• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERENCANAAN DENAH RUMAH SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERENCANAAN DENAH RUMAH SKRIPSI"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

(1)

i

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Program Studi Teknik Informatika

Oleh:

Georgius Gwendy Andryan

NIM : 025314004

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(2)

ii

A Thesis

Presented as Partial Fulfillment of the Requirements To Obtain the Sarjana Teknik Degree

In Informatics Engineering

By:

Georgius Gwendy Andryan Student Number : 025314004

INFORMATICS ENGINEERING STUDY PROGRAM

DEPARTMENT OF INFORMATICS ENGINEERING

FACULTY OF SCIENCE AND TECHNOLOGY

SANATA DHARMA UNIVERSITY

(3)
(4)

iv

(5)

v

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis

tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan

dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 25 September 2007

Penulis

(6)

vi

Tetaplah berusaha karena

9 kali GAGAL tapi sukses 1 kali

itu sudah cukup.

Tidak Ada kata tidak sebelum

mencoba,

(7)

vii

Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Perencanaan Denah Rumah

ini, merupakan sebuah sistem pendukung pengambilan keputusan yang dibuat

untuk membantu seseorang dalam menentukan denah rumah yang paling sesuai

dengan kriteria yang diinginkan.

Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan ini menggunakan metode

Optimisasi dikombinasikan dengan formula matematis, dimana semakin tinggi

nilai dari sebuah denah, maka semakin besar pula peluang denah tersebut untuk

terpilih menjadi denah yang paling direkomendasikan. Sistem ini memiliki data

denah beserta bobotnya yang berasal dari arsitek yang berfungsi untuk

mendukung proses penentuan pengambilan keputusan. Data masukan pada sistem

ini berupa nilai kriteria denah yang diinginkan serta bobotnya. Sistem yang

dibangun menggunakan bahasa Script PHP dengan database MYSQL dan web

server Apache.

Hasil akhir dari sistem yang dibuat yaitu, sistem ini melakukan proses

perhitungan dan penyeleksian dari data yang telah dimasukkan, berupa nilai total

setiap denah yang selanjutnya diurutkan mulai dari nilai tertinggi hingga terendah,

sehingga dapat dipakai pengguna untuk memutuskan denah yang paling sesuai

(8)

viii

The decision support system for home designing is a decision support

system that is made to assist someone in determining the most appropriate home

design based on user’s preferences.

This decision support system uses optimization method which is combined

with mathematical formula. The higher the score of a design the higher the chance

it is chosen to become the most recommended design. This system has predefined

design models which are obtained from an architect to help this system in making

decisions. The input data used by this system are user’s preferred design criteria

and its priority values. This system is built using PHP as the script, MYSQL as

the database, and Apache as the web server.

This system does calculation and selection process on the input data that

have been entered by the user to produce total score for each design and later all

the scores are sorted from the highest to the lowest, so that user can review the

(9)

ix

atas berkat rahmat dan kasih sayang-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Kerja

Praktek ini beserta laporannya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dan

diharapkan.

Tugas Akhir ini dengan judul “Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan

Perencanaan Denah Rumah” sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan

program studi S-1 di Jurusan Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta. Namun demikian banyak hal berupa pengetahuan dan pengalaman

berharga yang penulis dapatkan selama Tugas Akhir. Penulis berharap semoga ini

dapat berguna bagi penulis di masa yang akan datang.

Penulis menyadari bahwa dalam laporan ini masih banyak kekurangan dan

jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis harapkan berbagai kritik dan yang

bersifat membangun. Untuk itu ijinkanlah penulis menghaturkan ucapan terima

kasih kepada:

1. Bapa di Surga sebagai sumber inspirasi dan tempatku berlindung dan

memohon. Terima kasih atas karunia, berkat, rahmat, kasih , kehendak dan

petunjukNya sehingga penulis dapat sampai pada titik ini.

2. Papa dan Mama serta adik-adikku Derry dan Abner atas doa, nasehat,

dorongan, bantuan dan semangatnya yang tak henti-henti agar penulis cepat

menyelesaikan kuliahnya.

(10)

x

Pembimbing Akademik, dan Mama kami (TI’02) yang telah meluangkan

waktu untuk membimbing dan membantu juga senantiasa memberikan

masukkan, jalan keluar, serta kasih sayang kepada penulis dan anak-anak

TI’02 sehingga Tugas Akhir ini dapat terselesaikan dengan baik.

6. Ibu P.H.Prima Rosa,S.Si.,M.Sc. selaku dosen pembimbing tugas akhir. Bu

terima kasih atas bimbingannya, kesabarannya, dan yang pasti atas

dorongannya sehongga penulis bisa menyelesaikan tugas akhir ini.

7. Spesial untuk My Big Angel, Ika yang telah memberi dukungan, semangat,

doa, cinta, kasih sayang dan persahabatan yang tulus dan indah. I love you.

8. Yudho sebagai teman diskusi yang oke banget, makasih Do atas semua

bantuanmu. Akhirnya tugas akhir ini selesai juga.

9. Adek Monica dan Afrina yang telah memberikan semangat serta bantuan

sehingga tugas akhir ini bisa selesai. Dek makasih banyak ya, aku akui klo

memang kalian benar-benar cerewet tapi dari cerewetnya kalianlah menjadi

sumber inspirasiku he7x. Sukses untuk kalian.

10. Spesial Trim’s for Omah Desain Team, GZX System, Katering Bu Sum.

11. All my pren’s : Andhika, Albert, Widy, Nico, Hasto, Pristo, McD, Handie,

Bowo, Pram, Lilik, Tono, Afu, Tjaya, Santo, Ate, Gede, Andi R, Andi D,

Andre, Nugroho, Heri, Aceng, Ase, Kobeesh, Lijun, Acong, Yohanes,

(11)

xi

tidak bisa penulis sebut satu persatu, terima kasih telah mengisi lembaran

perjalanan hidupku selama ini, begitu indah dan aku ga bakal bisa

ngelupainnya. Trims untuk dukungannya, kalian adalah teman-teman yang

terbaik. Sukses slalu untuk kalian smua, GBU all.

12. Direktur dan Staff Dria Manunggal yang telah memberikan dukungan agar

tugas akhir ini dapat selesai baik berupa semangat, dorongan serta ruangan

untuk mengerjakan tugas akhir.

13. Serta semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Terima kasih

atas peran dan sumbangan kalian selama penulis menyelesaikan Tugas

Akhir ini.

Semoga dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan juga

bagi pembaca.

Yogyakarta, 25 September 2007

(12)

xii

HALAMAN JUDUL INGGRIS ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v

(13)

xiii BAB II DASAR TEORI

2.1. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (SPPK) ... 8

2.1.1 Pengertian ... 8

2.1.2 Karakteristik Sistem SPPK... 9

2.1.3 Komponen Sistem SPPK... 11

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisa Sistem... 24

3.1.1 Gambaran Umum Sistem ... 24

(14)

xiv

3.2.1.1 Diskripsi Sistem Yang diusulkan ... 26

3.2.2 Subsistem Manajemen Data ... 32

3.2.2.1 Diagram relasi entitas ... 32

3.2.2.2 Model Data Fisikal ... 33

3.2.2.3 Tabel Ternormalisasi ... 34

(15)

xv

BAB V ANALISA HASIL IMPLEMENTASI

5.1. Analisa Manfaat... 90

5.1.1 Kelebihan sistem... 91

5.1.2 Kekurangan sistem... 92

5.2. Analisa Teknologi... 92

BAB VI PENUTUP 6.1. Kesimpulan... 93

6.2. Saran ... 94

(16)

xvi

Gambar 3.2 diagram berjenjang admin 27

Gambar 3.3 diagram berjenjang user 28

Gambar 3.4 DFD level 0 administrator 29

Gambar 3.5 DFD level 0 user 30

Gambar 3.6 diagram relasi entitas 31

Gambar 3.7 model data fisikal 32

Gambar 3.8 Menu Index 41

Gambar 3.9 Menu Pesan Desain 42

Gambar 3.10 Menu Solusi Desain 43

Gambar 3.11 Menu Decision Pilihan Kriteria 43

Gambar 3.12 Menu Hasil Pemilihan Desain Rumah 44

Gambar 3.13 Menu Detail Hasil DSS 45

Gambar 3.14 Menu Arsitek 46

Gambar 3.15 Menu Tips & Trik 46

Gambar 3.16 Menu Arsitek 47

Gambar 3.17 Menu Pemesanan Desain 47

Gambar 3.18 Menu Data Desain 48

Gambar 3.19 Menu Data Edit Desain Desain 49

Gambar 3.20 Menu Input Data Desain Baru 50

Gambar 3.21 Menu Tips & Trik 51

Gambar 3.22 Menu Input Tips & Trik 51

Gambar 3.23 Menu Data Arsitek 52

Gambar 3.24 Menu Edit Data Arsitek 53

Gambar 4.1 Create a Database Operations 56

Gambar 4.2 Memasukkan password user accounts 57

Gambar 4.3 Create a Database Operations 57

Gambar 4.4 Menu database 58

(17)

xvii

Gambar 4.9 Halaman Kriteria Denah 67

Gambar 4.10 Halaman Hasil Denah 68

Gambar 4.11 Halaman Detail Kriteria Denah 70

Gambar 4.12 Halaman Tips & Trik 71

Gambar 4.13 Halaman Arsitek 72

Gambar 4.14 Halaman Galeri 73

Gambar 4.15 Halaman Detail Galeri 74

Gambar 4.16 Halaman Login 75

Gambar 4.17 Halaman Error Login 76

Gambar 4.18 Halaman Utama Admin 77

Gambar 4.19 Halaman Update Pesan 78

Gambar 4.20 Halaman Update Denah 79

Gambar 4.21 Halaman Tambah Denah 80

Gambar 4.22 Halaman Edit Denah 81

Gambar 4.23 Halaman Hapus Denah 82

Gambar 4.24 Halaman Update Tips & Trik 83

Gambar 4.25 Halaman Tambah Tips & Trik 84

Gambar 4.26 Halaman Hapus Tip & Trik 85

Gambar 4.27 Halaman Arsitek 86

Gambar 4.28 Halaman Tambah Arsitek 87

Gambar 4.29 Halaman Edit Arsitek 88

(18)

xviii

3.1 Tabel Diskripsi sistem 26

3.2 Tabel Pesan Desain 35

3.3 Tabel Bobot Denah 35

3.4 Tabel Desain 36

3.5 Tabel Arsitek 37

3.6 Tabel Administrator 37

3.7 Tabel Tips & Trik 37

3.8 Tabel Kontak 38

3.9 Tabel contoh 40

(19)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Dunia arsitektur terus berkembang. Tidak hanya nama-nama yang

terkenal, tapi juga karya-karya yang monumental terus lahir. Corak dan

desainnya pun terus berkembang seirama dengan perkembangan zaman,

dimana dunia arsitektur hampir sama dengan dunia mode, artinya model/tren

terus akan selalu berkembang. Perkembangan ini mulai dari Gothic, renaissance, klasik dan semi klasik.

Perkembangan Arsitektur ini berkaitan erat dengan adanya

pembangunan properti yang juga berkembang dengan pesat. Para

pengembang perumahan berlomba-lomba menawarkan berbagai jenis rumah

kepada konsumen, dengan harga dan bentuk desain rumah yang bervariasi,

mulai dari yang sederhana hingga paling mewah, hal ini diimbangi akan

keinginan masyarakat akan kepemilikan sebuah rumah idaman, karena

rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi sebagai

sarana tempat tinggal. Desain rumah bagi sebagian orang merupakan sebuah

cerminan dari sifat dan karakter pemiliknya, sehingga tak sedikit orang ingin

membangun sebuah rumah yang sesuai dengan impiannya. namun dari

bentuk atau desain rumah yang ditawarkan oleh para pengembang,

(20)

pemilik, semisal keinginan untuk memiliki kolam renang yang menyerupai

angka delapan, perpustakaan pribadi, ruang usaha, ruang kerja, ruang makan

yang berada di taman belakang, dan sebagainya. sehingga tidak jarang

banyak pemilik rumah yang merubah sebagian bahkan hampir seluruh

rumah yang baru mereka beli, agar sesuai dengan impian atau keinginannya.

Oleh sebab itu penulis ingin membuat sebuah Sistem Pendukung

Pengambilan Keputusan / Decision Support Systems (DSS) dimana seseorang yang akan merencanakan pembuatan rumah, akan ditawarkan

berbagai pilihan serta bentuk denah rumah. Dengan menggunakan Metode Optimasi dengan formula matematis, maka sistem ini akan secara otomatis melakukan pencarian sesuai dengan kriteria masukan yang dilakukan

pengguna, untuk menampilkan desain denah rumah yang telah dibuat oleh

seorang arsitek, dan mengarahkannya pada pilihan denah yang berkualitas

tinggi dengan menyertakan detail pada masing-masing denah, sehingga

dapat menjadi tolak ukur bagi seseorang untuk perencanaan denah

rumahnya.

Program atau sistem yang akan dibuat oleh penulis merupakan bagian

kecil dari sebuah proyek. dimana tujuan akhir dari proyek tersebut

diantaranya adalah membantu seseorang dalam menentukan desain denah

rumah yang terbaik, kombinasi warna tembok dan lantai yang menarik, serta

penataan desain interior rumah yang sesuai dengan keinginan pengguna dan

(21)

1.2. RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang masalah maka dapat dibuat suatau rumusan

masalah yaitu :

Bagaimana membangun sebuah sistem pendukung pengambilan

keputusan untuk memilih desain denah rumah yang sesuai dengan

kriteria yang dimasukkan oleh pengguna menggunakan Metode Optimasi dengan formula matematis.

1.3. BATASAN MASALAH

Dalam penelitian yang dilakukan, penulis menentukan beberapa

batasan masalah sebagai berikut :

1. Sistem ini dibuat untuk membantu seseorang dalam menentukan pilihan

solusi yang terbaik dari denah rumah yang telah disediakan.

2. Proses pengambilan keputusan menggunakan Metode Optimasi dengan formula matematis dilakukan berdasarkan kriteria masukan yang ada.

3. Denah yang terdapat pada sistem ini hanya denah rumah tinggal pribadi

dan tidak termasuk denah ruko (rumah toko), perkantoran dan tempat

penginapan.

4. Sistem ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP

dengan MySql sebagai databasenya.

(22)

1.4. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk membangun sebuah

sistem pendukung pengambilan keputusan perencanaan desain denah rumah

sehingga dapat membantu seseorang dalam menentukan pilihan desain

denah rumah yang sesuai dengan krteria yang diinginkan orang trsebut,

dengan menggunakan teknologi PHP dan MySql.

1.5. METODE PENELITIAN

Metodologi penelitian yang digunakan dalam pembuatan sistem pada

Tugas Akhir dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Wawancara

Wawancara akan dilakukan guna mengumpulkan informasi mengenai

proses pembuatan desain denah rumah oleh arsitek dan klien sebagai

pemesan desain.

2. Studi Pustaka

Mengumpulkan data melalui buku, majalah, surat kabar, internet, dan

sejenisnya. Dalam hal ini sumber kepustakaan yang digunakan adalah

buku dan internet.

3. Analisis

Pada tahap ini membahas tentang penentuan secara spesifik teknik

(23)

membangun SPPK ini.

4. Desain / Perancangan Sistem

Membahas tentang rincian dari komponen, struktur, fitur sistem yang

akan dibangun diformulasikan secara terperinci. Pada SPPK tahap

perencanaan terdiri dari 3 subsistem yaitu perancangan model,

perancangan data, perancangan dialog (user interface).

5. Konstruksi

Tahap ini merupakan kelanjutan dari perancangan, dimana ketiga

subsistem yang dirancang digabungkan menjadi suatu SPPK. Kegiatan

yang dilakukan adalah implementasi secara teknis dari desain yang

telah dibuat

6. Implementasi Perancangan

Pada tahap ini dilakukan pembuatan program berdasarkan rancangan

yang telah dibuat, kemudian melakukan ujicoba sistem yang telah

selesai dibuat. Proses ini dibutuhkan untuk memastikan bahwa sistem

sudah benar, sesuai dengan karakteristik yang ditetapkan dan tidak

terdapat kesalahan didalamnya. Tahapan yang dilakukan adalah

- pengecekan alur sistem secara keseluruhan

- pengecekan dengan sampel data dan dilakukan penelusuran apakah

terdapat redudansi atau tidak

(24)

1.6. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan yang yang digunakan untuk penelitian ini adalah

sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah, rumusan

masalah yang merupakan inti penelitian, batasan masalah, tujuan

penelitian, metode penelitian yang digunakan, dan juga diuraikan

tentang sistematika penulisan untuk mempermudah pemahamannya.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini membahas mengenai landasan teori yang digunakan dalam

penelitian ini.

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Bab ini berisi tentang penjelasan analisa dan perancangan sistem

yang dibangun, meliputi analisa masalah, diskripsi sistem, perancangan

subsistem yang akan dibangun yakni subsistem manajemen data,

subsistem manajemen model, subsistem manajemen dialog.

BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM

Bab ini akan berisi implementasi dan perancangan yang telah

dibuat sebelumnya meliputi tampilan program dari input maupun output

(25)

BAB V ANALISA HASIL

Bab ini berisi tentang analisa hasil dari program yang telah dibuat

antaralain penjelasan cara kerja program yang berupa hasil input dan

output program serta pembahasan DSS dengan menggunakan Metode Optimasi.

BAB VI PENUTUP

Berisi kesimpulan dan saran – saran dari sistem yang dibuat.

DAFTAR PUSTAKA

(26)

BAB II

LANDASAN TEORI

Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori yang mendukung dalam

proses analisis, desain dan implementasi sistem yang dibuat

2.1 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (SPPK)

2.1.1 Pengertian

Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (SPPK) atau disebut juga

Decision Support System (DSS) memiliki definisi yang berbeda-beda. Definisi sistem pendukung keputusan adalah

DSS merupakan sistem informasi berbasis komputer yang interaktif,

fleksibel dan mudah diadaptasi, secara khusus dibangun untuk

membantu mensolusikan permasalahan manajemen non-struktural

untuk meningkatkan pembuatan keputusan. (Turban, 1995)

Decision Support Sistem (DSS) mencakup berbagai macam sistem, tools dan teknologi yang digunakan oleh pembuat keputusan untuk

menerima dan menganalisa permasalahan yang ada. Jika sebuah sistem

terkomputerisasi tidak merupakan sebuah On-line Transaction Processing Sistem (OLTP), dapat pula disebut DSS. Jika software program berjalan pada PC dan dapat membantu manager membuat sebuah keputusan dapat

(27)

OLAP, software agents, knowledge discovery sistem dan group DSS dapat dikategorikan sebagai sistem – sistem yang dinamakan DSS.

2.1.2 Karakteristik Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan

Karakteristik dan kapabilitas DSS menurut Turban (1995)

a. Dirancang untuk membantu pengambilan keputusan dari masalah semi

terstruktur maupun tidak terstruktur, seperti masalah yang tidak dapat

dipecahkan dengan memuaskan hanya dengan sistem berbasis komputer

lainnya, seperti Electronic Data Processing (EDP) atau Management Information Sistem (MIS).

b. Mendukung pengambilan keputusan untuk berbagai tingkat manajerial,

dari manajer tingkat atas sampai manajer tingkat bawah.

c. Mendukung pengambilan keputusan untuk individu maupun kelompok.

Banyak permasalahan organisasi melibatkan kelompok pengambil

keputusan. Masalah-masalah yang kurang terstruktur seringkali

membutuhkan beberapa individu dari departemen dan tingkat organisasi

yang berbeda untuk menyelesaikannya.

d. Mendukung beberapa keputusan yang independen dan atau berurutan

e. Mendukung semua fase pengambilan keputusan yaitu : pemikiran,

perancangan, pemilihan, dan implementasi.

f. Mendukung berbagai macam proses pengambilan keputusan dan gaya

pengambilan keputusan, terdapat kesesuaian antara SPPK dan atribut

(28)

g. Mampu beradaptasi dari waktu ke waktu. Pengambilan keputusan harus

reaktif, mampu bertindak cepat dalam menghadapi perubahan kondisi

dan menyesuaikan SPPK dengan perubahan tersebut. SPPK bersifat

fleksibel, sehingga pengguna dapat menambahkan, menghapus,

mengkombinasikan, merubah, atau mengurutkan ulang elemen-elemen

dasarnya.

h. Mudah digunakan. Sistem yang dibuat harus user friendly, fleksibel, dan memiliki kemampuan grafis yang baik.

i. Ditekankan untuk meningkatkan efektifitas dari keputusan (akurasi,

waktu, kualitas) daripada efisiensi.

j. Pengambil keputusan memegang sepenuhnya setiap tahap pengambilan

keputusan. SPPK ditujukan untuk mendukung bukan menggantikan

pengambil keputusan. Pengambil keputusan dapat menolak setiap

rekomendasi komputer pada setiap waktu dalam proses.

k. Menuntun proses belajar, tertutama pada saat muncul permintaan baru

dan perbaikan sistem, yang menuntut untuk belajar lebih, dimana proses

belajar yang terus menerus akan meningkatkan dan mengembangkan

SPPK.

l. End User harus mampu membangun sendiri sistem yang sederhana. Sistem yang lebih besar dapat dibangun dalam kelompok pengguna

dengan sedikit bantuan dari pakar sistem informasi.

m. Biasanya menggunakan model (baik standar maupun yang sudah jadi)

(29)

pemodelan memungkinkan pengguna melakukan percobaaan dengan

strategi yang berbeda dengan konfigurasi yang berbeda pula. Setiap

percobaan menghasilkan pandangan dan pengetahuan baru.

n. SPPK yang lebih maju dilengkapi dengan komponen pengetahuan yang

memungkinkan solusi yang efisien dan efektif dari setiap masalah yang

sulit.

2.1.3 Komponen Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan

Sekali lagi, pengarang mengidentifikasikan komponen-komponen yang

berbeda di dalam suatu DSS.

Komponen DSS menurut Turban

1. Manajemen Data (Data management).

Data management ini terdiri dari database, yang berisi data yang relevan untuk situasi tertentu dan dimanage oleh software yang disebut database management sistems (DBMS) Sub sistem manajemen data ini disusun oleh beberapa elemen, yaitu :

a. Basis Data

Merupakan sekumpulan data yang saling berelasi yang diorganisasi

yang berhubungan dengan kebutuhan dan struktur organisasi dan

dapat digunakan oleh lebih dari satu orang atau lebih dari satu

aplikasi. Data dalam basis data SPPK terdiri dari data internal dan

(30)

Data internal berasal dari Sistem Pemrosesan Transaksi organisasi.

Misalnya data yang berasal dari area fungsional seperti akunting,

pemasaran, produksi dan personalia.

Data eksternal terdiri dari data karyawan regional, regulasi

pemerintahan, rata-rata pajak, atau data ekonomi nasional.

Data pribadi berupa aturan-aturan poko yang diterapkan oleh para

pengambil keputusan tertentu dan penilaian terhadap data/keadaan

tertentu.

b. Sistem Manajemen Basis Data

Sebuah sistem manajemen basis data terdiri dari tiga fungsi utama.

Dengan tiga fungsi utama ini dimungkinkan untuk menyimpan

data, mencari atau mengakses data, dan mengontrol basis data.

1. Penyimpanan

Sistem manajemen basis data bermacam-macam dalam hal

penyimpanan data. Sistem menyimpan sejumlah besar file,

dimana setiap file terdiri dari record-record. Dan setiap record

terdiri dari beberapa karakter.

2. Pencarian

Fungsi sistem manajemen basis data paling umum yang sering

(31)

menejemen basis data saat ini menawarkan fleksibilitas yang

tinggi dalam pencarian dan menampilkan informasi.

3. Kontrol

Banyak aktifitas kontrol yang tidak dapat dilihat oleh

pengguna. Pengguna meminta beberapa informasi dan

menerimanya tanpa mengetahui bagaimana proses yang

dilakukan oleh sistem menejemen basis data. Sistem

manajemen basis data berperan sebagai filter, dan memungkinkan data diakses secara akurat.

c. Fasilitas Query

Elemen fasilitas query memungkinkan pengguna untuk mengakses data, memanipulasi data sesuai yang pengguna inginkan.

d. Direktori Data

Direktori data adalah sebuah katalog dari semua data pada basis

data. Direktori data memuat semua definisi data dan fungsi

utamanya adalah untuk menjawab pertanyaan mengenai

ketersediaan item data dan sumbernya. Ditektori data secara

terutama digunakan untuk mendukung fase pemikiran dari proses

pengambilan keputusan dengan melakukan scan data dan

mengidentifikasikan area masalah atau peluang-peluang. Direktori

data, seperti katalog lainnya, mendukung input data, penghapusan

(32)

2. Manajemen Model (Model management).

SPPK memiliki kemampuan dalam mengitegrasikan data dengan

model-model keputusan. Jika dalam manajemen data dilakukan oleh sistem

manajemen basis data, maka dalam manajemen model organisasi model

dilakukan oleh manajemen model (model based).

Terdapat 2 komponen dalam manajemen model yaitu

1. Basis Model

Merupakan representasi atau abstraksi dari realita yang telah

disederhanakan. Basis model terdiri atas model statistik, keuangan,

pengetahuan manajemen atau model kuantitatif lainnyayang

memiliki kemempuan dalam menganalisa SPPK atau jenis-jenis

model

2. Sistem Manajemen Basis Model

Merupakan sistem perangkat lunak yang berperan sebagai pembuat

model, mengubah serta memanipulasi model yang dibuat tersebut.

Terdiri dari 5 komponen yaitu

a. Basis model

Basis model terdiri atas model statistik, keuangan, pengetahuan

manajemen atau model kuantitatif lainnyayang memiliki

(33)

b. Sistem Manajemen Basis Model

Merupakan sistem perangkat lunak yang disertai fungsi-fungsi

tertentu, pembuatan model, penggunaan sub rutin dan kerangka

pembangunan lainnya, menghasilkan rutin-rutin baru dan

beberapa laporan pembaruan dan penggantian model dan

manipulasi data.

c. Bahasa pemodelan

Bahsa pemodelan tetap diperlukan meskipun beberapa model

telah ada dalam basis model.

d. Direktori model

Perancangannya mirip dengan direktori basis data. Ini merupakan

daftar dari keseluruhan model yang tersimpan dalam basis model.

Direktori ini berisi definisi beserta fungsi model yakni menjawab

pertanyaan tentang keberadaan dan kemampuan model.

e. Eksekusi, integrasi dan perintah model

Kinerja model ditentaukan oleh beberapa model manajemen

• Eksekusi model mengendalikan model ketika dijalankan

• Integrasi model menggabungkan operasi-operasi dari

beberapa model ketika dibutuhkan

• Perintah model digunakan untuk menerima dan

(34)

dan membawa perintah tersebut ke dalam sistem manajemen

basis model, eksekusi model atau fungsi-fungsi integrasi.

Model merupakan representasi sederhana atau abtraksi dari realitas

(Turban, 1995). Penyederhanaan dilakukan karena realitas sangat

kompleks dan sebagian besar hal yang kompleks tersebut dapat

diklasifikasikan sebagai berikut :

a. Pemodelan Ikonik

Dengan pemodelan ikonik dibuat sebuah tiruan fisik dari sistem

tetapi dengan ukuran yang berbeda.

b. Pemodelan Analog

Model analog dibuat tidak mirip dengan sistem aslinya, tetapi

bertindak seolah-olah seperti aslinya. Model analog ini biasanya

berupa bagan, seperti : bagan organisasi, peta, cetak biru bangunan

mesin, speedometer, thermometer.

c. Pemodelan Matematik

Pemodelan matematik dilakukan dengan menggunakan

fungsi-fungsi matematis. Secara umum proses pemodelan matematik

dapat dibagi ke beberapa proses, yaitu :

1. Trial & error (coba-coba)

Cara ini dilakukan dengan mengadakan sejumlah uji coba

dengan mengubah-ubah faktor yang berpengaruh terhadap

(35)

keberhasilan cara ini akan sangat tergantung dengan

kondisi-kondisi seperti di bawah ini:

2. Dalam kondisi nyata tidak terdapat banyak alternatif coba yang

harus dilakukan.

• Biaya kegagalan tidak tinggi.

• Faktor lingkungan yang tidak cepat berubah.

3. Simulasi

Simulasi dilakukan dengan melakukan eksperimen terhadap

sistem dengan memasukkan variabel keputusan dan bagaimana

pengaruh yang ditimbulkan oleh variabel tersebut. Dengan

langkah ini, pengambil keputusan dapat menemukan kombinasi

terbaik yang bisa memecahkan solusinya.

4. Optimasi

Pendekatan sistem dalam penataan ruang suatu kawasan adalah

cara penyelesaian persoalan yang dimulai dengan dilakukannya

identifikasi terhadap adanya sejumlah kebutuhankebutuhan

ruang sehingga dapat menghasilkan suatu operasi dari sistem

tata ruang yang dianggap efektif. Dalam pendekatan sistem

umumnya ditandai oleh dua hal, yaitu (1) mencari semua faktor

yang penting yang ada dalam mendapatkan solusi yang baik

untuk menyelesaikan masalah dan (2) dibuat suatu model

(36)

dapat bekerja sempurna suatu pendekatan system dapat di

selesaikan dengan teknik optimasi, Optimasi merupakan model

yang dilakukan dengan cara memilih solusi terbaik dari sedikit

alternatif solusi yang ada atau dengan kata lain optimalisasi

merupakan perbandingan antar alternatif yang dilakukan. solusi

dari model optimalisasi adalah merupakan nilai optimum yang

tergantung pada nilai input.

5. Heuristik

Heuristik digunakan untuk memecahkan masalah yang tidak

terstruktur dan memberikan solusi yang memuaskan untuk

masalah yang kompleks. Heuristik biasanya hanya digunakan

pada situasi tertentu. Di bawah ini adalah kondisi dimana

heuristik dapat dipakai :

• Data yang diinputkan tidak pasti dan terbatas.

• Realita yang ada begitu kompleks dimana tidak cukup

menggunakan model optimasi.

• Metode pasti yang dapat diandalkan tidak ada. • Waktu komputasi untuk optimasi terlalu berlebihan.

• Masalah yang dipecahkan berulang dan membutuhkan

waktu proses yang lama.

(37)

Manfaat SPPK

Berikut ini adalah manfaat yang dapat dicapai oleh DSS :

a. Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah

semi-terstruktur. Dalam dunia nyata sulit sekali untuk menemukan

permasalahan yang sangat terstruktur atau tidak terstruktur, sebagian

besar permasalahan justru bersifat semi-terstruktur. Jelas bahwa DSS

akan memberikan peranan yang besar.

b. Memberikan dukungan bagi pertimbangan manajer dan bukannya

dimaksudkan untuk menggantikan fungsi manajer. Komputer dapat

ditugaskan untuk memecahkan bagian permasalahan yang terstruktur,

sedangkan manajer lebih dituntut tanggung jawabnya untuk

menghadapi porsi permasalahan yang tidak terstruktur. Manajer dan

komputer bekerja bersama sebagai sebuah tim untuk memecahkan

masalah yang sebagian besar berada di area semi-terstruktur.

c. Meningkatkan efektifitas keputusan yang diambil manajer lebih

daripada perbaikan efisiensinya. Artinya, DSS tidak dimaksudkan

untuk membuat proses pengambilan keputusan seefisien mungkin.

Sekalipun waktu manajer sangat berarti dan karenanya tidak layak

untuk disia-siakan, namun manfaat DSS yang terutama adalah sebuah

(38)

2.2 Internet

Internet dapat diartikan sebagai kumpulan dari banyak jaringan komputer yang merupakan media untuk menyebarluaskan informasi secara

menyeluruh dimana user dengan user lainnya dapat berinteraksi dengan

menggunakan komputer tanpa harus terhalang letak geografis.

2.3 Web

Web merupakan suatu program yang terdiri dari kumpulan source code yang digunakan untuk membuat suatu literatur dimana halaman ini

dapat menampilkan informasi, gambar gerak, suara, dan atau gabungan dari

semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis.

Aplikasi web dibagi menjadi 2 yaitu web statis dan web dinamis. Web

statis dibentuk dengan menggunakan HTML saja. Kekurangan aplikasi

seperti ini terletak pada keharusan untuk memelihara program secara

terus-menerus untuk mengikuti setiap perubahan yang terjadi. Kelemahan tersebut

dapat diatasi dengan model aplikasi web dinamis.

2.4 HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

(39)

digunakan di internet sejak tahun 1990. Word Wide Web (www) dioperasikan oleh HTTP server (web server) pada jaringan TCP/IP.

2.5 World Wide Web

World Wide Web (www) merupakan salah satu aplikasi di internet

yang kemunculan www didasarkan oleh perkembangan internet dan HTML untuk lebih mempermudah pengaksesan informasi dan memungkinkan

untuk menyajikan informasi secara visual dan lebih menarik.

Prinsip kerja dari halaman web adalah menampilkan file-file HTML yang berasal dari server web yang diakses oleh klien dengan menggunakan

browser.Browser pada client mengirimkan request kepada server web, yang kemudian akan dikirimkan dalam bentuk HTML. File HTML berisi

instruksi yang diperlukan untuk membentuk tampilan yang dapat

diterjemahkan oleh browser, informasi akan ditampilkan secara visual pada layar monitor.

2.6 PHP (Page Hipertext Preposesor)

(40)

Pembuatan program ini merupakan kombinasi antara PHP sendiri sebagai

bahasa pemrograman dan HTML sebagai pembangunan halaman web.

PHP menawarkan koneksitas yang baik dengan beberapa basis data,

antara lain Oracle, Sybase, mSQL, MySQL, Solid, PostgreSQL, Adabas,

Filepro, Velocis, dBase, Unix dbm dan tak terkecuali semua database

ber-interface ODBC. Juga dapat berintegrasi dengan beberapa library eksternal

yang membuat anda dapat melakukan segalanya mulai dari membuat

dokumen PDF hingga mem-parse XML. PHP juga mendukung komunikasi

dengan layanan lain melalui protocol IMAP, SNMP, NNTP, POP3 atau bahkan HTTP. Hampir seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP. Namun kekuatan utama adalah konektivitas basis data dengan web.

Struktur dasar penulisan PHP dapat dilihat pada contoh di bawah ini :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>PHP</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<?php echo “Belajar PHP”; ?>

</BODY>

</HTML>

2.7 MySql

MySQL adalah Relational Database Management Sistem (RDBMS)

(41)

MySQL merupakan database yang paling populer. MySQL

didistribusikan secara gratis di bawah lisensi GPL (General PublicLicense ), sehingga setiap orang bebas menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk yang bersifat komersial.

MySQL sebenarnya merupakan turunan dari databaseSQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang

memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara

otomatis. Sistem database sangat handal dalam melakukan proses perintah

SQL, yang dibuat oleh pengguna maupun aplikasinya.

MySQL memiliki keunggulan antara lain :

1. Dapat menangani jutaan pengguna dalam waktu yang bersamaan.

2. Mampu menampung lebih dari 50.000.000 record.

3. Dapat mengeksekusi perintah dengan cepat.

(42)

BAB III

ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

3.1 Analisis Sistem

Analisis sistem adalah suatu teknik penyelesaian masalah yang

membagi sistem ke dalam bagian-bagian komponen kecil dengan tujuan

agar bagian-bagian dari komponen tersebut dapat bekerja dan berinteraksi

dengan baik untuk melengkapi tujuannya.

Tujuan dari analisis sistem adalah membuat pemetaan awal mengenai

perilaku yang diisyaratkan dalam sistem aplikasi ke dalam elemen-elemen

pemodelan.

3.1.1 Gambaran Umum Sistem

Sistem yang akan dibuat adalah sistem pendukung pengambilan

keputusan perencanaan desain denah rumah. Pengguna dari Sistem ini

terdiri dari tiga pengguna yaitu arsitek, admin, dan user atau pengunjung

web. Sistem ini menggunakan fasilitas username dan password untuk membatasi hak akses pengguna. Fasilitas ini digunakan oleh admin dan

arsitek untuk dapat mengakses database pada sistem tersebut.

Pada sistem ini terdapat proses proses login, proses tips & trik,

proses pemilihan desain rumah, proses pemesanan desain, proses data

(43)

memasukkan username dan password sebagai bentuk pembatasan hak akses sistem. proses pengelolaan member, proses data desain tergantung

pada proses login. Jika login berhasil maka proses tersebut dapat

dilakukan, tetapi jika login gagal maka pengguna hanya dapat melihat

informasi saja.

Pada proses pemilihan desain rumah, proses pemilihan ini

dilakukan dengan memilih kriteria data-data mengenai desain rumah yang

diinginkan oleh user, kemudian dari data ini akan dilakukan pencarian

desain dari setiap kriteria yang di inputkan kemudian sistem akan

menampilkan desain yang sesuai dengan kriteria inputan beserta detail

data desain dan analisa masing-masing desain sehingga dapat membantu

user dalam pengambilan keputusan perencanaan desain rumahnya.

Pada proses pemesanan desain, proses ini dapat dilakukan dengan

memberikan detail data desain rumah yang diinginkan secara khusus

kepada arsitek.

Proses data desain, proses ini ditujukan untuk mengupdate desain

denah rumah dengan memasukkan detail desain rumah dan gambar yang

dilakukan arsitek.

3.1.2 Pihak yang terlibat dalam Sistem

Orang yang terlibat dalam Sistem Pendukung Pengambilan

Keputusan Perencanaan Desain Rumah ini adalah administrator, arsitek,

(44)

3.2 Perancangan

Pada tahap ini, akan dilakukan proses perancangan terhadap SPPK

yang akan dibangun. Proses perancangan ini akan dibagi dalam empat

bagian proses yaitu : perancangan proses, perancangan model,

perancangan basis data, dan perancangan menu dialog.

3.2.1 Perancangan Proses

3.2.1.1Diskripsi Sistem yang diusulkan

Untuk mengatasi permasalahan diatas diperlukan SPPK

perencanaan desain denah rumah dan entitas yang terlibat dalam sistem

diantaranya

No Entitas Masukkan ke sistem Keluaran sistem

1 Administrator Username, password,

(45)

Context Diagram

(46)

Diagram Berjenjang Administrator

(47)

Diagram Berjenjang User

(48)

Data Flow Diagram Level 0 Admin

(49)

Data Flow Diagram Level 0 User

(50)

3.2.2 Subsistem Manajemen Data

3.2.2.1diagram Relasi Entitas

(51)

3.2.2.2Model Data Fisikal

(52)

3.2.2.3Tabel Ternormalisasi

Normalisasi merupakan proses pengubahan struktur data

yang kompleks menjadi struktur data yang sederhana dan stabil,

tabel berikut sudah dalam bentuk normalisasi ke 3, dapat dikatakan

dalam bentuk normal 3 bila tabel sudah normal 2 dan tabel tidak

terdapat transitive dependency antara atribut bukan kunci. (transitive dependency adalah ketergantungan suatu atribut bukan kunci terhadap bukan kunci yang lain)

pemetaan dari diagram relasi entitas ke tabel adalah

• Desain : id_desain, ad_arsitek, judul, luastanah,

luas_bangunan, status, tingkat_lantai, ruang_tidur,

jml_kamartidur, garasi, ruang_kerja, ruang_makan,

taman, ruang_keluarga, status, ruang_tamu, gudang,

kolam_renang, harga_rumah, keterangan

• Arsitek : id_arsitek, id_pesandesain, nama, username, alamat,

pendidikan, propinsi, keterangan, tanggal_lahir,

(53)

3.2.2.4Struktur Tabel

Sruktur tabel dari sistem yang dibuat adalah sebagai berikut :

1. Tabel Pesan desain

Nama Field Tipe Data Ukuran Field

id_user * int 10

nama varchar 55

tanggal_lahir date

jenis_kel varchar 15

pekerjaan varchar 20

alamat varchar 50

Nama Field Tipe Data Ukuran Field

id_bobotdesain * int 10

Id_desain int 10

luas_tanah int 5

Luas_bangunan int 5

tingkat_lantai int 5

ruang_tamu char 5

ruang_kelg char 5

ruang_makan char 5

ruang_kerja char 5

(54)

jml_kamartidur int 5

gudang char 5

garasi char 5

taman char 5

kolam_renang char 5

Harga_rumah varchar 10

Tabel 3.3 tabel bobot denah

3. Tabel Desain

Nama Field Tipe Data Ukuran Field

id_desain * int 10

Id_arsitek int 10

judul char 20

luas_tanah int 5

Luas_bangunan int 5

tingkat_lantai int 5

ruang_tamu char 5

ruang_kelg char 5

ruang_makan char 5

ruang_kerja char 5

ruang_tidur char 5

jml_kamartidur int 5

gudang char 5

garasi char 5

taman char 5

kolam_renang char 5

status varchar 10

Harga_rumah varchar 10

keterangan text

(55)

4. Tabel Arsitek

Nama Field Tipe Data Ukuran Field

id_arsitek * int 10

nama varchar 55

username varchar 10

password varchar 10

tanggal_lahir date

jenis_kel varchar 10

alamat varchar 50

Nama Field Tipe Data Ukuran Field

username varchar 10

password varchar 10

(56)

6. Tabel Tips & trik

Nama Field Tipe Data Ukuran Field

id_tipstrik * int 10

tanggal date

judul varchar 20

isi text

Tabel 3.7 Tabel Tips & Trik

7. Tabel Kontak

Nama Field Tipe Data Ukuran Field

(57)

3.2.3 Subsistem Manajemen Model

Model yang digunakan dalam pembuatan SPPK ini adalah optimasi

dengan formula matematis, yakni model data tertentu yang digunakan

untuk membantu memecahkan masalah dengan mengkonversi

masukan dalam bentuk nilai untuk dapat memprediksi hasilnya.

Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam penentuan desain denah

rumah yang sesuai keinginan user :

• Pengguna diberikan menu untuk memasukkan kategori umum

desain yang akan dipilih, dengan memasukkan luas tanah, luas

bangunan, dan harga rumah.

• Dengan masukkan ini maka sistem akan menyeleksi setiap data

denah pada tabel desain yang sesuai dengan masukkan

• Kemudian pengguna diberikan sebuah menu yang berisikan urutan

skala kriteria 1 hingga 5 dari denah yang diinginkan pengguna.

Kemudian dilakukan proses perhitungan terhadap setiap bobot kriteria

dikalikan bobot masukkan pengguna sehingga menghasilkan sebuah

nilai yang akan dibagi dengan total nilai kriteria masukan sehingga

akan menghasilkan suatu nilai final denah, dimana semakin tinggi

nilainya maka semakin sesuai. Nilai total setiap denah selanjutnya

diurutkan mulai dari nilai tertinggi hingga terendah sehingga dapat

dipakai pengguna untuk memutuskan denah yang paling sesuai dengan

(58)

Proses perhitungan dapat dilihat sebagai berikut:

Hasil= nilai parameter Atribut Denah

i = indeks Atribut Denah

j = jumlah Atribut Denah yang akan melalui proses perhitungan

ni = nilai Atribut Denahke-i

bi = bobot nilai untuk Atribut Denah ke-i

Nilai ni diisi dengan angka berkisar antara 1 sampai dengan 5, dimana

bila angka semakin mendekati nilai 5, maka angka tersebut

mengindikasikan bahwa semakin baik juga denah yang termasuk

dalam Atribut Denah

Semakin tinggi nilai Hasil, maka semakin besar pula peluang Denah

yang bersangkutan untuk terpilih menjadi Denah yang paling tepat

untuk menjadi urutan pertama.

Contoh

Dari contoh dibawah ini user menginputkan kriteria dari denah yang

diinginkan yaitu

Kriteria Bobot Kriteria (B) Bobot Inputan (N) Total

(59)

3.2.3 Subsistem Manajemen Dialog

Desain sistem merupakan abstraksi dari implementasi suatu sistem

perangkat lunak. Tahap ini bertujuan agar nantinya implementasi dapat

dilakukan dengan sebaik mungkin dan merupakan dasar dari implementasi

sistem. Desain sistem dilakukan melalui mendesain antar muka pengguna

(user interface design).

3.2.4.1 Halaman Index

1. Halaman menu Index

Gambar 3.8 Menu Index

Halaman index merupakan halaman pertama bagi user pada saat membuka situs ini yang berisi ucapan selamat datang dan penjelasan singkat

(60)

2. Halaman pesan denah

(61)

3. Halaman Solusi Desain

Gambar 3.10 Menu Solusi Desain

4. Halaman Decision Pilihan Kriteria

(62)

5. Halaman Hasil Pemilihan Desain Rumah

(63)

6. Halaman Detail Hasil DSS

(64)

7. Halaman Arsitek

Gambar 3.14 Menu Arsitek

8. Halaman Tips & trik

(65)

3.2.4.3 Halaman Arsitek

1. Halaman Menu Arsitek

Gambar 3.16 Menu Arsitek

2. Halaman Menu Pemesanan Desain

(66)

3. Halaman Menu Data Desain

(67)

4. Halaman Menu Data Edit desain

(68)

5. Halaman Menu Input Desain Baru

(69)

6. Halaman Menu Tips & Trik

Gambar 3.21 Menu Tips & Trik

7. Halaman Menu Input Tips & trik baru

(70)

8. Halaman Data Arsitek

(71)

9. Halaman Edit Data Arsitek

(72)

BAB IV

IMPLEMENTASI SISTEM

Pada bab ini akan dibahas pengimplementasian sistem dari tahap analisis

dan desain ke dalam bahasa pemrograman, serta proses ilustrasi pengujian sistem.

Sistem ini dibuat dengan spesifikasi Software dan Hardware sebagai berikut.

Fungsi Nama Software

Sistem Operasi Microsoft Windows XP Professional Service Pack 2.

Integrated Development

Editor (IDE) Macromedia Dreamweaver MX Database MySQL Database Version 5.0.24a

Bahasa Pemrograman PHP Script Language Version 5.1.6

Web Server Apache Web Server Version 2.2.3

Web Browser Internet Explorer 6.0, SeaMonkey 1.1.4

Tabel 4.1 Spesifikasi Software

Spesifikasi Hardware

1. Prosessor Intel Pentium IV 1,6 GHz

2. Memory DDR 512 MB

(73)

4.1 Karakteristik Sistem

Sistem yang dibangun adalah sebuah sistem pengambilan keputusan

perencanaan denah rumah berbasis web, dimana system ini menyediakan

fasilitas pemilihan denah rumah. Sistem ini dibangun lebih ditekankan pada

penerapan MetodeOptimasi dengan menggunakan formula matematisdalam mengalisa penentuan denah rumah. Tujuan utama dari penerapan metode ini

adalah untuk memberikan rekomendasi desain denah rumah kepeda user

berdasarkan hasil analisa bobot denah.

Sistem terdiri dari 2 bagian utama yaitu halaman user dan

administrator. Halaman user terdiri dari halaman index, galeri denah, solusi denah, tips trik, dan pesan denah. Pada halaman admin disediakan fasilitas untuk update denah, update arsitek, update pesan dan update tips trik.

Keseluruhan sistem ini adalah sebuah sistem yang dikembangkan agar

memudahkan user dalam menentukan atau memberikan gambaran mengenai

denah rumah yang sesuai dengan keinginannya karena mendapat

rekomendasi denah lainnya yang kemungkinan juga akan dipesannya.

Sedangkan bagi pengelola situs, bisa mengetahui tren denah rumah yang

selama ini di inginkan oleh user sehingga untuk selanjutnya dapat

(74)

4.2 Pembuatan Database

Database untuk system ini dibangun dengan mesin databaseMySQL

Database Version 5.0.24a dan di beri nama desain. Pembuatan database

desain memanfaatkan piranti AppServ Open Project - 2.5.7.

Adapun langkah-langkah dalam pembuatan database adalah sebagai berikut.

Langkah 1 : membuka jendela browser dan mengetikkan http://localhost/.

Gambar 4.1 Create a Database Operations

Langkah 2 : memilih phpMyAdmin Database Manager dan masukkanlah

(75)

Gambar 4.2 Memasukkan password user accounts

Langkah 3 : masukkanlah nama database yang akan anda buat pada kolom

Create New Database kemudian tekan Create.

(76)

Langkah 4 : Database sudah terbentuk.

Gambar 4.4 Menu database

Langkah 5 : membuat table dengan menggunakan menu SQL.

(77)

Tabel-tabel yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem ini adalah sebagai

berikut.

1. Tabel admin, berfungsi untuk menyimpan username dan password. Tabel admindibuat dengan sintaks SQL sebagai berikut:

Sedangkan sintaks SQL untuk menginputkan data admin adalah

sebagai berikut:

2. Tabel Arsitek, berfungsi untuk menyimpan data-data arsitek. Tabel

arsitek dibuat dengan sintaks SQL sebagai berikut:

CREATE TABLE `admin` (

`username` varchar(10) NOT NULL,

`password` varchar(10) NOT NULL,

PRIMARY KEY (`username`)

)

INSERT INTO `admin` ( `username` , `password` ) VALUES ('gwen', 'gwen');

CREATE TABLE `arsitek` (

`id_arsitek` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`nama` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`tgllahir` date default NULL,

`jeniskel` varchar(10) collate latin1_general_ci default NULL,

`alamat` varchar(50) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`kota` varchar(25) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`kodepos` varchar(10) collate latin1_general_ci default NULL,

`propinsi` varchar(25) collate latin1_general_ci default NULL,

`telepon` varchar(20) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`email` varchar(30) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`pendidikan` text collate latin1_general_ci NOT NULL,

`ket` text collate latin1_general_ci,

`image` text collate latin1_general_ci NOT NULL,

(78)

Sedangkan sintaks SQL untuk menginputkan data arsitek adalah

sebagai berikut:

3. Tabel denah, berfungsi untuk menyimpan data-data denah. Tabel

denah dibuat dengan sintaks SQL sebagai berikut :

insert into arsitek (id_arsitek, nama, tgllahir, jeniskel, alamat, kota, kodepos, propinsi, telepon, email, pendidikan, ket)

values

('$id_arsitek','$nama','$tgllahir','$jeniskel','$alamat','$kota','$kodepos','$propinsi',' $telepon','$email','$pendidikan','$ket');

CREATE TABLE `denah` (

`id_desain` int(10) NOT NULL auto_increment,

`id_arsitek` varchar(10) NOT NULL,

`judul` varchar(30) NOT NULL, `hargarumah` int(10) NOT NULL,

`luastanah` int(5) NOT NULL, `luasbgunan` int(5) NOT NULL,

`tingkat` char(2) NULL, `rtamu` char(5) NULL, `rkelg` char(5) NULL,

`rtidur` char(5) NULL, `jmlrtidur` int(2) NULL, `rmakan` char(5) NULL,

`rkerja` char(5) NULL, `dapur` char(5) NULL, `gudang` char(5) NULL,

`garasi` char(5) NULL, `taman` char(5) NULL,

`klmrenang` char(5) NULL, `toilet` char(5) NULL, `jmltoilet` int(2) NULL,

`rcuci` char(5) NULL, `status` varchar(10) NOT NULL,

`ket` text NOT NULL, `image` text NOT NULL,

PRIMARY KEY (`id_desain`)

(79)

Sedangkan sintaks SQL untuk mengisi data denah adalah seperti

berikut.

4. Tabel Pesandesain, berfungsi untuk menyimpan pesan desain user

konsumen. Tabel pesan desain dibuat dengan sintaks SQL sebagai

berikut :

Sedangkan sintaks SQL untuk mengisi data denah adalah seperti

berikut.

5. Tabel tipstrik, berfungsi untuk menyimpan data-data tips dan trik. Sintaks SQL untuk membentuk tabel tipstrik adalah sebagai berikut :

insert into denah (judul, id_arsitek, hargarumah, luastanah, luasbgunan, tingkat, rtamu, rkelg, rtidur, jmlrtidur, rmakan, rkerja, dapur, gudang, garasi, taman, klmrenang, toilet, jmltoilet, rcuci, status, ket)

values('$judul','$id_arsitek','$hargarumah','$luastanah','$luasbgunan','$tingkat','$rt amu','$rkelg','$rtidur','$jmlrtidur','$rmakan','$rkerja','$dapur','$gudang','$garasi','$ taman','$klmrenang','$toilet','$jmltoilet','$rcuci','$status','$ket');

CREATE TABLE `pesandesain` (

`id_pesandesain` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`id_user` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`id_desain` varchar(10) collate latin1_general_ci NOT NULL,

`ket` text collate latin1_general_ci,

PRIMARY KEY (`id_pesandesain`)

)

INSERT INTO `pesandesain` ( `id_pesandesain` , `id_user` , `id_desain` , `ket` ) VALUES (`$id_pesandesain` , `$id_user` , `$id_desain` , `$ket`);

CREATE TABLE `tips_trik` (

`id_tipstrik` int(11) NOT NULL auto_increment,

`tgltips` date NOT NULL,

`judul` varchar(50) NOT NULL,

`isi` text NOT NULL,

(80)

Sintaks SQL untuk mengisi tipstrik adalah seperti berikut.

6. Tabel user, berfungsi untuk menyimpan data-data user. Sintaks SQL

untuk membentuk tabel user adalah:

Sintaks SQL untuk mengisi user adalah seperti berikut.

4.3 Koneksi ke Database MySQL

Untuk melakukan koneksi ke database MySQL menggunakan

mysql_connect yang secara khusus ditujukan untuk menangani koneksi ke

database.

Untuk memudahkan dalam melakukan manajemen

parameter-parameter server, database dan user maka dibuat sebuah file khusus untuk melakukan koneksi dengan database MySQL yang disimpan di dalam file koneksi.php. Berikut contoh listing yang menunjukkan koneksi ke database

"insert into tips_trik (id_tipstrik, tgltips, judul, isi) values ('$id_tipstrik','$tgltips','$judul','$isi')";

CREATE TABLE `user` (

`id_user` int(5) NOT NULL auto_increment,

`nama` varchar(20) NOT NULL, `tgllahir` date NULL,

`jeniskel` varchar(10) NULL, `pekerjaan` varchar(20) NULL, `alamat` varchar(50) NOT NULL, `kota` varchar(20) NOT NULL, `propinsi` varchar(20) NOT NULL, `kodepos` int(11) default NULL, `telepon` varchar(15) NOT NULL, `email` varchar(30) NOT NULL,

PRIMARY KEY (`id_user`)

)

(81)

MySQL via PHP yang disimpan dalam file koneksi.php. <?

$user = "root"; $pass = "root"; $db = "desain"; $server = "localhost";

// membuat koneksi

$koneksi = mysql_connect($server, $user, $pass); if(!$koneksi)

{

echo("Koneksi ke database gagal"); exit;

(82)

4.4 Implementasi Antar Muka

4.4.1 Halaman Web User

1. Halaman Index

Gambar 4.6 Halaman Index

Halaman index merupakan halaman pertama bagi user pada saat membuka situs SPPK ini yang berisi ucapan selamat datang dan penjelasan

singkat tentang Desain Omah. Halaman index merupakan halaman awal untuk mengakses halaman yang lain. Fasilitas yang terdapat pada halaman

(83)

untuk pemesanan desain denah secara pribadi , Solusi desain merupakan halaman pembantu dalam menentukan desain denah rumah yang diinginkan,

Arsitek yang berisi mengenai detail dari data pribadi arsitek yang terlibat

dalam pembuatan desain denah pada website ini.

2. Halaman Pesan Desain

Gambar 4.7 Halaman Pesan Desain

Gambar di atas merupakan halaman menu detail pesan desain dengan

menginputkan data pribadi sebagai tahap awal dalam pemesanan desain

kemudian menginputkan detail data denah yang diinginkan. Setelah mengisi

(84)

proses selanjutnya user akan dihubungi via email atau phone oleh arsitek

untuk konfirmasi lebih lanjut.

3. Halaman Solusi Desain

Gambar 4.8 Halaman Solusi Desain

Di dalam halaman ini user dapat dapat dibantu dalam menentukan

solusi denah yang akan dibuat sehingga user akan semakin dimudahkan

dalam merencanakan pembuatan denah rumah sesuai keiinginannya. Pada

tahap ini user diminta untuk menginputkan data luas tanah, luas bangunan,

harga rumah sebagai kriteria awal dalam menentukan pemlihan denah yang

(85)

Pada saat user menekan tombol Submit pada halaman solusi desain,

maka akan ditampilkan halaman krteria denah yang menjadi kriteria utama

dalam penentuan desain denah rumah.

Gambar 4.9 Halaman Kriteria Denah

Pada halaman ini user diminta untuk menginputkan data kriteria denah

yang diinginkan oleh user. Setelah data dimasukkan maka user akan

(86)

Gambar 4.10 Halaman Hasil Denah

Setelah user memilih denah yang sesuai dengan keinginannya maka

akan muncul detail hasil solusi desain.

Dibawah ini adalah sintak untuk menampilkan dan menghitung nilai

(87)

<? $hargamin = $HTTP_POST_VARS['hargamin'];

"SELECT d.id_desain, d.judul, d.hargarumah, a.nama,

(b.$prioritas1+b.$prioritas2+b.$prioritas3+b.$prioritas4+b.$prioritas5)) t FROM denah d, arsitek a, bobotdenah b

WHERE d.hargarumah between $hargamin and $hargamax

AND d.luastanah BETWEEN $luastnhmin AND $luastnhmax AND d.luasbgunan BETWEEN $luasbgnmin AND $luasbgnmax AND (d.$prioritas1 = '$select1' or d.$prioritas1 ='ya')

AND (d.$prioritas2 = '$select2' or d.$prioritas2 ='ya') AND (d.$prioritas3 = '$select3' or d.$prioritas3 ='ya') AND (d.$prioritas4 = '$select4' or d.$prioritas4 ='ya') AND (d.$prioritas5 = '$select5' or d.$prioritas5 ='ya') AND d.id_arsitek=a.id_arsitek AND b.id_desain=d.id_desain AND d.status='koleksi' order by t desc";

(88)

Gambar 4.11 Halaman Detail Kriteria Denah

Pada Halaman ini User dapat melihat spesifikasi dari criteria denah

yang telah di pilihnya sehingga dapat menjadi acuan dalam menentukan

(89)

4. Halaman Tips & Trik

Gambar 4.12 Halaman Tips & Trik

Pada halaman Tips & Trik User disuguhkan beberapa tips tips

(90)

5. Halaman Arsitek

Gambar 4.13 Halaman Arsitek

Pada halaman ini user di berikan informasi mengenai arsitek yang

(91)

6. Halaman Galeri

Gambar 4.14 Halaman Galeri

Halaman galeri merupakan fasilitas untuk melihat koleksi denah

yang dimiliki. Dengan mengklik link judul maka user dapat mengetahui

(92)

Gambar 4.15 Halaman Detail Galeri

Pada Halaman ini User dapat melihat spesifikasi dari denah yang telah

di pilihnya sehingga dapat menjadi acuan dalam menentukan denah yang

(93)

4.4.2Halaman Web Admin

1. Halaman Login

(94)

2. Error Login

(95)

3. Halaman Menu Admin

(96)

4. Menu edit Pesan

(97)

5. Menu Update Denah

(98)

6. Menu Tambah Denah

(99)

7. Menu Edit Denah

(100)

8. Menu Hapus Denah

(101)

9. Menu Pilih Tips Trik

(102)

10.Menu Tambah Tips trik

(103)

11.Menu Hapus Tips Trik

(104)

12.Menu Pilih Arsitek

(105)

13.Menu Tambah Arsitek

(106)

14.Menu Edit Arsitek

(107)

15.Menu Delete Arsitek

(108)

BAB V

ANALISIS HASIL

5.1 Evaluasi Pengguna

Untuk dapat menentukan kelebihan dan kekurangan pada sistem,

maka dilakukan pengujian program dan evaluasi berupa pengisian kuesioner

secara langsung oleh pengguna.

Kuesioner terdiri dari enam pernyataan mengenai program dan

sekaligus pilihan jawaban bertingkat yaitu Sangat Menarik, Menarik,

Kurang Menarik, Mudah, Cukup Mudah, Sulit, Sangat Terbantu, Cukup

Terbantu, Tidak Terbantu, Sudah Sesuai, Tidak Sesuai, Lain-lain. Berikut

ini hasil kesimpulan dari keenam pernyataan pada kuesioner yang diisi oleh

(109)

5.1.1 Kelebihan Sistem Yang Dibuat

Kelebihan yang dapat diperoleh dari sistem yang dibuat adalah sebagai

berikut :

1. Tampilan program sudah baik.

2. Program mudah dipakai.

3. Pihak user dimudahkan dengan adanya pilihan-pilihan denah lain yang

bisa menjadi inspirasi dalam menentukan denah rumah.

4. Adanya fasilitas pilihan kriteria yang memberikan kemudahan dalam menentukan analisa desain yang diinginkan oleh user.

5. Mampu memberikan pilihan denah sehingga memudahkan user dalam

menentukan denah yang sesuai dengan keinginannya.

Jumlah Jawaban

5. Pendapat Mengenai Program secara

Gambar

Tabel 3.1 diskripsi sistem
Gambar 3.2 diagram berjenjang admin
Gambar 3.17 Menu Pemesanan Desain
Gambar 3.18 Menu Data Desain
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan : 1)Subtitusi tepung sukun dalam pembuatan non flaky crackers bayam hijau memberikan pengaruh terhadap peningkatan kadar

Dari uraian latar belakang di atas dapat ditarik rumusan masalah yaitu: Apakah pemberian bantuan keuangan kepada partai politik yang telah mendapatkan kursi di

Perubahan-perubahan yang disetujui oleh Kongres dalam traktat-traktat Brussel 1952 (Undang-undang Nomor 25/1954 - Lembaran Negara Nomor 79 1954) pada garis besarnya berkisar

 Keragu-raguan pembeli yang harus membeli barang untuk orang lain dapat kita pecahkan dengan cara memberikan jaminan: seandainya salah, barang dapat ditukar

Masjid Raudhatul Jannah Tiban Raya - Perumahan Tiban Raya Kelurahan Tiban Baru Blok E no.. 1 Tahun Kecamatan Sekupang - Musholla Al-Habib Perum.. Pondok Pratiwi

Kecerdasan emosional/intelektual merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa yang termasuk dalam aspek psikologis yang artinya suatu

Sahabat MQ/ Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Disdikpora DIY/ hari ini melakukan penyerahan Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional DKHUN/ untuk tingkat

Berdasarkan rumusan masalah tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Srategi Koping Pada Pengangguran Terdidik Lulusan Universitas yang