• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Pertambahan penduduk merupakan satu hal yang lazim terjadi pada suatu negara. Hal ini menyebabkan timbulnya persaingan antar manusia yang tidak dapat dihindari, karena setiap manusia dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk memenangkan persaingan tersebut diperlukan individu yang memiliki figur seorang profesional dalam bidangnya. Dipihak lain profesionalisme ini merupakan salah satu modal untuk dapat memimpin suatu perusahan. Bidang apapun tidak akan menghasilkan suatu keuntungan tanpa peran langsung dari seorang pemimpin, karena besar kecilnya perusahaan pimpinan pun sangat tergantung pada kemampuannya dalam mengelola sumber manusia yang ada. Pengetahuan dan wawasan yang cukup luas khususnya yang berkaitan dengan bidangnya sangat diperlukan karena merupakan kemampuan untuk pengambilan keputusan yang akan dijadikan pedoman untuk melaksanakan kegiatan perusahaan.

Pimpinan atau manajemen dalam perusahan kecil dapat secara langsung melaksanakan kegiatan perusahaan, akan tetapi bila perusahan berkembang menjadi besar maka pimpinan atau manajemen akan mengalami kesulitan untuk melaksanakan seluruh kegiatan perusahaan. Oleh karena itu pimpinan perlu mendelegasikan sebagian wewenang yang dilimpahkan kepada bawahannya, namun meskipun wewenang dilimpahkan kepada bawahannya, tanggung jawab tetap berada pada tangan pimpinan. Untuk dapat mengetahui apakah telah melakukan kegiatan berdasarkan wewenang yang telah dilimpahkan dan sesuai dengan rencana dan tujuan maka pimpinan perlu melakukan pengendalian dan pengawasan setiap saat terhadap kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya.

Agar pimpinan atau manajemen dapat melakukan pengendalian pengawasan, maka manajemen memerlukan Sistem Pengendalian Intern yang dapat mengamankan kekayaan perusahaan. dan dapat memberikan keyakinan

(2)

2

bahwa data yang diuji adalah benar dan dapat dipercaya, serta mendorong efisiensi usaha dan menjamin ditaatinya kebijaksanaan yang telah ditetapkan.

Sistem pengendalian intern tidak berarti menjamin perlindungan terhadap kekayaan perusahaan secara penuh, karena sistem pengendalian intern tidak dapat meniadakan kemungkinan-kemungkinan terjadinya penyelewengan atau penyimpangan. sistem pengendalian intern hanya merupakan alat untuk menekan sekecil mungkin terjadinya penyelewengan atau penyimpangan yang dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

Salah satu kekayaan perusahaan yang memerlukan perlindungan secara penuh adalah persediaan, yang merupakan salah satu asset yang besar bagi perusahaan dagang, karena menunjang kelangsungan hidup perusahaan. Untuk itu persediaan memerlukan pengelolaan yang seksama untuk menunjang kelancaran jalannya operasi perusahaan. Pengelolaan persediaan merupakan fase yang sangat penting dalam proses pengelolaan perusahaan. Agar pengelolaan persediaan dapat menunjang pengelolaan perusahaan maka dibutuhkan suatu sistem informasi akuntansi persediaan yang memadai.

Sistem persediaan dalam hal ini mencakup kegiatan catat mencatat dari hasil transaksi yang ada pada perusahaan serta prosedur-prosedur yang terjadi atau dilaksanakan, dimana semua berkaitan dengan persediaan, serta catatan-catatan, dokumen-dokumen dan laporan-laporan yang digunakan dalam pengelolaan persediaan.

Kegunaan dari sistem informasi akuntansi persediaan bagi manajemen yaitu sebagai alat pengendalian atas persediaan, sebagai alat pengendalian internal terutama pengendalian atas persediaan, sebagai alat untuk mengetahui hasil-hasil daripada pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan persedian dan sebagai alat untuk pengambilan kebijakan pimpinan yang tepat terutama mengenai pengelolaan persediaan.

Pelaksanaan sistem informasi akuntansi persediaan mencerminkan sistem pengendalian intern atas persediaan, karena tujuan dari penciptaan suatu sistem informasi akuntansi bertujuan antara lain untuk meningkatkan sistem pengendalian intern dalam hal ini adalah sistem pengendalian intern persediaan.

(3)

3

Berdasarkan uraian sebelumnya maka penulis tertarik untuk menyusun skripsi dengan judul : “PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN.”

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah sebagaimana dikemukakan pada sub bab 1.1 maka penulis mengidentifikasikan sebagai berikut :

1. Apakah Pelaksanaan sistem informasi akuntansi atas persediaan barang dagangan telah diterapkan secara memadai?

2. Apakah pengendalian internal persediaan barang dagangan telah dilaksanakan secara efektif?

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud dari penelitian ini adalah untuk mencari data dalam rangka penyusunan skripsi “untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi di Universitas Widyatama.” Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk :

1. untuk mengetahui penerapan sistem informasi akuntansi persediaan barang dagangan yang ada di dalam perusahaan.

2. untuk mengetahui apakah pengendalian persediaan barang dagangan telah dilaksanakan secara efektif.

1.4 Kegunaan Penelitian

Hasil dari penelitian ini penulis diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang berkepentingan yaitu :

1. agar penulis dapat mengetahui mengenai peranan suatu sistem akuntansi persediaan dengan cara meneliti dan membahas masalah- masalah.

2. dapat dijadikan sumbangan dan bahan referensi dalam pengembangan ilmu kauntansi

(4)

4

3. bagi perusahaan, diharapkan bisa dijadikan sebagai salah satu masukan untuk mengembangkan sistem akuntansi dan sistem pengendalian intern persediaan yang ada diperusahaan.

1.5 Kerangka Pemikiran

Dalam persaingan yang semakin ketat dalam dunia usaha dewasa ini, informasi memegang peranan penting bagi kelancaran seluruh aktifitas perusahaan. Berbagai informasi yang penting mengenai segala sesuatu yang terjadi baik didalam maupun diluar perusahaan yang ada kaitannya dengan perusahaan sangat diperlukan oleh manajemen dalam melaksanakan tugasnya.

Dalam hal ini sistem informasi akuntansi memegang peranan yang sangat penting karena dapat memberikan informasi yang diperlukan manajemen perusahaan.

Lemahnya sistem informasi yang ada dalam perusahaan seringkali mengakibatkan kegagalan bagi perusahaan. Hal ini disebabkan karena adanya kelemahan pada sistem informasi akuntansi, akan berakibat pada pengendalian internal yang lemah pula, sehingga aktivitas perusahaan tidak dapat terkendali dengan baik, yang pada akhirnya akan menimbulkan banyak kesalahan, kecurangan dan penyelewengan, tidak efisien dan tidak efektif.

Dengan adanya sistem informasi akuntasi yang memadai diharapkan dapat menghasilkan informasi yang akurat dan tidak ketinggalan (up to date) sesuai dengan keperluan. Hal ini dapat menunjang manajemen dalam menetapkan suatu kebijakan serta sebagai bahan pertimbangan dalam mengeluarkan suatu kebijakan serta sebagai bahan pertimbangan dalam mengeluarkan suatu keputusan. Dengan adanya informasi yang baik diharapkan dapat mengurangi resiko yang dapat merugikan perusahaan.

Demikian juga dengan aktivitas pengelolaan persediaan barang dagangan, sistem informasi akuntansi diperlukan untuk menjamin pengendalian internal yang lebih baik. Untuk menguji pernyataan tersebut penulis mengadakan penelitian ini.

(5)

5

Menurut Azhar Susanto (2001, 4) mengenai sistem informasi akuntansi mendefinisikan sebagai berikut :

“seperangkat sumber manusia dan modal dalam suatu organisasi yang dibangun untuk menyajikan informasi keuangan yang diperoleh dari pengumpulan dan pemrosesan data keuangan”.

Jadi, dalam suatu sistem informasi akuntansi terdapat dua komponen utama yang dapat dijadikan fokus perhatian yaitu menusia sebagai pelaksana dari sebuah sistem dan sumber-sumber modal sebagai syarat dari adanya suatu perusahaan. Dengan adanya kedua komponen tersebut, maka akan dihasilkan suatu informasi keuangan dan informasi yang lainnya yang diperoleh dari hasil pengumpulan dan pengolahan data transaksi. Semakin baik para pelaksana suatu sistem dan sumber-sumber modal yang memadai, akan semakin baik pula informasi yang dihasilkan.

Penyusunan sistem informasi akuntansi bagi setiap perusahaan sudah tentu mempunyai tujuan menurut Azhar Susanto (2001, 12) tujuan utama sistem informasi akuntansi tersebut dapat dibedakan sebagai berikut :

a) untuk meningkatkan kualitas informasi,

b) untuk meningkatkan internal cek atau sistem pengendalian internal,

c) untuk dapat menekan biaya-biaya tata usaha.

Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya penyusunan sistem informasi akuntansi adalah untuk memperlancar peroses kegiatan yang ada dalam perusahaan melalui penyediaan informasi yang tepat guna dan tepat waktu, serta menciptakan pengendalian internal untuk mengamankan harta perusahaan.

Suatu hal penting yang harus diperhatikan adalah bahwa penciptaan sistem informasi tersebut harus memberikan manfaat yang lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.

Menurut Azhar Susanto (2001, 12) untuk pencapaian tujuan sistem informasi akuntansi diperlukan unsur-unsur sistem informasi akuntansi yang memadai yaitu sebagai berikut :

“1. Sumber daya manusia

(6)

6 2. modal

3. metode 4. prosedur

5. informasi dan laporan”.

Jadi, dalam sistem informsai akuntansi manusia berperan sebagai pelaksana dari sebuah sistem informasi akuntansi dan alat merupakan pendukungnya. Catatan berupa jurnal-jurnal, buku besar dan buku pembantu merupakan data yang dihasilkan. Sedangkan laporan yang merupakan hasil akhir sistem informasi akuntansi berupa informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen.

Salah satu tujuan yang diterapkan sistem informasi akuntansi yaitu untuk meningkatkan pengendalian internal. Semakin baik pelaksanaan pengendalian, semakin baik pula pelaksanaan operasi perusahaan tersebut.

Menurut Bodnar and Hopwood (2001, 183) unsur-unsur agar suatu pengendalian internal yang baik dan memadai adalah sebagai berikut :

“An organizations internal control process consist of five elements: the control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring”.

Agar fungsi pengendalian dapat berjalan dengan baik, harus ditunjang dengan penerapan sistem informasi akuntansi yang memadai sehingga antara satu dengan yang lain tidak terdapat pemisahan dan pelaksanaannya secara bersamaan.

Untuk lebih lanjut menurut Arens and Loebbecke (2000, 272) bahwa tujuan pengendalian internal atas persediaan yaitu :

“There are seven detailed objectives that on internal control structur e must meet to prevent error in journals and records. The client’s internal control structure must be sufficient to provide reasonable assurance that:

1. Recorded transactions are valid (Validity)

2. Transaction are proper by authorized (authorization) 3. Existing transactions are recorded (completeness) 4. Transaction are properly valued (valuation) 5. Transaction are properly classified (classification) 6. Transaction are recorded at the proper time (timing)

(7)

7

7. Transaction are properly included in subsidiary records and summarized (posting and summarization)”.

Tujuan pengendalian internal atas persediaan barang dagangan ditujukan untuk menjamin ketepatan data dan menjamin biaya-biaya yang harus dibebankan terhadap persediaan dan untuk memperoleh kecermatan dalam pelaporan jumlah fisik persediaan.

Berdasarkan penelitian terdahulu dengan judul “Peranan sistem informasi akuntansi persediaan barang dagangan sebagai alat bantu manajemen dalam menunjang efektivitas pengendalian persediaan barang dagangan” oleh Yonki Afrianto pada tahun 1998 di STIE YPKP menyimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi persediaan barang dagangan yang diterapkan cukup baik dan memadai sehingga dapat menunjang efektivitas pengendalian persediaan barang dagangan.

Dari hasil rujukan tersebut di atas dapat diketahui bahwa sistem informasi akuntansi yang memadai dapat membantu manajemen dalam menunjang efektivitas pengendalian persediaan barang dagangan, dan yang menjadi perbedaan dari judul yang penulis teliti terletak pada lokasi dan waktu dilakukannya penelitian. Adapun yang menjadi bahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana peranaan sistem informasi akuntansi persediaan barang dagangan sebagai alat bantu manajemen dalam menunjang efektivitas pengendalian persediaan barang dagangan, sehingga dapat dijadikan perbandingan bagaimana peranan Sistem informasi akuntansi persediaan berdasarkan kebijakan yang berlaku di setiap perusahaan.

1.6 Metode penelitian

Dalam penelitian ini dapat diterapkan dua metode yaitu : 1. Penelitian Lapangan ( Field Research )

Yaitu pengumpulan data secara langsung dengan mengadakan penelitian terhadap objek yang diteliti untuk memperoleh data primer, dengan melakukan :

a. Observasi, yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan cara

(8)

8

mengamati langsung keadaan perusahaan yang menjadi obyek penelitian.

b. Wawancara, yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan cara komunikasi langsung dengan pihak-pihak yang berhubungan obyek penelitian dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu mengenai masalah-masa1ah yang akan diteliti

2. Penelitian Kepustakaan (Library Reaserch)

Penelitian ini dimakudkan untuk memperoleh 1andasan teori guna mendukung data primer yang diperoleh se1ama penelitian data ini diperoleh dari buku-buku serta referensi 1ainnya.

1.7. Lokasi dan Waktu Penelitian

Untuk memperoleh data-data yang diperlukan da1am penyusunan skripsi ini, penulis melakukan penelitian di PT. Sanggar Mas Jaya, adapun waktu penelitian yang dilakukan penulis mulai bulan Desember 2006 sampai dengan selesai.

Referensi

Dokumen terkait

Kariadi dan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas kombinasi nifedipin dan metildopa sebagai terapi pilihan dalam penanganan preeklampsia berat

Dalam penelitian ini akan dilakukan identifikasi, analisis dan evaluasi risiko terhadap POTS (Plain Ordinary Telephone Service).. Identifikasi risiko dilakukan dengan pendekatan

Judul : Penggunaan Kode Terbatas pada Masyarakat Tutur Bahasa Indonesia di Jawa Tengah. Program : Dosen Muda Tahun : 2003 Status :

Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan atau pembayaran kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk

The translation methods used by the translator in translating the three chapters of “Tanjung Mas Sebagai Central Point Port” handbook are: word for word translation

Analisis ini bertujuan untuk menemukan makna konotasi dari tanda yang bersifat manipulatif dan kemungkinan efek atau reaksi yang ditimbulkan dari penggunaan tanda tersebut oleh

Gas ini akan dihasilkan bila karbon yang terdapat dalam bahan bakar (kira–kira 85 % dari berat dan sisanya hidrogen) terbakar tidak sempurna karena kekurangan oksigen. Hal ini

Bagi peringkat pembacaan bertentangan, didapati bahawa ada beberapa pendapat yang dikemukakan oleh informan lelaki yang jelas bertentangan dengan mesej