SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S. Farm) Program Studi Farmasi

66  Download (0)

Teks penuh

(1)

i

PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RAWAT INAP

RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN JAWA TENGAH PERIODE JULI-SEPTEMBER 2016

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S. Farm)

Program Studi Farmasi

Oleh:

Yuseva Ari Rahmawati NIM: 128114045

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

2019

(2)

ii

PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DIRAWAT INAP

RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN JAWA TENGAH PERIODE JULI-SEPTEMBER 2016

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S. Farm)

Program Studi Farmasi

Oleh:

Yuseva Ari Rahmawati NIM: 128114045

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

2019

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

Karyaku ini kupersembahkan kepada Tuhan Yesus, Bunda Maria, Santo Yosep Bapak Misyanta, Ibuk EY Suharni, Adik ku

Antonius Gangsar K Sahabat dan rekan kerjaku

Almamaterku Universitas Sanata Dharma

(6)

vi

(7)

vii

(8)

viii

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesainya penulisan skripsi yang berjudul “Evaluasi Ketepatan Indikasi Obat Diuretika pada Pasien Stroke Iskemik di Rawat Inap RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Jawa Tengah Periode Juli-September 2016” sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) Program Studi Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang turut ambil bagian dalam menyelesaikan skripsi ini, yaitu:

1. Ibu Dra. T. B. Titien Siwi Hartayu, M.Kes., Ph.D., Apt selaku dosen pembimbing skripsi yang telah banyak membantu dalam berbagai ilmu, pengetahuan dan wawasan, serta bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk berdiskusi dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini.

2. Ibu Dita Maria Virginia, M.Sc., Apt dan dr. Fenty, M.Kes., Sp. Pk., selaku dosen penguji atas semua saran dan dukungan yang membangun.

3. Rumah Sakit Umum Pusat dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Jawa Tengah yang telah memberikan izin pelaksanaan penelitian serta staf di Rekam Medis RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten yang telah banyak membantu selama proses pengambilan data.

4. Seluruh dosen Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan bimbingan kepada penulis selama proses perkuliahan.

5. Seluruh pihak yang telah membantu penulis, yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahw naskah penelitian ini masih jauh dalam kesempurnaan dan masih memiliki banyak kekurangan. Semoga naskah penelitian ini dapat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Yogyakarta, 24 Juli 2019

Penulis

(9)

ix

HALAMAN JUDUL ...ii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .... Error! Bookmark not defined. HALAMAN PENGESAHAN ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI... vi

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... viii

PRAKATA ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

ABSTRAK ... xii

ABSTRACT ... xiii

PENDAHULUAN...1

METODE PENELITIAN...2

HASIL DAN PEMBAHASAN...3

KESIMPULAN...8

SARAN...8

DAFTAR PUSTAKA...9

LAMPIRAN...11

BIOGRAFI PENULIS...42

...iii

53

(10)

x

Tabel I. Karakteristik pasien dengan diagnosa stroke iskemik dengan pengobatan golongan diuretika berdasarkan jenis kelamin dan umur...4 Tabel II. Penggolongan obat diuretika tunggal dan kombinasi...5 Tabel III. Penggunaan obat diuretika pasien stroke iskemik di instalasi rawat inap RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten...5 Tabel IV. Evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien stroke iskemik di

instalasi rawat inap RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten...6

(11)

xi

LAMPIRAN 1. Surat Izin Penelitian...12

LAMPIRAN 2. Form rekam medik...13

(12)

xii

Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang mempunyai kelainan fungsi otak dikarenakan pecahnya vaskular atau tersumbatnya aliran darah. Stroke terbagi menjadi 2 (dua), stroke hemoragik (pendarahan) dan stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi sekitar 80% kejadian stroke di dunia. Yayasan Stroke Indonesia (2012) menyatakan bahwa 63,52% dari 100.000 penduduk Indonesia yang berumur >65 tahun diperkirakan terjangkit stroke. Salah satu faktor utama stroke adalah hipertensi. Dalam beberapa penanganannya, golongan diuretika dapat digunakan sebagai strategi terdini untuk penanganan hipertensi, sehingga bisa mengurangi terjadinya stroke. Penelitian ini dilakukan di RSUP dr.

Soeradji Tirtonegoro Klaten dimana menjadi salah satu rumah sakit yang menjadi rumah sakit rujukan dengan 379 pasien stroke di tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan indikasi obat diuretika pada pasien stroke iskemik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif operasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara retrospektif dengan kriteria inklusi mendapatkan pengobatan golongan diuretika baik laki-laki maupun perempuan. Sampel yang didapatkan sejumlah 30 data pasien stroke iskemik (non hemoragik). Profil diuretika tunggal yang digunakan adalah manitol. Penggunaan terapi diuretika pada pasien stroke iskemik sudah sesuai dengan pedoman.

Kata Kunci: Ketepatan indikasi, stroke iskemik, diuretika

(13)

xiii

Stroke is one of the non-communicable diseases that has abnormal brain function due to vascular rupture or blocked blood flow. Stroke is divided into 2 (two), hemorrhagic stroke (bleeding) and ischemic stroke. Ischemic stroke occurs in about 80% of strokes in the world. The Indonesian Stroke Foundation (2012) states that 63.52% of the 100,000 Indonesian population aged > 65 years are estimated to have suffered a stroke. One of the main factors of stroke is hypertension.

The using of antihypertensive medicine for ischemic stroke patient with hypertension risk factor is needed considering that the main result of hypertension therapy to the ischemic stroke patient is preventing the occurance of repeatedly stroke and reaching out for the blood tension target according to AHA/ASA Guideline that is <130/80 mmHg.

This research was conducted at RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten where one of the hospitals became a referral hospital with 379 stroke patients in 2016. The purpose of this study was to evaluate the accuracy of indications of diuretic drugs in ischemic stroke patients. This type of research is an operational descriptive study with a cross sectional design. The sampling technique was done

retrospectively with the inclusion criteria getting treatment for diuretics both men and women. The sample obtained 30 data from ischemic stroke (non hemorrhagic) patients. The single diuretic profile used is mannitol. The use of diuretic therapy in ischemic stroke patients is in accordance with the guidelines.

Keywords: Accuracy indication, ischemic stroke, diuretics

(14)

1

PENDAHULUAN

Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang mempunyai kelainan fungsi otak dikarenakan pecahnya vaskular atau tersumbatnya aliran darah (Muttaqin, 2008). Di Amerika Serikat, diperkirakan ± 700.000 pasien stroke setiap tahun merupakan salah satu penyebab kematian (Caplan, 2000). Sedangkan menurut Yayasan Stroke Indonesia (2012), 63,52% dari 100.000 penduduk Indonesia yang berumur >65 tahun diperkirakan terjangkit stroke. Stroke iskemik (stroke non pendarahan) merupakan kejadian stroke yang paling banyak dialami dibandingkan dengan stroke hemoragik (stroke pendarahan). Stroke iskemik terjadi sekitar 80% dan stroke hemoragik terjadi sekitar 20% dari total seluruh kejadian stroke di dunia (Sari et al., 2016).

Salah satu faktor risiko stroke adalah hipertensi. Sebanyak 60% dari penderita hipertensi yang tidak terobati dapat menimbulkan stroke.

(Keenan&Rosendorf, 2011). Penelitian meta analisis mengenai pengobatan antihipertensi melaporkan bahwa pengurangan tekanan darah 5-6 mmHg menghasilkan pengurangan serangan stroke sebanyak 42% dan penelitian dari The Social and Health Education Project (SHEP) menunjukkan pengurangan serangan stroke sebanyak 37% pada pasien yang mengalami stroke iskemik dan diterapi dengan antihipertensi (Kirshner, 2003).

Penggunaan obat antihipertensi pada pasien stroke iskemik dengan faktor risiko hipertensi sangat diperlukan mengingat hasil utama dari terapi hipertensi pada pasien stroke iskemik adalah mencegah terjadinya stroke ulang dan mencapai target tekanan darah menurut AHA/ASA Guideline yaitu <130/80 mmHg (Kernan et al., 2014; Adie, 2012). Strategi terdini dalam penanganan hipertensi adalah dengan menggunakan golongan diuretika. Diuretika dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu diuretika thiazid, diuretika loop dan diuretika hemat kalium dan diuretika osmotis (Tjay, 2007). Salah satu contoh obat golongan diuretika adalah manitol, yang bermanfaat untuk mengurangi pembengkakan pada otak (Ravenni, Jebre, Casiglia, Mazza, 2011).

Penelitian ini dilakukan di instalasi rawat inap RSUP dr. Soeradji

Tirtonegoro Klaten yang merupakan rumah sakit kelas B pendidikan, menurut

(15)

2

keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1594/MenKes/SK/XII/2002 tanggal 27 Desember 2002 (Anonim, 2015). Rumah sakit tersebut menjadi salah satu rumah sakit yang menjadi rumah sakit rujukan dan pada tahun 2016, jumlah kasus stroke sebanyak 379. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai evaluasi ketepatan indikasi obat diuretika pada pasien dengan diagnosa stroke iskemik di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan indikasi obat diuretika berdasarkan AHA/ASA 2018.

Terdapat dua kategori ketepatan indikasi yaitu indikasi yang tidak diterapi dan terapi tanpa indikasi. Indikasi yang tidak diterapi terjadi ketika pasien menderita suatu penyakit atau mengalami kondisi medis yang baru maupun mengalami perkembangan kondisi medis yang memburuk sehingga memerlukan terapi obat tambahan namun tidak menerimanya. Sedangkan apabila pasien menerima terapi tanpa indikasi dapat mengalami potensi toksik tanpa mendapatkan manfaat positif dari penggunaan obat tersebut. Kategori ini juga terjadi ketika pasien menerima terapi obat kombinasi padahal terapi obat tunggal diperkirakan mempunyai keefektifan yang sama (Cippole, 1998).

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian dan Variabel Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif. Variabel pada penelitian adalah profil pasien geriatri dengan diagnosa stroke iskemik periode Juli-September 2016 (meliputi jenis kelamin dan umur), pola peresepan diuretika (meliputi golongan diuretika, jenis diuretika, rute pemberian obat diuretika, bentuk sediaan obat diuretika, aturan pakai, lama pemberian obat) dan ketepatan indikasi (meliputi yaitu indikasi yang tidak diterapi dan terapi tanpa indikasi).

B. Teknik Sampling, Lokasi, Waktu dan Sampel Penelitian

Subyek penelitian adalah semua pasien dengan diagnosa stroke iskemik

yang menjalani rawat inap serta memiliki rekam medis dengan pengobatan

(16)

3

diuretika di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten periode Juli-September 2016.

Subyek memiliki kriteria inklusi mendapatkan pengobatan golongan diuretika baik laki-laki maupun perempuan. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan rekam medis yang tidak lengkap, tidak terbaca dan tidak dapat dikonfirmasi.

Pengambilan data dilakukan dari bulan Juli-September. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara consecute sampling, yaitu pemilihan sampel yang didasarkan pada suatu kriteria yang sudah ditentukan. Jumlah minimal sampel adalah 30 (Sutedjo, 2008).

C. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan adalah alat tulis dan form yang digunakan pada saat pengambilan data dari rekam medis pasien yang memuat umur, jenis kelamin, diagnosa, tanggal masuk RS dan tanggal keluar RS, tanda vital pasien, hasil laboratorium pasien, penatalaksanaan obat, assessment dan rekomendasi sedangkan bahan yang digunakan adalah rekam medis pasien rawat inap dengan diagnosa stroke iskemik dan terdapat pengobatan golongan diuretika di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten periode Juli-September 2016.

D. Pengambilan dan Analisis Data

Pengambilan data dilakukan di bagian rekam medis RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Pengambilan data diawali dengan pemilihan rekam medis pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditentukan. Data yang dapat kemudian ditulis dalam instrumen penelitian lalu dilakukan pengolahan data dan analisis data menggunakan evaluator yang sudah dipilih berdasarkan STG (Standard Treatment Guideline) RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, yaitu AHA/ASA 2018.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilakukan pada pasien stroke iskemik yang mendapatkan terapi diuretika di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten pada bulan Juli sampai September 2016.

Dari hasil penelitian diperoleh pasien yang mendapat terapi diuretika yang

memenuhi kriteria inklusi sebanyak 30 pasien.

(17)

4

1. Karakteristik Pasien

Tabel I. Karakteristik pasien dengan diagnosa stroke iskemik dengan pengobatan golongan diuretika berdasarkan jenis kelamin dan umur Karakteristik Pasien

usia (tahun)

Jenis Kelamin Total

n=30 %=100 Laki-laki Perempuan

30-40 0 1 1 3,33

41-50 1 0 1 3,33

51-60 9 0 9 30

61-70 1 5 6 20

71-80 5 1 6 20

81-90 4 3 7 23,33

Catatan: n=jumlah

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyakit stroke iskemik paling banyak terjadi pada usia 51-60 tahun. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di RSU Dr. Saiful Anwar Malang (Widi, dkk, 2013) yang menyebutkan bahwa distribusi penyakit stroke iskemik berdasarkan usia paling banyak terjadi pada rentang usia 55-64 tahun, yaitu sebanyak 13 pasien (43,3%). Dari data tabel satu (1), laki-laki lebih rentan terkena stroke iskemik dibandingkan dengan perempuan. Hal ini dikarenakan perempuan lebih terlindungi dari penyakit jantung dan stroke karena adanya hormon esterogen.

2. Gambaran Umum Penggunaan Obat Diuretika

Penggunaan diuretika tunggal pada pasien stroke iskemik rawat inap di

RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Periode Juli-September 2016 yang paling

dominan adalah menggunakan infus manitol yaitu sebesar 23 pasien (76,67%).

(18)

5

Tabel II. Penggolongan Obat Diuretika Tunggal dan Kombinasi

Obat diuretika Jumlah Pasien Persentase (%)

Tunggal 19 63,33

Kombinasi 11 36,67

Total 30 100

Penggunaan obat antihipertensi pada pasien stroke iskemik dengan faktor risiko hipertensi sangat diperlukan mengingat hasil utama dari terapi hipertensi pada pasien stroke iskemik adalah mencegah terjadinya stroke ulang dan mencapai target tekanan darah menurut AHA/ASA Guideline yaitu <130/80 mmHg (Kernan et al., 2014; Adie, 2012). Berdasarkan tabel II sebanyak 19 pasien menerima terapi diuretika tunggal dan sebanyak 11 pasien menerima terapi diuretik dengan kombinasi obat antihipertensi lainnya.

Tabel III. Penggunaan Obat Diuretika Pasien Stroke Iskemik di Instalasi Rawat Inap RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Terapi Nomor Pasien Jumlah

Pasien N=30

Persentase (%)

Tunggal

Manitol 3, 5, 9, 19, 22, 24, 27 7 23,3

Furosemid 2, 4, 6, 8, 14, 15, 17,

21, 28, 29

10 33,3

Kombinasi

Manitol+Amlodipin 1, 7, 20, 23, 30 5 16,7

Manitol+Valsartan 10, 12, 13, 16 4 13,3

Manitol+Furosemid+Candesartan 11, 25 2 6,7

Manitol+Amlodipin+Valsartan 18, 26 2 6,7

(19)

6

Berdasarkan tabel III terdapat 7 pasien menerima terapi diuretika manitol dan 10 pasien menerima terapi furosemid. Terdapat 5 pasien menerima terapi kombinasi manitol dengan amlodipin, 4 pasien menerima terapi kombinasi manitol dengan valsartan, 2 pasien menerima terapi kombinasi manitol, furosemid dan candesartan, serta 2 pasien menerima terapi kombinasi manitol dengan kombinasi amlodipin dan valsartan. Pemberian terapi tunggal atau terapi kombinasi tergantung pada tekanan darah pasien. Obat antihipertensi tunggal seringkali tidak cukup dan obat antihipertensi yang lain biasanya ditambahkan secara bertahap sampai tekanan darah dapat dikendalikan (Badan POM RI, 2015).

3. Evaluasi Penggunaan Obat Diuretika

Evaluasi penggunaan obat diuretika pada pasien stroke iskemik menggunakan aturan AHA/ASA 2018. Kesesuaian penggunaan obat diuretika dalam penelitian ini yaitu saat jenis dan dosis obat diuretika yang diberikan kepada pasien stroke iskemik sesuai dengan standar AHA/ASA 2018.

Tabel IV. Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Stroke Iskemik di Instalasi Rawat Inap RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Pasien Obat Diuretika Keterangan

S=Sesuai TS=Tidak

Sesuai

Rekomendasi

(Apabila tidak sesuai)

Nama Obat Diuretika Jenis Obat Diuretika

1 Manitol (+Amlodipin) Diuretika Osmotik S

2 Furosemid Diuretika Kuat S

3 Manitol Diuretika Osmotik S

4 Furosemid Diuretika Kuat S

5 Manitol Diuretika Osmotik S

6 Furosemid Diuretika Kuat S

7 Manitol (+Amlodipin) Diuretika Osmotik S

8 Furosemid Diuretika Kuat

9 Manitol Diuretika Osmotik S

10 Manitol (+Valsartan) Diuretika Osmotik S 11 Manitol (+Furosemid

+Candesartan)

Diuretika Osmotik S

12 Manitol (+Valsartan) Diuretika Osmotik S

13 Manitol (Valsartan) Diuretika Osmotik S

(20)

7

14 Furosemid Diuretika Kuat S

15 Furosemid Diuretika Kuat S

16 Manitol (+Valsartan) Diuretika Osmotik S

17 Furosemid Diuretika Kuat S

18 Manitol (+Amlodipin +Valsartan)

Diuretika Osmotik S

19 Manitol Diuretika Osmotik S

20 Manitol (+Amlodipin) Diuretika Osmotik S 21 Furosemid(+Amlodipi

n+Candesartan)

Diuretika Kuat S 22 Furosemid

(+Amlodipin)

Diuretika Kuat S 23 Furosemid(+Amlodipi

n+Nimodipin)

Diuretika Kuat S 24 Manitol (+Amlodipin) Diuretika Osmotik S 25 Furosemid

(+Amlodipin)

Diuretik Kuat S 26 Furosemid

(+Valsartan)

Diuretik Kuat S

27 Furosemid Diuretik Kuat S

28 Furosemid (Amlodipin)

Diuretik Kuat S 29 Furosemid

(Amlodipin)

Diuretik Kuat S 30 Furosemid

(Amlodipin)

Diuretik Kuat S

Catatan: Semua analisa menggunakan AHA/ASA.

Penelitian ini menunjukkan bahwa semua pasien mendapatkan terapi

yang sesuai dengan AHA/ASA. Pemberian dosis obat yang diterima 30 pasien

sudah sesuai dengan standar terapi AHA/ASA. Obat diuretika yang digunakan

adalah manitol dan furosemid. Manitol digunakan untuk mengurangi

pembengkakan otak dan menurunkan tekanan intrakranial (tekanan didalam

rongga kepala, karena umumnya pada stroke terjadi peningkatan pada tekanan

intrakranial). Sedangkan furosemid digunakan untuk membantu menurunkan

tekanan darah pasien agar tidak terjadi stroke lanjutan dan tidak terjadi gagal

jantung (Medscape, 2017).

(21)

8

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil peneitian “Evaluasi Ketepatan Indikasi Obat Diuretika Pada Pasien Stroke Iskemik Di Rawat Inap RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Periode Juli-September 2016” dapat disimpulkan:

1. Karakteristik pasien stroke iskemik berdasarkan usia dan jenis kelamin yaitu pasien stroke iskemik yang berusia 51-60 tahun dan berjenis kelamin laki- laki.

2. Gambaran umum penggunaan obat golongan diuretika yaitu terdapat obat diuretika tunggal sebanyak 55% dan diuretika kombinasi sebanyak 45%.

Penggunaan obat diuretika paling banyak yaitu menggunakan manitol.

3. Ketepatan indikasi obat diuretika pada pasien stroke iskemik pada 30 pasien telah sesuai dengan guideline. Semua terapi yang digunakan sudah sesuai dengan rekomendasi standar terapi di AHA/ASA 2018.

SARAN

Perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan menggunakan data prospektif

sehingga peneliti dapat mengamati kondisi pasien secara langsung untuk

memperoleh data yang lebih lengkap, serta dapat mengkaji evaluasi ketepatan

indikasi. Selain itu, terkait hasil evaluasi pengobatan yang dijalani pasien dapat

langsung direkomendasikan dan didiskusikan dengan tenaga medis untuk menilai

outcome pasien secara langsung agar pasien mendapatkan pengobatan yang efektif

dan rasional.

(22)

9

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2015, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro,

http://rsupsoeradjitirtonegoro.co.id/hal-sejarah-rsup-dr-soeradji- tirtonegoro.html#ixzz3qjSyz6H9, diakses tanggal 7 November 2015.

Caplan, L. R., 2000, Caplan’s Stroke: A Clinical Approach, Boston Butterwoth Heinemann.

Anonim, 2017, https://emedicine.medscape.com/article/1916852-treatment#d15, diakses tanggal 22 November 2017.

Ardelt, A.A., 2009, Acute Ischemic Stroke, In: Harringan M.R and Deveikis, J.P, ed. Handbook of Cerebrovascular Disease and Neurointerventional Technique, Humana Press, New York, pp. 571-605

Badan POM RI, 2015, http://poinas.pom.go.id/ioni/bab-2-sistem-kardiovaskuler- 0/23-antihipertensi, diakses tanggal 22 November 2017.

Gofir, A., 2009, Manajemen Stroke Evidence Based Medicine, Edisi 19, Pustaka Cendekia Press, Yogyakarta, pp. 85-94.

Heidi, P., Mieke, A.H.N.K., Mieke, J.T., 2015, Karakteristik Penderita Stroke Iskemik yang di Rawat Inap di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandau Manado.

Keenan, N. L., and Rosendorf, K. A., 2011, Prevalence of Hypertension and Controlled Hypertension, Centers for Disease Control and Prevention, 60 (1), pp. 94-97.

Kernan, W.N., Ovbiagele, B., Black, H.R., et al., 2014, Guideline for the Prevention of troke in Patients with Stroke and Transient Ischemic Attack:

A Guideline for Healthcare Professionals From the American Heart Association/American Stroke Association Stroke, 45, pp. 2160-2236.

Kirshner, H. S., 2003, Medical Prevention of Stroke: Primary and Secondary

Prevention of Stroke, http://www.medscape.co.id/viewarticle, diakses pada

tanggal 1 Agustus 2017.

(23)

10

Ravenni, R., Jabre, J. F., Casiglia, E., and Mazza, A., 2011, Primary Stroke Prevention and Hypertension Treatment: Which Is The First-Line Strategy, Neurologi International, 3(12), pp. 45-49.

Tjay, T. H., dan Rahardja, K., 2007, Obat-obat Penting: Khasiat, Penggunaan dan Efek-efek Sampingnya, Edisi 6, Gramedia, Jakarta, pp. 519-522.

Yayasan Stroke Indonesia, 2012, Sekilas Tentang Stroke,

http://www.yastoki.or.id/read.php?id=218, diakses tanggal 8 November

2015.

(24)

11

LAMPIRAN

(25)

12

Lampiran 1.

Surat Ijin Penelitian

(26)

13 Kasus 1

No. RM: 88 19 86 Subjektif

Umur/JK : 60th/L Masuk RS : 12/7/2016 Keluar RS : 19/7/2016 Diagnosa Masuk : CVA Diagnosa Keluar : Stroke

Keluhan Utama :Kelemahan anggota gerak kanan, pusing, terasa kesemutan, muntah

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (12/7/2016) Ureum : 34,3 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 0,69 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 16,0 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 3,4 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 139 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 108 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 12 13 14 15 16 17 18

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

180/80 150/90

130/90 140/90 130/90 110/60 120/70 130/90

Nadi (x/menit) 88

88

84 84 84 72 72 72

Suhu 36

36

36,4 36 36,5 37 36 36

Frekuensi Nafas 20

20

20 20 20 12 12 12

Keluhan Pelo, kelemahan

anggota gerak

Kelemahan anggota gerak kanan

Pelo, kelemahan anggota gerak kanan

Pelo, kelemahan anggota gerak

Pelo, kelemahan anggota gerak

Pelo, kelemahan anggota gerak

Kelemahan anggota gerak membaik

(27)

14

Neurobian (1g)//8jam √ √ √ √ √ √ √

Amlodipin (5mg)/24jam √ √ √ √ √ √ √

Manitol (125cc/8jam) √ √

Kasus 2

No. RM: 88 29 97 Subjektif

Umur/JK : 54/L Masuk RS : 13/07/2016 Keluar RS : 20/07/2016 Diagnosa Masuk : Stroke

Diagnosa Keluar :Stroke ( komplikasi fungsi hati) Keluhan Utama : Sesak Nafas, kaki bengkak

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (13/07/2016) Ureum : 36,4 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 1,21 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 17 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 3,82 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 130,5 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 96 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 13 14 15 16 17 18 19 20

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

110/ 70 130/80 140/100

110/70

130/70 120/70

120/80 140/80 140/90

120/80 140/70

130/80 130/80

110/70 110/70

Nadi (x/menit) 84 82

80 80

82 84

80 80 80

84 80

80 80

80 76

Suhu 36 36

36,6

36 36,5

37 37

36 36

36 36

37 36

(28)

15

Keluhan Sesak nafas

Kesadaran menurun

Sesak nafas Kesadaran menurun

Sesak nafas Kesadaran menurun

Sesak nafas Kaki bengkak

Sesak nafas menurun Kaki bengkak

Sesak nafas Kaki bengkak Nyeri Perut

Sesak nafas Nyeri Perut

Sesak nafas Nyeri Perut

Penatalaksanaan Obat

Irbersartan (150 mg/ 24jam) √ √ √ √ √ √ √ √

Sutralfat ( 1 CTH / 8jam) √ √ √ √ √ √ √ √

Furosemid (1 ampul/ 8 jam) √ √ √ √ √ √ √ √

Lasix (1 ampul /8 jam) √ √ √ √ √ √ √ √

Kasus 3

No. RM: 88 30 36 Subjektif

Umur/JK : 64/P Masuk RS : 18/07/2016 Keluar RS : 22/07/2016 Diagnosa Masuk : Stroke Diagnosa Keluar : Stroke Infak

Keluhan Utama : tanggal 17 pagi Jatuh . tanggal 18 pagi lemas , berbicara pelo, anggota gerak kiri lemah

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (18/07/2016) Ureum : 15,3mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 0,5 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 7,2 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 6,4 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 140 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 80,5 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 18 19 20 21 22

Tanda Tekanan Darah 160/90 160/90 170/80 160/90 130/80

(29)

16

Nadi (x/menit) 80 80

80 84

84 80 80

80 80 80

84

Suhu 36 36,5

36 36

36 36,5

37

36 36 36

36

Frekuensi Nafas 20 20

20 20

20 20 20

20 20 20

20

Keluhan Tanggal 17 pagi Jatuh

Tanggal 18 pagi lemas , berbicara pelo, anggota gerak kiri lemah

Pelo

Kelemahan anggota gerak kiri

Pelo

Kelemahan anggota gerak kiri

Pelo

Kelemahan anggota gerak kiri

Pelo

Kelemahan anggota gerak kiri

Penatalaksanaan Obat

Citicoline (200 mg/ 12 jam) √ √ √ √ √

Neurobion (1 ampul/8jam) √ √ √ √ √

Manitol ( 125cc/8jam) √ √ √ √ √

Kasus 4

No. RM: 88 19 94 Subjektif

Umur/JK : 58th/P Masuk RS : 3/7/2016 Keluar RS : 9/7/2016 Diagnosa Masuk : CVA Diagnosa Keluar : SNH

Keluhan Utama : anggota gerak kiri lemah

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (3/7/2016) Ureum : 39 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL)

(30)

17 Kalium : 3,5 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L)

Natrium : 134 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 103 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 3 4 5 6 7 8 9

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

140/90 180/100 210/100

170/90

170/90 140/70 210/120

170/90 170/90 220/120

170/100 190/110 190/120

180/100

Nadi (x/menit) 80 84 80

80

80 80 80

72 72 76

76 76 72

74

Suhu 37 37 37

37

36 36 36

37 37 36

36 36,5 36,5

36,5

Frekuensi Nafas 24 26 24

20

24 24 20

20 20 20

20 24 20

20

Keluhan Anggota

gerak kiri lemah

Anggota gerak kiri lemah

Anggota gerak kiri lemah, kaki pegal

Anggota gerak kiri lemah

Anggota gerak kiri lemah

Anggota gerak kiri lemah, gatal- gatal

Anggota gerak kiri lemah

Penatalaksanaan Obat

CPG (75mg/24j) - - - √ √ √ √

Paracetamol (500mg/8j) - - - √ √ √ √

Neurobion (1a/8j) √ √ √ √ √ √ √

Citicolin (250mg/12j) √ √ √ √ √ √ √

Furosemid (1A/8jam) √ √ √ √ √ √ √

Kasus 5

No. RM: 70 41 76 Subjektif

Umur/JK : 81th/L Status Keluar : Membaik

(31)

18 Diagnosa Masuk : CVA

Diagnosa Keluar : SNH

Keluhan Utama : anggota gerak kiri lemah, pernah jatuh dan tidak sadarkan diri

Objektif

Hasil Laboratorium (9/9/2016) Ureum : 26 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 0,86 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 12,2 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 4,7 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 135 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 100 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 9 10 11 12

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

90/60 90/50

100/60 90/60

100/70 110/70 120/80

110/70

Nadi (x/menit) 88

84

84 84

80 80 80

80

Suhu 36

36

36,5 37

37 36,5 36,5

37

Frekuensi Nafas 20

20

20 20

24 20 20

20

Keluhan Anggota gerak kiri lemah Anggota gerak kiri lemah, bicara pelo

Anggota gerak kiri lemah, bicara pelo

Anggota gerak kiri lemah, bicara pelo

Penatalaksanaan Obat

Asam folat (/12j) - - √ √

Neurobion (1a/8j) - √ √ √

Manitol (125cc/8j) - √ √ √

(32)

19 Kasus 6

No. RM: 88 20 07 Subjektif

Umur/JK : 70/P Masuk RS : 5/7/2016 Keluar RS : 7/7/2016 Diagnosa Masuk : CVA

Diagnosa Keluar : Stroke Infark

Keluhan Utama : Anggota gerak kiri lemah

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (5/7/2016)

Ureum : 46,4 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 0,93 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 21,7 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 4,1 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 137 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 114 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 5 6 7

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

120/80 100/60 110/70

Nadi (x/menit) 80 80 80

Suhu 36,5 36 36,5

Frekuensi Nafas 20 20 20

Keluhan Bicara pelo, anggota gerak kiri lemah

Bicara pelo, anggota gerak kiri lemah Bicara pelo, anggota gerak kiri lemah Penatalaksanaan Obat

Citicolin (250mg/12j) √ √ √

Neurobion (1a/8j) √ √ √

Furosemid (1A/8jam) √

(33)

20 Subjektif

Umur/JK : 72th/P Masuk RS : 18/7/2016 Keluar RS : 21/7/2016 Diagnosa Masuk : SNH Diagnosa Keluar : SNH Keluhan Utama : bicara pelo

Status Keluar : Membaik

Objektif

Ureum : 35,7 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 0,94 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 16,7 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 3,3 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 138 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 108 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 18 19 20 21

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

140/90 150/90

150/90 140/90

160/80 150/90 130/80

150/90

Nadi (x/menit) 84 84

88 88

84 84 88

88

Suhu 37 36,5

37 37

37 37 37

37

Frekuensi Nafas 20 20

20 20

20 20 20

20

Keluhan Bicara pelo, anggota gerak kiri lemah

Bicara pelo, badan lemas Badan lemas Bicara pelo, badan lemas Penatalaksanaan Obat

Amlodipin (10g/24j) - - √ -

(34)

21 Manitol (125cc/8jam)

Kasus 8

No. RM: 78 34 61 Subjektif

Umur/JK : 68th/P Masuk RS : 19/9/2016 Keluar RS : 24/9/2016 Diagnosa Masuk : CVA Diagnosa Keluar : SNH

Keluhan Utama : gangguan komunikasi

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (19/9/2016)

Ureum : 110,5 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 2,63 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 51,6 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 141 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 4,4 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 99 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 19 20 21 22 23 24

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

130/90 140/90

140/90 110/80

120/80 120/80 130/80

120/80 120/80 120/80

140/80 130/80 130/80

140/80

Nadi (x/menit) 80 80

80 80

80 80 82

84 84 84

80 80 80

80

Suhu 36 36

36 36

36 36 36

36 36 36

36 36 36

36

Frekuensi Nafas 20 20 20 20 20 20

(35)

22

Keluhan Kesadaran

menurun

Badan sakit semua,

komunikasi berkurang

Badan sakit semua, bicara tidak jelas

Anggota gerak kanan lemah, komunikasi sulit

Komunikasi sulit, pusing

Pusing, pelo, anggota gerak kiri lemah

Penatalaksanaan Obat

Cefixime (200mg/12jam) - - - - √ √

Neurobion (1a/8jam) - - - √ √ √

Piracetam (/8jam) √ √ - √ √ √

Ceftriaxone (/12jam) - - - √ √ √

Radin (/12jam) - √ √ √ √ √

Inj. Novamix (/8jam) √ √ √

Furosemid (20mg/8jam) √ √ √ - - -

Kasus 9

No. RM: 71 50 67 Subjektif

Umur/JK : 66th/P Masuk RS : 19/7/2016 Keluar RS : 26/7/2016 Diagnosa Masuk : CVA Diagnosa Keluar : SNH

Keluhan Utama : Kelemahan anggota gerak kiri, pusing

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (19/7/2016) Ureum : 30 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 0,44 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 14 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 3,8 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 137 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 105 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

(36)

23 Tanda

Vital

(mmHg) 150/90 170/100 160/100

Nadi (x/menit) 84 84

84 80

80

80 80

80 76 76 76

Suhu 37

37

37 36

36

36 36

37 37 37 37

Frekuensi Nafas 20 20

20 20

20

20 20

20 20 20 20

Keluhan Kelemahan

anggota gerak kiri, pusing, mual, muntah, nyeri kepala

Kelemahan anggota gerak kiri, nafsu makan

menurun

Kelemahan anggota gerak kiri

Kelemahan anggota gerak kiri

Kelemahan anggota gerak kiri

Kelemahan anggota gerak kiri

Kelemahan anggota gerak kiri

Kelemahan anggota gerak kiri

Penatalaksanaan Obat

Paracetamol (500mg/8jam) - - √ √ √ √ √ √

Citicolin (250mg/12jam) √ √ √ √ √ √ √ √

CPG (75mg/24jam) - - √ √ √ √ √ √

Manitol (125cc/8jam) - √ √ √ √ √ √ √

Ondancentron (1tab/24jam) - - √ √ √ √ √ √

Kasus 10

No. RM: 88 46 96 Subjektif

Umur/JK : 55th/L Masuk RS : 12/8/2016 Keluar RS : 16/8/2016

Diagnosa Masuk : Stroke Non Hemoragik Diagnosa Keluar : Stroke Non Hemoragik

Status Keluar : Membaik

(37)

24 Hasil Laboratorium (12/8/2016)

Ureum : 45,4 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 1,03 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 21,2 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 4,40 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 136 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 103 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 12 13 14 15 16

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

180/90 170/100 180/110

160/110 210/100

180/90 150/90

140/80 160/80

150/100

Nadi (x/menit) 88

88 84

84 84

84 84

80 80

84

Suhu 36

36 36,5

36 36

36 36

36 36

36

Frekuensi Nafas 20

20 20

20 20

20 20

20 20

20

Keluhan Pusing berputar, nyeri

kepala dan nyeri bahu kanan

pusing Pusing berputar Nyeri bahu kanan,

pusing

Nyeri kepala berkurang

Penatalaksanaan Obat

Dimenhidrinat (1tab/8jam) √ √ √ √ √

Ondancentron (1 tab/8jam) √ √ √ √ √

Valsartan (160mg/24jam) √ √ √ √ √

Asam mefenamat (160mg/8jam) √ √ √ √ √

Ceftriaxone (1g/12jam) √ √ √ √ √

Piracetam (3g/8jam)

√ √ √ √ √

Manitol (125cc/8jam)

√ √ √ √ √

(38)

25 Kasus 11

No. RM: 73 40 90 Subjektif

Umur/JK : 58th/L Masuk RS : 7/9/2016 Keluar RS : 15/9/2016 Diagnosa Masuk : Stroke

Diagnosa Keluar : Stroke Non Hemoragik

Keluhan Utama : Anggota gerak kiri lemah, tidak lancar berbicara (pelo)

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (7/9/2016)

Ureum : 40,5 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 1,54 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 18,9 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 3,9 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 140 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 106 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

130/80 120/80 130/80 120/80 120/80 130/70 110/70 110/70 110/70

Nadi (x/menit) 80 80 80 80 80 80 80 76 76

Suhu 37 36 36 36 36 36 36 36 36

Frekuensi Nafas 24 20 20 20 20 16 24 20 20

Keluhan Pusing,

anggota gerak kiri lemah

Pusing, anggota gerak kiri lemah

Anggota gerak kiri membaik

Bicara pelo, lemah anggota gerak kiri, nyeri kepala

Lemah anggota gerak kiri, nyeri kepala

Pusing, kelemahan anggota gerak membaik

Pendengar an berkurang

Pusing, kelemahan anggota gerak kiri membaik

Pelo, lemah anggota gerak kiri membaik, pusing membaik

(39)

26

Candesartan (8g/24jam) - √ √ √ √ √ - √ √

Bisoprolol (2-5g/24jam) - √ √ √ √ √ - √ √

Piracetam (3g/8jam) √ √ √ √ √ √ √ √ √

Neurobion (1A/8jam) - √ √ √ √ √ √ √ √

Furosemid (1A/12jam) - √ √ √ √ √ √ √ √

Manitol (125cc/6jam) - - √ √ √ √ - - -

Kasus 12

No. RM: 88 45 60 Subjektif

Umur/JK : 69th/P Masuk RS : 13/8/2016 Keluar RS : 19/8/2016

Diagnosa Masuk : Stroke Non Hemoragik Diagnosa Keluar : Stroke Non Hemoragik Keluhan Utama : Penurunan kesadaran

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (11/8/2016)

Ureum : 26,1 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 2,31 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 21,9 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 4,4 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 140 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 107 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 13 14 15 16 17 18 19

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

150/90 150/60

110/80 150/90

130/70 140/70

130/70 140/70

110/60 140/80

150/70 130/80

150/80 110/70

Nadi (x/menit) 80 80

80

80 88

88 84

84 84

80 80

80 80

(40)

27 38

38

38 38 36 36 37

Frekuensi Nafas 16 16

16 16

16 24

20 20

20 24

20 24

20 20

Keluhan Gelisah,

kesadaran melemah

Kesadaran lemah

Sesak, penurunan kesadaran

Kesadaran lemah

Kesadaran menurun, somnolen

Kesadaran menurun

Kesadaran menurun Penatalaksanaan Obat

HP Pro √ √ √ √ √ √ √

Valsartan - √ √ √ √ √ √

Verapamil - √ √ √ √ √ √

Neurobion √ √ √ √ √ √ √

Ceftriaxon √ √ √ √ √ √ √

Manitol √ √ √ - - - -

Kasus 13 No. RM: 88 70 58 Subjektif

Umur/JK : 60th/L Masuk RS : 21/9/2016 Keluar RS : 29/9/2016

Diagnosa Masuk : Stroke Non Hemoragik Diagnosa Keluar : Stroke Infark

Keluhan Utama : kelemahan anggota gerak kiri, pusing

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (21/9/2016)

Ureum : 27,3 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 1,29 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 12,8 mg/mL (7-18 mg/dL)

(41)

28 Klorida : 100 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

190/100 200/100

200/120 180/110 170/110

170/110 160/90

200/110 180/110 170/100 170/100 160/100

160/90 Nadi (x/menit) 92

88

88 84

80

80 80

76 76 76 76 76

76

Suhu 37

37

37 36

36

37 37

36 36 36 36 36

36 Frekuensi Nafas 20

24

20 24

24

24 20

20 20 20 20 20

20

Keluhan Pusing,

anggota gerak kiri lemah

Kelemahan anggota gerak kiri, pusing

Kelemahan anggota gerak kiri

Kelemahan anggota gerak kiri

Kelemahan anggota gerak kiri

Anggota gerak kiri lemah

Anggota gerak kiri lemah

Anggota gerak membaik

Anggota gerak membaik

Penatalaksanaan Obat

Valsartan (160mg/24jam) - √ √ √ √ √ √ √ √

CPG (75mg/24jam) - √ √ √ √ √ √ - -

Inj. Piracetam (3g/8jam) - √ √ √ √ √ √ √ √

Inj. NB (1A/8jam - √ √ √ √ √ √ √ √

Manitol - √ √ √ √ √ √ √ -

Kasus 14

No. RM: 77 53 59 Subjektif

Umur/JK : 52th/L Masuk RS : 18/9/2016 Keluar RS : 22/9/2016

Diagnosa Masuk : Stroke non hemoragik Diagnosa Keluar : Stroke non hemoragik Keluhan Utama : Anggota gerak kiri terasa berat

Status Keluar : Membaik

(42)

29 Ureum : 26,8 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL)

Kreatinin : 1,21 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 12,5 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 4,10 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 138 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 105 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 18 19 20 21 22

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

150/90 140/90 140/90

140/90 140/80

140/80 140/80

140/80 140/80

Nadi (x/menit) 88

88 84

84 84

80 84

84 84

Suhu 36

36 36

37 36

36 36

36 36

Frekuensi Nafas 20

20 20

20 20

20 20

20 20

Keluhan Kaki dan tangan terasa

berat

Anggota gerak kiri lemah

Anggota gerak kiri membaik

Anggota gerak kiri membaik

Anggota gerak kiri membaik

Penatalaksanaan Obat

Na Diklofenak (1 tab/12jam) √

Ranitidin (1 tab/12jam) √

CPG (1tab/12jam) √ √

Neurobion (1 amp/8jam) √ √ √ √

Furosemid √ √ √

(43)

30 Subjektif

Umur/JK : 86th/L Masuk RS : 3/9/2016 Keluar RS : 10/9/2016

Diagnosa Masuk : Stroke non hemoragik Diagnosa Keluar : Stroke non hemoragik

Keluhan Utama : Badan lemes, komunikasi lemah

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (3/9/2016)

Ureum : 54,6 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 1,32 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 25,5 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 4,74 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 138,9 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 104,4 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 3 4 5 6 7 8 9 10

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

180/100 190/110

140/60 130/80 160/100

90/60 140/70 120/70

110/70 120/70 140/90

140/90 110/70

130/70 110/60

140/70

Nadi (x/menit) 84 84

84 84

84

84 84 84

80 80 80

80 86

80 80

80

Suhu 37

37

36 36

36

36 36 36

36 36 36

36 36

36,5 36,5

36,5

Frekuensi Nafas 20 20

20 20

20

20 20 20

20 20 20

20 20

20 20

20

Keluhan Badan lemes,

sesak

Badan lemes, sesak

Komunikasi lemah, kesulitan

Komunikasi lemah, kelemahan

Penurunan kesadaran, badan lemes,

Penurunan kesadaran, kelemahan

Penurunan kesadaran, anggota gerak

Penurunan kesadaran

(44)

31 Penatalaksanaan Obat

Sucralfat (1A/8jam) √ √ √ √ √

Simarc (2mg/24jam) √ √ √

Radin (1A/12jam) √ √ √ √ √ √

Aspilet (80mg/24jam) √ √ √ √ √

NB (1A/8jam) √ √ √ √ √ √

Furosemid (1A/24jam) √ √ √

Assessment:

Rekomendasi:

Kasus 16

No. RM: 88 70 58 Subjektif

Umur/JK : 60th/L Masuk RS : 21/9/2016 Keluar RS : 28/9/2016

Diagnosa Masuk : Stroke non hemoragik Diagnosa Keluar : Stroke non hemoragik

Keluhan Utama : Kelemahan anggota gerak kiri, pusing

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (21/9/2016)

Ureum : 27,3 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 1,29 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 12,8 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 3,7 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 140 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 100 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 21 22 23 24 25 26 27 28

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

190/100 200/100

200/120 180/110 170/110

170/110 160/90

200/110 200/100 170/100 170/100

160/100

(45)

32

88 80 80 76

76

Suhu 37

37

37 36

36

36 37

36 36 36 36

36 36 Frekuensi Nafas 20

24

24 24

24

24 20

20 20 20 20

20 20

Keluhan Pusing,

anggota gerak kiri lemah

Pusing, kelemahan anggota gerak kiri, nafsu makan

berkurang

Kelemahan anggota gerak kiri

Kelemahan anggota gerak kiri

Kelemahan anggota gerak kiri

Kelemahan anggota gerak kiri

Kelemahan anggota gerak kiri membaik

Kelemahan anggota gerak kiri membaik

Penatalaksanaan Obat

Inj. NB (1A/8jam) √ √ √ √ √ √ √ √

Inj. Piracetam (1A/8jam) √ √ √ √ √ √ √ √

Manitol (125cc/24jam) √ √ √ √ √ √ √ √

Valsartan (160mg/24jam) √ √ √ √ √ √ √ √

CPG (7g/24jam) √ √ √ √ √

Assessment:

Rekomendasi:

Kasus 17

No. RM: 77 53 59 Subjektif

Umur/JK : 52th/L Masuk RS : 19/8/2016

Status Keluar : Membaik

(46)

33 Diagnosa Keluar : Stroke non hemoragik

Keluhan Utama : Objektif

Hasil Laboratorium (19/8/2016)

Ureum : 26,8 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 1,21 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 12,5 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 4,1 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 138 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 105 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 19 20 21 22

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

150/100 140/90 140/90

140/90 140/80 140/80

140/80 140/80 140/80

140/80

Nadi (x/menit) 88

88 84

84 84 80

80 84 84

84

Suhu 36

36 36

37 36 36

37 36 36

36

Frekuensi Nafas 20

20 20

24 24 20

20 20 24

24

Keluhan Anggota gerak kiri lemah Anggota gerak kiri lemah Kelemahan anggota gerak kiri membaik

Kelemahan anggota gerak kiri membaik

Penatalaksanaan Obat

Na Diklofenak (1tab/12jam) √

Ranitidin (75g/12jam) √

CPG (1tab/24jam) √

NB (1A/8jam) √ √ √ √

Furosemid √ √

(47)

34 Rekomendasi:

Kasus 18

No. RM: 73 28 78 Subjektif

Umur/JK : 44th/L Masuk RS : 27/8/2016 Keluar RS : 1/9/2016

Diagnosa Masuk : Stroke non hemoragik Diagnosa Keluar : Stroke non hemoragik

Keluhan Utama : Anggota tubuh sebelah kanan lemah, kejang

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (27/8/2016)

Ureum : 24,7 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 0,77 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 11,5 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 3,39 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 140,3 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 106,4 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 27 28 29 30 31 1

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

190/90 170/90 180/90

150/90 160/90

150/90 130/80 130/80 130/70

Nadi (x/menit) 80 80 80

80 80

80 84 84 84

Suhu 36

36 36

37 37

37 36 36 36

(48)

35 20

Keluhan Anggota gerak

kanan lemah, kejang

Anggota gerak kanan lemah, kejang

Kelemahan anggota gerak, kejang berkurang

Kelemahan anggota gerak, bicara pelo

Kelemahan anggota gerak, bicara pelo

Bicara pelo,

kelemahan anggota gerak membaik Penatalaksanaan Obat

Amlodipin (10mg/24jam) √ √ √ √ √

Valsartan (80mg/24jam) √ √ √ √

Gabapentin √ √ √

Aspilet (80mg/24jam) √ √ √ √

Esperison HCl √ √ √

Radin (1tab/12jam) √ √ √ √ √ √

D2P inj (125mg/12jam) √ √ √

NB (1tab/12jam) √ √ √ √ √

Manitol (125cc/8jam) √ √ √ √ √ √

Assessment:

Rekomendasi:

Kasus 19

No. RM: 80 61 61 Subjektif

Umur/JK : 30th/P Masuk RS : 5/8/2016 Keluar RS : 10/8/2016

Diagnosa Masuk : Stroke non hemoragik Diagnosa Keluar : Stroke non hemoragik Keluhan Utama : Pusing, kejang

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (5/8/2016)

Ureum : 18,5 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL)

(49)

36 Kalium : 4,06 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L)

Natrium : 141,5 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 107,6 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 5 6 7 8 9 10

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

120/70 120/70

130/80 130/80 130/80

140/80 130/80 130/80

140/90 140/80 140/80

130/80 130/80 130/80

150/80 140/80 130/80 Nadi (x/menit) 80

80

80 80 80

80 80 80

80 80 80

84 84 84

84 84 84

Suhu 37

36

36 36 36

36 36 36

36 36 36

36 36 36

36 36 36 Frekuensi Nafas 20

20

20 20 20

20 20 20

20 20 20

20 20 20

20 20 20

Keluhan Kejang, pusing Kenjang, pusing

berkurang

Kejang

berkurang, bicara pelo

Kejang berkurang, bicara pelo

Nyeri kepala Nyeri kepala

Penatalaksanaan Obat

Depakote (500mg/12jam) √ √ √ √ √

Neurobion √ √ √

Diazepam (1/2 ampul/24jam) √ √

Manitol √ √ √ √

Phenitoin (200mg/12jam) √ √

Carbamazepin (250mg/8jam) √ √

Assessment:

Rekomendasi:

(50)

37 No. RM: 61 11 56

Subjektif

Umur/JK : 62th/P Masuk RS : 5/7/2016 Keluar RS : 9/7/2016

Diagnosa Masuk : Stroke non hemoragik Diagnosa Keluar : Stroke non hemoragik Keluhan Utama : Pusing, nyeri kepala

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (5/7/2016)

Ureum : 41,6 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 0,83 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 19,4 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 3,8 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 135 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 109 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 5 6 7 8 9

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

140/90 140/70 140/70

140/80 130/80 130/70

130/80 130/70 130/80

140/80 140/80 140/80

140/80

Nadi (x/menit) 84

80 84

80 84 84

84 76 84

88 88 88

88

Suhu 36

36 36

37 37 37

37 37 37

37 37 37

36

Frekuensi Nafas 24

20 20

20 20 20

20 20 20

20 20 24

20

Keluhan Bicara pelo, pusing

berputar, tangan

Kelemahan anggota gerak kiri, bicara

Bicara pelo, pusing berputar membaik,

Bicara pelo, pusing berputar membaik, lemes

Pusing membaik

(51)

38 Penatalaksanaan Obat

Dimenhidrinat (1tab/8jam) √ √ √ √ √

Ondancentran (1tab/8jam) √ √ √ √ √

Amlodipin (10mg/24jam) √ √

Citicolin (250mg/12jam) √ √ √ √ √

Manitol (125cc/8jam) √ √ √

Neurobion (1A/8jam) √ √ √ √ √

Assessment:

Rekomendasi:

Kasus 21

No. RM: 88 36 29 Subjektif

Umur/JK : 70`th/P Masuk RS : 7/9/2016 Keluar RS : 10/9/2016

Diagnosa Masuk : Stroke non hemoragik Diagnosa Keluar : Stroke non hemoragik

Keluhan Utama : Pusing, badan panas, tangan dan kaki lemas

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (5/7/2016) Ureum : 55 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 0,8 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 19,2 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 4,2 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 142 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 107 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 7 8 9 10

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

200/80 170/90

160/120 140/90

150/90 140/80

140/90 140/80

(52)

39

Suhu 37

37

36,5 36

36 36

36 36

Frekuensi Nafas 24

24

24 20

20 20

20 20

Keluhan Pusing, badan panas,

tangan dan kaki lemas

Pusing, tangan dan kaki lemas, BAK tidak terkontrol

Tangan dan kaki membaik Keluhan membaik Penatalaksanaan Obat

Furosemid (20mg) √ √ √ √

Amlodipin (5mg) √ √ √ √

Aspilet (80mg) √ √ √

Citicolin √ √ √ √

Candesartan (8mg) √ √ √ √

Suplemen K Aspartat √ √ √

Assessment:

Rekomendasi:

Kasus 22

No. RM: 86 17 96 Subjektif

Umur/JK : 65th/L Masuk RS : 30/8/2016 Keluar RS : 4/9/2016

Diagnosa Masuk : Stroke non hemoragik Diagnosa Keluar : Stroke non hemoragik

Keluhan Utama : Anggota gerak kiri lemas, diajak bicara tidak menjawab

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (5/7/2016) Ureum : 31 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL)

(53)

40 Kalium : 3,9 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L)

Natrium : 143 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 107 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 30 31 1 2 3 4

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

150/80 152/89

140/80 140/90

140/80 140/70

140/80 130/90

140/80 140/90

140/80 Nadi (x/menit) 86

84

80 78

76 80

80 84

80 76

84

Suhu 36

36

36,5 36

36 36

36 36

36 36

36 Frekuensi Nafas 24

20

20 20

20 20

24 24

24 20

20 20

Keluhan Pusing Bicara susah,

makan mudah keselek

Mau bicara susah,

komunikasi tidak jelas

Bicara masih susah, anggota gerak yang lemas

meningkat

Bicara mulai lancar, badan sudah membaik

Mau BAB susah

Penatalaksanaan Obat

Furosemid 20mg √ √ √ √ √ √

Atorvastatin Ca √ √ √ √ √ √

Natural astaxantin √ √ √ √ √ √

Amlodipin 5mg √ √ √ √ √ √

Assessment:

Rekomendasi:

Kasus 23

(54)

41 Umur/JK : 76th/L

Masuk RS : 31/7/2016 Keluar RS : 7/8/2016

Diagnosa Masuk : Stroke non hemoragik Diagnosa Keluar : Stroke non hemoragik

Keluhan Utama : anggota gerak kiri lemas, diajak bicara tidak menjawab

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (5/7/2016) Ureum : 38 mg/dL (19,0-44,0 mg/dL) Kreatinin : 1,0 mg/dL (0,7-1,1 mg/dL) Bun : 5,7 mg/mL (7-18 mg/dL) Kalium : 3,6 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 139 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 104,3 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 31 1 2 3 4 5 6 7

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

150/100 152/89

150/80 141/90

140/90 130/80

130/80 120/70

130/70 120/80

120/80 110/70

120/80 120/60

130/80 Nadi (x/menit) 72

78

78 88

78 88

78 76

78 76

76 72

72 72

72

Suhu 36

36

37 36

36 36

36,5 36,5

36 36

36 36

36,5 36,5

36 Frekuensi Nafas 24

20

20 20

20 20

20 20

20 20

20 20

20 20

20

Keluhan Anggota

gerak masih lemas, belum lancar bicara

Anggota gerak kiri masih lemas, mulai lancar

berbicara

Anggota gerak kiri membaik, bicara lancar

Anggota gerak membaik, bicara lancar

Anggota gerak lemas, bicara lancar

Anggota gerak membaik, bicara lancar

Anggota gerak membaik, bicara lancar

Anggota gerak membaik, bicara lancar Penatalaksanaan Obat

Furosemid 20mg √ √ √ √ √ √ √ √

(55)

42

Natural astaxantin √ √ √ √ √ √ √ √

Nimodipin 60mg √ √ √ √ √ √ √ √

Asam traneksamat 500 mg √ √ √ √ √ √ √ √

Citicolin √ √ √ √ √ √ √ √

Asam mefenamat 500 mg √ √ √ √ √ √ √ √

Pantoprazole 1A √ √ √ √ √ √ √ √

Ketorolac √ √ √ √ √ √ √ √

Piracetam 3 gr √ √ √ √ √ √ √ √

Assessment:

Rekomendasi:

Kasus 24

No. RM: 89 32 87 Subjektif

Umur/JK : 76th/L Masuk RS : 30/8/2016 Keluar RS : 4/9/2016

Diagnosa Masuk : Stroke non hemoragik Diagnosa Keluar : Stroke non hemoragik

Keluhan Utama : Anggota gerak kiri lemas, diajak bicara tidak menjawab

Status Keluar : Membaik

Objektif

Hasil Laboratorium (5/7/2016)

(56)

43 Bun : 5,7 mg/mL (7-18 mg/dL)

Kalium : 3,9 mmol/L (3,5-5,1 mmol.L) Natrium : 143 mmol/L (136-145 mmol/L) Klorida : 107 mmol/L (98,0-107 mmol/L)

Tanggal 30 31 1 2 3 4

Tanda Vital

Tekanan Darah (mmHg)

150/80 152/89

140/80 140/90

140/80 140/70

140/80 130/90

140/80 140/90

140/80

Nadi (x/menit) 86

84

80 78

76 80

80 84

80 76

84

Suhu 36

36

36 36

36,5 36

36 36

36 37

36

Frekuensi Nafas 20

24

24 24

20 20

20 20

20 20

20

Keluhan Pusing Bicara susah,

makan mudah keselek

Mau bicara susah, komunikasi tidak jelas

Bicara masih susah, anggota gerak yang lemas meningkat

Bicara mulai lancar, badan sudah membaik

Mau BAB susah

Penatalaksanaan Obat

Manitol √ √ √ √ √ √

Atorvastatin Ca √ √ √ √ √ √

Natural astaxantin √ √ √ √ √ √

Amlodipin 5mg √ √ √ √ √ √

Assessment:

Rekomendasi:

Kasus 25

No. RM: 89 22 96 Subjektif

Umur/JK : 63th/L Status Keluar : Membaik

Figur

Tabel I.   Karakteristik pasien dengan diagnosa stroke iskemik dengan pengobatan  golongan diuretika berdasarkan jenis kelamin dan umur........................4  Tabel II

Tabel I.

Karakteristik pasien dengan diagnosa stroke iskemik dengan pengobatan golongan diuretika berdasarkan jenis kelamin dan umur........................4 Tabel II p.10
Tabel I. Karakteristik pasien dengan diagnosa stroke iskemik dengan  pengobatan golongan diuretika berdasarkan jenis kelamin dan umur  Karakteristik Pasien

Tabel I.

Karakteristik pasien dengan diagnosa stroke iskemik dengan pengobatan golongan diuretika berdasarkan jenis kelamin dan umur Karakteristik Pasien p.17
Tabel II. Penggolongan Obat Diuretika Tunggal dan Kombinasi

Tabel II.

Penggolongan Obat Diuretika Tunggal dan Kombinasi p.18
Tabel IV. Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Stroke  Iskemik di Instalasi Rawat Inap RSUP dr

Tabel IV.

Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Stroke Iskemik di Instalasi Rawat Inap RSUP dr p.19

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di