1. SBMPTN 2017 SAINTEK 139/151 Jika 𝑥, 𝑦 adalah solusi sistem
𝑥 𝑦 + 1 +
3𝑦 𝑥 + 1 = 2 −𝑦 + 1 +3𝑥 𝑥 + 1 = −16𝑦
Maka 𝑥 + 2𝑦 = .... A. 5
3 D. 4
B. 7
3 E. 5
C. 3
Pembahasan: Misal 𝑥
𝑦+1= 𝑝 dan 𝑦
𝑥+1= 𝑞, maka sistem persamaan di
atas menjadi:
𝑝 + 3𝑞 = 2 × 3 3𝑝 + 9𝑞 = 6
−3𝑝 + 6𝑞 = −1 × 1 −3𝑝 + 6𝑞 = −1
15𝑞 = 5 𝑞 =13
Substitusi 𝑞 =1
3 ke salah satu persamaan (misal
persamaan ke dua) −3𝑝 + 6𝑞 = −1 −3𝑝 + 6 (13) = −1 −3𝑝 + 2 = −1 −3𝑝 = −3 𝑝 = 1
𝑥
𝑦+1= 𝑝
𝑥 𝑦 + 1 = 1 𝑥 = 𝑦 + 1 𝑥 − 𝑦 = 1
𝑦
𝑥+1= 1 3
3𝑦 = 𝑥 + 1 𝑥 − 3𝑦 = −1
Eliminasi 𝑥 − 𝑦 = 1 dan 𝑥 − 3𝑦 = −1 𝑥 − 𝑦 = 1
𝑥 − 3𝑦 = −1 − 2𝑦 = 2
𝑦 = 1 𝑥 = 2
𝑥 + 2𝑦 = 2 + 2(1) = 2 + 2 = 4
Jawaban : D
2. SBMPTN 2017 SAINTEK 139
Seorang pelajar berencana untuk menabung di koperasi yang keuntungannya dihitung setiap semester. Apabila jumlah tabungan menjadi dua kali lipat dalam 5 tahun, maka besar tingkat suku bunga per tahun adalah ....
A. 2( √210 − 1) D. 2(√25 )
B. 2(√25 − 1) E. 2( √210 )
C. 2(√2)
Pembahasan:
Misal 𝑏 adalah besar tingkat suku bunga per semester 𝑀𝑛= 𝑀0(1 + 𝑏)𝑛
2𝑀0= 𝑀0(1 + 𝑏)10
2 = (1 + 𝑏)10
√2
10
= 1 + 𝑏 𝑏 = √210 − 1
Maka besar tingkat suku bunga pertahun adalah: 2𝑏 = 2( √210 − 1)
Jawaban : A
3. SBMPTN 2017 SAINTEK 139
Banyak bilangan bulat positif 𝑥 yang memenuhi
pertidaksamaan 𝑥𝑥−|2−𝑥|2−3𝑥−10≤ 0 adalah ....
A. 2 D. 5
B. 3 E. 6
C. 4
Pembahasan:
|2 − 𝑥| = 2 − 𝑥 untuk 𝑥 ≤ 2 |2 − 𝑥| = 𝑥 − 2 untuk 𝑥 > 2 Untuk 𝑥 ≤ 2
𝑥 − |2 − 𝑥|
𝑥2− 3𝑥 − 10 ≤ 0
⇒(𝑥 − 5)(𝑥 + 2) ≤ 0𝑥 − (2 − 𝑥)
⇒(𝑥 − 5)(𝑥 + 2) ≤ 02𝑥 − 2 ⇒ 𝑥 < −2 atau 1 ≤ 𝑥 ≤ 2
Bilangan bulat positif yang memenuhi : 1 dan 2 Untuk 𝑥 > 2
𝑥 − |2 − 𝑥|
𝑥2− 3𝑥 − 10 ≤ 0
⇒(𝑥 − 5)(𝑥 + 2) ≤ 0𝑥 − (𝑥 − 2)
⇒(𝑥 − 5)(𝑥 + 2) ≤ 02
⇒ 2 < 𝑥 < 5
Bilangan bulat yang memenuhi : 3 dan 4
Untuk dua kondisi di atas, ada 4 bilangan bulat yg memenuhi yaitu 1,2,3,dan 4
4. SBMPTN 2017 SAINTEK 139
Vektor 𝑎⃗, 𝑢⃗⃗, 𝑣⃗, 𝑤⃗⃗⃗ adalah vektor-vektor di bidang kartesius dengan 𝑤⃗⃗⃗ = 𝑢⃗⃗ + 𝑣⃗ dan sudut antara 𝑢⃗⃗ dan 𝑎⃗ adalah 45°. Jika √2𝑎⃗ = 𝑤⃗⃗⃗, maka 𝑢⃗⃗. 𝑣⃗ = ....
A. |𝑎⃗|(|𝑎⃗| − |𝑢⃗⃗|) B. |𝑎⃗|(|𝑣⃗| − |𝑢⃗⃗|) C. |𝑎⃗|(|𝑎⃗| − |𝑤⃗⃗⃗|) D. |𝑢⃗⃗|(|𝑎⃗| − |𝑢⃗⃗|) E. |𝑣⃗|(|𝑎⃗| − |𝑢⃗⃗|)
Pembahasan:
Cara I: 𝑤
⃗⃗⃗ = 𝑢⃗⃗ + 𝑣⃗ 𝑤
⃗⃗⃗. 𝑤⃗⃗⃗ = (𝑢⃗⃗ + 𝑣⃗)(𝑢⃗⃗ + 𝑣⃗) |𝑤⃗⃗⃗|2= |𝑢⃗⃗|2+ 2. 𝑢⃗⃗. 𝑣⃗ + |𝑣⃗|2
2𝑢⃗⃗. 𝑣⃗ = |𝑤⃗⃗⃗|2− (|𝑢⃗⃗|2+ |𝑣⃗|2)
𝑢⃗⃗. 𝑣⃗ =12 (|𝑤⃗⃗⃗|2− (|𝑢⃗⃗|2+ |𝑣⃗|2))
𝑢⃗⃗. 𝑣⃗ =12 (2|𝑎⃗|2− |𝑢⃗⃗|2− |𝑣⃗|2) ………….. (1)
𝑤
⃗⃗⃗ = 𝑢⃗⃗ + 𝑣⃗ 𝑣⃗ = 𝑤⃗⃗⃗ − 𝑢⃗⃗ 𝑣⃗ = √2 𝑎⃗ − 𝑢⃗⃗
|𝑣⃗|2= 2|𝑎⃗ |2+ |𝑢⃗⃗|2− 2√2|𝑎⃗||𝑢⃗⃗| cos 45°
|𝑣⃗|2= 2|𝑎⃗ |2+ |𝑢⃗⃗|2− 2√2|𝑎⃗||𝑢⃗⃗| (1
2 √2) |𝑣⃗|2= 2|𝑎⃗ |2+ |𝑢⃗⃗|2− 2|𝑎⃗||𝑢⃗⃗| ………..…… (2)
Substitusi (2) ke (1)
𝑢⃗⃗. 𝑣⃗ =12 (2|𝑎⃗|2− |𝑢⃗⃗|2− 2|𝑎⃗ |2− |𝑢⃗⃗|2+ 2|𝑎⃗||𝑢⃗⃗|)
=12 (−2|𝑢⃗⃗ |2+ 2|𝑎⃗||𝑢⃗⃗|)
= |𝑎⃗||𝑢⃗⃗| − |𝑢⃗⃗|2
= |𝑢⃗⃗|(|𝑎⃗| − |𝑢⃗⃗|)
Jawaban : D
Alternatif lain, kita bisa menggunakan cara ke II berikut ini.
Cara II: 𝑤⃗⃗⃗ = 𝑢⃗⃗ + 𝑣⃗ √2𝑎⃗ = 𝑤⃗⃗⃗
𝑎⃗ =12 √2 𝑤⃗⃗⃗
𝑎⃗ =12 √2(𝑢⃗⃗ + 𝑣⃗) 𝑢⃗⃗. 𝑎⃗ = |𝑢⃗⃗||𝑎⃗| cos 45°
𝑢⃗⃗. 𝑎⃗ = |𝑢⃗⃗||𝑎⃗|1 2 √2 1
2 √2𝑢⃗⃗(𝑢⃗⃗ + 𝑣⃗) = |𝑢⃗⃗||𝑎⃗| 1 2 √2
𝑢⃗⃗. 𝑢⃗⃗ + 𝑢⃗⃗. 𝑣⃗ = |𝑢⃗⃗||𝑎⃗| |𝑢⃗⃗|2+ 𝑢⃗⃗. 𝑣⃗ = |𝑢⃗⃗||𝑎⃗|
𝑢⃗⃗. 𝑣⃗ = |𝑢⃗⃗||𝑎⃗| − |𝑢⃗⃗|2
𝑢⃗⃗. 𝑣⃗ = 𝑢⃗⃗(|𝑎⃗| − |𝑢⃗⃗|)
Jawaban : D
5. SBMPTN 2017 SAINTEK 139 Jika 2 tan 𝑥
1−tan2𝑥− 5 = 0, dengan 0 < 𝑥 <𝜋2 maka cos2𝑥 −
sin2𝑥 = ....
A. 1
√26 D.
4 √26
B. 2
√26 E.
5 √26
C. 3
√26
Pembahasan: 2 tan 𝑥
1 − tan2𝑥 − 5 = 0
Ingat 2 tan 𝑥
1−tan2𝑥= tan 2𝑥, sehingga:
⇒ tan 2𝑥 − 5 = 0 ⇒ tan 2𝑥 = 5
Perhatikan segitiga 𝐴𝐵𝐶 berikut:
Misal ∠𝐵𝐴𝐶 = 2𝑥 Maka tan 2𝑥 =𝐵𝐶
𝐴𝐵= 5 1
𝐵𝐶 = 5, 𝐴𝐵 = 1, dengan menggunakan teorema
pythagoras diperoleh 𝐴𝐶 = √26
cos2𝑥 − sin2𝑥 = cos 2𝑥 =𝐴𝐵
𝐴𝐶 = 1 √26
Jawaban : A
6. SBMPTN 2017 SAINTEK 139
Jarak antara titik potong kedua asimtot dari hiperbola −𝑥2−2𝑛𝑥+𝑛4 2+𝑦2−4𝑚𝑦+4𝑚9 2= 1 pada sumbu 𝑥 adalah ....
A. 2𝑛
3
B. 4𝑛
3
C. 2𝑚3
D. 4𝑚
3
E. 8𝑚
Pembahasan:
−𝑥2− 2𝑛𝑥 + 𝑛4 2+𝑦2− 4𝑚𝑦 + 4𝑚9 2= 1
⇒ −(𝑥 − 𝑛)4 2+(𝑦 − 2𝑚)9 2= 1
Asimtot hiperbola bisa kita peroleh dengan mengganti 1 pada ruas kanan dengan 0
−(𝑥 − 𝑛)4 2+(𝑦 − 2𝑚)9 2= 0
⇒ −9(𝑥 − 𝑛)2+ 4(𝑦 − 2𝑚)2= 0
⇒ 4(𝑦 − 2𝑚)2= 9(𝑥 − 𝑛)2
⇒ (𝑥 − 𝑛)2=4
9(𝑦 − 2𝑚)2
⇒ 𝑥 − 𝑛 = ±23(𝑦 − 2𝑚)
⇒ 𝑥 = ±23(𝑦 − 2𝑚) + 𝑛
Misal asimtot memotong sumbu 𝑥 di titik (𝑥1, 0) dan (𝑥2, 0), dengan mensubstitusikan 𝑦 = 0 kita peroleh:
𝑥1=23(𝑦 − 2𝑚) + 𝑛
=23(0 − 2𝑚) + 𝑛
= −43 𝑚 + 𝑛
𝑥2= −23(𝑦 − 2𝑚) + 𝑛
= −23(0 − 2𝑚) + 𝑛
=43 𝑚 + 𝑛
Jarak kedua titik potong tersebut adalah:
|𝑥1− 𝑥2| = |−43 𝑚 + 𝑛 − (43 𝑚 + 𝑛)|
= |−83 𝑚|
=83 𝑚
Jawaban : E 7. SBMPTN 2017 SAINTEK 139
Jika 𝑥3+ 4𝑥2+ 𝑏 = (𝑥 − 3)𝑄(𝑥) + 10𝑏, maka 𝑄(𝑥) adalah ....
A. 𝑥2− 7𝑥 − 21
B. 𝑥2− 14𝑥 + 21
C. 𝑥2+ 7𝑥 − 21
D. 𝑥2+ 7𝑥 + 21
E. 𝑥2+ 14𝑥 + 21
Pembahasan:
𝑥3+ 4𝑥2+ 𝑏 = (𝑥 − 3)𝑄(𝑥) + 10𝑏
Substitusi 𝑥 = 3
33+ 4(32) + 𝑏 = (3 − 3)𝑄(3) + 10𝑏
27 + 36 + 𝑏 = 0 + 10𝑏 63 = 9𝑏
𝑏 = 7
Substitusi 𝑏 = 7, diperoleh
𝑥3+ 4𝑥2+ 7 = (𝑥 − 3)𝑄(𝑥) + 70
(𝑥 − 3)𝑄(𝑥) = 𝑥3+ 4𝑥2− 63
Dengan metode horner kita peroleh
3 1 4 0 -63
3 21 63
1 7 21 0
Hasil bagi kita peroleh: 𝑥2+ 7𝑥 + 21
Jawaban : D
8. SBMPTN 2017 SAINTEK 139
Diketahui suatu lingkaran kecil dengan radius 3√2 melalui pusat suatu lingkaran besar yang mempunyai radius 6. Ruas garis yang menghubungkan dua titik potong lingkaran merupakan diameter dari lingkaran kecil, seperti pada gambar. Luas daerah irisan kedua lingkaran adalah ....
A. 18𝜋 + 18
B. 18𝜋 − 18
C. 14𝜋 + 14
D. 14𝜋 − 15
E. 10𝜋 + 10
Pembahasan:
Perhatikan gambar 𝑅 = 𝐴𝐵 = 𝐴𝐶 = 6
𝑟 = 𝐴𝐷 = 𝐵𝐷 = 𝐶𝐷 = 3√2
Perhatikan bahwa pada segitiga 𝐴𝐵𝐶 berlaku 𝐴𝐵2+ 𝐴𝐶2= 𝐵𝐶2, dengan demikian segitiga 𝐴𝐵𝐶 adalah
segitiga siku-siku (∠𝐵𝐴𝐶 = 90°)
Luas irisan = Luas 1
Luas 1
2 lingkaran kecil
𝐿1=12 𝜋𝑟2
9. SBMPTN 2017 SAINTEK 139
Jika ∫ 𝑓(𝑥)(sin 𝑥 + 1)−44 𝑑𝑥 = 8, dengan 𝑓(𝑥) fungsi 10. SBMPTN 2017 SAINTEK 139
lim
11. SBMPTN 2017 SAINTEK 139
= lim1
𝑝→∞
(𝑝1) cot(15 𝑝+1)
1−(𝑝1)2
= lim𝑝→0
(𝑝1) cot(𝑝+15
𝑝
)
(1−1𝑝)(1+1𝑝)
= lim𝑝→0 (
1
𝑝) cot(1+𝑝5𝑝)
(𝑝1)(𝑝−1)(1𝑝)(𝑝+1)
= lim𝑝→0(𝑝−1)(1 1
𝑝)(𝑝+1) tan(1+𝑝5𝑝)
= −15
Jawaban : E
12. SBMPTN 2017 SAINTEK 139
Jika kurva 𝑦 =1𝑥3−3𝑥+2 𝑎𝑥(𝑥2−𝑎𝑥−6)
mempunyai dua asimtot
tegak, maka asimtot datar dari kurva tersebut adalah ....
A. 𝑦 = 1 D. 𝑦 = −1
B. 𝑦 =1
2 E. 𝑦 = −2
C. 𝑦 = −12
Pembahasan:
𝑦 =1 𝑥3− 3𝑥 + 2
𝑎 𝑥(𝑥2− 𝑎𝑥 − 6)
⇒ 𝑦 =𝑎(𝑥𝑥(𝑥23− 3𝑥 + 2)− 𝑎𝑥 − 6)
⇒ 𝑦 =𝑎(𝑥 − 1)𝑥(𝑥2− 𝑎𝑥 − 6)2(𝑥 + 2)
dari persamaan di atas, jelas bahwa 𝑥 = 0 adalah salah satu asimtot tegak. Dengan demikian salah satu dari (𝑥 − 1) dan (𝑥 + 2) adalah faktor dari 𝑥2− 𝑎𝑥 − 6.
Misal 𝑥 − 1 faktor dari 𝑥2− 𝑎𝑥 − 6 maka dengan teorema faktor kita peroleh:
1 − 𝑎 − 6 = 0 𝑎 = −5
Maka fungsi rasional menjadi:
𝑦 =−5(𝑥𝑥(𝑥23+ 5𝑥 − 6)− 3𝑥 + 2)
𝑦 =−5𝑥𝑥33+ 5𝑥+ 15𝑥 − 102− 6𝑥 Asimtot datar:
𝑦 = lim
𝑥→∞
−5𝑥3+ 15𝑥 − 10
𝑥3+ 5𝑥2− 6𝑥
𝑦 = −5
Misal 𝑥 + 2 faktor dari 𝑥2− 𝑎𝑥 − 6 maka dengan teorema faktor kita peroleh:
4 + 2𝑎 − 6 = 0 𝑎 = 1
Maka fungsi rasional menjadi:
𝑦 =𝑥(𝑥𝑥32− 3𝑥 + 2− 𝑥 − 6)
𝑦 =𝑥𝑥33− 𝑥− 3𝑥 + 22− 6𝑥 Asimtot datar:
𝑦 = lim
𝑥→∞
𝑥3− 3𝑥 + 2
𝑥3− 𝑥2− 6𝑥
𝑦 = 1
Yang terdapat di pilihan jawaban adalah 𝑦 = 1 Jawaban : A
13. SBMPTN 2017 SAINTEK 139
Misalkan 𝑓(𝑥) = sin(cos2𝑥), maka 𝑓′(𝑥) = ....
A. −2 sin 𝑥 cos(cos2𝑥)
B. −2 sin 2𝑥 cos(cos2𝑥)
C. − sin 𝑥 cos(cos2𝑥)
D. − sin 2𝑥 cos(cos2𝑥)
E. − sin2𝑥 cos(cos2𝑥)
Pembahasan: Gunakan aturan rantai
𝑓(𝑥) = sin(cos2𝑥)
𝑓′(𝑥) = cos(cos2𝑥) (2 cos 𝑥)(− sin 𝑥). 1
= −2 sin 𝑥 cos 𝑥 . cos(cos2𝑥)
= − sin 2𝑥 . cos(cos2𝑥)
Jawaban : D
14. SBMPTN 2017 SAINTEK 139
Misalkan 𝑦1 = −3𝑥 + 2 dan 𝑦2= 2𝑥 − 1 berturut-turut adalah garis singgung dari 𝑓(𝑥) dan 𝑔(𝑥) di 𝑥 = 4. Jika 𝐹(𝑥) = 𝑓(𝑥) 𝑔(𝑥), maka 𝐹′(4) = ....
A. −6 D. −41
B. −20 E. −50
C. −21
Pembahasan:
𝑦1= −3𝑥 + 2 merupakan garis singgung 𝑓(𝑥) di titik
𝑥 = 4 maka:
𝑓′(4) = 𝑚 = −3
𝑓(4) = −3(4) + 2 = −10
𝑦2= 2𝑥 − 1 merupakan garis singgung 𝑔(𝑥) di titik
𝑥 = 4 maka:
𝑔′(4) = 2
𝑔(4) = 2(4) − 1 = 7
𝐹(𝑥) = 𝑓(𝑥). 𝑔(𝑥)
𝐹′(𝑥) = 𝑓′(𝑥)𝑔(𝑥) + 𝑔′(𝑥). 𝑓(𝑥)
𝐹′(4) = 𝑓′(4). 𝑔(4) + 𝑔′(4). 𝑓(4)
= (−3)(7) + (2)(−10) = −21 − 20
= −41
15. SBMPTN 2017 SAINTEK 139
Di dalam kotak I terdapat 12 bola putih dan 3 bola merah. Di dalam kotak II terdapat 4 bola putih dan 4 bola merah. Jika dari kotak I dan kotak II masing-masig diambil 2 bola satu-persatu dengan pengembalian, maka peluang yang terambil adalah 1 bola merah adalah ....
A. 0,04 D. 0,32
B. 0,10 E. 0,40
C. 0,16
Pembahasan: Dari kotak 1:
Peluang terambil putih 𝑃1(𝑃) =12
15= 4 5
Peluang terambil merah 𝑃1(𝑀) = 3
15= 1 5
Dari kotak 2:
Peluang terambil putih 𝑃2(𝑃) =4
8= 1 2
Peluang terambil merah 𝑃2(𝑀) =4
8= 1 2
Berikut ini kejadian terambilnya satu bola merah Kotak 1 Kotak 2 Peluang
M P P P 1
5 × 4 5 ×
1 2 ×
1 2 =
4 100
P M P P 1
5 × 4 5 ×
1 2 ×
1 2 =
4 100
P P M P 4
5 × 4 5 ×
1 2 ×
1 2 =
16 100
P P P M 4
5 × 4 5 ×
1 2 ×
1 2 =
16 100
Total 𝟐 ( 𝟒
𝟏𝟎𝟎+ 𝟏𝟔 𝟏𝟎𝟎) =
𝟒𝟎 𝟏𝟎𝟎
Jadi, peluang terambil satu merah adalah 40
100= 0,40
Jawaban : E
Jika terdapat kekeliruan pada pembahasan ini, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.
Untuk download soal dan pembahasan UN dan SBMPTN silakan kunjungi blog www.m4th-lab.net dan jangan lupa ikuti beberapa media sosial m4th-lab sebagai berikut untuk memperoleh informasi terupdate:
FP Facebook : https://facebook.com/mathlabsite Telegram : https://t.me/banksoalmatematika
YouTube : https://youtube.com/m4thlab IG : @banksoalmatematika
Semoga bermanfaat