• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PEMBIAYAAN SYARIAH PADA USAHA K (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS PEMBIAYAAN SYARIAH PADA USAHA K (1)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Sri Budi Cantika Yuli1 Abstract

This research aims to analyze the financing distribution for small and medium enterprises (SMEs) in Mandiri Sharia Bank representative in Malang and further analyzing the debtor perception (SMEs) on the distribution of credit by Mandiri Sharia Bank representative in Malang.

This research utilizing primary and secondary data. The data collection was conducted through questioner, interview, participative observation and literature review. Sample used in this research is 10 consumer of Mudharabah financing. Data was analyzed using qualitative descriptive analysis and scale analysis.

The result shows that the distribution of credit to SMEs in Mandiri Sharia Bank representative in Malang is in accordance with the characteristics of Mudharabah financing asserted by National Sharia Board No. 07/DSN-MUI/IV/2000 regarding the requirement for financing, term and condition, and also Law on Mudharabah Financing. The perception of Mudharib regarding the credit provided by Mandiri Sharia Bank representative in Malang is excellent, undemanding and not time consuming.

Keyword : Mudharabah Financing, SMEs, Mandiri Sharia Bank representative in Malang

1

(2)

15 Volume 5 Nomor 1, Januari – Juli 2009

I. Pendahuluan

Krisis moneter yang berkepanjangan, telah membawa dampak terhadap sendi-sendi

kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia. Dalam kondisi yang demikian, ternyata justru

Industri Kecil dan Menengahlah yang dijadikan katup pengaman perekonomian dengan

kinerja yang cenderung relatif resisten terhadap goncangan ekonomi. Terbukti selama krisis

(1998-2001) berdasarkan data BPS (2002) UKM lebih tangguh menghadapi krisis ekonomi.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) sangat penting bagi perkembangan

perekonomian negara karena salah satu upaya dalam percepatan pertumbuhan ekonomi

adalah dengan perbaikan di sektor keuangan melalui perluasan akses dalam penyediaan

pembiayaan untuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM). Menurut penelitian

yang dilakukan oleh Hal Hill (2001), menyatakan bahwa UKM memegang peranan yang

penting dalam perkembangan perekonomian di Indonesia, karena : pertama, kontribusi yang

signifikan berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja. Kedua, pemerintah Indonesia

menempatkan prioritas lebih tinggi untuk UKM. Tiga, potensi kontribusi UKM dalam

mengembangkan usaha yang dilaksanakan oleh pribumi asli. Keempat, pentingnya formulasi

kebijakan perekonomian yang sesuai denga karakteristik UKM. Lima, harapan atas kontribusi

UKM untuk meletakkan dasar bagi pertumbuhan industri. Keenam, UKM telah terbukti lebih

tahan terhadap deraan dan tempaan krisis ekonomi yang dialami Indonesia tahun 1997-1998

(Hill: 2001).

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Urata dikutip dari Hayashi (2002), UKM

terutama di Indonesia memiliki 4 permasalahan utama yang dapat menghambat

perkembangannya. Keempat permasalahan tersebut adalah: pertama, kurangnya pengetahuan

tentang teknologi produksi dan pengendalian mutu, kedua, kurangnya kemampuan

pemasaran, ketiga, kurangnya pengetahuan manajemen dan terakhir, kurangnya akses ke

pendanaan secara formal (Hayashi: 2002).

Persoalan Pembiayaan UKM yang berlaku di Bank konvensional selama ini adalah

relatif tingginya tingkat suku bunga yang dibebankan serta penyerapan kredit UKM yang

belum maksimal. Salah satu alternatif terhadap persoalan diatas adalah pola pembiayaan

UKM dengan pola syariah. Namun demikian pembiayaan UKM melalui Bank Syariah tidak

serta merta menyelesaikan masalah. Ada banyak hal yang harus dibenahi dalam

pengembangan pembiayaan UKM dengan pola syariah diantaranya adalah sosialisasi,

pengembangan SDM syariah, proses penyadaran masyarakat dari interest minded ke cara

(3)

16 Volume 5 Nomor 1, Januari – Juli 2009 PT. Bank Syariah Mandiri sebagai lembaga perbankan syariah penuh (Full Islamic

Banking System) yang menyediakan pembiayaan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM), bila

dilihat dari sisi teknik prosedur nampaknya tidak terlalu sulit untuk mentransformasi pola

pembiayaan konvensional ke pola syariah. Tetapi pada aplikasi yang lebih jauh maka akan

nampak beberapa kendala yang memerlukan penanganan yang lebih serius dan intensif

melalui suatu analisis sehingga pembiayaan UKM dengan pola syariah yang di tangani oleh

PT. Bank Syariah Mandiri bisa memudahkan, menguntungkan dan memberi manfaat kepada

shahibul maal maupun mudharib.

Melihat permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan kajian komprehensif

terhadap pembiayaan pada usaha kecil menengah (UKM) dengan pola syariah.

Perumusan Masalah

Dalam penelitian ini, akan diangkat permasalahan tentang :

1. Bagaimana penyaluran pembiayaan pada Usaha Kecil Menengah (UKM) di

PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang

2. Bagaimana persepsi Mudharib (UKM) terhadap pembiayaan yang disalurkan oleh PT.

Bank Syariah Mandiri Cabang Malang

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk :

1. Menganalisis bagaimana penyaluran pembiayaan pada Usaha Kecil Menengah (UKM) di

PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang

2. Menganalisis bagaimana persepsi Mudharib/Debitur (UKM) terhadap pembiayaan yang

disalurkan oleh PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang

II. Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan di PT Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dengan dasar

pertimbangan bahwa bank tersebut merupakan bank syariah yang menyediakan pembiayaan

bagi UKM dan menganut sistem Syariah penuh (Full Islamic Banking System).

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) Data Primer yaitu data yang

dikumpulkan dari sumber-sumber asli untuk tujuan tertentu yang dikumpulkan dari hasil

wawancara dan observasi mengenai pembiayaan dengan pola Syariah pada PT. Bank Syariah

Mandiri Cabang Malang, hasil wawancara dan observasi mengenai persepsi

Mudharib/Debitur (UKM) terhadap pembiayaan yang disalurkan PT. Bank Syariah Mandiri

Cabang Malang ; 2) Data Sekunder yaitu data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain. Dalam

(4)

17 Volume 5 Nomor 1, Januari – Juli 2009 Mudharib/Debitur (UKM) yang memperoleh pembiayaan dari PT. Bank Syariah Mandiri

Cabang Malang

Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini akan dilakukan dengan cara :

1) Kuesioner, dilakukan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan kepada mudharib

dengan menyodorkan daftar pertanyaan untuk mendapatkan jawaban yang mendukung tujuan

penelitian; 2) Wawancara dengan mudharib, dilakukan untuk mendapatkan informasi secara

mendalam (indepth interview); 3) Observasi partisipatif, yaitu pengamatan dan keterlibatan

secara langsung pada aktivitas pembiayaan UKM pada bank syariah; 4) Studi Pustaka melalui

penggunaan bahan dari kepustakaan intern obyek penelitian meliputi dokumen tentang

pembiayaan yang ada dan peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia

Populasi dalam penelitian ini seluruh mudharib/debitur pembiayaan UKM pada PT.

Bank Syariah Mandiri Cabang Malang tahun 2006 sebanyak 67 mudharib. Sampel adalah

sebagian atau wakil dari populasi yang karakteristiknya hendak diteliti dan dianggap bisa

mewakili keseluruhan dari populasi. Dari populasi yang ada akan diambil sebanyak 10 orang

mudharib.

Pembiayaan UKM yang disalurkan oleh PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang

adalah Pembiayaan Mudharabah yaitu akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak

pertama (shahibul maal) menyediakan modal 100% sedangkan pihak lainnya menjadi

pengelola dengan keuntungan dibagi menurut kesepakatan dimuka dan apabila rugi

ditanggung oleh pemilik modal sepanjang kerugian tersebut tidak disebabkan oleh kesalahan

dan kelalaian pengelola, dalam hal ini harus dilakukan investigasi terhadap sebab-sebab

kerugian. Apabila kerugian diakibatkan karena kecurangan atau kelalaian pengelola, maka

pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut

Untuk mencapai tujuan pertama dari penelitian ini digunakan analisis deskriptif

kualitatif. Dimana hasil penelitian ini digambarkan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan

di lapangan mengenai prosedur pembiayaan UKM (pembiayaan Mudharabah) yang

kemudian disusun secara sistematis sehingga menghasilkan informasi yang akurat.Untuk

(5)

18 Volume 5 Nomor 1, Januari – Juli 2009

III. Hasil dan Pembahasan

1. Analisis penyaluran pembiayaan pada Usaha Kecil Menengah (UKM) di PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang

Dari perolehan data tentang prosedur pembiayaan pada PT. Bank Syariah Mandiri

Cabang Malang dapat digambarkan Prosedur pembiayaan Mudharabah adalah sebagai

berikut:

Gambar 1. Prosedur Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang ( tidak melebihi limit cabang )

Marketing

Nasabah: Solicit atau Walk in Customer (1) Interview: Purpose, Amount, Repayment, Term (2) Informasi Produk Pembiayaan BSM (3)

Nasabah : Formulir Permohonan Pembiayaan (4) Four Eyes Principles dalam melakukan :  On the Spot : Usaha / Pekerjaan (5)  Taksasi : Agunan (6)

 Legalitas : Usaha / pekerjaan, Identitas pribadi & Agunan (7) BI Checking (via : administrasi pembiayaan) (8)

No: surat penolakan

Yes

Proses Lanjut: (Kelengkapan dokumen & syarat administratif) (9)

Manajer Pemasaran : Memo to analis Kepala Cabang : Memo to analis Analis Officer :

Lembar Usulan Pembiayaan (10) Nota Analisa Pembiayaan (11) OTS & Taksasi (bila diperlukan)

Komite Pembiayaan Cabang

Approval

No : surat penolakan

Yes

Analis Officer

SP3: dikirim ke nasabah & ditandatangani bila setuju dan persiapan dokumen-dokumen Perhitungan biaya-biaya: asuransi, materai, administrasi, dll. (12)

Marketing + Notaris

Pengikatan akad pembiayaan & jaminan (13) Penyerahan dokumen-dokumen jaminan (14) Tanda terima jaminan bagi nasabah

Pelunasan Biaya-biaya

Analis Officer

Pengecekan pemenuhan syarat-syarat sesuai SP3

PIK

Pengecekan pemenuhan syarat-syarat sesuai SP3 dan SOP pembiayaan (15) START

Continue?

(6)

19 Volume 5 Nomor 1, Januari – Juli 2009

No: lengkapi kekurangan

Yes

Analis Officer

Memo to Administrasi Pembiayaan via MO(16)

Manajer Operasional

Pengecekan Realisasi Pembiayaan (DPRP) (17)

Kepala Cabang

Approval

No: lengkapi kekurangan

Yes

Manajer Operasional

Pelimpahan ke Administrasi Pembiayaan

Administrasi Pembiayaan

Untuk dilakukan pencairan

OTORISASI MO (18)

Pengarsipan dokumen-dokumen (19) Pengamanan dokumen-dokumen jaminan (20)

Marketing

Penandatanganan Tanda Terima Uang Nasabah (21)

Sumber: Pedoman BSM, 2004

Berdasarkan Gambar 1 tentang Prosedur Pembiayaan Mudharabah PT. Bank Syariah

Mandiri Cabang Malang (Pedoman BSM, 2004), penjelasan tentang penyaluran pembiayaan

tersebut adalah sebagai berikut :

1. Kegiatan Solicit yaitu marketing aktif dalam mencari nasabah pembiayaan yang

potensial, berkarakter baik dan ada kemungkinan membutuhkan pembiayaan atau Walk

in Customer yaitu nasabah aktif dalam melakukan permohonan pembiayaan ke Bank

Syariah Mandiri.

2. Wawancara dengan nasabah dalam upaya untuk mencari tahu tentang : 1) Purpose; 2)

Amount; 3) Repayment; 4)Term; dan 5) 5C (Character, Collateral, Capital, Capacity

dan Condition of Economy)

3. Informasi Produk Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang, Termasuk

perkiraan margin/bagi hasil yang dikenakan ke nasabah.

4. Formulir Permohonan Pembiayaan (Lampiran 2)

Continue?

Continue?

FINISH

Maintenance Nasabah

Customer Service (22)

(7)

20 Volume 5 Nomor 1, Januari – Juli 2009 5. Kegiatan On The Spot yaitu survey Usaha calon mudharib.

6. Menilai Taksasi Agunan. Yang perlu diperhatikan dalam menilai agunan adalah nilai

yang wajar, legalitas jaminan, marketable dan coverable. Nilai yang diakui oleh bank

maksimal 70% dari nilai pasar.

7. Menilai Legalitas Usaha dengan memeriksa NPWP, TDP, izin-izin usaha dari

kelurahan setempat, dll.

8. Beberapa hal penting yang dapat diketahui dari BI checking adalah Nama Bank yang

telah memberikan pembiayaan, Outstanding di Bank tersebut, Kolektibilitas, Jangka

waktu, Cross check jaminan, Tujuan pembiayaan

9. Kelengkapan Dokumen & Syarat Administratif yaitu Data Pendukung Permohonan

Pembiayaan (Modal Kerja/Investasi)

10. Lembar Usulan Pembiayaan (Lampiran 3)

11. Nota Analisis Pembiayaan yang bertujuan untuk Mengidentifikasi resiko dan

Mengetahui kapabilitas repayment.

12. Surat Penegasan Persetujuan Pembiayaan (SP3) dengan Syarat dan ketentuan : Syarat

penandatanganan, Syarat pencairan, Syarat-syarat lain

13. Pengikatan Akad Pembiayaan & Jaminan

14. Penyerahan Dokumen-Dokumen Jaminan

15. Pengecekan pemenuhan syarat-syarat sesuai SOP (Standart Operating Procedure)

pembiayaan

16. Memo untuk Administrasi Pembiayaan

17. Daftar Pengecekan Realisasi Pembiayaan (DPRP)

18. Otorisasi MO (Manajer Operasional)

19. Pengarsipan Dokumen-Dokumen

20. Pengamanan Dokumen-Dokumen Jaminan.

21. Tanda Terima Uang Nasabah

22. Pembukaan Costumer Facility/Pendaftaran Fasilitas Baru

2. Analisis persepsi Mudharib/Debitur (UKM) terhadap pembiayaan mudharabah yang disalurkan oleh PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang

Data perkembangan jumlah mudharib untuk pembiayaan mudharabah pada Bank

(8)

21 Volume 5 Nomor 1, Januari – Juli 2009

Tabel 5. Data Perkembangan Nasabah Pembiayaan Mudharabah Bank Mandiri Syariah Cabang Malang Tahun 2004-2006

Tahun 2004 Tahun 2005 Tahun 2006

Besarnya Dana yang disalurkan Rp 5.578.000.000 Rp 6.759.000.000 Rp 20.634.000.000

Jumlah Nasabah 25 Orang 22 Orang 67 Orang

Prosentase Pembiayaan 35% 14% 25,19%

Sumber : Bank Syariah Mandiri Cabang Malang, Data Diolah, 2007

Profil nasabah pembiayaan Mudharabah Bank Syariah Mandiri Cabang Malang

berdasarkan hasil kuesioner adalah sebagai berikut :

Tabel 6 Profil Nasabah Pembiayaan Mudharabah Bank Syariah Mandiri Cabang Malang Tahun 2004-2006

No. Nama

Mudharib

Umur Jenis

Kelamin

Jenis Usaha Jangka Waktu Pembiayaan

1. A 39 Thn L Perdagangan 5 Tahun

2. B 32 Thn L Manufaktur 5 Tahun

3. C 40 Thn L Perdagangan 5 Tahun

4. D 35 Thn P Jasa 5 Tahun

5. E 42 Thn P Jasa 5 Tahun

6. F 46 Thn L Perdagangan 5 Tahun

7. G 30 Thn L Manufaktur 5 Tahun

8. H 31 Thn P Perdagangan 5 Tahun

9. I 39 Thn L Jasa 5 Tahun

10. J 38 Thn P Manufaktur 5 Tahun

Sumber : Data Primer, diolah, 2007

Berdasarkan kuesioner yang telah disebar, untuk mendapatkan jawaban dari tujuan

penelitian kedua, hasil perhitungan tentang persepsi mudharib terhadap penyaluran

pembiayaan Mudharabah adalah sebagai berikut :

Tabel 7 Hasil Rentang Skala

Persepsi Mudharib terhadap Pembiayaan Mudharabah

Indikator Alternatif Jawaban N Total

Skor Indikator Skal a Nilai 4 A

% 3

B %

2

C %

1

D %

Informasi Pembiayaan 1 (4)

10 8 (24) 8 0 1 (2) 1 0

- - 1

0

30 B

Persyaratan 2

(8)

20 6 (18) 6 0 2 (4) 2 0

- - 1

0

30 B

Jaminan 3

(12)

30 5 (15) 5 0 2 (4) 2 0

- - 1

0

31 B

Verifikasi 4

(16)

40 5 (15) 5 0 1 (2) 1 0

- - 1

0

32 B

Pencairan 3

(12)

30 3 (9) 3 0 3 (6) 3 0 1 (1) 1 0 1 0

28 B

Program Credit Review 2 (8)

20 4 (12) 4 0 2 (4) 2 0 2 (2) 2 0 1 0

26 B

Gejala dini pembiayaan bermasalah

3 (12)

30 6 (18) 6 0 1 (2) 1 0

- - 1

0

32 B

Penanganan pembiayaan bermasalah

4 (16)

40 5 (15)

5 0

1 1 0

- - 1

0

31 B

Skor Total 241

Rata-Rata Skor Total 30,12 B

(9)

22 Volume 5 Nomor 1, Januari – Juli 2009 Berdasarkan tabel diatas dapat dianalisis sebagai berikut :

Pada item ke 1 (informasi pembiayaan) tanggapan responden dari 10 (sepuluh)

mudharib menyatakan sangat baik sebanyak 1 (satu) orang mudharib. Artinya Bank Syariah

Mandiri Cabang Malang dinilai sangat baik dalam memberikan informasi tentang

pembiayaan (kegiatan solicit dinilai berhasil oleh mudharib, sehingga perolehan informasi

tentang pembiayaan sangat mudah). Responden yang menyatakan baik (B) sebanyak 8

(delapan) orang. Artinya mudharib merasa mudah dengan perolehan informasi. Responden

yang menyatakan tidak baik (C) hanya 1 (satu) mudharib, sedangkan responden yang

menjawab sangat tidak baik (D) ternyata tidak ada. Dari semua jawaban responden

menghasilkan total skor sebesar 30, yang dalam kriteria rentang skala masuk dalam kategori

BAIK. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa menurut para mudharib perolehan

informasi pembiayaan mudaharabah mudah.

Pada item ke 2 (persyaratan pembiayaan) tanggapan responden dari 10 (sepuluh)

mudharib yang menyatakan sangat baik (A) sebanyak 2 (dua) orang mudharib. Artinya Bank

Syariah Mandiri Cabang Malang dinilai sangat mudah dalam memberikan persyaratan yang

harus di penuhi dalam pengajuan pembiayaan. Responden yang menyatakan baik (B)

sebanyak 6 (enam) mudharib. Artinya mudharib merasa mudah dengan persyaratan yang

ditetapkan bank. Responden yang menyatakan tidak baik (C) sebanyak 2 (dua) mudharib,

sedangkan responden yang menjawab sangat tidak baik (D) ternyata tidak ada. Dari semua

jawaban responden menghasilkan total skor sebesar 30, yang dalam keteria rentang skala

masuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa menurut para

mudharib persyaratan yang ditetapkan oleh PT. BSM Cabang Malang untuk memperoleh

pembiayaan mudharabah mudah.

Pada item ke 3 (jaminan) dari 10 (sepuluh) mudharib, dapat diketahui bahwa mudharib

yang menyatakan sangat baik (A) sebanyak 3 (tiga) mudharib. Sedangkan responden yang

menyatakan baik (B) sebanyak 5 (lima) mudharib. Sedangkan responden yang menjawab

tidak baik (C) sebanyak 2 (dua) mudharib, dan responden yang menjawab sangat tidak baik

(D) tidak ada. Total skor 31 berdasarkan rentang skala, hal itu dapat diartikan bahwa dari segi

jaminan yang di syaratkan oleh Bank Syariah Mandiri Cabang Malang untuk memperoleh

pembiayaan mudharabah masuk dalam kategori mudah.

Pada item ke 4 (verifikasi/pengecekan syarat-syarat) tanggapan responden dari 10

(sepuluh) mudharib terdapat skor yang bervariasi. Mudharib yang menyatakan sangat baik

(A) sebanyak 4 (empat) orang mudharib. Responden yang menyatakan baik (B) sebanyak 5

(10)

23 Volume 5 Nomor 1, Januari – Juli 2009 menjawab sangat tidak baik (D) ternyata tidak ada. Dari semua jawaban responden

menghasilkan total skor sebesar 33, yang dalam kriteria rentang skala masuk dalam kategori

baik. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa menurut para mudharib kegiatan

verifikasi atau pengecekan syarat-syarat administrasi untuk kelengkapan data sebagai syarat

memperoleh pembiayaan mudharabah di Bank Syariah Mandiri Cabang Malang adalah baik

dan tepat waktu

Pada item ke 5 (pencairan) tanggapan mudharib yang menyatakan sangat baik (A)

sebanyak 3 (tiga) orang, mudharib yang menjawab baik (B) sebanyak 3 (tiga) orang

mudharib, sebanyak 3 (tiga) mudharib menjawab tidak baik (C) sedangkan mudharib yang

menjawab sangat tidak baik (D) ada 1 (satu) orang. Dari semua skor diatas maka dapat

disimpulkan total skor 28 dan dari total skor dapat dihubungkan dengan rentang skala yang

ada, dapat kita ambil kesimpulan bahwa dalam hal pencairan pembiayaan mudharabah dinilai

baik dan tepat waktu.

Pada item ke 6 (program credit review) tanggapan responden dari 10 (sepuluh)

mudharib ternyata yang menyatakan sangat baik (A) sebanyak 2 (dua) mudharib, artinya

Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dinilai sangat baik dalam program credit review.

Responden yang menyatakan baik (B) sebanyak 4 (empat) mudharib. Artinya mudharib

menilai baik dengan adanya program credit review. Responden yang menyatakan tidak baik

(C) sebanyak 2 (dua) mudharib, sedangkan responden yang menjawab sangat tidak baik (D)

juga 2 (dua) mudharib. Dari semua jawaban responden menghasilkan total skor sebesar 26,

yang dalam keteria rentang skala masuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut

menunjukkan bahwa menurut para mudharib program credit review yang dilaksanakan oleh

Shohibul Maal dinilai baik dan tepat waktu.

Pada item ke 7 (indikasi atau gejala dini pembiayaan bermasalah) dari 10 (sepuluh)

mudharib, dapat diketahui bahwa nasabah yang menyatakan sangat baik (A) sebanyak 3

(tiga) orang. Sedangkan responden yang menyatakan baik (B) sebanyak 6 (enam) orang.

Sedangkan responden yang menjawab tidak baik (C) ada 1 (satu) mudharib, dan responden

yang menjawab sangat tidak baik (D) tidak ada. Total skor 32 berdasarkan rentang skala, hal

itu dapat diartikan bahwa dari penanganan adanya indikasi atau gejala dini pembiayaan

bermasalah yang dilaksanakan oleh Bank Syariah Mandiri Cabang Malang dinilai baik dan

tepat waktu.

Pada item ke 8 (penanganan pembiayaan bermasalah) tanggapan nasabah yang

menyatakan sangat baik (A) sebanyak 4 (empat) orang mudharib, yang menjawab baik (B)

(11)

24 Volume 5 Nomor 1, Januari – Juli 2009 mudharib yang menjawab sangat tidak baik (D) tidak ada. Dari semua skor diatas maka dapat

disimpulkan total skor 31 dan dapat kita ambil kesimpulan bahwa dalam hal penanganan

pembiayaan bermasalah dinilai Baik dan tepat waktu.

Dari keseluruhan total skor jawaban nasabah diatas, menghasilkan rata-rata skor

sebesar 30,12 dalam kriteria rentang skala, nilai tersebut masuk dalam kategori Baik.

Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa menurut para mudharib pembiayaan

Mudharabah di Bank Syariah Mandiri Cabang malang dalam menyalurkan pembiayaan

kepada UKM dinilai baik, mudah dan tepat waktu.

Penyaluran pembiayaan pada UKM di Bank Syariah Mandiri Cabang Malang juga

sudah sesuai dengan karakteristik pembiayaan mudharabah berdasarkan fatwa Dewan

Syariah Nasional (DSN) No. 07/DSN-MUI/IV/2000 sebagai berikut:

1. Ketentuan Pembiayaan yaitu : a) Pembiayaan untuk suatu usaha yang produktif; b)

Shahibul Maal (pemilik dana/LKS) membiayai 100% kebutuhan suatu usaha, sedangkan

pengusaha (nasabah) bertindak sebagai mudharib atau pengelola usaha; c) Jangka waktu

usaha, tata cara pengembalian dana dan pembagian keuntungan ditentukan berdasarkan

kesepakatan LKS dengan pengusaha; d) Mudharib boleh melakukan berbagai macam

usaha yang telah disepakati bersama dan sesuai dengan syariah; dan LKS tidak ikut serta

dalam manajemen perusahaan tetapi mempunyai hak untuk melakukan pembinaan dan

pengawasan; e) Jumlah dana pembiayaan harus dinyatakan dengan jelas dalam bentuk

tunai dan bukan piutang; f) LKS (Shahibul Maal) menanggung semua kerugian akibat

dari mudharabah, kecuali jika mudharib (nasabah) melakukan kesalahan yang disengaja,

lalai atau menyalahi perjanjian; g) Pada prinsipnya, dalam pembiayaan mudharabah tidak

ada jaminan, namun agar mudharib tidak melakukan penyimpangan, LKS dapat meminta

jaminan dari mudharib atau pihak ketiga. Jaminan ini hanya dapat dicairkan apabila

mudharib terbukti melakukan pelanggaran terhadap hal-hal yang telah disepakati

bersama dalam akad; h) Kriteria pengusaha, prosedur pembiayaan dan mekanisme

pembagian keuntungan diatur oleh LKS dengan memperhatikan fatwa DSN; i) Biaya

operasional dibebankan kepada mudharib; j) Dalam hal penyandang dana (LKS) tidak

melakukan kewajiban atau melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan, mudharib

berhak mendapat ganti rugi atau biaya yang telah dikeluarkan.

2. Rukun dan Syarat Pembiayaan yaitu : a) Shahibul maal dan mudharib harus cakap

hukum; b) Pernyataan ijab dan kabul; c) Modal ialah sejumlah uang dan/atau asset yang

diberikan oleh shahibul maal kepada mudharib untuk tujuan usaha; d) Keuntungan

(12)

25 Volume 5 Nomor 1, Januari – Juli 2009 usaha oleh pengelola (mudharib) sebagai perimbangan modal yang disediakan oleh

penyedia dana

3. Ketentuan Hukum Pembiayaan, yaitu : a) Mudharabah boleh dibatasi pada periode

tertentu; b) Kontrak tidak boleh dikaitkan (mu’allaq) dengan sebuah kejadian dimasa

depan yang belum tentu terjadi; c) Pada dasarnya, dalam mudharabah tidak ada ganti

rugi, karena pada dasarkan akad ini bersifat amanah (yad al-amanah), kecuali akibat dari

kesalahan disengaja, kelalaian atau pelanggaran kesepakatan; d) Jika salah satu pihak

tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan diantara kedua belah pihak,

maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrase Syariah setelah tidak tercapai

kesepakatan melalui musyawarah

IV. Kesimpulan

1. Prosedur pembiayaan pada Bank Syariah Mandiri Cabang Malang terorganisir mulai dari

tahap pengajuan permohonan ke bagian Marketing; BI Checking oleh Administrasi

Pembiayaan ; dianalis kembali oleh Kepala Cabang; on the spot dan taksasi (bila

diperlukan) oleh Analis Officer; dianalisis kelayakan oleh komite pembiayaan Cabang,

kemudian diteruskan ke Analis Officer untuk persiapan dokumen-dokumen dan

perhitungan biaya-biaya; dilanjutkan ke Marketing dan Notaris untuk pengikatan akad

pembiayaan dan jaminan, penyerahan SP3, dokumen-dokumen jaminan, tanda terima

jaminan bagi nasabah, dan pelunasan biaya-biaya; pengecekan pemenuhan syarat-syarat

sesuai SP3 oleh Analis Officer; pengecekan pemenuhan syarat-syarat sesuai SP3 dan

SOP pembiayaan; dilanjutkan ke Administrasi Pembiayaan via memo; Pengecekan

Realisasi Pembiayaan (DPRP); dilanjutkan ke Manajer Operasional untuk pelimpahan ke

Administrasi Pembiayaan); Pencairan dalam sistem AS 400; Otorisasi MO; pengarsipan

dokumen-dokumen; pengamanan dokumen-dokumen jaminan; penandatanganan Tanda

Terima Uang Nasabah oleh Marketing; terakhir pembukaan Customer Facility atau

pendaftaran fasilitas baru.

2. Penyaluran pembiayaan pada UKM di Bank Syariah Mandiri Cabang Malang sudah

sesuai dengan karakteristik pembiayaan mudharabah berdasarkan fatwa Dewan Syariah

Nasional (DSN) No. 07/DSN-MUI/IV/2000 tentang Ketentuan Pembiayaan, Rukun dan

Syarat Pembiayaan, serta Ketentuan Hukum Pembiayaan

3. Penilaian dari mudharib tentang informasi pembiayaan, persyaratan, jaminan, verifikasi,

pencairan, program credit review, penanganan gejala dini pembiayaan bermasalah dan

(13)

26 Volume 5 Nomor 1, Januari – Juli 2009 kriteria rentang skala, nilai tersebut masuk dalam kategori Baik. Berdasarkan hal tersebut

dapat disimpulkan bahwa menurut pendapat mudharib pembiayaan Mudharabah di Bank

Syariah Mandiri Cabang malang dalam menyalurkan pembiayaan kepada UKM dinilai

baik, mudah dan tepat waktu.

DAFTAR PUSTAKA

Aidis, R, 2005, Why Less? The General Aspect of Small-and Medium Sized Interprise (SME)

Ownership Under Economic Transition, SSRN Working Papers

Arifin, Zainul, 2004, Produk Penyaluran Dana Bank Syariah, Islamic Banking Training Goes to Campus, Universitas Brawijaya Malang

Hayashi, M. 2002 ‘The Role of Subcontracting in SME development in Indonesia:

Micro-level Evidence From the Metal Working and Machinery Industry’ Journal of Asian Economics, v.13, pp. 1-26

Hill, H. 2001 ‘Small and Medium Enterprise in Indonesia: Old Policy Challenges for the

New Administration’ Asian Survey, v.41, pp. 248-270

Kuncoro, Mudrajad, 2003, Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi, Penerbit Erlangga, Yakarta

Saragih, Bungaran, dkk., 1994, Metode Penelitian Sosial Ekonomi, Direktorat Perguruan Tinggi Swasta, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta

Seri Kebanksentralan No. 14, 2005, Bank Syariah : Gambaran Umum, Bank Indonesia

Gambar

Gambar 1. Prosedur Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri Cabang Malang ( tidak melebihi limit cabang )
Tabel 5. Data Perkembangan Nasabah Pembiayaan Mudharabah Bank Mandiri Syariah Cabang Malang Tahun 2004-2006

Referensi

Dokumen terkait

dalam pembiayaan istishnâ’ yang diberikan oleh Bank Syariah Mandiri Kantora. Cabang

Bank Syariah Mandiri Cabang Malang ”, dari prosedur pengajuan hingga pelunasan serta untuk mengetahui apa saja yang menjadi hambatan dalam pemberian pembiayaan dan

Selanjutnya Penyimpangan usaha yang dilakukan oleh debitor, tidak sesuai dengan perjanjian di awal akad, kemudian upaya hukum yang dilakukan Bank Syariah Mandiri Cabang Malang

Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pelaksanaan denda pembiayaan bermasalah pada Bank Syariah Mandiri cabang Bandar Lampung, dalam pelaksanaannya telah memenuhi

Aziz, untuk mengetahui Azizah strategi atau cara 2012, yang ditempuh dengan oleh Bank judul Syariah Mandiri “Strategi Cabang Pembantu Penanganan Bone dalam Pembiayaan

bermasalah nasabah usaha mikro di Bank Syariah Mandiri KCP Kepanjen?” 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan fokus penelitian yang diambil peneliti, maka tujuan dari penelitian ini

Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada Bank Syariah Mandiri Cabang Bandar Jaya disimpulkan bahwa mekanisme pembiayaan KPR dengan akad musyarakah mutanaqisah

Analisis Kelayakan Agunan Terhadap Keputusan Pemberian Pembiayaan Konsumer Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Metro Hasil wawancara kepada pihak Bank Syariah Mandiri KC Metro yang