FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI.

Teks penuh

(1)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK PENGHASILAN

ORANG PRIBADI

(Studi Empiris Pada Wajib Pajak Orang Pribadi di Kota Medan)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

OLEH :

TIKA WINDA SINAGA NIM. 7103220063

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan

berkat yang luar biasa yang senantiasa diberikan kepada penulis, sehingga penulis

dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Faktor-Faktor Yang

Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Penghasilan Orang Pribadi (Studi Empiris Wajib Pajak Orang Pribadi di Kota Medan). Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Universitas Negeri Medan.

Penyusunan skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bantuan dari

berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan

terimakasih kepada :

1. Bapak Prof. DR. Ibnu Hajar, M.Si, selaku Rektor Universitas Negeri

Medan.

2. Bapak Drs. Kustoro Budiarta, ME, selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Negeri Medan.

3. Bapak Drs. Thamrin, M.Si, selaku Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi

Universitas Negeri Medan.

4. Bapak Drs. La Ane, M.Si, selaku Ketua Jurusan Akuntansi Universitas

Negeri Medan

5. Bapak Drs. Jihen Ginting, M.Si, Ak, selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi

Universitas Negeri Medan sekaligus Dosen Pembimbing Akademik Penulis.

(6)

6. Ibu Lili Wardani Harahap, SE, M.Si, Ak selaku Dosen Pembimbing Skripsi

yang telah memberikan bimbingan, arahan serta semangat kepada penulis

dalam proses penyelesaian skripsi ini.

7. Bapak Chandra Situmeang, SE, M.S.M, Ak, CA selaku Dosen Penguji yang

telah memberikan kritik dan saran dalam penyusunan skripsi ini.

8. Bapak M.Ridha Habibi Z, SE.M.Si, Ak.CA Selaku Dosen Penguji yang

telah memberikan kritik dan saran dalam penyusunan skripsi ini.

9. Ibu Tapi Rumondang Siregar, SE.M.Acc Dosen Penguji yang telah

memberikan kritik dan saran dalam penyusunan skripsi ini.

10.Seluruh Dosen Jurusan Akuntansi, yang telah membimbing saya selama

masa perkuliahan, terimakasih atas ilmu yang telah diberikan selama ini.

11.Bapak Marsilinus Simbolon selaku Kabid Humas Kantor Wilayah

Direktorat Jenderal Pajak I dan Bapak/Ibu Kepala Kantor Pelayanan Pajak

Pratama di Kota Medan yang telah memberikan kesempatan dan izin kepada

penulis melakukan penelitian..

Penulis menyadari ketidaksempurnaan penulisan skripsi ini, oleh karena itu

penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun kearah

yang lebih baik lagi. Diatas semuanya, penulis mengharapkan semoga skripsi ini

dapat memberikan manfaat sebagai sumbangan pemikiran bagi pembaca.

Medan, Juli 2014

Penulis,

Tika Winda Sinaga

NIM : 7103220063

(7)

ABSTRAK

Tika Winda Sinaga, 7103220063. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Penghasilan Orang Pribadi, Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan, 2014.

Pajak merupakan salah satu penerimaan tertinggi bagi negara yang berasal dari dalam negeri. Pentingnya pajak sebagai sumber penerimaan negara, diharapkan timbul kepatuhan wajib pajak rakyat untuk memenuhi kewajiban membayar pajaknya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara kesadaran perpajakan, sikap rasional, lingkungan wajib pajak, hukum pajak, sikap fiskus dan pemahaman peraturan perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak secara parsial dan simultan.

Populasi penelitian ini adalah semua wajib pajak orang pribadi di kota medan yang terdaftar pada 6 Kantor Pelayanan Pajak di kota Medan. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data melalui kuesioner dan teknik analisis menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS 20.0.

Hasil analisis pada uji t menunjukkan bahwa variabel kesadaran perpajakan, sikap rasional, lingkungan wajib pajak, sikap fiskus dan pemahaman peraturan perpajakan tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kepatuhan wajib pajak. Tetapi hukum pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hasil analisis pada uji F menunjukan bahwa kesadaran perpajakan, sikap rasional, lingkungan wajib pajak, hukum pajak, sikap fiskus dan pemahaman peraturan perpajakan secara simultan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

Dapat disimpulkan bahwa kesadaran perpajakan, sikap rasional, lingkungan wajib pajak, hukum pajak, sikap fiskus dan pemahaman peraturan perpajakan meningkatkan kepatuhan wajib pajak secara simultan.

(8)

ABSTRACT

Tika Winda Sinaga, 7103220063. The Factors That Influence Tax Compliance Of Individual Taxpayers in Paying Personal Income Tax. Accounting Study Programme, Faculty of Economics, State University of Medan, 2014.

Tax is one of the highest revenue for the state that comes from within the country. Importance as a source of state income tax, self-discipline is expected for people to pay their tax obligations.

This study aims to empirically test and analyze the effect of tax consciousness, rational attitude, enviroment of taxpayers,tax law, attitude of tax authorities and understanding of tax laws on tax compliance.

Population on this research is individual tax payers listed on Kantor Pelayanan Pajak (KPP) in Medan. Purposive sampling method was chosen as the method of sampling selection. The data collection method used questionnaires, and further data were analyzed using multiple regression analysis with SPSS 20.0

The result on t test indicates that tax consciousness, rational attitude, enviroment of taxpayers, attitude of tax authorities and understanding of tax laws

doesn’t have impact and not significant on tax compliance. However, the result on

F test indicates that tax consciousness, rational attitude, enviroment of taxpayers, tax law, attitude of tax authorities and understanding of tax laws have a positive and significant impcat on tax compliance.

The conculusion of this study is tax consciousness, rational attitude, enviroment of taxpayers, tax law, attitude of tax authorities and understanding of tax laws have impact for tax compliance with simultaneous test.

(9)

x DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING...i

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN…………..……….ii

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT………iii

BAB II : KAJIAN PUSTAKA...10

2.1. landasan Teori...10

2.1.1 Teori Reason Action (TRA)...10

2.1.2 Teori Pembelajaran Sosial...11

2.1.3 Pengertian Pajak...12

2.1.4. Pengelompokan Jenis Pajak...13

(10)

xi

2.1.6.Nomor Pokok Wajib Pajak………16

2.1.7. Penghasilan Kena Pajak...16

2.1.8. Penghasilan Tidak Kena Pajak ...17

2.1.9. Tarif Pajak Orang Pribadi...18

2.1.10. Kepatuhan Wajib Pajak...19

2.1.11. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Penghasilan...20

2.2. Penelitian Terdahulu...24

2.3. Kerangka Berpikir...28

2.4. Hipotesis...32

BAB III: METODOLOGI PENELITIAN...33

3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian...33

3.2. Populasi dan Sampel...33

3.2.1. Populasi ...33

3.2.2. Sampel...33

3.3. Jenis dan Sumber Data...34

3.4. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional...33

3.4.1. Variabel Penelitian...35

3.4.2. Defenisi Operasional...35

3.5. Teknik Pengumpulan Data Data...40

3.6. Uji Kualitas Data...40

3.6.1 Uji Validitas...40

(11)

xii

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN...45

4.1 Analisis Deskriptif...45

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN...68

5.1 Kesimpulan... 68

5.2 Keterbatasan Penelitian...69

5.2 Saran...70

(12)

xiii DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Tarif Pajak Penghasilan ... 18

Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu ... 26

Tabel 4.1 Daftar Distribusi Kuesioner ... 45

Tabel 4.2 Tingkat Pengembalian Kuesioner ... 46

Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin...46

Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan……......46

Tabel 4.5 Karakteristik Responden berdasarkan usia ... 46

Tabel 4.6 Hasil Uji Realibilitas Variabel Penelitian……… 48

Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas Kepatuhan Wajib Pajak ...49

Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas Kesadaran Perpajakan ... 49

Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas Awal Sikap Rasional ... 49

Tabel 4.10 Hasil Uji Validitas Akhir Sikap Rasional ... 50

Tabel 4.11 Hasil Uji Validitas Awal Lingkungan Wajib Pajak ... 50

Tabel 4.12 Hasil Uji Validitas Akhir Lingkungan Wajib Pajak ... 50

Tabel 4.13 Hasil Uji Validitas Awal Hukum Pajak ... 51

Tabel 4.14 Hasil Uji Validitas Akhir Hukum Pajak ... 51

Tabel 4.15 Hasil Uji Validitas Awal Sikap Fiskus ... 51

Tabel 4.16 Hasil Uji Validitas Akhir Sikap Fiskus ... 52

Tabel 4.17 Hasil Uji Validitas Pemahaman Peraturan Perpajakan ... 52

Tabel 4.18 Hasil Uji Normalitas ... 53

Tabel 4.19 Hasil Uji Multikolinieritas ... 54

(13)

xiv

(14)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 Kuesioner Penelitian

LAMPIRAN 2 Tabulasi Data LAMPIRAN 3 Uji Kualitas Data LAMPIRAN 4 Uji Asumsi Klasik LAMPIRAN 5 Uji Hipotesis

(15)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

. Di indonesia salah satu satu penerimaan negara yang sangat penting bagi

pelaksanaan dan pembangunan nasional serta bertujuan untuk meningkatkan

kemakmuran serta kesejahteraan masayarakat ialah pajak. Pajak merupakan sumber

penerimaan pendapatan negara yang memberikan peranan dan sumbangan terhadap

negara guna membiayai pengeluaran rutin, pembangunan nasional dan ekonomi

masyarakat.

Penerimaan Pajak merupakan penghasilan yang diperoleh oleh pemerintah yang

bersumber dari rakyat. Menurut Waluyo (2011) pajak merupakan penerimaan negara

yang digunakan untuk mengarahakan kehidupan masyarakat menuju kesejahteraan.

Salah satu jenis pajak yang merupakan sumber penerimaan pajak ialah pajak

penghasilan. Pajak penghasilan adalah pajak atas penghasilan berupa gaji,

honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain yang diterima atau diperoleh wajib

pajak orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa,

dan kegiatan. Pajak penghasilan dikenakan kepada subjek pajak atas penghasilan

yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak. Untuk meningkatkan penerimaan

pajak penghasilan dari tahun ke tahun. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) selaku

instansi pemerintahan melakukan berbagai reformasi dibidang perpajakan. Secara

garis besar, reformasi di bidang perpajakan bertujuan untuk (1) optimalisasi

(16)

2

meningkatkan kepatuhan perpajakan melalui layanan prima dan penegakan hukum

secara konsisten; (3) efisiensi administrasi berupa penerapan sistem dan administrasi

andal dan pemanfaatan teknologi tepat guna; (4) terbentuknya citra yang baik dan

tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi, melalui kapasitas SDM yang

profesional, budaya organisasi yang kondusif, serta pelaksanaan good governance

(Abimanyu, 2009).

Salah satu reformasi yang dilakukan ialah dengan mengubah sistem Official

assesment ke self assesment pada tahun 1983. Official assesment system merupakan

pemungutan pajak yang dalam membayar pajak terutang ditetapkan oleh fiskus.

Sedangkan self assessment system merupakan pemungutan pajak yang dilakukan

dengan cara wajib pajak sendiri yang menghitung, membayar dan melapor pajak

terutang. Dalam self assesmemt sytem peran serta wajib pajak sangat menentukan

tercapainya rencana penerimaan pajak. Meskipun jumlah wajib pajak dari tahun ke

tahun semakin bertamah namun terdapat kendala yang menghambat upaya

peningkatan tax ratio, kendala tersebut ialah kepatuhan wajib pajak. Menurut Sari

(2010) penerapan Self Assesment System akan efektif apabila kondisi kepatuhan

sukarela (voluntary compliance) pada masyarakat telah terbentuk.

Kepatuhan perpajakan pada prinsipnya adalah tindakan wajib pajak dalam

memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan

dan peraturan pelaksanaan perpajakan perpajakan yang berlaku dalam sutu negara.

Masyarakat diberi kepercayaan sepenuhnya untuk menghitung, membayar dan

(17)

3

perundangan perpajakan. Kepatuhan masyarakat sebagai wajib pajak yang patuh

sangat erat terkait dengan persepsi masyarakat mengenai pajak. Persepsi masyarakat

sendiri dibentuk oleh dua faktor, yang pertama adalah faktor internal yang

berhubungan dengan karakteristik dari individu itu sendiri dan yang kedua adalah

faktor eksternal yang berhubungan diluar dari karakteristik individu itu sendiri, biasa

berhubungan dengan lingkungan dan situasi. Persepsi masyarakat yang keliru

mengenai pajak merupakan masalah yang dihadapi oleh pemerintah. Masyarakat

beranggapan bahwa pajak merupakan pungutan yang bersifat paksaan yang wajib

ditaati oleh masyarakat degan tidak memberikan kontraprestasi langsung kepada

pembayar (Dewi, 2011). Adanya persepsi yang keliru terhadap pemahaman pajak ini,

dapat mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban

perpajakannya.

Untuk itu Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan berbagai upaya dalam

meningkatkan kepatuhan wajib pajak dengan memberikan sosialisasi kepada

masyarakat mengenai pajak. Selain itu, Direktorat Jenderal Pajak juga memfasilitasi

agar pelaksanaan perpajakan dapat berjalan dengan baik melalui peningkatan kualitas

pelayanan baik dalam peningkatan kualitas aparat pajak yang jujur dan ramah serta

prosedur perpajakan yang efesien dan mudah bagi wajib dalam memenuhi kewajiban

perpajakannya. Namun berbagai upaya dilakukan oleh Ditjen Pajak dalam

meningkatkan penerimaan pajak tidak sesuai dengan yang ditargetkan oleh Ditjen

Pajak, khususnya pajak penghasilan orang pribadi di kota Medan. Penerimaan pajak

(18)

4

yang direncanakan Rp. 13,537 Triliun dengan persentase 19,15 % (Kanwil DJP

SUMUT I)

Dari data diatas diketahui bahwa penerimaan pajak khususnya pajak

penghasilan orang pribadi di kota medan masih rendah. Dengan penerimaan pajak

yang rendah maka pembangunan akan terhambat. Oleh karena itu, masyarakat sangat

diharapkan untuk peduli akan pajak. Lingkungan wajib pajak juga diharapkan

kondusif untuk berpartisipasi dalam memperhatikan orang sekitarnya. Dengan adanya

dukungan dari lingkungan, wajib pajak akan terdorong untuk patuh dalam membayar

pajaknya. Selain itu wajib pajak juga diharapkan mengetahui peraturan pemahaman

perpajakan. Dengan memahami peraturan perpajakan, wajib pajak akan

mempertimbangkan untuk berlaku tidak patuh.

Kepatuhan wajib pajak merupakan faktor yang penting dalam peningkatan

penerimaan pajak, untuk itu perlu dikaji secara intensif mengenai faktor-faktor yang

mempengaruhi kepatuhan wajib pajak, khususnya wajib pajak orang pribadi. Pada

penelitian Tarigan (2011) bahwa faktor kesadaran perpajakan, sikap rasional,

lingkungan wajib pajak berada, hukum pajak, sikap fiskus tidak ada pengaruh secara

signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Sedangkan pada penelitian Santi (2012)

menunjukan bahwa kesadaran, sikap rasional, lingkungan wajib pajak, sanksi denda

dan sikap fiskus berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Pada penelitian ini

peneliti berupaya untuk menguji kembali faktor faktor yang mempengaruhi

(19)

5

ini merupakan replikasi dari penelitian Tarigan (2011) yang menggunakan variabel

kesadaran perpajakan, sikap rasional, lingkungan wajib pajak, dan sikap fiskus.

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya

ialah pada tahun penelitian dimana penelitian terdahulu pada tahun 2011.Selain itu

penelitian ini mengambil sampel wajib pajak yang berada di wilayah kota medan

yang terdaftar di 6 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di kota Medan, Selain itu pada

penelitian ini, menambah faktor pemahaman peraturan perpajakan. Hal ini sesuai

dengan saran penelitian terdahulu untuk menambah variabel yang berpengaruh

terhadap kepatuhan wajib pajak seperti yang dikemukan oleh mempengaruhi

kepatuhan wajib pajak seperti yang dikemukan oleh Pratama (2012) pemahaman

tentang peraturan perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan membayar pajak.

Berdasarkan uraian sebelumnya, penelitian kali ini merupakan penelitian replikasi

(ulang) tentang “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Penghasilan Orang Pribadi ( Studi Empiris Pada Wajib Pajak Orang Pribadi di Kota Medan)”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukan sebelumnya, maka diperoleh

identifikasi dari permasalahan yang telah dikemukakan oleh peneliti adalah sebagai

berikut :

1. Apakah terdapat pengaruh kesadaran perpajakan terhadap kepatuhan wajib

(20)

6

2. Apakah terdapat pengaruh sikap rasional terhadap kepatuhan wajib pajak

dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi?

3. Apakah terdapat pengaruh faktor lingkungan wajib pajak berada terhadap

kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi?

4. Apakah terdapat pengaruh faktor hukum pajak terhadap kepatuhan wajib

pajak dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi?

5. Apakah terdapat pengaruh faktor sikap fiskus terhadap kepatuhan wajib

pajak dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi?

6. Apakah terdapat pengaruh pemahaman peraturan perpajakan terhadap

kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi?

1.3 Pembatasan Masalah

Untuk menghindari penafsiran yang berbeda-beda dan mengingat luasnya

cakupan yang diteliti, peneliti membatasi masalah hanya pada kesadaran perpajakan,

sikap rasional, lingkungan wajib pajak berada, hukum pajak, sikap fiskus, dan

pemahaman peraturan perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar

pajak penghasilan orang pribadi.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah dibahas sebelumnya,

maka permasalahan yang diangkat pada penelitian ini adalah

1. Apakah faktor kesadaran perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib

(21)

7

2. Apakah faktor sikap rasional berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak

dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi?

3. Apakah faktor lingkungan wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan

wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi?

4. Apakah faktor hukum pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak

dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi?

5. Apakah faktor sikap fiskus berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak

dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi?

6. Apakah faktor pemahaman peraturan perpajakan berpengaruh terhadap

kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi?

7. Apakah faktor kesadaran, sikap rasional, lingkungan, hukum pajak, sikap

fiskus dan pemahaman peraturan perpajakan berpengaruh terhadap

kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi.

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan penulis dalam melakukan penelitian ini antara lain sebagai berikut :

1. Untuk membuktikan apakah ada pengaruh kesadaran perpajakan terhadap

kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi.

2. Untuk membuktikan apakah ada pengaruh sikap rasional terhadap kepatuhan

wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi.

3. Untuk membuktikan apakah ada pengaruh faktor lingkungan wajib pajak

berada terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan

(22)

8

4. Untuk membuktikan apakah ada pengaruh faktor hukum pajak terhadap

kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi.

5. Untuk membuktikan apakah ada pengaruh faktor sikap fiskus terhadap

kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi.

6. Untuk membuktikan apakah ada pengaruh pemahaman peraturan perpajakan

terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan orang

pribadi.

7. Untuk mengetahu pengaruh kesadaran, sikap rasional, lingkungan, hukum

pajak, sikap fiskus dan pemahaman peraturan perpajakan berpengaruh

terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan orang

pribadi.

1.6 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :

1. Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi

Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak

orang pribadi dalam membayar pajak penghasilan orang pribadi khususnya

di kota Medan

2. Bagi Direktorat Jenderal Pajak

Dengan adanya penelitian ini diharapkan menambah pengetahuan bagi

Direktorat Jenderal Pajak Khususnya Kanwil sumut. Para Fiskus Pajak

diharapkan mampu mengetahu faktor-faktor yang dapat meningkatkan

(23)

9

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat membantu peneliti

(24)

68 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian analisis regresi linear berganda, dapat

disimpulkan bahwa :

a. Kesadaran perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan

wajib pajak. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran perpajakan tidak

dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak

b. Sikap rasional tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib

pajak. Hal ini menunjukkan bahwa sikap rasional sikap rasional tidak

dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak

c. Lingkungan wajib pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan

wajib pajak. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan wajib pajak tidak

dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

d. Hukum Pajak memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap

kepatuhan wajib pajak. Hal ini menunjukkan bahwa hukum pajak dapat

meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

e. Sikap fiskus tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib

pajak. Hal ini menunjukkan bahwa sikap fiskus tidak dapat

meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

f. Pemahaman peraturan perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap

kepatuhan wajib pajak. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan wajib

(25)

69

g. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kesadaran perpajakan,

sikap rasional, lingkungan wajib pajak, hukum pajak, sikap fiskus dan

pemahaman peraturan perpajakan berpengaruh secara simultan

berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

5.2 Keterbatasan Penelitian

Sekalipun penelitian ini telah dirancang dengan baik, namun hasil penelitian

ini masih memiliki keterbatasan. Beberapa keterbatasan yang mungkin

menganggu hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Masih kurangnya jumlah sampel pada penelitian ini dikarenakan

singkatnya waktu dalam melakukan penelitian.

2. Kemungkinan adanya bias yang disebabkan adanya perbedaan persepsi

antara peneliti dan responden terhadap pertanyaan-pertanyaan yang

diajukan.

3. Keterbatasan lainnya juga ada pada data-data yang diperoleh melalui

kuesioner, terutama kuesioner yang mengalami pengalihbahasaan oleh

peneliti sebelumnya, sehingga mengalami pembiasan.

5.3 Saran

Dari hasil penelitian, analisis data, pembahasan dan kesimpulan yang telah

diambil, maka dapat dikemukan saran sebagai berikut :

1. Peneliti hanya mengambil 88 sampel, untuk peneliti selanjutnya agar

(26)

70

2. Bagi peneliti selanjutnya, untuk menambah/mengganti faktor-faktor

yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak

penghasilan orang pribadi khususnya di kota medan.

3. Bagi direktorat jenderal pajak dalam meningkatkan penerimaan pajak

khususnya pajak penghasilan orang pribadi maka peningkatan

pemahaman peraturan perpajakan tidak dapat meningkatkan

kepatuhan wajib pajak untuk itu perlu memperhatikan cara lain dalam

meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Selain itu dari hasil penelitian

bahwa hukum pajak yang diterapakan berpengaruh terhadap keptuhan

wajib pajak orang pribadi, sehingga perlu ditingkatkan hukum yang

(27)

71

DAFTAR PUSTAKA

Abinmayu.2009 Persepsi Wajib Pajak Atas Pennerapan Self Assessment System. Skripsi.Bina Nusantara. Jakarta

Berutu dan Harto, 2012. Persepsi Keadilan Pajak Terhadap Perilaku Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP).Jurnal. Diponegoro Journal Of Accounting.Vol 2, No 2, Hal 1-10.

Daroyani, Inge. 2010. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak badan dalam membayar pajak penghasilan.Skripsi : Surabaya

Devano,2006. Perpajakan;Konsep;Teori;Isu. Jakarta : Kencana

Dewi, Mirariangga, 2011.Persepsi Wajib Pajak atas Pengenaan Pajak Penghasilan Antesenden dan Konsekuensinya. Skripsi. Universitas Diponegoro.Semarang

Ghozali Imam, 2012. Aplikasi Multivariate dengan Program SPSS. Universitas Diponegoro. Semarang

Hadi, 2004.Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Badan.Jurnal. Universitas Kristen Petra :Surabaya

Handayani, dkk.2011.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas. Jurnal. Universitas Jenderal Soedirman.Purwekerto

Hardingsih, Pancawati, 2011. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak.Jurnal.Dinamika Keuangan dan Perbankan.Vol 3 No 1 Hal 126-142

Harinurdin, Erwin. 2009. Perilaku Kepatuhan Wajib Pajak Badan. Jurnal. Bisnis & Birokrasi, Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi ,Vol. 16 No 2.Hal. 96-104

Heryanto dan Toly, 2013.Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Kegiatan Sosialisasi Perpajakan, dan Pemeriksaan Pajak terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di KPP Pratama Surabaya Sawahan.Jurnal. Tax & Accounting Review, Vol.1, No.1.

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 235/KMK/03/200

(28)

72

Musyassaroh,Siti 2009. Pengaruh Pemahaman Prosedur Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan dalam Memenuhi Kewajiban Pajak Penghasian di KPP Pratama Klaten. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Sukarta

Ni Luh Supadmi, 2006. Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Melalui Kualitas Pelayanan, http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/ok%20supadmi.pdf (diakses 10 januari 2014)

Nugroho, Adi. 2006. Pengaruh Sikap Wajib Pajak Pada Pelaksanaan Sanksi Denda, Pelayanan Fiskus dan Kesadaran Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak(Studi Empiris Terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi di Kota Semarang). Tesis diterbitkan. Semarang: Universitas Diponegoro Semarang.

Nurmanto, Safri. 2003. Pengantar Perpajakan Edisi Kedua. Jakarta.Granit

Peraturan Menteri No 73/PMK.03/2012

Pratama, Margareth Ros.2012. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kesadaran Wajib Pajak Orang Pribadi Terhadap Kepatuhan Kewajiban Perpajakan di kota Tangerang Selatan.Skripsi.Bina Nusantara. Jakarta

Peraturan Menteri No 73/PMK.03/2012

Purnomo dan Magonting, 2013. Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan Fiskus, Sanksi Perpajakan, Lingkungan Wajib Pajak Berada terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di Surabaya.Jurnal.Tax and Accounting Review Vol 1 No 1

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008 tentang Pajak

Robbins, Stephen P. 2002. Prinsip-Prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta:Erlangga

Santi, 2012. Analisis Pengaruh Kesadaran Perpajakan, Sikap Rasional, Lingkungan, Sanksi Denda dan Sikap Fiskus Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang

Sari, Mana M,2010.Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak dan Pemeriksaan Pajak Terhadap penerimaan Pajak Penghasilan Pasal 25/29 Wajib Pajak Badan Pada KPP Pratama Denpasar Timur. Dalam Jurnal Jurusan Akuntansi. Universitas Undayana

(29)

73

Suharyadi, 2008.Statistika.Jakarta: Erlangga

Supangat, Adi. 2007.Statistika.Bandung; Kencana Group

Supriyanto, 2012. Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Kesadaran Wajib Pajak. http//www.agus supriyanto blog.html (diakses 10 Januari 2014)

Tarigan, Edi Franto, 2011. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Memenuhi Kewajiban di Kota Medan. Skripsi. UNIMED.

Tiraada, 2013. Kesadaran Perpajakan, Sanksi Pajak, Sikap Fiskus terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal EMBA. Vol 1 No 3 September 2013 Hal 999-1008

Undang- Undang No. 28 Pasal 1 Tahun 2007

Undang-Undang No 36 Tahun 2008

Waluyo.2011. Perpajakan Indonesia. Edisi 10. Salemba Empat.Jakarta

Wibowo (2013).Pengertian Penghasilan Kena Pajak. http//www.wibowo blog.html (Diakses tanggal 10 Januari 2014)

Figur

Tabel 4.22 Hasil Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t) ..........................

Tabel 4.22

Hasil Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t) .......................... p.13

Referensi

Memperbarui...