• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tinjauan Objek Studi Gambaran Umum Perusahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tinjauan Objek Studi Gambaran Umum Perusahaan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Tinjauan Objek Studi

1.1.1 Gambaran Umum Perusahaan

Sekolah Tinggi Farmasi Bandung (STFB) diselenggarakan oleh Yayasan Adhi Guna Kencana. Didirikan pada tanggal 4 Juni 1999 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.98/D/0/1999 serta Ketua Yayasan Adhi Guna Kencana No. 018/SK/YAGK/II /1999. STFB didirikan untuk menghasilkan Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, dan Ahli Madya Kimia Industri yang berpengetahuan, berketerampilan, berdedikasi tinggi dalam pengelolaan perbekalan kefarmasian serta penatalaksanaan pelayanan kefarmasian guna menjawab tuntutan masyarakat.

STFB mempunyai izin, tiga program studi yaitu S1 Farmasi (1999), D3 Kimia Industri (1999), dan D3 Farmasi (2001). Kampus STFB pertama kali adalah di Jalan Sindang Sari No 100 Cibiru Bandung. Pada awal berdirinya STFB bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Padjadjaran. Kerjasama yang pernah dijalin adalah makloon praktikum beberapa mata kuliah ilmu dasar. Selanjutnya STFB mulai menyelenggarakan seluruh praktikum secara mandiri sejak tahun 2001. Dengan menempati Gedung Baru di Jalan Soekarno Hatta 754 Bandung hingga sekarang.

Dilakukan pula penyesuaian kurikulum yang mengacu pada Kurikulum Inti/Kurikulum Nasional yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, kemudian pada perkembangannya kurikulum inti tersebut telah disempurnakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia. Kurikulum inti terbaru telah diimplementasikan di STFB, kurikulum inti tersebut menjadi acuan penilaian BAN PT pada saat melakukan akreditasi. Kurikulum institusional telah dilakukan tiga kali perubahan, yaitu pada tahun 1999, 2002 dan 2006. Kurikulum institusional sudah saatnya untuk

(2)

2 ditinjau ulang, mengingat perkembangan dunia kefarmasian dan tuntutan stakeholder.

Pada tanggal 7 Agustus 2003, STFB resmi menjadi anggota muda Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) yang ke-23 berdasarkan Surat Keputusan Rapat Anggota VI APTFI No. 068/APTFI/RA-VI/2003. Program studi S1 Farmasi telah mendapat akreditasi BAN PT dengan peringkat C pada tanggal 27 Oktober 2005 dengan SK No.020/BAN-PT/Ak-IX/S1/X/2005. Dua tahun kemudian dilakukan reakreditasi dan diperoleh peringkat B pada tanggal 18 Agustus tahun 2007 dengan dikeluarkannya SK Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor: 018/BAN-PT/Ak-X/ S1/VIII/2007. Program studi D3 Farmasi terselenggara dengan Surat Ijin Penyelenggraan Nomor 2512/D/T/K-IV/2009 Dirjen Dikti Dan telah mendapat perpanjangan ijin nomor 14348D/T/K-IV/2013 dan menyandang status terakreditasi BAN-PT. Pada Tahun 2014 Program Studi D3 mendapatkan akreditasi BAN-PT dengan peringkat B. Dengan melihat perkembangan yang ada dan dengan pertimbangan beberapa kemajuan yang sudah dicapai, akreditasi B untuk Program Studi S1 serta dengan dukungan sistem manajemen STFB yang stabil, mulai semester Genap tahun akademik 2007/2008 telah dibuka program baru, yaitu Program Pendidikan Profesi Apoteker.

Program pendidikan ini diselenggarakan dengan dukungan kerja sama dari berbagai instansi termasuk Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Sesuai dengan ketentuan BAN-PT nama Program Pendidikan Profesi Apoteker berubah menjadi Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Sekolah Tinggi Farmasi Bandung. Melalui edaran Dirjen dikti menyandang status terakreditasi C BAN-PT. Pada tahun 2015 Program Studi Profesi Apoteker mendapatkan peringkat B akreditasi BAN-PT.

(3)

3 1.1.2 Visi dan Misi

Visi Sekolah Tinggi Farmasi Bandung :

Menjadi Perguruan tinggi yang mandiri,unggul,dan berdaya saing di bidang farmasi pada taraf ASEAN 2030.

Misi Sekolah Tinggi Farmasi Bandung :

1. Membangun dan mengembangkan mutu pendidikan farmasi dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi.

2. Mengembangkan kelembagaan dalam rangka mewujudkan perguruan tinggi yang mandiri.

3. Memelihara sistem manajemen bermutu hingga mencapai standar internasional (continous improvement).

4. Meningkatkan kapasitas institusi dan kapasitas SDM yang kreatif dan inovatif. 5. Membangun entrepreneurial university dengan menerapkan strategic

enterpreneuship. 1.1.3 Logo

Logo adalah sebuah tanda yang secara tidak langsung menjual,tetapi memberi suatu identitas yang pada akhirnya sebagai alat pemasaran yang signifikan. Berikut ini adalah logo dari Sekolah Tinggi Farmasi Bandung :

Gambar 1.1 Gambar Logo Sekolah Tinggi

Farmasi Bandung

(4)

4 1.1.4 Struktur Organisasi

Struktur Organisasi merupakan susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang berada pada suatu perusahaan dalam menjalankan operasional untuk dapat mencapai tujuan yang ingin dicapainya. Berikut ini adalah struktur organisasi di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung :

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Sekolah Tinggi Farmasi Bandung Sumber : Divisi SDM Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

1.1.5 Layanan Yang diberikan

Layanan yang diberikan oleh Sekolah Tinggi Farmasi Bandung ini adalah dalam bidang pendidikan tingkat perguruan tinggi dalam bidang farmasi,untuk dapat menghasilkan Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi dan Ahli Madya Kimia Industri yang berpengetahuan, berketerampilan, berdedikasi tinggi dalam pengelolaan perbekalan kefarmasian serta penatalaksanaan pelayanan kefarmasian guna menjawab tuntutan masyarakat.

(5)

5 1.2 Latar Belakang Penelitian

Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh bagi perusahaan karena sumber daya manusia dapat menentukan kelangsungan hidup suatu perusahaan oleh karena itu perusahaan harus memberikan perhatian yang lebih mengenai itu. Dalam hal ini diharapkan adanya suatu hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain antara karyawan dengan pemilik perusahaan sehingga dapat mendorong semangat untuk bekerja para karyawannya sehingga dapat memajukan perusahaan, seperti yang dikatakan Hasibuan (2017:75) karyawan memberikan prestasi kerja yang berkualitas demi kemajuan perusahaan, sedangkan perusahaan memberikan kompensasi kepada karyawan sesuai dengan prestasi kerja yang telah diberikan kepada perusahaan.

Menurut Kasmir (2016:191) setiap karyawan yang memiliki kinerja yang baik dapat memberikan pengaruh baik dalam perusahaan agar mencapai tujuan. Kinerja yang baik ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor penting yaitu kemampuan dan keahlian, pengetahuan, rancangan kerja, kepribadian, motivasi kerja, kepemimpinan, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja, lingkungan kerja, loyalitas, komitmen dan disiplin kerja.

Menurut Kasmir (2016:195) selain kinerja dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada diatas, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu kompensasi, jenjang karier dan citra karyawan.

Dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan itu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja itu adalah kompensasi, dengan perusahaan memberikan kompensasi yang membuat karyawan puas maka karyawan akan dapat meningkatkan kinerja dalam bekerjanya. Seperti pernyataan menurut Sinamora (2015:445) memberikan perhatian karyawan dengan cara memberi kompensasi yang layak dan adil akan meningkatkan prestasi kerja dan diharapkan untuk bekerja dengan baik. Kompensasi merupakan timbal balik yang diberikan oleh perusahaan terhadap karyawannya atas kinerja yang baik yang telah karyawan itu berikan kepada perusahaan. Menurut Hasibuan (2017:118) kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Kompensasi berbentuk uang, artinya kompensasi dibayar dengan

(6)

6 sejumlah uang kartal kepada karyawan yang bersangkutan. Kompensasi yang berbentuk barang, artinya kompensasi dibayar 10% dari produksi yang dihasilkan.

Kinerja karyawan dalam organisasi merupakan bagian yang sangat penting, tidak terkecuali untuk Sekolah Tinggi Farmasi Bandung. Namun, terdapat permasalahan yaitu berdasarkan studi sementara peneliti menemukan bahwa kinerja karyawan mengalami penurunan dikarenakan beberapa hal.

Berdasarkan wawancara dengan bagian SDM dari Sekolah Tinggi Farmasi Bandung, Sekolah Tinggi Farmasi Bandung menuntut untuk dapat memiliki karyawan yang mempunyai kinerja yang tinggi agar dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaannya dengan efektif dan efisien, karyawan yang memiliki kinerja yang tinggi menurut Sekolah Tinggi Farmasi Bandung adalah karyawan yang memiliki keahlian di bidang tertentu sehingga selalu dapat diandalkan dalam tugas dan pekerjaannya.

Untuk dapat mengetahui Kinerja yang tinggi atau rendah, Sekolah Tinggi Farmasi Bandung memiliki sistem penilaian kinerja sendiri untuk mengukur kinerja para karyawannya yang bernama work standard. Standar itu berisikan nilai yang harus dapat dicapai oleh karyawan perusahaannya.Berikut ini merupakan contoh work standard dari Sekolah Tinggi Farmasi Bandung dalam menilai kinerja karyawannya.

(7)

7 Penilaian standar kinerja pada Sekolah Tinggi Farmasi Bandung adalah sebagai berikut :

TABEL 1.1 WORK STANDAR No KPI/JA/WS Bob ot Level 1 2 3 4 5 1 Pengetahuan Tentang pekerjaan 20% Pengetahuan tentang pekerjaan masih kurang dan tidak berusaha untuk memperbaikinya Memiliki pengetahua n tentang pekerjaan namun masih terbatas untuk memenuhi persyaratan minimum Memiliki pengetahuan yang cukup tentang pekerjaan untuk bisabekerja dengan efektif Mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang luas tentang pekerjaannya sehingga bisa bekerja dengan efektif Mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang luas tentang pekerjaannya sehingga bisa bekerja dengan efektif dan secara konsisten meningkatkan pengetahuannya 2 Keterampilan untuk melakukan pekerjaan 20% Keterampilan dan kecekatan yang dimiliki tidak memadai untuk dapat melakukan pekerjaannya secara efektif Memiliki keterampil an dan kecekatan namun masih terbatas untuk melakukan pekerjaany a secara efektif Memiliki keterampilan dan kecekatan untuk melakukan pekerjaannya dengan efektif Ahli di bidangnya sangat terampil dan cekatan dalam melakukan pekerjaannya Ahli di bidangnya ,sangat terampil dan cekatan dalam melakukan pekerjaannya dan secara konsisten meningkatkan keterampilannya 3 Keterampilan Waktu dalam menyelesaika n pekerjaan 20% Lambat kecepatannya tidak cukup untuk memenuhi persyaratan pekerjaannya,jara ng memenuhi jadwal dan tenggat waktu Mempunya i kecepatan yang cukup namun kadang-kadang lambat,um umnya memenuhi tenggat waktu dengan baik Bekerja dengan kecepatan yang baik untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu dan memenuhi standar yang dibutuhkan Bekerja dengan sangat cepat dan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari yang seharusnya tanpa harus mengorbankan standar

Bekerja dengan sangat cepat dan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari yang seharusnya tanpa harus mengorbankan standar dan secara konsisten meningkatkan kerja

(8)

8 No KPI/JA/WS Bob ot Level 1 2 3 4 5 4 Kualitas pekerjaan :Kecermatan dan kerapian 20% Kualitas pekerjaan seringkali tidak dapat diterima,tidak cermat dan tidak rapi Kualitas pekerjaan umumnya dapat diterima,tid ak banyak kesalahan dan secara umum cukup rapi Kualitas pekerjaan yang diberikan dapat diandalkan Secara konsisten bekerja dengan standar yang tinggi,sangat rapi,dan cermat Secara konsisten bekerja dengan standar yang tinggi,sangat rapi,dan cermat serta konsisten meningkatkan kualitas pekerjaan 5 Pengetahuan mengenai kebijakan dan prosedur 20% Mempunyai pengetahuan yang sangat minim dan tidak memadai mengenai kebijakan dan prosedur perusahaan Mempunya i pengetahua n yang cukup tetapi kadangkala tidak mengikuti prosedur tersebut Memahami dan menaati kebijakan dan prosedur perusahaan Mendalami kebijakan dan prosedur perusahaan dan seringkali berinisiatif memberikan saranperbaikan Mendalami kebijakan dan prosedur perusahaan secara konsisten berinisiatif memberikan saran perbaikan

(9)

9 Adapun Kriteria penilaian kinerja karyawan di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL 1.2

KRITERIA PENILAIAN KINERJA KARYAWAN

Nilai Kriteria

1.0-1.5 Kinerja kurang dari yang dapat diterima

1.6-2.0 Tidak memenuhi

2.1-3.0 Memenuhi

3.1-3.5 Konsisten berkinerja Tinggi

3.6-4.0 Kinerja Istimewa

Sumber:Sekolah Tinggi Farmasi Bandung bagian SDM 2018

Penilaian kinerja karyawan Sekolah Tinggi Farmasi Bandung menggunakan penilaian Work Standar yang bertujuan untuk dapat mengetahui tingkat kinerja karyawan yang ada di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung, berikut ini adalah data kinerja karyawan Sekolah Tinggi Farmasi Bandung pada tahun 2015, 2016 dan 2017:

TABEL 1.3

KINERJA KARYAWAN SEKOLAH TINGGI FARMASI BANDUNG TAHUN 2015,2016 DAN 2018

Sumber : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung Bagian SDM 2018

Dari data persentase pada tabel 1.3 maka dapat dilihat grafik kinerja karyawan di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung tahun 2015,2016 dan 2017 adalah sebagai berikut :

Kategori

Jumlah Pegawai/Persentase

2015 2016 2017

∑Pegawai Persentase ∑Pegawai Persentase ∑Pegawai Persentase

Kurang 0 0 0 0% 0% 0% Tidak Memenuhi 0 0 0 0% 0% 0% Memenuhi 17 28,3% 25 41,7% 36 60% Tinggi 28 46,7% 22 36,7% 13 21,7% Istimewa 15 25% 13 21,6% 11 18,3% Total/ Persentase 60 100% 60 100% 60 100%

(10)

10 Gambar 1.3 Grafik Kinerja Karyawan Sekolah Tinggi Farmasi Bandung Tahun

2015,2016 dan 2017

Sumber : Data Olahan Peneliti,2018

Berdasarkan gambar 1.3 di atas dapat dilihat bahwa Kinerja karyawan dengan kategori “Istimewa” yang ditunjukan dengan grafik batang berwarna biru mengalami penurunan yang mulanya sebesar 25% pada tahun 2015 kemudian mengalami penurunan menjadi 21,6% pada tahun 2016 dan tahun 2017 kinerja yang berkategori “istimewa” menjadi 18,3% selanjutnya pada kategori “Tinggi” yang ditunjukan pada grafik batang berwarna ungu mengalami penurunan yang cukup tinggi setiap tahunnya,pada tahun 2015 kinerja karyawan Sekolah Tinggi Farmasi Bandung yang berkategori “Tinggi” sebesar 46,7% kemudian mengalami penurunan pada tahun 2016 menjadi 36,7% dan pada tahun 2017 sebesar 21,7% dengan begitu dapat dilihat bahwa kinerja karyawan di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung dengan kategori “Tinggi” mengalami penurunan yang cukup tinggi dan yang harus sangat diperhatikan oleh Sekolah Tinggi Farmasi Bandung yaitu pada kategori “Memenuhi” yang berwarna hijau pada gambar 1.3 setiap tahunnya mengalami kenaikan yang sangat tinggi hal ini disebabkan karena sebelumnya karyawan yang memiliki kategori kinerja karyawan “Istimewa” dan “Tinggi” mengalami penurunan kinerja menjadi “memenuhi” pada tahun 2015 sebesar 28,3% dan mengalami kenaikan tingkat persentase kinerja karyawannya menjadi 41,7% pada tahun 2016 kenaikan pada kategori”Memenuhi” tidak berhenti pada tahun 2016 saja namun terjadi pada tahun selanjutnya yaitu pada tahun 2017 menjadi 60% hal ini sangat harus

28.30% 41.70% 60% 46.70% 36.70% 21.70% 25% 21.60% 18.30% 2015 2016 2017

Diagram Kinerja Karyawan

(11)

11 diperhatikan oleh Sekolah Tinggi Farmasi Bandung untuk dapat meningkatkan kembali kinerja karyawannya.

Hasil dari penilaian kinerja karyawan pada tabel 1.3 dijelaskan bahwa kinerja karyawan berkategori memenuhi mengalami peningkatan setiap tahunnya dan karyawan yang telah berkinerja tinggi dan istimewa mengalami penurunan peneliti berpersepsi bahwa faktor yang mempengaruhi penurunan kinerja karyawan yaitu kompensasi dan hasil wawancara yang dilakukan sebelumnya dengan bagian sumber daya manusia di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung menyatakan bahwa Sekolah Tinggi Farmasi Bandung sudah memberikan kompensasi kepada karyawannya agar karyawannya dapat bekerja dengan maksimal namun masih ada karyawan yang mengeluhkan mengenai besaran kompensasi yang diberikan.

Berikut ini adalah data kompensasi karyawan di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung : TABEL 1.4

DATA KOMPENSASI KARYAWAN

No Kompensasi Uraian Sistem Pemberian

1 Gaji Gaji Pokok Diberikan setiap satu bulan sekali 2 Tunjangan

tidak tetap

Insentif Diberiakan setiap perusahaan memperoleh laba Honor kegiatan Diberikan ketika karyawan

berpartisipasi dalam kegiatantersebut 3 Benefit Tunjangan Kesehatan Diberikan kepada seluruh

karyawan dengan diikutsertakan dalam anggota BPJS yang

ditanggung perusahaan Tunjangan Hari Raya Diberikan satu kali sekali

Uang

Akomodasi(Transport)

Diberikan satu bulan sekali Tunjangan Pokok

Penghasilan

Diberikan satu bulan sekali 4 Imbalan

Pasca Kerja

Jaminan Hari Tua Diberikan menjelang masa pensiun

Sumber:Sekolah Tinggi Farmasi Bandung Bagiad SDM,2018

Untuk dapat mengetahui tingkat kepuasaan karyawan terhadap kompensasi yang telah Sekolah Tinggi Farmasi Bandung berikan sebelumnya, penulis melakukan

(12)

12 prapenelitian dengan menyebarkan kuesioner kepada 20 karyawan Sekolah Tinggi Farmasi Bandung . Hasil dari penyebaran kuisioner itu adalah sebagai berikut :

TABEL 1.5

HASIL KUESIONER KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP SISTEM KOMPENSASI No Pernyataan Sangat Tidak Puas Tidak

Puas Cukup Puas

Sangat

Puas Total

F % F % F % F % F %

1 Gaji sesuai dengan yang diharapkan 2 10 % 7 35 % 6 30 % 3 15 % 2 10 % 20 2 Gaji telah sesuai

Dengan Kebutuhan 3 15 % 5 25 % 7 35 % 4 20 % 1 5 % 20 3 Fasilitas Yang diberikan Perusahaan 5 25 % 7 35 % 6 30 % 2 10 % 20 4 Bonus yang diberikan

perusahaan 7 35 % 6 30 % 4 20 % 3 15 % 20 5 Benefit yang diberikan perusahaan 9 45 % 4 20 % 5 25 % 2 10 % 20 6 Tunjangan yang diberikan perusahaan 5 25 % 6 30 % 6 30 % 3 15 % 20 Total 26 33 35 21 5 120 Persentase 21,7% 27,5% 29,2% 17,5% 4,1% 100%

Berdasarkan hasil prapenelitian dengan menyebarkan kuesioner kepada 20 karyawan Sekolah Tinggi Farmasi Bandung yang dilakukan peneliti pada tabel 1.5 dapat dilihat bahwa :

a. Indikator gaji sesuai dengan yang diharapkan bahwa 45% menyatakan sangat tidak puas dan tidak puas, 30% menyatakan cukup dan 25% menyatakan sudah puas dan sangat puas.

b. Indikator gaji telah sesuai dengan kebutuhan bahwa 40% menyatakan sangat puas dan tidak puas, 35% menyatakan cukup dan 25% menyatakan sudah puas dan sangat puas.

c. Indikator Fasilitas yang diberikan perusahaan bahwa 25% menyatakan tidak puas, 35% menyatakan cukup dan 40% menyatakan sudah puas dan sangat puas.

d. Indikator bonus yang diberikan perusahaan bahwa 65 % menyatakan sangat tidak puas dan tidak puas, 20% menyatakan cukup dan 15% menyatakan puas dan sangat puas.

(13)

13 e. Indikator benefit yang diberikan perusahaan bahwa 65%% menyatakan sangat

tidak puas dan tidak puas, 25% menyatakan cukup dan 10% menyatakan puas. f. Indikator Tunjangan yang diberikan perusahaan bahwa 55% menyatakan sangat

tidak puas dan tidak puas , 30% menyatakan cukup 15% menyatakan puas. Dapat disimpulkan bahwa 49,2% dari 20 orang yang sebelumnya mengisi kuesioner merasa sangat tidak puas dan tidak puas terhadap kompensasi yang diberikan sebelumnya oleh yayasan dan karyawan yang merasa puas dan sangat puas sebesar 21,6% dari 20 karyawan yang sebelumnya mengisi kuesioner prapenelitian dan 29,2% dari 20 orang yang telah mengisi kuesioner menyatakan cukup dengan kompensasi yang diberikan sebelumnya oleh yayasan.

Hal yang harus menjadi perhatian yayasan adalah dalam memberikan tunjangan yang diberikan kepada karyawan dan benefit yang diberikan serta bonus yang yayasan berikan kepada karyawan karena dari tabel 1.5 dapat dilihat karyawan yang merasa tidak puas dan sangat tidak puasnya lebih banyak dibandingkan dengan karyawan yang sudah merasa puas dan sangat puas hal ini harus dapat diatasi oleh perusahaan agar kinerja karyawannya dapat meningkat.

Teori yang menyatakan bahwa kompensasi berhubungan terhadap kinerja karyawan yaitu seperti pernyataan Kasmir (2016: 225) kinerja karyawan memiliki hubungan dengan pemberian kompensasi.

Apabila karyawan tidak merasa puas dengan kompensasi karyawan maka akan menyebabkan penurunan dalam kinerjanya seperti pernyataan yang telah dikemukakan oleh Sunyoto (2012:153) “Akibat ketidakpuasan dalam pembayaran kompensasi akan mengurangi kinerja, meningkatkan keluhan, penyebab mogok kerja, dan mengarah pada tindakan - tindakan fisik dan psikologis, seperti ketidakhadiran dan sebagainya”.

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan dalam latar belakang ini penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung dengan judul “ Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung ”.

(14)

14 1.3 Perumusan Masalah

Perumusan masalah berdasarkan fenomena yang terjadi seperti yang telah di jelaskan sebelumnya pada latar belakang penelitian adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana kompensasi yang diberikan kepada karyawan di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung ?

2. Bagaimana kinerja karyawan di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung ?

3. Seberapa besar pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung ?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui kompensasi yang diberikan kepada karyawan di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung.

2. Untuk mengetahui kinerja karyawan di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung.

3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung.

1.5 Kegunaan Penelitian

Setiap kegiatan penelitian yang penulis lakukan diharapkan agar dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat di dalam peneletian ini.Adapun kegunaannya adalah sebagai berikut :

1. Kegunaan Praktis

Penelitian yang telah di lakukan ini diharapkan dapat memberikan informasi dalam hal pemberian kompensasi kepada karyawan.

2. Kegunaan Teoritis

Penelitian yang telah dilakukan ini diharapkan dapat menjadi referensi penelitian selanjutnya untuk penelitian-penelitian pada bidang Sumber Daya Manusia lebih tepatnya tentang pemberian kompensasi kepada karyawan.

(15)

15 1.6 Batasan Penelitian

Adapun penulis mempunyai batasan-batasan dalam melakukan penilitian ini karena untuk menjaga konsistensi penelitian sehingga dapat sesuai dengan tujuan penelitian adalah sebagai berikut :

1. Penelitian ini menetapkan bahwa responden peneletian ini adalah karyawan Sekolah Tinggi Farmasi Bandung.

2. Objek yang penulis ambil untuk melakukan penelitian ini yaitu di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung.

3. Periode penelitian ini dilakukan pada bulan September 2018-Desember 2018. 1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan ini diharapkan dapat mempermudah pembaca dalam membaca dan memahami isi yang ada di dalam skripsi ini. Oleh karena itu penulisan skripsi ini disusun sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Pada Bab ini akan mengemukakan hal mengenai tinjauan objek studi, latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, batasan penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN

Pada Bab ini akan mengemukakan hal mengenai Rangkuman Teori, Kerangka Pemikiran, hipotesis penelitian, dan ruang lingkup penelitian.

BAB III : METODE PENELITIAN

Pada Bab ini akan mengemukakan hal mengenai Jenis Penelitian,Variabel Operasional, Tahapan Penelitian, Populasi dan Sampel, Pengumpulan data, Teknik Pengumpulan data, Skala Pengukuran, Uji Validitas dan Uji Realibilitas, Teknik Analisi data, Analisis Regresi Linier Sederhana Pengujian Hipotesis.

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada Bab ini akan mengemukakan tentang hal mengenai Karakteristik responden, Hasil Penelitian dan Pembahasan hasil penelitian.

BAB V : Kesimpulan dan Saran

Gambar

Gambar 1.1 Gambar  Logo Sekolah Tinggi
Gambar 1.2 Struktur Organisasi Sekolah Tinggi Farmasi Bandung  Sumber : Divisi SDM Sekolah Tinggi Farmasi Bandung
TABEL 1.1   WORK STANDAR  No  KPI/JA/WS  Bob ot  Level  1  2  3  4  5  1  Pengetahuan  Tentang  pekerjaan  20%  Pengetahuan  tentang pekerjaan masih kurang dan  tidak berusaha  untuk  memperbaikinya  Memiliki  pengetahuan tentang pekerjaan namun masih  ter
Diagram Kinerja Karyawan

Referensi

Dokumen terkait

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua memiliki peran yang besar dalam membentuk perilaku prososial remaja sehingga apabila orang tua

dibantu perencana Comprehensive Planning Perencana dibantu aspirasi masyarakat Strategic Planning Stakeholders di- bantu perencana Participatory Planning Masyarakat

Persetujuan tertulis dibuat dalm bentuk pernyataan yang tertuang dalam formulir persetujuan tindakan kedokteran sebelum ditandatangani atau dibubuhkan cap ibu

Cooper, (1982:38) latihan aerobik adalah kerja tubuh yang memerlukan oksigen untuk kelangsungan proses metabolisme energi selama latihan. Sehingga latihan aerobik

Terdapat implementasi pengelolaan fauna tetapi tidak mencakup kegiatan pengelolaan secara keseluruhan sesuai dengan ketentuan terhadap jenis-jenis yang

(2) Menjelaskan penerapan model kooperatif tipe Contextual Teaching and Learning Pada Tema 4 Berbagai Pekerjaan Muatan IPS dan Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Hasil Belajar

Data sekunder yang digunakan diperoleh dari beberapa sumber antara lain dari Bank Sentral Nigeria, Kantor Federal Statistik dan Organisasi Perdagangan Pangan dan

Nilai raw accelerometer yang dihasilkan dimana pada dasarnya memiliki (noise) difilter dengan menggunakan low-pass filter dan nilai raw gyroscope yang dihasilkan memiliki