PENGGUNAAN MEDIA FOTO ESAI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA : Penelitian Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013.

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN MEDIA FOTO ESAI

DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA

(Penelitian Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)

SKRIPSI

diajukan untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

oleh

Masniah

NIM 0900403

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

Penggunaan Media Foto Esai dalam

Pembelajaran Menulis Teks Berita dengan

Menggunakan Media Foto Esai (Penelitian

Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII SMP

Negeri 15 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)

Oleh Asaretkha Adjane A

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis

© Asaretkha Adjane 2012 Universitas Pendidikan Indonesia

Januari 2012

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(3)

dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin dari penulis.

LEMBAR PENGESAHAN

PENGGUNAAN MEDIA FOTO ESAI

DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA (Penelitian Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15

Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)

oleh

Masniah

NIM 0900403

disetujui dan disahkan oleh:

Pembimbing I,

Drs. H. Khaerudin Kurniawan, M.Pd. NIP 196601081990021001

Pembimbing II,

Drs. Kholid Abdullah Harras, M.Pd. NIP 196401221989031001

diketahui oleh:

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni

(4)

Dr. Dadang S. Anshori, S.Pd., M.Si.

(5)

PENGGUNAAN MEDIA FOTO ESAI

DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA

(Penelitian Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15

Bandung Tahun Ajaran 2012/2013)

Masniah

NIM 0900403

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keefektifan penggunaan media foto esai dalam pembelajaran menulis teks berita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi kategori tes awal dan tes akhir dalam kelompok tunggal (one-group pretest-posttest design). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar prates dan pascates. Dari data yang diperoleh, diketahui nilai rata-rata prates siswa sebesar 56,38 dan nilai rata-rata pascates sebesar 74,48. Nilai rata-rata menulis teks berita siswa sebelum menggunakan media foto esai tergolong kurang, sedangkan nilai rata-rata siswa sesudah menggunakan media foto esai tergolong baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan nilai rata-rata menulis teks berita siswa antara sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa penggunaan media foto esai. Berdasarkan pengolahan data uji t, diperoleh thitung (12,88) > ttabel

(6)

USED OF ESSAYS PHOTO MEDIA

IN THE WRITING NEWS TEXT LEARNING

(A Quasi Experiment Research on VIIIth Students of SMP Negeri 15 Bandung in 2012/2013)

Masniah

NIM 0900403

ABSTRACT

The purpose this research was to determine the effectiveness of essays photo media in writing news text learning. The method used is a quasi-experimental with a design is "one-group pretest-posttest design". Population in the research is VIIIth students of SMP Negeri 15 Bandung in 2012/2013. Instrument used is pretest and posttest sheet. From data’s acquisition, we know the average pretest score’s learner was 56,38 and posttest was 74,48. The average score of writing news text’s learner before use essay photo media was classified to less, whereas the average score after use essay photo media was classified to good. It is show there are significant differences in the average value of students writing a news text before and after the treatment is given in the form of photo essay media. Based on data t test, obtainable thitung (12,88) > ttabel (2,023) on confidence level

(7)

DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PENGESAHAN

ABSTRAK ... i

LEMBAR PERNYATAAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Batasan Masalah ... 5

D. Rumusan Masalah ... 6

E. Tujuan Penelitian ... 6

F. Manfaat Penelitian ... 6

G. Hipotesis ... 7

H. Definisi Operasional ... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 9

A. Menulis sebagai Keterampilan Berbahasa ... 9

1.Pengertian Menulis ... 10

2.Fungsi Menulis ... 11

3.Tujuan Menulis ... 12

4.Ragam Tulisan ... 13

B. Teks Berita ... 15

1. Unsur Kelengkapan Berita ... 16

2. Sifat Kelayakan Berita ... 16

3. Jenis/Ragam Berita ... 19

(8)

5. Struktur Penulisan Berita ... 26

6. Penulisan Ragam Berita ... 28

7. Bahasa Jurnalistik ... 32

C. Media Foto Esai ... 34

1. Jenis-Jenis Media Pembelajaran ... 35

2. Fungsi Media Pembelajaran ... 37

3. Jenis-Jenis Foto Jurnalistik ... 39

D. Tahap-Tahap Pembelajaran Menulis Teks Berita dengan Menggunakan Media Foto Esai ... 43

BAB III METODE PENELITIAN ... 45

A. Desain Penelitian ... 45

B. Teknik Penelitian ... 46

1. Teknik Pengumpulan Data ... 46

2. Teknik Pengolahan Data ... 46

C. Instrumen Penelitian ... 50

1. Instrumen Perlakuan ... 51

2. Instrumen Pengumpulan Data ... 52

3. Sumber Data ... 54

BAB IV PEMBAHASAN ... 65

A. Deskripsi Data ... 65

B. Analisis Data Penilaian Prates dan Pascates ... 65

1. Analisis Teks Berita Prates ... 70

2. Analisis Teks Berita Pascates ... 86

C. Pembahasan Hasil Penelitian ... 102

1. Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Sebelum dan Sesudah Menggunakan Media Foto Esai ... 102

2. Keefektifan Media Foto Esai dalam Pembelajaran Menulis Teks Berita ... 104

BAB V PENUTUP ... 105

A. Simpulan ... 105

(9)

DAFTAR PUSTAKA ... 107

LAMPIRAN 1 ... 109

LAMPIRAN 2 ... 110

LAMPIRAN 3 ... 111

LAMPIRAN 4 ... 112

LAMPIRAN 5 ... 113

DOKUMENTASI PENELITIAN ... 114

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi dan penyampaian materi atau informasi antara pendidik dengan peserta didik. Sebagai fasilitator, pendidik sebaiknya merancang KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dengan perencanaan yang matang, baik dari segi bahan ajar, metode, teknik, maupun media yang akan digunakan.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, ada empat aspek keterampilan berbahasa yang harus diajarkan, yaitu membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Keempat aspek tersebut harus dikuasai peserta didik karena setiap keterampilan akan saling berhubungan dengan keterampilan lainnya.

Salah satu aspek keterampilan berbahasa yang menuntut kreativitas dan produktivitas adalah menulis. Menulis adalah membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya); melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan (KBBI, 2005: 1219).

Tarigan (2008: 3) mengungkapkan bahwa menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Selain itu, Gibson dan Levin dalam Kurniawan (2012: 23) mengungkapkan bahwa ada kesejajaran antara perkembangan kemampuan membaca dan menulis. Pada umumnya, penulis yang baik adalah pembaca yang baik, demikian juga sebaliknya.

(11)

Menulis mempunyai hubungan yang erat dengan keterampilan membaca. Seseorang akan menjadi penulis yang baik jika ia telah menjadi pembaca yang baik. Begitupun sebaliknya, jika seseorang telah menjadi pembaca yang baik, ia akan menjadi penulis yang baik pula. Dengan demikian, keterampilan menulis diperlukan agar keterampilan lainnya dapat terlatih juga.

Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini, penulis haruslah terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata. Keterampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis, tetapi harus melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur (Tarigan, 2008: 3-4).

Keterampilan menulis tidak datang secara otomatis, tetapi diperoleh lewat sebuah proses latihan. Selain latihan, pemahaman tentang grafologi, struktur bahasa, dan kosakata juga mutlak diperlukan. Hal tersebut terjadi karena menulis memerlukan suatu kemampuan dalam merangkai kata-kata menjadi kalimat yang tersusun dengan penggunaan grafologi (ilmu tentang aksara atau sistem tulisan), struktur bahasa, dan juga kosakata yang baik dan benar. Dengan menguasai hal-hal tersebut, diharapkan keterampilan menulis akan semakin terasah dan berkembang.

Berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan, peserta didik di kelas VIII E SMP Negeri 15 Bandung pada umumnya masih banyak yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran menulis. Salah satu kendala mereka antara lain sulitnya mencari ide atau gagasan yang akan dituangkan ke dalam tulisan. Selain itu, mereka juga masih belum memahami cara penulisan yang baik dan benar. Umumnya bahasa Indonesia mereka masih didominasi oleh bahasa sehari-hari (bahasa gaul).

(12)

melatih kepekaan siswa terhadap peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Seperti kita ketahui, perkembangan zaman menuntut masyarakat agar mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Berita akan memberikan informasi bagi orang-orang yang mungkin belum mengetahui peristiwa apa yang terjadi.

Esensi kegiatan menulis berita adalah melaporkan seluk-beluk suatu peristiwa yang telah, sedang, atau akan terjadi. Melaporkan yang dimaksud berarti melukiskan apa yang dilihat, didengar, atau dialami seseorang atau sekelompok orang. Berita ditulis sebagai rekonstruksi tertulis dari apa yang terjadi (Siregar, 2007: 19).

Teks berita dapat menjadi media penyampaian informasi mengenai peristiwa yang telah, sedang, atau akan terjadi. Dengan menulis teks berita, siswa diharapkan akan lebih bertambah wawasannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kurniawan (2012: 153) mengungkapkan bahwa “... media pembelajaran pada dasarnya merupakan semua alat bantu yang dimanfaatkan guru dalam rangka mempermudah pembelajaran.” Salah satu hal yang harus ada dalam proses pembelajaran adalah penggunaan media pembelajaran yang sesuai sehingga ketercapaian kompetensi pun akan tercapai secara maksimal. Hal tersebut terjadi karena media pembelajaran dapat membantu pendidik dalam menyampaikan materi kepada peserta didik.

Penelitian tentang penggunaan media foto sudah pernah diujicobakan dalam pembelajaran menulis karangan eksposisi, yaitu oleh Hapsari (2012). Penelitian tersebut berjudul “Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Eksposisi Menggunakan Media Foto Esai Jurnalistik”. Hasil penelitian tersebut antara lain media foto esai jurnalistik dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menulis karangan eksposisi.

(13)

penelitian tersebut juga disebutkan bahwa penggunaan media foto dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa.

Selanjutnya penelitian yang dilakukan Yuliantina (2005). Penelitian tersebut berjudul “Penggunaan Media Foto untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Narasi (PTK di Kelas II-11 SMA Negeri 7 Bandung Tahun Ajaran 200/2005)”. Di dalamnya disimpulkan bahwa penggunaan media foto dalam pembelajaran menulis narasi di kelas II-11 memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa.

Berdasarkan data-data di atas, peneliti tertarik ingin mengujicobakan media foto esai dalam pembelajaran menulis teks berita. Peneliti ingin mengetahui apakah media foto esai yang juga termasuk foto jurnalistik dapat digunakan dalam pembelajaran menulis teks berita, serta bagaimana hasilnya.

Foto adalah potret; gambaran; bayangan; pantulan (KBBI, 2005: 320). Esai sendiri berarti karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pribadi penulisnya (KBBI, 2005: 308).

Ibarat novel, satu foto dengan foto yang lain punya ikatan alur dan urutan seperti bab-bab dalam sebuah buku. Ada cerita yang mengalir dalam sebuah esai foto. Dalam esai foto, setiap foto harus memiliki perwakilan masing-masing momen (Rambey, 2010).

Esai tulisan adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dengan menonjolkan opini penulisnya. Secara umum, esai foto tidak jauh berbeda dari definisi itu. Dengan kata lain, esai foto adalah laporan yang mengandung opini pemotret tanpa ada tujuan untuk mencari penyelesaian atas peristiwa yang diangkatnya (Sugiarto, 2006: 80).

(14)

membayangkan peristiwa atau informasi apa yang dapat mereka tuliskan menjadi teks berita.

Penggunaan media dalam pembelajaran dapat memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil pembelajaran asalkan sesuai dengan perencanaan. Begitu juga dengan penggunaan media foto esai, diharapkan akan semakin memudahkan siswa dalam menulis teks berita. Informasi yang disampaikan dalam foto esai diharapkan akan membantu siswa untuk dapat merangkaikannya menjadi teks berita.

B. Identifikasi Masalah

Permasalahan dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut. 1) Kegiatan menulis teks berita memerlukan objek untuk mencari ide/tema

mengenai peristiwa yang akan dibahas.

2) Sampai saat ini peserta didik masih banyak yang menganggap kegiatan menulis merupakan kegiatan yang susah.

3) Kemampuan peserta didik dalam menyusun kalimat dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar masih perlu ditingkatkan.

4) Penggunaan media pembelajaran sampai saat ini kurang mendukung dalam pembelajaran menulis teks berita.

5) Penggunaan media foto esai diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mencari ide dan mengembangkannya ke dalam tulisan (teks berita). 6) Dengan penggunaan media foto esai, peserta didik akan terbantu dalam

mengembangkan sebuah objek menjadi teks berita.

C. Batasan Masalah

(15)

D. Rumusan Masalah

Penelitian ini ingin mencari keefektifan media foto esai dalam pembelajaran menulis teks berita. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana keefektifan penggunaan media foto esai dalam pembelajaran menulis teks berita?”

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, penulis merumuskan tujuan dilakukannya penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan keefektifan penggunaan media foto esai dalam pembelajaran menulis teks berita.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, yaitu sebagai berikut.

1. Manfaat Teoretis

Jika penggunaan media dalam penelitian ini terbukti efektif dalam pembelajaran menulis teks berita, dapat memperkuat dan mendukung teori terkait dengan penggunaan media pembelajaran. Penguatan dan dukungan terhadap teori tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan penelitian lanjutan, baik dalam bidang yang sama maupun dalam bidang lainnya.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Peneliti

1) Menambah pengetahuan baru mengenai penggunaan media foto esai dalam pembelajaran menulis teks berita.

2) Memotivasi diri sendiri untuk semakin mengembangkan keterampilan menulis.

b. Bagi Peserta Didik

(16)

2) Memotivasi peserta didik bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia bukanlah pelajaran yang sulit dan membosankan.

c. Bagi Pendidik

1) Penggunaan media foto esai dapat dijadikan sebagai pertimbangan guru dalam membelajarkan keterampilan menulis teks berita kepada peserta didik.

2) Pendidik dapat menggunakan atau mengkreasikan media pembelajaran agar peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan keadaan senang dan termotivasi.

G. Hipotesis

Hipotesis adalah rumusan jawaban yang sifatnya sementara terhadap masalah yang hendak diteliti. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Media foto esai merupakan media yang efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks berita.

H. Definisi Operasional

Definisi operasional dalam penelitian ini adalah adalah:

1) Foto esai menurut Sugiarto (2009: 205) adalah semua narasi dalam bentuk sekumpulan foto yang dirangkaikan dalam satu topik tertentu. Foto esai yang dimaksudkan dalam penelitian ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam memahami informasi yang disampaikan dalam foto esai. Selain itu, diharapkan pula peserta didik mampu mengolah informasi untuk dijadikan sebagai bahan untuk menulis teks berita. Foto esai digunakan untuk memancing imajinasi peserta didik mengenai peristiwa yang digambarkan dalam foto. Dengan demikian, peserta didik mendapat gambaran yang lebih realistis mengenai peristiwa yang akan dituliskan menjadi teks berita.

(17)
(18)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode pre-eksperimental design. Desain ini dikatakan belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh

karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Jadi hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini dapat terjadi karena tidak adanya variabel kontrol, dan sampel tidak dipilih secara random (Sugiyono, 2012: 74).

Penelitian ini menggunakan desain “one-group pretest-posttest design”. Pada desain ini terdapat prates sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Eksperimen dilaksanakan untuk mengujikan hipotesis yang telah ditetapkan. Pola penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut.

(Sugiyono, 2012: 75) Keterangan:

O1 : Kelas eksperimen sebelum diberi perlakuan O2 : Kelas eksperimen setelah diberi perlakuan

X : Perlakuan pada kelompok eksperimen berupa penggunaan media foto esai

Dalam desain ini terdapat satu kelompok eksperimen yang diberikan prates untuk mengetahui keadaan awal mereka dalam menulis teks berita. Selanjutnya, kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa penggunaan media foto esai dalam pembelajaran menulis teks berita. Setelah diberikan perlakuan,

(19)

kemudian dilakukan pascates pada kelompok tersebut untuk mengetahui hasil akhir setelah menggunakan media foto esai dalam pembelajaran menulis teks berita.

B. Teknik Penelitian

1. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tes. Secara umum tes diartikan sebagai alat yang dipergunakan untuk mengukur pengetahuan atau penguasaan obyek ukur terhadap seperangkat konten dan materi tertentu (Djaali, 2007: 6).

Teknik tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis teks berita. Tes dilakukan dua kali, yakni sebelum dan sesudah mendapat perlakuan. Tes awal (prates) dilakukan untuk mengukur kemampuan awal siswa, sedangkan tes akhir (pascates) dilakukan untuk mengukur pengaruh pemberian perlakuan dengan menggunakan media foto esai dalam pembelajaran menulis teks berita. Tes yang diberikan adalah tes tertulis yang menggunakan soal uraian. Perbandingan antara hasil prates dan pascates akan memberikan kesimpulan apakah media foto esai yang diterapkan dalam proses pembelajaran menulis teks berita efektif atau tidak.

2. Teknik Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan setelah semua data terkumpul. Adapun langkah-langkah dalam pengolahan data sebagai berikut.

a. Menganalisis hasil prates dan pascates siswa. b. Mendeskripsikan hasil prates dan pascates siswa.

c. Menentukan skor prates dan pascates, kemudian menentukan nilai dengan rumus:

(20)

d. Menyusun skor menulis teks berita siswa hasil prates dan pascates antarpenilai.

Skor rata-rata= total skor yang diperoleh jumlah penilai

e. Menganalisis data dan mengategorikan dari hasil belajar siswa pada setiap tindakan. Untuk mengukur daya serap siswa, digunakan penilaian sebagai berikut.

Tabel 3.1

Penilaian Hasil Menulis Teks Berita

Tingkat Penguasaan Kategori Nilai Keterangan

85-100 A Baik sekali

f. Menguji reliabilitas antarpenimbang (ANAVA) hasil prates dan pascates

Untuk menguji reliabilitas antarpenimbang langkah-langkahnya sebagai berikut.

1) Menentukan kuadrat (testi)

SStΣ dt=

Σ (ΣX)2 (ΣX)2

K K.N

2) Menentukan kuadrat penguji

SSpΣ d2p=

Σ (ΣXP)2 (ΣX)2

N K.N

3) Menentukan kuadrat total

SStotΣ X2t=

ΣX2 (ΣX)2

(21)

4) Menentukan kuadrat kekeliruan

SSkkΣd2 = SStotΣ X2t - SStΣ dt -SSpΣ d2p

5) Memasukkan keseluruhan data ke dalam tabel ANAVA kemudian dihitung dengan menggunakan rumus berikut.

r11 =

Vt - Vkk Vt Keterangan:

r11 : realibilitas yang dicari Vt : variansi dari testi Vkk : variansi dari kekeliruan

Hasil perhitungan reliabilitas yang telah diperoleh disesuaikan dengan tabel Guilford sebagai berikut.

Tabel 3.2

Tabel Guilford

Rentang Kriteria

0,80-1,00 Reliabilitas sangat tinggi

0,60-0,80 Reliabilitas tinggi

0,40-0,60 Reliabilitas sedang

0,20-0,40 Reliabilitas rendah

0,00-0,20 Reliabilitas sangat rendah

g. Melakukan uji normalitas nilai tes berita siswa hasil prates dan pascates

Uji normalitas bertujuan untuk menguji normal tidaknya sebaran data yang akan dianalisis. Penulis melakukan uji normalitas dengan dasar pengambilan sebagai berikut.

Jika X2hitung < X2tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima

Jika X2hitung > X2tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak

(22)

Adapun langkah-langkah uji normalitas sebagai berikut. 1) Membuat daftar distribusi mean

Rentang (R) = skor terbesar – skor terkecil

3) Menghitung standar deviasi SD =

4) Membuat daftar frekuensi observasi dan ekspektasi nilai prates dan pascates

5) Mencari nilai chi-kuadrat (X2)hitung

X2 = Σ (0i - Ei)

2

Ei Keterangan:

X2 = chi-kuadrat

0i = frekuensi yang diobservasi Ei = frekuensi yang diharapkan 6) Menentukan ferajat kebebasan

Db = jumlah kelas-3

7) Menentukan nilai chi-kuadrat (X2)tabel dengan tingkat kepercayaan

95%

X2tabel = 95% (db)

h. Melakukan uji hipotesis

1) Melakukan pengujian hipotesis dengan menentukan signifikan perbedaan dua variabel dengan kriteria jika thitung < ttabel, maka

(23)

ada perbedaan yang signifikan antara skor prates dan pascates. Jika thitung > ttabel, maka hipotesis nol dan hipotesis kerja diterima.

Artinya ada perbedaan yang signifikan antara prates dan postest. 2) Mencari mean dari perbedaan tes awal dan tes akhir

Md = Σd N

3) Menentukan derajat kebebasan Db = N-1

4) Mencari jumlah kuadrat deviasi

Σ X2

d = Σ d2– ( Σ d

2

N )

5) Menentukan nilai thitung menggunakan rumus berikut.

t = Md

(Arikunto, 2006: 311) Keterangan:

Md = mean perbedaan antara pretes dan postes Xd = deviasi masing-masing subjek (d-Md) Σ X2

d = jumlah kuadrat deviasi N = subjek pada sampel

(24)

instrumen penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2012: 102). Instrumen penelitian ini sebagai berikut.

1. Instrumen Perlakuan

a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Sebelum melaksanakan pembelajaran, penulis menyusun langkah-langkah sebagai berikut.

1) Perencanaan

Hal yang penulis lakukan dalam tahap perencanaan adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP diperlukan sebagai pedoman atau acuan guru dalam melakukan skenario pembelajaran. RPP ini dibuat untuk digunakan dalam pembelajaran menulis teks berita pada siswa kelas VIII-E SMP Negeri 15 Bandung sebagai kelas eksperimen.

2) Pelaksanaan Pembelajaran

Setelah penyusunan RPP, langkah selanjutnya adalah melaksanakan proses belajar mengajar sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Adapun langkah-langkahnya, yaitu mengadakan prates, menyajikan materi dan memberikan perlakuan, serta mengadakan pascates.

a) Pelaksanaan Prates

Pelaksanaan prates dimaksudkan agar penulis memperoleh data hasil siswa menulis teks berita siswa sebelum mendapatkan perlakuan dengan menggunakan media foto esai. Pelaksanaan prates ini berlangsung selama 40 menit atau sama dengan satu jam pelajaran. Prates ini diberikan secara tertulis dengan bentuk instrumen soal uraian.

b) Penyajian materi dan pemberian perlakuan

(25)

dilakukan dengan memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan teks berita. Pemberian materi dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan latihan. Materi yang disampaikan meliputi pokok-pokok berita, bahasa berita, pola penulisan berita, dan penggunaan ejaan dalam berita.

c) Pelaksanaan pascates

Pelaksanaan pascates merupakan langkah akhir dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Siswa diberikan pascates untuk mengetahui hasil pembelajaran yang sudah dilakukan. Pelaksanaan pascates ini sama dengan waktu pelaksanaan prates, yaitu selama 40 menit. Pascates diberikan secara tertulis dengan bentuk instrumen soal uraian.

2. Instrumen Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes. Tes yang diberikan adalah prates dan pascates. Hasil yang dilihat yaitu nilai rata-rata siswa dalam menulis teks berita sebelum dan sesudah menggunakan media foto esai. Adapun soal tes tersebut adalah: “Buatlah teks berita berdasarkan foto esai yang disediakan dengan singkat, padat, dan jelas!”.

Berikut penulis sajikan format penilaian kemampuan menulis teks berita pada kelas eksperimen. Penilaian tersebut mencakup beberapa kriteria, seperti: 1) judul, 2) kelengkapan unsur 5W+1H, 3) ejaan/tanda baca, 4) diksi, dan 5) struktur kalimat.

Tabel 3.3

Format Penilaian Kemampuan Menulis Teks Berita

No. Aspek Skor Deskriptor

1 Judul 4 Judul menggambarkan isi berita

(26)

1 Tulisan tidak mencantumkan judul 2 Kelengkapan

Unsur 5W+1H

7 Unsur 5W+1H lengkap

6 Teks kekurangan 1 unsur berita 5 Teks kekurangan 2 unsur berita 4 Teks kekurangan 3 unsur berita 3 Teks kekurangan 4 unsur berita 2 Teks kekurangan 5 unsur berita 1 Tidak ada unsur berita

3 Ejaan/Tanda Baca 7 Tidak ada kesalahan ejaan/tanda baca 6 Terdapat 1 kesalahan ejaan/tanda baca 5 Terdapat 2 kesalahan ejaan/tanda baca 4 Terdapat 3 kesalahan ejaan/tanda baca 3 Terdapat 4 kesalahan ejaan/tanda baca 2 Terdapat 5 kesalahan ejaan/tanda baca 1 Terdapat lebih dari 5 kesalahan

ejaan/tanda baca

4 Diksi 7 Semua pilihan kata tepat

6 Terdapat 1 diksi yang tidak tepat 5 Terdapat 2 diksi yang tidak tepat 4 Terdapat 3 diksi yang tidak tepat 3 Terdapat 4 diksi yang tidak tepat 2 Terdapat 5 diksi yang tidak tepat 1 Terdapat lebih dari 5 diksi yang tidak

tepat

5 Struktur Tulisan 4 Tulisan siswa telah memenuhi struktur tulisan yang baik (piramida terbalik, secara runtut, dan jelas)

3 Tulisan siswa cukup memenuhi struktur tulisan yang baik

(27)

struktur tulisan yang baik

1 Tulisan siswa tidak memenuhi struktur tulisan yang baik

Jumlah 29

3. Sumber Data

Sumber data yang dimaksud dalam penelitian adalah subjek dari mana data diperoleh. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung.

a. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012: 80). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung karena materi pembelajaran menulis teks berita terdapat dalam materi kelas VIII SMP. Jumlah siswa kelas VIII di SMP Negeri 15 Bandung adalah 401 orang yang terbagi menjadi sepuluh kelas.

b. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2012: 81). Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-E dengan jumlah 40 orang. Laki-laki berjumlah 16 orang dan perempuan 24 orang. Berikut adalah gambaran sampel yang digunakan.

Tabel 3.4

Jumlah Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung

No. Kelas Jumlah Siswa

1 VIII-A 40

2 VIII-B 41

(28)

4 VIII-D 40

5 VIII-E 40

6 VIII-F 40

7 VIII-G 40

8 VIII-H 40

9 VIII-I 40

10 VIII-J 40

Jumlah 401

Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-E. Kelas ini dijadikan sebagai kelas eksperimen karena berdasarkan observasi awal, kemampuan menulis siswa kelas VIII-E masih banyak yang di bawah rata-rata. Hal tersebut terlihat dari hasil latihan dalam pembelajaran menulis, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menuangkan ide ke dalam tulisan.

Penulis merancang RPP yang akan digunakan dalam pembelajaran menulis teks berita di kelas VIII-E SMP Negeri 15 Bandung. Adapun format RPP sebagai berikut.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMP Negeri 15 Bandung

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : VIII E/2 (kelas eksperimen)

Alokasi Waktu : 10 x 40 menit (5 pertemuan)

A. Standar Kompetensi

(29)

B. Kompetensi Dasar

Menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas

C. Indikator

1. Aspek Kognitif

 Mampu menyusun data pokok-pokok berita 2. Aspek Afektif

 Mampu menggunakan bahasa yang baik dan benar 3. Aspek Psikomotor

 Mampu merangkai data pokok-pokok berita menjadi berita yang singkat, padat, dan jelas

D. Tujuan Pembelajaran

 Siswa dapat menyusun data pokok-pokok berita

 Siswa dapat merangkai data pokok-pokok berita menjadi berita yang singkat, padat, dan jelas

 Siswa dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam menulis teks berita

E. Materi Pembelajaran

Menulis berita merupakan suatu upaya menyampaikan kabar atau sebuah informasi mengenai sesuatu hal atau kejadian dalam bentuk tertulis. Seorang penulis berita yang baik dapat menuliskan sebuah berita dengan lengkap dan komunikatif, sehingga pembaca berita dapat memahami segala sesuatu yang disampaikan dalam berita tanpa kesulitan dan tanpa adanya kesalahan tafsir. Seorang penulis berita akan memilih mana peristiwa atau perihal yang layak untuk dijadikan berita. Hal ini bertujuan agar apa yang dituliskan benar-benar bermanfaat bagi orang atau masyarakat pembaca.

(30)

unsur-unsur kelengkapan berita. Adapun kelengkapan dalam sebuah berita meliputi unsur-unsur pertanyaan terkait isi berita, yaitu apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana. Selain memerhatikan unsur-unsur

kelengkapan berita, dalam penulisan berita perlu juga kita perhatikan penggunaan bahasa yang singkat, padat, dan jelas. Hal ini juga bertujuan agar pembaca mudah memahami berita yang disampaikan.

Unsur penting dalam sebuah berita adalah 5W+1H, yaitu: - What : (apa) topik dari suatu berita apakah kejadian atau peristiwa. - Who : (siapa) pelaku penting dalam peristiwa tersebut.

- When : (kapan) peristiwa itu berlangsung.

- Where : (di mana) tempat kejadian peristiwa tersebut.

- Why : (kenapa) pertanyaan untuk mengetahui bagaimana peristiwa terjadi.

- How : (bagaimana) kejadian itu dapat terjadi.

Agar tidak ada berita yang menyimpang sebaiknya batasi dengan teras berita seperti pola piramida terbalik.

Berita dimulai dengan ringkasan atau klimaks dalam alinea pembukanya, kemudian dikembangkan lebih lanjut dalam alinea-alinea berikutnya dengan memberikan rincian cerita secara kronologis atau dalam urutan yang semakin menurun daya tariknya. Alinea-alinea berikutnya yang memuat rincian berita disebut tubuh berita dan kalimat pembuka yang memuat ringkasan berita disebut teras berita atau lead.

Lead (5W+1H)

Pengem-bangan lebih detail

Alinea 1

(31)

Penulisan dan penggunaan ejaan dalam berita harus memenuhi aturan. Pada umumnya penulisan berita tidak berbeda dengan penulisan karya tulis lainnya, yaitu harus sesuai dengan tatanan Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

Dalam penulisan jurnalistik ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu sifat tulisan jurnalistik sebagai media komunikasi massa. Kenyataan ini memberikan tekanan akan pentingnya sifat-sifat sederhana, jelas, dan langsung dalam suatu tulisan berita. Dengan demikian, bahasa jurnalistik itu harus ringkas, mudah dipahami, dan langsung menerangkan apa yang dimaksudkan.

Contoh teks berita:

Sedikitnya 5 mobil terlibat dalam tabrakan beruntun di Tol Bekasi Barat arah ke Jakarta, Rabu (26/12/2012) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Satu mobil pun ringsek akibat tertabrak kendaraan di belakangnya.

"Sekitar 15 menit yang lalu tabrakan beruntun di tol Bekasi Barat. Satu mobil yang paling depan, seperti Vios, ringsek parah ditabrak Avanza," ungkap saksi mata di lokasi kejadian, Aldino.

Meski begitu, tabrakan beruntun tersebut tidak memakan korban jiwa. Lalu lintas pun lancar tidak terjadi kemacetan panjang.

F. Model dan Metode Pembelajaran

Model pembelajaran : CTL

Metode pembelajaran : konstruktivisme, pemodelan, latihan

G. Langkah-Langkah/Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1

No. Kegiatan Waktu

1 Pendahuluan

 Kesiapan dan kehadiran siswa dicek

 Kemampuan awal siswa tentang menulis teks

(32)

berita digali sebagai kegiatan apersepsi  Siswa mendapatkan motivasi dari guru

 Siswa menyimak tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran pernah dibaca, didengar, atau dilihat

 Siswa diminta untuk mengingat berita berdasarkan pengalaman, baik pengalaman diri sendiri, maupun pengalaman orang lain

 Siswa mengerjakan latihan menuliskan pokok-pokok berita berdasarkan pengalaman sendiri atau orang lain dan merangkaikannya menjadi teks berita

 Siswa mengumpulkan hasil menulis teks berita

60 menit

3 Penutup

 Siswa mendapat kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dimengerti

 Siswa bersama guru membuat simpulan materi  Siswa bersama guru menutup pembelajaran

10 menit

Pertemuan 2

No. Kegiatan Waktu

1 Pendahuluan

 Kesiapan dan kehadiran siswa dicek

 Siswa diarahkan untuk mengingat kembali materi pembelajaran sebelumnya

(33)

 Siswa mendapatkan motivasi dari guru

 Siswa menyimak tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran

2 Kegiatan Inti

 Siswa mendapat penjelasan mengenai pokok-pokok berita

 Siswa mengamati contoh teks berita yang disediakan guru dan mencari pokok-pokok berita tersebut

 Siswa mengerjakan latihan menuliskan pokok-pokok berita berdasarkan foto yang disediakan  Siswa merangkaikan pokok-pokok menjadi teks

berita dengan memerhatikan bahasanya

 Siswa mengumpulkan hasil menulis teks berita

60 menit

3 Penutup

 Siswa mendapat kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dimengerti

 Siswa bersama guru membuat simpulan materi  Siswa bersama guru menutup pembelajaran

10 menit

Pertemuan 3

No. Kegiatan Waktu

1 Pendahuluan

 Kesiapan dan kehadiran siswa dicek

 Siswa diarahkan untuk mengingat kembali materi pembelajaran sebelumnya

 Siswa mendapatkan motivasi dari guru

 Siswa menyimak tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran

10 menit

(34)

 Siswa mendapat penjelasan mengenai bahasa yang digunakan dalam teks berita

 Siswa diminta untuk mengamati bahasa yang digunakan dalam contoh teks berita yang disediakan guru

 Siswa mengerjakan latihan menuliskan pokok-pokok berita berdasarkan foto yang disediakan  Siswa merangkaikan pokok-pokok menjadi teks

berita dengan memerhatikan bahasa berita  Siswa mengumpulkan hasil menulis teks berita

3 Penutup

 Siswa mendapat kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dimengerti

 Siswa bersama guru membuat simpulan materi  Siswa bersama guru menutup pembelajaran

10 menit

Pertemuan 4

No. Kegiatan Waktu

1 Pendahuluan

 Kesiapan dan kehadiran siswa dicek

 Siswa diarahkan untuk mengingat kembali materi pembelajaran sebelumnya

 Siswa mendapatkan motivasi dari guru  Siswa menyimak tujuan yang akan dicapai

10 menit

2 Kegiatan Inti

 Siswa mendapat penjelasan mengenai ejaan dan tanda baca dalam penulisan teks berita

 Siswa diminta untuk mengamati ejaan dan tanda baca yang digunakan dalam contoh teks berita yang disediakan guru

(35)

 Siswa mengerjakan latihan menuliskan pokok-pokok berita berdasarkan foto yang disediakan  Siswa merangkaikan pokok-pokok menjadi teks

berita dengan memerhatikan penulian ejaan dan tanda baca yang digunakan

 Siswa mengumpulkan hasil menulis teks berita

3 Penutup

 Siswa mendapat kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dimengerti

 Siswa bersama guru membuat simpulan materi  Siswa bersama guru menutup pembelajaran

10 menit

Pertemuan 5

No. Kegiatan Waktu

1 Pendahuluan

 Kesiapan dan kehadiran siswa dicek

 Siswa diarahkan untuk mengingat kembali materi pembelajaran sebelumnya

 Siswa mendapatkan motivasi dari guru

 Siswa menyimak tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran

10 menit

2 Kegiatan Inti

 Siswa mendapat penjelasan mengenai struktur penulisan dalam teks berita

 Siswa diminta untuk mengamati struktur penulisan yang digunakan dalam contoh teks berita yang disediakan guru

 Siswa mengerjakan latihan menuliskan pokok-pokok berita berdasarkan foto yang disediakan  Siswa merangkaikan pokok-pokok menjadi teks

(36)

berita dengan memerhatikan struktur penulisan berita

 Siswa mengumpulkan hasil menulis teks berita

3 Penutup

 Siswa mendapat kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dimengerti

 Siswa bersama guru membuat simpulan materi  Siswa bersama guru menutup pembelajaran

10 menit

H. Sumber dan Media Pembelajaran

1. Sumber Buku

- Maryati dan Sutopo. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 2 untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Depdiknas.

- Alwasilah, A. Chaedar dan Alwasilah, Senny Suzanna. 2007. Pokoknya Menulis. Bandung: Kiblat Buku Utama.

2. Media Pembelajaran - Teks berita - Foto esai

LEMBAR KERJA

Petunjuk Pengerjaan:

1) Tulislah identitas (nama dan kelas) pada lembar jawaban yang disediakan! 2) Tes berbentuk uraian.

3) Setelah selesai, kumpulkan lembar kerja dan lembar jawaban kembali!

1. Amatilah peristiwa-peristiwa yang ada di sekitarmu (di sekolah atau di sekitar tempat tinggalmu)!

2. Dari peristiwa-peristiwa tersebut, baik yang kamu alami atau kamu ketahui, catatlah pokok-pokok dari peristiwa itu dengan jawaban berpedoman pada pertanyaan berikut ini!

(37)

b. Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa itu? c. Kapan tepatnya peristiwa itu terjadi?

d. Di mana kejadiannya?

e. Mengapa peristiwa itu terjadi?

f. Bagaimana duduk persoalan dan penyelesaian dari peristiwa itu?

(38)

BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Nilai rata-rata kemampuan menulis teks berita siswa sebelum mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media foto esai sebesar 56,38. Tingkat kemampuan menulis teks berita siswa tersebut tergolong dalam kategori kurang sekali sampai cukup.

Nilai rata-rata kemampuan menulis teks berita siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media foto esai sebesar 74,48. Tingkat kemampuan menulis teks berita siswa tersebut tergolong dalam kategori kurang sampai baik sekali. Dengan demikian, terdapat perbedaan kemampuan menulis teks berita siswa siswa kelas VIII-E SMP Negeri 15 Bandung setelah menggunakan media foto esai.

Tingkat keefektifan media foto esai terlihat pada hasil pengujian hipotesis. Dari penghitungan ini, didapatkan data thitung (12,88) > ttabel (2,023)

pada taraf kepercayaan 95% sehingga hipotesis yang penulis ajukan dapat diterima. Dengan demikian, media foto esai efektif dalam pembelajaran menulis teks berita pada siswa kelas VIII-E SMP Negeri 15 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013.

B. Saran

Berdasarkan hasil yang diperoleh, penulis menyarankan hal-hal di bawah ini sekiranya guru hendak menggunakan media foto esai dalam pembelajaran:

1) Selain dalam pembelajaran menulis, media foto esai juga dapat digunakan dalam pembelajaran keterampilan berbahasa lainnya, seperti membaca, berbicara, dan menyimak;

(39)

3) Foto esai yang akan digunakan dalam pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan materi, serta mengikuti perkembangan berita (up to date);

4) Sebelum mengerjakan latihan, hendaknya siswa diberikan pemahaman terlebih dahulu mengenai gambar yang disajikan; dan

(40)

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, A. Chaedar dan Alwasilah, Senny Suzanna. (2007). Pokoknya Menulis. Bandung: Kiblat Buku Utama.

Apriliantri, Rizni. (2008). Penggunaan Media Foto dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Bandung Tahun Ajaran 2007/2008. Skripsi: tidak diterbitkan.

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar. (2002). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Depdiknas. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Djaali dan Muljono Pudji. (2007). Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Grasindo.

Hapsari, Ni Ketut Ayu Widyanitha. (2012). Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Eksposisi Menggunakan Media Foto Esai Jurnalistik. Skripsi: tidak diterbitkan.

Ibrahim, Idi Subandy. (2009). Kecerdasan Komunikasi: Seni Berkomunikasi Kepada Publik. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Ibrahim, R. dan S., Nana Syaodih. (2003). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Karimi, Ahmad Faizin. (2012). Buku Saku Pedoman Jurnalis Sekolah. Gresik: MUHI Press.

Kridalaksana, Harimurti. (2001). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kurniawan, Khaerudin. (2012). Belajar dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Bangkit Citra Persada.

Kusumaningrat, Hikmat dan Kusumaningrat, Purnama. (2009). Jurnalistik Teori dan Praktik. Bandung: Rosdakarya.

Nurgiyantoro, Burhan. (2009). Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE.

Rambey, Arbain. (2010). Catatan Terbuka untuk Arbain Rambey/Kompas.

(41)

//cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/09/03523542/foto.seri.dan.foto. esai. [22 April 2013].

Rambey, Arbain. (2010). Foto Komposit dalam Dunia Jurnalistik. [Online]. Tersedia:http://elearning.upnjatim.ac.id/courses/FOTOGRAFI/docum ent/Tentang_Photostory_-_Catatan_te.... [26 Maret 2013].

Rusyana, Yus. (1986). Keterampilan Menulis. Jakarta: Karunika Universitas Terbuka.

Sadiman, Arief S., dkk. (2002). Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Semi, M. Atar. (2007). Dasar-Dasar Kemampuan Menulis. Bandung: Angkasa.

Sihkabuden dan Setyosari, Punaji. (2005). Media Pembelajaran. Malang: Elang Press.

Siregar, Ashadi. (2007). Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa. Yogyakarta: Kanisius.

Sugiarto, Atok. (2006). Indah Itu Mudah. Jakarta: Gramedia.

Sugiarto, Atok. (2009). Kamus Pinter Fotografer. Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitaif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sumadiria, AS. Haris. (2008). Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature: Panduan Praktis Jurnalis Profesional. Bandung: Rosdakarya.

Tarigan, Henry Guntur. (2008). Menulis sebagai Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Triwahyono. (2012). Menulis Berita. [Online]. Tersedia: tr3wahyono.blogspot.com/2012/.../menulis-berita.htm... [26 juli 2013].

Figur

gambaran yang lebih realistis mengenai peristiwa yang akan dituliskan

gambaran yang

lebih realistis mengenai peristiwa yang akan dituliskan p.16
Tabel 3.1 Penilaian Hasil Menulis Teks Berita

Tabel 3.1

Penilaian Hasil Menulis Teks Berita p.20
Tabel 3.2 Tabel Guilford

Tabel 3.2

Tabel Guilford p.21
tabel = 95% (db)

tabel =

95% (db) p.22
Tabel 3.3 Format Penilaian Kemampuan Menulis Teks Berita

Tabel 3.3

Format Penilaian Kemampuan Menulis Teks Berita p.25
Tabel 3.4 Jumlah Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung

Tabel 3.4

Jumlah Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung p.27

Referensi

Memperbarui...