PINTU KABUPATEN MERAUKE NOMOR 663/05/T_AHUN 2018
TENTANG
PENETAPAN IZIN IノINGKUNGAN ATAS KEGIATAN
PEMBANGUNAN PERKEBUNAN DAN PABRIK PENGOLへ HAN KEMPA SAttrIT(PKS) ESTATE B KAPASITAS 60 TON TBS/JAⅣ I DAN ESTATE C KAPASITAS 90 TON TBS/JttI
OLEH聞 .BIO INTI AGRINDO DI DISTRIK ULILIN KABIJPATEN MERAUKE PROVINSI PAPUA
KEP2岨りヽDINAS PENANAMAN l礎ODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTu.
Menimbang : a. bahwa rencana usaha dan/atau kegiatan Pembangllnan
Pcl・kebunan Sal、猛t (PKS) Estate B Kapasitas 60 tOn TBS/jam dan Estate C Kapasitas 90 ton TBS/jalF1 01eh
PT.Bio lnti Agl‐illdo di Dist五k ulilin Kabupatcn Meraukc mcrupakan usaha dan/atau kegiamn yal■ g、valib dilengkapi
dengan studi Allalisis Mengenai Dal■lpak Lingkungan Hidup;
b. bahwa dalam rangka pengendalian dampak pcndng terhadap lillgkungan hidup,maka Kcgiatu■ Pemballgul■all■
Perkebunan dan Pab五 k Pengolahall Kelapa Sa、、■t(PKS) Esmtc B Kapasims 60 ton TBS/jalll dan Es松 掟 C IItapasitts
90 ton TBs/jam 01ch円.Bb lnti AgHndo di Distl■【ulilin Kabupaten Mcrauke pel・l■l disusun Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ぶDAL), Ren()ana Pcllgclolaan l,ingkungan Hidup dan Rencana Pel■■antauan Lil■gkungan Hidup(RKL/RPη ;
c. bah、va terdapat pcrubahan kapasitas pab五 k pengolahan
kelapa sa、lrit yang scmula 60 ton TBS/Jal■■di Est■tc A dan IIlcnambah 2 Unit PXS ll■ asing―masing 60 1on TBS/Jam di Estatc B dan 90 tOn TBs/jalll Cli Estate C bcrdasarkan
Surat lzin Bupati Merauke
llomor
Mengingat
217/1MB/BUP/]Ⅵ RK/2015 tantta1 29 Jun1 2015 dall SK IIIIB Kolnplek PT.BIA Tahap II No.012/1MB/DPMP‐「SP/MRK/2017:
d. bah、 va berdasarkan pertlnbangan tersebut dalallll huruf a, b dan c dipandang pcrlll untuk lll■ cnCtapkan Kcputllsan Kepala Dmas Penanaman Ⅳ10dal dan PebJanan Tcrpadtl
Satu PillttL Kabllpaten Merauke.
: 1. Undang― Undang NorLlor 12 Tahun 1969 tcntang Pembentukan hOvinsi O10nOm I量 an Barat dan Kabupatcn―
Kabupatcn Otonom di Provillsi lrian Barat(Lel■ lbaran Negara Republik lndonesね Tahun 1969 Noltl■Or 47, Tallabahan Lelllbaran Negara Republik lndOncsia Nomor
2907);
2. Undang―Undang Nol■lor 21 Tahun 2001 tcnmng OtOnOll■i
Kllllsus Bagi Provinsi Papua (Lembaran Negara Tah■ ln 2001 Nolnor 135);
3.t-Indang...
6.
7.
4.
一3
8.
9.
10.
12.
13.
4
・
‖
:1:I:,L:imbahanLelllbぱ≫ I輻 優 嘗 郡 乳 9t灘
140, Tambahan Lembaran Negara Republilc lndOnesia
noll■or 5059):
選驀「 静頴 。 1器 ち 曲 ∬ 1選 聾 迅 Si犠 描猟運選警壺
臨蠍 も犠 hmLふ ∫ 兆 盤 И
Ncgara Rcpublik lndonesII Nomor 5679):
蹴 菫
菫 轟 i道 欝暴鋭詣 畿膨 ll獄 驚 難
::憲 織 11梅 讐 hr瞥 翼理:nttFPttk猾
(I£ll■bal,an Negara Republik lndollesia Tahun 2001 Nomor
153):
露 撤 WTttnW浄 鐵
鷺
:枝l♂ 嵐 n覇 跳詣 4鶏 bahan hmbattn Ntta ]霧 躍星 fenttr胸 鴫
c:Irfah鷺轟獲 縫 号 l議 窺
indoncsIた Tallun 2012 Nomor 48);
::翻 盤 nPC盟 憲
h』
盤 lr ttλ』 窯 n懲
:4g雲 蓋
(LCl■baran Ncgara Rcpublik IIldoncsia Tahun 2014 Noll■ or 333);
墨 鸞 綴
8群
驀 鮮 轟 鮮
I_embaran Ncgara Rcpublik lndOnesia Nomor 6042);
Pcraturan ンIenteri Negara lingkungan Hidup Nomor 05 Tahul1 2012輸 nttng」enis Rct■cam Usaha/atall Kegiatan
yang Wttib MCll■ iliki Dokumen AIIDAL;
Pcraturan 14cntcri Ncgara Lingkungan Hidup Nolllor 16 Tahun 2012 tcntang Pedolllan Penyusunan Dokurnen
Lingkungan I― Iidup:
Pcraturan Mcnteri Negara Liltgk‐ tlngan Hidup NO撥 or 17 Tahlln 2012 tent〔 這lg Pcdoman Kctcrlibattn ⅣIasyarakat
dakll■ Proses AⅣIDAL dan lzin Lingkungan;
*femperhatikaa
Menetapkan XESATU
KEDUA
16.
Peraturan Daer:ahprovinsi papua
Nomor23 Tahun
2013tentang
RencanaTata Ruang Wilayah
{RTRW} provinsi Papua;1.7.
Peraturan
Daerah Kebupaten MeraukeNomor 14
Tahun2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW)Kabupaten Merauke 20 1 0-2030;
18. Pe,atur,n
Rupati Merauke Nomor 68Tahun 2alg
tentang Pendelegasian Kewenangan penerbitan dan penand,atangan Perizinandan Nr:n perizinan
KepadaDinas
penanamar-lModal dan Pelayanan Perizinan Terpadu
Kabupaten Merauke;i.
Berita Acara Rapat Komisi penilai AMDALprovinsi
papuaNomor
66a I A47IBAIVII/
StrT-KOMDAI
ZAI-Bhnggal
23Juli
2018;2. surat
Persetujuan RekomendasiKepala Dinas
pengelolaLingkungan Flidup provinsi papua
Nomor66 0 / 0 I 3 i VIII / Rekom/ Set - Komd.a / 20 1 8 tangg at Z0 Agustus
2018 perihal Pemtrangunan perkebunan dan
pabrikPengolahan Kelapa
sawit
tpKS) EstateB
Kapasitas60
tonTBS/jam dan Estate C
Kapasitas90 ton TBS/jam
oieh PT.BioInti
Agrindo diDistrik Ulilin
Kabupaten Merauke;3. Dokumen Analisis Dampak Lingkungan l{iriup
iANDAL),Rencana
PengelolaanLingkungan Hidup dan
RencanaPemantauan Lingkungan Hirlup {RKL-RPL}.
MEMUTUSI{AN :
Keput-usan
Kepala Dinas penanatran Modal dan
pelayananTeipadu
satu
Pintu Kabupaten Merauke tentang penetapan IzinLingkungan Atas Kegiatan
Pembangunanperkebuna,
danPabrik
Pengolahan Kelapasawit
tpKS) trstareB
Kapasitas 60 TonTBS/Jam dan
Estatec
Kapasitas90
TonTBS/Jam
oleh PT.FiioInti
Agrindo diDistrik
uliLin Kabupaten Mer.auke provinsi Papua.Mernberikan
rzin Lingkungan Hidup Kegiatan
pembangunan Perkebunan dan Pabrik Pengolahan Kelapa saq,{t {pKS) Esiate B Kapasitas60 ton TBS/iam dan trstate c Kapasitas g0
tonTBS/jam keparla : Nama Perusahaan Jenis Usaha dan/
atau Kegiatan Penanggung Jau,ab r\lamat Pcrusahaan
Lokasi l{egiatan
PT.BIO INTI AGRINDO USAHA PERKEBUNAN DAN
PABRIK ttNGOlしへHAN KELAP/1 SAuFIT
PRESIDEN DIREKTUR KONG BYOUNG SIJN
J1/. 」じlltlial Stldillllall KaV 52-
53 Jakarta 12190
DISTRIK ULILIN KABUPATEN MERAUKE
l. Aktivitas pcnerllllaan dan pcmbhaan tcnaga kctta.
Tenaga ketta yang sudah direkrut scbanvak l.2oo
oral■g yang tel‐ di五 dari tenaga kctta pcrkCbtlnan dal■
pabrik PKS selta tenaga ketta unit― unit pendtlktlng scpcrti logisuk,tcrlnillal khusus,bcngkcl dan oflke;
Pembukaan lahan dan pcnJiapan lahan pada areal
penanall■an kelapa sa、vit efcktif sel■las 24.552 ha;
Pembibitan sclLlas 420 hektar dcngal■ llllenggtlnakall sistel■ pembibitan 2 tahap(dOuble stage ntlrscry):
Pcnanal■ lan,terbagi 2 blok_■ 7aitu blok A(esttlte A)dan blok B(cstatC B,Cstate C}.B10k A seluas 6.666,9 ha sudah tcltnanli dcngan ul■ur tanall■an palillg tua 6 ねhun (penanamal■ tahtln 2012)dan paling muda 3 tahun (penanaman tahun 2014).B10k B Selllas
17.675,37 11a, ttm■lr mnattan paiing tua 3 tahuln (penanaman tahun 2014)seluaS 2.790 ha,dan tlmur yang pa五ng lnuda l tahun(pcnananlanね hun 2017)
seluas 4.954,68 ha;
Perl■ballgullan kebun plasma yang d■ rencanakan 土
5.440 ha ata11 20%da五 areal efektit saat量 ■i sudah tcrbangun scluas l.50o ha di b10k A dan l.Ooo ha di blok C dengan uinur tanalllan plasllla pa五 rlg tua 5 tahun;
Pemeliharaan tanman untuk tanal■ ■an yang bclum menghasikan (T13M)yaitu llleliputi pell■ cliharaan
konsolidasi/1■lCnegakkan pOhOn, penvulaman,
PCInCliharaan pll‐ingan, pcmelilllal・ aan penutup tanaman,pelllupukan,penunasan dan k‐ asな asi serta pellgendalian ha■l■a penyakit, dan pelncliharaall untuk tanalllan yang slldah lllenghasilkan (T卜 1) kcgiatan yang dilakukan adalah pengendalian gulIIta, pentlnasall pelcpah,pemupukan,pelllcliharaan」alan, pengendalian hama pcnvakit;
Pemanenan kelapa sa、1■ts■ldah dapat dipanen lilnur 4 tahun, kegiatan yang dilakukan ll■ eliputi ; pclnotongan tandan buah scgar(TBs), pengumpilall brond01an, pcngangkutall TBs kc tcmpat pengumpulan hasil(TPH)dan selattutl■■a kc pabrik pengolahani
Pengangkutan TBs dcngan mcnggunakan tr■ lk kapasitas 4 ton TBS/t■ ‐ip. 2へrinada angkutan yang
tersedia 10 uniti
Opcrasional pabrik (pengOlahan TBs mcFliadi
CPO/Crtlde Palll■ Oil).Pelllbangunan pabl‐ ik kapasitas
60 ton TBS/jam pada 10kasi esttttc A dan tehh
bcfopcI`asi sclalna l,5 tahun l■elavani l`ss dan kebun PT.BIA dan juga TBS yang bcrasal da五 Pcrkcbunan sekitar dengan total TBS 87.772,b60 ton,selal■」utnVa CPO dibawa ke tallgki peninbunaln CpO di pelabllhan khusus di telDi Sungai digoel:
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
stasiun pclllebah, stasiun kempa, stasilln pemurnhn lnlllvak,住11■gki pc]nisah,■tt―plt,pengutlpan lnti(lal■
pengcI・lngan;
ll. Pengelolahan lilllbah mcliputi ; pcngc101ahan lill■■bah
refil■ett dlal静kan kc dalaln kolalll penalllpllng,
pellgclolaan lilnbah caJl dengan sistellll aerasi― aerobik,
penge101aan lilllbah padat dcngan sistein pengOInposan dan pengeloiaan llmbail gas dengan memasang dust cO■ ector pada cerobong boiler sebagai
pel■angkap ctebll, pengelolaan lilllbah B3 akan dikunlpukan sclllcntara dall dikemas untuk‐
discrahkan kcpada pillak kcuga(pengohh lilnball B3), pengelolaan llninyak pelumas amu oli bckas,
pengc101aan kcselalllatan dan kealllanan kctta(K3);
12. Aklllltas bengkel dan penggtlnaan genset;
i3. Pembangunan sarana prasarana meliputi l kantOr, Incss, barak tcnaga kctta, gudang, bcngkcl, rumah
gcnset dan saral■a ulnulll;
14. Penvedttan air prOdllksi dal■ ail・ bcrsih, Sumbcr aむ berslh darl sungal Bian dan sulll■ lr b01`, kelll■■ldian
dital■lpung pada kolaln pcnampungan kapasitas
6.000111■3, schillgga dapat lnclllcnuhi kebutuhan air pabrik PKS seしcsar l,21113/tOl■ TBS yang di01ah;
15, csR (COrporate social responsibilit■‐)tlan kC■litraan
inti―plasma meliputi : pengerllbangan llsaha
produktit pcngelllbangan pertanian lnel■ etap,
pcillbel・ian bantuan sarana prasarana umull■, kcgiatan sosial budava dan bantuan pcl禅 anan
pel■didikan scrta keschaねn l■■asyarakat.Kampung
yang mettadi Sasaran pelllbi■ laan adalah kampung
Kil■diki dan klampung Selil.
b.Addcndum/Perubahan tambahan kapasitas pabrik‐ yang
sεlnula 60 ton TBS/jalll di cstate A n■ c]町adi 210 tOl■
TBS/Janl pada 2 unit PKS lnasirlg― inasing 6Cl torl TBS/ja■ ll di esintt B dan 90 toll TBS/jarl■ di cslntc C,rellcana kegiatall yang akan d重aksanakan adalah:
1. Tallap kOnstruksi 131elipu五 i rekruitlncn tenaga kctta
konstruksi dan opcrasi tahap konsttuksi PKS 350
orang dan tll■tuk tenaga ketta OpcrasiOnal PKS 185
ol■ng,lllobilisasi pel・alamn dan matel‐ial(dumpなuk,
cxcavator, kOmprcsor, bcsi, mesin― mesin d■),
pcnyiapal■ lahan(PKS esttlte B seluas 10 ha dan PKS esttltc C scluas 10 ha), kOnstruksi bangunan PKS
{pCl■bangunan pondasi dan sむ uktllr ba、lrah―atas), ilts桜1lasi dan pcmasangan meslll―mCSin, kOnstr■lksi
bangunan
ねs通itts penulliang むClllbaねn timballg, penenmatrtn TBS dan penlll■ bangan,sttsiun rcbusan, shsitln pelepasan Ъtlah, stasi■ln kclmpa, stasiunklarilkasi,stasiun dcpartta耳 )il■g,stasilln pcngutipan
ibadah dan pos Jaga), pembanglinan IPAL dcnganpat sistclil ketta scCara anacrobicN/aCrObit・ 10kasi ± 200
■lcter da五 PKS, pembangunan saralla air bcl・ sih bersunllber da亘 sungai ンlandolal dan sulllllr bOr dengan kOkllll penampungan 200 11■ x 186 1n x 6 m yang malllpu lllenJiapkan cadanga■ l ail・ selama 3 bulan untuk kebutuhan air pabl・ik PKS l,443/haI‐L;
Tahap Opcrasi, mcliputi i pcngOpcrasian pabrik PKS むembamn timbang, un10ading rall■ p, stasiun perebusan,stasiun penebah,stasilll■ kempa, stasiun
pemulllian llolnyak, tallgki pcll■ isah, 食tt_pit,
pcngutipan inti dan pengeringan, pcmcliharaan pabrk PKS (prediCtif ll■ aintnal■cc, preVCntive lllaintenancc, cOnrective mall■tenance), pengangkutan dan pettualar. cPo dan kerloel ll■ enggullakan kcndaraan khustls rllelalui jahn perusahaan]mel■ tt■l
pchbuhan khusus/tangki timbun di tepi sungai Digocl dan kcmudian lllenggunakan kapal htlt ke puklu」a、va,aktifltas bengkcl dan penggunaan gensct, pcngelolaan yang dil・encanakan (pengelolaan limbah
rcincnr dialil・kan ke dalam kOklln penall■pung,
penge101aan lilllbah cail‐ dengan sistem aerasi―
acrobik), pengclolaan limbah padat dcngan sistcm pcngolllposall dan pcngelolaan limbah gas dcngall
ll■emasang dust collectOr pada cerobOllg bOiler scbagai
penangkap debu, pel■ge101aan lirl■bah B3 akan
dikull■pulkan scmentara dan d量 emas untllk discrahkan kcpada pihak kctiga/pengohh lilllbah B3, pellgelolaall lninyak pelumas atau Oli bckas, pengelolaan keselaFnatan dan kcamanan kctta/K3;
Tahap Pasca Operasi, l■■eliputi : pell■utusan hubungan kctta,dCmObilisasi pcralatan dan matenal, pcngcmbalian tanah dan ttanlan kepada
peJmerintth,
Penanggung ja、 Fab usaha dan/ata■ l kcgiatan, dalam inclaksanakan kcgiatannva Nttib melakukan pcngc101aan dan
PCl■■a■■tauan l■llgkungan hidup sebagailnana dalall■ lall■pむan
yang inerupakan bagian yang tidak tel‐ pisahkan dall‐i kep■ltusan
■l■i.
Pcnanggung ja、vab usaha dan/atau kcgiatan dalalll
l■lehksanakan kegiatannva wttib memilikj izill perlmdungan
dan pcngelolaan lingk― ungan llidup.
Dalal■l pel■llbe五an pcrizinan sebagalll■
ana dinaksud dalam
■lktum KELIⅣIA,Insね nsl pelnberi izm蒻魁1lb menggtlnaka量 レin hngkungan scbagai dasar pcncrbitan izin daklln pclaksanaan
kegiatan sebaga■lBana di■l■aksud dala■l■ diktum KETIGA.
2.
3.
KEEMPAT
KELIMA
XEENAM
XEDELAPAN
KESEMBILAN
XESEttLUH
XESEBELAS
XEDUABELAS
XETIGABELAS
澱 lgttriご
2鑑 戦 I椒 ]職
私 £翼炒 呻 姻
terhadap lilnbah_lilllbah va
i:
羊
[I:l:i[:ょ斧
lllili3道ζ
ttldiliIIlattl里曇
fa lltasyarakat iruh kegiaね n penge101aall lingkungan yang dilakukan terkait dengan keglttan―kcgiatan tcrscbut.
Penerbitanセセl sebagaill■ana dinlaksud dalalll diktllnl KEENAン
1
蹴
ilttlll:F購選 」 壼 習
:i通`gala kcwajiban yang tcrcantulil dalam Pcnanggung jatt_b usalla dan/atall kcgiatan ミミlibllRcnyali■paikan tel■lbusan hporal■
pchksanaan kcNゝ
liban臨 ∫霊rta枷臨 紺鷺穏 L鷺 糧 胤 電聾
Pcnanggung 」aNヽb usaha dan/atau kegiatan 磯餞jib
i鸞 酢轟 鵬‰靱n setclah selcsai pehksanaan
■yang lllel■lbidangi scbagallltana tcrcantunl dalam lainpiran keputusan ini.
Pcnanggung jatt‐
b usaha
dan/atau kegiamn wttibl■lenvarlllpaikan lapOran pelaksanaa■ pcrsvaratcrtn dan ke、 valiban
I鑑 1臨 Ⅷ 盤 鮮 驚■∬ Littξ鶴 織
I
Hidup Kabupaten Ⅳlerauke.
Apabila dalalll pelaksanaan usaha dan/atau kcgiatan tilllbul
l織 蹴 瑠 轟 ξ ttξ ittlawl謂
鷹 iI勝 麗姜
nlchporkan kcpada instansi l
diktunl KESEⅣIBILttN dan diktulll KESEPULUH palil■ g iama 30 (tiga puluh)hari ketta Sttak
営 猶苦 雑 hi:鷲 ユ ニ 絶 L.dampak
lingkungan hidup diluar danlpa
Penanggung jawab lLSaha dan/aねtl keglatan walib mel.gttukan perll10hOnall perubahan レin lingkul■gan apabila telJadi
pcl■lballan atas IヽcllCana ■lsaha dan/atau kcgiattrtn dan/atau oleh sebab lail scsuai dellgan k五 teria perubahan yallg tercantllm dalam pasa1 50 Peraturan Pcl■cri重ねh Nomor 27
Tahll■ 2012 tcl■tang lz1l Lillgkllilgan.
Kcputusan ini dapat dibatllkan apab重 a dikell■udねn hari
diteinukan pelanggaran scbagalnlana tercantuln dalall■ Pasa1 37 ayat(2)Undang―Undang 32 Tahlin 2009 tel■ねng Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidllp.
顧EEMPATBELAS
KELIMABELttS...
=EE薦刷 BELAS EETUJUHBELAS XEDELAPANEELAS
Tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan
Lilgkungan
Hidup.Keputusan ini berlaku sama
clenganmasa berlakun'ra izin
usahadanlatau
kegiatan.Keputusan
ini
mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.Apabiia dikemudian hari ternvata terdapat kekeliruan
claramkeputusan ini akan dilakukan perbaikan
sebagairnana mestinva..Ditetapkan di Merauke
Pacia tanggal, 05 Desember 2018
盟 TI MERAUKE
;INAン
RAMLl,SE,M.Si BINA UTAMA MUDA NIP.196803121992081002
SAI′INAIN Keplltusan il■ i disalnpa■an Kcpada Yth i l.Mcnteri Dalaln Negcl‐ i Rcpublik lndonesia di」 akartal
2.I1/1cntcri Lilrlgkungan Hidup dan Kchutanan Rcptlblik lndonesll di」 akaia;
3. Gubernllr Paplla di Jttapura;
4.Ketl,a DPRP Provinsi Paplla ditJa■ rapllral
5。 Kepala Dinas Pengclokt Lillgkungan Hidup Provi■lsi Papua di」 ayapural 6. Kepala Dmas Pcrkebul■an Provinsi Papua di」 ayapura;
7.KcPala Dillas Lil■ gkungan Hidup Kabupatcn ⅣIeratlkc di ⅣIcrauke;
8.Kcpala Dinas Pcrねnian Kabupatcn ⅣIcraukc diンlerauke,
6.1. RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Pengelolaan Lingkungan Hidup terhadap dampak-dampak penting dan tidak penting akibat kegiatan Pembangunan Pabrik PKS PT. Bio Inti Agrindo, Distrik Ulilin, di Kab. Merauke, Prov. Papua dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dampak penting yang dikaji pada dokumen Adendum ANDAL.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup memuat upaya-upaya mencegah, mengendalikan dan menanggulangi dampak penting lingkungan hidup dan dampak lingkungan hidup lainnya yang bersifat negatif dan meningkatkan dampak positif yang timbul sebagai akibat dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. Dalam pengertian tersebut, upaya pengelolaan lingkungan hidup antara lain mencakup kelompok aktivitas sebagai berikut:
a. Pengelolaan lingkungan yang bertujuan untuk menghindari atau mencegah dampak negatif dari rencana usaha/kegiatan terhadap lingkungan hidup,
b. Pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk menanggulangi, meminimasi, atau mengendalikan dampak negatif baik yang timbul pada saat usaha dan/atau kegiatan; dan/atau c. Pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat meningkatkan dampak positif sehingga dampak
tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar baik kepada pemrakarsa maupun pihak lain terutama masyarakat yang turut menikmati dampak positif tersebut.
Rencana pengelolaan lingkungan hidup yang meliputi dampak lingkungan yang dikelola, sumber dampak, indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup, bentuk pengelolaan lingkungan hidup, lokasi pengelolaan lingkungan hidup, periode pengelolaan lingkungan hidup serta institusi pengelolaan lingkungann hidup yang terdiri dari pelaksana pengawas dan penerimaan laporan.
Dari hasil evaluasi, daftar Dampak Penting dan Dampak Tidak Penting namun harus dikelola dan dipantau yang ditimbulkan oleh kegiatan Pembangunan Pabrik PKS PT. Bio Inti Agrindo, Distrik Ulilin, di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Dampak Tidak Penting namun harus dikelola dan dipantau adalah dampak penurunan sanitasi lingkungan yang ditimbulkan oleh pengoperasian pabrik PKS. Daftar dampak-dampak yang harus dikelola dan dipantau selengkapnya disajikan pada Tabel 6.1
NO KEGIATAN/ SUMBER DAMPAK DPH/DPTHKP
A. KONSTRUKSI I. Dampak Penting
A.1.1 Rekrutmen Tenaga Kerja 1. Peningkatan Kesempatan Kerja dan Berusaha 2. Peningkatan Pendapatan Masyarakat.
3. Timbulnya Persepsi dan Sikap Positif Masyarakat A.1.2 Penyiapan Lahan 1. Penurunan Kualitas Udara
2. Peningkatan Kebisingan
3. Penurunan Kualitas Air Permukaan 4. Gangguan Biota perairan
A.1.3 Konstruksi Bangunan PKS 1. Penurunan Kualitas Udara 2. Peningkatan Kebisingan A.1.4 Instalasi/Pemasangan mesin-mesin -
A.1.5 Konstruksi Bangunan Fasilitas
Penunjang -
II. Dampak Tidak Penting
A.2.1 Penyiapan Lahan 1.Peningkatan Laju Erosi
2.Peningkatan Laju Aliran Air Permukaan (Run Off) 3. Gangguan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) A.2.2 Konstruksi Bangunan PKS 1. Timbulan Limbah Padat
2. Timbulan Limbah Cair 3. Timbulan Limbah B3
4. Gangguan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) A.2.3 Instalasi/Pemasangan Mesin-mesin 1. Timbulan Limbah Padat
2. Timbulan Limbah Cair 3. Timbulan Limbah B3
4. Gangguan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) A.2.4 Konstruksi Bangunan Fasilitas
Penunjang
1. Timbulan Limbah Padat 2. Timbulan Limbah Cair 3. Timbulan Limbah B3
4. Gangguan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)
B OPERASI
I. Dampak Penting
B.1.1 Pengoperasian Pabrik PKS 1. Penurunan Kualitas Udara 2. Peningkatan Kebisingan 3. Timbulan Limbah Cair
4. Penurunan Kualitas Air Permukaan 5. Munculnya Kebauan
7. Timbulnya Persepsi dan Sikap Negatif Masyarakat B.1.2 Pemeliharaan Pabrik PKS 1. Penurunan Kualitas Air Permukaan
2. Gangguan Biota Perairan B.1.3 Pengangkutan TBS, CPO dan Kernel 1. Penurunan Kualitas Udara
2. Perubahan Pola Penyakit (Peningkatan Kejadian ISPA) B.1.4 Aktivitas Bengkel dan Penggunaan
Genset 1. Penurunan Kualitas Udara
2. Peningkatan Kebisingan II. Dampak Tidak Penting
B.2.1 Pengoperasian Pabrik PKS 1. Timbulan Limbah Padat 2. Timbulan Limbah B3 B.2.2 Pemeliharaan Pabrik PKS 1. Timbulan Limbah Padat
2. Timbulan Limbah Cair 3. Timbulan Limbah B3 B.2.3 Aktivitas Bengkel dan Penggunaan
Genset 1. Timbulan Limbah B3
C. PASCA OPERASI I. Dampak Penting
C.1.1 Pemutusan Hubungan Kerja 1. Penurunan Kesempatan Kerja Dan Berusaha 2. Penurunan Pendapatan Masyarakat
3. Timbulnya Sikap Dan Persepsi Negatif Masyarakat II. Dampak Tidak Penting
C.2.1 Pengembalian Tanah dan Tanaman
Kepada Pemerintah Timbulnya Sikap dan persepsi positif masyarakat
Matriks rencana pengelolaan lingkungan hidup yang dapat dilihat pada Tabel 6.2. Sementara Peta Lokasi Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup disajikan pada Gambar 6-1.
Hidup Hidup Hidup I. DAMPAK PENTING (DP) DAN DAMPAK TIDAK PENTING YANG HARUS DIKELOLA (DTPHKP)
A. TAHAP KONSTRUKSI A.1. DAMPAK PENTING (DP)
1 Kegiatan Rekruitmen Tenaga Kerja 1.1 Peningkatan
Kesempatan Kerja Dan Berusaha
Rekruitmen tenaga kerja konstruksi dan operasi PKS
Jumlah tenaga kerja orang Papua asli secara bertahap, mencapai 70% dari seluruh tenaga kerja (Perda Prov Papua No 4 Tahun 2013 tentang
penyelenggaraan ketenagakerjaan)
a. Menginformasikan secara terbuka tentang penerimaan tenaga kerja terutama memasang pengumuman di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Trans. Kabupaten Merauke.
b. Prioritas penerimaan tenaga kerja lokal sesuai kualifikasi dan kebutuhan di sekitar lokasi kegiatan (Kec. Ulilin dan sekitarnya);
c. Bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Dan Trans.
Kabupaten Merauke dalam penerimaan tenaga kerja.
Kantor PT BIA Merauke dan Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Kab Merauke
Minimal 1 x sebelum recruitment TK
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Kab. Merauke
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Hidup Hidup Hidup
Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Kab Merauke.
Periode pelaporan 6 bulan sekali 1.2 Peningkatan
Pendapatan Masyarakat
Dampak lanjutan dari kesempatan kerja dan berusaha
(pembayaran gaji/upah para pekerja)
1. Pendapatan Masyarakat > Nilai UMP Prov. Papua tahun berjalan.
2. Tunjangan karyawan sesuai dengan status dan jabatnnya.
a. Pembayaran gaji/upah para pekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku/UMK (Keputusan Gubernur Papua Yang Berlaku)
b. Dalam pengupahan, perusahaan memperhatikan:
1) Upah minimum;
2) Upah kerja lembur;
3) Upah tidak masuk kerja karena sakit;
4) Upah tidak masuk kerja karena melakukan kegiatan lain di luar pekerjaannya;
5) Upah karena menjalankan hak waktu istirahat kerja.
c. Setiap pekerja berhak untuk memperoleh BPJS
ketenagakerjaan
d. Bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial dan dinas-dinas terkait dalam
Dilakukan di kantor dan seluruh basecamp PT. BIA (estate B dan C)
Selama tahap rekrutmen tenaga kerja
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Kab. Merauke
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Hidup Hidup Hidup penentuan pembayaran
gaji/upah dan biaya penyedia jasa tenaga kerja yang wajar.
Kab Merauke.
Periode pelaporan 6 bulan sekali 1.3 Timbulnya Sikap
dan Persepsi Positif Masyarakat
Dampak Lanjutan dari Peningkatan
Kesempatan kerja dan Berusaha
> 90 % masyarakat adat berpersepsi positif terhadap kehadiran perusahaan.
a. Prioritas penerimaan tenaga kerja lokal sesuai kualifikasi dan kebutuhan di sekitar lokasi kegiatan (Kec. Ulilin dan Muting);
b. Memberikan informasi secara terbuka dan transparan warga tentang jumlah dan spesifikasi tenaga kerja yang diperlukan selama tahap konstruksi maupun operasi melalui papan
pengumuman.
c. Melakukan pelatihan di bidang keterampilan teknik untuk menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan pada tahap operasi nantinya
d. Melakukan kerjasama dan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja, pimpinan pemerintah daerah (distrik), tokoh-tokoh masyarakat, dan pihak terkait dalam proses penerimaan tenaga kerja.
e. Memperhatikan hak-hak tenaga
Kampung Selil dan Kindiki Distrik Ulilin Kab Merauke
Selama tahap rekrutmen tenaga kerja
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Kab. Merauke
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Kab Merauke.
Hidup Hidup Hidup kerja sesuai ketentuan
perundangan yang berlaku (UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan);
f. Setiap pekerja berhak
memperoleh penghasilan yang layak bagi kemanusiaan, sekurang-kurangnya upah pekerja sesuai dengan Upah Minimum Provinsi yang berlaku;
atau tidak boleh lebih rendah atau bertentangan dengan ketentuan pengupahan yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
Periode pelaporan 6 bulan sekali
2 Penyiapan Lahan 2.1 Penurunan Kualitas
Udara Penyiapan lahan Parameter udara ambien tidak melebihi baku mutu berdasarkan baku mutu.
a. Penggunaan alat berat yang layak operasi, yang tidak menimbulkan emisi gas buang yang melampui standar/ baku mutu.
b. Untuk pengangkutan material / sampah menggunakan kendaraan berpenutup penutupan truk menggunakan terpal agar material yang mudah beterbangan dapat dihindari,
Tapak Proyek PKS Estate B dan C
Dilakukan selama kegiatan
penyiapan lahan berlangsung
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Hidup Hidup Hidup c. Melakukan penyiraman jalan di
lokasi permukiman secara berkala mengingat jalan belum diaspal.
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali 2.2 Peningkatan
Kebisingan Penyiapan lahan Intensitas tingkat kebisingan tidak melebihi baku tingkat kebisingan permukiman 55 dBA
a. Penggunaan alat berat yang layak operasi, yang tidak kebisingan yang melampui standar/ baku mutu.
b. Penggunaan alat berat yang tidak bersamaaan sehingga mengurangi intensitas kebisingan yang timbul.
c. Tidak melakukan kegiatan pada jam-jam istirahat pekerja/
karyawan.
Tapak Proyek PKS Estate B dan C
Dilakukan selama kegiatan
penyiapan lahan berlangsung
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Hidup Hidup Hidup Periode pelaporan 6 bulan sekali 2.3. Penurunan Kualitas
Air Permukaan Penyiapan Lahan Parameter TSS
memenuhi baku mutu PP No 82 Tahun 2001 Tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.
Khusus : Kualitas Air Sungai Isau dan Mandom:
a. Membangun tanggul penahan dan tandon penampung air di sempadan sungai Isau agar limbah cair / aliran air permukaan tidak langsung masuk ke badan air, melainkan melalui tandon kemudian ke badan air.
b. Membuat jebakan sedimen (sediment trap) agar tanah urugan tidak hanyut terbawa ke badan air sungai Isau dan Mandom serta anak sungainya yang dekat dengan proyek.
c. Tidak melakukan aktifitas pembukaan lahan pada jarak minimal 20 m dari tepi sungai Isau termasuk pembangunan pemukiman pekerja dan kagiatan lain yang membuka lahan.
d. Membebaskan sempadan sungai Isau dan Mandom dari kegiatan pemupukkan, penggunaan zat kimia; dan
- Tapak Proyek Pembangunan PKS Estate B dan C.
- Sempadan sungai Mandom dan sungai Isau
Dilakukan selama kegiatan
penyiapan lahan
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali
Hidup Hidup Hidup kegiatan lain yang
mermungkinkan terjadinya pencemaran terhadap air sungai, dan melakukan penanaman pohon dan penutup lahan agar dapat menjadi buffer antara sungai dan aktifitas perkebunan.
e. Menyediakan tempat penampungan limbah dari penyiapan lahan sementara di sekitar lokasi proyek
pembangunan Pabrik PKS Estate B dan C.
f. Membebaskan sempadan suangi Isau dan Mandom dari kegiatan perkebunan kemudian melakukan penanaman tanaman kayu yang kelak berguna untuk perlindungan sempadan sungai Isau dan Mandom.
2.4. Gangguan Biota
Perairan Penyiapan Lahan Minimal sama dengan kondisi Rona
Lingkungan Hidup Awal (RLA): jenis plankton yang terdapat di perairan sungai areal studi berkisar antara 4-8 taxa dengan jumlah individu 13478
Pengelolaan Biota Air:
Terpadu dengan pengelolaan dampak penurunan kualitas air permukaan
Sungai Mandom
dan Isau Selama Tahap pembangunan bangunan Fasilitas Penunjang berlangsung
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Hidup Hidup Hidup – 1115019 ind/m3,
keragaman berkisar antara 0,42 – 1,56.
Dari hasil ini menunjukan kelimpahan, keseragaman, dan keragaman
fitoplankton tergolong sedang sampai rendah
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali
3 Konstruksi Bangunan PKS 3.1 Penurunan Kualitas
Udara Konstruksi Bangunan
PKS Konsentasi paramater
kunci udara ambien yaitu TSP dan CO dibawah baku mutu mengacu pada Baku Mutu Udara Ambien
a. Melakukan penyiraman di ruas jalan di sekitar tapak proyek secara berkala khususnya pada musim kemarau.
b. Mengurangi batas kecepatan kendaraan angkutan kegiatan konstruksi hingga 20 km per jam jika melintasi mess karyawan dan perkantoran.
c. Pembuatan kolam pembersihan (trap soil) untuk ban kendaraan bermotor pada saat keluar dari tapak proyek.
d. Mewajibkan seluruh pekerja yang berada di lokasi kegiatan menggunakan masker.
Area proyek yang berbatasan langsung dan/atau berdekatan dengan permukiman
Selama kegiatan konstruksi bangunan PKS
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Hidup Hidup Hidup Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali 3.2 Peningkatan
Kebisingan Konstruksi Bangunan
PKS Intensitas kebisingan
yang terjadi tidak melebihi Baku mutu Tingkat Kebisingan
a. Memasang pagar di sekeliling area pembangunan pabrik dengan seng setinggi sekitar 3 meter.
b. Penggunaan alat berat yang layak operasi, yang tidak kebisingan yang melampui standar/ baku mutu.
c. Tidak melakukan kegiatan pada jam-jam istirahat pekerja/
karyawan.
Area tapak proyek pembangunan pabrik PKS
Dilakukan selama kegiatan
konstruksi bangunan PKS
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali
Hidup Hidup Hidup A.2. DAMPAK TIDAK PENTING HIPOTETIK YANG DIKELOLA (DTPHKP)
1 Kegiatan Penyiapan Lahan 1.1 Peningkatan Laju
Erosi Penyiapan Lahan Partikel tanah dari penyiapan lahan tidak terbawa ke badan air
a. Pembuatan tanggul buatan sementara untuk mencegah laju aliran permukaan membawa partikel tanah ke badan air (sungai)
b. Mengatur penjadwalan
penyiapan lahan tidak dilakukan saat musim hujan
Area tapak proyek pembangunan pabrik PKS Estate B dan C
Dilakukan selama kegiatan
penyiapan lahan
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali 1.2 Peningkatan Laju
Aliran Air Permukaan (Surface Run Off)
Penyiapan Lahan Genangan air di wilayah sekitar proyek dan dalam tapak proyek dapat dikendalikan sehingga tidak terjadi genangan dan banjir
Pembuatan beberapa saluran drainase baru di sekitar lokasi pabrik untuk mengurangi limpasan permukaan dengan dimensi yang cukup untuk menampung debit aliran setidaknya sebesar 42
Area tapak proyek pembangunan pabrik PKS Estate B dan Estate C
Dilakukan selama kegiatan
penyiapan lahan
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Hidup Hidup Hidup
m³/detik. Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali 1.3 Gangguan
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)
Penyiapan Lahan 1. Tidak terjadinya angka kecelakaan kerja 2. Adanya kerjasama
dengan Pemerintah Daerah (instansi terkait) dalam kegiatan pengelolaan
lingkungan.
Pendekatan Teknologi:
a. Pengendalian kecelakaan kerja mengacu pada pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), PP Nomor 50 Tahun 2012.
b. Pengendalian kecelakaan kerja mengacu pada pedoman tentang Alat Pelindung Diri (APD), Permenaker Nomor 08 Tahun 2010.
Pendekatan Institusi : a. Membentuk organisasi
pengelolaan lingkungan terkait aspek K3 yaitu P2K3 yang
Di areal
perkebunan dan pabrik kelapa sawit PT. BIA
Periode pengelolaan lingkungan dilakukan selama tahap operasi berlangsung, frekuensi pengelolaan minimal 2x dalam setahun
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Kab. Merauke
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima
Hidup Hidup Hidup terintegrasi dengan struktur
organisasi perusahan.
b. Melakukan kerjasama dengan Pemda terkait (DPLH Prov.
Papua, Disnakertrans Prov.
Papua, Disnakertrans Kab.
Merauke).
Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Kab Merauke.
Periode pelaporan 6 bulan sekali 2 Konstruksi Bangunan PKS
2.1 Timbulan Limbah
Padat Konstruksi Bangunan
PKS Tidak adanya limbah
kosntruksi dan ceceran sampah domestic yang menyebabkan munculnya vector penyakit seperti lalat, kecoa maupun tikus
a. Menyediakan tempat/bak sampah dan TPS untuk tempat penampungan sementara sampah domestik dan bahan- bahan sisa material dengan bahan yang kuat/awet dan tidak mudah rusak
b. Pemasang papan peringatan seperti “JAGALAH
KEBERSIHAN” di lokasi-lokasi sumber sampah
c. Pengumpulan sampah secara rutin setiap hari dan
pengangkutan ke TPS secara rutin.
TPS Limbah Domestik di Lokasi tapak proyek Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan Estate C
Setiap hari selama pelaksanaan konstruksi bangunan PKS pendukung berlangsung
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Hidup Hidup Hidup Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali 2.2 Timbulan Limbah
Cair Konstruksi Bangunan
PKS Limbah cair dari
konstruksi dikelola dengan baik, tidak masuk ke badan air
a. Melakukan pengelolaan air limbah cair domestic melalui penyediaan WC/Toilet dengan septic tank bagi pekerja b. Pembuatan tanggul buatan
sementara untuk mencegah laju aliran permukaan membawa partikel tanah ke badan air (sungai)
TPS Limbah Domestik di Lokasi tapak proyek Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan Estate C
Setiap hari selama pelaksanaan konstruksi bangunan PKS pendukung berlangsung
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali 2.3 Timbulan Limbah
B3 Konstruksi Bangunan
PKS Limbah B3 terpilah
dengan baik, pengelolaan Limbah B3 umum sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan
a. Menyiapkan personil/ bagian yang terintegrasi dengan struktur organisasi Kebun dan Pabrik PKS, yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan Limbah Padat, Limbah Cair, Limbah B3 b. Melakukan sosialisasi kepada
TPS Limbah B3 di Estate B dan C
Di Lokasi tapak proyek
Pembangunan Pabrik PKS
Setiap hari selama pelaksanaan instalasi mesin
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Hidup Hidup Hidup Beracun terkait
pengelolaan dan waktu penyimpanan.
pekerja untuk pemilahan limbah padat jenis LB3 cair maupun padat melalui stiker, spanduk maupun peraturan bagi petugas) c. TPS limbah B3 harus dilengkapi
dengan simbol, APAR, P3K kit, saluran komunikasi dan call center)
d. Melakukan pencatatan pada logbook neraca limbah B3 harian e. Menempatkan barang-barang
bekas yang mengandung B3 ke TPS Limbah B3 sesuai dengan PP 101 Tahun 2014.
Estate B dan
Estate C Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali 2.4 Gangguan
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)
Konstruksi Bangunan
PKS 1. Tidak terjadinya angka
kecelakaan kerja 2. Adanya sosialisasi ke
karyawan untuk peningkatan pengetahuan terkait norma-norma keselamatan kerja.
3. Adanya kerjasama dengan Pemerintah Daerah (instansi terkait) dalam kegiatan pengelolaan
lingkungan.
Pendekatan Teknologi:
a. Pengendalian kecelakaan kerja mengacu pada pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), PP Nomor 50 Tahun 2012.
b. Pengendalian kecelakaan kerja mengacu pada pedoman tentang Alat Pelindung Diri (APD), Permenaker Nomor 08 Tahun 2010.
Pendekatan Sosial Ekonomi:
a. Sosialisasi ke karyawan untuk peningkatan pengetahuan terkait
Di Lokasi tapak proyek
Pembangunan Pabrik P_KS Estate B dan Estate C
Periode pengelolaan lingkungan dilakukan selama tahap operasi berlangsung, frekuensi pengelolaan minimal 2x dalam setahun
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Kab. Merauke
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Hidup Hidup Hidup norma-norma keselamatan kerja.
Pendekatan Institusi : a. Membentuk organisasi
pengelolaan lingkungan terkait aspek K3 yaitu P2K3 yang terintegrasi dengan struktur organisasi perusahan.
b. Melakukan kerjasama dengan Pemda terkait (DPLH Prov.
Papua, Disnakertrans Prov.
Papua, Disnakertrans Kab.
Merauke).
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali
3 Instalasi/Pemasangan Mesin-mesin 3.1 Timbulan Limbah
Padat Instalasi/Pemasangan
Mesin-mesin Tidak adanya
timbulan/ceceran sampah domestic yang bersumber dari sisa kegiatan instalasi
a. Menyediakan tempat/bak sampah dan TPS untuk tempat penampungan sementara sampah domestik dan bahan- bahan sisa material dengan bahan yang kuat/awet dan tidak mudah rusak
b. Pemasang papan peringatan seperti “JAGALAH
KEBERSIHAN” di lokasi-lokasi sumber sampah
c. Pengumpulan sampah secara rutin setiap hari dan
pengangkutan ke TPS secara rutin.
TPS Limbah Domestik Di Lokasi tapak proyek
Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan Estate C
Setiap hari selama pelaksanaan konstruksi bangunan PKS pendukung berlangsung
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Hidup Hidup Hidup Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali 3.2 Timbulan Limbah
Cair Instalasi/Pemasangan
Mesin-mesin Limbah cair saat instalasi
dikelola dengan baik a. Melakukan pengelolaan air limbah domestic melalui penyediaan WC/Toilet dengan septic tank
b. Memasang pengumuman
“Buang Air Tidak Sembarang Tempat”
c. Pembuatan tanggul buatan sementara untuk mencegah laju aliran permukaan membawa partikel tanah ke badan air (sungai)
Di Lokasi tapak proyek
Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan Estate C
Setiap hari selama pelaksanaan konstruksi bangunan PKS pendukung berlangsung
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali 3.3 Timbulan Limbah
B3 Instalasi/Pemasangan
Mesin-mesin Limbah B3 dai Konstruksi terpilah dengan baik, pengelolaan Limbah B3 umum sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 101 tahun
Pengelolaan Limbah B3:
a. Menyiapkan personil/ bagian yang terintegrasi dengan struktur organisasi Kebun dan Pabrik PKS, yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan Limbah
TPS Limbah B-3 di Estate B dan C
Di Lokasi tapak proyek
Pembangunan
Setiap hari selama pelaksanaan instalasi mesin
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
Hidup Hidup Hidup 2014 tentang Pengelolaan
Bahan Berbahaya dan Beracun terkait pengelolaan dan waktu penyimpanan.
Padat, Limbah Cair, Limbah B3 b. Melakukan sosialisasi kepada
petugas cleaning servis untuk pemilahan limbah padat jenis LB3 cair maupun padat melalui stiker, spanduk maupun peraturan bagi petugas.
c. Penyediaan TPS B3 per masing-masing jenis.
d. TPS limbah B3 harus dilengkapi dengan simbol, APAR, P3K kit, saluran komunikasi dan call center)
e. Melakukan pencatatan pada logbook neraca limbah B3 harian f. Menempatkan barang-barang
bekas yang mengandung B3 ke TPS Limbah B3 sesuai dengan PP 101 Tahun 2014.
g. Bekerjasama dengan pihak lain (perusahaan Pengangkut, pengumpul, pengolah &
pemanfaat yg bersertifikasi dari Kemen LHK RI)
h. Melaporkan manifest LB3 lembar #2 & lembar #7 pada Instansi Lingkungan Hidup (Kemen LHK RI). Manifest salinan ke #7 disimpan oleh penghasil limbah B3 sebagai
Pabrik PKS Estate B dan Estate C
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali
Hidup Hidup Hidup bukti bahwa limbah B3 telah
dikelola dengan baik. Sementara hanya manifest salinan #2 saja yang dikirim ke Bupati dengan tembusan KLHK dan Gubernur oleh penghasil limbah B3.
3.4 Gangguan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)
Instalasi/Pemasangan
Mesin-mesin 1. Tidak terjadinya angka kecelakaan kerja 2. Adanya sosialisasi ke
karyawan untuk peningkatan pengetahuan terkait norma-norma keselamatan kerja.
3. Adanya kerjasama dengan Pemerintah Daerah (instansi terkait) dalam kegiatan pengelolaan
lingkungan.
Pendekatan Teknologi:
a. Pengendalian kecelakaan kerja mengacu pada pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), PP Nomor 50 Tahun 2012.
b. Pengendalian kecelakaan kerja mengacu pada pedoman tentang Alat Pelindung Diri (APD), Permenaker Nomor 08 Tahun 2010.
Pendekatan Sosial Ekonomi:
Sosialisasi ke karyawan untuk peningkatan pengetahuan terkait norma-norma keselamatan kerja.
Pendekatan Institusi : a. Membentuk organisasi
pengelolaan lingkungan terkait aspek K3 yaitu P2K3 yang terintegrasi dengan struktur organisasi perusahan.
b. Melakukan kerjasama dengan
Di Lokasi tapak proyek
Pembangunan Pabrik P_KS Estate B dan Estate C
Periode pengelolaan lingkungan dilakukan selama tahap
pemasangan mesin
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Kab. Merauke
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Kab Merauke.
Hidup Hidup Hidup Pemda terkait (DPLH Prov.
Papua, Disnakertrans Prov.
Papua, Disnakertrans Kab.
Merauke).
Periode pelaporan 6 bulan sekali 4 Konstruksi Bangunan Fasilitas Penunjang
4.1 Timbulan Limbah
Padat Konstruksi Bangunan
Fasilitas Penunjang Tidak adanya ceceran sampah konstruksi dan domestic yang
menyebabkan munculnya vector penyakit seperti lalat, kecoa maupun tikus
a. Menyediakan tempat/bak sampah dan TPS untuk tempat penampungan sementara sampah domestik dan bahan- bahan sisa material dengan bahan yang kuat/awet dan tidak mudah rusak
b. Pemasang papan peringatan seperti “JAGALAH
KEBERSIHAN” di lokasi-lokasi sumber sampah
c. Pengumpulan sampah secara rutin setiap hari dan
pengangkutan ke TPS secara rutin.
d. Tidak melakukan pembakaran sampah sehingga menimbulkan bahaya kebakaran dan polusi udara.
TPS Limbah Domestik
Di Lokasi tapak proyek
Pembangunan Pabrik P_KS Estate B dan Estate C
Setiap hari selama pelaksanaan konstruksi bangunan fasilitas penunjang berlangsung
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali 4.2 Timbulan Limbah
Cair Konstruksi Bangunan
Fasilitas Penunjang Limbah cair dari kegiatan
konstruksi dikelola a. Melakukan pengelolaan air
limbah domestic melalui Di Lokasi tapak
proyek Setiap hari
selama Pelaksana :
PT. BIO Inti
Hidup Hidup Hidup dengan baik. penyediaan WC/Toilet dengan
septic tank
b. Pembuatan tanggul buatan sementara untuk mencegah laju aliran permukaan membawa partikel tanah ke badan air (sungai)
Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan Estate C
pelaksanaan konstruksi bangunan fasilitas penunjang berlangsung
Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali 4.3 Timbulan Limbah
B3 Konstruksi Bangunan
Fasilitas Penunjang Limbah B3 terpilah dengan baik, pengelolaan Limbah B3 umum sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun terkait pengelolaan dan waktu penyimpanan.
Pengelolaan Limbah B3:
a. Menyiapkan personil/ bagian yang terintegrasi dengan struktur organisasi Kebun dan Pabrik PKS, yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan Limbah Padat, Limbah Cair, Limbah B3 b. Melakukan sosialisasi kepada
petugas cleaning servis untuk pemilahan limbah padat jenis
TPS Limbah B-3 di estate B dan C
Di Lokasi tapak proyek
Pembangunan Pabrik P_KS Estate B dan Estate C
Setiap hari selama pelaksanaan instalasi mesin
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Hidup Hidup Hidup LB3 cair maupun padat melalui
stiker, spanduk maupun peraturan bagi petugas) c. Penyediaan TPS B3 per
masing-masing jenis.
d. TPS limbah B3 harus dilengkapi dengan simbol, APAR, P3K kit, saluran komunikasi dan call center)
e. Melakukan pencatatan pada logbook neraca limbah B3 harian f. Menempatkan barang-barang
bekas yang mengandung B3 ke TPS Limbah B3 sesuai dengan PP 101 Tahun 2014.
g. Bekerjasama dengan pihak lain (perusahaan Pengangkut, pengumpul, pengolah &
pemanfaat yg bersertifikasi dari Kemen LHK RI)
h. Melaporkan manifest LB3 lembar #2 & lembar #7 pada Instansi Lingkungan Hidup (Kemen LHK RI). Manifest salinan ke #7 disimpan oleh penghasil limbah B3 sebagai bukti bahwa limbah B3 telah dikelola dengan baik. Sementara hanya manifest salinan #2 saja yang dikirim ke Bupati dengan
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali
Hidup Hidup Hidup tembusan KLHK dan Gubernur
oleh penghasil limbah B3.
4.4 Gangguan Keselamatan Dan kesehatan Kerja (K3)
Konstruksi Bangunan
Fasilitas Penunjang 1. Tidak terjadinya angka kecelakaan kerja 2. Adanya sosialisasi ke
karyawan untuk peningkatan pengetahuan terkait norma-norma keselamatan kerja.
3. Adanya kerjasama dengan Pemerintah Daerah (instansi terkait) dalam kegiatan pengelolaan
lingkungan.
Pendekatan Teknologi:
a. Pengendalian kecelakaan kerja mengacu pada pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), PP Nomor 50 Tahun 2012.
b. Pengendalian kecelakaan kerja mengacu pada pedoman tentang Alat Pelindung Diri (APD), Permenaker Nomor 08 Tahun 2010.
Pendekatan Sosial Ekonomi:
a. Sosialisasi ke karyawan untuk peningkatan pengetahuan terkait norma-norma keselamatan kerja.
Pendekatan Institusi : a. Membentuk organisasi
pengelolaan lingkungan terkait aspek K3 yaitu P2K3 yang terintegrasi dengan struktur organisasi perusahan.
b. Melakukan kerjasama dengan Pemda terkait (DPLH Prov.
Papua, Disnakertrans Prov.
Papua, Disnakertrans Kab.
Merauke).
Di Lokasi tapak proyek
Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan Estate C
Periode pengelolaan lingkungan dilakukan selama tahap
pembangunan bangunan fasilitas penunjang berlangsung
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Kab. Merauke
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Dinas Tenaga Kerja dan Trans.
Kab Merauke.
Periode pelaporan 6
Hidup Hidup Hidup bulan sekali B. TAHAP OPERASI
B.1. DAMPAK PENTING (DP) 1 Pengoperasian Pabrik PKS 1.1 Penurunan Kualitas
Udara Pengoperasian Pabrik
PKS Parameter udara ambien
tidak melebihi baku mutu berdasarkan baku mutu.
a. Penyediaan rumah genset yang memadai
b. Penggunaan genset yang layak uji emisi
c. Memasang dust collector pada lubang cerobong sehingga dapat mereduksi jumlah polutan.
d. Menanam tananman atau pohon yang secara ekologis dapat menyerap polutan seperti : - Tanjung (Mimusops elengi), - Kembang kupu-kupu
(Bauhinea purpurea);
- Bungur (Lagerstromia speciosa), dan - Angsana (Pterocarpus
indicus)
e. Pemeliharaan ruang terbuka hijau di lokasi tapak proyek dengan menanam tananan hias serta trembesi (Samanea saman), kayu putih (Melaleuca leucadendra) yang dapat menyerap polutan.
Di Lokasi tapak proyek
Pembangunan Pabrik PKS Estate B dan Estate C
Dilaksanakan selama tahap operasi
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali
Hidup Hidup Hidup 1.2 Peningkatan
Kebisingan Pengoperasian Pabrik
PKS Tingkat kebisingan yang
terjadi tidak melebihi baku tingkat kebisingan sesuai peraturan perundang- undangan
Menanam tanaman yang cocok untuk menangkap debu dan emisi serta kebisingan misalnya trembesi (Samanea saman), kayu putih (Melaleuca leucadendra). disekitar jalan masuk-keluar pabrik dan keliling pabrik terutama di sekitar jalan yang berdekatan dengan pemukiman pekerja
Di Lokasi tapak proyek
Pembangunan Pabrik P_KS Estate B dan Estate C
dilaksanakan selama tahap operasi
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali 1.3 Timbulnya
Kebauan Pengoperasian Pabrik
PKS Tidak timbulnya bau yang
menyengat diakibatkan oleh aktivitas pabrik PKS Indoikator sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 50 Tahun 1996 Tentang : Baku Tingkat
a. Menyempurnakan SOP pengelolaan limbah cair yang dikelola dalam IPAL termasuk penanganan dampak kebauan b. Mengupayakan treatment
dengan menggunakan mikroba penghilang bau busuk dari limbah cair PKS
Pabrik PKS Estate B dan C serta lokasi IPAL masing-masing Pabrik PKS
Setiap hari selama pelaksanaan operasi pabrik PKS
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
Hidup Hidup Hidup Kebauan c. Menyediakan tempat/bak
sampah dan TPS untuk tempat penampungan sementara sampah domestik dengan bahan yang kuat/awet dan tidak mudah rusak
d. Merlakukan pemeliharaan / pengerukan lumpur IPAL secara berkala kemudian membuang limbah lumpur pada lokasi yang jauh dari
pemukiman karyawan namun jauh dari badan sungai dan atau memanfaatkan sebagai substitusi pupuk.
e. Melakukan pengujian terhadap kandungan limbah cair secara berkala sehingga dapat mengetahui kadar unsur-unsur kimia yang menghasilkan bau untuk diambil tindakan.
f. Menanam jenis vegetasi yang dapat menyerap bau, Menanam tanaman misalnya trembesi (Samanea saman), kayu putih (Melaleuca leucadendra)
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali
1.4 Timbulan Limbah
Cair Pengoperasian Pabrik
PKS 1. Tidak ada luapan air
limbah land
application ke badan sungai Isau, Mandom
a. Menyempurnakan SOP pengelolaan limbah cair yang dikelola dalam IPAL termasuk membuat SOP penanganan
a. Lokasi PKS dan IPAL b. Lokasi land
application
a. Setiap hari selama pelaksanaan operasi pabrik
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Hidup Hidup Hidup dan Bian.
2. Tidak adanya ceceran air limbah yang menyebabkan munculnya vector penyakit seperti lalat, kecoa maupun tikus
land application
b. Melakukan kajian terhadap peluang untuk memanfaatkan limbah cair menjadi biogas.
c. Menugaskan tim/tenaga khusus pengelola land application di dalam struktur organisasi PKS/kebun yang bertanggungjawab atas keberhasilan pengelolaan land applicatin.
d. Melakukan pemantauan dan pemeliharaan secara berkala pada IPAL dan kualitas land application serta kualitas air sungai Isau, Mandom dan Bian e. Mengurus Izin Pemanfaatan
Limbah Cair/ IPLC (land application)
f. Bekerjasama dengan Dinas LH Kabupaten Merauke dan Dinas Perkebunan Kabupaten Merauke dalam melakukan kajian, pemantauan land application, serta evaluasi land application.
c. Perpipaan penyaluran limbah cair menuju land application
PKS
b. Pengurusan izin IPLC setelah pelaksanaan kajian land application paling lambat 6 bulan
c. Evaluasi dilakukan setiap 6 bulan
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali
1.5 Penurunan Kualitas
Air Permukaan Pengoperasian Pabrik
PKS PP No 82 Tahun 2001
Tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian
a. Mencegah terjadinya aliran limbah cair PKS, limbah cair /padat domestik masuk ke badan sungai, sebelum memperoleh
Saluran drainase, dan sempadan Sungai Mandom dan Sungai Isau
Setiap hari selama pemeliharaan pabrik PKS
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Hidup Hidup Hidup pencemaran air,
PermenLHK No 68 Tahun 2014 Tentang Baku Tingkat Air Limbah
pengelolaan.
b. Mengurangi laju aliran permukaan serta membuat saluran drainase yang akan menghubungkan halaman- halaman bangunan dengan badan air atau sungai, agar kekuatan air aliran permukaan tidak merusak, dan mampu mengendapkan sedimen tanah yang terangkut.
c. Membangun tanggul penghalang antara sungai Isau dan kawasan pabrik PKS Estate B sehingga limpasan air, ceceran limbah cair dan padat yang dihasilkan oleh aktifitas Pabrik PKS tidak masuk ke badan air sungai Isau.
d. Membebaskan sempadan sungai Isau dan anak-anak sungai Bian yang telah terbuka dari kegiatan perkebunan dengan menanam tanaman jenis-jenis kayu untuk melindungi sempadan dan melindungi badan air dari limpasan air limbah PKS.
e. Ikut menjaga dan atau membantu pemerintah dalam rangka perlindungan kawasan
dan Bian berlangsung
Pembangunan tanggul pengamanan sejak tahap konstruksi
Pembangunan sempadan sungai dan buffer zone KSA Bian, sejak tahap konstruksi dilakukan
Pengawas :
Kab. Merauke
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Periode pelaporan 6 bulan sekali
Hidup Hidup Hidup hutan terutama yang berbatasan
dengan KSA Bian dari kebakaran hutan, kegiatan perburuan, dan penebangan liar.
f. Memasang papan peringatan pada kawasan buufer zone untuk melindungi kawasan tersebut dari aktifitas yang merusak kelestariannya seperti larangan berburu, membakar hutan dan membuka ladang di dalam KSA Bian.
g. Menjaga dan memelihara batas- batas areal perkebunan dengan kawasasn hutan yang ada di sekitar areal perkebunan.
1.6 Gangguan Biota
Perairan Pengoperasian Pabrik
PKS Minimal sama dengan
kondisi Rona
Lingkungan Hidup Awal (RLA): jenis plankton yang terdapat di perairan sungai areal studi berkisar antara 4-8 taxa dengan jumlah individu 13478 – 1115019 ind/m3, keragaman berkisar antara 0,42 – 1,56.
Dari hasil ini
Pengelolaan Biota Air:
Terpadu dengan pengelolaan menurunnya kualitas air sungai
Down stream dan upstream S.
Mandom dan sungai Isau
Selama Tahap Operasi, 2 kali setahun mewakili musim.
Pelaksana :
PT. BIO Inti Agrindo
Pengawas :
DLH Kab.
Merauke
DPLH Prov.
Papua
Penerima Laporan :
DLH Kab.