Analisis Budaya Organisasi Dan Motivasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan (Studi Pada Perkebunan Melati PTPN. II. Perbaungan Serdang Bedagai)

Teks penuh

(1)

i ABSTRAK

ANALISIS BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN

Pada Perkebunan Melati PTPN. II. Perbaungan Serdang Bedagai Nama : Nurul Utami Putri Slawat Siregar NIM : 120907115

Jurusan : Administrasi Bisnis

Pembimbing :Dra. Nurlela Ketaren, MSP

Perkebunan Melati PTPN. II. Perbaungan, Serdang Bedagai, Merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan (plantation), yang menggunakan banyak tenaga sumberdaya manusia untuk menggerakkan roda operasional usaha yang beroperasi cukup lama dimana perusahaan berusaha terus dalam meningkatkan semangat kerja karyawan dalam upaya untuk meraih semua peluang yang ada, memberikan output produksi yang maksimal kepada perusahaan dan negara juga untuk dapat menghadapi tantangan lingkungan bisnis yang kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan motivasi terhadap semangat kerja karyawan. Penelitian ini dilakukan dikantor unit PT.Perkebunan Nusantara II Kebun Melati Perbaungan, Serdang Bedagai.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan melakukan pendekatan kuantitatif dengan maksud untuk mengkaji hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada karyawan yang berada di Kantor unit PT.Perkebunan Nusantara II Kebun Melati yang telah ditetapkan sebanyak 49 orang. Metode analisis yang digunakan terdiri dari uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, dan pengujian hipotesis.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari analisis regresi linear berganda, koefisien regresi variabel budaya organisasi bernilai positif karena memiliki nilai koefisien 0,473. Sedangkan koefisien regresi variabel Motivasibernilai positif karena memiliki nilai koefisien 0,176. Jika budaya organisasi dan motivasi kerja lebih ditingkatkan maka akan berpengaruh terhadap penimgkatan semangat kerja karyawan. Hasil uji koefisien determinan (R2) adalah besarnya Adjust R Square adalah 0,865, berarti sebesar 86,5% variabel semangat kerja karyawan dapat dijelaskan oleh variasi dari independen tersebut yaitu, variabel budaya organisasi, motivasi. Sedangkan 13,5 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian.

Sehubungan dengan signifikansinya pengeruh budaya organisasi terhadap motivasi, sebaiknya pihak perusahaan terutama pada bagian manajemen semakin memperkuat budaya organisasi perusahaan misalnya, dengan memberi kesempatan karyawan dalam melakukan inovasi dalam pekerjaan, dan mendukung karyawan guna untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

(2)

ii

ABSTRACT

ANALYSIS OF ORGANIZATIONAL CULTURE AND MOTIVATION TO SPIRIT OF EMPLOYEES

(Studies in Perkebunan Melati PTPN. II. Perbaungan Serdang Bedagai)

Name : Nurul Utami Putri Siregar Slawat

NIM : 120907115

Department : Business Administration Adviso r : Dra. Nurlela Ketaren, MSP

Perkebunan Melati PTPN. II. Perbaungan, Serdang Bedagai, is one company that is engaged in the plantation (plantation), which uses a lot of energy human resources to drive the business operations that operate long enough where companies try to continue to improve employee morale in an effort to grab all the opportunities that exist , providing maximum production output to companies and countries also to be able to face the challenges of a competitive business environment. This study aims to determine the influence of organizational culture and motivation on employee morale. This research was conducted at the office unit PT.Perkebunan Nusantara II Kebun Melati Perbaungan, Serdang Bedagai.

The method used in this research is associative with a quantitative approach with a view to examine the relationship between independent variables and the dependent variable. Primary data were collected through a questionnaire distributed to employees who are in the Office unit PT.Perkebunan Nusantara II Kebun Melati that has been determined as 49 people. The analytical method used is composed of classic assumption test, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing.

The results of this study showed that of the multiple linear regression analysis, regression coefficient is positive organizational culture because it has a coefficient of 0.473. While the regression coefficient Motivasibernilai variable positive because it has a coefficient of 0.176. If the organizational culture and work motivation is further enhanced penimgkatan it will affect employee morale. The test results determinant coefficient (R2) Adjust the amount of R Square is 0.865, meaning 86.5% variable employee morale can be explained by the variation of the independent ie, a variable of organizational culture, motivation. While 13.5% is explained by other variables not included in the study.

Relating to the significance of organizational culture on the motivation, should the company, especially in the management of the company reinforce the culture of the organization, for example, by giving employees the opportunity to innovate in the work, and support employees in order to increase the productivity of the company.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...