• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN KUNJUNGAN KERJA SPESIFIK KOMISI II DPR RI KE KANTOR WILAYAH BPN PROVINSI SUMATERA UTARA DALAM RANGKA PROSES PELAKSANAAN SERTIPIKAT ELEKTRONIK

TANGGAL 17-19 MARET 2021

I. PENGANTAR

Kunjungan Kerja Spesifik Pilkada Masa persidangan II Tahun Sidang 2021-2022 ini merupakan hasil keputusan Rapat Intern Komisi II DPR RI tanggal 9 Maret 2021.

Dalam rapat tersebut diputuskan akan melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik terkait Pelaksanaan Sertipikasi elektronik di 3 (tiga) daerah, dimana salah satu daerah yang menjadi tujuan adalah Kanwil BPN Sumatera Utara.

Pasca diterbitkannya Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional nomor 1 tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik berbagai tanggapan muncul di masyarakat yang setuju maupun yang tidak setuju, kebijakan ini banyak diperbincangkan berbagai kalangan.

Menteri ATR/BPN RI melalui Peraturan Menteri No. 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik, berupaya mewujudkan modernisasi pelayanan pertanahan guna meningkatkan kemudahan berusaha dan mempermudah pelayanan publik kepada masyarakat, sehingga perlu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dengan menerapkan pelayanan pertanahan berbasis elektronik.

Sertipikat elektronik diharapkan akan efektif dalam pengelolaan Pertanahan Nasional yang dapat meminimalkan penggandaan sertipikat, pemalsuan maupun transaksi ilegal Pertanahan yang dilakukan oleh mafia tanah. Sertipikat elektronik juga menghindari resiko kehilangan, terbakar, kehujanan dan pencurian pada dokumen fisik. “Tujuannya baik sekali yang sangat pro masyarakat, akan tetapi perlu kembali dilakukan sinkronisasi dan harmonisasi perundangan dan peraturannya agar tidak menimbulkan permasalahan baru dari mulai proses pendaftaran hingga proses pengolahan datanya, karena sertipikat adalah alat bukti kepemilikan yang memiliki kekuatan hukum

(2)

Dalam Kunker Spesifik di Provinsi Sumatera Utara tersebut, Komisi II DPR RI melakukan kunjungan ke Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara. Tim Kunspek Komisi II DPR RI mengadakan pertemuan dan dialog dengan Kepala Kanwil BPN Sumatera Utara, beserta dengan jajarannya dan dengan Kepala Kantor Pertanahan se Sumatera Utara melalui daring. Hadir juga pada Kunspek ini Dirjen Penanganan sengketa dan Konflik Pertanahan Kementerian ATR/BPN .

II. TIM KUNJUNGAN

Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke provinsi Sumatera Utara berjumlah 10 Orang Anggota, yang dipimpin oleh Ketua Komisi II DPR RI, H.

Ahmad Doli Kurnia Tanjung (F-Partai Golkar). Nama-nama anggota Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Provinsi Sumatera Utara selengkapnya adalah sebagai berikut:

NO. NO.

ANGGOTA NAMA KETERANGAN

1. A-270 H. Ahmad Doli Kurnia Tanjung Ketua Tim Ketua Komisi II/F-PG 2. A-142 Dr. Junimart Girsang, SH, MBA,

MH Wakil Ketua Komisi II/F-

PDIP

3. A-165 H. Yadi Srimulyadi Anggota/F-PDIP

4. A-315 Zulfikar Alse Sadikin, S.Ip., MSi Anggota/F-Golkar

5. A-284 Bambang Patijaya Anggota/F-Golkar

6. A-105 Andika Pandu Puragabaya,

S.Psi, M.Si Anggota/F-Gerindra

7. A-386 Y. Jacki Uly Anggota/F-Nasdem

8. A-410 H.M. Nasir Djamil, M.Si Anggota F-PKS 9. A-490 Dr. (HC) H. Zulkifli Hasan, SE,

MM Anggota/F-PAN

10. A-465 Hj. Nurhayati Anggota/F-PPP

Tim kunjungan kerja didampingi oleh 2 (dua) tenaga ahli dan 4 (empat) Sekretariat Komisi II DPR RI, serta 2 (dua) reporter dari TVR parlemen DPR RI.

(3)

III.WAKTU KUNJUNGAN

Kunjungan Kerja Spesifik ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 17 Maret 2021, bertempat di Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara

IV. HASIL KUNJUNGAN KERJA

Sambutan Bapak Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena hanya atas perkenan-Nya kita dapat menghadiri pertemuan hari ini. Terima kasih atas kesediaan waktu dari saudara-saudara untuk dapat menerima Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI dalam rangka melihat persiapan pelaksanaan sertipikat elektronik

Terlebih dahulu perlu kami perkenalkan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Provinsi Sumatera Utara.

Komisi II DPR RI pada dalam waktu setahun terakhir fokus dan konsentrasi pada persiapan Pilkada 2020 dan alhamdulillah Pilkada dapat terselenggara dengan baik, didalam rapat internal anggota Komisi II DPR RI, kami menyepakati untuk stau tahun kedepan ini, komisi II DPR RI akan fokus pada persoalan pertanahan, yang sampai saat ini masalahnya belum kunjung usai. Komisi II DPR RI sejak mulai bekerja pada akhir tahun 2019 terus menerima laporan aduan masyarakat tentang persoalan soal sengkteta pertanahan, hampir tiap minggu dipastikan ada surat aduan masyarakat yang masuk.

Kunjungan spesifik yang pertama soal pertanahan kami memilih Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Sumatera Barat. Kita sudah sama-sama tahu bahwa Sumatera utara termasuk provinsi yang kasus pertanahannya sangat tinggi. Dalam kondisi masih banyaknya persoalan pertanahan yang ada, Kementerian ATR/BPN menerbitkan Peraturan Menteri tentang program Sertipikat elektronik. Dalam rapat internal komisi II, Sebagian besar anggota mempertanyakan dengan Peraturan Menteri ini, karena ada beberapa pasal yang perlu ditinjau ulang, misalnya di Pasal 16 tentang penarikan sertifikat manual dan digantikan dengan serfikat elektronik.

Sebenarnya hari ini kita juga mengundang Kapolda Sumatera Utara tapi belum datang, karena persoalan pertanahan seperti mafia pertanahan di Sumatera Utara menjadi isu nasional. Komisi II DPR RI juga ingin mendapatkan penjelasan tentang ijin penggunaan tanah HGU dan lain sebagainya.

Selanjutnya, kami persilahkan bapak-bapak anggota komisi II DPR untuk mendalami materi Kunjungan spesifik ini dalam bentuk pertanyaan

(4)

Pemaparan Kepala Kanwil BPN Sumatera Utara, Dr. H. Dadang Suhendi, SH, MH Mari kita panjatkan puji syukur kehadiran Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, dalam kondisi pandemi covid-19 ini kita masih bisa berkumpul di forum ini, merupakan kehormatan kami mendapatkan kunjungan kerja spesifik dari Anggota Komisi II DPR RI di Kanwil BPN Sumatera Utara.

Kanwil BPN Sumatera Utara memiliki Kantor Pertanahan di Kabupaten/Kota, dan baru saja terbit surat Peraturan Menteri ATR/BPN tentang pembentukan kantor Perwakilan untuk 4 Kabupaten/Kota, diantaranya Padang Lawas, Batubara, Labuhanbatu Selatan dan Nias Selatan. 4 Kabupaten tersebut saat ini dalam tahap persiapan, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan segeri diresmikan kantor perwakilan tersebut untuk peningkatan pelayanan masyarakat di bidang pertanahan.

Sumatera Utara dengan luas keseluruhan 72.981.23 KM2 dengan jumlah bidang tanah sebanyak 6.643.752 bidang dan jumlah bidang tanah yang terpetakan sebanyak 2.822.529 (42.48%) bidang, serta jumlah bidang tanah yang terpetakan valid sebanyak 856.678 930.35%) bidang. adapun program PTSL di tahun 2020 telah berhasil melakukan validasi buku tanah sebesar 90,17%, 82,79% untuk validasi persil (berdasarkan luas), dan 97,49% tervalidasi persil (berdasarkan bidang tanah). Kami berusaha meningkatkan agar seluruh pertanahan yang sudah terdaftar benar-benar tervalidasi, baik melalui program PTSL ataupun melalui program-program strategis lainnya dalam rangka menjamin kepastian hukum bagi masyarakat melalui pendaftaran tanah.

Seiring dengan terbitnya Peraturan Menteri ATR/BPN No 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat elektronik maka tentu saja, seluruh jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dan Kanwil BPN Sumatera Utara harus memastikan terkait validasi pertanahan agar pelaksanaan sertipikasi elektronik bisa terselenggara sesuai dengan Peraturan Menteri tersebut.

Transformasi sudah diatur sebelumnya sesuai dengan pasal 35 ayat 5 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah “Secara bertahap data pendaftaran tanah disimpan dan disajikan dengan menggunakan peralatan elektronik dan mikrofilm” dan dijelaskan mengenai dokumen dan penyimpanan di pasal 184-186. Kemudian diterapkan dengan perbaikan data melalui program PTSL hingga terbit Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI No. 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik. Sehingga 4 layanan elektronik tersebut semakin baik ke depannya. Kendala yang dihadapi adalah kualitas dari perbaikan data yang dimaksud sehingga adanya peraturan terbatu ini membantu peningkatan kualitas perbaikan data.

(5)

dilaksanakan digitalisasi peta ZNT pada 10 Kantor Pertanahan (Deli Serdang, Tanjungbalai, Karo, Langkat, Dairi, Tapanuli Utara, Labuhanbatu, Humbang Hasundutan, Serdang Begadai dan Kota Medan). dengan mengaktifkan peta ZNT dalam aplikasi Geo-KKP dengan menjadikan nilai tanahnya sebagai dasar perhitungan pengenaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam pelayanan pertanahan di Kantah

Program lainnya yang bisa saya laporkan adalah legalisasi aset milik negara baik milik pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah. Untuk mendukung program tersebut Kanwil BPN Sumatera Utara telah melakukan MoU dengan Direkrotar Jenderal Kekayanan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan dan kerjasama dengan Pemerintah daerah, tujuannya adalah bagaimana melakukan percepatan terhadap legalisasi aset milik negara. Kerjasama yang kami lakukan dengan Pemerintah daerah tidak hanya terkait dengan pendataan aset negara, tapi juga terkait dangan optimalisasi pendapatan asli daerah dengan pemanfaat zona nilai tanah (ZNT). Dengan mengaktifkan peta ZNT dalam aplikasi Geo-KKP menjadikan nilai tanahnya sebagai dasar perhitungan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kantor Pertanahan Kabupaten Kota.

Tahun 2020 telah dilaksanakan pembaruan peta ZNT di beberapa kantah dan telah diminta 8 kantah lagi (Binjai, Tapsel, Pakpak Bharat, Tebingtinggi, Sibolga, Madina, Nias dan Nias Selatan) untuk melakukan digitalisasi dengan mengaktifkan peta ZNT tahun 2021 ini dalam pelayanan pertanahan.

Sisanya 7 Kantah lagi (Asahan, Samosir, Simalungun, P.Siantar, P.Sidempuan, Tapanuli Tengah dan Toba) dengan adanya kegiatan pembuatan peta ZNT tahun 2021 ini atas dasar kerjasama Badan Pertanahan Nasional dengan Pemda dengan biaya APBD yg diinisiasi oleh KPK, diharapkan tahun 2022 seluruh Kantah sudah dapat melaksanakan digitalisasi pelayanan publik melalui pengaktifan peta ZNT dalam Geo-KKP, bahkan atas perjanjian kerjasama Kantah dan Pemda tersebut, peta ZNT dapat dimanfaatkan Pemda sebagai acuan penetapan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang kerjasama tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun 2019.

Kanwil BPN Sumatera Utara saat ini uga mendapatkan amanah untuk program pengadaan tanah untuk kepentingan umum, yakni untuk jalan tol, kereta api, sport center, Islamic Center, Botanic Garden dan Pembangunan UIN Sumatera Utara.

Di Sumatera utara terdapat potensi permasalahan kasus pertanahan yang menjadi atensi pemerintah pusat, terutama kasus tanah PTPN II, sengketa tanah HGU Nomor 171 di Simalingkar, kasus eks KGU Nomor 92/Sei Mencirim. Alhamdulillah beberapa kasus tersebut sudah dapat kami selesaikan, melalui skema yang kami

(6)

Upaya yang telah dilakukan Kanwil Pertanahan Provinsi Sumatera Utara dalam rangka standarisasi profesi juru ukur yang dilakukan melalui sertifikasi kompetensi dalam mempersiapkan juru ukur berlisensi di Revolusi Industri 4,0.

1. Nota Kesepahaman Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan Kementerian Ketenagakerjaan Nomor 1/SKB/I/2018 tanggal 10 Januari2018;

2. Perjanjian Kerjasama Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan dan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Nomor 34/LATTAS/V/MOU/2018 tanggal 15 Mei 2018;

3. Perjanjian Kerjasama antara Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara dan BBPLK Medan Nomor BA.02/BBPLK-MDN/I/2018 Tanggal 29 Januari 2018;

4. Pada tahun 2020 direncanakan 12 paket. Peserta dari Provinsi Sumatera Utara sebanyak 4 paket dan dari Provinsi lain sebanyak 8 Paket. Untuk peserta dari Provinsi lain diutamakan tahun ini berasal dari Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

12 paket ini masih dimungkinkan untuk di revisi dan ditambah.

Untuk menjamin kualitas dari Juru Ukur, maka dilakukan uji kompetensi pada saat setelah selesai vokasi di BBPLK. Uji kompetensi dilakukan oleh Lembaga Standarisasi Profesi (LSP). Kelulusan pesertaakan diberikan bukti Sertipikat Kompetensi. Kemudian untuk melaksanakan pekerjaan sebagai asisten surveyor kadaster di Badan Pertanahan Nasional, maka dilakukan lagi ujian lisensi sebagai Surveyor Kadaster (SK)/Asisten Surveyor Kadaster (ASK). Kelulusan peserta akan diberikan bukti Surat Keputusan kelulusan dan Kartu Lisensise bagai SK/ASK.

Setelah itu SK/ASK harus dilantik dan diambil sumpahnya sebelum melaksanakan tugas sebajai SK/ASK di Badan Pertanahan Nasional.

Penjaminan mutu selanjutnya kedepan untuk Juru Ukur adalah berpedoman kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Kadastral sesuai Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 295 Tahun 2019 tanggal 10 Oktober 2019. Saat ini (tanggal 5 Maret 2020) sedang diujicoba di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Tengah.

Persiapan Pelaksanaan Sertifikat Elektronik

Persiapan pelaksanaan sertifikat elektronik setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional RI No. 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik dengan perbaikan kualitas data dan sosialisasi kepada masyarakat baik melalui kegiatan PTSL maupun melalui berbagai media sosial.

Selain itu Infrastruktur yang dimiliki seperti memiliki pangkalan database sesuai Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor: 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik serta adanya pelatihan yang dilakukan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara mengenai aplikasi yang berkaitan nantinya dengan Sertipikat Elektronik seperti E-office kepada

(7)

Pelaksanaan Layanan Elektronik di Provinsi Sumatera Utara sampai dengan 17 Maret 2021 berdasarkan dashboard statistik.atrbpn.go.id

Jaminan keamanan sertifikat elektronik

Upaya yang dilakukan Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara untuk dapat memberikan jaminan keamanan sertifikat elektronik kepada masyarakat dan sistem manajemen keamanan informasi dalam penerapan sertifikat elektronik, apa saja kelebihan dan kekurangannya serta bagaimana langkah mitigasi yang dapat dilakukan Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara jika terjadi kesalahan atau kebocoran data?

Sesuai Peraturan Menteri No.1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik Sertipikat elektronik kelebihannya adalah:

a. Penyimpanan data digital dengan model encryption dan diback up teratur di data center dan DRC

b. Ada QR code untuk mengakses langsung sertipikat elektronik c. Tandatangan disertipikasi BSSN

d. Menggunakan sertifikasi elektronik menggunakan 2 FA (factor Authentication)

e. Menggunakan metode enkripsi terhadap semua data disimpan, ditransfer atau diolah oleh sistem ATRBPN

f. Menerapkan standar ISO27001:2013 untuk sistem manajemen keamanan informasi.

g. Pendekatan perlindungan data pribadi dimana hanya data tertentu yang dapat diakses secara publik

Kekurangan data harus validasi data terus sehingga untuk proses perbaikan supaya digitalisasi data sempurna.

Sosialisasi Program Sertipikat Elektronik

Menindaklanjuti diterbitkannya PerMen ATR/KBPN No.1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik, sosialisasi yang dilakukan Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara sebagai berikut:

a. Mengundang insan media dan diterbitkan pada halaman platform Medan Tribunnews pada tanggal 11 Februari 2021 pada pukul 15.32 WIB

b. Mensosialisasikan di acara Sumut Bicara, TVRI Medan tanggal 15 Februari 2021 dengan topik Pro dan Kontra Sertipikat Elektronik

c. Mensosialisasikan di acara TVRI pada tanggal 17 Februari 2021

(8)

Kendala/hambatan yang akan dihadapi Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara dalam pelaksanaan program Sertipikat Elektronik di wilayah Provinsi Sumatera Utara serta upaya apa yang dilakukan Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara untuk mensukseskan program Sertipikasi Elektronik ini.

Kendala dan hambatan yang dihadapi validasi data yang terus menerus dalam meningkatkan kualitas sehingga memerlukan waktu dalam penyiapannya.

Upaya yang dilakukan selain pemeliharaan data sesuai pasal 28 Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 2020 bahwa Validasi data dilakukan terhadap seluruh data tekstual dan data spasial bidang tanah dan lewat PTSL meningkatkan kualitas data dengan validasi buku tanah, validasi persil, dan validasi scan warkah serta surat ukur, melakukan verifikasi Hak Guna Usaha sesuai Tindak Lanjut Kegiatan Verifikasi, Validasi dan Integrasi data Hak Guna Usaha Surat Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Nomor:

UK.05.04/053-300/II/2021 tanggal 23 Februari 2021, Provinsi Sumatera Utara sebanyak 984 bidang di KKP yang diverifikasi sebanyak 16 bidang dan tervalidasi sebanyak 3 bidang.

Pertanyaan Anggota Komisi II DPR RI 1. Dr. Junimart Girsang, SH, MBA, MH

a. Bagaimana optimalisasi Program PTSL di Sumatera Utara, apakah ada sosialisasi yang dilakukan agar program ini mencepai target?

b. Bagaimana optimalisasi program sertifikat tanah di Sumatera Utara sebelum penerapan sertifikat elektronik dan bagaimana kesiapan Kanwil BPN Sumatera Utara menyambut program ini?

c. Apa payung hukum yang digunakan dalam menerapkan sertifikat elektronik?

d. Apa langkah dan upaya Kanwil BPN Sumatera Utara untuk memperkuat SDM BPN dalam rangka menghapus oknum mafia pertanahan di Sumatera utara 2. Y. Jacki Uly

a. Apa Kiat-kiat penyelesaian pertanahan di Sumatera utara oleh Kanwil BPN Sumatera Utara?

b. Bagamana Kerjasama dengan pihak lain misalnya kepolisian dan kejaksaan c. Terkait Sertipikat elektornik, bagaimana nasib sertipikat manual dan bagaimana

rencana pelaksanaannya?

3. Zulfikar Alse Sadikin, S.Ip., MSi

a. Soal reditribusi lahan untuk masyarakat, bagaimana perkembangannya program ini di Sumutera Utara?

b. Dalam peradilan kasus sengkata pertanahan, BPN selalu kalah dengan

(9)

H.M. Nasir Djamil, M.Si

a. Kapan masalah pertanahan di Sumatera Utara ini akan selesai, kapan deadline akhir waktu penyelesaiannya?

b. Terkait program sertipikat elektronik, inovasi masing-masing Kanwil dan Kantah diperlukan untuk mensukseskan program ini, bagaimana sosialisasi terhadap program ini?

c. Bagaimana kesiapan SDM Kanwil dan Kantah terkait persiapan sertipikat elektronik untuk meyakinkan masyarakat terhadap program ini agar tidak menimbulkan masalah baru

Jawaban

Dirjen Penanganan sengketa dan Konflik Pertanahan Kementerian ATR/BPN, Raden Bagus Agus Widjayanto, SH, M.Hum

 Terkait sertipikat elektronik saat ini belum berjalan karena sistemnya sedang didaftarkan di Menkominfo dan program ini juga sedang di uji di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

 Tujuan sertipikat elektronik Untuk mengamanakan, pemeliharaan data pertanahan

 Terkait mafia tanah, aspek perdata dan aspek TUN, sudah lama dan akhir-akhir mencuat kembali karena modusnya semakin canggih dan berani

 Tahun ini 60 kasus besar pertanahan yang akan diselesaikan dan di Sumatera Utara ada 3 kasus besar.

 Semoga skema penyelesaian masalah pertanahan ini bisa menuntaskan permasalahan pertanahan di Sumatera Utara

Kepala Kanwil BPN Sumatera Utara, Dr. H. Dadang Suhendi, SH, MH

 Masyarakat belum paham bahwa PTSL ada tahapan-tahapannya, mereka menganggap jika sudah melakukan pendaftaran PTSL secara otomatis langsung dapat sertifikat. Oleh karena,kmai inten melakukan sosialisasi tentang program PTSL ini.

 Terkait isu penarikan sertifikat manual Ketika sertifikat elektronik sudah diberlakukan, kami sudah konpers untuk menjelaskan bahwa hal itu tidak benar, kami telah memerintahkan Kantah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, agar selalu melakukan sosialiasi agar informasi yang masyarakat dapatkan benar dan akurat

 Jika Menteri menetapkan Sumatera Utara untuk melaksanakan program sertifikat

(10)

 Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kapolda, Pangdam, Kajati untuk menyelesaikan masalah ini kasus dan mafia pertanahan di Sumatera Utara V. PENUTUP

Dengan demikian Laporan Kunjungan Kerja Spesifik yang dapat kami sampaikan.

Seluruh masukan maupun permasalahan yang disampaikan kepada Komisi II DPR RI akan menjadi catatan yang akan disampaikan kepada mitra-mitra terkait dalam rapat- rapat yang akan diadakan oleh Komisi II DPR RI. Selain itu segala permasalahan maupun usulan dapat disampaikan secara tertulis sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan ini. Kepada segenap pihak yang telah membantu terselenggaranya Kunjungan Kerja Spesifik ini, kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 21 Maret 2021 Ketua Tim

Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI

H. Ahmad Doli Kurnia Tanjung A-270

Referensi

Dokumen terkait

Dari kegiatan penelitian rancang bangun rangkaian pengkondisi sinyal untuk sensor nitrat amperometrik ini, dapat diperoleh simpulan bahwa pembuatan rangkaian pengkondisi sinyal

PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2021 TENTANG PETA PROSES BISNIS KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/

Sedangkan yang sudah dimuliakan dinamakan “kebun pangkas” ( head orchad ). Kegiatan pembangunan kebun pangkasan merupakan suatu alernatif sumber benih untuk jenis-jenis yang

Hasil uji ortogonal kontras perlakuan tepung ikan komersial (R0) memberikan pengaruh yang sangat berbeda nyata lebih tinggi (P<0,01) terhadap perlakuan R1, R2, R3, R4 dan

Willingness to Pay Sumber Air Bersih Peubah pendapatan berpengaruh tidak signifikan terhadap kecenderungan pilihan sumber air PDAM, yakni sebesar 0.793 pada (1/2) dan.. Nilai

Dalam penelitian ini verifikasi hasil model dilakukan terhadap elevasi pasang surut, suhu permukaan dan suhu vertikal serta verifikasi pola arus permukaan yang diperoleh dari

yang memiliki kadar zat terlarut tinggi dapat mengganggu sebagian besar organisme yang tidak dapat bertahan hidup, serta dapat mencegah cahaya matahari menembus

Para dosen dan rekan-rekan penulis di Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus yang telah banyak memberikan bantuan