5 16.24 5.579 .608 .809

Tabel diatas menunjukan butir pertanyaan untuk variabel X2 valid. Hal ini dilakukan dengan

membandingkan nilai r hitung yang tertera pada kolom Corrected Item Total Correlation dengan r

tabel melalui tabel r Product Moment Pearson dengan df= n – 2 = 34 – 2 = 32, maka r tabel = 0,338.

Dengan ketentuan apabila nilai r hitung > nilai r tabel maka butir pernyataan dikatakan valid. Pernyataan1 (P1) nilainya 0,569>0,338 artinya valid

Pernyataan2 (P2) nilainya 0,661>0,338 artinya valid Pernyataan3 (P3) nilainya 0,562>0,338 artinya valid Pernyataan4 (P4) nilainya 0,778>0,338 artinya valid Pernyataan5 (P5) nilainya 0,608>0,338 artinya valid

Berdasarkan pengujian diatas dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang terdiri dari 5 pernyataan ini valid.

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha N of Items

.834 5

Berdasarkan uji reliabilitas diatas, diketahui angka Cronbach’s Alpha sebesar 0,834, jadi

angket tersebut (0,834) lebih besar dari nilai minimal Cronbach’s Alpha 0,60. Oleh karena itu dapat

disimpulkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel Kualitas Pelayanan dapat dikatakan reliabel atau handal.

(9)

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Pernyataan1 16.4412 5.527 .575 .851 Pernyataan2 16.7353 4.807 .775 .796 Pernyataan3 16.7059 5.123 .691 .820 Pernyataan4 16.9706 4.999 .730 .809 Pernyataan5 16.3235 6.225 .619 .844

Tabel diatas menunjukan butir pertanyaan untuk variabel X2 valid. Hal ini dilakukan dengan

membandingkan nilai r hitung yang tertera pada kolom Corrected Item Total Correlation dengan r

tabel melalui tabel r Product Moment Pearson dengan df= n – 2 = 34 – 2 = 32, maka r tabel = 0,338.

Dengan ketentuan apabila nilai r hitung > nilai r tabel maka butir pernyataan dikatakan valid. Pernyataan1 (P1) nilainya 0,575> 0,338 artinya valid

Pernyataan2 (P2) nilainya 0,775> 0,338 artinya valid Pernyataan3 (P3) nilainya 0,691> 0,338 artinya valid Pernyataan4 (P4) nilainya 0,730> 0,338 artinya valid Pernyataan5 (P5) nilainya 0,619> 0,338 artinya valid

Berdasarkan pengujian diatas dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang terdiri dari 5 pernyataan ini valid.

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha N of Items

.856 5

Berdasarkan uji reliabilitas diatas, diketahui angka Cronbach’s Alpha sebesar 0,856, jadi

angket tersebut (0,856) lebih besar dari nilai minimal Cronbach’s Alpha 0,60. Oleh karena itu dapat

disimpulkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel Kualitas Pelayanan dapat dikatakan reliabel atau handal.

1. Persamaan Regresi Linier Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 6.026 2.279 2.644 .013 Promosi .434 .106 .489 4.086 .000 Kualitas Pelayanan .322 .083 .464 3.878 .001

a. Dependent Variable: Keputusan Nasabah

(10)

Secara parsial Promosi berpengaruh terhadap Keputusan Nasabah Menabung Pada Produk Cicil Emas, pengaruhnya sebesar 43,4 % artinya jika Promosi naik 1 satuan maka Keputusan Nasabah Menabung Pada Produk Tabungan Emas naik sebesar 43,4 % dengan asumsi variabel lain konstan

Secara parsial Kualitas Pelayanan berpengaruh terhadapKeputusan Nasabah Menabung Pada Produk Cicil Emas, pengaruhnya sebesar 32,2 % artinya jika Kualitas pelayanan naik 1 satuan maka Keputusan Nasabah Menabung Pada Produk Cicil Emas akan naik sebesar 32,2 % dengan asumsi variabel lain konstan.

2. Uji Asumsi Klasik

a. Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Promosi Kualitas Pelayanan Keputusan Nasabah N 34 34 34

Normal Parametersa Mean .0000000 .0000000 21.47

Std. Deviation 1.5323633

5E0 1.55967129 2.004

Most Extreme Differences Absolute .096 .102 .192

Positive .096 .059 .105

Negative -.079 -.102 -.192

Kolmogorov-Smirnov Z .561 .594 1.122

Asymp. Sig. (2-tailed) .912 .872 .161

a. Test distribution is Normal.

Dasar pengambilan keputusan, jika Sig >0,05 maka data berdistribusi normal. Jika Sig <0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Sig data untuk Promosi adalah 0,912>0,05 maka data berdistribusi normal. Sig data untuk Kualitas Pelayanan 0,872>0,05 maka data berdistribusi normal. Sedangkan Sig data keputusan Nasabah adalah 0,161> 0,05 sehingga data berdistribusi normal.

b. Multikolinieritas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 6.026 2.279 2.644 .013

Promosi .434 .106 .489 4.086 .000 .888 1.126

Kualitas Pelayanan .322 .083 .464 3.878 .001 .888 1.126

a. Dependent Variable: Keputusan Nasabah

Uji multikolinieritas diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya variabel independen yang memiliki kemiripan antar variabel dalam suatu model. Uji ini digunakan untuk menghindari kebiasaan dalam proses pengambilan keputusan mengenai pengaruh pada uji parsial masing-masing independen terhadap variabel dependen. Jika VIF yang dihasilkan diantara 1-10 maka tidak terjadi multikolinieritas.

Berdasarkan data diatas, diketahui nilai VIF variabel Promosi 1,126 , VIF variabel Kualitas Pelayanan 1,126, karena nilai VIF untuk semua variabel tersebut <10 maka dapat disimpulkan tidak terjadi gangguan multikolinieritas atau dengan kata lain model regresi ini terbebas dari gejala multikolinieritas.

(11)

b. Heteroskedastisitas

Pada gambar Scatterplots diatas dapat dilihat bahwa :

1. Titik-titik data menyebar diattas dan dibawah atau disekitar angka 0

2. Titik-titik data tidak mengumpul hanya dibawah atau diatas saja.

3. Penyebaran titik data tidak membentuk pola bergelombang melebar kemudian

menyempit dan melebar kembali.

4. Penyebaran titik-titik data tidak berpola.

Maka data diatas disimpulkan tidak terrjadi heteroskedastisitas. Uji Glejser Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.870 1.227 1.524 .138 Promosi -.116 .057 -.356 -2.020 .052 Kualitas Pelayanan .075 .045 .297 1.685 .102

a. Dependent Variable: Abs_Res

Untuk memaknai hasil uji heteroskedastisitas dengan uji glejser ini, maka cukup melihat tabel

output Coefficients dengan variabel Abs_RES berperan sebagai variabel dependen. Berdasarkan

output diatas diketahui nilai signifikansi (sig) untuk variabel promosi (X1) adalah 0,052 untuk variabel kualitas pelayanan (X2) adalah 0,102. Karena nilai signifikansi kedua variabel diatas lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.

4. Uji Hipotesis a. Uji t Parsial

(12)

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 6.026 2.279 2.644 .013 Promosi .434 .106 .489 4.086 .000 Kualitas Pelayanan .322 .083 .464 3.878 .001

a. Dependent Variable: Keputusan Nasabah

Jika Sig. >0,05 maka Ho diterima Jika Sig. < 0,05 maka Ho ditolak Kesimpulan :

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai Sig data pada variabel promosi adalah 0,000 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh secara parsial antara promosi terhadap keputusan menjadi nasabah produk cicil emas. Besar pengaruh promosi terhadap keputusan menjadi nasabah produk cicil emas secara parsial dapat dilihat pada kolom B yakni sebesar 43,4%. Sementara untuk Sig data pada variabel kualitas pelayanan adalah 0,001 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh secara parsial antara kualitas pelayanan terhadap keputusan menjadi nasabah produk cicil emas. Besar pengaruhnya secara parsial terhadap variabel kualitas pelayanan adalah 32,2%.

b. uji F Simultan

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 80.298 2 40.149 23.856 .000a

Residual 52.173 31 1.683

Total 132.471 33

a. Predictors: (Constant), Kualitas Pelayanan, Promosi

b. Dependent Variable: Keputusan Nasabah

Cara 1

Jika Sig. > 0,05 maka Ho diterima Jika Sig. < 0,05 maka Ho ditolak Kesimpulan :

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai Sig. 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak. Cara 2

(13)

F hitung > F tabel maka Ho ditolak

F tabel ( V1 = K, V2 = n-k-1) jadi (V1 = 2, V2 = 31) = 3.300 menggunakan uji satu sisi (5%). K adalah jumlah variabel independent dan F hitung adalah 23.856. Maka untuk F hitung > F tabel yaitu 23.856 > dari 3.300 Ho ditolak sehingga secara simultan terdapat pengaruh antara Promosi dan Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Menjadi Nasabah Produk cicil Emas.

c. Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .779a .606 .581 1.297

a. Predictors: (Constant), Kualitas Pelayanan, Promosi

b. Dependent Variable: Keputusan Nasabah

Berdasarkan tabel di atas , diketahui nilai koefisien determinasi atau R Square adalah 0,606.

Hal tersebut berarti 60,6% keputusan menjadi nasabah produk cicil emas dipengaruhi oleh promosi dan kualitas pelayanan. Sedangkan sisanya 39,4% dipengaruhi oleh faktor lain.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Pengaruh promosi dan kualitas pelayanan terhadap keputusan menjadi nasabah produk cicil emas di BSM KCP. Medan-Marelan.

Hasil pengujian yang diperoleh dari uji F menunjukkan bahwa nilai F sebesar 23.856 dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai tersebut menunjukkan bahwa signifikansi berada dibawah nilai alfa (0,05) sehingga hipotesis kedua variabel tersebut diterima. Artinya terdapat pengaruh antara promosi dan kualitas pelayanan terhadap keputusan menjadi nasabah produk cicil emas secara bersama-sama (simultan).

Hipotesis pertama, berdasarkan pengujian instrumen penelitian diketahui nilai t hitung 4.086 > dari 1.306 dan nilai Sig 0,000 dan nilai koefisien sebesar 0, 434. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel promosi terhadap keputusan menjadi nasabah produk cicil emas. Hal tersebut didukung dengan pernyataan Dewi Mulyandari (2018), dengan hasil bahwa promosi berpengaruh terhadap minat nasabah untuk investasi emas. Dan pernyataan dari Risqiana (2015), dengan hasil bahwa promosi berpengaruh terhadap minat menabung nasabah.

Hipotesis kedua, berdasarkan pengujian instrumen penelitian diketahui nilai t hitung 3.878 > dari 1.306 dan nilai Sig 0,001 dan nilai koefisien sebesar 0, 322. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel Kualitas Pelayanan terhadap keputusan menjadi nasabah produk cicil emas. Hal tersebut didukung dengan pernyataan Asti Dwi Putri (2016), dengan hasil bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap keputusan menabung.

4. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Terdapat pengaruh antara Promosi Terhadap Keputusan Menjadi Nasabah produk Cicil Emas di BSM KCP. Medan-Marelan. Hal tersebut dibuktikan melalui beberapa uji dan analisis pada bab sebelumnya.

(14)

2. Terdapat pengaruh antara Kualitas Pelayanan Terhadap keputusan Menjadi Nasabah Produk Cicil Emas. Hal tersebut juga dibuktikan melalui beberapa uji dan analisis pada bab sebelumnya

3. Secara parsial maupun simultan variabel Promosi dan Kualitas Pelayanan berpengaruh Terhadap Keputusan Menjadi Nasabah produk Cicil Emas di BSM KCP. Medan-Marelan. 4. Besar pengaruh antara Variabel Promosi terhadap Keputusan Menjadi Nasabah Produk Cicil

Emas secara parsial adalah sebesar 43,4 % sementara untuk variabel Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Menjadi Nasabah produk Cicil Emas adalah sebesar 32,2 %.

5. Elastisitas pengaruh promosi dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Menjadi Nasabah Produuk Cicil Emas adalah sebesar 60,6 % sedangkan sisanya sebesar 39,4 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

5. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan maka saran yang dapat diberikan oleh peneliti :

1. Untuk peneliti selanjutnya agar dapat memperbanyak teori dalam penelitian.

2. Agar menambah variabel lain diluar variabel yang di teliti oleh peneliti untuk mendukung

meningkatkan keputusan nasabah.

3. Sample yang dipergunakan lebih banyak lagi sehingga diproleh informasi yang akurat.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terimakasih kepada kedua orang tua yang selalu menyebut nama penulis dalam tiap sujudnya. Selanjutnya kepada Universitas Potensi Utama yang telah memberi dukungan terhadap penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Syafputri, Ella, Investasi Emas, Dinar, Dirham, Penebar Plus, Jakarta, 2012.

[2] Husein, Umar, Metode Riset dan Prilaku Konsumen Jasa, PT. Ghalia Indonesia, Jakarta, 2003

[3] Huda, Nurul, Dkk, Pemasaran Syariah, KENCANA, Depok, 2017.

[4] Ismail, Fajri, Statistika Untuk Penelitian Pendidikan Dan Ilmu-Ilmu Sosial, Pranadamedia Group, Jakarta, 2018.

[5] Kadir , Abd. Rahman, Manajemen Pemasaran Jasa, IPB,Bogor, 2013. [6] Kaihatu, Thomas S, dkk, Manajemen Komplain,ANDI, Yogyakarta, 2015. [7] Kasmir, Pemasaran Bank, Kencana, Jakarta, 2005.

[8] ARAFAH, S., & TANJUNG, Y. (2019). ANALISIS FAKTOR DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI PEMAKAIAN METODE JIT (STUDI KASUS UD. PUSAKA BAKTI). Bisei: Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam, 4.

[9] Arafah, S. (2017). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA SAHAM SYARIAH DI PT. UNILEVER, TBK. Bisei: Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam, 2. [10] Juliandi, Azuar dkk, Metodologi Penelitian Bisnis Konsep & Aplikasi, UMSU Press, Medan,

2014.

[11] Umar, Husein, Metode Riset Bisnis, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2003.

[12] Arafah, S., & Sembiring, E. A. (2018). ANALISIS PENGARUH KEPUASAN DENGAN PEMAKAIAN METODE PERPEKTUAL TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI QUICKBOOKS ACCOUNTING SYSTEM (Studi Kasus UD. Rizky assila ULFA). Bisei: Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam, 3.

[13] Hutagalung, M. A. K. (2019). PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN BAGI HASIL TERHADAP MINAT MASYARAKAT MENJADI NASABAH BANK SYARIAH. JURNAL AL-QASD ISLAMIC ECONOMIC ALTERNATIVE, 1(2), 228-239

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :