• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. ANALISIS PERKEMBANGAN BISNIS HALAL MIHAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "V. ANALISIS PERKEMBANGAN BISNIS HALAL MIHAS"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

V. ANALISIS PERKEMBANGAN BISNIS HALAL MIHAS

5.1. Perkembangan Umum MIHAS

Pada bab ini dijelaskan perkembangan bisnis halal yang ditampilkan pada pameran bisnis halal Malaysia International Halal Showcase (MIHAS).

Pengamatan difokuskan pada pada lima kelompok produk yang ditetapkan dalam ruang lingkup penelitian.

Malaysia melakukan pemasaran produk halalnya secara bertahap menembus pasar global dengan didukung beragam strategi jangka panjang yang matang dengan perangkat kebijakan pendukung perdagangan, infrastruktur logistik, perbankan, dan sertifikasi halal yang dapat diterima di seluruh dunia.

Salah satu strategi dalam menguatkan posisi Malaysia menjadi pelaku bisnis halal dunia adalah dengan berinisiatif mengadakan pameran bisnis halal terbesar di dunia setiap tahunnya yang dijadikan sebagai barometer bisnis halal oleh pelaku bisnis halal Internasional yaitu MIHAS.

MIHAS merupakan upaya pembuktian Malaysia atas komitmennya untuk menjadi pusat produk halal Internasional. Saat ini, Malaysia memproyeksikan peningkatan pangsa pasar halal dunia-nya dari satu persen menjadi lima persen dan mulai menghasilkan 200 ton produk halal setiap hari pada tahun 2010, 60 persen diantaranya diperuntukan untuk pasar ekspor ke seluruh dunia (HDC, 2010). Pencapaian Malaysia tersebut merupakan implementasi dari komitmen terhadap pengembangan industri halal secara berkesinambungan.

Pameran bisnis halal Internasional tahunan MIHAS telah diadakan selama delapan tahun berturut-turut untuk memfasilitasi pertemuan antara produsen, pedagang dan konsumen produk-produk halal Internasional. MIHAS juga bertujuan untuk merintis harmonisasi peraturan dan panduan halal sebagai upaya untuk mendukung pada peningkatan volume dan nilai perdagangan produk halal global yang sejalan dengan liberalisasi.

Keikutsertaan berbagai negara dalam MIHAS bukan saja pada pameran

produk halal, di lapangan menunjukkan bahwa jumlah negara internasional yang

lebih tinggi lebih banyak terlibat sebagai pembeli (buyers) dan hanya aktif dalam

pertemuan-pertemuan bisnis yang dilaksanakan selama penyelenggaraan MIHAS,

(2)

sedangkan kuantitas yang menunjukkan jumlah keterlibatan negara-negara Internasional yang terbanyak adalah berasal dari jumlah asal negara pengunjung pameran yang menunjukkan tingkat daya tarik global terhadap industri halal.

5.2. Penyelenggaraan Pameran Produk

Pada penyelenggaraan MIHAS, dipamerkan berbagai produk dari negara- negara produsen dan pelaku bisnis halal yang serius mengisi ceruk pasar produk halal Internasional. Produk yang dipamerkan adalah produk-produk terpilih yang memiliki nilai tambah tinggi dan secara langsung dapat diamati juga kemampuan kompetisi produk halal dari berbagai negara.

MIHAS selalu melibatkan lebih dari 25 negara dalam kegiatan pameran produk halal setiap tahunnya. Diantaranya terdapat kategori negara peserta utama yang merupakan negara-negara yang mengirimkan delegasi pamerannya lebih dari tiga delegasi usaha. Dari data sejak tahun 2007 hingga 2011 tercatat terdapat 27 peserta aktif yang menjadi peserta utama, diantara yakni Indonesia, Singapura, Iran, India, Brunei Darussalam, China, Sudan dan Perancis. Meskipun demikian, diluar negara-negara tersebut juga banyak negara yang ikut serta dalam pameran bisnis halal MIHAS setiap tahun walau dengan jumlah delegasi bisnis yang lebih kecil seperti Australia, Amerika Serikat, Belgia, Thailand dan Selandia Baru.

Tabel 13 berikut menunjukkan keikutsertaan negara-negara utama yang mengikuti

MIHAS tahun sejak 2007 hingga 2011.

(3)

Tabel 13. Negara-Negara Utama Peserta MIHAS (Sumber: Matrade, 2011) No. Negara Peserta

Utama 2007 2008 2009 2010 2011

1 Malaysia V V V V V

2 China V V V V

3 Iran V V V V V

4 Indonesia V V V V V

5 Belgia V

6 Perancis V V V

7 Turki V

8 Singapura V V V V V

9 India V V V V

10 Jepang V V

11 Kamboja V

12 Afrika Selatan V V

13 Cyprus V

14 Ukrania V

15 Sudan V V V

16 Macau V

17 Korea Selatan V

18 Amerika Serikat V

19 Brunei Darussalam V V V V V

20 Pakistan V V

21 Mesir V V

22 Palestina V

23 Serbia V

24 Siria V

25 Saudi Arabia V V

26 Belanda V

27 Bosnia V

Total Negara Peserta Utama

10 11 11 11 19 .

Dalam MIHAS diperlihatkan kekuatan bisnis halal dari negara-negara

produsen produk halal global. Beraneka ragam produk dan peluang investasi yang

ditawarkan pada MIHAS menunjukkan tingkat keseriusan komitmen negara-

negara perserta terhadap bisnis halal. Tidak semata-mata memamerkan produk

dan jasanya saja, setiap negara juga berlomba untuk menjadi pemenang dalam

(4)

bisnis halal secara global. Hal tersebut memperlihatkan tingkat kompetisi diantara negara-negara maju dan berkembang menjadi tinggi untuk mendapatkan peluang dalam bisnis halal.

Ketertarikan yang tinggi negara-negara tersebut dalam bisnis halal global juga ditunjukkan dalam keaktifannya memamerkan produk-produknya dan dalam pertemuan bisnis yang diadakan serta peran serta pendampingan pemerintahnya selama MIHAS berlangsung. Malaysia, Thailand, Belgia, Australia, Selandia Baru, Brazil, Perancis, Inggris, China, Jepang, Singapura, Kanada, Iran dan India merupakan negara-negara yang selalu tampil lengkap dengan berbagai tawaran produk inovatif, fasiltitasi investasi berupa infrastruktur pendukung dan insentif pada perusahaan-perusahaan yang berminat berinvestasi dalam lingkup industri dan perdagagan halal yang menjanjikan pada para investor global.

Tren keikutsertaan negara-negara utama peserta pameran menunjukkan semakin tinggi. Pada tahun 2007 terdapat 10 negara aktif, tahun 2008 hingga 2010 tercatat 11 negara, dan yang tertinggi pada tahun 2011 dengan 19 negara utama peserta MIHAS. Secara keseluruhan tren peningkatan keikutsertaan negara-negara Internasional dalam pameran produk MIHAS diilustrasikan pada Gambar 28 berikut.

Gambar 28. Jumlah Booths, Peserta dan Negara Asal Peserta MIHAS

(5)

Perkembangan secara kuantitas ditelaah dari jumlah booths yang menjadi peserta MIHAS terlihat grafik yang meningkat hingga tahun 2010. Pada tahun 2007 jumlah booths mencapai 514 unit, pada tahun 2008 terdapat 621 unit, pada tahun 2009 sebanyak 628 unit dan pada tahun 2010 sebanyak 661 unit, namun pada tahun 2011 terjadi penurunan sebesar 22 persen dari tahun sebelumnya menjadi hanya 514 unit, yakni jumlah yang sama dengan tahun 2007.

Berfluktuasinya pencapaian jumlah booths ini adalah akibat dari naik turunnya iklim perekonomian global dan berpindahnya lokasi pameran dari tahun ke tahun.

Pola yang sama juga terjadi pada jumlah booth, peserta pameran dan jumlah negara peserta pameran. Secara kuantitas mangalami kenaikan hingga tahun 2010 dan turun pada tahun 2011. Rata-rata kepesertaan selama lima tahun untuk jumlah booths sebanyak 588 booths, 475 peserta pameran dan melibatkan rata-rata 28 negara sebagai peserta. Fluktuasi jumlah keikutsertaan peserta pameran dari kelompok perusahaan tersebut ditunjukkan dalam Gambar 29 berikut.

Gambar 29. Jumlah Peserta Kelompok Perusahaan pada MIHAS Tahun 2007-2011

224

442 429 409 388

378

585 660

1005

611

0 200 400 600 800 1000 1200

2007 2008 2009 2010 2011

Perusahaan Internasional Perusahaan Malaysia

(6)

Gambar 29 di atas menunjukkan jumlah perusahaan Internasional dan jumlah keikutsertaan peseta lokal Malaysia dalam MIHAS dari tahun 2007 hingga 2011. Tren kenaikan jumlah peserta Internasional terjadi hingga tahun 2008 dengan perusahaan Internasional yang terlibat sebanyak 442 perusahaan kemudian menurun pada tahun 2009 hingga mencapai 388 perusahaan pada tahun 2011.

Pencapaian jumlah peserta perusahaan Internasional tertinggi terjadi pada tahun 2008, sedangkan peserta lokal mencapai jumlah tertinggi pada tahun 2010. Jika dibandingkan dengan tahun 2007, jumlah rata-rata peserta Internasional menunjukkan kenaikan sebesar 79 persen.

Pola yang berbeda terjadi pada perusahaan lokal Malaysia yang berpartisipasi dalam MIHAS. Pada tahun 2007 terdapat 378 perusahaan Internasional dan meningkat pada tahun 2008 menjadi 585 perusahaan, tahun 2009 melibatkan 660 perusahaan dan puncaknya pada tahun 2010 yang melibatkan 1005 peserta lokal dan kemudian menurun pada tahun 2009 menjadi 611 perusahaan lokal.

Walaupun tingkat keikutsertaan peserta Internasional menurun sejak tahun 2008, namun kualitas penyelenggaraan dengan taraf Internasional meningkat dengan dengan komposisi perbandingan perusahaan lokal dan perusahaan Internasional meningkat dari 37 persen pada tahun 2007, 43 persen pada tahun 2008, 39 persen pada tahun 2009, 29 persen pada tahun 2010 dan menjadi 39 persen pada tahun 2010. Pola penurunan jumlah peserta terjadi pada tahun 2008 dan kemudian meningkat hingga tahun 2010 dan kemudian menurun kembali pada tahun 2011.

5.3. Pertemuan Bisnis

Parameter yang digunakan dalam mengukur perkembangan bisnis halal

dalam pameran bisnis halal MIHAS tidak hanya dalam kegiatan pameran produk-

produk saja, namun juga mengenai mutu pertemuan-pertemuan bisnis yang

melibatkan jumlah negara peserta yang jauh lebih besar dari negara peserta

pameran. Gambar 30 berikut menunjukkan perkembangan secara kuantitas

pertemuan bisnis dari tahun 2007 hingga tahun 2011.

(7)

Gambar 30. Jumlah Pertemuan Bisnis Selama MIHAS

Pertemuan bisnis yang dilakukan dari tahun 2007 hingga 2010 menunjukkan tren yang meningkat. Dibandingkan dengan tahun 2007, pada tahun 2010 meningkat sebanyak 107 persen, sedangkan pada tahun 2011 jumlahnya sebanyak 5.268 pertemuan yang berada dibawah jumlah rata-rata pertemuan bisnis yang dilakukan selama pelaksanaan MIHAS yang mencapai 5.485 pertemuan setiap periodenya. Pada tahun 2011 penurunan terjadi sebesar 21 persen dari tahun 2010 yang mencapai 6.662 pertemuan bisnis menjadi 5.268 pertemuan bisnis.

MIHAS tidak hanya menunjukkan tingkat inovasi produk melalui pameran produk, namun juga membidik potensi bisnis halal global yang berkelanjutan dengan memfasilitasi pelaku bisnis untuk melakukan negosiasi dan transaksi.

Banyaknya pertemuan bisnis yang difasilitasi secara profesional menjadi tujuan utama dari pelaksnaan MIHAS, sekaligus menjadi daya tarik bagi pelaku global untuk terlibat didalamnya. Jika negara peserta pameran mencapai rata-rata 28 negara setiap tahunnya, maka negara peserta pertemuan bisnis mencapai rata-rata 47 negara yang berarti 65 persen lebih tinggi keikutsertaannya. Gambar 31 berikut menerangkan perbandingan jumlah keikutsertaan negara-negara Internasional dalam pameran dengan jumlah negara yang terlibat dalam pertemuan bisnis pada MIHAS pada tahun 2007 sampai dengan 2011.

2007 2008 2009 2010 2011

Pertemuan Bisnis 3215 5328 6951 6662 5268

3215

5328

6951 6662

5268

0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000

Jum la h P er te m ua n (k al i)

(8)

Gambar 31. Perbandingan Jumlah Negara Peserta Pameran dan Jumlah Negara Pada Pertemuan Bisnis dalam MIHAS

Dari Gambar 31 di atas menunjukkan bahwa minat negara-negara Internasional lebih besar pada pertemuan bisnis dibandingkan pada pameran produk. Hal tersebut menunjukkan bahwa minat global terhadap produk halal sangat tinggi, setidaknya dalam pelaksanaan MIHAS tercatat minimal rata-rata 47 negara terlibat dalam bisnis halal. Dalam pertemuan bisnis tersebut, tercatat juga jumlah buyers dan perusahaan yang terlibat. Gambar 32 berikut menjelaskan fluktuasi jumlah buyers dan perusahaan yang melakukan transaksi pada MIHAS periode tahun 2007 sampai dengan tahun 2011.

Gambar 32. Jumlah Buyers dan Perusahaan yang Terlibat Transaksi

2007 2008 2009 2010 2011

Pertemuan Bisnis 29 57 46 53 50

Peserta Pameran 26 25 31 32 28

29

57

46

53 50

26 25

31 32

28

0 10 20 30 40 50 60

Jumlah Asal Negara

275

545 596

510 540

224

442 429 409 388

0 100 200 300 400 500 600 700

2007 2008 2009 2010 2011

Jumlah

Tahun

Buyers Perusahaan

(9)

Secara kuantitas, jumlah buyers memingkat dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009, kemudian menurun pada tahun 2010 menjadi 510 setelah pada tahun 2009 mencapai peserta buyers tertinggi dengan jumlah 596 buyers.

Meskipun demikian jika dibandingkan dengan tahun 2007, jumlah buyers mengalami tren yang meningkat. Angka rata-rata yang diperoleh menunjukkan jumlah buyers pada kegiatan MIHAS adalah 493 buyers dari 378 perusahaan.

5.4. Pengunjung MIHAS

Salah satu faktor yang dianalisis dalam mengukur perkembangan bisnis halal adalah faktor jumlah pengunjung MIHAS. Jumlah pengunjung mengindikasikan tingkat ketertarikan pebisnis dan masyarakat umum terhadap produk dan bisnis halal. Selama tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 rata-rata pengunjung mencapai 37.000 orang yang berasal dari 68 negara. Secara lengkap data mengenai pengunjung disajikan pada Gambar 33 berikut.

Gambar 33. Jumlah Pengunjung dan Asal Negara Pengunjung

Jumlah Pengunjung MIHAS mengalami tren meningkat sejak tahun 2009.

Pada tahun 2011 pengunjung MIHAS mencapai 37.000 orang yang berasal dari 81

negara. Pencapaian jumlah negara pengunjung MIHAS pada tahun 2011

merupakan yang tertinggi sejak tahun 2009. Angka tersebut menunjukkan bahwa

secara kuantitas, pelaksanaan MIHAS meningkat secara signifikan karena mampu

menarik minat pengunjung dari negara yang jauh lebih banyak. Peningkatan juga

terjadi pada jumlah negara asal pengunjung MIHAS yang terus meningkat setiap

tahunnya mengindikasikan bahwa produk dan bisnis halal telah menjadi bisnis

yang menarik di tingkat Internasional.

(10)

Industri halal terbukti menjadi salah satu industri strategis yang mendapatkan respon yang sangat baik secara Internasional. Produk halal tidak hanya diterima oleh komunitas muslim saja, namun juga oleh kalangan non- muslim secara global yang juga saat ini memahami terminologi halal sebagai standar mutu yang tinggi terhadap jaminan keamanan dan kesehatan produk bermutu.

5.5. Produk-Produk yang Ditampilkan

MIHAS merupakan etalase produk halal dari seluruh dunia. Produk dan jasa yang ditawarkan negara-negara pelaku bisnis halal sangat bervariasi dengan tingkat inovasi dan kreatifitas yang tinggi, disertai dengan kemampuan penjualan yang sangat baik melalui pertemuan bisnis yang ada. Pada pelaksanaan MIHAS, terlihat secara langsung tingkat kemampuan setiap perusahaan dan negara dalam pengembangan bisnis dan produk halalnya.

Beberapa negara diluar anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang berkomitmen terhadap pengembangan produk halal seperti Belgia, Australia, Selandia Baru, Brazil, Perancis, Inggris, China, Jepang, Singapura dan India, menampilkan berbagai produk halal unggulannya. Sebagai contoh, Belgia menampilkan produk-produk makanan dan minuman halal dengan merek Internasional, sedangkan Brazil, India, Australia dan Selandia Baru menampilkan tawaran kemitraan untuk dapat memasok daging halal berkualitas tinggi. Di lain pihak, Jepang menyiapkan berbagai produk makanan dan kosmetika halal dengan kualitas premium dan China menyiapkan aneka produk permesinan yang mampu mendukung industri pengolahan produk halal.

Selain produk halal, jasa perdagangan halal juga mendapatkan perhatian negara-negara maju. Seperti halnya yang dilakukan Belanda dan Singapura, dua negara tersebut menawarkan fasilitas perdagangan dengan infrastruktur logistik yang unggul seperti pelabuhan perdagangan yang mampu mengakomodir produk- produk halal atau Halal Port

Pameran bisnis halal MIHAS menunjukkan bahwa, perkembangan industri halal tidak lagi didominasi oleh negara-negara muslim, serta lebih jauh tidak hanya mengedepankan produk pangan saja. Beragam latar negara dan budaya

.

(11)

serta produk yang ditampilkan dari mulai negara maju dan berkembang, produk makanan, kosmetika, farmasi hingga alat mesin dan infrastruktur logistik yang mendukung perkembangan industri halal ditampilkan untuk diperdagangkan dan bersaing secara kompetitif.

Dari lima aspek pelaksanaan MIHAS yang terdiri atas 1) perkembangan umum, 2) penyelenggaraan pameran produk, 3) pertemuan bisnis, 4) pengunjung dan 5) produk-produk yang ditampilkan, secara kuantitas dapat ditelaah bahwa terdapat tren kenaikan pada setiap data yang ada hingga tahun 2008. Pada tahun 2009 data yang menunjukkan angka-angka kuantitatif pada umumnya menunjukkan penurunan dan secara bertahap kembali naik hingga tahun 2010 dan kembali turun pada tahun 2011. Fenomena yang terjadi di atas tidak berarti menunjukkan mutu bisnis halal menurun, namun disebabkan oleh hal-hal berikut:

1. Pada tahun 2008 krisis ekonomi global yang berdampak pada menurunnya kondisi perekonomian dunia. Hal tersebut berdampak pada bisnis halal global, sehingga angka-angka yang menunjukkan peran serta negara-negara Internasional terutama pada tahun 2009 menurun.

2. Penurunan angka-angka kuantitatif menunjukkan bahwa pada tahun 2011 terdapat penurunan pada jumlah peserta MIHAS. Hal tersebut dikarenakan perpindahan lokasi pameran dari MATRADE ke Kuala Lumpur Convention Centre sehingga mempengaruhi daya tampung dan atmosfer pelaksanaan pameran.

3. Orientasi pelaksanaan MIHAS pada tahun 2011 tidak lagi pada penjualan langsung pada booth-booth yang ada, melainkan difokuskan pada jumlah dan kualitas transaksi pada pertemuan-pertemuan bisnis. Nilai pada transaksi bisnis MIHAS pada tahun 2011 lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya walaupun dengan peserta pameran yang lebih sedikit.

4. Jumlah negara yang terlibat dalam keseluruhan kegiatan MIHAS pada tahun 2011 mencapai 81 negara. Hal tersebut menunjukkan kualitas penyelenggaraan yang meningkat karena berhasil melibatkan jauh lebih banyak negara dunia.

5. Semakin banyaknya halal Expo tingkat Internasional yang berkembang mulai

tahun 2010 seperti yang dilaksanakan di London, Paris, Singapura, Bangkok,

(12)

Moskow, Dubai, Abu Dhabi, Qinghai, Istambul dan Jakarta membuat MIHAS bukan satu-satunya fokus perhatian produsen halal global dalam melaksanakan promosi usahanya. Namun sejauh ini MIHAS masih menjadi barometer pameran dagang halal Internasional yang paling berpengaruh pada perkembangan bisnis halal.

6. Variasi produk yang ditampilkan semakin tinggi. Peningkatan jumlah proporsi komoditas non-makanan menandakan kualitas bisnis halal yang semakin baik karena konsep halal sudah tidak hanya dikenakan pada komoditas makanan saja, tetapi sudah meluas pada komoditas lainnya.

7. Perkembangan MIHAS berhasil menunjukkan perkembangan bisnis halal sebagai area bisnis yang paling potensial untuk dikembangkan saat ini.

Oleh karena hal-hal tersebut di atas, fenomena yang terjadi pada pameran bisnis halal MIHAS yang berlangsung dari tahun 2007 hingga tahun 2011 adalah indikator yang menujukkan bahwa bisnis halal semakin membesar. MIHAS telah memberikan efek bola salju secara internasional dengan nilai bisnis halal yang semakin membesar. Bukan hanya pada besaran bisnisnya yang semakin berkembang, namun juga berpengaruh pada perilaku konsumen global yang semakin terbuka menerima halal sebagai produk yang memiliki mutu yang tinggi sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan diterima sebagai produk global.

Perkembangan bisnis halal yang terjadi sesuai dengan analisis di atas dapat

disimpulkan bahwa perkembangannya secara kualitas dapat dikatakan meningkat

pesat. Dengan indikator-indikator seperti volume perdagangan produk halal,

jumlah negara yang terlibat dalam bisnis halal, tingkat kesadaran konsumen

internasional, keterlibatan perusahaan-perusahaan multinasional dan lokal di

setiap negara dalam memproduksi produk halal serta kenaikan presentase bisnis

halal dalam bisnis internasional secara umum menunjukkan bahwa, bisnis halal

telah menjadi bagian penting dari bisnis global, terutama dalam hal produk-

produk makanan dan Fast Moving Consumer Goods yang sudah mulai diterima

masyarakat global sebagai produk yang memiliki mutu yang baik.

Gambar

Tabel 13. Negara-Negara Utama Peserta MIHAS (Sumber: Matrade, 2011)  No.  Negara Peserta
Gambar 29. Jumlah Peserta Kelompok Perusahaan pada MIHAS   Tahun 2007-2011 224442429 409 3883785856601005 61102004006008001000120020072008200920102011
Gambar 30. Jumlah Pertemuan Bisnis Selama MIHAS
Gambar 31. Perbandingan Jumlah Negara Peserta Pameran dan Jumlah Negara  Pada Pertemuan Bisnis dalam MIHAS

Referensi

Dokumen terkait

Melalui kegiatan pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran student team dan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) serta pendekatan kontekstual, peserta

Dengan adanya kualitas pelayanan yang baik dari karyawan dan pihak perusahaan, akan menambah kepuasan dari nasabah.Hasil penelitian ini sejalan dengan

Distribusi pangan: menjaga stabilitas pasokan pangan dan harga, pengurangan impor dan peningkatan kemandirian pangan, serta peningkatan akses rumah tangga terhadap

Pada pengujian metalografi baja tahan karat AISI 304 yang telah di laku panas pada temperatur 700˚C dengan waktu penahanan selama 20 menit ini diambil gambar

1. Sistem rekrutmen belum berjalan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan karena masih ada karyawan yang mendapat jabatan disitu melalui saudara terdekatnya yang bekerja di

Untuk itu diperlukan suatu konsep pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai ketuhanan yakni pendidikan yang berbasis aqidah.Pendidikan yang berbasis aqidah ini menyatukan

83 Kota Surabaya SMP NEGERI 3 SURABAYA LEO SIDHARTA WARDHANA Bahasa Inggris SMP KATOLIK ST VINCENTIUS 84 Kota Surabaya SMP NEGERI 3 SURABAYA SOEKISNO Bahasa Inggris SMP TRI TUNGGAL