BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasaan, akhlak mulia serta keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU SISDIKNAS NO. 20 Th. 2003, 2016:3)
Tujuan pendidikan itu untuk menciptakan pribadi berkualitas dan memiliki karakter sehingga mempunyai visi yang luas ke depan untuk cita-cita yang diharapkan serta mampu beradaptasi secara efisien dalam berbagai lingkungan. Jadi salah satu konsep pendidikan itu sendiri adalah untuk sarana motivasi diri supaya menjadi lebih baik. Pendidikan bisa dimulai semenjak bayi masih berada dalam kandungan seperti yang banyak orang lakukan dengan memperdengarkan musik, membaca untuk sang bayi yang masih berada dalam kandungan atau mengajaknya bercakap-cakap. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat memberi masukan ilmu kepada sang bayi sebelum proses kelahiran.
Pendidikan yang efisien memerlukan berbagai aspek untuk menunjangnya agar berjalan lebih baik, salah satunya adalah motivasi. Dalam kamus umum bahasa indonesia disebutkan bahwa motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Atau usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatanya. (Kompri, 2015:1). Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan kualitas perilaku yang ditampilkanya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainya.
Menurut Samsul Nizar (1993:39) tugas seseorang pendidik (Guru) dipandang sebagai suatu tugas yang sangat mulia. Posisi ini menyebabkan mengapa islam menempatkan orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan lebih tinggi derajatnya bila dibandingkan dengan manusia lainya.
Hal ini terdapat dalam firman Allah SWT dan surat Al-Mujadilah ayat 11 yaitu :
ِسِناَجَمْنا يِف اىُحَّسَفَت ْمُكَن َميِق اَذِإ اىُىَمآ َهيِرَّنا اَهُّيَأ اَي ِعَف ْسَي اوُزُشْواَفاوُزُشْوا َميِقاَذِإ َوۖ ْمُكَن ُ َّاللَّ ِحَسْفَي اىُحَسْفاَف
سـْيِبـَخ َن ْىـُهَمـْعَت اَمِب ُالله َو ٍتـَج َزَد َمْهِعْنا ىُتوُا َهْيِرّنا َو ْمُكْـىِم اىُىَما َهْيِرنا الله (
11 )
Artinya : “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
Secara sederhana tugas guru adalah mengarahkan dan membimbing peserta didiknya agar semakin meningkat pengetahuanya, semakin mahir keterampilanya dan semakin terbina dan berkembang potensinya. Guru yang baik adalah guru yang mampu memotivasi (mendorong) para peserta didiknya untuk belajar. Apabila diperhatikan dalam ayat-ayat dan hadist, banyak sekali ayat yang mengandung pengertian motivasi belajar dengan bentuk beragam. Ada yang berbentuk janji, ancaman dan perumpamaan. Diantaranya adalah dalam surat Az-Zumar ayat 9 :
ْحَي اًمِئٓاَق َو اًد ِجاَس ِمْيَّنٱ َءٓاَواَء ٌتِىََٰق َىُه ْهَّمَأ ِرَّنٱ يِىَتْسَي
ْمَه ْمُق ۗ ۦِهِّب َز َتَمْح َز ۟اىُج ْسَي َو َة َس ِخاَءْلٱ ُزَر
ََٰبْنَ ْلْٱ ۟اىُن ۟وُأ ُسَّكَرَتَي اَمَّوِإ ۗ َنىُمَهْعَي َلَ َهيِرَّنٱ َو َنىُمَهْعَي َهي
Artinya : “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan akan mengharapkan rahmat Tuhanya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”
Proses belajar, motivasi sangat diperlukan. Menurut Hamalik (2011:161) motivasi sangat menentukan tingkat berhasil atau gagalnya perbuatan belajar siswa. Belajar tanpa adanya motivasi kiranya akan sangat sulit untuk belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Hal ini merupakan pertanda bahwa sesuatu yang akan dikerjakan itu tidak menyentuh kebutuhanya. Segala sesuatu yang menarik minat orang lain belum tentu menarik minat yang lain selama sesuatu itu tidak bersentuhan dengan kebutuhanya (Djamarah, 2011).
Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling memengaruhi siswa akan giat belajar jika ia mempunyai motivasi untuk belajar. Thorndike (Uno, 2011 : 11), mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus (yang mungkin berupa pikiran, perasaan, atau gerakan) dan respons.
Pengertian ini senada dengan pendapat Good dan Brophy (Uno, 2011: 15 ), yang menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses atau interaksi yang dilakukan seseorang dalam memperoleh sesuatu yang baru dalam bentuk perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman belajar. Perubahan tingkah laku tersebut tampak dalam penguasaan siswa pada pola-pola tanggapan (respons) baru terhadap lingkunganya yang berupa keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), sikap atau pendirian (attitude), kemampuan (ability), pemahaman (understanding), emosi (emotion), apresiasi, jasmani, budi pekerti, serta hubungan sosial.
Bila anak belajar dengan semangat yang tinggi, tanpa diperintah ia telah melakukan belajar sendiri, baik dirumah, di sekolah, pada waktu istirahat, maka pendidik atau guru selalu menggambarkan inilah anak sekolah yang baik. Bagaimana itu semua dapat terjadi, seoarang pengajar bisa
memebrikan rangsangan-rangsangan sehingga anak mau belajar, tetapi seoarang pendidik yang benar maka ia akan mendalami bagaimana dunia anak, dan menjadikan anak belajar tanpa beban tetapi atas dasar dorongan dari diriny sendiri (Mardianto, : 2012 : 192).
Kedudukan motivasi dalam belajar tidak hanya memeberikan arah kegiatan belajar secara benar, lebih dari itu dengan motivasi seseorang akan mendapat pertimbanag-pertimbangan positif dalam kegiatanya termasuk kegiatan belajar. motivasi.merupakan hal yang sangat penting dalam belajar adalah sebagai berikut :
a. Motivasi memberikan semangat seorang pelajar dalam kegiatn = kegiatan belajarnya.
b. Motivasi-motivasi perbuatan sebagai pemilih dari tipe kegiatan dimana seseorang berkeinginan untuk melakukanya. (Mardianto, 2012: 193).
c. Motivasi meberikan petunjuk pada tingkah laku.
Hal ini terakhir yang penting untuk diketahui tentang motivasi ialah bahwa pada dasarnya motivasi intrinsik lebih kuat dan lebih baik dari pada motivasi ekstrinsik. Oleh karena itu, guru haruslah mampu membangun motivasi intrinsik pada diri siswa atau murid, jangan hendaknya anak mau belajar dan bekerja hanya karena takut dimarahi, dihukum, mendapat angka merah, atau takut tidak lulus dalam ujian (Purwanto, 2014: 82). Tetapi buatlah anak tersebut agar ia belajar karena keikhlasan hatinya sehingga muncul hasil yang positif dari hasil usaha belajar yang dilakukanya.
Prestasi Belajar terdiri dari dua suku kata, yaitu prestasi dan belajar.
Istilah prestasi di dalam kamus ilmiah populer didefinisikan sebagai hasil yang telah dicapai. Noehi Nasution (1989 : 4) menyimpulkan bahwa belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang mnemungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respons utama, dengan syarat bahwa perubahan atau munculnya tingkah baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau oleh adanya perubahan sementara karena sesuatu hal (Rohmalina Wahab, 2016: 242).
Dimana tinggi rendahnya motivasi belajar siswa selalu dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seorang siswa selalu dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seorang siswa. Siswa menyenagi mata pelajaran tertentu seperti pelajaran akidah akhlak maka siswa akan senang hati untuk mempelajari mata pelajaran tersebut. Selain memiliki bukunya, ringkasan, tulisan, dan media-media lainya pun lengkap. Dimana setiap ada kesempatan selalu mata pelajaran yang disenangi itu dibaca.
Wajarlah bila isi mata pelajaran itu dikuasai dalam waktu yang relatif cepat.
Prestasi belajar adalah hasil belajar yang diperoleh dan tampak nyata pada setiap siswa berupa penambahan pengetahuan, timbulnya pengalaman baru dan perubahan tingkah laku. Tujuan dari kegiatan mengajar adalah memperoleh hasil belajar yang baik yang diperoleh dari proses belajar. Proses pembelajaran selalu menghasilkan hasil belajar yang dicapai. Dari sini dapat diambil gambaran tentang keberhasilan belajar dalam bentuk penentuan rapot (Kompri, 2015: 256).
Terkadang suatu proses belajar tdak dapat mencapai hasil maksimal disebabkan karena ketiadaan kekuatan yang mendorong (motivasi). Motivasi dirumuskan sebagai suatu proses yang menetukan tingkatan kegiatan serta arah umum dari tingkah laku manusia, merupakan konsep yang berkaitan dengan konsep-konsep yang lain seperti minat, konsep diri dan sebagainya, sehingga dapat mempengaruhi siswa yang dapat membangkitkan dan mengarahkan tingkah laku yang dimungkinkan untuk ditampilkan oleh para siswa (Slameto, 2013:170).
Siswa yang mempunyai motivasi belajar dapat menyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan yang di abaikan, diman siswa yang ingin mendapatkan sesuatu dari suatu mata pelajaran tertentu, tidak mungkin dapat di paksakan untuk mempelajari mata pelajaran yang lain.
Sesuatu yang dicari siswa merupakan tujuan belajar yang akan dicapai, tujuan bealajar itulah sebagai pengarah yang memberikan motivasi kepada siswa dalam belajar.
Berdasarkan hasil pengamatan penulis pada tanggal 10 Maret sampai tanggal 28 April saya melakukan penelitian di kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Syarif Hidayatullah Kota Cirebon. Berdasarkan permasalahan di kelas VIII ketika belajar Akidah Akhlak ketika proses belajar kurang dalam segi pemahamanya hanya beberapa siswa yang paham.
Supaya permasalahan ini diatasi ketika belajar didalam kerja kelompok, maka dari itu ketika guru menerangkan tidak terlalu monoton supaya menarik pemahaman materi untuk siswa, motivasinya memberikan semangat ketika proses belajar dan ketika jam pelajaran berakhir berupa arahan-arahan.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akidah Akhlak Siswa (MTs) Syarif Hidayatullah Kota Cirebon, maka penulis bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubunganya antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar.
B. Rumusan Masalah
Dari kajian masalah yang penulis temukan, kemudian dirumuskan permasalahanya, sehingga akan dihasilkan karya tulis yang baik. Adapun perumusan. Adapun perumusan masalah sebagai berikut :
1. Wilayah Kajian
Wilayah kajian penelitian ini adalah Psikologi Pendidikan.
2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan masalah pada latar belakang masalah di atas, maka penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut:
a. Siswa kurang memahami materi sifat wajib dalam materi Akidah Akhlak.
b. Siswa kesulitan dalam menghafal do’a dalam materi Akidah Akhlak.
c. Siswa sulit mengingat kembali hafalan-hafalan do’anya.
d. Ada beberapa siswa yang tidak siap saat mempraktekan hafalan do’anya.
e. Metode pembelajaranya yang kurang yakin saat mempraktekan hafalan do’anya.
f. Nilai akhir siswa hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif saja.
3. Pembatasan Masalah
Agar masalah dapat terarah denga jelas dan tidak terjadi kesimpangan, maka peneliti mefokuskan masalah ini hanya pada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran akidah akhlak Madrash Tsanawiyah (MTs) Sayrif Hidayatullah Kota Cirebon. Hal ini bertujuan untuk menghindari meluasnya masalah yang dibahas dalam penelitian ini dibatasi pada :
a. Pengaruh motivasi belajar pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas VII dan VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Syarif Hidayatullah Kota Cirebon.
b. Prestasi belajar siswa kelas VII dan VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Syarif Hidayatullah Kota Cirebon.
c. Pengaruh motivasi belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII dan VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Syarif Hidayatullah Kota Cirebon.
4. Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka penulis membuat tiga pertanyaan penelitian :
a. Apakah motivasi belajar mata pelajaran Akidah Akhlak Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Syarif Hidayatullah Sedang/Cukup Tinggi ?
b. Apakah prestasi belajar mata pelajaran Akidah Akhlak Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Syarif Hidayatullah Lemah/Rendah ? c. Adakah pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata
pelajaran Akidah Akhlak Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Syarif Hidayatullah Kota Cirebon ?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
a. Mengetahui motivasi belajar mata pelajaran Akidah Akhlak Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Syarif Hidayatullah Kota Cirebon.
b. Mengetahui prestasi belajar mata pelajaran Akidah Akhlak Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Syarif Hidayatullah Kota Cirebon.
c. Mengetahui motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran Akidah Akhlak Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Syarif Hidayatullah Kota Cirebon.
D. Kerangka Pemikiran
Salah satu masalah penting yang dihadapi dunia pendidikan itu sendiri adalah mutu pendidikan. Perlu adanya penanganan yang sungguh-sungguh agar mutu lulusan yang dihasilkan sesuai dengan tuntutan dan harapan yang telah dirumuskan. Mutu pendidikan yang berkualitas hanya dapat dicapai apabila siswa dapat meraih prestasi belajar yang tinggi. Sedangkan untuk mencapai prestasi belajar yang tinggi banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah motivasi bealajar yang dimiliki oleh siswa itu sendiri.
Mc Donald dalam Wasty Soemanto (1990:91), memberikan pengertian motivasi yakni suatu perubahan tenaga di dalam diri pribadi seseorang yang di tandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi dalam usaha mencapai tujuan.
Purwanto (1998:60) mengemukakan bahwa motiv ialah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan bahwa tindakan belajar yang ermotif dapat dikatakan sebagai tindakan belajar yang dirasakanya, sehingga tindakan itu tertuju ke arah sautu tujuan yang didamkan.
Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seeorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan antusiasmenya dalam melaksanakan sesuatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).
Menurut Snatrock dalam Mradianto (2012:186), motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama.
Mardianto memberikan tiga kata kunci yang dapat diambil dari pengertian psikologi, yakni : 1) dalam motivasi terdapat dorongan yang menjadikan seseorang mengambil tindakan atau tindak mengambil tindakan, 2) dalam
motivasi terdapat lingkungan yang memberi atau menjadi sumber masukan atau pertimbangan seseorang untuk melakukan tindakan pertama atau kedua.
Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling memengaruhi siswa akan giat belajar jika ia mempunyai motivasi untuk belajar. Thorndike (Uno, 2011 : 11), mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus (yang mungkin berupa pikiran, perasaan, atau gerakan) dan respons. Pengertian ini senada dengan pendapat Good dan Brophy (Uno, 2011: 15 ), yang menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses atau interaksi yang dilakukan seseorang dalam memperoleh sesuatu yang baru dalam bentuk perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman belajar. Perubahan tingkah laku tersebut tampak dalam penguasaan siswa pada pola-pola tanggapan (respons) baru terhadap lingkunganya yang berupa keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), sikap atau pendirian (attitude), kemampuan (ability), pemahaman (understanding), emosi (emotion), apresiasi, jasmani, budi pekerti, serta hubungan sosial.
Prestasi Belajar terdiri dari dua suku kata, yaitu prestasi dan belajar.
Istilah prestasi di dalam kamus ilmiah populer didefinisikan sebagaib hasil yang telah dicapai. Noehi Nasution (1998 : 4) menyimpulkan bahwa belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang mnemungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respons utama, dengan syarat bahwa perubahan atau munculnya tingkah baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau oleh adanya perubahan sementara karena sesuatu hal.
Dimana tinggi rendahnya motivasi belajar siswa selalu dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seorang siswa selalu dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seorang siswa. Siswa menyenangi mata pelajaran tertentu seperti pelajaran akidah akhlak maka siswa akan senang hati untuk mempelajari mata pelajaran tersebut. Selain memilki bukunya, ringkasan, tulisan, dan media-media lainya pun lengkap. Dimana setiap ada
kesempatan selalu mata pelajaran yang di senangi itu di baca. Wajarlah bila isi mata pelajaran itu dikuasai dalam waktu yang relatif cepat.
Kegiatan belajar mengajar pasti di temukan siswa yang malas berpartisipasi dalam belajar. Sementara siswa yang lain aktif berpartisipasi dalam kegiatan, karena itulah baik dorongan atau penggerak maupun penyeleksi merupakan kata kunci dari motivasi dalam setiap perbuatan dalam belajar. Siswa yang mempunyai motivasi belajar dapat meyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan yang diabaikan, dimana siswa yang ingin mendapatkan sesuatu dari suatu nata pelajaran tertentu, tidak mungkin dapat dipaksakan untuk mempelajari mata pelajaran yang lain.
Sesuatu yang di cari siswa merupakan tujuan belajar yang akan di capai, tujuan belajar itulah sebagai pengarah yang memberikan motivasi kepada siswa dalam belajar akan mendorong siswa untuk bersemangat dalam mencapai prestasi belajar.
E. Hipotesis Penelitian
Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.(Sugiono, 2015: 224) Hipotesis merupakan sutau pertanyaan yang penting kedudukannya dalam penelitian. Oleh karena itu, dalam penelitian dituntut untuk merumuskan hipotesis dengan jelas.
Ha :Adanya pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Syarif Hidayatullah kota Cirebon.
Ho :Tidak ada pengaruh motivasi belaja terhadap prestasi belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Syarif Hidayatullah kota Cirebon.
F. Penelitian Relavan
Penelitian relavan adalah suatu penelitian sebelumnya yang sudah pernah dibuat dan dianggap cukup relavan/mempunyai keterkaitan dengan judul dan topik yang akan diteliti yang berguna untuk menghindari terjadinya pengulangan penelitian dengan pokok permasalah yang sama. Penelitian relavan dalam penelitian juga bermakna berbagai referensi yang berhubungan
dengan penelitian yang akan dibahas. Adapun judul yang dianggap mempunyai keterkaitan yang akan diteliti oleh penulis, sebagai berikut:
a. Skripsi yang ditulis oleh Maslihatun Ni’mah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Wali Songo yang berjudul :“Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MI Miftahul Huda Bogorejo Sedan Rembang tahun 2012/2013.
b. Bedasarkan hasil penelitian yang diperoleh tentang “Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MI Miftahul Huda Bogorejo Sedan Rembang tahun 2012/2013. dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa dalam keadaan kategori cukup sedangkan prestasi belajar akidah akhlak adalah sedang. Jadi menirut mashlihatun ni’mah “Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MI Miftahul Huda Bogorejo Sedan Rembang tahun 2012/2013. dapat diketahui ada pengaruh positif antara motivasi belajar siswa dan prestasi belajar mata pelajaran akidah akhlak.
c. Skripsi yang ditulis oleh Hanif Maulana Abdillah mahasiswa Institit Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung yang berjudul :“Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sumber Gempol Kab.Tulungagung Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015.
d. Bedasarkan hasil penelitian yang diperoleh tentang “Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sumber Gempol Kab.Tulungagung Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015. dari hasil tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak kelas VIII di SMPN 2 Sumber Gempol Kab. Tulungangung Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015
Skripsi yang ditulis oleh Hanif Maulana Abdillah mahasiswa Institit Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung yang berjudul
“Penerapan metode Hafalan terhadap Prestasi Belajar pada Bidang Studi Al-Qur’an Hadits di Mts Negri Karang Kendal Kecamatan kapetakan Kabupaten Cirebon 2012/2013.”
e. Bedasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh dari hasil tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak kelas VIII di SMPN 2 Sumber Gempol Kab.
Tulungangung Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak kelas VIII di SMPN 2 Sumber Gempol Kab.Tulungagung Semester Genap Tahun 2014/2015. Skripsi yang ditulis oleh Hanif Maulana Abdillah mahasiswa institit Agama Islam Negri (IAIN) Tulungagung yang berjudul “Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Sumber Gempol Kab.Tulungagung Semester Genap Tahun 2014/2015.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari hasil tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak kelas VIII di SMPN 2 Sumber Gempol Kab.Tulungagung Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015.
Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian yang saya lakukan adalah terletak pada variabel X dan Y nya yaitu “Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar”. Adapun peerbedaan penelitian tersebut dengan penelitian yang saya lakukan adalah terletak pada tempatnya dan jenjang pendidikan yang diteliti.