LKIP 2020
P
uji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Kota Bandung Tahun 2020 dapat kami selesaikan. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Bandung disusun sesuai Perpres Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.Penyusunan laporan ini merupakan upaya kami untuk menginformasikan pertanggungjawaban kinerja yang telah dilakukan Pemerintah Daerah selama Tahun 2020 atau Tahun Kedua pelaksanaan RPJMD 2018-2023. Sebagai konsistensi kami terhadap komitmen untuk menciptakan transparansi yang merupakan pilar terwujudnya tata pemerintahan yang baik.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2020 memuat informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan kebijakan program dan kegiatan, serta pencapaian sasaran dalam mewujudkan Visi, Misi dan Tujuan Pemerintah Kota Bandung yaitu : “TERWUJUDUNYA KOTA BANDUNG YANG UNGGUL, NYAMAN, SEJAHTERA, DAN AGAMIS”, sesuai yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Bandung nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018 – 2023 Pemerintah Kota Bandung dengan kurun waktu 1 sampai dengan 5 tahun.
Hasil pencapaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Kota Bandung tidak terlepas dari kerjasama dan kerja keras semua pihak yakni masyarakat, swasta dan aparat pemerintah daerah baik dalam perumusan kebijakan, maupun dalam implementasi serta pengawasannya.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan serta partisipasi dalam penyusunan LKIP Kota Bandung Tahun 2020.
KATA PENGANTAR
Bandung, 2021 WALI KOTA BANDUNG
H. ODED MOHAMAD DANIAL, S.A.P
P
emerintah Kota Bandung terus berupayam e n y e l e n g g a r a k a n pemerintahan dengan berprinsip pada tatakelola pemerintahan yang baik dan berorientasi pada hasil sesuai dengan kewenangannya. Dalam mewujudkan Good Governance, akuntabilitas merupakan salah satu aspek penting yang harus diimplementasikan dalam manajemen pemerintahan.
Akuntabilitas kinerja sekurang- kurangnya harus memuat visi, misi, tujuan dan sasaran, serta memiliki arah dan tolok ukur yang jelas atas perumusan perencanaan strategis organisasi sehingga menggambarkan hasil yang ingin dicapai dalam bentuk sasaran dapat diukur, diuji dan diandalkan.
LKIP tidak hanya sekadar alat akuntabilitas, akan tetapi juga sebagai sarana strategis untuk mengevaluasi diri dalam rangka peningkatan kinerja ke depan.
IKHTISAR EKSEKUTIF
CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PEMERINTAH KOTA BANDUNG TAHUN 2020
Sumber: Bagian Orpad Setda Kota Bandung, 2020
Keterangan:
Melampaui Target Sesuai Target
Belum Mencapai Target N/A
50,00
%22,73
%4,55%
22,73
%Dengan langkah ini setiap PD dapat senantiasa melakukan perbaikan dalam mewujudkan praktik-praktik penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Tahun 2020 merupakan tahun kedua dalam upaya pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD Kota Bandung Tahun 2018-2023. Secara umum pencapaian sasaran melalui
indikator-indikator sasaran menunjukan keberhasilan untuk
mewujudkan misi dan tujuan sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 03 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2018-2023 dan Keputusan Walikota Bandung Nomor 060/Kep.497-Orpad/2019 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung Tahun 2019 - 2023.
Berdasarkan dokumen Perjanjian Kinerja Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 ditetapkan 11 sasaran dengan 22 Indikator Kinerja Utama yang diperjanjikan dalam Perjanjian Kinerja, hasil pengukuran terhadap indikator kinerja sasaran sebagai berikut :
1. 11 Indikator atau 50,00 % Melampaui target 2. 5 Indikator atau 22,73 % Sesuai target
3. 5 Indikator atau 22,73 % Belum mencapai target 4. 1 Indikator atau 4,55 N/A (Belum Tersedia Data)
Dalam Tahun Anggaran 2020, untuk pencapaian kinerja 11 indikator sasaran strategis dan 22 indikator sasaran pada RPJMD Kota Bandung termasuk 22 Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Kota Bandung yang dilaksanakan pada Badan, Dinas dan Kantor serta Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung, anggaran Belanja Langsung dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp3.189.617.773.424,25 dengan realisasi anggaran mencapai Rp2.643.247.031.131,00 atau 82,87% (data sebelum dilakukan audit oleh BPK).
Kata Pengantar i
Ikhtisar Eksekutif ii
Daftar Isi iv
Daftar Tabel vi
Daftar Grafik vIi
Daftar Gambar viii
Daftar Lampiran-Lampiran 227
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 LATAR BELAKANG 2
1.1.1 Dasar Hukum 2
1.2 KONDISI KOTA BANDUNG 3
1.2.1 Letak Wilayah Geografis 3
1.2.2 Luas Wilayah 4
1.2.3 Topografi 5
1.2.4 Karakateristik Wilayah 5
1.2.5 Perekonomian 7
1.2.6 Bidang Keuangan Daerah 18
1.2.7 Sosial Budaya 19
1.3 KEDUDUKAN, KEWENANGAN DAN TUGAS POKOK SERTA 30 STRUKTUR ORGANISASI
1.3.1 Kedudukan 30
1.3.2 Kewenangan dan Tugas Pokok 30
1.3.3 Struktur Organisasi 32
1.3.4 Aparatur Pemerintah 33
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 36
2.1 RENCANA STRATEGIS 36
2.1.1 Visi dan Misi Kota Bandung 36 2.1.2 Tujuan dan Sasaran RPJMD Kota Bandung 41 Tahun 2018-2023
2.2 PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2020 47
2.3 INDIKATOR KINERJA UTAMA 48
2.4 PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2020 50
2.5 RENCANA ANGGARAN TAHUN 2020 51
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 56
3.1 CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA 54 3.2 PENGUKURAN, EVALUASI, DAN ANALISIS KINERJA 60
SASARAN STRATEGIS
DAFTAR ISI
3.3 AKUNTABILITAS KEUANGAN 64 ANALISIS PENCAPAIAN PER SASARAN STRATEGI 68 Sasaran 1 : Meningkatnya Kualitas Pendidikan Masyarakat 68 Sasaran 2 : Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat 73 Sasaran 3 : Meningkatnya Kapasitas dan Akuntabilitas 81
Kinerja Birokrasi
Sasaran 4 : Meningkatnya Perekonomian Kota 110 Sasaran 5 : Menurunnya Jumlah Penduduk Miskin 126 Sasaran 6 : Meningkatkan Kesempatan Kerja 136 Sasaran 7 : Meningkatnya Ruang Kota yang Nyaman, 146
dan Berkelanjutan
Sasaran 8 : Meningkatnya Infrastruktur Kota Terpadu 151 dan Berkualitas
Sasaran 9 : Meningkatnya Layanan Air Bersih 172 Sasaran 10: Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup 182
Kota Bandung
Sasaran 11: Meningkatnya Partsisipasi dan Kolaborasi 210 Swasta Dalam Pembangunan
BAB IV PENUTUP 224
Tabel 1.1 Curah Hujan Rata-Rata, Hari Hujan, dan Lama Penyinaran Matahari di Kota Bandung 6
Tabel 1.2 Temperatur Rata-rata Kota Bandung 6
Tabel 1.3 Kelembapan Rata-rata Kota Bandung 7
Tabel 1.4 PDRB Kota Bandung Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha (juta rupiah) 7 Tahun 2015-2019
Tabel 1.5 PDRB Kota Bandung Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (juta rupiah) 8 Tahun 2015-2019
Tabel 1.6 Perbandingan PDRB Per Kapita Harga Konstan Kota Bandung, Wilayah Bandung Raya 13 dan Provinsi Jawa Barat Periode 2015-2019 (Dalam Juta Rupiah)
Tabel 1.7 Perkembangan Inflasi Tahunan Tingkat Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, 17 dan Nasional Periode 2014-2018
Tabel 1.8 Komposisi Belanja Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2020 18 (Sebelum Dilakukan Audit BPK-RI)
Tabel 1.9 Distribusi Penduduk Per Kecamatan dan Kepadatan Penduduk di Kota Bandung 20 Tahun 2014-2020
Tabel 1.10 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Kota Bandung Tahun 2016-2020 22 Tabel 1.11 Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Bandung Tahun 2015-2020 22 Tabel 1.12 Perkembangan Angka Harapan Hidup Kota Bandung Tahun 2016-2020 (dalam tahun) 24
Tabel 1.13 IPM Kota Bandung Tahun 2015-2020 26
Tabel 1.14 Harapan Lama Sekolah Kota Bandung Tahun 2016-2020 29 Tabel 1.15 Rata-rata Lama Sekolah Kota Bandung Tahun 2016-2020 30
Tabel 2.1 Keterkaitan Visi dan Misi Kepala Daerah 37
Tabel 2.2 Janji Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih 39
Tabel 2.3 Tujuan dan Sasaran RPJMD Kota Bandung 2018-2023 42
Tabel 2.4 Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Pemerintah 49 Kota Bandung Tahun 2020
Tabel 2.5 Perjanjian Kinerja Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 51 Tabel 2.6 Rencana Belanja Pemkot Bandung Tahun Anggaran 2020 52
Tabel 2.7 Alokasi Anggaran Per Sasaran Strategis Tahun 2020 52
Tabel 2.8 Alokasi Anggaran Perubahan Per Sasaran Strategis Tahun 2020 53 Tabel 3.1 Predikat Nilai Capaian Kinerja Dalam Skala Pengukuran Ordinal 56 Tabel 3.2 Pencapaian Kinerja Sasaran Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 57 Tabel 3.3 Capaian Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 57 Tabel 3.4 Pengukuran Kinerja Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 61 Tabel 3.5 Pencapaian Indikator Kinerja Sasaran Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 63 Tabel 3.6 Capaian Kinerja Sasaran Strategis Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 63 Tabel 3.7 Pencapaian Target Sasaran Strategis Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 64 Tabel 3.8 Komposisi Belanja Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2020 65
(Sebelum Dilakukan Audit Bpk-Ri)
Tabel 3.9 Pagu Dan Realisasi Anggaran Perjanjian Kinerja Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 65 Tabel 3.10 Efektifitas Anggaran Terhadap Capaian Sasaran Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 66
Tabel 3.11 Tingkat Efisiensi Penggunaan Sumber Daya 67
Tabel 3.12 Capaian Kinerja Meningktanya Kualitas Pendidikan Masyarakat Tahun 2020 68 Tabel 3.13 Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Derajat KesehatanMasyarakat Tahun 2020 74
Tabel 3.14 Angka UHH Jawa Barat 2020 79
Tabel 3.15 Capaian Kinerja Meningkatnya Kapasitas Dan Akuntabilitas Kinerja Birokrasitahun 2020 81 Tabel 3.16 Rekapitulasi Hasil Survey Kepuasan MasyarakatPada Perangkat Daerah 83
dari Rentang Nilai Tertinggi di Lingkungan Pemerintah Kota BandungTahun 2020 Tabel 3.17 Data IKM Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kota Bandung Tahun 2019-2020 86 Tabel 3.18 Data IKM Rumah Sakit di lingkungan Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 88 Tabel 3.19 Data Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 89 Tabel 3.20 Rincian penilaian evaluasi periode Tahun 2018 s.d 2019 92 Tabel 3.21 Progres Tahun 2020 Atas Tindak Lanjut Rekomendasi Tim Evaluator 93
Kementerian PAN-RB Tahun 2018
Tabel 3.22 Level Kematangan Smart City Pemerintah Kota Bandung 105 Tabel 3.23 Capaian Kinerja Meningkatnya Perekonomian Kota Bandung Tahun 2020 110
Tabel 3.24 Capaian Indikator Kinerja 112
Tabel 3.25 Formulasi Pengukuran 114
Tabel 3.26 Capaian Kinerja Indikator Sasaran Strategis Indeks Daya Saing Pariwisata Tahun 2020 117 Tabel 3.27 Capaian Kinerja Indeks Daya Saing Pariwisata Kota Bandung Tahun 2020 118 Tabel 3.28 Perbandingan Capaian Kinerja Indeks Daya Saing Pariwisata 118
Kota Bandung Tahun 2019-2020
Tabel 3.29 Capaian Indikator Kinerja 121
DAFTAR TABEL
Tabel 3.30 Capaian Kinerja Menurunnya Jumlah Penduduk Miskin Tahun 2020 126 Tabel 3.31 Rekapitulasi Data Warga Miskin Per Kecamatan Tahun 2019 dan 2020 127 Tabel 3.32 Jenis Bantuan Sosial Kota Bandung bagi Masyarakat Terdampak Covid 19 133
Tabel 3.33 Data Pelayanan Terhadap PMKS Tahun 2020 134
Tabel 3.34 Jenis dan Jumlah Pembangunan Rutilahu Tahun 2020 135 Tabel 3.35 Capaian Kinerja Tingkat Penggangguran Terbuka Tahun 2020 136
Tabel 3.36 Perkembangan Lowongan Pekerjaan Tahun 2018-2023 140
Tabel 3.37 Perbandingan target dan realisasi Lowongan kerja Disnaker 140 Kota Bandung Tahun 2020
Tabel 3.38 Capaian Kinerja Meningkatnya Ruang Kota yang Nyaman dan Berkelanjutan 146 Tahun 2020
Tabel 3.39 Pencapaian sasaran Meningkatnya ruang Kota yang nyaman dan berkelanjutan 147 Tahun 2017-2020
Tabel 3.40 Rincian luasan RTH pada tahun 2020 148
Tabel 3.41 Capaian Kinerja Meningkatnya Infrastruktur Kota Terpadu dan Berkualitas 151 Tahun 2020
Tabel 3.42 Data Lama Genangan di Titik Pantau Genangan 153
Tabel 3.43 Aspek Penyebab Kemacetan Per Ruas Jalan Tahun 2020 158 Tabel 3.44 Lokasi Kemacetan yang Disebabkan oleh Disiplin Pengemudi Angkutan Umum 159 Tabel 3.45 Lokasi Kemacetan yang Disebabkan oleh Disiplin Pengemudi Angkutan Umum 160 Tabel 3.46 Perbandingan Kecepatan dalam Satu Tahun pada Hari Kerja 160 Tabel 3.47 Perbandingan Kecepatan dalam Satu Tahun pada Hari Libur 161 Tabel 3.48 Tabel Perbandingan Rata-rata Kecepatan Tempuh 2019-2020 162 Tabel 3.49 Data Hasil Survey Kondisi Jalan Kota Bandung 2020 165
Pihak Ketiga Tahun 2018
Tabel 3.50 Pencapaian Sasaran Meningkatnya Infrastruktur Kota Terpadu dan Berkualitas 167 Tahun 2017-2020
Tabel 3.51 Pencapaian Ketersediaan dan Kualitas Perumahan dan Permukiman bagi 169 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
Tabel 3.52 Capaian Kinerja Meningkatnya Layanan Air Bersih Tahun 2020 172 Tabel 3.53 Perhitungan Beban Pencemaran pada Kajian Inventarisasi dan 175
Indentifikasi Sumber Pencemar
Tabel 3.54 Rekapitulasi Perijinan Lingkungan Hidup yang Dikeluarkan Tahun 2020 177 Tabel 3.55 Daftar Sanksi Administrasi yang telah Dikeluarkan 177 Tabel 3.56 Capaian Kinerja Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup Kota BandungTahun2020 182
Tabel 3.57 Target dan Capaian IKLH Kota Bandung 2020 184
Tabel 3.58 Perbandingan Status Mutu Air Sungai Kota Bandung Tahun 2019-2020 185 Tabel 3.59 Rekapitulasi Data Hasil Pemantauan Kualitas Air Sungai Kota Bandung Tahun 2020 188 Tabel 3.60 Kualitas Udara Ambien sesaat pada lokasi Roadside 192 Tabel 3.61 Hasil Pengukuran Kualitas Udara dengan Passive Sampler 194 Tabel 3.62 Rincian Pengurangan Sampah Kota Bandung Tahun 2020 204 Tabel 3.63 Rincian Pengurangan Sampah Kota Bandung Tahun 2020 204 Tabel 3.64 Daftar RW di Kota Bandung yang Telah Menerapkan Pola 205
Kawasan Bebas Sampah (KBS)
Tabel 3.65 Daftar Kelurahan di Kota Bandung yang telah menerapkan pola Rencana Teknis 205 Pengelolaan Sampah (RTPS)
Tabel 3.66 Pelaksanaan Sosialisasi, Pelatihan, dan Bimtek Tahun 2020 206 Tabel 3.67 Capaian Kinerja Meningkatnya Partisipasi dan Kolaborasi Swasta dalam 210
Pembangunan Tahun 2020
Tabel 3.68 Rekapitulasi Data Program Kegiatan TJSL Perusahaan & Bantuan/Sumbangan 216 Pihak Ketiga Tahun 2019
Tabel 3.69 Rekapitulasi Data Program Kegiatan TJSL Perusahaan & Bantuan/Sumbangan 217 Pihak Ketiga Tahun 2020
Tabel 3.70 Realisasi Proyek Strategis Provinsi Jawa Barat TA. 2020 di Kota Bandung 220
Tabel 3.71 Banprov Jabar Tahun Anggaran 2020 220
Grafik 1.1 Persentase PDRB Kota Bandung Berdasarkan Lapangan UsahaTahun 2019 9 (Atas Dasar Harga Berlaku)
Grafik 1.2 Persentase PDRB Kota Bandung Berdasarkan Lapangan Usaha Tahun 2019 10 (Atas Dasar Harga Berlaku)
Grafik 1.3 PDRB Per Kapita Kota Bandung Tahun 2015-2019 13
Grafik 1.4 Perkembangan Pengeluaran per Kapita Kota Bandung,Tahun 2015-2020 14 (dalam ribu rupiah)
Grafik 1.5 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung, Jawa Barat, dan Indonesia 15 Tahun 2015-2019
DAFTAR GRAFIK
Gambar 1.1 Indikator Makro Kota Bandung 3
Gambar 1.2 Peta Administrasi Kota Bandung 4
Gambar 1.3 Demografi Penduduk Kota Bandung 19
Gambar 1.4 Jumlah Penduduk Menurut Kepadatan, Jenis Kelamin, Golongan Darah dan 20 Kecamatan di Kota Bandung 2020
Gambar 1.5 Gambaran Pembagian Urusan Pemerintahan 31
Gambar 1.6 Pembagian Urusan Wajib 32
Gambar 1.7 Bagan Struktur Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Bandung 2019 33
Gambar 2.1 Pemetaan Kinerja Misi 1 43
Gambar 2.2 Pemetaan Kinerja Misi 2 44
Gambar 2.3 Pemetaan Kinerja Misi 3 45
Gambar 2.4 Pemetaan Kinerja Misi 4 46
Gambar 2.5 Pemetaan Kinerja Misi 5 47
Gambar 3.1 Pembelajaran Jarak Jauh dengan TV Bandung 132 70
Gambar 3.2 Saung Belajar Online 70
Gambar 3.3 Sosialisasi Merdeka Belajar 73
Gambar 3.4 Distribusi APD ke Puskesmas 76
DAFTAR GAMBAR
Grafik 1.6 Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Bandung Tahun 2015–2019 dan 16 Perbandingannya dengan Jawa Barat dan Nasional (Metode Tahun Dasar 2010)
Grafik 1.7 Inflasi Tahunan Kota Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, dan Nasional 17
Periode 2014-2018 17
Grafik 1.8 Inflasi Tahun 2017 Kota di Jawa Barat 18
Grafik 1.9 Perkembangan Tenaga Kerja dan Pengangguran Kota Bandung Tahun 2013-2020 21 Grafik 1.10 Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Jawa Barat dan Nasional Tahun 2015-2019 23 Grafik 1.11 Perkembangan Angka Kematian Ibu di Kota Bandung Tahun 2015-2020 24 Grafik 1.12 Jumlah Kasus Kematian Ibu dan Bayi Tahun 2015-2020 25
Grafik 1.13 Perkembangan IPM Kota Bandung 27
Grafik 1.14 IPM Kota Bandung, Jawa Barat, dan Nasional Tahun 2015-2020 27 Grafik 1.15 Perbandingan IPM Kab/Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 28 Grafik 3.1 Capaian Indikator Kiberja Utama (IKU) Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 58 Grafik 3.2 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Strategis Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 60 Grafik 3.3 Perkembangan Capaian Harapan Lama Sekolah Tahun 2018-2020 71
Grafik 3.4 Perkembangan Capaian Rata-Rata Lama Sekolah 72
Grafik 3.5 Capaian Nilai AKIP Kota Bandung 2018-2019 90
Grafik 3.6 Progress Integrasi Sistem Aplikasi 95
Grafik 3.7 Penilaian Hasil Evaluasi Tahun 2018, 2019, dan 2020 105 Grafik 3.8 Kerangka Kerja Pengukuran Indeks Daya Saing Pariwisata 117 Grafik 3.9 Rekapitulasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Per Kecamatan 128
di Kota Bandung Tahun 2019 dan 2020
Grafik 3.10 Persentase TPT 137
Grafik 3.11 Persentase Capaian Kinerja 137
Grafik 3.12 Perkembangan Jumlah Lowongan Kerja dari Tahun 2019-2020 140 Grafik 3.13 Perbandingan Target dan Realisasi Lowongan Kerja Kota Bandung Tahun 2020
141 Grafik 3.14 Perbandingan Target dan Realisasi Capaian Kinerja Penempatan Tenaga Kerja 141 Tahun 2020
Grafik 3.15 Pekembangan RTH Kota Bandung Tahun 2015-2020 149
Grafik 3.16 Grafik Kinerja Penurunan Lama Genangan 153
Grafik 3.17 Persentase Luasan Kawasan Kumuh Tahun 2017-2020 168 Grafik 3.18 Realisasi Program Bidang Priorotas Pembangunan yang dibiayai dari TJSL 212
dan Pihak Ketiga Tahun 2019
Grafik 3.19 Realisasi Program Bidang Priorotas Pembangunan yang Dibiayai dari TJSL 212 dan Pihak Ketiga Tahun 2020
Grafik 3.20 Realisasi Program Bidang Priorotas Pembangunan yang dibiayai dari TJSL 213 dan Pihak Ketiga Tahun 2019-2020
Grafik 3.21 Kontribusi Perusahaan Tahun 2019-2020 214
Grafik 3.22 Target Sumbangan Pihak Ketiga Perusahaan Tahun 2019-2020 216 Grafik 4.1 Capaian Indikator Kinerja Sasaran Strategis Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 224 Grafik 4.2 Capaian Indikator Kinerja Utama (Iku) Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020 225
Gambar 3.5 Monev ODF Kecamatan 76 Gambar 3.6 Pelatihan Swab untuk Dokter dan Petugas Lab Puskesmas 77
Gambar 3.7 On Job Training Tatalaksana DOTS bagi Puskesmas 80
Gambar 3.8 Sosialisasi Covid-19 kepada Peserta PKP 80
Gambar 3.9 Dokumentasi SAKIP AWARD 2020 91
Gambar 3.10 Sosilaisasi integrasi sistem aplikasi 96
Gambar 3.11 Bimbingan Teknis Entry Data Indikator Kinerja Individu (IKI) Pejabat Pelaksana 96 dan IKI Pejabat Fungsional dalam sistem aplikasi Silakip
Gambar 3.12 Sosialisasi Capaian Analisis Kinerja Triwulanan Esselon III dan IV 97 Gambar 3.13 Pelaksanaan Asistensi Verifikasi Data Dukung LPPD oleh Bagian Pemerintah 98 Gambar 3.14 Penyerahan Rancangan Awal LPPD ke Inspektorat Kota Bandung untuk di Reviu 99 Gambar 3.15 Pelaksanaan Verifikasi dan Validasi oleh Tim Reviu dari Inspektorat Kota Bandung 99 Gambar 3.16 Pelaksanaan Penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah oleh Tim 100
Daerah Provinsi Jawa Barat
Gambar 3.17 Penerimaan Tim Nasional Kemendagri dalam Tahapan Penilaian Evaluasi 100 Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Gambar 3.18 Pelaksanaan Penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah oleh Tim 101 Daerah Provinsi Jawa Barat
Gambar 3.19 Konsep Smart City 103
Gambar 3.20 Model Kota Cerdas (Architecture View) 103
Gambar 3.21 Peran Serta Masyarakat dalam Program Smart City 106
Gambar 3.22 Pembinaan Koperasi Juara Kelurahan 124
Gambar 3.23 Pendampingan Pengelolaan Manajemen USP dalam Rangka Penilaian 124 Kesehatan Koperasi
Gambar 3.24 Pendampingan UMKM dan Test Food Produk UMKM 125
Gambar 3.25 Webminar UMKM Adaptasi Kebiasaan Baru 125
Gambar 3.26 Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah Kota Bandung untuk 135 Pegisian ATM Beras
Gambar 3.27 Job Fair Online 2020 143
Gambar 3.28 Media Promo Job Fair Online 144
Gambar 3.29 Pelatihan Web Design dan Programming 145
Gambar 3.30 Pembangunan Taman RW 09 Komp. Sumbersari Kecamatan Babakan Ciparay 151
Gambar 3.31 Pembangunan Taman RW di Kelurahan Rancabolang 151
Gambar 3.32 Masih Tingginya Praktik Membuang Sampah ke Sungai/Saluran, sehingga Saluran 155 Mampat dan Aliran Air dari Hulu ke Hilir Saluran Terhambat
Gambar 3.33 Beberapa Infrastruktur Pendukung Penurunan Lama Genangan, Antara Lain Kolam 156 Retensi, Sumur Imbuhan, Sumur Resapan, dan Rehabilitasi Lahan Kritis untuk
Meningkatkan Resapan Air Hujan di Kawasan Hulu
Gambar 3.34 Telah Berjalannya Pemeliharaan Rutin Jalan Melalui Kegiatan Operasi dan 166 Pemeliharaan oleh UPT OP Kewilayahan
Gambar 3.35 Perbaikan Jalan di Gang Andir Putra I RT09 RW06 Kelurahan Ciroyom, Kec. Andir 171 Gambar 3.36 Perbaikan Jalan Lingkungan di Gang Dalam RT01,02 RW05 & RT01 171
Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi
Gambar 3.37 Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Blok Agersari RT07 RW11 Bandung 172 Gambar 3.38 Jalan Kopo Gang Citarip Timur III RT006 RW005 Bandung 172 Gambar 3.39 Verifikasi untuk pemberian Rekomendasi Ijin Pembuangan Air Limbah 180
ke Air Permukaan
Gambar 3.40 Penanganan Pengaduan Pencemaran Lingkungan Hidup dan Pengawasan terhadap 180 Pelaksanaan Dokumen Lingkungan
Gambar 3.41 Pelaksanaan Verifikasi Lapangan untuk Pemberian Rekomendasi Izin TPS Limbah B3 181 dan Pemnatauan Kualitas Air Sungai
Gambar 3.42 Cuplikan berita di harian Pikiran Rakyat tanggal 19 Juni 2020 Mengenai 189 Kualitas Air Citarum
Gambar 3.43 Cuplikan Berita di Media Mongabay dan Republika Mengenai Kualitas Udara 196 Kota Bandung
Gambar 3.44 Pengujian Kualitas Udara Emisi Kendaraan Bermotor 199 Gambar 3.45 Pengumpulan sampah organik hasil pemilahan masyarakat di RTPS Kelurahan 209
Cihaurgeulis, oleh Petugas Pengumpul dan Pengolah Sampah
Gambar 3.46 Pengolahan Sampah Organik di TPST Taman Tegalega 209 Gambar 3.47 Panen Lele dan Sayuran Hasil Waste to Food di RTPS Kelurahan Sukamiskin 210
PEMERINTAH KOTA BANDUNG
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
A
kuntabilitas adalah perwujudan kewajiban. Peruntukannya, yakni mempertanggung jawabkan keberhasilan atau kegagalan misi organisasi dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Akuntabilitas ditetapkan melalui media pertanggungjawaban. Pelaksanaannya sendiri, dilangsungkan secara periodik.Dalam dunia birokrasi, akuntabilitas pemerintah merupakan perwujudan kewajiban instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi instasi yang bersangkutan. Sejalan dengan hal tersebut pelaporan kinerja merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Instruksi Presdien Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi dan Permenpan No.53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Sesuai dengan Pasal 22 Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 dinyatakan bahwa Walikota menyusun dan menyampaikan Laporan Kinerja Tahunan Pemerintah Kota kepada Presiden melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir.
Bertitik tolak dari Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2018-2023, Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Bandung Tahun 2020 dan Perjanjian Kinerja Pemerintah Kota Bandung Tahun 2020, serta mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah serta hasil Reviu sasaran dan Indikator RPJMD Kota Bandung, maka penyusunan LKIP Tahun 2020 berisi ikhtisar pencapaian sasaran sebagaimana ditetapkan dalam dokumen perjanjian kinerja dan dokumen perencanaan.
Pencapaian sasaran tersebut disajikan berupa informasi mengenai pencapaian sasaran RPJMD, realisasi pencapaian indikator sasaran disertai dengan penjelasan yang memadai atas pencapaian kinerja dan pembandingan capaian indikator sasaran, dengan demikian LKIP Kota Bandung Tahun 2020 menjadi laporan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintah daerah yaitu Walikota kepada Presiden melalui Kementerian PAN-RB yang disusun dan dikembangkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Realisasi yang dilaporkan dalam LKIP ini merupakan hasil program/kegiatan Tahun 2020 yaitu tahun kedua RPJMD Kota Bandung Tahun 2018-2023.
1.1.2. Dasar Hukum
Sebagaimana telah kita ketahui, Laporan Kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Artinya, menyusun laporan tersebut secara “Benar” dan
“Tepat” sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah tanggungjawab setiap instansi pemerintah. Hal ini merujuk pada aturan-aturan yang ada sebagai dasar atau pijakan hukum antara lain, yaitu :
1. Peraturan Pemerintah Nomorr 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.
2. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
3. Instruksi Presdien Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Peberantasan Korupsi.
PEMERINTAH KOTA BANDUNG
4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia nomor 53 tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja, dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah.
1.2. KONDISI KOTA BANDUNG
1.2.1. Letak Wilayah Geografis
Secara astronomis, Kota Bandung berada pada 107º36’ Bujur Timur dan 6º55’ Lintang Selatan. Secara geografis, Kota Bandung terletak di bagian tengah “Cekungan Bandung”
dengan dimensi luas 233.000 ha. Cekungan ini terletak di lima daerah administrasi kabupaten/kota, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan 5 (lima) kecamatan yang termasuk Kabupaten Sumedang.
Dilihat dari posisi geografisnya, Kota Bandung berada pada lokasi yang sangat strategis bagi perekonomian nasional, karena terletak pada pertemuan poros jalan utama di Pulau Jawa.
INDIKATOR MAKRO KOTA BANDUNG
Gambar 1.1
Sumber: Data BPS Kota Bandung 2019.
Secara administratif, Kota Bandung sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat berbatasan dengan beberapa daerah kabupaten/kota lainnya, yaitu:
1) sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat;
2) sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi;
3) sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bandung; dan 4) sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bandung.
Gambar 1.2
PETA ADMINISTRASI KOTA BANDUNG
Sumber: Data Pemerintah Kota Bandung, 2019
1.2.2. Luas Wilayah
Luas wilayah Kota Bandung berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 1989 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung yang merupakan tindak lanjut dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1987 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung dengan Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung, adalah 16.729,65 Ha. Luas tersebut merupakan perubahan terakhir dari luasan sebelumnya, yaitu:
1) 1.922 Ha (tahun 1906–1917) 2) 2.871 Ha (tahun 1917–1942) 3) 5.413 Ha (tahun 1942–1949) 4) 8.098 Ha (tahun 1949–1987)
Wilayah Kota Bandung tersebut dibagi menjadi beberapa wilayah administratif, yang terdiri atas:
1) 30 Kecamatan yang masing-masing dikepalai oleh seorang Camat, 2) 151 Kelurahan yang masing-masing dikepalai oleh seorang Lurah,
3) 1.858 Rukun Warga (RW) dan 9.890 Rukun Tetangga (RT).
1.2.3. Topografi
Kota Bandung terletak pada ketinggian 791 m di atas permukaan laut (dpl), dengan titik tertinggi di daerah utara dengan ketinggian 1.050 m dan titik terendah di sebelah selatan dengan ketinggian 675 m di atas permukaan laut. Wilayah Kota Bandung bagian selatan sampai lajur lintasan kereta api memiliki permukaan tanah relatif datar, sedangkan wilayah kota bagian utara memiliki topografi berbukit.
Secara topografi dan morfologi regional, Kota Bandung terletak pada Cekungan Bandung. Cekungan Bandung merupakan suatu cekungan (basin) yang dikelilingi oleh gunung api dengan ketinggian 650 m sampai lebih dari 2.000 m. Pada dasar cekungan mengalir Sungai Citarum yang berhulu di Gunung Wayang, Kabupaten Bandung (1.700 m dpl), mengalir ke Waduk Saguling dan bermuara di Pantai Utara Jawa. Sebagian besar wilayah cekungan Bandung merupakan daerah datar (kemiringan 0 - 8%), 21% merupakan daerah landai (kemiringan 8% - 15%), 20% bergelombang (kemiringan lereng 15% - 25%), 12% merupakan daerah curam (kemiringan lereng 25% - 40%), dan 5% merupakan daerah sangat curam (kemiringan lereng > 40%).
1.2.4 Karakteristik Wilayah
Sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat, Bandung mempunyai nilai strategis terhadap daerah-daerah di sekitarnya karena berada pada lokasi yang sangat strategis bagi perekonomian nasional. Kota Bandung terletak pada pertemuan poros jalan utama di Pulau Jawa, yaitu:
1. Barat – Timur, pada posisi ini Kota Bandung menjadi poros tengah yang menghubungkan antara Ibukota Provinsi Banten dan Jawa Tengah.
2. Utara – Selatan, selain menjadi penghubung utama ibukota negara dengan wilayah selatan, juga menjadi lokasi titik temu antara daerah penghasil perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Posisi strategis Kota Bandung juga terlihat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), dimana Kota Bandung ditetapkan dalam sistem perkotaan nasional sebagai bagian dari Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Kawasan Perkotaan Bandung Raya. Selain itu, Kota Bandung juga ditetapkan sebagai Kawasan Andalan Cekungan Bandung, yaitu kawasan yang memiliki nilai strategis nasional.
Keadaan geologis Kota Bandung dan sekitarnya terbentuk pada jaman kwarter dan mempunyai lapisan tanah alluvial yang merupakan hasil letusan Gunung Tangkuban Perahu. Jenis material di bagian utara umumnya merupakan jenis andosol, sedangkan di bagian selatan serta timur terdiri atas sebaran jenis alluvial kelabu dengan bahan endapan liat. Pada bagian tengah dan barat tersebar jenis tanah andosol. Secara geologis, Kota Bandung berada pada Cekungan Bandung yang dikelilingi oleh gunung berapi yang masih aktif dan berada di antara 3 (tiga) daerah sumber gempa bumi yang saling melingkup, yaitu (i) sumber gempa bumi Sukabumi-Padalarang-Bandung, (ii) sumber gempa bumi Bogor-Puncak-Cianjur, serta (iii) sumber gempa bumi Garut-Tasikmalaya- Ciamis. Daerah-daerah tersebut berada di sepanjang sesar-sesar aktif, sehingga sewaktu- waktu dapat terjadi gempa tektonik.
Iklim asal Kota Bandung dipengaruhi oleh pegunungan di sekitarnya, sehingga cuaca yang terbentuk sejuk dan lembap. Pada beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan suhu, serta musim hujan yang lebih panjang dari biasanya.
• Curah Hujan
Tingkat curah hujan Kota Bandung pada tahun 2019, bervariasi mulai dari 0,2 mm
sampai dengan 313,5 mm. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember dan yang terendah terjadi pada bulan Agustus. Kondisi curah hujan rata-rata, hari hujan, dan lama penyinaran matahari Kota Bandung pada tahun 2013-2019 dapat dilihat pada tabel berikut.
• Suhu
Suhu di Kota Bandung pada tahun 2019, tercatat tertinggi 32,4°C pada bulan Oktober dan terendah 17,9°C pada bulan Agustus. Secara alamiah, Kota Bandung tergolong daerah yang cukup sejuk. Rata-rata temperatur di Kota Bandung pada tahun 2019 mencapai 23,6°C. Kondisi temperatur rata-rata Kota Bandung dari tahun 2013-2019 dapat dilihat pada tabel berikut.
• Kelembapan Udara
Kelembapan udara rata-rata di Kota Bandung selama periode 2013-2019 mengalami fluktuasi. Kelembapan udara rata-rata tertinggi terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 80%, sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2017 yaitu sebesar 56,25%. Kondisi kelembapan udara rata-rata Kota Bandung dari tahun 2013-2019 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1.1
CURAH HUJAN RATA-RATA, HARI HUJAN, DAN LAMA PENYINARAN MATAHARI DI KOTA BANDUNG TAHUN 2013-2017
Sumber: Data BPS Kota Bandung yang dikelola dalam SIPD 2020
Tahun Curah Hujan (mm) Hari Hujan (hari) LPM (%)
2019 2.031,5 138,5 68,92
2018 2.188,7 210 62
2017 191,54 19,75 56,25
2016 295,80 30 52
2015 184,74 17,42 67
2014 198,80 18,8 60,3
2013 223,45 20 59
Tabel 1.2
TEMPERATUR RATA-RATA KOTA BANDUNG TAHUN 2013-2017
Tahun Temperatur (0C)
Rata-rata Maksimum Minimum
2019 23,71 30,25 19,60
2018 23,6 33,4 15,8
2017 23,48 29,17 20,07
2016 23,8 24,4 23,1
2015 23,6 29,9 19,5
2014 23,4 29,1 19,8
2013 23,5 29,0 19,9
Sumber: Data BPS Kota Bandung yang dikelola dalam SIPD 2020
1.2.5. Perekonomian
Dalam tata kelola pembangunan, kesejahteraan dan pemerataan ekonomi berkualitas menjadi ultimate goal yang dikedepankan dalam berbagai program dan kegiatan pembangunan. Pemerataan menjamin pertumbuhan ekonomi yang dicapai suatu daerah agar dapat dirasakan oleh sebanyak mungkin golongan masyarakat, tidak hanya terakumulasi ditangan segelintir golongan. Hal ini kelak akan turut menimbulkan kestabilan dalam upaya membangun atau menumbuhkan kesejahteraan.
A. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian secara makro. PDRB didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu wilayah, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.
PDRB dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan PDRB Atas Dasar Harga Konstan. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh suatu wilayah. Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menurut sektor menunjukkan struktur perekonomian atau peranan setiap sektor ekonomi dalam suatu daerah. Sektor-sektor ekonomi yang mempunyai peranan besar menunjukkan basis perekonomian suatu daerah. Sementara, PDRB Atas Dasar Harga Konstan berguna untuk menunjukkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) secara keseluruhan maupun sektoral dari tahun ke tahun. Nilai PDRB yang besar menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang besar pula. Perkembangan PDRB Atas Dasar Harga Konstan Kota Bandung Tahun 2015-2019 sebagai alat untuk menunjukkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1.4
PDRB KOTA BANDUNG ATAS DASAR HARGA KONSTAN
MENURUT LAPANGAN USAHA (JUTA RUPIAH) TAHUN 2015-2019
Tabel 1.3
KELEMBAPAN RATA-RATA KOTA BANDUNG TAHUN 2013-2019
Tahun Rata-rata (%)
2019 74,25
2018 75,09
2017 56,25
2016 80
2015 74
2014 77,17
2013 77
Sumber: Data BPS Kota Bandung yang dikelola dalam SIPD 2020
KBLI Uraian 2015 2016 2017 2018 2019*
A Pertanian, Kehutanan dan
Perikanan 184.106,23 176.341,00 188.927,66 189.933,7 186.175,98
B Pertambangan dan
Penggalian - - - - -
C Industri Pengolahan 31.968.181,17 33.249.092,63 34.753.930,16 36.488.799,3 38.122.860,41 D Pengadaan Listrik dan Gas 150.726,82 160.823,06 165.363,98 170.814,9 173.141,7
Tabel 1.5
PDRB KOTA BANDUNG ATAS DASAR HARGA BERLAKU
MENURUT LAPANGAN USAHA (JUTA RUPIAH) TAHUN 2015-2019
Sumber: BPS Kota Bandung yang dikelola dalam SIPD, 2020 Ket: *Angka Sementara
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
269.975,16 279.883,24 278.409,85 278.938,8 272.351,74
F Konstruksi 13.224.753,36 14.141.570,29 15.238.956,14 16.435.135,8 17.476.154,06 G Perdagangan Besar dan
Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
43.307.804,29 46.451.124,92 49.410.000,07 52.177.950,2 55.965.697,71
H Transportasi dan
Pergudangan 11.498.477,22 12.618.047,71 13.331.526,27 14.444.749,8 14.384.045,64 I Penyediaan Akomodasi
dan Makan Minum 7.091.232,14 7.900.173,63 8.715.422,04 9.483.982,5 9.889.467,25 J Informasi dan Komunikasi 16.244.007,58 18.774.381,73 21.245.090,37 23.719.568,4 26.766.239,89 K Jasa Keuangan dan
Asuransi 7.772.481,69 8.429.764,67 8.994.224,74 9.657.407,5 10.317.702,96 L Real Estate 1.956.856,28 2.041.429,60 2.188.004,24 2.323.879,3 2.483.529,77 M,N Jasa Perusahaan 1.122.114,35 1.217.219,57 1.334.194,37 1.460.368,7 1.615.605,87
O Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
4.063.849,09 4.103.285,65 4.135.291,28 4.196.100,2 4.401.289,5
P Jasa Pendidikan 4.389.017,34 4.734.861,96 5.157.685,13 5.572.299,3 6.126.376,42 Q Jasa Kesehatan dan
Kegiatan Sosial 1.422.891,18 1.564.364,77 1.707.983,97 1.871.861,6 2.076.925,65 R,S,
T,U
Jasa Lainnya 4.913.905,03 5.385.467,54 6.006.950,49 6.612.385,9 7.385.140,59
PDRB 149.580.378,93 161.227.831,96 172.851.960,77 185.084.175,8 197.642.705,13
KBLI Uraian 2015 2016 2017 2018 2019*
A Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
266.413,55 258.769,06 286.222,02 296.754,6 300.036,87
B Pertambangan dan
Penggalian - - - - -
C Industri Pengolahan 40.314.207,91 43.335.237,91 46.404.982,69 50.274.344,1 53.964.276,06 D Pengadaan Listrik dan Gas 168.553,20 201.844,34 237.643,91 254.031,3 263.457,85 E Pengadaan Air,
Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
362.908,52 409.965,23 448.010,00 479.909,4 489.987,54
F Konstruksi 17.632.271,56 19.244.245,34 21.275.805,33 23.719.087,6 26.123.039,36 G Perdagangan Besar dan
Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
53.770.990,71 58.434.424,88 63.777.426,91 69.809.379,9 76.683.919,59
H Transportasi dan
Pergudangan 20.837.641,53 24.390.912,95 27.395.577,91 30.568.259,9 31.202.256,94 I Penyediaan Akomodasi
dan Makan Minum 8.925.149,88 10.282.633,55 11.761.828,92 13.181.714,0 14.253.875,44 J Informasi dan Komunikasi 18.197.267,51 21.064.357,80 24.270.353,06 26.688.471,8 29.762.983,69 K Jasa Keuangan dan
Asuransi 11.181.554,01 12.613.090,39 14.145.708,63 15.614.849,4 17.195.223,81 L Real Estate 2.275.164,75 2.410.798,87 2.639.101,52 2.897.630,2 3.185.907,89 M,N Jasa Perusahaan 1.480.912,31 1.636.892,02 1.830.372,66 2.060.850,5 2.537.193,36
Pembentukan PDRB Kota Bandung selama periode 2015-2019 didominasi oleh dua lapangan usaha, yaitu perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, serta industri pengolahan. Akan tetapi meskipun peranannya tinggi, selama 2015-2019 kedua lapangan usaha tersebut cenderung menunjukkan peranan yang menurun. Sebaliknya, lapangan usaha transportasi dan pergudangan peranannya berangsur-angsur meningkat. Sementara lapangan usaha konstruksi, informasi dan komunikasi, serta jasa keuangan dan asuransi peranannya berfluktuasi namun cenderung meningkat. Hal tersebut dapat menggambarkan terjadinya pergeseran struktur ekonomi di Kota Bandung ke kategori jasa-jasa.
PDRB Kota Bandung pada tahun 2019 yang dihasilkan melalui lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor yaitu mencapai 26,51 persen. Selanjutnya disusul oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 18,65 persen, lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 10,78 persen, lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 10,29 persen, lapangan usaha konstruksi sebesar 9,03 persen serta lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi sebesar 5,94 persen. Sementara peranan lapangan usaha-lapangan usaha lainnya masing-masing masih berada di bawah 5 (lima) persen. Kontribusi masing-masing lapangan usaha dalam pembentukan PDRB Kota Bandung tahun 2019 ditunjukkan dalam grafik berikut.
Sumber: Data BPS Kota Bandung yang dikelola dalam SIPD 2020
Grafik 1.1
PERSENTASE PDRB KOTA BANDUNG BERDASARKAN LAPANGAN USAHA TAHUN 2019 (ATAS DASAR HARGA BERLAKU)
Sumber: BPS Kota Bandung yang dikelola dalam SIPD, 2020 Ket: *Angka Sementara
O Administrasi Pemerintah, Perta-
hanan dan Jaminan Sosial Wajib 5.521.871,65 5.806.555,43 6.426.695,55 6.976.563,1 7.750.702,54 P Jasa Pendidikan 6.305.998,39 6.973.897,03 7.964.887,80 9.025.825,7 10.846.334,74 Q Jasa Kesehatan dan
Kegiatan Sosial
2.012.776,11 2.322.079,53 2.590.047,51 2.896.942,6 3.292.954,65
R,S,
T,U Jasa Lainnya 6.520.702,98 7.477.935,29 8.654.962,31 9.807.288,4 11.460.103, 28 PDRB 195.774.384,58 216.863.639,62 240.109.626,72 264.551.902,5 289.312.253,6
Persen
0,00 5,00 10,00
3,96%
1,14%
3,75%
2,68%
0,88%
1,10%
5,94%
10,29%
4,93%
10,78%
26,51%
9,03%
0,17%
0,09%
0,00%
0,10%
18,65%
15,00 20,00 25,00 30,00
Jasa Lainnya
Jasa Keuangan dan Asuransi Administrasi Pemerintah, pertahanan, dan jaminan
Transportasi dan Pergudangan
Pengadaan Air, Pengelolahan Sampah, Limbah Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
Informasi dan Komunikasi Jasa Perusahaan
Perdagangan Besar dan Eceran
Pengadaan Listrik dan Gas
Pertambangan dan Penggalian Jasa Pendidikan
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Real Estate
Reparasi Konstruksi
Industri Pengolahan
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu wilayah tertentu atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDRB tediri atas dua jenis yaitu PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan PDRB Atas Dasar Harga Konstan. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun, sedangkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar. Nilai dan kontribusi sektoral (lapangan usaha) PDRB Kota Bandung tahun 2014-2018 dapat dilihat pada tabel berikut.
B. Struktur Perekonomian Daerah
Berdasarkan data PDRB Lapangan Usaha Kota Bandung Tahun 2019, memberikan gambaran struktur ekonomi Kota Bandung. PDRB atas lapangan usaha disusun dari nilai tambah 17 (tujuh belas) lapangan usaha. Sejak tahun 2015 kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor merupakan kategori dengan persentase kontribusi terbesar. Pada tahun 2019 kategori ini berperan sebesar 26,51 persen. Kategori yang memberikan kontribusi terbesar kedua adalah kategori industri pengolahan.
Kategori industri pengolahan memberikan kontribusi 18,65 persen dalam pembentukan PDRB Kota Bandung. Kategori Transportasi dan Pergudangan memberikan kontribusi terbesar ketiga, yaitu sebesar 10,78 persen. Besarnya nominal kontribusi setiap sektor PDRB Kota Bandung Tahun 2019 dapat dilihat pada tabel berikut.
Sumber: Data BPS Kota Bandung yang dikelola dalam SIPD 2020
Grafik 1.2
PERSENTASE PDRB KOTA BANDUNG BERDASARKAN LAPANGAN USAHA TAHUN 2019 (ATAS DASAR HARGA BERLAKU)
7.385.140,59 2.076.925,65
6.126.376,42 4.401.289,50 1.615.605,87
2.483.529,77
10.317.702,96
26.766.239,89 9.889.467,25
14.384.045,64 55.965.697,71
17.476.154,04 272.351,74
173.141,70
0
186.175,98
38.122.860,41 Jasa Lainnya
Jasa Keuangan dan Asuransi Administrasi Pemerintah, pertahanan, dan jaminan
Transportasi dan Pergudangan
Pengadaan Air, Pengelolahan Sampah, Limbah Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
Informasi dan Komunikasi Jasa Perusahaan
Perdagangan Besar dan Eceran
Pengadaan Listrik dan Gas
Pertambangan dan Penggalian Jasa Pendidikan
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Real Estate
Reparasi Mobil dan Konstruksi
Industri Pengolahan
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
PDRB Kota Bandung atas dasar harga berlaku Tahun 2019 adalah sebesar 289.312.253,63 juta rupiah. Secara nominal, pada tahun PDRB Kota Bandung atas dasar harga berlaku bertambah sebesar 24.760.351,16 juta rupiah atau sebesar 9,36 persen dari nilai PDRB di tahun 2018. Sedangkan PDRB Kota Bandung atas dasar harga konstan Tahun 2019 adalah sebesar 197.642.705,13 juta rupiah.
Awal pandemi wabah Covid-19 mulai terdeteksi pada awal tahun 2020 di Wuhan China.
Namun baru pada April 2020, Presiden Republik Indonesia telah menetapkan pandemi ini sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Sebelum itu, Pemerintah juga telah membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 melalui Keppres Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Keppres Nomor 7 Tahun 2020 untuk melakukan berbagai upaya menekan penyebaran virus tersebut. Salah satu upaya mencegah penyebaran adalah dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Kebijakan ini fokus pada pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 untuk mencegah kemungkinan penyebaran Covid-19. Pelaksanaan PSBB berdampak pada pelarangan berbagai kegiatan seperti peliburan sekolah dan tempat kerja, serta pembatasan kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, sosial dan budaya, moda transportasi, dan pertahanan dan keamanan.
Penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan tekanan yang berat pada perekonomian Kota Bandung. Adanya pembatasan kegiatan sosial ekonomi masyarakat menyebabkan aktivitas ekonomi yang meliputi proses produksi, konsumsi dan distribusi menjadi terganggu. Sektor ekonomi riil yang menjadi roda penggerak perekonomian dan andalan penerimaan PAD Kota Bandung dari sektor pariwisata, UMKM, perdagangan, industri kreatif dan jasa pun nyaris terhenti total.
Tingkat hunian hotel-hotel di Kota Bandung menurun drastis pada titik terendah berkisar 5%-10%. Akibatnya banyak para pelaku usaha perhotelan menutup usahanya karena tidak mampu menanggung beban biaya operasional. Berdasarkan data PHRI Provinsi Jawa Barat pada bulan April 2020 sebanyak 175 hotel dan restoran di Kota Bandung telah ditutup dan diprediksikan akan terus bertambah jika PSBB diterapkan secara berkepanjangan.
Sementara pelaku usaha UMKM kesulitan untuk memasarkan produknya karena permintaan menurun tajam. Sehingga para pelaku usaha UMKM mengalami penurunan omset dan pendapatan yang cukup signifikan. Akibatnya beberapa usaha UMKM ada yang tutup total, berhenti sementara, beralih cara penjualan secara daring dan melakukan diversifikasi usaha agar dapat bertahan dengan memproduksi barang atau alat kesehatan seperti masker, APD, faceshield dan cairan desinfektan untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar yang cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas KUKM Kota Bandung ada 996 pelaku usaha UKM Kota Bandung dari berbagai sektor usaha yang terdampak wabah Covid-19 yang mengalami permasalahan penurunan omset, kekurangan modal dan kesulitan pemasaran.
Sementara untuk pusat-pusat perdagangan super market, restoran dan hiburan ditutup sementara waktu selama masa pemberlakukan PSBB. Kecuali bagi super market yang menyediakan kebutuhan pokok berupa bahan-bahan pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat masih diperbolehkan untuk buka dengan penerapan prosedur kesehatan yang ketat dan pembatasan waktu jam buka usaha.
Pembatasan kegiatan sosial ekonomi masyarakat menyebabkan berkurangnya jumlah transaksi barang dan jasa di pusat-pusat perbelajaan, hotel, restoran dan tempat hiburan.
Berdampak pada banyaknya tenaga kerja yang di rumahkan bahkan dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja. Sehingga diprediksikan jumlah pengangguran meningkat karena
kehilangan pekerjaan. Kemampuan daya beli masyarakat menurun karena kehilangan pendapatan. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung ada 2.313 perusahaan dan 9.712 pekerja yang terdampak pandemi Covid-19 pada akhir bulan April 2020. Jumlah ini kemungkinan akan semakin bertambang seiring dengan ketidakpastian akhir dari pandemi Covid-19.
Berdasarkan hasil analisis ahli ekonomi INJABAR UNPAD, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada akhir tahun 2020 sebesar 0,58%. Pandemi Covid 19 menyebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi Kota Bandung Tahun 2020 secara drastis. Adanya kebijakan pembatasan kegiatan ekonomi dan interaksi sosial untuk mencegah penularan Covid 19 secara luas mengakibatkan aktivitas jasa pariwisata, perdagangan dan hiburan yang menjadi andalan Kota Bandung menurun drastis. Akibatnya banyak perusahaan yang mengalami kerugian, karena kehilangan konsumen, omsetnnya menurun bahkan kehilangan pendapat. Hal ini berdampak pada terjadinya PHK tenaga kerja dan bertambahnya kemiskinan serta menurunnya kemampuan daya beli masyarakat.
Menurunnya kemampuan daya beli masyarakat menyebabkan konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mengalami kontraksi, sehingga kontribusinya menurun. Investasi dan kegiatan ekspor impor Kota Bandung turut terdampak mengalami penurunan, sehingga menambah semakin melambatnya pertumbuhan ekonomi Kota Bandung tahun 2020.
Ketidakpastian perekonomian yang tinggi akibat adanya pembatasan kegiatan masyarakat karena pandemi Covid 19 berdampak pada kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi dalam waktu bersamaan. Upaya untuk melakukan pemulihan ekonomi pada tahun 2020 yang telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Bandung belum sepenuhnya berhasil. Tapi jika melihat hasil analis INJABAR UNPAD pertumbuhan ekonomi Kota Bandung tetap positif walaupun relatif kecil masih lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Jawa Barat yang pertumbuhan ekonominya pada tahun 2020 negatif.
C. PDRB Perkapita
Indikator lain untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk di suatu daerah/
wilayah dapat dilihat dari nilai PDRB per kapita, yang merupakan hasil bagi antara nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan ekonomi dengan jumlah penduduk. Oleh karena itu, besar kecilnya jumlah penduduk akan mempengaruhi nilai PDRB per kapita, sedangkan besar kecilnya nilai PDRB sangat tergantung pada potensi sumber daya alam dan faktor-faktor produksi yang terdapat di daerah tersebut.
PDRB per kapita atas dasar harga berlaku menunjukkan nilai PDRB per kepala atau per satu orang penduduk. Nilai PDRB per kapita Kota Bandung atas dasar harga berlaku sejak tahun 2016 hingga 2019 senantiasa mengalami kenaikan. Pada tahun 2016, PDRB per kapita tercatat sebesar 87,14 juta rupiah. Secara nominal terus mengalami kenaikan hingga tahun 2019 mencapai 115,36 juta rupiah. Kenaikan angka PDRB per kapita yang cukup tinggi ini disebabkan masih dipengaruhi oleh faktor inflasi.
PDRB per kapita atas dasar harga konstan berguna untuk mengetahui pertumbuhan nyata ekonomi penduduk di suatu wilayah. PDRB per kapita atas dasar harga konstan di Kota Bandung juga mengalami kenaikan sejak tahun 2016 hingga 2019, masing-masing sebesar 64,73 juta rupiah dan 78,81 juta rupiah. Namun tidak setinggi kenaikan yang terjadi pada PDRB per kapita atas dasar harga berlaku, karena sudah tidak ada pengaruh inflasi.
Selengkapnya, nilai PDRB perkapita dapat dilihat pada gambar berikut.
Juta Rp
73.92 78.81
115.36 105.66
60.28 64.73 69.20
60 100
80 120
70 110
90
2015 2016 2017 2018 2019*
PDRB per Kapita (Konstan) PDRB per Kapita (Berlaku)
78.89
87.07
96.12 Grafik 1.3
PDRB PER KAPITA KOTA BANDUNG TAHUN 2015-2019
*Angka Sementara
Sumber: Data BPS Kota Bandung yang dikelola dalam SIPD 2020
Tabel 1.6
PERBANDINGAN PDRB PER KAPITA HARGA KONSTAN KOTA BANDUNG, WILAYAH BANDUNG RAYA DAN PROVINSI JAWA BARAT
PERIODE 2015-2019 (Dalam Juta Rupiah)
Pada tahun 2019, seluruh kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya mengalami peningkatan PDRB per kapita dibandingkan tahun 2018. Jika dibandingkan dengan PDRB per kapita Provinsi Jawa Barat yang mencapai 30,25 juta rupiah pada tahun 2019, hal ini menunjukan PDRB per kapita Kota Bandung lebih tinggi. Berdasarkan analisis Klassen Typology Kota Bandung termasuk ke dalam katagori Daerah Maju dan Tumbuh Cepat (Rapid Growth Region) yaitu daerah yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan per kapita lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita provinsi.
Tabel berikut dapat menunjukan bahwa Kota Bandung dan Kota Cimahi merupakan daerah yang memiliki nilai PDRB per kapita lebih tinggi dari pada Provinsi Jawa Barat, sementara Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Bandung Barat masih di bawah PDRB per kapita Provinsi Jawa Barat.
Kabupaten / Kota 2015 2016 2017 2018 2019
Kota Bandung 60,28 64,73 69,2 73,92 78,81
Kabupaten Bandung 18,31 19,13 19,97 20,88 21,81
Kabupaten Sumedang 16,66 17,54 18,56 19,58 20,77
Kabupaten Bandung Barat 15,64 16,33 16,99 17,75 18,47
Kota Cimahi 30,47 31,79 33,12 34,87 36,86
Provinsi Jawa Barat 25,85 26,92 27,97 29,16 30,25
*Angka Sementara
** Angka Sangat Sementara
Sumber: Data BPS Kota Bandung yang dikelola dalam SIPD 2019