• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MEMILIH PRODUK BANK SYARIAH PADA PT. BANK SULSELBAR KANTOR CABANG SYARIAH (KCS) MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MEMILIH PRODUK BANK SYARIAH PADA PT. BANK SULSELBAR KANTOR CABANG SYARIAH (KCS) MAKASSAR"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Hukum Ekonomi Syari’ah (SE, Sy) Pada Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah

Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar

Jamilah Iriany Nur 105 250 0086 11

FAKULTAS AGAMA ISLAM PRODI HUKUM EKONOMI SYARI’AH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

(2)
(3)
(4)
(5)

v

Penulis / peneliti yang bertanda tangan di bawah ini benar adalah hasil karya penulis / peneliti sendiri. Jika kemudian hari terbukti bahwa ia merupakan duplikat, tiruan, plagiat, dibuat atau dibantu secara langsung orang lain baik keseluruhan atau sebagian, maka skripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.

Makassar, 23 Dzulqaiddah 1437 H 26 Agustus 2016 M

(6)
(7)

vi

ٞدﯾِدَﺷَﻟ ﻲِﺑاَذَﻋ ﱠنِإ ۡمُﺗ ۡرَﻔَﻛ نِﺋَﻟ َو ۖۡمُﻛﱠﻧَدﯾ ِزَ َﻷ ۡمُﺗ ۡرَﻛَﺷ نِﺋَﻟ

٧

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(Q. S. Ibrahim: 7).

Rasakanlah cukup apa yang ada Daripada apa yang tiada

Dan tetaplah maraih apa yang dicipta Sambil bersyukur atas apa yang ada

Kupersembahkan karya ini kepada: Kedua orang tuaku, saudaraku dan sahabatku, Yang selalu memberikan dukungan, nasihat dan do’a.

(8)

vii

Pemasan Jasa Terhadap Keputusan Nasabah Memilih Produk Bank Syariah Pada PT. Bank Sulselbar Kantor Cbang Syariah (KCS) Makassar. Dibimbing oleh MUCHLIS MAPPANGAJA dan AGUSSALIM HARRANG. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan di PT. Bank Sulselbar.Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bauran pemasaran jasa terhadap keputusan nasabah memilih produk Bank Syariah pada PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah Makassar. Dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel, yaitu Bauran Pemasaran(β), PT. Bank Sulselbar Syariah(γ), dan Keputusan Nasabah (δ).

Total Sampling dalam penelitian ini berjumlah 65 nasabah. Untuk gambaran Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Nasabah Memilih Produk Bank Syariah peneliti menggunakan skala kepribadian, lembar observasi dan wawancara bebas pada nasabah PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah Makassar. Selanjutnya, data yang diperoleh melalui instrument tersebut kemudian diolah melalui analisis regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi XLSTAT (PLS- PM) .

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis inferensial yang menggunakan uji t dengan rumus regresi linear berganda menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar dari pada nilai t table. Artinya bauran pemasaran jasa kurang mempengaruhi keputusan nasabah pada PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah Makassar.

(9)

viii

Tak henti-hentinya penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga penulis dapat menyusun skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Bauran Pemasan Jasa Terhadap Keputusan Nasabah Memilih Produk Bank Syariah Pada PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah (KCS) Makassar.” sebagai salah satu syarat dalam memperoleh gelar sarjana pada jurusan Hukum Ekonomi Syariah Unismuh Makassar.

Dalam penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan, arahan, bantuan yang tulus ikhlas dan penuh kesabaran.

Ucapan terima kasih yang tak terhingga, peneliti haturkan kepadai bapak Dr. Ir. H. Muchlis Mappangaja, MP dan Bapak Dr. H. Agussalim Harrang, SE., MM selaku pembimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Bapak Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM , selaku rektor Universitas Muhammadiyah Makassar. Bapak Drs. H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I selaku Dekan Fakulatas Agama Islam Universitas Muhammdiyah Makassar. Bapak Dr. Ir. H. Muchlis Mappangaja, MP selaku ketua jurusan Hukum Ekonomi Syariah dan bapak Hasanuddin, SE,Sy selaku sekertaris Jurusan Hukum Ekonomi Syariah. Seluruh dosen Unismuh Makassar yang telah berkenan memberi kesempatan, membina, serta memberikan kemudahan kepada penulis dalam menimba ilmu pengetahuan sejak awal

(10)

ix

khususnya di Jurusan Hukum Ekonomi Islam. Seluruh teman - teman Asrama Putri serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya satu persatu yang telah banyak membantu dan memberikan semangat dalam penyelesaian skripsi ini. Terakhir ucapan terima kasih juga disampaikan. Kedua orang tua tercinta Ayahanda Nurdin KP S. Pd dan Ibunda Herna wati yang telah membesarkan, mendidik dan mengorbankan segalanya demi kepentingan penulis dalam menuntut ilmu serta memberikan dukungan, nasihat dan do’a restu sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dan adik-adikku tersayang Umrah Humairah dan Ilmia Amalia.

Segala usaha dan upaya telah dilakukan penulis untuk menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik mungkin. Namun penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini tidak luput dari berbagai kekurangan sebagai akibat keterbatasan kemampuan. Olehnya itu, saran dan kritik serta koreksi dari berbagai pihak demi perbaikan dan penyempurnaan skripsi ini akan penulis terima dengan baik.

(11)

x

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Makassar, Agustus 2016

(12)
(13)

xi

PENGESAHAN SKRIPSI... iii

BERITA ACARA MUNAQASYAH ...iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ...v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN... vi

ABSTRAK ... vii KATA PENGANTAR...viii DAFTAR ISI ... xi DAFTAR TABEL...xiii DAFTAR GAMBAR...xiv BAB I PENDAHULUAN ...1 A. Latar Belakang ...1 B. Rumusan Masalah ... 3 C. Tujuan Penelitian ... 3 D. Manfaat Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 5

A. Pengertian Pemasaran ... 5

B. Pengertian Bauran Pemasaran...8

C. Jenis-jenis Bauran Pemasaran...10

D. Pengertian Strategi Pemasaran...21 E. Pengertian Keputusan dalam Memilih Produk

(14)

xii

H. Hipotesis Penelitian... 31

BAB III METODE PENELITIAN... 32

A. Jenis Penelitian dan Sumber Data ...32

B. Tempat Penelitian ... 33

C. Populasi dan Sampel... 33

D. Teknik Pengumpulan Data ...34

E. Metode Analisis Data... 35

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 37

A. Hasil Penelitian ...37

B. Analisis Data ...48

C. Jawaban Hasil Penelitian ... 60

BAB V PENUTUP...62 A. Kesimpulan ...62 B. Saran... 62 DAFTAR PUSTAKA...64 LAMPIRAN-LAMPIRAN... RIWAYAT HIDUP ...

(15)

xiii

4. 2 Composite Reability ...53

4. 3 Model Assesmentn (Dimension 1) ...54

4. 4 Cross – Loadings (Monofactorial Manifest Variables ...56

4. 5 Path Coefficients (Bauran Pemasaran/ 1)...59

(16)

xiv

2. 2 Kerangka Konseptual Operasional ...30

4. 1 Struktur Organisasi PT. Bank Sulselbar KCS Makassar...46

4. 2 Indicator Reflektif ...48

4. 3 Loading Factor Correlation ( dimention )...51

4. 4 Loading Factor Correlation ( dimention )...52

4. 5 Konrtibusi Variabel Bauran Pemasaran ...57

(17)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Maraknya perbankan syariah bukan merupakan gejala baru dalam dunia bisnis syariah. Keadaan ini ditandai dengan semangat tinggi dari berbagai kalangan, yaitu: ulama, akademisi, dan praktisi untuk mengembangkan perbankan tersebut. Menurut beberapa penelitian yang telah dilakuakan mengenai bank syariah, khususnya yang berhubungan dengan nasabah bank syariah, yang menjadi alasan mereka untuk mau berhubungan dan menjadi nasabah adalah alasan keagamaan, yang menyatakan bahwa bunga bank yang diterima melalui bank konvensional haram hukumnya dalam syariat islam, sehingga ada keinginan dari para warga muslim untuk membentuk suatu lembaga perbankan yang sesuai dengan syariah islam, yaitu bank syariah ini.

Meskipun agama merupakan salah satu faktor yang sangat dipertimbangkan konsumen untuk menjadi nasabah bank syariah, masih banyak alasan dan faktor-faktor lain yang mampu mempengaruhi pertimbangan konsumen untuk menjadi nasabah bank syariah. Salah satunya yang berasal dari strategi pemasaran yang dilakukan oleh bank syariah melalui strategi bauran pemasaran. Strategi pemasaran adalah suatu rencana yang didesain untuk mempengaruhi pertukaran dalam mencapai tujuan organisasi. Yang mana di dalamnya meliputi kebijakan produk, harga, promosi, dan saluran distribusi. Sehingga dari bauran

(18)

pemasaran tersebut nasabah dapat terpengaruh untuk mau berhubungan dengan bank syariah dengan menjadi nasabah bank syariah.

Bauran pemasaran dinilai dapat mempengaruhi pertimbangan konsumen untuk menjadi nasabah bank syariah. Bauran pemasaran

(marketing mix) merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan

perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasaran di pasar sasaran (Kotler, 2008:6).

Dalam hal ini, bagaimana strategi bauran pemasaran yang dilakukan oleh masing-masing bank syariah dalam dunia perbankan syariah yang mana saat ini sudah sangat bersaing, dalam menyampaikan maksud dari strategi pemasaran mereka untuk dapat diterima dan dimengerti oleh konsumen atau nasabah untuk mau memilih berhubungan dengan bank syariah melalui kelebihan-kelebihan yang dimiliki bank syariah. Dengan demikian, hal ini akan selalu berhubungan dengan perilaku konsumen dalam melakukan proses pengambilan keputusan dalam memilih bank syariah ini. Hal-hal apa saja yang dipertimbangkan, hal-hal apa saja yang sebenarnya menarik perhatian konsumen dalam memilih bank syariah apabila dilihat dari sisi strategi bauran pemasaran bank syariah yang diterima oleh konsumen.

Oleh karena itu, PT. Bank Sulselbar Syariah dituntut dapat memprediksikan bagaimana para nasabah atau konsumen akan merespon strategi pemasaran yang diterapkan.

(19)

Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan maka penulis memilih judul skipsi sebagai berikut: “Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Nasabah Memilih Produk Bank Syariah pada PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah (KCS) Makassar.”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah variabel PT. Bank Sulselbar Syariah ( ) berpengaruh terhadap variabel Bauran pemasaran ( ) ?

2. Apakah variabel PT. Bank Sulselbar Syariah ( ) berpengaruh terhadap variabel Keputusan Nasabah ( ) ?

3. Apakah variabel Bauran pemasaran ( ) berpengaruh terhadap variabel Keputusan Nasabah ( ) ?

C. Tujuan Penelitian

Setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia dengan sebuah perencanaan kerja sudah dapat dipastikan memiliki tujuan sebagai cita-cita kegiatan tersebut, termasuk dalam penelitian karya ilmiah. Adapun tujuan dari penelitian ini sebagai berikut:

(20)

1. Untuk mengetahui dan menganalisis bauran pemasaran jasa terhadap keputusan nasabah memilih produk Bank Syariah pada PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah (KCS) Makassar.

2. Untuk mengetahui dan menganalisis bauran pemasaran yang dominan mempengaruhi keputusan nasabah memilih produk Bank Syariah pada PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah (KCS) Makassar.

D. Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini, hasil yang akan dicapai diharapkan akan membawa manfaat yang banyak, antara lain adalah sebagai berikut: 1. Teoritis

Untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap keputusan nasabah memih produk Bank Syariah khususnya pada PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah (KCS) Makassar.

2. Praktisi

Bagi Bank Syariah, menjadi masukan yang berarti bagi PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah (KCS) Makassar dalam rangka mempertahankan nasabah yang sudah ada dan menambah jumlah nasabah baru.

(21)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Pemasaran

Pemasaran menyentuh kehidupan kita sehari-hari. Tetapi kebanyakan orang telah salah mengartikan dan menganggapnya bahwa pemasaran sama dengan penjualan dan promosi. Ini bukan berarti bahwa penjualan dan promosi menjadi tidak penting, tetapi keduanya lebih merupakan bagian dari bauran pemasaran yang lebih luas. atau seperangkat fungsi pemasaran yang harus dimanfaatkan untuk meraih dampak maksimum di pasar.

Kegiatan pemasaran harus dilandasi semangat beribadah kepada Tuhan Sang Maha Pencipta, berusaha semaksimal mungkin untuk kesejahteraan bersama, bukan untuk kepentingan golongan apalagi kepentingan sendiri. Islam menghalalkan umatnya berniaga. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seorang saudagar sangat terpandang pada zamannya. Sejak muda beliau dikenal sebagai pedagang jujur.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan pada umatnya untuk berdagang dengan menjunjung tinggi etika keislaman. Dalam beraktivitas ekonomi, umat Islam dilarang melakukan tindakan

bathil. Namun harus melakukan kegiatan ekonomi yang dilakukan saling ridho, sebagaimana firman Allah Ta’ala, QS. An-Nisaa: 29

(22)

                         

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (Departemen Agama RI, 2007).

Bagi dunia perbankan yang merupakan badan usaha yang berorientasi profit, kegiatan pemasaran sudah merupakan suatu kebutuhan utama dan sudah merupakan suatu keharusan untuk dijalankan. Tanpa kegiatan pemasaran jangan diharapkan kebutuhan dan keinginan pelanggannya akan terpenuhi. Oleh karena itu, bagi dunia usaha apalagi usaha seperti usaha perbankan perlu mengemas kegiatan pemasaranya secara terpadu dan terus-menerus melakukan riset pasar.

Maynard dan Beckman dalam Alma pemasaran adalah segala usaha yang meliputi penyaluran barang dan jasa dari sektor produksi ke sektor konsumsi (Alma, 2013:1).

Pemasaran adalah suatu proses terjadinya hubungan sosial dan manajemen dari individu atau kelompok yang saling bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan serta keinginan mereka melalui penciptaan, penawaran dalam bentuk komunikasi maupun iklan, dan pertukaran nilai produk barang dan jasa dengan pihak lain dengan harapan akan memberikan berbagai keuntungan bagi kedua belah pihak yang terlibat di dalam proses tersebut (Anggen, 2012:7).

(23)

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain (Kotler dan Armstrong, 2001:7).

Pertukaran memiliki makna penting dalam defenisi pemasaran. Konsep pertukaran sebenarnya sangat sederhana. Maksudnya bahwa seseorang memberikan sesuatu untuk menerima sesuatu yang lain dari pihak lain tersebut. Umumnya kita berfikir tentang uang sebagai alat perantara dalam pertukaran tersebut. Kita “menyerahkan” uang untuk “memperoleh” sesuatu produk dan jasa yang kita inginkan. Pertukaran tidak harus membutuhkan uang, bisa jadi dalam makna yang lain.

Pemasaran adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan langganan melalui proses pertrukaran dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan (Sunyoto, 2015:196).

Ada lima kondisi yang harus dipenuhi supaya pertukaran bisa terjadi :

1. Ada sekurang-kurangnya dua pihak.

2. Masing-masing pihak memiliki sesuatu yang bernilai bagi pihak lain. 3. Masing-masing pihak dapat berkomunikasi dan menyerahkan barang. 4. Masing-masing pihak bebas menerima atau menolak penawaran yang

ada.

5. Masing-masing pihak harus mau dan setuju melakukan transaksi yang telah disepakati sebelumnya.

(24)

Pertukaran tidak selalu terjadi meskipun semua kondisi tersebut di atas telah terpenuhi. Mereka bagaimanapun membutuhkan pertukaran yang memungkinkan. Misalnya, anda menggunakan iklan di media lokal untuk memulai menawarkan mobil bekas anda dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya. Beberapa orang mungkin akan menelpon anda untuk menanyakan penawaran tersebut di atas, beberapa orang lain mungkin akan melakukan uji coba mengendarai mobil tersebut, dan beberapa orang lainnya mungkin bahkan menawarkan sesuatu yang lain kepada anda. Kelima kondisi di atas membutuhkan suatu pertukaran untuk terjadinya transaksi. Tetapi setidaknya anda harus membuat perjanjian dengan seorang pembeli, dan harus benar-benar menjual sebuah mobil, barulah pertukaran dapat terjadi. Perlu dicatat, bahwa pemasaran dapat terjadi bahkan jika suatu pertukaran tidak terjadi.

Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana masing-masing individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran dan pertukaran produk yang bernilai bagi pihak lainnya (Sunyoto, 2015:195).

B. Pengertian Bauran Pemasaran

Tujuan perusahaan untuk menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen bukan semata-mata tanggung jawab manajemen pemasaran saja, tetapi tanggung jawab semua orang yang terlibat dalam penciptaan produk, mulai dari bagian produksi, personalia, keuangan, hingga bagian pemasaran. Semua bagian atau departemen dalam perusahaan tersebut harus bekerja sama untuk memikirkan,

(25)

merencanakan, menciptakan produk dan mendistribusikan hingga sampai ketangan konsumen.

Tugas dan tanggung jawab manajemen pemasaran dalam memikirkan usaha-usaha pemasaran yang merupakan sumbangan pencapaian tujuan perusahaan. Secara ringkas tujuan-tujuan manajer pemasaran adalah merencanakan kegiatan, menggiatkan dan mengendalikan kegiatan pemasaran. Tugas-tugas ini sebenarnya merupakan tugas-tugas manajerial yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap kegiatan pemasaran. Istilah bauran pemasaran mengacu pada paduan strategi produk, distribusi, promosi, dan penentuan harga yang bersifat unik yang dirancang untuk menghasilkan pertukaran yang saling memuaskan dengan pasar yang dituju. Distribusi kadangkala dihubungkan tempat, sehingga memberikan 4P dari bauran pemasaran : produk (product), harga (price), promosi

(promotion), tempat (place). Seorang manajer pemasaran dapat

mengontrol tiap komponen dari bauran pemasaran, tetapi strategi untuk keempat komponen tersebut harus dipadukan untuk mencapai hasil yang optimal. Keberhasial setiap bauran pemasaran tergantung komponen terlemah didalamnya.

Stanton dalam Sunyoto bauran pemasaran (marketing mix) adalah sebagai kombinasi dari empat variabel atau kegiatan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu produk, harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi (Sunyoto, 2015:202).

(26)

Bauran pemasaran sebagai alat bagi pengusaha untuk mempengaruhi konsumer agar konsumennya dapat menjadi kenal kemudian menyenangi dan kemudian melakukan transaksi pembelian serta akhirnya konsumen itu menjadi puas (Indriyo, 2008:182).

Di samping itu pengusaha dapat pula mencantumkan harga yang rendah serta pemberian discount atau potongan harga, mencantumkan harga obral serta harga cuci gudang dan sebagainya. Dengan cara penetapan harga semacam ini akan dapat menarik perhatian serta mendorong konsumen untuk segera melakukan transaksi pembelian agar tidak melewatkan kesempatan yang terbatas waktunya bagi berlakunya harga obral tersebut.

C. Jenis-jenis Bauran Pemasaran

Jenis-jenis bauran pemasaran (marketing mix) menurut Kotler dalam Sunyoto, yaitu :

1. Produk (product) adalah segala sesuatu yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan manusia ataupun organisasi.

2. Harga (price) adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa.

3. Promosi (promosion) adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen langsung atau tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual.

(27)

4. Distribusi atau penempatan produk (place) adalah Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran.

Untuk lebih jelasnya unsur-unsur bauran pemasaran akan diuraikan satu persatu di bawah ini:

1. Produk (product)

W. J . Stanton dalam Alma Produk adalah seperangkat atribut baik berwujud ataupun tidak berwujud, termasuk didalamnya masalah warna, harga, nama baik pabrik, nama baik toko yang menjual (pengecer), dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengecer, yang diterima oleh pembeli guna memuaskan keinginannya (Alma, 2013:139).

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan, atau dikonsumsi dan dapat memuaskan kebutuhan atau keinginan (Kasmir, 2014:136).

Ada tiga hal yang perlu dipenuhi dalam menawarkan sebuah produk yaitu:

1. produk yang ditawarkan memiliki kejelasan barang, kejelasan ukuran/ takaran, kejelasan komposisi, tidak rusak/ kadaluarsa dan menggunakan bahan yang baik,

2. produk yang diperjual-belikan adalah produk yang halal dan 3. dalam promosi maupun iklan tidak melakukan kebohongan.

(28)

“Jika barang itu rusak katakanlah rusak, jangan engkau sembunyikan. Jika barang itu murah, jangan engkau katakan mahal. Jika barang ini jelek katakanlah jelek, jangan engkau katakan bagus.” (HR. Tirmidzi).

Hadits tersebut juga didukung hadits riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Hambal,

“Tidak dihalalkan bagi seorang muslim menjual barang yang cacat,

kecuali ia memberitahukannya.”

Pernyataan lebih tegas disebutkan dalam Al Quran Surat Al Muthaffifiin (1-3)                

“ Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang,

(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,

Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (Departemen Agama RI, 2007).

Agar strategi produk dapat lebih efektif dalam rangka mempengaruhi konsumen untuk tertarik dan membeli kemudian mereka menjadi puas, maka harus mengetahui beberapa hal tentang strategi ini, yaitu :

(29)

Konsep produk merupakan suatu pengertian atau pandangan konsumen terhadap suatu produk yang dibutuhkan dan diinginkannya. Konsumen akan memiliki konsep atau pandangan tertentu terhadap suatu barang

b. Siklus kehidupan produk

Setiap produk sebenarnya akan memiliki siklus perputaran terhadap kehidupannya. Setiap produk itu sebenarnya dapat diikuti perkembangan hidupnya seperti manusia saja, yaitu memiliki tahap-tahap anak-anak, kemudian tumbuh berkembang menjadi remaja, kemudian menjadi dewasa lalu surut menjadi tua dan akhirnya meninggal.

Tahap yang paling awal dari masa hidupnya suatu produk dimulai dari suatu tahap yang disebut sebagai tahap perkenalan atau

introduction. Pada masa ini produk tersebut baru diperkenalkan

pengusaha kepada masyarakat.

Tahap berikutnya tahap pertumbuhan, di mana pada tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap perkenalan yang berhasil. Setelah banyak anggota masyarakat yang mengenal akan produk itu maka diharapkan masyarakat tersebut akan menjadi menyenangi produk tersebut dan apabila hal ini terjadi maka produk tersebut akan berada pada tahap pertumbuhan.

Tahap berikutnya lagi adalah menginjak pada tahap kedewasaan atau “Maturity”. Tahap ini menunjukkan adanya masa

(30)

kejenuhan dimana masyarakat atau konsumen sudah jenuh sehingga akan menjadi sukar untuk meningkatkan penjualan produk tersebut.

Tahap yang terakhir adalah tahap penurunan atau “Decline”. Dalam tahap ini masyarakat sudah tidak lagi menyenangi produk tersebut sehingga penjualan akan segera merosot tajam. Hal ini akan terjadi apabila pengusaha tidak mampu lagi mempertahankan produknya pada tahap kedewasaan.

c. Jenis-jenis produk

Agar dapat memasarkan produk dengan baik maka perlu mengetahui produk itu termasuk dalam jenis yang mana, karena masing-masing jenis produk akan memerlukan penanganan yang berbeda dalam memasarkan produk tersebut agar berhasil.

2. Harga (price)

Pengusaha perlu memikirkan tentang penetapan harga jual produknya secara tepat karena harga yang tidak tepat akan berakibat tidak menarik para pembeli untuk membeli barang tersebut. Penetapan harga jual barang yang tepat tidak selalu berarti bahwa harga haruslah ditetapkan rendah atau serendah mungkin. Sering dijumpai bahwa apabila harga barang tertentu itu rendah maka banyak konsumen justru tidak senang karena dengan harga yang murah itu maka semua orang dapat memakai barang tersebut. Namun dalam menetapkan

(31)

harga tidak boleh menggunakan cara-cara yang merugikan pebisnis lainnya.

Islam tentu memperbolehkan pedagang untuk mengambil keuntungan. Karena hakekat dari berdagang adalah untuk mencari keuntungan. Namun, untuk mengambil keuntungan tersebut janganlah berlebih-lebihan. Dalam proses penentuan harga, Islam juga memandang bahwa harga haruslah disesuaikan dengan kondisi barang yang dijual. Nabi Muhammad SAW pernah marah saat melihat seorang pedagang menyembunyikan jagung basah di bawah jagung kering, kemudian si pedagang menjualnya dengan harga tinggi. Dalam sebuah hadits beliau mengatakan:

“Barangsiapa yang menipu kami, maka dia bukan (golongan) kami.” HR. Ibnu Majah (Mardani, 2014:187).

Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan, sedangkan unsur lainya hanya unsur biaya saja. Walaupun penetapan harga merupakan persoalan penting, masih banyak perusahaan yang kurang sempurna dalam menangani permasalahan penetapan harga tersebut. Karena menghasilkan penerimaan penjualan, maka harga mempengaruhi tingkat penjualan, tingkat keuntungan, serta share pasar yang dapat dicapai oleh perusahaan.

Indriyo Gitosudarmo dalam Sunyoto harga adalah ukuran terhadap besar kecilnya nilai kepuasan seseorang terhadap produk

(32)

yang dibelinya, yang dinyatakan dalam satuan mata uang atau alat tukar (Sunyoto, 2015:204).

Pada saat ini, bagi sebagian besar anggota masyarakat harga masih menduduki tempat teratas sebagai penentu dalam keputusan untuk membeli suatu barang atau jasa. Karena itu, penentuan harga merupakan salah satu keputusan penting bagi manajemen perusahaan. Harga yang ditetapkan harus dapat menutup semua biaya yang telah dikeluarkan untuk produksi ditambah besarnya persentase laba yang diinginkan. Jika harga ditetapkan terlalu tinggi, secara umum akan kurang menguntungkan, karena pembeli dan volume penjualan berkurang. Akibatnya semua biaya yang telah dikeluarkan tidak dapat tertutup, sehingga pada akhirnya perusahaan menderita kerugian. Maka, salah satu prinsip dalam penentuan harga adalah meniti beratkan pada kemampuan pembeli terhadap harga yang telah ditentukan dengan jumlah yang cukup untuk menutup biaya-biaya yang telah dikeluarkan beserta orientasi laba yang diingikan. Harga harus diukur dengan nilai yang dirasakan konsumen dari tawaran itu, atau kalau tidak maka pembeli akan beralih pada pesaing untuk membeli barang atau jasa yang dibutuhkan.

3. Promosi (promosion)

Basu Swastha dan Irawan dalam Sunyoto promosi adalah arus informasi atau persuasi suatu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran (Sunyoto, 2015:203).

(33)

Promosi selain mempunyai manfaat dalam memperkenalkan produk baru, juga penting sekali dalam hal mempertahankan selera konsumen untuk tetap mengkonsumsi produk yang sudah ada. Namun, betapapun gencarnya kegiatan promosi yang dilakukan perusahaan, perlu pula didukung oleh harga dan kualitas dari produk yang dipromosikan, sehingga tujuan perusahaan untuk mencapai volume penjualan serta market share akan tercapai.

Tanpa promosi jangan diharapkan konsumen dapat mengenal perusahaan. Oleh karena itu promosi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik dan mempertahankan konsumen. Salah satu tujuan promosi perusahaan adalah menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha menarik calon konsumen yang baru. Paling tidak ada beberapa sarana promosi yang dapat digunakan oleh setiap perusahaan dalam mempromosikan baik produk maupun jasanya.

Adapun sarana promosi yang dapat digunakan adalah : a. Periklanan (advertising)

Adalah komunikasi nonindividu, dengan jumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan lembaga nonlaba serta individu-individu.

(34)

Personal selling adalah presentasi lisan dalam suatu

percakapan dengan calon pembeli atau lebih yang ditujukan untuk menciptakan penjualan.

c. Publisitas (publicity) dan hubungan masyarakat (public relation) Publisitas adalah pendorong permintan secara non pribadi untuk suatu produk, jasa atau ide dengan menggunakan berita komersial di dalam media massa dan sponsor tidak dibebani sejumlah bayaran secara langsung.

Public relation adalah merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk memengaruhi persepsi, opini, keyakinan dan sikap berbagai kelompok terhadap perusahaan tersebut.

Al-Qur’an tidak melarang adanya periklanan dan memang periklanan dapat digunakan untuk mempromosikan kebenaran Islam. Namun, periklanan yang berisi tentang pernyataan-pernyataan yang dilebih-lebihkan termasuk kedalam bentuk penipuan, tidak peduli apakah deskripsi pernyataan tersebut sebagai metafor atau sebagai kiasan tentu sudah pasti dilarang. Hal ini tersirat dalam hadits-hadits berikut:

“Pedagang yang jujur yang dapat dipercaya itu bersama para Nabi dan orang-orang yang benar serta para syuhada.” HR. Tirmidzi

(35)

“Allah mengasihi seseorang yang murah hati bila menjual, membeli, dan menawar.” HR. Bukhari (Mardani, 2014:177).

“Pengambilan sumpah ketika menjual barang-barang makanan itu akan mendatangkan keuntungan, tapi itu akan menghapus keberkahan.” HR. Bukhari dan Muslim (Mardani, 2014: 186).

Promosi dalam tinjauan syariah harus sesuai dengan sharia compliance yang merefleksikan kebenaran, keadilan dan kejujuran kepada masyarakat. Segala informasi yang terkait dengan produk harus diberitahukan secara transparan dan terbuka sehingga tidak ada potensi unsur penipuan dan kecurangan dalam melakukan promosi. Promosi yang tidak sesuai dengan kualitas atau kompetensi, contohnya promosi yang menampilkan imajinasi yang terlalu tinggi bagi konsumennya, adalah termasuk dalam praktik penipuan dan kebohongan. Untuk itu promosi yang semacam tersebut sangat dilarang dalam Islam.

4. Distribusi atau penempatan produk (place)

Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang sering tergantung yang terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu produk atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi.

Distribusi adalah merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh pengusaha untuk menyalurkan, menyebarkan, mengirimkan, serta

(36)

menyampaikan barang yang dipasarkannya itu kepada konsumen (Sunyoto, 2015:204).

Dalam menentukan place atau saluran distribusi, perusahaan harus mengutamakan tempat-tempat yang sesuai dengan target market, sehingga dapat efektif dan efisien. Sehingga pada intinya, dalam menentukan marketing-mix harus didasari pada prinsip-prinsip keadilan dan kejujuran. Perbedaan antara bisnis Islami dan non-Islami terletak pada aturan halal dan haram, sehingga harus terdapat kehati-hatian dalam menjalankan strategi.

Tujuan dari fungsi distribusi adalah mempercepat sampainya barang di tangan konsumen atau pasar pada saat yang tepat. Kebijakan distribusi setidaknya harus memenuhi tiga kriteria. Pertama, yaitu ketepatan dan kecepatan waktu tiba di tangan konsumen. kedua, keamanan yang terjaga dari kerusakan, dan yang ketiga sarana kompetisi dalam memberikan kecepatan dan ketepatan memenuhi kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, Islam melarang adanya ikhtikar atau penimbunan (monopoly’s rent-seeking), sebab ikhtikar akan menyebabkan berhentinya saluran distribusi yang mengakibatkan kelangkaan sehingga harga barang tersebut akan meningkat. Larangan ikhtikar didasari hadits yang menyebutkan bahwa:

“Orang yang berbuat ikhtikar berarti berbuat kesalahan.” HR Muslim dan At-turmudzi (Mardani, 2014:198).

(37)

Saluran distribusi penting, karena barang yang telah dibuat dan harganya sudah ditetapkan itu masih menghadapai masalah, yakni harus disampaikan kepada konsumen. Pada penyalur dapat menjadi alat bagi perusahaan untuk mendapatkan umpan balik dari konsumen di pasar. Penentuan jumlah penyalur juga merupakan masalah yang penting untuk dipertimbangkan, dalam kasus-kasus tertentu disesuaikan dengan sifat produk ditawarkan. Barang kebutuhan sehari-hari, misalnya membutuhkan banyak penyalur, sedangkan barang-barang berat seperti peralatan industri tidak demikian. Kesalahan dalam menentukan jumlah penyalur akan mendatangkan persoalan baru bagi perusahaan. Bila jumlah penyalur terlalu sedikit menyebabkan penyebaran produk kurang luas, sedangkan jumlah penyalur yang terlalu banyak mengakibatkan pemborosan waktu, perhatian, dan biaya. Karena itu manajer pemasaran perlu berhati-hati dalam menyeleksi dan menentukan jumlah penyalur.

D. Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran pada dasarnya adalah suatu rencana yang menyeluruh serta terpadu dan menyatu dibidang pemasaran barang dan jasa. Dengan perkataan lainnya strategi pemasaran itu adalah serangkaian tujuan dan sasaran kebijakan, serta aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran barang dan jasa. Strategi

(38)

pemasaran adalah wujud rencana yang terarah dibidang pemasaran, untuk memperoleh suatu hasil yang optimal.

Sebagaimana diketahui bahwa produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tidak mungkin dapat mencari sendiri pembeli ataupun peminatnya. Oleh karena itu, produsen dalam kegiatan pemasaran produk atau jasanya harus membutuhkan konsumen mengenai produk atau jasa yang dihasikannya. Salah satu cara yang digunakan produsen dalam bidang pemasaran untuk tujuan meninggkatkan hasil produk yaitu melalui kegiatan promosi. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa promosi adalah salah satu faktor yang diperlukan bagi keberhasilan dan strategi pemasaran yang diterapakan suatu perusahaan terutama pada saat ini ketika era informasi berkembang pesat, maka promosi merupakan salah satu senjata ampuh bagi perusahaan dalam mengembangkan dan mempertahankan usaha.

Strategi pemasaran adalah suatu rencana yang didesain untuk mempengaruhi pertukaran dalam mencapai tujuan organisasi (Setiadi, 2003:9).

Rencana strategi pemasaran perusahaan adalah suatu rencana pemasaran jangka panjang yang bersifat menyeluruh dan strategis, yang merumuskan berbagai strategi dan program pokok bidang pemasaran perusahaan pada suatu jangka waktu tertentu dalam jangka panjang dimasa depan.

(39)

1. Titik penyusunannya melihat perusahaan secara keseluruhan.

2. Disarankan dampak kegiatan yang direncanakan bersifat menyeluruh. 3. Dalam penyusunannya diusahakan untuk memahami kekuatan yang

mempengaruhi perkembangan perusahaan.

4. Jadwal waktu yang direncanakan adalah yang sesuai dan mempertimbangkan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan.

5. Penyusunan rencana dilakukan secara realistis dan relevan dengan lingkungan yang dihadapi.

Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya strategi dalam pemasaran yaitu :

1. Daur hidup produk

Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.

2. Promosi persaingan perusahaan di pasar

Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.

3. Situasi ekonomi

Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.

(40)

E. Pengertian Keputusan Dalam Memilih Produk Bank Syariah

Keputusan (decision) berarti pilihan (choice),yaitu pilihan dari dua atau lebih kemungkinan. Namun , hampir tidak merupakan pilihan antara yang benar dan yang salah, tetapi yang justru sering terjadi ialah pilihan antara yang “hampir benar” dan yang “mungkin salah”. Walaupun keputusan biasa dikatakan sama dengan pilihan, ada perbedaan penting di antara keduanya. Keputusan adalah “pilihan nyata” karena pilihan diartikan sebagai pilihan tentang tujuan termasuk pilihan tentang cara untuk mencapai tujuan itu, apakah pada tingkat perorangan atau pada tingkat kolektif. Keputusan kaitanya dengan proses merupakan keadaan akhir dari suatu proses yang lebih dinamis, yang diberi label pengambilan keputusan. Keputusan dipandang sebagai proses karena terdiri atas satu seri aktivitas yang berkaitan dan tidak hanya dianggap sebagai tindakan bijaksana.

Morgan dan Cerullo dalam Salusu keputusan adalah sebuah kesimpulan yang dicapai sesudah dilakukan pertimbangan, yang terjadi setelah satu kemungkinan dipilih, sementara yang lain dikesampingkan (Salusu, 2015:35).

Keputusan nasabah adalah suatu proses penilaian dan pemilihan dari berbagai alternatif sesuai dengan kepentingan-kepentingan tertentu dengan menetapkan suatu pilihan yang dianggap paling menguntungkan (Amirullah, 2002:61).

(41)

Pengambilan keputusan merupakan proses kognitif yang mempersatukan memori, pemikiran, pemprosesan informasi dan penilaian-penilaian secara evaluatif. Situasi di mana keputusan diambil, mendeterminasi sifat eksak dari proses yang bersangkutan. Proses tersebut mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan lamanya, dengan suatu seri keputusan-keputusan yang dapat diidentifikasi, yang dibuat pada berbagai tahap proses pengambilan keputusan yang berlangsung.

Proses keputusan pembelian suatu produk mengikuti urutan. Peran seseorang (bukan pembeli utama) dalam proses pengambilan keputusan pembelian produk perlu diketahui oleh marketer, karena diantara mereka ini terkadang justru menjadi faktor pendorong yang sangat kuat bagi pengambil keputusan pembelian. Sejumlah orang yang memiliki keterlibatan dalam keputusan pembelian, adalah sebagai berikut :

1. Initiator adalah orang yang pertama kali menyadari adanya kebutuhan yang belum terpenuhi dan berinisiatif mengusulkan untuk membeli produk tertentu.

2. Influenser adalah orang yang sering berperan sebagai pemberi pengaruh yang karena pandangan, nasehat atau pendapatnya mempengaruhi keputusan pembelian.

3. Decider adalah orang berperan sebagai pengambil keputusan dalam menentukan apakah produk jadi dibeli, produk apa yang akan dibeli, bagaimana cara membeli, dan dimana produk itu dibeli.

(42)

5. User adalah orang yang mengonsumsi atau menggunakan produk yang dibeli.

Marketer harus paham betul peran-peran tersebut dijalankan oleh siapa. Jika dalam satu keluarga peran di atas dimainkan oleh anak, ibu dan lebih dominan ditentukan oleh seorang bapak, maka pesan komunikasi pemasaran harus diarahkan pada yang lebih dominan sebagai pengambil keputusan akhir untuk menentukan pembelian.

Keterlibatan psikologis dalam proses pengambilan keputusan pembelian itu berbeda-beda, sesuai dengan sifat keputusan itu sendiri, yaitu pengambilan keputusan yang kompleks, (extended decision making) pengambilan keputusan yang terbatas (limited decision making) dan pengambilan keputusan berdasarkan kebiasaan.

Proses pengambilan keputusan pembelian berakhir pada tahap perilaku purnabeli dimana nasabah merasakan tingkat kepuasan atau ketidak puasan yang dirasakan akan memengaruhi perilaku berikutnya. Jika konsumen merasa puas, ia akan memperlihatkan peluang yang besar untuk melakukan pembelian ulang atau membeli produk lain pada perusahaan yang sama dimasa mendatang, dan cenderung merekomendasikan kepada orang lain. Banyak orang berpendapat bahwa pembeli yang puas merupakan iklan yang terbaik bagi produk.

(43)

F. Kerangka Pikir

Gambar 2.1 Kerangka Pikir

AL-QUR’AN

QS. An-Nisa: 29 QS. Al-Muthafifin: 1-3

AS-SUNNAH

HR. Bukhari dan Muslim

HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hambal HR. Tirmidzi

STUDY EMPIRIK

Nailus Sa’adah, 2010. Alasan Masyarakat Untuk Menjadi Nasabah BNI Syariah Ditinjau Dari Perspektif Marketing Mix.

STUDY TEORITIK Sunyoto,Danang. 2015. Perilaku Konsumen dan Pemasaran.Yogyakarta: CAPS. STUDY OBJEK KUALITATIF RUMUSAN MASALAH ANALISIS DATA KUANTITATIF SKRIPSI 1. Integrasi

2. Kebijakan dan Manfaat 3. Rekomendasi

(44)

G. Kerangka Konseptual Operasional

Berdasarkan pada Theory dan Riview Riset sebelumnya, peneliti mengkategorikan indicator dari pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap keputusan nasabah memilih produk bank syariah sebagai berikut:

 Produk adalah merupakan instrumen atau perangkat yang dibeli dan dijual oleh karena dapat menciptakan berbagai jenis produk sesuai dengan keinginan nasabah.

 Harga adalah merupakan manfaat yang didapatkan oleh nasabah serta beban yang harus dibayar oleh nasabah.

 Promosi adalah merupakan cara-cara nasabah dalam menerima informasi mengenai bank syariah.

 Distribusi adalah meliputi jenis hubungan, perantara, penyimpanan, lokasi, dan transportasi.

 Lokasi adalah merupakan bentuk-bentuk pelayanan yang diinginkan nasabah apabila akan bertransaksi dengan bank syariah dikaitkan dengan lokasi bank itu sendiri.

 Pelayanan adalah tentang kenyamanan dalam memenuhi kebutuhan nasabah.

 Nasabah adalah pihak yang menggunakan jasa bank atau orang yang mempunyai rekening simpanan atau pinjaman pada bank.

 Kebutuhan adalah salah satu aspek yang menggerakkan nasabah dan menjadi dasar alasan untuk mengambil keputusan.

(45)

 Lingkungan adalah sesuatu yang ada disekitar nasabah dan mempengaruhi perkembangan kehidupan nasabah.

 Pemahaman adalah bagaimana nasabah mengetahui tentang bank tersebut.

 Kepercayaan adalah merupakan harapan setiap manajemen bank, hal ini karena kepercayaan nasabah akan membuat bank mampu bertahan bahkan dapat meningkatkan keuntungan dari bank tersebut.

(46)

Gambar 1.2 Kerangka Konseptual Operasional

+

Variabelnya: Beta ( ), Gamma ( ), Delta ( )

Indikatornya: X ( , , , , ...) Dan Y ( , , , )

LOKASI

PRODUK HARGA PROMOSI DISTRIBUSI

BAURAN PEMASARAN PT. BANK SULSELBAR SYARIAH KEPUTUSAN NASABAH KEBUTUHAN LINGKUNGAN PEMAHAMAN KEPERCAYAN NASABAH PELAYANAN

(47)

H. Hipotesis Penelitian

1. Diduga variabel PT.Bank Sulselbar Syariah mempengaruhi variabel Bauran Pemasaran.

2. Diduga variabel PT.Bank Sulselbar Syariah mempengaruhi variabel Keputusan Nasabah.

3. Diduga variabel Bauran Pemasaran mempengaruhi variabel Keputusan Nasabah.

(48)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian dan Sumber Data

Adapun jenis metode yang digunakan peneliti adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini adalah dihasilkan melalui data-data deskriptif (pemaparan) yang diperoleh dari pengamatan di lapangan dan tidak selalu berbentuk angka-angka.

Adapun data yang penulis peroleh untuk penulisan proposal ini bersumber dari :

1. Data kualitatif yaitu data yang bukan merupakan angka-angka. Dalam penulisan ini data kualitatif berupa sejarah berdirinya perusahaan, struktur organisasi, dan pembagian tugasnya.

2. Data kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka-angka yang dapat dihitung yang diperoleh dari laporan perkembangan pendapatan perusahaan serta data lainnya yang menunjang penelitian ini.

Sedangkan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah diperoleh dari :

1. Data primer yaitu data yang diperoleh melalui hasil penelitian lapangan yang terdiri dari observasi dan kuesioner serta data lainya yang berhubungan dengan penelitian ini.

(49)

2. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak lain dan melalui studi kepustakaan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Dalam hal ini berupa buku atau studi pustaka. Data ini untuk melengkapi data pokok yang didapat dari Bank Sulselbar cabang syariah makassar.

B. Tempat Penelitian

Peneliti melakukan Penelitian di PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah (KCS) Makassar Jl. DR. Sam Ratulangi No. 07 Blok C1-C2, Makassar, yang bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bauran pemasana jasa terhadap keputusan nasabah memilih produk bank syariah di perbankan tersebut.

Adapun alasan penulis memilih perusahan tersebut sebagai objek penelitian karena perusahaan tersebut merupakan tempat praktek penulis sebelumnya.

C. Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah (KCS) Makassar. Penentuan jenis populasi ini didasarkan atas alasan bahwa yang akan diuji, nasabah yang memiliki rekening tabungan di PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah (KCS) Makassar sebanyak 65 nasabah.

(50)

Sampel adalah objek yang di teliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling merupakan teknik pengambilan sampel secara keseluruhan dari jumlah populasi. Jumlah sampel sebanyak 65 nasabah. penarikan sampel didasari kriteria yaitu :

1. Nasabah memiliki rekening tabungan di Bank tersebut.

2. Nasabah penabung yang telah menabung lebih dari satu tahun.

D. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data serta keterangan yang diperoleh dalam penyusunan proposal ini, penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data yang relevan untuk memecahkan dan menganalisa masalah yang telah dikemukakan sebelumnya. Cara yang dilakukan sebagai berikut :

1. Observasi (pengamatan), dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek penelitian yang diteliti untuk memperoleh data yang kongkrit di lokasi penelitian.

2. Dokumentasi, dilakukan dengan mengumpulkan data-data sekunder mengenai bahan penelitian yang didapatkan dari berbagai sumber tertulis seperti arsip, data statistik dan sejenisnya yang diharapkan dapat mendukung analisis penelitian.

3. Kuesioner, daftar pertanyaan yang telah disusun untuk memperoleh data dan informasi dari responden. Adanya kuesioner ini dimaksudkan

(51)

agar peneliti memperoleh data lapangan untuk memecahkan masalah penelitian yang telah ditetapkan. Sehingga hasil isian dari responden merupakan tanggapan dan jawaban atas berbagai pertanyaan yang diajukan dalam lembar kuesioner

E. Metode Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan cara analisis kuantitatif dengan menggunakan metode Partial Least Square (PLS), yaitu suatu metode yang berbasis keluarga regresi yang dikenalkan oleh Herman O.A Wold untuk penciptaan dan pembangunan model dan metode untuk ilmu – ilmu sosial dengan pendekatan yang berorientasi pada prediksi. PLS memilki asumsi data penelitian bebas distribusi (Distribution – Free), artinya data penelitian tidak mengacuh pada salah satu distribusi tertentu (misalnya distribusi normal). PLS merupakan metode alternative dari Structural

Equation Modeling (SEM) yang dapat digunakan untuk mengatasi

permasalahan hubungan diantara variabel yang kompleks namun ukuran sampel datanya kecil (30 sampai 100), mengingat SEM memilki ukuran sampel data minimal (Hair et.al., 2010). PLS digunakan untuk mengetahui kompleksitas hubungan suatu kontsrak dan konstrak yang lain, serta hubungan suatu konstrak dan indikator - indikatornya. PLS didefenisikan oleh dua persamaan, yaitu inner model dan outer model. Inner model menentukan spesifikasi hubungan antara suatu konstrak dan konstrak yang lain, sedangkan outer model menentukan spesifikasi hubungan

(52)

antara konstrak dan indikator - indikatornya. Konstrak terbagi menjadi dua yaitu konstrak eksogen dan konstrak endogen. Konstrak eksogen merupakan konstrak penyebab, konstrak yang tidak dipengaruhi oleh konstrak lainnya. Konstrak eksogen memberikan efek kepada konstrak lainnya, sedangkan konstrak endogen merupakan konstrak yang dijelaskan oleh konstrak eksogen. Konstrak endogen adalah efek dari konstrak eksogen (Yamin dan Kurniawan, 2009). PLS dapat bekerja untuk model hubungan konstrak dan indikator - indikatornya yang bersifat reflektif dan formatif, sedangkan SEM hanya bekerja pada model hubungan yang bersifat reflektif saja (Ghazali, 2006).

(53)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Sejarah Singkat PT. Bank Sulselbar Syariah

Didirikan dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Tenggara, berkedudukan di Makassar, berdasarkan Akte Notaris Raden Kadiman di Jakarta No. 95 tanggal 23 Januari 1961. Setelah mengalami beberapa kali perubahan Anggaran Dasar dan penambahan modal disetor dan setelah perubahan status dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) lahirlah Perda No,13 tahun 2003 tanggal 20 Agustus tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan, dengan modal dasar Rp.650 Milyar. Akta pendirian PT berdasarkan Akta Notaris Mestariani Habie, SH No.19 tanggal 27 Mei tahun 2004 dengan nama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan (disingkat PT Bank Sul-Sel) telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. 13 tertanggal 15 Februari 2005. Perubahan status Bank Sul-Sel dari PD Menjadi PT juga diikuti dengan perubahan logo pada tanggal 22 Desember 2005.

(54)

Sejak saat itu dimulailah lembaran baru perjalanan Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan yang menampilkan wajah baru dengan call name Bank Sul-Sel beserta logo baru berupa imajinatif layar terkembang yang sarat makna dan dinamis dalam mengiringi setiap langkah Bank Sul-Sel untuk senantiasa menjadi Bank kebanggaan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Bank Sul-Sel memiliki 1 kantor Pusat, 3 Kantor Cabang Utama, 24 Kantor Cabang, 2 Kantor Cabang Pembantu, 3 Kantor Cabang Syariah yaitu :

a. Cabang Syariah Sengkang yang didirikan pada bulan April 2006

b. Cabang Syariah Maros yang didirikan pada tanggal 27 November 2007

c. Cabang Syariah Makassar yang didirikan pada tanggal 30 Desember 2008

d. Office Chanelling Syariah pada PT. Bank Sulsel Cabang Utama Bone, PT. Bank Sulsel Cabang Bulukumba, dan PT. Bank Sulsel Cabang Palopo, didirikan pada awal tahun 2010.

Kantor Kas 27 unit, serta Payment Point / Kas Keliling 6 unit. Dan di tahun 2011 ini direncanakan untuk menambah beberapa lagi jaringan kantor yaitu pembukaan Cabang Jakarta. Dan dari 65 kantor termasuk cabang syariah dengan di dukung oleh 100 orang karyawan yang terdiri dari level pendidikan S2, S1,

(55)

Sarjana, SMP, SMA, Dan SD yang tersebar di Kantor Pusat dan seluruh cabang.

Pada tanggal 26 Mei 2011, Bank Sulsel resmi berganti nama menjadi Bank Sulselbar sehingga Bank SulSel Cab. Syariah Makassar ikut berganti nama menjadi Bank Sulselbar Cab. Syariah Makassar. Perubahan nama ini melalui keputusan Kementerian Hukum dan HAM. Persetujuan perubahan Anggaran Dasar (AD) Bank Sulsel menjadi Sulselbar ditandatangani Dirjen Administrasi Umum Aidir Amin Daud. Keputusan itu dituangkan dalam surat bernomor AHU-11765. A.A.01.02 Tahun 2011 tertanggal 8 Maret 2011. Penerbitan surat keputusan itu dikeluarkan berdasarkan akta notaris yang disampaikan notaris Rakhmawati Laica Marzuki pada 2 Mei 2009. Dengan terbitnya SK tersebut, bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel resmi menjadi Sulselbar dengan masuknya Pemprov Sulbar sebagai pemilik saham.

2. Motto Perusahaan

Dalam rangka mengantisipasi perkembangan dunia perbankan saat ini dan akan datang serta persaingan global, Bank Sulsel Syariah memiliki motto “MAJU BERSAMA MERAIH BERKAH” artinya Bank Sulsel memiliki tekad untuk secara terus menerus meningkatkan kinerja dan memiliki kemampuan dalam

(56)

melaksanakan tugas yang diamanatkan stakeholder dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi dalam upaya mencapai keberhasilan bersama-sama.

3. Visi dan Misi Perusahaan

Visi dan Misi Perusahaan, yaitu : a. Visi

“Menjadi bank yang terbaik di Kawasan Indonesia Timur dengan dukungan manajemen yang professional serta memberikan nilai tambah kepada Pemda dan masyarakat.” b. Misi

1) Penggerak dan pendorong laju pembangunan ekonomi daerah

2) Pemegang Kas Daerah dan atau melaksanakan penyimpanan uang daerah.

3) Salah satu sumber pendapatan asli daerah.

4. Produk-Produk PT. Bank Sulselbar Syariah

Dalam kesempatan ini penulis hanya menggambarkan sekilas tentang produk-produk bank sulselbar syariah cabang Makassar

(57)

Mekanisme jual beli adalah upaya yang dilakukan untuk

transfer of property dan tingkat keuntungan bank ditentukan di

depan dan menjadi harga jual barang. Prinsip jual beli ini dikembangkan menjadi bentuk-bentuk pembiayaan sebagai berikut :

1) Pembiayaan Murabahah (dari kata ribbu yang berarti keutungan); bank syariah sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli. Barang diserahkan segera dan pembayaran dilakukan secara tangguh.

2) Istishna; jual beli seperti akad salam namun pembayarannya dilakukan oleh bank dalam beberapa kali pembayaran. Ketentuan umum istishna’ yaitu spesifikaksi barangan pesanan harus jelas seperti jenis, macam, ukuran, mutu dan jumlahnya; harga jual yang telah disepakati dicantumkan dalam akad dan tidak boleh berubah selama berlakunya akad; jika terjadi perubahan kriteria pesanan dan terjadi perubahan harga setelah akad ditandatangani, maka seluruh biaya tambahan tetap ditanggung nasabah.

3) Salam (jual beli barang belum ada). Pembayaran tunai, barang diserahkan tangguh. Bank sebagai pembeli, dan nasabah sebagai penjual. Dalam transaksi ini ada kepastian tentang kuantitas, kualitas, harga dan waktu

(58)

penyerahan.. Ketentuan umum dalam bai salam diantaranya pembelian hasil produksi harus diketahui spesifikasinya secara jelas seperti jenis, macam, ukuran, mutu dan jumlahnya; apabila hasil produksi yang diterima cacat atau atau tidak sesuai dangan akad, nasabah harus bertanggungjawab; dan mengingat bank tidak menjadikan barang yang dibeli atau dipesanya sebagai persediaan, maka bank dimungkinkan melakukan akad salam pada pihak ketiga atau pembeli kedua.

b. Pembiayaan dengan prinsip sewa-beli (Ijarah)

Transaksi ijarah dilandasi adanya pemindahan manfaat. Jadi, pada dasarnya prinsip ijarah sama dengan prinsip jual beli, namun perbedaanya terletak pada objek transaksinya. Jika pada jual beli objek transaksinya adalah barang, maka pada ijarah objek transaksinya jasa atau manfaat barang.

c. Pembiayaan dengan prinsip bagi hasil (Syirkah):

Prinsip syirkah dengan basis pola kemitraan untuk produk pembiayaan dibank syariah di operasionalkan dengan pola musyarakah dan mudharabah. Untuk lebih jelasnya : 1) Musyarakah adalah Kerjasama dalam suatu usaha oleh

dua pihak dengan ketentuan umum diantaranya : Semua modal disatukan untuk dijadikan modal proyek

(59)

musyarakah dan dikelolah bersama-sama, Setiap pemilik

modal berhak turut serta dalam menentukan kebijakan usaha yang dijalankan oleh pelaksana proyek, Pemilik modal dipercaya untuk menjalan proyek musyarakah tidak boleh melakukan tindakan, seperti : menggabungkan dana proyek dengan harta pribadi, menjalankan proyek musyarakah dengan pihak lain tanpa ijin pemilik modal lainnya, biaya yang timbul dalam pelaksanaan proyek dan jangka waktu proyek harus diketahui bersama, proyek yang akan dijalankan harus disebutkan dalam akad.

2) Mudharabah Mutlaqah

Yang dimaksud dengan transaksi mudharabah

mutlaqah adalah bentuk kerjasama antara shahibul maal

dan mudharib yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan daerah bisnis. Dalam pembahasan fiqih ulama Salafus Saleh seringkali dicontohkan dengan ungkapan if”al ma syi’ta (lakukanlah sesukamu) dari shahibul maal ke mudharib yang memberikan kekuasaan sangat besar.

3) Mudharabah Muqayyadah

Mudharabah Muqayyadah atau disebut juga

dengan istilah restricted mudharabah atau specific

(60)

yaitu si mudharib dibatasi dengan batasan jenis usaha, waktu, atautempat usaha. Adanya pembatasan ini seringkali mencerminkankecenderungan umum si

shabibul maal dalam memasuki jenis usaha

d. Jasa Pembiayaan lainnya

Produk jasa dikembangkan dengan akad al-hiwalah,

ar-rahn ,al-qard, al-wakalah, dan al-kafalah. Akad ini

dioperasionalkan dengan pola sebagai berikut :

1) Al-Hiwalah (alih utang-piutang), Transaksi pengalihan utang piutang. Dalam praktek perbankan fasilitas hiwalah lazimnya digunakan untuk membantu supplier

mendapatkan modal tunai agar dapat melanjutkan produksinya.

2) Rahn (gadai), Digunakan untuk memberikan jaminan pembayaran kembali kepada bank dalam memberikan pembiayaan.Barang yang digadaikan wajib memenuhi kriteria, diantaranya milik nasabah sendiri; jelas ukuran, sifat dan nilainya ditentukan berdasarkan nilai riil pasar; dan dapat dikuasai namun tidak boleh dimanfaatkan oleh bank.

3) Al-Qardh (pinjaman kebaikan), Al-Qardh digunakan untuk membantu keuangan nasabah secara cepat dan berjangka pendek (short time). Produk ini digunakan untuk

(61)

membantu usaha kecil dan keperluan sosial. Dana qard yang diberikan kepada nasabah diperoleh dari dana zakat, infak dan shadaqah.

4) Wakalah. Nasabah memberi kuasa kepada bank syariah untuk mewakili dirinya melakukan pekerjaan jasa tertentu, seperti jasa transfer.

(62)

Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah Makassar

PEMIMPIN CABANG FAISAL RIZA BASALAMAH

A.ISMA NURLAELI PANANRANGI

Customer Service

AFFANDY DARWIS

Junior Analis

A.TENRIABA AMBARALA

Teller

RIZKI GEMALA RABIAH

Petugas Gadai

RINALDY ANZHARI

Pimpinan Seksi

SAMURIA FIRMANSYAH

Pimpinan Seksi

SEKSI AKUNTANSI & PELAPORAN SEKSI PEMASARAN & TREASURY

A.ISMA NURLAELI P

Customer Service

ZUHRA ABD.RASYID

Pimpinan Seksi SEKSI PELAYANAN

CHANDRA NILAWATI PERTIWI

Staff Umum

A.JUSTI COKANA

Pimpinan Seksi

SEKSI UMUM DAN PERSONALIA

GITA WAHYUNI OG SUPARDI OB MUSTAMIR KIFLI Driver ERVIN ASOKAWATY Junior Analis AHYANI Junior Analis AGUS FITRAWAN

Petugas Kliring & ATM

SHELYA SAFITRI N Adm. Keuangan SAIFUL ANWAR Adm. Keuangan SHELYA SAFITRI N Adm. Keuangan

(63)

RAHMAT Driver Driver Driver SYAHRIR Driver Driver Driver ARFAN Security Driver Driver ZAIN BATOLA Security Driver Driver SUARDI Security Driver Driver HERMAWAN Security Driver MUH KAFRAWI Junior Analis SUTRISNO Staf Pemasaran M. RASYIDI TASRIF Staf Pemasaran IRFAN HIDAYAT Ass. Adminstrasi MUH.RIFQI ERDIANSYAH Ass. Adminstrasi ADITYA PRADIPTA Ass. Adminstrasi A. KURNIATI

Koor. Kantor Kas

SAIFUL ANWAR

Adm. Keuangan

AYU KARTINI

Adm. Keuangan

VEBY ERIDA IRIYANI

Teller Kas

MUNIR

Customer Service Kas

SAIFUL ANWAR

Adm. Keuangan

A. KURNIATI

Koor. Kantor Kas

AYU KARTINI

Adm. Keuangan

AYU KARTINI

Adm. Keuangan

VEBY ERIDA IRIYANI

Teller Kas

MUNIR

(64)

B. Analisis Data

Model analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis yang diperoleh dari pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap keputusan nasabah memilih produk bank syariah pada PT.Bank Sulselbar kantor Cabang Syariah Makassrar dan diolah dengan menggunakan Partial Least Square - Partial Modeling

(PLS-PM).

1. Evaluasi Outer Model mendefinisikan bagaimana setiap blok indikator berhubungan dengan variabel latennya. Sebagaimana gambar 4.1 dibawah ini menunjukkan indicator

reflektif

Gambar 4.2 Indicator Reflektif

PRODUK (X1) HARGA (X2) PROMOSI (X3) DISTRIBUSI (X4)

BAURAN

PEMASARAN

(65)

Model pengukuran atau outer model dengan indikator reflektif di evaluasi dengan Convergent dan decriment validity. Untuk validitas indikator dapat dilihat dari nilai loading factor (standardized loading) nilai ini menggambarkan besarnya korelasi antara tiap indikator akan valid bila memiliki nilai standardized

loading lebih dari 0,5. Berdasarkan loading factor correlation (dimension). Dan untuk Evaluasi confergent validity meliputi reliability (validitas indikator) reliability variabel dimulai Average Varibel Extrated (AVE).

Table 4.1 Correlations (Dimension 1)

Latent

Variable ManifestVariables Standar dizedloading Loadings Location Comunalities

BAURAN PEMASARAN PRODUK 0.095 0.013 0.000 0.009 HARGA 0.549 0.093 0.000 0.301 PROMOSI 0.325 0.055 0.000 0.106 DISTRIBUSI 0.867 0.123 0.000 0.752 PT.BANK SULSELBAR LOKASI 1.000 3.765 0.000 1.000 PELAYANAN 0.996 0.767 0.000 0.993 NASABAH 0.998 0.923 0.000 0.995 KEPUTUSAN NASABAH KEBUTUHAN 1.000 1.105 0.000 1.000 LINGKUNGAN 1.000 1.322 0.000 1.000 PEMAHAMAN 1.000 1.575 0.000 1.000 KEPERCAYAAN 1.000 1.139 0.000 1.000

Sumber : Data diolah dengan menggunakan XLSTAT (PLS-PM)

Berdasarkan tabel 4.1 di atas dapat dilihat bahwa nilai indikator yang memiliki korelasi dengan variabel bank adalah dimana nilai standardized loading untuk indikator

(66)

X1= 0,095 < 0,5 X2= 0,549 > 0,5 X3= 0,325 < 0,5 X4= 0,867 > 0,5

Ini menunjukkan indicator Produk ( 1), Harga ( 2) valid

sedangkan Promosi ( 3) tidak Valid dan Distribusi (X4) valid .Untuk nilai communalities 1 = 0,009, tidak valid dan 2= 0,301 yang

menunjukkan ketidakvalidan indicator. Adapun untuk promosi ( 3)

memiliki communalities 0,106 dan untuk distribusi (X4) memiliki

communalities . Artinya untuk indikator X3tidak valid indicator seb sedangkan untuk X4 memilki indikator 0.752. Hal ini menunjukkan bahwa dari keempat indikator dapat diketahui bahwa indikator yang paling dominan dalam mempengaruhi variabel ( Bauran Pemasaran) ) adalah X4.

Kemudian untuk melihat nilai indikator yang memiliki korelasi dengan variabel PT. Bank Sulselbar Syariah adalah Berdasarkan

loading factor correlation (dimension) dimana nilai standardized loading adalah:

(67)

Gambar 4.3 Loading Factor Correlation (dimension)

X5= 1.000 > 0,5

X6= 0,996 > 0,5

X7= 0,998 > 0,5

Ini menunjukkan indikator Lokasi (X5), Pelayanan (X6) , Nasabah(X7),ketiga indikator pada variabel PT.Bank Sulselbar Syariah valid, nilai disetiap standardized loading. Nilai communalities X5= 1,000 yang menunjukkan bahwa valid indikator X5sehingga mampu dijelaskan dalam konstan PT.Bank Sulselbar Syariah demikian pula X6, X7 masing-masing 0,996, 0,998 ini membuktikan dari keempat indikator (X5, X6, X7, ), terlihat bahwa indikator kinerja (X5) dan waktu (X6) merupakan indikator yang

PT. BANK SULSELBAR SYARIAH

( )

(68)

paling dominan dalam mempengaruhi variabel PT.Bank Sulselbar Syariah yaitu sebesar 1.000.

Kemudian untuk melihat nilai indikator yang memiliki korelasi dengan variabel Keputusan Nasabah adalah berdasarkan loading

factor correlation (dimension) dimana nilai standardized loading

diatas adalah:

Gambar 4.4 Loading Factor Correlation (Dimension):

= -1.000 > 0,5

= 1.000 > 0,5

= 1.000 > 0,5

y4= 1.000 > 0,5

Ini menunjukkan indikator Kebutuhan ( ), indicator Lingkungan ( ), dan indikator Pemahaman ( ),indikator Kepercayaan (Y4) valid karena nilai kuadrat disetiap standardized loading. Nilai communalities ( ) = 1,000 Sedangkan ( ), ( ) dan

KEPUTUSAN NASABAH ( ) KEBUTUHAN (Y1) KEPERCAYAAN (Y4) PEMAHAMAN (Y3) LINGKUNGAN (Y2)

(69)

(Y4) masing-masing memilki communalities 1.000. Ini membuktikan

dari keempat indikator (Y1, Y2, Y3, Y4) mempengaruhi variabel Bauran Pemasaran.

Untuk mengukur atau menguji nilai loading faktor di indikator dilihat pengukuran dari hasil Critical Ratio (CR) pengukuran ini dari hasil nilai standardized loading yang diperoleh dari bostrapping dengan standar caranya. CR = nilai statistik maka dapat dilihat dari

loading factor Composit Reliability.

2. Uji Reliabilitas (Konsisten Internal)

Tabel 4.2 Composite Reliability

Latent variable Dimensions Cronbach'salpha D.G. rho(PCA)

PT.BANK SULSELBAR SYARIAH 3 0,713 1.000 BAURAN PEMASARAN 4 KEPUTUSAN NASABAH 4 0.993 1.000

Sumber : data olah dengan menggunakan XLSTAT ( PLS-PM.)

3. Uji Model Assessment (Penilaian)

Pengujian atau pemeriksaan selanjutnya dengan melihat nilai AVE (Average Varible Extrated) yaitu menggambarkan besaran varian yang mampu dijelaskan oleh item - item

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Pikir
Gambar 1.2 Kerangka Konseptual Operasional
Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Bank Sulselbar Kantor Cabang Syariah Makassar
Gambar 4.2 Indicator Reflektif
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil tindakan dan data yang diperoleh dari tes hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II dapat ditarik kesimpulan bahwa terjadi peningkatan hasil

Venancio et al pada tahun 2012 dalam penelitiannya mengemukakan bahwa kurang tidur akan memicu kelainan hormonal, karena menyebabkan sindrom metabolik, yang dapat

Untuk survei perilaku pemilihan lokasi tempat tinggal, pilihan responden didasarkan pada dua kondisi perumahan yaitu perumahan A mewakili kondisi perumahan dengan kondisi

Selain itu masalah internalisasi merupakan faktor risiko dari berbagai hasil negatif, seperti tingkat depresi yang tinggi pada remaja dikaitkan dengan penyesuaian yang

Ketidakjujuran akademik dilatarbelakangi oleh banyak faktor, berdasarkan hasil penelitian ini, ketidakjujuran akademik dilatarbelakangi oleh 4 faktor yaitu soal yang

Oleh karena itu, jika dirajut setiap teks yang mencatat tentang Musa dalam Injil Yohanes dengan Yohanes 9, maka sebetulnya komunitas iman Yohanian melalui orang buta

Adapun prosedur-prosedur yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah menentukan solusi dari Multi Objectives Fuzzy Linear Programming Problem, dengan menyelesaikan

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka peneliti terdorong untuk mengangkat permasalahan ini dalam bentuk penelitian dengan judul “Analisis