Analisis Keterkaitan Tingkat Kepercayaan Pengguna Dalam Melakukan Transaksi Online (E-Commerce) Pada Instagram

Teks penuh

(1)

Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Brawijaya

2735

Analisis Keterkaitan Tingkat Kepercayaan Pengguna Dalam Melakukan

Transaksi Online (E-Commerce) Pada Instagram

Fida Royani1, Ari Kusyanti2, Himawat Aryadita3

Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1fidaroyani16@gmail.com, 2ari.kusyanti@ub.ac.id, 3himawat@ub.ac.id

Abstrak

Pertumbuhan pengguna internet yang sangat signifikan membuat banyak hal baru muncul, salah satunya adalah transaksi perdagangan barang dan jasa melalui internet. Instagram dapat memberikan manfaat, keuntungan dalam hal berbisnis sebagai media promosi dan penjualan. Indonesia menempati posisi puncak tertinggi sebagai negara yang pengguna internetnya menjadi korban kejahatan Cyber yang rentan menjadi korban kejahatan online. Penelitian ini mengembangkan kerangka teori yang menjelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat kepercayaan dalam melakukan transaksi online melalui akun online shop yang terdapat pada instagram. Sampel yang didapatkan sebanyak 120 responden. Kemudian analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan pada saat melakukan transaksi online dipengaruhi oleh banyaknya manfaat yang dirasakan pengguna didalam memenuhi kebutuhan maupun perkembangan untuk mengikuti atau menyesuaikan produk yang terkini, memudahkan pembeli pada saat melakukan transaksi dan Pengguna merasa aman pada saat memberikan informasi pribadi saat melakukan transaksi.

Kata kunci: E-commerce, Instagram, Trust, Regresi Linier Berganda.

Abstract

The growth of internet users who are very significant to make many new things appear, one of which is trade transactions of goods and services over the internet. Instagram can provide benefits, the advantages in terms of doing business as a sales promotion and media. Indonesia ranks as the highest peak of the country's Internet users become victims of Cyber crime a vulnerable become victims of online crime. This study developed a framework for theories that explain what factors affect the level of trust in conducting online transactions through an account online shop on instagram. Samples obtained as many as 120 respondents. Later data analysis on the research of multiple linier regression using this. The results of this research show that the level of trust at the time of online transactions is influenced by the abundance of the perceived benefits of the user in fulfilling the needs or progression to follow or adapt current products , makes it easy for the buyer at the time of the transaction and the user feel safe at the moment provide personal information when making a transaction.

Keywords: E-commerce, Instagram, Trust, Multipple Linear Regression.

1. PENDAHULUAN

Pertumbuhan pengguna internet yang sangat signifikan membuat banyak hal baru muncul, salah satunya adalah transaksi perdagangan barang dan jasa melalui internet. Aktivitas atau transaksi perdagangan secara elektronik menggunakan media elektronik sebagai media komunikasi yang paling utama, umumnyadisebutdengan Electronic Commerce atau disingkat dengan e-commerce (Saini &

Johnson, 2005). Dengan memanfaatkan media sosial tersebut, para pelaku bisnis ini dapat menjalin komunikasi dengan para pembeli maupun dengan para calon pembeli, sehingga para pelaku bisnis online ini akan dapat menjangkau calon pembeli yang lebih banyak lagi tanpa adanya batasan ataupun hambatan yang berarti dengan menggunakan media sosial instagram.

Berdasarkan situs Kompas.com pada tanggal 29 september 2017 instagram mengalami kenaikan jumlah pengguna.

(2)

Layanan berbagi foto dan video mengalami peningkatan pengguna aktif bulanan sebanyak 100 juta terhitung sejak april 2017. Secara keseluruhan jumlah pengguna aktif bulanan instagram kini sudah mencapai 800 juta, menurut Carolyn Everson, Vice President Global Marketing Solution Facebook selaku perusahaan induk instagram.

. Dilansir dari situs Liputan6.com, negara Indonesia menempati posisi puncak tertinggi sebagai negara yang pengguna internetnya menjadi korban kejahatan Cyber di antara 26 negara lain yang survey di seluruh dunia. Hasil dari survey tersebut negara Indonesia rupanya rentan menjadi korban kejahatan online. termasuk juga banyak penipu yang berasal dari indonesia. Bahkan, survei yang dilakukan oleh Kaspersky Lab dan B2B International mengungkap Indonesia menjadi negara yang 26 persen konsumennya menjadi target aksi kejahatan online. Seperti kasus penipuan online yang baru dilaporkan beberapa waktu lalu. Tak tanggung-tanggung jumlah korban mencapai ratusan orang dengan nilai transaksi miliaran rupiah.

Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan melakukan analisis data dengan menggunakan regresi linear berganda danmengambil 7 variabel tentang kepercayaan pengguna terhadap akun online shop yang terdapat pada instagram yang dijelaskan berdasarkan permasalahan yang ada 7 variabel yang sesuai dengan permasalahan yang ada pada saat ini adalah trust, perceived risk, perceived market orientation, perceived site quality, perceived technical trustworthiness, privacy dan security.

2. DASAR TEORI dan HIPOTESIS

Penelitian sebelumnya yang dilakukan

Briant J. Corbitt et al(2003) yang berjudul

“Trust

l

and

l

e-commerce:

a

study

of

consumer

l

perceptions”

l

dalam

temuan

penelitian

l

ini

l

menunjukkan

l

bahwa

orang

lebih

l

cenderung

l

untuk

l

membeli dari web

jika melihat tingkat kepercayaan yang lebih

tinggi dalam melakukan transaksi

online(e-commerce) dan memiliki lebih banyak

pengalaman

dalam menggunakan web.

Penelitian ini mengidentifikasi

sejumlah

faktor

kunci

yang

terkait

dengan tingkat

kepercayaan

dalam

konteks

B2C dan

mengusulkan

kerangka

kerja

berdasarkan

serangkaian

hubungan mendasari antara

faktor-faktor tersebut.

Penelitian Dong-Heen Shin(2010) yang berjudul “The effects of trust,security and privacy in social networking: A security-basedapproach to understand the pattern of adoption” dalam penelitian tersebut menjelaskan bagaimana didalam suatu komunitas virtual yang menjadi satu dengan kepentingan bersaman untuk dapat berkomunikasi dengan cara bertukar, menciptakan, membangun dan berbagi sebuah informasi (Barker,2009). Di dalam penelitian tersebut bertujuan untuk menyelidiki peran keamanan, privasi terhadap kepercayaan dari tiap-tiap pengguna

Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan Corbitt et al (2003) dan Dong-Heen Shin(2010) Penelitian ini menggunakan model baru yang terdiri dari 7 variabel yang terdiri dari trust (T), perceived risk (R), perceived Market orientation (MOI), perceived site quality(SQ),perceived technical trustworthiness (TT), privacy (PP) dan security (PS). Pada penelitian ini terdapat enamlhipotesislyangakan dijelaskanlsebagailberikut:

H1: Perceived risk (R) memiliki hubungan yang negatiflpada Trust (T).

H2: Perceived market orientation (MOI) memilikilhubunganlyanglpositiflpadalTrust (T). H3: Perceived site quality (SQ) memiliki hubunganlyanglnegatiflpada Trust (T) .

H4: Perceived technical trustworthiness (TT) memiliki hubungan yang negatif pada Trust (T).

H5: Privacy (PP) memiliki hubungan positif dengan Trust (T).

H6: Security (PS) memiliki hubungan negatif dengan Trust (T).

Gambar. 1 Model Penelitian

3. METODOLOGI

Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian yaitu penelitian survei. Informasi dari responden dikumpulkan melalui kuesioner.

(3)

Penelitian survei merupakan penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi. Model penelitian merupakan modifikasi dari 2 model penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Modifikasi model penelitian berdasarkan studi kasus penelitian ini. Model penelitian sebelumnya yang dimodifikasi adalah penelitian Brian J. Corbitt et al (2003) yang berjudul “Trust and e-commerce: a study of consumer perceptions” dan penelitain oleh Doon Hee Shin (2010) yang berjudul “The effects of trust, security and privacy in social networking: A security-based approach to understand the pattern of adoption”.untuk menguji model dan hipotesis yang telah dilakukan.

Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner (anget) kepada responden. Dimana, kuesioner dibagian secara online dengan menggukan media Type Form. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan skala likert lima poin yang terdiri dari “Sangat Tidak Setuju”, “Tidak Setuju”, “Netral”, “Setuju” dan “Sangat Setuju” Dong-Hee Shin(2010). Penyebaran kuesioner dilakukan dengan cara menyebarkan kepada responden yaitu semua kalangan yang memiliki akun instagram dan pernah melakukan pembelian pada akun online shop yang terdapat pada instagram. Cara penyebarannya yaitu dengan menggunakan metode online. Pembuatan kuesioner penelitian ini menggunakan Type Form yang disebar dengan menggunakan link menggunakan link melalui media sosial seperti Line, BBM, Whatsapp dan lain-lain.

Penyusunan kuesioner berdasarkan penelutian sebelumnya, kemudian melakukan uji coba dengan menggunakan pilot study pada 30 responden dengan melakukan uji reliabilitas dan validitas untuk menentukan pengumpulan data selanjutnya.

Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah Non Probability Sampling. Non Probability Sampling merupakan setiap unsur yang ada didalm populasi tidak memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel (Siregar, 2014). Jumlah sampel menggunakan rumus hair et al. (2010) dengan skala 15 sampai 20 untuk masing – masing variabel independen sehingga pada penelitian ini jumlah sampel yang diperlukan antara 90 – 120 responden.

Penelitian ini menggunakan Purposive sampling dengan mengambil sampel berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria responden pada penelitian ini yaitu semua orang di

indonesia yang pernah melakukan pembelian melalui akun online shop yang terdapat pada instagram..

Metode analisis pada penelitian ini menggunakan regresi linear berganda untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan.

4. HASIL

Pilot study dilakukan Sebelum digunakan pada penelitian sesungguhnya dengan menggunakan 30 data dari sumber yang akan dilakukan penelitian, yaitu pengguna instagram yang pernah berbelanja melalui online shop. Uji instrumen dilakukan untuk mengetahui uji validitas dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel dan reliabilitas dengan memperhatikan koefisien Cronbach’s Alpha suatu instrumen. Dari uji coba tersebut dapat diketahui kelayakan dari instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dari responden. Baik tidaknya instrumen yang digunakan akan berpengaruh terhadap hasil penelitian.

Pada pilot study dilakukan pengujian uji reliabilitas dan validitas. Suatu skala atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila instrumen tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Sedangkan tes yang memiliki validitas rendah akan menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran. Uji Validitas dapat melihat dari hasil rtabel dengan cara rhitung (Pearson Correlation) > rtabel dengan taraf signifikansi 5%. Data dapat dianggap valid apabila rhitung > 0,361 dan Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan metode Cronbach Alpha untuk menentukan apakah setiap instrumen reliabel atau tidak. Pengukuran ini menggunakan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabe dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60 (Ghozali, 2011)

Pada analisis regresi terdapat uji asumsi dasar yang terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas dan uji linearitas. Kemudian uji asumsi klasik yang terdiri dari uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas dan uji auto korelasi. Dan analisis regresi berganda yang terdiri dari uji koefisien determinasi, uji F dan uji T.

(4)

kriteria sig. > 0,05. Pada penelitian ini semua signifikansi lebih dari 0,05

Uji homogenitas dapat dikatakan homogen apabila Sig. > 0,05. Pada uji homogenitas terdapat hubungan yang tidak homogen pada variabel perceived risk pada trust.

Uji linearitas apabila dua variabel dapat dikatakan linier dengan taraf signifikansi ≤ 0,05 (Wiyono, 2011). Pada uji linearitas semua variabel memiliki hubungan yang linier.

Uji multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). Jika nilai VIF < 5, maka variabel tersebut tidak mengandung unsur mulikolinearitas atau tidak mempunyai persoalan dengan variabel bebas yang lain. ada uji multikolinearitas semua variabel tidak terdapat hubungan yang multikolinearitas.

Uji Heterokedastisitas dapat menggunakan Uji Glejser dengan kriteria nilai sig. < 0,05 maka terjadi heterokedastisitas, sedangkan apabila nilai sig. > 0,05 dinyatakan tidak ternjadi heterokedastisitas. Pada penelitian ini tidak ada hubungan antar variabel yang mengalami heterokedastisitas.

Uji korelasi dapat menggunakan uji Durbin Watson dengan kaidah sebagai berikut :

1. Jika nilai d < dL atau d > 4-dL maka terjadi

autokorelasi

2. Jika nilai dU < d < 4-dU maka tidak terjadi

autokorelasi

3. Jika nilai 4-dU < d < 4-dL maka tidak dapat

ditarik kesimpulan

Dari kriteria Durbin Watson regresi pertama dan regresi tidak terjadi autokrelasi yang berada pada dU < d < 4-dU

Persamaan regresi satu dapat dilihat pada

persamaan 1

Y = 9,516 - 0,178X1 + -0,347X2 + 0,287X3 + 0,183X4 + 0,658X5 + 0,105X6 (1)

Nilai konstanta sebesar 9,516 menunjukkan bahwa dengan tanpa variabel Perceived Risk, Perceived Market Orientation, Perceived Technical Trustworthiness, Perceived Site Quality, Privacy dan Security nilai tingkat kepercayaan pembelian melalui akun online shop yang terdapat pada instagram sebesar 9,516.

Nilai koefisien regresi variabel Perceived Risk R(X1) sebesar -0,178 bernilai negatif menunjukkan bahwa setiap perubahan sebesar

satu satuan variabel Perceived Risk dengan asumsi variabel lainnya tetap, mengakibatkan nilai tingkat kepercayaan pembelian melalui akun online shop yang terdapat pada instagram memiliki perubahan sebesar -0,178.

Nilai Koefisien regresi variabel Perceived Market Orientation MOI(X2) sebesar 0,347 bernilai positif menunjukkan bahwa setiap perubahan sebesar satu satuan variabel Perceived Market Orientation dengan asumsi variabel lainnya tetap, mengakibatkan nilai tingkat kepercayaan pembelian melalui akun online shop yang terdapat pada instagram mengalami perubahan sebesar 0,347.

Koefisien regresi variabel Perceived Technical Trustworthiness TT(X3) sebesar 0,287 bernilai positif menunjukkan bahwa setiap perubahan sebesar satu satuan variabel Perceived Technical Trustworthiness dengan asumsi variabel lainnya tetap, mengakibatkan nilai tingkat kepercayaan pembelian melalui akun online shop yang terdapat pada instagram mengalami perubahan sebesar 0,287.

Nilai Koefisien regresi variabel Perceived Site Quality SQ(X4) sebesar 0,183 bernilai positif menunjukkan bahwa setiap perubahan sebesar satu satuan variabel Perceived Site Quality dengan asumsi variabel lainnya tetap, mengakibatkan nilai tingkat kepercayaan pembelian melalui akun online shop yang terdapat pada instagram mengalami perubahan sebesar 0,183.

Nilai Koefisien regresi variabel Privacy PP(X5) sebesar 0,658 bernilai positif menunjukkan bahwa setiap perubahan sebesar satu satuan variabel Privacy dengan asumsi variabel lainnya tetap, mengakibatkan nilai tingkat kepercayaan pembelian melalui akun online shop yang terdapat pada instagram mengalami perubahan sebesar 0,658.

Nilai Koefisien regresi variabel Security PS(X6) sebesar -0,105 bernilai negatif menunjukkan bahwa setiap perubahan sebesar satu satuan variabel Security dengan asumsi variabel lainnya tetap, mengakibatkan nilai tingkat kepercayaan pembelian melalui akun online shop yang terdapat pada instagram mengalami perubahan sebesar -0,105.

Uji T pada regresi pertama diketahui T tabel sebesar 1.98118. Uji T dapat berpengaruh siginifikan apabila T hitung > T tabel, dan sig < 0,05. Hasil dari uji T menunjukkan bahwa

(5)

variabel perceived risk, perceived technical trustworthiness, perceived site quality dan security tidak berpengaruh secara signifikan terhadap trust dan perceived market orientation dan privacy memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel trust.

Uji F pada regresi pertama diketahui F jumlah variabel (k) adalah 6, dan df penyebut = 120, sehingga f tabel diperoleh 2,18.

Hipotesis dapat terima apabila f hitung > f tabel. Pada regresi pertama f hitung sebesar 12,894 > 2,18. Koefisien determinasi berfungsi untuk mengetahui berapa persen yang diberikan variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen.

Nilai koefisien determinasi (R Square) pada model regresi 1 sebesar 0,406 atau sebesar 40,6. Artinya, kontribusi variabel independen yang terdiri dari variabel R(X1), MOI(X2), TT(X3), SQ(X4),PP(X5) dan PS(X6) terhadap T(Y) adalah sebesar 40,6 yang berarti variabel di model penelitian, Sedangkan sisanya sebesar 59,4%(100%-40,6%) dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dibahas pada penelitian ini.

5. PEMBAHASAN

Hasil dari pengujian hipotesis dapat

dilihat pada Tabel 1.

No Hipotesis

H1 Perceived Risk(R) memiliki hubungan negatif

pada trust(T)

H2 Perceived Market Orientation(MOI) memiliki

hubungan positif pada Trust (T)

H3 Perceived technical trustworthiness(TT)

memiliki hubungan negatif pada Trust(T)

H4 Perceived site quality(SQ) memiliki

hubungan negatif pada Trust(T)

H5 Privacy(PP) memiliki hubungan positif pada

Trust(T)

H6 Security(PS) memiliki hubungan negatif

dengan Trust(T)

Tabel 1. Hasil Pengujian Hipotesis Hasil dari pengujian hipotesis 1, hasil ini menunjukkan Perceived risk (R) secara signifikan mempengaruhi kepercayaan (T) pada saat melakukan pembelian melalui online shop yang terdapat pada instagram. Hasil hipotesis ditolak karena menghasilkan nilai diatas nilai signifikan artinya variabel Perceived Risk(R)

tidak berpengaruh terhadap Trust(T). Semakin besar resiko yang terjadi maka semakin menurun tingkat kepercayaan untuk berbelanja, karna sebagaian orang memilih bahwa mereka menganggap belanja melalui sosial media sangat berisiko lebih tinggi daripada belanja di langsung pada toko. Persepsi resiko dalam berbelanja online terhadap produk yang dijual tidak sesuai dengan gambar dan terkadang produk mengalami kerusakan ukurannya tidak sesuai dengan yang dipesan, harga yang ditawarkan terkadang tidak sesuai dengan kualitas produk yang dijual maupun kecepatan respon penjual didalam menyikapi suatu pertanyaan yang diajukan oleh pembeli, lamanya pengiriman yang tidak sesuai dengan perjanjian diawal dan tidak adanya konfirmasi pada saat barang telat sampai ketempat tujuan yang ditunjukkan oleh penjual dikarenakan tidak adanya rating penilaian pada akun online shop sebagai referensi akun online shop dan tidak adanya fitur bagi pengguna untuk memberikan kritik maupun saran yang dapat mengurangi kepercayaan pembeli.

Dari hasil pengujian hipotesis 2, hasil ini menunjukkan Perceived Market Orientation (MOI) secara signifkan mempengaruhi Trust (T) pada saat melakukan pembelian melalui online shop yang terdapat pada instagram. Hasil hipotesis diterima karena menghasilkan nilai dibawah nilai signifikan. Semakin besar orientasi pasar mengikuti perkembangan yang ada melalui layanan online didalam memenuhi kebutuhan maupun menyesuaikan produk yang terkini bagi para penggunanya, mampu menampilkan informasi produk secara menarik yang dapat dilihat berdasarkan keterangan yang digunakan pada saat memperkenalkan suatu produk(memposting sebuah produk), banyaknya komentar, like dan testimoni positif yang diberikan oleh sesama pembeli, respon dan pengiriman barang yang cepat dan pengalaman baik yang dirasakan maka semakin tinggi tingkat kepercayaan dalam melakukan pembelian online melalui online shop yang ada pada instagram.

Dari hasil pengujian hipotesis 3, hasil ini menunjukkan Perceived Technical Trustworthiness (TT) secara signifikan mempengaruhi kepercayaan (T) pada saat melakukan pembelian melalui online shop yang ada pada instagram. Hasil hipotesis ditolak karena menghasilkan nilai diatas nilai signifikan. Artinya variabel Perceived Technical Trustworthiness tidak berpengaruh

(6)

pada kepercayaan (T). Responden berpendapat bahwa melalukan transaksi melalui layanan online sangat beresiko tinggi dikarenakan tidak ada pertanggung jawaban secara resmi dan tidak adanya segel atau return pada produk yang dijual apabila terjadi kerusakan atau pesanan tidak sesuai.

Dari hasil pengujian hipotesis 4, hasil ini menunjukkan Perceived Site Quality (SQ) secara signifikan mempengaruhi kepercayaan (T) pada saat melakukan pembelian melalui online shop yang ada pada instagram. Hasil hipotesis ditolak karena menghasilkan nilai diatas nilai signifikan. Artinya variabel Perceived Site Quality tidak berpengaruh terhadap Trust (T). Responden berpendapat bahwa kualitas evaluasi informasi mengenai suatu produk sangat lama dan tidak konsisten, kebutuhan dibidang fashion tidak dapat terpenuhi, gambar mengenai suatu produk yang tidak jelas, tidak konsisten karena satu online menjual beberapa tipe produk yang berbeda dikarenakan kurangnya fitur untuk proses pemesanan hingga pembayaran karena jika melalui instagram memakan waktu yang lama untuk bertanya terlebih dahulu kepada penjual , tidak adanya fitur untuk mengetahui berapa banyak produk yang terjual dan berapa banyak produk yang dilihat yang dapat digunakan sebagai referensi pada saat akan melakukan pembelian karena semakin banyak produk yang terjual dan dilihat oleh pengguna layanan online maka tingkat kepercayaan akan semakin besar.

Dari hasil pengujian hipotesis 5. Hasil ini menunjukkan Privacy (PP) secara signifikan mempengaruhi kepercayaan (T) pada saat melakukan pembelian melalui online shop yang ada pada instagram. Hasil hipotesis diterima karena menghasilkan nilai dibawah nilai signifikan. Semakin banyak informasi yang pembeli berikan kepada penjual pada saat melakukan pembelian maka semakin besar tingkat kepercayaan yang dirasakan. Responden berpendapat bahwa responden merasa aman dan percaya terhadap informasi mengenai data diri yang diberikan dan slelalu berpikiran positif bahwa tidak akan ada data pembeli yang disalahgunakan pada saat melakukan pembelian melalui online shop yang ada pada instagram.

Dari hasil pengujian hipotesis 6, hasil ini menunjukkan Security(SS) secara signifikan mempengaruhi kepercayaan(T) pada saat melakukan pembelian melalui online shop yang ada pada instagram. Hasil hipotesis ditolak karena menghasilkan nilai diatas nilai

signifikan. Responden berpendapat bahwa keamanan pada saat berbelanja secara online sangat rendah mengingat semakin meningkatnya kasus kasus penipuan yang terjadi dan menyebaran suatu informasi data pribadi pembeli guna untuk membuat testimoni palsu dan sebagainya, contohnya : penipuan, pemalsuan dan tidak ada fitur untuk mengetahui mulai proses dikemasnya barang hingga pesanan barang diterima pada akun online shop yang terdapat pada instagram sehingga dapat mengurangi tingkat kepercayaan. Berdasarkan hasil survei Kaspersky Lab di 26 negara, Indonesia merupakan salah satu negara dengan korban penipuan online terbesar di dunia dengan 26 persen konsumen pernah menjadi korban, berdasarkan has tag penipuan melalui akun online shop yang terdapat pada instagram sejauh ini total penipuan sebanyak 36.325 yang dikirim oleh publik dan berdasarkan akun online “indonesiablacklist” yang setiap hari selalu mengupdate kasus kasus penipuan yang sedang marak terjadi yang didapatkan langsung dari pengguna instagram melalui bukti hasil screenshoot mengenai penipuan yang pengguna alami.

6. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis pada penelitian yang telah dilakukan, terdapat kesimpulan sebagai berikut

Berdasarkan hasil persamaan regresi pertama bahwa variabel perceived market orientation dan privacy memiliki hubungan positif terhadap kepercayaan pada saat melakukan pembelian melalui akun online shop yang terdapat pada instagram. Pengguna layanan merasakan banyak manfaat didalam memenuhi kebutuhan maupun perkembangan untuk mengikuti atau menyesuaikan produk yang terkini dan memudahkan pembeli pada saat melakukan transaksi karena tidak memakan waktu lebih lama pada saat melakukan pembayaran. Pengguna akan tetap memberikan informasi pribadi pada akun online shop karena pengguna merasa aman sehinga pengguna berpikir memberikan informasi pribadi pada akun online shop adalah ide yang bagus dan sangat menarik. Jadi pengguna akan tetap memberikan informasi pribadi pada akun online shop dan selalu percaya bahwa penjual akan menjaga informasi pribadinya dengan aman sehingga informasi pribadinya tidak akan disalahgunakan oleh pihak yang tidak

(7)

bertanggung jawab pada saat berbelanja melalui akun online shop yang terdapat pada insatgram. Sedangkan faktor-faktor yang lainnya yaitu variabel Perceived risk, perceived site quality, perceived technical trustworthiness dan security memiliki hubungan yang negatiif terhadap kepercayaan pada saat melakukan pembelian melalui akun online shop yang terdapat pada instagram. pengguna menganggap melakukan pembelian melalui sosial media lebih beresiko karena tidak adanya garansi mengenai suatu produk yang ditawarkan, kasus kasus penipuan yang terjadi semakin tinggi pada saat melakukan transaksi, tingkat kualitas suatu produk rendah karena tidak adanya perbaikan suatu produk yang dijual pada saat melakukan pembelian melalui akun online shop yang terdapat pada instagram. Pengguna layanan lebih percaya bahwa akun online shop pada instagram sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan dan akan terus melakukan transaksi tanpa peduli meskipun ke empat faktor yang dijelaskan sangat beresiko.

Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah penelitian selanjutnya dapat menggunakan dan memperluas model lain untuk mengetahui faktor apa saja yang dirasakan pengguna layanan didalam melakukan pembelian akun online shop yang terdapat pada instagram, penelitian selanjutnya dapat dipersempit dan difokuskan untuk wilayah atau institusi tertentu untuk menyebarkan kuesioner penelitian yang telah dilakukan agar lebih spesifik dan medapatkan informasi yang lebih spesifik, dapat menggunakan analisis kualitatif.

7. DAFTAR PUSTAKA

Saini, A dan Johnson, J.L., (2005), “.

(2005). Organizational Capabilities

in E-commerce: Am Empirical

Investigation of E-Brokerage

ServiceProviders.

Dong-Hee Shin., 2010. The effects of trust,

security and privacy in social

networking: A

security-based

approach to understand the pattern

of adoption.

[pdf]. Elsevier B.V, Hal .428-438.

Corbitt, J. Brian., Thanasankit, Theerasak., & Han Yi., 2003. Trust and e-commerce: a study of consumer perceptions. [pdf]. Elsevier B.V, Hal .203-215.

Kompas.com., 2017. Naik 100 Juta, Berapa Jumlah Pengguna Instagram Sekarang? [online].

Liputan6.,2016. Kasus Penipuan Online Terjadi Lagi,Kerugian Hingga Miliaran[ online].

www.instagram.com/about/us/ [online]

Imam Ghozali., 2011, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Edisi 5,Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Sugiyono.,2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung : Alfabeta..

Wiyono, Gendro., 2011. Merancang Penelitian Bisnis dengan alat analisis SPSS 17.0 dan SmartPLS 2.0. UPP STIM YKPN . Yogyakarta

Siregar, S., 2014. Statistik Parametrik untuk penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17. Jakarta ; Bumi Aksara.

Nusiyono, et al., 2016. Setetes Ilmu Regresi Linier. Malang : Media Nusa Creative.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :