JASA ANGKUTAN PUPUK ZA (AMMONIUM SULFATE) DARI PELABUHAN TANJUNG PRIOK KE GUDANG PT. PUPUK KUJANG - CIKAMPEK

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS)

JASA ANGKUTAN PUPUK ZA (AMMONIUM SULFATE) DARI PELABUHAN

TANJUNG PRIOK KE GUDANG PT. PUPUK KUJANG - CIKAMPEK

LOKASI : CIKAMPEK-KARAWANG, INDONESIA 0 JASA, ANGKUTAN PUPUK ZA (AMMONIUM SULFATE) REV. DESKRIPSI TENDER TANGGAL PT PUPUK KUJANG DISIAPKAN DAN DISETUJUI

(2)

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

PENGADAAN JASA ANGKUTAN PUPUK ZA (AMMONIUM SULFATE) DARI PELABUHAN TANJUNG PRIOK KE GUDANG PT. PUPUK KUJANG - CIKAMPEK

BAB I

SYARAT-SYARAT UMUM Pasal-1

PENGERTIAN

1. Aanwijzing adalah Rapat pemberian petunjuk dan penjelasan terkait ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang diatur dalam RKS ini.

2. Pemilik adalah PT Pupuk Kujang.

3. Panitia Pengadaan adalah Pelaksana pelelangan yang ditunjuk untuk melaksanakan Lelang Jasa Angkutan Pupuk ZA (Ammonium Sulfate) dari Pelabuhan Tanjung Priok ke gudang PT. Pupuk Kujang (Cikampek).

4. Peserta adalah penyedia jasa kepabeanan, handling dan angkutan yang telah memenuhi syarat.

5. Pemasok adalah Peserta yang berhasil memenangkan Pengadaan Jasa Angkutan Pupuk ZA (Ammonium Sulfate) dari Pelabuhan Tanjung Priok ke gudang PT. Pupuk Kujang (Cikampek),dengan kriteria memiliki nilai komersial terendah.

Pasal–2

LINGKUP PEKERJAAN

1. Pemasok wajib menyediakan detail jasa dengan jumlah sebagaimana dimaksud pada

Lampiran-A RKS.

Selanjutnya dalam RKS ini disebut sebagai “Pekerjaan”.

Pasal-3

PEMBERIAN PETUNJUK DAN PENJELASAN

1. Untuk Pekerjaan Pengadaan Jasa Angkutan Pupuk ZA (Ammonium Sulfate) dari Pelabuhan Tanjung Priok ke gudang PT. Pupuk Kujang (Cikampek) ini akan diadakan Aanwijzing untuk mengklarifikasi hal-hal yang belum jelas dari apa yang diatur dalam RKS dan/atau untuk menambah dan/atau mengurangi dan/atau mengubah ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam RKS dan memberikan penjelasan mengenai cara-cara Pengadaan yang dihadiri oleh Panitia Pengadaan dan Peserta.

2. Aanwijzing akan diadakan pada waktu dan tempat yang disebutkan dalam undangan yang disampaikan oleh Panitia Pengadaan kepada Peserta.

(3)

3. Aanwijzing dihadiri oleh Panitia Pengadaan dan para Peserta pada hari, waktu dan tempat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal ini.

4. Kesimpulan-kesimpulan dari Aanwijzing akan dituangkan dalam suatu Berita Acara yang ditandatangani oleh Panitia Pengadaan dan minimum 2 (dua) orang wakil dari Peserta lelang yang dipilih atau yang hadir di Aanwijzing.

5. Berita Acara sebagaimana dimaksud pada ayat (4) Pasal ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari RKS dan mengikat seluruh Peserta.

6. Setelah Aanwijzing tersebut sampai dengan dibukanya penawaran dilarang untuk melakukan tanya jawab dan/atau surat menyurat antara Peserta kepada Panitia Pengadaan, kecuali ditentukan lain oleh Panitia Pengadaan.

7. Peserta yang tidak mengikuti Aanwijzing dianggap menyetujui RKS dan keseluruhan isi Berita Acara Aanwijzing serta tetap dapat mengikuti proses selanjutnya dari Pengadaan ini.

Pasal–4

SYARAT-SYARAT PENAWARAN

1. Penawaran yang disampaikan dibuat dalam 1 sampul yaitu penawaran komersial. 2. Sampul penawaran komersial yang terdiri dari:

a. Surat penawaran harga yang ditandatangani oleh Direktur Perusahaan diatas meterai dan diberi stempel. Dicantumkan batas berlaku pada Surat Penawaran Harga (sampai dengan akhir Mei 2018)

b. Jaminan Penawaran (Bid Bond) sebesar 1-3% dari harga penawaran. c. Surat Kuasa jika yang menghadiri auction adalah kuasa Direksi

d. Surat Persetujuan pencairan Jaminan Penawaran yang ditujukan kepada Pemilik. 3. Harga penawaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) Pasal ini berdasarkan harga

satuan dan total sudah termasuk semua biaya pengurusan kepabeanan di pelabuhan bongkar, pembongkaran penimbangan dan angkutan dari pelabuhan bongkar ke Gudang PT. Pupuk Kujang dengan mata uang Rupiah (IDR).

4. Biaya-biaya diatas termasuk dengan semua additional cost. Misal penggunaan shore crane apabila crane kapal tidak berfungsi, biaya pengeluaran barang khusus (apabila ada lartas dan jalur merah) untuk menghindari demmurage dan sebagainya.

Pasal - 5

PENETAPAN PEMENANG

1. Pemenang ditetapkan berdasarkan penawaran terendah hasil e-auction..

2. Dalam hal Pemenang yang telah ditetapkan tersebut mengundurkan diri, maka Panitia Pengadaan berhak untuk :

(4)

a. Melakukan negosiasi dengan Peserta, yaitu pemenang kedua dan seterusnya apabila diperlukan.

b. Apabila tidak terjadi kesepakatan, maka Panitia Pengadaan akan mengadakan Pengadaan ulang (retender).

3. Apabila Peserta mengundurkan diri sebelum Pemenang ditunjuk dan apabila Pemenang yang ditunjuk tidak mampu/menolak mengikatkan diri dalam ikatan Perjanjian, maka Jaminan Penawaran (Bid Bond) menjadi milik Pemilik.

4. Setelah pelaksanaan tender dilakukan maka Panitia Pengadaan mengeluarkan surat pemberitahuan Pemenang kepada seluruh Peserta selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak pelaksanaan tender tersebut.

5. Keputusan Panitia Pengadaan bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

6. Pelaksanaan Pengadaan akan dilaksanakan dalam bentuk Order Pembelian/Perjanjian yang telah ditandatangani oleh Pemilik dengan Pemasok.

Pasal-6 SANGGAHAN

1. Untuk menjamin adanya transparansi dan perlakuan yang sama (equal treatment) dalam proses Pengadaan, maka pihak yang kalah pada saat pengumuman Pemenang dapat mengajukan sanggahan kepada Panitia Pengadaan.

2. Sanggahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini hanya yang berkaitan dengan kesesuaian pelaksanaan Pengadaan dengan prosedur atau tata cara Pengadaan.

3. Sanggahan dapat diterima apabila diajukan dalam waktu selambat-lambatnya 4 (empat) hari kerja sejak tanggal diumumkannya Pemenang.

4. Pengajuan sanggahan disertai dengan penyerahan jaminan dengan nilai bid bond yang dikeluarkan oleh Bank di Indonesia sebesar 1-3% dari total penawaran dan akan dikembalikan apabila sanggahan terbukti benar secara hukum, dan menjadi milik Pemilik apabila sanggahan tidak terbukti.

5. Keputusan Panitia Pengadaan atas sanggahan bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Pasal-7

TANGGUNG JAWAB

1. Peserta bertanggungjawab untuk meneliti dan memahami semua isi dokumen termasuk namun tidak terbatas pada RKS dan faktor lainnya yang dapat mempengaruhi penawaran.

(5)

saat dilakukan Aanwijzing. Panitia Pengadaan akan menjelaskan perbedaan-perbedaan atau kesalahan-kesalahan tersebut secepatnya.

Pasal-8

DOKUMEN PENGADAAN

Yang dimaksud Dokumen Pengadaan adalah sebagai berikut: 1. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).

2. Berita Acara Aanwijzing.

3. Dan dokumen-dokumen lain yang saling berkaitan dengan Pengadaan ini.

BAB II

SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal - 1

SYARAT PENYERAHAN BARANG

1. Ketentuan mengenai prosedur dan tata cara penyerahan barang selanjutnya akan diatur tersendiri oleh Pemilik di dalam Order Pembelian/Perjanjian/Kontrak.

2. Tonase yang diakui adalah tonase yang keluar dari timbangan PT. Pupuk Kujang. 3. Pemasok wajib menjaga kualitas dan kuantitas (toleransi susut sebesar 0,5%) untuk

Pupuk ZA (Ammonium Sulfate) dari mulai pembongkaran pada pelabuhan Tanjung Priok hingga pembongkaran pada Gudang PT. Pupuk Kujang (Cikampek).

Pasal–2

WAKTU PENYERAHAN BARANG

Penyerahan barang disesuaikan waktunya dengan kesepakatan antara Pemasok dengan Pemilik. Direncanakan Pupuk ZA (Ammonium Sulfate) kemasan 50 Kg dalam kontainer pada bulan Mei dan Juli 2018.

Pasal–3

SYARAT PEMBAYARAN

Prosedur dan tata cara pembayaran kepada Pemasok dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan internal yang berlaku di perusahaan Pemilik.

Pasal-4

SANKSI ATAS KETERLAMBATAN DAN

KOMPENSASI ATAS KETIDAKSESUAIAN PERFORMANCE

1. Kegagalan Pemasok untuk menyerahkan barang dalam waktu yang telah ditetapkan akan dikenakan denda sesuai dengan peraturan dan ketentuan internal di Perusahaan Pemilik.

(6)

2. Denda atas keterlambatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini diperhitungkan langsung dengan pembayaran yang harus dilakukan oleh Pemilik kepada Pemasok.

Pasal – 6 FORCE MAJEURE

1. Force Majeure adalah semua kejadian di luar kekuasaan manusia yang akibatnya tidak dapat diperkirakan atau diduga dan berakibat baik langsung maupun tidak langsung terhadap Pemasok sehingga Pemasok tidak mampu melaksanakan sebagian atau seluruh kewajibannya dalam memenuhi kewajibannya.

2. Kejadian-kejadian yang dikategorikan sebagai Force Majeure adalah termasuk namun tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:

a. Gempa bumi; b. Banjir/Tsunami;

c. Topan dan/atau badai;

d. Perang atau keadaan bahaya lain yang diumumkan pemerintah;

e. Kebakaran ditempat lokasi produksi material yang mengakibatkan Pemasok tidak dapat melaksanakan kewajibannya;

f. Peraturan dan/atau kebijakan Pemerintah yang berakibat Pemasok tidak dapat melaksanakan kewajibannya.

3. Apabila terjadi kejadian Force Majeure dimaksud maka Pemasok wajib untuk melaporkan kejadian tersebut secara tertulis kepada Pemilik dalam waktu paling lambat 3 x 24 jam (tiga kali dua puluh empat jam) terhitung sejak Force Majeure tersebut terjadi dan dibuktikan dengan surat resmi dari Instansi Pemerintah setempat yang berwenang untukhal dimaksud.

4. Apabila laporan tentang terjadinya Force Majeure tidak disampaikan dalam waktu sebagaimana ditetapkan pada ayat (3) Pasal ini, maka Force Majeure tersebut dianggap tidak pernah terjadi dan Pemasok tetap berkewajiban untuk memenuhi kewajibannya.

Pasal–7 LAIN-LAIN

1. Pengiriman dilakukan secara penuh. Akan dituangkan ke dalam Kontrak sesuai dengan kesepakatan Pemenang dan Pemilik.

2. Pembukaan penawaran dilangsungkan setelah aanwijzing pada Tanggal 02 Mei 2018 Pukul 14.30 WIB di Gedung Learning Center / Diklat ruangan 9 PT. Pupuk Kujang, Jalan Jend. Ahmad Yani No. 39, Cikampek 41373, Karawang, Jawa Barat, Indonesia.

(7)

Lampiran

KEBUTUHAN DAN LINGKUP PEKERJAAN

Melaksanakan pengiriman Pupuk ZA (Ammonium Sulfate) dari melakukan pengurusan custom clearance (inklaring) di pelabuhan bongkar (Pelabuhan Tanjung Priok), melakukan pembongkaran kargo di pelabuhan bongkar, melakukan draught survey di pelabuhan bongkar, melakukan penimbangan di pelabuhan bongkar, mempersiapkan angkutan dan pengiriman dari pelabuhan bongkar ke Gudang PT. Pupuk Kujang, dan melakukan pembongkaran/menurunkan kargo di Gudang PT. Pupuk Kujang (cikampek).

Rincian Pekerjaan yang harus dilaksanakan penyedia jasa adalah sebagai berikut :

1. Proses Pembongkaran dan Pengeluaran Kargo di Pelabuhan Bongkar

a. Berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran untuk pengambilan Dokumen Impor. b. Melakukan pembongkaran Pupuk ZA (Ammonium Sulfate) dari kapal.

c. Melaksanakan custome clearance dokumen kepabeanan. d. Mengurus perijinan apabila kargo terkena lartas dan jalur merah.

e. Pemasok bekerja sama dengan Perusahaan pelayaran/agen kapal serta memastikan proses pembongkaran muatan kapal bisa dilaksanakan.

f. Melakukan pembongkaran muatan dari atas kapal.

g. Pemasok melaksanakan pembongkaran sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku.

h. Pemasok tetap melaksanakan pembongkaran dan pengangkutan meskipun pada hari Sabtu dan Minggu, libur Nasional kecuali hari yang ditetapkan pelabuhan setempat (Pelabuhan Tanjung Priok).

i. Apabila Pemasok dalam melaksanakan pembongkaran terjadi keterlambatan sehingga timbul demurrage/denda atau sejenisnya yang diakibatkan oleh kelalaian/kesalahan pelaksana pemuatan, maka biaya demurrage/denda atau sejenisnya sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab Pemasok.

j. Pemasok menyelesaikan dokumen pembongkaran ke kapal selambat-lambatnya 3 x 24 jam untuk diserahkan kepada Pemilik.

2. Pengiriman Kargo dari Pelabuhan Bongkar ke Gudang PT. Pupuk Kujang dan Proses Pembongkaran Kargo di Gudang PT. Pupuk Kujang

Pemasok melaksanakan pengangkutan pupuk dari pembongkaran dan handling Pupuk ZA (Ammonium Sulfate) di Pelabuhan Tanjung Priok, mengurus ijin-ijin dan

(8)

dokumen-dokumen kepabeanan (custome clearance) yang diperlukan dalam proses pengeluaran barang serta melakukan Jasa Angkutan mulai dari Pelabuhan Tanjung Priok sampai pembongkaran muatan di gudang PT Pupuk Kujang (Cikampek) dengan ketentuan pengangkutan dilakukan dengan menggunakan truk yang layak muat dan layak jalan. 1. Rute Pengangkutan Pupuk ZA (Ammonium Sulfate) melalui jalur darat adalah

sebagai berikut :

No Pelabuhan Asal Tujuan Akhir Keterangan Tonase

1. Tanjung Priok Gudang PT. Pupuk Kujang (Cikampek)

Pupuk ZA (Ammonium Sulfate)

±5.000 Ton 2. Pemasok bertanggung jawab terhadap pengamanan terhadap Pupuk ZA

(Ammonium Sulfate) yang diangkut sejak di pelabuhan bongkar sampai ke gudang PT. Pupuk Kujang.

3. Pelaksanaan Pekerjaan setiap pengangkutan dinyatakan selesai apabila barang masuk ke gudang PT. Pupuk Kujang.

4. Apabila terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan Pekerjaan pengangkutan,

Penyedia Jasa diwajibkan melaporkan sebab-sebab terjadinya keterlambatan tersebut kepada Pengguna Jasa secara tertulis selambat-lambatnya 1 (satu) hari setelah kejadian tersebut dan apabila jatuh pada hari Libur/Libur Nasional, maka pemberitahuan secara tertulis selambat-lambatnya disampaikan 1 (satu) hari kerja berikutnya.

5. Pemasok bertanggung jawab terhadap penyelesaian segala biaya-biaya yang timbul yang berhubungan dengan pelaksanaan Pekerjaan pengangkutan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

6. Pemasok berkewajiban untuk selalu berkoordinasi dengan pihak terkait di tempat tujuan demi kelancaran proses pembongkaran dari atas kapal ke tempat tujuan.

3. Teknis / Operasional :

1. PT Pupuk Kujang menerbitkan Kontrak kepada Penyedia Jasa untuk melaksanakan pembongkaran dan pengiriman

Pupuk ZA (Ammonium Sulfate)

. Pelaksanaan pembongkaran

Pupuk ZA (Ammonium Sulfate)

harus sudah mulai dilaksanakan paling lambat 1 x 24 jam sejak diterimanya Kontrak dan harus diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan dalam Kontrak tersebut.

2. Pelaksanaan pengangkutan harus dilakukan sesuai dengan jadwal dan kuantum yang ditentukan dalam Kontrak.

3. Penyedia jasa harus menyediakan sarana angkutan yang berupa alat angkut dalam jumlah yang cukup untuk dioperasikan sampai dengan selesainya pekerjaan mengangkut

Pupuk ZA (Ammonium Sulfate)

dengan lancar.

(9)

4. Alat angkut yang dioperasikan untuk mengangkut pupuk harus dalam kondisi layak operasi, dilengkapi surat-surat kendaraan yang masih berlaku, peralatan keselamatan kerja, serta memenuhi ketentuan dan persyaratan lain yang ditetapkan oleh PT Pupuk Kujang agar tidak membahayakan instalasi di lingkungan area pabrik PT Pupuk Kujang.

5. Penyedia jasa bertanggung jawab terhadap pengamanan produk/pupuk selama melaksanakan pengangkutan dan pembongkaran dari atas kapal.

Contoh Lembar Rincian Tarif Jasa Angkutan Pupuk

ZA (Ammonium Sulfate)

No

Deskripsi

Satuan

Tarif

1

Proses

Custom Clearance

- Input EDI Systems

- Document Fee

- Administration Fee

- Biaya lartas dan Jalur Merah

- Dll

Per Document IDR

2

Jasa Pelabuhan Bongkar (biaya kapal

sandar, kapal tug dll) atau biaya sewa

kontainer dan Jaminan Kontainer

Per Kapal /

Kontainer

IDR

3

Biaya Pembongkaran Kargo dari Kapal

(di Pelabuhan Tanjung Priok),

Termasuk biaya manuver kapal dan

penggunaan Shore Crane.

Per Ton

IDR

4

Jasa angkutan dari Pelabuhan Tanjung

Priok ke Gudang PT. PKC

Per Ton

IDR

5

Biaya Bongkar di Gudang Cikampek

Per Ton

IDR

6

Overhead / Fee

%

IDR

Total Biaya Jasa Angkutan

Per Ton

IDR

Note : Dapat disesuaikan dengan format masing-masing peserta lelang. Tapi hasil akhir / total penawaran dalam satuan Ton (untuk proses input harga awal di e-auction).

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :