KATA PENGANTAR. Puji syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah. melimpahkan berkah dan rahmat-nya kepada kita, sehingga kami dapat

23 

Teks penuh

(1)

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan berkah dan rahmat-Nya kepada kita, sehingga kami dapat menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Badan Kepegawian Daerah Kabupaten Bangka Selatan Tahun Anggaran 2020.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Badan Kepegawian Daerah merupakan salah satu pedoman/acuan untuk melakukan tugas dan fungsi Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah, sebagai organisasi tata laksana serta manajemen kepegawaian daerah dalam waktu satu tahun.

Kami berharap Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) ini berguna mewujudkan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan yaitu Mewujudkan pelayanan publik yang professional berbasis teknologi informasi dan penyelenggaraan tata pemerintahan daerah yang baik (good local govermance). Toboali, 31 Desember2020 Plt. Kepala BKPSDMD, Drs. Gunawar Pembina Tk. I NIP. 19660104199303 2 007

(2)

2

Ikhtisar Eksekutif

Kebijakan otonomi daerah yang dituangkan dalam Undang-undang

Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, yang memberikan kewenangan seluas-luasnya kepada daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri, berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Salah satu wujud konkrit Implementasi Kebijakan otonomi daerah, pemerintah telah mengeluarkan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian yang memuat aturan mengenai pembentukan Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah. Oleh karenanya, urusan Kepegawaian yang semula dilaksanakan oleh Bagian Kepegawaian Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan ditingkatkan statusnya menjadi Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah, yang mempedomani Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah yang selanjutnya dijabarkan dalam Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah.

Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka Selatan sebagai perangkat daerah merupakan unsur pelaksana tugas dibidang organisasi dan tata laksana serta manajemen kepegawaian daerah. Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah dalam menjalankan tugasnya membantu Sekretaris Daerah dalam melaksanakan manajemen Pegawai Negeri Sipil Daerah, harus didukung

(3)

3

dengan personil yang andal dan professional, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Serta dapat menunjang jalannya tugas dan fungsi unit kerja di lingkungan Badan Kepegawaian Kabupaten Bangka Selatan. Hal ini merupakan keinginan yang telah menjadi komitmen bersama yang telah dituangkan dalam bentuk perencanaan yang dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap Bidang.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah merupakan salah satu pedoman/acuan untuk melakukan tugas dan fungsi Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah, sebagai organisasi, tata laksana serta manajemen kepegawaian daerah dalam waktu satu tahun. Adapun hasil perhitungan secara Global tingkat capaian kinerja (PK) padaBadan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia DaerahKabupaten Bangka Selatan di tahun 2020mencapai kisaran 86,06% tingkat capaian kinerja.

Tidak bisa dipungkiri didalam pelaksanaan pencapaian target kinerja kami menghadapi hambatan – hambatan, diantaranya kurangnya koordinasi dengan instansi pusat dan instansi terkait Mengenai pelaksanaan kegiatan, sarana dan prasarana yang belum memadai, anggaran yang disetujui serta kurangnya jumlah pegawai untuk melaksanakan kegiatan OPD.

Peningkatan koordinasi dengan instansi pusat dan instansi terkait mengenai pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan penambahan jumlah Pegawai serta berkaitan dengan seleksi jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.Melaksanakan Pengangkatan CPNSD dan PPPK merupakan solusi penambahan jumlah pegawai yang di barengi dengan Peningkatan kualitas SDM Aparatur. Penambahan kelengkapan sarana dan prasarana merupakan salah

(4)

4

satu solusi untuk meningkatkan kinerja dan membantu untuk pencapaian target kinerja.Terutama fasilitas Gedung CAT yang belum dilengkapi dengan teralis, belum tersedianya ruang kelas yang memadai dalam proses belajar mengajarkegiatan Pendidikan Struktural kepemimpinan tingkat IV dan Pelatihan Dasar CPNSD, sehingga pelaksanaan tersebut masih dilakukan diruang aula, Sarana dan prasaran tersebut merupakan persyaratan untuk pelaksanaan diklat PIM IV tahun selanjutnya, belum adanya grounding anti petir yang dapat melindungi peralatan dan perlengkangkapan kerja kantor dan Peralatan CAT, belum adanya landscape dan Tempat Parkir gedung diklatSertaperlegkapan dan peralatan lainnya yang dapat menunjang jalannya tugas dan fungsi unit kerja di lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Bangka Selatan. Hal ini merupakan keinginan yang telah menjadi komitmen bersama yang telah dituangkan dalam bentuk perencanaan yang dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap Bidang.

(5)

5 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR---1 IKHTISAR EKSEKUTIF---2 DAFTAR ISI---5 DAFTAR LAMPIRAN---6 BAB I PENDAHULUAN---7 A. LATAR BELAKANG---7 B. LANDASAN HUKUM---7

C. TUGAS DAN FUNGSI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH---8

D. STRUKTUR ORGANISASI BKD KABUPATEN BANGKA SELATAN--9

E. TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH---10 BAB II PERENCANAAN KINERJA---12

A. RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)---12

B. RENCANA DAN PENETAPAN KINERJA2020---12

BAB IIIAKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2020---14

A. PENGUKURAN PENCAPAIAN KINERJA TAHUN 2020---14

B. REALISASI ANGGARAN---16

BAB IV PENUTUP---22

A. KESIMPULAN---22

B. PERMASALAHAN---22

(6)

6

DAFTAR LAMPIRAN

(7)

7 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka Selatan sebagai perangkat daerah merupakan unsur pelaksana tugas dibidang organisasi dan tata laksana serta manajemen kepegawaian daerah. Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah dalam menjalankan tugasnya membantu Sekretaris Daerah dalam melaksanakan manajemen Pegawai Negeri Sipil Daerah, harus didukung dengan personil yang andal dan professional, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Serta dapat menunjang jalannya tugas dan fungsi unit kerja di lingkungan Badan Kepegawaian Kabupaten Bangka Selatan. Hal ini merupakan keinginan yang telah menjadi komitmen bersama yang telah dituangkan dalam bentuk perencanaan yang dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap Bidang.

B. Dasar Hukum

Salah satu wujud kongkrit Implementasi Kebijakan otonomi daerah, pemerintah telah mengeluarkan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian yang memuat aturan mengenai pembentukan Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah. Oleh karenanya, urusan Kepegawaian yang semula dilaksanakan oleh Bagian Kepegawaian Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan

(8)

8

ditingkatkan statusnya menjadi Badan Kepegawaian Daerah, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah yang selanjutnya dijabarkan dalam Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah.Kemudian berdasarkan Peraturan Bupati no. 39 Tahun 2016Tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah berubah nama menjadi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Manusia Daerah.

C. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi BKPSDMD Kabupaten Bangka Selatan

Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan OPD, struktur organisasi OPD, serta uraian tugas dan fungsi masing-masing personil. Uraian tentang struktur organisasi OPD ditujukan untuk menunjukkanorganisasi, jumlah personil, dan tata laksana OPD (proses, prosedur, mekanisme).

1. Tugas Pokok Badan Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah

Tugas pokok Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah(BKPSDMD) Kabupaten Bangka Selatan berdasarkan Peraturan Bupati Bangka Selatan Nomor 58 Tahun 2016 tentang Penjabaran Tugas Pokok, Fungsi dan Rincian Tugas Jabatan Struktural Di Lingkungan Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah, maka Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan Pelaksanaan kebijakan daerah dibidang kepegawaian daerah.

(9)

9

2. Fungsi Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah

Adapun fungsi BKPSDMD berdasarkan Peraturan Bupati Bangka Selatan Nomor 58 Tahun 2016 adalah sebagai berikut:

a. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;

b.

Memberikan dukungan atas penyelenggaraan Pemerintah Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya; d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan

(10)

10

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI

BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SDM DAERAH

KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SDM DAERAH

JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU SEKRETARIS

Drs. Gunawar Pembina Tk. I,IV/b NIP. 19660104 199303 1 007

KEPALA SUB BAGIAN PERENCANAAN, KEUANGAN DAN

PELAPORAN DEDI DARMADI, SE

PENATA, III/d NIP. 198112022010011013

KEPALA SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN DEPIYANTO, S.IP

PENATA, III/c NIP. 198510242006041001

KEPALA BIDANG PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR

KEPALA SUB BIDANG DIKLAT PENJENJANGAN DAN SERTIFIKASI

Dedy Kurniawan, S. Kom Penata Muda Tk. I, III/b NIP. 19831202 200904 1 002

KEPALA SUB BIDANG DIKLAT TEKNIS FUNGSIONAL

FARIDA, SE Penata, III/c NIP. 198012192007011001

KEPALA SUB BIDANG PENGEMBANGAN KOMPETENSI

SITI HARYANI, SH Penata Tk. I, III/d NIP. 197006141995012003

KEPALA BIDANG PENGADAAN, MUTASI DAN PROMOSI PUTRA SYAHBANA, S.IP

Penata Tk. I, III/d NIP. 198206132009041001

KEPALA SUB BIDANG PENGADAAN DAN PEMBERHENTIAN

KEPALA SUB BIDANG MUTASI DAN KEPANGKATAN RORI WINDRASARI SAFITRI, S.IP

Penata, III/c NIP. 198207312005012004

KEPALA SUB BIDANG PENGEMBANGAN KARIR DAN

PROMOSI JABATAN Loli Candra, A. Md Penata Muda Tk I, III/b NIP. 19820726 04 1 003

KEPALA BIDANG PEMBINAAN DAN INFORMASI PEGAWAI Nur Lillah Muhammad Penata Tk. I, III/d NIP. 19810318 200804 2 001

KEPALA SUB BIDANG DISIPLIN DAN PENGHARGAAN SILVIA HELDASARI, S.AP Penata Muda Tk. I , III/b NIP. 198109092006042018

KEPALA SUB BIDANG KINERJA, STATUS KEPEGAWAIAN DAN

FASILITASI PROFESI ASN Cik Aden, S. Si., M. Pd

Penata Tk. I, III/d NIP. 19730816 200312 1 004

KEPALA SUB BIDANG DATA DAN SISTEM NFORMASI KEPEGAWAIAN

SUHARDI, S.Kom Penata, III/c NIP. 198504232011011006

(11)

11

3. TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH BADAN KEPEGAWAIAN

DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH

KABUPATEN BANGKA SELATAN

1.1. TUJUAN

Dari visi dan misi, dikembangkan tujuan Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Bangka Selatan tahun 2016-2021, yaitu :

1. Terwujudnya Kepuasan masyarakat atas pelayanan OPD.

2. Melaksanakan tata kelola kepegawaian berbasis kompetensi dan teknologi informasi sehingga memberikan kemudahan, ketepatan, efisiensi dan efektif pada administrasi kepegawaian

1.2. SASARAN

Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur yaitu sesuatu yang ingin dicapai / dihasilkan secara nyata oleh Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah dengan kurun waktu yang telah ditentukan.

Tujuan 1 Terwujudnya Kepuasan masyarakat atas pelayanan OPD.

Sasaran :

Meningkatnya kepuasan masyarakat atas pelayanan OPD

Tujuan 2 Melaksanakan tata kelola kepegawaian berbasis kompetensi dan teknologi informasi sehingga memberikan kemudahan, ketepatan, efisiensi dan efektif pada administrasi kepegawaian

Sasaran :

Terselenggaranya manajemen kepegawaian berbasis kompetensi dan teknologi informasi.

(12)

12 BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. Rencana Strategis (RENSTRA)

Dalam sistem akuntabiitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan strategis merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan startegis lokal, nasional dan global dan tetap berada dalam tatanan Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena demikian, pendekatan perencanaan strategis yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah lebih dapat menyelaraskan visi dan misinya dengan potensi, peluang dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan akuntabiitas kinerjanya.

Beberapa isu stratejik yang sedang berkembang di Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia DaerahKabupaten bangka Selatan saat ini dan berpengaruh terhadap tugas-tugas umum yaitu kondisi sarana dan prasarana dan sumber daya manusia Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Bangka Selatan dirasakan belum cukup menunjang kelancaran pelayanan.

B. RENCANA DAN PENETAPAN KINERJA TAHUN 2020

Sebagai penjabaran lebih lanjut dari Rencana Strategis Tahun 2016-2021,disusun suatu Rencana Kinerja (Performance Plan) setiap tahunnya. Rencana kinerja ini merupakan penjabaran target kinerja yang harus dicapai dalam satu tahun pelaksanaan yang menunjukkan nilai kuantitatif yang melekat pada setiap indikator kinerja, baik pada tingkat sasaran stratejik maupun tingkat kegiatan, dan merupakan pembanding bagi proses pengukuran keberhasilan organisasi yang dilakukan akhir periode pelaksanaan.

(13)

13

Rencana kinerja tahun 2020Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Bangka Selatan dapat dilihat pada lampiran laporan dibawah ini.

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (4) (5)

1

Meningkatnya Profesionalitas Sumber Daya Aparatur dan Kuwalitas Pelayanan Kepegawaian

1. Persentase Pegawai yang mengikuti tugas belajar sesuai dengan kebutuhan formasi

0,30%

2. Persentase PNS Berpendidikan

sesuai tugas/tanggungjawabnya 99,25% 3. Persentase Pejabat Struktural

Lulus Diklat PIM 85%

4. Persentase ASN berpendidikan

minimal D4/S1 keatas 68%

(14)

14 BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2020

A. PENGUKURAN PENCAPAIAN KINERJA TAHUN 2020

Pengukuran kinerja diperlukan dalam rangka menilai keberhasilan atau kegagalan organisasi dalam pelaksanaan kegiatan/program/ kebijakan mencapai yang ditetapkan dalam rencana kinerja tahunan. Pengukuran capaian kinerja dilakukan dengan menggunakan metode pembandingan capaian kinerja sasaran. Metode pembandingan capaian kinerja sasaran dilakukan dengan membandingkan antara rencana kinerja (performance plan) yang diinginkan dengan realisasi kinerja (performance result) yang dicapai organisasi.

Indikator kinerja yang digunakan dalam mengukur keberhasilan capaian sasaran adalah sebagai berikut:

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

Capaian Tahun 2019 Capaian Tahun 2018 Capaian Tahun 2017 Capaian Tahun 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1 Meningkatnya Profesionalitas Sumber Daya Aparatur dan Kuwalitas Pelayanan Kepegawaian 1. Persentase PNS yang mengikuti tugas belajar sesuai dengan kebutuhan formasi 0,30% 4 2.665 0,15% 0,29% 0,27% 0,04% 1,07% 2. Persentase PNS Berpendidikan sesuai tugas/tanggungja wabnya 99,25% 2.620 2.665 98,31% 79,27% 83,45 75,70% 60,10% 3. Persentase Pejabat Struktural Lulus Diklat PIM 85% 307 400 76,75% 73,90% 70,92% 53,58% 44,64% 4. Persentase ASN berpendidikan minimal D4/S1 keatas 68,89% 1.820 2.665 68,29 65,43% 61,49% 60,20% 62,05% 5. Indeks Profesionalitas Aparatur 65 Nilai 62,04 63,30 75 75 70

(15)

15

Dalam hal pencapaian kinerja tingkat sasaran, terdapat beberapa indikator kinerja yang tidak mencapai target, indikator kinerja tersebut adalah sebagai berikut:

1. Persentase Pegawai yang mengikuti tugas belajar sesuai dengan kebutuhan formasi

Persentase Pegawai yang mengikuti tugas belajar sesuai dengan kebutuhan formasi terealisasi sebesar 0,15% (4 orang berbanding 2.665 orang) dari yang ditargetkan sebesar 0,30% dari jumlah pegawai. halini menunjukan adanya Penurunan dari tahun 2019 yang hanya terealisasi sebanyak 6 orang. Dalam hal ini belum mencapai target yang telah ditetapkan, disebabkan oleh kebutuhan peningkatan pendidikan formal PNS tersebut hanya dibutuhkan untuk bidang teknis serta adanya beberapa PNS yang batal melaksanakan tugas belajar yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

2. Persentase PNS Berpendidikan sesuai tugas/tanggungjawabnya Pada tahun 2020 jabatan terisi sesuai kompetensi hanya terlihat 2.620 dari 2.665PNSyang sesuai penempatan berdasarkan latar belakang pendidikannya. Hal ini menunjukan bahwa capaian sasaran pada tahun 2020 sebesar 98,31% dari target sebesar 99,25%. Hal ini menunjukan tidak tercapainya target yang ditetapkan, disebabkan masih adanya PNS yang menempati tugas dan tanggungjawabnya tidak sesiau dengan latarbelakang pedidikan. Walaupun demikian PNS tersebut tetap melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dan benar.

3. Persentase Pejabat Struktural Lulus Diklat PIM Pada tahun 2020 jumlah pejabat struktural yang telah mengikuti Diklat Kepemimpinan sebanyak 308 pejabat dari jumlah pejabat struktural yaitu sebanyak 400orang. Taget capaian tahun 2020 adalah sebesar 76,75% dengan capaian 85%. Dalam hal ini masih banyak pejabat eselon yang belum mendapat kesempatan untuk mengikuti Diklat Kepemimpinan dikarenakan sedikitnya kuota dalam pengikutsertaan Diklat Kepemimpinan III dan tidak dilaksanakannya Diklat PIM IV di Kabupaten Bangka Selatan serta diakibatkan oleh penundaan pelaksanaan diklat Kepemimpinan dimasa pandemi Covid-19. Namun ada kenaikan dari tahun 2019 sebesar 3,10%.

(16)

16

4. Persentase ASN berpendidikan minimal D4/S1 keatasPada tahun 2020mencapai 68,29% dari target sasaran sebesar 68% atau pada tahun 2020 mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Realisasi pada tahun sudah mencapai target yang telah ditentuka.

5. Indeks Profesionalitas Aparatur

Indeks Profesionalitas Aparatur selama tahun 2020 senilai 62,04 dari target sebesar 65, hal ini dapat disimpulakn bahwanilai Indeks profesionalitas aparatur masih rendah (cenderung tidak Profesional). Berkaitan masih rendahnya nilai dimensi kompetensi sebaiknya fokus perhatian diarahkan pada kegiatan yang dapat memberikan kesempatanluas bagi ASN untuk meningkatkan kompetensi. Kegiatan dapat berupa diklat PIM, diklat Fungsional, diklat teknis maupun kegiatan lain yang dapat mendukungpengembangan kompetensi seperti seminar, workshop serta bimbingan teknis.

B. Realisasi Anggaran

Jumlah alokasi anggaran tahun 2020 untuk Unsur Penunjang Urusan Pemerintahan yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah adalah Rp. 6.237.175.812,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 5.731.319.930,-atau 91,89%. serapan anggaran yang terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp. 3.084.342.652,-, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp. 1.657.227.278,-, dan Belanja Modal sebesar Rp. 989.750.000,-.

Rincian alokasi dan realisasi anggaran untuk program dan Kegiatan tahun 2020 adalah sebagai berikut :

(17)

17

Program dan Kegiatan Pagu Dana Realisasi Capaian %

I. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1.523.663.500 1.427.040.323 1 Tahun 93,65% I. Kegiatan Penguatan Fungsi Kesekretariatan dan Administrasi Perkantoran 1.523.663.500 1.427.040.323 1 Tahun 96,81% Sub Kegiatan: 1. Penyediaan Kebutuhan Operasional Perkantoran 361.000.000 304.509.188 1 Tahun 84,35% 2. Penyediaan Jasa Penunjang Operasional 629.400.000 629.400.000 1 Tahun 100% 3. Pelaksanaan kelancaran Tugas Umum Kedinasan 301.725.000 295.233.685 1 Tahun 99,98% 4. Pemeliaharaan Aset

Satuan Kerja 167.338.500 163.697.450 1 Tahun 97,82%

5. Penyediaan Jasa

Pengelolaan

Keuangan dan Aset Perangkat Daerah 64.200.000 34.200.000 1 Tahun 53,27% II. Program Peningkatan Saran dan Prasarana Aparatur 997.000.000 989.750.000 3 Jenis 98,25% I. Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran 997.000.000 989.750.000 2 Jenis 98,25% Sub Kegiatan: 1. Belanja Modal Peralatan dan Perlengkapan CAT 871.000.000 864.843.000 6 Jenis 99,29% 2. Belanja Modal Pembangunan Grounding Anti Petir

126.000.000 124.907.000 1 Paket 99,13% III. Program Peningkatan kapasitas Sumber Daya Aparatur 933.855.000 714.761.900 1 Tahun 76,54% Kegiatan: Penyelenggaraan Pengembangan SDM Aparatur 933.855.000 714.761.900 1 Tahun 76,54% Sub Kegiatan:

1. Seleksi dan Pemberian

(18)

18 Belajar

2. Pemberian Bantuan/

Kontribusi Diklat

Teknis dan Bimbingan Teknis

29 Orang

3. Uji Kompetensi dan

Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Eselon II 2 kali 4. Pengiriman Peserta Diklat Penjenjangan Struktural 4 Orang

IV. Program Pelayanan

Administrasi dan Sistem Informasi Kepegawaian 387.625.000 299.755.055 1 Tahun 77,33% I. Kegiatan Penyelenggaraan Manajemen Kinerja dan Pengelolaan Informasi Kepegawaian 54.750.000 26.455.000 1 Tahun 48,32% Sub Kegiatan: 1. Pembinaan dan Penegakan Disiplin Aparatur 10 Orang 2. Pengelolaan Absensi Kantor 12 bulan 3. Permintaan dan

Pemberian Cuti Bagi PNS

573 Orang

4. Pemprosesan

Karpeg, Karis, Karsu dan Taspen 385kartu 5. Updating Data Pegawai 591 orang 6. Pemberian Penghargaan Satya Lancana Karya Satya

256 Ora ng 7. Pemulangan

Pegawai yang tewas dalam Melaksanakan Tugas 0 Orang 8. Pembuatan Buku Profil BKPSDMD 50 Eksemplar II. Kegiatan Penyelenggaran Pengadaan dan Mutasi Kepegawaian 332.875.000 273.300.055 1 tahun 82,10% 1. Penyusunan

(19)

19 2020 2. Pengadaan ASN Tahun 2020 189 orang 3. Penyerahan SK Pengangkatan CPNS 0 Orang 4. Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, administrator, Pengawas dan Pejabat Fungsional 1 Kali 5. Pelantikan CPNS Menjadi PNS 203 Orang 6. Pengelolaan

Jabatan Fungsional 254 Orang

7. Penyesuaian

Jabatan Fungsional 6 Orang

8. Pengurusan Pensiun PNS 49 Orang 9. Pengelolaan Pangkat PNS 539 orang 10. Pemprosesan Gaji Berkala PNS 563 orang 11. Penyesuaian Masa Kerja dan Laporan Pendidikan PNS

1 Orang

12. Pemprosesan

Mutasi Pegawai 187 Orang

13. Sosialisasi Kenaikan

Pangkat 40 Orang

Realisasi AnggaranBadan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah dapat dirinci sebagai berikut:

a. Belanja Operasi

1. Belanja Pegawai

Dalam APBD Setelah Perubahan Tahun Anggaran2020 dianggarkan pengeluaran Belanja Pegawai Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerahsebesar Rp. 3.217.282.312,-dan terealisasi sebesar Rp. 3.084.342.652,- atau sebesar 95,87%.

(20)

20 2. Belanja Barang dan Jasa

Dalam APBD Setelah Perubahan Kabupaten Bangka Selatan Tahun Anggaran2018 dianggarkan pengeluaran Belanja Barang dan Jasa Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah sebesarRp. 2.022.893.500,- dan terealisasi sebesar Rp.1.657.227.278,- atau sebesar 81,92%.

b. Belanja Modal

Dalam APBD Setelah Perubahan Kabupaten Bangka Selatan Tahun Anggaran2020 dianggarkan pengeluaran Belanja Modal Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah sebesar Rp. 997.000.000,-dan terealisasi sebesar Rp. 989.750.000,- atau sebesar 99,27% dikeluarkandari BelanjaModal Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan CATsebesar Rp.864.843.000,-dan Belanja Pembangunan Grounding Anti Petir sebesar Rp. 124.907.000,-.

(21)

21 BAB IV

PENUTUP A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengukuran, evaluasi dan analisis pencapaian sasaran stratejik yang telah melalui proses penyesuaian dan penajaman terhadap sasaran yang didukung indikator setingkat outcome, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

Hasil evaluasi kinerja secara mandiri menunjukan bahwa ada indikator kinerja yang tidak mencapai target dan telah mencapai target, namun ada yang mengalami peningkatan dari tahun – tahun sebelumnya.

B. PERMASALAHAN

Kondisi sarana dan prasarana dan sumber daya manusia Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Bangka Selatan dirasakan belum cukup menunjang Kelancaran Pelayanan dikarenakan Masih adanya sarana prasarana yang sangat krusial dan fundametal.

Adapun permasalahan pelayanan diantaranya adalah: a. Kurang optimalnya kinerja sumber daya aparatur b. Keterbatasan sarana dan prasarana yang memadai c. Belum intensifnya koordinasi dengan instansi terkait

C. PENYELESAIAN MASALAH

1. Penambahan jumlah Pegawai dan peningkatan kualitas SDM dengan Peningkatan Profesionalitas ASN dengan cara mengikuti Diklat - Diklat tentang kepegawaian, keuangan, Diklat Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah serta diklat fungsional lainnya.

2. Penambahan sarana dan prasarana yang memadai Serperti sarana dan Prasarana untuk menunjang pelaksanaan Diklat dasar CPNS dan Diklat Kepemimpinan sesuai dengan persyaratan sarana dan prasarana yang

(22)

22

memadai yang di tetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

3. Peningkatan Koordinasi yang lebih instensif dengan bidang instansi terkait lainnya.

(23)

23

LAMPIRAN

PERJANJIAN KINERJA

TINGKAT ORGANISASI PERANGKAT DAERAH

Organisasi Perangkat Daerah: Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah

Tahun Anggaran : 2021

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

(1) (2) (3) (4)

1

Meningkatnya Profesionalitas Sumber Daya Aparatur dan Kuwalitas Pelayanan Kepegawaian

1. Persentase Pegawai yang mengikuti tugas belajar sesuai dengan kebutuhan formasi

0,35%

2. Persentase PNS Berpendidikan

sesuai tugas/tanggungjawabnya 100% 3. Persentase Pejabat Struktural

Lulus Diklat PIM 90%

4. Persentase ASN berpendidikan minimal D4/S1 keatas

71,32%

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :