• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. Daftar Isi... 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI. Daftar Isi... 1"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

BUKU INFORMASI

(2)

DAFTAR ISI

Daftar Isi ... 1

BAB I PENDAHULUAN ... 2

1.1. Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ... 2

1.2. Penjelasan Materi Pelatihan ... 2

1.3. Pengakuan Kompetensi Terkini ... 3

1.4. Pengertian-pengertian / Istilah ... 4

BAB II STANDAR KOMPETENSI ... 6

2.1. Peta Paket Pelatihan ... 6

2.2. Pengertian Standar Kompetensi... 6

2.3. Unit Kompetensi yang Dipelajari ... 6

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN ... 11

3.1. Strategi Pelatihan ... 11

3.2. Metode Pelatihan ... 11

3.3. Rancangan Pembelajaran Materi Pelatihan ... 12

BAB IV PEMELIHARAAN HARIAN CONCRETE PUMP ... 25

4.1. Umum ... 25

4.2. Persiapan Pemeliharaan Harian... 28

4.3. Pemeriksaan Keliling (Walk Around Inspection) ... 38

4.4. Pemeriksaan Pelumas, Air Pendingin, Bahan Bakar dan Perlengkapan Alat ... 44

4.5. Bahan Laporan Pemeliharaan ... 52

BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI ... 54

5.1. Sumber Daya Manusia ... 54

5.2. Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi) ... 54

5.3. Peralatan/Mesin dan Bahan ... 55

(3)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) 1.1.1. Pelatihan berbasis kompetensi.

Pelatihan berbasis kompetensi adalah pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

1.1.2. Kompeten ditempat kerja.

Jika seseorang kompeten dalam pekerjaan tertentu, maka yang bersangkutan memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja yang perlu untuk ditampilkan secara efektif di tempat kerja, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

1.2. Penjelasan Materi Pelatihan 1.2.1. Desain Materi Pelatihan

Materi Pelatihan ini didesain untuk dapat dijadikan panduan pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi yang lebih menekankan kepada peran aktif peserta pelatihan dalam meningkatkan seluruh aspek kemampuan yang mencakup pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta pelatihan

Materi Pelatihan ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri.

1) Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang instruktur.

2) Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

1.2.2. Isi Materi Pelatihan 1) Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

2) Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik, baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

a. Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.

b. Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian

keterampilan peserta pelatihan.

(4)

c. Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

3) Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

a. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.

b. Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.

c. Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.

d. Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.

e. Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.

f. Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

1.2.3. Penerapan Materi Pelatihan

1) Pada pelatihan klasikal, kewajiban instruktur adalah:

a. Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

b. Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

c. Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

d. Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

2) Pada Pelatihan individual / mandiri, kewajiban peserta pelatihan adalah:

a. Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

b. Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada Buku Kerja.

c. Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

d. Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

e. Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

1.3. Pengakuan Kompetensi Terkini

1.3.1. Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency-RCC) Jika seseorang telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, maka yang bersangkutan dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini, yang berarti tidak akan dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan.

1.3.2. Persyaratan

Seseorang mungkin sudah memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja, karena telah:

1) Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sama atau

2) Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau

(5)

3) Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

1.4. Pengertian-Pengertian / Istilah 1.4.1 Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sek\u9umpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

1.4.2 Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

1.4.3 Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

1.4.4 Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

1.4.5 Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang yang dapat terobservasi mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau sesuai dengan standar unjuk kerja yang ditetapkan.

1.4.6 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)

KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

1.4.7 Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah rumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan.

1.4.8 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)

SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan,

keterampilan dan sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat

jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

yang berlaku.

(6)

1.4.9 Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

1.4.10 Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis

dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi

nasional dan/ atau internasional.

(7)

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

2.1. Peta Paket Pelatihan

Materi Pelatihan ini merupakan bagian dari Paket Pelatihan Jabatan Kerja Operator Pompa beton yaitu sebagai representasi dari Unit Kompetensi Melakukan Pemeliharaan Harian Sebelum Operasi - Kode Unit FKK.CP.02.001.01, sehingga untuk kualifikasi jabatan kerja tersebut diperlukan pemahaman dan kemampuan mengaplikasikan dari materi pelatihan lainnya, yaitu:

• Komunikasi dan Kerjasama di Tempat Kerja;

• Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3-L);

• Mobilisasi Pompa Beton;

Teknik Penempatan Unit Concrete pump;

Teknik Pemompaan Beton Segar;

Troble Shooting;

Kegiatan Akhir Pengoperasian Concrete pump.

2.2. Pengertian Standar Kompetensi 2.2.1. Unit Kompetensi

Unit kompetensi adalah bentuk pernyataan terhadap tugas / pekerjaan yang akan dilakukan dan merupakan bagian dari keseluruhan unit komptensi yang terdapat pada standar kompetensi kerja dalam suatu jabatan kerja tertentu.

2.2.2. Unit kompetensi yang akan dipelajari

Salah satu unit kompetensi yang akan dipelajari dalam paket pelatihan ini adalah

“Melakukan Pemeliharaan Harian Sebelum Operasi”.

2.2.3. Durasi / waktu pelatihan

Pada sistem pelatihan berbasis kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Peserta yang berbeda mungkin membutuhkan waktu yang berbeda pula untuk menjadi kompeten dalam melakukan tugas tertentu.

2.2.4. Kesempatan untuk menjadi kompeten

Jika peserta latih belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih akan mengatur rencana pelatihan dengan peserta latih yang bersangkutan.

Rencana ini akan memberikan kesempatan kembali kepada peserta untuk meningkatkan level kompetensi sesuai dengan level yang diperlukan.

Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

2.3 Unit Kompetensi Kerja Yang dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan atau siswa untuk dapat :

• mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.

(8)

• mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan.

• memeriksa kemajuan peserta pelatihan.

• menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Kemampuan Awal

Peserta pelatihan harus telah memiliki pengetahuan awal Pemeliharaan Harian Concrete pump .

2.3.2 Judul Unit : Melakukan Pemeliharaan Harian Sebelum Operasi 2.3.3 Kode Unit : FKK.CP.02.001.01

2.3.4 Deskripsi Unit

Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang diperlukan untuk melakukan pemeliharaan harian pompa beton sebelum operasi.

2.3.5 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja

Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja ( Performance Criteria ) 1. Melakukan persiapan

pemeliharaan harian sebelum operasi

1.1 Prosedur pemeliharaan harian diidentifikasi sesuai buku manual pemeliharaan.

1.2 Komponen pompa beton diidentifikasi sebagai dasar pelaksanaan pemeliharaan harian.

1.3 Bahan dan peralatan untuk pemeliharaan harian disiapkan.

2. Melakukan

pemeriksaan keliling (walk around inspection)

2.1 Kebocoran pelumas, minyak hidrolik, bahan bakar dan air pendingin diperiksa.

2.2 Kondisi ban dan semua baut-baut pengikat diperiksa dari kemungkinan ada yang kendor/rusak.

2.3 Kondisi fisik semua komponen alat diperiksa dari kemungkinan rusak atau kurang pelumasannya.

3. Memeriksa pelumas, air pendingin, bahan bakar dan

perlengkapan alat

3.1 Kondisi dan kecukupan minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air

pendingin, air pencuci dan air accu diperiksa.

3.2 Pipa penyalur beton (Conveying pipe) dan perlengkapannya diperiksa.

3.3 Greasing dilaksanakan di titik-titik pelumasan pada truck , boom dan pompa.

4. Membuat bahan laporan pemeliharaan harian

4.1 Chek list kegiatan pemeliharaan diisi sesuai dengan hasil pemeriksaan.

4.2 Kelainan yang diketemukan dalam pemeliharaan harian sebelum operasi dicatat.

4.3 Pemakaian bahan / material pemeliharaan

sebelum operasi dicatat.

(9)

2.3.6 Batasan Variabel a. Kontek Variabel

1) Unit Kompetensi ini diterapkan dalam kelompok kerja atau individu dan sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan Concrete pump;

2) Unit kompetensi ini harus dilakukan sebelum mengoperasikan Concrete pump;

3) Unit kompetensi ini diterapkan di tempat kerja dengan dukungan ketersediaan tools standar yang selalu tersimpan di unit alat;

4) Unit kompetensi ini diterapkan sebelum mengoperasikan peralatan;

5) Unit kompetensi ini diterapkan untuk Concrete pump type boom / Truck mounted dalam kondisi lingkungan yang mendukung.

b. Perlengkapan yang diperlukan 1) Alat:

a) Concrete pump Type Boom/Truck mounted.

b) Tools untuk pemeliharaan harian;

Standard tools untuk Concrete pump;

Pompa gemuk (grease gun);

c) Alat Pelindung Diri (APD);

d) Alat Pengaman Kerja (APK).

2) Bahan:

a) Bahan bakar b) Gemuk (grease);

c) Minyak pelumas;

d) Daftar simak (check list) kondisi alat;

e) Buku petunjuk pemeliharaan dan pengoperasian Concrete pump.

c. Tugas-tugas yang harus dilakukan :

1) Melakukan persiapan pemeliharaan harian sebelum operasi;

2) Melakukan pemeriksaan keliling (walk around inspection);

3) Memeriksa pelumas, air pendingin, bahan bakar dan perlengkapan alat;

4) Membuat bahan laporan pemeliharaan harian;

d. Peraturan-peraturan yang diperlukan

1) Undang-undang tentang Keselamatan Kerja dan peraturan lainnya terkait dengan keselamatan kerja;

2) Undang-undang tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup dan peraturan lainnya terkait dengan pencegahan pencemaran lingkungan;

3) Pedoman Pemeliharaan dan Pengoperasian (Operation and Maintenance Manual) Concrete pump.

4) Prosedur Operasi Standar (SOP) Perusahaan;

(10)

2.3.7 Panduan Penilaian a. Penjelasan Pengujian

1) Prosedur penilaian

Kompetensi yang tercakup dalam unit kompetensi ini harus diujikan secara konsisten pada seluruh elemen kompetensi dan dilaksanakan pada situasi pekerjaan yang sebenarnya di tempat kerja atau secara simulasi dengan kondisi seperti tempat kerja dengan menggunakan metode uji yang tepat untuk mengungkap pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan tuntutan standar.

2) Tempat

Lokasi kerja atau tempat pelatihan (training ground) yang memenuhi syarat.

3) Penguasaan unit kompetensi sebelumnya :

• FKK.CP.01.001.01 : Melakukan komunikasi dan kerjasama di tempat kerja

• FKK.CP.01.002.01 : Menerapkan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan di tempat kerja 4) Keterkaitan dengan kompetensi lain:

• FKK.CP.02.002.01 : Melakukan Mobilisasi Peralatan ke Lokasi Proyek;

FKK.CP.02.003.01 : Menempatkan Unit Concrete pump di Tempat Pemompaan Beton;

• FKK.CP.02.004.01 : Mengoperasikan Pemompaan Beton Segar (Siap Pakai);

• FKK.CP.02.005.01 : Mengatasi Gangguan (Trouble Shooting) Pemompaan Beton dengan Melakukan Perbaikan Komponen;

• FKK.CP.02.006.01 : Melakukan Kegiatan Akhir Pengoperasian Concrete pump.

b. Kondisi Pengujian

1) Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan melakukan persiapan pelaksanaan pemeliharaan harian, melakukan pemeriksaan keliling, memeriksa kecukupan pelumas, air pendingin, bahan bakar dan perlengkapan alatserta membuat bahan laporan pemeliharaan, yang digunakan untuk melakukan pemeliharaan Concrete pump, sebagai bagian dari pekerjaan pengoperasian Concrete pump.

2) Penilaian dapat dilakukan dengan cara lisan, tertulis dan demonstrasi/

praktek;

3) Penilaian dapat dilaksanakan secara simulasi di tempat pelatihan (training ground) dan atau di tempat kerja.

c. Pengetahuan yang diperlukan:

1) Komunikasi;

2) Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3-L);

(11)

3) Struktur dan fungsi komponen utama Concrete pump;

4) Pemeliharaan Concrete pump (preventive maintenance);

5) Pengetahuan bahan bakar dan pelumas;

6) Sistem pelaporan.

d. Keterampilan yang dibutuhkan :

1) Melakukan komunikasi dengan benar di tempat kerja;

2) Menerapkan K3L selama melakukan pemeliharaan harian;

3) Melakukan persiapan pelaksanaan pemeliharaan;

4) Melakukan pemeriksaan keliling komponen Concrete pump;

5) Melakukan greasing di titik yang ditentukan;

6) Membuat bahan laporan pemeliharaan.

e. Aspek Kritis

1) Kedisiplinan dalam melakukan persiapan pemeliharaan;

2) Ketelitian dalam melakukan pemeriksaan keliling komponen Concrete pump;

3) Kecermatan dalam memeriksa kondisi minyak pelumas, air pendingin, air pencuci, bahan bakar dan perlengkapan Concrete pump

4) Kedisiplinan dalam melakukan greasing pada titik yang ditentukan;

5) Kedisiplinan dalam mencatat bahan laporan pemeliharaan.

2.3.8 Kompetensi Kunci

No Kompetensi Kunci Tingkat

1. Mengumpulkan, menganalisis dan mengorganisasikan

informasi 1

2. Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide 2 3. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 2 4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 2 5. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 1

6. Memecahkan masalah 1

7. Menggunakan teknologi 1

(12)

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

3.1. Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu sistem pelatihan berbasis kompetensi berbeda dengan pelatihan klasikal yang diajarkan di kelas oleh pelatih. Pada sistem ini peserta pelatihan akan bertanggung jawab terhadap proses belajar secara mandiri, artinya bahwa peserta pelatihan perlu merencanakan kegiatan/proses belajar dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

3.1.1 Persiapan / perencanaan

a. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar yang harus diikuti.

b. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.

c. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki.

d. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan.

3.1.2 Permulaan dari proses pembelajaran

a. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.

b. Mereview dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan yang telah dimiliki.

3.1.3 Pengamatan terhadap tugas praktik

a. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.

b. Mengajukan pertanyaan kepada pelatih tentang kesulitan yang ditemukan selama pengamatan.

3.1.4 Implementasi

a. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.

b. Mengamati indikator kemajuan yang telah dicapai melalui kegiatan praktik.

c. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah diperoleh.

3.1.5 Penilaian

Melaksanakan tugas terkait penilaian untuk penyelesaian belajar peserta pelatihan 3.2. Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

3.2.1 Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan peserta pelatihan untuk belajar secara

individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses

(13)

belajar dilaksanakan secara bebas, peserta pelatihan disarankan untuk menemui pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

3.2.2 Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta pelatihan untuk datang bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

3.2.3 Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

3.3. Rancangan Pembelajaran Materi Pelatihan

Rancangan pembelajaran materi pelatihan memberikan penjelasan tentang penyusunan strategi pembelajaran, termasuk di dalamnya metode pelatihan yang disarankan, media yang digunakan, session plan, dan strategi penilaian dari setiap penugasan yang diberikan kepada seorang peserta pelatihan.

Rancangan pembelajaran materi pelatihan memberikan informasi yang bersifat indikatif yang selanjutnya dapat dijadikan oleh instruktur sebagai pedoman dalam menyusun rencana pembelajaran (session plan) yang lebih operasional dan yang lebih bersifat strategis untuk membantu para peserta pelatihan mencapai unit kompetensi.

Rancangan Pembelajaran Materi Pelatihan:

Unit Kompetensi : Melakukan persiapan pemeliharaan harian sebelum operasi

Elemen Kompetensi 1 : Melakukan persiapan pelaksanaan pemeliharaan mesin pencampur aspal

No

Kriteria Unjuk Kerja/Indikator Unjuk

Kerja

Tujuan Pembelajaran

Metode Pelatihan

yang Disarankan

Tahapan Pembelajaran

Sumber/

Referensi yang Disarankan

Jam Pelajaran

Indikatif

1 2 3 4 5 6 7

1.1 Prosedur

pemeliharaan harian diidentifikasi sesuai buku manual pemeliharaan 1) Dapat menjelaskan

prosedur pemeliharaan harian sebelum operasi 2) Mampu

mengidentifikasi jenis, merk, type, serial number dan tahun pembuatan unit Concrete pump yang dioperasikan dengan teliti 3) Mampu

menyiapkan buku manual / referensi pemeliharaan dan pengoperasian

Pada akhir pembelajaran sesi ini, peserta dapat mengidentifika si Prosedur pemeliharaan harian sesuai buku manual pemeliharaan

1. Ceramah 2. Diskusi/

diskusi kelompok 3. Peragaan

1. Menjelaskan prosedur

pemeliharaan harian sebelum operasi 2. Menjelaskan cara

mengidentifikasi jenis, merk, type, serial number dan tahun pembuatan unit Concrete pump yang dioperasikan dengan teliti 3. Menjelaskan cara

menyiapkan buku manual / referensi pemeliharaan dan pengoperasian 4. Menjelaskan cara

mengidentifikasi bab yang membahas pemeliharaan dalam buku manual pemeliharaan pompa beton

1. Buku Petunjuk Pemeliharaan dan

Pengopera- sian pompa beton 2. Peraturan K3L 3. SOP perusa-

haan terkait pengecoran beton

5

(14)

4) Harus mampu mengidentifikasi bab yang membahas pemeliharaan dalam buku manual pemeliharaan pompa beton

5. Diskusi kelompok:

­ prosedur pemeliharaan harian sebelum operasi

­ cara

mengidentifikasi jenis, merk, type, serial number dan tahun pembuatan unit Concrete pump yang dioperasikan dengan teliti

­ cara menyiapkan buku manual / referensi pemeliharaan dan pengoperasian

­ mengidentifikasi bab yang membahas pemeliharaan dalam buku manual pemeliharaan pompa beton 6. Peragaan

­ cara

mengidentifikasi jenis, merk, type, serial number dan tahun pembuatan unit Concrete pump yang dioperasikan dengan teliti

­ cara menyiapkan buku manual / referensi pemeliharaan dan pengoperasian

­ mengidentifikasi bab yang membahas pemeliharaan dalam buku manual pemeliharaan pompa beton

15*

15**

1.2 Komponen pompa beton diidentifikasi sebagai dasar pelaksanaan pemeliharaan harian 1) Dapat menjelaskan

nama dan letak komponen pompa beton

2) Dapat menjelaskan struktur dan fungsi setiap komponen pompa beton 3) Mampu

menjelaskan kegiatan pemeliharaan harian pompa beton.

Pada akhir pembelajaran sesi ini, peserta dapat mengidentifika si Komponen pompa beton sebagai dasar pelaksanaan pemeliharaan harian

1. Ceramah 2. Diskusi/

diskusi kelompok 3. Peragaan

1. Menjelaskan nama dan letak komponen pompa beton 2. Menjelaskan struktur

dan fungsi setiap komponen pompa beton

3. Menjelaskan kegiatan

pemeliharaan harian pompa beton.

4. Diskusi kelompok:

­ nama dan letak komponen pompa beton

­ struktur dan fungsi setiap komponen pompa beton

­ kegiatan pemeliharaan harian pompa beton.

1. Buku Petunjuk Pemeliharaan dan

Pengopera- sian pompa beton 2. Peraturan K3L 3. SOP perusa-

haan terkait pengecoran beton

5

(15)

1 2 3 4 5 6 7 5. Peragaan

­ kegiatan pemeliharaan harian pompa beton.

15*

15**

1.3 Bahan dan peralatan untuk pemeliharaan harian disiapkan 1) Dapat

menyebutkan bahan dan peralatan yang digunakan untuk pemeliharaan 2) Harus mampu

berkoordinasi dengan bagian mekanik dan logistik untuk pengadaan bahan dan peralatan yang digunakan 3) Harus mampu

menyiapkan bahan operasional sesuai dengan kebutuhan

Pada akhir pembelajaran sesi ini, peserta dapat menyiapkan Bahan dan peralatan untuk pemeliharaan harian

1. Ceramah 2. Diskusi/

diskusi kelompok 3. Peragaan

1. Menjelaskan dan menyebutkan bahan dan peralatan yang digunakan untuk pemeliharaan 2. Menjelaskan cara

berkoordinasi dengan bagian mekanik dan logistik untuk pengadaan bahan dan peralatan yang digunakan 3. Menjelaskan cara

menyiapkan bahan operasional sesuai dengan kebutuhan 4. Diskusi kelompok

­ menyebutkan bahan dan peralatan yang digunakan untuk pemeliharaan

­ cara berkoordinasi dengan bagian mekanik dan logistik untuk pengadaan bahan dan peralatan yang digunakan

­ cara menyiapkan bahan operasional sesuai dengan kebutuhan 5. Peragaan

­ cara berkoordinasi dengan bagian mekanik dan logistik untuk pengadaan bahan dan peralatan

1. Buku Petunjuk Pemeliharaan dan

Pengopera- sian pompa beton 2. Peraturan K3L 3. SOP perusa-

haan terkait pengecoran beton

5

15*

(16)

yang digunakan

­ cara menyiapkan bahan operasional sesuai dengan kebutuhan

15**

Diskusi kelompok:

- prosedur pemeliharaan harian sesuai buku manual pemeliharaan

- mengidentifikasi Komponen pompa beton sebagai dasar pelaksanaan pemeliharaan harian - menyiapkan Bahan dan peralatan untuk pemeliharaan harian

Dilakukan setelah selesai penjelasan KUK 1.1 s.d KUK 1.3, dibimbing langsung oleh Instruktur dengan pembagian kelompok disesuaikan dengan kondisi peserta.

45

Pelaksanaan praktik:

- mengidentifikasi jenis, merk, type, serial number dan tahun pembuatan unit Concrete pump yang dioperasikan

- menyiapkan buku manual / referensi pemeliharaan dan pengoperasian

- mengidentifikasi bab yang membahas pemeliharaan dalam buku manual pemeliharaan pompa beton

- kegiatan pemeliharaan harian pompa beton

- berkoordinasi dengan bagian mekanik dan logistik untuk pengadaan bahan dan peralatan yang digunakan

- menyiapkan bahan operasional sesuai dengan kebutuhan

Dilakukan setelah selesai penjelasan KUK 1.1 s.d KUK 1.3 dengan didahuli penjelasan langkah pelaksanaan dari masing-masing kegiatan praktik dan contoh praktik dari instruktur yang dilanjutkan dengan pelaksanaan praktik untuk setiap peserta dengan bimbingan instruktur

45

Instruktur yang diusulkan untuk Materi Pelatihan “Pemeliharaan sebelum operasi”

Instruktur Teori: ………..

Instruktur Praktek: ……….

Catatan :

1. Jam pelajaran indikatif dalam menit

2. *) Pelaksanaan diskusi kelompok dilaksanakan pada akhir penyajian setiap elemen kompetensi.

**) Pelaksanaan peragaan langsung pada penyajian setiap KUK.

***) Pelaksanaan praktik dilakukan pada akhir penyajian setiap elemen kompetensi, atau

pada akhir penyajian seluruh elemen kompetensi, tergantung pada metoda yang

diterapkan

(17)

Elemen Kompetensi 2 : Melakukan pemeriksaan keliling (walk around inspection)

No

Kriteria Unjuk Kerja/Indikator Unjuk

Kerja

Tujuan Pembelajaran

Metode Pelatihan

yang Disarankan

Tahapan Pembelajaran

Sumber/

Referensi yang Disarankan

Jam Pelajaran

Indikatif

1 2 3 4 5 6 7

2.1 Kebocoran pelumas, minyak hidrolik, bahan bakar dan air pendingin diperiksa 1) Dapat menjelaskan

tempat-tempat yang berpotensi mengalami kebocoran cairan 2) Harus mampu

mendeteksi adanya kebocoran minyak pelumas, bahan bakar dan air pendingin 3) Harus mampu

mendeteksi adanya kebocoran pada sambungan pipa hidrolik/ hose dengan pompa hidrolik 4) Harus mampu

memeriksa adanya kebocoran yang terdeteksi

Pada akhir pembelajaran sesi ini, peserta dapat memeriksa Kebocoran pelumas, minyak hidrolik, bahan bakar dan air pendingin

1. Ceramah 2. Diskusi/

diskusi kelompok 3. Peragaan

1. Menjelaskan tempat- tempat yang

berpotensi mengalami kebocoran cairan 2. Menjelaskan dan

memberikan peragaan prosedur untuk mendeteksi adanya kebocoran minyak pelumas, bahan bakar dan air pendingin

3. Menjelaskan cara mendeteksi adanya kebocoran pada sambungan pipa hidrolik/ hose dengan pompa hidrolik 4. Menjelaskan cara

memeriksa adanya kebocoran yang terdeteksi 5. Diskusi kelompok

­ tempat-tempat yang berpotensi mengalami kebocoran cairan

­ mendeteksi adanya kebocoran minyak pelumas, bahan bakar dan air pendingin

­ mendeteksi adanya kebocoran pada sambungan pipa hidrolik/ hose dengan pompa hidrolik

­ memeriksa adanya kebocoran yang terdeteksi 6. Peragaan

­ mendeteksi adanya kebocoran minyak pelumas, bahan bakar dan air pendingin

­ mendeteksi adanya kebocoran pada sambungan pipa hidrolik/ hose dengan pompa hidrolik

­ memeriksa adanya kebocoran yang terdeteksi

1. Buku Petunjuk Pemeliharaan dan

Pengopera- sian pompa beton 2. Peraturan

K3L 3. SOP perusa-

haan terkait pengecoran beton

5

15*

15**

2.2 Kondisi ban dan semua baut-baut pengikat diperiksa dari kemungkinan ada yang kendor/rusak 1) Dapat menjelaskan

prosedur pemeriksaan kondisi ban dan kekencangan baut

Pada akhir pembelajaran sesi ini, peserta dapat memeriksa Kondisi ban dan semua baut-baut pengikat dari kemungkinan

1. Ceramah 2. Diskusi/

diskusi kelompok 3. Peragaan

1. Menjelaskan prosedur pemeriksaan kondisi ban dan kekencangan baut pengikat 2. Menjelaskan dan

memberikan peragaan memeriksa kondisi fisik ban terhadap keausan dan kecukupan

1. Buku Petunjuk Pemeliharaan dan

Pengopera- sian pompa beton 2. Peraturan

K3L 3. SOP perusa-

5

(18)

pengikat 2) Harus mampu

memeriksa kondisi fisik ban terhadap keausan dan kecukupan tekanan 3) Harus mampu

memeriksa semua baut pengikat dari kemungkinan ada yang kendor, rusak atau hilang

ada yang kendor/rusak

tekanan 3. Menjelaskan dan

memberikan contoh memeriksa semua baut pengikat dari kemungkinan ada yang kendor, rusak atau hilang 4. Diskusi kelompok

­ prosedur pemeriksaan kondisi ban dan kekencangan baut pengikat

­ memeriksa kondisi fisik ban terhadap keausan dan kecukupan tekanan

­ memeriksa semua baut pengikat dari kemungkinan ada yang kendor, rusak atau hilang 5. Peragaan

­ memeriksa kondisi fisik ban terhadap keausan dan kecukupan tekanan

­ memeriksa semua baut pengikat dari kemungkinan ada yang kendor, rusak atau hilang

haan terkait pengecoran beton

15*

15**

2.3 Kondisi fisik semua komponen alat diperiksa dari kemungkinan rusak atau kurang pelumasannya 1) Dapat

mengidentifikasi letak komponen alat yang akan diperiksa

2) Mampu memeriksa kondisi fisik semua komponen alat 3) Harus mampu

melakukan tindak lanjut sesuai dengan prosedur bila terdeteksi ada kelainan kondisi pada komponen Concrete pump

Pada akhir pembelajaran sesi ini, peserta dapat memeriksa Kondisi fisik semua komponen alat dari

kemungkinan rusak atau kurang pelumasannya

1. Ceramah 2. Diskusi/

diskusi kelompok 3. Peragaan

1. Menjelaskan cara mengidentifikasi letak komponen alat yang akan diperiksa 2. Menjelaskan dan

memberikan contoh cara memeriksa kondisi fisik semua komponen alat 3. Menjelaskan dan

memberikan contoh cara melakukan tindak lanjut sesuai dengan prosedur bila terdeteksi ada kelainan kondisi pada komponen Concrete pump 4. Diskusi kelompok

­ mengidentifikasi letak komponen alat yang akan diperiksa

­ memeriksa kondisi fisik semua komponen alat

­ tindak lanjut sesuai dengan prosedur bila terdeteksi ada kelainan kondisi pada komponen Concrete pump 5. Peragaan

­ memeriksa kondisi fisik semua komponen alat

1. Buku Petunjuk Pemeliharaan dan

Pengopera- sian pompa beton 2. Peraturan

K3L 3. SOP perusa-

haan terkait pengecoran beton

5

15*

15**

(19)

1 2 3 4 5 6 7

­ tindak lanjut sesuai dengan prosedur bila terdeteksi ada kelainan kondisi pada komponen Concrete pump Diskusi kelompok:

- memeriksa Kebocoran pelumas, minyak hidrolik, bahan bakar dan air pendingin

- memeriksa Kondisi ban dan semua baut-baut pengikat dari kemungkinan ada yang kendor/rusak

- memeriksa Kondisi fisik semua komponen alat dari kemungkinan rusak atau kurang pelumasannya

Dilakukan setelah selesai penjelasan KUK 2.1 s.d KUK 2.3, dibimbing langsung oleh Instruktur dengan pembagian kelompok disesuaikan dengan kondisi peserta.

45

Pelaksanaan praktik:

- mendeteksi adanya kebocoran minyak pelumas, bahan bakar dan air pendingin

- mendeteksi adanya kebocoran pada sambungan pipa hidrolik/ hose dengan pompa hidrolik - memeriksa adanya kebocoran yang terdeteksi

- memeriksa kondisi fisik ban terhadap keausan dan kecukupan tekanan

- memeriksa semua baut pengikat dari kemungkinan ada yang kendor, rusak atau hilang - memeriksa kondisi fisik semua komponen alat

- melakukan tindak lanjut sesuai dengan prosedur bila terdeteksi ada kelainan kondisi pada komponen Concrete pump

Dilakukan setelah selesai penjelasan KUK 2.1 s.d KUK 2.3 dengan didahuli penjelasan langkah pelaksanaan dari masing-masing kegiatan praktik dan contoh praktik dari instruktur yang dilanjutkan dengan pelaksanaan praktik untuk setiap peserta dengan bimbingan instruktur

135

Instruktur yang diusulkan untuk Materi Pelatihan “Pemeliharaan sebelum operasi”

Instruktur Teori: ………..

Instruktur Praktek: ……….

Catatan :

1. Jam pelajaran indikatif dalam menit

2. *) Pelaksanaan diskusi kelompok dilaksanakan pada akhir penyajian setiap elemen kompetensi.

**) Pelaksanaan peragaan langsung pada penyajian setiap KUK.

***) Pelaksanaan praktik dilakukan pada akhir penyajian setiap elemen kompetensi, atau pada akhir penyajian seluruh elemen kompetensi, tergantung pada metoda yang diterapkan

Elemen Kompetensi 3 : Memeriksa pelumas, air pendingin, bahan bakar dan perlengkapan alat

No

Kriteria Unjuk Kerja/Indikator Unjuk

Kerja

Tujuan Pembelajaran

Metode Pelatihan

yang Disarankan

Tahapan Pembelajaran

Sumber/

Referensi yang Disarankan

Jam Pelajaran

Indikatif

1 2 3 4 5 6 7

3.1 Kondisi dan kecukupan minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu diperiksa

1) Dapat menjelaskan prosedur

pemeriksaan kondisi dan kecukupan (level) minyak, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air

Pada akhir pembelajaran sesi ini, peserta dapat memeriksa Kondisi dan kecukupan minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu

1. Ceramah 2. Diskusi/

diskusi kelompok 3. Peragaan

1. Menjelaskan prosedur pemeriksaan kondisi dan kecukupan (level) minyak, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu 2. Menjelaskan dan

memberikan contoh cara memeriksa kondisi minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu dengan benar 3. Menjelaskan cara

1. Buku Petunjuk Pemeliharaan dan

Pengopera- sian pompa beton 2. Peraturan K3L 3. SOP perusa-

haan terkait pengecoran beton

5

(20)

accu 2) Harus mampu

memeriksa kondisi minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu dengan benar 3) Harus mampu

mengetahui adanya kekurangan minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu dengan benar 4) Harus mampu

menambah kekurangan minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu sesuai prosedur

mengetahui adanya kekurangan minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu dengan benar 4. Menjelaskan dan

memberikan peragaan cara menambah kekurangan minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu sesuai prosedur 5. Diskusi kelompok

­ prosedur pemeriksaan kondisi dan kecukupan (level) minyak, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu

­ memeriksa kondisi minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu dengan benar

­ mengetahui adanya kekurangan minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu dengan benar

­ menambah kekurangan minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu

6. Peragaan

­ memeriksa kondisi minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu dengan benar

­ mengetahui adanya kekurangan minyak pelumas

15*

15**

(21)

1 2 3 4 5 6 7 engine, minyak

hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu dengan benar

­ menambah kekurangan minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu

3.2 Pipa penyalur beton (Conveying pipe) dan perlengkapannya diperiksa 1) Dapat menje-

laskan prosedur pemeriksaan pipa penyalur beton dan perlengkapannya 2) Mampu memeriksa

ketebalan pipa penyalur beton 3) Mampu memeriksa

kondisi klem penyambung pipa

Pada akhir pembelajaran sesi ini, peserta dapat memeriksa Pipa penyalur beton (Conveying pipe) dan perlengkapann ya

1. Ceramah 2. Diskusi/

diskusi kelompok 3. Peragaan

1. Menjelaskan prosedur pemeriksaan pipa penyalur beton dan perlengkapannya 2. Menjelaskan cara

memeriksa ketebalan pipa penyalur beton 3. Menjelaskan

memeriksa kondisi klem penyambung pipa

4. Diskusi kelompok

­ prosedur pemeriksaan pipa penyalur beton dan

perlengkapannya

­ memeriksa ketebalan pipa penyalur beton

­ memeriksa kondisi klem penyambung pipa

5. Peragaan

­ cara memeriksa ketebalan pipa penyalur beton

­ memeriksa kondisi klem penyambung pipa

1. Buku Petunjuk Pemeliharaan dan

Pengopera- sian pompa beton 2. Peraturan K3L 3. SOP perusa-

haan terkait pengecoran beton

5

15*

15**

3.3 Greasing

dilaksanakan di titik- titik pelumasan pada truck , boom dan pompa

1) Dapat menjelaskan prosedur greasing secara manual 2) Dapat menjelaskan

prosedur greasing secara

otomatis/terpusat 3) Dapat

mengidentifikasi letak komponen alat yang akan diberi gemuk 4) Harus mampu

mengidentifikasi letak titik-titik greasing (grease fitting, nipple grease) dengan teliti

5) Harus mampu melakukan

Pada akhir pembelajaran sesi ini, peserta dapat melaksanakan Greasing di titik-titik pelumasan pada truck , boom dan pompa

1. Ceramah 2. Diskusi/

diskusi kelompok 3. Peragaan

1. Menjelaskan prosedur greasing secara manual 2. Menjelaskan

prosedur greasing secara

otomatis/terpusat 3. Menjelaskan cara mengidentifikasi letak komponen alat yang akan diberi gemuk

4. Menjelaskan dan memberikan contoh cara mengidentifikasi letak titik-titik greasing (grease fitting, nipple grease) dengan teliti 5. Diskusi kelompok

­ prosedur greasing secara manual

­ prosedur greasing secara

otomatis/terpusat

­ mengidentifikasi

1. Buku Petunjuk Pemeliharaan dan

Pengopera- sian pompa beton 2. Peraturan K3L 3. SOP perusa-

haan terkait pengecoran beton

5

15*

(22)

pelumasan (greasing) pada titik-titik tertentu secara manual dan otomatis

letak komponen alat yang akan diberi gemuk

­ melakukan pelumasan (greasing) pada titik-titik tertentu secara manual dan otomatis 6. Peragaan

­ mengidentifikasi letak komponen alat yang akan diberi gemuk

­ melakukan pelumasan (greasing) pada titik-titik tertentu secara manual dan otomatis

15**

Diskusi kelompok:

- memeriksa Kondisi dan kecukupan minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu

- memeriksa Pipa penyalur beton (Conveying pipe) dan perlengkapannya - melaksanakan Greasing di titik-titik pelumasan pada truck , boom dan pompa

Dilakukan setelah selesai penjelasan KUK 3.1 s.d KUK 3.3, dibimbing langsung oleh Instruktur dengan pembagian kelompok disesuaikan dengan kondisi peserta.

45

Pelaksanaan praktik:

- memeriksa kondisi minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu dengan benar

- mengetahui adanya kekurangan minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu dengan benar

- menambah kekurangan minyak pelumas engine, minyak hidrolik, grease, bahan bakar, air pendingin, air pencuci dan air accu

- memeriksa ketebalan pipa penyalur beton - memeriksa kondisi klem penyambung pipa

- mengidentifikasi letak komponen alat yang akan diberi gemuk

- mengidentifikasi letak titik-titik greasing (grease fitting, nipple grease) dengan teliti - melakukan pelumasan (greasing) pada titik-titik tertentu secara manual dan otomatis Dilakukan setelah selesai penjelasan KUK 3.1 s.d KUK 3.3 dengan didahuli penjelasan langkah pelaksanaan dari masing-masing kegiatan praktik dan contoh praktik dari instruktur yang dilanjutkan dengan pelaksanaan praktik untuk setiap peserta dengan bimbingan instruktur

210

Instruktur yang diusulkan untuk Materi Pelatihan “Pemeliharaan sebelum operasi”

Instruktur Teori: ………..

Instruktur Praktek: ……….

Catatan :

1. Jam pelajaran indikatif dalam menit

2. *) Pelaksanaan diskusi kelompok dilaksanakan pada akhir penyajian setiap elemen kompetensi.

**) Pelaksanaan peragaan langsung pada penyajian setiap KUK.

***) Pelaksanaan praktik dilakukan pada akhir penyajian setiap elemen kompetensi, atau

pada akhir penyajian seluruh elemen kompetensi, tergantung pada metoda yang

diterapkan

(23)

Elemen Kompetensi 4 : Membuat bahan laporan pemeliharaan harian

No

Kriteria Unjuk Kerja/Indikator Unjuk

Kerja

Tujuan Pembelajaran

Metode Pelatihan

yang Disarankan

Tahapan Pembelajaran

Sumber/

Referensi yang Disarankan

Jam Pelajaran

Indikatif

1 2 3 4 5 6 7

4.1 Chek list kegiatan pemeliharaan diisi sesuai dengan hasil pemeriksaan

1) Dapat menjelaskan prosedur pengisian daftar simak (check list) pemeliharaan harian 2) Dapat memilih

daftar simak yang sesuai untuk tipe alat yang dioperasikan 3) Harus mampu

mengisi daftar simak pemeliharaan sesuai dengan hasil pemeriksaan

Pada akhir pembelajaran sesi ini, peserta dapat mengisi Chek list kegiatan pemeliharaan sesuai dengan hasil

pemeriksaan

1. Ceramah 2. Diskusi/

diskusi kelompok 3. Peragaan

1. Menjelaskan prosedur pengisian daftar simak (check list) pemeliharaan harian 2. Menjelaskan cara

memilih daftar simak yang sesuai untuk tipe alat yang dioperasikan 3. Menjelaskan mengisi

daftar simak pemeliharaan sesuai dengan hasil pemeriksaan 4. Diskusi kelompok

­ prosedur pengisian daftar simak (check list)

­ cara memilih daftar simak yang sesuai untuk tipe alat yang dioperasikan

­ mengisi daftar simak pemeliharaan sesuai dengan hasil pemeriksaan 5. Peragaan

­ mengisi daftar simak pemeliharaan sesuai dengan hasil pemeriksaan

5

15*

15**

4.2 Kelainan yang diketemukan dalam pemeliharaan harian sebelum operasi dicatat

1) Dapat mendeteksi kelainan yang ada dalam

pemeliharaan harian 2) Harus mampu

melaporkan adanya kelainan kepada pihak terkait untuk langkah

penanganan lebih lanjut

3) Harus mampu mencatat kelainan yang terjadi sebagai bahan laporan pekerjaan

Pada akhir pembelajaran sesi ini, peserta dapat mencatat Kelainan yang diketemukan dalam pemeliharaan harian sebelum operasi

1. Ceramah 2. Diskusi/

diskusi kelompok 3. Peragaan

1. Menjelaskan cara mendeteksi kelainan yang ada dalam pemeliharaan harian 2. Menjelaskan dan

memberikan contoh cara melaporkan adanya kelainan kepada pihak terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut

3. Menjelaskan dan mencatat kelainan yang terjadi sebagai bahan laporan pekerjaan 4. Diskusi kelompok

­ cara mendeteksi kelainan yang ada dalam

pemeliharaan harian

­ melaporkan adanya kelainan kepada pihak terkait untuk langkah

penanganan lebih lanjut

­ mencatat kelainan yang terjadi

5

15*

(24)

sebagai bahan laporan pekerjaan 5. Peragaan

­ melaporkan adanya kelainan kepada pihak terkait untuk langkah

penanganan lebih lanjut

­ mencatat kelainan yang terjadi sebagai bahan laporan pekerjaan

15**

4.3 Pemakaian bahan / material pemeliharaan sebelum operasi dicatat

1) Dapat menjelaskan semua bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk pemeliharaan harian 2) Dapat

menyebutkan jumlah pemakaian untuk tiap jenis bahan / material pemeliharaan 3) Mampu mencatat

semua bahan yang dipakai untuk pemeliharaan

Pada akhir pembelajaran sesi ini, peserta dapat mencatat Pemakaian bahan / material pemeliharaan sebelum operasi

1. Ceramah 2. Diskusi/

diskusi kelompok 3. Peragaan

1. Menjelaskan semua bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk pemeliharaan harian

2. Menjelaskan dan menyebutkan jumlah pemakaian untuk tiap jenis bahan / material pemeliharaan 3. Menjelaskan dan

mencatat semua bahan yang dipakai untuk pemeliharaan 4. Diskusi kelompok

­ bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk pemeliharaan harian

­ jumlah pemakaian untuk tiap jenis bahan / material pemeliharaan

­ mencatat semua bahan yang dipakai untuk pemeliharaan 5. Peragaan

­ jumlah pemakaian untuk tiap jenis bahan / material pemeliharaan

­ mencatat semua bahan yang dipakai untuk pemeliharaan

5

15*

15**

Diskusi kelompok:

- mengisi Chek list kegiatan pemeliharaan sesuai dengan hasil pemeriksaan - mencatat Kelainan yang diketemukan dalam pemeliharaan harian sebelum operasi - mencatat Pemakaian bahan / material pemeliharaan sebelum operasi

Dilakukan setelah selesai penjelasan KUK 4.1 s.d KUK 4.3, dibimbing langsung oleh Instruktur dengan pembagian kelompok disesuaikan dengan kondisi peserta.

45

Pelaksanaan praktik:

- mengisi daftar simak pemeliharaan sesuai dengan hasil pemeriksaan

- melaporkan adanya kelainan kepada pihak terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut - mencatat kelainan yang terjadi sebagai bahan laporan pekerjaan

- bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk pemeliharaan harian - jumlah pemakaian untuk tiap jenis bahan / material pemeliharaan

Dilakukan setelah selesai penjelasan KUK 4.1 s.d KUK 4.3 dengan didahuli penjelasan langkah pelaksanaan dari masing-masing kegiatan praktik dan contoh praktik dari instruktur yang dilanjutkan dengan pelaksanaan praktik untuk setiap peserta dengan bimbingan instruktur

50

(25)

Instruktur yang diusulkan untuk Materi Pelatihan “Pemeliharaan sebelum operasi”

Instruktur Teori: ………..

Instruktur Praktek: ……….

Catatan :

1. Jam pelajaran indikatif dalam menit

2. *) Pelaksanaan diskusi kelompok dilaksanakan pada akhir penyajian setiap elemen kompetensi.

**) Pelaksanaan peragaan langsung pada penyajian setiap KUK.

***) Pelaksanaan praktik dilakukan pada akhir penyajian setiap elemen kompetensi,

atau pada akhir penyajian seluruh elemen kompetensi, tergantung pada metoda

yang diterapkan

(26)

BAB IV

PEMELIHARAAN HARIAN CONCRETE PUMP

4.1 Umum

Alat berat konstruksi termasuk pompa beton adalah salah satu modal kerja untuk pelaksanaan pembangunan Proyek Konstruksi yang dibeli dengan biaya investasi yang sangat mahal, yang diharapkan dapat memberikan hasil pekerjaan yang berdaya guna selama waktu life time (umur alat) yang direncanakan.

Pencapaian umur alat dengan kinerja yang baik sangat bergantung pada mutu pemeliharaannya, disamping cara pengoperasiannya yang benar. Pemelihara-an dengan cara yang serampangan akan memperpendek umur alat.

Pompa beton (Concrete pump) adalah alat berat yang berfungsi untuk memompa beton segar yang diterima dari truck mixer atau alat lainnya ke tempat akhir pengecoran beton pada proyek bangunan konstruksi / gedung bertingkat tinggi (high rise building) melalui pipa penyalur beton

Peralatan ini harus dipelihara dengan baik agar tidak cepat aus dan rusak, untuk itu peran operator sangat penting dan menentukan. Operator diwajibkan melaksanakan pemeliharaan harian sebelum dan sesudah pengoperasian pompa beton agar kondisi, keamanan dan kinerjanya dapat diandalkan

Operator mempunyai peran yang amat penting dalam pemeliharaan alat berat karena sebagai personil yang dari waktu ke waktu selalu bersama-sama alat berat yang dioperasikan, maka kelainan-kelainan yang mengindikasikan tanda-tanda kerusakan dapat diketahui secara dini oleh Operator

Seorang Operator seyogyanya dapat menangkap setiap tanda-tanda kerusakan pada alat sebelum menjalankan alat. Dengan panca indra operator bisa menditeksi kalau terjadi suatu gejala yang tidak normal pada alat yang di operasikan. Misalnya melalui pengamatan suara (pendengar), getaran (perasaan), warna gas buang (mata), bau olie yang terbakar (hidung) dan perasaan untuk kondisi tertentu.

Dalam hal yang khusus kadang-kadang memerlukan seorang ahli untuk menemukan kerusakan yang terjadi melalui bunyi-bunyi yang terdengar. Sesungguhnya Operator juga bisa membedakann antara bunyi yang normal dan yang tidak normal, apabila mau membiasakan dengan teliti. Pengetahuan dan pengalaman diperlukan untuk pengamatan dan mencari sebab-sebabnya. Operator tidak perlu harus bisa memperbaiki tetapi cukup melaporkan kepada mekanik tentang penyebabnya, sehingga mempermudah tugas mekanik.

Tidak semua gejala kelainan alat bisa ditangkap dengan panca indra yang dapat dijelaskan

dengan suatu bentuk kata-kata. Oleh karena itu bagi operator perlu memahami petunjuk

pemeliharaan yang disediakan oleh setiap alat yang dapat mencegah kerusakan yang

diakibatkan oleh karena kurang memahami petunjuk alat yang dioperasikan. Untuk maksud

(27)

berikut ini operator dituntut untuk mematuhi segala petunjuk yang diberikan dalam bentuk buku pemeliharaan.

4.1.1 Maksud dan Tujuan Pemeliharaan

Pemeliharaan peralatan khususnya alat berat adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh Operator atau Mekanik yang ditunjuk terhadap suatu alat-alat berat agar alat tersebut tetap dapat berfungsi sebagaimana mestinya selama umur ekonomisnya.

Sesuai dengan perkembangan teknologi alat-alat berat khususnya pompa beton, perlu adanya peningkatan pemahaman pemeliharaan baik yang menyangkut pengetahuan yang terkait maupun keterampilan yang harus dimiliki oleh Operator pompa beton.

Salah satu sarana untuk peningkatan pemahaman tersebut adalah tersedianya suatu pedoman yang dapat memberikan bekal bagi para Operator dan Mekanik untuk dapat menyadari betapa pentingnya peran mereka dalam meningkatkan kinerja pompa beton dalam melaksana-kan pemeliharaan alat tersebut. Pedoman yang tepat untuk tujuan ini adalah buku OMM (Operation and Maintenance Manual) yang biasa disediakan oleh pabrik pembuat alat berat yang bersangkutan.

Maksud dari pemeliharaan alat-alat berat adalah untuk mempertahan-kan kondisi ekonomis alat-alat berat, baik kondisi teknis maupun kinerjanya melalui kegiatan perawatan yang dilaksanakan oleh operator dan mekanik

Tujuan pemeliharaan Alat Berat adalah untuk :

a. Menjaga agar alat selalu siap operasi dan kondisinya tetap stabil sehingga mampu untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kapasitasnya. Kesiapan operasi akan menaikkan tingkat availability alat

b. Mencegah kemungkinan terjadinya gangguan dan hambatan operasi.

• Mengetahui kondisi alat yang dipergunakan untuk menyiapkan suku cadang

• Mengatasi hambatan produksi atau operasi dengan cepat

c. Mencegah terjadinya hal-hal yang membahayakan kesehatan, kesela-matan kerja dan lingkungan hidup (K3LH).

d. Meningkatkan efisiensi kerja yang berdampak pada penghematan biaya operasional alat dan mempermudah perhitungan dalam perencanaan produksi e. Mempertahankan dan bila mungkin memperpanjang umur ekonomis alat-alat

berat.

4.1.2 Metode pemeliharaan peralatan berat

Pemeliharaan alat berat dilaksanakan dengan metode yang disesuaikan dengan visi

dan misi masing-masing Lembaga atau Perusahaan. Secara garis besar metode

pemeliharaan dapat dikategorikan sebagai berikut :

(28)

a. Pemeliharaan Pencegahan (preventive maintenance)

Adalah pemeliharaan yang dilakukan dengan cara mencegah terjadinya kerusakan sebelum kerusakan itu terjadi. Metode pemeliharaan ini dapat dilakukan dengan melaksanakan pemeliharaan berkala (periodic maintenance) atau pemeliharaan berdasarkan kondisi (condition based maintenance).

b. Pemeliharaan Perbaikan (correction maintenance)

Adalah pemeliharaan yang dilakukan pada unit alat yang terlanjur rusak sehingga tidak beroperasi karena ada bagian yang tidak berfungsi. Pada pemeliharaan koreksi ini yang dilakukan antara lain mengembalikan alat menuju pada standar yang diperlukan untuk beroperasi lagi.

c. Pemeliharaan Berkala (periodic maintenance)

Adalah salah satu penerapan dari pemeliharaan pencegahan dilaksanakan sesuai rencana yang berbasis waktu, yaitu berdasarkan pencapaian jam operasi pada tingkat tertentu (10 jam, 50 jam, 250 jam, 500 jam, 1000 jam dan seterusnya).

d. Pemeliharaan berdasarkan kondisi (condition based maintenance)

Metode pemeliharaan ini juga salah satu penerapan dari pemelihara-an pencegahan. Apabila pemeliharaan bekala berbasis waktu maka pemeliharaan berdasarkan kondisi berbasis pada kondisi komponen alat pada saat dilakukan pemeriksaan (inspection).

Mutu pemeliharaan berdasarkan kondisi sangat bergantung pada ketelitian dan kecermatan pemeriksaan kondisi dan ketajaman analisa kerusakan.

Program ini banyak dilayani oleh Authorized Dealer Alat Berat antara lain:

• Program Pemeriksaan Mesin (P2M)

• Program Pemeriksaan Under Carriage (P2U)

• Program Analisa Pelumas (PAP)

Setelah melakukan pemeriksaan, dealer akan melakukan analisa dan rekomendasi perbaikannya.

Gambar 4.1 Metode pemeliharaan Alat Berat

(29)

e. Pemeliharaan darurat

Adalah pemeliharaan yang bersifat memperbaiki kerusakan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Sesuai dengan namanya bahwa kerusakan yang terjadi ini secara tiba-tiba tanpa adanya suatu gejala-gejala yang menginformasikan akan terjadinya kerusakan, misalnya v belt putus

Dari beberapa metode pemeliharaan tersebut diatas, yang banyak dilakukan adalah metode pemeliharaan berkala yang merupakan salah satu penerapan dari pemeliharaan pencegahan. Pelaksanaannya dilakukan sesuai rencana yang berbasis waktu, yaitu berdasarkan pencapaian jam operasi pada tingkat tertentu (10 jam, 50 jam, 250 jam, 500 jam, 1000 jam dan seterusnya).

Pada periode waktu tersebut dilakukan pemeriksaan, penambahan/ penggantian pelumas atau suku cadang sesuai dengan rencana yang ditetapkan oleh pabrik pembuatnya dan disebutkan dengan jelas dalam buku panduan pengoperasian dan pemeliharaan (buku OMM = Operating and Mainetance Manual)

4.2 Persiapan Pemeliharaan Harian

Pemeliharaan Harian Sebelum Operasi adalah suatu pekerjaan yang harus dilakukan setiap hari oleh Operator sebelum mengoperasikan alatnya. Tugas ini merupakan tugas yang melekat pada jabatan operator sehingga diperlukan disipilin yang tinggi, baik menyangkut disiplin waktu maupun dalam pelaksanaannya.

4.2.1 Prosedur persiapan pemeliharaan harian

a. Identifikasi Concrete pump yang dioperasikan

Operator harus mengetahui dengan pasti kekhususan alat yang akan dioperasikan. Kekhususan alat tersebut dapat diidentifikasi melalui tulisan pada pelat baja yang terpasang di alat tersebut, dimana dapat ditemukan informasi antara lain merk, type, kapasitas, serial number, tahun pembuatan dan informasi penting lainnya

1) Merk alat : menunjukkan pabrik pembuatnya 2) Type alat : menunjukkan type / jenis alat 3) Kapasitas alat : menunjukkan kemampuan alat 4) Serial number : menunjukkan nomor seri pembuatan 5) Tahun pembuatan : menunjukkan tahun alat tersebut dibuat

Dibawah ini ditunjukkan contoh serial plate dari salah satu unit Concrete pump

yang terdiri dari dua pelat :

(30)

b. Penyiapan buku manual/ referensi pemeliharaan dan pengoperasian

Buku OMM dibuat oleh pabrik yang memproduksi alat berat dan diberikan satu paket dengan alatnya kepada para pembeli/ pengguna alat tersebut. Oleh pemilik alat kebanyakan buku ini disimpan didalam kantornya, ini adalah suatu kebiasaan yang kurang tepat karena seharusnya buku OMM harus selalu disimpan di alatnya sehingga selalu tersedia bila diperlukan oleh Operator dimanapun alat itu berada.

Buku OMM dibuat menurut merk, tipe alat dan tahun pembuatannya. Dengan demikian penggunaan buku OMM kurang tepat bila dipakai untuk merk atau tipe lain.

Untuk penyiapan buku OMM operator dapat memeriksa tempat penyimpanan buku manual di alat yang akan dioperasikan. Apabila buku tersebut tidak ada dalam alat yang bersangkutan maka operator berkewajiban untuk menanyakan kepada atasan langsung tentang keberadaan buku tersebut.

Gambar 4.3 Serial Plate 2

Gambar 4.2 Serial Plate 1

(31)

c. Identifikasi bab yang membahas pemeliharaan dalam buku manual pemeliharaan pompa beton

Sesuai dengan namanya, buku OMM berisi hal-hal yang berkaitan dengan pengoperasian (operation) dan pemeliharaan (maintenance). Kita dapat mengidentifikasi bab yang membahas prosedur pemeliharaan alat dengan meneliti daftar isi yang biasanya terdapat di halaman awal (ada juga yang menuliskan daftar isi di halaman akhir buku OMM)

Dibawah ini ditunjukkan contoh mengidentifikasi bab yang membahas pemeliharaan dan pemeriksaan dalam buku OMM pompa beton :

d. Prosedur Persiapan Pemeliharaan harian sebelum operasi

Kegiatan pemeliharaan harian sebelum operasi adalah salah satu kegiatan pemeliharaan diantara rangkaian kegiatan yang lainnya.

Namun tidak semua kegiatan yang tertulis dalam buku OMM harus dilakukan oleh operator melainkan juga dikerjakan oleh mekanik. Macam kegiatan pemeliharaan yang harus dikerjakan oleh operator pompa beton hanya terbatas pada pemeliharaan yang terjadwal harian atau tiap 10 jam kerja yang tertulis dalam buku OMM. Kegiatan pemeliharaan lainnya (mingguan / 50 jam, bulanan / 250 jam dan seterusnya) dilakukan oleh Mekanik Pemeliharaan. Contoh pemeliharaan yang terjadwal harian / 10 jam antara lain :

Gambar 4.4 Contoh daftar isi buku OMM

(32)

Contoh Jadwal Harian Pemeliharaan.

(33)

4.2.2 Struktur dan fungsi komponen Concrete pump

a. Penjelasan nama dan letak komponen pompa beton

Truck mounted Concrete pump berdiri diatas truck yang dilengkapi dengan crane seperti gambar 4.5 dan 4.6 dibawah ini :

1.

Catch hook

2. Pengikat outrigger belakang 3. Tangki air

4. Alat kendali outrigger kiri 5. Pembatas telescope depan 6. Alat kendali

7. Sistim pelumasan

8. Alat kendali outrigger kanan 9.

Valve pemindah gigi

10. Alat kendali boom

11. Alat kendali pompa beton 12.

Distributor boom dan pipa

13.

Control panel

14. Alat kendali Agitator/pompa air

Gambar 4.5 Truck mounted concrete pump (posisi transpor)

(34)

1.

Concrete pump group

2.

Boom block

3.

Slewing head

4.

Boom elemen A

5.

Boom elemen B

6.

Boom elemen C

7. Elemen boom D

8.

Flexible discharge hose

9. Silinder outrigger depan 10.

Telescopic section depan

11.

Transfer shift gearbox dan hidrolic pump

12.

Outrigger belakang

13. Silinder outrigger depan

b. Struktur dan fungsi setiap komponen pompa beton

Penggerak utama pompa beton type Truck mounted (Truck mounted Concrete pump) adalah mesin disel (diesel engine) truck . Jadi mesin disel truck tersebut mempunyai tugas ganda yaitu menggerakkan truck dan pompa betonnya, hanya waktunya yang tidak bersamaan.

Mesin disel menggerakkan truck pada saat pemindahan lokasi pengecoran atau mobilisasi ke proyek lain. Penyaluran tenaga mesin disel dalam menggerakkan truck dilakukan secara mekanis.

Setelah truck dapat menempatkan alat pada posisi pengecoran dan pemompaan beton maka tenaga mesin disel dialihkan ke group pompa beton (Concrete pump) dimana penyaluran tenaganya dilakukan secara hidrolis. Pengalihan tenaga ini

Gambar 4.6 Truck mounted concrete pump

Referensi

Dokumen terkait

 PT PJB UP Muara Karang tidak bertanggung jawab atas segala tuntutan yang timbul akibat: a) Kerusakan atau kehilangan peralatan dan perlengkapan yang dimiliki oleh penyedia jasa

Berdasarkan masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini, maka Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Wonoharjo Kecamatan Nguntorona di Kabupaten Wonogiri

Hasil perhitungan nilai keanekaragaman Gastropoda pada perairan danau Sipogas berkisar antara 0-1,21 yang menunjukkan kategori rendah dan juga sedang, nilai

Madde: 4- Bu anlaşma gereğince Türkiye Hükümeti tarafından elde edilen her madde, hizmet veya malumatın emniyetini sağlamak azminde bulunan ve bunda aynı derece menfaattar

Ada beberapa manfaat pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap siswa yang hasil belajarnya rendah dikemukakan oleh Lundgren dalam Ibrahim (2000),

Aplikasi yang dipaketkan dalam OpenGeo Suite adalah PostGIS 1.14.3 sebagai perangkat lunak untuk manajemen database, GeoServer 2.2 Snapshot sebagai web map server

Berbagai pertimbangan di atas dan mengingat hukum penanaman modal yang telah berlaku selama kurang lebih 40 (empat puluh) tahun semakin mendesak kebutuhan