September 20th, 2016
Analyst: Yuliana | [email protected]
HOLD
LP 44,500 / Share
TP 43,775 / Share
(-1.63% Downside)
Ticker UNVR 52 week range 34,150 - 47,800 YTD Return (%) 23.61% JCI (%) 17.16%Last Price (IDR per Share) 44,500 Target Price (IDR per Share) 43,775 Share outstanding (Bn shares) 7.63
Market Cap (Rp Tn) 339,535
Sector Consumer
General Information
Source: Company and Profindo estimates Pemegang Saham Source: Company Dividen Payment 2011 2012 2013 2014 2015 2016* 594 596 664 707 758 424 Rp/saham *Up to Aug 2016 Source: KSEI Financial Highlight in Billion Rp 2015 2016e 2017f 2018f Revenue 36,484 40,347 44,886 50,040 Net Income 5,852 6,900 7,759 8,885 NPM 16.04% 17.10% 17.29% 17.76% ROCE 95% 107% 127% 133% EPS 767 904 1,017 1,165 P/E 57.08 48.40 43.05 37.59 P/B 69.19 67.27 66.20 64.94 P/S 9.15 8.28 7.44 6.67
Source: Company & Profindo estimates Research Analyst:
Yuliana
T: +62 21 8378 0888
Profil Perusahaan
PT Unilever Indonesia berdiri pada 5 Desember 1933 di bawah nama Lever’s Zeefabrieken dan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 11 Januari 1982. UNVR merupakan Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan kepemilikan sebesar 85% oleh Unilever Indonesia Holding B.V.
Tahun 1936 Margarin Blue Band dan sabun mandi Lux dipasarkan di Indonesia. Tahun 1992, pabrik es krim Wall’s, Conello dan Paddle Pop muncul di pasar. UNVR mengakuisisi Knorr Indonesia dari Unilever Overseas Holding Ltd dan menggabungkannya dengan Unilever Indonesia pada 2004. UNVR membangun pabrik perawatan kulit di Cikarang di 2008. Di tahun yang sama UNVR memasuki bisnis minuman sari buah dengan mengakuisisi merek Buavita dan Gogo. Operasional
Bisnis utama UNVR meliputi produksi, pemasaran dan distribusi barang-barang konsumsi seperti sabun, deterjen, margarin, es krim, bumbu masak, kecap, produk-produk kosmetika, minuman dengan bahan pokok teh dan minuman sari buah.
Nilai Tambah UNVR dalam menjaga pangsa pasar yaitu Brand, Operasional dan Sumber Daya Manusia (SDM). Strategi yang digunakan untuk mencapai pertumbuhan keuntungan dengan meningkatkan volume penjualan, efisiensi biaya, inovasi dan investasi marketing serta pelatihan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM.
Operasional UNVR meliputi supply chain serta asset-aset dari pasokan bahan mentah, pabrik, logistik, dan marketing. Menciptakan produk-produk baru yang semakin disempurnakan, didukung oleh pemasaran yang semakin dapat menguatkan brand. Hal ini mendorong pertumbuhan volume yang menguntungkan dan berkelanjutan.
Pada 25 Agustus 2016 UNVR baru meresmikan pabrik bumbu masak baru yang terdapat di Cikarang dengan luas 63.000 m2
yang memiliki kapasitas produksi sebesar 7 miliar unit per tahun untuk produksi Royco dan Bango. Saat ini UNVR memiliki 9 pabrik di kawasan industri Jababeka, Cikarang sebanyak 7 pabrik serta terdapat 2 pabrik di Rungkut, Surabaya.
Tinjauan Keuangan
Pada semester I 2016 UNVR membukukan kenaikan pendapatan sebesar sebesar 10.34% YoY menjadi Rp 20.7 triliun. Laba kotor tercatat sebesar Rp 10.2 triliun (+10.09%
Home and Personal Care Bands
Foods and Refreshment Bands
Source: Company
YoY), laba usaha sebesar Rp 4.5 triliun (+13.4% YoY) dan laba bersih sebesar Rp 3.3 triliun (+12.57% YoY). Kenaikan ini dipengaruhi oleh adanya momen bulan Ramadhan yang dapat berkontribusi hingga 26%. Pasar domestik masih mendominasi penjualan UNVR sebesar 94.84% dan ekspor hanya sebesar 5.16%. Kontribusi Home & Personal Care (HPC) pada semester I sebesar 67.6% dan makanan sebesar 32.4%. Produk HPC mengalami pertumbuhan 8.4% YoY, sedangkan segmen makanan meningkat 14.5% YoY.
Strategi usaha.
UNVR masih tetap menggunakan strategi bisnis dengan Unilever Sutainable Living Plan (USLP). Pendapatan UNVR FY2016 diestimasi mengalami pertumbuhan 10.8% menjadi Rp 38.4 triliun. Kenaikan ini ditopang dari kenaikan pertumbuhan HPC yang didorong oleh inovasi pengeluaran varian baru dari produk yang sudah ada, salah satunya molto yang diterima baik oleh konsumen. Selain itu UNVR juga berencana meningkatkan kinerja dari bisnis makanan dan minuman dengan menjual bahan makanan ke hotel, restoran dan kafe. Laba usaha dan bersih diprediksi masing-masing sebesar Rp 9.3 triliun (+17.02% YoY) dan Rp 6.9 triliun (+17.92% YoY).
Valuasi
Secara free cash flow to firm, nilai wajar UNVR diprediksi sebesar Rp 43,775 per saham (potential downside -1.63%) dengan PER dan PBV masing-masing sebesar 48.4x dan 67.27x. Kami merekomendasikan HOLD untuk saham UNVR. Tinjauan Industri
Consumer spending Indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami pertumbuhan. Tahun 2016 consumer spending diperkirakan dapat meningkat seiring dengan stabilnya inflasi dan tingkat pengangguran. Selain itu kenaikan pendapatan perkapita diharapkan dapat meningkatkan pengeluran masyarakat.
PDB US, Japan, Euro, China, Dunia 0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 7.0
US Japan Euro China World 2.4 0.5 1.7 6.9 3.1 2.2 0.3 1.6 6.6 3.1 2.5 0.1 1.4 6.2 3.4 % 2015 2016e 2017f Source: IMF
Tingkat Pengangguran dan Inflasi
0% 3% 6% 9% 12% 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Unemployment rate CPI
Source: Indonesia Investment
Trend consumer spending dari tahun 2011 hingga tahun 2014 lebih banyak digunakan untuk keperluan bukan makanan yaitu untuk membiayai perumahan, fasilitas rumah tangga dan kebutuhan barang dan jasa. Berdasarkan hasil Survey Ekonomi Nasional yang dipublikasikan oleh BPS pada 2015, menunjukkan pengeluaran per bulan terbesar adalah untuk biaya perumahan dan fasilitas sebesar 19%, kebutuhan barang dan jasa sebesar 19%, konsumsi tembakau dan sirih tercatat sebesar 6% serta belanja untuk makanan jadi sebesar 12%, dan alokasi belanja lain dengan rata-rata hanya 1-3%. Tren Pengeluaran Masyarakat
Source: Katadata
Tinjauan Ekonomi
PDB Indonesia sejak tahun 2012 selalu mengalami perlambatan pertumbuhan hingga tahun 2015. Pelemahan ini disebabkan oleh rendahnya penyerapan belanja Pemerintah, penurunan konsumsi serta penurunan ekspor akibat melemahnya harga komoditas. Perlambatan ekonomi yang terjadi di China, US, Jepang, Eropa juga berdampak pada penurunan ekspor Indonesia. Hingga saat ini IMF memprediksi China, Jepang dan Euro masih mengalami perlambatan pertumbuhan hingga 2017.
PDB Indonesia 3,957 4,954 5,613 6,423 7,427 8,242 9,084 10,543 11,541 17.60 21.70 24.30 27.00 30.80 33.30 36.50 41.80 45.20 6.30 6.10 4.50 6.10 6.50 6.23 5.78 5.02 4.79 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00 45.00 50.00 0 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 ID R B illi on
Value GDP Per kapita (Rp Juta) Growth
Pada Kuartal II 2016 Indonesia mengalami pertumbuhan PDB sebesar 5.18% YoY lebih tinggi dari Kuartal I 2016 yaitu sebesar 4.92%. Tahun 2016 PDB diprediksi mengalami kenaikan sebesar 5.2%. Hal ini dikarenakan meningkatnya penyerapan belanja Pemerintah, dan meningkatnya harga komoditas. Unemployment rate dan inflasi juga mengalami penurunan. Diharapkan dengan turunnya tingkat pengangguran dan inflasi dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta tingkat consumer spending akan mengalami peningkatan.
Simplified Balance Sheet
Current Assets 2015 2016e 2017f 2018f 2019f
Cash and Cash Equivalents 628 1,032 705 1,361 1,479 Trade Receivables 3,245 4,933 5,488 6,118 6,822 Inventories 2,298 2,957 3,293 3,673 4,097 Others 453 372 413 461 514 Total Current Assets 6,623 9,294 9,900 11,613 12,912 Non Current Assets
Fixed Assets 8,321 9,320 10,393 11,306 12,221 Others 786 633 642 663 676 Total Non Current Assets 9,107 9,954 11,035 11,969 12,897
Total Assets 15,730 19,247 20,934 23,581 25,809
Trade Payables 4,842 5,355 5,957 6,641 7,406 Others 5,285 7,974 8,871 10,615 11,837 Total Current Liabilities 10,128 13,329 14,829 17,256 19,243 Deferred Tax Liabilities 372 469 521 581 648 Others 403 484 539 601 670 Total Non Current liabilites 775 953 1,060 1,182 1,318
Total Liabilities 10,903 14,282 15,889 18,438 20,560
Total Equity 4,827 4,965 5,046 5,143 5,248 Total Liabilities and Equity 15,730 19,247 20,934 23,581 25,809 Source: Company and Profindo estimates
Simplified Income Statement
Income Statement 2015 2016e 2017f 2018f 2019f
Net Revenue 36,484 40,347 44,886 50,040 55,800 growth 5.7% 10.6% 11.3% 11.5% 11.5% COGS (17,835) (19,220) (21,786) (24,277) (27,058) Gross Income 18,649 21,127 23,100 25,763 28,742 GPM 51.1% 52.4% 51.5% 51.5% 51.5% Operational Expenses (10,710) (11,836) (12,654) (13,804) (15,109) Operating Income 7,939 9,291 10,446 11,959 13,634 OPM 21.8% 23.0% 23.3% 23.9% 24.4% Finance Income 11 12 13 15 17 Finance costs (121) (102) (113) (127) (141) Income Before Income Tax 7,829 9,200 10,345 11,847 13,509 Income Tax expense (1,978) (2,300) (2,586) (2,962) (3,377) Net Income For The Year 5,852 6,900 7,759 8,885 10,132
Ratios
Liquidity Ratios 2015 2016e 2017f 2018f 2019f
Current Ratio .65x .70x .67x .67x .67x
Quick Ratio .38x .45x .42x .43x .43x
Cash Ratio .06x .08x .05x .08x .08x
Turnover Ratios 2015 2016e 2017f 2018f 2019f
Inventory Turnover 7.76x 6.50x 6.62x 6.61x 6.60x
Average Inventory Period 47.02x 56.16x 55.17x 55.21x 55.26x
Receivable Turnover 11.24x 8.18x 8.18x 8.18x 8.18x
Average Collection Period 32.46x 44.62x 44.62x 44.62x 44.62x
Payable Turnover 3.68x 3.59x 3.66x 3.66x 3.65x
Payables Payment Period 99.10x 101.69x 99.81x 99.85x 99.90x
Operating Cycle 79.48x 100.78x 99.79x 99.84x 99.89x
Cash Conversion Cycle -19.62x -.91x -.01x -.01x -.01x
Asset Turnover 2.43x 2.31x 2.23x 2.25x 2.26x
Fixed Asset Turnover 4.66x 4.57x 4.55x 4.61x 4.74x
Equity Turnover 7.62x 8.24x 8.97x 9.82x 10.74x
Profitability Ratios 2015 2016e 2017f 2018f 2019f
Gross Profit Margin 51.12% 52.36% 51.46% 51.48% 51.51% Operating Profit Margin 21.76% 23.03% 23.27% 23.90% 24.43%
EBITDA Margin 22.87% 24.09% 24.32% 24.94% 25.44%
Net Profit Margin 16.04% 17.10% 17.29% 17.76% 18.16%
Return on Equity 122% 141% 155% 174% 195%
Return on Asset 40% 40% 39% 40% 41%
Return on Total Capital 93% 106% 117% 129% 140%
ROCE 95% 107% 127% 133% 145%
Solvency Ratio 2015 2016e 2017f 2018f 2019f
Debt/Equity 2.26x 2.88x 3.15x 3.59x 3.92x
Long Term Debt/Equity .16x .19x .21x .23x .25x
Current Liability/Equity 2.10x 2.68x 2.94x 3.36x 3.67x
Debt/Total Asset .69x .74x .76x .78x .80x
Debt/Total Capital 1.74x 2.19x 2.57x 2.72x 2.91x
Long Term Debt/Total Capital .12x .15x .17x .17x .19x
Interest Coverage Ratio 65.87x 91.09x 92.05x 94.53x 96.65x
Financial Leverage 3.13x 3.57x 4.01x 4.37x 4.75x
Source: Company and Profindo estimates
PE Band 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 Q 4 20 11 Q 1 20 12 Q 2 20 12 Q 3 20 12 Q 4 20 12 Q 1 20 13 Q 2 20 13 Q 3 20 13 Q 4 20 13 Q 1 20 14 Q 2 20 14 Q 3 20 14 Q 4 20 14 Q 1 20 15 Q 2 20 15 Q 3 20 15 Q 4 20 15 Q 12 01 6 Q 22 01 6
PER Close Average Resistance Support
HEAD OFFICE
Permata Kuningan Building, 19F Jl. Kuningan Mulia, Kav. 9C,
Guntur Setiabudi South Jakarta 12980 Phone : +62 21 8378 0888 Fax : +62 21 8378 0889 BANDUNG BRANCH Jl. Sunda No. 50B Bandung, West Java Phone : +62 22 420 2678 Fax : +62 22 420 2676 http://www.profindo.com EMAIL : [email protected] [email protected] DISCLAIMER
This research report is prepared by PT PROFINDO INTERNATIONAL SECURITIES for information purposes only and is not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate,