• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kampanye Peringatan Bahaya Jamu Illegal di Bandung.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kampanye Peringatan Bahaya Jamu Illegal di Bandung."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ……….. i

Kata Pengantar ………. ii

Penyataan Orisinalitas Karya dan Laporan ……….. iv

Pernyataan Publikasi Laporan Penelitian ………. v

Daftar Isi ……… vii

BAB I PENDAHULUAN ……… 1

1.1Latar Belakang ……… 1

1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup ………. 2

1.2.1 Hal yang menjadi permasalahan dalam makalah ……… 2

1.2.2 Ruang Lingkup atau batasan permasalahan makalah ………. 3

1.3 Tujuan Perancangan ……….. 3

1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data ……… 3

1.5 Skema Perancangan ……….. 4

BAB II LANDASAN TEORI ………. 5

2.1Obat Tradisional ……… 5

2.1.1 Definisi dan Pengelompokan Obat Tradisional ……….. 5

2.1.2 Peraturan dan Pendaftaran Obat Tradisional ……….. 6

2.1.3 Bentuk Olahan Obat Tradisional ………. 9

2.2 Jamu ……… 10

2.2.1 Sejarah dan Pengertian Jamu ………. 10

2.2.2 Kandungan Jamu ……… 11

2.2.3 Analisis Jamu ………. 12

2.2.4 Proses Produksi Jamu ………. 13

2.3 Kampanye ………. 13

2.3.1 Definisi Kampanye ……… 14

2.3.2 Kampanye Berdasarkan Teori ……… 14

2.3.3 Jenis - Jenis kampanye ………... 15

(2)

Universitas Kristen Maranatha

BAB III DATA DAN ANALISIS MASALAH ………. 21

3.1 Data dan Fakta ……….. 21

3.1.1 Badan Pengawas Obat dan Makanan ………. 21

3.1.2 Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional ... 27

3.1.3 Jamu tradisional yang dicekal oleh Badan POM ……… 28

3.1.4 Indentifikasi bahan kimia obat ……… 31

3.1.5 Peringatan pengunaan jamu tradisional ………. 31

3.1.6 Sanksi terhadap pelanggaran ………. 32

3.1.7 Data Wawancara ……… 32

3.1.8 Data Kwesioner ……….. 33

3.1.9 Tinjauan Terhadap Proyek yang Sejenis ……… 40

3.2 Analisis Permasalahan Berdasarkan Data dan Fakta ………. 41

3.3 Identifikasi Sasaran ……… 42

3.3.1 STP ……… 42

3.3.2 SWOT Kampanye ……… 43

3.3.3 SWOT Produk ( Jamu Ilegal ) ………. 43

BAB IV PEMECAHAN MASALAH ……… 45

4.1 Konsep Komunikasi ………. 45

4.1.2 Strategi Komunikasi ……….. 46

4.2 Konsep Kreatif ………. 47

4.2.1 Gaya Visual ……….. 47

4.2.2 Warna ……… 48

4.2.3 Typografi ……… 49

(3)

Universitas Kristen Maranatha

4.3 Konsep Media ………. 50

4.4 Perincian Rencana Anggaran Biaya Perancangan ……….. 56

4.5 Timeline ……….. 57

4.6 Hasil Karya ……… 58

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ……… 67

5.1 Kesimpulan ………. 67

5.2 Saran Penulis ……….. 67

Daftar Pustaka ……….. x

Daftar Istilah ……….... xiii

Daftar Gambar ……….. xiv

Daftar Tabel ………. xv

(4)

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Tabel 4.4.1 Budget Kampanye ………..… 56

(5)

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1.1 Logo Jamu ………. 5

Gambar 2.1.2 Logo Obat Herbal Terstandar ……… 6

Gambar 2.1.3 Logo Fitofarmaka ……….. 6

Gambar 2.2.4.1 Gambar Bagan Proses Produksi Jamu ……… 13

Gambar 3.1.1 Logo Badan POM ………. 21

Gambar 3.1.2 Struktur Organisasi Badan POM ………..… 26

Gambar 3.1.4.1 Kampanye jamu ilegal dalam bentuk verbal ……….. 40

Gambar 4.2.2.1 Warna Media ……….. 48

Gambar 4.2.4.1 Gambar Layout Media ……… 50

Gambar 4.6.1 Logo Kampanye ………. 58

Gambar 4.6.2 Poster Kampanye ……… 58

Gambar 4.6.3 Poster Event ……… 59

Gambar 4.6.4 Brosur 1 ………. 59

Gambar 4.6.5 Brosur 2 ………. 60

Gambar 4.6.6 Flyer Event ……… 60

Gambar 4.6.7 X-banner ……… 61

Gambar 4.6.8 Spanduk Kampanye ……… 61

Gambar 4.6.9 Spanduk Kampanye ……… 62

(6)

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISTILAH

Adulteration = Pemalsuan produk / pencampuran dengan penambahan bahan - bahan atau senyawa yang berbahaya.

Alkaloid = Kelompok senyawa organik bersifat basa yang mengandung nitrogen, diperoleh dari tumbuhan dan hewan, banyak berkhasiat sebagai obat.

Asam Mefenamat = Obat pereda nyeri yang digolongkan sebagai NSAID. Asam mefenamat biasa digunakan untuk mengatasi berbagai jenis rasa nyeri, namun lebih sering diresepkan untuk mengatasi sakit gigi, nyeri otot, nyeri sendi dan sakit ketika atau menjelang haid.

Empiris = Berdasarkan pengalaman ( terutama yg diperoleh dr penemuan, percobaan, pengamatan yg telah dilakukan).

Fenilbutason = Obat penghilang rasa sakit kronik, termasuk untuk nyeri tulang. pemakaiannya harus dibatasi karena risiko efek samping cukup besar, seperti menekan produksi sel darah putih dan anemia aplastik.

Isolasi = pemisahan suatu hal dari hal lain, pengasingan, pe-mencilan, pengucilan.

Kualitatif = Berdasarkan mutu.

Kuantitatif = Banyak / jumlah / kuantitas.

Makroskopik = Sebuah pemeriksaan untuk mengamatistruktur dengan perbesaran 10 -100 kali, biasanya digunakan mikroskopcahaya.

(7)

Universitas Kristen Maranatha Mikroskopik = Pemeriksaan untuk mengamatistruktur dengan perbesaran diatas 100 kali, biasanya digunakan mikroskop cahaya ataupun mikroskop elektron dan mikroskop optic.

Minyak Atsiri = Kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami.

Organoleptik = Pengujian secara subjektif, yaitu suatu pengujian penerimaan selera makanan yang didasarkan atas uji kegemaran dan analisis pembedaan.

Paracetamol = Derivat paminofenol yang mempunyai sifat antipiretik / analgesik.

Prednison Kortikosteroid = Sintetik yang umum diberikan per oral, tetapi dapat juga diberikan melalui injeksi intra muskular (im, iv), per nasal, atau melalui rektal.

Simplisia = bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apa pun, dan kecuali dinyatakan lain umumnya berupa bahan yang telah dikeringkan.

Sibutramin Hidroklorida = Golongan obat keras yang merupakan senyawa kimia yang bekerja dengan cara menghambat ambilan norepinefrin, serotonin, dan dopamin.

Sildenafil Sitrat = Obat yang digunakan untuk terapi disfungsi ereksi dan hipertensi arteri paru-paru yang dikembangkan oleh perusahaan farmasetika Pfizer.

(8)

Universitas Kristen Maranatha Tannin = Kumpulan senyawa organik amorf yg bersifat asam dengan rasa sepat, ditemukan di banyak tumbuhan, digunakan sebagai bahan penyamak, bahan pembuat tinta, dan bahan pewarna.

Teofilin = Bronkodilator yang digunakan untuk pasien asma dan penyakit paru obstruktif yang kronik, namun tidak efektif untuk reaksi akut pada penyakit paru.

(9)

Universitas Kristen Maranatha

Setiap manusia pada hakekatnya mendambakan hidup sehat dan sejahtera baik lahir

maupun batin. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, disamping

kebutuhan akan sandang, pangan, papan dan pendidikan, karena dengan kesehatan

yang baik serta tubuh yang prima manusia dapat melaksanakan proses kehidupan

untuk tumbuh dan berkembang menjalankan segala aktivitas hidupnya. Berbagai cara

dilakukan manusia untuk mendapatkan kondisi kesehatan yang baik tersebut, mulai

dari makan makanan yang bergizi, berolahraga, hingga meminum jamu, baik yang

diolah secara tradisional maupun yang sudah bercampur dengan zat kimia (modern).

Penggunaan bahan alam sebagai sarana kesehatan untuk menyembuhkan berbagai

macam penyakit cenderung meningkat, hal ini membuat banyaknya masyarakat yang

lebih memilih obat-obatan tradisional seperti jamu dibanding obat-obatan kimia

karena harganya yang relatif lebih murah dan mudah didapatkan.

Adapun yang dimaksud dengan jamu adalah obat bahan alam yang diracik secara

tradisional, misalnya dalam bentuk serbuk seduhan, pil, dan cairan yang berisi

seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu tersebut dan digunakan secara

tradisional. Jamu digunakan dalam bidang kesehatan untuk menyembuhkan berbagai

penyakit serta digunakan pula sebagai perawatan kecantikan, wajah, tubuh, dll.

Bahan-bahan yang paling sering digunakan untuk jamu tradisional adalah

tumbuh-tumbuhan mulai dari akar, daun, batang, bunga dan kulit kayu.

Di jaman modern ini jamu tradisional masih tetap mendapat tempat di hati

konsumennya, bahkan sudah berkembang menjadi industri besar dan dengan

kemasan yang instan sehingga konsumen lebih mudah untuk mengkonsumsinya.

Walaupun demikian bukan berarti jamu tradisional tidak memiliki efek samping

(10)

Universitas Kristen Maranatha

 

2

penggunaan jamu tradisional karena kesalahan informasi maupun anggapan keliru

terhadap jamu tradisional dan cara penggunaannya. Jamu tradisional memang

memiliki efek samping relatif lebih kecil dibandingkan obat kimia, tetapi perlu

diperhatikan bila ditinjau dari kepastian bahan aktif dan konsistensinya belum

dijamin terutama untuk penggunaan secara rutin. Agar penggunaannya optimal, perlu

diketahui informasi yang memadai tentang kelebihan dan kelemahan serta

kemungkinan penyalahgunaan jamu tradisional.

Selain itu, sekarang juga marak terdengar kasus-kasus jamu ilegal yang beredar di

pasaran yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia karena mengandung bahan kimia

obat dan tidak mendapatkan izin edar dari Badan POM dan Dinas Kesehatan. Hal ini

patut diwaspadai, dan sebisa mungkin masyarakat jangan sampai tertipu dengan

jamu-jamu ilegal dan harus lebih selektif dalam memilih jamu-jamu yang saat ini

sangat mudah didapatkan dimana saja. Badan POM sendiri selaku badan yang

memiliki otoritas dalam pengawasan obat dan makanan di Indonesia telah

mengambil tindakan dengan mencekal dan menarik peredaran jamu-jamu yang

mengandung bahan kimia obat dan jamu-jamu yang tidak mempunyai izin edar.

Masalah jamu ilegal ini diambil sebagai topik Tugas Akhir karena belum ada media

visual yang cukup kuat dan efektif untuk mengkomunikasikan, menginformasikan,

dan mengedukasikan masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada dalam

menggunakan jamu-jamu ilegal yang beredar di pasaran. Untuk itu peran DKV

sebagai bidang kreatif diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat agar

terhindar dari bahaya jamu-jamu ilegal tersebut, pihak DKV membantu

mengkomunikasikan, menginformasikan, dan mengedukasikan bahaya dari

jamu-jamu ilegal tersebut dalam bentuk visual. Dengan informasi yang cukup dan media

penyampaian informasi yang dapat diterima dengan baik oleh masyarakat diharapkan

dapat lebih membantu masyarakat untuk lebih cermat memilih dan menggunakan

suatu produk jamu tradisional dalam memenuhi upaya kesehatannya.

1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup

(11)

Universitas Kristen Maranatha

 

3

- Bagaimana cara menghimbau masyarakat agar hati-hati terhadap dampak

yang akan terjadi dari penggunaan jamu - jamu ilegal ?

- Bagaimana cara mengkomunikasikan tentang bahaya jamu ilegal secara

visual melalui media kreatif ?

- Bagaimana perancangan yang tepat untuk kampanye visual tentang jamu

ilegal ?

1.2.2 Ruang Lingkup atau batasan permasalahan dari makalah ini adalah :

- Segmentasi : pria dan wanitausia 25 s/d 40 tahun

- Area : Bandung

- Kelas Sosial : menengah kebawah

1.3 Tujuan Perancangan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

- Untuk menghimbau masyarakat agar hati - hati terhadap dampak yang akan

terjadi dari penggunaan jamu-jamu ilegal.

- Untuk mengkomunikasikan tentang bahaya jamu ilegal secara visual melalui

media kreatif.

- Untuk memaparkan bagaimana cara perancangan yang tepat untuk kampanye

visual tentang jamu ilegal.

1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data Usaha yang dilakukan untuk pengumpulan data :

- Wawancara dengan para dokter, lembaga yang terkait dan masyarakat baik

yang berpartisipasi aktif maupun non-aktif dalam pengunaan obat tradisional

khususnya jamu. Proses dilakukan secara terstruktur untuk mendapatkan data

yang benar-benar terpercaya dan akurat.

- Studi Pustaka yang referensinya diambil dari internet, koran, majalah dan

buku-buku yang sesuai dengan topik yang terkait.

(12)

Universitas Kristen Maranatha

 

4

secara random untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang

topik yang terkait.

1.5 Skema Perancangan

(13)

 

Kampanye “ BAHAYA JAMU ILEGAL ” ini adalah sebuah kampanye yang dibuat

agar masyarakat khususnya kalangan menegah ke bawah yang masih aktif dalam

mengkonsumsi jamu dapat lebih selektif dalam memilih jamu, karena sekarang ini

banyak jamu-jamu ilegal yang beredar di pasaran yang mengandung bahan kimia

yang dampaknya bermacam-macam mulai dari yang ringan sampai dampak yang

berat dan dapat sangat membahayakan kesehatan masyarakat apabila dikonsumsi

secara sembarangan. Diharapkan dengan dibuatnya kampanye ini, masyarakat dapat

terhindari dari bahaya jamu ilegal dan dapat memilih jamu yang kandungannya benar

benar herbal.

5.2 Saran Penulis

Berdasarkan apa yang telah dibahas dan dipelajari dalam tugas akhir ini, penulis

memiliki beberapa saran yaitu kepada masyarakat agar dapat lebih peduli tentang

kesehatan dan tidak sembarangan mengkonsumsi jamu hanya karena harga yang

murah dan mudah didapat. Begitu juga kepada produsen yang membuat jamu-jamu

palsu, diharapkan untuk lebih peduli terhadap konsumen pengguna jamu terutama

masyarakat menengah kebawah, dan kepada petugas yang berwenang untuk lebih

(14)

KAMPANYE PERINGATAN BAHAYA JAMU ILEGAL

DI BANDUNG

SG402/MDKV/Semester VIII/2011

LAPORAN TUGAS AKHIR

Diajukan untuk memenuhi persyaratan akademi dalam mencapai Gelar Sarjana

Strata Satu pada jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain

Universitas Kristen Maranatha. Semester genap tahun akademik 2011.

Disusun oleh

Shinta Wijaya R

0764208

Dosen Pembimbing :

Dra. Irawati Tirtaatmaja

Dra. Wieke Tasman

JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

(15)

LEMBAR PENGESAHAN

KAMPANYE PERINGATAN BAHAYA JAMU ILEGAL

DI BANDUNG

SG402/MDKV/Semester VIII/2011

Dengan ini, saya menyatakan bahwa

Isi CD-Rom laporan Penulisan sama dengan hasil revisi akhir.

Bandung, Mei 2011

Shinta Wijaya R

0764208

Menyetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

Dra. Irawati Tirtaatmaja Dra. Wieke Tasman

Mengetahui,

Ketua Jurusan Desain Komunikasi Visual

(16)

PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN PENELITIAN

Dengan ini, saya yang bertanda tangan di bawah ini

N a m a : Shinta Wijaya R

N R P : 0764208

Fakultas / Jurusan : Fakultas Seni Rupa dan Desain S1-DKV

Kode / NamaMK : SG402 / Mayor DKV 6

Menyatakan bahwa laporan penelitian ini adalah benar merupakan hasil karya saya

sendiri dan bukan duplikasi dari orang lain.

Apabila pada masa mendatang diketahui bahwa pernyataan ini tidak benar adanya,

saya bersedia menerima sanksi yang diberikan dengan segala konsekuensinya.

Demikianlah pernyataan ini saya buat.

Bandung, 18 Mei 2011

Shinta Wijaya R

(17)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini

N a m a : Shinta Wijaya R

N R P : 0764208

Fakultas / Jurusan : Fakultas Seni Rupa dan Desain S1-DKV

Kode / NamaMK : SG402 / Mayor DKV 6

Dengan ini, saya menyatakan bahwa :

1). Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya menyetujui untuk memberikan

kepada Universitas Kristen Maranatha Hak Bebas Royalti noneksklusif (

Non-Ekslusive Royalti-Free Right) atas laporan penelitian saya yang berjudul

KAMPANYE PERINGATAN BAHAYA JAMU ILEGAL DI BANDUNG”.

2). Universitas Kristen Maranatha Bandung berhak menyimpan, mengalih mediakan

/ mengalih formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database),

mendistribusikannya, serta menampilkannya dalam bentuk softcopy untuk

kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya selama tetap

mencantumkan nama saya sebagai penulis / pencipta.

3. Saya bersedia dan menjamin untuk menanggung secara pribadi, tanpa melibatkan

pihak Universitas Kristen Maranatha Bandung, segala bentuk tuntutan hukum yang

timbul atas pelanggaran Hak Cipta dalam karya ilmiah saya ini.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan untuk dapat dipergunakan

(18)

Bandung, 18 Mei 2011

Yang menyatakan,

Shinta Wijaya R

(19)

Pertama-tama penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha

Esa atas anugerahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir

mata kuliah Mayor DKV 6 yang berjudul “KAMPANYE PERINGATAN BAHAYA

JAMU ILEGAL DI BANDUNG” sebagai salah satu syarat kelulusan dalam program

akademik S1 Fakultas Seni Rupa dan Desain Jurusan Komunikasi Visual Universitas

Kristen Maranatha Bandung.

Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepasa berbagai pihak

yang ikut serta dalam membantu pembuatan laporan ini, diantaranya kepada :

1. Gai Suharja. Ph. D, selaku dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas

Kristen Maranatha.

2. Dra. Christine Lukman M.Ds, selaku Ketua Program Studi Desain

Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen

Maranatha.

3. Dra. Irawati Tirtaatmaja, selaku dosen pembimbing I yang telah membimbing

penulis dalam memperkuat konsep penulisan laporan tugas akhir.

4. Dra. Wieke Tasman, selaku dosen pembimbing II yang telah membimbing

penulis dalam memperkuat konsep penulisan laporan tugas akhir.

5. Hendra Setiawan, BFA, MA dan Riki Himawan Mulyadi, S.Sn., MM selaku

dosen penguji yang telah menguji penulis dalam preview I.

6. Elizabeth, S.Sos., S.Sn. dan Magdalena Sylvia, B.Sc selaku dosen penguji

yang telah menguji penulis dalam preview II.

7. Dra. Naniwati Sulaiman dan Elizabeth, S.Sos., S.Sn. selaku dosen penguji

yang telah menguji penulis dalam preview III dan sidang akhir.

8. Ibu Shafa selaku perwakilan dari Balai Besar POM Bandung yang telah

membantu penulis dalam memperoleh informasi yang mendukung penulisan

laporan.

9. Seluruh pihak yang telah membantu penulisan laporan baik secara langsung

(20)

Penulis berharap agar laporan tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Penulis juga meminta maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan, penulispun

terbuka untuk menerima kritik dan saran dari pembaca. Terimakasih.

Bandung, 18 mei 2011

(21)

 

Venus, Antar. (2004). Manajemen Kampanye. Simbiosa Media, Bandung.

Internet :

http://www.roemahobatalami.com/jus-dan-herbal/bentuk-ramuan-herbal. Diunduh

tanggal 13 Februari 2011. Pukul 18.00 WIB.

http://health.kompas.com/read/2010/08/24/13290087/Inilah.Efek.Samping.Obat.Kim

ia.dalam.Jamu. Diunduh tanggal 14 Februari 2011. Pukul 19.00 WIB.

http://www.medicalera.com/index.php?option=com_kunena&Itemid=355&func=vie

w&catid=112&id=4442. Diunduh tanggal 19 Februari 2011. Pukul 19.30 WIB.

http://jamu-herbal.com/sejarah-jamu.html. Diunduh tanggal 17 Februari 2011. Pukul

19.30 WIB.

http://www.nyonyameneer.com/. Diunduh tanggal 16 Februari 2011. Pukul 20.00

WIB.

http://www.pom.go.id/. Diunduh tanggal 20 Februari 2011. Pukul 18.00 WIB.

http://www.ikatanapotekerindonesia.net/. Diunduh tanggal 18 Februari 2011. Pukul

20.30 WIB.

http://www.bjoetejo.co.cc/packaging/aturan-desain-kemasan-obat.html. Diunduh

tanggal 14 Februari 2011. Pukul 21.00 WIB.

http://www.jombangkab.go.id/e-gov/satkerda/page/1.2.6.2/jamu.html. Diunduh

tanggal 15 Februari 2011. Pukul 21.30 WIB.

http://linfolh.net/hanon/kesehatan/D2_2.html. Diunduh tanggal 15 Februari 2011.

Pukul 22.30 WIB.

Gambar

Tabel 1.5.1 Skema perancangan

Referensi

Dokumen terkait

Pada hasil penelitian dari 92 siswi bahwa tipe pola asuh orang tua yang paling banyak dipersepsikan oleh responden adalah demokratis 64,1% yang sebagian besar 71,2% memiliki

Adapun rancangan dalam program ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu (1) melakukan assessment komunitas, tujuan dari dilakukannya assessment ini adalah untuk menentukan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejauh mana efektivitas model pembelajaran pendekatan saintifik pada pembelajaran matematika di kelas X-A SMA Santa

Antoniades, 1990 dalam buku Poethic of Architecture metafora merupakan suatu cara memahami suatu hal, seolah hal tersebut sebagai suatu yang lain dan metafora merupakan sebuah

Dari sistem informasi konferensi, guest mendapatkan arus data berupa informasi yang berhubungan dengan seminar yang akan diadakan tersebut, dan konfirmasi

Berdasarkan rencana operasi penambangan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dan biaya yang minimal PTBA melakukan kajianbiaya yang digunakan untuk mencapai

Dari pengertian tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan humanis adalah proses pendidikan penganut aliran humanisme, yang berarti proses pendidikan

Masyarakat tradisi keraton menganggap bahwa tarian Anglirmendhung hampir sama dengan tari Bedhaya Ketawang yang sangat sakral dan Anglirmendhung konon