TINJAUAN TENTANG KESALAHAN PENERAPAN HUKUM PEMBUKTIAN OLEH HAKIM PENGADILAN NEGERI TIPIKOR BANDUNG SEBAGAI ALASAN PENGAJUAN KASASI PENUNTUT UMUM TERHADAP PUTUSAN BEBAS PERKARA KORUPSI (Studi Kasus Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1692 K/Pid.Sus/2014).

14 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

i

TINJAUAN TENTANG KESALAHAN PENERAPAN HUKUM

PEMBUKTIAN OLEH HAKIM PENGADILAN NEGERI TIPIKOR

BANDUNG SEBAGAI ALASAN PENGAJUAN KASASI PENUNTUT

UMUM TERHADAP PUTUSAN BEBAS PERKARA KORUPSI

(Studi Kasus Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1692

K/Pid.Sus/2014)

Penulisan Hukum

(Skripsi)

Disusun dan Diajukan untuk

Melengkapi Persyaratan Guna Meraih Derajat Sarjana S1 dalam Ilmu

Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta

Oleh:

Karina Pandora Putri

NIM. E0012209

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)

ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Penulisan Hukum (Skripsi)

TINJAUAN TENTANG KESALAHAN PENERAPAN HUKUM PEMBUKTIAN OLEH HAKIM PENGADILAN NEGERI TIPIKOR BANDUNG SEBAGAI ALASAN PENGAJUAN KASASI PENUNTUT UMUM

TERHADAP PUTUSAN BEBAS PERKARA KORUPSI

(Studi Kasus Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1692 K/Pid.Sus/2014)

Oleh :

Karina Pandora Putri

NIM. E0012209

Disetujui untuk dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Penulisan Hukum

(Skripsi) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta

Surakarta, 20 Mei 2016

Dosen Pembimbing

(3)

iii

PENGESAHAN PENGUJI

Penulisan Hukum (Skripsi)

TINJAUAN TENTANG KESALAHAN PENERAPAN HUKUM PEMBUKTIAN OLEH HAKIM PENGADILAN NEGERI TIPIKOR BANDUNG SEBAGAI ALASAN PENGAJUAN KASASI PENUNTUT

UMUM TERHADAP PUTUSAN BEBAS PERKARA KORUPSI (Studi Kasus Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1692

K/Pid.Sus/2014)

Oleh :

Karina Pandora Putri E0012209

Telah diterima dan dipertahankan di hadapan Dewan Penguji Penulisan Hukum (Skripsi) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret

Pada Hari/ Tanggal : Selasa, 21 Juni 2016

DEWAN PENGUJI

(4)

iv

PERNYATAAN

Nama : Karina Pandora Putri

NIM : E0012209

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi) berjudul :

TINJAUAN TENTANG KESALAHAN PENERAPAN HUKUM

PEMBUKTIAN OLEH HAKIM PENGADILAN NEGERI TIPIKOR

BANDUNG SEBAGAI ALASAN PENGAJUAN KASASI PENUNTUT

UMUM TERHADAP PUTUSAN BEBAS PERKARA KORUPSI (Studi

Kasus Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1692 K/Pid.Sus/2014)

adalah betul-betul karya sendiri. Hal-hak yang bukan karya saya dalam penulisan hukum (skripsi) ini diberi tanda citasi dan ditunjukkan dalam daftar pustaka. Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan penulisan hukum (skripsi) dan gelar yang saya peroleh dari penulisan hukum (skripsi) ini.

Surakarta, 20 Mei 2016

Yang membuat pernyataan

Karina Pandora Putri

(5)

v MOTTO

“Sesungguhnya bersama kesukaran ada keringanan” (Q.S Al-Insyirah : 6)

If you can't make it good, at least make it look good

(Bill Gates)

Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving”

(6)

vi

PERSEMBAHAN

Penulisan hukum ini penulis persembahkan kepada:

1. Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

2. Nabi Muhammad SAW yang selalu menjadi panutan seluruh umat Islam di dunia.

3. Kedua orang tua tersayang, Nakroni dan Suciati serta kakak Kartika Putri Sari yang selalu memberi dukungan, doa dan kasih sayang kepada penulis.

4. Sahabat dan teman-teman penulis.

(7)

vii ABSTRAK

Karina Pandora Putri. E0012209. 2016. TINJAUAN TENTANG KESALAHAN PENERAPAN HUKUM PEMBUKTIAN OLEH HAKIM PENGADILAN NEGERI TIPIKOR BANDUNG SEBAGAI ALASAN PENGAJUAN KASASI PENUNTUT UMUM TERHADAP PUTUSAN BEBAS PERKARA KORUPSI (Studi Kasus Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1692 K/Pid.Sus/2014). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Kasus pada putusan Mahkamah Agung Nomor: 1692 K/Pid.Sus/2014 adalah kasus korupsi Boyke Priyono, direktur Perusahaan Daerah Waluya (PD Waluya) Kota Sukabumi yang menerima tawaran investasi proyek tanpa prosedur, dasar proposal, dan ijin yang benar dari Badan Pengawas PD Waluya serta tanpa perjanjian tertulis kedua belah pihak menimbulkan kerugian besar. Perbuatan tersebut dijatuhi putusan bebas oleh Hakim Pengadilan Negeri Bandung. Setelah diajukan kasasi oleh Penuntut Umum, Hakim Mahkamah Agung menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengajuan Kasasi Penuntut Umum dengan alasan Judex Factie telah salah dalam menerapkan hukum pembuktian dalam korupsi sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 253 KUHAP dan apakah alasan Hakim Mahkamah Agung dalam mengabulkan Permohonan Kasasi Penuntut Umum sudah sesuai dengan ketentuan KUHAP.

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum doktrinal bersifat preskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, dengan teknis analisis bahan hukum menggunakan metode silogisme dan interpretasi dengan menggunakan pola berpikir deduktif.

Hasil penelitian menunjukkan kesalahan penerapan hukum pembuktian Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung sebagai alasan Kasasi Penuntut Umum terhadap putusan bebas perkara korupsi sudah sesuai dengan ketentuan Pasal 253 ayat (1) KUHAP. Alasan Hakim Mahkamah Agung dalam memeriksa dan memutus Kasasi Penuntut Umum dengan dasar kesalahan penerapan hukum pembuktian Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung sudah sesuai dengan ketentuan KUHAP terutama Pasal 256 jo Pasal 193 ayat (1).

(8)

viii ABSTRACT

Karina Pandora Putri. E0012209. 2016. REVIEW OF MISAPPLICATION OF EVIDENTIARY BY THE BANDUNG DISTRICT COURT'S JUDGE AS

A REASON THE PROSECUTOR'S CASSATION TOWARDS

ACQUITTAL OF CORRUPTION CASE (A Case Study On Supreme Court Verdict Number: 1692 K/Pid.Sus/2014). Law Faculty of Sebelas Maret University Surakarta.

Cases reviewed in the Supreme Court Verdict Number 1692 K/Pid.Sus/2014 is a corruption case by Boyke Priyono, as the director of the Regional Company Waluya (PD Waluya) of Sukabumi, who accept the offer of investment projects without the correct procedure, a clear proposal, permission from the Supervisory Board and without the written agreement of both parties that cause large losses. The act was sentenced acquittal by Bandung Distrct Court’s

Judge. After a cassation filed by The Prosecutor, The Supreme Court’s Judge

declared The Defendant guilty of corruption. This study aims to find out whether

the submission of Prosecutor’s cassation by reason Judex factie been wrong in

applying the rule of evidence in corruption are in accordance with Article 253

Code of Criminal Procedure and whether the reasons Supreme Court’s Judge

granted the application of Prosecutor’s cassation is in conformity with the

provisions of the Code of Criminal Procedure.

The research method used is prescriptive doctrinal legal research. The approach used is a case approach. The law material source used included primary and secondary law materials, while the technical analysis of law materials using methods syllogism and interpretation, with a reasoning deduction. The results showed misapplication of the rules of evidence by Judges of the Bandung District Court as the reason for Prosecutor's Cassation against the acquittal in corruption cases is in accordance with Article 253 paragraph (1)

Code of Criminal Procedure. The reason of the Supreme Court’s Judge in

examining and deciding Prosecutor’s Cassation on the basis of misapplication of rules of evidence by The Judges of the Bandung District Court against the acquittal of corruption cases is in accordance with Code of Criminal Procedure, particularly Article 256 jo Article 193 paragraph (1).

(9)

ix

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Tinjauan Tentang Kesalahan Penerapan Hukum Pembuktian Oleh Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Bandung Sebagai Alasan Pengajuan Kasasi Penuntut Umum Terhadap Putusan Bebas Perkara Korupsi (Studi Kasus Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1692 K/Pid.Sus/2014)” untuk melengkapi syarat dalam mencapai derajat sarjana (S1) dalam bidang ilmu hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Dengan terselesainya penulisan skripsi ini saya berkenan mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Supanto, S.H., M.Hum. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengembangkan ilmu hukum dalam menyelesaikan penulisan hukum (Skripsi) ini;

2. Ibu Lushiana Primasari, S.H., M.H. selaku Pembimbing Akademik yang telah banyak memberikan dorongan baik secara moral maupun materiil sejak awal masuk Fakultas Hukum sampai dengan akhir penulisan hukum (Skripsi);

3. Bapak Dr. Soehartono, S.H., M.Hum selaku Kepala Bagian Hukum Acara yang membantu kelancaran penulis dalam penulisan hukum (Skripsi) ini; 4. Bapak Kristiyadi, S.H., M.Hum. selaku Dosen Pembimbing yang telah

banyak meluangkan waktu, memberikan saran dan pengarahan serta motivasi dalam penyusunan penulisan hukum (Skripsi) ini;

5. Para dosen dan pegawai di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret yang telah membantu dan berperan dalam kelancaran kegiatan proses belajar mengajar dan segala kegiatan mahasiswa;

(10)

x

7. Kakak Penulis, Kartika Putri Sari yang selalu memberikan semangat, doa dan dukungannya demi kelancaran penulisan hukum (Skripsi) ini;

8. Teman-teman yang telah banyak membantu, memberikan semangat dan doa selama penyusunan skripsi ini: Anita, Amel, Rosi, Oktanti, Eva dan teman-teman penulis lainnya, penulis ucapkan terimakasih, dan semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan yang lebih indah;

9. Teman-teman angkatan 2012 dan keluarga besar LPM NOVUM Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. Terima kasih telah memberi banyak ilmu serta pengalaman yang luar biasa.

Semoga hasil penulisan hukum ini dapat memberikan manfaat pada pihak-pihak yang berkepentingan.

Surakarta, 20 Mei 2016 Penulis,

(11)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI ... iii

HALAMAN PERNYATAAN ... iv

HALAMAN MOTTO ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Manfaat Penelitian ... 5

E. Metode Penelitian ... 6

F. Sistematika Penulisan Hukum ... 9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 11

A. Kerangka Teori ... 11

1. Tinjauan Tentang Pembuktian ... 11

2. Tinjauan Tentang Upaya Hukum... 16

3. Tinjauan Tentang Putusan ... 23

4. Tinjauan Tentang Tindak Pidana Korupsi ... 26

(12)

xii

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 31

A. Hasil Penelitian ... 31

1. Identifikasi Terdakwa ... 31

2. Kasus Posisi ... 32

3. Dakwaan Penuntut Umum ... 33

4. Tuntutan Pidana ... 47

5. Amar Putusan Pengadilan Negeri Bandung ... 48

6. Alasan-Alasan Penuntut Umum Mengajukan Kasasi ... 49

7. Pertimbangan Hakim Mahkamah Agung ... 52

B. Pembahasan ... 56

1. Kesesuaian Kesalahan Penerapan Hukum Pembuktian Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung Sebagai Alasan Kasasi Penuntut Umum Terhadap Putusan Bebas Perkara Korupsi Dengan Ketentuan Pasal 253 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)... 2. Kesesuaian Alasan-Alasan Hakim Mahkamah Agung Dalam Memeriksa Dan Memutus Kasasi Penuntut Umum Dengan Dasar Kesalahan Penerapan Hukum Pembuktian Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung Terhadap Putusan Bebas Perkara Korupsi Dengan Ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) ... BAB IV PENUTUP ... 72

A. Simpulan ... 72

B. Saran ... 73

DAFTAR PUSTAKA ... 74

LAMPIRAN

56

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

(14)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...