• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETERBUKAAN INFORMASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KETERBUKAAN INFORMASI"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

KETERBUKAAN INFORMASI

& REFORMASI BIROKRASI

& REFORMASI BIROKRASI

IBNUDIN IDDAT

(2)

PERUBAHAN

PERUBAHAN

PASCA REFORMASI

PASCA REFORMASI

PERUBAHAN

PERUBAHAN

PASCA REFORMASI

PASCA REFORMASI

Pengecualian bersifat ketat, terbatas, dan tidak mutlak

(3)

REFORMASI

BIROKRASI

• Birokrasi : aparatur yang berarti

perangkat/institusi,pegawai/SDM dan

sistem penyelenggaraan pemerintahan

yang dijalankan oleh pegawai

berdasarkan tata peraturan

perundang-yang dijalankan oleh pegawai

berdasarkan tata peraturan

perundang-undangan yang ada.

• Reformasi : proses upaya yang

sistematis, terpadu dan komprehensif

yang ditujukan untuk merealisasikan Tata

Kelola Pemerintahan yang Baik (Good

(4)

VISI

REFORMASI BIROKRASI

“Terciptanya Tata Kelola

“Terciptanya Tata Kelola

Pemerintahan yang Baik”

(5)

MISI

REFORMASI BIROKRASI

Membentuk dan atau menyempurnakan tata peraturan

perundang-undangan sebagai landasan hukum Tata Kelola

Pemerintahan yang Baik.

Memodernisasi birokrasi pemerintahan dengan optimalisasi

pemakaian teknologi & informasi.

Mengembangkan budaya, nilai-nilai kerja dan perilaku yg

Mengembangkan budaya, nilai-nilai kerja dan perilaku yg

positif.

Mengadakan restrukturisasi organisasi (kelembagaan)

pemerintahan.

Mengadakan relokasi dan meningkatkan kualitas SDM

termasuk perbaikan sistem renumerasi.

Menyederhanakan sistem kerja, prosedur dan mekanisme

kerja.

(6)

TUJUAN UMUM

REFORMASI BIROKRASI

Membentuk profil & perilaku aparatur dengan :

• Integritas Tinggi : perilaku aparatur negara dalam bekerja senantiasa menjaga sikap profesional dan menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas

(kejujuran, kesetiaan, komitmen) serta menjaga keutuhan pribadi.

• Produktivitas Tinggi & Bertanggung Jawab : hasil optimal yg dicapai oleh aparatur negara dari serangkaian program kegiatan yg inovatif, efektif dan aparatur negara dari serangkaian program kegiatan yg inovatif, efektif dan efisien dalam mengelola sumber daya yg ada serta ditunjang oleh dedikasi dan etos kerja yg tinggi.

• Kemampuan Memberikan Pelayanan Prima : kepuasan yang dirasakan oleh publik sbg dampak dr hasil kerja birokrasi yg profesional, berdedikasi dan memiliki standar nilai moral yang tinggi dlm menjalan tugas sebagai abdi masyarakat.

(7)

TUJUAN KHUSUS

REFORMASI BIROKRASI

Membangun dan membentuk :

• Birokrasi yg Bersih : birokrasi yg sistem dan aparaturnya bekerja atas

dasar aturan dan koridor nilai-nilai yg dapat mencegah timbulnya berbagai penyimpangan (KKN).

• Birokrasi yang Efisien, Efektif & Produktif : birokrasi yg mampu

memberikan dampak kerja positif (manfaat) kpd masy dan mampu

menjalankan tugas dg tepat, cermat, berdayaguna dan tepat guna (hemat waktu, tenaga dan biaya).

menjalankan tugas dg tepat, cermat, berdayaguna dan tepat guna (hemat waktu, tenaga dan biaya).

• Birokrasi yang Transparan : birokrasi yg membuka diri thdp hak masy utk memperoleh informasi yg benar dan diskriminatif dg tetap

memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, gol, dan rahasia negara.

• Birokrasi yang Melayani Masyarakat : birokrasi yg tdk minta dilayani masy, ttp birokrasi yg memberikan pelayanan prima kepada publik.

• Birokrasi yang Akuntabel : birokrasi yg bertanggungjawab atas setiap proses dan kinerja atau hsl akhir dr program maupun kegiatan utk mencapai tujuan.

(8)

SASARAN

REFORMASI BIROKRASI

Sasaran reformasi birokrasi adalah merubah pola pikir (mind set) dan budaya kerja (culture set) serta sistem manajemen pemerintahan :

• Perubahan Kelembagaan (Organisasi) : hasil yang ingin dicapai organisasi yg tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing).

• Perubahan Budaya Organisasi : hasil yang ingin dicapai birokrasi dengan integritas dan kinerja yang tinggi.

integritas dan kinerja yang tinggi.

• Perubahan Ketatalaksanaan : hasil yang ingin dicapai sistem, proses dan prosedur kerja yg jelas, efektif, efisien, terukur dan sesuai dengan prinsip-prinsip good governance.

• Perubahan Regulasi & Deregulasi Birokrasi : hasil yang ingin dicapai regulasi yang tertib, tidak tumpang tindih dan kondusif.

• Perubahan Sumber Daya Manusia :hasil yang ingin dicapai SDM yang berintegritas, kompeten, profesional, berkinerja tinggi dan sejahtera.

(9)

REFORMASI MIND SET

& CULTURE SET

Peningkatan penghasilan

(Take Home Pay )

dengan prinsip

Equal Work for Equal Pay.

Pengembangan Budaya kerja (penerapan

nilai budaya kerja pada setiap unit pelaksana

nilai budaya kerja pada setiap unit pelaksana

pelayanan publik).

Internalisasi dan konkritisasi prinsip-prinsip

Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.

(10)

Tanggung Jawab Pemerintah

Tanggung Jawab Pemerintah

UU KIP

Badan Publik wajib menyediakan, menerbitkan dan/atau menerbitkan informasi publik, berikut pembangunan sistem informasi & dokumentasi utk mengelola

informasi publik secara baik dan efisien shg dpt diakses dgn mudah (ps 7 UU-KIP) UU ITE

Menyelenggarakan sistem elektronik secara andal dan aman serta bertanggung jawab thp beroperasinya Sistem Elektronik sebagaimana mestinya

UU Pelayanan Publik

Menyediakan barang dan/atau jasa untuk publik => berikut sistem informasi u/ pelayanan publik

UU Kearsipan

Arsip merupakan wewenang dan tanggung jawab sepenuhnya dari pemerintah Pemerintah berkewajiban untuk mengamankan arsip sebagai bukti

(11)

Beberapa Definisi

Beberapa Definisi

Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat,

didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun

nonelektronik (UU KIP).

Informasi publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola dan/atau dikirim/diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan undang-undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik. (UU KIP)

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang

disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Sistem informasi pelayanan publik yang selanjutnya disebut Sistem Informasi adalah rangkaian kegiatan yang meliputi penyimpanan dan pengelolaan informasi serta

mekanisme penyampaian informasi dari penyelenggara kepada masyarakat dan

sebaliknya dalam bentuk lisan, tulisan Latin, tulisan dalam huruf Braile, bahasa gambar, dan/atau bahasa lokal, serta disajikan secara manual ataupun elektronik.

(12)

Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Arsip dinamis adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu.

Arsip vital adalah arsip yang keberadaannya merupakan persyaratan dasar bagi

kelangsungan operasional pencipta arsip, tidak dapat diperbarui, dan tidak tergantikan apabila rusak atau hilang.

Arsip aktif adalah arsip yang frekuensi penggunaannya tinggi dan/atau terus menerus.

Arsip aktif adalah arsip yang frekuensi penggunaannya tinggi dan/atau terus menerus.

Arsip inaktif adalah arsip yang frekuensi penggunaannya telah menurun.

Arsip statis adalah arsip yang dihasilkan oleh pencipta arsip karena memiliki nilai guna kesejarahan, telah habis retensinya, dan berketerangan dipermanenkan yang telah diverifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia dan/atau lembaga kearsipan.

Arsip terjaga adalah arsip negara yang berkaitan dengan keberadaan dan kelangsungan hidup bangsa dan negara yang harus dijaga keutuhan, keamanan, dan keselamatannya.

Arsip umum adalah arsip yang tidak termasuk dalam kategori arsip terjaga.

Akses arsip adalah ketersediaan arsip sebagai hasil dari kewenangan hukum dan otorisasi legal serta keberadaan sarana bantu utk mempermudah penemuan dan pemanfaatan arsip.

(13)

Sistem kearsipan nasional

yang selanjutnya disingkat SKN adalah

suatu sistem yang membentuk pola hubungan berkelanjutan

antarberbagai komponen yang memiliki fungsi dan tugas tertentu,

interaksi antarpelaku serta unsur lain yang saling mempengaruhi dalam

penyelenggaraan kearsipan secara nasional.

Sistem informasi kearsipan nasional

yang selanjutnya disingkat SIKN

adalah sistem informasi arsip secara nasional yang dikelola oleh ANRI

yang menggunakan sarana jaringan informasi kearsipan nasional.

Jaringan informasi kearsipan nasional

yang selanjutnya disingkat

Jaringan informasi kearsipan nasional

yang selanjutnya disingkat

JIKN adalah sistem jaringan informasi dan sarana pelayanan arsip

secara nasional yang dikelola oleh ANRI.

Daftar pencarian arsip

yang selanjutnya disingkat DPA adalah daftar

berisi arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan baik yang telah

diverifikasi secara langsung maupun tidak langsung oleh lembaga

kearsipan dan dicari oleh lembaga kearsipan serta diumumkan kepada

publik.

(14)

Informasi Elektronik

adalah satu atau sekumpulan data elektronik,

termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta,

rancangan, foto,

electronic data interchange

(

EDI

), surat elektronik

(

electronic mail)

, telegram, teleks,

telecopy

atau sejenisnya, huruf, tanda,

angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki

arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

Dokumen Elektronik

adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat,

diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog,

digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat,

ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik,

termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta,

termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta,

rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol

atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh

orang yang mampu memahaminya.

Komputer

adalah alat utk memproses data elektronik, magnetik, optik,

atau sistem yang melaksanakan fungsi logika, aritmatika, dan

penyimpanan.

Sistem Elektronik

adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik

yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis,

menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau

(15)

Akses Publik Terhadap Informasi

Akses Publik Terhadap Informasi

Dengan menggunakan dokumen berbentuk elektronik,

memudahkan publik mengakses informasi yang dikehendakinya.

Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk meningkatkan kemampuan mengolah, mengelola, menyalurkan, dan mendistribusikan informasi dan mutu pelayanan publik

Membentuk jaringan sistem manajemen dan proses kerja yang memungkinkan instansi-instansi pemerintah bekerja secara terpadu untuk menyederhanakan akses ke semua informasi dan

(16)

UU KIP

UU KIP mewajibkan setiap badan publik untuk dapat memberikan

informasi yang berada dibawah kepemilikannya kepada setiap pemohon

informasi publik dengan cepat dan tepat waktu, biaya ringan, dan cara

sederhana.

Dalam hal melaksanakan kewajiban memberikan informasi publik, pada

setiap badan publik terdapat adanya

Pejabat Pengelola Informasi dan

Dokumentasi

yang bertgg-jawab di bidang penyimpanan,

pendokumentasian, penyediaan, dan/atau pelayanan informasi di Badan

Publik.

Publik.

UU-KIP menganut prinsip MALE (maximum access limited exemption).

UU-KIP menggolongkan informasi publik kedlm 5 klasifikasi, a.l:

• Informasi Yang Wajib Disediakan Dan Diumumkan Secara Berkala; • Informasi Yang Wajib Diumumkan Secara Serta Merta;

• Informasi Yang Wajib Tersedia Setiap Saat; • Informasi Yang Dikecualikan;

(17)

Informasi yang wajib

disediakan dan

diumumkan secara

berkala

1

Informasi mengenai laporan keuangan

dari Badan Publik;

Informasi mengenai kegiatan dan kinerja

Informasi mengenai kegiatan dan kinerja

Badan Publik terkait;

informasi mengenai laporan keuangan

Informasi yang diatur dalam Peraturan

(18)

Informasi yang wajib

diumumkan secara

serta merta

2

Informasi yang dapat mengancam hajat hidup

orang banyak dan ketertiban umum, seperti

orang banyak dan ketertiban umum, seperti

bencana alam, endemi (wabah penyakit), dan

sebagainya.

(19)

Informasi yang wajib

tersedia setiap saat

3

daftar seluruh informasi publik yang berada di bawah

penguasaannya, tidak termasuk informasi yang dikecualikan; hasil keputusan badan publik dan pertimbangannya;

seluruh kebijakan yang ada berikut dokumen pendukungnya; seluruh kebijakan yang ada berikut dokumen pendukungnya;

rencana kerja proyek termasuk di dalamnya perkiraan pengeluaran tahunan badan publik;

perjanjian badan publik dengan pihak ketiga;

informasi dan kebijakan yang disampaikan pejabat publik dalam pertemuan yang terbuka untuk umum;

prosedur kerja pegawai badan publik yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat; dan

laporan mengenai pelayanan akses informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

(20)

Informasi yang

dikecualikan

4

• Informasi yang apabila dibuka dapat menghambat proses penegakan hukum;

• Hak atas kekayaan intelektual dan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat;

• Informasi yang apabila dibuka dapat membahayakan • Informasi yang apabila dibuka dapat membahayakan

keamanan dan pertahanan negara;

• Informasi yang mengungkapkan kekayaan alam Indonesia; • Informasi yang merugikan ketahanan ekonomi nasional dan

hubungan luar negeri;

• Informasi yang mengungkapkan akta otentik bersifat pribadi (wasiat seseorang);

• Informasi yang tidak boleh diungkapkan berdasarkan Undang-Undang.

(21)

Informasi yang diperoleh

berdasarkan permintaan

5

Informasi publik yang tidak tercantum

dalam klasifikasi Informasi yang wajib

dalam klasifikasi Informasi yang wajib

disediakan

dan

diumumkan

secara

berkala, Informasi yang wajib diumumkan

secara serta-merta, Informasi yang wajib

tersedia setiap saat, dan informasi yang

dikecualikan.

(22)

UU ITE : memberikan jaminan dan perlindungan

hukum dalam penggunaan informasi dan transaksi

elektronik

Ruang Lingkup Keberlakuan

Berlaku untuk: setiap orang

Melakukan perbuatan hukum yang diatur ITE:

tempat: di dalam atau di luar Indonesia

akibat hukum: di dalam atau di luar Indonesia

(23)

Perlindungan Hukum

Perlindungan terhadap Orang:

Hak kebendaan (

property

) & hak perorangan (

privacy

) + Data

Protection.

Perlindungan terhadap Sistem:

Perlindungan terhadap Sistem:

Sistem informasi adalah Benda yang merupakan milik orang

atau milik umum (infrastruktur publik)

Perlindungan terhadap Norma Masyarakat / Publik

dalam

berinformasi dan berkomunikasi secara elektronik

(24)

Asas dan Tujuan

(BAB II UU ITE)

Asas

- Kepastian

- Itikad baik

- Manfaat

- Kebebasan memilih

- Kehati-hatian - Netral teknologi

- Kehati-hatian - Netral teknologi

Tujuan

- Perdagangan & perekonomian

- Keadilan dan kepastian hukum

- Kemajuan teknologi

(25)

Informasi, Dokumen &

Tanda Tangan Elektronik

IE dan/atau DE merupakan:

- alat bukti hukum yang sah

- perluasan Hukum Acara (Pasal 5 ayat (1) dan (2))

Ada syarat dan standar tertentu (Pasal 5 ayat (3))

Sepanjang dapat diakses, ditampilkan, dijamin keutuhan, dan

dapat dipertanggungjawabkan (Pasal 6)

Pengecualian

- Surat yang harus dibuat tertulis

- Akta notaril (Pasal 5 ayat (4))

(26)

Tanggung Jawab Penyelenggara

Tanggung Jawab Penyelenggara

UU ITE Pasal 15

(1)Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik harus

menyelenggarakan Sistem Elektronik secara andal dan aman

serta bertanggung jawab terhadap beroperasinya Sistem

Elektronik sebagaimana mestinya.

(2)Penyelenggara Sistem Elektronik bertanggung jawab terhadap

Penyelenggaraan Sistem Elektroniknya.

(3)Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku

dalam hal dapat dibuktikan terjadinya keadaan memaksa,

(27)

UU ITE Pasal 16 ayat (1)

Sepanjang tidak ditentukan lain oleh undang-undang tersendiri, setiap

Penyelenggara Sistem Elektronik wajib mengoperasikan Sistem Elektronik yang

memenuhi persyaratan minimum sebagai berikut:

a. dapat menampilkan kembali Informasi Elektronik dan/atau Dokumen

Elektronik secara utuh sesuai dengan masa retensi yang ditetapkan dengan

Peraturan Perundang-undangan;

b. dapat melindungi ketersediaan, keutuhan, keotentikan, kerahasiaan, dan

keteraksesan Informasi Elektronik dalam Penyelenggaraan Sistem

b. dapat melindungi ketersediaan, keutuhan, keotentikan, kerahasiaan, dan

keteraksesan Informasi Elektronik dalam Penyelenggaraan Sistem

Elektronik tersebut;

c. dapat beroperasi sesuai dengan prosedur atau petunjuk dalam

Penyelenggaraan Sistem Elektronik tersebut;

d. dilengkapi dengan prosedur atau petunjuk yang diumumkan dengan

bahasa, informasi, atau simbol yang dapat dipahami oleh pihak yang

bersangkutan dengan Penyelenggaraan Sistem Elektronik tersebut; dan

e. memiliki mekanisme yang berkelanjutan untuk menjaga kebaruan, kejelasan,

dan kebertanggungjawaban prosedur atau petunjuk.

(28)

Ancaman & Sanksi

.UU-KIP => ancaman pidana bagi Badan Publik yg melanggar

kewajibannya, kurungan max 1 th dan/atau denda Rp 5jt

UU-Pelayanan Publik => tanggung jawab administratif (teguran

tertulis, penurunan gaji, penurunan pangkat, pembebasan dari

jabatan, atau pemberhentian dengan tidak hormat), tanggung jawab

perdata (ganti rugi), dan tanggung jawab pidana.

UU-Kearsipan => Pejabat yang dengan sengaja tidak melaksanakan

UU-Kearsipan => Pejabat yang dengan sengaja tidak melaksanakan

pemberkasan dan pelaporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal

43 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh)

tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta

rupiah).

UU-ITE => illegal access, data interference, system interference, dst.

Ancaman dari 6

th

dan/atau 600 jt sampai dengan 12

th

dan/atau 12M.

(29)

UU ITE : Perbuatan yang Dilarang (1)

Unsur Yang Esensial

dengan sengaja dan tanpa hak

- dengan sengaja: pelaku mengetahui dan menghendaki

perbuatan dan/atau akibatnya;

- tanpa hak: tidak ada alas hak yang sah

- peraturan perundang-undangan

- perjanjian

(30)

Perbuatan yang dilarang (2)

• Pasal 27 (illegal content)

sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya IE dan atau DE yang memiliki muatan:

- melanggar kesusilaan; - perjudian;

- penghinaan dan/atau pencemaran nama baik; - memuat berita bohong dan menyesatkan; - pemerasan dan/atau pengancaman

• Pasal 28 (illegal content)

menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian

menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian/ permusuhan berdasarkan SARA;

Ancaman Pidana: Penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda maksimal 1 M (Pasal 45 ayat (1) dan (2))

(31)

Perbuatan yang dilarang (3)

• Pasal 29 (illegal content)

dengan sengaja dan tanpa hak mengirinkan informasi yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti secara pribadi.

• Ancaman: pidana penjara maksimal 12 tahun dan/atau denda maksimal 2 M (Pasal 45 ayat (3))

(Pasal 45 ayat (3))

(32)

Perbuatan yang dilarang (4)

Pasal 30 (illegal access)

- Mengakses secara ilegal: (i) Komputer dan/atau (ii) Sistem Elektronik

- Pidana penjara maksimal antara 6-8 tahun dan/atau denda maksimal

antara 600-800 juta (Pasal 46)

Pasal 31 (illegal interception

- Intersepsi IE dan/atau DE

- Pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda maksimal 800 juta

(Pasal 47)

(33)

Perbuatan yang dilarang (5)

Pasal 32 (

Data Interference

)

- Mengubah, menambah, mengurangi, merusak, menghilangkan,

mentransfer IE dan/atau DE

- Pidana penjara maksimal antara 8-10 tahun dan/atau denda maksimal

antara 2-5 M (Pasal 48)

antara 2-5 M (Pasal 48)

Pasal 33 (

System Interference

)

- Mengakibatkan gangguan Sistem Elektronik

- Pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda maksimal 10 M

(Pasal 49)

(34)

Perbuatan yang dilarang (6)

• Pasal 34 (Misuse of Device)

- memproduksi, menjual, mengadakan, menyediakan perangkat untuk perbuatan yang dilarang

- Pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda maksimal 10 M (Pasal 50)

• Pasal 35 (Computer Related Fraud)

- Manipulasi IE dan/atau DE untuk tujuan agar IE dan/atau DE seolah-olah otentik.

- Pidana penjara maksimal 12 tahun dan/atau denda maksimal 12 M

- Pidana penjara maksimal 12 tahun dan/atau denda maksimal 12 M (Pasal 51)

• Pasal 36

- Timbulnya kerugian bagi orang lain akibat Perbuatan Pasal 27 sampai Pasal 34

- Pidana penjara maksimal 12 tahun dan/atau denda maksimal 12 M (Pasal 52)

(35)

Pemberatan

• Perbuatan Pasal 27 ayat (1) yang menyangkut kesusilaan atau eksploitasi seksual terhadap anak

- Ancaman pidana pokok + 1/3 pidana pokok

• Perbuatan Pasal 30-37

- ditujukan pada SI elektronik Pemerintah dan/atau layanan publik ancaman: pidana pokok + 1/3 pidana pokok

35

publik ancaman: pidana pokok + 1/3 pidana pokok

- ditujukan pada SI elektronik Pemerintah dan/atau Badan Strategis ancaman: pidana pokok + 2/3 pidana pokok

• Perbuatan Pasal 30-37

(36)

UU KIP : Penyelesaian

Sengketa

Sengketa informasi publik diselesaikan melalui mediasi dan/atau ajudikasi non litigasi oleh Komisi Informasi

• Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa Informasi Publik dengan mengedepankan asas musyawarah untuk mencapai mufakat (win-win solution) dengan perantara (mediator) Komisi mufakat (win-win solution) dengan perantara (mediator) Komisi Informasi;

• Ajudikasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui lembaga pemutus:

• Ajudikasi Non-litigasi adalah penyelesaian sengketa ajudikasi melalui lembaga pemutus yang diakui (mis. Arbitrase) selain dari pengadilan yang putusannya memiliki kekuatan setara dengan putusan pengadilan;

• Ajudikasi litigasi adalah penyelesaian sengketa ajudikasi di pengadilan.

(37)

• Apabila Sengketa Informasi tidak dapat diselesaikan pada

tingkat

Komisi

Informasi,

penyelesaian

sengketa

dilanjutkan dengan Pengajuan gugatan melalui Pengadilan

Tata Usaha Negara apabila yang digugat adalah Badan

Publik negara dan Pengajuan gugatan melalui Pengadilan

Penyelesaian Sengketa

(Gugatan dan Kasasi)

Publik negara dan Pengajuan gugatan melalui Pengadilan

Negeri apabila yang digugat adalah badan publik non

pemerintah.

• Pihak yang tidak menerima putusan Pengadilan Tata

Usaha Negara / Pengadilan Negeri dapat mengajukan

kasasi kepada Mahkamah Agung selambat-lambatnya

dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak diterimanya

putusan Pengadilan Tata Usaha Negara / Pengadilan

Negeri.

(38)

Ketentuan

Pidana

• Setiap orang yang menggunakan Informasi Publik secara melawan hukum dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak 5 (lima) juta rupiah;

• Badan Publik yang tidak menyediakan, tidak memberikan,

• Badan Publik yang tidak menyediakan, tidak memberikan, dan/atau tidak menerbitkan Informasi Publik dikenakan

pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda 5 (lima) juta rupiah;

• Setiap orang yang menghancurkan, merusak, dan/atau

menghilangkan dokumen Informasi Publik dikenakan pidana kurungan paling lama 2 (dua) tahun dan/atau pidana denda 10 (sepuluh) juta rupiah;

(39)

• Setiap orang yang sengaja dan tanpa hak mengakses

dan/atau memperoleh dan/atau memberikan informasi yang dikecualikan dikenakan pidana penjara paling lama 3 (tiga)

Ketentuan

Pidana

dikecualikan dikenakan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan pidana denda paling banyak 20 (dua puluh) juta rupiah;

• Setiap orang yang membuat informasi yang tidak benar atau menyesatkan dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak 5 (lima) juta rupiah.

(40)

Peran Pemerintah dan

Peran Pemerintah dan

Peran Masyarakat

Peran Masyarakat

Pemerintah memfasiliasi pemanfaatan TI

Pemerintah memfasiliasi pemanfaatan TI

Pemerintah melindungi kepentingan umum

Pemerintah melindungi kepentingan umum

Pemerintah menetapkan instansi yang memiliki

Pemerintah menetapkan instansi yang memiliki

data strategis untuk dilindungi

data strategis untuk dilindungi

data strategis untuk dilindungi

data strategis untuk dilindungi

Masyarakat juga berperan dalam TI

Masyarakat juga berperan dalam TI

Peran masyarakat diselenggarakan lewat

Peran masyarakat diselenggarakan lewat

lembaga yang memiliki fungsi konsultasi dan

lembaga yang memiliki fungsi konsultasi dan

mediasi

(41)

Tanggung Jawab Publik

Tanggung Jawab Publik

Sejauh mana publik dapat mengakses dan

berhak untuk mendapatkan informasi dari

lembaga pemerintah :

Informasi yang wajib disediakan oleh Badan Publik

(dalam hal ini Lembaga Pemerintah)

(dalam hal ini Lembaga Pemerintah)

Informasi yang dilarang/dibatasi untuk diberikan

pada publik

Catt:

• Publik harus memperoleh secara sah (lawful obtained)

• Menggunakan informasi sebagaimana mestinya (sesuai maksud dan tujuan

perolehannya).

(42)

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Kajian ini mencoba melihat bentuk dan makna kamoshirenai yang merupakan salah satu subkategori modalitas gaizen (kemungkinan) bahasa Jepang dari sudut pandang bentuk-bentuk

Menurut Din, perbedaan pandangan selain disebabkan oleh faktor sosio- historis dan sosio-kultural yakni perbedaan latar belakang sejarah dan sosial- budaya umat Islam juga

Penambahan dosis koagulan yang EHUOHELKDNDQPHPEHULNDQHÀVLHQVLSHQXUXQDQ kekeruhan yang tidak berbeda jauh karena DNDQ WHUMDGL NHJDJDODQ SHPEHQWXNDQ ÁRN Mekanisme yang

Salah satu upaya untuk meningkatkan tingkat aktivitas siswa dan pemahaman konsep terhadap materi yang diajarkan yaitu dengan cara melalui penggunaan metode pembelajaran yang

dengan ini menyatakan bahwa data dan informasi yang kami gunakan untuk proses akreditasi melalui Sistem Informasi Manajemen Akreditasi online LAM-PTKes di program studi Diploma Tiga

Berdasarkan seluruh alasan-alasan permohonan seperti telah dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: kesatu, Pasal 93, Pasal 94 ayat (1) dan ayat (2), Pasal

File-file yang dibutuhkan untuk instalasi INLISLite permanen dapat diperoleh dari bundel instalasi INLISLite yang telah tersedia pada paket instalasi Windows 7, ditambah

Johnson mengingatkan saat ini banyak kapal- kapal niaga nasional anggota INSA yang parkir karena kinerja perekonomian yang terus melemah, iklim investasi yang belum kondisif