• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS ISI RUBRIK OPINI PADA SURAT KABAR KOMPAS (Studi Deskriptif Analisis Isi Dalam Rubrik Opini Pada Surat Kabar Kompas Bulan Oktober 2009 Sampai Bulan Desember 2009).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS ISI RUBRIK OPINI PADA SURAT KABAR KOMPAS (Studi Deskriptif Analisis Isi Dalam Rubrik Opini Pada Surat Kabar Kompas Bulan Oktober 2009 Sampai Bulan Desember 2009)."

Copied!
115
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS ISI RUBRIK OPINI PADA

SURAT KABAR KOMPAS

(Studi Deskriptif Analisis Isi Dalam Rubrik Opini

Pada Surat Kabar Kompas Bulan Oktober

Sampai Bulan Desember 2009)

SKRIPSI

Diajukan oleh :

RAHAJENG K 0443010196

YAYASAN KESEJAHTERAAN, PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

(2)

Judul : ANALISIS ISI RUBRIK OPINI PADA SURAT KABAR KOMPAS (Studi Deskriptif Analisis Isi Dalam Rubrik Opini Pada Surat Kabar Kompas Bulan Oktober Sampai Bulan Desember 2009)

Nama : RAHAJENG K

NPM : 0443010196

Jurusan : Ilmu Komunikasi

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Telah disetujui

Pembimbing Utama 1. Penguji I

Dra. Dyva Claretta, MSi Ir. H. Didiek Tranggono, MSi NPT. 3 6601 94 00251 NIP. 030 203 679

2. Penguji II

Juwito, S.Sos, MSi NPT. 3 6704 95 00361

3. Penguji III

Dra. Dyva Claretta, MSi NPT. 3 6601 94 00251

Mengetahui

Ketua Jurusan Komunikasi

(3)

Judul : ANALISIS ISI RUBRIK OPINI PADA SURAT KABAR

KOMPAS (Studi Deskriptif Analisis Isi Dalam Rubrik

Opini Pada Surat Kabar Kompas Bulan Oktober Sampai

Bulan Desember 2009)

Nama : RAHAJENG K

NPM : 0443010196

Program Studi : Ilmu Komunikasi

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Telah disetujui untuk mengikuti Ujian Skripsi

Menyetujui,

Pembimbing

Dra. Dyva Claretta, MSi NPT. 3 6601 94 00251

Mengetahui Dekan

(4)

KATA PENGANTAR

Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “ANALISIS ISI RUBRIK OPINI SURAT KABAR KOMPAS (Studi Deskriptif Analisis Isi Dalam Rubrik Opini Pada Surat Kabar Kompas Bulan Oktober 2009 Sampai Bulan Desember 2009)”

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan akademis bagi mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

Keberhasilan penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini atas bimbingan dan bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak.

Pada kesempatan ini, penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :

1. Ibu Dra. Ec. Hj. Suparwati, MSi., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Pembangunan Indonesia “Veteran” Jawa Timur.

2. Bapak Juwito, S. Sos., MSi., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UPN “Veteran” Jawa Timur.

3. Ibu Dra. Dvya Claretta, M.Si., Dosen Pembimbing Utama yang senantiasa memberikan waktu pada penulis dalam penyusunan skripsi penelitian ini. 4. Seluruh staf dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan

Politik UPN “Veteran” Jawa Timur.

(5)

iv

5. Orang tuaku tercinta, yang dengan kasih sayangnya yang besar dan dengan kesabarannya yang begitu besar yang telah memberikan bantuan baik materiil maupun moril dengan tulus ikhlas dan tanpa pamrih.

6. Berbagai pihak yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini dengan baik Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat serta karuniaNya atas jasa-jasanya yang telah diberikan kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna. Karena apabila terdapat kekurangan didalam menyusun skripsi ini, peneliti dengan senang hari menerima segala saran dan kritik demi sempurnanya skripsi ini.

Surabaya, April 2010

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN SKRIPSI ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... x

ABSTRAKSI ... xi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Masalah ... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 10

1.3. Tujuan Penelitian ... 10

1.4. Manfaat Penelitian ... 11

1.4.1. Kegunaan Teoritis ... 11

1.4.2. Kegunaan Praktis ... 11

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 12

2.1. Landasan Teori ... 12

2.1.1. Surat Kabar Sebagai Media Komunikasi Massa ... 12

2.1.2. Elemen-Elemen Dalam Jurnalistik ... 15

2.1.3. Tulisan Opini Dalam Surat Kabar ... 20

2.1.4. Kategorisasi ... 23

(7)

2.1.5. Analisis Isi ... 30

2.1.6. Teori Penjaga Gerbang ... 31

2.2. Kerangka Berfikir ... 33

BAB III METODE PENELITIAN ... 36

3.1. Jenis Penelitian ... 36

3.2. Definisi Operasional ... 36

3.2.1. Tulisan Opini ... 36

3.2.2. Rubrik Opini ... 37

3.3. Kategorisasi ... 37

3.4. Arah Opini ... 43

3.5. Jenis Opini ... 43

3.6. Unit Analisis ... 45

3.7. Corpus ... 45

3.8. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel ... 46

3.8.1. Populasi ... 46

3.8.2. Sampel ... 46

3.9. Teknik Pengumpulan Data ... 47

3.10.Metode Analisis Data ... 48

3.11.Uji Keterhandalan ... 48

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 50

4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian ... 50

4.2. Penyajian Dan Analisis Data ... 51

(8)

4.2.1. Analisis Tema dan Sub Tema Rubrik Opini Kompas... 51

4.2.2. Analisis Arah Opini Pada Rubrik Opini ... 91

4.2.3. Analisis Jenis Opini Pada Rubrik Opini ... 94

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 97

5.1. Kesimpulan ... 97

5.2. Saran ... 98

DAFTAR PUSTAKA

(9)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1. Frekuensi Kategorisasi ... 48 Tabel 4.1. Tema Rubrik Opini Di Kompas Periode Oktober 2009 sampai

dengan Desember 2009 ... 52 Tabel 4.2. Kategori Tema Perang, Pertahanan, Dan Diplomasi Dalam

Tema Rubrik Opini Surat Kabar Kompas Bulan Oktober 2009 s/d Desember 2009 ... 57 Tabel 4.3. Kategori Tema Poltik dan Pemerintahan Dalam Tema Rubrik

Opini Surat Kabar Kompas Bulan Oktober 2009 s/d Desember 2009 ... 60 Tabel 4.4. Kategori Kegiatan Ekonomi Dalam Tema Rubrik Opini Surat

Kabar Kompas Bulan Oktober 2009 s/d Desember 2009 ... 66 Tabel 4.5. Kategori Kategori Kejahatan/Kriminal Dalam Tema Rubrik

Opini Surat Kabar Kompas Bulan Oktober 2009 s/d Desember 2009 ... 68 Tabel 4.6. Kategori Kesehatan Dan Kesejahteraan Masyarakat Dalam

Tema Rubrik Opini Surat Kabar Kompas Bulan Oktober 2009 s/d Desember 2009 ... 74 Tabel 4.7. Kategori Human Interest Dalam Tema Rubrik Opini Surat

Kabar Kompas Bulan Oktober 2009 s/d Desember 2009 ... 78 Tabel 4.8. Kategori Bencana Dalam Tema Rubrik Opini Surat Kabar

Kompas Bulan Oktober 2009 s/d Desember 2009 ... 84

(10)

Tabel 4.9. Kategori Pendidikan Dalam Tema Rubrik Opini Surat Kabar Kompas Bulan Oktober 2009 s/d Desember 2009 ... 88 Tabel 4.10. Arah Opini Dalam Tema Rubrik Opini Surat Kabar Kompas

Bulan Oktober 2009 s/d Desember 2009 ... 91 Tabel 4.11. Jenis Opini Dalam Tema Rubrik Opini Surat Kabar Kompas

Bulan Oktober 2009 s/d Desember 2009 ... 94

(11)

x

DAFTAR GAMBAR

Halaman

(12)

ABSTRAKSI

RAHAJENG K, ANALISIS ISI RUBRIK OPINI PADA SURAT KABAR KOMPAS (Studi Deskriptif Analisis Isi Dalam Rubrik Opini Pada Surat Kabar Kompas Bulan Oktober 2009 Sampai Bulan Desember 2009)

Rubrik opini merupakan suatu tempat atau wadah yang sengaja disediakan oleh lembaga penerbitan surat kabar, sebagai tempat penampungan aspirasi masyarakat dalam mengeluarkan pendapatnya tentang berbagai hal kepada pihak lain yang dituju. Sesuai dengan penelitian ini, obyek penelitian adalah media cetak yaitu surat kabar Kompas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tema berita apa yang paling sering diangkat dalam rubrik Opini pada surat kabar Kompas bulan Oktober 2009 s/d Desember 2009 karena bulan tersebut merupakan bulan pelantikan presiden SBY yang kedua dan bertujuan untuk mengetahui arah opini terhadap permasalahan yang sedang diangkat dalam rubrik opini serta untuk mengetahui jenis opini dalam rubrik opini.

Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Elemen-Elemen Dalam Jurnalistik, Rubrik, Opini, Tulisan Opini Dalam Surat Kabar, Tajuk Rencana, dan Analisis Isi.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif berdasarkan tataran analisis tentang tema utama rubrik opini surat kabar Kompas periode Oktober 2009 s/d Desember 2009. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tema utama rubrik opini surat kabar Kompas periode Oktober 2009 s/d Desember 2009. Dengan jumlah sampel penelitian 28 tema utama. Teknik penarikan sampel yang digunakan pengambilan sampel yang mewakili (representative) dari seluruh populasi yang ada. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan tabel frekuensi.

Hasil penelitian ini menunjukkan secara keseluruhan dari bulan Oktober 2009 s/d Desember 2009, tema opini yang paling banyak ada pada tema oprini yang merujuk kepada berita atau peristiwa yang aktual yang paling menonjol atau paling banyak frekuensi beritanya yaitu tema tentang politik, dikarenakan dalam tema tersebut memiliki daya tarik dan penting untuk segera diketahui oleh khalayak pembaca terutama orang yang berkepentingan atau memelukan informasi tersebut. Arah opini kemabanyakan berada pada arah negatif yang ditujukkan untuk mengkritik atau menolak suatu kegiatan atau keputusan yang dirasa kurang tepat dilakukan. Sedangkan jenis opini yang paling banyak muncul ada pada jenis opini informatif yang merupakan usaha penulis untuk memberikan keterangan-keterangan latar belakang tentang hal atau masalah tertentu kepada pembaca.

Kata kunci : Analisis Isi, Tema Utama, Surat Kabar Kompas.

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Media massa adalah salah satu aspek komunikasi yang penting, terutama pada masa sekarang ini. Manusia merupakan khalayak sasaran media massa, sehingga keberadaan media massa senantiasa dituntut untuk mengikuti gerak dan dinamika individu sebagai kesatuan dalam masyarakat, namun kehadiran media massa akan dinilai berbeda-beda oleh setiap individu. Untuk memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat, media massa (pers) diharapkan mampu mencerdaskan masyarakat melalui muatan informasi yang memiliki kebenaran, kepentingan dan manfaat untuk masyarakat.

Kehadiran media massa tersebut dalam kehidupan masyarakat tidak dapat diabaikan peranannya dalam mengubah budaya yang ada. Bagaimana media massa dapat mengembangkan norma-norma sosial, membentuk interaksi sosial, melakukan kontrol sosial, dan menimbulkan perubahan sosial juga bagaimana tujuan utama media massa yang bersangkutan.

(14)

dalam memenuhi kebutuhan akan informasi, dan dianggap dapat menumbuhkan kesadaran pada masyarakat tentang program-program pemerintah dalam pembangunan di segala bidang kehidupan. Kemampuan pers dalam penyebaran informasi memang tidak diragukan lagi, pers yang berfungsi sebagai penyebar informasi dapat menyampaikan berita-berita aktual tentang kondisi pemerintahan dan pembangunan kepada masyarakat secara luas. Media massa cetak seperti surat kabar, pesan-pesannya dapat dibaca kapan dan dimana saja serta dapat diulang-ulang. Dengan demikian media cetak memiliki sifat menguasai waktu, adapun kelemahannya adalah terletak pada sistem distribusinya karena harus melalui transportasi darat, laut dan udara (Panuju, 2002: 52).

Komunikasi adalah dasar dari kehidupan manusia yang dibutuhkan dalam rangka bersosialisasi dengan sesamanya. Sebagai kebutuhan esensial dan seiring dengan berkembangnya pengetahuan manusia, maka proses komunikasi yang dilakukan manusia membutuhkan media komunikasi yang mampu mendukung tercapainya proses tersebut. Media atau saluran komunikasi merupakan sesuatu yang digunakan sebagai alat penyampaian atau pengiriman pesan, misalnya surat kabar, majalah, radio, televisi, dan telepon.

(15)

diklasifikasikan sebagai media tulisan atau cetakan, visual, aural, dan audio-visual. Untuk mencapai sasaran komunikasi dapat memilih salah satu

atau gabungan dari beberapa media, tergantung pada tujuan yang akan dicapai, pesan yang akan disampaikan, dan teknik yang akan dipergunakan. (Effendy, 2003:37)

Pesan melalui media cetak diungkapkan dengan huruf-huruf mati, yang baru menimbulkan makna apabila khalayak berperan secara aktif. Karena itu berita, tajuk rencana, artikel, dan lain-lain, pada media cetak harus disusun sedemikian rupa, sehingga mudah dicerna oleh khalayak. Kelebihan media cetak lainnya, ialah bahwa media ini dapat di kaji ulang, didokumentasikan, dan dihimpun untuk kepentingan pengetahuan, serta dapat dijadikan bukti otentik yang bernilai tinggi. (Effendy, 2000: 313-314)

(16)

surat kabar dapat berfungsi sebagai mediasi yaitu sebagai penengah atau penghubung dalam menyelesaikan atau memecahkan suatu permasalahan.

Perkembangan surat kabar di Indonesia yang cukup pesat dengan banyaknya surat kabar yang muncul dan banyak juga surat kabar atau koran yang tidak dapat bertahan hingga bangkrut membuktikan bahwa persaingan antar media terutama surat kabar sangat ketat sekali. Hal ini berdampak pada isi berita hingga rubrik-rubrik yang dimunculkan oleh redaksi setiap harinya. Dengan memunculkan rubrik-rubrik baru yang dapat menarik perhatian pembaca akan membuat surat kabar tersebut untuk tetap bertahan dalam persaingan yang ketat. Rubrik-rubrik tersebut akan mendorong pembaca untuk membeli atau bahkan meningkatkan pendatan surat kabar melalui iklan karena memiliki jumlah pembaca yang cukup besar.

(17)

untuk mengetahui sejauh mana berita atau informasi yang disajikan itu dibaca atau ditanggapi pembacanya.

Ruangan atau tempat khusus yang berisi opini pembaca bagi masyarakat luas biasa disebut dengan rubrik opini. Rubrik opini merupakan suatu tempat atau wadah yang sengaja disediakan oleh lembaga penerbitan surat kabar, sebagai tempat penampungan aspirasi masyarakat dalam mengeluarkan pendapatnya tentang berbagai hal kepada pihak lain yang dituju. Pada awalnya rubrik opini bertujuan untuk memperoleh saran dari pembaca terhadap berita, artikel dan informasi juga untuk memperoleh kesan dan pesan dari pembaca. Sedangkan dari pihak surat kabar, rubrik opini digunakan sebagai koreksi diri atas apa yang telah mereka sajikan sebagai penyalur berita. Namun pada perkembangan selanjutnya rubrik menjadi sarana untuk menyatakan isi hati, pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah yang dihadapi oleh pembaca, tempat untuk menyatakan pendapat dan kesan pribadi kepada masyarakat luas dan sebagai perantara dengan pihak eksekutif, pemerintah atau dengan masyarakat luas.

Opini sangat diperlukan karena opini merupakan sarana untuk menyampaikan ide, gagasan, kritik dan saran kepada sistem kehidupan bermasyarakat yang merupakan kontrol bagi pelaksanaan pemerintahan. (Djuroto, 2000:45)

(18)

menjiplak atau membajak karya orang lain. Dalam dunia intelektualisme dan jurnalistik, plagiat merupakan sebuah sebuah dosa besar sehingga harus dihindari dengan menguasai etika penulisan dan pengutipan (Sumandiria, 2004:7).

Begitu banyaknya permasalahan yang bermunculan akhir-akhir ini (pendidikan, agama, ekonomi, politik dan sebagainya) mengakibatkan masyarakat luas berlomba dalam menuangkan aspirasinya. Tampak terlihat peranan surat kabar khususnya rubrik opini mempunyai andil yang besar bagi masyarakat. Hal ini diharapkan, mampu untuk menciptakan iklim atau arus informasi yang dapat mendorong terjadinya interaksi timbal balik secara terbuka dan bertanggung jawab, antar pribadi atau kelompok dengan lembaga atau badan usaha baik milik pemerintah atau swasta.

Analisis isi sering dipakai untuk mengkaji pesan-pesan media. Oleh karena metode ini adalah suatu cara untuk menguji isi secara kualitatif, keyakinan-keyakinan dan kepentingan-kepentingan para editor dan penerbit-penerbit, kecenderungan para pembaca (berdasarkan asumsi bahwa bahan-bahan yang diterbitkan secara berhasil bagi sesuatu golongan tertentu, mencerminkan secara akurat kecenderungan golongan yang bersangkutan). Dalam buku Flournoy (1989: 13) ditulis tentang asumsi teknik analisis isi:

(19)

b. Bahwa pengakajian isi nyata adalah sangat berarti, kategori-kategori dapat dibuatkan pada isi yang sesuai dengan arti. Yang dimaksud oleh komunikator dan dimengerti oleh para pembaca.

c. Bahwa uraian isi komunikasi secara komunikatif adalah sangat berarti. Asumsinya mengandung arti bahwa frekuensi kejadian dari berbagai sifat isu itu sendiri merupakan faktor penting dalam proses komunikasi dalam keadaan tertentu.

Analisis isi terhadap rubrik Opini dapat memberikan cara yang relatif mudah untuk mendekati pengukuran yang obyektif terhadap kecenderungan-kecenderungan sosial yang terdapat dalam rubrik opini tersebut. Nilai-nilai sosial, tujuan, motivasi dan perasaan maupun fenomena-fenomena yang ada di masyarakat dapat diselidiki dengan baik. Ini dapat dilakukan pada satu waktu tertentu atau dalam serangkaian waktu untuk membuktikan bahwa perubahan-perubahan dan kecenderungan-kecenderungan sedang terjadi di masyarakat (Sudiman, 1991: 51).

(20)

Rubrik opini di harian Kompas merupakan halaman khusus yang disediakan untuk pembaca atau masyarakat sehingga dapat mengaspirasikan pendapat, saran, kritik, problem pemerintahan, pelayanan publik atau apa saja yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Disamping itu hal yang mendasari untuk menganalisa rubrik opini pada harian Kompas dengan menggunakan teknik analisis isi kuantitatif sebab menurut Berelson dan Kerlinger, analisis isi merupakan suatu metode untuk mempelajari dan menganalisis komunikasi secara sistematik, objektif, dan kualitatif terhadap pesan yang tampak (Kriyantono, 2007:228). Dengan menggunakan teknik analisis isi, peneliti dapat menganalisa isi berita utama surat kabar Kompas. dengan melakukan kategorisasi tema-tema berita. Kategorisasi yang digunakan adalah kategorisasi yang dipilih oleh peneliti. Tema-tema yang terdapat dalam rubrik opini tersebut kemudian dikategorikan menjadi : 1) perang, pertahanan, dan diplomasi 2) politik dan pertahanan 3) kegiatan ekonomi 4) kejahatan 5) kesehatan dan kesejahteraan masyarakat 6) ilmu dan penemuan 7) human interest.

(21)

harian Kompas dipilih dengan alasan bahwa rubrik pada bulan tersebut masih mengangkat peritiwa-peristiwa atau permasalahan-permasalahan yang baru dialami oleh masyarakat, sehingga banyak dimanfaatkan oleh pembaca sebagai sarana berkomunikasi secara terbuka, diantara penyampai kritik dan sebagai tempat penyampai rasa ketidakpuasan terhadap sesuatu yang menjadi sasaran tujuannya.

(22)

Ketertarikan peneliti untuk menganalisis rubrik opini pada surat kabar Kompas dengan menggunakan teknik analisis isi kualitatif sebab menurut Berelson dan Kerlinger, analisis isi merupakan suatu metode untuk mempelajari dan menganalisis komunikasi secara sistematik, objektif, dan kuantitatif terhadap pesan yang tampak (Kriyantono, 2007:228). Dengan menggunakan teknik analisis isi, peneliti dapat menganalisa isi dalam rubrik opini surat kabar Kompas. dengan melakukan kategorisasi tema-tema yang ada. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat beranfaat bagi penelitian selanjutnya untuk menambah jumlah berita yang akan di analisis dan bagi fakultas dapat bermanfaat untuk menambah pembendaharaan perpustakaan Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Tema opini apa yang paling sering diangkat dalam rubrik opini di surat kabar Kompas periode Oktober 2009 sampai bulan Desember 2009 ? 2. Arah opini terhadap permasalahan yang sedang diangkat dalam robrik

opini ?

3. Jenis opini dalam rubrik Opini ?

1.3. Tujuan Penelitian

(23)

1. Untuk mengetahui tema berita apa yang paling sering diangkat dalam rubrik Opini pada surat kabar Kompas bulan Oktober 2009 sampai bulan Desember 2009

2. Untuk mengetahui arah opini terhadap permasalahn yang sedang diangkat dalam rubrik opini

3. Untuk mengetahui jenis opini dalam rubrik opini.

1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1 Kegunaan Teoritis

Dapat memberikan masukan bagi pengembangan kajian komunikasi massa pada bidang jurnalistik khususnya pada studi analisis isi mengenai tema berita dalam rubrik Opini pada surat kabar Kompas.

1.4.2 Kegunaan Praktis

(24)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1. Surat Kabar Sebagai Media Komunikasi Massa

Menurut Warner L. Saverin dan James W. Tankard Jr, pengertian dari komunikasi massa adalah : sebagian ketrampilan, sebagian seni dan sebagian ilmu. Ia adalah ketrampilan dalam pengertian bahwa ia meliputi kamera televisi, mengoperasikan tape recorder atau mencatat ketika berwawancara. Ia adalah seni dalam

pengertian bahwa ia meliputi tantangan – tantangan kreatif seperti menulis skrip untuk program televisi, mengembangkan tata letak yang estetis untuk iklan majalah atau menampilkan teras berita yang memikat bagi sebuah kisah berita. Ia adalah ilmu dalam pengertian bahwa ia meliputi prinsip – prinsip tentang bagaimana berlangsungnya komunikasi yang dapat dilakukan dan dipergunakan untuk membuat berbagai hal menjadi lebih baik” (Effendy,1994 : 21)

(25)

Media cetak seperti surat kabar memiliki beberapa keunggulan dibanding media massa lain. Keunggulan yang pertama yaitu, informasi yang disampaikan surat kabar merupakan hasil peliputan terbaru. Hal ini dimungkinkan karena surat kabar terbit setiap hari (harian), berbeda dengan majalah dan tabloid setiap minggu atau setiap bulan. Sehingga dengan demikian perkembangan berita dapat segera diamati. Kedua yaitu, berita dapat disampaikan secara mendetail tanpa kehilangan perhatian pembaca. Informasi disajikan dalam bentuk tulisan yang mudah dipahami sehingga berita atau pesan yang disampaikan dapat dimengerti. Ketiga yaitu, harga surat kabar relatif lebih murah dibanding media massa lain, sehingga bisa dibaca oleh berbagai lapisan ekonomi masyarakat (Siregar, 2004 : 152).

Untuk dapat menjalankan fungsi – fungsinya surat kabar mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :

1. Publicity

(26)

2. Periodecity

Keteraturan terbitnya surat kabar bisa satu kali sehari atau seminggu sekali. Penerbitan lainnya seperti buku misalnya, tidak disebarkan secara periodik, tidak teratur karena terbitnya hanya satu kali. Surat kabar terbit secara teratur, terus menerus dan terbit untuk jangka waktu tertentu, baik harian dan tengah mingguan.

3. Universality

Surat kabar memberikan informasi atau berita tentang segala aspek kehidupan manusia serta hal – hal yang terjadi di seluruh dunia. 4. Actuality

Informasi atau berita yang disampaikan merupakan peristiwa atau hal – hal yang sedang terjadi, menarik minat serta ramai dibicarakan orang. Tetapi yang dimaksud dengan aktualitas sebagai ciri surat kabar adalah pertama, yaitu kecepatan laporan tanpa mengesampingkan pentingnya kebenaran berita. (Effendy, 2000 : 91-92).

Sebagai lembaga penerbitan, surat kabar dikategorikan sebagai media cetak yang memuat berbagai macam informasi, dan informasi tersebut yang merupakan isi surat kabar, yaitu:

1. Berita

(27)

2. Opini

Terdiri dari artikel (kolom dan tajuk rencana), karikatur, pojok dan surat pembaca.

3. Feature

Merupakan karangan khas yang tidak tunduk pada teknik penulisan dan penyajian fakta, sifatnya hanya menghibur.

4. Iklan 5. Foto

Subyek yang menjadi penelitian ini adalah surat kabar Kompas yang terbit pagi hari, dimana surat kabar tersebut memuat beragam informasi dan aspirasi pembaca yang disusun dalam Rubrik khusus yaitu surat pembaca, namun pada surat kabar Kompas biasa disebut Metropolis Watch.

2.1.2. Elemen-Elemen Dalam Jurnalistik

Bill Kovach Dan Tom Rosensitel Elements of Journalism: What News People Should Know And The Public Should Expect (Santana

K,2005:6) merumuskan sembilan elemen jurnalisme. Berbagai elemen ini merupakan dasar jurnalisme agar bisa dipercaya masyarakat Kovach Dan Rositel, “The purpose of Journalism, is to provide people with the information they need to be free and self-governing”. Kebajikan utama

(28)

hingga leluasa dan mampu mengatur dirinya. Beberapa elemen jurnalisme:

a. Menyampaikan kebenaran, kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran fungsional, bukan kebenaran yang dicari oleh orang-orang filsafat, bukanlah kebenaran mutlak apalagi kebenaran Tuhan. Kebenaran fungsional berarti kebenaran yang terus menerus dicari. Kebenaran mengenai, misalnya: harga-harga bahan pokok saat ini, nilai kurs mata uang atau hasil pertandingan olah raga. Pada intinya, Kebenaran dalam jurnalisme bukan kebenaran yang bersifat relegius, ideologis, ataupun filsafat. Juga tidak menyangkut kebenaran berdasar pandangan seseorang. Sebab, pemberitaan seorang wartawan bisa memiliki bias. Latar belakang sosial, pendidikan, kewarganegaraan, kelompok etnik atau agama yang dianut wartawan mempengaruhi laporan berita yang dibuatnya. Wartawan berkemungkinan menafsirkan “kebenaran” sebuah fakta secara berbeda-beda satu sama lainnya.

(29)

kepentingan bisnis dari pemilik media. Para jurnalis bekerja atas komitmen, keberanian, nilai yang diyakini, sikap, kewenangan dan profesionalisme yang telah diakui publik.

c. Memiliki disiplin untuk melakukan verifikasi, ini berarti kegiatan menelusuri sekian saksi untuk sebuah peristiwa, mencari sekian banyak narasumber dan mengungkap sekian banyak komentar. Verifikasi juga berarti memilah jurnalisme dari hiburan, propaganda, fiksi dan seni. Hiburan (dan Infotainment) tertuju pada hal-hal yang menyenangkan semata. Propaganda mengkerangka fakta (persuasi dan manipulasi) demi kepentingan tertentu. Fiksi memfokus kesan personalitas pengarang. Jurnalisme ialah melaporkan segala apa yang terjadi setepat mungkin.

(30)

e. Memiliki kemandirian untuk memantau kekuasaan, elemen ini bukan berarti pekerjaan wartawan itu mengganggu orang yang tengah berbahagia dengan berita-berita buruk. Bukan menunggangi keburukan masyarakat. Juga, bukan memerankan watchdog dengan tujuan melaporkan sesuatu yang sensasional dari pada melayani masyarakat. Apalagi mengatasnamakan watchdog untuk kepentingan bisnis media.

f. Menjadi jurnalisme sebagai forum sebagai forum bagi kritik dan kesepakatan publik. Elemen ini merupakan upaya media menyediakan ruang kritik dan kompromi kepada publik. Ketika sebuah berita dilaporkan, media berarti mengingatkan masyarakat akan terjadi sesuatu. Selain berita, media juga menyediakan ruang analisis untuk membahas peristiwa tersebut melalui konteks, perbandingan atau perspektif tertentu. Ditambah pula, ruang opini dan editorial untuk mengevaluasi segala hal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, baik yang disampiakan oleh redaksi media maupun artikel (atau komentar atau surat pembaca) yang berisikan opini pribadi dari masyarakat sendiri.

(31)

itu mesti merupakan sesuatu yang paling penting dan bermanfaat bagi masyarakat, dengan kata lain media harus mampu menggabungkan kemampuan mendonggeng dengan memberi informasi kepada masyarakat, cara mendonggeng dalam jurnalistik mempunyai tujuan. Tujuan utamanya memberi informasi yang dibutuhkan masyarakat tentang lingkungannya. Maka itulah, media menugaskan para awak redaksinya untuk mencari, menemukan, mencatat informasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat pada saat itu agar dapat mengembangkan kehidupan bermasyarakat dengan baik. Setelah itu, ialah melaporkan menjadi materi informasi yang bermakna, relevan, dan menarik untuk diikuti.

h. Jurnalisme mempunyai kewajiban membuat berita secara komprehensif dan proporsional. Mutu jurnalisme amat tergantung kepada kelengkapan dan proporsionalitas pemberitaan yang dikerjakan media, dalam elemen ini mengingatkan media agar tidak jor-joran meliputi sensasi acara pengadilan atau skandal selebritis

secara jor-joran, berlebihan, hanya untuk tujuan menaikkan rating, oplah atau iklan, apalagi melaporkan dengan tidak melakukan verifikasi, pengecekan silang atau wawancara ke berbagai pihak terkait. Pemberitaan semacam ini akan menyesatkan pembaca. i. Memberikan keleluasan wartawan untuk mengikuti nurani mereka.

(32)

keterbukaan. Keterbukaan ini berguna untuk mengatasi kesulitan dan tekanan wartawan dalam membuat berita secara akurat, adil, imbang, independent, berani dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Media harus memberi ruang bagi wartawan untuk merasa bebas berpikir dan berpendapat.

2.1.3. Tulisan Opini Dalam Surat Kabar

Surat kabar sebagai media cetak memiliki suatu strategi dalam menyuguhkan informasinya melalui strategi rubrikasi sehingga dapat menarik perhatian dan minat dari pembaca. Rubrikasi merupakan pengelompokan pesan-pesan yang disuguhkan berdasarkan bidang seperti berita utama, politik, ekonomi, olehraga dan sebagainya atau berdasarkan lingkup geografis seperti rubrikasi nasional, internasional dan sebagainya dengan tujuan untuk mensistematiskan informasi dan memeprmudah pembca dalam mencari informasi. (Panuju, 2005:95-96)

(33)

Pada penerbitan sutau kabar biasanya menyediakan satu halamn penuh yanga khusus memuat pendapat atau opini, baik pendapat umum maupun pendpaat penerbit. Halaman ini disebut sebagai halaman pendapat (opinion page) yang bertujuan untuk memisahkan pemberitaan antara fakta dan opini, tetapi dalam perkembangannya muncul juga pemberitaan yang bernuansakan opini di halaman-halaman utama (Djuroto, 2000:67).

Tulisan opini ini kemudian mengalami perkembnagan yang cukup luas bahkan telah membentuk dan membangun komunitas tersendiri. Halaman opini yang tersedia dalam surat kabar menjadi wahana atau tempat menuangkan gagasan dan pendapat individu. Nama penulis yang dicantumkan dalam tulisan opini, dapat mengangkat kepopuleran penulisnya dan juga mendapatkan honorarium yang lumayan sehingga kegiatan menulis opini dapat dijadikan sebagai pekerjaan sampingan. Bahkan penghasilan dari menulis opini lebih banyak daripada menerbitkan buku, maka para intelektual lebih memilih menulis opini daripada menerbitkan buku.

(34)

Setelah tulisan opini tersbeut dimuat dalam surat kabar maka honorarium yang diterima lumayan dalam jangka watu pendek.

Dalam rubrik opini ini surat kabar bermaksud menyampaikan informasi tentang suatu analisis yang mempunyai perspektif keilmuan tertentu, tetapi disajikan dengan cara dari subtansi dan relasi logika yang dipergunakan dengan masalah yang disajikan. Hal ini memberikan wawasan yang lebih komprehensif kepada masyarakat tentang suatu masalah atau ide penting yang sedang aktual. Selain itu, dalam rubrik opini tidak menutup kemungkinan terjadinya polemik dari banyak penulis yang mempunyai pendapat atau sudut pandang yang berbeda.

(35)

masuk akal, tetapi menjadi realistis dengan kondisi masyarakat. (Panuju, 2005:89)

2.1.4. Kategorisasi

Kategorisasi yang sudah biasa dipakai sebagai pedoman penelitian para penliti, Stempel dalam (Flournoy, 1989:186) mencatat sebagai berikut: sungguh bnayak manfaatnya menggunakan sistem penggolongan yang penah dipakai dalam studi-studi lainnya. Pertama, anda akan tahu bahwa sistem penggolongan demikian sudah terbukti dapat dipakai. Dengan mengamati hasil studi lainnya yang pernah memakai sistem yang bersangkutan, anda akan memperoleh beberapa pengertian tentang berbagai hasil yang mungkin diperoleh.

Namun demikian, beberapa perubahan dalam kategori-kategori yang sudah digunakan oleh peneliti tersebut dianggap perlu untuk mencapai sasran penelitian ini. Menurut Stempel dalam (Flournoy, 1989:26), untuk menciptakan seperangkat kategori-kategori, ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

a. kategori-kategori harus relevan dengan tujuan-tujuan studi, b. kategori-kategorinya hendaknya fungsional, dan

c. sistem kategori-kategorinya harus dapat dikendalikan.

(36)

dikendalikan berarti bahwa orang yang melakukan penelitian ini tidak perlu menghafal banyak kategori.

Sedangkan cendikiawan lain, Ole.R.Holsty (Flournoy,1989:72) memberikan saran tentang pembentukan seperengkat kategori seyogyanya : mencerminkan maksud dan tujuan penelitian, lengkap, terinci, ekslusif secara timbal balik, independent dan diambil dari penggolongan tunggal.

Selain itu, dalam pembentukan kategori ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut : pengukuran dalam analisis isi menggunakan pengamatan terstuktur, sistematik, pengamatan yang seksama berdasarkan aturan tertulis. Dalam aturan tersebut menjelaskan bagaimana membuat kategori dan penggolongan pengamatan. Seperti halnya pengukuran lain, kategori seharusnya mutual eksklusif dan tuntas. Dalam aturan tertulis menunjukkan bahwa kategori dapat diterima dan terbukti reliabilitasnya

Mutual eksklusif berarti bahwa semua kategori jelas

pemisahannya antara bagian satu dengan bagian yang lain, dan tidak saling tumpah tindih. Tuntas berarti semua kategori harus tergolong dalam kategori secara keseluruhan, jadi tidak ada kategori yang tidak tergolongkan.

(37)

yang tersebut diatas, maka peniliti menyusun sistem kategori dan pernagkat definisi sendiri. Kategori-kategori yang digunakan dalam penelitian ini telah disesuaikan agar dapat mencapai sasaran penelitian.

Kategori yang digunakan dalam penelitian ini adalah tema-tema menurut Flournoy dalam Kriyantono (2006:237-239):

1.Kategori Perang, Pertahanan, Dan Diplomasi

Dalam kelompok ini termasuk isi yang berhubungan dengan pertikaian bersenjata antara dua negara atau lebih, asalah-masalah dan kegiatan angkatan bersenjata nasional, pertahanan negara. Kegiatan resmidari para duta besar dan pejabat diplomatik, berita mengenai perserikatan bangsa-bangsa dan permasalahannya.

2.Kategori Politik Dan Pertahanan

(38)

3.Kategori Kegiatan Ekonomi

Dalam kelompok ini termasuk cerita-cerita yang ada dasar ekonominya kecuali belanja pemerintah, seperti perdagangan, keuangan, dan perbankan, soal-soal perpajakan, kegiatan-kegiatan usaha swasta seperti perluasan sarana-sarana yang telah ada, masalah-masalah pertanian, perindustrian dan manajemen tenaga kerja. Berita-berita tentang perekonomian dan angkutan nasional sekalipun menyangkut tindakan pemerintah, dimasukan juga dalam kategori ini.

4.Kategori Kejahatan

Dalam kelompok ini termasuk isi yang berhubungan dengan masalah-masalah pelanggaran hukum dan penerapan hukum yang bersagkutan. Hal-hal seperti kenakalan remaja dan peningkatan tindak kejahatan dimasukkan dalam kategori ini.

5.Kategori Kesehatan Dan Kesejahteraan Masyarakat

(39)

6. Kategori Human Interest

Dalam kelompok ini termasuk berita-berita tentang masalah yang bertalian dengan aspek-aspek emosional dan kehidupan. Setiap berita kecil yan menyenangkan tentang keganjilan perilaku manusia : cerita-cerita dengan percakapan dan tindak laku, tetapi tidak usah memuat berita langsung. Cerita-cerita semacam ini bukanlah merupakan berita langsung atau tajuk rencana karena cerita-cerita ini bersifat cerita rakyat.

7. Kategori Bencana

Kelompok hal ini ihwal ini terdiri dari hal-hal yang menyangkut pemusnahan secara alamiah atau tidak alamiah dari hidup dan atau harta manusia, dalam hal ini mneyangkut banjir yang sudah terjadi. 8. Kategori Pendidikan

Kelompok menyangkut permasalahan yang berkaitan dengan sistem pendidikan umum. Dalam rubrik opini ini hanya terdapat pendidikan yang menyangkut sistem pendidikan.

(40)

1. Arah Opini Positif

Jika opini atau komentar penulis dalam rubrik Opini menyatakan kalimat yang mendukung atau menyetujui masalah yang diangkat oleh redaksi Kompas.

2. Arah Opini Negatif

Jika opini atau komentar penulis tersbeut menyatakan kalimat yang menolak, tidak menyetujui dan menyindir atas masalah yang diangkat dalam rubrik Opini.

3. Netral

Jika opini atau komentar penulis menyatakan kalimat yang tidak bersikap mendukung atua menolak. Penulisan dapat berupa saran atau masukan yang ditujukan kepada objek yang ditulis.

Jenis opini dikategorikan menurut kategorisasi Hitlier Krieghbaurn. Untuk melihat apa saja jenis opini yang dimuat dalam rubrik Opini surat kabar harian Kompas maka digunakan kategori-kategori yang meliputi:

1. Argumentasi

(41)

atau pengalaman suatu kebijakan atau kegiatan. Argumen-argumen yang diajukan berupa himbauan jelas untuk bertindak atau siyarat untuk menggiring pembaca kearah jalan pikiran yang dikehendaki oleh penulis. Opini jenis ini biasanya alasan yang kemudian dikemukakan.

2. Informatif

Jenis opini yang bersifat informatif merupakan usaha penulis untuk memberikan keterangan-keterangan latar belakang tentang hal atau masalah tertentu kepada pembaca. Jenis ini merupakan opini interpretasi untuk melancarkan proses pembentukan pendapat pembaca. Dalam opini jenis informatif hanya sedikit menuntun pembaca kearah suatu pandangan tertentu tetapi secara keseluruhan memberikan cukup bnayak interprestasi. Opini jenis ini sedikit banyak mencerminkan prasangka-prasangka yang dikandung penulis.

3. Aneka Rupa

(42)

2.1.5. Analisis Isi

Menurut Wazer dan Wiener (1978) analisis isi dalam Bulaeng (2004) adalah suatu prosedur sistematika yang disusun untuk menguji isi informasi yang terekam. Sedangkan menurut Altheide (1996) dalam Kriyantono (2007:247) mendefinisikan analisis isi adalah perpaduan analisis isi objektif dengan observasi partisipan.

Dalam definisi Kerlinger ada tiga konsep yang tercakup didalamnya. Pertama, analisis isi bersifat sistematis. Hal ini berarti isi yang akan dianalisa dipilih menurut aturan-aturan yang ditetapkan secara implisit misalnya: cara penentuan sample. kedua, analisis isi bersifat obyektif. Ketiga, analisis isi bersifat kuantitatif (Bulaeng,2004:171)

Ada 10 tahap dalam analisis isi menurut Bulaeng (2004) yaitu : a. merumuskan pertanyaan penelitian atau hipotesis

b. mendefinisikan populasi yang diteliti c. memilih sampel yang sesuai dari populasi d. memilih dan menentukan unit analisis isi e. menyusun kategori-kategori isi yang dianalisis f. membuat sistem hitungan

(43)

i. menganalisis data yang sudah dikumpulkan

j. menarik kesimpulan-kesimpulan dan mencari indikasi Sedangkan tujuan analisis isi ada lima (5) yaitu :

a. menggambarkan isi komunikasi

b. menguji hipotesis karakteristik-karakteristik suatu pesan c. membandingkan isi media dengan dunia nyata

d. melalui image suatu kelompok tertentu dan masyarakat e. Menciptakan titik awal terhadap studi efek media

2.1.6. Teori Penjagaan Gerbang

Gatekeeper bisa juga menghentikan sebuah informasi dan tidak

membuka “pintu gerbang” (gate) bagi keluarnya informasi yang lain. Gatekeeper sangat menentukan berkualitas tidaknya informasi yang

akan disebarkan baik buruknya dampak pesan yang disebarkannya pun tergantung pada fungsi pentapisan informasi atau pemalang pintu ini (Nurudin, 2003 : 110).

(44)

lagi dan disunting dengan menekankan bagian mana yang perlu dikurangi dan bagian mana yang perlu ditambah. Pandangan ini mengandaikan seolah-olah ada realitas yang benar-benar riil yang ada di luar diri wartawan. Realitas yang riil itulah yang akan diseleksi oleh wartawan untuk kemudian dibentuk dalam sebuah berita (Eriyanto, 2004 : 100).

Peranan penjaga gawang atau gatekeeper menurut John R Bittner dalam buku Nurudin (2004 : 115) adalah:

(1) Menyiarkan informasi pada kita; (2) Untuk membatasi informasi yang kita terima dengan mengedit informasi ini sebelum disebarkan pada kita; (3) Untuk memperluas kuantitas informasi dengan menambahkan fakta dan pandangan lain; dan (4) Untuk menginterpretasikan informasi.

(45)

media tergantung pada kemampuan mengumpulkan informasi dan sumber-sumber informasi dari agen-agen pencari berita media tersebut (McQuail,1994:163).

Gatekeeper keberadaannya sama pentingnya dengan peralatan

mekanisme yang harus dipunyai media dalam komunikasi massa. Oleh karena itu, gatekeeper menjadi keniscayaan keberadaannya dalam media massa dan menjadi salah satu cirinya (Nurudin, 2004 : 30).

2.2 Kerangka Berfikir

Media massa adalah salah satu aspek komunikasi yang penting, terutama pada masa sekarang ini. Manusia merupakan khalayak sasaran media massa, sehingga keberadaan media massa senantiasa dituntut untuk mengikuti gerak dan dinamika individu sebagai kesatuan dalam masyarakat, namun kehadiran media massa akan dinilai berbeda-beda oleh setiap individu. Surat kabar merupakan salah satu jenis media cetak yang dinilai lebih up to date dalam menyajikan berita-berita yang akan disampaikan kepada khalayak.

(46)

disebut dengan rubrik opini. Rubrik opini merupakan suatu tempat atau wadah yang sengaja disediakan oleh lembaga penerbitan surat kabar, sebagai tempat penampungan aspirasi masyarakat dalam mengeluarkan pendapatnya tentang berbagai hal kepada pihak lain yang dituju.

(47)
(48)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Metode analisis yang digunakan dalam peneltian ini adalah analisis

isi kuantitatif berdasarkan tataran analisis. Analisis isi adalah suatu teknik

sistematis untuk menganalisis isi pesan dan mengolah pesan atau suatu alat

untuk mengobservasi dan menganalisis isi perilaku komunikasi yang

terbuka dari komunikator yang dipilih. peneliti ini menggunakan tipe

penelitian deskriptif, yakni bermaksud menjelaskan dan memberikan

gambaran tentang bagaimanakah tema-tema yang muncul setiap harinya

pada surat kabar Kompas.

3.2. Definisi Operasional

3.2.1.Tulisan Opini

Pada penerbitan surat kabar Harian Kompas biasanya menyediakan

satu halaman penuh yang khusus memuat pendapat atau opini, baik

pendapat umum maupun pendapat penerbit. Halaman ini disebut sebagai

halaman pendapat (opinion page) yang bertujuan untuk memisahkan

pemberitaan antara fakta dan opini.

Halaman opini yang tersedia dalam surat kabar Kompas menjadi

wahana atau tempat menuangkan gagasan dan pendapat individu. Dalam

(49)

37

kontrol sosial dengan memuat pendapat dari masyarakat. Tulisan opini

mengangkat tentang masalah yang sedang terjadi ditengah masyarakat atau

mengikuti masalah yang sednag dimuat dalam media cetak sehingga

penulisannya mengikuti teknik penulisan berita yaitu populer, ringan dan

mudah dipahami masyarakat.

3.2.2.Rubrik Opini

Rubrik opini pada surat kabar Kompas merupakan suatu tempat

atau wadah yang sengaja disediakan oleh lembaga penerbitan surat kabar

Kompas, sebagai tempat penampungan aspirasi masyarakat dalam

mengeluarkan pendapatnya tentang berbagai hal kepada pihak lain yang

dituju.

Rubrik ini dibuat sebagai wahana atau tempat untuk menulis karya

tulis yang dapat dibaca oleh masyarakat. Selain itu pendapat atau opini

yang dimuat dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk memecahkan

permasalahan yang ada. Pada perkembangan selanjutnya rubrik menjadi

sarana untuk menyatakan isi hati, pertanyaan-pertanyaan mengenai

masalah yang dihadapi oleh pembaca, tempat untuk menyatakan pendapat

dan kesan pribadi kepada masyarakat luas dan sebagai perantara dengan

pihak eksekutif, pemerintah atau dengan masyarakat luas.

3.3. Kategorisasi

Adapun kategorisasi tema yang digunakan dalam penelitian ini

adalah kategorisasi berita milik Stempel, Holsty dan Neuman (Flournoy,

(50)

38

oleh penulis yang disesuaikan dengan isi opini dan menjadi kategorisasi

opini, dan telah dilakukan uji keterhandalan terhadap

kategorisai-kategorisasi tersebut.

Adapun kategori-kategori tema yang terdapat dalam rubrik Opini

dikategorikan sebagai berikut:

1. Perang, Pertahanan, Dan Diplomasi

Dalam kelompok ini termasuk isi yang berhubungan dengan

pertikaian bersenjata antara dua negara atau lebih. Isi yang

berhubungan dengan masalah-masalah dan kegiatan-kegiatan

angkatan pemerintahan, serta pertahanan negara dan

kegiatan-kegiatan resmi dari para duta besar dan pejabat diplomatik lainnya

dan berita-berita mengenai masalah yang sedang terjadi di luar negeri

juga termasuk di dalamnya, meliputi:

a.Pertahanan

Pertahanan yang berhubungan dengan masalah kegiatan negara

dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.

b.Diplomasi

Diplomasi berkaitan dengan masalah hubungan diplomatik antar

negara guna menjalin kerjsasama yang baik.

2. Politik Dan Pertahanan

Setiap persoalan yang berhubungan dengan kegiatan berbagai

badan-badan pemerintahan. Pembahasan mengenai perundang-undangan

(51)

39

persoalan lain, dianggap sebagai hal pemerintah, termasuk

didalamnya tentang masalah politik, meliputi:

a.Partai

Berkaitan dengan kegiatan elit politik dalam pemerintahan guna

mencapai kedudukan yang diinginkan oleh partai politiknya.

b.Politik

Berkaitan dengan kegiatan pemerintah baik pada tingkat nasional

dan daerah. Kegiatan yang dilakukan oleh badan-badan pemerintah

maupun penjabatnya.

c.Pemerintah

Menyangkut persoalan politik dan atau pengangkatan calon atau

penjabat untuk suatu kedudukan tertentu baik yang dilakukan oleh

pemerintah maupun partai politik.

3. Kegiatan Ekonomi

Dalam kategori ini termasuk cerita-cerita yang ada dasar ekonominya

kecuali belanja pemerintah, seperti perdagangan, keuangan dan

perbankan. Pembahasan kegiatan-kegiatan usaha swasta seperti

perluasan sarana-sarana yang telah ada, masalah pertanian, masalah

perindustrian, masalah perpajakan dan masalah manajemen tenaga

kerja, berita tentang perekonomian dan angkutan nasional meliputi

tindakan pemerintah, yaitu yang berkaitan dengan kebijakan

(52)

40

4. Kejahatan

Kelompok ini menyangkut masalah-masalah pelanggaran hukum dan

penerapan hukum yang bersangkutan. Hal-hal ini seperti peningkatan

tindak kejahatan, pencurian, perampokan penyiksaan, kenakalan

remaja dan lain-lain juga dimasukkan dalam kategori ini, , meliputi:

a.Kejahatan Media

Berkaitan dengan masalah pelanggaran hukum yang dilakukan

melalui media jejaring sosial.

b.Korupsi

Berkaitan dengan tindakan pelanggaran hukum yang

menyalahgunakan dana pemerintah untuk memperkaya diri atau

kelompok.

c.Kekerasan

Merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk

menyakiti orang lain yang dilakukan secara fisik.

5. Kesehatan Dan Kesejahteraan Masyarakat

Berita yang menyangkut masalah tentang penyakit-penyakit tertentu

yang mempunyai dampak umum, berita yang menyangkut kegiatan

badan-badan kesehatan masyarakat dan tindakan-tindakan yang

membahayakan kesehatan, berita tentang terobosan-terobosan di

bidang kesehatan dan berita tentang kesejahteraan masyarakat seperti

berita tentang keluarga berencana yang ditujukan untuk program

(53)

41

a.Kesehatan

Berkaitan dengan penyakit dan pengobatan serta pencegahannya.

b.Kesejahteraan Masyarakat

Masalah-masalah penangan social dan usaha untuk meningkatkan

kemampuan masyarakat dalam bidang tertentu terutama ekonomi.

6. Human Interest

Dalam kategori ini termasuk berita-berita tentang masalah-masalah

yang bertalian dengan aspek-aspek emosional dari kehidupan. Setiap

berita kecil yang menyenangkan tentang keganjilan perilaku manusia,

cerita-cerita dengan percakapan dan tindak laku manusia, meliputi:

a. Kelistrikan

Berkaitan dengan masalah listrik yang merupakan aspek

penunjang dalam kehidupan.

b. Kontroversi

Merupakan suatu pemahaman yang berbeda dengan orang lain

yang dapat menimbulkan konflik.

c. Kerukunan umat beragama

Berkaitan dengan kegiatan umat beragama dalam menjalankan

kehidupan secara berdampingan dengan agama lain untuk

menciptakan kerukunan umat beragama.

7. Bencana

Kelompok hal ini ihwal ini terdiri dari hal-hal yang menyangkut

(54)

42

harta manusia, dalam hal ini mneyangkut banjir yang sudah terjadi,

meliputi:

a.Bencana alam

Merupakan suatu kejadian alam yang diakibatkan oleh ulah

manusia yang tidak bertanggung jawab.

b.Keadaan alam

Berkaitan dengan keadaan lingkungan alam sekitar yang

mempengaruhi kehidupan manusia.

c.Perubahan alam

Berkaitan dengan kejadian alam yang berubah-ubah menurut siklus

dan keadaan alam.

8. Pendidikan

Kelompok menyangkut permasalahan yang berkaitan dengan sistem

pendidikan umum. Dalam rubrik opini ini hanya terdapat pendidikan

yang menyangkut sistem pendidikan, meliputi:

a.Mutu Pendidikan

Berkaitan dengan masalah kualitas pendidikan yang baik guna

menunjang kualitas bangsa sehingga menjadi lebihb baik.

b.Kegiatan Pendidikan

Berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan dalam bidang

(55)

43

3.4. Arah Opini

Arah opini adalah bentuk opini atau penilaian terhadap tema-tema

yang diangkat dalam rubrik Opini. Arah opini tersebut menggunakan

kategorisasi dari Harold Lasswell, yaitu:

1. Positif

Jika opini atau komentar penulis dalam rubrik Opini menyatakan

kalimat yang mendukung atau menyetujui masalah yang diangkat

oleh redaksi Kompas.

2. Negatif

Jika opini atau komentar penulis tersbeut menyatakan kalimat yang

menolak, tidak menyetujui dan menyindir atas masalah yang diangkat

dalam rubrik Opini.

3. Netral

Jika opini atau komentar penulis menyatakan kalimat yang tidak

bersikap mendukung atua menolak. Penulisan dapat berupa saran atau

masukan yang ditujukan kepada objek yang ditulis.

3.5. Jenis Opini

Jenis opini dikategorikan menurut kategorisasi Hitlier

Krieghbaurn. Untuk melihat apa saja jenis opini yang dimuat dalam rubrik

Opini surat kabar harian Kompas maka digunakan kategori-kategori yang

(56)

44

1. Argumentasi

Opini yang bersifat argumentatif adalah opini yang berisi tentang

pembelaan terhadap suatu pandangan tertentu. Opini yang bersifat

argumentatif disusun untuk mengajak pembaca. Jenis ini dibuat untuk

membahas dan menganalisa baik-buruknya suatu dampak atau

pengalaman suatu kebijakan atau kegiatan. Argumen-argumen yang

diajukan berupa himbauan jelas untuk bertindak atau siyarat untuk

menggiring pembaca kearah jalan pikiran yang dikehendaki oleh

penulis.

2. Informatif

Jenis opini yang bersifat informatif merupakan usaha penulis untuk

memberikan keterangan-keterangan latar belakang tentang hal atau

masalah tertentu kepada pembaca. Jenis ini merupakan opini

interpretasi untuk melancarkan proses pembentukan pendapat

pembaca. Dalam opini jenis informatif hanya sedikit menuntun

pembaca kearah suatu pandangan tertentu tetapi secara keseluruhan

memberikan cukup bnayak interprestasi.

3. Aneka Rupa

Opini aneka rupa merupakan opini yang berusaha untuk menghibur

atau mengasyikkan pembaca dan bukan memberikan kepada pembaca

semacam interprestasi tentang suatu permasalahan atau upaya

(57)

45

3.6. Unit Analisis

Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tematik

dan unit referensi. Tematik adalah tema yang ada dalam penelitian ini, dan

unit referensi adalah segala sesuatu yang mendukung penelitian. Cara yang

digunakan adalah dengan menghitung atau menganalisis tema dalam

rubrik opini yang muncul pada surat kabar Kompas Periode bulan Oktober

2009 sampai Desember 2009 dengan menggunakan kategori-kategori yang

telah ditentukan.

Unit analisis dalam penelitian ini adalah seluruh isi yang terdapat

dalam rubrik opini surat kabar Kompas periode bulan Oktober 2009

sampai Desember 2009. Selama kurun waktu tersebut, rubrik opini di surat

kabar Kompas muncul setiap hari.

3.7. Corpus

Corpus merupakan sekumpulan bahan yang terbatas yang

ditentukan pada perkembangannya oleh analisis dengan semacam

kesemenaan. Corpus haruslah cukup luas untuk memberi harapan yang

beralasan bahwa unsur-unsurnya akan memelihara sebuah sistem

kemiripan dan perbedaan yang lengkap. Corpus juga bersifat sehomogen

mungkin (Kurniawan, 2001:70).

Sifat yang homogen ini diperlukan untuk memberi harapan yang

beralasan bahwa unsur-unsurnya dapat dianalisis sebagai keseluruhan.

(58)

46

beraneka ragam, sehingga memungkinkan untuk memahami banyak aspek

dari sebuah teks yang tidak dapat ditangkap atas dasar suatu analisis yang

bertolak dari unsur tertentu yang terpisah dan berdiri sendiri dari teks yang

bersangkutan. Kelebihannya adalah bahwa dalam mendekati teks, tidak

didahului oleh pra anggapan atau interpretasi tertentu sebelumnya.

Untuk mempermudah penelitian, peneliti dapat mengambil 50%

atau 25% minimal 10% dari seluruh unit analisis.

3.8. Populasi, Sampel Dan Teknik Penarikan Sampel

3.8.1.Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah rubrik opini pada surat kabar

Kompas dengan menggunakan kategorisasi. Isi berita dalam rubrik opini

akan dianalisis untuk mengetahui tema berita, arah opini, dan jenis opini

apa yang paling sering diangkat dalam rubrik opini pada surat kabar

Kompas. Populasi dalam penelitian ini adalah tema rubrik opini pada surat

kabar Kompas bulan Oktober 2009 sampai Desember 2009 yang

berjumlah 277 tema.

3.8.2.Sampel

Pengambilan sampel dalam suatu peneltian tidak ada ketentuan

yang pasti mengenai besar kecilnya sampel, hanya saja yang paling

penting adalah dalam pengambilan sampel yang mewakili (representative)

(59)

47

maka untuk mempermudah penelitian, peneliti dapat mengambil 50% atau

25% minimal 10% dari seluruh populasi (Subiakto, 1992: 8).

Karena jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 277 tema

dan untuk memudahkan peneliti, maka sampel yang digunakan dalam

penelitian ini menggunakan sampel dengan jumlah 10% dari keseluruhan

tema yang ada, dengan perhitungan sebagai berikut:

10% : *277 27,7 28

Berdasarkan hasil perhitungan sampel di atas maka sampel yang

akan digunakan berdasarkan interval 10 tema dari bulan Oktober 2009-

Desember 2009 dalam penelitian ini adalah berjumlah 10 tema opini

dalam surat kabar Kompas.

3.9. Teknik Pengumpulan Data

Data yang digunakan untuk penelitian data primer. Data primer

adalah data yang diperoleh langsung dari tulisan-tulisan dalam kolom

berita rubrik opini. Prosedur yang digunakan untuk penelitian ini adalah

Pertama, dengan melakukan pencatatan terhadap tema pada rubrik opini

pada surat kabar Kompas. Kedua, setiap data dikumpulkan dengan

menggunakan lembar koding berdasarkan kategori-kategori yang telah

ditentukan, kemudian dianalisis dan diinterpretasikan sesuai dengan tujuan

(60)

48

3.10. Metode Analisis Data

Data dianalisis dengan menggunakan tabel frekuensi yan telah

dibuat berdasarkan kategori seperti pada lembar koding kemudianh

dipresentase dengan jumlah keseluruhan data. Hasil presentase ini

kemudian diintrepretasikan guna memperoleh jawaban dari permasalahan

yang telah ditetapkan agar lebih mendalam dan berbobot.

Tabel frekuensi untuk kategorisasi penelitian ini adalah sebagai

berikut :

Tabel 3.1

Frekuensi Kategorisasi

No Kategorisasi Frekuensi Prosentase

1.

Sebelum melakukan penelitian, sebelumnya akan dibuat uji

reliabilitas untuk kategorisasi yang akan digunakan agar mendapatkan

kategorisasi yang sesuai dengan tujuan penelitian. Uji reliabilitas

dilakukan dengan cara membandingkan penempatan unit-unit penelitian

kedalam kategori-kategori yang ditetapkan. Pengukuran tersebut

(61)

49

M = Jumlah pertanyaan yang disetujui oleh 2 pengkode (Peneliti dan

Hakim)

N1, N2 = Jumlah pertanyaan yang diberi kode oleh pengkode dan peneliti

Dari hasil yang diperoleh akan ditentukan observed agreement

yang diperoleh dari penelitian nantinya. Penyempurnaan untuk

memperkuat hasil reliabilitas, digunakan rumus Scott, yaitu :

Pi = % Observed agreement - % Expected agreement

1 - % expected agreement

Keterangan :

- Pi : Nilai keterhandalan

- Observed Agreement :Persetujuan yang diperoleh dari peneliti

- Expected agreement :Persetujuan yang diharapkan, didapat dari

pengkuadratan proporsi seluruh point yang dijumlahkan.

Meski belum ada standart realibilitas yang mutlak, namun menurut

Wimmer dan Dominick ambang penerimaan yang sering digunakan adalah

0.75 untuk menggunakan Pi. Jika kesesuaian antar penyusun kode tidak

mencapai 0.75 maka kategorisasi operasional perlu dibuat lebih spesifik

(62)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian

Kompas atau Kompas adalah nama surat kabar Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Kompas adalah bagian dari Kelompok Kompas Gramedia. Untuk memudahkan akses bagi pembaca di seluruh dunia, Kompas juga menerbitkan edisi daring bernama Kompas Cyber Media, berisi

berita-berita yang diperbarui secara aktual. Kompas adalah satu-satunya koran di Indonesia yang diaudit oleh Audit Bureau of Circulations (ABC).

Ide awal penerbitan harian ini datang dari Jenderal Ahmad Yani, yang mengutarakan keinginannya kepada Frans Seda untuk menerbitkan surat kabar yang berimbang, kredibel, dan independen. Frans kemudian mengemukakan keinginan itu kepada dua teman baiknya, P.K. Ojong (1920-1980) dan Jakob Oetama. Ojong langsung menyetujui ide itu dan menjadikan Jakob Oetama sebagai editor in-chief pertamanya. Awalnya harian ini diterbitkan dengan nama Bentara Rakyat. Atas usul Presiden Sukarno, namanya diubah menjadi Kompas, sebagai media pencari fakta dari segala penjuru.

Kompas mulai terbit pada tanggal 28 Juni 1965 berkantor di Jakarta Pusat dengan tiras 4.800 eksemplar. Sejak tahun 1969, Kompas merajai penjualan surat kabar secara nasional. Pada tahun 2004, tiras hariannya mencapai 530.000 eksemplar, khusus untuk edisi Minggunya malah

(63)

51

mencapai 610.000 eksemplar. Pembaca koran ini mencapai 2,25 juta orang di seluruh Indonesia. Seperti kebanyakan surat kabar yang lain, harian Kompas dibagi menjadi tiga halaman bagian, yaitu bagian depan yang memuat berita nasional dan internasional, bagian berita bisnis dan keuangan, serta bagian berita olahraga.

4.2. Penyajian Dan Analisis Data

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lembang coding form yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Dari tabel frekuensi yang ada maka dapat dilakukan analisis dan menarik kesimpulan dari data yang ada. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada periode Oktober 2009 sampai dengan Desember 2009 didapat 28 tema opini yang diteliti dari 277 total tema opini yang terdapat pada rubrik opini surat kabar Kompas periode Oktober 2009 sampai dengan Desember 2009.

4.2.1. Analisis Tema dan Sub Tema Rubrik Opini Kompas

(64)

52

Tabel 4.1.

Tema Rubrik Opini Di Kompas Periode Oktober 2009 sampai dengan Desember 2009

No Kategorisasi Tema Frekuensi Persentase

1. Perang, Pertahanan, Dan Diplomasi 3 10,71 2. Politik Dan Pemerintahan 6 21,43

3. Kegiatan Ekonomi 1 3,57

4. Kejahatan/Kriminal 5 17,86

5. Kesehatan Dan Kesejahteraan Masyarakat 3 10,71

6. Human Interest 6 17,86

7 Bencana 3 10,71

8 Pendidikan 2 7,14

Jumlah 28 100

Sumber: Data Primer

Secara keseluruhan dari bulan Oktober 2009 sampai Desember 2009, jenis kategori tema berita utama yang paling banyak frekuensinya adalah kategori politik dan pemerintahan sebanyak 21,43% (6 tema utama), kemudian kategori kejahatan dan human interest sebanyak 17,86% (5 tema utama), dan yang memiliki prosentase sebanyak 10,71% (3 tema utama) diperoleh dari kategori perang, pertahanan dan diplomasi, kategori kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta kategori bencana. Sedangkan yang memiliki prosentase 7,14% (2 tema utama) ada pada kategori pendidikan, dan sisanya dengan prosentase 3,57% (1 tema utama) diperoleh kategori kegiatan ekonomi.

(65)

53

presiden sebelumnya. Hutang IMF yang banyak karena Suharto dan Habibie dulu berpikir itu hal yang baik untuk diambil. BUMN (indosat) yang terjual ke Singtel di Singapura oleh MS. Citra Indonesia sebagai negara teroris karena MS tidak sigap terhadap terorisme. Anggota DPR yang korup gila-gilaan. Jika kita lihat, hampr semua kasus DPR yag korupsi, melakukan korupsinya di masa GD dan MS. Harga minyak dunia naik teus dalam 6 tahun tapi 4 presiden tidak ada yang berani kurangi subsidi karena akan mematikan popularitas. Di tahun 2002-2003 Pemda DKI membayar gaji pegawai dengan menggunakan hutang luar negeri. Untuk gaji pegawai kita ngutang. Hidup mahal tapi banyak hutang.

Kategori kejahatan pada periode bulan Oktober 2009 sampai dengan bulan Desember 2009 juga tergolong banyak dikarenakan beberpa waktu yang lalu terdapat kasus kriminal melalui jejaring sosial. Potensi kejahatan internet makin meningkat dengan makin banyaknya pengakses internet, terutama dengan pemanfaatan telepon cerdas yang kian hari harga dan tarifnya kian terjangkau. Dan basis "cybercrime" ke depan pun akan beralih ke jejaring sosial dengan makin banyaknya pengguna jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan sebagainya. Selain kasus kejahatan melalui jejering sosial juga terdapat kejahatan korupsi yang dilakukan oleh Anggodo yang masih belum selesai.

(66)

54

kelistrikan belakangan ini listrik menjadi bagian kebutuhan dasar masyarakat. Saat ini kondisi kelistrikan dalam keadaan siaga dan defisit. Terdapat juga berita mengenai kontroversi talangan bank Century, para politisi ulung tidak luput dari kesesatan logika baik secara paralogis maupun sofistik. Selain itu juga terdapat tema mengenai kerukunan antar umat beragama, pada bulan Desember terdapat perayaan Natal bagi umat kristiani. Sebagai seorang muslim, mengucapkan selamat hari Natal bukan hanya menjadi kesadaran persaudaraan, melainkan tuntutan keimanan yang sangat mendasar.

Kategori perang, pertahanan dan diplomasi pada periode bulan Oktober 2009 sampai dengan bulan Desember 2009 terdapat 10,71% dari jumlah tema keseluruhan. Pada bulan Oktober tersebut merupakan waktu pelantikan presiden RI yaitu bapak SBY yang kedua kalinya. Seiring dengan pergantiak pemimpin di Indonesia, raykat Indonesia dan masyarakat internasional sering mengenang peran negara ini dalam forum internasional pada masa lalu. Beberapa waktu yang lalu presiden SBY dalam perjalannya menghadiri KTT, yang dijadwalkan bertemu dengan Presiden komisi Eropa Jose Manuel. Ini merupakan kunjungan pertama presiden RI ke Uni Eropa guna memenuhi undangan presiden Komisi UE sebagai Selain itu terdapat juga berita mengenai penolakan ekstradisi Thaksin di Kamboja, penolakan ini tidak mengejutkan. Sebelumnya pemerintah Kamboja berulang kali menegaskan akan menolak setiap permohonan estradisi Thaksin.

(67)

55

menyangkut masalah kesetaraan gender. Masalahnya, bukan hanya urusan KTP, tetapi memerlukan koordinasi dan penegakan aturan perundang-undangan yang berefek jera lintas departemen dan kementerian. Selain itu masalah kesehatan menyangkut gizi yang dapat dikendalikan jika angka kemsikinan dikurangi dan keadilan yang kian merata. Angka kemiskinan di Indonesia relatif telah berkurang meski krisis ekonomi satu dekade lalu benar-benar telah merontokkan sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Kategori bencana yang beberapa tahun belakangan ini sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Kejadian bencana yang terjadi tersebut sungguh membuat bangsa Indonesia menjadi terpukul dan sedih mengalirkan air mata untuk para korban bencana. Sumbangan bantuan pun berdatangan baik secara material maupun bahan-bahan baku dari mereka yang peduli terhadap korban bencana. Akan tetapi sungguh ironi sekali di tengah-tengah bencana ini masih ada saja oknum-oknum yang memanfaatkan moment ini dengan cara mengambil hak dari mereka yang seharusnya mendapatkan jatah bantuan. ditambah lagi ditengah-tengah bencana ini ada orang-orang yang menghambur-hamburkan uang demi kepentingan pribadinya seperti pelantikan dewan dan juga MUNAS partai beringin.

(68)

56

keinginan guru untuk mampu meneliti. Hal ini membuat murid-murid menjadi putus ada menjelang Ujian Nasional, sehingga terdapat beberapa siswa yang menempuh jalan pintas dengan membeli jawaban Ujian Nasional dengan harga yang sangat tinggi.

Kategori kegiatan ekonomi pada Oktober 2009 sampai dengan bulan Desember 2009 terdapat 3,57%, dalam hal ini mengenai target pertumbuhan wilayah tahun 2010, dimana targetnya ditetapkan di atas 6,3% sehingga pada akhir 2014 perekonomian Indonesia tumbuh lebih dari 7,0%. Diperkirakan tahun 2020 terjadi swasembada semua kebutuhan pangan domestik dan ekspor secara simultan sebagai implementasi visi pemerintah memberi makan dunia.

Untuk mempertajam analisis isi mengenai tema rubrik opini dalam surat kabar Kompas, berikut ini akan disajikan deskripsi pengelompokkan berita berdasarkan kategori serta sub kategori yang ada.

1. Kategori Tema Perang, Pertahanan, Dan Diplomasi

Beberapa berita yang termasuk dalam kategori perang, pertahanan dan diplomasi adalah berbagai kegiatan Indonesia di ASEAN. Penolakan ekstradisi atas Thaksin di Kamboja dan kegiatan kunjungan SBY di Uni Eropa. Pembahasan mengenai tema utama tersebut dimasukkan kategori ini.

(69)

57

Tabel 4.2.

Kategori Tema Perang, Pertahanan, Dan Diplomasi Dalam Tema Rubrik Opini Surat Kabar Kompas

Bulan Oktober 2009 s/d Desember 2009

No Sub Kategorisasi Jumlah Prosentase

1 Pertahanan 1 33,33

2 Diplomasi 2 66,67

Jumlah 3 100

Sumber: Data Primer

Dari tabel 4.2 dapat dilihat bahwa pengkategorian yang ada pada tabel diatas yang paling banyak ada pada sub kategori perang, pertahanan dan diplomasi sebanyak 3 atau sebesar 10, 17%. Sub kategori politik banyak menyoroti tentang diplomasi.

Pertahanan merupakan suatu hal yang berhubungan dengan masalah kegiatan negara dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. Dalam kelompok ini termasuk isi yang berhubungan dengan pertikaian bersenjata antara dua negara atau lebih. Isi yang berhubungan dengan masalah-masalah dan kegiatan-kegiatan angkatan pemerintahan, serta pertahanan Negara. Contoh sub kategori Pertahanan yang dimuat pada surat kabar Kompas bulan Oktober 2009 sampai Desember 2009, berikut isi tema opini :

PENOLAKAN EKSTRADISI ATAS THAKSIN

(70)

58

Berdasarkan opini tersebut dapat diketahui bahwa merupakan buron dari proses hukum dan peradilan, menurut hukum Nasional Tahilan Thaksin dinggap buron dan sudah dijatuhi hukuman penjara. Kamboja beranggapan tuduhan Thailand atas Thaksin tidak beralasan, Kamboja beranggapan Thaksin adalah korban politik, karena Thaksin merupakan aset penting dalam pembangunan ekonomi Kamboja.

Diplomasi merupakan hal yang berkaitan dengan masalah hubungan diplomatik antar negara guna menjalin kerjsasama yang baik dengan negara lain dan kegiatan-kegiatan resmi dari para duta besar dan pejabat diplomatik lainnya dan berita-berita mengenai masalah yang sedang terjadi di luar negeri juga termasuk di dalamnya. Kategori sub tema diplomasi sebanyak 2 atau 66,67%, yang membahas tentang peran Indonesia di ASEAN. Berikut adalah kutipan sub tema diplomasi:

ASEAN DAN PERAN INDONESIA

Salah satu tugas terberat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dilantik untuk masa jabatan kedua adalah merevitalisasi peran internasional Indonesia. Dengan modal dukungan politik yang kuat di dalam negeri, SBY berpeluang besar membawa Indonesia berkiprah lebih aktif dalam hubungan internasional. Dalam hal ini adalah hubungan internasional di ASEAN.

Gambar

Gambar 2.1. Kerangka Berpikir Penelitian
Tabel 3.1 Frekuensi Kategorisasi
Tabel 4.1. Tema Rubrik Opini Di Kompas Periode Oktober 2009
Tabel 4.2. Kategori Tema Perang, Pertahanan, Dan Diplomasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

“ Kohesi Gramatikal dan Leksikal dalam Wacana Tulis Rubrik Opini Surat Kabar Kompas Edisi September 2013 ” adalah hasil karya saya, dan dalam naskah tugas

Berdasarkan hasil dan analisa yang dilakukan terhadap tema pesan karikatur “Clekit” di Surat 

kabar harian Jawa Pos edisi bulan Juni 2010.. Mendeskripsikan nilai rasa yang terkandung dalam bentuk pemakaian. disfemia pada rubrik Opini surat kabar harian Jawa

Bagaimana konteks yang terdapat pada rubrik kartun opini dalam surat kabar. harian

Sumber atau teori yang terdapat pada penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Flournoy dalam Kriyantono (2006: 237) tentang kategori pengelompokkan

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa berita tentang korupsi pada surat kabar Kompas mayoritas memiliki tingkat objektivitas yang tinggi yaitu memiliki unsur mainpoint

kesimpulan dalam penelitian ini adalah berdasarkan hasil analisis dan interpretasi dari gambar karikatur “Rubrik Opini Pada Harian Kompas Edisi 4 November 2009” pada harian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna yang dikomunikasikan karikatur Rubrik Opini pada Surat Kabar Kompas edisi Rabu, 3 Agustus