Scripta Manent. Belajar tidak hanya bisa dilakukan di dalam ruang kelas. Di luar ruanganpun juga bisa. Tentunya akan lebih menyenangkan.

Teks penuh

(1)

Pa s t i B i s a !

SCRIPTA BIKIN PINTAR,

AKTIF DAN KREATIF

Belajar tidak hanya bisa dilakukan di dalam ruang kelas. Di luar ruanganpun juga bisa. Tentunya akan lebih menyenangkan.

S

obat Scripta, jika kita memiliki

keinginan yang mulia dan kita

mau berusaha untuk meraihnya,

keinginan itu pasti bisa tercapai. Tidak

ada yang tak mungkin di dunia ini.

Semua ada jalannya. Ada kuncinya.

Jika sobat punya cita-cita, yakinlah

pada diri suatu saat akan diraih jua.

Jalannya giat berusaha dan berdo’a.

Kuncinya belajar dengan tekun.

Yakinlah Tuhan akan memeluk

mimpi-mimpi kita dan alam semesta akan

membantu untuk mewujudkannya.

Kata Kak Andrea Hirata, penulis

tetralogi Laskar Pelangi, hidup kita itu

bagaikan potongan mozaik. Kita tidak

tahu di mana potongan-potongan

mozaik itu berada. Entah di pelosok

penjuru Indonesia tercinta. Entah di

tempat-tempat eksotik di benua Asia,

Australia, Afrika, Amerika, Eropa atau

Antartika. Jika mozaik itu telah tersusun,

maka sungguh sangat menakjubkan.

Raihlah cita-cita setinggi langit dan

temukan betapa menakjubkannya hidup

kita kelak. Yakinlah kamu pasti bisa!

(2)

A

dalah cita-cita yang menjadikan belajar lebih bermakna. Bukan sebagai paksaan dari orang tua. Adalah cita-cita yang mengarahkan si empunya dalam perjalanan mengembara hidup. Bukan sebagai angan belaka. Adalah cita-cita!

Cita-cita adalah milik siapapun. Tidak hanya milik si kaya, yang miskin juga punya. Tidak hanya milik si pintar, yang tak pandaipun punya. Tidak perlu keluar uang untuk memiliki cita-cita. Tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk memiliki cita-cita. Hanya butuh imajinasi untuk memilikinya.

Semangat meraih cita-cita akan memberikan

ghiroh yang sangat besar terhadap semangat

melakukan hal-hal yang baik. Bangkitnya cita-cita, maka akan membangkitkan semangat belajar, semangat pantang menyerah, semangat berusaha, tanggung jawab dan hal positif lainnya.

Profesor, ilmuan, guru, dokter, polisi, tentara, pemain bulu tangkis, pemain bola mungkin salah satunya adalah cita-cita kalian. Sungguh luar biasa bukan?

Memiliki keberanian untuk menyampaikan cita-cita kepada orang lain sungguh-sungguh luar biasa. Cita-cita yang hanya bersemanyam di dalam dada, lambat laun akan membusuk. Dengan disampaikan kepada orang lain, kepada teman atau orang tua, tentunya akan banyak orang yang mendukung, membantu dan ikut mengusahakan dalam meraih cita-cita. Meski terkadang ada penolakan darinya, tapi justru akan semakin mengokohkan cita-cita itu untuk diraih.

Memiliki cita-cita memang penting, akan tetapi tidak cukup hanya memilikinya. Perlu mengerahkan segala daya dan upaya untuk meraihnya. Apalagi cita-cita yang digantungkan setinggi langit. Seperti kata pepatah. Man jadda wa jadda.

Siapa yang berusaha maka akan sukses. Itulah kalimat yang harus kalian tiupkan di rongga kepala dan dada kalian. Lalu, meresapi dan memaknai dengan sepenuh jiwa dan raga.

Dalam meraih cita-cita, usaha yang dicurahkan harus lebih banyak, lebih besar dan lebih berat dari yang biasa kita lakukan. Bukankah cita-cita yang dimiliki tidak biasa-biasa saja. Dalam meraih cita-cita, akan ditemui berbagai rintangan baik berupa kerikil kecil atau bahkan batu besar, badai lautan maupun jurang terjal yang menghadang. Hanyalah senyum simpul, pantang menyerah, terus berusaha, sabar dan berserah kepada Allah SWT yang akan menjawab cita-cita kita.

Bercita-citalah yang tinggi, anakku. Raihlah dengan segala daya upaya. Jadilah yang terbaik dengan menjadi orang yang bermanfaat bagi manusia dan semesta. Tidaklah perlu berputus asa jika cita-cita itu belum jua kunjung diraih. Mungkin, nanti... Tetaplah berusaha!

Dream High

(3)

Lensa Siswa

PAGE 3

Beberapa foto kegiatan

peringatan HUT kemerdekaan

RI ke-66 di SD Negeri Jatisari.

Meriah, semarak dan

(4)

Ba

tik merupakan ikhwal kriya tekstil yang tak asing bagi orang Indonesia, bahkan sering menjadi sebuah simbol akan bangsa Indone-sia. Batik dikenal erat kaitannya dengan kebudayaan etnis Jawa di Indonesia bahkan semenjak zaman Raden Wijaya (1294-1309) pada masa kerajaan Ma-japahit. Namun, pada dasarnya berbagai bahan san-dang memiliki corak batik juga dari luar pulau Jawa, misalnya di beberapa tempat di Sumatera, seperti Jambi bahkan beberapa tempat di Kaliman-tan dan Sulawesi.

Motif batik digunakan mulai dari hiasan, kain sarung, kopiah, kemeja, bahkan kerudung dan banyak lagi. Namun hal yang sangat menarik den-gan batik adalah bahwa ia merupakan konsep yang tidak sederhana bahkan dari sisi etimologinya. Batik dapat merepresentasikan ornamentasi yang unik dan rumit dalam corak dan warna dan bentuk-bentuk geometris yang ditampilkannya. Namun yang terpenting adalah bahwa batik dapat pula merepresentasikan proses dari pembuatan corak dan ornamentasi yang ditunjukkan di dalamnya.

Proses batik atau dalam verbia disebut pula sebagai “mbatik”, merupakan hal yang tidak sese-derhana menggambarkan sebuah lukisan, misalnya. Multiperspektif yang terpancar dari ornamen-tasinya merupakan hasil dari proses dan tahapan-tahapan pseudo-algoritmik yang sangat menarik. Berdasarkan publikasi “Batik: The Impact of Time and Environment” oleh H. Santosa Doellah yang diterbitkan oleh Danar Hadi, terdapat setidaknya tiga tahapan proses dalam ornamentasi batik, yakni: Pertama, “Klowongan“, yang merupakan proses penggambaran dan pembentukan elemen dasar dari disain batik secara umum.

Kedua, “Isen-isen“, yaitu proses pengisian bagian-bagian dari ornamen dari pola isen yang ditentukan. Terdapat be-berapa pola yang biasa

digunakan secara tradisional seperti motif cecek, sawut, cecek sawut, sisik melik, dan sebagainya.

Ketiga, Ornamentasi Harmoni, yaitu penem-patan berbagai latar belakang dari desain secara kese-luruhan sehingga menunjukkan harmonisasi secara umum. Pola yang digunakan biasanya adalah pola ukel, galar, gringsing, atau beberapa pengaturan yang menunjukkan modifikasi tertentu dari pola isen, mis-alnya sekar sedhah, rembyang, sekar pacar, dan seba-gainya.[***]

Mbatik Batik

(5)

Su

mpah adalah pernyataan yang diu-capkan dengan resmi dan dengan bersaksi kepada Tuhan atau sesuatu yang dianggap suci, bahwa apa yang dikatakan itu benar. Sumpah Pemuda adalah hasil dari Kon-gres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928, isinya bahwa pemuda-pemudi Indone-sia menyatakan bertumpah darah satu, ber-bangsa satu, dan berbahasa satu Indonesia.

Sumpah Pemuda erat kaitannya dengan jiwa Na-sionalisme yang sedang tumbuh-tumbuhnya dalam sanubari pemuda Indonesia yang dahulu masih men-gusung kedaerahannya masing-masing, seperti Jong

Java, Jong Celebes, Jong Sumatra, Jong Ambon, dan

perkumpulan pemuda kedaerahan lainnya yang men-gorganisir mereka sesuai daerah asal masing-masing.

Berkat Sumpah Pemuda nation atau bangsa Indo-nesia ada. Sebelumnya bangsa IndoIndo-nesia belum purna ada karena belum dinyatakan, karena masih ada sifat kedaerahan yang melekat kuat dalam diri orang-orang yang tinggal di wilayah yang kemudian disebut Indo-nesia.

Sifat kedaerahan itu melebur menjadi satu karena ada kesatuan yang utuh bernama Indonesia. Indonesia dalam Sumpah Pemuda adalah pengakuan kesatuan wilayah, bangsa, dan bahasa.

Berkat Sumpah Pemuda, semangat untuk mem-peroleh kemerdekaan semakin menggelora. Perjuan-gan untuk bebas dari belenggu penjajah semakin menggaung di sanubari. Pekik merdeka berkuman-dang dimana-mana.

Hingga akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta, prokla-masi kemerdekaan Indonesia menjadi nyata. Atas nama bangsa Indonesia Soekarno dan Mohammad Hatta menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Pemuda, oh…, pemuda. Engkau memang tulang punggung Negara. Sebagai generasi muda, apa yang kamu lakukan untuk bangsa?

Belajarlah dengan giat dan raihlah cita-cita, hor-mati Bapak/Ibu Guru, serta patuh terhadap orang tua. Jadilah manusia yang berguna! Kelak, pasti akan hidup lebih bahagia.

Sumpah

untuk

Kemerdekaan

(6)

Ayo Bersepeda!

PAGE 6

Selamatkan bumi kita

dari pencemaran udara.

(7)

Buku

PAGE 7

Novel ini bercerita tentang anak kecil yang bernama Delisa. Dia tinggal di Aceh. Delisa adalah seorang anak perempuan yang malas untuk sholat. Jangankan sholat, belajar hafalan-hafalan sholatpun ogah. Tidak seperti kakak-kakaknya.

Hingga suatu hari datanglah bencana itu. Tsunami dahsyat merenggut kedua orang tua dan kakak-kakaknya. Juga

merenggut salah satu kakinya. Tinggallah dia sebatang kara dengan kaki yang

pincang. Bagaimana dia menghadapi

cobaan ini? Temukan jawabannya dengan membaca novel karya Tere Liye ini. Siapkan tissue untuk menghapus air mata karena cerita di buku ini sangat mengharu biru. Banyak pelajaran

berharga yang bisa didapat dari sosok Delisa.

(8)

KJS

Kritik dan Saran:

SMS ke 085226995455 Email: ekopollac@yahoo.co.id

man, cerita pendek, kisah khayalan, puisi, pantun,

curhatanmu, dan sebagainya.

Letakkan di atas meja kerja Pak Eko juga bisa. Yang

penting diberi identitas yang jelas berupa nama

lengkap dan kelas.

Ekspresikan dirimu lewat tulisan. Jadikan Scripta

Manent sahabatmu. Scripta bikin kamu pintar, aktif

dan kreatif. Gabung juga di Club Jurnalistik setiap

hari Sabtu usai latihan Pramuka. Don’t miss it!

Setiap kali penerimaan raport, di SD Negeri Jatisari selalu diadakan

pen-yerahaan hadiah bagi para juara kelas sebagai apresiasi atas prestasi yang

diraih. Akankah kamu yang akan menerimanya pada akhir semester ini?

Buktikan bahwa kamu bisa!

SCRIPTA BIKIN PINTAR, AKTIF DAN KREATIF

W.P. Haryo Wicaksono, S.Pd.

Pembina

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di