i
Manfaat Program Persiapan Pensiun dalam Menekan Retirement Syndrome
(Studi Kasus di PT. PLN Persero Salatiga)
Tesis
Diajukan kepada
Program Pascasarjana Magister Manajemen Untuk Memperoleh Gelar Magister Manajemen
Oleh:
Marco David Liline 912016022
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA
2019
ii
iii
iv
v
vi
KATA PENGANTAR
Setiap orang yang bekerja pasti akan berada pada masa dimana dia akan pension, bagi sebagian orang pension dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan. Ada banyak perubahan-perubahan yang terjadi sehingga dianggap sebagai masa yang menakutkan, seperti perubahan status menyebabkan adanya fenomena-fenomena masa pensiun, fenomena yang pertama yakni bingung apa yang akan dilakukan ketika tidak memiliki rutinitas atau pekerjaan lagi. Kedua, kesepian dibandingkan ketika masih aktif, ketiga munculnya retirement syndrome yaitu kondisi dimana seseorang tidak siap ikhlas dan tulus ketika predikat aktivitas, kesibukan, status pekerjaan, kehormatan jabatan, harus dilepas sebab rotasi umur, system, produktivitas yang harus digantikan, sangat takut dan khawatir apabila sudah pensiun tidak dihargai dan dihormati setelah purna.
Untuk mencegah hal tersebut banyak perusahaan melaksanakan program-program persiapan pensiun dengan tujuan mensejahterakan karyawan mereka setelah pensiun. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah program persiapan pensiun yang disediakan perusahaan dapat membantu menekan retirement syndrome.
Penulis sepenuhnya menyadari bahwa dalam penulisan tesis ini masih terdapat kekurangan dan keterbatasan. Terlepas dari hal tersebut, penulis berharap semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.
Salatiga, 6 Mei 2019
Marco David Liline
vii
UCAPAN TERIMA KASIH
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya, bahwa penulisan tesis yang berjudul : Manfaat Program Persiapan Pensiun dalam Menekan Retirement Syndrome (Studi Kasus di PT. PLN Persero Salatiga), dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Tesis ini disusun sebagai tugas akhir penulis yang harus dipenuhi, sebagai mahasiswa program Strata-2 Magister Manajemen, Universitas Kristen Satya Wacana. Keberhasilan dalam penulisan tesis ini tidak terlepas dari berbagai pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan kepada penulis. Penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada :
1. Keluarga saya: Papa dan Mama serta adik-adik tersayang yang telah memberikan kasih sayang, pengorbanan bentuk materi dan semangat kepada penulis untuk menyelesaikan tugas akhir ini dengan lancar.
2. Ibu Ir. Lieli Suharti,MM.,PhD yang selama ini telah membimbing, memotivasi, menginspirasi, memberikan dukungan dan meluangkan waktu, tenaga serta pikiran untuk penulis dalam menyelesaikan tesis.
3. Seluruh Staff Pengajar Program Studi Magister Manajemen Universitas Kristen Satya Wacana yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan berbagi pengalaman praktis.
4. Mba Ira, selaku Sekretaris Magister Manajemen yang telah memberi banyak bantuan kepada penulis selama kuliah.
5. Teman-teman Magister Manajemen UKSW angkatan 33. Terimakasih atas kebersamaannya, dukungan, motivasi dan semangat yang telah diberikan.
6. PT.PLN Persero Salatiga beserta karyawan pensiunan sebagai narasumber, yang telah membantu penulis dalam memberikan informasi serta data penelitian ini.
viii
7. Semua pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu, atas dukungan yang diberikan kepada penulis selama menyelesaikan kuliah di MM UKSW.
Marco David Liline
ix ABSTRACT
This study aims to find out whether the retirement preparation program provided by the company can help suppress retirement syndrome.
In this study interviews were conducted with five retired employees of PT.PLN Persero Salatiga who had participated in the retirement preparation program provided by the company. Not only retired employees, interviews were also conducted with the PLN to find out what retirement preparation programs were provided and what the purpose of the retirement preparation program was provided.
The results of this study indicate that religious or spiritual tourism programs are more beneficial because the goals of retired employees are mostly after retirement, namely resting and enjoying periods where they do not have a lot of busyness when working, thus given a mental wealth as a provision it strengthens them, for example more resilient, more able to be grateful for the life they lived after entering retirement. The entrepreneurship training program itself has the goal of making employees more economically independent then having a busy life after retirement. This is if it is related to retirement syndrome, it can be said that the purpose of the Program can help suppress retirement syndrome if retired employees can apply what they get when they receive training when they retire well.
Keywords : Retirement readiness, Retirement syndrome, Quality of Life After Retirement, social activities after retirement, retirement preparation program.
x SARIPATI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah program persiapan pensiun yang disediakan perusahaan dapat membantu menekan retirement syndrome. Dalam penelitian ini dilakukan wawancara terhadap lima orang karyawan pensiunan PT.PLN Persero Salatiga yang telah mengikuti program persiapan pensiun yang disediakan pihak perusahaan. Tidak hanya karyawan pensiunan, wawancara juga dilakukan terhadap pihak PLN untuk mengetahui program persiapan pensiun apa saja yang disediakan serta apa tujuan dari program persiapan pensiun yang disediakan.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa program wisata religi atau kerohanian yang lebih dirasakan manfaatnya karena tujuan dari Karyawan pensiunan kebanyakan setelah pensiun yaitu beristirahat dan menikmati masa-masa dimana mereka tidak memiliki kesibukan yang banyak ketika waktu bekerja, dengan demikian diberikan suatu kekayaan mental rohani sebagai bekal itu memperkuat mereka, contohnya lebih pasrah, lebih bisa bersyukur terhadap hidup yang mereka jalani setelah memasuki masa pensiun. Program pelatihan wirausaha sendiri memiliki tujuan membuat karyawan lebih mandiri secara ekonomi kemudian memiliki kesibukan setelah pensiun. Hal ini jika dikatikan dengan retirement syndrome dapat dikatakan tujuan dari Program tersebut dapat membantu menekan retirement syndrome jika karyawan pensiunan dapat menerapkan apa yang di dapat ketika mendapatkan pelatihan-pelatihan tersebut ketika mereka pension dengan baik.
Kata Kunci : Kesiapan pensiun, Retirement syndrome, Kualitas Hidup Setelah Pensiun, aktivitas sosial setelah pensiun, program persiapan pensiun.
xi DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN……….ii
PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR………...iii
LEMBAR PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT...iv
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN AKSES...v
KATA PENGANTAR………....vi
UCAPAN TERIMA KASIH……….vii
ABSTRACT………ix
SARIPATI………x
DAFTAR ISI………...xi
DAFTAR TABEL……….xiii
DAFTAR GAMBAR………xiv
DAFTAR LAMPIRAN……….xv
BAB I PENDAHULUAN………... 1
1.1.Latar Belakang………1
1.2. Rumusan Masalah………..6
1.3. Tujuan Penelitian………...7
1.4. Manfaat Penelitian……….7
BAB II TELAAH PUSTAKA………...……… 9
2.1. Program Masa Persiapan Pensiun………...…..9
2.2. Bentuk-bentuk Program Persiapan Pensiun…………...…...9
2.3. Retirement syndrome………...10
2.4. Kesiapan Pensiun……….12
2.5. Kualitas Hidup Setelah Pensiun………....13
2.6. Aktivitas Sosial Setelah Pensiun ………..14
BAB III METODE PENELITIAN……….………..17
3.1. Jenis penelitian………..17
xii
3.2. Objek Penelitian………...17
3.3. Teknik Pengumpulan Data………...18
3.4. Teknik analisis………..19
3.5. Karakteristik Subjek Penelitian………19
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN………...21
4.1. Program Persiapan Pensiun PLN………..21
4.2. Gambaran Program Persiapan Pensiun yang di Ikuti narasumber………...24
4.3. Manfaat Program Persiapan Pensiun kepada pegawai setelah Mereka pensiun………27
4.4. Kaitan program persiapan pensiun yang diselenggarakan perusahaan dengan retirement syndrome…...………..29
4.5. Saran dari karyawan pensiunan terhadap program pension yang disediakan ………...33
BAB V PENUTUP……….37
5.1. Kesimpulan……….………..37
5.2. Implikasi Manajerial………...39
5.3. Keterbatasan Penelitian………..…………...40
DAFTAR PUSTAKA……….41
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Karakteristik subjek penelitian………..20 Tabel 4.1 Gambaran Program Persiapan Pensiun PT. PLN (Persero)…..24 Tabel 4.2 Gambaran Program Persiapan Pensiun PT. PLN (Persero)…..26 Tabel 4.3 Manfaat Program Persiapan Pensiun………28 Tabel 4.4 Manfaat Program Persiapan Pensiun………29 Tabel 4.5 Kaitan Program Persiapan Pensiun dengan
retirement syndrome……….30 Tabel 4.6 Kaitan Program Persiapan Pensiun dengan
retirement syndrome………...32 Tabel 4.7 Saran dari Karyawan terhadap program yang disediakan……34 Tabel 4.8 Saran dari Karyawan terhadap program yang disediakan……35
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1. Bentuk Program Persiapan Pensiun PLN………21
xv
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN HASIL WAWANCARA………44