Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran IPA kelas IV SD di Kecamatan Depok.

214  14 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Ulangan Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD

di Kecamatan Depok Oleh:

Mustika Ayu Kurniandari NIM: 121134022

Guru kelas IV SD di Kecamatan Depok belum menganalisis butir soal UAS genap pilihan ganda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas isi, reliabilitas, tingkat kesulitan, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh butir soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran IPA kelas IV SD di Kecamatan Depok.

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif non eksperimental. Populasi penelitian ini adalah 49 SD. Sampel penelitian adalah 25 SD. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara dan daftar centang. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif untuk mengetahui validitas isi, sedangkan analisis kuantitatif untuk mengetahui reliabilitas, tingkat kesulitan, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh menggunakan software MicroCat ITEMAN versi 3.00.

Hasil analisis data menunjukkan (1) 100% butir soal UAS valid, (2) Koefisien alpha sebesar 0,794 menunjukkan bahwa tingkat reliabilitas tinggi, (3) Tingkat kesulitan soal adalah 46,67% mudah, 50% sedang, dan 3,33% sulit, sehingga belum sesuai dengan proporsi soal ujian sumatif, (4) Daya pembeda butir soal adalah 40% sangat baik, 43,33% cukup baik, 13,33% sedang, dan 3,34 buruk (5) Efektivitas pengecoh berfungsi pada 15 butir soal (50%) dan tidak berfungsi pada 15 butir soal (50%).

(2)

ABSTRACT

Analysis of the Second Semester Final Examination Multiple Choice Items on Science Subject at Academic Year 2014/2015 on 4thGrade Elementary School in

Depok District

By:

Mustika Ayu Kurniandari NIM: 121134022

4th grade elementary school teachers in Depok do not analyze second semester final examinations multiple choice items yet. This research aims to knowing content validity, reliability, difficulty index, discriminating power, and the distractor effectiveness of the second semester final examination multiple choice items on Science subject at academic year 2014/2015 on 4th grade elementary school in Depok District.

This research type is a quantitative non experimental descriptive. The populations are 49 elementary school. The samples are 25 elementary school. The data are collected through interviews and documentations. Instrument research are interview guide and check list. Data analysis technique is done by qualitatively to analyse the content validity and quantitatively to determine the reliability, difficulty index, discriminating power, and the distractor effectiveness using program MicroCat ITEMAN 3.00 version.

The result shows that (1) 100% items are valid, (2) Alpha coefficient of 0,794 indicates that the high level of reliability is achieved, (3) The difficulty index is 46,67% easy, 50% sufficient, and 3,33% difficult, so is not in accordance to the proportion of sumatif exam, (4) The items discriminating power is 40% very good, 43,33% good enough, 13,33% sufficient, and 3,34 not good, (5) The distractor effectiveness functions on 15 item (50%) and not function on 15 item (50%).

(3)

i ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SD

DI KECAMATAN DEPOK

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh:

Mustika Ayu Kurniandari NIM: 121134022

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(4)
(5)
(6)

iv PERSEMBAHAN

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, saya dapat menyelesaikan studi saya dengan baik dan lancar.

Karya ini dipersembahkan untuk:

 Allah SWT yang telah memberikan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya

 Orang tua saya, Bapak Sukaryanto dan Ibu Suparmini yang selalu memberikan do‟a, kasih sayang, semangat, motivasi, dan dukungan yang teramat besar dalam segala hal.

 Adik saya Angelicha Brilianzah Kurniawanda, dan seluruh keluarga besar saya yang telah memberikan do‟a, kasih sayang, dan semangat.

 Sahabat serta motivasiku Adit Rio Tamara Terimakasih sudah menjadi

partner, dan semangat, semoga kelak kesuksesan milik kita berdua..  Sahabat-sahabat terbaik saya Adinda Titis, Defirra Alizunna, Veronica

Tyas, Rosalia Devi, Benedicta Erantika, Bonifatius Rudi, Kurniawan Hariyanto, M.Arifin, Ardian Rizky, Lukas Restu, Cornelius Wahyu, Felix Nola Yan Fajar, Ibnu Kurniawan, Muhammad Husaini Maula Hadi, dan Bayu Hario, yang telah menjadi keluarga kedua bagi saya dengan selalu memberikan do‟a, keceriaan, semangat, dan sahabat-sahabatku yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

 Teman-teman sepayung skripsi Titis, Erlin, Yayan, Sinta, Stefi, Yosi, Boni, Wawan, Anton, Natalia, Arum, Tina, Risa, dan Intan yang telah memberikan semangat dan kerjasama yang baik.

(7)

v

MOTTO

“Jangan hanya menunggu, tapi bergeraklah, lakukan apa

yang bisa kita lakukan, tidak akan ada hasil jika tidak ada

proses”

~ Anonym ~

“Jangan Pernah kamu merasa lelah dalam menjalani hidup,

tetap semangat, bangkit, berlari, dan buktikan”

~ Mustika Ayu Kurniandari ~

“Tetaplah semangat mengejar impian, jadilah diri sendiri

yang percaya diri, yang akan membawamu menuju impian

suksesmu”

(8)

vi PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar referensi, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 12 Mei 2016 Penulis,

(9)

vii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

Nama : Mustika Ayu Kurniandari

Nomor Mahasiswa : 121134022

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SD

DI KECAMATAN DEPOK

beserta perangkat yang diperlukan (apabila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya atau memberikan royalti, selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta

Pada tanggal: 12 Mei 2016 Yang menyatakan,

(10)

viii ABSTRAK

Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Ulangan Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD

di Kecamatan Depok Oleh:

Mustika Ayu Kurniandari NIM: 121134022

Guru kelas IV SD di Kecamatan Depok belum menganalisis butir soal UAS genap pilihan ganda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas isi, reliabilitas, tingkat kesulitan, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh butir soal pilihan ganda UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran IPA kelas IV SD di Kecamatan Depok.

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif non eksperimental. Populasi penelitian ini adalah 49 SD. Sampel penelitian adalah 25 SD. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara dan daftar centang. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif untuk mengetahui validitas isi, sedangkan analisis kuantitatif untuk mengetahui reliabilitas, tingkat kesulitan, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh menggunakan software MicroCat ITEMAN versi 3.00.

Hasil analisis data menunjukkan (1) 100% butir soal UAS valid, (2) Koefisien alpha sebesar 0,794 menunjukkan bahwa tingkat reliabilitas tinggi, (3) Tingkat kesulitan soal adalah 46,67% mudah, 50% sedang, dan 3,33% sulit, sehingga belum sesuai dengan proporsi soal ujian sumatif, (4) Daya pembeda butir soal adalah 40% sangat baik, 43,33%cukup baik, 13,33% sedang, dan 3,34 buruk (5) Efektivitas pengecoh berfungsi pada 15 butir soal (50%) dan tidak berfungsi pada 15 butir soal (50%).

(11)

ix ABSTRACT

Analysis of the Second Semester Final Examination Multiple Choice Items on Science Subject at Academic Year 2014/2015 on 4thGrade Elementary School in

Depok District

By:

Mustika Ayu Kurniandari NIM: 121134022

4th grade elementary school teachers in Depok do not analyze second semester final examinations multiple choice items yet. This research aims to knowing content validity, reliability, difficulty index, discriminating power, and the distractor effectiveness of the second semester final examination multiple choice items on Science subject at academic year 2014/2015 on 4th grade elementary school in Depok District.

This research type is a quantitative non experimental descriptive. The populations are 49 elementary school. The samples are 25 elementary school. The data are collected through interviews and documentations. Instrument research are interview guide and check list. Data analysis technique is done by qualitatively to analyse the content validity and quantitatively to determine the reliability, difficulty index, discriminating power, and the distractor effectiveness using program MicroCat ITEMAN 3.00 version.

The result shows that (1) 100% items are valid, (2) Alpha coefficient of 0,794 indicates that the high level of reliability is achieved, (3) The difficulty index is 46,67% easy, 50% sufficient, and 3,33% difficult, so is not in accordance to the proportion of sumatif exam, (4) The items discriminating power is 40% very good, 43,33% good enough, 13,33% sufficient, and 3,34 not good, (5) The distractor effectiveness functions on 15 item (50%) and not function on 15 item (50%).

(12)

x KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian serta menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Ulangan Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD di Kecamatan Depok.” Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Penulisan skripsi ini tidak akan berhasil tanpa arahan, bimbingan, dan bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Bapak Rohandi, Ph. D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

2. Ibu Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma.

3. Bapak Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma.

4. Ibu Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, arahan, dorongan, tenaga, dan pikiran sehingga penulisan skripsi dapat berjalan lancar.

5. Ibu Irine Kurniastuti, S.Psi., M.Psi., selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan, dorongan, tenaga, dan pikiran sehingga penulisan skripsi dapat berjalan lancar.

6. Pihak sekolah dasar yang memberikan ijin untuk melakukan penelitian.

(13)

xi 8. Teman seperjuangan Titis, Erlin, Yayan, Sinta, Stefi, Yosi, Boni, Wawan, Anton, Natalia, Arum, Tina, Risa, dan Intan yang senantiasa mendukung dan memberi semangat hingga selesainya skripsi ini. 9. Teman-teman PGSD 2012 atas kebersamaan dan keceriaan.

10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan dan semangat selama penelitian dan penyusunan skripsi.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, dengan rendah hati penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan penulisan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti dan pembaca pada umumnya.

(14)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii

HALAMAN PENGESAHAN... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN... iv

HALAMAN MOTTO... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS... vii

ABSTRAK... viii

ABSTRACT... ix

KATA PENGANTAR... x

DAFTAR ISI... xii

DAFTAR TABEL... xv

DAFTAR GAMBAR... xvii

DAFTAR LAMPIRAN... xviii

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Pembatasan Masalah... 6

C. Rumusan Masalah... 7

D. Tujuan Penelitian... 8

E. Manfaat Penelitian... 9

F. Definisi Operasional... 10

BAB II LANDASAN TEORI... 13

A. Landasan Teori... 13

1. Evaluasi... 13

2. Instrumen Penilaian... 14

3. Tes... 15

4. Ulangan Akhir Semester (UAS)... 19

(15)

xiii

6. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)... 22

7. Analisis Butir Soal... 27

8. Validitas... 28

9. Reliabilitas... 33

10.Tingkat Kesulitan... 35

11.Daya Pembeda... 38

12.Efektivitas Pengecoh... 13.Software ITEMAN ... 41 43 B. Hasil Penelitian yang Relevan... 48

C. Kerangka Berpikir... 53

D. Hipotesis... 56

BAB III METODE PENELITIAN... 57

A. Jenis Penelitian... 57

B. Waktu dan Tempat Penelitian... 58

C. Populasi dan Sampel... 59

D. Teknik Pengumpulan Data... 63

E. Instrumen Penelitian... 65

F. Teknik Analisis Data... 68

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 79

A. Deskripsi Penelitian... 79

B. Hasil Penelitian... 80

1. Hasil Analisis Validitas Isi... 81

2. Hasil Analisis Reliabilitas... 95

3. Hasil Analisis Tingkat Kesulitan... 98

4. Hasil Analisis Daya Pembeda... 104

5. Hasil Analisis Efektivitas Pengecoh... 112

C. Pembahasan... 135

1. Validitas Isi... 135

2. Reliabilitas... 138

3. Tingkat Kesulitan... 140

4. Daya Pembeda... 142

(16)

xiv

BAB V PENUTUP... 147

A. Kesimpulan... 147

B. Keterbatasan Penelitian... 149

C. Saran... 150

DAFTAR REFERENSI... 151

LAMPIRAN SKRIPSI... 154

(17)

xv DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kelebihan dan Kekurangan Tes Pilihan Ganda... 21

Tabel 2.2 Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD Semester Genap... 24

Tabel 2.3 Tingkat Reliabilitas... 34

Tabel 2.4 Kriteria Tingkat Kesulitan Butir Soal... 36

Tabel 2.5 Tabel 2.6 Proporsi Tingkat Kesulitan Butir Soal... Kriteria Daya Pembeda Butir Soal... 37 40 Tabel 3.1 Populasi Penelitian... 60

Tabel 3.2 Tabel 3.3 Sampel Penelitian……….. Daftar Pertanyaan sebagai Pedoman Wawancara... 62 66 Tabel 3.4 Daftar Centang atau Check List Instrumen Penelitian... 67

Tabel 3.5 Tingkat Reliabilitas... 70

Tabel 3.6 Kriteria Tingkat Kesulitan Butir Soal... 72

Tabel 3.7 Proporsi Tingkat Kesulitan Butir Soal... 73

Tabel 3.8 Kriteria Daya Pembeda Butir Soal... 75

Tabel 4.1 Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD Semester Genap... 82

Tabel 4.2 Analisis Validitas Isi Butir Soal Pilihan Ganda UAS Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas IV... 84

Tabel 4.3 Hasil Analisis Validitas Isi Butir Soal Pilihan Ganda UAS Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas IV……... 92

Tabel 4.4 Persentase Hasil Analisis Validitas Isi Butir Soal... 94

Tabel 4.5 Tingkat Reliabilitas... 96

Tabel 4.6 Analisis Reliabilitas Soal Pilihan Ganda UAS Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas IV... 98 Tabel 4.7

Tabel 4.8

Kriteria Tingkat Kesulitan Butir Soal... Hasil Analisis Tingkat Kesulitan Butir Soal Pilihan Ganda UAS Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas IV...

99

(18)

xvi Tabel 4.9 Persentase Hasil Analisis Tingkat Kesulitan Butir Soal... 103 Tabel 4.10 Kriteria Daya Pembeda Butir Soal... 105 Tabel 4.11 Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Pilihan Ganda UAS

Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas

IV... 108 Tabel 4.12 Persentase Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal... 109 Tabel 4.13 Hasil Analisis Efektivitas Pengecoh Butir Soal Pilihan Ganda UAS

Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas

(19)

xvii DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Literature Map Hasil Penelitian yang Relevan... 52 Gambar 2.2

Alur Kerangka Berpikir Analisis Butir Soal... Koefisien Reliabilitas Alpha... Koefisien Tingkat Kesulitan”Prop.Correct”……… Koefisien Korelasi “Point Biserial”………..

Koefisien pengecoh “Prop. Endorsing”……… Diagram Persentase Validitas Isi Butir Soal... Hasil Perhitungan Reliabilitas... Hasil Perhitungan Tingkat Kesulitan “Prop. Correct”...

55

Hasil Perhitungan Daya Pembeda “Biser”dan “Point Biser”……. Diagram Persentase Tingkat Daya Pembeda Butir Soal... Hasil Perhitungan Efektivitas Pengecoh “Prop. Endorsing” serta

Biser”dan “Point Biser”... Diagram Persentase Efektivitas Pengecoh Butir Soal...

106 110

(20)

xviii DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Ijin Pelaksanaan Penelitian... 155

Lampiran 2 Daftar Nama Mahasiswa... 156

Lampiran 3 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian... 157

Lampiran 4 Paket Soal UAS Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD di Kecamatan Depok... 158

Lampiran 5 Kunci Jawaban Soal UAS Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD di Kecamatan Depok... 161

Lampiran 6 Lembar Jawaban Salah Satu Siswa... 162

Lampiran 7 Hasil Wawancara... 163

Lampiran 8 Daftar Centang atau Check List Instrumen Penelitian... 164

Lampiran 9 Output Hasil Pengolahan Data Menggunakan Software MicroCat ITEMAN versi 3.00... 165 Lampiran 10 Rekapan Hasil Analisis Validitas Isi Butir Soal Pilihan Ganda

UAS Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas IV...

175

Lampiran 11 Rekapan Hasil Analisis Tingkat Reliabilitas Butir Soal Pilihan Ganda UAS Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas IV...

176

Lampiran 13 Rekapan Hasil Analisis Tingkat Kesulitan, Daya Pembeda, dan Efektivitas Pengecoh Butir Soal Pilihan Ganda UAS Genap Tahun Pelajaran 2014/2015 Mata Pelajaran IPA Kelas IV ...

177

(21)

1 BAB I

PENDAHULUAN

Bab I pada penelitian ini membahas tentang enam sub bab yaitu, (A) latar belakang masalah, (B) pembatasan masalah, (C) rumusan masalah, (D) tujuan penelitian, (E) manfaat penelitian, dan (F) definisi operasional.

A. Latar Belakang Masalah

Kegiatan pembelajaran sebaiknya diawali dengan merancang rencana kegiatan pembelajaran. Salah satu aspek yang sangat penting dalam rencana kegiatan pembelajaran adalah tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran menjadi pedoman bagi ketercapaian target yang diharapkan dalam kegiatan pembelajaran. Guru harus berusaha untuk memberikan mutu pengajaran yang baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Guru dapat mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran melalui hasil penilaian belajar peserta didik. Endrayanto dan Harumurti (2014: 258) mengemukakan bahwa guru dapat menilai keberhasilan peserta didik dan sekaligus mengevaluasi metode pengajaran yang diberikannya berdasarkan kriteria tertentu. Hal ini sejalan dengan pendapat Kunandar (2014: 3) yang menyatakan bahwa guru memiliki kewajiban untuk menyusun perencanaan pembelajaran sebelum melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar.

(22)

2 bagian mana tujuan pendidikan telah tercapai. Ada tiga istilah yang harus ada dalam kegiatan evaluasi yaitu tes, pengukuran, dan penilaian.

Salah satu alat evaluasi yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah dengan memberikan tes kepada peserta didik. Tes merupakan salah satu alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap kemampuan peserta didik dalam penguasaan materi pelajaran. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Arifin (2009: 246) mengemukakan bahwa tes hendaknya disusun berdasarkan dengan prinsip dan prosedur penyusunan tes. Tes yang disusun berdasarkan prinsip dan prosedur penyusunan tes akan menghasilkan tes dengan kualitas baik. Tes juga berfungsi untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam memecahkan suatu permasalahan mengenai materi pelajaran.

Setiap guru berusaha untuk meningkatkan mutu tes yang disusunnya dengan baik. Tes yang diberikan kepada peserta didik sebaiknya memiliki kualitas yang baik, karena tes yang diberikan dengan kualitas tes yang kurang baik, maka hasilnya akan kurang baik. Tes dikatakan valid apabila tes tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur, dan dikatakan reliable apabila dapat dipercaya dan konsisten. Tes yang diberikan kepada peserta didik akan dianalisis selanjutnya untuk mengetahui kualitas tes tersebut. Tes yang dianalisis meliputi tes secara keseluruhan maupun analisis terhadap setiap butir soalnya.

(23)

3 soal yaitu cara kualitatif yang akan menganalisis validitas isi, sedangkan cara yang kedua adalah analisis kuantitatif meliputi analisis reliabilitas, tingkat kesulitan, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Hal ini sesuai dengan pendapat Djiwandono (2008: 218) yang mengatakan bahwa analisis butir soal berhubungan dengan tingkat kesulitan, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Analisis butir soal juga dapat membantu guru untuk meningkatkan kualitas butir soal yang telah disusun. Analisis butir soal perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana butir soal tersebut dapat digunakan dalam pengujian tes hasil prestasi belajar peserta didik.

Tingkat kesulitan digunakan untuk menganalisis butir soal. Soal dikatakan berkualitas baik bila soal tersebut memiliki sifat tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sulit. Sukardi (2008: 136) mengatakan bahwa tingkat kesulitan atau indeks kesulitan adalah angka yang menunjukkan seberapa banyak peserta didik yang menjawab benar dalam mengerjakan soal yang dilakukan dengan menggunakan tes objektif. Pada penyusunan tes atau butir soal, guru sebaiknya memperhatikan tingkat kesulitan tes atau butir soal tersebut, sehingga akan didapatkan hasil yang baik.

(24)

4 yang baik adalah butir soal yang mempu membedakan antara siswa yang telah memahami materi dengan siswa yang belum memahami materi.

Terakhir yang digunakan untuk menganalisis butir soal adalah efektivitas pengecoh. Uno dan Koni (2012: 157) berpendapat bahwa tujuan melaksanakan analisis pengecoh butir soal adalah untuk mengetahui keefektivan atau keberfungsian setiap pengecoh pada masing-masing butir soal. Pendapat lain dikemukakan oleh Basuki dan Hariyanto (2014: 139) mengatakan bahwa distraktor atau pengecoh adalah pilihan jawaban yang mengecoh atau pilihan jawaban selain kunci jawaban.

Setelah guru menyusun tes kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan penilaian terhadap hasil belajar peserta didik. Kunandar (2014: 61) mengemukakan bahwa melalui penilaian hasil belajar dapat diketahui seberapa besar keberhasilan peserta didik setelah menguasai kompetensi atau materi yang telah diajarkan oleh guru. Penilaian hasil belajar memberikan gambaran ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah dirancang oleh guru dalam kegiatan pembelajaran.

(25)

5 Pendidikan (KTSP), sedangkan terdapat 5 SD yang mengimplementasikan Kurikulum 2013. Selain itu, peneliti dapat mengetahui bahwa belum pernah dilakukan penelitian analisis butir soal UAS genap mata pelajaran IPA kelas IV SD di wilayah Kecamatan Depok.

Peneliti memilih Kecamatan Depok, Sleman sebagai tempat untuk melakukan penelitian karena Kecamatan Depok memiliki kelebihan dibandingkan kecamatan lain yang ada pada kecamatan lain yang ada di wilayah Sleman, kelebihannya adalah Kecamatan Depok pertama, letak Kecamatan Depok strategis, dekat dengan pusat pendidikan atau perguruan tinggi, dan jumlah sekolah yang banyak dibandingkan kecamatan lainnya. Berdasarkan uraian sebelimnya peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di SD yang mengimplementasikan Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di kecamatan Depok. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis validitas isi, reliabilitas, tingkat kesulitan, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh pada butir soal tersebut. Peneliti juga telah memilih untuk melakukan penelitian pada kelas IV SD, karena kelas empat tingkatan dari kelas bawah menuju kekelas atas yang mengikuti Ulangan Akhir Semester (UAS) genap.

(26)

6 efektivitas pengecoh. Selain itu, peneliti memilih mata pelajaran IPA karena mata pelajaran IPA memiliki tingkat kesulitan jika dibanding dengan mata pelajaran yang lainnya.

B. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah pada penelitian ini bertujuan untuk memfokuskan suatu permasalahan yang akan diteliti. Adapun pembatasan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran IPA kelas IV SD di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta yang mengimplementasikan Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

1. Analisis butir soal pada penelitian ini dilakukan pada butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran IPA kelas IV pada 25 SD di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta yang mengimplementasikan Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) meliputi analisis validitas, reliabilitas, tingkat kesulitan, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh.

(27)

7 pembeda, dan efektivitas pengecoh dianalisis dengan menggunakan bantuan software MicroCat ITEMAN versi 3.00.

3. Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Dasar Negeri dan Swasta di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta yang mengimplementasikan Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Di Kecamatan Depok ini terdapat 49 SD yang mengimplementasikan Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Tetapi, peneliti melaksanakan penelitian pada 25 SD di Kecamatan Depok yang terdiri dari 22 SD Negeri dan 3 SD Swasta. Hal ini terjadi karena terdapat 19 SD yang tidak memberikan ijin kepada peneliti untuk melaksanakan penelitian di SD tersebut. Selain itu, terdapat 5 SD yang mengalami kesalahpahaman atau kurangnya koordinasi antara kepala sekolah dan guru wali kelas 4 SD, sehingga lembar jawab soal Ulangan Akhir Semester (UAS) telah dibagikan kepada peserta didiknya.

C. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana validitas soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) genap mata pelajaran IPA kelas IV tahun pelajaran 2014/2015 di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta?

(28)

8 3. Berapa tingkat kesukaran butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) genap mata pelajaran IPA kelas IV tahun pelajaran 2014/2015 di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta?

4. Berapa daya pembeda butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) genap mata pelajaran IPA kelas IV tahun pelajaran 2014/2015 di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta?

5. Berapa efektivitas pengecoh butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) genap mata pelajaran IPA kelas IV tahun pelajaran 2014/2015 di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta?

D. Tujuan Penelitian

Mengacu pada rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah berikut:

1. Mengetahui validitas isi butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) genap mata pelajaran IPA kelas IV tahun pelajaran 2014/2015 di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta.

2. Mengetahui reliabilitas butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) genap mata pelajaran IPA kelas IV tahun pelajaran 2014/2015 di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta.

(29)

9 4. Mengetahui daya pembeda butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) genap mata pelajaran IPA kelas IV tahun pelajaran 2014/2015 di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta.

5. Mengetahui efektivitas pengecoh butir soal pilihan ganda Ulangan Akhir Semester (UAS) genap mata pelajaran IPA kelas IV tahun pelajaran 2014/2015 di Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta.

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat penelitian ini antara lain sebagai berikut:

1. Bagi Sekolah

Penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dan bahan pertimbangan bagi sekolah untuk melalukan analisis butir soal, sehingga pihak sekolah dapat mengetahui butir soal yang dapat disimpan pada bank soal dan dapat diujikan pada tes berikutnya, maupun butir soal yang tidak dapat digunakan lagi karena tidak memenuhi syarat sebagai butir soal yang baik.

2. Bagi Guru

(30)

10 3. Bagi Peneliti

Peneliti memiliki wawasan baru mengenai analisis butir soal dan memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya melakukan analisis butir soal dan pengalaman dalam melakukan analisis butir soal pilihan ganda UAS yang meliputi analisis validitas isi, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh.

4. Bagi Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Depok Penelitian ini memberikan masukan dan hasil analisis dapat diberikan kepada UPTD yang meliputi analisis butir soal pilihan ganda di tingkat Kecamatan Depok.

F. Definisi Operasional

Peneliti menyusun definisi operasional sebagai berikut:

1. Evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh guru untuk mengetahui keefektifan proses pembelajaran

2. Instrumen Penilaian adalah alat yang digunakan untuk mengukur dan menilai dalam rangka mengetahui kemampuan siswa.

3. Tes merupakan suatu alat penilaian berbentuk suatu tugas yang harus dikerjakan baik secara individu maupun kelompok untuk memperoleh data yang bersifat objektif.

(31)

11 5. Tes Pilihan Ganda bersifat objektif. Tes pilihan ganda merupakan suatu tes yang pilihan jawabannya dapat dipilih dari beberapa alternatif jawaban yang telah disediakan dan pada setiap butir soalnya hanya memiliki satu kunci jawaban.

6. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang mempelajari alam dan gejala-gejala alam. IPA bukan hanya mempelajari fakta-fakta dan konsep, namun juga mempelajari proses penemuan, sehingga siswa dilatih memiliki sifat ilmuwan.

7. Analisis butir soal adalah cara yang digunakan untuk mengetahui kekurangan butir soal, sehingga dapat diperbaiki sebelum digunakan pada tes berikutnya.

8. Validitas merupakan butir soal dapat dikatakan valid apabila mampu memberikan gambaran mengenai hal yang ingin diukur secara benar sesuai dengan kenyataan. Sebaliknya, butir soal dikatakan tidak valid apabila tidak mampu memberikan gambaran tentang hal yang ingin diukur secara benar.

9. Validitas isi merupakan suatu cara yang digunakan untuk menentukan kesesuaian antara butir soal dalam tes yang diujikan dengan materi ajar atau tujuan yang ingin diukur dalam tes.

(32)

12 11. Tingkat kesulitan merupakan suatu tes dapat dikatakan reliabel jika dapat memberikan hasil yang relatif sama apabila suatu tes diujikan pada kelompok siswa yang sama, namun pada waktu atau kesempatan yang berbeda.

12. Daya pembeda adalah kemampuan butir soal dalam membedakan peserta didik yang berkemampuan tinggi dan yang berkemampuan rendah dalam menyelesaikan butir soal.

13. Efektivitas pengecoh adalah suatu metode atau cara yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah distractor atau pengecoh dapat berfungsi dengan baik atau tidak dalam mempengaruhi peserta didik menjawab soal.

(33)

13 BAB II

LANDASAN TEORI

Bab II pada penelitian ini membahas tentang empat sub bab yaitu, (A) landasan teori, (B) hasil penelitian yang relevan, (C) kerangka berpikir, dan (D) hipotesis.

A. Landasan Teori 1. Evaluasi

Sudijono (2006: 1) mengemukakan evaluasi adalah penilaian dalam bidang pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Jika kita melakukan evaluasi kita akan memperoleh informasi mengeni situasi dan kondisi yang dievaluasikan tersebut sangat berharga, cocok, baik, valid, legal dan lain sebagainya. Djiwandono (2008: 163) menyatakan bahwa evaluasi diharapkan mampu memberikan umpan balik bagi penyelenggaraan pembelajaran secara keseluruhan, sehingga guru perlu melakukan evaluasi dengan baik dan menggunakan tes sebagai alat evaluasi.

(34)

14 membutuhkan alat untuk melakukan evaluasi yaitu berupa alat penilaian atau instrumen penilaian.

2. Instrumen Penilaian

a. Definisi Instrumen Penilaian

Jihad dan Haris (2012: 67) menyatakan bahwa instrumen penilaian adalah alat yang digunakan untuk mengetahui kemampuan penguasaan siswa terhadap suatu materi pokok bahasan. Arikunto (2012: 9) menyatakan bahwa instrumen penilaian adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu objek ukur. Penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan guru untuk memperoleh informasi secara objektif, berkelanjutan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang dicapai siswa, yang hasilnya digunakan sebagai dasar untuk menentukan perlakuan selanjutnya hal tersebut dikemukakan oleh Depdiknas (2001).

Berdasarkan uraian di atas pendapat dari para ahli mengenai instrumen penilaian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa instrumen penilaian adalah alat yang digunakan untuk mengukur dan menilai dalam rangka mengetahui kemampuan siswa. Instrumen penilaian terdiri dari dua macam yaitu tes dan non tes.

b. Macam-macam Instrumen Penilaian

(35)

15 bependapat bahwa alat penilaian berupa non tes meliputi wawancara, angket atau kuesioner, observasi atau pengamatan, dan daftar cek (check list). Berdasarkan uraian pendapat para ahli mengenai

instrumen penilaian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa instrumen penilaian terdiri dari dua macam yaitu tes dan nontes. Pada penelitian ini akan menganalisis instrumen penilaian berupa tes. Hal ini dikarenakan soal UAS yang diujikan merupakan soal ulangan yang berbentuk tes tertulis.

3. Tes

a. Definisi Tes

(36)

16 penilaian yang berbentuk tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa untuk mendapatkan data tentang nilai dan prestasi siswa tersebut yang dapat dibandingkan dengan yang dicapai kawan-kawannya atau nilai standar yang ditetapkan, hal tersebut dikemukakan oleh Suwandi (2009: 39).

Berdasarkan berbagai definisi tes yang telah diuraikan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa tes adalah suatu alat penilaian berbentuk suatu tugas yang harus dikerjakan baik secara individu maupun kelompok untuk memperoleh data yang bersifat objektif. Salah satu fungsi tes adalah sebagai alat ukur keberhasilan program pembelajaran dan mengetahui tingkat perkembangan atau kemajuan yang dicapai oleh siswa.

b. Kriteria Tes yang Baik

(37)

17 c. Jenis-jenis Tes

Tes dikategorikan dalam beberapa jenis. Mardapi (2008: 68) mengemukakan bahwa tes dibagi menjadi empat jenis berdasarkan tujuan dilaksanakannya suatu tes. Empat jenis tes tersebut meliputi tes penempatan, tes diagnostik, tes formatif, dan tes sumatif.

1) Tes Penempatan

Mardapi (2008: 69) mengemukakan bahwa tes penempatan merupakan tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan awal siswa. Tes penempatan dilakukan pada awal tahun pelajaran baru. Dari hasil tes penempatan tersebut maka pihak sekolah dapat menempatkan siswa pada suatu kelas berdasarkan tingkat kemampuannya.

2) Tes Diagnosis

(38)

18 3) Tes Formatif

Basuki dan Hariyanto (2014: 32) mengemukakan bahwa tes formatif merupakan tes yang dilakukan secara periodik. Tes formatif bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa setelah menyelesaikan satu atau lebih Kompetensi Dasar (KD). Tes formatif diberikan pada setiap akhir program pembelajaran pada satu atau lebih KD, misalnya ulangan harian.

4) Tes Sumatif

Arikunto (2012: 53) yang menyatakan bahwa tes sumatif dilaksanakan setelah berakhirnya sebuah program pada satu semester pembelajaran yaitu, dengan melaksanakan Ulangan Akhir Semester (UAS) yang dilaksanakan setiap akhir semester. Sudijono (2006: 72) menjelaskan bahwa tes sumatif adalah tes hasil belajar yang dilaksanakan setelah serangkaian program pengajaran selesai diberikan. Tes sumatif diberikan pada akhir semester atau akhir tahun pelajaran. Tes sumatif dikenal dengan istilah Ulangan Umum, Tes Kendali Mutu (TKM), atau Evaluasi Belajar Tahap Akhir (EBTA). Tujuan dilaksanakannya tes sumatif adalah untuk mengetahui hasil yang dicapai siswa, yaitu seberapa jauh tujuan-tujuan pembelajaran dapat dikuasai oleh siswa dalam satu semester proses pembelajaran.

(39)

19 tes formatif, dan tes sumatif. Jenis tes yang sesuai dengan penelitian ini adalah tes sumatif. Tes sumatif adalah tes yang dilaksanakan pada akhir semester dalam bentuk Ulangan Akhir Semester (UAS).

Tujuan dilaksanakannya tes sumatif adalah untuk mengetahui hasil yang dapat dicapai siswa, yaitu seberapa jauh tujuan-tujuan pembelajaran dapat tercapai.

4. Ulangan Akhir Semester (UAS)

Mulyasa (2007: 260) mengemukakan bahwa pelaksanaan Ulangan Akhir Sekolah (UAS) bertujuan untuk mengetahui hasil atau kemampuan yang dicapai siswa dalam program satu semester pembelajaran. Mata pelajaran yang diujikan pada Ulangan Akhir Semester adalah semua mata pelajaran yang telah dipelajari oleh siswa selama satu semester pada kelas tertentu. Salah satu mata pelajaran yang dipelajari oleh siswa kelas IV SD dan menjadi salah satu mata pelajaran yang diujikan ketika UAS adalah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

5. Tes Pilihan Ganda

a. Pengertian Tes Pilihan Ganda

(40)

20 menghasilkan nilai atau skor yang sama walaupun proses pengoreksian dan penilaian dilakukan oleh orang lain atau bukan tim penyusun soal.

Berdasarkan pendapat ahli seperti yang telah diuraikan pada paragraf di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa tes pilihan ganda bersifat objektif. Setiap butir pilihan ganda memiliki dua sampai lima pilihan jawaban. Setiap butir soal hanya memiliki satu jawaban yang tepat atau berfungsian sebagai kunci jawaban, sedangkan pilihan jawaban lain berfungsi sebagai pengecoh. Selain memperhatikan mengenai keberfungsian setiap pengecoh pada masing-masing butir soal pilihan ganda, hal lain yang perlu diketahui adalah syarat tes pilihan ganda yang baik.

b. Syarat Tes Pilihan Ganda

Kunandar (2014: 201) mengemukakan bahwa syarat tes pilihan ganda yang baik adalah sebagai berikut:

1. Memiliki validitas yang tinggi. Artinya, suatu tes dapat mengungkapkan aspek hasil belajar peserta didik secara tepat.

2. Memiliki reliabilitas yang tinggi. Artinya, suatu tes mampu memberikan gambaran hasil tes yang relatif tetap dan konsisten tentang kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik.

(41)

21 didik yang menguasai materi (kompetensi) dan peserta didik yang belum menguasai materi (kompetensi).

4. Memiliki tingkat kesulitan tes yang sesuai dengan pedoman hasil tingkat kesulitan suatu tes, yaitu 46,67% soal mudah, 50% soal sedang, dan 3,3% soal sulit.

5. Setiap tes harus mudah untuk diadministrasikan. Artinya tes tersebut memiliki petunjuk tentang bagaimana cara pelaksanaannya, cara mengerjakannya dan cara mengoreksinya.

d. Kelebihan dan Kekurangan Tes Pilihan Ganda

Jihad dan Haris (2012: 83) mengemukakan bahwa tes pilihan ganda memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan tes pilihan ganda disajikan ke dalam tabel 2.1 sebagai berikut.

Tabel 2.1 Kelebihan dan Kekurangan Tes Pilihan Ganda

Kelebihan Kekurangan

Terstruktur dan petunjuk pengerjaannya jelas.

Penyusunannya membutuhkan waktu yang lama.

Pengukuran hasil belajar dapat dilakukan dari yang sederhana sampai yang komplek.

Guru tidak dapat mengetahui proses atau langkah yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal tes.

Penilaian dapat dilakukan dengan mudah, objektif, dan dapat dipercaya.

Sulit menemukan pengecoh jawaban.

Bersifat objektif karena hanya terdapat 1 jawaban yang benar.

Nilai dapat dipengaruhi dengan kemampuan baca yang baik.

(Sumber: Jihad dan Haris, 2012: 83)

(42)

22 merupakan kolom kelebihan tes pilihan ganda. Pada kolom tersebut terdapat beberapa kelebihan dari tes pilihan ganda. Kolom kedua merupakan kolom kekurangan dari tes pilihan ganda. Pada kolom kedua ini berisi beberapa kekurangan dari tes pilihan ganda.

Pendapat lainnya dikemukakan oleh Djiwandono (2008: 43) yang menyatakan bahwa tes pilihan ganda memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh bentuk tes lainnya yaitu dapat dilakukannya beberapa analisis yang lebih cermat terhadap masing-masing butir soal. Pendapat tersebut diperkuat oleh Sudjana (2010: 135) yang menyatakan bahwa analisis butir soal yang dapat dilakukan pada tes pilihan ganda adalah validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Analisis butir soal tersebut bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara butir soal yang diujikan dengan syarat soal pilihan ganda yang baik.

6. Ilmu Pengetahuan Alam

a. Pengertian Pengetahuan Alam (IPA)

(43)

23 mengamati alam yang bersifat analisis, lengkap, cermat, serta menghubungkan antara suatu fenomena dengan fenomena lain.

IPA juga didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala yang terjadi di alam. Pengetahuan tersebut bukan hanya sebuah produk, tetapi juga mencakup proses pengamatan, pemahaman, dan penjelasan. Samatowa (2011: 2) menyatakan bahwa proses pembelajaran IPA adalah suatu cara untuk mengenal alam secara sistematis, menemukan fakta-fakta, dan konsep. Selain itu, siswa juga akan mengikuti setiap proses pembelajaran IPA, sehingga siswa akan memiliki sikap disiplin, berpikir kritis, dan memiliki rasa ingin tahu seperti seorang ilmuan.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa IPA adalah ilmu yang mempelajari alam dan gejala-gejala alam. IPA bukan hanya mempelajari fakta-fakta dan konsep, namun juga mempelajari proses penemuan. Siswa dilatih memiliki sifat ilmuan ketika proses pembelajaran IPA berlangsung.

b. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD

(44)

24 dikuasai oleh siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SD semester genap.

Tabel 2.2 Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata

Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas IV SD Semester Genap

Standar Kompetensi

7.1 Menyimpulkan hasil percobaan bahwa gaya (dorongan dan tarikan) dapat mengubah gerak

suatu benda

7.2 Menyimpulkan hasil percobaan bahwa gaya (dorongan dan tarikan) dapat mengubah bentuk suatu benda

8.1 Mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang

terdapat di lingkungan sekitar serta sifat sifatnya.

8.2. Menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya

8.3 Membuat suatu karya/model untuk

menunjukkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas/baling- baling/pesawat kertas/parasut 8.4 Menjelaskan perubahan energi bunyi melalui

penggunaan alat musik

9.1 Mendeskripsikan perubahan kenampakan bumi.

9.2 Mendeskripsikan posisi bulan dan kenampakan bumi dari hari ke hari

10. Memahami

10.1 Mendeskripsikan berbagai penyebab perubahan lingkungan fisik (angin, hujan, cahaya matahari, dan gelombang air laut) 10.2 Menjelaskan pengaruh perubahan lingkungan

fisik terhadap daratan (erosi, abrasi, banjir, dan longsor)

10.3 Mendeskripsikan cara pencegahan kerusakan lingkungan (erosi, abrasi, banjir, dan longsor) 11. Memahami

11.1 Menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan

11.2 Menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dengan teknologi yang digunakan 11.3 Menjelaskan dampak pengambilan bahan

alam terhadap pelestarian lingkungan

(45)

25 Berdasarkan tabel 2.1 mengenai uraian SK dan KD mata pelajaran IPA kelas IV SD semester genap dapat diketahui bahwa pada SK 7 siswa diharapkan mampu memahami gaya dapat mengubah gerak dan bentuk suatu benda. Sedangkan pada SK 7 terdapat 2 KD sebagai berikut, KD 7.1 Menyimpulkan hasil percobaan bahwa gaya (dorongan dan tarikan) dapat mengubah gerak suatu benda, dan pada KD 7.2 Menyimpulkan hasil percobaan bahwa gaya (dorongan dan tarikan) dapat mengubah bentuk suatu benda. SK 8 memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada SK 8 terdapat 4 KD sebagai berikut, KD 8.1 mendeskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat di lingkungan sekitar serta sifat sifatnya, KD 8.2 menjelaskan berbagai energi alternatif dan cara penggunaannya, KD 8.3 membuat suatu karya/model untuk menunjukkan perubahan energi gerak akibat pengaruh udara, misalnya roket dari kertas/baling-baling/pesawat kertas/parasut, dan KD 8.4 Menjelaskan perubahan energi bunyi melalui penggunaan alat musik. SK 9 memahami perubahan kenampakan permukaan bumi dan benda langit. Pada SK 9 terdapat 2 KD sebagai berikut, KD 9.1 mendeskripsikan perubahan kenampakan bumi, KD 9.2 mendeskripsikan posisi bulan dan kenampakan bumi dari hari ke hari. SK 10 memahami perubahan lingkungan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan.

(46)

26 (angin, hujan, cahaya matahari, dan gelombang air laut), KD 10.2 menjelaskan pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan (erosi, abrasi, banjir, dan longsor), KD 10.3 mendeskripsikan cara pencegahan kerusakan lingkungan (erosi, abrasi, banjir, dan longsor). SK 11 memahami hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Pada SK 11 terdapat 3 KD sebagai berikut, KD 11.1 menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, KD 11.2 menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dengan teknologi yang digunakan, KD 11.3 menjelaskan dampak pengambilan bahan alam terhadap pelestarian lingkungan.

Peneliti akan menganalisis 30 butir soal pilihan ganda pada Ulangan Akhir Semester (UAS) genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran Ilmu IPA kelas IV berdasarkan materi yang mencakup 5 Standar Kompetensi dan 14 Kompetensi Dasar yang telah diuraikan pada paragraf sebelumnya.

(47)

27 ditentukan berdasarkan tujuan, jumlah peserta, waktu yang tersedia untuk memeriksa, dan cakupan materi. Soal UAS genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran IPA kelas IV SD terdiri dari dua bentuk tes yaitu bentuk pilihan ganda dan bentuk uraian. Pada penelitian ini, peneliti akan menganalisis bentuk soal pilihan ganda mengingat judul penelitian ini adalah analisis butir soal pilihan ganda. 7. Analisis Butir Soal

Endrayanto dan Harumurti (2014: 259) berpendapat bahwa analisis butir soal adalah kegiatan yang dilakukan guru sebagai proses mengumpulkan informasi berdasarkan jawaban siswa untuk membuat keputusan terhadap butir soal tersebut. Analisis butir soal juga digunakan untuk mengetahui kesalahan ataupun kekeliruan dalam penyusunan tes. Kunandar (2014: 238) adalah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan soal. Jadi, dari kedua pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis butir tes adalah suatu metode atau cara yang digunakan untuk mengetahui kesalahan atau kekeliruan dalam penyusunan tes, sehingga diperoleh tes yang berkualitas baik.

(48)

28 atau ujian berikutnya. Djiwandono (2008: 218) yang menyebutkan bahwa ada tiga hal yang harus digunakan dalam menganalisis butir soal, yaitu tingkat kesulitan, daya pembeda, dan analisis pengecoh. Analisis butir soal yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis validitas isi, reliabilitas, tingkat kesulitan, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Berdasarkan uraian sebelumnya, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa analisis butir soal adalah cara yang digunakan untuk mengetahui kekurangan butir soal, sehingga dapat diperbaiki sebelum digunakan pada tes berikutnya.

8. Validitas

a. Pengertian Validitas

(49)

29 b. Jenis Validitas

Uno dan Koni (2012: 152) menyatakan bahwa terdapat empat jenis validitas yaitu, validitas isi (content validity), validitas konstruk (construct validity), validitas konkuren (concurrent validity), dan validitas prediksi (predictive validity). Pendapat senada dikemukakan oleh Sukardi (2008: 32) mengemukakan bahwa dalam evaluasi pendidikan, validitas terdiri dari empat jenis, yaitu validitas isi, validitas konstruk, validitas konkuren, dan validitas prediksi.

1) Validitas Isi

(50)

30 Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan analisis pada validitas isi. Djiwandono (2008: 104) berpendapat bahwa analisis validitas isi dapat dilakukan dengan cara mencocokan materi tes dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat pada kisi-kisi, melakukan diskusi dengan sesama pendidik, atau mencermati kembali isi dari konsep yang akan diukur. Endrayanto dan Harumurti (2014: 84) berpendapat bahwa cara yang dapat dilakukan guru untuk memperoleh validitas isi adalah dengan melakukan pemeriksaan ulang terhadap bahan atau materi pembelajaran berdasarkan kompetensi dasar yang akan diujikan. Apabila materi pada butir soal telah sesuai dengan materi pada indikator pembelajaran maka dapat dinyatakan bahwa butir soal tersebut valid dari segi isi atau materinya.

Mardapi (dalam Widoyoko, 2009: 130) mengemukakan bahwa bukti dari validitas isi sering dijelaskan melalui validitas tampang dan validitas logis

a) Validitas Tampang

(51)

31 b) Validitas Logis

Mardapi (dalam Widoyoko, 2009: 131) mengungkapkan untuk sebuah instrumen evaluasi menunjuk pada kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran. Valid dipandang terpenuhi karena instrumen yang bersangkutan sudah dirancang secara baik, mengikuti teori dan ketentuan yang ada.

2) Validitas Konstruk

(52)

32 3) Validitas Konkuren

Sudjana (2010: 15) yang menyatakan bahwa suatu tes dinyatakan valid dari segi validitas kesamaan apabila tes tersebut memiliki persamaan atau korelasi tinggi dengan tes sejenis yang telah ada. Pendapat ini diperkuat oleh Arikunto (2012: 83) menyatakan bahwa sebuah tes dikatakan memiliki validitas kesamaan jika menunjukkan hasil yang sesuai dengan pengalaman. Kesamaan tes tersebut meliputi kemampuan yang diukur, sasaran atau objek yang diukur, dan waktu. 4) Validitas Prediksi

Arikunto (2012: 64) mengemukakan bahwa validitas prediksi menunjukkan hubungan antara nilai atau skor yang diperoleh siswa pada suatu tes dengan keadaan yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Pendapat tersebut diperkuat oleh pendapat Suraprana (2009: 54) yang menyatakan bahwa suatu tes dikatakan memiliki validitas prediksi apabila tes tersebut memiliki kemampuan untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

(53)

33 2014/2015 mata pelajaran IPA kelas IV dengan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pembelajaran seperti yang terdapat pada kisi-kisi penyusunan butir soal.

9. Reliabilitas

a. Pengertian Reliabilitas

Data yang disajikan secara ajeg dan dapat dipercaya merupakan salah satu ciri data yang baik. Data yang ajeg dan dapat dipercaya berarti memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Azwar (2009: 7) menyatakan bahwa sebagai suatu hasil yang memiliki toleransi terhadap perbedaan-perbedaan kecil yang biasanya terjadi di antara hasil pengukuran yang dilakukan beberapa kali. Pendapat lain juga dikemukakan oleh Arikunto (2012: 91) menyatakan bahwa suatu soal dapat dinyatakan baik ditinjau dari tingkat reliabilitas apabila soal tersebut menunjukkan hasil yang relatif sama pada beberapa kali pengujian. Sementara itu, Arifin (2009: 258) menyatakan bahwa reliabilitas adalah tingkat atau derajat konsistensi dari suatu soal. Pendapat tersebut diperkuat oleh pendapat Jihad dan Haris (2012: 180) yang menyatakan bahwa reliabilitas soal adalah ukuran yang menyatakan tingkat keajegan atau konsistensi suatu soal.

(54)

34 reliabel jika tes tersebut memberikan hasil yang relatif sama apabila diujikan berkali-kali.

b. Kriteria Reliabilitas

Basuki dan Hariyanto (2014: 119) menjelaskan bahwa tingkat reliabilitas suatu soal dapat ditentukan dengan berpedoman pada koefisien Alpha. Tingkat reliabilitas butir soal tersebut disajikan pada tabel 2.3 sebagai berikut.

Tabel 2.3 Tingkat Reliabilitas Berdasarkan Koefisien Alpha Koefisien Alpha Tingkat Reliabilitas

0,00 0,19 Sangat Rendah

0,20 0,39 Rendah

0,40 0,69 Sedang

0,70 0,89 Tinggi

0,90 1,00 Sangat Tinggi (Basuki dan Hariyanto, 2014: 119)

Berdasarkan tabel 2.3 terlihat bahwa terdapat lima kriteria tingkat reliabilitas berdasarkan koefisien Alpha yang berhubungan dengan masing-masing rentang koefisiennya. Pada tabel tersebut dapat terlihat bahwa koefisien dengan rentang 0 0,19 menunjukkan

tingkat reliabilitas sangat rendah, koefisien dengan rentang 0,20

0,39 menunjukkan tingkat reliabilitas rendah, koefisien dengan rentang 0,40 0,69 menunjukkan tingkat reliabilitas sedang,

koefisien dengan rentang 0,70 0,89 menunjukkan tingkat reliabilitas

tinggi, dan koefisien dengan rentang 0,90 1,00 menunjukkan

(55)

35 dapat dilihat dari output software MicroCat ITEMAN versi 3.00 pada koefisien “Alpha yang akan dijelaskan pada Bab berikutnya.

10.Tingkat Kesulitan

a. Pengertian Tingkat Kesuliatan

Azwar (2015: 134) berpendapat bahwa tingkat kesulitan butir soal adalah perbandingan antara peserta tes yang menjawab benar pada suatu butir soal dengan banyaknya peserta tes. Uno dan Koni (2012: 156) menyatakan bahwa analisis tingkat kesulitan bertujuan untuk megetahui butir soal yang mudah, sedang, dan sulit, sehingga dapat menyeimbangkan pembagian atau proporsi antara jumlah soal berdasarkan kategori mudah, sedang, dan sulit.

Berdasarkan pendapat di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa analisis tingkat kesulitan butir soal adalah suatu cara yang digunakan untuk mengetahui seberapa mudah atau sulit soal yang diujikan, serta dapat digunakan untuk mengetahui kualitas soal tersebut baik atau tidak untuk diberikan kepada peserta didik. Selain itu, analisis tingkat kesulitan juga dilakukan untuk mengetahui proporsi jumlah butir soal dengan kategori mudah, sedang, dan sulit, sehingga tidak terjadi dominasi pada salah satu ketegori.

b. Rumus Menghitung Tingkat Kesulitan

(56)

36 P =

di mana:

P = indeks kesulitan

B = banyaknya peserta didik yang menjawab soal itu dengan benar JS = jumlah seluruh peserta tes

(Sumber: Daryanto, 2007: 180)

Arikunto (2012: 225) mengemukakan bahwa klasifikasi tingkat kesulitan butir soal dapat menggunakan kriteria sebagai berikut.

Tabel 2.4 Kriteria Tingkat Kesulitan Butir Soal

No. Range Tingkat Kesulitan Kategori Keputusan

1. 0,71 – 1,00 Mudah Ditolak/direvisi

2. 0,31 – 0,70 Sedang Diterima

3. 0,00 – 0,30 Sulit Ditolak/direvisi (Arikunto, 2012: 225)

Tabel 2.4 mengenai kriteria tingkat kesulitan butir soal ini terdiri dari empat kolom. Kolom pertama adalah nomor urut. Kolom kedua adalah range tingkat kesulitan. Pada kolom kedua ini berisi ukuran tingkat kesulitan butir soal yang dinyatakan ke dalam angka kisaran atau range. Kolom ketiga adalah kategori. Pada kolom ini berisi kategori tingkat kesulitan butir soal yang dinyatakan ke dalam tiga kategori, yaitu mudah, sedang, dan sulit. Kolom keempat adalah keputusan. Pada kolom ini berisi keputusan mengenai hasil analisis butir soal yang dinyatakan ke dalam tiga keputusan.

(57)

37 akan ditolak atau harus direvisi. Selanjutnya, apabila hasil perhitungan terhadap tingkat kesulitan menunjukkan range 0,31 sampai 0,70 maka butir soal yang diujikan termasuk ke dalam kategori sedang, sehingga akan diterima. Apabila hasil perhitungan terhadap tingkat kesulitan menunjukkan range 0,71 sampai 1,00 maka butir soal yang diujikan termasuk ke dalam kategori mudah, sehingga akan ditolak atau harus direvisi. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa, kriteria tingkat kesulitan yang baik adalah apabila butir soal yang diujikan termasuk ke dalam kategori sedang, yaitu berada pada range 0,31 sampai 0,70. Apabila butir soal memiliki kategori mudah atau sulit, maka butir soal tersebut akan ditolak atau harus direvisi.

Perbaikan pada butir soal dengan kategori tingkat kesulitan mudah, sedang, dan sulit dilakukan apabila proporsi tingkat kesulitan pada butir soal suatu tes belum sesuai dengan pembagian kategori tingkat kesulitan. Kunandar (2014: 201) menjelaskan proporsi tingkat kesulitan butir soal suatu tes yang dipaparkan pada tabel 2.5.

Tabel 2.5 Proporsi Tingkat Kesulitan Butir Soal

Kategori Tingkat Kesulitan Butir Soal Persentase (%)

Mudah 30%

Sedang 50%

Sulit 20%

(Kunandar, 2014: 201)

(58)

38 perbaikan pada butir soal suatu tes dapat dilakukan apabila proporsi tingkat kesulitan dengan kategori mudah, sedang, dan sulit.

11. Daya Pembeda

a. Pengertian Daya Pembeda

Arikunto (2012: 226) menjelaskan bahwa daya pembeda adalah kemampuan butir soal dalam membedakan antara siswa yang mempunyai kemampuan tinggi (kelompok tinggi) dengan siswa berkemampuan rendah (kelompok rendah). Hal ini sejalan dengan pendapat Kunandar (2014: 240) yang menyatakan bahwa daya pembeda soal adalah kemampuan suatu butir soal untuk membedakan antara siswa yang telah menguasai materi pembelajaran yang diujikan atau siswa pada kelompok tinggi dengan siswa yang belum menguasai materi atau kompetensi yang diujikan atau siswa pada kelompok rendah.

(59)

39 dalam membedakan peserta didik yang berkemampuan tinggi dan yang berkemampuan rendah dalam menyelesaikan butir soal.

b. Rumus Menghitung Daya Pembeda.

Arikunto (2012: 228) mengemukakan bahwa untuk menentukan daya pembeda digunakan rumus sebagai berikut.

D =

di mana:

D = daya pembeda

JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah

BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar

BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan benar

PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar PB = proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar (Sumber: Arikunto, 2012: 228)

(60)

40 Tabel 2.6 Kriteria Daya Pembeda Butir Soal

Indeks Diskriminasi

(daya pembeda) Kriteria

0,40 atau lebih Sangat Baik (Butir soal dapat diterima)

0,30 – 0,39 Cukup Baik

(Butir soal dapat diterima dengan perbaikan)

0,20 – 0,29 Sedang

(Butir soal perlu pembahasan dan perlu diperbaiki)

0,19 ke bawah

Buruk

(Butir soal ditolak atau dibuang dan digantikan oleh butir soal yang lain)

(Basuki dan Hariyanto, 2014: 141)

Tabel 2.6 terdiri dari dua kolom, yaitu kolom indeks diskriminasi (daya pembeda) dan kolom kriteria. Kolom pertama adalah kolom indeks diskriminasi (daya pembeda). Pada kolom pertama ini berisi ukuran daya pembeda butir soal yang dinyatakan ke dalam angka kisaran atau range. Kolom kedua adalah kolom kriteria. Pada kolom kedua ini berisi kriteria daya pembeda butir soal.

(61)

41 kriteria buruk, sehingga butir soal ditolak atau dibuang dan digantikan oleh butir yang lain.

12. Efektivitas Pengecoh

a. Pengertian Efektivitas Pengecoh

Soal tes objektif jenis pilihan ganda terdiri dari pertanyaan dan diikuti beberapa alternatif pilihan jawaban. Alternatif pilihan jawaban tersebut terdiri dari satu jawaban benar dan beberapa pengecoh. Purwanto (2010: 108) mengemukakan bahwa pengecoh atau distractor merupakan pilihan jawaban selain kunci jawaban. Pendapat senada dikemukakan oleh Sudijono (2006: 409) yang mengatakan bahwa pengecoh adalah jawaban-jawaban yang salah, kecuali kunci jawaban soal tersebut. Pengecoh digunakan untuk mengecoh peserta didik dalam memilih jawaban soal.

(62)

42 jawabannya, sehingga diperlukan pemahaman terhadap soal maupun pilihan jawabannya.

Tes juga dapat dikatakan memiliki kualitas yang baik, apabila melalui tahap analisis efektivitas pengecoh. Uno dan Koni (2012: 157) mengemukakan bahwa analisis efektivitas pengecoh digunakan untuk menentukan apakah pengecoh (distractor) sudah berfungsi sebagai pengecoh dengan baik atau tidak. Jadi, dari keempat pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis efektivitas pengecoh adalah suatu metode atau cara yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah distractor atau pengecoh dapat berfungsi dengan baik atau tidak dalam mempengaruhi peserta didik menjawab soal.

b. Rumus Menghitung Efektivitas Pengecoh

Basuki dan Hariyanto (2014: 144) yang mengemukakan bahwa setiap pengecoh pada butir soal dapat dikatakan berfungsi dengan baik apabila pengecoh tersebut paling sedikit dipilih oleh 5% peserta tes. Pengecoh yang tidak berfungsi dengan baik atau yang tidak dapat mengecoh siswa disarankan untuk diperbaiki atau diganti. Hal senada diungkapkan oleh Sudijono (2006: 411) yang mengatakan bahwa setiap pengecoh pada butir soal dapat berfungsi dengan baik apabila pengecoh tersebut sekurang-kurangnya telah dipilih oleh 5% dari seluruh peserta tes.

(63)

43 apakah setiap pengecoh pada masing-masing butir soal dapat berfungsi dengan baik atau tidak dalam mempengaruhi siswa ketika menjawab soal. Selain itu, dapat disimpulkan bahwa pengecoh dapat dikatakan berfungsi dengan baik apabila setiap pengecoh telah dipilih oleh paling sedikit 5% dari keseluruhan peserta tes. Sementara itu, pengecoh yang tidak berfungsi dengan baik disarankan untuk diperbaiki.

13.Software ITEMAN

ITEMAN merupakan sebuah software komputer yang khusus diciptakan untuk analisis statistik suatu butir soal tes. Hal ini sesuai dengan pendapat Kusaeri dan Suprananto (2012: 178) yang mengemukakan bahwa Item and Test Analysis (ITEMAN) merupakan perangkat lunak atau software yang dibuat menggunakan pemrograman komputer yang khusus digunakan untuk analisis statistik butir soal tes.

Untuk lebih memperjelas mengenai software ITEMAN peneliti akan menampilkan petunjuk atau langkah-langkah melakukan analisis dengan software ITEMAN menurut Kusaeri dan Suprananto (2012: 178-183)

adalah sebagai berikut.

a. Membuka File Data

1) File data ditulis di notepad. 030 O N 5

DABCBDCCBDCDBABCAABDCBACCDABDA 444444444444444444444444444444

(64)

44 02 DABABDCBDDDDCADCBABDCBAACDACDA 03 DABCBDCCBDDDAACCAACDCBADCDABDA 04 DAAABDCCADCDDADDBADDCBDACDABDC 05 AADCBAACADCDCBACAAADCBAACBABDC ...dan seterusnya.

2) Keterangan pengisian file data a) Baris pertama

Kolom 1-3 : jumlah butir soal terdapat 30 soal 4 : spasi (kosong)

5 : jawaban omit (kosong), ditulis O 6 : spasi (kosong)

7 : soal yang belum sempat dikerjakan atau terdapat 2 jawaban, ditulis N 8 : spasi (kosong)

9 : jumlah identitas

b) Baris kedua: daftar kunci jawaban setiap butir soal. c) Baris ketiga: daftar jumlah alternatif jawaban untuk

setiap butir soal.

d) Baris keempat: „Y‟ butir soal yang dianalisis. e) Baris kelima dan seterusnya: berisi jawaban peserta

tes.

(65)

45 2) Tulislah file data: DATA.TXT, kemudian

tekan enter.

3) Ketik nama file hasil analisis: SKRIPSI.DOC, kemudian tekan enter.

4) Jika ingin memunculkan skor maka ketik „Y‟, kemudian tekan enter.

5) Ketik file untuk total skor peserta tes: SKRIPSISCR.DOC, kemudian tekan enter. 6) Analisis selesai.

c. Interpretasi Hasil Analisis

Hasil analisis dengan software ITEMAN dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu statistik butir soal, analisis butir soal yang diujikan, dan skala statistik.

Untuk tes pilihan ganda, statistik berikut adalah output dari setiap butir soal yang dianalisis.

1) Seq. No : nomor urut butir soal dalam file

data (kolom).

2) Scale-Item : nomor urut butir soal dalam skala (tes).

3) Prop. Correct : proporsi siswa yang menjawab benar butir soal (indeks tingkat kesulitan).

(66)

46 menggunakan koefisien korelasi biserial.

5) Point Biser : indeks daya pembeda soal dan pilihan jawaban (alternatif) dengan menggunakan koefisien point

biserial.

6) Prop. endorsing : proporsi alternatif jawaban yang dijawab oleh peserta tes.

Berikut akan dijelaskan mengenai skala statistik tes dari output software ITEMAN.

1) N of Items : jumlah butir soal dalam tes yang dianalisis.

2) N of Examines : jumlah peserta tes.

3) Mean : skor atau rerata peserta tes.

4) Variance : varian dari distribusi skor peserta tes yang memberikan gambaran tentang

sebaran skor peserta tes.

5) Std. Dev : devisi standar dari distribusi skor tes (akar dari varians).

6) Skew : kemiringan distribusi skor peserta tes yang memberikan gambaran tentang bentuk distribusi skor peserta tes. 7) Kurtosis : puncak distribusi skor yang

Figur

Tabel 2.1 Kelebihan dan Kekurangan Tes Pilihan Ganda
Tabel 2 1 Kelebihan dan Kekurangan Tes Pilihan Ganda . View in document p.41
Tabel 2.2 Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata
Tabel 2 2 Standar Kompetensi SK dan Kompetensi Dasar KD Mata . View in document p.44
tabel 2.3 sebagai berikut.
tabel 2.3 sebagai berikut. . View in document p.54
Tabel 2.4 Kriteria Tingkat Kesulitan Butir Soal
Tabel 2 4 Kriteria Tingkat Kesulitan Butir Soal . View in document p.56
Tabel 2.5 Proporsi Tingkat Kesulitan Butir Soal
Tabel 2 5 Proporsi Tingkat Kesulitan Butir Soal . View in document p.57
Tabel 2.6 terdiri dari dua kolom, yaitu kolom indeks
Tabel 2 6 terdiri dari dua kolom yaitu kolom indeks . View in document p.60
Tabel 3.4 Tabel Daftar Centang atau Check List
Tabel 3 4 Tabel Daftar Centang atau Check List . View in document p.87
Tabel 4.3 mengenai hasil analisis validitas isi butir soal pilihan ganda UAS
Tabel 4 3 mengenai hasil analisis validitas isi butir soal pilihan ganda UAS . View in document p.113
Tabel 4.4 terdiri dari lima kolom, yaitu kolom nomor, kolom kategori,
Tabel 4 4 terdiri dari lima kolom yaitu kolom nomor kolom kategori . View in document p.114
Gambar 4.1 Persentase Validitas Isi Butir Soal
Gambar 4 1 Persentase Validitas Isi Butir Soal . View in document p.115
Tabel 4.5 mengenai klasifikasi tingkat reliabilitas di atas terdiri dari dua
Tabel 4 5 mengenai klasifikasi tingkat reliabilitas di atas terdiri dari dua . View in document p.116
Gambar 4.2 Hasil Perhitungan Reliabilitas
Gambar 4 2 Hasil Perhitungan Reliabilitas . View in document p.117
Tabel 4.6 mengenai analisis reliabilitas soal pilihan ganda UAS genap
Tabel 4 6 mengenai analisis reliabilitas soal pilihan ganda UAS genap . View in document p.118
Tabel 4.7 Kriteria Tingkat Kesulitan Butir Soal
Tabel 4 7 Kriteria Tingkat Kesulitan Butir Soal . View in document p.119
Gambar 4.3 Hasil Perhitungan Tingkat Kesulitan “Prop. Correct”
Gambar 4 3 Hasil Perhitungan Tingkat Kesulitan Prop Correct . View in document p.120
Tabel 4.8 terdiri dari empat kolom, yaitu kolom butir soal, kolom
Tabel 4 8 terdiri dari empat kolom yaitu kolom butir soal kolom . View in document p.122
Tabel 4.9 Persentase Hasil Analisis Tingkat Kesulitan Butir Soal
Tabel 4 9 Persentase Hasil Analisis Tingkat Kesulitan Butir Soal . View in document p.123
Tabel 4.10 terdiri dari dua kolom, yaitu kolom indeks diskriminasi (daya
Tabel 4 10 terdiri dari dua kolom yaitu kolom indeks diskriminasi daya . View in document p.125
Gambar 4.4 Hasil Perhitungan Daya Pembeda “Biser” dan “Point Biser”
Gambar 4 4 Hasil Perhitungan Daya Pembeda Biser dan Point Biser . View in document p.126
Tabel 4.11 Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Pilihan Ganda UAS
Tabel 4 11 Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Pilihan Ganda UAS . View in document p.128
Tabel 4.12 Persentase Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal
Tabel 4 12 Persentase Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal . View in document p.129
Gambar 4.5 Persentase Tingkat Daya Pembeda Butir Soal
Gambar 4 5 Persentase Tingkat Daya Pembeda Butir Soal . View in document p.130
Gambar 4.6 Hasil Perhitungan Efektivitas Pengecoh “Prop. Endorsing” serta “Biser” dan
Gambar 4 6 Hasil Perhitungan Efektivitas Pengecoh Prop Endorsing serta Biser dan . View in document p.133
tabel hasil analisis efektivitas pengecoh pada butir soal pilihan ganda Ulangan
Ulangan . View in document p.134
Tabel 4.13 Hasil Analisis Efektifitas Pengecoh Butir Soal Pilihan Ganda
Tabel 4 13 Hasil Analisis Efektifitas Pengecoh Butir Soal Pilihan Ganda . View in document p.135
Tabel 4.13 terdiri dari empat kolom, yaitu kolom butir soal, kolom Prop.
Tabel 4 13 terdiri dari empat kolom yaitu kolom butir soal kolom Prop . View in document p.141
Tabel 4.14 Persentase Hasil Analisis Efektivitas Pengecoh Butir Soal
Tabel 4 14 Persentase Hasil Analisis Efektivitas Pengecoh Butir Soal . View in document p.153
Gambar 4.7 Persentase Efektivitas Pengecoh Butir Soal
Gambar 4 7 Persentase Efektivitas Pengecoh Butir Soal . View in document p.154
Tabel Rekapan Hasil Analisis Validitas Isi Butir Soal Pilihan Ganda UAS Genap
Tabel Rekapan Hasil Analisis Validitas Isi Butir Soal Pilihan Ganda UAS Genap . View in document p.195
Tabel Rekapan Hasil Analisis Tingkat Reliabilitas Butir Soal Pilihan Ganda UAS
Tabel Rekapan Hasil Analisis Tingkat Reliabilitas Butir Soal Pilihan Ganda UAS . View in document p.196

Referensi

Memperbarui...

Lainnya : Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap tahun pelajaran 2014/2015 mata pelajaran IPA kelas IV SD di Kecamatan Depok. Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Definisi Operasional Hasil Penelitian yang Relevan Kerangka Berpikir pada penelitian ini membahas tentang empat sub bab yaitu, A Waktu dan Tempat Penelitian Populasi dan Sampel Penelitian Teknik Pengumpulan Data pada penelitian ini membahas tentang tujuh sub bab yaitu, A Instrumen Penelitian pada penelitian ini membahas tentang tujuh sub bab yaitu, A Teknik Analisis Data pada penelitian ini membahas tentang tujuh sub bab yaitu, A Deskripsi Penelitian HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Valid Tidak Valid Mendeskripsikan perubahan kenampakan bumi. 0.916 Kunci jawaban D dipilih oleh 9,16 0.796 Kunci jawaban A dipilih oleh 7,96 0,132 Pengecoh jawaban B dipilih oleh 0.288 Kunci jawaban A dipilih oleh 2,88 0,338 Pengecoh jawaban C dipilih oleh 0.657 Kunci jawaban C dipilih oleh 6,57 0,041 Pengecoh j 0.539 Kunci jawaban D dipilih oleh 5,39 0,098 Pengecoh jawaban C dipilih oleh 9,8 0.621 Kunci jawaban C dipilih oleh 6,21 0,057 Pengecoh jawaban D dipilih oleh 5,7 0.418 Kunci jawaban B dipilih oleh 4,18 0,033 Pengecoh jawaban C dipilih oleh 3,3 0,029 0.412 Kunci jawaban B dipilih oleh 4,12 0,204 Pengecoh jawaban C dipilih oleh 0.756 Kunci jawaban A dipilih oleh 7,56 0,150 Pengecoh jawaban B dipilih oleh 0.340 Kunci jawaban B dipilih oleh 3,40 0,164 Pengecoh jawaban C dipilih oleh 0.430 0,368 Pengec 0.343 Kunci jawaban B dipilih oleh 3,43 0,178 Pengecoh jawaban C dipilih oleh 0.682 Kunci jawaban D dipilih oleh 6,82 0.838 Kunci jawaban C dipilih oleh 8,38 0.878 Kunci jawaban B dipilih oleh 8,78 0,049 Pengecoh jawaban C dipilih oleh 4,9 0.748 Kunci j 0.720 0,205 Pengecoh jawaban D dipilih oleh 0,037 Pengecoh jawaban A dipilih oleh 3,7 0.755 Kunci jawaban D dipilih oleh 7,55 0.771 Kunci jawaban A dipilih oleh 7,71 0,130 Pengecoh jawaban B dipilih oleh 0.455 Kunci jawaban B dipilih oleh 4,55 0,098 Pe