3.1.Perilaku Hidup Bersih
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan
dianjurkan kepada masyarakat untuk dapat mencapai status kesehatan yang lebih baik. PHBS adalah bentuk perwujudan paradigm
dan masyarakat. Untuk mengetahui PHBS di suatu wilayah dap
masyarakat yang bertempat tinggal dan bagimana mereka mendapatkan pelayanan kesehatan, akses sanitasi, akses air bersih/air minum dan pemenuhan gizi yang cukup bagi keluarga dan masyarakat. Upaya untuk melaksanakan PHBS di
masyakarat, perlu dilakukan sosialisasi dan pembinaan melalui promosi kesehatan atau promosi hygiene. Dalam hal ini tugas dari pemerintah daerah terutama yang terlibat dalam kelompok kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL)
Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dilaksanakan melalui keluarga, institusi local/desa, fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah dan melalui media massa baik cetak maupun elektronik.
Untuk mengetahui kondisi PHBS
dengan melihat kondisi PHBS pada tatanan rumah tangga dan tatanan sekolah. Dalam hal ini mengetahui secara kuantitas ketersediaan dari prasarana dan sarana sanitasi dan air bersih/air minum yang digunak
kondisi tercukupi dan layak dari segi kesehatan
Sampai saat ini penerapan PHBS di Kabupaten OKU TIMUR baru sebatas di tatanan Rumah Tangga.Untuk itu perlu rencana peningkatan PHBS agar dapat terla
tatanan. Adapun rencana Kabupaten OKU TIMUR dalam peningkatan PHBS adalah :
a. Kampanye gerakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir di sekolah dan di Posyandu bertepatan dengan “Hari Cuci Tangan se Dunia”
b. Kampanye PHBS tatanan Pendidikan,
Kecamatan Martapura meliputi sekolah Taman Kanak dan SMA
c. Kampanye PHBS tatanan Tempat
Tempat Umum yang menjadi prioritas adalah Musholla.
Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR sebagai SKPD yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten di bidang kesehatan sesuai dengan kewenangan Pemerintah Kabupaten OKU TIMUR dan Peraturan Perundang
berlaku. Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR menyusun berbagai kebijakan, program dan kegiatan. Khusus dalam mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), ada beberapa kegiatan yang di agendakan di Kabupaten OKU TIMUR untuk mendukung kegiatan tersebut, adapun rencana
penddikan tenaga penyuluh kesehatan, kegiatan peningkatan pemanfaatan sarana kesehatan dan penyuluhan masyarakat Pola Hidup Bersih dan Sehat.
Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan Promosi Higiene
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan merupakan perilaku dasar yang dianjurkan kepada masyarakat untuk dapat mencapai status kesehatan yang lebih baik. PHBS adalah bentuk perwujudan paradigma sehat dalam kehidupan perorangan, keluarga Untuk mengetahui PHBS di suatu wilayah dapat dilihat dari keluarga dan masyarakat yang bertempat tinggal dan bagimana mereka mendapatkan pelayanan kesehatan, akses sanitasi, akses air bersih/air minum dan pemenuhan gizi yang cukup bagi keluarga dan masyarakat. Upaya untuk melaksanakan PHBS di lingkungan keluarga dan masyakarat, perlu dilakukan sosialisasi dan pembinaan melalui promosi kesehatan atau promosi hygiene. Dalam hal ini tugas dari pemerintah daerah terutama yang terlibat dalam kelompok kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) menjadi sangat penting.
Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dilaksanakan melalui keluarga, institusi local/desa, fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah dan melalui media massa baik cetak maupun elektronik.
Untuk mengetahui kondisi PHBS di masyakarat, secara lebih terukur dapat dilakukan dengan melihat kondisi PHBS pada tatanan rumah tangga dan tatanan sekolah. Dalam hal ini mengetahui secara kuantitas ketersediaan dari prasarana dan sarana sanitasi dan air bersih/air minum yang digunakan masyarakat baik di rumah tangga maupun di sekolah dalam
i dan layak dari segi kesehatan.
Sampai saat ini penerapan PHBS di Kabupaten OKU TIMUR baru sebatas di tatanan Rumah Tangga.Untuk itu perlu rencana peningkatan PHBS agar dapat terla
tatanan. Adapun rencana Kabupaten OKU TIMUR dalam peningkatan PHBS adalah :
Kampanye gerakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir di sekolah dan di Posyandu bertepatan dengan “Hari Cuci Tangan se Dunia”
Kampanye PHBS tatanan Pendidikan, dimana untuk tahun pertama di fokuskan di Kecamatan Martapura meliputi sekolah Taman Kanak – Kanak, Sekolah Dasar, SMP Kampanye PHBS tatanan Tempat-Tempat Umum (TTU), sebagai langkah awal Tempat Tempat Umum yang menjadi prioritas adalah Musholla.
Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR sebagai SKPD yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten di bidang kesehatan sesuai dengan kewenangan Pemerintah Kabupaten OKU TIMUR dan Peraturan Perundang
esehatan Kabupaten OKU TIMUR menyusun berbagai kebijakan, program dan kegiatan. Khusus dalam mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), ada beberapa kegiatan yang di agendakan di Kabupaten OKU TIMUR untuk mendukung kegiatan tersebut, adapun rencana kegiatan PHBS dan promosi hygiene adalah peningkatan penddikan tenaga penyuluh kesehatan, kegiatan peningkatan pemanfaatan sarana kesehatan dan penyuluhan masyarakat Pola Hidup Bersih dan Sehat.
merupakan perilaku dasar yang dianjurkan kepada masyarakat untuk dapat mencapai status kesehatan yang lebih baik. sehat dalam kehidupan perorangan, keluarga at dilihat dari keluarga dan masyarakat yang bertempat tinggal dan bagimana mereka mendapatkan pelayanan kesehatan, akses sanitasi, akses air bersih/air minum dan pemenuhan gizi yang cukup bagi lingkungan keluarga dan masyakarat, perlu dilakukan sosialisasi dan pembinaan melalui promosi kesehatan atau promosi hygiene. Dalam hal ini tugas dari pemerintah daerah terutama yang terlibat dalam
menjadi sangat penting. Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dilaksanakan melalui keluarga, institusi local/desa, fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah dan melalui media massa di masyakarat, secara lebih terukur dapat dilakukan dengan melihat kondisi PHBS pada tatanan rumah tangga dan tatanan sekolah. Dalam hal ini mengetahui secara kuantitas ketersediaan dari prasarana dan sarana sanitasi dan air an masyarakat baik di rumah tangga maupun di sekolah dalam Sampai saat ini penerapan PHBS di Kabupaten OKU TIMUR baru sebatas di tatanan Rumah Tangga.Untuk itu perlu rencana peningkatan PHBS agar dapat terlaksana di semua tatanan. Adapun rencana Kabupaten OKU TIMUR dalam peningkatan PHBS adalah :
Kampanye gerakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir di sekolah dan di dimana untuk tahun pertama di fokuskan di Kanak, Sekolah Dasar, SMP Tempat Umum (TTU), sebagai langkah awal Tempat-Dinas Kesehatan Kabupaten OKU TIMUR sebagai SKPD yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten di bidang kesehatan sesuai dengan kewenangan Pemerintah Kabupaten OKU TIMUR dan Peraturan Perundang-undangan yang esehatan Kabupaten OKU TIMUR menyusun berbagai kebijakan, program dan kegiatan. Khusus dalam mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), ada beberapa kegiatan yang di agendakan di Kabupaten OKU TIMUR untuk mendukung kegiatan kegiatan PHBS dan promosi hygiene adalah peningkatan penddikan tenaga penyuluh kesehatan, kegiatan peningkatan pemanfaatan sarana kesehatan
Buku Putih Sanitasi Kabupaten OKU TIMUR
3.1.1. Tatanan Rumah Tangga
PHBS adalah semua perilaku kesehatan
anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan
kegiatan kesehatan di masyarakat
Berdasarkan data hasil Pelaksanaan (PHBS) Tatanan Rumah Tangga di K dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Sumber Air
Pelayanan air minum di Kabupaten OKU
Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Way Komering yang menyediakan kebutuhan air minum bagi sebagian masyarakat Kab. OKU TIMUR. Namun pelaksanaan pelayanan air minum dari PDAM Kabupaten OKU TIMUR tidak hanya sebatas dalam wilayah K
tetapi juga meliputi sebagian wilayah Kecamatan Belitang, Belitang III dan Cempaka. Cakupan pelayanan Tahun 2011 baru mencapai 2.437 pelanggan. Sumber air yang dimanfaatkan sebagai sumber air baku pada sistem penyediaan air minum PDAM Tirta Way Komering Kabupaten OKU TIMUR berasal dari air sungai Komering dan Irigasi Bendungan Komering.
Berdasarkan hasil Studi EHRA Kabupaten OKUTIMUR tahun 2012, pengolahan air minum di Kabupaten OKU TIMUR umumnya sebagian di rebus (97.9%), dalam hal penyimpanan juga cukup higienis yaitu sebagian besar disimpan dalam panci dengan tutup (50.9%) dan disimpan dalam teko/ketel/ceret (36.7%).
grafik/gambar cara pengolahan air minum yang dilakukan masyarakat di Kabupaten OKU TIMUR berdas
2. Persampahan
Secara umum pengelolaan sampah di Kabupaten OKU TIMUR cukup baik walaupun masih banyak kendala yang dihadapi terutama dalam hal sarana
dan tingkat layanan persampahan. Sarana TPA yang ada di Kabupaten OKU TIMUR baru tersedia 1 (satu) yaitu di Kecamatan Buay Pemuka Peliung untuk melayani sampah di Kecamatan Martapura dan sekitarnya. Dari hasil studi EHRA masih sekitar 28.8%
Kabupaten OKU TIMUR
Tatanan Rumah Tangga
adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan kegiatan kesehatan di masyarakat.
Berdasarkan data hasil Pelaksanaan Studi EHRA Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga di Kabupaten OKU TIMUR Tahun 2012, kemudian dianalisis dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
Pelayanan air minum di Kabupaten OKU TIMUR dilayani oleh perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Way Komering yang menyediakan kebutuhan air minum bagi sebagian masyarakat Kab. OKU TIMUR. Namun pelaksanaan pelayanan air minum dari PDAM Kabupaten OKU TIMUR tidak hanya sebatas dalam wilayah K
tetapi juga meliputi sebagian wilayah Kecamatan Belitang, Belitang III dan Cempaka. Cakupan pelayanan Tahun 2011 baru mencapai 2.437 pelanggan. Sumber air yang dimanfaatkan sebagai sumber air baku pada sistem penyediaan air minum PDAM Tirta Way Komering Kabupaten OKU TIMUR berasal dari air sungai Komering dan Irigasi Bendungan Komering.
Berdasarkan hasil Studi EHRA Kabupaten OKUTIMUR tahun 2012, pengolahan air minum di Kabupaten OKU TIMUR umumnya sebagian di rebus (97.9%), dalam hal penyimpanan juga cukup higienis yaitu sebagian besar disimpan dalam panci dengan tutup (50.9%) dan disimpan dalam teko/ketel/ceret (36.7%). Berikut di bawah ini grafik/gambar cara pengolahan air minum yang dilakukan masyarakat di Kabupaten OKU TIMUR berdasarkan hasil analisa Studi EHRA tahun 2012.
Gambar
Cara Pengolahan Air Minum di Kabupaten OKU TIMUR
Secara umum pengelolaan sampah di Kabupaten OKU TIMUR cukup baik walaupun masih banyak kendala yang dihadapi terutama dalam hal sarana
dan tingkat layanan persampahan. Sarana TPA yang ada di Kabupaten OKU TIMUR baru tersedia 1 (satu) yaitu di Kecamatan Buay Pemuka Peliung untuk melayani sampah di Kecamatan Martapura dan sekitarnya. Dari hasil studi EHRA masih sekitar 28.8%
97,9 1,2
0,1
0,9
Cara Pengolahan Air Minum di Kabupaten OKU TIMURDirebus
Ditambahkan Kaporit
Menggunakan Filter Keramik
Lainnya
yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan–
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat , kemudian dianalisis
TIMUR dilayani oleh perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Way Komering yang menyediakan kebutuhan air minum bagi sebagian masyarakat Kab. OKU TIMUR. Namun pelaksanaan pelayanan air minum dari PDAM Kabupaten OKU TIMUR tidak hanya sebatas dalam wilayah Kota Martapura. tetapi juga meliputi sebagian wilayah Kecamatan Belitang, Belitang III dan Cempaka. Cakupan pelayanan Tahun 2011 baru mencapai 2.437 pelanggan. Sumber air yang dimanfaatkan sebagai sumber air baku pada sistem penyediaan air minum PDAM Tirta Way Komering Kabupaten OKU TIMUR berasal dari air sungai Komering dan Irigasi Berdasarkan hasil Studi EHRA Kabupaten OKUTIMUR tahun 2012, pengolahan air minum di Kabupaten OKU TIMUR umumnya sebagian di rebus (97.9%), dalam hal penyimpanan juga cukup higienis yaitu sebagian besar disimpan dalam panci dengan Berikut di bawah ini grafik/gambar cara pengolahan air minum yang dilakukan masyarakat di Kabupaten
Cara Pengolahan Air Minum di Kabupaten OKU TIMUR
Secara umum pengelolaan sampah di Kabupaten OKU TIMUR cukup baik walaupun masih banyak kendala yang dihadapi terutama dalam hal sarana prasarana dan tingkat layanan persampahan. Sarana TPA yang ada di Kabupaten OKU TIMUR baru tersedia 1 (satu) yaitu di Kecamatan Buay Pemuka Peliung untuk melayani sampah di Kecamatan Martapura dan sekitarnya. Dari hasil studi EHRA masih sekitar 28.8%
Cara Pengolahan Air Minum di Kabupaten OKU TIMUR
Ditambahkan Kaporit
lingkungan seperti lalat beterbangan (13.4%), tikus (18%), nyamuk (37.2%) dan binantang lainnya sepert
Dalam hal pengelolaan sampah di tingkat lingkungan, sebagian besar sampah masih di bakar yang sebenarnya tidak dianjurkan untuk dilakukan. Hanya sekitar 0,3% yang melakukan daur ulang dan sekitar 8.9% yang membuang ke TPS.
Dalam hal pengelolaan sampah juga, dalam studi EHRA yang telah dilaksanakan di Kabupaten OKU TIMUR menunjukkan bahwa masih ada sekitar 33.3% yang menyatakan petugas mengangkut sampah tidak pernah mengangkut sampah dari rumah. Dalam hal ketepatan pengangkut
responden yang ada.
yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten OKU TIMUR berdasarkan hasil analisa Studi EHRA tahun 2012
3. Air Limbah Domestik
Tingkat Kepemilikan jamban pribadi di Kabupaten OKU TIMUR cukup tinggi yaitu sekitar 86.3% atau hanya sekitar 13.8% yang tidak memiliki jamban pribadi. Umumnya masyarakat belum
Akan tetapi masih ada juga yang buang air besar sembarangan seperti di kebun/pekarangan (0.8%), di sungai (7.7%) atau di selokan/drainase (0.4%). Hal ini yang harus segera di tangani agar perilaku i
Pembuangan air kotor/limbah tinja manusia dan lumbur tinja di Kabupaten OKU TIMUR di dominasi dengan pemakaian closet jongkok leher angsa (79.9%), sedangkan sisanya menggunakan closet duduk siram leher nagsa, plengsen
lain. Sedangka untuk pembuangan akhir umumnya masyarakat di Kabupaten OKU TIMUR menggunakan tanki septictank (70.8%), dan cubluk/lubang tanah (17.3%), sedangkan sisanya menggunakan pipa sewer, langsung ke drainase, sungai,kolam atau kebun/tanah lapang.
Walaupun sebagian besar masyarakat di Kabupaten OKU TIMUR telah memiliki jamban pribadi dengan kloset dan tanki septictank, akan tetapi dalm hal perawatan msih kurang baik. Secara umum kondidi septictank yang di bangun adalah berusia a lebih dari 5-10 tahun (30.5%), 1
Bahkan sekitar 90.4% dari septictank yang ada tidak pernah dikosongkan. Hal ini lingkungan seperti lalat beterbangan (13.4%), tikus (18%), nyamuk (37.2%) dan binantang lainnya seperti anjing dan kucing (4.3%).
Dalam hal pengelolaan sampah di tingkat lingkungan, sebagian besar sampah masih di bakar yang sebenarnya tidak dianjurkan untuk dilakukan. Hanya sekitar 0,3% yang melakukan daur ulang dan sekitar 8.9% yang membuang ke TPS.
Dalam hal pengelolaan sampah juga, dalam studi EHRA yang telah dilaksanakan di Kabupaten OKU TIMUR menunjukkan bahwa masih ada sekitar 33.3% yang menyatakan petugas mengangkut sampah tidak pernah mengangkut sampah dari rumah. Dalam hal ketepatan pengangkutan sampah mencapai 66.7% dari seluruh responden yang ada. Berikut ini gambar/grafik tentang cara cara pengolahan sampah yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten OKU TIMUR berdasarkan hasil analisa Studi EHRA tahun 2012
Gambar
Cara Pengelolaan Sampah di Kabupaten OKU TIMUR
Air Limbah Domestik
Tingkat Kepemilikan jamban pribadi di Kabupaten OKU TIMUR cukup tinggi yaitu sekitar 86.3% atau hanya sekitar 13.8% yang tidak memiliki jamban pribadi. Umumnya masyarakat belum menggunakan jamban umum/MCK/WC umum (hanya sekitar 3.3%). Akan tetapi masih ada juga yang buang air besar sembarangan seperti di kebun/pekarangan (0.8%), di sungai (7.7%) atau di selokan/drainase (0.4%). Hal ini yang harus segera di tangani agar perilaku ini dapat dikurangi bahkan dihilangkan.
Pembuangan air kotor/limbah tinja manusia dan lumbur tinja di Kabupaten OKU TIMUR di dominasi dengan pemakaian closet jongkok leher angsa (79.9%), sedangkan sisanya menggunakan closet duduk siram leher nagsa, plengsengan, cemplung dan lain lain. Sedangka untuk pembuangan akhir umumnya masyarakat di Kabupaten OKU TIMUR menggunakan tanki septictank (70.8%), dan cubluk/lubang tanah (17.3%), sedangkan sisanya menggunakan pipa sewer, langsung ke drainase, sungai,kolam atau kebun/tanah lapang.
Walaupun sebagian besar masyarakat di Kabupaten OKU TIMUR telah memiliki jamban pribadi dengan kloset dan tanki septictank, akan tetapi dalm hal perawatan msih kurang baik. Secara umum kondidi septictank yang di bangun adalah berusia a
10 tahun (30.5%), 1-5 tahun (28.8%) dan lebih dari 10 tahun (27.4%). Bahkan sekitar 90.4% dari septictank yang ada tidak pernah dikosongkan. Hal ini lingkungan seperti lalat beterbangan (13.4%), tikus (18%), nyamuk (37.2%) dan Dalam hal pengelolaan sampah di tingkat lingkungan, sebagian besar sampah masih di bakar yang sebenarnya tidak dianjurkan untuk dilakukan. Hanya sekitar 0,3% yang melakukan daur ulang dan sekitar 8.9% yang membuang ke TPS.
Dalam hal pengelolaan sampah juga, dalam studi EHRA yang telah dilaksanakan di Kabupaten OKU TIMUR menunjukkan bahwa masih ada sekitar 33.3% yang menyatakan petugas mengangkut sampah tidak pernah mengangkut sampah dari an sampah mencapai 66.7% dari seluruh Berikut ini gambar/grafik tentang cara cara pengolahan sampah yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten OKU TIMUR berdasarkan hasil analisa
Cara Pengelolaan Sampah di Kabupaten OKU TIMUR
Tingkat Kepemilikan jamban pribadi di Kabupaten OKU TIMUR cukup tinggi yaitu sekitar 86.3% atau hanya sekitar 13.8% yang tidak memiliki jamban pribadi. Umumnya menggunakan jamban umum/MCK/WC umum (hanya sekitar 3.3%). Akan tetapi masih ada juga yang buang air besar sembarangan seperti di kebun/pekarangan (0.8%), di sungai (7.7%) atau di selokan/drainase (0.4%). Hal ini yang
ni dapat dikurangi bahkan dihilangkan.
Pembuangan air kotor/limbah tinja manusia dan lumbur tinja di Kabupaten OKU TIMUR di dominasi dengan pemakaian closet jongkok leher angsa (79.9%), sedangkan gan, cemplung dan lain-lain. Sedangka untuk pembuangan akhir umumnya masyarakat di Kabupaten OKU TIMUR menggunakan tanki septictank (70.8%), dan cubluk/lubang tanah (17.3%), sedangkan sisanya menggunakan pipa sewer, langsung ke drainase, sungai,kolam atau Walaupun sebagian besar masyarakat di Kabupaten OKU TIMUR telah memiliki jamban pribadi dengan kloset dan tanki septictank, akan tetapi dalm hal perawatan msih kurang baik. Secara umum kondidi septictank yang di bangun adalah berusia antara 5 tahun (28.8%) dan lebih dari 10 tahun (27.4%). Bahkan sekitar 90.4% dari septictank yang ada tidak pernah dikosongkan. Hal ini
Buku Putih Sanitasi Kabupaten OKU TIMUR
pencemaran terhadap air tanah dan sumber
tentang data mengenai tempat Buang Air Besar (BAB) yang ada di Kabupaten OKU TIMUR dapat dilihat pada gambar/grafik di bawah ini
Tempat Buang Air Besar (BAB) di Kabupaten
4. Banjir/Genangan
Secara umum di lingkungan permukiman kejadian banjir yang terjadi relative jarang (16.9%), akan tetapi untuk area lain seperti persawahan masih sangat sering terjadi akibat kondisi drainase yang kurang baik. Pada wilayah
terkena banjir, secara rutin setiap tahun terjadi (51%), bahkan sebagian banjir ikut menggenangi rumah (44.4%). Banjir yang terjadi umumnya setinggi lutut orang dewasa (30.9%) dan setinggi setengah lutut orang dewasa (30.9%). Lama genangan sek
dari satu hari (63.2%).
5. Perilaku Hidup Bersih Sehat
Praktek cuci tangan pakai sabun (CTPS) di lima waktu penting berdasarkan hasil Studi EHRA Kabupaten OKU TIMUR cukup rendah yaitu haya sekitar 15.1%, walaupun tingkat ketersediaan sabun di
60.4%. hal ini berarti perlu adanya perubahan perilaku masyarakat untuk lebih meningkatkan perilaku CPTS dalam kehidupan sehari
Pemanfaatan sabun alm kehidupan sehari
saat mandi (97.8%), mencuci peralatan dapur (81.8%) serta pada saat mencuci pakaian (81.4%). Sedangkan perilaku cuci tangan pakai sabun umumnya dilakukan pada saat sebelum makan (85.2%) dan pada saat selesai makan (73.7%). Perilaku cuci tangan pakai sabun pada saat setelah buang air besar hanya sekitar 46.6%, padahal paa saat setelah buang air besar perlu dilakukan cuci tangan pakai sabun untuk menghilangkan kotoran dari tinja
Kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah umumnya dibakar baik langsung dibaka
tidak dianjurkan karena hasil pembakaran sampah dapat mencemari udara. Lebih dari itu, masih ada juga masyarakat yang membuang sampah si sungai (7.7%) dan di biarkan saja berserakan di
Sekeliling pekarangan rumah pada rumah tangga yang menjadi sampel dalam Kabupaten OKU TIMUR
an terhadap air tanah dan sumber-sumber air bersih lainnya
tentang data mengenai tempat Buang Air Besar (BAB) yang ada di Kabupaten OKU TIMUR dapat dilihat pada gambar/grafik di bawah ini
Gambar
Tempat Buang Air Besar (BAB) di Kabupaten OKU TIMUR
Banjir/Genangan
Secara umum di lingkungan permukiman kejadian banjir yang terjadi relative jarang (16.9%), akan tetapi untuk area lain seperti persawahan masih sangat sering terjadi akibat kondisi drainase yang kurang baik. Pada wilayah-wilayah
terkena banjir, secara rutin setiap tahun terjadi (51%), bahkan sebagian banjir ikut menggenangi rumah (44.4%). Banjir yang terjadi umumnya setinggi lutut orang dewasa (30.9%) dan setinggi setengah lutut orang dewasa (30.9%). Lama genangan sek
dari satu hari (63.2%).
Perilaku Hidup Bersih Sehat
Praktek cuci tangan pakai sabun (CTPS) di lima waktu penting berdasarkan hasil Studi EHRA Kabupaten OKU TIMUR cukup rendah yaitu haya sekitar 15.1%, walaupun tingkat ketersediaan sabun di dalam atau di dekat KM/WC/jamban cukup tinggi yaitu 60.4%. hal ini berarti perlu adanya perubahan perilaku masyarakat untuk lebih meningkatkan perilaku CPTS dalam kehidupan sehari-hari.
Pemanfaatan sabun alm kehidupan sehari-hari sangat dominan dipergunaka saat mandi (97.8%), mencuci peralatan dapur (81.8%) serta pada saat mencuci pakaian (81.4%). Sedangkan perilaku cuci tangan pakai sabun umumnya dilakukan pada saat sebelum makan (85.2%) dan pada saat selesai makan (73.7%). Perilaku cuci tangan n pada saat setelah buang air besar hanya sekitar 46.6%, padahal paa saat setelah buang air besar perlu dilakukan cuci tangan pakai sabun untuk menghilangkan kotoran dari tinja
Kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah umumnya dibakar baik langsung dibakar (38.3%) maupun di bakar di dalam lubang (35.7%). Akan tetapi cara ini tidak dianjurkan karena hasil pembakaran sampah dapat mencemari udara. Lebih dari itu, masih ada juga masyarakat yang membuang sampah si sungai (7.7%) dan di biarkan saja berserakan di halamn rumah (0.4%).
Sekeliling pekarangan rumah pada rumah tangga yang menjadi sampel dalam 86,3 3,3 0,3 7,7 0,8 0,4 3,7 1 0,4
Tempat Buang Air Besar (BAB)
Kabupaten OKU TIMUR Jamban Pribadi
MCK/WC Umum WC Helikopter Sungai Kebun/Pekarangan Selokan/Parit/Got Lubang Galian
sumber air bersih lainnya. Grafik/gambar tentang data mengenai tempat Buang Air Besar (BAB) yang ada di Kabupaten OKU
OKU TIMUR
Secara umum di lingkungan permukiman kejadian banjir yang terjadi relative jarang (16.9%), akan tetapi untuk area lain seperti persawahan masih sangat sering wilayah yang sering terkena banjir, secara rutin setiap tahun terjadi (51%), bahkan sebagian banjir ikut menggenangi rumah (44.4%). Banjir yang terjadi umumnya setinggi lutut orang dewasa (30.9%) dan setinggi setengah lutut orang dewasa (30.9%). Lama genangan sekitar lebih
Praktek cuci tangan pakai sabun (CTPS) di lima waktu penting berdasarkan hasil Studi EHRA Kabupaten OKU TIMUR cukup rendah yaitu haya sekitar 15.1%, walaupun dalam atau di dekat KM/WC/jamban cukup tinggi yaitu 60.4%. hal ini berarti perlu adanya perubahan perilaku masyarakat untuk lebih hari sangat dominan dipergunakan saat mandi (97.8%), mencuci peralatan dapur (81.8%) serta pada saat mencuci pakaian (81.4%). Sedangkan perilaku cuci tangan pakai sabun umumnya dilakukan pada saat sebelum makan (85.2%) dan pada saat selesai makan (73.7%). Perilaku cuci tangan n pada saat setelah buang air besar hanya sekitar 46.6%, padahal paa saat setelah buang air besar perlu dilakukan cuci tangan pakai sabun untuk menghilangkan Kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah umumnya dibakar baik r (38.3%) maupun di bakar di dalam lubang (35.7%). Akan tetapi cara ini tidak dianjurkan karena hasil pembakaran sampah dapat mencemari udara. Lebih dari itu, masih ada juga masyarakat yang membuang sampah si sungai (7.7%) dan di biarkan Sekeliling pekarangan rumah pada rumah tangga yang menjadi sampel dalam
Jamban Pribadi MCK/WC Umum WC Helikopter Sungai Kebun/Pekarangan Selokan/Parit/Got Lubang Galian
3.1.2. Tatanan Sekolah PHBS di
didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan akti
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu :
1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun 2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah
3. Menggunakan ja
4. Olahraga yang teratur dan terukur 5. Memberantas jentik nyamuk 6. Tidak merokok di sekolah
7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan 8. Membuang sampah pada tempatnya
Secara umum kondisi PHBS di sekola cukup baik, rata
cuci tangan. Akan tetapi masih ada beberapa sekolah yang belum memiliki fasilitasi fasiltasi tersebut. Selain itu juga fasilitas fasilit
secara maksimal dan kurang terawat. Untuk itu perlu pemicuan khususnya di sekolah sekolah dasar tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Perilaku ini perlu di tanamkan sejak dini agar dapat sejak dini anak
menjadi dewasa.
Kondisi sarana sanitasi di sekolah yang ada di Kabupaten OKU TIMUR, dilihat dari pengetahuan tentang higiene dan sanitasi pada umumnya telah diberikan pada saat pertemuan penyuluhan tertentu atau saat pelaj
berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten OKU TIMUR, belum ada pendanaan khusus untuk air bersih/sanitasi dan pendidikan higiene di sekolah-sekolah.
Dalam hal pengelolaan sampah, umumnya
dipisahkan dan belum ada yang menjadi pionir dalam mengelola sampah menjadi kompos di sekolah.
Rekapitulasi kondisi fasilitas sanitasi di sekolah (SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK) dapat dilihat pada
Kabupaten OKU TIMUR pada Tatanan Sekolah
PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di 1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun
2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah 3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat 4. Olahraga yang teratur dan terukur
5. Memberantas jentik nyamuk 6. Tidak merokok di sekolah
7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan Membuang sampah pada tempatnya
Secara umum kondisi PHBS di sekolah yang ada di Kabupaten OKU TIMUR cukup baik, rata-rata setiap sekolah telah memiliki sumber air bersih, MCK dan tempat cuci tangan. Akan tetapi masih ada beberapa sekolah yang belum memiliki fasilitasi fasiltasi tersebut. Selain itu juga fasilitas fasilitas sanitasi yang ada belum di pergunakan secara maksimal dan kurang terawat. Untuk itu perlu pemicuan khususnya di sekolah sekolah dasar tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Perilaku ini perlu di tanamkan sejak dini agar dapat sejak dini anak-anak dapat membudayakan PHBS hingga menjadi dewasa.
Kondisi sarana sanitasi di sekolah yang ada di Kabupaten OKU TIMUR, dilihat dari pengetahuan tentang higiene dan sanitasi pada umumnya telah diberikan pada saat pertemuan penyuluhan tertentu atau saat pelajaran Pendidikan Jasmani. Akan tetapi berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten OKU TIMUR, belum ada pendanaan khusus untuk air bersih/sanitasi dan pendidikan higiene di
sekolah.
Dalam hal pengelolaan sampah, umumnya masih dengan dikumpulkan dan dipisahkan dan belum ada yang menjadi pionir dalam mengelola sampah menjadi kompos Rekapitulasi kondisi fasilitas sanitasi di sekolah (SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK) dapat dilihat pada tabel3.1 dan kondisi sarana sanitasi sekolah (SD/MI/MTs/MA/SMK) di Kabupaten OKU TIMUR pada tabel 3.2.
Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan
f dalam mewujudkan lingkungan sehat.
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di 1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun
h yang ada di Kabupaten OKU TIMUR rata setiap sekolah telah memiliki sumber air bersih, MCK dan tempat cuci tangan. Akan tetapi masih ada beberapa sekolah yang belum memiliki
fasilitasi-as sanitfasilitasi-asi yang ada belum di pergunakan secara maksimal dan kurang terawat. Untuk itu perlu pemicuan khususnya di sekolah-sekolah dasar tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Perilaku ini perlu di
ak dapat membudayakan PHBS hingga Kondisi sarana sanitasi di sekolah yang ada di Kabupaten OKU TIMUR, dilihat dari pengetahuan tentang higiene dan sanitasi pada umumnya telah diberikan pada saat aran Pendidikan Jasmani. Akan tetapi berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten OKU TIMUR, belum ada pendanaan khusus untuk air bersih/sanitasi dan pendidikan higiene di masih dengan dikumpulkan dan dipisahkan dan belum ada yang menjadi pionir dalam mengelola sampah menjadi kompos Rekapitulasi kondisi fasilitas sanitasi di sekolah (SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK) sekolah (SD/MI/MTs/MA/SMK) di
Buku Putih Sanitasi Kabupaten OKU TIMUR
NO. NAMA SEKOLAH
JUMLAH SISWA JUMLAH
L P L
KONDISI FASILITAS SANITASI DI SEKOLAH (SD)
1 SD Negeri 1 Martapura 280 241 3 2 SD Negeri 2 Martapura 192 161 4 3 SD Negeri 3 Martapura 124 130 3 4 SD Negeri 4 Martapura 94 76 1 5 SD Negeri 5 Martapura 72 62 1 6 SD Negeri 6 Martapura 241 229 2 7 SD Negeri 7 Martapura 100 105 5 8 SD Negeri 8 Martapura 136 125 2 9 SD Negeri 9 Martapura 123 125 1 10 SD Negeri 10 Martapura 125 118 8 11 SD Negeri 11 Martapura 186 158 1 12 SD Negeri 12 Martapura 80 68 4 13 SD Negeri 13 Martapura 85 105 3 14 SD Negeri 14 Martapura 78 88 3 15 SD Negeri 15 Martapura 84 76 2 16 SD Negeri 16 Martapura 32 48 -17 SD Negeri 17 Martapura 62 68 7 18 SD Negeri 18 Martapura 95 70 10 19 SD Negeri 19 Martapura 241 214 4
TABEL 3.1. REKAPITULASI KONDISI FASILITAS SANITASI DI SEKOLAH DI KABUPATEN OKU TIMUR
JUMLAH GURU
SUMBER AIR BERSIH JUMLAH TOILET
PDAM SPT SGL GURU SISWA L P S K T S K T S K T L P 3 27 √ 2 5 6 4 16 √ 1 2 2 3 14 √ 2 2 1 1 10 √ 1 2 2 1 10 √ √ 1 1 1 2 19 √ 2 1 2 5 12 √ 2 1 1 2 9 √ 2 1 1 1 11 √ 1 1 1 8 4 √ 1 3 3 1 17 √ 2 2 3 4 6 √ 2 1 1 3 8 √ 1 2 2 3 8 √ 2 1 1 2 12 √ 2 1 1 - 13 √ 1 7 6 √ 1 2 2 10 1 √ √ 1 1 4 12 √ 1 2 2
. REKAPITULASI KONDISI FASILITAS SANITASI DI SEKOLAH (SD/MI/SMP/MTS/SMA/SMK DI KABUPATEN OKU TIMUR
JUMLAH TEMPAT KENCING FASILITAS CUCI TANGAN PERSEDIAAN SABUN
SIAPA YANG MEMBERSIHKAN TOILET
GURU SISWA GURU L P Y T Y T L P 2 5 6 √ √ 1 2 2 √ √ √ 2 2 1 √ √ 1 2 2 √ √ √ √ 1 1 1 √ √ √ √ 2 1 2 √ √ √ √ 2 1 2 √ √ √ √ 2 1 1 √ √ 1 1 1 √ √ √ √ 1 3 3 √ √ √ 2 2 3 √ √ √ 2 1 1 √ √ √ √ 1 2 2 √ √ √ 2 1 1 √ √ √ 2 1 1 √ √ √ 1 √ √ √ 1 1 1 √ √ 1 1 √ √ √ 1 2 2 √ √ √
SIAPA YANG MEMBERSIHKAN TOILET
SISWA PESURUH L P L P √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
22 SD Negeri 1 Perjaya 158 142 6
23 SD Negeri 2 Perjaya 69 60 5
24 SD Negeri Sido Makmur 28 32 7
25 SD Negeri Sidomulyo 80 66 5 26 SD Negeri Petanggan 82 69 2 27 SD Negeri 1 Purwodadi 74 59 3 28 SD Negeri 2 Purwodadi 61 88 6 29 SD Negeri 1 Srimulyo 65 70 5 30 SD Negeri 2 Srimulyo 103 100 7 31 SD Negeri 3 Srimulyo 35 27 3 32 SD Negeri 1 Gumawang 136 100 3 33 SD Negeri 2 Gumawang 114 119 2 34 SD Negeri 3 Gumawang 191 234 3 35 SD Negeri 4 Gumawang 138 108 2 36 SD Negeri 5 Gumawang 86 74 1 37 SD Negeri 6 Gumawang 141 125 1 38 SD Negeri Bedilan 143 142 4 39 SD Negeri Sidogede 66 59 6 40 SD Negeri Sidomakmur 112 107 2
41 SD Negeri Tanjung Raya 40 32 4
42 SD Negeri Harjo Winangun 85 55 3
43 SD Negeri Pujo Rahayu 140 118 8
44 SD Negeri Sukosari 112 95 4 45 SD Negeri 1 Sidomulyo 53 57 5 46 SD Negeri 2 Sidomulyo 115 88 5 47 SD Negeri 3 Sidomulyo 66 66 7 48 SD Charitas 01 Gumawang 156 132 5 49 SD Muh. Harjowinangun 21 17 5 50 SD Muh. Sidodadi 32 31 2
51 SD Negeri 1 Gunung Batu 52 57 1
52 SD Negeri 2 Gunung Batu 97 98 1
6 17 √ 1 2 2 5 7 √ 1 1 1 7 2 1 5 4 √ 1 2 6 √ 1 1 1 3 4 √ 1 1 1 6 3 √ 1 1 1 5 5 √ 1 1 1 7 5 √ 1 1 1 3 2 √ 1 3 12 √ 1 1 1 2 12 √ 1 1 3 16 √ 4 3 3 2 12 √ 2 1 1 1 9 √ 1 1 1 14 √ 1 1 1 4 12 √ 2 1 1 6 6 √ 2 13 √ √ 2 3 4 8 √ 1 1 1 3 6 √ 1 1 1 8 10 √ 1 1 1 4 9 √ 2 1 1 5 9 √ 1 1 5 11 √ 2 1 1 7 6 √ 1 1 1 5 9 √ 2 2 3 5 6 √ 2 5 √ 1 1 1 8 √ 1 1 1 11 √ 2 1 1 1 2 2 √ 1 1 1 √ √ √ 1 1 1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 1 √ √ √ √ √ √ √ 1 1 √ √ √ √ 2 1 1 √ √ 1 1 1 √ √ √ √ √ √ √ 1 1 1 √ √ 2 1 1 √ √ √ 2 1 1 √ √ √ √ √ √ 2 2 √ √ √ √ 1 1 1 √ √ √ 1 1 1 √ √ 1 1 1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ v √ √ 2
Buku Putih Sanitasi Kabupaten OKU TIMUR
53 SD Negeri 3 Gunung Batu 63 61 1
54 SD Negeri 4 Gunung Batu 150 127 3
55 SD Negeri 1 Sukabumi 121 130 1 56 SD Negeri 2 Sukabumi 99 85 2 57 SD Negeri 1 Cempaka 149 137 5 58 SD Negeri 2 Cempaka 70 77 2 59 SD Negeri 3 Cempaka 51 62 1 60 SD Negeri 4 Cempaka 51 47 8 61 SD Negeri 1 Sukaraja 31 35 0
62 SD Negeri 1 Campang Tiga 87 82 2
63 SD Negeri 2 Campang Tiga 62 44 4
64 SD Negeri 3 Campang Tiga 57 67 0
65 SD Negeri 4 Campang Tiga 78 62 2
66 SD Negeri 5 Campang Tiga 78 57 2
67 SD Negeri 6 Campang Tiga 75 81 3
68 SD Negeri 1 Gunung Jati 99 80 2
69 SD Negeri 2 Gunung Jati 69 55 2
KONDISI FASILITAS SANITASI DI SEKOLAH (SMP)
1 SMP Negeri 1 Martapura 355 406 8
2 SMP Negeri 2 Martapura 387 416 12
3 SMP Negeri 3 Martapura 225 197 8
4 SMP Negeri 1 Belitang 376 479 24
5 SMP Negeri 1 Belitang Mulya 375 355 11
6 SMP Negeri 2 Belitang Mulya 304 332 19
7 SMP Negeri 2 Belitang Mulya 138 173 7
8 SMP Negeri 1 Cempaka 238 244 13
9 SMP Negeri 2 Cempaka 189 183 8
KONDISI FASILITAS SANITASI DI SEKOLAH (SMA)
1 9 √ 1 1 3 10 √ 3 1 2 1 10 √ 1 1 1 2 7 √ 1 1 1 5 14 √ 2 2 1 2 11 √ 4 2 2 1 9 √ 1 8 8 √ 3 2 1 0 11 √ 2 1 1 2 11 1 1 4 8 √ 1 1 1 0 13 √ 2 11 √ 1 1 1 2 11 √ √ 2 2 2 3 10 √ 1 1 2 14 √ 1 2 1 2 13 √ 1 1 8 39 12 41 8 18 24 34 11 30 19 22 7 12 13 26 8 16 1 1 1 √ √ 1 1 1 √ √ 1 1 1 √ √ 1 1 √ √ √ 1 1 1 √ √ 4 2 2 √ √ 1 1 1 √ √ 1 1 1 √ √ 1 1 1 √ √ 1 1 1 √ √ 1 1 1 √ √ 1 1 1 √ √ 1 1 1 √ √ 2 2 2 √ √ 1 1 1 √ √ √ 1 2 1 √ √ √ 1 1 1 √ √ 2 10 10 2 5 5 3 3 3 2 1 1 4 1 1 3 8 8 1 1 1 11 2 2 2 1 1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2 SMA Negeri 2 Martapura 205 327 13
3 SMA Negeri 3 Martapura 102 181 14
4 SMA Negeri 1 Belitang 366 630 32
5 SMA Negeri 1 Cempaka 206 279 14
KONDISI FASILITAS SANITASI DI SEKOLAH (SMK)
6 SMK Negeri 1 Martapura 313 242 21
Sumber : Diknas Kabupaten OKU TIMUR Tahun 2012
13 26 14 11 32 33 14 22 21 15 1 1 2 4 2 3 3 5 5 3 7 7 2 4 4
Buku Putih Sanitasi Kabupaten OKU TIMUR
No Nama Sekolah
Apakah Pengetahuan ttg Higiene dan Sanitasi diberikan
Ya, Saat Pertemuan Penyuluhan Tertentu
Ya, Saat Mata Pelajaran
KONDISI SARANA SANITASI SEKOLAH (SD)
1 SD Negeri 1 Martapura √ 2 SD Negeri 2 Martapura √ 3 SD Negeri 3 Martapura √ 4 SD Negeri 4 Martapura √ 5 SD Negeri 5 Martapura √ 6 SD Negeri 6 Martapura √ 7 SD Negeri 7 Martapura √ 8 SD Negeri 8 Martapura √ 9 SD Negeri 9 Martapura √ 10 SD Negeri 10 Martapura √ 11 SD Negeri 11 Martapura √ 12 SD Negeri 12 Martapura √ 13 SD Negeri 13 Martapura √ 14 SD Negeri 14 Martapura √
TABEL 3.2. KONDISI SARANA SANITASI SEKOLAH (SD/MI/SMA/MTS/SMA/MA/SMK DI KABUPATEN OKU TIMUR
Apakah Pengetahuan ttg Higiene dan Sanitasi diberikan
Apakah Ada Dana Untuk air Bersih/Sanitasi/Pend
Higiene
Cara Pengelolaan Sampah
Ya, Saat Mata Pelajaran
Penjas di Kelas Tidak Pernah Ya Tidak Dikumpulkan Dipisahkan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
TABEL 3.2. KONDISI SARANA SANITASI SEKOLAH (SD/MI/SMA/MTS/SMA/MA/SMK
Cara Pengelolaan Sampah Tempat Pembuangan Air
Kotor Kapan Tangki Septictank di Kosongkan Kondisi Higiene Sekolah Dipisahkan Dibuat
Kompos Dari Toilet
Dari Kamar Mandi
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
Kondisi Higiene Sekolah
16 SD Negeri 16 Martapura √ 17 SD Negeri 17 Martapura √ 18 SD Negeri 18 Martapura √ 19 SD Negeri 19 Martapura √ 20 SD Negeri 20 Martapura √ 21 SD Negeri 21 Martapura √ 22 SD Negeri 1 Perjaya √ 23 SD Negeri 2 Perjaya √
24 SD Negeri Sido Makmur √
25 SD Negeri Sidomulyo √ 26 SD Negeri Petanggan √ 27 SD Negeri 1 Purwodadi √ 28 SD Negeri 2 Purwodadi √ 29 SD Negeri 1 Srimulyo √ 30 SD Negeri 2 Srimulyo √ 31 SD Negeri 3 Srimulyo √ 32 SD Negeri 1 Gumawang √ 33 SD Negeri 2 Gumawang √ 34 SD Negeri 3 Gumawang √ 35 SD Negeri 4 Gumawang √ 36 SD Negeri 5 Gumawang √ 37 SD Negeri 6 Gumawang √ 38 SD Negeri Bedilan √ 39 SD Negeri Sidogede √ 40 SD Negeri Sidomakmur √
41 SD Negeri Tanjung Raya √
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
Buku Putih Sanitasi Kabupaten OKU TIMUR
42 SD Negeri Harjo Winangun √
43 SD Negeri Pujo Rahayu √
44 SD Negeri Sukosari √ 45 SD Negeri 1 Sidomulyo √ 46 SD Negeri 2 Sidomulyo √ 47 SD Negeri 3 Sidomulyo √ 48 SD Charitas 01 Gumawang √ 49 SD Muh. Harjowinangun √ 50 SD Muh. Sidodadi √
51 SD Negeri 1 Gunung Batu √
52 SD Negeri 2 Gunung Batu √
53 SD Negeri 3 Gunung Batu √
54 SD Negeri 4 Gunung Batu √
55 SD Negeri 1 Sukabumi √ 56 SD Negeri 2 Sukabumi √ 57 SD Negeri 1 Cempaka √ 58 SD Negeri 2 Cempaka √ 59 SD Negeri 3 Cempaka √ 60 SD Negeri 4 Cempaka √ 61 SD Negeri 1 Sukaraja √
62 SD Negeri 1 Campang Tiga √
63 SD Negeri 2 Campang Tiga √
64 SD Negeri 3 Campang Tiga √
65 SD Negeri 4 Campang Tiga √
66 SD Negeri 5 Campang Tiga √
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
68 SD Negeri 1 Gunung Jati √
69 SD Negeri 2 Gunung Jati √
KONDISI SARANA SANITASI SEKOLAH (SMP)
1 SMP Negeri 1 Martapura √
2 SMP Negeri 2 Martapura √
3 SMP Negeri 3 Martapura √
4 SMP Negeri 1 Belitang √
5 SMP Negeri 1 Belitang Mulya √
6 SMP Negeri 2 Belitang Mulya √
7 SMP Negeri 2 Belitang Mulya √
8 SMP Negeri 1 Cempaka √
9 SMP Negeri 2 Cempaka √
1 SMA Negeri 1 Martapura √
2 SMA Negeri 2 Martapura √
3 SMA Negeri 3 Martapura √
4 SMA Negeri 1 Belitang √
5 SMA Negeri 1 Cempaka √
1 SMK Negeri 1 Martapura √
Sumber : Diknas Kabupaten OKU TIMUR Tahun 2012
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
KONDISI SARANA SANITASI SEKOLAH (SMA)
√ √ √ √
√ √ √ √
√ √ √ √
√ √ √ √
√ √ √ √
KONDISI SARANA SANITASI SEKOLAH (SMK)
√ √ √ √
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
√ √ Jika Penuh BAIK
Buku Putih Sanitasi Kabupaten OKU TIMUR
3.2.Pengelolaan Air Limbah Domestik
Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang begitu cepat terutama di daerah perkotaan memberikan dampak yang serius
jumlah penduduk akan meningkatkan pemakaian terhadap air minum/air bersih yang akan berdampak pula terhadap jumlah atau produksi air limbah. Pembuangan air limbah tanpa melalui proses pengolahan akan meng
khususnya terjadinya pencemaran pada sumber
Pengelolaan air limbah memerlukan prasarana dan sarana penyaluran dan pengolahan. Pengolahan air limbah permukiman dapat ditangani melalu
(on site) ataupun melalui system terpusat (off site).
Khususnya di Kabupaten OKU TIMUR, penanganan masalah air limbah masih rendah. Hasil Susenas 2006
sesuai dengan standar
tahun 2010, persentase rumah tangga yang menggunakan jamb
41,94 persen. Dibandingkan tahun 2006, angka mengalami peningkatan yang cukup berarti yaitu dari 17,25 persen pa
tahunnya. Jika peningkatan 6,
tahun 2015, angka penggunaan jamban yang layak akan mencapai 72,80 persen sehingga target nasional 62,41
3.2.1 Kelembagaan
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten OKU TIMUR, Dinas Pekerjaan Umum Cipta
diberi kewenangan dan pengelolaan Air Limbah di Kabupaten OKU TIMUR. Dalam pengelolaan air limbah domestik
Tata Ruang seksi Prasarana Penyehatan Lingkungan dan Air
di beri kewenangan dalam mengelola air limbah. Struktur Organisasi yang menangani masalah air limbah dapat kita lihat pada
Dalam menunjang kewenangan dalam penanganan masalah air limbah di Kabupaten OKU TIMUR, Pemerintah Daerah bersama dengan DPRD Kabupaten OKU TIMUR telah menyusun beberapa Peraturan Daerah (Perda) yang terkait dalam penanganan masalah air limbah. Beberapa Peraturan Daer
berikut:
1. Peraturan Daerah Pelayanan Kakus 2. Peraturan Daerah K
Keindahan, Ketertiban dan Kesehatan Lingkungan. 3. Peraturan Daerah K
Pembuangan dan Pemanfaatan Air Limbah. Pemetaan sistem sanitasi dilakukan u sistem sanitasi yang ada (eksisting) strategi perbaikan/peningkatan ya
Kabupaten OKU TIMUR
Pengelolaan Air Limbah Domestik
Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang begitu cepat terutama di daerah perkotaan memberikan dampak yang serius terhadap penurunan daya dukung lingkungan. Kenaikan jumlah penduduk akan meningkatkan pemakaian terhadap air minum/air bersih yang akan berdampak pula terhadap jumlah atau produksi air limbah. Pembuangan air limbah tanpa melalui proses pengolahan akan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan, khususnya terjadinya pencemaran pada sumber-sumber air baku dan air minum.
Pengelolaan air limbah memerlukan prasarana dan sarana penyaluran dan pengolahan. Pengolahan air limbah permukiman dapat ditangani melalu
(on site) ataupun melalui system terpusat (off site).
Khususnya di Kabupaten OKU TIMUR, penanganan masalah air limbah masih Hasil Susenas 2006-2010 memperlihatkan bahwa penggunaan jamban yang layak sesuai dengan standar kesehatan di Kabupaten OKU Timur masih sangat rendah. Pada tahun 2010, persentase rumah tangga yang menggunakan jamban yang layak hanya sebesar 94 persen. Dibandingkan tahun 2006, angka mengalami peningkatan yang cukup berarti yaitu dari 17,25 persen pada tahun 2006 atau rata-rata bertambah sekitar 6,
tahunnya. Jika peningkatan 6,17 persen dapat dipertahankan setiap tahunnya, maka pada tahun 2015, angka penggunaan jamban yang layak akan mencapai 72,80 persen sehingga target nasional 62,41 persen pada tahun 2015 akan dapat tercapai.
Kelembagaan
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten OKU TIMUR, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang adalah SKPD yang diberi kewenangan dan pengelolaan Air Limbah di Kabupaten OKU TIMUR. Dalam pengelolaan air limbah domestik ini, pada SKPD Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang seksi Prasarana Penyehatan Lingkungan dan Air Bersih merupakan seksi yang di beri kewenangan dalam mengelola air limbah. Struktur Organisasi yang menangani masalah air limbah dapat kita lihat pada gambar 3.1.
Dalam menunjang kewenangan dalam penanganan masalah air limbah di Kabupaten Pemerintah Daerah bersama dengan DPRD Kabupaten OKU TIMUR telah menyusun beberapa Peraturan Daerah (Perda) yang terkait dalam penanganan masalah air Beberapa Peraturan Daerah yang mengatur tentang air limbah adalah sebagai Peraturan Daerah Kabupaten OKU TIMUR Nomor 34 Tahun 2005
layanan Kakus.
Peraturan Daerah Kabupaten OKU TIMUR Nomor 33 Tahun 2008 Ten Keindahan, Ketertiban dan Kesehatan Lingkungan.
Peraturan Daerah Kabupaten OKU TIMUR Nomor 27 Tahun 200 Pembuangan dan Pemanfaatan Air Limbah.
Pemetaan sistem sanitasi dilakukan untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan sanitasi yang ada (eksisting) dan digunakan sebagai dasar untuk menetapkan strategi perbaikan/peningkatan yang akan dilakukan.
Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang begitu cepat terutama di daerah perkotaan terhadap penurunan daya dukung lingkungan. Kenaikan jumlah penduduk akan meningkatkan pemakaian terhadap air minum/air bersih yang akan berdampak pula terhadap jumlah atau produksi air limbah. Pembuangan air limbah tanpa akibatkan terjadinya pencemaran lingkungan,
sumber air baku dan air minum.
Pengelolaan air limbah memerlukan prasarana dan sarana penyaluran dan pengolahan. Pengolahan air limbah permukiman dapat ditangani melalui system setempat Khususnya di Kabupaten OKU TIMUR, penanganan masalah air limbah masih sangat 2010 memperlihatkan bahwa penggunaan jamban yang layak kesehatan di Kabupaten OKU Timur masih sangat rendah. Pada an yang layak hanya sebesar 94 persen. Dibandingkan tahun 2006, angka mengalami peningkatan yang cukup berarti rata bertambah sekitar 6,17 persen setiap 17 persen dapat dipertahankan setiap tahunnya, maka pada tahun 2015, angka penggunaan jamban yang layak akan mencapai 72,80 persen sehingga
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Karya dan Tata Ruang adalah SKPD yang diberi kewenangan dan pengelolaan Air Limbah di Kabupaten OKU TIMUR. Dalam ini, pada SKPD Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Bersih merupakan seksi yang di beri kewenangan dalam mengelola air limbah. Struktur Organisasi yang menangani Dalam menunjang kewenangan dalam penanganan masalah air limbah di Kabupaten Pemerintah Daerah bersama dengan DPRD Kabupaten OKU TIMUR telah menyusun beberapa Peraturan Daerah (Perda) yang terkait dalam penanganan masalah air yang mengatur tentang air limbah adalah sebagai Tentang Restribusi Tentang Kebersihan, Tahun 2005 Tentang Izin ntuk mengetahui keunggulan dan kelemahan igunakan sebagai dasar untuk menetapkan
Gambar 3.1.
BAGAN SUSUNAN ORGANISASI
DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
BIDANG PERENCANAAN DAN PROGRAM
SEKSI PERENCANAAN DAN PROGRAM, SURVEY PEMETAAN DAN PERIZINAN
SEKSI MONITORING, EVALUASI DAN
DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR
KEPALA DINAS
SUBBAGIAN UMUM DAN PERLENGKAPAN
DAN
SEKSI PERENCANAAN DAN PROGRAM, SURVEY PEMETAAN DAN PERIZINAN
SEKSI MONITORING, EVALUASI DAN
BIDANG TATA RUANG DAN TATA RUANG
SEKSI TATA RUANG
SEKRETARIS
KASUBBAGIANKEPEGAWAIAN DAN KEUANGAN
BIDANG PRASARANA PERUMAHAN PERMUKIMAN DAN PENYEHATAN
LINGKUNGAN
SEKSI PRASARANA PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN
Buku Putih Sanitasi Kabupaten OKU TIMUR
TABEL 3.3. PETA PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK
PERENCANAAN
1 Menyusun Target Pengelolaan air Limbah Domestik Skala Kab/Kota
2 Menyusun Rencana Program Air Limbah Domestik dalam Rangka Pencapaian Target 3 Menyusun Rencana Anggaran Program Air Limbah Domestik dalam Rangka pencapaian
target
PENGADAAN SARANA
1 Menyediakan sarana pembuangan awal air limbah domestik
2 Membangun sarana pengumpulan dan pengolahan awal (septc tank) 3 Menyediakan sarana pengangkutan dari septic tank ke IPLT (truk tinja)
4 Membangun jaringan atau saluran pengaliran limbah dari sumber ke IPAL (pipa kolektor) 5 Membangun sarana IPLT dan atau IPAL
PENGELOLAAN
1 Menyediakan layanan penyedotan lumpur tinja 2 Pengelolaan IPLT dan atau IPAL
3 Melakukan penarikan retribusi penyedotan lumpur tinja
4 Memberikan Ijin Usaha Pengelolaan Air Limbah domestik dan atau Penyedotan Air Limbah Domestik
5 Melakukan Pengecekan Kelengkapan Utilitas Teknis Bangunan (tanki Septic tank dan
PETA PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN OKU TIMUR
Fungsi
Pemangku Kepentingan Pemerintah
Kabupaten/Kota
Menyusun Target Pengelolaan air Limbah Domestik Skala Kab/Kota v Menyusun Rencana Program Air Limbah Domestik dalam Rangka Pencapaian Target v
Rencana Anggaran Program Air Limbah Domestik dalam Rangka pencapaian
Menyediakan sarana pembuangan awal air limbah domestik V
Membangun sarana pengumpulan dan pengolahan awal (septc tank) V
Menyediakan sarana pengangkutan dari septic tank ke IPLT (truk tinja) V Membangun jaringan atau saluran pengaliran limbah dari sumber ke IPAL (pipa kolektor) V
Membangun sarana IPLT dan atau IPAL V
Menyediakan layanan penyedotan lumpur tinja V
V
Melakukan penarikan retribusi penyedotan lumpur tinja V
Memberikan Ijin Usaha Pengelolaan Air Limbah domestik dan atau Penyedotan Air Limbah
V Melakukan Pengecekan Kelengkapan Utilitas Teknis Bangunan (tanki Septic tank dan
PETA PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK
Pemangku Kepentingan
Kabupaten/Kota swasta Masyarakat
v v v v v v v v v v v v v v
PENGATURAN DAN PEMBINAAN
1 Pengaturan prosedur penyediaan layanan air limbah domestik (pengangkutan, personil, peralatan dll)
2 Melakukan sosialisasi peraturan dan pembinaan dalam hal pengelolaan air limbah domestik
3 Memberikan sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan air limbah domestik
MONITORING DAN EVALUASI
1 Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian target pengelolaan air limbah domestik skala kab/kota
2 Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kapasitas infrastruktur sarana pengelolaan air limbah domestik
3 Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap
atau menampung serta mengelola keluhan atas layanan air limbah domestik 4 Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap baku mutu air limbah domestik Sumber : Dinas PU CK dan TR Kab. OKU TIMUR
Pengaturan prosedur penyediaan layanan air limbah domestik (pengangkutan, personil,
V Melakukan sosialisasi peraturan dan pembinaan dalam hal pengelolaan air limbah
V Memberikan sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan air limbah domestik V
evaluasi terhadap capaian target pengelolaan air limbah
V Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kapasitas infrastruktur sarana pengelolaan air
V Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektifitas layanan air limbah domestik dan
atau menampung serta mengelola keluhan atas layanan air limbah domestik V Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap baku mutu air limbah domestik V
v v v v v v
Buku Putih Sanitasi Kabupaten OKU TIMUR
Peraturan AIR LIMBAH DOMESTIK
1 Target capaian layanan pengelolaan air limbah domestik di kabupaten OKU TIMUR
2 Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam Penyediaan Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik 3 Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam
Pemberdayaan masyarakat dan badan usaha dalam pengelolaan air limbah domestik
4 Kewajiban dan sanksi bagi masyarakat dan atau pengembang untuk menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di hunian rumah
5 Kewajiban dan sanksi bagi industri rumah tangga untuk
menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di tempat usaha
6 Kewajiban dan sanksi bagi kantor untuk menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di tempat usaha
7 Kewajiban penyedotan air limbah domestik untuk masyarakat, industri rumah tangga dan kantor pemilik septic tank
TABEL 3.4. PETA PERATURAN AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN OKU TIMUR
Ketersediaan Pelaksanaan Ada (sebutkan) Tidak Ada Efektif dilaksanakan Belum efektif dilaksanakan
Target capaian layanan pengelolaan air limbah domestik di Peraturan Daerah No
22 Tahun 2011
(RPJMD)
v Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam
Air Limbah Domestik v
Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam Pemberdayaan masyarakat dan badan usaha dalam
v
Kewajiban dan sanksi bagi masyarakat dan atau pengembang
menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di
v
Kewajiban dan sanksi bagi industri rumah tangga untuk
menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di tempat
v
menyediakan sarana
pengelolaan air limbah domestik di tempat usaha v
Kewajiban penyedotan air limbah domestik untuk masyarakat, industri rumah tangga dan kantor pemilik septic tank
Pelaksanaan Keterangan Belum efektif dilaksanakan Tidak Efektif dilaksanakan v
8 Retribusi penyedotan air limbahn domestik
9 Tata cara perijinan untuk kegiatan pembuangan air limbah domestik bagi kegiatan permukiman, usaha rumah tangga dan perkantoran
Sumber : Dinas PU CK dan TR Kab. OKU TIMUR, Bapedalda Kab. OKU TIMUR,
Peraturan Daerah No
5 Tahun
2007
v Tata cara perijinan untuk kegiatan pembuangan air limbah
domestik bagi kegiatan permukiman, usaha rumah tangga dan Daerah No Peraturan 27 Tahun
2005
v , Bapedalda Kab. OKU TIMUR, Tahun 2012
v