• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1440 H / 2018 M

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1440 H / 2018 M"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI KOMUNIKASI GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI MURID PAUD SMART RAUDHOH

JAKARTA PUSAT

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos)

Disusun oleh : Adil Asasyahid Muhammad

NIM: 11140510000199

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA 1440 H / 2018 M

 

(2)
(3)

 

(4)
(5)

i ABSTRAK

Adil Asasyahid Muhammad 11140510000199

STRATEGI KOMUNIKASI GURU DALAM PEMBENTUKAN

KARAKTER ISLAMI MURID PAUD SMART RAUDHOH JAKARTA PUSAT

Krisis moral seperti kenakalan remaja kini marak menerjang generasi muda Indonesia. Dari berbagai macam solusi, pembentukan karakter kepada anak usia dini merupakan cara yang tepat untuk mengatasinya. Dilihat dari proses komunikasi, proses pembentukan karakter perlu adanya hubungan antara komunikator dengan komunikan. Untuk dapat menjadi komunikasi yang efektif diperlukannya strategi komunikasi, dalam halnya strategi komunikasi guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat. Para guru memiliki tujuan untuk dapat membentuk karakter Islami murid.

Berdasarkan hal tersebut, maka muncul pertanyaan penelitian. Apa bentuk strategi komunikasi yang digunakan guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat? Bagaimana upaya guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat? Apa saja evaluasi guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat?

Secara umum strategi terdiri dari tiga tahapan. Pada tahap awal yaitu, perumusan strategi yang terdapat langkah-langkah untuk perencanaan komunikasi.

Selanjutnya, tahap implementasi strategi yang merupakan penerapan dilaksanakannya proses strategi. Terakhir, tahap evaluasi strategi, yaitu sebagai pengukur sudah sejauh mana strategi yang sudah berjalan.

Strategi komunikasi oleh guru PAUD Smart Raudhoh yaitu perumusan strategi, berupa mengenali sasaran khalayak untuk dapat mengetahui situasi dan kondisi seorang murid. Dalam penyusunan pesan dengan cara menarik perhatian murid disaat belajar dan melakukan kegiatan praktek sholat. Sedangkan, penetapan metode yang dilakukan guru yaitu, redundancy, penyampaian pesan secara informative, persuasive dan educative. Penggunaan media juga sebagai sarana pendukung agar penyampaian pesan oleh guru berjalan dengan efektif.

Dalam upaya implementasi strategi, guru melakasanakan program-program kegiatan yang telah dirancang. Beberapa program kegiatan tersebut berjalan dengan baik. Murid yang menjadi komunikan telah dapat memahami pesan yang disampaikan oleh guru lewat program kegiatan. Dari pemahaman murid, maka pembentukan karakter Islami dapat berproses sesuai dengan rancangan strategi.

Proses pelaksanaan strategi komunikasi guru mendapatkan beberapa hambatan. Dari berbagai macam faktor, diantaranya faktor orang tua yang terkadang masih belum membiasakan suasana yang Islami di dalam rumah.

Ketidakseimbangan ini membuat pembentukan karakter Islami anak menjadi goyah. Perlu adanya sosialiasi Islami kepada orang tua murid untuk dapat mendukung anaknya agar dapat membiasakan dirinya berprilaku Islami di rumah.

Dengan demikian, strategi komunikasi akan berdampak efektif apabila dapat dijalankan sesuai dengan langkah yang telah dirancang.

Kata kunci: strategi, komunikasi, guru, murid, dan PAUD.

 

(6)

ii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahirabbil’aalamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah menurunkan rahmat, nikmat iman dan nikmat sehat, beserta ridhaNya sehingga penulis memiliki kekuatan dan kesabaran untuk dapat menghadapi hambatan dalam menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, para sahabatnya dan pengikutnya.

Dalam proses penyelesaian skripsi ini, terdapat berbagai macam hambatan yang menghadang. Bersyukur, atas kebesaran Allah SWT, penulis berada bersama orang-orang yang senantiasa memberikan dukungan serta bantuan untuk dapat terus melaju hingga ke titik terakhir dalam penulisan. Tanpa adanya doa, bantuan serta dukungan dari semua pihak, penulis menyadari skripsi ini tidak akan dapat terselesaikan. Maka dari itu, dengan segala kerendahan hati penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dr. Arief Subhan, M. Ag, Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Terima kasih juga kepada Dr. Suparto, M.

Ed, Ph.D selaku wakil dekan I Bidang Akademik. Dr. Hj.

Roudhonah, M. Ag selaku wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Administrasi Umum, dan Dr. Suhaimi, M.Si selaku wakil

 

(7)

iii

2. Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Drs. Masran, MA dan Fita Fathurokhmah, M. Si selaku Ketua dan Sekretaris jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.

4. Prof. Dr. H. M. Yunan Yusuf sebagai Guru Besar dan Dosen Pembimbing Skripsi yang telah meluangkan waktu, tenaga serta pikiran untuk dapat membimbing dan memberikan arahan selama proses pembuatan skripsi.

5. Seluruh Bapak/Ibu Dosen dan Staff jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam yang telah mendidik dan memberikan tambahan wawasan selama perkuliahan.

6. Guru PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat selaku narasumber, Sri Henianti, S. Pd, Triyani, Endang Cahyani Dewi, S. Pd, Linda Siswati. SE, Almaidah Nurul Khotimah, S. Ag, serta mendapat tiga murid PAUD Smart Raudhoh, Rizky Fauzan Fathin, Alfarizi, Farica Valeri Oktalina dan Farliza Noor Erlizza, yang telah meluangkan waktu dalam membantu penulis dalam penelitian.

7. Ayah dan Ibu tercinta, Edo dan Heni, orang tua terhebat yang selalu memberikan doa, semangat, motivasi, materi dan kasih sayangnya selama ini kepada penulis. Semoga Allah selalu memberikan umur yang panjang, selalu diberikan kesehatan, serta keberkahan kepada mereka. Amin.

8. Para adik-adikku yang tersayang Dzulfikar Raul Ibrahim, Farah Kamilah Hudzaifah, Ziaulhaq Farras Ismail, Abdurrahman Kenzie Yunus dan Hezarfen Hamzie Sulaiman, yang telah memberikan warna dan motivasi untuk dapat terus memacu

 

(8)

iv

semangat selama perkuliahan, semoga kalian dapat menggapai cita-cita kalian dan tetap semangat.

9. Segenap Keluarga Besar Soemiati, khususnya Mbahku, Almarhumah Soemiati, yang selama ini penulis banggakan, dan telah memberikan rasa sayang, doa, serta pengalamannya kepada penulis. Semoga Allah menemukan kita kembali di surga. Adil sayang mbah.

10. Hadaina Nur Hafizah, terima kasih telah memberikan banyak dorongan, doa, saran dan motivasi kepada penulis. Butuh banyak cat dan canvas untuk melukiskan perjuangan ini.

11. Teman-teman KPI E angkatan 2014, RDK FM 2014-2016 dan HMJ KPI 2016 yang telah bersama menggali pengetahuan serta berproses dalam berorganisasi. Serta teman-teman KKN Sempurna 2017 yang telah memberikan pengalaman bersosialisasi, sehingga penulis dapat merampungkan skripsi ini,

12. The Mosque 5 beserta kawan seperjuangan skripsi, Kindi Akasya, Singgih Egananto, Sayyid Achmad (Reza), Fadhly Dzil, Imam Li Dz, Abdul Rouf, Bilal Ubay, Thoriqul Anwari, Aditja, Luthfi Yahya, Jordi Moenalsyah, Nabil Bintang, Nurikhsan Aldi, Alya Sukma, Eriana, Aprillia, Sheilla dan Farhaniah. Terima kasih atas kebersamaannya, semoga tetap menjaga silaturahmi.

13. Teman teknik mesin, Syauqi Rahmat, Fajar Setiawan, Ian Clinton, Bewok Aji, Saeny, Herwin, Azis, Rangga, Zaenal, Jodie, dan Adul. Atas motivasi, dan doa.

 

(9)

v

14. Untuk semua pihak yang telah membantu dalam penelitian skripsi ini, yang penulis tidak dapat sebutkan satu per satu.

Tanpa mengurangi rasa hormat, penulis ucapkan terima kasih yang begitu besar. Semoga seluruh kebaikan yang telah diberikan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT. Amin.

Demikian, semoga karya skripsi ini dapat memberikan manfaat dalam menambah pengetahuan pembaca. Apabila ada kekurangan dan kesalahan mohon dimaafkan, oleh karena itu diharapkan kritik dan saran dapat disampaikan kepada penulis.

Jakarta, 3 Agustus 2018

Adil Asasyahid Muhammad

 

(10)

vi DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR GAMBAR...ix

BAB I ... 1

PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Tinjauan Kajian Terdahulu ... 8

F. Metodologi Penelitian ... 10

G. Sistematika Penulisan ... 16

BAB II ... 18

KAJIAN PUSTAKA ... 18

A. Landasan Teori ... 18

 

(11)

vii

1. Strategi ... 18

2. Komunikasi ... 23

3. Strategi Komunikasi ... 27

4. Karakter Islami ... 36

B. Kerangka Berpikir ... 43

BAB III ... 44

GAMBARAN UMUM ... 44

PAUD SMART RAUDHOH ... 44

A. Sejarah Singkat PAUD Smart Raudhoh ... 44

B. Profil PAUD Smart Raudhoh ... 45

C. Visi, Misi dan Tujuan ... 46

D. Program Pembelajaran PAUD ... 47

E. Profil Guru ... 48

F. Prestasi PAUD ... 49

G. Tata Tertib Murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat ... 51

H. Tata Tertib Orang Tua PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat ... 53

 

(12)

vii

I. Struktur Keorganisasian ... 54

BAB IV ... 57

TEMUAN DAN ANALISIS DATA ... 57

A. Bentuk Strategi Komunikasi Guru dalam Pembentukan Karakter Islami Murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat ... 57

B. Upaya Guru dalam Pembentukan Karakter Islami Murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat ... 73

C. Evaluasi Guru dalam Pembentukan Karakter Islami Murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat ... 87

BAB V ... 93

PENUTUP ... 93

A. Kesimpulan ... 93

B. Saran ... 95

DAFTAR PUSTAKA ... 96 LAMPIRAN-LAMPIRAN

 

(13)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Murid sedang menunaikan shalat Dhuha berjamaah.75 Gambar 4.2 Murid sedang menghafal Asmaul Husna bersama…76 Gambar 4.3 Murid sedang menghafal Surah, Hadist dan Doa….77 Gambar 4.4 Murid sedang mengikuti kegiatan renang...80 Gambar 4.5 Murid sedang menyuapi Ibunya ketika Hari

Ibu………83 Gambar 4.6 Murid sedang praktek melempar Jumroh Manasik

Haji………..84 Gambar 4.7 Murid sedang memperhatikan guru ketika Manasik

Haji………..84 Gambar 4.8 Murid sedang mengikuti santunan anak yatim pada

bulan Ramadhan………..……….…...86

 

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pada saat ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan oleh permasalahan krisis moral yang terjadi di kalangan generasi muda bangsanya. Semakin hari permasalahan mengenai krisis moral ini sudah semakin memprihatinkan. Maraknya kenakalan remaja yang masih duduk di bangku sekolahan seperti mencontek, membolos, tawuran, pergaulan bebas dan perilaku menyimpang lainnya merupakan bukti bahwa moral generasi penerus bangsa ini sudah sangat rusak.1

Salah satu solusi untuk mengatasi berbagai kerusakan moral agar tidak terjadi pada generasi bangsa selanjutnya adalah dengan pembentukan karakter kepada anak sejak dini.

Solusi ini telah diteliti oleh para ahli psikologi dan pendidikan untuk membuat konsep pembentukan karakter anak melalui jalur keluarga sebagai titik awal. Dengan terbinanya keluarga- keluarga yang akan melahirkan anak-anak dengan karakter yang baik, diharapkan dapat meningkatkan moral bangsa.2

Anak usia dini merupakan waktu yang paling tepat dalam pembentukan karakter. Melalui penanaman nilai-nilai

1 Laras Iin Fitriyani “Krisis Moral Melanada Generasi Muda Tanpa Adanya Pendidikan Karakter” diakses dari http://www.kompasiana..com/

larasiin/ pada tanggal 23 Februari 2018 pukul 01.00.

2 Rahmat Rosyadi Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2013), h.3.

 

(15)

2

agama Islam, anak akan bertindak dan berprilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma agama Islam. Prosesnya dilakukan melalui pendidikan yang mesti berlangsung seumur hidup sesuai dengan prinsip-prinsip pedagogis Islam yang menekankan bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup yang bertumpu pada qalbu; hati nurani untuk membentuk karakter yang mahmudah.3

Dalam sebuah ayat Alquran surah Al-Isra ayat 23, Allah berfirman:

َرَ بِكْلٱ َكَدنِع نَغُلْ ب َ ي ا مِإ

ج

اًنََٰسْحِإ ِنْيَدِلََٰوْلٱِبَو ُها يِإ لِّإ ا وُدُبْعَ ت لَّأ َكُّبَر َٰىَضَقَو اَُهُُدَحَأ ْوَأ اَُهُ َلَِك

اَمُ لَّ لُقَ ت َلََف فُأ

َلَّو ْرَهْ نَ ت اَُهُ

اًيمِرَك ًلّْوَ ق اَمُ لَّ لُقَو

“Ðan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan

3 Rahmat Rosyadi, Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini, (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2013), h. 6.

 

(16)

janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” 4

Ayat ini merupakan salah satu ayat yang memuat materi tentang pendidikan yang harus ditanamkan kepada seorang anak dalam kelurga. Perintah Allah yang tercantum dalam ayat ini, mencakup dalam pendidikan karakter berupa aqidah, ibadah dan akhlak yang harus terbina bagi seorang anak.5

Menurut Vigotskyl, aktivitas mental yang tinggi pada anak dapat terbentuk melalui interaksi dengan orang lain.

Pembelajaran yang berkarakter akan menjadi pengalaman yang bermakna bagi anak jika ia dapat melakukan sesuatu (baik itu merubah atau mengikuti) atas lingkungannya. Karakter itu sama dengan akhlak dalam pandangan Islam, dan sebagai penanda bahwa seorang itu layak atau tidak layak disebut manusia, dan pendidikan karakter itu adalah tugas semua orang.6

Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Komunikasi juga melibatkan sejumlah orang, di mana seseorang menyatakan

4 Guntur Cahyono, “Pendidikan Karakter Perspektif Alquran dan Hadits”, Al-Astar, Jurnal Ahwal al-Syahsiyah dan Tarbiyah STAI Mempawah, Vol. V, No. I, (Maret 2017). h. 34.

5 Guntur Cahyono, “Pendidikan Karakter Perspektif Alquran dan Hadits”,h. 35.

6 Darmuin, Konsep Dasar Pendidikan Karakter Taman Kanak-kanak, (Semarang: Pustaka Zaman, 2003), h. 7.

 

(17)

4

sesuatu kepada orang lain.7 Dilihat dari berbagai dimensi, salah satunya komunikasi sebagai sistem. Sistem sering kali didefinisikan sebagai suatu aktivitas di mana semua komponen atau unsur yang mendukungnya saling berinteraksi satu sama lain dalam menghasilkan saluran. Sistem senantiasa memerlukan sifat-sifat yakni menyeluruh, saling bergantung, berurutan, mengontrol dirinya, seimbang, terarah, adaptif, dan memiliki tujuan. Karena itu sistem bergerak secara aktif, dinamis, dan tidak statis. Jika komunikasi dikaitkan dengan sistem, maka hal itu tercermin dari unsur-unsur atau elemen yang mendukungnya, di mana sumber, pesan, media, penerima, efek dan umpan balik saling mengikat dan berurutan.8 Fungsi instrumental dalam komunikasi dilakukan dengan tujuan untuk menginformasikan, mendidik, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan, mengubah perilaku atau menggerakan tindakan.9

PAUD adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak.10 Layanan PAUD juga bertujuan untuk membangun landasan bagi

7 Onong Uchjana Effendy, Dinamika Komunikasi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), h. 4.

8 Hafied Cangara, Perencanaan dan Strategi Komunikasi, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2013), h. 37.

9 Yosal Iriantara & Usep Syaripudin, Komunikasi Pendidikan, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2013), h. 8.

10 Susi Susiati, Modul Konsep Dasar PAUD, (Bandung: PP-PAUD dan DIKMAS Jawa Barat, 2017), h. 1.

 

(18)

berkembangnya potensi anak agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.11 Komunikasi guru dan murid menjadi prasyarat utama terciptanya proses pembelajaran yang efektif.

Guru dan murid menjalankan peran penting dalam mencapai tujuan pembelajaran yang sedang berlangsung di sekolah.12

Dilihat dari proses komunikasi, pendidikan adalah bagian dari komunikasi yaitu proses pengajaran yang melibatkan dua komponen yang terdiri dari guru sebagai komunikator dan dari siswa sebagai komunikan. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan Wilbur Schramm, yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendy mengatakan bahwa komunikasi didasarkan atas hubungan antara dua orang atau antara seseorang dengan orang lain. Hakikat hubungan ini adalah setara (tune) antara satu sama lain yang terfokus pada informasi yang sama. Kesangkutpautan tersebut berada dalam komunikasi tatap muka.13

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Smart Raudhoh adalah salah satu lembaga pendidikan yang berlokasi di wilayah Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat. PAUD Smart

11 Susi Susiati, Modul Konsep Dasar PAUD, h. 3.

12 Yosal Iriantara & Usep Syaripudin, Komunikasi Pendidikan, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2013), h.72.

13 Onong Uchjana Effendy, Kepemimpinan dan Komunikasi (Bandung:

CV Mandiri Maju, 2000), h. 58.

 

(19)

6

Raudhoh mempunyai kepedulian kepada anak usia dini untuk dapat membentuk karakter Islami dengan membimbing muridnya dengan program yang berasas Islam dan sangat mudah dipahami oleh anak usia dini. PAUD Smart Raudhoh memiliki konsep dan program-program pembentukan karakter dalam mendidik anak usia dini sejak awal berdiri.

Oleh karena itu, penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Strategi Komunikasi Guru dalam Pembentukan Karakter Islami Murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat”.

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Pembatasan Masalah

Untuk dapat membuat penelitian agar tidak meluas dan dapat lebih fokus terarah maka perlu diberikan pembatasan masalah sebagai berikut:

a. Bentuk strategi komunikasi guru yang merupakan perencanaan dan cara mensiasati suatu program untuk mencapai tujuan dengan menggunakan unsur komunikasi antara guru dengan murid PAUD Smart Raudhoh.

b. Proses pembentukan karakter Islami yang terdapat pada murid PAUD Smart Raudhoh sesuai dengan adab dan norma dari ajaran Islam.

 

(20)

2. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

a. Apa bentuk strategi komunikasi yang digunakan guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat?

b. Bagaimana upaya guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat?

c. Apa saja evaluasi guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh guru.

b. Untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat.

D. Manfaat Penelitian

Adapun penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik kepada berbagai pihak diantaranya sebagai berikut:

a. Manfaat Akademis

 

(21)

8

Dapat menambah pengalaman serta menerapkan ilmu yang telah didapat pada saat kuliah. Penelitian ini juga diharapkan dapat berguna dalam mengembangkan komunikasi guru.

b. Manfaat Praktis

Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk umat Islam agar dapat membangun karakter Islami pada anak usia dini. Dapat dijadikan evaluasi tingkat keberhasilan dan tingkat kegagalan guru dalam membentuk karakter Islami pada murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat.

E. Tinjauan Kajian Terdahulu

Untuk menentukan judul penelitian ini, penulis melakukan tinjauan kajian di perpustakaan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM) dan Perpustkaan Utama (PU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk menambah kelengkapan dalam pembuatan penelitian.

Penelitian ini menambil referensi dari judul penelitian yang sudah ada, terutama dalam penelitian ini menyangkut analisis media sosial dari penelitian lainnya, penulis telah membaca penelitian-penelitian sebelumnya, diantaranya yaitu:

1. “Strategi Komunikasi Guru dalam Menanamkan Nilai- Nilai Agama di SD Islam Terpadu Al-Kahfi Ciracas Jakarta Timur”, oleh Anis Nurfitriani (1113051000153) mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam pada tahun 2017.

Penelitian ini menganalisa tentang strategi komunikasi

 

(22)

Guru dalam menanamkan nilai-nilai agama di SDIT Al- Kahfi. Sedangkan dalam penelitian saya menganalisis mengenai strategi komunikasi Guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Roudhoh Jakarta Pusat.14

2. “Strategi Komunikasi Guru dalam Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama pada Anak Penyandang Tunagrahita di SLB-C Tunas Kasih I Kabupaten Bogor oleh Rizqi Nurul Ilmi (109051000058) mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam pada tahun 2013. Persamaan skripsi peneliti dengan skripsi Rizqi adalah pembahasan strategi komunikasi guru.

Perbedaannya adalah peneliti meneliti strategi komunikasi Guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Roudhoh Jakarta Pusat sedangkan Rizqi Nurul Ilmi, strategi komunikasi guru dan dalam menanamkan nilai- nilai pendidikan terhadap anak penyandang Tunagrahita di SLB-C Tunas Kasih Kabupaten Bogor.15

3. Strategi Public Relations Kantor Staf Presiden Republik Indonesia dalam Mengelola Isu Keagamaan di Media Sosial oleh Ayu Utami Saraswati (1113051000055)

14 Anis Nurfitriani, “Strategi Komunikasi Guru dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama di SD Islam Terpadu Al-Kahfi Ciracas Jakarta Timur”

(Skripsi S1 Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah, 2017)

15 Rizqi Nurul Ilmi, Strategi Komunikasi Guru dalam Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama pada Anak Penyandang Tunagrahita di SLB-C Tunas Kasih I Kabupaten Bogor (Skripsi S1 Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah, 2013)

 

(23)

10

mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam pada tahun 2017. Di dalamnya membahas mengenai strategi public relations pada kantor staff presiden Republik Indonesia dalam mengelola Isu keagamaan di media sosial. Dengan karya ilmiah tersebut peneliti mempelajari teori strategi untuk penelitian yang berjudul strategi komunikasi guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat.16

F. Metodologi Penelitian 1. Paradigma Penelitian

Paradigma adalah salah satu cara pandang untuk memahami kompleksitas dunia nyata.17 Penelitian ini mencoba menggunakan paradigma konstruktivisme sebagai pedoman proses pelaksanaan penelitian. Guba menyatakan bahwa konstruktivisme terbentuk dari adanya konstruksi realitas yang berasal melalui kemampuan berpikir seseorang.18 Konstruktivisme mempunyai sifat tidak tetap alias berkembang terus. Ibaratnya, konstruktivisme adalah fasilitator yang menghubungkan keragaman sikap dan pandangan pelaku sosial. Perlu

16 Ayu Utami Saraswati, Strategi Public Relations Kantor Staf Presiden Republik Indonesia dalam Mengelola Isu Keagamaan di Media Sosial (Skripsi S1 Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah, 2017)

17 Dedy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), h. 6.

18 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik (Bandung, PT Bumi Aksara, 2013), h. 48.

 

(24)

adanya interaksi antara peneliti dan yang diteliti, agar bertujuan untuk dapat mengkonstruksi realitas yang diteliti.19 Maka dari itu peneliti akan melakukan penelitian dengan mengidentifikasi dan mengekplorasi fakta-fakta terlebih dahulu untuk dapat membentuk suatu konstruksi yang dibangun atas pengetahuan yang berasal dari pemikiran peneliti.

2. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor mendefinisikan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang diamati.20 Lebih lanjut, Cresswell menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif bentuk data yang digunakan bukan berbentuk bilangan, angka, skor atau nilai. Melainkan data yang berkaitan dengan aspek kualitas, nilai atau makna yang terdapat dibalik fakta. Kualitas, nilai atau makna hanya dapat diungkapkan dan dijelaskan melalui linguistik, bahasa, atau kata-kata.21

Flick menyatakan, penelitian kualitatif yaitu adanya keterkaitan spesifik pada studi hubungan sosial yang

19 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik, h.

48-49.

20 Lexy J. Maleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya, 1997) h. 3

21 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik (Bandung, PT Bumi Aksara, 2013), h. 82.

 

(25)

12

berhubungan dengan fakta dari pluralisasi dunia kehidupan. Metode ini diterapkan untuk melihat dan memahami subjek dan objek penelitian yang meliputi orang dan lembaga berdasarkan fakta yang tampil secara apa adanya.22 Dengan kata lain, melalui metode kualitatif peneliti akan memahami data sebagai subjek dan objek penelitian yang sedang berlangsung kemudian memandang dan menafsirkan apa yang ada di balik data tersebut menjadi suatu pemahaman mendalam atas data yang diteliti menghasilkan fakta yang mudah dipahami dan kalau memungkinkan dapat menghasilkan hipotesis baru.

3. Subjek dan Objek Penelitian a. Subjek Penelitian

Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah satu pimpinan (kepala sekolah) dan empat orang guru PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat.

b. Objek Penelitian

Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah strategi komunikasi guru dalam membentuk karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh.

4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah awal yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama

22 Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik. h.

82.

 

(26)

penelitian adalah mendapatkan data.23 Untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam penelitian ini yang berdasarkan pertimbangan objek yang akan diteliti, maka peneliti memilih teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

a. Wawancara

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, akan tetapi peneliti juga dapat mengetahui hal-hal responden yang lebih mendalam.24 Wawancara dilakukan kepada Ibu Sri Henianti, S. Pd selaku kepala sekolah, para pengajar Triyani, Endang Cahyani Dewi, S. Pd, Linda Siswati. SE, Almaidah Nurul Khotimah, S. Ag, serta mendapat informasi dari tiga murid PAUD Smart Raudhoh yang bernama Rizky Fauzan Fathin, Alfarizi, Farica Valeri Oktalina dan Farliza Noor Erlizza.

b. Observasi

Menurut Nasution observasi adalah dasar semua pengetahuan. Melalui observasi, peneliti belajar tentang perilaku, dan makna dari perilaku tersebut.25 Untuk dapat memperoleh data yang diperlukan peneliti

23 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta.

2010), h. 62.

24 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, h. 72.

25 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, h. 64.

 

(27)

14

melakukan pengamatan secara langsung sebanyak tujuh kali, yaitu pada tanggal 4 Juni 2018 sampai dengan 23 Juni 2018 disaat kegiatan belajar di dalam kelas dan di area PAUD Smart Raudhoh sedang berlangsung. Dalam hal ini penulis mengamati strategi komunikasi guru dalam membentuk karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh.

c. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan catatan peristiwa ataupun arsip berupa data yang diperoleh dari hasil penelitian.

Peneliti akan menggunakan buku induk guru, Modul RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian), Modul RPPM (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan), Raport murid, hasil karya anak dan foto- foto kegiatan beserta catatan lainnya yang berkaitan dengan proses pembentukan karakter Islami murid yang sebagai pendukung hasil wawancara dan observasi.

5. Teknik Analisis Data

Setelah peneliti telah mengumpulkan data yang dibutuhkan, peneliti kemudian melanjutkan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam

 

(28)

unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain.26

Teknik Analisa data yaitu dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Analisis penelitian ini didasarkan pada melukiskan secara sistematis fakta, karakteristik, dan penggambaran secara faktual terhadap tema penelitian dengan pendekatan kualitatif.27 Penulis menganalisa data dengan menyusun kata-kata ke dalam tulisan yang lebih luas. Keterangan-keterangan yang ada kemudian dihubungkan satu fakta yang dapat terungkap mengenai topik yang dipertanyakan dan yang menjadi pokok masalah dalam penelitian penulis.

6. Tempat dan Waktu Penelitian

a. Tempat Penelitian beralamat di Jl. Taruna Jaya No.22 RT 016/003 Kelurahan Serdang Kecamatan Kemayoran Kota Madya Jakarta Pusat.

b. Waktu penelitian dilakukan selama bulan Juni sampai dengan Juli 2018 di PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat.

26 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2010), h. 89.

27 Jumroni, Metode-Metode Penelitian Komunikasi, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta dan UIN Jakarta Press, 2006), h. 37.

 

(29)

16

G. Sistematika Penulisan

Untuk memiliki gambaran dan mempermudah pengkajian, pembahasan, dan penyusunan. Maka peneliti membagi pembahasannya ke dalam lima bab yang terdiri dari beberapa sub-sub bab sebagai berikut:

BAB I: PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan secara singkat mengenai latar belakang masalah, batasan dan rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian, tinjauan pustaka dan sistematika penulisan.

BAB II: KAJIAN PUSTAKA

Kajian Pustaka yakni akan mengkaji teori yang digunakan dalam penelitian yaitu Strategi, Komunikasi, Strategi Komunikasi dan Karakter Islami.

BAB III: GAMBARAN UMUM

Gambaran umum mengenai PAUD Smart Raudhoh yang meliputi: Sejarah berdirinya PAUD Smart Raudhoh, profil PAUD, visi, misi dan tujuan, program kegiatan, serta struktur yang terdapat di dalam PAUD.

BAB IV: TEMUAN DAN ANALISIS HASIL TEMUAN Bab ini menjelaskan tentang deskripsi hasil penelitian, terdapat jawaban atas perumusan masalah yaitu Apa bentuk strategi komunikasi yang digunakan guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat? Bagaimana

 

(30)

upaya guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat?

BAB V: PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan yang dijelaskan secara singkat serta dilengkapi dengan saran yang berhubungan dengan hasil temuan penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

 

(31)

18 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori

1. Strategi

a. Pengertian Strategi

Ditinjau dari arti kata, strategi berasal dari bahasa Yunani, yaitu strategos, yang berarti

“komandan militer” pada zaman demokrasi Athena.

Selain itu juga kata strategi diartikan sebagai seni berperang. Awalnya strategi digunakan dalam dunia militer, yaitu untuk memenangkan suatu peperangan.

Suatu strategi mempunyai dasar-dasar atau skema untuk mencapai suatu sasaran yang dituju.

1 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa Strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa-bangsa untuk melaksanakan kebijakan tertentu dalam keadaan perang dan damai, atau rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.2

Pengertian strategi menurut Onong Uchayana Effendi, strategi pada dasarnya adalah perencanaan atau planning dan management untuk mencapai suatu

1 Komarudin, Ensiklopedia Manajemen, (Jakarta: Bumi Aksara, 1994), Cet. ke-1, h. 539.

2 Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2004), Edisi ketiga, h. 1092.

 

(32)

tujuan. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak hanya berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjuk satu arah saja, melainkan harus menunjukkan bagaimana cara operasionalnya.3 Sedangkan menurut Anwar Arifin strategi adalah keseluruhan keputusan kondisional tentang tindakan yang akan dijalankan, guna mencapai tujuan. Dalam merencanakan sebuah startegi, keterampilan dalam menentukan serta memanfaatkan ruang dan waktu merupakan aspek yang penting demi tercapainya suatu tujuan.4 Seperti halnya suatu organisasi atau lembaga, untuk mencapai kesuksesan tentunya perlu didasari dengan penggunaan strategi, apabila strategi yang digunakan dapat diterapkan dengan baik maka segala tujuan dan hasilnya akan tercapai, sebaliknya apabila strategi yang digunakan tidak bisa digunakan dengan kurang efektif terjadi kesalahan dalam penerapannya, maka hasilnya pun kemungkinan akan gagal dalam mencapai hasil dan tujuan suatu organisasi atau lembaga tersebut.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan sebuah rencana atau planning dan cara mensiasati suatu program atau

3 Onong Uchayana Effendi, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1984), Cet, ke-6, h, 32.

4 Anwar Arifin, Dakwah Kontemporer, Sebuah Studi Komunikasi, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011) h. 227.

 

(33)

20

kegiatan yang dilaksanakan agar tercapai dengan baik sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

b. Tahapan-Tahapan Strategi

Strategi merupakan hal yang sangat penting oleh para perencana, dalam pemilihan serta penerapan strategi memerlukan kehati-hatian. Apabila salah memilih strategi dapat menyebabkan kerugian yang bisa berdampak besar sehingga untuk mencapai tujuan tidak dapat berjalan dengan efektif. Oleh karena itu, perlu adanya privasi dalam memilih strategi bagi para perencana. Menurut Fred R. David bahwa dalam proses strategi ada tiga tahapan yang harus ditempuh, yaitu:

1) Perumusan Strategi

Dalam perumusan strategi mencakup pengembangan visi dan misi, mengidentifikasi kesempatan dan ancaman eksternal organisasi, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, menciptakan tujuan jangka panjang, memulai strategi alternatif, dan memilih strategi khusus untuk dicapai. Strategi tentu menentukan pencapaian jangka panjang. Untuk hal baik maupun hal buruk, keputusan memilih strategi memiliki konsekuensi multifungsi yang besar dan berdampak panjang pada organisasi.

2) Implementasi Strategi

 

(34)

Implementasi strategi disebut juga sebagai tindakan dalam strategi, karena implementasi berarti memobilasi untuk menerapkan strategi yang telah dirumuskan menjadi suatu tindakan. Kegiatan yang mencakup implementasi strategi adalah pegembangan budaya pendukung strategi, penciptaann struktur yang efektif, pengarahan kembali bentuk strategi, menyiapkan anggaran, mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi. Agar implementasi strategi berjalan dengan sukses, maka dibutuhkan disiplin dan motivasi kerja.

3) Evaluasi Strategi

Tahap evaluasi strategi merupakan tahap akhir yang dilaksanakan setelah tahap implementasi strategi. Evaluasi strategi menjelaskan proses penilaian dari pelaksanaan strategi yang telah dilakukan, apakah sudah mencapai hasil yang diharapkan atau tidak, dan apabila terjadi penyimpangan maka akan ditentukan penyebabnya. Evaluasi strategi merupakan tahapan penting yang diperlukan untuk menjadi tolak ukur strategi yang akan dilaksanakan kembali oleh suatu organisasi dan untuk

 

(35)

22

memastikan sudah sampai dimana tujuan yang ingin dicapai. 5

Dalam tahap evaluasi strategi, suatu organisasi atau perusahaan perlu melakukan kajian ulang terhadap strategi yang digunakan dalam tahap implementasi strategi yang telah dijalankan untuk dapat mengukur hasil yang diharapakan. Dalam hal tersebut diperlukannya proses penyelidikan penyimpangan pelaksanaan dari rencana.

Selajutnya harus mengambil langkah korektif untuk memastikan bahwa pencapaian sesuai rencana.

Ada empat macam langkah dasar untuk mengevaluasi strategi, yaitu :

a) Meninjau kembali faktor-faktor eksternal dan internal yang terjadi saat ini, apakah terjadi perubahan-perubahan pada startegi yang sudah dirumuskan.

b) Mengadakan pengukuran terhadap kemampuan dan kinerja organisasi atau perusahaan dengan kembali memastikan apakah sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

c) Mengadakan perbaikan-perbaikan untuk perkembangan organisasi atau perusahaan.

5 Fred R David, Manajemen Strategik, (Jakarta: Salemba Empat, 2016) h, 4.

 

(36)

d) Membantu dalam mengembangkan model dimasa mendatang.6

2. Komunikasi

a. Pengertian Komunikasi

Istilah Komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang artinya membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Komunikasi juga berasal dari akar kata communico yang artinya berbagi.7

Secara terminologis, komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan dari seseorang kepada orang lain. Dari pengertian itu jelas bahwa komunikasi melibatkan sejumlah orang, di mana seseorang menyatakan sesuatu kepada orang lain.8 Dalam proses komunikasi tersebut akan terjadi aksi dan interaksi yang menuntut reaksi balik dari penerima informasi kepada pemberi komunikasi, demikian pula pula sebaliknya dari pemberi informasi kepada penerima informasi.9

6 Musa Hubeis dan Mukhamad Najib, Manajemen Strategik dalam Pengembangan daya Saing Organisasi, (Jakarta: PT Gramedia, 2008), h. 28.

7 Hafied Cangara, Perencanaan dan Strategi Komunikasi, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2013), h. 33.

8 Onong Uchjana Effendy, Dinamika Komunikasi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004). h. 4.

9 Hafied Cangara, Perencanaan dan Strategi Komunikasi, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2013), h. 36.

 

(37)

24

Adapun Pengertian komunikasi menurut terminologis yang telah dikemukakan oleh ilmuwan komunikasi, antara lain:

1) Menurut Wiliam Albiq, dalam bukunya Public Opinion bahwa komunikasi adalah: “Proses pengoperasian lambing-lambang yang berarti diantara individu-individu.”

2) Laswell, 1960, mengatakan bahwa “komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa”, “mengatakan apa”, “dengan saluran apa”, “kepada siapa” dan dengan akibat atau hasil apa” (Who? Says what? In which channel

? To whom ? With what effect ?).

3) Everett M. Rogers, mengemukakan bahwa komunikasi adalah “proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.” 10

Berdasarkan definisi yang dikemukakan oleh para ahli, dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau mengubah sikap, pendapat, atau

10 Roudhonah, Ilmu Komunikasi, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2007), h.

20-21.

 

(38)

perilaku, baik langsung secara lisan maupun tidak langsung melalui media.11

b. Komponen Dasar Komunikasi

Ada empat komponen dalam komunikasi, yaitu orang yang mengirimkan pesan, pesan yang akan dikirmkan, saluran atau jalan yang dilalui pesan dari pengirim kepada penerima, dan penerima pesan.

Karena komunikasi merupakan proses dua arah atau timbal balik, komponen output perlu ada dalam proses komunikasi. Dengan demikian, komponen dasar komunikasi ada lima, yaitu sebagai berikut.

1) Pengirim Pesan

Pengirim pesan adalah individu atau orang yang mengirimkan pesan. Pesan atau informasi yang akan dikirimkan berasal dari otak pengirim pesan.

Oleh sebab itu, sebelum mengirimkan pesan, pengirim harus membuat pesan yang akan dikirimkan kemudian menyandikan arti tersebut dalam suatu pesan. Setelah itu dikirimkan melalui saluran.

2) Pesan

Pesan adalah informasi yang akan dikirimkan kepada penerima. Pesan dapat berupa verbal ataupun nonverbal. Pesan secara verbal dapat

11 Yusuf Zaenal Abidin, Manajemen Komunikasi Filosofi Konsep dan Aplikasi, (Bandung: Pustaka Setia Bandung, 2015) h. 35.

 

(39)

26

secara tertulis, seperti surat, buku, majalah, memo, dan pesan secara lisan, seperti percakapan tatap muka, percakapan melalui telepon, radio, dan sebagainya. Adapun pesan yang nonverbal dapat berupa isyarat gerakan badan, eksperesi muka, dan nada suara.

3) Saluran

Saluran adalah jalan yang dilalui pesan dari pengirim dengan penerima. Channel dalam komunikasi adalah gelombang cahaya dan suara itu berpindah berbeda-beda. Misalnya, apabila dua orang berbicara tatap muka, gelombang suara dan cahaya di udara berfungsi sebagai saluran. Jika pembicaraan itu melalui surat yang dikirimkan, gelombang cahaya merupakan saluran yang dapat melalui huuf pada surat tersebut.

4) Penerima Pesan

Penerima pesan adalah orang yang menganalisis dan menginterpetasikan isi pesan yang diterimanya.

5) Output

Output adalah respons penerima terhadap pesan yang diterimanya. Adanya reaksi ini membantu pengirim untuk mengetahui sesuai tidaknya interpretasi pesan yang dikirimkan dengan hal-hal yang dimaksudkan oleh pengirim. Apabila arti pesan yang dimaksudkan oleh pengirim

 

(40)

diinterpretasikan sama oleh penerima, berarti komunikasi tersebut efektif. 12

3. Strategi Komunikasi

a. Pengertian Strategi Komunikasi

Strategi komunikasi pada hakikatnya adalah perencanaan dan manajemen untuk mencapai satu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, startegi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah, tetapi juga harus menunjukkan taktik operasionalnya.13

Demikianlah pula strategi komunikasi merupakan paduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi untuk mencapai suatu tujuan.

Untuk mencapai tujuan tersebut strategi komunikasi harus dapat menunjukkan bagaimana operasionalnya secara taktis harus dilakukan, dalam arti kata bahwa pendekatan bisa berbeda sewaktu-waktu, bergantung kepada situasi dan kondisi.14

Menurut Rogers seperti yang dikutip Hafied Changara dalam bukunya perencanaan dan strategi komunikasi bahwa pengertian strategi komunikasi adalah sebagai suatu rancangan yang dibuat untuk

12 Yusuf Zaenal Abidin, Manajemen Komunikasi Filosofi Konsep dan Aplikasi, h. 35-36.

13 Onong Uchjana Effendy, Dinamika Komunikasi, (Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya, 2004), h. 29.

14 Onong Uchjana Effendy, Dinamika Komunikasi, h. 29.

 

(41)

28

mengubah tingkah laku manusia dalam skala yang lebih besar melalui transfer ide-ide baru. Sedangkan menurut Middleton strategi komunikasi adalah kombinasi yang terbaik dari semua elemen komunikasi mulai dari komunikator, pesan, saluran (media), penerima sampai pada pengaruh (efek) yang dirancang untuk mencapai tujuan komunikasi yang optimal.15

Menurut R. Wayne Peace, Brent D. Petterson dan M Dallas Burnet dalam bukunya techniques for effective communication, seperti yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendy, tujuan sentral strategi komunikasi terdiri atas tiga tujuan utama yaitu:

1) To secure understanding: memastikan bahwa komunikan mengerti pesan yang diterima.

Andaikan ia sudah dapat mengerti dan menerima, maka penerimaannya itu harus dibina.

2) To establish acceptance: setelah komunikan mengerti dan menerima pesan maka pesan ini harus diberikan proses kelanjutan dengan pembinaan.

3) To motivation action: lalu setelah penerimaan pesan dan telah dilakukan pembinaan maka tahap selanjutnya dengan memberikan motivasi pada kegiatan.16

15 Hafied Cangara, Perencanaan dan Strategi Komunikasi, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2013), h. 61.

16 Onong Uchjana Effendy, Dinamika Komunikasi, h. 29.

 

(42)

Dengan demikian, unsur antara pemberi pesan, penerima pesan dan pesan merupakan ketiga unsur penting dalam strategi komunikasi yang dilakukan dalam suatu kelompok atau organisasi. Dari ketiga unsur tersebut akan menjadi pendukung jalannya strategi komunikasi bersama unsur-unsur lainnya.

Sehingga nanti akan tercipta suatu pencapaian tujuan komunikasi efektif.

b. Langkah-Langkah dalam Strategi Komunikasi Dalam rangka menjalankan suatu strategi komunikasi perlu adanya langkah-langkah strategi yang perlu dilaksanakan. Agar dapat berjalan diperlukanya pemikiran yang dapat memperhitungkan komponen-kompenen komunikasi beserta faktor pendukung dan faktor penghambat komunikasi.

Harold Laswell, seorang sarjana hukum pada Yale University, yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendy, dalam bukunya dinamika komunikasi, telah menghasilkan suatu pemikiran mengenai komunikasi yang dituangkan dalam bentuk paper dan dimuat dalam buku “the communication of ideals”, suntingan Lyman Bryson. Laswell, menyatakan bahwa yang terbaik untuk menerangkan kegiatan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “who says what in which channel to whom with what effect”. Untuk mantapnya strategi komunikasi, maka segala sesuatunya harus

 

(43)

30

dipertautkan dengan unsur komunikasi yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan dalam rumus Laswell tersebut.

1) Who? Siapakah komunikator.

2) Says what? Pesan yang dinyatakan.

3) In which channel? Media apa yang digunakan.

4) To whom? Siapa komunikan.

5) With what effect? Efek apa yang diharapkan.17 Strategi komunikasi harus mampu menunjukkan bagaimana operasionalnya secara praktis, maksudnya berbagai pendekatan (approach), bisa berbeda sewaktu-waktu tergantung situasi dan kondisi.18 Sebagai penunjang operasional strategi komunikasi, terdapat langkah-langkah dalam strategi komunikasi, yaitu sebagai berikut:

1) Mengenal Khalayak

Mengenal khayalak haruslah merupakan langkah pertama bagi komunikator dalam usaha komunikasi yang efektif. Dalam proses komunikasi, khalayak itu tidak sekali pasif, melainkan aktif, sehingga antara komunikator dan

17Onong Uchana Effendy, Dinamika Komunikasi, h. 29.

17Onong Uchana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, h. 32.

 

(44)

komunikan bukan saja terjadi saling hubungan, tetapi juga saling mempengaruhi.

a) Faktor Kerangka Referensi

Pesan komunikasi yang akan disampaikan kepada komunikan harus sesuai dengan kerangka referensi. Kerangka referensi seseorang terbentuk dari pengalaman dan kehidupan sosial manusia. Seperti halnya gaya hidup, norma hidup, status sosial dan ideologi.

b) Faktor Situasi dan Kondisi

Situasi yang dimaksud di sini ialah situasi komunikasi pada saat komunikan akan menerima pesan yang akan disampaikan. Agar komunikasi berjalan efektif, tempat penyampaian pesan komunikasi haruslah diperhatikan. Kita perlu mengatur tempat dan ruangan dimana komunikasi akan berlangsung, sehingga hambatan yang datang dapat diminimalisir. Yang dimaksud dengan kondisi yaitu keadaan fisik dan psikis komunikan pada saat ia menerima pesan komunikasi. Komunikasi kita tidak akan efektif apabila komunikan sedang marah, sedih, bingung, sakit atau lapar. Dalam menghadapi komunikan dengan kondisi seperti itu kita diharapkan sebisa mungkin untuk menciptakan suasana yang menyenangkan.

 

(45)

32

Akan tetapi tidak jarang pula kita harus melakukannya pada saat itu juga.

2) Menyusun Pesan

Setelah mengenal khayalak dan situasinya, maka langkah selanjutnya dalam perumusan strategi adalah menyusun pesan dengan menentukan tema dan materi sebagai syarat utama untuk mempengaruhi khalayak tersebut dengan mampu membangkitkan perhatian. Lewat bangkitnya suatu perhatian, maka efektivitas penyampain pesan-pesan dapat terlaksana.

Dalam menentukan tema dan materi atau isi pesan yang akan disampaikan kepada khalayak sesuai kondisinya dikenal dengan dua bentuk penyajian permasalahan yaitu yang bersifat one side issue (sepihak) dan both sides issue (kedua belah pihak). One side issue dimaksudkan sebagai penyajian masalah yang bersifat sepihak, yaitu dengan mengemukakan hal yang positif saja, atau hal-hal yang negatif saja kepada khalayak.

Sebaliknya both sides issue suatu permasalahan yang disajikan baik negatif maupun positifnya.

3) Menetapkan Metode

Dalam bukunya, menurut Anwar Arifin suatu komunikasi untuk mencapai suatu efektivitas akan bergantung dari kemantaban isi pesan yang akan diselaraskan dengan kondisi khalayak,

 

(46)

sehingga metode-metode penyampain pesan akan turut berpengaruh.

Hal tersebut dapat diuraikan lebih lanjut, bahwa yang pertama, semata-mata melihat komunikasi itu dari segi pelaksanaannya dengan melepaskan perhatian dari isi pesannya. Sedangkan yang kedua, yaitu melihat komunikasi itu dari segi bentuk pernyataan atau bentuk pesan dan maksud yang dikandung. Oleh karena itu yang pertama (menurut pelaksanaanya), dapat diwujudkan dalam dua bentuk, yaitu metode redundancy (repetion) dan canalizing. Sedang yang kedua (menurut bentuk dan isinya) dikenal metode-metode, informative, persuasive, educative dan cursive.

Dalam dunia komunikasi terdapat dua aspek penyampaian, menurut cara pelaksanaanya dan menurut bentuk isinya :

a) Reduncacy (repetion). Metode ini adalah cara mempengaruhi khayalak dengan cara mengulang-ulang pesan kepada khalayak.

Dengan motode ini terdapat banyak manfaat yang dapat diambil, diantaranya khalayak tidak mudah melupakan isi pesan, komunikator juga akan mengambil pelajaran untuk dapat memperbaiki kesalahan dalam penyampaian pesan sebelumnya, dan khalayak akan lebih memperhatikan pesan, karena metode ini

 

(47)

34

berkontras dengan pesan yang tidak diulang- ulang, sehingga ia akan lebih mengikat perhatian.

Akan tetapi dalam metode ini, pada tingkat tertentu akan kehilangan magisnya, namun bila digunakan dengan sederhana akan cukup berfaedah di antara yang maksimum dan yang minimum. Menurut Scharm dalam buku Anwar Arifin, pengulangan yang terlalu banyak bisa mecapai titik kekenyangan (saturation point), yaitu redundancy berkelebihan atau tidak tepat pengunaannya. Sebab manusia memiliki kapasitas tertentu saja di dalam menangkap atau menerima stimuli yang ditujukan kepadanya.

Sedangkan di dalam melakukan pengulangan- pengulangan itu sebaiknya dengan variasi- variasi yang menarik dan tidak membosankan.

b) Canalizing, dengan metode ini penyampaian pesan dengan memahami dan meneliti kelompok pengaruh individu atau khalayak.

Dengan cara ini komunikator menyediakan saluran-saluran tertentu untuk menguasai motif-motif pada diri khalayak, lewat permulaan komunikator terlebih dahulu mengenal khalayaknya, dan mulai menyampaikan pesan sesuai dengan kepribadian, sikap-sikap dan motif khalayak,

 

(48)

kemudian diubah sedikit demi sedikit kearah tujuan komunikator.

c) Informative, suatu bentuk penyampaian pesan yang bertujuan untuk mempengaruhi khalayak dengan memberikan penerangan sesuai dengan fakta dan pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, bagi komunikan dapat diberi kesempatan untuk menilai, menimbang-nimbang dan mengambil keputusan atas dasar pemikiran-pemikiran yang sehat.

d) Persuasive, bentuk metode ini mempengaruhi dengan cara membujuk khalayak baik pikirannya, maupun perasaannya, dengan metode ini tidak memberikan khalayak untuk berpikir kritis, dan terlebih khalayak dapat terpengaruh secara tidak sadar.

e) Educative, sebagai salah satu usaha mempengaruhi khalayak dari suatu pernyataan umum yang diberikan, dapat diwujudkan dalam bentuk pesan yang berisi pendapat, fakta dan

pengalaman yang dapat

dipertanggungjawabkan dari segi kebenarannya. Metode Educative memakan waktu yang sedikit lebih lama dibanding metode lain, karena dijalankan dengan disengaja, teratur dan terencana, dengan tujuan

 

(49)

36

merubah tingkah laku manusia kearah yang diinginkan.

f) Cursive, berarti mempengaruhi khalayak dengan cara memaksa, khalayak dipaksa tanpa diberikan waktu berpikir lebih banyak lagi, untuk menerima gagasan-gagasan atau ide-ide yang diberikan oleh komunikator. Metode ini, biasanya dimanifestasikan dalam bentuk peraturan, perintah dan intimidasi.

4) Penggunaan Media

Penggunaan media sebagai alat untuk menyampaikan pesan dan pengaruh kepada khalayak merupakan suatu keharusan di masa modern sekarang. Untuk dapat menyampaikan pesan komunikasi agar berjalan dengan baik, seorang komunikator harus selektif memilih media sesuai dengan keadaan dan kondisi khalayak.19 4. Karakter Islami

a. Pengertian Karakter Islami

Menurut bahasa karakter berasal dari bahasa Inggris, character yang berarti watak, sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatannya, dan berarti tabi’at dan budi pekerti.

Dalam bahasa Arab, kata karakter sering disebut

19 Anwar Arifin, Strategi Komunikasi: Sebuah Pengantar Ringkas, (Bandung: Armico, 1984), h. 59-80.

 

(50)

dengan istilah akhlak yang oleh para ulama diartikan bermacam-macam.20 Ibn Miskawaih misalnya mengatakan:

زكف يرغ نم الَّاعفأ لىا الَّ ةيعاد سفنل لاح ةيورلّو

Artinya, sifat atau keadaan yang tertanam dalam jiwa yang paling dalam yang selanjutnya melahirkan berbagai perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan lagi.21 b. Ruang Lingkup Karakter Islami

Menurut Muhammad ‘Ali Hasyimi ruang lingkup seorang muslim meliputi sebagai berikut:

1) Muslim bersama Tuhannya.

2) Muslim bersama dirinya.

3) Muslim bersama kedua orangtuanya.

4) Muslim besama anak-anaknya.

5) Muslim bersama keluarga dekat dan keluarga jauh 6) Muslim bersama tetangganya.

7) Muslim bersama sahabatnya.

8) Muslim bersama masyarakatnya. 22

20 Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf dan Karakter Mulia, (Depok, PT.

Rajagrafindo Persada, 2015), h. 266.

21 Ibn Miskawaih, Tahdzib al-Akhlaq wa Thathir al-A’raq, (Mesir: al- Mathba’ah al-Misriyah, 1934), Cet. 1 h. 40.

22 Muhammad ‘Ali Hasyimi, Membentuk Pribadi Muslim Ideal:

Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, (Jakarta: al-I’thisom, 2011), h. 3.

 

(51)

38

Menurut Abu bakar Jabir al-Jaza’iri menyebutkan adab meliputi:

1) Adab terhadap Allah SWT.

2) Adab terhadap Al-Qur’an.

3) Adab terhadap Rasulullah.

4) Adab terhadap diri sendiri.

5) Adab terhadap sesama makhluk ciptaan Allah.23 c. Norma-Norma Menurut Alquran

Alquran adalah merupakan sumber ajaran moral yang lengkap dan meliputi segala bidang kehidupan manusia, mempunyai norma-norma moral yang sifatnya permanen dan universal, karena berdasakan wahyu dari Allah SWT. Dalam memberikan suatu ukuran penilaian bagi kehidupan moral manusia, yaitu keridhaan Illahi, Alquran juga menyediakan alat-alatnya sekaligus untuk menentukan tingkah laku yang baik dan buruk.24

Norma-norma moral yang telah ditetapkan Allah SWT dalam Al-quran, diantaranya:

1) Al-quran memerintahkan supaya mencintai dan mengagungkan Allah dan Rasul-Nya (QS. Al-Isra’:

22)

23 Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri, Minhajul Muslim Konsep Hidup Ideal dalam Islam, ( Jakarta: Darul Haq, 2011). h. XV.

24 Ahmad Shahibuddin, Fungsi Al-Qur’an Dalam Pembentukan Mental Remaja, (Jakarta: Dewaruci Press, 1984), h. 38.

 

(52)

َ ف َرَخآ اًََٰلَِّإ ِه للا َعَم ْلَعَْتَ َلّ

ًلّوُذَْمَ اًموُم ْذَم َدُعْقَ ت

“Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).”

2) Alquran mengajarkan berbuat baik kepada kedua orang tua. (QS. Al-Isra: 23).

نَغُلْ بَ ي ا مِإ

ج

اًناَسْحِإ ِنْيَدِلاَوْلاِبَو ُها يِإ لِّإ اوُدُبْعَ ت لَّأ َكُّبَر َٰىَضَقَو َكَدْنِع َرَ بِكْلا اَُهُُدَحَأ ْوَأ اَُهُ َلَِك َلََف ْلُقَ ت اَمَُلَّ

فُأ َو َلّ

اَُهُْرَهْ نَ ت

ْلُقَو اَمَُلَّ

ًلّْوَ ق اًيمِرَك

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

3) Alquran memerintahkan agar menyatu, mencintai dan menghormati sesama manusia (QS. Ali Imron:

103).

 

(53)

40

ِه للا َتَمْعِن او ُرُكْذاَو

ج

اوُق رَفَ ت َلَّو اًعيَِجَ ِه للا ِلْبَِبِ اوُمِصَتْعاَو ْمُكْيَلَع ْذِإ ْمُتْنُك ًءاَدْعَأ َف لَأَف َْيَ ب ْمُكِبوُلُ ق ْصَأَف ْمُتَْْب ِهِتَمْعِنِب

َكِلََٰذَك

ظ

اَهْ ن ِم ْمُكَذَقْ نَأَف ِرا نلا َنِم ةَرْفُح اَفَش َٰىَلَع ْمُتْنُكَو اًناَوْخِإ ُِيَ بُ ي ُه للا ْمُكَل ِهِتاَيآ ْمُك لَعَل َنوُدَتْهَ ت

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai- berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan ketika itu kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana.

Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”

4) Alquran menganjurkan supaya berlaku amanah dan bersikap benar (QS. Al-Mu’minun: 8).

اَمَِلِ ْمُه َنيِذ لاَو َنوُعاَر ْمِهِدْهَعَو ْمِِتِاَن

”Dan orang-orang yang memelihara amanat- amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.”

5) Alquran memerintahkan agar mencintai dan menghormati guru (QS. Al-Kahfi: 65-69).

 

Gambar

Gambar 4.1 Murid sedang menunaikan shalat Dhuha berjamaah.75  Gambar 4.2 Murid sedang menghafal Asmaul Husna bersama…76  Gambar 4.3 Murid sedang menghafal Surah, Hadist dan Doa….77  Gambar 4.4 Murid sedang mengikuti kegiatan renang.................80  Gamb

Referensi

Dokumen terkait

biaya-biaya yang terjadi untuk memproduksi gula telah dilakukan dengan tepat oleh PG.Kebon Agung berdasarkan pada standar akuntansi yang berlaku umum, yang

Golongan karbohidrat serealia adalah pati, polisakarida, dan selulosa.Pati memiliki dua bentuk, yaitu amilosa dan amilopektin.Amilosa memiliki struktur tidak bercabang,

Dalam penelitian ini, peneliti menyebarkan kuesioner kepada 55 responden yang berisikan 30 butir pertanyaan mengenai Pengaruh Channel Youtube Lentera Islam

Dimana hasil dari pemberdayaan dana ZIS melalui program-program ini dapat mencetak generasi sukses mulia, atau lebih kepada investasi Sumber Daya Manusia (SDM)

• Sewaktu memesan part pengganti untuk selang bahan bakar, selang pemakaian umum dan selang vinyl yang standar, pakailah nomor part bo- rongan yang dicantumkan pada parts

pemeriksaan terhadap bahan yang digunakan dalam campuran sebagai data pendukung yang meliputi hasil pemeriksaan sifat-sifat fisis agregat, hasil pemeriksaan

Tidak berhenti sampai disini saja, dalam meningkatkan kualifikasi guru pemerintah juga memberikan bebebrapa pilhan terkait model-model peningkatan kualifikasi guru, diantaranya