• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN PROMOSI MUSEUM SUMPAH PEMUDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERANCANGAN PROMOSI MUSEUM SUMPAH PEMUDA"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN PROMOSI MUSEUM SUMPAH PEMUDA

Laporan Tugas Akhir

Ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Desain (S.Ds.)

Nama : Cliff Ardana Witardjo

NIM : 00000014933

Program Studi : Desain Komunikasi Visual Fakultas : Seni dan Desain

UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA TANGERANG

2020

(2)

ii

LEMBAR PERNYATAAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Cliff Ardana Witardjo

NIM : 00000014933

Program Studi : Desain Komunikasi Visual Fakultas : Seni dan Desain

Universitas Multimedia Nusantara Judul Tugas Akhir :

PERANCANGAN PROMOSI MUSEUM SUMPAH PEMUDA

dengan ini menyatakan bahwa, laporan dan karya tugas akhir ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar sarjana, baik di Universitas Multimedia Nusantara maupun di perguruan tinggi lainnya.

Karya tulis ini bukan saduran/terjemahan, murni gagasan, rumusan dan pelaksanan penelitian/implementasi saya sendiri, tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan pembimbing akademik dan narasumber.

Demikian surat Pernyataan Originalitas ini saya buat dengan sebenarnya, apabila di kemudian hari terdapat penyimpangan serta ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar (S.Ds.) yang telah diperoleh, serta sanksi lainnya sesuai dengan norma yang berlaku di Universitas Multimedia Nusantara.

Tangerang, 17 Juni 2020

Cliff Ardana Witardjo

(3)
(4)

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena rahmatNya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “Perancangan Promosi Museum Sumpah Pemuda”. Pemuda sering diremehkan oleh orang tua padahal salah satu inisiator dari kemerdekaan Indonesia adalah pemuda melalui kegiatan bersejarah yang kita kenal sebagai hari Sumpah Pemuda. Nilai-nilai dari Sumpah Pemuda yang adalah persatuan dan perjuangan diharapkan bisa diteruskan dari generasi ke generasi dengan didirikannya Museum Sumpah Pemuda.

Sayangnya museum yang mendokumentasikan Sumpah Pemuda tidak mencapai target pada beberapa tahun terakhir padahal nilai-nilai Sumpah Pemuda dinilai mulai luntur dengan maraknya intoleransi dan radikalisme di Indonesia.

Penulis berharap dengan perancangan tugas akhir ini, pemuda Indonesia bisa mengetahui perjuangan pemuda terdahulu di Museum Sumpah Pemuda dan menanamkan nilai-nilai yang ditinggalkan pemuda terdahulu.

Tugas akhir ini tentunya tidak akan bisa diselesaikan tanpa bantuan dan dukungan dari pihak sekitar. Pada kesempatan ini penulis ini mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Mohammad Rizaldi, S.T., M.Ds. selaku Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Multimedia Nusantara.

2. Ibu Frindhinia Medyasepti, S.Sn., M.Sc. dan Bapak Gideon K.F.H.

Hutapea, S.T., M.Ds. selaku dosen pembimbing yang telah membimbing, mengarahkan, memberi masukan, menjaga kualitas

(5)

v

perancangan, dan menjaga ketepatan waktu pengerjaan selama perancangan tugas akhir.

3. Bapak Darfi Rizkavirwan, S.Sn., M.Ds. selaku dosen spesialis yang membimbing dan memberi masukan dalam perancangan tugas akhir.

4. Ibu Titik Umi Kurniawati, Bapak Bakhti, dan Ibu Dwimoon Lestari selaku narasumber dan pengurus museum yang memfasilitasi penulis dalam mengumpulkan data dan aset.

5. Beberapa pengunjung Museum Sumpah Pemuda sebagai narasumber dan pengisi kuesioner yang sudah bersedia memberikan pendapat.

6. Rusmin, Imelda Suparta, dan Aeron Armedio selaku orang tua dan adik yang selalu mendukung dalam perancangan tugas akhir.

7. Yeshe, Dio, Victor, Velyan, Veren, Marchella, Nicodemus, Melissa, Jacky, Tricia, Gabriela, dan Anchilia yang membantu penulis dan mendukung satu sama lain dalam perancangan tugas akhir ini.

8. Torang, Calvin, Nico, Marco, Edward, Jovin, Verell, Houman, Daniel, dan Andreas sebagai teman yang mendukung penulis dalam perancangan tugas akhir.

9. Charis, Claresta, Hilman, Maria, Leony, Nissi, Rahmatsyah, Renno, Richard, Rosemarie, Sheryn, dan Velyan sebagai teman satu bimbingan yang berjuang bersama dalam perancangan tugas akhir ini.

(6)

vi Tangerang, 19 Juni 2020

Cliff Ardana Witardjo

(7)

vii

ABSTRAKSI

Museum Sumpah Pemuda adalah satu-satunya museum yang mendokumentasikan kegiatan Sumpah Pemuda secara lengkap. Selain dokumentasi, museum ini juga mempunyai tujuan yaitu menanamkan nilai-nilai Sumpah Pemuda yaitu persatuan.

Mirisnya, Museum Sumpah Pemuda tidak pernah mencapai target kunjungan dalam beberapa tahun terakhir padahal nilai-nilai Sumpah Pemuda dinilai mulai luntur dibuktikan dengan intoleransi dan radikalisme yang sedang marak di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut penulis menggagas penyelesaian masalah berupa Perancangan Promosi Museum Sumpah Pemuda. Agar perancangan ini bisa tepat sasaran, penulis melakukan penelitian berupa wawancara, observasi, studi eksisting, dan studi referensi untuk mengetahui kebiasaan dan perilaku dari target perancangan. Promosi ini juga dilakukan dengan berbagai macam media yang dekat dengan target perancangan melalui sebuah pendekatan berdasarkan Sugiyama dan Andree yaitu AISAS. Perancangan ini diharapkan bisa menaikkan pengunjung Museum Sumpah Pemuda dan di dalamnya para pengunjung bisa mempelajari dan menanamkan nilai-nilai dari Sumpah Pemuda itu sendiri.

Kata kunci : Promosi, Museum Sumpah Pemuda, Patriotisme

(8)

viii

ABSTRACT

Youth Pledge Museum is the one only museum that documents the whole event of Youth Pledge declaration. Furthermore, this museum has an initial goal that is to be a place where youth can learn about the Youth Pledge’s essence which is unity.

Sadly, Youth Pledge Museum doesn’t reach its visitors target in late several years, even though the essence of Youth Pledge seems to start fading proven by radicalism and intolerance in Indonesia lately. From this problem, a promotion seems can be the solution. The writer uses mixed observation methods by doing interview, patricipant observation, existing observation, and reference observation so that the promotional design reachs its target. Besides that, the writer also studied about consumer’s behavior. The writer uses several media that conscious and unconsciously met in their daily life and strategy from Sugiyama and Andree which is AISAS to boost the efectivity of this promotional design.

Keywords: Promotional Design, Youth Pledge, Patriotism

(9)

ix

DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT ... II HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR ... III KATA PENGANTAR ... III ABSTRAKSI ... VII ABSTRACT ... VIII

DAFTAR ISI ... IX DAFTAR GAMBAR ... XIII DAFTAR TABEL ... XXII DAFTAR LAMPIRAN ... XXIII

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 3

1.3. Batasan Masalah... 3

1.4. Tujuan Tugas Akhir ... 4

1.5. Manfaat Tugas Akhir ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1. Desain ... 5

2.1.1. Prinsip Desain ... 5

2.1.2. Elemen Desain ... 8

(10)

x

2.1.3. Layout ... 10

2.1.4. Tipografi ... 15

2.1.5. Psikologi Warna ... 20

2.1.6. Fotografi ... 23

2.1.7. User Interface dan User Experience ... 31

2.2. Promosi ... 32

2.2.1. Tujuan Promosi ... 33

2.2.2. Elemen Promosi ... 34

2.2.3. Media Promosi ... 35

2.2.4. Persuasi ... 39

2.2.5. Copywriting ... 43

2.2.6. AISAS ... 44

2.3. Museum ... 45

2.3.1. Pemasaran Museum ... 46

BAB III METODOLOGI ... 48

3.1. Metodologi Pengumpulan Data ... 48

3.1.1. Wawancara ... 48

3.1.2. Observasi ... 61

3.1.3. Kuesioner ... 63

3.1.4. Studi Eksisting ... 68

3.1.5. Studi Referensi ... 72

3.2. Metodologi Perancangan ... 77

3.2.1. Overview ... 77

(11)

xi

3.2.2. Strategi ... 77

3.2.3. Ide ... 77

3.2.4. Desain ... 78

3.2.5. Produksi ... 78

3.2.6. Implementasi ... 78

BAB IV STRATEGI DAN ANALISIS PERANCANGAN ... 79

4.1. Strategi Perancangan ... 79

4.1.1. Overview ... 79

4.1.2. Strategi ... 83

4.1.3. Ide ... 85

4.1.4. Desain ... 92

4.1.5. Produksi ... 153

4.1.6. Implementasi ... 155

4.2. Analisis Perancangan ... 166

4.2.1. Analisis Tahap Attention ... 166

4.2.2. Analisis Tahap Interest ... 173

4.2.3. Analisis Tahap Search... 179

4.2.4. Analisis Tahap Action ... 185

4.2.5. Analisis Tahap Share ... 188

4.2.6. Analisis Desain Merchandise ... 190

4.3. Budgeting ... 194

BAB V PENUTUP ... 198

(12)

xii

5.1. Kesimpulan ... 198 5.2. Saran ... 199 DAFTAR PUSTAKA ... XIV

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Keseimbangan simetris dan asimetris ... 6

Gambar 2.2. Penerapan visual hierarchy ... 6

Gambar 2.3. Garis ... 8

Gambar 2.4. Bentuk ... 9

Gambar 2.5. Warna subtraktif ... 9

Gambar 2.6. Tekstur visual ... 10

Gambar 2.7. Komponen grid ... 11

Gambar 2.8. Single-column grid ... 13

Gambar 2.9. Two-column grid ... 13

Gambar 2.10. Multicolumn grid ... 14

Gambar 2.11. Modular grid ... 14

Gambar 2.12. Hierarchical grid ... 15

Gambar 2.13. Anatomi huruf ... 16

Gambar 2.14. Typeface old style ... 17

Gambar 2.15. Typeface transitional ... 18

Gambar 2.16. Typeface modern ... 18

Gambar 2.17. Typeface slab serif ... 18

Gambar 2.18. Typeface sans serif ... 19

Gambar 2.19. Typeface blackletter ... 19

Gambar 2.20. Typeface script ... 19

Gambar 2.21. Typeface display ... 20

Gambar 2.22. Rule of third ... 23

(14)

xiv

Gambar 2.23. Penggunaan rule of space ... 24

Gambar 2.24. Penggunaan rule of odds ... 24

Gambar 2.25. Penggunaan gestalt ... 25

Gambar 2.26. Format dalam fotografi... 26

Gambar 2.27. Keseimbangan dalam fotografi ... 27

Gambar 2.28. Modifikasi bentuk dalam fotografi ... 28

Gambar 2.29. Pengarahan dalam fotografi ... 29

Gambar 2.30. Perspektif dalam fotografi ... 30

Gambar 2.31. Warna dalam fotografi ... 30

Gambar 2.32. Diagram AISAS ... 44

Gambar 2.33. Step non-linear AISAS... 45

Gambar 3.1. Wawancara dengan Ibu Titik Umi Kurniawati ... 48

Gambar 3.2. Wawancara dengan Muhammad Noval ... 53

Gambar 3.3. Wawancara dengan Bu Ratna Wulan ... 54

Gambar 3.4. Wawancara dengan Pak Endyn ... 55

Gambar 3.5. Wawancara dengan Pak Zain ... 56

Gambar 3.6. Wawancara dengan Claudia ... 57

Gambar 3.7. Wawancara dengan Khoir ... 58

Gambar 3.8. Wawancara dengan Asita ... 59

Gambar 3.9. Wawancara dengan Zaki Pangestu ... 60

Gambar 3.10. Dokumentasi observasi dengan pengurus museum ... 61

Gambar 3.11. Dokumentasi koleksi Museum Sumpah Pemuda ... 62

Gambar 3.12. Petunjuk menggunakan aplikasi Siji ... 63

(15)

xv

Gambar 3.13. Diagram tujuan pengunjung pergi ke museum sejarah ... 64

Gambar 3.14. Pie chart traffic pengunjung museum sejarah... 64

Gambar 3.15. Diagram faktor-faktor pertimbangan pergi ke museum ... 65

Gambar 3.16. Diagram media promosi yang sering dilihat responden ... 66

Gambar 3.17. Pie chart pengetahuan responden terhadap Museum Sumpah Pemuda ... 66

Gambar 3.18. Pie chart kunjungan responden ke museum ... 67

Gambar 3.19. Pie chart pendapat responden mengenai promosi ... 67

Gambar 3.20. Promosi Museum Sejarah Jakarta ... 68

Gambar 3.21. Promosi Instagram Museum Perumusan Naskah Proklamasi ... 70

Gambar 3.22. Promosi Instagram Museum Kebangkitan Nasional ... 71

Gambar 3.23. Promosi National Museum of Singapore ... 73

Gambar 3.24. Promosi Museum of Modern Arts ... 74

Gambar 3.25. Promosi Hiroshima Peace Memorial Museum ... 75

Gambar 4.1. Mind map informasi berkaitan Museum Sumpah Pemuda ... 82

Gambar 4.2. User journey map ... 84

Gambar 4.3. Penggunaan media oleh calon target ... 84

Gambar 4.4. Tabel AISAS perancangan ... 86

Gambar 4.5. Moodboard komunikasi dan visual ... 91

Gambar 4.6. Inknut Antiqua family ... 93

Gambar 4.7. Inknut Antiqua semibold ... 93

Gambar 4.8. Univers roman ... 94

Gambar 4.9. Penentuan awal warna ... 95

(16)

xvi

Gambar 4.10. Eksplorasi penentuan warna ... 95

Gambar 4.11. Penentuan warna akhir ... 96

Gambar 4.12. Sketsa awal tahap attention ... 97

Gambar 4.13. Iterasi pada layout ... 98

Gambar 4.14. Referensi teknik engraving... 99

Gambar 4.15. Teknik engraving pada foto pahlawan ... 99

Gambar 4.16. Penggunaan grid pada e-poster attention ... 100

Gambar 4.17. Hasil awal digitalisasi e-poster attention ... 101

Gambar 4.18. Percobaan warna lain pada poster ... 102

Gambar 4.19. Revisi warna pada e-poster attention ... 102

Gambar 4.20. Hasil akhir revisi pada e-poster attention ... 103

Gambar 4.21. Penerapan grid pada e-poster attention landscape ... 104

Gambar 4.22. Hasil akhir e-poster landscape attention ... 104

Gambar 4.23. Penerapan grid pada instagram post attention ... 105

Gambar 4.24. Hasil akhir instagram post attention ... 106

Gambar 4.25. Grid carousel instagram post ... 106

Gambar 4.26. Hasil akhir carousel instagram post ... 107

Gambar 4.27. Penerapan grid pada instagram story attention ... 108

Gambar 4.28. Hasil akhir instagram story attention ... 108

Gambar 4.29. Penerapan grid pada Facebook ads attention ... 109

Gambar 4.30. Hasil akhir Facebook Ads tahap attention ... 110

Gambar 4.31. Ambience media stasiun MRT... 111

Gambar 4.32. Ambience media pintu KRL ... 111

(17)

xvii

Gambar 4.33. Penerapan grid pada iklan ojek online ... 112

Gambar 4.34. Hasil akhir iklan ojek online tahap attention ... 113

Gambar 4.35. Sketsa awal tahap interest ... 114

Gambar 4.36. Layout poster awal tahap interest ... 115

Gambar 4.37. Revisi rasio foto poster tahap interest ... 115

Gambar 4.38. Hasil akhir poster interest ... 116

Gambar 4.39. Penerapan grid pada Instagram post interest... 117

Gambar 4.40. Hasil akhir Instagram post tahap interest ... 118

Gambar 4.41. Penerapan grid pada Instagram story interest ... 118

Gambar 4.42. Hasil akhir desain Instagram story interest ... 119

Gambar 4.43. Iklan layar digital pada kereta ... 119

Gambar 4.44. Penerapan grid iklan digital layar kereta ... 120

Gambar 4.45. Hasil akhir desain iklan digital layar kereta ... 120

Gambar 4.46. Penerapan grid pada Facebook ads tahap interest ... 121

Gambar 4.47. Hasil akhir desain Facebook ads tahap interest ... 122

Gambar 4.48. Hasil akhir desain Instagram post interest ... 123

Gambar 4.49. Penerapan grid pada sponsored cards ... 123

Gambar 4.50. Penerapan grid pada display ads ... 123

Gambar 4.51. Akun profil Instagram dan Facebook ... 125

Gambar 4.52. Penggunaan grid pada wireframe website ... 125

Gambar 4.53. Penggunaan grid pada wireframe website ... 126

Gambar 4.54. Wireframe website tanpa grid ... 127

Gambar 4.55. Website MoMA dan USSR Agency ... 128

(18)

xviii

Gambar 4.56. Revisi bagian landing page ... 129

Gambar 4.57. Revisi bagian berita ... 129

Gambar 4.58. Wireframe koleksi dan kunjungan di landing page ... 130

Gambar 4.59. Wireframe sejarah gedung dan koleksi di halaman tentang kami 131 Gambar 4.60. Wireframe halaman kunjungan ... 132

Gambar 4.61. Wireframe all pages website ... 133

Gambar 4.62. Tahap hi-fi landing page ... 134

Gambar 4.63. Tahap hi-fi halaman tentang kami ... 134

Gambar 4.64. Tahap hi-fi halaman kunjungan ... 135

Gambar 4.65. Tahap lo-fi landing page website versi handphone ... 136

Gambar 4.66. Tahap lo-fi halaman tentang kami website versi handphone ... 137

Gambar 4.67. Tahap lo-fi halaman kunjungan website versi handphone ... 137

Gambar 4.68. Tahap hi-fi halaman kunjungan website versi handphone ... 138

Gambar 4.69. Kateren booklet ... 140

Gambar 4.70. Layout awal booklet ... 141

Gambar 4.71. Referensi modifikasi pada booklet ... 141

Gambar 4.72. Hasil revisi layout booklet ... 142

Gambar 4.73. Desain booklet semua halaman ... 143

Gambar 4.74. Sketsa layout tiket ... 144

Gambar 4.75. Penerapan grid pada desain tiket ... 144

Gambar 4.76. Hasil akhir desain tiket ... 145

Gambar 4.77. Desain merchandise notebook ... 146

Gambar 4.78. Desain merchandise totebag ... 147

(19)

xix

Gambar 4.79. Desain merchandise e-money ... 147

Gambar 4.80. Desain merchandise pena ... 148

Gambar 4.81. Desain merchandise bucket hat ... 148

Gambar 4.82. Contoh interactive DOOH ... 150

Gambar 4.83. Tampilan awal kuis interaktif ... 150

Gambar 4.84. Bagian kuis dan penilaian ... 151

Gambar 4.85. Instagram filter ... 152

Gambar 4.86. Filter Instagram tahap share ... 152

Gambar 4.87. Implementasi TV ads airport dan billboard stasiun MRT ... 156

Gambar 4.88. Implementasi wall panel pada KRL dan busway ... 157

Gambar 4.89. Implementasi ambience media tahap attention ... 157

Gambar 4.90. Implementasi pada iklan ojek online ... 158

Gambar 4.91 Implementasi instagram ads tahap attention ... 159

Gambar 4.92 Implementasi outdoor advertising tahap attention... 160

Gambar 4.93 Implementasi iklan digital kereta ... 161

Gambar 4.94 Implementasi instagram ads tahap interest ... 161

Gambar 4.95. Implementasi facebook dan youtube ads tahap interest ... 162

Gambar 4.96 Implementasi website ... 163

Gambar 4.97 Implementasi booklet dan tiket ... 164

Gambar 4.98 Implementasi merchandise ... 165

Gambar 4.99 Implementasi interactive DOOH dan instagram filter ... 166

Gambar 4.100. Desain e-poster portrait tahap attention ... 167

Gambar 4.101. Desain e-poster landscape tahap attention ... 168

(20)

xx

Gambar 4.102. Desain Instagram post tahap attention ... 169

Gambar 4.103. Desain Instagram story tahap attention ... 170

Gambar 4.104. Desain Facebook ads tahap attention ... 171

Gambar 4.105. Peletakkan ambience media pintu KRL ... 172

Gambar 4.106. Peletakkan ambience media lift stasiun MRT ... 172

Gambar 4.107. Peletakkan iklan ojek online ... 173

Gambar 4.108. Peletakkan poster tahap interest ... 174

Gambar 4.109. Desain Instagram dan post story tahap interest ... 176

Gambar 4.110. Desain iklan layar digital kereta ... 176

Gambar 4.111. Desain Facebook ads tahap interest ... 177

Gambar 4.112. Desain display ads Youtube ... 178

Gambar 4.113. Desain sponsored card Youtube ... 178

Gambar 4.114. Desain landing page ... 179

Gambar 4.115. Desain landing page bagian berita ... 180

Gambar 4.116. Desain landing page bagian koleksi ... 180

Gambar 4.117. Desain halaman tentang kami ... 181

Gambar 4.118. Desain halaman tentang kami bagian koleksi ... 182

Gambar 4.119. Desain halaman kunjungan ... 182

Gambar 4.120. Desain halaman kunjungan bagian pembelian tiket ... 183

Gambar 4.121. Desain landing page website versi handphone ... 183

Gambar 4.122. Desain halaman tentang kami website versi handphone ... 184

Gambar 4.123. Desain halaman kunjungan website versi handphone ... 185

Gambar 4.124. Desain cover booklet ... 186

(21)

xxi

Gambar 4.125. Desain isi booklet semua halaman ... 186

Gambar 4.126. Mockup isi booklet ... 187

Gambar 4.127. Desain tiket ... 188

Gambar 4.128. Desain interactive DOOH ... 189

Gambar 4.129. Peletakkan interactive DOOH ... 189

Gambar 4.130. Desain Instagram filter ... 190

Gambar 4.131. Desain merchandise notebook ... 191

Gambar 4.132. Desain merchandise totebag ... 192

Gambar 4.133. Desain merchandise e-money ... 192

Gambar 4.134. Desain merchandise pena ... 193

Gambar 4.135. Desain merchandise bucket hat ... 193

(22)

xxii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Tabel Keterkaitan User Interface dengan User Experience ... 31

Tabel 3.1. Tabel SWOT Museum Sejarah Jakarta ... 69

Tabel 3.2. Tabel SWOT Museum Perumusan Naskah Proklamasi ... 70

Tabel 3.3. Tabel SWOT Museum Kebangkitan Nasional... 72

Tabel 3.4. Tabel SWOT National Museum of Singapore ... 73

Tabel 3.5. Tabel SWOT Museum of Modern Arts ... 75

Tabel 3.6. Tabel SWOT Hiroshima Peace Memorial Museum ... 76

Tabel 4.1. Tabel overview penelitian Museum Sumpah Pemuda ... 80

Tabel 4.2. Tabel SWOT Museum Sumpah Pemuda ... 82

Tabel 4.3. Timeline perancangan ... 89

Tabel 4.4. Tabel Produksi ... 153

Tabel 4.5. Tabel Budgeting ... 194

(23)

xxiii

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A: FORM BIMBINGAN TUGAS AKHIR ... XVIII LAMPIRAN B: FORM BIMBINGAN TUGAS AKHIR ... XIX LAMPIRAN C: FORM BIMBINGAN TUGAS AKHIR ONLINE ... XX LAMPIRAN D: SURAT IZIN WAWANCARA ... XXIV LAMPIRAN E: SURAT IZIN PENGGUNAAN ASET MUSEUM SUMPAH PEMUDA ... XXV LAMPIRAN F: TRANSKRIP WAWANCARA ... XXVI LAMPIRAN G: KUESIONER ... XXXI LAMPIRAN H: ASET MUSEUM SUMPAH PEMUDA ... XXXIII

Referensi

Dokumen terkait

Pabrik Gula Lestari meningkatkan pada biaya pencegahan dan belum mengoptimalkan pada biaya kesalahan internal yang digunakan untuk pengelolaan limbah sehingga biaya

Berdasarkan hasil data dari metode pelapisan electroplating nikel menggunakan elektrolit gel pada baja ST 40 yang diperoleh mengenai pengaruh konsentrasi larutan

[r]

Komunitas pecinta Film di Surabaya, khususnya film pendek ( lndependen), baik penikmat film hingga film maker (lokal) belum mempunyai media komunikasi sebagai

Didukung juga oleh Rizky (2009) yang melakukan penelitian pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2003-2007 menyatakan bahwa variabel Earning Per Share (EPS),

Kritik ini berdasarkan pada antropoegosentris , pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia di bumi, karena mempunyai kemampuan berpikir, berakhlak, dan berspirit,

Usaha rumah sakit Lippo Karawaci dimulai pada awal 1990-an melalui kemitraan dengan Parkway, Singapura, yang akhirnya menjadi Siloam Hospitals Lippo Village Rumah sakit ini

Perempuan memang tidak cukup hanya mempunyai peluang yang besar,namun harus melakukan berbagai strategi agar mampu bersaing dan menjadi bahagian dari proses politik. Perempuan