BAB IV
ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Penyajian dan Analisa Data
1. Proses Produksi Anti Nyamuk Bakar
Dalam memproses anti nyamuk bakar, PT FK mengutamakan kualitas dari produk jadi yang dihasilkan, sehiangga tiap proses dan hasilnya selalu dianalisa dan diperiksa secara teliti oleh bagian Quality Control.
Proses Produksi
Proses produksinya adalah sebagai berikut:
Mixing Powder (1) Mixing Chemical (2) Starch Cooking (3)
Blending/Mixing (4) Stamping (5) Oven (6) Packing (7) Storage (8)
Keterangan:
a. Mixing Powder :
Mixing Powder merupakan proses pencampuran dari material padat berupa tepung batok kelapa, tepung kayu jati dan tepung rotan sesuai dengan standard produksi. Pencampurkan agar supaya menjadi rata dan siap untuk dicampurkan dengan bahan yang lainnya. Pencampuran bahan baku berbasis tepung harus sesuai dengan formula produksi
b. Mixing Chemical
Mixing Chemical dilakukan ditempat lain secara terpisah. Mixing chemical merupakan proses untuk mencampurkan beberapa bahan kimia berbentuk cair yang juga merupakan Bahan Aktif, parfum dan pewarna obat nyamuk. Dijadikan homogen dengan menggunakan emulsifier
c. Starch Cooking:
Starch Cooking merupakan proses memasak tepung onggok (tapioca) sebagai pelekat dengan menggunakan air panas sehingga menghasilkan semacam bubur sebagai bahan pengikat bahan–bahan tepung dengan kimia
d. Blending/Mixing:
Blending/Mixing merupakan proses pencampuran semua material diatas didalam sebuah molen (semacam adukan semen) sehingga semua material tercampur dengan merata dan siap untuk dicetak
e. Stamping:
Setelah semua material dicampurkan dengan sempurna maka akan terbentuk semacam adonan berbentuk pasta yang akan dicetak dengan menggunakan mesin stamping sehingga betuk anti nyamuk yang berbentuk melingkar sesuai dengan ukuran, apakah berukuran standard atau jumbo. Hasil dari mesin stamping masih berupa anti nyamuk bakar lingkaran yang masih basah kemudian diletakan dalam wadah berbentuk semacam loyang.
f. Oven:
Setelah proses stamping, maka anti nyamuk bakar adonan yang sudah diletakan dalam loyang akan dipanaskan dalam suatu tempat yang dinamakan Oven untuk dikeringkan. Pada proses inilah bahan bakar digunakan untuk memanaskan suhu ruang sampai dengan 70 derajat celcius selama kurang lebih 8 s/d 10 jam agar adonan tersebut dikeringkan dengan sempurna. Selanjutnya pada proses inilah pembahasan dilakukan
g. Packing:
Ini adalah proses terakhir dalam produksi, setelah produk tersebut melalui proses pengeringan dengan sempurna, maka produk ini disimpan dan disiapkan untuk di kemas dalam plastik dan kotak oleh bagian pengemasan. Standard pengemasan adalah dalam 1 (satu) kotak berisi 5 (lima) ganda coil dan dalam 1 (satu) karton berisi 60 kotak.
h. Storage:
Anti nyamuk baker yang sudah jadi dikirim oleh bagian produksi ke Gudang Barang Jadi siap untuk didistribusikan.
2. Perhitungan Harga Pokok Produksi
Latar Belakang Perhitungan Harga Pokok Produksi
Dalam menentukan Harga Pokok Produksi, PT FK menggunakan pendekatan Standard Cost berdasarkan Total Cost per karton yang berisi 5 kotak (box), dengan menentukan jumlah pemakaian dan harga dari masing masing bahan baku, bahan pembantu, pemakaian BBM, tenaga kerja langsung, tenaga kerja tidak langsung dan biaya overhead.
Pada pemakaian bahan baku, bahan pembantu dan pemakaian BBM menggunakan kebutuhan sebenarnya berdasarkan historical cost tahun - tahun sebelumnya. Sedangkan untuk biaya tenaga kerja langsung dengan menggunakan estamasi tarif (rate) yang ditentukan dari Human Resource Department yang
berubah tiap tahun nya berdasarkan tarif dari Upah Minimum Kotamadya (UMK), dalam hal ini menggunakan UMK dari Kotamadya Tangerang. Biaya Tenaga Kerja tidak langsung mengunakan jumlah anggaran upah biaya kerja tidak langsung yang bekerja pada produksi dan administrasi pabrik dibagikan dengan jumlah karton dari estimasi anggaran produksi tahun berjalan. Sedangkan biaya Overhead adalan jumlah biaya Overhead Anggaran dibagi prorata dengan jumlah produksi yang dianggarkan tahun berjalan.
Perhitungan Standard Cost of Production
Untuk menghitung Standard Cost adalah sebagai berikut: a. Anti Nyamuk Standard
Material Pemakaian Harga Jumlah
Tepung batok 1,9179 kg 2.700 5.343,3 Tepung kayu 2,2130 kg 2.200 4.868,6 Tepung Talc 0,5901 kg 1.380 814,3 Bahan Kimia lain 1.4059 kg 8.429 11.850,0 Bahan Aktif 0,0644 kg 272.196 17.529,4
Jumlah 40.405,6
Estimasi Loss 2,5% 1.010,1
Jumlah Pemakaian Bahan 41.415,7 Bahan Pembantu lain 17.360,0 Jumlah Bahan Baku dan Pembantu 54.075,7 Tenaga Kerja Langsung 14.415,2 Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung 4.310,6
Overhead 16.416,8 Bahan Bakar Minyak 1,0600 ltr @ Rp 5.000 5.300,0 Jumlah Standard Cost 99.218,3 Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa pemakaian bahan bakar dalam proses produksi adalah sebesar 5,34 % dari jumlah standard cost per karton hasil akhir untuk anti nyamuk bakar standard.
b. Anti Nyamuk Jumbo
Material Pemakaian Harga Jumlah
Tepung batok 2,305 kg 2.700 6.223,5 Tepung kayu 2,6556 kg 2.200 5.842,3 Tepung Talc 0.7082 kg 1.380 977,3 Bahan Kimia lain 1,7410 kg 8.429 14.674,9 Bahan Aktif 0,0772 kg 272.196 21.013,5
Jumlah 48.731,5
Estimasi Loss 2,5% 1.218,3
Jumlah Pemakaian Bahan 49.949,8 Bahan Pembantu lain 19.964,0 Jumlah Bahan Baku dan Pembantu 75.313,8 Tenaga Kerja Langsung 14.415,2 Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung 4.310,6 Overhead 16.416,8 Bahan Bakar Minyak 1,0800 ltr @ Rp 5.000 5.400,0
Jumlah Standard Cost 110.456,4 Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa pemakaian bahan bakar dalam proses produksi adalah sebesar 4,89 % dari jumlah standard cost per karton hasil akhir untuk anti nyamuk bakar jumbo.
B. Jumlah Produksi tahun 2007
Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil produksi tahun 2007 adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1 Jumlah Produksi tahun 2007
Bulan Standard Jumbo Jumlah
Januari 113.288 69.735 133.023 Februari 85.039 59.914 144.953 Maret 73.835 68.107 141.942 April 73.362 59.604 132.966 Mei 104.684 63.105 157.789 Juni 106.176 82.872 160.501 Juli 102.766 82.872 185.638 Agustus 66.897 90.196 157.093 September 81.291 72.853 154.145 Oktober 84.489 41.877 126.366 November 73.191 55.896 129.366 Desember 67.443 63.116 130.559 Jumlah 1.032.462 776.600 1.804.062
Berdasarkan data tersebut diatas diperkirakan bahwa biaya produksi untuk anti nyamuk standar dan jumbo adalah sebagai berikut:
Jenis Harga Pokok Produksi Jumlah HPP
Anti nyamuk Standard Rp 99.218.3 1.032.462 102.439.124.454 Anti nyamuk Jumbo Rp110.456.4 776.699 85.791.375.424
Jumlah HPP 188.230.499.877
Dengan hasil pengumpulan data diatas dapat diperhitungkan pengaruh pemakaian Bahan Bakar Minyak sebagai biaya operasi produksi sebagai berikut;
Jenis produksi HPP % BBM Biaya BBM
Anti nyamuk Standard 102.439.124.252 5.34 % 5.470.249.235 Anti nyamuk jumbo 85.791.375.424 4.89 % 4.195.198.258
Jumlah pemakaian BBM setahun 9.665.447.493
C. Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak
Dengan adanya kenaikan harga minyak bumi dunia dan penghapusan subsudi oleh pemerintah terhadap pembelian BBM oleh perusahaan maka kenaikan biaya produksi yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak sangat berpengaruh. Dibawah ini daftar harga BBM industri untuk tahun 2008: (sumber: www.pertamina.com)
Tabel 4.2 Daftar Harga BBM per liter tahun 2008
Berdasarkan harga BBM diatas jika dibandingkan dengan harga standard yang digunakan perusahaan maka akan dapat diketahui pengaruh kenaikan BBM sebagai biaya kenaikan biaya operasi. Dibawah ini tabel kenaikan biaya yang disebabkan oleh adanya kenaikan BBM berdasarkan jumlah pemakaian dibandingkan dengan perubahan / kenaik kan harga BBM tahun 2008 dengan asumsi jumlah produksi yang sama dengan tahun 2007 :
Bulan Harga perliter (Rp)
Januari 7.043 Februari 6.802 Maret 7.146 April 7.471 Mei 8.249 Juni 9.687 Juli 9.985 Agustus 8.519 September 7.655 Oktober 5.514 November 5.885 Desember 5.543
Tabel 4.3 Perbandingan Pemakaian BBM
Anti nyamuk Standard Pemakaian BBM
1,06 liter/karton Bulan Jumlah Liter Pemakaian (Rp)
Harga
tahun Pemakaian setelah
Produksi @ Rp 5.000 2008 (Rp) kenaikan BBM (Rp) Januari 113.288 120.085 600.426.400 7.043 845.760.627 Februari 85.039 90.141 450.706.700 6.802 613.179.910 Maret 73.835 78.265 391.325.500 7.146 559.257.004 April 73.362 77.764 388.818.600 7.471 580.962.501 Mei 104.684 110.965 554.825.200 8.249 915.378.961 Juni 106.176 112.547 562.732.800 9.687 1.090.225.328 Juli 102.766 108.932 544.659.800 9.985 1,087.735.35 Agustus 66.897 70.911 354.554.100 8.519 604.095.722 September 81292 86.170 430.847.600 7.655 659.666.844 Oktober 84.489 89.558 447.791.700 5.514 493.792.120 November 73.191 77.582 387.912.300 5.885 456.588.294 Desember 67.443 71.490 357.447.900 5.543 396.238.146 5.472.048.600 8.302.880.592 2.830.831.992
Anti nyamuk Jumbo Pemakaian BBM
1,08 liter/karton Bulan Jumlah Liter Pemakaian (Rp)
Harga
tahun Pemakaian setelah
Produksi @ Rp 5.000 2008 (Rp) kenaikan BBM (Rp) Januari 69.735 75.314 376.569.000 7.043 530.435.093 Februari 59.914 64.707 323.535.600 6.802 440.165.478 Maret 68.107 73.556 367.777.800 7.146 525.604.160 April 50.604 54.652 273.261.600 7.471 408.300.279 Mei 53.105 57.353 286.767.000 8.249 473.122.848 Juni 59.325 64.071 320.355.000 9.687 620.648.263 Juli 82.872 89.502 447.508.800 9.985 893.715.756 Agustus 90.196 97.412 487.058.400 8.519 829.858.958 September 72.853 78.681 393.406.200 7.655 602.340.656 Oktober 41.877 45.227 226.135.800 5.514 249.366.114 November 55.896 60.368 301.838.400 5.885 355.275.870 Desember 63.116 68.165 340.826.400 5.543 377.812.881 4.145.040.000 6.306.646.356 2.161.606.356
Tabel diatas adalah perbandingan antara pemakaian BBM antara harga standar dengan harga dari Pertamina tahun 2008 dengan asumsi jumlah produksi yang sama untuk tahun 2007.
Berdasarkan tabel diatas dapat terlihat dengan jelas terdapat kenaikan biaya operasional produksi yang sangat signifikan yang disebabkan oleh kenaikan harga BBM. Pada anti
milyar sedangkan pada anti nyamuk bakar jumbo kenaikan biaya opersional produksi adalah sebesar Rp 2.161 milyar. Sehingga secara total jumlah kenaikan biaya opersional produksi yang disebabkan oleh kenaikan BBM adalah sebesar Rp 4.992 milyar setahun.