PENGUNDURAN DIRI RUMAH SAKIT DARI PROGRAM KARTU JAKARTA SEHAT DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 44 TAHUN 2009 TENTANG RUMAH SAKIT DAN PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR.

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

iv

PENGUNDURAN DIRI RUMAH SAKIT DARI PROGRAM KARTU JAKARTA SEHAT DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR

44 TAHUN 2009 TENTANG RUMAH SAKIT DAN PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR

4 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM KESEHATAN

Abstrak

Rohmadoni Nurbanatra

110110090343

Ketentuan mengenai kewajiban rumah sakit untuk mengikuti Program pemerintah tertera pada Pasal 29 ayat (1) huruf p Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit peraturan ini memberikan rumah sakit berupa sanksi administratif. Pengunduran diri 16 rumah sakit dari Program Kartu Jakarta Sehat menuai banyak kecaman publik karena dinilai tidak profesional dan merugikan masyarakat miskin selaku pengguna Kartu Jakarta Sehat. Akan tetapi pengunduran diri rumah sakit tanpa alasan, rumah sakit berdalih dengan biaya klaim yang relatif rendah menjadi kendala utama rumah sakit dalam menjalankan operasionalnya. Pemprov DKI Jakarta sebagai pihak penengah dan penentu kebijakan Program Kartu Jakarta Sehat harus mengambil tindakan agar pelayanan kesehatan dapat berjalan semestinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan yang harus dilakukan rumah sakit yang memiliki fungsi sosial dan langkah penanggulangan Pemprov DKI Jakarta terhadap kebijakan Program Kartu Jakarta Sehat.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan Yuridis Normatif, yang mana penelitian dilakukan dengan meneliti doktrin-doktrin atau asas-asas dalam ilmu hukum. Penulis menggunakan spesifikasi penelitian Deskriptif analisis yaitu menggambarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dikaitkan dengan teori-teori hukum dan praktik. Tahap Penelitian ini dilakukan dengan cara Penelitian Kepustakaan yang dilakukan dalam upaya mencari data sekunder dengan menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan yuridis kualitatif.

(2)

v

RESIGNATION OF HOSPITAL FROM PROGRAM JAKARTA HEALTHY CARD ASSOCIATED LAW NUMBER 44 OF 2009 CONCERNING THE

HOSPITAL AND PROVINCIAL REGULATION JAKARTA SPECIAL CAPITAL REGION NUMBER 4 OF 2009 ON REGIONAL HEALTH

SYSTEM ABSTRACT

The provisions regarding the obligation of hospitals to follow the government programs listed in Article 29 paragraph ( 1 ) letter p Law Number 44 Year 2009 regarding the regulation Hospitals provide hospital administrative sanctions . The resignation of 16 hospitals from Jakarta Health Card Program reap much public criticism because it is considered unprofessional and detrimental to the poor as users of Jakarta Health Card . However, the resignation of the hospital for no reason , the hospital argued that the relatively low cost of claims becomes a major obstacle in conducting hospital operations. Jakarta Provincial Government as an intermediary and policy makers Jakarta Health Card program must take action so that health services can be run properly . This study aims to determine the actions to be taken that the hospital has a social function and countermeasures against the Jakarta government policies Jakarta Health Card program .

The method used is the method of normative juridical approach , in which the study was conducted by examining the doctrines or principles of the science of law . The author uses descriptive analysis research specifications that describe the legislation in force associated with legal theories and practices . The research phase conducted by research literature conducted in search of secondary data using primary legal materials , legal materials of secondary , tertiary and legal materials . Methods of data analysis in this study uses qualitative juridical .

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...