MORAL MELALUI APLIKASI MOODLE
(Penelitian Research and Developmentdi SMA 4 Bandung, Tahun Ajaran 2013/2014)
MaulinnisaaTiur R.N.
Abstrak
Penelitianinidilatarbelakangiolehbelumadanyavaliditasdanreliabilitasterhadapalatevaluasim embacapadamoodle. Penelitianinibertujuanuntukmenjawab:((1)Bagaimanakah pengumpulan data,(2)Bagaimanakah desain,(3)Bagaimanakah validasi desain,(4)Bagaimanakah reliabilitas,(5)Bagaimanakah revisi desain,(6)Bagaimanakah uji coba produk,(7)Bagaimanakah revisi produk,(8)Bagaimanakah uji coba pemakaian,(9)Bagaimanakah revisi produk)alatevaluasimembacaberorientasinilai moral melaluiaplikasimoodle untuk SMA kelas X di SMAN 4 Bandung tahun ajaran 20013/2014?
Maulinnisaa Tiur R.N., 2014
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI MEMBACA BERORIENTASI NILAI MORAL MELALUI APLIKASI MOODLE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Abstract
This research is motivated by the absence of validity and reliability of evaluation reading tool on moodle. This research purposes is to answer: ((1)how is the collecting data,(2)how is the design,(3)how is the validity of design,(4)how is the reliability of design,(5)how is the revision of design,(6)how is the experiment of product,(7)how is the revision of product,(8)how is the experiment of usage,(9)how is the revision of product)of the tools of evaluation reading with moodle for high school exam in class X SMAN 4 Bandung academic year 20013/2014.
ABSTRAK ……… ii
KATA PENGANTAR ………. iii
DAFTAR ISI ……… iv
DAFTAR TABEL ……… vi
DAFTAR DIAGRAM ………. viii
DAFTAR LAMPIRAN ……… ix
BAB I PENDAHULUAN ……….. 1
A Latar Belakang Penelitian ……… 1
B Identifikasi Masalah Penelitian ……… 4
C Rumusan Masalah Penelitian ……….. 5
D. Tujuan Penelitian………. 6
E. Manfaat Penelitian………. 7
BAB II MENGUKUR ALAT EVALUASI MEMBACA MELALUI ALAT EVALUASI MOODLE BERORIENTASI PADA PEMBELAJARAN MORAL …….. 8
A. Evaluasi Membaca ……… 8
a) Ihwal Membaca ... 8
b) Tujuan Membaca ... 9
c) Membaca sebagai Suatu Keterampilan ... 11
d) Aspek-Aspek Membaca ... 11
e) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca 12 B. Evaluasi ……….. 13
a) Ihwal Evaluasi ... 13
b) Tujuan dan Fungsi Evaluasi ... 16
C. Alat Evaluasi…….……..……….. 19
D. Evaluasi Keterampilan Membaca …….………. 37
E. Pembelajaran Moral ... 40
F. Moodle ... 43
G. Asumsi ... 48
BAB III METODE PENELITIAN ... 49
Maulinnisaa Tiur R.N., 2014
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI MEMBACA BERORIENTASI NILAI MORAL MELALUI APLIKASI MOODLE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
B. Populasi dan Sampel……….. 50
C. Definisi Operasional……….. 50
D. Instrumen Penelitian ……… 51
E. Prosedur Penelitian ……….. 52
F. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data ……… 53
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ………. 59
A. Hasil Penelitian ………... 59
1. Alat Evaluasi Membaca Melalui Evaluasi Moodle yang Berorientasi pada Pembelajaran Moral ……….. 59
2. Hasil Uji Coba 1 ……….. 74
3. Hasil Uji Coba 2 ……….. 85
4. Model Soal Keterampilan Membaca ………. 94
B. PembahasanUji Coba ……….. 98
1. Pengukuran Alat Evaluasi Membaca Melalui Evaluasi Moodle yang Berorientasi pada Pembelajaran Moral ……….... 98
2. Pembahasan Hasil Validitas dan Reliabilitas Butir Soal Uji Coba 1 ……… 109
3. Pembahasan Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Butir Soal Uji Coba 1 ………... 111
4. Pembahasan Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba 1 ……… 112
5. Pembahasan Hasil Analisis Tiap Butir Soal Uji Coba 1 ………….. 112 6. Pembahasan Hasil Validitas dan Reliabilitas Butir Soal Uji Coba 2 ……… 118
7. Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Butir Soal Uji Coba 2 ………… 119
8. Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba 2 ……… 120
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode dan Desain Penelitian
Sugiyono, (2013, 407) menuturkan bahwa metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggris disebut Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut agar dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji kefektifan produk tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode R&D karena hasil akhir penelitian ini akan menghasilkan produk evaluasi tes kompetensi membaca yang perlu diuji keefektifannya. Research and Development yang dilakukan oleh peneliti termasuk dalam Research and Development sederhana karena tidak bersifat multiyear seperti Research and Development yang biasa dilakukan oleh penyusun disertasi.
Produk yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan, terutama dalam evaluasi keterampilan membaca. Dalam mendesain sebuah perangkat evaluasi ini, peneliti terlebih dahulu mengumpulkan sumber-sumber referensi, contoh soal yang telah diujikan buatan guru kepada siswa khususnya soal-soal dalam keterampilan membaca dan tentu saja buku-buku yang terkait dengan alat evaluasi.
Tahap yang dilewati peneliti dalam mendesain sebuah produk adalah sebagai berikut.
1. membaca sumber mengenai evaluasi dan alat evaluasi 2. membuat rencana tes untuk keterampilan membaca 3. membuat soal tes keterampilan membaca
50
Maulinnisaa Tiur R.N., 2014
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI MEMBACA BERORIENTASI NILAI MORAL MELALUI APLIKASI MOODLE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Adapun desain penelitian ini digambarkan pada bagan berikut.
Bagan 3.1
5.
6.
B. Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 1993:102). Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupaka penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus.
Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas X SMA Negeri 4 Bandung.
Sampel adalah bagian dari populasi. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X IPA.
C. Definisi Operasional
1. Evaluasi adalah suatu pemeriksaan terhadap pelaksanaan suatu program yang telah dilakukan dan yang akan digunakan untuk meramalkan,
memperhitungkan, dan mengendalikan pelaksanaan program ke depannya agar jauh lebih baik.
2. Alat evaluasi dikenal dengan instrumen evaluasi. Penggunaan alat evaluasi ini adalah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik sesuai kenyataan yang dievaluasi.
3. Keterampilan membaca adalah keterampilan yang kompleks yang melibatkan serangkaian keterampilan yang lebih kecil lainnya dan membangun pemahaman dari teks yang tertulis.
4. Moodle adalah suatu evaluasi yang merupakan aplikasi dari proses belajar yang stimulus respon dimana guru sebagai pendidik memberikan stimulus berupa soal yang ditampilkan di suatu aplikasi dan pembelajar memberikan respon dengan menjawab di aplikasi itu sendiri
5. Moral adalah tata cara dalam kehidupan atau adat istiadat. Norma moral sendiri merupakan tolak ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatan mengumpulkan data agar kegiatannya menjadi sistematis dan dipermudah (Arikunto, 2000:134). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Media elektronik
Media elektronik adalah media yang menggunakan elektronik atau energi elektromekanis bagi pengguna akhir untuk mengakses kontennya. Di dalam penelitian ini media elektronik yang digunakan adalah media komputer dan jaringan internet.Media komputer dan internet dibutuhkan untuk penelitian ini dikarenakan alat evaluasi itu sendiri bersumber pada jaringan internet dengan perantara komputer.
52
Maulinnisaa Tiur R.N., 2014
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI MEMBACA BERORIENTASI NILAI MORAL MELALUI APLIKASI MOODLE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tes adalah serentetan pertanyaan/latihan atau alat lain yang digunakan untukmengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto, 1993:123).
Tes adalah suatu instrumen yang berguna untuk mendiagnosa kekuatan dan kelemahan siswa, mengetahui perkembangan siswa, menentukan peringkat siswa, dan menentukan keefetifan pembelajaran. Secara lebih operasional tes bertujuan untuk : (1) Mengetahui kelebihan, kelemahan, karakeristik belajar, dan kepribadian siswa guna penetapan teknik pembelajaran yag sesuai kebutuhan siswa; (2) Membantu guru dalam mendiagnosa apa yang telah dan belum dipelajari siswa secara perorangan sehingga proses belajar mengajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa; (3) Membantu guru dalam mengidentifikasi perkembangan belajar siswa secara keseluruhan untuk mengetahui materi apa yang memerlukan penguatan atau pengajaranremedial dan kapan kelas itu siap beralih pada pelajaran selanjutnya; (4) Membantu guru dalam merencanakan materi pelajaran yang tepat, menetapkan materi apa yang perlu diperdalam, dan bagaimana mengatur dan mengelola kelas sebagai lingkungan belajar; (5) membantu guru menilai capaian siswa dalam pembelajaran, penempatan pada kelas tertentu, pemberian sertifikat, dan / atau penentuan kelulusan.
Bentuk tes esai dan pilihan ganda paling sering digunakan guru dalam mengukur hasil belajar siswa. Dalam proses pengukuran hasil belajar, kedua bentuk tes ini memiliki jangakauan yang berbeda. Peneliti sendiri memilih memberikan insrumen berupa tes pilihan ganda.
1. Tes pilihan ganda
Tes pilihan ganda pada dasarnya terdiri dari dua bagian, yaitu batang tubuh tes yang berupa pertanyaan pengantar atau pernyataan tidak lengkap (dalam penulisan ii disebut pokok butir) dan lebih dari kemungkinan jawaban. Secara teknis jawaban yang benar disebut kunci jawaban dan yang lainnya disebut pengecoh (penggagal, penyesat, atau pengganggu). Pengecoh berfungsi untuk mengalihkan perhatian siswa yang kurang pasti sikapnya terhadap jawaban yang benar.
Adapun alasan peneliti memilih bentuk tes pilihan ganda dikarenakan pilihan ganda memiliki karakteristik yang lebih mempengaruhi bagi kemampuan membaca.
Langkah-langkah penelitian dan pengembangan dapat ditujukkan pada gambar berikut.
Bagan 3.2
Prosedur Penelitian R&D
F. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data
Proses pengumpulan informasi dilakukan secara faktual dan dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah membaca. Informasi faktual yang dikumpulkan berupa fakta-fakta di lapangan yang menunjukkan bahwa alat evaluasi membaca diperlukan penelitian dan pengembangannya karena keterampilan membaca merupakan keterampilan yang memerlukan pemahaman terhadap suatu teks bacaan. Fakta di lapangan juga menunjukkan alat evaluasi membaca yang ada di sekolah dianggap terlalu sederhana dan kurang mengajak siswa untuk antusias menyelesaikan soal-soal bahasa Indonesia dalam keterampilan membaca khususnya.
54
Maulinnisaa Tiur R.N., 2014
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI MEMBACA BERORIENTASI NILAI MORAL MELALUI APLIKASI MOODLE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
sekolah yang bersangkutan khususnya pada keterampilan membaca, alat evaluasi tersebut dianggap mampu menguji keterampilan membaca siswa karena memenuhi kriteria penyajian evaluasi dalam keterampilan membaca. Disamping itu menanyakan apa saja kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya kemampuan membaca.
Tahapan selanjutnya adalah merumuskan masalah dari penelitian yang akan dilaksanakan. Kemudian tak lupa merumuskan anggapan dasar dari penelitian yang akan dilaksanakan. Setelah itu yaitu memilih pendekatan yang tepat yang sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditentukan.
Tahapan berikut yaitu menentukan variabel penelitian, juga menentukan sumber data pada penelitian ini. Langkah berikutnya yaitu menentukan dan menyusun instrumen. Instrumen sangat berhubungan dengan proses pengumpulan data. Sampai pada tahapan pengumpulan data, yang akan disertakan pada penjelasan berikut ini.
1. Validasi Desain
Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk valid untuk disajikan sebagai bahan instrument penelitian. Validasi produk dilakukan dengan meminta guru dan dosen yang ahli dalam bidang evaluasi dan keterampilan membaca dengan berbagai pertimbangan untuk menilai instrumen tes tersebut. Analisis ini juga dilakukan berdasarkan teori yang ada. Analisis terhadap perangkat tes ini meliputi tingkat kognisi soal, isi materi soal, kejelasan petunjuk atau kalimat tanya dalam soal, opsi jawaban dalam soal, dan opsi kunci jawaban.
2. Perbaikan Desain
3. Uji Coba Produk
Langkah penelitian berikutnya yaitu soal diujicobakan pada sampel penelitian yang telah ditentukan. Uji coba bias dilakukan berkali-kali sesuai dengan kebutuhan dan analisis yang didapatkan dari uji coba sebelumnya. Peneliti berencana akan melakukan uji coba hingga soal yang diujikan sudah teruji validitas dan realibilitasnya.
Tahapan pengujian butir soal yang dilakukan peneliti dijelaskan sebagai berikut.
1. validitas butir soal;
Menurut Suherman (2003:102), suatu alat evaluasi disebut valid (abash atau sahih) apabila alat tersebut mampu mengevaluasi apa yang seharusnya dievaluasi. Validitas butir soal dihitung menggunakan rumus koefisien korelasi menggunakan angka kasar (raw score).
= � −( )( )
{� 2−( 2)} {� 2 −( 2)}
Keterangan:
rxy : koefisien korelasi tiap butir soal
N : banyaknya responden
∑X : jumlah skor tiap butir soal
∑Y : jumlah skor total
∑XY : jumlah hasil kali x dan y
(∑X2
): jumlah kuadrat skor tiap butir soal
(∑Y2
): jumlah kuadrat skor total
Nilai rxydiartikan sebagai nilai koefisien korelasi dengan kriteria sebagai berikut.
56
Maulinnisaa Tiur R.N., 2014
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI MEMBACA BERORIENTASI NILAI MORAL MELALUI APLIKASI MOODLE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
0,40≤ ≤ 0,70 Validitas sedang 0,20≤ ≤ 0,40 Validitas rendah 0,00≤ < 0,20 Validitas sangat rendah 2. reliabilitas butir soal;
Dalam penelitian ini, menghitung reliabilitas digunakan rumus KR-20 yaitu rumus Kuder-Richardson. Mereka adalah dua orang ahli prikometri yang merumuskan persamaan untuk mencari reliabilitas. Berikut ini adalah rumus KR-20.
1 = �
(� −1)
��2− � � ��2
Keterangan:
k = jumlah item dalam instrumen
� = proporsi banyaknya subjek yang menjawab pada item 1
� = 1- �
S�2 = varians total
3. indeks kesukaran butir soal;
Indeks kesukaran butir tes adalah proporsi peserta yang menjawab benar butir tes. Indeks kesukaran butir tes dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
p = ��
��
Keterangan :
p = indeks kesukaran
�� = banyaknya siswa yang menjawab benar suatu butir tes
Kriteria interpretasi indeks tingkat kesukaran.
0,00 – 0,30 = sukar
0,31 – 0,70 = sedang
0,71 – 1,00 = mudah
4. indeks daya pembeda butir soal;
Daya pembeda butir adalah kemampuan butir tes untuk membedakan siswa mampu dan kurang mampu. Pembagian kelompok siswa mampu dan tidak mampu dapat diacu dari pendapat Kelly (1939) dalam Croker dan Algina (1996) bahwa indeks daya beda butir yang lebih stabil dan sensitive dapat dicapai dengan menggunakan 27 persen kelompok atas dan 27 persen kelompok bawah. Rumus yang digunakan untuk menghitung indeks daya beda butir sebagai berikut.
D =
� − �
Keterangan:
D = indeks daya pembeda J = jumlah peserta tes
� = banyaknya peserta kelompok atas
� = banyaknya peserta kelompok bawah
= banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar
58
Maulinnisaa Tiur R.N., 2014
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI MEMBACA BERORIENTASI NILAI MORAL MELALUI APLIKASI MOODLE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Selanjutnya tahapan pengujian baik validitas, reliabilitas, dan analisis butir soal, produk yang berupa seperangkat soal tes keterampilan membaca terlebih dahulu diujicobakan pada sampel terbatas. Hal tersebut dilakukan agar peneliti bias melakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum produk dibuat secara masal.
4. Revisi Produk
Tahap revisi produk ini peneliti memperbaiki butir soal yang tidak memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas soal yang baik. Soal yang memenuhi kriteria tetap dipertahankan, sedangkan soal yang tidak memenuhi kriteria diperbaiki atau diganti.
Revisi produk dilakukan setelah melakukan uji coba pada kalangan terbatas, dalam hal ini dilakukan ujicoba pada satu kelas sampel.
5. Ujicoba Pemakaian
Tahap selanjutnya dilakukan pengujian dalam lingkup yang lebih luas. Hal tersebut dilakukan agar produk berupa seperangkat soal tes keterampilan membaca tersebut tetapi harus dinilai kekurangan yang muncul untuk perbaikan lebih lanjut.
6. Revisi Produk Tahap Dua
Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam pengujicobaan yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan. Dalam uji pemakaian, ,produk selalu dievaluasi untuk mengetahui kelemahan-kelemahan pada produk sehingga dapat dilakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam pembuatan produk selanjutnya.
7. Pembuatan Produk
Setelah dilakukan tahapan-tahapan dalam membuat produk evaluasi keterampilan membaca, kemudian produk dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian, maka produk berupa seperangkat soal tes membaca dapat diterapkan dan diproduksi menjadi sebuah alat evaluasi untuk keterampilan membaca.
Pada tahap akhir ini dilakukan hal-hal berikut:
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa evaluasi keterampilan membaca moodle sudah sesuai untuk dengan ketentuan alat evaluasi yang telah ada.
1. Penganalisisan soal-soal yang disajikan pada alat tersebut terdapat 20 butir soal yang mengevaluasi keterampilan membaca siswa. Pada uji coba 1 diujikan 20 butir soal keterampilan membaca. Akan tetapi 20 butir soal tersebut belum sepenuhnya sempurna untuk diujikan dalam alat evaluasi moodle. Hal tersebut dibuktikan dengan terdapat 2 butir soal termasuk dalam kategori validitas rendah, 6 butir soal termasuk dalam kategori validitas cukup, 2 butir soal termasuk dalam kategori validitas tinggi, 4 butir soal termasuk ke dalam validitas sangat rendah, dan 6 butir soal termasuk ke dalam kategori tidak valid. Hasil uji reliabilitas menunjukkan angka 0,79 dan berada pada kategori tinggi. Hasil analisis tingkat kesukaran soal diperoleh 14 butir soal termasuk dalam kategori sangat mudah, 2 butir soal termasuk dalam kategori mudah, dan 4 butir soal termasuk dalam kategori sedang. Daya pembeda butir soal, 12 butir soal berdaya pembeda jelek, 2 butir soal berdaya pembeda cukup, 3 butir soal berdaya pembeda baik, dan 3 butir soal berdaya pembeda baik sekali.
128
Maulinnisaa Tiur R.N., 2014
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI MEMBACA BERORIENTASI NILAI MORAL MELALUI APLIKASI MOODLE Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
sekali. Soal tersebut dijadikan produk evaluasi keterampilan membaca yang selanjutnya diujicobakan pada tahap pemakaian/uji coba 2.
3. Hasil analisis uji coba 2 menunjukkan angka reliabilitas 0,54 termasuk ke dalam kategori cukup. Uji validitas menunjukkan 1 butir soal bervaliditas sangat rendah, 4 butir soal bervaliditas rendah, 4 butir soal bervaliditas cukup, dan terdapat 1 soal tidak valid. Tingkat kesukaran butir soal, 8 butir soal tingkat kesukaran mudah dan 2 butir soal tingkat kesukaran sedang. Daya pembeda soal menunjukkan 1 butir soal berdaya pembeda sangat jelek, 3 butir soal berdaya pembeda cukup, dan 6 butir soal berdaya pembeda baik.
4. Model soal yang diperbaiki dari setiap soal, lebih baik diawali oleh wacana atau kalimat yang akan dijawab oleh siswa. Panjang wacana yang baik pun sebaiknya tidak terlalu panjang. Model soal evaluasi moodle memudahkan siswa dalam menjawab soal, hal itu dikarenakan selain menampilkan sajian yang berbeda dalam hal penampilan, teknik menjawab soal pun berbeda, disamping itu suasana yang diciptakan menghasilkan suasana yang berbeda dalam siswa menjawab soal-soal keterampilan membaca tersebut.
.
B. SARAN
Berdasarkan hasil kajian alat evaluasi keterampilan membaca moodle yang berorientasi pada pembelajaran moral untuk SMA kelas X, peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut:
1. soal-soal keterampilan membaca pada moodle yang berorientasi pada pembelajaran moral yang memenuhi persyaratan dikumpulkan dalam kumpulan soal sehingga dapat dipergunakan kembali;
2. soal-soal keterampilan membaca pada moodle yang berorientasi pada pembelajaran moral yang tidak memenuhi persyaratan dapat dibuang atau diganti dengan soal lain; 3. bagi guru, lebih memperhatikan alat evaluasi dan alat evaluasi moodle ini dapat
4. bagi penelti atau pemakai alat evaluasi moodle, hasil analisis ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan revisi atau membuat produk moodle baru; 5. peneliti menyarankan perbaikan bagi soal-soal yang belum memenuhi persyaratan