DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
RISALAH RAPAT
RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI V DPR RI
DENGAN SEKRETARIS UTAMA BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA (BMKG), DAN SEKRETARIS UTAMA BADAN NASIONAL
PENCARIAN DAN PERTOLONGAN (BNPP) BASARNAS Tahun Sidang : 2021-2022
Masa Persidangan : I
Rapat ke- : 13
Jenis Rapat : Rapat Dengar Pendapat Sifat Rapat : Terbuka
Hari, Tanggal : Senin, 6 September 2021 Waktu : Pukul 10.00 s.d. 12.55 WIB
Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI (KK V) Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta
Ketua Rapat : H. Moh Arwani Thomafi/Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-PPP
Sekretaris Rapat : Nunik Prihatin Budiastuti, S.H./Kabagset. Komisi V DPR RI
Acara : 1. Evaluasi Pelaksanaan APBN TA. 2021 sampai dengan bulan Agustus 2021;
2. Membahas Alokasi Anggaran menurut Fungsi dan Program masing-masing Unit Eselon I K/L Mitra Kerja Komisi V DPR RI dalam RAPBN TA.
2022.
Hadir Anggota : 49 Anggota hadir dari 53 Anggota Komisi V DPR RI dengan rincian sebagai berikut:
A. Anggota DPR RI:
PIMPINAN :
1. Lasarus, S.Sos, M.Si./Ketua Komisi V DPR RI/F- PDIP
2. Ir. Ridwan Bae/Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F- PG
3. H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si. /Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-P.GERINDRA
4. H. Syarif Abdullah Alkadrie, S.H., M.H. /Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-NASDEM
5. H. Moh Arwani Thomafi/Wakil Ketua Komisi V DPR RI/F-PPP
FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN:
8 orang Anggota dari 11 Anggota:
1. Bob Andika Mamana Sitepu, S.H.
2. Mochamad Herviano
3. Hj. Sadarestuwati, S.P., M.MA.
4. Sukur H.Nababan, S.T.
5. Ir. Sudjadi
6. Sarce Bandaso Tandiasik, S.H.,M.H.
7. Sri Rahayu 8. H. Irmadi Lubis
FRAKSI PARTAI GOLKAR:
6 orang Anggota dari 7 Anggota:
1. Drs. Hamka B Kady, M.S.
2. Cen Sui Lan
3. Ir. H. Anang Susanto, M.Si.
4. Ilham Pangestu
5. Bambang Hermanto, S.E.
6. Muhammad Fauzi, S.E.
FRAKSI PARTAI GERINDRA:
6 orang Anggota dari 6 Anggota:
1. Sudewo, S.T., M.T.
2. Iis Edhy Prabowo, S.Hum.,M.M.
3. Ir. Eddy Santana Putra, M.T.
4. Drs. H. Mulyadi, M.MA.
5. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M.
6. Ir. Sumail Abdullah
FRAKSI PARTAI NASIONAL DEMOKRAT:
4 orang Anggota dari 4 Anggota:
1. Drs. H. Soehartono, M.Si.
2. Drs. H. Tamanuri, M.M.
3. Sri Wahyuni 4. Roberth Rouw
FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA : 6 orang Anggota dari 6 Anggota:
1. H. Ruslan M.Daud
2. Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, S. Th. I.
3. Sofyan Ali, S.H.
4. H. Syafiuddin, S.Sos.
5. H. Sukamto, S.H.
6. H. An’im Falachuddin Mahrus FRAKSI PARTAI DEMOKRAT:
5 orang Anggota dari 5 Anggota:
1. Dr. H. Irwan, S.IP., M.P.
2. Willem Wandik, S.Sos
3. drh. Jhonni Allen Marbun, M.M.
4. Lasmi Indaryani, S.E.
5. Ir. H. Ishak Mekki, M.M.
FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA:
3 orang Anggota dari 5 Anggota:
1. H. Suryadi Jaya Purnama, S.T.
2. Ir. H. Sigit Sosiantomo
3. Drs. Hamid Noor Yasin, M.M.
FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL:
5 orang Anggota dari 5 Anggota:
1. H. A. Bakri H. M., S.E.
2. Athari Ghauti Ardi 3. Hj. Hanna Gayatri, S.H.
4. H. Boyman Harun, S.H.
5. Mesakh Mirin, SKM.
FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN:
1 orang Anggota dari 1 Anggota:
1. Dr. H. Muh. Aras, S.Pd., M.M.
B. UNDANGAN:
1. Sekretaris Utama BNPP/BASARNAS (Drs. Dianta Bangun, M.Kes.)
2. Sekertaris Utama BMKG (Ir. Dwi Budi Sutrisno, M.Sc.)
KETUA RAPAT (H. MOH ARWANI THOMAFI/ WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI/F-PPP):
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semua.
Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI, Pak Ketua, Pak Lasarus hadir,
Yang terhormat Saudara Sekretaris Utama BMKG,
Seketaris Utama BASARNAS, Sekretaris Utama BNPP BASARNAS dan hadirin yang kami hormati.
Alhamdulillah kita bersyukur pada pagi hari ini bisa melaksanakan rapat, semoga sehat semuanya. Laporan dari Sekretariat sudah ada 25 orang, fisik 10, virtual 15 sudah 6 fraksi. Oleh karena itu sesuai dengan Tatib Ketentuan Pasal 276 rapat kami nyatakan terbuka RDP Komisi V dengan Sestama BMKG dan Sestama BASARNAS, kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum.
(RAPAT DIBUKA PUKUL 10.00 WIB)
Terima kasih Pak Sestama ya, panggilannya Sestama ya? Terima kasih kepada Sestama BMKG dan Sestama BASARNAS beserta dengan seluruh jajarannya yang telah hadir dalam RDP hari ini, secara fisik semua ya.
Teman-teman juga para Anggota Pimpinan dan Anggota Komisi V yang hadir, baik secara fisik maupun virtual.
Bapak dan Ibu sekalian.
Sebagaimana kita ketahui dalam RDP Komisi V dengan Kepala BMKG dan Kepala BASARNAS, Kepala BNPP, pada Kamis 25 Agustus 2021 telah disepakati beberapa hal diantaranya Pagu Nota Keuangan dalam RAPBN Tahun 2022 BMKG sebesar 3,108 triliun dan Pagu Nota Keuangan BNPP BASARNAS sebesar 1,967 triliun.
Dari alokasi Pagu BMKG sebesar 3,1 triliun itu digunakan untuk kegiatan antara lain; pengelolaan gempa bumi dan tsunami, pengelolaan layanan informasi iklim terapan dan pendidikan dan pelatihan SDM BMKG.
Jadi pertama yang harus diperhatikan pengelolaan gempa bumi dan tsunami ya prioritas.
Alokasi untuk BNPP BASARNAS sebesar 1,967 triliun digunakan untuk mendukung kegiatan pemeliharaan sarana SAR darat, laut, dan udara, penyediaan Radon Boats dan pengembangan SDM pencarian dan pertolongan yang kompeten.
Sejalan dengan itu dalam kesempatan ini kami tegaskan kembali agar proses penyusunan Pagu Anggaran Tahun 2022, agar tiap-tiap Sestama benar-benar dapat memperhatikan dan mengakomodir saran dan masukan dari Komisi V DPR RI yang disampaikan dalam seluruh kegiatan Rapat Kerja dan RDP sampai dengan hari ini.
Selanjutnya sejumlah permasalahan strategis yang perlu mendapatkan perhatian dari BMKG dan BASARNAS antara lain ya, perlu ditingkatkan edukasi dan sosialisasi cuaca kepada masyarakat dan stakeholders untuk mendukung kegiatan di sektor transportasi udara, darat dan laut, peningkatan penelitian atau kajian gempa bumi dan tsunami di Indonesia untuk memprediksi mitigasi bencana dalam rangka mengurangi dan mencegah dampak bencana. Ini yang sangat penting Pak Sestama BMKG terkait dengan fokus pada sejauhmana antisipasi respon cepat ya, terkait dengan gempa bumi dan tsunami. Mungkin terkait dengan alat-alat ataupun juga semua hal yang bisa membuat Pemerintah itu siap, respon cepat, antisipatif dan masyarakat juga bisa semakin teredukasi.
Peralatan-peralatan BMKG perlu diperbarui dan ditingkatkan perawatannya ya, terutama untuk memprediksi semua yang menjadi ini terkait tadi gempa bumi, cuaca ekstrem dan sebagainya. Pengelolaan sistem komunikasi SAR secara efektif dalam rangka peningkatan kesiapsiagaan
SAR, perlunya peningkatan pemenuhan sarana dan prasarana SAR, serta pelatihan potensi SAR di seluruh wilayah Indonesia.
Demikian Bapak dan Ibu sekalian kata pengantar dari kami Pimpinan.
Selanjutnya kami persilakan kepada Sestama BMKG dan Sestama BASARNAS untuk menyampaikan penjelasannya.
Kami persilakan kepada Sestama BMKG dulu.
SEKRETARIS UTAMA BMKG (Ir. DWI BUDI SUTRISNO, M.Sc.):
Terima kasih Bapak Pimpinan.
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh, Salam sejahtera buat kita semua,
Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan.
Yang saya hormati Bapak Ketua,
Bapak Wakil Ketua, para Anggota Komisi V DPR RI,
Yang saya hormati Bapak Sekretaris Utama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau BASARNAS,
Bapak Ibu sekalian yang berbahagia.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena pada pagi hari ini kita bisa berada di sini dalam rangka mengikuti RDP dengan agenda Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2021 sampai bulan Agustus dan alokasi anggaran menurut fungsi dan program masing-masing Eselon 1 KL dalam RAPBN Tahun Anggaran 2022.
Tolong pemaparannya. Adapun outline yang perlu kami sampaikan di sini. Pertama kita akan membahas Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2021 sampai bulan Agustus. Kemudian kita akan membahas alokasi anggaran menurut fungsi dan program pada masing-masing Eselon I dalam RAPBN tahun anggaran 2022.
Lanjut. Baik kami mulai dengan Evaluasi Pelaksanaan APBN tahun anggaran 2021. Lanjut. Lanjut. Kami laporkan bahwa perkembangan pagu anggaran tahun 2021 BMKG kita mengalami 4 kali penghematan. Maaf sebelumnya ya. Pertama kita dipotong 181 miliar dari 3,274 triliun menjadi 3,002 triliun. Kemudian penghematan tahap dua sebesar 48 miliar dari 3092 menjadi 3044. Kemudian penghematan tahap tiga 3044 menjadi 3034.
Kemudian tahap empat kita dipotong 77 miliar, dari 3034 menjadi 2,956 triliun.
Sehingga kita mengalami banyak sekali penghematan dari semula 3,274 triliun menjadi 2,956 triliun sekitar 300 miliar.
Lanjut. Lanjut ya. Nah ini adalah beberapa penghematan yang sesuai catatan kami mulai dari bulan Januari, kemudian bulan Juli, kemudian terakhir pada tanggal 20 Juli 2021 kita mengalami penghematan. Dan perlu kami sampaikan di sini bahwa penghematan itu terjadi pada rupiah murni. Jadi PNBP maupun pinjaman luar negeri tidak diperbolehkan dilakukan penghematan, walaupun sebenarnya PNBP itu kelebihan alokasi, tapi kami akan mencoba untuk melakukan apa mengirim surat kepada DJA untuk mengurangi Pagu Awal alokasi PNBP.
Lanjut. Nah dampak dari strategi refocusing adalah pertama tentunya berkurangnya ruang fiskal untuk pemenuhan program kegiatan tahun anggaran 2021, sehingga ada beberapa kegiatan tahun 2021 terpaksa dikurangi atau ditunda. Bagaimana untuk mengatasi dampak tersebut? Kami mencoba untuk melakukan strategi optimalisasi anggaran, kemudian kegiatan-kegiatan yang dianggap penting kita ajukan pada tahun anggaran berikutnya. Kemudian kita melakukan efisiensi kegiatan misalkan perjalanan dinas, kemudian honorarium, konsinyering dan sebagainya. Apalagi memang di tengah pandemi memang kita harus dibatasi untuk melakukan mobilisasi.
Lanjut. Nah kalau kita lihat di sini realisasi per 31 Agustus 2021, realisasi BMKG 36,19 miliar. Dari Pagu 2,956 triliun menjadi realisasi sebesar 1,086 triliun, terbagi dari belanja pegawai terealisasi 68%, kemudian belanja barang hampir 40%, kemudian belanja modal 16,5%. Kami laporkan di sini realisasi fisik sebesar 40,18% dan kami prognosa kami sampai dengan akhir Desember 2021 kita coba untuk mencapai 90%.
Lanjut. Kenapa realisasi rendah? Karena memang kebanyakan akibat pandemi Covid-19 yang tidak hanya terjadi di negara kita, tapi juga terjadi di dunia, sehingga dalam beberapa kegiatan terutama untuk kegiatan-kegiatan yang pinjaman luar negeri maupun kegiatan rupiah murni namun peralatannya dari luar negeri, ada beberapa kegiatan Factory Acceptance Test atau FAT, terus kemudian Factory Training (FT) sebagai syarat pengiriman peralatan menjadi tertunda.
Kemudian yang kedua, tentunya terjadi keterlambatan dalam pengiriman Aloptama dan suku cadang dari pabrikan ke Indonesia. Kemudian adanya pembatasan pergerakan selama PPKM. Kemudian dari kami ada beberapa petugas terpapar terpapar Covid-19. Kemudian dengan adanya beberapa kendala tersebut di atas, mengakibatkan keterlambatan dalam pemasangan Aloptama dan pengadaan suku cadang.
Kemudian yang di butir terakhir adalah target PNBP tidak bisa tercapai karena terjadi penurunan, terutama untuk target PNBP dikaitkan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak dari pemberian informasi meteorologi penerbangan karena memang traffic dari pada penerbangan menurun secara drastis.
Yang kedua, tentunya kita berupaya untuk membangun sistem pengadaan yang lebih baik dengan melakukan adanya beberapa kegiatan
yang kita ubah mekanisme pelaksanaan lelang dari sistem gugur ke sistem nilai untuk mendapatkan Aloptama dengan kualitas terbaik.
Lanjut. Dari rincian untuk setiap program atau kegiatan terkait dengan realisasi per kegiatan Tahun Anggaran 2021 per 31 Agustus, kita dilihat di sini bahwa dukungan manajemen dari Pagu 372 miliar terealisasi 204 miliar atau 54,85% dengan prognosa sampai akhir tanggal 31 Desember 2021 97,16%.
Nah kami tidak perlu baca lagi satu per satu, ini adalah breakdown dari pada kegiatan-kegiatan dalam dukungan manajemen, di situ ada Diklat, Litbang, Biro Hukum, Biro Perencanaan, Biro Umum, kemudian ada Inspektorat dan sebagainya.
Lanjut. Kemudian untuk program MKG dari Pagu 2,584 triliun realisasi sebesar 863 miliar atau 33,4%, dengan prognosa sampai akhir tahun 88,97%
sehingga total dari Pagu BMKG sebesar 2,956 triliun terealisasi 1,068 triliun atau 36,13% dengan prognosa sampai akhir tahun 90%.
Lanjut. Baik Bapak/Ibu sekalian kita masuk ke dalam pembahasan untuk Alokasi Anggaran Tahun 2022 menurut Fungsi dan Program Masing- masing Unit Eselon 1.
Lanjut. Pertama, terima kasih atas dukungan Anggota DPR kami mendapatkan anggaran 3,108 triliun yang terdiri dari program MKG sebesar 1,89 triliun dan program dukungan manajemen sebesar 1,2 triliun.
Lanjut. Kami laporkan di sini kalau kita lihat berdasarkan belanja jadi belanja pegawai 23,7%, kemudian belanja barang 39,67%, dan belanja modal 36,63%. Kalau kita lihat per sumber pendanaan dari pinjaman luar negeri sebesar 18%, dari PNBP 2,8%, dari rupiah murni 74,55% dan SBSN ini merupakan hal yang baru bagi kami sebesar 4,66%.
Lanjut. Kalau kita lihat di sini kita bagi untuk setiap program dari dukungan manajemen rupiah murninya 1 triliun, BNPB 21 miliar, dan SBSN 144 miliar, sehingga total 1,2 triliun. Nah untuk program MKG rupiah murni 1,27 triliun, PNBP 65 miliar, pinjaman luar negeri 559 miliar, sehingga total 1,896 triliun. Dengan total untuk rupiah murni 2,3 triliun, PNBP 86 miliar, pinjaman luar negeri 559 miliar dan SBSN 144 miliar, sehingga total 3,1 triliun.
Kami catatan di sini bahwa berdasarkan arahan dari Kementerian Keuangan untuk belanja operasional pegawai 736 miliar, kemudian belanja operasional barang komponen 002 203 miliar, kemudian dukungan operasional tugas dan fungsi unit komponen 005 762 miliar.
Lanjut. Distribusi dari pada Pagu Anggaran untuk program dukungan manajemen, kami sampaikan di sini untuk STMKG 185 miliar, karena ini ada SBSN ya? Kemudian Biro Hukum 10,5 miliar, kemudian Perencanaan 12,2 miliar, kemudian Biro Umum 943 miliar, dimana 800 diantaranya untuk belanja pegawai, kemudian pengawasan internal BMKG 16,7 miliar, Diklat 21 miliar dan Litbang 22,8 miliar, sehingga total 1,2 triliun.
Lanjut. Kemudian untuk program BMKG ada pengelolaan data base 11,3, untuk pengelolaan gempa bumi dan tsunami hampir 300 miliar, kemudian layanan informasi iklim terapan 22 miliar, untuk instrumentasi kalibrasi dan rekayasa 528 miliar, kemudian Jarkom 171 miliar, meteorologi penerbangan 268 miliar, meteorologi publik 87 miliar, informasi perubahan iklim 59 miliar, kemudian seismologi teknik geofisika potensial dan tanda waktu 71 miliar, UPT BMKG 173 miliar dan maritim meteorologi maritim 204 miliar, jadi total 1,896 miliar.
Lanjut. Nah ini ada kegiatan BMKG terhadap prioritas nasional tahun anggaran 2022. Lanjut, di situ ada untuk major project ya BMKG Tahun Anggaran 2022 ada layanan informasi gempa bumi dan tsunami melalui SLG, targetnya 4.680 orang. Kemudian ada untuk informasi gempa bumi dan tsunami dengan pengadaan WRS 47 layanan, seismograf 10 unit. Kemudian ada program IDRIP ya 83 unit, kemudian SLI 2.400 orang, kemudian kualitas informasi kualitas udara 5 unit, MMS-2 7 unit, kemudian operasional Aloptama MKG 1.978 unit dan seterusnya sampai ke Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dengan target 3.800 orang. Jadi kaitan dengan sekolah lapang ini kami mohon masukan dari Bapak/Ibu Anggota DPR yang terhormat, terkait dengan lokasi-lokasi yang perlu dilakukan di tahun 2022.
Lanjut. Nah ini adalah rincian distribusi anggaran Tahun Anggaran 2022 per Eselon I. Di sini secara rinci untuk kegiatannya nah kami sampaikan per belanja pegawai, barang dan belanja modal. Lanjut. Untuk Sekertariat Utama, kemudian untuk Kedeputian Meteorologi, Kedeputian Klimatologi, Geofisika dan Inskalrekjarkom.
Lanjut dan kami juga dapat sampaikan di sini ada beberapa kegiatan yang bersumber dari pinjaman luar negeri, MMS-1 185 miliar, kemudian...(rekaman suara kurang jelas) atau scaling UP 63 miliar, kemudian MMS-2 160 miliar, kemudian IDRIP 150 miliar dan ini untuk Flight Information Region and Development of Aviation Meteorology Services in Eastern Indonesia itu 1 miliar.
Lanjut. Di sini adalah beberapa rincian output ya lanjut ya, yang kita sampaikan per Eselon II, ada beberapa uraian kegiatan antara lain untuk meteorologi penerbangan sebesar 268 miliar, terdiri dari yang terutama ya pengadaan transmitter, radiosonde 15.700 unit atau 47,5 miliar. Kemudian nomor 8 kita bacakan yang cukup signifikan angkanya pembangunan peralatan cuaca deteksi windshear di 2 lokasi di Menado dan Balikpapan 76,5 miliar.
Lanjut. Kemudian ini untuk meteorologi publik, terutama Nomor 4 adalah untuk pinjaman luar negeri 63,29 miliar. Lanjut. Kemudian untuk maritim 204 miliar terutama untuk proyek MMS-1 185 miliar. Lanjut. Kemudian untuk Deputi Klimatologi yang signifikan di sini adalah terkait dengan kegiatan revitalisasi pengamatan ozon di GAW Palu 3 miliar, kemudian Sekolah Lapang Iklim atau literasi iklim di 58 lokasi 3,9 miliar. Lanjut. Kemudian untuk Pusat Informasi Perubahan Iklim 58,9 miliar yang signifikan di sini kegiatan pengadaan monitoring kelembaban tanah 5,4 miliar. Lanjut.
Kemudian untuk Geofisika di sini ada kegiatan dikaitkan dengan...
(rekaman suara kurang jelas) generation ke satu 44 miliar, kemudian pemeliharaan seismograf 30M, Indonesia 1 Indonesia 2 25 miliar, kemudian pengadaan Aloptama seismograf 35 lokasi 23 miliar. Lanjut kemudian lanjut ini untuk IDRIP 150 miliar yang tadi saya sampaikan. Kemudian untuk Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu 17,1M yang di sini ada pemeliharaan jaringan accelerograph itu 22,7 miliar. Kemudian pengadaan jaringan tensimeter 13,5 miliar.
Lanjut. Kemudian untuk Inskalrekjarkom, terutama dikaitkan dengan proyek MMS-2 160 miliar, kemudian pemeliharaan Aloptama meteorologi dan juga suku cadang 26 dan 72 miliar, kemudian pemeliharaan sistem kalibrasi dan seterusnya.
Lanjut. Kemudian untuk Pusjarkom 171 miliar yang besar di sini adalah untuk sewa transponder VSAT, kemudian sewa komunikasi internet, kemudian pembangunan perangkat LAN utama BMKG pusat.
Lanjut. Pusat Data Base. Lanjut, kemudian...(rekaman suara kurang jelas) Biro Hukum, saya kira ini tidak terlalu signifikan angkanya. Lanjut, Biro Umum STMKG. Lanjut, di situ banyak di gaji. Kemudian Inspektorat gaji 11,7 pelaksanaan audit 5 miliar, kemudian Diklat gaji 7,9, kemudian Diklat Teknis 10.
Litbang 22,85 miliar, untuk gaji 14 miliar, yang lainnya penelitian di bidang meteorologi klimatologi geofisika dan lain-lain. Lanjut.
Penutup, kami mengucapkan terima kasih bahwa dalam beberapa tahun terakhir BMKG mendapatkan alokasi anggaran yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, terutama 3 tahun terakhir, tentunya kenaikan anggaran tersebut kami dedikasikan untuk dimanfaatkan meningkatkan kemampuan teknis operasional dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan informasi BMKG kepada masyarakat, sehingga lebih baik lagi ke depannya.
Oleh karenanya BMKG membutuhkan dukungan dan saran dari Pimpinan Komisi V dan Anggota Dewan yang terhormat agar kinerja BMKG semakin meningkat di masa-masa mendatang.
Terima kasih, mohon maaf atas kekurangannya.
Wabillaahittaufik walhidayah,
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Ya, terima kasih.
Selanjutnya Pak Sestama BNPP BASARNAS silakan.
SEKRETARIS UTAMA BNPP BASARNAS (Drs. DIANTA BANGUN, M.Kes.):
Terima kasih Pimpinan.
Yang terhormat Ketua Komisi V DPR RI, selaku Pimpinan Rapat, Yang saya hormati para Wakil Ketua, para Anggota Komisi V DPR RI,
Yang saya hormati Sekretaris Utama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, serta hadirin yang berbahagia.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Shaloom,
Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan.
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia dan ridho-Nya kita dapat mengikuti rapat ini baik secara langsung maupun virtual. Izin selanjutnya kami sampaikan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI atas kesempatan yang diberikan kepada BASARNAS untuk menyampaikan penjelasan tentang evaluasi pelaksanaan APBN tahun 2021 dan pembahasan alokasi anggaran menurut fungsi dan program masing-masing Unit Eselon 1 dalam RAPBN Tahun 2022.
Ketua, para Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang kami hormati.
Bagian pertama paparan ini kami menjelaskan tentang Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun 2021 sampai dengan bulan Agustus. Sesuai dengan Surat Menteri Keuangan RI tanggal 2 Oktober 2020 BASARNAS mendapat Pagu Alokasi Anggaran sebesar 2,26 triliun. Pagu Alokasi Anggaran tersebut mengalami empat kali pemotongan yaitu, refocusing tahap 1 sebesar 102,28 miliar, tahap 2 sebesar 26,51 miliar, tahap 3 sebesar 13,66 miliar dan tahap 4 sebesar 255,67 miliar, sehingga total pemotongan sebesar 398,12 miliar.
Pagu BASARNAS setelah mengalami refocusing adalah sebesar 1,86 triliun dengan rincian sebagaimana yang tertera dalam slide. Oleh sebab itu beberapa kegiatan penting tersebut harus memperoleh prioritas untuk dianggarkan pada tahun 2022. Kegiatan tersebut antara lain pembangunan kapal penyelamat rescue boat 66 meter yang semula multiyears 2021 akan diselesaikan pada tahun anggaran 2022 dan masih memerlukan anggaran sebesar 60,92 miliar. Pengadaan rescue truck diselesaikan pada tahun 2022 dan masih memerlukan anggaran 19,16 miliar dan seterusnya termasuk pengembangan visualisasi kolaborasi streaming diselesaikan pada tahun 2022 dan masih memerlukan anggaran sebesar 1,56 miliar.
Selain itu, kegiatan pada Tahun Anggaran 2021 yang tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan target antara lain pelatihan potensi SAR yang ditargetkan sebanyak 5.000 orang saat ini baru terealisasi 2.044 orang, sampai dengan Desember 2021 diperkirakan terealisasi sebesar 2.400 orang.
Pemeliharaan sarana dan prasarana dan peralatan sistem komunikasi rapat koordinasi dan tindak awal operasi SAR.
Setelah mengalami pemotongan Pagu Anggaran BASARNAS per jenis belanja adalah sebagai berikut; belanja pegawai 490,6 miliar menjadi 464,8 miliar. Belanja barang 1,02 triliun menjadi 849,91 miliar dan belanja modal 474 7,66 miliar menjadi 555,31 miliar. Hingga saat ini sesuai dengan aplikasi online monitoring SPAN, Realisasi Anggaran BASARNAS per jenis belanja adalah 1,1 triliun atau 59,55% dengan rincian realisasi belanja pegawai 290,55 miliar atau 62,61%, realisasi belanja barang 402 miliar atau 47,36%
dan realisasi belanja modal 747, ulangi realisasi belanja modal 420,11 koma 420,11 miliar atau 75,65%.
Ketua, para Wakil Ketua dan Anggota Komisi V yang kami hormati.
Realisasi Anggaran Sekretariat Utama tahun 2021 sampai dengan Agustus 2021 adalah sebesar 4,66,9 miliar atau 59,72% dengan rincian sebagaimana di materi dan paparan yang kami sampaikan, mohon izin.
Beberapa kegiatan belanja modal di Sekretariat Utama tahun 2021 antara lain optimalisasi jaringan BASARNAS, pengembangan visualisasi kolaborasi streaming dan seterusnya.
Ketua, para Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang saya hormati.
Realisasi Anggaran Kedeputian Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Tahun 2021 sampai dengan Agustus 2021 adalah sebesar 36,54 miliar atau 52,73% dengan rincian:
Satu, realisasi pengelolaan operasi SAR sebesar 31,73 miliar atau 55,64% yang digunakan antara lain untuk pelaksanaan operasi SAR sebanyak 1.231 operasi SAR, penyempurnaan batas wilayah operasi SAR, evaluasi INSARAG external classifications, pembentukan RCC Indonesia dan penyusunan standar biaya masukan lainnya. Standar biaya masukan lainnya operasi SAR dan realisasi pengelolaan kesiapsiagaan SAR adalah sebesar 5,17 miliar atau 42,21% yang digunakan antara lain untuk latihan SAR sebanyak 12 kali latihan, pelaksanaan siaga SAR khusus lebaran, pelaksanaan-pelaksanaan pelaksanaan siaga SAR Natal dan tahun baru dan PON XX, serta penyusunan Standar Biaya Keluaran (SBK) latihan dan Siaga SAR.
Dari Januari sampai dengan Agustus 2021, BASARNAS telah melaksanakan 1.400 operasi SAR yang meliputi; 2 operasi SAR terhadap kecelakaan pesawat udara, 507 operasi SAR terhadap kecelakaan kapal, 89 operasi SAR terhadap bencana, 777 operasi SAR terhadap kondisi membahayakan manusia, 25 operasi SAR terhadap kecelakaan penanganan khusus. Kami telah melaksanakan kegiatan latihan SAR pada tahun 2021 antara lain penyelamatan khusus di jalan tol, latihan bersama Australia dan Indonesia, latihan bencana penanganan bencana alam gempa bumi dan seterusnya.
Ketua, para Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang kami hormati.
Realisasi anggaran Kedeputian Bina Tenaga dan Bina Potensi Tahun 2021 sampai dengan Agustus 2021 adalah sebesar 40,22 miliar atau 60,98%
dengan rincian:
Satu, realisasi pengelolaan Diklat dan pembinaan tenaga SAR adalah sebesar 25,91 miliar atau 61,23% yang digunakan antara lain; untuk pelaksanaan Diklat sebesar sebanyak 11 kali Diklat dengan jumlah peserta 791 orang dan penyusunan standar biaya keluaran khusus Diklat.
Yang kedua, realisasi pembinaan potensi SAR adalah sebesar 16,19 miliar atau 68,55% yang digunakan antara lain; untuk pelaksanaan pelatihan potensi SAR di seluruh Indonesia dan penyusunan standar biaya khusus serta biaya keluaran pelatihan potensi SAR dan pelaksanaan SAR goes to school.
Selanjutnya secara detail kegiatan pendidikan dan pelatihan SAR yang sudah dilaksanakan antara lain profisiensi infrastruktur bidang water rescue, Diklat SAR tingkat dasar, medical first responder, Diklat peningkatan kompetensi awak kapal BASARNAS dan seterusnya sebagaimana yang kami tampilkan dalam slide.
Kami juga BASARNAS juga telah melaksanakan pelatihan potensi SAR di beberapa Kantor SAR dengan jumlah yang dilatih sebanyak 2.044 orang. Adapun rincian kegiatan pelatihan potensi SAR sebagaimana sudah kami sampaikan di materi dan paparan.
Izin Ketua, para Wakil Ketua, para Anggota Komisi V yang kami hormati.
Realisasi Anggaran Kedeputian Bidang Sarana dan Prasarana Sistem Komunikasi Tahun 2021 sampai dengan Agustus adalah sebesar 561,66 miliar atau 58,98%, dengan rincian realisasi pengelolaan sarana dan prasarana SAR adalah sebesar 490,78 miliar atau 57,61%, yang digunakan antara lain untuk penyelesaian pengadaan rescue boat Kelas 2, Kelas 1, terus pengadaan Rapid Deployment Tactical Tent dan seterusnya, termasuk pemeliharaan 10 unit helikopter, kapal 70 unit, RIB 149 unit, rubber boat 260 unit, rescue car 345 unit, dan rescue truck sebanyak 280 unit.
Realisasi pengelolaan sistem komunikasi SAR adalah sebesar 76,49 miliar atau 79 izin 76,19% yang digunakan antara lain untuk; pengadaan Base Communication System dan seterusnya sebagaimana kami tampilkan.
Kemudian rincian progress pelaksanaan kegiatan BASARNAS tahun 2021 sebagaimana ditampilkan dalam slide.
Ketua, para Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang kami hormati.
Tema Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022 adalah pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Selanjutnya BASARNAS menyusun
rencana kerja untuk mendukung RKP Tahun 2022, terutama terkait prioritas nasional yaitu; memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar dan program prioritas berupa infrastruktur pelayanan dasar, serta kegiatan prioritas keselamatan dan keamanan transportasi.
BASARNAS menyelenggarakan kegiatan proyek prioritas nasional yaitu yang pertama, pemenuhan fasilitas keselamatan dan keamanan transportasi dan SAR dan pembinaan pendidikan sumber daya manusia keselamatan keamanan transportasi pencarian dan pertolongan.
Dalam RKP Tahun 2022 BASARNAS ditargetkan melaksanakan kegiatan prioritas nasional berupa; pengadaan peralatan SAR, penyediaan sarana SAR laut, SAR darat, pengelolaan operasi SAR, sistem komunikasi SAR, pengembangan SDM, pemeliharaan sarana prasarana, pemeliharaan sistem komunikasi, pemeliharaan peralatan teknologi informasi dengan anggaran sebesar 862,14 miliar.
Beberapa target yang ditetapkan dalam RPJMN belum dapat dipenuhi karena keterbatasan anggaran. Perbandingan rincian kegiatan prioritas nasional BASARNAS sesuai RPJMN dan Pagu Anggaran Tahun 2022 tertuang dalam tabel yang kami tampilkan.
Target kegiatan prioritas nasional yang tidak dapat dipenuhi pada Tahun 2022 akibat pemotongan yang sudah berlangsung antara lain;
pengadaan rescue boat panjang 40 meter dan rescue car tipe 1. Anggaran yang direncanakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan kegiatan tahun 2021 yang tertunda sebagaimana kami sampaikan tadi daftar penundaan proyek di 2021 akibat pemotongan yang harus diselesaikan di tahun 2022. Izin Pimpinan.
Ketua, para Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang saya hormati.
Basarnas mengusulkan Pagu Kebutuhan untuk tahun 2022 sebesar 5,18 triliun dengan rincian sebagai berikut: Program dukungan manajemen sebesar 1,335 triliun dan program pencarian dan pertolongan pada kecelakaan dan bencana sebesar 3,83 triliun.
Berdasarkan Surat Edaran Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN Kepala Bappenas tanggal 23 Juli 2021 Pagu Anggaran BASARNAS tahun 2022 adalah 1,96 triliun dengan rincian sebagai berikut: Program dukungan manajemen 907,5 miliar dan program pencarian dan pertolongan pada kecelakaan dan bencana adalah sebesar 1,0 triliun. Namun izin Pimpinan, Pagu Anggaran tersebut tidak dapat digunakan sepenuhnya untuk membiayai rencana kegiatan tahun 2022, karena adanya beban penyelesaian pekerjaan tahun 2021 yang tertunda akibat refocusing anggaran sebesar 134,112 miliar. Apabila Pagu Anggaran BASARNAS sebesar 1,96 triliun tersebut dibandingkan dengan Pagu Kebutuhan sebesar 5,18 triliun akan terdapat backlog anggaran sebesar 3,21 triliun.
Ketua, para Wakil Ketua dan para Anggota Komisi V yang saya hormati.
Penjelasan kegiatan pada program dukungan manajemen serta output- nya adalah sebagai berikut:
Satu, penyusunan rencana program evaluasi pelaporan dan kerja sama dengan anggaran sebesar 16,35 miliar dan mempunyai 2 output yaitu:
penyelenggaraan kerjasama dengan anggaran sebesar 2,96 miliar yang digunakan antara lain untuk penyusunan dokumen kerjasama dengan instansi pemerintah maupun swasta baik di dalam maupun luar negeri dan seterusnya.
Kemudian penyusunan produk hukum organisasi dan tata laksana pengelolaan kepegawaian dengan anggaran sebesar 23,18 miliar dan mempunyai 3 output diantaranya layanan dukungan manajemen internal dengan anggaran sebesar 4,02 miliar yang digunakan antara lain untuk penyusunan sosialisasi dan review peraturan perundang-undangan.
Yang ketiga, pengelolaan administrasi keuangan perlengkapan kehumasan dan protokol dengan anggaran sebesar 787,9 miliar, kegiatan ini mempunyai output diantaranya layanan dukungan manajemen internal dengan anggaran sebesar 775,8 miliar yang digunakan antara lain untuk gaji tunjangan dengan anggaran sebesar 531,61 miliar.
Yang keempat, pengelolaan sarana dan prasarana aparatur dengan anggaran sebesar 52,01 miliar mempunyai satu output yaitu layanan sarana dan prasarana internal dengan anggaran 52,01 miliar yang digunakan antara lain untuk pengadaan komputer, laptop, mesin fotocopy dan seterusnya sampai dengan renovasi gedung di seluruh UPT.
Yang kelima, pengelolaan data dan sistem informasi dengan informasi dengan anggaran sebesar 22,86 miliar dan mempunyai 3 output diantaranya layanan dukungan manajemen internal dengan anggaran sebesar 1,5 miliar yang digunakan antara lain untuk IT technical support, pengelolaan sistem dan jaringan LPSE, data statistik dan seterusnya. Kemudian pemeliharaan sarana teknologi informasi dengan anggaran 17,45 miliar yang digunakan antara lain untuk pembelian IT system support, operasional jaringan dan lisensi aplikasi.
Yang keenam, pengawasan dan pembinaan internal dengan anggaran sebesar 6 miliar mempunyai 3 output yaitu layanan manajemen kinerja internal dengan anggaran sebesar 5,35 miliar yang digunakan antara lain untuk audit kinerja di seluruh Indonesia, review pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK.
Ketua, para Wakil Ketua, dan Anggota Komisi V yang saya hormati.
Penjelasan kegiatan pada program pencarian dan pertolongan pada kecelakaan dan bencana beserta kegiatan dan output-nya adalah sebagai berikut:
Yang pertama, pengelolaan sarana dan prasarana SAR dengan anggaran sebesar 700,58 miliar dan mempunyai 6 output yaitu perencanaan sarana dan prasarana SAR dengan anggaran sebesar 2,5 miliar digunakan antara lain untuk kajian pengembangan sarana, pedoman pengujian peralatan, penyusunan spesifikasi teknis, dan seterusnya.
Kemudian bagian b, dukungan sarana prasarana SAR dengan anggaran 1,5 miliar yang digunakan antara lain untuk pengadaan perlengkapan pendukung sarana prasarana dan pembinaan teknis sarana prasarana kepada seluruh UPT.
Kemudian pengadaan sarana prasarana SAR dengan anggaran sebesar 211,37 miliar yang digunakan antara lain untuk penyelesaian pekerjaan pengadaan 1 unit rescue boat Kelas 1 panjang 66 meter, pengadaan 6 unit RIB Kelas 1, pengadaan 4 RIB Kelas 2 dan dengan anggaran sebesar 18 koma miliar dan seterusnya sampai dengan pengadaan 3 paket peralatan pendeteksi korban reruntuhan dengan anggaran 25,5 miliar.
Kemudian bagian d, pengadaan sarana SAR lainnya dengan anggaran sebesar 19,12 miliar yang digunakan antara lain pengadaan perlengkapan rescue dan kantong mayat, pembangunan prasarana SAR dengan anggaran sebesar 1,99 miliar yang akan digunakan antara lain untuk pembangunan lanjutan Dermaga Kantor SAR Jayapura dan pembangunan shelter Kantor SAR Pangkalpinang.
Kemudian pemeliharaan sarana SAR dengan anggaran sebesar 459,43 miliar yang digunakan antara lain untuk pemeliharaan sarana SAR darat dengan anggaran sebesar 43,1 miliar yang digunakan antara lain untuk pemeliharaan rescue car, rescue truck, motor lapangan, personal truck, ATP dan seterusnya dan termasuk excavator.
Kemudian pemeliharaan prasarana SAR dengan anggaran sebesar 4,47 miliar yang digunakan antara lain untuk pemeliharaan hanggar tempat sandar kapal dan tower repling.
Yang kedua, pengelolaan Diklat dan pembinaan tenaga SAR dengan anggaran sebesar 71,52 miliar dan mempunyai 2 output yaitu perencanaan Diklat dan pembinaan tenaga SAR dengan anggaran sebesar 5,66 miliar, yang digunakan antara lain untuk penyusunan kurikulum silabus, bahan ajar, modul analisis kebutuhan kompetensi tenaga teknis, workshop, pengembangan kompetensi, penjaminan mutu Diklat, penyusunan pedoman Diklat, pemantauan dan evaluasi Diklat teknis.
Kemudian pelatihan SAR dengan anggaran sebesar 65,85 miliar digunakan antara lain untuk pembinaan kompetensi tenaga SAR, awak kapal, pilot ASN, crew helikopter dan kompetensi kerja awak kapal.
Yang ketiga, pengelolaan operasi SAR dengan anggaran sebesar 74,99 miliar dan mempunyai 3 output yaitu:
Satu, perencanaan operasi SAR dengan anggaran sebesar 1,1 miliar yang digunakan antara lain untuk evaluasi operasi SAR, penyusunan standarisasi dan seterusnya.
Kemudian bagian b, dukungan operasi SAR dengan anggaran sebesar 8,68 miliar yang digunakan antara lain untuk pembinaan pengelolaan administrasi, pengarahan dan pengendalian operasi SAR, gelar pasukan operasi SAR dan pembinaan pengerahan BASARNAS special group dalam operasi SAR.
Kemudian bagian c, operasi SAR dengan anggaran sebesar 65,2 miliar yang digunakan antara lain untuk penyelenggaraan dan pengendalian operasi SAR di seluruh Indonesia.
Yang keempat, pengelolaan sistem komunikasi SAR dengan anggaran sebesar 132,92 miliar dan mempunyai 4 output diantaranya: perencanaan sistem komunikasi SAR, dukungan sistem komunikasi SAR, sarana system komunikasi SAR, dengan anggaran sebesar 70,51 miliar yang digunakan untuk; pengadaan Base Communication System dan pengembangan sistem pemantauan signal marabahaya Kosparsarsat, ini mengalami pemotongan di tahun 2021. Kemudian pemeliharaan sarana sistem komunikasi SAR dengan anggaran sebesar 59,54 miliar yang digunakan antara lain untuk pemeliharaan peralatan komunikasi, peralatan deteksi dini, pemeliharaan mobil komunikasi, izin frekuensi, sewa tower repeater dan layanan GPRS connection.
Yang kelima, pembinaan potensi SAR dengan anggaran sebesar 43,12 miliar mempunyai 2 output yaitu perencanaan bina potensi SAR dengan anggaran sebesar 3,37 miliar yang digunakan antara lain untuk pedoman pembinaan Satgas potensi SAR, penyusun kurikulum silabus, pelatihan potensi SAR, penyusunan bahan ajar dan seterusnya.
Kemudian bagian b, pelatihan teknis potensi SAR dengan anggaran sebesar 27,87 miliar yang digunakan untuk melaksanakan pelatihan potensi- potensi terhadap 5.000 orang di seluruh Indonesia di seluruh UPT di seluruh BASARNAS.
Kemudian bagian c, pembinaan potensi SAR dengan anggaran sebesar 11,87 miliar yang digunakan antara lain untuk pembinaan potensi SAR, Penyederhanaan Forum Komunikasi SAR, Jambore potensi SAR, pelaksanaan SAR goes to school, Pemasyarakatan SAR, dan pembinaan Kepramukaan.
Kemudian yang keenam, pengelolaan kesiapan SAR dengan anggaran sebesar 36,52 miliar dan mempunyai 3 output yaitu perencanaan kesiapsiagaan SAR dengan anggaran sebesar 1,27 miliar yang digunakan antara lain untuk evaluasi siaga dan latihan...(rekaman suara kurang jelas) Kepala Siaga, penyusun SBK latihan dan pedoman kegiatan nasional SAR challenge.
Kemudian bagian b, pelaksanaan siaga SAR dengan anggaran sebesar 19,78 miliar. Bagian c, latihan SAR dengan anggaran sebesar 15,46 miliar yang digunakan antara lain untuk latihan urban SAR.
Ketua, para Wakil Ketua dan Anggota Komisi V yang saya hormati.
Pelaksanaan pembinaan potensi SAR tahun 2022 akan dilaksanakan kepada 5.000 orang di seluruh wilayah Indonesia, dengan rincian sebagai berikut: Kantor SAR Medan, Padang, Jakarta dan seterusnya sebagaimana yang kami tampilkan dalam slide.
Kemudian sejak tahun 2018 BASARNAS mengalami pengurangan anggaran karena efisiensi dan refocusing, namun demikian kondisi tersebut tidak mengurangi tekad personil BASARNAS dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya, sehingga pelayanan SAR tetap tersedia bagi masyarakat secara optimal. Hal ini terbukti dengan peningkatan kinerja BASARNAS di berbagai bidang diantaranya jumlah operasi SAR yang tidak berkurang meskipun pandemi Covid-19, nilai Sakip BASARNAS memuaskan, nilai reformasi birokrasi indeks audit kearsipan, merit system kepegawaian, sistem monitoring dan evaluasi kinerja terpadu, opini BPK, response time, sistem pemeliharaan berbasis elektronik. Kami tetap fokus dengan mengoptimalkan anggaran yang tersedia dengan hasil yang lebih maksimal.
Ketua, para Wakil Ketua, para Anggota Komisi V yang saya hormati.
Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan mengenai Evaluasi APBN Tahun 2021 dan Pembahasan Alokasi Anggaran menurut Fungsi dan Program Masing-masing Unit Eselon I dalam RAPBN Tahun 2022. Kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan seluruh Anggota Komisi V DPR RI kepada BASARNAS selama ini. Walaupun kami masih mendapat pemotongan anggaran, tapi dukungan dan semangat yang diberikan oleh seluruh Anggota Komisi V BASARNAS tidak berkurang kinerjanya. Kami tetap fokus pada pelayanan kami pencarian dan pertolongan.
Kami tentunya tetap berharap dukungan dan dorongan dari Anggota Komisi V untuk membantu BASARNAS dalam hal penyiapan pengadaan ataupun pemenuhan anggaran sebagaimana yang sudah kami sampaikan tadi di mana backlog-nya sangat tinggi sebetulnya. Namun kami bertekad untuk tetap mengoptimalkan yang ada semampu yang bisa kami lakukan.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu menganugerahkan kesehatan dan perlindungan kepada kita semua. Sekian.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Shaloom,
Om Shanti Shanti Shanti om, Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.
Sekian, terima kasih.
KETUA RAPAT:
Terima kasih, Pak Ses.
Selanjutnya kami persilakan kepada para Anggota Komisi V untuk menyampaikan tanggapan, pendalaman, pertanyaan, ya sudah ada di meja Pimpinan 7 atau 9 nama.
Yang pertama, Ibu Sadarestuwati, silakan Bu.
F-PDIP (Hj. SADARESTUWATI, S.P., M.MA.):
Terima kasih Pimpinan.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yang saya hormati Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V, Yang saya hormati Sestama BMKG dan jajaran,
Juga Sestama BASARNAS beserta jajaran.
Saya langsung saja pertama ke BMKG. Kami bagaimana dulu BMKG dengan anggaran yang boleh dibilang sangat kecil yang kemudian secara bertahap akhirnya bisa mendapatkan anggaran sebagaimana yang ada sekarang. Walaupun sudah di-refocusing sekalipun masih tetap lebih tinggi dari pada BASARNAS, padahal dulu BASARNAS ini anggarannya jauh lebih tinggi lebih besar.
Nah tentunya ini semuanya Bapak, merupakan kerja bersama, sekaligus sebagaimana yang selalu saya katakan di dalam ruangan rapat ini kita ingin memberikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia. Saya selalu katakan BMKG perlu untuk di-support dengan anggaran yang besar, karena apa? Karena butuh peralatan. BMKG peralatannya harus canggih dan terus harus mengikuti perkembangan, tidak bisa dibiarkan tidak. Akan tetapi satu hal, boleh saya katakan sedikit kecewa iya. Ketika kami semuanya bekerja berjuang bersama-sama di sini agar anggaran ini bisa besar, bisa mengakomodir apa yang dibutuhkan oleh BMKG tentunya. Karena ada tanggung jawab besar untuk memberikan informasi yang benar yang valid kepada masyarakat dan seluruh pengguna informasi dari BMKG. Akan tetapi ketika pelaksanaan di 2021 jujur saya merasa cukup kecewa dulu pada saat saya masuk pertama di Komisi V saya sempat keliling seluruh hampir sebagian besar kantor-kantor di daerah saya datangi. Di situ saya temukan bahwa banyak peralatan rusak dan lain-lain yang yang artinya tidak bisa mendapatkan informasi atau data yang akurat dan dengan apa cepat kemudian Ibu Ka.BMKG mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki seluruh peralatan-peralatan yang ada.
Ketika ini sudah berjalan di 2021, yang saya sesalkan anggaran ini sudah sedikit. Banyak terjadi pemotongan, akan tetapi ketika berbicara pada
maintenance kenapa harus gambling, harusnya tidak dilakukan itu. Menurut saya sebaiknya kalau memang peralatan itu diadakan oleh pemenang katakanlah Perusahaan A tentunya merekalah yang tahu, yang tahu akan barang ini. Kalau kemudian ini maintenance-nya kemudian diserahkan orang lain, kita gambling, bahkan dengan ya mohon maaf seperti kalau kita beli mobil katakanlah Toyota Innova, katakanlah produk dari dari Toyota, kemudian kita memberikan mau apa menservis kita berikan ke Honda, mana bisa? Yang akhirnya apa, mubazir. Apa yang kita adakan tidak bisa digunakan.
Nah ini yang saya khawatirkan kalau sampai terjadi sesuatu. Ya naudzubillahimindzalik, jangan sampai karena kita di sini bersama-sama kita saling support, akan tetapi yang seperti ini jangan sampai terjadi lagi, jangan diulangi lagi, jangan gambling.
Kemudian dengan pengurangan sendiri ya, ini bukan penghematan tetapi pengurangan Pak. Kalau penghematan itu anggarannya Bapak di dalam pelaksanaannya Bapak melakukan penghematan, tetapi ini kan dikurangi oleh Kementerian Keuangan karena ada refocusing anggaran. Nah mohon kiranya ini juga tidak mengganggu anggaran untuk maintenance semua peralatan yang sudah terpasang.
Saya tidak ingin kemudian terjadi berulang kali seperti kemarin informasi-informasi yang tidak valid, tolong sebelum memberikan informasi benar-benar benar-benar harus diteliti dulu, jangan kemudian di-share malah jadi masalah dan sesuatu yang sekiranya itu tidak menjadi, tidak, tidak menjadi konsumsi publik tidak perlu disampaikan, karena hal itu akan membuat gaduh di masyarakat ya.
Kemudian mekanisme pelaksanaan lelang dari sistem gugur ke sistem nilai. Saya ingin tahu untuk sistem nilai ini kriterianya seperti apa? Ya jangan- jangan kemudian ya harus mengakomodir si A, si B, si C, kemudian dilakukan apa namanya perubahan-perubahan mekanisme ini. Jangan sampai kemudian kita itu berpikir negatif, tolong nanti dijelaskan sehingga kami semuanya akan paham akan itu.
Kemudian Bapak juga tolong nanti untuk di 2022 kegiatan sekolah lapang baik itu Sekolah Lapang Iklim, apa nelayan ya. Kemudian gempa, itu tolong jangan dikurangi anggarannya kalau perlu ditambah lagi karena kejadian seperti NTT, seperti NTT pada saat terjadi bencana apa itu, apa Pak? Badai, badai Cyclon itu, inikan bahaya, untungnya masih ada kita beruntung karena ternyata masih ada. Walaupun hanya berapa orang masih bisa memberikan informasi yang artinya bisa menyelamatkan kelompoknya.
Yang artinya kita tidak bisa mengandalkan kalau walaupun di Undang- Undang MKG tertera di situ bahwasanya Pemerintah Daerah itu harus harus memberikan support, melanjutkan informasi yang diberikan oleh BMKG kepada seluruh jajaran di bawahnya. Akan tetapi dalam pelaksanaan hari ini kan tidak seperti itu, bahkan ada yang tidak mau melaksanakan. Yang lemah apa, yang lemah sanksi ini tidak ada, maka dari itu perbanyak Sekolah Lapang sehingga BMKG mempunyai jaringan yang lebih banyak lagi untuk
bisa mengingatkan memberitahukan kepada kelompok-kelompok mereka. Ini penting sekali ya, baik itu untuk kegempaan maupun di nelayan.
Dan juga ini penting ketika bicara Sekolah Lapang Iklim. Sekolah Lapang Iklim ternyata sangat memberikan dampak yang signifikan terhadap apa Namanya peningkatan produktivitas hasil pertanian. Jadi jangan sampai kemudian ini dikurangi, karena tujuan harapan kita ke depan bisa Swasembada pangan, begitu juga nelayan. Dengan begitu kita bisa memberikan paling tidak informasi dan sekaligus bisa meningkatkan hasil tangkapan ikan para nelayan kita.
Kemudian untuk BASARNAS, kami di sini berulang kali menyampaikan tolong dermaga untuk kapal-kapal SAR. Kalau toh tidak bisa Pak Ketua, mohon kiranya bisa dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan paling tidak bisa mendapatkan fasilitas atau kemudahan untuk bisa bersandar kapal-kapal SAR ini bisa bersandar dan saya prihatin sebenarnya Badan SAR ini dituntut untuk bisa menyelamatkan korban baik itu kecelakaan darat laut udara, akan tetapi dengan anggaran sebegini, dengan peralatan yang ala kadarnya bagaimana kita mau menyelamatkan orang.
Yang lebih ini Pak Ketua ketika saya melihat langsung di Tanjung Priok ketika Sriwijaya jatuh. Bagaimana teman-teman kita menyelam dengan peralatan yang sangat sederhana. Tolong ini juga dipikirkan. Dulu saya juga sempat pernah mengajukan menyampaikan agar BASARNAS ini diberikan keleluasaan untuk memberikan untuk menganggarkan bagi tenaga-tenaga rescuer, bagi mereka yang memang mempunyai resiko tinggi ketika melakukan kegiatan pencarian dan penyelamatan. Tolong ini kita bersama- sama pikirkan bagaimana caranya nggak tahu-lah siapa yang bisa berkomunikasi dengan Menteri Keuangan agar ini bisa terealisasi. Begitu juga peralatan Bapak, untuk peralatan-peralatan yang apa, perlindungan bagi teman-teman yang apa, tenaga rescuer ini harus benar-benar diperhatikan jangan ala kadarnya.
Kemudian juga berkaitan dengan pengadaan helikopter yang sudah direncanakan, akan tetapi sampai sekarang masih belum bisa diadakan. Saya ingin tahu berapa sih jumlah helikopter yang sudah ada saat ini? Nanti mohon dijelaskan apakah dengan yang sudah ada ini sudah bisa mencukupi dengan luas wilayah Indonesia? Karena kita tahu bahwa negara kita ini tidak hanya seluas Singapura atau Malaysia, apalagi negara kita ini terdiri dari kepulauan- kepulauan yang sangat sulit dijangkau. Jadi tolong dipikirkan betul dan saya nanti diberi apa penjelasan.
Terima kasih Pimpinan.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Ya, selanjutnya Bu Sri Rahayu. Terima kasih untuk tidak lebih 10 menit.
F-PDIP (SRI RAHAYU):
Siap, Pimpinan.
Pimpinan dan Anggota Komisi V yang saya hormati, Pak Sestama baik dari BASARNAS maupun dari BMKG.
Saya poin-poin saja. Yang pertama, saya apa ya dalam kepala saya semua lembaga atau mitra kita ini mengurangi refocusing ini namanya penghematan ya sebagian besar, memang benar kita ini mau menghemat?
Tidak juga, dikurangi tapi dikurangi terpaksa gitu. Kalau penghematan itu seakan-akan semuanya boros semua, kemudian dihemat gitu, sehingga perencanaannya itu nggak bener gitu. Apa tidak ada kata lain gitu yang selain untuk untuk itu gitu? Rasanya tidak bagus juga untuk Bapak-bapak sekalian dan apa, dari badan-badan ini atau dari semua jajarannya.
Kemudian yang kedua, saya langsung saja pada poinnya. Tadi pandemi mengakibatkan banyak hal yang memang tidak berjalan dengan baik yang disampaikan mulai dari poin a sampai dengan f pada halaman 9 itu.
Kemudian yang ingin saya tanyakan Pak, dari meteorologi klimatologi dan geofisika programnya itu sebagian besar adalah pengelolaan, sebagian besar pengelolaan. Kemudian tidak bisa tercapai, tercapainya bukan tidak bisa tercapai, artinya sampai bulan Agustus akhirlah misalnya itu baru baru 36,13%. Nah ini baru masih ada bulan 4 bulanlah ya, ini bagaimana cara ngejarnya? Kemudian kira-kira bagaimana dengan hal ini tinggal sekian bulan kemudian apalagi ini pengelolaan loh, pengelolaan itu kan nggak bisa kesusu- susu ya bahasa Jawanya itu kan mesti ada term-nya gitu. Nah oleh karena itu saya mohon penjelasan terkait dengan hal tersebut. Karena anggarannya cukup besar ini, seperti pengelolaan instrumen rekayasa dan kalibrasi ini ada 378 miliar, tapi baru terserap 79 miliar. Kemudian pengelolaan gempa bumi dan tsunami juga demikian 513 baru 129 dan seterusnya. Artinya ini cukup banyak yang harus Bapak kejar untuk hal-hal tersebut.
Kemudian yang kedua, khusus untuk poin tahun 2021 dan 2022 anggaran yang Bapak sampaikan yaitu pengelolaan dan pembinaan sumber daya manusia, keuangan, perlengkapan, tata usaha dan rumah tangga, itu juga pengelolaan. Itu saja pencapaiannya juga sulit, tapi ini Bapak menganggarkannya cukup besar tahun 2022 ini yang sebelumnya hanya 255 ya ini tahun 2022 ada 943. Apalagi ini mampu nggak tercapai untuk untuk hal ini? sedangkan yang nilainya sekian saja belum mampu untuk dicapai?
Demikian juga ini saya melihatnya yang besar-besar, pengelolaan instrumentasi kalibrasi dan rekayasa ini juga demikian. Tahun 2022, 500 hampir setengah triliun lebih. Tolong itu diperhatikan betul.
Ada hal satu hal itu kan keterangan atau penjelasan dari sekolah- sekolah lokasi itu ya. Sekolah Lokasi itu ada yang saya tadi sudah tandai yang lokasinya itu cuma 18, kemudian yang yang di ini Pak Sekolah Lapang Geofisika ya saya setuju 18 lokasi A-260, sedangkan ke depan itu tidak memungkinkan untuk 260 dalam pelatihan masih belum memungkinkan.
Karena mungkin untuk jumlahnya ini sekarang saja baru 30-50, kira-kira apakah memang dari seluruh Indonesia ini hanya 15 18 lokasi ini atau itu bisa dipecah-pecah atau seperti apa? Saya minta penjelasan dan mohon dengan hormat sekali lagi kepada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dari Pak Ses tolong itu betul-betul diperhatikan, khususnya anggaran yang belum terpakai atau belum bisa dilaksanakan.
Kemudian saya hanya 2 poin untuk Pak BASARNAS. Yang pertama, saya selalu tekankan bahwa di sini sebagian besar adalah pelatihan-pelatihan ya Pak ya? Pelatihan-pelatihan kemudian saya tidak melihat anggaran ini Badiklat-nya mana ya? Kemarin sudah pernah saya sampaikan itu, anggarannya kenapa nggak ada? Nggak diusulin gitu di sini karena itu kan sangat penting sekali untuk melatih sumber daya manusia, untuk pusat ya Pak ya untuk nasionalnya ya. Kita ini kan bagus sekali karena sertifikatnya sudah sertifikat internasional, tetapi kita sama sekali enggak punya tempat pelatihan yang kelasnya kelas dunia.
Oleh karena itu kemarin sudah disampaikan sudah punya 280 Hektar ya tanah? 24? 24 apa 28 Pak? 24 ya itu tolong itu juga segera dipikirkan, kalau tidak dimulai, mana dimulai yang paling sedikit anggarannya sehingga itu akan mampu untuk bisa dilaksanakan. Meskipun itu menggunakan multiyears sudah pasti karena itu kan barang-barang Bapak ini kan besar- besar banget ini angkanya, pemeliharaannya juga tinggi banget. Kalau para sumber daya manusianya tidak bagus tentu kurang.
Satu, satu saran saya Pak ini kan ada, ada SAR Goes to School ya Pak ya, barangkali kalau Bapak tadi mungkin arahnya juga ke anak-anak Pramuka ya, ke anak-anak Pramuka, di sekolah itu juga ada namanya Palang Merah Remaja dan itu menurut saya sangat bagus sekali itu bisa digandeng untuk bersama-sama dengan Pramuka. Beda Pramuka dengan Palang Merah Remaja itu beda memang, tapi untuk bisa bisa digandeng untuk bisa diberikan pengetahuan atau pelatihan terhadap hal ini.
Sekian, terima kasih Pimpinan.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Selanjutnya Pak Irwan, tidak ada. Pak Tamanuri.
F-P.NASDEM (Drs.H. TAMANURI, M.M.):
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Yang terhormat Pak Pimpinan serta kawan-kawan Anggota Dewan, Yang kami hormati Sestama BMKG,
Sestama BASARNAS dan para Eselon II yang kami banggakan.
Saya sedikit saja nih dari BMKG. BMKG ini akhir-akhir ini memang sangat penting bagi kita, lain halnya dengan 3-40 tahun yang lalu kita hanya mengandalkan ilmu bintang dan segala macamnya, tapi sekarang ini betul- betul fakta yang kita lihat. Nah oleh karena itu perlu bahwa data-data yang diinformasikan kepada rakyat harus sampai kepada rakyat. Jangan seperti sekarang ini data itu tenggelam di tingkat kabupaten atau tingkat provinsi, tidak sampai pada rakyat pemerlu data, seperti pertanian, nelayan dan sebagainya.
Nah oleh karena itu saya setuju bahwa peralatan-peralatan yang akan dibeli untuk lebih baik lagi, sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat bisa kita peroleh, tapi sayang ini rumusan anggaran kalau kita lihat bahwa belanja barang dan belanja modal kalau kita jumlahkan 39% ditambah 16%
berarti hanya 54%, belanja pegawai justru 68%. Nah di dalam rumusan penyusunan anggaran ini sangat sangat-sangat kurang baik, apalagi ini kalau kita lihat dari pada realisasi BMKG kita baru sekitar 36,94%. Nah ini saya sangat khawatir ngeri-ngeri sedap kita lihat bahwa ini sekarang sudah masuk bulan 9, 10, 11, 12, 3 bulan, 3 bulan efektif lagi kita harus mengejar anggaran yang sedemikian banyak. Nah oleh karena itu ini perlu betul-betul menjadi perhatian dari pejabat-pejabat yang berwenang di BMKG.
Kemudian saya lanjutkan ke BASARNAS. Ini realisasi anggaran 2021 59,55%. Yang jadi agak menyentuh saya adalah belanja pegawainya sendiri baru 62,61%, kenapa jadi sampai terjadi sedemikian? Sedangkan belanja pegawai ya kita tentu mengetahui belanja pegawai namanya untuk pegawai- pegawai, kenapa jadi sangat terlambat hanya 62,61%. Nah oleh karena itu saya perlu penjelasan Bapak kenapa sampai demikian.
Saya rasa demikian terima kasih.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam.
Pak Fauzi silakan.
F-PG (MUHAMMAD FAUZI, S.E.):
Ya, terima kasih.
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Yang saya hormati Pimpinan dan teman-teman Komisi V, Yang saya hormati Bapak-bapak dari BMKG dan BASARNAS.
Saya singkat-singkat saja Pak Ketua. Ada beberapa hal yang ingin saya utarakan pada kesempatan ini. Yang pertama, secara umum saya ingin meminta informasi dari baik BASARNAS maupun BMKG, bagaimana
kesiapan kedua badan ini dalam rangka mengantisipasi cuaca yang ekstrim Pak, terutama di daerah Indonesia bagian timur Pak. Karena di sana tidak ada musim panas musim hujan itu tidak ada gitu, dia semau-maunya saja.
Sekarang saja di sini kita musim kemarau, mungkin di sana sekarang lagi musim hujan. Saya ingin mengetahui kesiapannya Pak, apalagi dari beberapa catatan yang kita sampaikan juga Pak, di daerah pesisir kita hampir semuanya punya potensi untuk tsunami itu secara umum untuk kedua badan ini.
Kemudian untuk BASARNAS Pak. Di tahun 2021 Pagu Anggaran BASARNAS 1,86 triliun, realisasinya 1,11 triliun, sekitar 59,55%, ya cukup baiklah ya gitu Pak ya, tapi memang harus lebih ditingkatkan untuk penyerapan ini Pak. Cuma ada satu yang menurut saya saya perlu penjelasan Pak ya untuk satu ini untuk bidang deputi bidang apa, tenaga dan potensi Pak. Nah di sini Bapak melakukan pelatihan potensi SAR Pak ya?
Nah ini menurut saya agak sedikit unik Pak ya, apa saya salah membacanya atau gimana Pak ya? Misalkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Jakarta Pak, itu pesertanya kurang lebih ada 791, kemudian anggarannya 42 miliar, 11 kali, 11 kali pelatihan. Lebih sering juga kalau tidak salah pakai zoom Pak ya gitu, nah terus kita komparatif kan gitu Pak dengan kegiatan yang dari luar Jakarta, itu pesertanya 2044 Pak, 22 kali, anggarannya cuma 23 Pak. Nah ini saya minta kejelasan bagaimana yang pesertanya lebih banyak, pelaksanaan juga lebih banyak, anggarannya lebih kecil Pak, bahkan kecenderungannya tatap muka langsung Pak. Itu yang ingin saya minta penjelasannya.
Kemudian ada di slide halaman 6 Pak, terdapat lima kegiatan yang carry over Pak, di tahun carry over tahun 2022 dengan total estimasi 134,12 miliar, kira-kira kenapa seperti ini Pak? Apa kendalanya?
Kemudian di slide 6 juga ada tiga kegiatan, salah satunya program pelatihan potensi SAR yang tidak atau belum memenuhi target, khususnya pelatihan potensi SAR. Nah saya ingin mengetahui lokasinya itu di mana Pak gitu lokasi dan daerahnya.
Selanjutnya untuk tahun 2022 Pak untuk masih BASARNAS ada anggaran pembinaan potensi SAR pada tahun 2022 terdapat alokasi 11,87 miliar, ini terjadi penurunan 12 miliar Pak. Nah tetapi yang menurut saya saya juga harus bertanya Pak, apa selama ini BASARNAS dalam berapa kali kesempatan RDP dengan kita selalu mengeluh kekurangan kuantitas atau kualitas sumber daya manusia Pak, tapi kenyataannya anggarannya sangat sangat kurang memadailah misalnya Pak di sini ini kan tidak tidak konsisten antara anggaran dengan apa yang dikeluhkan selama ini kalau seandainya kita RDP, Pak.
Kemudian di dapil saya Pak, saya mengusulkan Pak kebetulan di daerah saya Pak ya di Luwu Utara itu Pak sering sekali terjadi bencana Pak, apalagi orang tenggelam sering sekali Pak, karena transportasi kapal sungai itu menjadi apa apa transportasi yang umum ya gitu, perahu-perahu yang di sungai itu maksudnya perahu kecil. Nah itu sering sekali tidak tertolong Pak karena memang BASARNAS tidak ada di sana Pak, adanya di Palopo Pak
dari Palopo ke Luwu Utara itu ada sekitar 1 jam. Jadi kalau seandainya kita mau minta tolong orangnya keburu mati duluan Pak. Jadi saya minta tolong agar BASARNAS juga diadakan di Kabupaten Luwu Utara, Pak.
Yang terakhir Pak untuk Bapak, ya samalah seperti teman-teman atau tahun-tahun yang kemarin teman-teman sampaikan Pak, bahwasanya tolonglah kami juga dilibatkan dalam hal-hal kegiatan-kegiatan yang sifatnya Padat Karya untuk di dapil kita masing-masing Pak. Alhamdulillah Pak di tempat saya kemarin ada, tapi sayangnya Pak kita punya anggota tidak ada koordinasinya dengan saya Pak, mau pelaksanaan baru ada koordinasi Pak, tahu-tahu dikasih undangan saya Pak. Saya enggak tahu kalau hari iniloh, maunya kan saya bisa hadir di situ kan gitu, ini Pak saya mau pulang mau Reses, baru saya mau pulang baru undangan itu dapet gitu, ini menandakan tidak ada koordinasi Pak. Ke depan harapan saya mudah-mudahan hal-hal seperti ini tidak terulang lagi Pak, karena itulah yang bisa apa ya, kami ini Anggota DPR ada di tengah-tengah masyarakat, terutama di dapil kita masing-masing Pak. Kalau hal-hal kayak gitu saja sudah tidak koordinasi dengan kita, bagaimana hal-hal yang lain gitu Pak itu Pak.
Kemudian untuk BMKG. Untuk BMKG kurang lebih samalah Pak yang terakhir itu yang saya sampaikan Pak. Memang BMKG ini saya setuju sekali apa yang disampaikan teman-teman, keprihatinan kita mengenai alat-alat Pak menjadi menjadi satu yang urgent Pak, intinya Pak kalau saya yang untuk BMKG yang terakhir tadi yang saya sampaikan untuk BASARNAS Pak.
Karena di tempat saya juga kejadiannya sama Pak ada kegiatan tidak ada koordinasi, tiba-tiba pelaksanaannya jalan Pak.
Terima kasih.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Silakan Pak Hamka.
F-PG (Drs. HAMKA B. KADY, M.S.):
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Pimpinan dan seluruh Anggota yang saya hormati, Pak Sestama BASARNAS,
Sestama BMKG dan seluruh jajarannya yang hadir pada hari ini.
Pertama, tentu saya prihatin melihat anggaran yang dipotong khususnya dari BASARNAS. Saya hanya ingin menyarankan kepada BASARNAS bahwa saya memahami persis anggarannya itu dipotong, tetapi saya minta ke depan untuk 2022 Pak, mohon dukungannya juga melalui Pimpinan. Maksud saya adalah saya sangat membutuhkan dukungan surat resmi kepada Pimpinan Komisi V. Bapak, saya tahu persis kalau perbedaan
angka dukungan anggaran ke BMKG ini, itu sifatnya yang menonjol di situ ada PLN ya, pinjaman luar negeri ya 500 sekian itu pinjaman luar negeri di BMKG. Kalau di BASARNAS sama sekali belum ada pinjaman luar negeri.
Kita mau mengarahkan ada PLN-nya yang sifatnya pinjaman luar negeri yang berupa helikopter.
Pertanyaan Mba Estu Ibu Estu tadi, berapa banyak sih helikopter yang yang dibutuhkan dengan area Indonesia seperti ini? Sekaligus loh kita mau usahakan untuk PLN ya. Nah memang sampai sekarang ini pengadaan helikopter dari usulan BASARNAS itu masih sifatnya blue book, artinya masih dicarikan sumber pendanaannya dari PLN, masih belum green book. Ada beberapa spesifikasi yang kira-kira dari Bappenas yang belum sinkron antara BASARNAS dengan pihak penyedia anggaran untuk pinjaman itu.
Saya sangat berharap ya Pak ya, resmi resmi ke Pimpinan ya, ini masih ada waktu dan InshaAllah anggaran itu akan diketok pada tanggal 30 September laporan Pak Ketua, APBN itu akan diparipurnakan menjadi APBN 2022 itu dimajukan 30 September. Jadi kita juga rapat marathon seperti begini harusnya detailnya banyak, karena beberapa hal. Ini yang juga saya sampaikan kepada Pak Ketua, Pimpinan, dan seluruh Anggota bahwa memang kalau memperhatikan pertanggungjawaban pemerintah dari sisi keuangan ada 248 triliun Pak itu SAL (saldo anggaran lebih) ya. Nah ini ini apa ini akan saya kemukakan nanti pada rapat-rapat di Badan Anggaran, karena saya merasa kok ada saldo lebih anggaran, di sisi lain dipotong Pak Ketua. Itu itu yang menyebabkan saya berpikir keras kenapa sih kebijakan keuangan seperti seperti ini gituloh.
Nah saya berharap ada dukungan dari BASARNAS khususnya yang berupa surat tertulis paling tidak kepada Pimpinan Komisi V sehingga hasil kesimpulan rapat pada hari ini dilampiri dengan surat Bapak yang urgent itu pada tahun depan itu dengan mempertimbangkan pemotongan-pemotongan kemarin yang urgent itu berapa sih ya, termasuk PHLN-nya atau PLN-nya ya.
Jadi ini ini yang selalu saya harapkan. Mudah-mudahan masih ada pembahasan belanja pusat minggu depan Pak Ketua, jadi mudah-mudahan ada ada apa namanya, mukjizat yang bisa kita perjuangkan. Saya paham persis bagaimana kesulitan Bapak-bapak sekalian.
Nah saya tidak terlalu banyak itu saja. Saya mendukung apa yang disampaikan oleh Mba Estu tadi, khususnya di Badan Meteorologi.
Saya kira demikian Pimpinan, terima kasih.
Wassalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Ya silakan Pak Suryadi.
F-PKS (H. SURYADI JAYA PURNAMA, S.T.):
Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.
Terima kasih.
Pimpinan yang saya hormati dan rekan-rekan Anggota Komisi V,
Bapak-bapak Sestama dari BMKG dan Badan Pencarian dan Pertolongan, Serta seluruh jajaran.
Beberapa hal yang ingin kami perdalam sekaligus juga mungkin nanti kami pertanyakan. Pertama, saya mulai dari BMKG, Pak. Kalau kita lihat bahwa peran BMKG seiring dengan makin cepatnya perubahan iklim, saya kira ini sudah tidak kita perdebatkan lagi, kita sepakat akan urgency-nya.
Apalagi misalnya Bappenas memperkirakan pada tahun 2024 potensi kerugian Indonesia bisa mencapai 115 triliun akibat perubahan iklim ini.
Bahkan satu lembaga internasional Mc Kinsey Global Institute memperkirakan ada kerugian negara-negara di Asia akibat kenaikan suhu dan kelembaban itu bisa 8% pengurangan dari PDB. Artinya kita perlu melihat kinerja BMKG ini bukan pada yang nampak, tapi bagaimana pencegahan dari kerugian. Saya kira ini cara pandang yang juga penting untuk kita angkat supaya tolak ukurnya tidak saja apa yang bisa kita lihat, tapi bagaimana mencegah terjadinya kerugian-kerugian yang cukup besar gitu. Ini pertama mungkin bersifat umum.
Kedua, dengan karakteristik Indonesia yang hampir semua potensi bencana itu ada di sini, baik bencana laut ya, tanah longsor, kemudian badai ya, banjir, gempa bumi dan lain sebagainya. Ya artinya bahwa hampir semua jenis bencana di dunia itu ada di Indonesia, sehingga antisipasi ini sangat penting dan peran BMKG inikan fungsi peringatan dini. Nah oleh karena itu dengan latar belakang tadi ditambah dengan literasi masyarakat kita yang masih sangat minim, ya sebetulnya masyarakat kita punya pengetahuan dari turun-temurun ya ratusan tahun mereka paham cuaca, tapi karena karakteristik cuaca belakangan ini berubahnya ya boleh kita katakan dalam tanda petik tidak konsisten dengan puluhan bahkan ratusan tahun, sehingga ilmu itu menjadi berubah.
Nah oleh karena itu saya sangat mendukung memperbanyak ya Sekolah Lapang Cuaca, Sekolah Lapang Iklim bagi masyarakat secara keseluruhan ya baik itu nelayan, petani, bahkan kalau perlu juga para penyuluh, ya Penyuluh Pertanian kita banyak sekali sehingga mereka juga perlu dibekali dengan ilmu tentang cuaca. Nah secara khusus saya di Dapil di Pulau Lombok kemarin misalnya ada petani tembakau yang sebetulnya mereka punya keahlian cuaca, tapi karena belakangan iklim begitu cepat berubah, begitu menanam tembakau tiba-tiba ada hujan yang menyebabkan kerugian begitu besar. Karena beberapa jenis tanaman seperti tembakau, bawang merah, ini sangat tergantung dari cuaca. Ya oleh karena itu saya mengusulkan nanti secara khusus ya ada Sekolah Lapang Iklim bagi petani tembakau, petani bawang merah yang ada di daerah-daerah sentra produksi ya supaya ini akan mengganggu juga daya apa, ketahanan logistik nasional