AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan setara kas
2c,4
6,227,707,595
9,602,579,698
Piutang usaha kepada pihak ketiga -
2f,5
setelah dikurangi penyisihan
piutang ragu-ragu sebesar
Rp 1.862.146.658 pada tahun 2007 dan
Rp 1.490.869.513 pada tahun 2006
48,517,952,613
48,486,012,804
Piutang lain-lain
6
480,566,824
1,453,952,995
Persediaan - bersih
2g,7
94,189,458,690
62,798,378,632
Pajak pertambahan nilai dibayar dimuka - bersih
1,194,120,662
1,195,632,593
Uang muka dan biaya dibayar dimuka
2h
1,765,226,175
3,667,355,146
Jumlah Aktiva Lancar
152,375,032,559
127,203,911,868
AKTIVA TIDAK LANCAR
Piutang hubungan istimewa
2d,8
3,387,107,202
3,750,436,953
Aktiva pajak tangguhan
2o,15
4,660,462,640
4,593,407,428
Penyertaan saham
2e,9
-
554,973,070
Goodwill
2e,11
1,908,515,331
3,444,526,463
Aktiva tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp 42.826.499.743 pada tahun 2007 dan
Rp 39.511.335.917 pada tahun 2006
2j,2i,10
79,592,449,298
79,638,650,023
Aktiva yang tidak digunakan dalam usaha
2i
470,640,000
630,640,000
Taksiran tagihan pajak penghasilan
2o,15
4,435,574,939
2,060,509,886
Lain-lain
277,910,948
407,197,252
Jumlah Aktiva Tidak Lancar
94,732,660,358
95,080,341,075
JUMLAH AKTIVA
247,107,692,917
222,284,252,943
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan .
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang bank
12
75,604,438,975
48,848,991,324
Hutang usaha
13
Pihak ketiga
43,029,124,087
26,587,149,762
Hutang lain-lain
14
1,870,232,895
6,733,710,590
Hutang pajak
2o,15
1,451,276,081
4,641,439,229
Biaya yang masih harus dibayar
16
2,740,410,344
4,284,937,134
Bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Bank
12,17
11,500,000,000
Sewa guna usaha
2j,18
945,407,640
1,898,988,651
Jumlah Kewajiban Lancar
137,140,890,022
92,995,216,690
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Goodwill negatif
2e
-
50,149,054
Kewajiban imbalan paska kerja
2m,26
7,984,522,557
7,913,716,179
Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Bank
17
22,500,000,000
37,500,000,000
Sewa guna usaha
2j,18
1,971,395,116
2,751,765,218
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar
32,455,917,673
48,215,630,451
HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH
ANAK PERUSAHAAN
19
3,233,755,299
4,689,157,319
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 1.000 per saham
Modal dasar - 224.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
58.800.000 saham dan 58.800.000 saham
20
58,800,000,000
58,800,000,000
Tambahan modal disetor
20
9,493,661,461
9,493,661,461
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
20
(7,743,749,100)
-Saldo laba
13,727,217,562
8,090,587,022
Jumlah Ekuitas
74,277,129,923
76,384,248,483
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS
247,107,692,917
222,284,252,943
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan .
PENJUALAN BERSIH
2l,21
109,751,463,236
102,642,047,804
BEBAN POKOK PENJUALAN
2l,22
68,002,248,097
60,238,804,874
LABA KOTOR
41,749,215,139
42,403,242,930
BEBAN USAHA
2l,23
31,156,264,913
29,804,001,281
LABA USAHA
10,592,950,226
12,599,241,649
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Keuntungan ( rugi ) penjualan aktiva tetap
2i
(192,731,930)
60,915,562
Keuntungan ( Kerugian ) kurs mata uang asing - bersih
2n
18,658,738
156,470,027
Amortisasi goodwil
2e,11
(396,932,941)
(343,712,482)
Penghasilan bunga
149,452,921
126,861,490
Beban bunga
24
(7,003,323,601)
(7,016,781,140)
Lain-lain - bersih
219,893,700
(981,117,206)
Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih
(7,204,983,113)
(7,997,363,749)
LABA SEBELUM PAJAK
3,387,967,113
4,601,877,900
PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK
2o,15
(2,069,254,745)
(2,686,588,664)
LABA SEBELUM HAK MINORITAS
ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN
1,318,712,368
1,915,289,236
HAK MINORITAS ATAS RUGI ( LABA ) BERSIH
ANAK PERUSAHAAN
19
411,276,710
496,755,886
LABA BERSIH
1,729,989,078
2,412,045,122
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR
2p,25
29
41
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan .
Tambahan
Entitas
Saldo Laba
Catatan
Modal saham
modal disetor
Sepengendali
( Rugi )
Jumlah ekuitas
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Saldo per 31 Desember 2005
20
58,800,000,000
9,493,661,461
-
5,678,541,900
73,972,203,361
Laba bersih tahun berjalan
-
-
2,412,045,122
2,412,045,122
Saldo per 30 Juni 2006
58,800,000,000
9,493,661,461
-
8,090,587,022
76,384,248,483
Saldo per 31 Desember 2006
20
58,800,000,000
9,493,661,461
(7,743,749,100)
11,997,228,484
72,547,140,845
Laba bersih tahun berjalan
-
-
-
1,729,989,078
1,729,989,078
Saldo per 30 Juni 2007
58,800,000,000
9,493,661,461
(7,743,749,100)
13,727,217,562
74,277,129,923
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan .
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Rp
Rp
Penerimaan kas dari pelanggan
107,446,329,742
98,356,379,598
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan
(100,822,375,791)
(82,638,612,225)
Pembayaran pajak penghasilan
(4,778,773,914)
(4,916,918,708)
Kas Bersih yang Diperoleh dari ( Digunakan untuk )
Aktivitas Operasi
1,845,180,037
10,800,848,665
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil Pencairan deposito
7,112,000,000
-Penerimaan bunga
149,452,921
126,861,490
Hasil penjualan aktiva tetap
6,952,145
184,342,647
Goodwill -
(3,193,227,456)
Perolehan aktiva tetap
(2,210,284,809)
(34,387,558,637)
Kas Bersih yang Diperoleh dari ( Digunakan untuk )
Aktivitas Investasi
5,058,120,257
(37,269,581,956)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang
(3,500,000,000)
(38,138,480,000)
Pembayaran pinjaman bank jangka pendek
(1,478,546,600)
(11,500,000,000)
Penerimaan pinjaman bank jangka panjang
-
37,500,000,000
Penerimaan pinjaman bank jangka pendek
-
48,848,991,324
Pembayaran hutang hubungan istimewa
571,171,459
(961,755,173)
Pembayaran bunga
(7,003,323,601)
(7,016,781,140)
Penambahan ( pengurangan ) hutang sewa guna usaha
(880,438,904)
(1,963,602,389)
Kas Bersih yang Diperoleh dari ( Digunakan untuk )
Aktivitas Pendanaan
(12,291,137,646)
26,768,372,622
Kenaikan ( Penurunan ) Bersih Kas Dan Setara Kas
(5,387,837,352)
299,639,331
Kas dan Setara Kas Awal Tahun
11,615,544,947
9,302,940,367
Kas dan Setara Kas Akhir Juni
6,227,707,595
9,602,579,698
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan .
1. UMUM
a. Pendirian
Perusahaan
PT Tira Austenite Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta Notaris J.N. Siregar, S.H. No. 29
tanggal 8 April 1974. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/155/19 tanggal 15 Mei 1975 dan diumumkan dalam Lembaran
Berita Negara Republik Indonesia No. 49 tanggal 20 Juni 1975. Anggaran Dasar Perusahaan
telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Muhani Salim, S.H.
No.
19 tanggal 28
Juni 2001, antara lain mengenai perubahan ruang lingkup kegiatan
Perusahaan. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-06255 HT.01.04.Th.2001 tanggal 21 Agustus
2001.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi
perdagangan dan pabrikasi untuk barang-barang konsumsi dan barang-barang teknik, serta
pembuatan dan pengolahan bahan-bahan yang berasal dari hasil perkebunan, pertambangan dan
bahan kimia lainnya. Kegiatan Perusahaan yang aktif saat ini adalah perdagangan dan pabrikasi
untuk barang-barang teknik serta perdagangan gas industri.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1974.
Perusahaan berkedudukan di Kawasan Industri Pulogadung, Jl. Pulo Ayang Kav. R.1, Jakarta
Timur.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan dan Tindakan Perusahaan yang Mempengaruhi Efek
yang Diterbitkan
Kegiatan yang telah dilakukan Perusahaan sejak tanggal penawaran umum perdana sampai
tanggal 30 Juni 2007 yang mempengaruhi efek yang diterbitkan adalah sebagai berikut :
Kegiatan
Perusahaan
Jumlah
Saham
Tanggal
Penawaran umum perdana dan pencatatan
saham pendiri Perusahaan pada
Bursa Efek Jakarta
10.000.000
20 Juni 1993
Pembagian saham bonus
4.000.000
24 Agustus 1994
Penawaran umum terbatas (right issue)
42.000.000
31 Oktober 2000
Penyelenggaraan Employee Stock
Option Plan (ESOP)
2.800.000
24 Juni 2004
Jumlah
58.800.000
c. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2007 dan 30 Juni 2006,
adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama
: Johnny Widjaja
Komisaris
:
Johnny
Santoso
Agus
HS
Reksoprodjo
1. UMUM
(lanjutan)
c. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan (lanjutan)
Jumlah gaji dan kesejahteraan komisaris dan direksi Perusahaan dan anak perusahaan adalah
sebesar Rp 2.101.339.206 dan Rp 1.590.415.000 masing-masing untuk tahun 30 Juni 2007 dan
30 Juni 2006.
Perusahaan dan anak perusahaan memiliki 855 karyawan pada tanggal 30 Juni 2007 dan 902
karyawan pada tanggal 30 Juni 2006.
d. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan
Perusahaan memiliki secara langsung maupun tidak langsung saham pada anak perusahaan
sebagai berikut:
Persentase pemilikan langsung
Anak Perusahaan Domisili
Kegiatan usaha 30 Juni 2007 30 Juni 2006 Tahun operasi komersial Jumlah aktiva sebelum eliminasi 30 Juni t 2007 Jumlah aktiva sebelum eliminasi 30 Juni 2006
PT Alpha Austenite (AA)
dan anak perusahaan 1) Jawa Barat Cileungsi, Industri cetakan (moulding) dan kawat las % 93 % 91 1977 53.540.908.032 55.404.050.711
PT Tira Andalan Steel (TAS)
Jakarta Perdagangan
baja
99 99 2002 69.149.252.774 49.074.943.9341
PT Multi Guna Gas
(MuGG) 2) Jakarta Perdagangan gas industri 19 51 2003 - -
PT Genta Laras
Semesta (GL) 3) Cikarang Perdagangan 85 80 2002 11.448.084.124 9.216.175.054
AA memiliki secara langsung saham pada anak perusahaan berikut:
PT Tanah Sumber Makmur (TSM) dan anak perusahaan Bogor, Jawa Barat Produksi komponen elektronik 70 70 1987 21.115.424.490 19.367.392.572
TSM memiliki secara langsung saham pada anak perusahaan berikut:
PT Tekun Asas Sumber Makmur (TASM) Cikarang, Jawa Barat Produksi komponen elektronik 99.93 99,93 1993 8.767.294.741 6.649.632.809
1)Berdasarkan Akta Notaris Selam Bastomi, S.H., No. 3 tanggal 9 Oktober 2006, para pemegang saham AA menyetujui pemindahan 2% kepemilikan atau 340 saham AA kepada Perusahaan berdasarkan perjanjian jual beli saham tanggal 9 Oktober 2006 dengan harga Rp237.000.000.
2)Berdasarkan Akta Notaris Selam Bastomi, S.H., No. 7 tanggal 16 Oktober 2006, para pemegang saham MuGG menyetujui pengalihan 32%
kepemilikan atau 320 saham MuGG milik Perusahaan kepada PT Bunga Wijaya Rukma berdasarkan perjanjian jual beli saham tanggal 2 Oktober 2006 dengan harga Rp48.000.000. Akibat penjualan penyertaan pada MuGG yang menyebabkan Perusahaan kehilangan kendali terhadap
MuGG, maka laporan keuangan MuGG tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perusahaan.
3)Berdasarkan Akta Notaris Selam Bastomi, S.H., No. 7 tanggal 9 Agustus 2005, Perusahaan membeli 80% kepemilikan atau 2.000 saham GL dengan harga Rp2.000.000.000 (Catatan 3). Selanjutnya, berdasarkan Akta Notaris Selam Bastomi, S.H., No. 17 tanggal 14 Desember 2006, para pemegang saham GL menyetujui pemindahan 5% kepemilikan atau 125 saham GL kepada Perusahaan berdasarkan perjanjian jual beli saham tanggal 3 November 2006 dengan harga Rp155.000.000.
2. IKHTISAR
KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan peraturan
Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan
konsep akrual, kecuali laporan arus kas dan diukur dengan konsep biaya historis (biaya
perolehan), kecuali persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan
dan nilai realisasi bersih.
Laporan arus kas konsolidasi menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas dan setara
kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari
aktivitas operasi disajikan dengan menggunakan metode langsung (direct method).
Mata uang pelaporan yang digunakan adalah Rupiah.
b. Prinsip
Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan anak perusahaan
yang dimiliki lebih dari 50%, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana
dijelaskan pada Catatan 1d.
Kepemilikan pemegang saham minoritas atas ekuitas anak perusahaan disajikan sebagai “Hak
Minoritas atas Aktiva Bersih Anak Perusahaan” dalam neraca konsolidasi. Kerugian yang menjadi
bagian dari pemegang saham minoritas pada suatu anak perusahaan dapat melebihi bagiannya
dalam ekuitas anak perusahaan. Kelebihan tersebut dan kerugian lebih lanjut yang menjadi
bagian pemegang saham minoritas, harus dibebankan pada pemegang saham mayoritas, dan
tidak diakui sebagai aktiva, kecuali terdapat kewajiban yang mengikat pemegang saham minoritas
untuk menutup kerugian tersebut dan pemegang saham minoritas mampu memenuhi
kewajibannya. Apabila pada periode selanjutnya, anak perusahaan melaporkan laba, maka laba
tersebut harus terlebih dahulu dialokasikan kepada pemegang saham mayoritas sampai seluruh
bagian kerugian pemegang saham minoritas yang dibebankan kepada pemegang saham
mayoritas dapat dipenuhi.
Semua transaksi antar perusahaan dalam jumlah material telah dieliminasi.
c. Setara
Kas
Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan
dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman diklasifikasikan sebagai “Setara Kas”.
d. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa
sebagaimana yang dimaksud dalam PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa”. Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan harga dan persyaratan normal sebagaimana
dengan pihak ketiga maupun tidak, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
konsolidasi.
2. IKHTISAR
KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
e. Penyertaan
saham
Penyertaan saham dengan pemilikan Grup, baik secara langsung dan/atau tidak langsung,
melalui anak perusahaan dengan hak suara antara 20% sampai dengan 50% dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas. Dengan metode ekuitas, penyertaan dinyatakan sebesar biaya
perolehan penyertaan saham ditambah atau dikurangi dengan bagian pemilikan Grup atas laba
atau rugi bersih perusahaan asosiasi sejak tanggal akuisisi dan dikurangi dengan distribusi laba
(kecuali dividen saham) yang diterima. Bagian atas laba atau rugi bersih disesuaikan dengan
jumlah amortisasi secara garis lurus selama 5 tahun atas selisih antara biaya perolehan
penyertaan saham dan bagian pemilikan Grup atas nilai wajar aktiva bersih pada tanggal
perolehan (goodwill).
Sebaliknya, jika Perusahaan memiliki, baik langsung maupun tidak langsung melalui anak
perusahaan, kurang dari 20% hak suara, maka investasi dicatat dengan menggunakan metode
biaya.
Perusahaan asosiasi tersebut meliputi:
Persentase Pemilikan Langsung
Perusahaan Domisili Kegiatan Usaha 30 Juni
2007 30 Juni 2006 Tahun Operasi Komersial % % PT Multi Guna Gas
(MuGG)
Jakarta Perdagangan gas industri
19 51 2003
Anak perusahaan yang tidak dikonsolidasikan akibat pengendalian dimaksudkan untuk sementara
atau anak perusahaan dibatasi oleh suatu restriksi jangka panjang sehingga mempengaruhi
secara signifikan kemampuannya dalam mentransfer dana kepada Perusahaan dipertanggung
jawabkan oleh Perusahaan sesuai dengan PSAK No. 13, “Akuntansi untuk Investasi”. Investasi
tersebut meliputi:
Persentase Pemilikan Langsung
Perusahaan Domisili Kegiatan Usaha 30 Juni 2007 31 Juni 2006 Tahun Operasi Komersial % % PT Mitra Guna Gas (MiGG)
Jakarta Perdagangan gas industri
- 51 1997
Berdasarkan Akta Notaris Selam Bastomi, S.H., No. 1 tanggal 4 April 2005, pemegang saham
MiGG telah menyetujui untuk membubarkan MiGG efektif sejak tanggal 1 April 2005 dan
menunjuk serta memberi kuasa kepada Haris Subesar untuk bertindak sebagai likuidator. Pada
tanggal 14 November 2006, Perusahaan telah menerima seluruh nilai penyertaan Perusahaan
atas aktiva bersih MiGG.
f. Penyisihan Piutang Ragu-ragu
Grup menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan
akun piutang masing-masing pelanggan pada tanggal neraca.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
g. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi
bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan perusahaan-perusahaan yang
bergerak di bidang perdagangan dan distribusi barang-barang teknik serta industri cetakan dan
kawat las ditentukan dengan metode “masuk pertama, keluar pertama (FIFO)” untuk persediaan
bahan baku serta metode rata-rata tertimbang untuk persediaan barang dalam proses dan barang
jadi. Persediaan barang jadi divisi Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan gas pada 30
Juni 2007 dan 30 Juni 2006 MuGG, anak perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan gas
industri ditentukan dengan metode “masuk pertama, keluar pertama (FIFO)”.
Grup menetapkan penyisihan persediaan usang berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi
persediaan pada akhir tahun.
h. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan metode garis lurus.
i. Aktiva
Tetap
Aktiva tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Aktiva
tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana
4 - 30
Mesin dan peralatan
4 - 16
Tabung gas
8 dan 16
Kendaraan bermotor
4 - 8
Perabot dan perlengkapan kantor
4 - 8
Biaya perbaikan dan pemeliharaan aktiva tetap dibebankan pada laporan laba rugi pada saat
terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan yang memenuhi kriteria
sebagaimana diatur dalam PSAK No. 16, “Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain” dikapitalisasi ke akun
aktiva tetap yang bersangkutan. Aktiva tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual,
biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang
bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi tahun yang
bersangkutan.
Nilai yang dapat diperoleh kembali atas aktiva akan dikaji ulang setiap terjadi peristiwa atau
perubahan keadaan yang memberikan indikasi bahwa nilai tercatat mungkin tidak dapat
sepenuhnya dipulihkan. Apabila terjadi penurunan nilai aktiva, maka kerugian atas penurunan nilai
aktiva dibukukan pada laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.
Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan
dipindahkan ke masing-masing akun aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dikerjakan
dan siap digunakan.
2. IKHTISAR
KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
j.
Sewa Guna Usaha
Perusahaan mencatat transaksi sewa guna usaha menurut kriteria yang ditetapkan dalam PSAK
No. 30, “Akuntansi Sewa Guna Usaha”. Berdasarkan PSAK tersebut, transaksi sewa guna usaha
digolongkan sebagai sewa guna usaha pembiayaan (finance lease), apabila memenuhi semua
kriteria berikut ini:
i. Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aktiva tetap yang
disewagunausahakan pada akhir masa sewa guna usaha dengan harga yang telah disetujui
bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa guna usaha.
ii. Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai
sisa mencakup pengembalian harga perolehan barang modal yang disewagunausahakan
serta bunganya, yang merupakan keuntungan perusahaan sewa guna usaha (full payout
lease).
iii. Masa sewa guna usaha minimum 2 (dua) tahun.
Transaksi sewa guna usaha yang tidak memenuhi salah satu kriteria tersebut di atas
dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease).
Aktiva dan kewajiban sewa guna usaha dicatat sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa
guna usaha ditambah nilai sisa (harga opsi). Aktiva sewa guna usaha disusutkan dengan metode
garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis yang sama dengan aktiva tetap -
pemilikan langsung sejenis.
k. Akuntansi untuk Akuisisi
Akuisisi dari pihak ketiga dicatat dengan metode pembelian. Dalam menerapkan metode
pembelian, aktiva dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal
akuisisi. Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aktiva bersih
anak perusahaan yang diakuisisi yang dapat diidentifikasikan dibukukan sebagai goodwill dan
diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama lima tahun. Jika biaya perolehan
lebih rendah dari bagian Perusahaan atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat
diidentifikasikan yang diakuisisi pada tanggal transaksi, maka nilai wajar aktiva non-moneter yang
diakuisisi harus diturunkan secara proporsional, sampai seluruh selisih tersebut tereliminasi. Sisa
selisih yang belum dieliminasi setelah nilai wajar aktiva non-moneter sudah diturunkan seluruhnya
diakui sebagai goodwill negatif, dan diperlakukan sebagai pendapatan ditangguhkan dan diakui
sebagai pendapatan dengan menggunakan metode garis lurus selama 20 tahun.
Akuisisi antara perusahaan dalam Grup dilaporkan sebagai restrukturisasi perusahaan dalam
entitas sepengendali (seperti penyatuan kepentingan) dengan mempertimbangkan bahwa
perusahan-perusahaan tersebut berada di bawah manajemen dan kepemilikan yang sama.
Berdasarkan metode penyatuan kepentingan, nilai pembelian aktiva dan kewajiban anak
perusahaan diukur sebesar nilai buku pada tanggal akuisisi. Selisih lebih antara biaya perolehan
dan bagian Perusahaan atas nilai buku aktiva bersih anak perusahaan yang diakuisisi dibukukan
sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali“.
2. IKHTISAR
KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diakui pada saat barang diserahkan atau jasa diterima pelanggan dan hak
kepemilikan berpindah ke pelanggan. Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang
bersangkutan (accrual basis).
m. Imbalan Kerja Karyawan
Grup mencatat kewajiban imbalan kerja karyawan yang tidak didanai sesuai dengan
Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang ketenagakerjaan (“Undang-Undang-undang”
).
Pada bulan Juni 2004, Ikatan Akuntan Indonesia menerbitkan revisi PSAK No. 24 (Revisi 2004),
“Imbalan Kerja”. Pernyataan ini mewajibkan Grup untuk mengakui seluruh imbalan kerja yang
diberikan melalui program atau perjanjian formal dan informal, peraturan perundang-undangan
atau peraturan industri, yang mencakup imbalan pasca kerja, imbalan kerja jangka pendek dan
jangka panjang lainnya, pesangon pemutusan kontrak kerja dan imbalan berbasis ekuitas.
Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), perhitungan estimasi kewajiban untuk imbalan kerja
karyawan berdasarkan Undang-undang ditentukan dengan menggunakan metode aktuarial
“Projected Unit Credit”. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau
beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir
tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini imbalan pasti pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui berdasarkan kelebihan yang ditetapkan di atas dibagi
dengan rata-rata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan. Beban jasa lalu dibebankan dengan
metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi hak atau vested.
Apabila imbalan tersebut vested segera setelah program imbalan pasti diperkenalkan atau
program tersebut diubah, Grup harus mengakui biaya jasa lalu pada saat itu juga.
Imbalan kerja jangka pendek seperti imbalan mobil yang diberikan melalui subsidi dihitung dengan
dasar yang tidak didiskontokan, ketika karyawan telah memberikan jasanya kepada Grup dalam
suatu periode akuntansi.
n. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan
ke dalam Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut.
Laba atau rugi kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasi
tahun yang bersangkutan.
Pada tanggal 30 Juni 2007 dan 30 Juni 2006, nilai tukar yang digunakan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2007
30 Juni 2006
Dolar
AS
9.054
9.300
Euro
Eropa
12.164
11.822
Dolar
Singapura
5.908
5.854
Yen Jepang
73.46 80.96
o. Pajak Penghasilan Badan
Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun yang bersangkutan.
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aktiva dan
kewajiban untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan pada setiap tanggal pelaporan.
Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh
besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat direalisasikan.
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
akan digunakan pada periode ketika aktiva direalisasi atau ketika kewajiban dilunasi berdasarkan
tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau yang secara substansial telah
diberlakukan pada tanggal neraca.
Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (“SKP”)
diterima atau, jika Grup mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut
telah ditetapkan.
p. Laba Bersih per Saham Dasar
Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang
jumlah saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan, yaitu sebesar 58.800.000 saham
pada tahun 30 Juni 2007 dan 30 Juni 2006.
q. Informasi
Segmen
Informasi segmen disusun dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan
penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha
dan tidak ada segmen sekunder yang dilaporkan karena seluruh perusahaan dalam Grup
beroperasi di Indonesia yang memiliki kesamaan kondisi ekonomi dan politik serta tidak memiliki
risiko khusus yang terdapat dalam operasi di wilayah tertentu.
Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk
atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan
komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.
r. Penggunaan
Estimasi
Penyusunan laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan
manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan
dalam laporan keuangan. Karena adanya ketidakpastian yang melekat dalam penetapan estimasi,
maka hasil sebenarnya yang akan dilaporkan di masa mendatang mungkin berbeda dari jumlah
yang diestimasi tersebut.
3. AKUISISI ANAK PERUSAHAAN DAN SEGMEN USAHA
Berdasarkan perjanjian jual beli tertanggal 20 Oktober 2005 antara Perusahaan dengan
PT Air Products Indonesia (API) , pihak ketiga, yang telah disahkan oleh Notaris Jana H. Waturangi
pada tanggal 3 Februari 2006, Perusahaan membeli segmen usaha berupa distribusi gas industri
untuk produk-produk oksigen cair, nitrogen cair, argon cair, hidrogen dan spesifik gas berikut
aktivanya. Pembelian sebagian bisnis dan aktiva API akan dilakukan dengan harga sebesar
US$3.225.000 ( setara dengan Rp 30.347.250.000 ). Dalam perjanjian tersebut, Perusahaan
menyetujui untuk menjual produk API dan API akan menyediakan pasokan untuk oksigen cair,
nitrogen dan argon selama 15 tahun. Transaksi ini telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 1 Februari 2006.
Perusahaan juga mengeluarkan biaya-biaya lain yang secara langsung dapat diatribusikan pada
akuisisi tersebut sebesar Rp 3.566.328.169. Nilai wajar aktiva yang dapat diindentifikasi yang
diakuisisi pada tanggal 7 Oktober 2005 sebesar Rp 31.629.100.000. Selisih lebih antara biaya
perolehan (termasuk biaya-biaya yang secara langsung dapat diatribusikan pada akuisisi tersebut)
dengan nilai wajar aktiva yang diperoleh dicatat sebagai penambahan goodwill sebesar Rp.
2.284.478.169.
Kas
1,170,414,798
482,532,972
Bank
Rupiah
PT. Bank Central Asia Tbk.
79,951,701
1,044,531,585
PT. Bank Negara Indonesia 46 ( Persero )
159,744,516
22,775,153
PT. Bank Niaga Tbk.
724,802,382
1,850,238,439
PT. Bank Mandiri ( Persero )
304,115,265
553,799,843
PT. Lippo Bank
314,803,707
516,770,890
The Bank of Tokyo Mitsubishi Ltd.
-
66,312,257
PT. Bank Century Intervest Corporation Tbk.
23,304,005
10,024,290
PT. Bank Century Permata Tbk.
530,011,598
55,011,586
PT. Bank Danamon Tbk.
299,948,037
875,696,424
Lain - lain
-
US Dollar
PT. Bank Mandiri ( Persero )
6,441,559
495,780,396
PT. Bank Niaga Tbk.
170,273,335
382,464,233
PT. Bank Century Intervest Corporation Tbk.
455,920,810
22,573,190
PT. Bank Central Asia Tbk.
-
49,171,800
PT. Lippo Bank
210,860,028
647,701,424
The Bank of Tokyo Mitsubishi Ltd.
335,986,394
1,584,052,224
PT. Bank Danamon Tbk.
196,568,244
36,384,186
Euro
PT. Bank Mandiri ( Persero )
90,448,077
243,907,679
PT. Bank Niaga Tbk.
105,432,653
309,314,463
PT. Bank Danamon Tbk.
231,485,193
17,763,765
Yen
PT. Bank Mandiri ( Persero )
33,807,376
94,966,607
The Bank of Tokyo Mitsubishi Ltd.
139,607,917
240,806,292
Sub Jumlah
5,583,927,595
9,602,579,698
Deposito berjangka dalam Dolar Amerika pada Bank Mandiri
dengan tingkat bunga 3.5% per tahun
633,780,000
-Deposito berjangka dalam Rupiah pada Bank Mandiri
dengan tingkat bunga 8.5% per tahun
10,000,000
2007
2006
Belum jatuh tempo
32,855,232,738
29,237,208,401
Telah jatuh tempo 01 sd 30 hari
6,888,308,196
6,808,209,037
31 sd 60 hari
2,976,681,739
4,973,812,962
61 sd 90 hari
2,997,885,556
5,732,411,646
> 90 hari
4,661,991,042
3,225,240,271
Jumlah
50,380,099,271
49,976,882,317
Dikurangi penyisihan piutang ragu - ragu
(1,862,146,658)
(1,490,869,513)
Jumlah bersih
48,517,952,613
48,486,012,804
Jumlah piutang usaha berdasarkan mata uang adalah :
2007
2006
Rupiah
45,212,925,932
40,491,519,639
US Dollar
1,917,158,424
3,891,665,538
Euro
3,069,936,246
4,953,082,164
Yen
180,078,669
640,614,976
Jumlah
50,380,099,271
49,976,882,317
Dikurangi penyisihan piutang ragu - ragu
(1,862,146,658)
(1,490,869,513)
Jumlah bersih
48,517,952,613
48,486,012,804
Mutasi penyisihan piutang ragu - ragu :
2007
2006
Saldo awal
1,824,032,923
1,490,869,513
Penambahan
38,113,735
-Penghapusan
-
Piutang usaha sebesar Rp 28 milyar dan Rp 28 milyar masing masing pada tanggal 30 Juni 2007 dan
2006, digunakan sebagai jaminan pinjaman dari PT. Bank Danamon Indonesia Tbk.( Catatan 12 )
6
PIUTANG LAIN-LAIN
2007
2006
Lain - lain
480,566,824
1,453,952,995
480,566,824
1,453,952,995
7
PERSEDIAAN
2007
2006
Bahan Baku
8,705,858,404
7,123,132,927
Barang Jadi
76,527,385,068
52,312,928,102
Barang Dalam Proses
3,078,371,606
2,771,996,622
Barang dalam perjalanan
6,275,600,318
861,854,480
Jumlah 94,587,215,396
63,069,912,131
Dikurangi penyisihan persediaan usang
(397,756,706)
(271,533,499)
Jumlah bersih
94,189,458,690
62,798,378,632
Persediaan sebesar Rp 72 milyar dan Rp 72 milyar masing masing pada tanggal 30 Juni 2007 dan 2006
di gunakan sebagai jaminan pinjaman dari PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. ( Catatan 12 )
Persediaan Perusahaan dan Anak Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko
kerugian lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 35 milyar untuk tahun 2007, dan sebesar
Rp 43 milyar untuk tahun 2006. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup menutupi
kemungkinan kerugian atas risiko yang mungkin di alami perusahaan dan anak perusahaan ( PT. Asuransi
Wahana Tata , PT. Asuransi Astra Buana , PT. Asuransi Adira Dinamika , PT. Bintang General Insurance,
PT. Sinar Mas , dan Asuransi Bumiputera dan asuransi PT. Tugu Pratama Indonesia ).
Piutang
Piutang direksi dan karyawan
3,034,092,306
3,397,422,057
Koperasi Sikarta
97,037,896
97,037,896
PT. Kayukania
255,977,000
255,977,000
Jumlah
3,387,107,202
3,750,436,953
Piutang kepada direksi dan karyawan merupakan pemberian pinjaman Perusahaan dan anak perusahaan
kepada direksi dan karyawan untuk pembelian kendaraan bermotor dan tidak dikenakan bunga yang akan
dilunasi melalui pemotongan gaji setiap bulannya.
9
PENYERTAAN SAHAM
Pada tanggal 9 Agustus 2005 , Perusahaan membeli saham PT. Genta Laras Semesta sebanyak 2000
lembar saham seharga Rp 2.000.000.000. sesuai dengan akta notaris Selam Bastomi SH Nomor 7 ter
tanggal 9 Agustus 2005.
Perusahaan telah menghentikan kegiatan usaha MiGG efektif sejak bulan Nopember 2003 sehubungan
dengan telah dialihkannya seluruh kegiatan usaha dan karyawan MiGG kepada PT. Multi guna Gas
( MuGG ), anak perusahaan. Kegiatan MiGG secara ber angsur-angsur hanya mengalihkan aktiva MiGG
ke MuGG dengan harga pasar.
Pada tanggal 4 April 2005, pemegang saham PT. Mitra Guna Gas ( MiGG ) telah menyetujui untuk mem
bubarkan MiGG. Dengan keputusan likuidasi tersebut, laporan keuangan MiGG per 31 Desember 2004
tidak dikonsolidasikan , dan bagian perusahaan atas aktiva bersih MiGG pada tanggal tersebut sebesar
Rp 354.661.014 dan pada tanggal 31 Maret 2006 sebesar Rp 554.973.070. Dan pada tanggal 14 Nopember
2006 perusahaan telah menerima seluruh nilai penyertaan perusahaan atas aktiva bersih MiGG.
BIAYA PEROLEHAN Pemilikan langsung:
Hak atas tanah 11,369,615,652 - - 11,369,615,652 Bangunan dan prasarana 23,548,415,563 - - 23,548,415,563 Mesin dan peralatan 54,136,681,872 189,888,995 541,138,877 54,326,570,867 Kendaraan bermotor 6,605,736,980 74,009,000 229,458,304 6,450,287,676 Perabot kantor dan perlengkapan 12,826,810,307 449,732,807 - 13,276,543,114 Aktiva dalam penyelesaian 4,441,055,109 1,318,654,007 5,759,709,116 Sewa guna usaha :
Mesin dan peralatan 2,764,505,435 - - 2,764,505,435 Kendaraan bermotor 4,745,301,618 178,000,000 - 4,923,301,618
Jumlah 120,438,122,536 2,210,284,809 770,597,181 122,418,949,041
AKUMULASI PENYUSUTAN pemilikan langsung :
Hak atas tanah - - -
-Bangunan dan prasarana 7,252,523,525 1,632,772,137 - 8,885,295,662 Mesin dan peralatan 18,125,043,470 2,928,924,253 29,774,229 21,024,193,494 Kendaraan bermotor 3,480,271,327 389,426,774 85,752,875 3,869,698,101 Perabot kantor dan perlengkapan 5,743,994,239 709,808,462 - 6,453,802,701 Sewa guna usaha :
Mesin dan peralatan 870,362,718 342,792,110 - 1,213,154,828 Kendaraan bermotor 898,507,257 481,847,700 - 1,380,354,957
Jumlah 36,370,702,536 6,485,571,436 115,527,104 42,826,499,743
Nilai tercatat 84,067,420,000 79,592,449,298
01 Januari 2006 Penambahan Pengurangan 30 Juni 2006 BIAYA PEROLEHAN
Pemilikan langsung:
Hak atas tanah 4,495,386,670 7,165,850,282 - 11,661,236,952 Bangunan dan prasarana 12,510,773,294 8,792,137,000 - 21,302,910,294 Mesin dan peralatan 41,144,596,237 10,635,822,530 207,701,200 51,572,717,567 Kendaraan bermotor 8,649,683,857 722,813,911 60,000,002 9,312,497,766 Perabot kantor dan perlengkapan 7,047,689,555 5,105,330,872 - 12,153,020,427 Aktiva dalam pengerjaan 490,036,318 1,149,604,042 - 1,639,640,360 Sewa guna usaha :
Kendaraan bermotor 7,472,884,135 321,750,000 - 7,794,634,135 Mesin dan peralatan 3,219,078,439 494,250,000 - 3,713,328,439
Bangunan dan prasarana 5,967,994,283 693,872,251 - 6,661,866,534 Mesin dan peralatan 16,975,107,471 2,822,820,944 115,524,117 19,682,404,298 Kendaraan bermotor 4,882,848,713 848,161,882 28,750,000 5,702,260,595 Perabot kantor dan perlengkapan 4,810,582,831 692,628,055 - 5,503,210,886 Sewa guna usaha :
Kendaraan bermotor 889,804,747 286,145,197 - 1,175,949,944 Mesin dan peralatan 507,676,374 216,391,017 - 724,067,391
Jumlah 34,034,014,419 5,621,595,615 144,274,117 39,511,335,917
Nilai tercatat 50,996,114,086 79,638,650,023
Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut :
2007 2006
Beban pokok penjualan 2,933,359,730 1,781,152,346 Biaya operasi 3,552,211,706 3,840,443,269
Jumlah 6,485,571,436 5,621,595,615
Aktiva tetap digunakan sebagai jaminan hutang bank ( catatan 12 dan 17 ).
Aktiva tetap telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko kerugian lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 58 milyar untuk tahun 2007 dan Rp 52 milyar untuk tahun 2006.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aktiva yg dipertanggungkan pada PT. Asuransi Adira Dinamika , PT. Asuransi Wahana Tata dan PT. Asuransi Bina Dana Arta Tbk. PT. Asuransi Astra Buana , PT. Bintang General Insurance dan PT. Tugu Pratama Indonesia.
Penambahan ( Akuisisi bisnis API ) catatan 1d. 3 2,284,478,169 3,193,227,456
Pengurangan -
-3,060,580,111 3,969,329,398 Saldo
Akumulasi Amortisasi 755,131,839 181,090,453
Amortisasi tahun berjalan 396,932,941 343,712,482
Saldo 1,152,064,780 524,802,935
Bersih 1,908,515,331 3,444,526,463
12 HUTANG BANK
2007 2006
PT. Bank Danamon Indonesia Tbk.
Pinjaman modal kerja 56,000,000,000 47,000,000,000 Pinjaman letter of credit 6,025,065,146 1,848,991,324
Pinjaman Rekening koran 13,579,373,829
-Jumlah 75,604,438,975 48,848,991,324
PT. Bank Danamon Indonesia Tbk ( Danamon )
Pada tanggal 26 Juni 2006, Perusahaan , AA , TAS , anak perusahaan , memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja jangka pendek masing-masing sebesar Rp 35,000.000.000 , Rp 15.000.000.000 , dan Rp 10.000.000.000 , dan dikenakan bunga pinjaman sebesar bunga Sertifikat Bank Indonesia ( SBI ) satu bulan dibagi 0,918 ditambah 1,25% per tahun , jika bunga pinjaman dari Lembaga Penjamin Simpanan ( LPS ) lebih besar dari bunga SBI maka yang digunakan bunga pinjaman LPS . Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 25 Juni 2009 .
Disamping itu,Perusahaan , AA , TAS , GLS , TSM , TASM , anak perusahaan juga memperoleh fasilitas pinjaman overdraft sebesar Rp 15.000.000.000 , yaitu Perusahaan memperoleh pinjaman sebesar Rp 5.000.000.000 , sedangkan AA , TAS , GLS , TSM dan TASM , anak perusahaan masing-masing memperoleh pinjaman sebesar Rp 2.000.000.000 , dan dikenakan bunga pinjaman sebesar bunga SBI satu bulan ditambah 3% per tahun .Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 25 Juni 2009 .
Perusahaan , dan AA , TAS , GLS , TSM dan TASM , anak perusahaan juga memperoleh fasilitas LC atas unjuk , LC berjangka / SKBDN , dan TR / UPAS , sebesar Rp 32.500.000.000 , yaitu masing-masing untuk Perusahaan Rp 5.000.000.000 , AA Rp 10.000.000.000 , TAS Rp 15.000.000.000 , sedangkan untuk GLS , TSM dan TASM, masing-masing sebesar Rp 5.000.000.000 , dengan jangka waktu 180 hari , dan dikenakan bunga sebesar bunga SIBOR / SBI satu bulan ditambah 2,75% per tahun .Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 25 Juni 2009 .
US$ 750,000 dan US$ 750,000 , GLS , sebesar US$ 100,000 dan US$ 150,000 , TSM , sebesar US$ 100,000 dan US$ 200,000 , dan TASM , sebesar US$ 100,000 dan US$ 150,000 , dengan jangka waktu sampai dengan 6 bulan .
Jaminan untuk seluruh fasilitas pinjaman Perusahaan , dan AA , TAS , GLS , TSM dan TASM , anak peru sahaan tersebut diatas adalah sama dengan jaminan untuk hutang jangka panjang, sebagaimana dijelaskan pada catatan 17 .
13 HUTANG USAHA
Rincian hutang usaha berdasarkan mata uang adalah :
2007 2006 Rupiah 16,915,735,609 15,032,324,253 US Dollar 8,289,457,062 5,710,767,393 Euro 17,823,931,416 3,487,620,164 Yen - 2,356,437,952 Jumlah 43,029,124,087 26,587,149,762
Rincian hutang usaha berdasarkan umur hutang adalah :
2007 2006
Belum jatuh tempo 24,569,557,416 12,976,894,869
Telah jatuh tempo 01 sd 30 hari 6,128,959,960 5,061,339,310 31 sd 60 hari 6,002,936,217 3,737,077,018 61 sd 90 hari 2,452,145,564 2,159,905,423 > 90 hari 3,875,524,930 2,651,933,142
Jumlah 43,029,124,087 26,587,149,762
Hutang usaha merupakan hutang yang timbul dari pembelian barang dagang, bahan baku utama dan bahan pembantu.
14 HUTANG LAIN-LAIN
2007 2006
Pihak ketiga :
Uang jaminan pelanggan 408,464,800 989,232,162
Uang muka pelanggan 1,061,246,561 1,085,982,491
Hutang kepada PT. Air Product Indonesia - 3,852,929,530
Lain - lain 373,679,334 725,438,807
Jumlah 1,870,232,895 6,733,710,590
Hutang kepada PT. Air Product Indonesia merupakan hutang atas pengalihan piutang dan stock .
15 PERPAJAKAN
a. Hutang pajak terdiri dari :
2007 2006 Pajak penghasilan Pasal 21 962,290,040 557,189,417 Pasal 23 371,295,289 501,998,964 Pasal 25 36,239,100 1,848,705,912 Pasal 29 70,673,693 245,317,425
Pajak Pertambahan Nilai 10,777,959 1,488,227,511
Jumlah 1,451,276,081 4,641,439,229
b. Taksiran beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi terdiri dari komponen adalah :
2007 2006
Tahun berjalan 1,845,590,311 2,688,450,668
Tangguhan 223,664,434 (1,862,004)
Jumlah 2,069,254,745 2,686,588,664
c. Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi dengan taksiran penghasilan kena pajak adalah :
2007 2006
Laba ( rugi ) sebelum pajak menurut laporan
laba ( rugi ) konsolidasi 3,387,967,113 4,601,877,900 Laba anak perusahaan sebelum pajak (2,034,652,482) (2,447,630,143)
Laba penjualan aktiva tetap (42,689,612) -Beda tetap : Representasi 8,335,332 11,576,850 Denda pajak 729,000 150,000 Lain - lain 47,965,260 59,216,370 Penghasilan sewa (791,008,200) (456,785,000) Penghasilan bunga (143,331,650) (84,263,294)
Laba kena pajak ( rugi fiscal ) perusahaan 610,776,244 1,690,349,364
Rugi Pajak tahun 2006 (4,114,690,049)
-Laba kena pajak ( rugi fiscal ) perusahaan (3,503,913,805) 1,690,349,364
Perhitungan beban pajak tahun berjalan Perusahaan adalah :
2007 2006
10% x Rp 50.000.000. - 5,000,000
15% x Rp 50.000.000. - 7,500,000
30% x Rp 1.590.349.000. - 477,104,700
Jumlah - 489,604,700
Rincian beban pajak dan hutang pajak tahun berjalan adalah
2007 2006
Perusahaan - 489,604,700
Anak perusahaan 1,845,590,311 2,198,845,968
jumlah 1,845,590,311 2,688,450,668
Perusahaan
Dikurangi pembayaran pajak dimuka
Fiskal 2,000,000
-Pasal 22 231,133,626 140,789,767
Pasal 23 58,920,047 224,283,977
Jumlah 292,053,673 365,073,744
Tagihan pajak tahun berjalan :
Tahun 2007 292,053,673
-Tahun 2006 952,620,975
-Tahun 2005 754,608,828
-Jumlah 1,999,283,476
Jumlah 3,021,239,707 1,395,283,357
Tagihan pajak tahun berjalan anak perusahaan 1,211,888,496 920,612,345 Tagihan lebih bayar pajak Th. 2006 1,224,402,967
Tagihan lebih bayar pajak Th. 2005 1,139,897,541 Hutang pajak tahun berjalan anak perusahaan 36,239,100 1,724,174,956
Hutang pajak tahun berjalan Perusahaan dan
anak perusahaan 36,239,100 1,848,705,912
Tagihan pajak Perusahaan dan anak perusahaan 4,435,574,939 2,060,509,886
Pajak Tangguhan
2007 2006
Perusahaan :
Laba penjualan aktiva tetap (12,806,884)
-Akumulasi rugi fiskal 183,232,873
-Beban sewa guna usaha (10,815,097) 8,207,975
Penyusutan 50,420,378 (14,027,882)
Beban bunga 22,323,940 (4,446,380)
Sewa dan asuransi (8,690,777) 8,404,281
223,664,434 (1,862,006)
Anak perusahaan -
-Jumlah pajak tangguhan bersih 223,664,434 (1,862,006)
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan anak perusahaan adalah :
2007 2006
Aktiva pajak tangguhan Perusahaan
Akumulasi rugi fiskal 1,051,174,142
Persediaan 1,147,881,917 838,067,642
Piutang usaha 228,891,203 140,578,290
Kewajiban Imbalan paska kerja 457,560,639 579,228,050 Penurunan nilai aktiva 432,000,000 432,000,000
Sewa guna usaha (278,104,310) 132,106
Aktiva tetap (119,584,195) 93,842,322
Sewa dan asuransi 8,690,777 (8,404,281)
2,928,510,174 2,075,444,129 Anak perusahaan
PT. Alpha Austenite 715,055,284 790,916,776
PT. Tanah Sumber Makmur 476,220,617 444,244,380 PT. Tira Andalan Steel 527,951,209 455,588,991
PT. Genta Laras Semesta 12,725,356 15,829,937
PT. Multi Guna Gas - 811,383,215
2007 2006
Transfortasi , pemasaran, dan biaya operasional lainnya 2,621,007,668 4,281,775,652
Bunga 119,402,676 3,161,482
Jumlah 2,740,410,344 4,284,937,134
17 HUTANG JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang terdiri dari :
2007 2006
Bank
PT. Bank Danamon Tbk. 34,000,000,000 37,500,000,000
Jumlah 34,000,000,000 37,500,000,000
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam setahun
Bank 11,500,000,000 0
Jumlah 11,500,000,000 0
Bagian jangka panjang 22,500,000,000 37,500,000,000
PT. Bank Danamon Indonesia Tbk ( Danamon )
Pada tanggal 26 Juni 2006, Perusahaan , AA , TAS , anak perusahaan , memperoleh fasilitas pinjaman jangka panjang sebesar Rp 37,500,000,000, yaitu untuk Perusahaan sebesar Rp 20,000.000.000 , AA , sebesar Rp 10.000.000.000 , dan TAS , sebesar Rp 7,500,000,000, dan dikenakan bunga pinjam an sebesar bunga SBI satu bulan dibagi 0,918 ditambah 1,25% per tahun , jika bunga pinjaman dari Lembaga Penjamin Simpanan ( LPS ) lebih besar dari bunga SBI maka yang digunakan adalah bunga pinjaman LPS , dan pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 25 Juni 2009 .
Seluruh fasilitas pinjaman Perusahaan ,dan AA , TAS , GLS , TSM dan TASM , anak perusahaan , tersebut diatas dari Danamon ( catatan 12 ) di jamin dengan :
- Hak atas tanah , Bangunan dan Mesin-mesin milik perusahaan dan anak perusahaan. - Gas Cylinders & VGL milik Perusahaan dan anak perusahaan .
- Jaminan Perusahaan meliputi persediaan dan piutang dagang masing-masing minimum sebesar Rp 12,500,000,000, dan sebesar Rp 4,500,000,000 .
- Jaminan AA , anak perusahaan meliputi persediaan dan piutang dagang masing-masing minimum sebesar Rp 7,500,000,000, dan sebesar Rp 5,500,000,000 .
- Jaminan TAS , anak perusahaan meliputi persediaan dan piutang dagang masing-masing minimum sebesar Rp 25,000,000,000, dan sebesar Rp 17,500,000,000 .
- Jaminan GLS , anak perusahaan meliputi persediaan dan piutang dagang masing-masing minimum sebesar Rp 4,000,000,000, dan sebesar Rp 1,500,000,000 .
- Jaminan TSM , anak perusahaan meliputi persediaan dan piutang dagang masing-masing minimum sebesar Rp 2,500,000,000, dan sebesar Rp 2,500,000,000 .
- Jaminan TASM , anak perusahaan meliputi persediaan dan piutang dagang masing-masing minimum sebesar Rp 2,250,000,000, dan sebesar Rp 1,500,000,000 .
lain dan menjaga ratio hutang berbanding modal ( leverage ratio ) sebesar jumlah tertentu .
18 HUTANG SEWA GUNA USAHA
Rincian hutang sewa guna usaha berdasarkan jatuh tempo pembayaran adalah :
2007 2006 Tahun 2006 - 2,385,634,846 Tahun 2007 1,236,878,735 2,351,441,527 Tahun 2008 1,536,575,765 642,281,825 Tahun 2009 556,799,771 62,720,250 Tahun 2010 32,953,500 -Jumlah 3,363,207,771 5,442,078,448
Beban bunga yang belum jatuh tempo (446,405,015) (791,324,579)
Nilai pokok pembayaran sewa guna usaha 2,916,802,756 4,650,753,869 Bagian yang jatuh tempo dalam setahun (945,407,640) (1,898,988,651)
Bagian jangka panjang 1,971,395,116 2,751,765,218
Rincian hutang sewa guna usaha berdasarkan lessor adalah :
2007 2006
PT. Oto Multiarta 375,143,730 408,558,777
PT. Astra Sedaya Finance 173,234,230 399,221,510 PT. Orix Indonesia Finance 938,933,950 326,264,206
PT. Bank Jasa Jakarta - 80,739,998
PT. Saseka Gelora Finance - 2,324,186,058
PT. GE Finance Indonesia - 92,707,465
PT. Bank Niaga Graha 114,219,500 248,169,573
UPJ BRI Finance 183,113,473
-PT. Indomobil Finance Indonesia 111,870,820 661,815,842 PT. Mitsui Leasing Capital Indonesia 35,881,235 69,355,352
PT. Bank Index Selindo 211,748,288
-B I I Finance 137,210,336
-PT. B F I Finance Leasing 131,272,332
-Lain - lain dibawah Rp 100.000.000. 504,174,862 39,735,088
Jumlah 2,916,802,756 4,650,753,869
Manajemen Perusahaan dan anak perusahaan menetapkan kebijakan untuk membeli kendaraan niaga dan Botol gas melalui sewa guna usaha ( capital lease ) . Jangka waktu sewa adalah 2 - 3 tahun dengan tingkat bunga efektif 18,5% - 21 % per tahun.Semua hutang sewa guna usaha didenominasi dalam rupiah yang dibayar setiap bulan dalam suatu jumlah tetap.
PT. Tekun Asas Sumber Makmur 1,420,430 1,398,286
PT. Alpha Austenite (120,075,155) 551,637,360
PT. Tira Andalan Steel 59,060,622 56,753,351
PT. Genta Laras Semesta 540,399,968 706,393,825
Jumlah 3,233,755,299 4,689,157,319
2007 2006
Hak Minoritas atas rugi ( laba ) bersih anak perusahaan
PT. Tanah Sumber Makmur 195,298,298 330,701,345
PT. Tekun Asas Sumber Makmur (59,191) (78,286)
PT. Alpha Austenite 271,731,780 317,791,343
PT. Tira Andalan Steel (41,255,625) (44,847,485) PT. Genta Laras Semesta (14,438,552) (106,811,031)
Jumlah 411,276,710 496,755,886
20 MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR
Modal Saham
Jumlah Persentase Jumlah modal saham kepemilikan disetor
PT. Mulia Dharma Sarana 25,000,000.00 42.517% 25,000,000,000 PT. Martensite Unggul 14,787,966.00 25.150% 14,787,966,000 PT. Widjayatunggal Sejahtera 14,752,734.00 25.090% 14,752,734,000 PT. Penta Widjaya Investindo 2,160,500.00 3.674% 2,160,500,000 Koperasi karyawan PT. Tira Austenite 14,900.00 0.025% 14,900,000
Johnny Santoso 7,000.00 0.012% 7,000,000
Toto Wahyudiyanto 3,500.00 0.006% 3,500,000
Hadi Gunawan 3,500.00 0.006% 3,500,000
Masyarakat 2,069,900.00 3.520% 2,069,900,000
Jumlah 58,800,000.00 100.00% 58,800,000,000
Jumlah Persentase Jumlah modal saham kepemilikan disetor
PT. Mulia Dharma Sarana 25,000,000.00 42.517% 25,000,000,000 PT. Martensite Unggul 14,787,966.00 25.150% 14,787,966,000 PT. Widjayatunggal Sejahtera 14,752,734.00 25.090% 14,752,734,000 PT. Penta Widjaya Investindo 2,160,500.00 3.674% 2,160,500,000 Koperasi karyawan PT. Tira Austenite 14,900.00 0.025% 14,900,000
Johnny Santoso 7,000.00 0.012% 7,000,000
Toto Wahyudiyanto 3,500.00 0.006% 3,500,000
Budhi Hendarto 3,500.00 0.006% 3,500,000
Hadi Gunawan 3,500.00 0.006% 3,500,000
2007
Nama pemegang saham
2006
Tambahan Modal Disetor
Tambahan modal disetor terdiri dari saldo tahun 1993 sebesar Rp 200.000.000. dan dari selisih antara harga penawaran umum terbatas atas 42.000.000 saham pada tahun 2000 dengan nilai nominal sebesar Rp 10.500.000.000 dikurangi dengan biaya emisi saham Rp 1.914.738.539 serta hasil kelebihan nilai pasar saham ESOP diatas nilai nominal tahun 2004 sebesar Rp 708.400.000.
21 PENJUALAN BERSIH
Rincian penjualan bersih menurut jenis produk adalah sebagai berikut :
2007 2006
Steel 40,879,600,814 36,227,172,977
Komponen elektronik 12,502,079,191 12,876,982,183
G a s 31,661,299,964 29,671,193,985
Mesin dan Suku Cadang 8,428,961,495 10,323,743,964
Peralatan 345,273,206 962,097,484
Electrode 4,604,016,056 4,961,956,484
Bronze 11,330,232,510 7,618,900,727
Jumlah 109,751,463,236 102,642,047,804
22 BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan menurut jenis produk adalah sebagai berikut :
2007 2006
Steel 23,478,759,659 18,940,367,702
Komponen elektronik 9,805,710,888 10,902,568,836
G a s 17,054,520,163 13,087,944,175
Mesin dan Suku Cadang 8,147,910,338 9,241,240,472
Peralatan 218,073,394 608,414,557
Electrode 2,742,171,614 2,444,232,004
Bronze 6,555,102,041 5,014,037,128
Jumlah 68,002,248,097 60,238,804,874
Perhitungan Harga Pokok Penjualan sbb :
Saldo awal Persediaan Bahan Baku 8,492,632,897 6,231,035,022
Pembelian Bahan Baku 14,747,842,211 15,439,328,131
Bahan Baku Yang Tersedia 23,240,475,108 21,670,363,153 Saldo akhir Persediaan Bahan Baku (8,705,858,404) (7,123,132,927)
Bahan Baku Yang digunakan 14,534,616,704 14,547,230,226
Tenaga kerja langsung 3,079,428,646 2,901,711,913
Biaya Pabrikasi 6,629,400,316 6,633,495,841
Total Biaya Produksi 24,243,445,666 24,082,437,980
Persediaan Barang Dalam Proses Awal 3,822,959,907 3,848,960,435 Persediaan Barang Dalam Proses Akhir (3,078,371,606) (2,771,996,622)
Persediaan Barang Jadi Akhir (78,889,477,989) (52,312,928,102)
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 15,973,047,062 14,081,972,748
Komisi penjualan 947,819,154 937,585,356
Perjalanan 1,075,560,399 1,232,860,115
Telepon dan telex 1,186,509,519 1,155,618,674
Penyusutan aktiva tetap 3,552,211,706 3,840,443,269 Pengangkutan dan pengemasan 1,794,120,274 1,897,555,736 Perbaikan dan pemeliharaan 1,238,263,255 1,018,254,738 Iklan , pameran dan promosi 217,384,684 227,343,773
Listrik dan energi 1,155,566,473 1,504,129,468
Perlengkapan kantor 825,999,156 751,077,143
Sewa dan amortisasi 334,421,127 411,045,008
Penggantian dan denda 116,019,731 94,557,771
Representasi 154,066,991 177,024,668
Honorarium tenaga ahli 832,281,580 891,011,568
Beban bank 172,547,585 389,992,628
Pajak dan perijinan 421,334,313 285,226,364
Asuransi 297,460,769 320,073,178
Pendidikan dan latihan 54,043,969 55,236,281
Lain - lain 807,607,166 532,992,795
Jumlah 31,156,264,913 29,804,001,281
24 BEBAN BUNGA
Akun ini merupakan beban bunga dari :
2007 2006
Bank 6,510,514,596 6,504,659,560
Sewa guna usaha 492,809,005 512,121,580
Lain - lain -
-Jumlah 7,003,323,601 7,016,781,140
25 LABA PER SAHAM
Berikut ini adalah data yang digunakan untuk menghitung laba per saham :
2007 2006
Laba bersih untuk perhitungan laba per saham dasar 1,729,989,078 2,412,045,122
Jumlah saham
Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk perhitungan laba persaham dasar adalah sebesar 58.800.000 lembar untuk 2006 dan 2005.
26 IMBALAN PASKA KERJA
Kewajiban imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 / 2003 didasarkan pada perhitungan aktuaris yang dilakukan oleh PT. Bumi Darma Aktuaria, aktuaris independen Penilaian aktuaris dilakukan dengan metode " Projected Unit credit " , dengan asumsi yang digunakan
untuk tingkat diskonto = 10% , tingkat kenaikan gaji = 8% -10% ,Tabel mortalita CSO-80 , tingkat pengunduran diri 4% - 5% dan umur pensiun = 55 tahun.
Kewajiban imbalan pasca kerja di neraca tahun 2007 dan 2006 adalah masing-masing Rp 7.984.522.557 dan Rp 7.913.716.179.
Perusahaan yang sebahagianpengurus atau manajemennyasama dengan perusahaan dan anak perusahaan adalah Koperasi Sikarta
Transaksi hubungan istimewa
Dalam kegiatan usahanya Perusahaan dan anak perusahaan melakukan transaksi tertentu diluar usaha lainnya dengan pihak hubungan istimewa , seperti yang telah di ungkapkan pada catatan 5 .
28 INFORMASI SEGMEN USAHA
Sejak tanggal 1 Januari 2002 , Perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ( PSAK ) No. 5 revisi 2000 tentang pelaporan segmen.
a. Segmen Usaha
Untuk tujuan pelaporan manajemen , Perusahaan dan anak perusahaan mengklarifikasi usahanya menjadi tiga segmen usaha , yaitu :
1 Perdagangan dan distribusi barang-barang teknik 2 Industri cetakan dan kawat las
3 Perdagangan gas industri
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha :
2007 2006
Perdagangan dan distribusi barang-barang teknik 62,882,505,566 54,513,751,764 Industri cetakan dan kawat las 27,270,301,616 28,255,942,568 Perdagangan gas industri 31,661,299,964 33,450,018,985
Jumlah 121,814,107,146 116,219,713,317
Eliminasi (12,062,643,910) (13,577,665,513)
Konsolidasi 109,751,463,236 102,642,047,804
2007 2006
Perdagangan dan distribusi barang-barang teknik 8,507,757,575 9,703,529,860 Industri cetakan dan kawat las (1,931,246,870) (808,938,141) Perdagangan gas industri 3,181,066,962 3,847,011,006
Jumlah 9,757,577,667 12,741,602,725
Eliminasi 835,372,559 (142,361,076)
Konsolidasi 10,592,950,226 12,599,241,649
Penjualan bersih
Laba sebelum pajak 3,387,967,113 4,601,877,900
Pajak penghasilan (2,069,254,745) (2,686,588,664)
Laba sesudah pajak 1,318,712,368 1,915,289,236
2007 2006
Perdagangan dan distribusi barang-barang teknik 172,404,036,675 160,856,082,664 Industri cetakan dan kawat las 53,540,908,032 55,404,050,711 Perdagangan gas industri 72,426,801,378 77,304,305,785
Jumlah 298,371,746,085 293,564,439,160
Eliminasi (51,264,053,168) (71,280,186,217)
Konsolidasi 247,107,692,917 222,284,252,943
2007 2006
Perdagangan dan distribusi barang-barang teknik 99,387,406,390 99,846,742,571 Industri cetakan dan kawat las 50,101,936,079 44,134,956,220 Perdagangan gas industri 43,021,224,028 47,426,662,956
Jumlah 192,510,566,497 191,408,361,747
Eliminasi (22,913,758,802) (50,197,514,606)
Konsolidasi 169,596,807,695 141,210,847,141
2007 2006
Perdagangan dan distribusi barang-barang teknik 1,314,772,068 456,523,700 Industri cetakan dan kawat las 197,758,995 1,944,055,890 Perdagangan gas industri 697,753,746 31,986,979,047
Jumlah 2,210,284,809 34,387,558,637
Eliminasi -
-Konsolidasi 2,210,284,809 34,387,558,637
2007 2006
Perdagangan dan distribusi barang-barang teknik 690,008,654 504,962,612 Industri cetakan dan kawat las 2,410,592,719 2,359,277,594 Perdagangan gas industri 3,384,970,063 2,757,355,409
Jumlah 6,485,571,436 5,621,595,615
Kewajiban Segmen
Jumlah pengeluaran modal
Jumlah penyusutan Aktiva Segmen
Cilacap , Makasar ).
Berikut ini jumlah penjualan Perusahaan dan anak perusahaan berdasarkan pasar geografis tanpa memperhatikan tempat diproduksinya barang :
2007 2006 Wilayah Barat 13,614,186,702 14,878,142,454 Wilayah Tengah 70,084,694,490 80,604,512,180 Wilayah Timur 38,115,225,954 20,737,058,683 Jumlah 121,814,107,146 116,219,713,317 Eliminasi (12,062,643,910) (13,577,665,513) Konsolidasi 109,751,463,236 102,642,047,804 2007 2006 Wilayah Barat 11,320,115,572 8,216,786,370 Wilayah Tengah 246,082,636,643 250,156,690,349 Wilayah Timur 40,968,993,870 35,190,962,441 Jumlah 298,371,746,085 293,564,439,160 Eliminasi (51,264,053,168) (71,280,186,217) Konsolidasi 247,107,692,917 222,284,252,943
29 AKTIVA DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 30 Juni 2007 dan 2006, Perusahaan memiliki aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing sebagai berikut :
Mata uang asing Setara Rupiah Aktiva :
Kas dan setara kas : US$ 151,982.59 1,376,050,370 EUR 35,134.62 427,365,923 JPY 2,360,676.47 173,415,293
Piutang usaha US$ 211,747.12 1,917,158,424
EUR 252,385.69 3,069,936,246 JPY 2,451,384.00 180,078,669
Jumlah aktiva 7,144,004,926
Kewajiban :
Hutang usaha US$ 915,557.44 8,289,457,062
EUR 1,465,341.58 17,823,931,416
Jumlah kewajiban 26,113,388,478
Nilai tercatat aktiva segmen
2007
JPY 4,147,392.53 335,772,899
Piutang usaha US$ 418,458.66 3,891,665,538
EUR 418,964.15 4,953,082,164 JPY 7,912,734.39 640,614,976
Jumlah aktiva 13,610,248,937
Kewajiban :
Hutang usaha US$ 614,061.01 5,710,767,393
EUR 295,005.77 3,487,620,164 JPY 29,106,200.00 2,356,437,952
Jumlah kewajiban 11,554,825,509
Jumlah aktiva ( kewajiban ) bersih 2,055,423,428
Pada tanggal 30 Juni 2007 dan 2006 , kurs konversi yang digunakan Perusahaan adalah :
2007 2006 Mata uang
1 US$
9,054.00 9,300.001 EUR
12,163.67 11,822.211 SIN$
5,908.31 5,853.751 SEK
1,317.48 1,280.811 JPY
73.46 80.9630 PENYAJIAN DAN PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Manajemen perusahaan bertanggung jawab terhadap penyajian laporan keuangan konsolidasi bulan Juni 2007 dan 2006 yang telah di selesaikan dan disetujui oleh dewan direksi pada tanggal 23 Juli 2007