ANALISA KEBUTUHAN
Teks penuh
(2)
(3). . Kebutuhan fungsional yang harus ada dalam sistem yang akan dibuat ini adalah sebagai berikut: 1. Sistem harus dapat meningkatkan akurasi laporan terhadap stock barang. 2. Sistem harus dapat menangani proses penjualan dalam pemberian harga barang yang relevan kepada konsumen. 3. Sistem harus dapat menangani membantu dalam kegiatan pengendalian dan pengawasan 4. Sistem harus dapat meningkatkan proses pelaporan secara cepat dan akurat. 5. Sistem mebantu dalan proses pelayanan yang cepat terhadap konsumen.
(4)
(5)
(6). . Kebutuhan nonfungsional adalah kebutuhan tambahan yang tidak memiliki input, proses, dan output. Namun demikian, kebutuhan nonfungsional ini sebaiknya dipenuhi, karena akan sangat menentukan apakah sistem ini akan digunakan ¬ atau tidak. Kebutuhan nonfungsional ini dapat dikategorikan berdasarkan PIECES .. Berdasarkan nya, sistem diharapkan dapat. mempersingkat waktu yang. dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan, semakin besar
(7) ¬ ¬
(8) yang dapat dihasilkan. Peningkatan kecepatan dan
(9) ¬ ¬
(10) ini diharapkan dapat terjadi pada semua proses/pekerjaan. Besarnya peningkatan ini tergantung pada jenis proses/pekerjaannya. Peningkatan kecepatan dan
(11) ¬ ¬
(12) untuk beberapa proses dapat dilihat pada
(13)
(14)
(15) pada pembahasan sebelumnya. Selain itu, dengan di bangunnya sistem baru, akurasi terhadap pengelolaan stock obat menjadi tepat.. Kebutuhan nonfungsional berdasarkan
(16) dari PIECES adalah terintegrasinya data, terutama dalam penyampaian informasi untuk harga barang yang telah.
(17) ditetapkan kepada konsumen. Degan eadanya integrasi data ini diharapkan pengelolaan data tersebut akan lebih mudah dan cepat, terutama dalam penetepan harga obat. Sistem yang baru juga diharapkan dapat mencegah terjadinya ¬ data dan dapat menjaga akurasi dan konsistensi data. Akurasi dan konsistensi data sangat dibutuhkan untuk mencegah kesalahan penetapan harga obat. Akurasi data dapat dijaga dengan meminimalisasi terjadinya kesalahan dalam pencatatan, sedangkan konsistensi dapat dijaga dengan perancangan dan implementasi
(18) yang baik. Penetapan harga barang dikelola oleh apoteker pengelola apotek Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian kepada beberapa apoteker pengelola apotek yang ertindak sebagai user.. Kebutuhan nonfungsional dari segi ekonomi adalah lambannya dalam pengelolaan data sehingga mempengaruhi dalam proses pelaporan data. Dalam proses pengelolaan data untuk menghasilkan sebuah laporan yang akurat terkadang terjadi kesalahan akibat sistem yang belum terkomputerisasi. Antara pendataan barang dan pelaporan terkadang tidak seimbang (balance) yang mengakibatkan terjadinya selisih. Dari segi ekonomi, hal ini membuat suatu kerugian apabila laporan tidak akurat. Selain itu, penggunaan kertas yang berlebihan akibat proses pencatatan yang sering terjadi kesalahan dan juga pemborosan tempat pada media penyimpanan.. Kebutuhan nonfungsional dari segi pengontrolan sistem yang diinginkan ¬ antara lain adalah pengendalian dan pengawasan terhadap kinerja dan pengelolaan data beserta stock barang di apotek abadi. Belum adanya sistem yang saling terintegrasi mengakibatkan kurangya pengawasan yang baik untuk apotek ini. Pemilik apotek yang merupakan pemilik sistem sulit untuk mengendalikan data. Hal ini juga berhubungan langsung dengan stock obat yang tersedia di apotek. Stock obat yang masih dengan metode pencatatan sulit untuk dikendalikan. Akibatnya, sering terjadi kesalahan yang disebabkan oleh manusia (human error) seperti lupa mencatat, duplikasi pencatatan, dan sebagainya. Dengan adanya sistem ini, diharapkan kontrol dan pengawasan terhadap data di Apotek Abadi ini dapat berjalan baik dan menghindari kekosongan terhadap stock barang.. Kebutuhan dari segi yaitu dalam proses pengolahan data untuk transaksi penjualan dan pengelolaan stock barang yang sering terjadi duplikasi data. Melalui sistem yang dibuat, efesiensi dan akurasi terhadap data akan terwujud dan mampu memperbaiki kinerja di apotek yang sebelumnya masih menggunakan sistem yang belum terkomputerisasi..
(19) Dari segi , sistem diharapkan memiliki tampilan yang ¬ , yaitu dengan menggunakan GUI. Tampilan yang ¬ dapat memudahkan ¬ dalam mempelajari, memahami, dan menggunakan sistem. Tampilan data pada sistem juga diharapkan terstruktur dengan baik, sehingga mudah dibaca.. Kebutuhan ¬
(20) yang telah diuraikan di atas dapat dirangkum dalam tabel di bawah ini, dengan klasifikasi PIECES :. Jenis Kebutuhan. Penjelasan. Non-Functional 1. Perfomance. -. Pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan dengan cepat. 2. Information. -. Akurasi terhadap data tepat. -. Menghasilkan. informasi. yang. tepat. kepada konsumen -. Sistem yang sudah saling terintegrasi dengan baik. 3. Economic. -. Data yang konsisten. -. Informasi yang relevan. -. Penghematan biaya operasional. -. Biaya. yang. dibutuhkan. untuk. pengembangan sistem tidak melebihi ¬
(21) yang sudah ditentukan 4. Control. -. Pengendaian kinerja apotek. -. Pengwasan terhadap pengelolaan data dan stock obat. 5. Eficiency. -. Membuat log dari setiap aktivitas ¬ .. -. Melakukan back up terhadap data. -. Mengurangi duplikasi data. -. Menghasilkan laporan yang cepat dan akurat.
(22) . Service. -. Memberikan pelayanan yang baik dan tepat kepada konsumen. -. Menggunakan GUI yang bersifat user friendly.
(23) .
(24) !. ÷ -
(25) . Fungsi-fungsi yang harus ada dalam prototipe sistem versi 1.0 sebagian besar merupakan kebutuhan fungsionala
(26) ¬
(27) dari sistem ini adalah: 1. Sistem harus dapat menangani akurasi pengelolaan stock obat . 2. Sistem harus dapat menangani dalam memberikan informasi yang tepat dan relevan kepada konsumen. 3. Sistem harus dapat menangani proses pengawasan dan pengendalian terhadap pengelolaan data dan informasi 4. Sebuah sistem informasi pelaporan baik stock obat, transaksi penjualan, data dokter,dan sebagainya. 5. Sistem harus mendukung proses bisnis dengan memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen . Data harus konsisten. ÷ è
(28)
(29) . è ¬
(30) adalah kebutuhan yang tidak harus dipenuhi pada prototipe versi 1.0. è ¬
(31) tidak terlalu penting, namun harus ada pada sistem (versi terakhir prototipe). Berikut ini adalah ¬
(32) dan prioritasnya masing-masing:. ! 1. ! è
(33)
(34) Memberikan data pengelolaan stock obat yang akurat. 1.
(35) 2. Pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan dengan cepat dan. 1. tepat sampai dengan 0% untuk memperbaiki sistem yang belum terkomputerisasi sebelumnya 3. Data terintegrasi (terutama antara apoteker pengelola apotek. 1. beserta jajarannya) untuk membanyu kinerja sistem di apotek abadi.. 4. Mencegah terjadinya ¬
(36) .. 1. 5. Data harus akurat, yaitu dengan meminimalisasi terjadinya. 1. kesalahan pencatatan data.. 7. Mengurangi biaya operasional pada sistem yang belum. 2. terkomputerisasi 8. Biaya yang dibutuhkan untuk pengembangan sistem tidak. 2. melebihi ¬
(37) yang sudah ditentukan 9. Membuat log dari setiap aktivitas ¬ .. 3. 10. Memiliki ¬
(38) . 2. 11. Meningkatkan keamanan data, pengendalian, dan pengawasan. 1. terhadap pengelolaan data dan informasi 12. Mengurangi duplikasi data akibat kesalahan dalam pencatatan. 2. 14. Memberikan data-data yang akurat pada hasil pelaporan. 2. 15. Data yang ditampilkan harus mudah dibaca dan terstruktur.. 3. 1.. Sistem harus ¬ (menggunakan GUI), sehingga. 3. memudahkan ¬ dalam mempelajari, memahami, dan menggunakannya.. . Prioritas m ¬
(39) .
(40) Keterangan : - Prioritas 1 diberikan kepada kebutuhan yang bukan merupakan
(41) ¬
(42) yang paling dibutuhkan dan memberikan peran paling signifikan pada sistem yang baru. - Prioritas 2 diberikan kepada kebutuhan yang bukan merupakan
(43) ¬
(44) yang cukup dibutuhkan dan memberikan peran cukup signifikan pada sistem yang baru. - Prioritas 3 diberikan kepada kebutuhan yang bukan merupakan
(45) ¬
(46) yang tidak terlalu dibutuhkan pada sistem yang baru., tetapi tetap dibutuhkan untuk mendukung sistem tersebut..
(47)
Dokumen terkait
1107 tahun 1993 tentang Pedoman Pembangunan di Kawasan Ancol, disebutkan bahwa penyertaan modal Pemda DKI antara lain dalam bentuk tanah HPL seluas 4.779.120 m2
Proses yang digunakan untuk memproduksi alumunium adalah proses elektrolisa dengan memakai metoda Hall-Heroult katoda yang dipakai PT INALUM masih di impor dari
Metode pembelajaran ini terdiri atas inisialisasi bobot (diambil dari nilai acak yang cukup kecil) dan dilakukan tahapan pembelajaran. 5 menunjukkan arsitektur JST Back
Ruptur septum ventrikel merupakan komplikasi mekanik yang sangat jarang terjadi pada pasien infark miokard akut (IMA) namun memiliki mortalitas yang tinggi.. Sejak dimulainya
Tenaga yang digunakan untuk memutar generator berasal dari energi panas hasil pembakaran bahan bakar dengan udara pada ruang bakar (combustor).. Energi panas dari pembakaran
]DNDW PDND SHPHULQWDK KDUXV PHQJDORNDVLNDQQ\D VHVXDL GHQJDQ perintah syariat, yaitu untuk delapan golongan yang berhak sesuai \DQJ WHODK GLWHQWXNDQ GL GDODP DO 4XU·DQ
Penyerapan kalsium yang optimal menyebabkan deposisi kalsium yang digunakan sebagai pembentuk cangkang telur menjadi lebih baik dan berdampak pada tebal kerabang yang lebih
Sistem pendukung keputusan dapat membantu dalam pengambilan keputusan dengan standar kriteria yang telah ditentukan dengan metode Profile Matching penilaian kinerja