4. PROGRAM PERANCANGAN

Teks penuh

(1)

4.1. Pra Produksi 4.1.1. Sinopsis

Kota Kediri merupakan salah satu kota di Indonesia yang mempunyai sejarah yang cukup panjang. Sejarah besar Kediri disaksikan oleh Sungai Berantas, dimana pada awal munculnya kerajaan Kediri dimulai dengan adanya 2 Kerajaan yang dipisahkan oleh Sungai Brantas. Kerajaan tersebut adalah Panjalu dan Jenggala. Karena Ketidak cakapan Raja-Raja Jenggala. Kerajaan Jenggala semakin hilang dan diambil alih oleh Kerajaan Panjalu. Kemudian Kerajaan Panjalu dikenal sebagai Kerajaan Dhaha atau Kediri.

Kemudian kejayaan dan kekuasaan Kerajaan Kediri makin berkembang pesat.

Raja-Raja yang berkuasa di Kerajaan Kediri adalah:

1. Kameswara I, 4. Aryaswara, 7. Kertajaya.

2. Sri Aji Jayabaya, 5. Candra,

3. Sarwaswara, 6. Kameswara II,

Kebesaran Kerajaan Kediri tidak dapat lepas dari Sosok Sri Aji Jayabaya, dalam hal ini kita akan membahas beberapa peninggalan yang berhubungan dengan Sri Aji Jayabaya atau dengan Kerajaan Kediri. Peninggalan Sri Aji Jayabaya dalam hal ini adalah Sendang Tirtokamandanu, Arca Totok Kerot, Situs Tondowongso, dan Petilasan Sri Aji Joyoboyo.

Sendang Tirtokamandanu adalah sebuah pemandian yang berada di dekat petilasan Sri Aji Jayabaya. Pemandian Sendang Tirtokamandanu dipakai sejak jaman Kerajaan Kediri untuk tempat putri-putri Kerajaan merawat diri. Area Sendang Tirtokamandanu sekarang tidak berubah jauh fungsinya dari dahulu kala, bahkan fungsi tersebut semakin bertambah untuk keperluan penduduk sekitarnya.

Arca Totok Kerot adalah sebuah arca yang mempunyai sejarah yang menarik

untuk disimak. Arca Totok Kerot merupakan simbol dari kedigdayaan dari Sri Aji

Jayabaya. Arca Totok Kerot adalah wanita raksasa yang menurut legenda, Sri Aji

Jayabaya menolak lamaran seorang puteri cantik dari Blitar, karena lamarannya ditolak

(2)

maka terjadilah pertempuran sengit antara keduannya, dan karena kalah sakti puteri cantik itu kemudian dikutuk menjadi wanita raksasa dan itulah Totok Kerot.

Situs Tondowongso adalah penemuan situs pada tahun 2007. Penemuan situs ini menarik kalangan masyarakat luas untuk mengunjungi situs ini. Situs Tondowongso diperkirakan dibuat pada awal abad XI dimana situs ini merupakan seni transisi antara Jawa Tengah ke Jawa Timur, hal ini ditunjukkan dengan arca-arca yang ditemukan di Situs Tondowongso mempunyai tekstur yang sangat halus.

Petilasan Sri Aji Jayabaya adalah tempat dimana Sri Aji Jayabaya melakukan muksa. Cerita Petilasan Sri Aji Jayabaya ditemukan pada tahun 1860-an, dimana seorang

warga bermimpi tentang gundukan tanah dan semak belukar dahulu bertahta seorang Raja Kediri yang tersohor yakni Sri Aji Jayabaya. Setelah itu Petilasan Sri Aji Jayabaya di pugar pada tahun 1975. Pemugaran tersebut memberikan hasil yang saat ini sering dikunjungi masyarakat luas, hasil pemugaran tersebut adalah Loka Makuta, Loka Busana, Loka Muksa. Selain itu di sekitar petilasan akan ditemukan sebuah petilasan yang juga berhubungan dengan Petilasan Sri Aji Jayabaya yaitu Petilasan Resi Mayangkoro.

Dimana Resi Mayangkoro itu sendiri mempunyai hubungan dengan Sri Aji Jayabaya.

4.1.2. Storyline Segment 1:

Squence pertama

- Dimulai dari pintu masuknya kota sampai jantung kota Kediri, disertai penjelasan singkat tentang kota Kediri.

Segment 2:

- Squence pertama

- Penjelasan itu berupa keunggulan, daya tarik yang ditimbulkan, dan sejarah singkat Kerajaan Kediri.

Segment 3 :

- Squence pertama

- Perjalanan menuju ke kecamatan Pagu disertai penjelasan tentang

keberadaan Kerajaan Kediri atau Kadiri atau Pamenang.

(3)

- Penjelasan tentang hubungan Sendang Tirtokamandanu dengan Sri Aji Jayabaya.

- Sendang Tirtokamandanu, disertai penjelasan fungsi dan kegunaannya pada masa lampau, sampai sekarang.

- Keberadaan Sendang Tirtokamandanu menurut masyarakat sekitar.

Segment 4 :

- Squence pertama

- Arca Totok Kerot, disertai penjelasan singkat tentang hubungan Arca Totok Kerot dengan Petilasan Sri Aji Jayabaya.

- Arca Totok Kerot disertai cerita-cerita yang terjadi dengan Arca Totok Kerot.

Segment 5 :

- Squence pertama

- Situs Tondowongso, disertai penjelasan sekilas tentang situs Tondowongso, dalam hubungannya dengan Kerajaan Kediri.

- Situs Tondowongso, disertai penjelasan tentang bagaimana antusias masyarakat terhadap situs yang baru ditemukan ini.

Segment 6:

- Squence pertama

- Dimulai dari pintu pertanda masuk ke daerah kecamatan Pagu sampai pertanda masuk ke desa Menang, disertai bahasan tentang hubungan Sendang Tirto Kamandanu, Arca Totok Kerot, Situs Tondowongso dengan kebesaran Sri Aji Jayabaya.

- Dimulai dari pintu masuk Petilasan Sri Aji Jayabaya, disertai Cerita Raja Jayabaya.

- Squence kedua

- Sedikit penjelasan singkat akhir cerita dari Raja Jayabaya.

- Gambar pemugaran Petilasan Sri Aji Jayabaya, disertai penjelasan fungsi pemugaran tersebut.

- Dari bangunan Loka Makuta, disertai penjelasan arti bangunan Loka

Makuta.

(4)

- Dari bangunan Loka Busana, disertai penjelasan arti bangunan Loka Busana.

- Dari bangunan Loka Muksa, disertai penjelasan arti bangunan Loka Muksa.

- Squence ketiga

- Petilasan Resi Mayangkoro, disertai penjelasan petilasan Mayangkoro.

- Wawancara dengan juru kunci Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Segment 7:

- Squence pertama

- Penutupan ditunjukan dengan suara orang nembang

1

.

4.1.3. Treatment

Tabel 4.1. Treatment

No. Sequence/Scene Visual Audio Durasi

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

1/1

1/2

1/3

1/4

1/5

1/6

1/7

Peta Jawa Timur dan Peta Kediri.

Gerbang Kota Kediri.

Jalan Doho.

Patung Mayor Bismo.

Tugu Persik.

Perlimaan Gumul

Perjalanan buruh pabrik rokok

Kota Kediri adalah sebuah kota bagian dari Propinsi Jawa Timur.

Kota Kediri merupakan sebuah kota yang berkembang dalam segala aspek kehidupan.

Pembangunan fisik kota Kediri sangatlah pesat bahkan Kediri mendapat predikat Kota Investasi 2003 versi Jawa Pos.

Memasuki kota Kediri maka kita akan teringat sebuah

12”

8”

12”

13”

2”

7”

14”

1 Nembang : bernyanyi denan lagu khas Jawa.

(5)

8.

9.

10.

11.

12.

1/8

1/9

2/1

2/2

2/3

Gudang Garam menuju tempat kerja.

Cerobong pabrik Gudang Garam

Toko penjual tahu takwa di Kediri

Sungai Berantas.

Peta Kota Kediri dengan

penjelasan akan keberadaan Kerajaan yang terdapat di Kediri pada masa

lampau.

Animasi tulisan Kerajaan Jenggala yang hilang dan kerajaan Panjalu yang

menggantikan keberadaan kerajaan Jenggala

perusahaan yang besar, yang mampu menghidupi sebagian besar kalangan masyarakat di Kediri. Perusahaan itu tak lain adalah Perusahaan Rokok Gudang Garam.

Kediri juga di kenal sebagai Kota tahu, hal ini tampak dengan banyaknya penjual tahu di urat nadi kota Kediri.

Dalam hubungannya dengan masa lalu dan sekarang kota Kediri tidak dapat di lepaskan dari peranan Sungai Brantas.

Sejarah besar Kediri di saksi oleh Sungai Berantas, dimana pada awal munculnya kerajaan Kediri dimulai dengan adanya 2 Kerajaan yang dipisahkan oleh Sungai Brantas. Kerajaan tersebut adalah Panjalu dan Jenggala.

Karena Ketidak cakapan Raja- Raja Jenggala. Kerajaan Jenggala semakin hilang dan diambil alih oleh Kerajaan Panjalu. Kemudian Kerajaan Panjalu dikenal sebagai Kerajaan Dhaha atau Kediri.

Kemudian kejayaan dan kekuasaan Kerajaan Kediri

10”

11”

12”

13”

10”

(6)

13.

14.

15.

16.

2/4

2/5

3/1

3/2

Kemudian tulisan Jenggala berubah menjadi Dhaha.

Rooling tulisan yang berisi tulisan Raja-Raja yang berkuasa di Kerajaan Kediri/Dhaha.

Tulisan Sri Aji Jayabaya.

Peta Kediri yang berisi Kecamatan Pagu, desa

Menang, dan desa Gayam.

Tulisan desa Menang berubah Menjadi Sendang

makin berkembang pesat.

Raja-Raja yang berkuasa di Kerajaan Kediri adalah:

Kameswara I, Sri Aji Jayabaya, Sarwaswara, Aryaswara, Candra,

Kameswara II, dan Kertajaya.

Kebesaran Kerajaan Kediri tidak dapat lepas dari Sosok Sri Aji Jayabaya, dalam hal ini kita akan membahas beberapa peninggalan yang

berhubungan dengan Sri Aji Jayabaya atau dengan Kerajaan Kediri.

Kecamatan Pagu merupakan bagian dari Kediri, dimana terdapat dua desa yang mempunyai sejarah

peninggalan masa lalu yang berharga. Kedua desa tersebut adalah desa Menang, dan desa Gayam.

Di desa menang kita dapat menemukan tempat

pemandian yang bisa dijadikan 19”

15”

15”

13”

(7)

17.

18.

19.

20.

3/3

3/4

3/5

3/6

Tirtokamandanu.

Jalan menuju Sendang Tirtokamandu dengan

ditampakkan hilir mudik kendaraan bermotor maupun sepeda.

Gerbang memasuki Kawasan Wisata Petilasan Sri Aji Jayabaya

Kabupaten Kediri.

Keberadaan Sendang

Tirtokamandanu yang dikelilingi oleh hijaunya tanah pertanian.

Sendang

Tirtokamandanu yang terlihat jelas dari kejauhan, dan zoom in ke

sebagai saksi perkemabangan Kerajaan Kediri.

Pemadian tersebut adalah Sendang Tirtokamandanu.

Sendang Tirtokamandanu terdapat di sebelah timur laut kota Kediri, dengan jarak + 10 km dari Kota Kediri, dimana dari Kota Kediri kita akan melewati berbagai desa untuk menuju kawasan Sendang Tirtokamandanu. Kawasan Sendang Tirtokamandanu termasuk dalam wilayah desa Menang, dimana kawasan tersebut termasuk Kawasan Wisata Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Setelah melewati gerbang masuk Wisata Petilasan Sri Aji Jayabaya kita akan melewati jalan kecil untuk menuju kawasan Sendang

Tirtokamandanu, dimana dikiri dan kanan jalan adalah areal pertanian yang subur.

Menemukan Sendang

Tirtokamandanu tidaklah sulit karena Sendang

Tirtokamandanu tampak dari kejauhan, seakan menjadi

15”

8”

19”

25”

(8)

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

3/7

3/8

3/9

3/10

3/11

3/12

3/14

3/15

3/16

Sendang

Tirtokamandanu.

Jalan utama Sendang

Tirtokamandanu, dan areal

pertanian yang subur disekitar Sendang

Tirtokamandanu.

Patung Dewa Wisnu.

Patung Dewa Bayu.

Patung Dewa Indra.

Patung Dewa Brahma.

Gerbang pertama Sendang

Tirtokamandunu

Halaman Sendang Tirtokamandanu.

Pintu masuk Sendang

Tirtokamandanu Memasuki areal

simbol dari desa Menang.

Sendang Tirtokamandanu saat ini berperan penting dalam kehidupan masyarakat sekitarnya. Salah satu dari fungsi Sendang

Tirtokamandanu adalah sebagai pengairan areal pertanian disekitar. Hal ini membuat daerah sekitar nampak asri dan subur.

Sebelum masuk kedalam Sendang Tirtokamandanu kita akan melihat dinding Sendang Tirtokamandanu dengan 4 patung Dewa Hindu, yakni Dewa Wisnu, Dewa Bayu, Dewa Indra, dan Dewa Brahma.

Gerbang masuk Sendang Tirtokamandanu berbentuk Gapura besar yang dimana di halaman depan ditanami pepohonan yang berfungsi sebagai menampung air, dan menjaga kelestarian air Sendang Tirtokamandanu.

Memasuki areal Sendang Tirtokamandanu kita akan menemukan pendapa untuk

31”

4”

4”

4”

4”

13”

9”

11”

22”

(9)

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

3/16

3/17

3/18

3/19

3/20

3/21

3/22

3/23 3/24

Sendang Tirtokamandu bagian dalam, dimana tampak bangunan pendapa.

Dua pintu masuk pemandian.

Pohon beringin yang besar.

Menuju pintu masuk

pemandian.

Masuk ke pemandian Sendang

Tirtokamandanu.

Tempat ganti pakaian.

Kolam Sendang Tirtokamandanu.

Pemandian Sendang

Tirtokamandanu dari luar.

Patung Ganesa.

Gambar rencana pengembangan Sendang

Tirtokamandanu.

istirahat para tamu yang bekunjung, pintu masuk menuju pemandian, tempat menaruh sesajen, dan pohon beringin yang sangat besar.

Pohon beringin tersebut menghasilkan mata air, pohon beringin tersebut juga di keramatkan bagi penduduk sekitar.

Pemandian Sendang

Tirtokamandanu berjumlah 2 pemandian yang masing- masing mempunyai kamar ganti, dengan bentuk yang serupa.

Memasuki pemandian Sendang Tirtokamandanu tampak suasana yang kurang terawat. Biasanya air

pemandian Sendang

Tirtokamandanu di bersihkan untuk merayakan hari raya satu sura. Walaupun jarang dibersihkan tetapi sumber air Sendang tetap lestari.

Pengembangan Sendang Tirtokamandanu dilakukan sejak tahun 1980, tetapi sampai saat ini hasil

pembangunan yang nampak

12”

16”

10”

11”

5”

3”

8”

5”

5”

(10)

39.

40.

41.

42.

3/25

4/1

4/2

4/3

Patung Shyiwa Harihara.

Gambar peta Kediri yang memunculkan tulisan Sendang Tirtokamandanu yang berubah menjadi Arca Totok Kerot.

Perjalanan masuk menuju Arca Totok Kerot sampai ke Arca Totok Kerot.

Arca Totok Kerot.

hanya bagian dalam Sendang Tirtokamandanu.

Arca Totok Kerot berada disebelah selatan Sendang Tirtokamandanu. Arca Totok Kerot berada di Desa Bulusari, Kecamatan Pagu.

Menemukan Arca Totok Kerot, tidak cukup sulit karena berada di dekat Simpang Lima Gumul, dan Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Arca Totok Kerot merupakan simbol dari kedigdayaan dari Sri Aji Jayabaya. Arca Totok Kerot adalah wanita raksasa yang menurut legenda, Sri Aji Jayabaya menolak lamaran seorang puteri cantik dari Blitar, karena lamarannya ditolak maka terjadilah pertempuran sengit antara keduannya, dan karena kalah sakti puteri cantik itu

kemudian dikutuk menjadi wanita raksasa dan itulah Totok Kerot.

Arca Totok Kerot tampak

4”

14”

19”

23”

(11)

43.

44.

45.

5/1

5/2

5/3

Gambar peta Kediri yang memunculkan tulisan Arca Totok Kerot yang berubah menjadi Situs Tondowongso.

Situs

Tondowongso bagian luar, pintu masuknya, dan suasana pada waktu hari biasa dan pada waktu ramai dikunjungi.

Keadaan arca- arca yang di temukan di Situs Tondowongso pada saat air menggenanginya

tidak terawat karena termakan usia dan cuaca.

Situs Tondowongso berada di Sebelah timur Arca Totok Kerot, tepatnya berada di desa Gayam kecamatan Gurah.

Situs Tondowongso merupakan temuan situs purbakala yang ditemukan pada awal 2007. Situs seluas satu hektare ini dianggap sebagai penemuan terbesar untuk periode klasik sejarah Indonesia dalam 30 tahun terakhir.

Penemuan situs ini, membuat khalayak masyarakat tertarik untuk menggunjunginya. Situs Tondowongso sangat ramai dikunjungi pada hari-hari besar ataupun akhir pekan.

Penggalian di Situs Tondowongso berada di bawah permukaan tanah, sehingga sebagian temuan digenangi oleh sumber mata air, demi menjaga keutuhan

15”

59”

1’15”

(12)

46.

47.

5/4

5/5

dan saat sudah dikuras.

Arca-arca di Situs Tondowongso.

Gambar arca-arca di Situs

Tondowongso disertai keterangan dibawahnya.

arca setiap saat air yang menggenangi dikuras atau dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.

Situs Tondowongso

diperkirakan dibangun pada abad XI. Situs Tondowongso merupakan karya seni transisi perpindahan Kerajaan Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Hal ini ditunjukkan sejumlah ciri-ciri yang menjadi patokan bahwa situs Tondowongso merupakan peninggalan Kerajaan Kediri awal yakni memiliki tekstur yang sangat halus. Selama ini peninggalan Kerajaan Kediri yang terkenal adalah berupa karya sastra dan tidak banyak diketahui

peninggalan berupa bangunan atau pahatan.

Patung Brahma ditemukan Sabtu, 13 Januari 2007.

Patung Durga ditemukan Kamis, 18 Januari 2007.

Lembu Handini ditemukan Jum’at, 19 Januari 2007.

Lingga Yoni ditemukan Jum’at, 26 Januari 2007.

Belum teridentifikasi,

1’15”

1’16”

(13)

48. 6/1 Gambar peta Kediri yang memunculkan tulisan Situs Tondowongso, Arca Totok Kerot, Sendang Tirtokamandanu

ditemukan Senin, 12 Febuari 2007.

Belum teridentifikasi,

ditemukan Selasa, 13 Febuari 2007.

Belum teridentifikasi, ditemukan Sabtu, 3Maret 2007.

Belum teridentifikasi, ditemukan Sabtu, 3 Maret 2007.

Belum teridentifikasi, ditemukan Sabtu, 3 Maret 2007.

Belum teridentifikasi, ditemukan Sabtu, 3 Maret 2007.

Belum teridentifikasi, ditemukan Sabtu, 3 Maret 2007.

Belum teridentifikasi, ditemukan Sabtu, 3 Maret 2007.

Petilasan Sri Aji Jayabaya berada di Barat Laut Situs Tondowongso, tepatnya berada di desa Menang kecamatan Pagu.

Sendang Tirtokamandanu, Arca Totok Kerot, dan Situs Tondowongso merupakan

15”

(14)

49.

50.

6/2

6/3

kemudian digantikan oleh Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Gerbang masuk pertama Petilasan Sri Aji Jayabaya, gerbang masuk kedua Petilasan Sri Aji Jayabaya, dan gerbang masuk ketiga Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Halaman masuk Petilasan Sri Aji Joyoboyo, ruang juru kunci, dan pendapa.

bukti kebesaran dari Sri Aji Jayabaya yang nyata.

Sri Aji Jayabaya dikenal masyarakat sebagai peramal masa depan Indonesia, khususnya pulau Jawa. Dari kepercayaan masyarakat yang beredar Sri Aji Joyoboyo juga sebagai titisan Betara Wisnu.

Mengunjungi Petilasan Sri Aji Joyoboyo kita akan

menemukan 3 gerbang, yang merupakan petunjuk jalan yang memudahkan para pengunjung.

Memasuki Petilasan Sri Aji kita akan menemukan suasana yang sangat rindang sejuk dan tenang.

Cerita Petilasan Sri Aji Joyoboyo dimulai pada tahun 1860-an ketika seseorang bermimpi dalam tidurnya.

Bahwa dalam gundukan tanah dan semak belukar, dulu pernah bertahta seorang raja Kediri yang tersohor yaitu Sri Aji Joyoboyo.

Setelah diketemukan dibawah

29”

58”

(15)

51. 6/4 Petilasan Sri Aji Joyoboyo, Loka Muksa, Loka Busana, dan Loka Mahkota.

naungan pohon kemuning Petilasan Sri Aji Joyoboyo mulai ramai dikunjungi oleh masyarakat luas.

Kemudian keinginan untuk memugar Petilasan Sri Aji Joyoboyo dapat disalurkan oleh Yayasan Hondodento pada 22 Febuari 1975 sampai dengan 17 April 1976.

Pemugaran Petilasan Sri Aji Joyoboyo didasarkan atas petunjuk Sri Aji Jayabaya sendiri yang diterima oleh ahli metafisik. Isi petunjuk tersebut berupa tempat, bentuk, dan bahan bangunan serta

penjelasan bangunan tersebut.

Loka Muksa merupakan tempat Sri Aji Jayabaya muksa, yakni dimana Sri Aji Jayabaya mencapai

penerangan sempurna dari Yang Maha Kuasa.

Loka Busana merupakan tempat dimana Sri Aji Jayabaya meletakkan busananya sebelum muksa, yang berarti Sri Aji Jayabaya mampu melepaskan seluruh beban duniawi.

1’38”

(16)

52.

53.

6/5

7/1

Pintu masuk Petilasan Resi Mayangkoro, dan Petilasan Resi Mayangkoro.

Penutupan, sinden menembang lagu Jawa.

Kemudian Loka Makuta yang diletakkan diluar pagar yang melambangkan bahwa zaman kerajaan telah berakhir untuk zaman sekarang dan

mendatang. Loka Makuta merupakan tempat Sri Aji Jayabaya melepaskan

mahkotanya, yang berarti Sri Aji Jayabaya melepaskan seluruh kekuasaannya.

Selain itu didekat Petilasan Sri Aji Jayabaya, yakni sejauh 50 meter dari Loka Makuta, terdapat sebuah Petilasan Resi Mayangkoro yang

berhubungan dengan Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Resi Mayangkoro adalah salah satu keturunan dari Sri Aji Jayabaya, beliau dimakamkan di dekat Petilasan Sri Aji Jayabaya.

25”

(17)

4.1.4. Shooting Script

Tabel 4.2. Shooting Script

No. Type Shot Visual Durasi

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

FS to ZI LS

LS (Paning Right) ZI

LS

MS (Panning)

FS (Panning Down) LS

CU MS

LS (Panning Right) LS

MS

LS

LS LS

LS to ZI (Panning Right)

FS (Panning Right) FS (Panning Left) LS

LS (Panning Up)

Gerbang Kota Kediri.

Jalan Doho.

Patung Mayor Bismo.

Tugu Persik.

Perlimaan Gumul.

Perjalanan buruh pabrik rokok Gudang Garam menuju tempat kerja.

Cerobong pabrik Gudang Garam.

Toko penjual tahu takwa di Kediri.

Tempat jualan tahu petis.

Tempat jualan krupuk.

Sungai Berantas.

Jalan menuju Sendang Tirtokamandu dengan ditampakkan hilir mudik kendaraan bermotor maupun sepeda.

Gerbang memasuki Kawasan Wisata Petilasan Sri Aji Jayabaya Kabupaten Kediri.

Gerbang memasuki Kawasan Wisata Petilasan dilihat sebaliknya.

Jalan menuju Sendang Tirtokamandanu.

Sendang Tirtokamandanu dari kejauhan.

Sendang Tirtokamandanu dari kejauhan.

Jalan menuju Sendang Tirtokamandanu.

Jalan menuju Sendang Tirtokamandanu.

Patung Dewa Wisnu.

Patung Dewa Bayu.

9”

12”

13”

2”

7”

14”

10”

4”

4”

4”

12”

15”

8”

6”

14”

6”

28”

17”

17”

4”

5”

(18)

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

39.

40.

41.

42.

43.

44.

45.

46.

47.

MS (Panning Up) LS (Panning Down) FS (Panning Right)

FS (Panning Right)

CU (Panning Down) LS (Panning Right) FS (Panning Right) MS (Panning Up)

MS (Panning Left) MS (Panning Up)

MS (Panning Right) FS (Panning Left) FS (Panning Up) LS (Panning Right)

CU (Panning Up) CU (Panning Up) LS (Panning Right) LS (Panning Right) MS (Panning Down) FS (Panning Up) MS (Panning Down) CU (Panning Down) CU (Panning Down) CU to ZI

LS (Panning Right) LS

Patung Dewa Indra.

Patung Dewa Brahma.

Gerbang Sendang Tirtokamandanu bagian luar.

Halaman depan Sendang Tirtokamandanu bagian luar.

Pintu masuk Sendang Tirtokamandanu.

Halaman dalam Sendang Tirtokamandanu.

Halaman dalam Sendang Tirtokamandanu.

Pohon Beringin di Sendang Tirtokamandanu.

Halaman dalam Sendang Tirtokamandanu.

Pintu masuk pemandian Sendang Tirtokamandanu.

Tempat ganti pakaian.

Pemandian Sendang Tirtokamandanu.

Pemandian Sendang Tirtokamandanu.

Pemandian Sendang Tirtokamandanu dari luar.

Patung Ganesha.

Patung Shyiwa Harihara.

Jalan Menuju Arca Totok Kerot.

Arca Totok Kerot.

Arca Totok Kerot.

Arca Totok Kerot.

Arca Totok Kerot tampak samping.

Arca Totok Kerot tampak belakang.

Arca Totok Kerot tampak belakang.

Arca Totok Kerot tampak samping.

Situs Tondongwongso awal masuk.

Jalan Masuk Situs Tondowongso.

5”

4"

14”

11”

13”

24”

14”

18”

12”

13”

7”

8”

4”

10”

6”

4”

9”

11”

7”

3”

3”

3”

2”

5”

31”

13”

(19)

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

63.

64.

65.

66.

67.

68.

69.

70.

71.

72.

73.

74.

LS

LS (Panning Right) FS (Panning Right) MS (Panning Left) FS (Panning Right) FS

FS (Panning Right) MS (Panning Left) CU (Panning Up) MS

MS to ZI

CU (Panning Up) CU (Panning Up) CU (Panning Down) FS

MS LS to ZI LS to ZI

CU (Panning Right) MS

MS (Panning Up)

MS (Panning Right) FS (Panning Left) MS (Panning Left) FS (Panning Right)

FS (Panning Right) FS to ZI

Situs Tondongwongso awal masuk.

Situs Tondowongso pada waktu hari besar.

Pengunjung Situs Tondowongso.

Pengunjung Situs Tondowongso.

Arca yang terendam air.

Arca yang terendam air tampak samping.

Arca yang tidak terendam.

Arca yang tidak terendam.

Patung Dewi Durga.

Patung tanpa nama.

Patung tanpa nama.

Patung Dewa Brahma.

Patung Dewa Brahma.

Patung Dewa Brahma.

Lingga Yoni.

Sendang di Situs Tondowongso.

Gerbang Petilasan Sri Aji Jayabaya Kedua.

Gerbang Petilasan Sri Aji Jayabaya Kedua.

Gerbang Petilasan Sri Aji Jayabaya Ketiga.

Sejarah singkat kerajaan Kediri didinding awal Gerbang Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Sejarah singkat kerajaan Kediri didinding awal Gerbang Ketiga Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Gerbang terakhir Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Halaman depan Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Pendapa Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Pendapa Petilasan Sri Aji Jayabaya bagian dalam.

Loka Muksa tampak dari depan.

Loka Muksa tampak dari depan.

5”

7”

6”

4”

35”

14”

8”

18”

12”

7”

5”

12”

14”

14”

7”

13”

14”

7”

8”

3”

5”

10”

10”

23”

8”

15”

5”

(20)

75.

76.

77.

78.

79.

80.

81.

82.

83.

84.

85.

87.

FS (Panning Right) FS (Panning Left)

CU (Panning Left) MS (Panning Right) LS (Panning Left) LS (Panning Right) CU (Panning Down) XCU (Panning UP) MS (Panning Right) FS (Panning Right) FS (Panning Up) MS

Halaman disamping Loka Muksa.

Loka Muksa tampak samping ke Loka Busana.

Loka Busana tampak samping.

Loka Busana tampak samping.

Loka Makuta tampak dari kejauhan.

Loka Makuta tampak dari kejauhan.

Loka Makuta.

Loka Makuta.

Gerbang Petilasan Mayangkoro.

Petilasan Resi Mayangkoro dari depan.

Petilasan Resi Mayangkoro dari belakang.

Sinden menembang lagu.

17”

7”

7”

14”

5”

8”

4”

7”

14”

6”

4”

40”

4.1.5. Rundown Script

Tabel 4.3. Rundown Script

No. Visual Durasi

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

Peta Jawa Timur dan Kediri Gerbang Kota Kediri.

Jalan Doho.

Patung Mayor Bismo.

Tugu Persik.

Perlimaan Gumul.

Perjalanan buruh pabrik rokok Gudang Garam menuju tempat kerja.

Cerobong pabrik Gudang Garam.

Toko penjual tahu takwa di Kediri.

Tempat jualan tahu petis.

Tempat jualan krupuk.

Sungai Berantas.

Peta Kota Kediri dengan penjelasan akan keberadaan Kerajaan yang terdapat di Kediri pada masa lampau.

12”

9”

12”

13”

2”

7”

14”

10”

4”

4”

4”

12”

12”

(21)

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

37.

38.

Animasi tulisan Kerajaan Jenggala yang hilang dan kerajaan Panjalu yang menggantikan keberadaan kerajaan Jenggala. Kemudian tulisan Jenggala berubah menjadi Dhaha.

Rooling tulisan yang berisi tulisan Raja-Raja yang berkuasa di Kerajaan Kediri/Dhaha.

Tulisan Sri Aji Jayabaya.

Peta Kediri yang berisi Kecamatan Pagu, desa Menang, dan desa Gayam.

Tulisan desa Menang berubah menjadi Sendang Tirtokamandanu.

Jalan menuju Sendang Tirtokamandu dengan ditampakkan hilir mudik kendaraan bermotor maupun sepeda.

Gerbang memasuki Kawasan Wisata Petilasan Sri Aji Jayabaya Kabupaten Kediri.

Gerbang memasuki Kawasan Wisata Petilasan dilihat sebaliknya.

Jalan menuju Sendang Tirtokamandanu.

Sendang Tirtokamandanu dari kejauhan.

Sendang Tirtokamandanu dari kejauhan.

Jalan menuju Sendang Tirtokamandanu.

Jalan menuju Sendang Tirtokamandanu.

Patung Dewa Wisnu.

Patung Dewa Bayu.

Patung Dewa Indra.

Patung Dewa Brahma.

Gerbang Sendang Tirtokamandanu bagian luar.

Halaman depan Sendang Tirtokamandanu bagian luar.

Pintu masuk Sendang Tirtokamandanu.

Halaman dalam Sendang Tirtokamandanu.

Halaman dalam Sendang Tirtokamandanu.

Pohon Beringin di Sendang Tirtokamandanu.

Halaman dalam Sendang Tirtokamandanu.

Pintu masuk pemandian Sendang Tirtokamandanu.

13”

10”

19”

15”

15”

15”

8”

6”

14”

6”

28”

17”

17”

4”

5”

5”

4"

14”

11”

13”

24”

14”

18”

12”

13”

(22)

39.

40.

41.

42.

43.

44.

45.

46.

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

63.

64.

65.

66.

67.

Tempat ganti pakaian.

Pemandian Sendang Tirtokamandanu.

Pemandian Sendang Tirtokamandanu.

Pemandian Sendang Tirtokamandanu dari luar.

Patung Ganesha.

Patung Shyiwa Harihara.

Gambar peta Kediri yang memunculkan tulisan Sendang Tirtokamandanu yang berubah menjadi Arca Totok Kerot.

Jalan Menuju Arca Totok Kerot.

Arca Totok Kerot.

Arca Totok Kerot.

Arca Totok Kerot.

Arca Totok Kerot tampak samping.

Arca Totok Kerot tampak belakang.

Arca Totok Kerot tampak belakang.

Arca Totok Kerot tampak samping.

Gambar peta Kediri yang memunculkan tulisan Arca Totok Kerot yang berubah menjadi Situs Tondowongso.

Situs Tondongwongso awal masuk.

Jalan Masuk Situs Tondowongso.

Situs Tondongwongso awal masuk.

Situs Tondowongso pada waktu hari besar.

Pengunjung Situs Tondowongso.

Pengunjung Situs Tondowongso.

Arca yang terendam air.

Arca yang terendam air tampak samping.

Arca yang tidak terendam.

Arca yang tidak terendam.

Patung Dewi Durga.

Patung tanpa nama.

Patung tanpa nama.

7”

8”

4”

10”

6”

4”

14”

9”

11”

7”

3”

3”

3”

2”

5”

15”

31”

13”

5”

7”

6”

4”

35”

14”

8”

18”

12”

7”

5”

(23)

68.

69.

70.

71.

72.

73.

74.

75.

76.

77.

78.

79.

80.

81.

82.

83.

84.

85.

86.

87.

88.

89.

90.

91.

92.

93.

94.

Patung Dewa Brahma.

Patung Dewa Brahma.

Patung Dewa Brahma.

Lingga Yoni.

Sendang di Situs Tondowongso.

Gambar arca-arca di Situs Tondowongso disertai keterangan dibawahnya.

Gambar peta Kediri yang memunculkan tulisan Situs Tondowongso, Arca Totok Kerot, Sendang Tirtokamandanu kemudian digantikan oleh Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Gerbang Petilasan Sri Aji Jayabaya Kedua.

Gerbang Petilasan Sri Aji Jayabaya Kedua.

Gerbang Petilasan Sri Aji Jayabaya Ketiga.

Sejarah singkat kerajaan Kediri didinding awal Gerbang Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Sejarah singkat kerajaan Kediri didinding awal Gerbang Ketiga Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Gerbang terakhir Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Halaman depan Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Pendapa Petilasan Sri Aji Jayabaya.

Pendapa Petilasan Sri Aji Jayabaya bagian dalam.

Loka Muksa tampak dari depan.

Loka Muksa tampak dari depan.

Halaman disamping Loka Muksa.

Loka Muksa tampak samping ke Loka Busana.

Loka Busana tampak samping.

Loka Busana tampak samping.

Loka Makuta tampak dari kejauhan.

Loka Makuta tampak dari kejauhan.

Loka Makuta.

Loka Makuta.

12”

14”

14”

7”

13”

1’16”

15”

14”

7”

8”

3”

5”

10”

10”

23”

8”

15”

5”

17”

7”

7”

14”

5”

8”

4”

7”

(24)

95.

96.

97.

98.

Gerbang Petilasan Mayangkoro.

Petilasan Resi Mayangkoro dari depan.

Petilasan Resi Mayangkoro dari belakang.

Sinden menembang lagu.

14”

6”

4”

40”

(25)

4.1.6. Jadwal Produksi.

Tabel 4.4. Jadwal Produksi

Kegiatan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Identifikasi Data Pengembangan Ide Penulisan Story Board Pencarian Lokasi Persiapan Shooting Proses Shooting Capturing Dubbing

Editing

Editing + Special Effect Mastering Copying

(26)

4.2. Produksi

Dalam pengambilan gambar untuk film dokumenter dibutuhkan waktu yang tepat untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Pengambilan gambar kebanyakkan menggunakan tripod agar mendapatkan hasil yang stabil, walaupun terkadang terdapat beberapa sebab tripod tidak bisa dipakai, seperti pengambilan gambar dari atas pohon atau pagar. Pengambilan gambar untuk film dokumenter Petilasan Sri Aji Joyoboyo harus mendapatkan izin dari juru kunci masing-masing tempat, kecuali pengambilan gambar untuk Arca Totok Kerot dan Situs Tondowongso.

Pengambilan gambar kebanyakan diambil pada waktu sore hari dan pagi hari karena hasil warna yang lebih soft. Walaupun terkadang terdapat kendala- kendala seperti cuaca yang tidak mendukung, ataupun sarana transportasi yang cukup sulit untuk menuju area-area tertentu.

Dalam pembuatan film dokumenter Petilasan Sri Aji Jayabaya, proses shooting menggunakan format mini-DVD. Dengan format .vob oleh karena itu

maka diperlukan sebuah software yang mampu merubah format .vob menjadi .avi.

Perubahan format .vob menjadi .avi dikarenakan proses editing yang melalui adobe premier tidak menerima format .vob. Software yang saya gunakan untuk merubah format .vob mejadi .avi adalah ImTOO, dengan sedikit merubah standard ImTOO dalam meng-encode, hal tersebut sangat berpengaruh pada kualitas gambar, yang hampir setara dengan .vob atau file aslinya.

Untuk film dokumenter Petilasan Sri Aji Joyoboyo dalam pengisian audionya dibutuhkan narator, dan lagu-lagu khas Jawa. Lagu-lagu khas Jawa tersebut adalah seperti lagu Banteng Wareng dari Fajar recording, Instrumental Sangkala II dari diam recording, dan Gending-gending Djawa dari Lokananta recording, dan beberapa lagu seperti asmorodhono oleh mbah Giyo yang didapat dari multiply.com.

Setelah merubah menjadi format .avi maka pengerjaan editing siap

dilakukan. Berikut ini adalah contoh hasil produksi:

(27)

Gambar 4.1. Contoh hasil produksi.

(28)

4.3. Pasca Produksi

Pada tahap ini hasil produksi diedit sedemikian rupa, seperti perubahan dari format .avi menjadi .vob. Selain itu beberapa penambahan ataupun perbaikan dari tahap produksi, seperti memfinalize hasil berupa DVD yang mempunyai banyak fitur-fitur, yang menarik. Beberapa fitur tersebut adalah wawancara dengan Juru Kunci Petilasan, Ramalan Sri Aji Jayabaya bahasa Jawa dan Indonesia, behind the scene, dan foto-foto yang berhubungan dengan film dokumenter Petilasan Sri Aji Jayabaya. Selain itu perbaikan warna dari setiap segment agar sesuai satu sama lainnya.

Setelah semua proses diatas selesai, kemudian dilakukan proses mastering dari video klip animasi tersebut. Master tersebut kemudian digunakan

untuk menggandakan video klip tersebut sebanyak yang diperlukan. Dapat juga digunakan untuk mengubah kedalam format media lain, seperti video untuk handphone berfitur multimedia, atau di-upload di situs internet yang menyediakan jasa penayangan video.

4.4. Proyek Akhir

Gambar 4.2. Pin-up

Gambar 4.3. Poster Diri

(29)

Gambar 4.4. Poster Film

Gambar 4.5. Cover CD dan Label CD

(30)

Gambar 4.6. Katalog

Gambar 4.7. Ramalan Sri Aji Jayabaya.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :