• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengawasan dan Pengaduan terhadap pelaksanaan program BSM | Basirin.com BSM VII (pengaduan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengawasan dan Pengaduan terhadap pelaksanaan program BSM | Basirin.com BSM VII (pengaduan)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

DISAMPAIKAN PADA BIMTEK

DISAMPAIKAN PADA BIMTEK

SINKRONISASI,VERIFIKASI DAN VALIDASI

SINKRONISASI,VERIFIKASI DAN VALIDASI

USULAN BSM

USULAN BSM

BAGI KEPALA SEKOLAH DAN OPERATOR SD/SMP

BAGI KEPALA SEKOLAH DAN OPERATOR SD/SMP

SE- KABUPATEN

SE- KABUPATEN

(2)

A. Pengawasan

A. Pengawasan

Pengawasan bertujuan untuk mengurangi atau

Pengawasan bertujuan untuk mengurangi atau

menghindari masalah yang berhubungan dengan

menghindari masalah yang berhubungan dengan

penyalahgunaan wewenang, kebocoran, dan

penyalahgunaan wewenang, kebocoran, dan

pemborosan keuangan negara, pungutan liar dan

pemborosan keuangan negara, pungutan liar dan

bentuk penyelewengan lainnya.

(3)

Pengawasan terhadap pelaksanaan program BSM

Pengawasan terhadap pelaksanaan program BSM

meliputi

meliputi

pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.

pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.

1. Pengawasan Melekat

1. Pengawasan Melekat

Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh

Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh

pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya baik di

pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya baik di

tingkat pusat, provinsi, Kabupaten/Kota maupun sekolah.Prioritas

tingkat pusat, provinsi, Kabupaten/Kota maupun sekolah.Prioritas

utama dari pengawasan dalam program BSM adalah pengawasan

utama dari pengawasan dalam program BSM adalah pengawasan

yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kepada

yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kepada

sekolah.

sekolah.

2. Pengawasan Fungsional

2. Pengawasan Fungsional

Pengawasan fungsional adalah pengawasan yang dilakukan oleh

Pengawasan fungsional adalah pengawasan yang dilakukan oleh

instansi pengawas fungsional, internal maupun eksternal, pusat

instansi pengawas fungsional, internal maupun eksternal, pusat

maupun daerah. Instansi tersebut melakukan

maupun daerah. Instansi tersebut melakukan

3. Pengawasan Masyarakat

3. Pengawasan Masyarakat

Dalam rangka transparansi pelaksanaan program BSM, program ini

Dalam rangka transparansi pelaksanaan program BSM, program ini

juga dapat diawasi oleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan

juga dapat diawasi oleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan

masyarakat yang terdapat di sekolah, Kabupaten/Kota, Provinsi dan

masyarakat yang terdapat di sekolah, Kabupaten/Kota, Provinsi dan

Pusat. Lembaga tersebut melakukan pengawasan dalam rangka

Pusat. Lembaga tersebut melakukan pengawasan dalam rangka

memotret pelaksanaan program BSM di sekolah, namun tidak

memotret pelaksanaan program BSM di sekolah, namun tidak

melakukan audit. Apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam

melakukan audit. Apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam

pengelolaan BSM, agar segera dilaporkan kepada instansi

pengelolaan BSM, agar segera dilaporkan kepada instansi

pengawas fungsional atau lembaga berwenang lainnya. audit

pengawas fungsional atau lembaga berwenang lainnya. audit

sesuai dengan kebutuhan.

(4)

B. Pengaduan Masyarakat

B. Pengaduan Masyarakat

1.

1.

Penanganan Pengaduan Masyarakat Penanganan Pengaduan Masyarakat

Tim Kabupaten/Kota merekapitulasi hasil penanganan pengaduan dan

Tim Kabupaten/Kota merekapitulasi hasil penanganan pengaduan dan

perkembangannya baik yang telah dilakukan oleh Tim Kabupaten/Kota maupun

perkembangannya baik yang telah dilakukan oleh Tim Kabupaten/Kota maupun

rekapitulasi penanganan pengaduan masyarakat yang dikirimkan oleh Sekolah.

rekapitulasi penanganan pengaduan masyarakat yang dikirimkan oleh Sekolah.

Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus, skala kasus,

Laporan ini antara lain berisi informasi tentang jenis kasus, skala kasus,

kemajuan penanganan, dan status penyelesaian.

kemajuan penanganan, dan status penyelesaian.

2. Cara Penyampaian Informasi atau Pengaduan

2. Cara Penyampaian Informasi atau Pengaduan

Informasi, pertanyaan atau pengaduan dapat di sampaikan secara langsung

Informasi, pertanyaan atau pengaduan dapat di sampaikan secara langsung

atau melalui sms, telpon, surat atau email. Berikut adalah media yang dapat

atau melalui sms, telpon, surat atau email. Berikut adalah media yang dapat

digunakan untuk menyampaikan informasi terhadap program baik yang bersifat

digunakan untuk menyampaikan informasi terhadap program baik yang bersifat

masukan/saran, pertanyaan, maupun keluhan :

masukan/saran, pertanyaan, maupun keluhan :

177 (Call Center)

177 (Call Center)

021-5703303, 5711144

021-5703303, 5711144

Pes: 2115,2108 (Telepon)

Pes: 2115,2108 (Telepon)

021-5733125 (Faksimile)

PIH Kemdikbud Gd. C Lt. 1 (Tatap Muka)

(5)

TERIMAKASIH

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk menilai bagaimana pengawasan preventif yang dilakukan oleh Inspektorat kota Surakarta terhadap penerimaan pajak daerah kota

 Pengadaan bahan/barang, Jasa Lainnya, peralatan/suku cadang dan tenaga ahli yang diperlukan dilakukan oleh Kelompok Masyarakat Pelaksana

Laporan hasil pengelolaan pengaduan masyarakat wajib dilakukan oleh pejabat yang berwenang atau tim yang ditunjuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi, penelitian/pemeriksaan

Kebijakan Program Keluarga Harapan (PKH) ini telah berjalan dengan efisien yang dimana tidak memerlukan banyak usaha maupun biaya yang dikeluarkan baik dari tim pelaksana

Untuk itu diperlukan pendampingan yang dilakukan oleh Tim USAID PRIORITAS provinsi (Specialist dan SP/STTA) untuk membantu Tim Kabupaten/Kota dalam menyelesaikan

1) Pengeluaran pemerintah adalah kewajiban yang harus dibayar oleh pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Bali, baik oleh pemerintah pusat melalui APBN maupun

Pengawasan optimal yang telah dilakukan oleh manajer seharusnya menghasilkan kinerja yang baik, akan tetapi masih ada penyelesaian pekerjaan yang tidak sesuai dengan target,

yang harus diisi oleh SKPD lingkup pertanian kabupaten/kota mengacu kepada form yang telah disiapkan oleh Pusat. Pengisian data base baik level kabupaten/kota maupun