• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyelidikan Geolistrik dan Head On daerah Pb KAMPALA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penyelidikan Geolistrik dan Head On daerah Pb KAMPALA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

SURVEY GEOLISTRIK DI DAERAH PANAS BUMI KAMPALA

KABUPATEN SINJAI – SULAWESI SELATAN

Bakrun1 , Sri Widodo2

Kelompok Kerja Panas Bumi

SARI

Pengukuran geolistrik dikonsentrasikan disekitar kenampakan gejala panas bumi di

Pangesoran, Kampala dan Panggo yang berupa air panas dengan suhu antara 420C - 610C yang

dikontrol oleh sesar Kampala, Pangesoran dan Panggo.

Air panas Pangesoran dan Panggo ini muncul di pinggir sungai Kalamisu, sedangkan air panas Kampala muncul pada dataran aluvial endapan sungai Mangottong yang disekitarnya tersingkap batuan konglomerat dari batuan sedimen dari Formasi Walanae. Daerah survey termasuk wilayah kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil pengukuran tahanan jenis mapping diperoleh tahanan jenis rendah < 20 Ohm-m pada bentangan AB/2=250 sampai AB/2=1000 meter terdapat disekitar airpanas Kampala dan disekitar titik amat C-8000 disebelah utara airpanas Panggo. Hasil pendugaan tahanan jenis pada lintasan B, diperoleh tahanan jenis di permukaan antara 5 -30 Ohm-m, diikuti oleh tahanan jenis 5 – 7 Ohm-m pada kedalaman 180 – 300 meter dan tahanan jenis 70-150 Ohm-m pada kedalaman > 300 meter. Hasil pendugaan tahanan jenis tersebut belum memperlihatkan adanya batuan penudung (clay cap) dan top reservoar, diduga masih jauh di kedalaman.

Daerah prospek berada disekitar airpanas Kampala dan disekitar titik C-8000 yaitu di daerah

yang bertahanan jenis rendah dengan luas daerah sekitar 7 Km2.

PENDAHULUAN

Penyelidikan geolistrik tahanan jenis dilakukan di tiga lintasan yaitu Lintasan A, B dan C dengan panjang lintasan rata-rata 10 km. Penyelidikan geolistrik dimaksudkan untuk mengetahui penyebaran tahanan jenis secara lateral dan vertikal dengan menggunakan bentangan simetris (Schlumberger).

Daerah survey sebagian besar termasuk wilayah Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan dan dibatasi oleh koordinat 9.434.000 – 9.423.000 mN dan 187.000-197.000 mE.

METODE

Penyelidikan geolistrik ini terdiri dari dua metode yaitu Pemetaan tahanan jenis (Mapping), dan Pendugaan tahanan jenis (Sounding) dengan menggunakan konfigurasi

Schlumberger (bentangan simetris).

Pengukuran dilakukan pada titik-titik ukur

yang telah ditentukan. Hasil pengukuran

mapping akan berupa peta-peta tahanan jenis

semu untuk berbagai bentangan elektroda arus, sedangkan pengukuran sounding akan berupa profil-profil nilai tahanan jenis sebenarnya. Metode penyelidikan ini menggunakan arus bolak-balik yang dialirkan melalui dua buah elektroda arus A dan arus B yang menghasilkan beda potensial diantara kedua titik tersebut dan selanjutnya diukur besar beda potensial MN yang terletak di antara A dan B. Pengukuran didaerah penyelidikan ini dilakukan dalam konfigurasi bentangan AB/2 = 250, 500, 800 dan 1000 meter untuk mapping, sedangkan untuk pengukuran sounding dimulai pada bentangan AB/2 = 1,6 meter sampai AB/2 = 2000 meter dengan jarak elektroda potensial MN < 1/5 AB. Semakin besar AB/2 semakin dalam penetrasi arus ke dalam bumi, yang berarti semakin dalam informasi yang didapat.

(2)

Geomorfologi daerah panas bumi

Kampala dapat dibagi menjadi dua satuan

morfologi yaitu Perbukitan dan Pedataran.

Geomorfologi Perbukitan menempati ±

90% dari daerah panas bumi Kampala,

Sinjai, terdiri dari Geomorfologi Sedimen

dicirikan oleh bentuk-bentuk perbukitan

yang khas sebagai sisa erosi sehingga

kadang-kadang tampak sebagai perbukitan

yang terpisah satu dengan lainnya. Satuan

morfologi ini dibangun oleh batuan

sedimen yang terdiri dari konglomerat,

batu pasir berukuran sangat kasar hingga

sangat halus, lanau dan lempung dan

geomorfologi perbukitan basalt yang

dibangun oleh batuan intrusi/ retas-retas

basalt dicirikan oleh bentuk morfologi

perbukitan intrusi. Morfologi Pedataran

dengan relief permukaan halus berada

pada tingkat erosi tua dicirikan oleh

bentuk sungai yang berkelok-kelok

(meander). Dibangun oleh endapan

permukaan (alluvial).

Stratigrafi daerah panas bumi Sinjai terdiri

dari 3 satuan batuan dari tua ke muda

adalah yaitu

1) satuan batuan sedimen Formasi

Walanae terdiri dari konglomerat,

batupasir, lempung dan lanau, 2) satuan

intrusi /retas-retas basal dan 3) satuan

aluvium.

Struktur yang berkembang di daerah

penyelidikan yaitu Sesar normal

Kalamisu, berarah baratlaut – tenggara

(NW-SE). Sesar normal Panggo, berarah

timurlaut-baratdaya (NE-SW), dimana

blok sesar bagian baratlaut relatif bergerak

turun. Sesar ini memotong batuan

sedimen dan retas basal. Sesar normal

Pangesoran, berarah timurlaut-baratdaya

(NE-SW), dimana blok sesar bagian

baratlaut relatif bergerak turun. Sesar ini

memotong batuan sedimen dan retas basal

Sesar normal Kampala,

berarah

baratdaya - timurlaut (SW-NE), dimana

blok sesar bagian tenggara relatif bergerak

turun. Sesar ini memotong batuan

sedimen dan retas basal. Pasangan sesar

Tombak dengan sesar Pangesoran

membentuk struktur graben.

Sesar Panggo, Kampala dan Pangesoran

masing-masing mengontrol pemunculan

mata airpanas di daerah penyelidikan.

Manifestasi yang muncul ke permukaan

terdiri dari 3 buah mata airpanas yaitu :

1)

Airpanas Panggo muncul pada

ketinggian 12 m dpl, temperatur 61.4

°

C, pH=8.46 dengan debit 1 l/det.

2)

Airpanas Kampala pada ketinggian 13

m dpl, temperatur 55.4

°

C , pH=7.34,

debit 0.5 l/det.

3)

Airpanas Pangesoran berada pada

ketinggian 26 m dpl, temperatur 42.6

°

C, pH=8.45, debit 0.1 l/det.

HASIL PENYELIDIKAN

Hasil pengukuran tahanan jenis pada bentangan AB/2=250 m (gambar 2) memperlihatkan pola kontur tahanan jenis rendah < 20 Ohm memanjang pada lintasan B dan diapit oleh tahanan jenis lebih tinggi yaitu antara tahanan jenis 20 – 30 Ohm, 30 - 50 Ohm-m dan > 50 Ohm-m. Pada bentangan AB/2 = 500 m (gambar 3), tahanan jenis rendah menyempit membetuk pola poligon tertutup, terdapat pada lintasan B yaitu dekat dengan airpanas Kampala, selanjutnya pola kontur tahanan jenis rendah pada bentangan AB/2=800 m (gambar 4) terbagi dua kelompok yaitu kelompok pertama masih di sekitar airpanas Kampala dan kelompok ke dua berada di lintasan C-8000 dengan kontur tertutup. Pada bentangan AB/2=1000 m (gambar 5) tahanan jenis rendah tidak membentuk pola kontur yang baik, akan tetapi tahanan jenis rendah masih konsisten berada di dekat airpanas Kampala dan disekitar titik amat C-8000.

(3)

kemudian diikuti dengan tahanan jenis rendah 5-7 Ohm-m pada kedalaman antara 180-300 m, diperkirakan merupakan lempung dari batuan sedimen Formasi Walanae dan ditutup oleh lapisan dengan tahanan jenis 70 - 150 Ohm-m pada kedalaman >300 m (gambar 6), diperkirakan lapisan yang paling bawah adalah basal yang sudah mengalami pelapukan dan retas oleh aktifitas tektonik.

DISKUSI

Tahanan jenis rendah < 20 Ohm-m terdapat secara konsisten berada di lintasan B dekat airpanas dan di lintasan C disekitar titik amat C-8000 yaitu disekitar terdapatnya alterasi, dengan adanya indikasi dipermukaan yaitu airpanas dan adanya alterasi diharapkan tahanan jenis rendah tersebut merupakan indikasi adanya aktifitas panas di bawah permukaan bukan dari batuan sedimen yang mendominasi daerah penyelidikan.

Tahanan jenis rendah tersebut keberadaannya disekitar struktur yang berarah balatlaut-tenggara hampir sejajar dengan aktifitas Tektonik Sulawesi.

Hasil pengukuran sounding di 4 titik amat menunjukkan belum titemukan zona tahanan jenis rendah (Clay Cap) dan reservoir diduga berada masih jauh di kedalaman.

DAFTAR PUSTAKA

Sjaiful Bachri dan Muzil Alzwar 1975, Laporan Inventarisasi Kenampakan Gejala Panas Bumi Daerah Sulawesi Selatan.

Moch Bagdja P, Ir Suharsono Kamal dan Wawan Suherman, Laporan Penyelidikan Geokimia Regional bersistem Daerah Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Maros, Bone dan Bantaeng Propinsi Sulawesi Selatan. Rab Sukamto dan S supriatna,1982, Peta

(4)

Gambar 1 Peta Lokasi Daerah Penyelidikan

1190 BT 1200BT 1210 BT

Lokasi Daerah

Penyelidikan

187000 188000 189000 190000 191000 192000 193000 194000 195000 196000 197000 9423000 9434000 100

200 Kampungbaru Kaherang

Jekka Botoboto Cameru Bulu yanete

Ajudolloe SINJAI SELATAN

Liang Malimpo

Hilalang 2

Topangka Ammaseng

Timbasoang Lalengpitue Buhungtelue

Waepellae Pallie

Bulumaceling Bontobulaeng Salobelang SINJAI TIMUR

Buabua Tolesang Pakkita Bontotenga

Hempenge 2 Bungae SINJAI UTARA

Tanassang

Salo Messa

Salo Bigang

Salo Cape Salo

Salo Barulonang

Salo Kalamisu Salo Palapala

Salo B aringa

ng Salo Sinjai

A 2500

A 10000

A 10500

A 11000 B 1000

B 10000 B 10500

B 11000 C 1500

C 10000

C 10500

C 11000

Sungai dan anak sungai

Jalan provinsi, jalan kabupaten Kontur anomali tahanan jenis semu

Titik pengukuran geolistrik

Mata air panas

Kontur ketinggian interval 50 meter

A 5000

PETA TAHANAN JENIS SEMU DAERAH PANAS BUMI KAMPALA

KABUPATEN SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN

AB/2 =250 M

(5)

187000 188000 189000 190000 191000 192000 193000 194000 195000 196000 197000 9434000 100

200 Kampungbaru Kaherang

Jekka Botoboto Cameru Bulu yanete

Ajudolloe SINJAI SELATAN

Liang Malimpo

Hilalang 2

Topangka Ammaseng

Timbasoang Lalengpitue Buhungtelue

Waepellae Pallie

Bulumaceling Bontobulaeng Salobelang SINJAI TIMUR

Buabua Tolesang Pakkita Bontotenga

Hempenge 2 Bungae SINJAI UTARA

Tanassang

Salo Messa

Salo Bigang

Salo Cape S

Salo Do ndo

Salo Barulonang

Salo Kalam

isu Salo Palapala

Salo Baringang Salo Sinjai

A 2500

A 10000

A 10500

A 11000 B 1000

B 10000 B 10500

B 11000 C 1500

C 10000

C 10500

C 11000

Sungai dan anak sungai

Jalan provinsi, jalan kabupaten Kontur anomali tahanan jenis semu

Titik pengukuran geolistrik

Mata air panas

Kontur ketinggian interval 50 meter

A 5000

PETA TAHANAN JENIS SEMU DAERAH PANAS BUMI KAMPALA

KABUPATEN SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN

AB/2 =500 M

Gambar 3 Peta Tahanan Jenis Semu AB/2=500 meter

187000 188000 189000 190000 191000 192000 193000 194000 195000 196000 197000 9423000 9434000 100

200 Kampungbaru Kaherang

Jekka Botoboto Cameru Bulu yanete

Ajudolloe SINJAI SELATAN

Liang Malimpo

Hilalang 2

Topangka Ammaseng

Timbasoang Lalengpitue Buhungtelue

Waepellae Pallie

Bulumaceling Bontobulaeng Salobelang SINJAI TIMUR

Buabua Tolesang Pakkita Bontotenga

Hempenge 2 Bungae SINJAI UTARA

Tanassang

Salo Messa

Salo Bigang

Salo Cape S

Salo Barulonang

Salo Kalam isu

Salo Palapala

Salo B aringang Salo Sinjai

A 2500

A 10000

A 10500

A 11000 B 1000

B 10000 B 10500

B 11000 C 1500

C 10000

C 10500

C 11000

Sungai dan anak sungai

Jalan provinsi, jalan kabupaten Kontur anomali tahanan jenis semu

Titik pengukuran geolistrik

Mata air panas

Kontur ketinggian interval 50 meter

A 5000

PETA TAHANAN JENIS SEMU DAERAH PANAS BUMI KAMPALA

KABUPATEN SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN

AB/2 =800 M

(6)

187000 188000 189000 190000 191000 192000 193000 194000 195000 196000 197000 9434000 100

200

Kampungbaru Kaherang

Jekka Botoboto Cameru Bulu yanete

Ajudolloe SINJAI SELATAN

Liang Malimpo

Hilalang 2

Topangka Ammaseng

Timbasoang

Lalengpitue Buhungtelue

Waepellae Pallie

Bulumaceling Bontobulaeng

Salobelang SINJAI TIMUR

Buabua

Tolesang Pakkita

Bontotenga

Hempenge 2 Bungae SINJAI UTARA

Tanassang

Salo Messa

Salo Bigang

Salo Cape Salo Pa

Salo Barulonang

Salo Kalam isu

Salo Palapala

Salo B aringang Salo Sinjai

A 2500

A 10000

A 10500

A 11000 B 1000

B 10000

B 10500

B 11000 C 1500

C 10000

C 10500

C 11000

Sungai dan anak sungai

Jalan provinsi, jalan kabupaten Kontur anomali tahanan jenis semu

Titik pengukuran geolistrik

Mata air panas

Kontur ketinggian interval 50 meter

A 5000

PETA TAHANAN JENIS SEMU DAERAH PANAS BUMI KAMPALA

KABUPATEN SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN

AB/2 =1000 M

Gambar 5 Peta Tahanan Jenis Semu AB/2=1000 meter

-400

B 8000 B9000

150

PENAMPANG TAHANAN JENIS SEBENARNYA DAERAH PANAS BUMI KAMPALA, KABUPATEN SINJAI

PROVINSI SULAWESI SELATAN

5 - 25 Ohm-m , Tanah penutup

5 - 7 Ohm-m , Batuan sedimen

70 - 150 Ohm-m , Basal

KETERANGAN

Gambar

Gambar 1 Peta Lokasi Daerah Penyelidikan
Gambar 3 Peta Tahanan Jenis Semu AB/2=500 meter
Gambar 5 Peta Tahanan Jenis Semu AB/2=1000 meter

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Kepada peserta Pelelangan Paket Pengadaan Bantuan Sarana Pascapanen Padi dan Power Thresher Multiguna pada Kegiatan Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan pada Dinas

Kepada peserta yang berkeberatan atas Pengumuman Pemenang Seleksi Sederhana diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sejak pengumuman

 Pasal 25, ayat (3): Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Pasal 25, ayat (3): Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi3.

Pada hari ini , Rabu Tanggal Dua Puluh Sembilan Bulan Oktober Tahun Dua Ribu Empat Belas , dengan ini Pokja Pengadaan Barang / Jasa ULP Dinas Pertanian Tanaman

Siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 02 Lego Kulon Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi tahun pelajaran 2019/2020.Berdasarkan hasil deskripsi rekapitulasi data pra tindakan

“Sigorai adalah budaya yang secara alamiah tumbuh dan berkembang secara alamiah dan mengakar menjadi karakter dasar masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar, dimana Sigorai

Pada pembahasan ini, akan dilakukan pengujian mengenai hubungan antara kualitas produk, harga, dan iklan pada Shopee terhadap minat beli dengan kepuasan pelanggan