Pikiran
Rakyat
_Eep,"Rak~at _Sud~h
Mengalanri Keletihan
Politik~~
BANDUNG,
(PR).-Pemilu 2009 dihadapkan
pada kendala kompleks yang berimplikasi, tingginya angka golput. Selain dengan prose-dur yang rumit, tingkat parti-sipasi pemilih' yang menggu-nakan hak pilihnya diprediksi akan rendah, Keletihan politik masyarakat menjadi salah sa-tu penyebabnya.
"Pemilu 2009 ini
merupa-kan bagian dari demokrasi
electoral yang sibuk. Pemilih potensial saat ini tengah di-landa keletihan politik," kata pengamat politik dari Univer-sitas Indonesia (UI), Eep
Sae-fulloh Fatah, di Redaksi
Pikir-an Rakyat, Jln. Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa (3/3).
Dikemukakan Eep, proses
pemilihan pemimpin di Indo-nesia terus berlangsung
seca-ra berkesinambungan di
ber-bagai tingkatan masyarakat,
muIai dari tingkat desa hingga nasional. Dalam rentang
wak-tu lima tahun terakhir,
ber-langsung 65.763 pemilu di
In-donesia, dengan perincian 1
kali pemilihan presiden, 4 ka-li pemilu legislatif, 32 pemika-lih-
pemilih-an gubernur dpemilih-an wagub, 466 pemilihan wali kota dan wakil
wali kotafbupati dan wakil
bupati, serta 65.260 pemilih-an kepala desa. Intensitas
pe-milu yang demikian padat,
cenderung membuat
masyara-kat jenuh dan menurunkan
minat untuk berpartisipasi da-lam dunia politik, termasuk soal penggunaan hak pilihnya.
Akan tetapi, keletihan poIi-tik ini tidak hanya
berhubung-an dengberhubung-an kuberhubung-antitas pemilu
yang mereka jalani. Di sisi
lain, keletihan politik ini ter-kait juga dengan kekecewaan publik terhadap dunia politik. Tidak ada hasil dengan kuali-tas signifikan dari pelayanan politik kepada masyarakat ba-nyak. "Dengan kata lain, kele-tihan mereka tidak terbayar oleh hasil yang seimbang dari orang-orang yang mereka pi-lib," kataEep.
Kondisi ini diperparah de-ngan makin terabaikannya ke-peduIian kalangan elite politik saat masa kampanye. Saat ini
mereka cenderung lebih
ba-nyak berkonsentrasi untuk
menggaet suara, bukan
benar-benar berpihak pada
kepen-tingan rakyat banyak.
"Ke-mampuan demokrasi untuk
memperbaiki
hajat
hidup
orang banyak cenderung
me-nurun ketika kesibukan
de-mokrasi meningkat,"ujarnya.
Kendatidemikian,di tengah
berbagaikompleksitaskendala
menjelang pemilu, Eep yakin,
agenda demokrasiini bisa
ber-jalan dengan baik dan
menda-tangkan pengaruh positif bagi
perubahan bangsa. "Sayarasa
tingkat partisipasi di atas 60%
masih mungkin dicapai.Kalau
bukan
kitayangoptimistis,sia-pa lagi?"ujarnya. .
"Political marketing"
Dalam
studium generale
di
Fikom Unpad di Jatinangor,
Eep mengemukakan,
demo-krasi semesrtnya bisa
mela-hirkan kesejahteraanbagi
ma-syarakat. Oleh karena itu,
meski dalam
perkembangan-nya politik dan demokrasi
beririsan dengan konsep
mar-keting
dalam pemilihan
lang-sung, tujuan dan proses di
da-lamnya tidak bisa bersifat
transaksional.
"Konsep transaksi
yang
..,..
--mengambil keuntungan seba-nyak mungkin, memang biasa
dalam teori marketing.
Teta-pi, karena melekat kata-kata
-
-
--politik
(political marketing),
konsep di dalamnya bukan
bersifat
transaksional,melain-kan pertukaran
~(exchange),
~=---pemilih mendapatkan
keun-tungan dari proses penyaluran
hak suara," ujar Eep.
(A-64/A-179)***
:-~-AD[ BAW INORA/"PR"
PENGAMATpolitik Eep Saefulloh Fatah memaparkan materinya dalam diskusi politik diAula Redaksi "Pikiran Rakyat", Jln. Soekarno-Hatta. 147,Bandung, Selasa (313). Materi yang di-sampaikan dalam diskusi tersebut mengangkat tema "Pemilu dan Implikasi politiknya ".
- -'
'-'-K lip i n 9
Hum 0 sUn
pod
2 009
---
_..--.--.---o
Senin
o
Selasa
.
Rabuo
KamisG
Jumat
o
Sabtuo
Minggu1
2
3
(3)
5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1517 lIJ 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
---- ----
--( )Jan n Pcb .M.1f ( ) Apr () Mel ( )Ju" ('" Jill
nAgs nSf'fJ (JOkt {}Nrv (jOes