ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.SO KHUSUSNYA NY.AS DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR OKSIGENASI ; TBC PARU
DI RT 11 RW 02 KELURAHAN UTAN PANJANG KECAMATAN KEMAYORAN JAKARTA PUSAT
TANGGAL 23 APRIL-28 APRIL 2018
Disusun Oleh : DYVA OKTAVIANA
2015750014
PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
TAHUN 2018
LEMBAR PERSETUJUAN
Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan keluarga TN.SO khususnya NY.AS dengan pemenuhan kebutuhan dasar oksigenasi ; TBC PARU Di RT 11 RW 02 Kelurahan Utan panjang Kecamatan kemayoran Jakarta pusat ini telah di setujui untuk diajukan pada sidang di hadapan tim penguji
Jakarta, 22 Mei 2018
Mengetahui,
Ka. Prodi D III Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universita Muhammadiyah Jakarta
LEMBAR PENGESAHAN
Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan keluarga Tn.SO khususnya Ny.As Dengan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Oksigenasi : TBC PARU di RT 11 RW 02 Kelurahan Utan Panjang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat ini telah diujikan dan dinyatakan
“LULUS” dalam ujian sidang dihadapan tim penguji pada tanggal
Mengetahui,
Ka. Prodi D III Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universita Muhammadiyah Jakarta
KATA PENGANTAR Assalamualaikum WarahmatullahiWabarakathu
Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga saya dapat mengerjakan dan menyelesaikan “Karya Tulis Ilmiah”
saya yang berjudul “Asuhan Keperawatan Keluarga Tn.So Khususnya Ny. AS dengan Pemenuhan Kebutuhan dasar Oksigenasi : TBC Paru di RT 11 RW 02 Kelurahan Utan Panjang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat Pada Tanggal 21 -28 april 2018”, tepat pada waktunya.
Penyusunan karya tulis ilmiah ini dibuat sebagai syarat untuk lulus dan menyelesaikan pendidikan Diploma III Keperawatan fakultas ilmu keperawatan universitas muhammadiyah Jakarta. Dalam penyusunan dan penyelesaian karya tulis ini, saya mendapatkan bimbingan serta dukungan yang sangat baik dan maksimal. Oleh karena itu saya mengucapkan terimakasih kepada bapak/ibu :
1. Dr.Muhammad Hadi, SKM., M,Kep Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta
2. Ns. Titin Sutini, MKep., Sp. Kep.An Ketua Program Studi D III Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Univeritas Muhmmadiyah Jakarta
3. Drs. Dedi Muhdiana.,M.Kes pembimbing yang telah sabar memberikan bimbingan, pengarahan, saran serta dorongan dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini dari awal pembuatan sampai terselesaikannya karya tulis ilmiah ini.
4. Ns.Nuraenah selaku wali dari angkatan 33 yang sangat kami banggakan dan kami sayangi.
5. Ns. Fitrian Rayasari, MKep., Sp.KMB bidang pendidikan Program Studi D III Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Univeritas Muhmmadiyah Jakarta
6. Ns.Lily Herlinah Sp.Kep,Kom.. selaku penguji lahan yang sudah membina dan membimbing ketika praktek di lapangan
7. Ibu RW 02 dan ibu-ibu kader RW 02 yang telah berkontribusi dengan baik sehingga dapat membantu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu.
8. Seluruh staff D III Keperawatan yang telah membantu administrasi dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini
9. Keluargaku, yang selalu menjadi pacuan untuk bersemangat dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini terutama ibu Dra.Sry darma yanthi dan bapak Suratno yang selalu memberikan doa dan semangat untuk saya sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan baik dan sempurna
10. para sahabat-sahabat tingkat 3 angkatan 33 yang selalu kompak, semoga selalu terjalin silaturahmi yang baik amin yarabbalal amin.
11. Teman Se-KTI saya gani ayu, riki imam, fajar prakasa,bagus,fadly yang sudah saling membantu dalam proses KTI ini
Jakarta,…………..Mei 2018
Penulis
DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang ……….1
A. Tujuan Penulis ………..4
1. Tujuan umum ………4
2. Tujuan Khusus ………..4
B. Metode Penulisan ………..5
C. Ruang Lingkup ………..5
D. Sistematika Penulisan ………5
BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Konsep Dasar TB ………..7
1. Pengertian TB ………7
2. Klasifikasi TB ………...7
3. Etiologi TB ………7
4. Patofisiologi ………..9
5. Manifestasi klinik ……….9
6. Komplikasi ………...10
7. Penatalaksanaan TB ……….11
a. Penatalaksanaan Keperawatan ………11
b. Penatalaksanaan Kolaboratif ………..11
B. Asuhan Keperawatan oksigenasi ……… …...13
C. Asuhan keperawatan Keluarga ………...13
1. Konsep Keluarga ………16
a. Pengertian ………17
b. Jenis/tipe Keluarga ………18
c. Struktur Keluarga ………19
d. Peran Keluargga ………19
e. Fungsi Keluarga ………22
f. Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarg ………...23
2. Konsep Keperawatan Keluarga ………25
a. Pengkajian Keperawatan ………25
b. Diagnosa Keperawatan ………31
c. Perencanaan Keperawatan ………32
d. Pelaksanaan Keperawatan ………34
e. Evaluasi Keperawatan ………34
BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian keperawatan ………37
1. Data Dasar Keluarga ………39
2. Resume kasus ………39
3. Data dasar ………39
4. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga ………...40
5. Struktur Keluarga ………42
6. Fungsi keluarga ………42
7. Stress Koping Keluarg ………43
8. Pemeriksaan Fisik ………44
9. Penjajakan II ………46
10. Analisa Data ………48
B. Diagnosa Keperawatan ………54
C. Perencanaan Keperawatan………..55
D. Implementasi Keperawatan……….87
E. Evaluasi Keperawatan ………87
BAB IV PEMBAHASAN A. Pengkajian Keperawatan……….99
B. Diagnosa Keperawatan………..103
C. Perencanaan Keperawatan ………...104
D. Pelaksanaan Keperawatan……….104
E. Evaluasi Keperawatan ………..105
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ……….….106
B. Saran ………..107 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
Tuberkolosis merupakan penyakit infeksi yang masih sering terjadi Tuberkolosis paru penyakit yang disebabkan bakteri berbentuk batang yang di kenal dengan nama mycobacterium tuberkolosis. Peenularan penyakit ini melalui perantaraan ludah atau dahak penderita yang mengandung basil tuberkolosis paru. Pada saat penderita batuk, butir-butir air ludah bertebangan di udara dan terhisap oleh orang sehat, sehingga masuk ke dalam paru-parunya yang kemudian menyebabkan penyakit tuberkolosis paru (Sholeh S.naga,2012)
Penularan tuberkolosis terjadi melalui udara (airborne spreading) dari “droplet“
infeksi . sumber infeksi adalah penderita TB paru yang membatukkan dahaknya , dimana pada pemeriksaan hapusan dahak umumnya BTA positif. Batuk akan menghasilkan droplet infeksi (droplet nuclet). Pada sekali batuk dikeluarkan 3000 droplet.penularan pada umumnya terjadi dalam ruangan dengan ventilasi kurang . sinar matahari dapat membunuh kuman dengan cepat, sedang pada ruangan gelap kuman dapat hidup . resiko penularan infeksi akan lebih tinggi pada BTA positif di banding BTA negative (slamet hariadi,2011)
Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013 menyebutkan bahwa di Indonesia TBC menempati peringkat kedua kematian TBC (15,5%) Berdasarkan data dari hasil yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Kecamatan Kemayoran maka untuk penyakit dengan penderita TBC di tahun 2017 adalah yang nomor 2 dengan berjumlah 5234 penduduk.
Berdasarkan data TBC dapat disebabkan masalah yang menyerang paru-paru, bakteri ini jika masuk dan terakumulasi ke dalam paru-paru dapat menyebabkan terjadinya perkembangbiakan kuman dan paling utama yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah. (Zaidin Ali,2010)
1
Berdasarkan data WHO, bahwa Indonesia setiap tahunnya terjadi tuberkolosis paru dengan penyebaran paling banyak melalui dahak, bakteri ini masuk melalui saluran pernafasan yang di dalam nya dapat terakumulasi terjadinya perkembangan kuman dan paling utama yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
Berdasarkan data di Jakarta pusat penderita TBC PARU mencapai 21000 orang, penduduk. Jakarta PUSAT mengaku bahwa wilayahnya memiliki kasus TB terbanyak dibandingkan 4 wilayah lainnya di Provinsi DKI Jakarta. kemarin wilayah Jakarta Pusat memiliki sebanyak 6057 kasus TB, yang tersebar di seluruh kecamatan dan kelurahan. Sementara itu di tahun 2016 , angka pasien yang menderita TB di daerah Jakarta pusat jumlahnya lebih banyak lagi, yaini mencapai 6336 kasus TB. Memang penderita di Jakarta pusat ini dibandingkan dengan wilayah lain, cukup tinggi, Karena memang jumlah penduduk yang berada di Jakarta pusat merupakan padat penduduk sehingga jumlah kasus TB banyak terpengaruh juga melalui stastus lingkungan yang berada di Jakarta pusat (Dinkes prov. DKI Jakarta,2014)
Berdasarkan data di puskesmas Utan Panjang diperoleh kasus TBC dari tahun 2017-2018. Pada tahun 2017 jumlah penderita TBC di puskesmas utan panjang pada tahun 2018 sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan meninggal 0 dan anak-anak 0. Pada tahun 2018 jumlah penderita TBC paru adalah 20%. Di puskesmas Utan Panjang jumlah pasien dengan TB paru 25 orang yang terdiri 10 laki-laki dan 15 perempuan,(Puskesmas, Utan Panjang 2018)
Tanda dan gejala secara umum yang sering di dapat adalah: batuk, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan (wijaya budi, 2015 )
Penanganan penyakit TBC tidak lepas dari peran perawat keluarga. Beberapa peran perawat dalam melakukan perawatan kesehatan keluarga yang menderita TBC adalah perawat sebagai pendidik (promotif) dengan memberikan pengetahuan kepada keluarga tentang pengertian, penyebab, dampak dan cara merawat penderita TBC. Perawat sebagai pelaksana (kuratif) memberikan asuhan keperawatan secara professional kepada keluarga yang mengalami penyakit TBC (andikusuma, 2012)
Berdasarkan pernyataan diatas, penulis tertarik menyusun karya tulis ilmiah dengan judul
„’ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.SO khususnya Ny.As gangguan pemenuhan kebutuhan dasar Oksigenasi ; TUBERKOLOSIS PARU di RT 11 RW 02 kelurahan utan panjang kecamatan kemayoran Jakarta pusat’’
B. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan sebagai berikut : 1. Tujuan umum
Mendeskripsikan pengalaman nyata dalam menguraikan asuhan keperawatan pada pemenuhan kebutuhan dasar klien dengan tuberkolosis paru.
2. Tujuan khusus
1) Mampu menguraikan hasil pengkajian kebutuhan dasar klien dengan Tuberkosisi Paru.
2) Mampu menguraikan masalah keperawatan dengan pemenuhan kebutuhan oksigenasi dengan gangguan sistem pernafasan : tuberkolosis paru
3) Mampu menguraikan/mendeskripsikan rencana tindakan keperawatan dengan gangguan sistem pernafasan : TB 4) Mampu menguraikan tindakan keperawatan kebutuhan
dasar klien dengan gangguan sistem pernafasan : TB 5) Mampu menguraikan/mendeskrispikan hasil evaluasi
kebutuhan dasar klien dengan gangguan sistem pernafasan : TB
6) Mampu mengidentifikasi kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus dengan gangguan sistem pernafasan : TB 7) Mampu mengidentifikasi factor-faktor pendukung,
penghambat serta dapat mencari solusi dengan gangguan sistem pernafasan : TB.
8) Mampu memberikan saran atau masukan untuk perbaikan Asuhan keperawatan di berikutnya khusus nya dengan masalah Tuberkolosis Paru.
C. RUANG LINGKUP
Berdasarkan masalah ada pada keluarga maka penulis membatasi cakupan masalah pada tuberkolosis paru melalui Asuhan keperawatan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan dasar oksigenasi; TBC Paru pada keluarga Tn.So sampai 23 april dengan 28 april 2018
D. METODE PENULISAN
Metode yang digunakan penyusunan karya tulis ilmiah ini menggunakan deskriptif yaitu menguraikan apa yang di lakukan mulai dari pengumpulan data, menganalisa dan menarik kesimpulan dengan pendekatan studi kasus. Untuk menunjang penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis memperoleh informasi/data melalui :
1. Studi kepustakaan mempelajari literature-literature yang berkaitan dengan Tb
2. Studi kasus dengan wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik serta melihat dokumentasi kesehatan yang ada.
E. SISTEMATIKA PENULISAN
Dalam penulisan karya Tulis Ilmiah ini terdiri dari lima BAB yaitu :
BAB I : PENDAHULUAN
Meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan yang terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus, ruang lingkup, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
BAB II : TINJAUAN TEORITIS
Yang membahas tentang teori dasar makalah kesehatan yang terdiri dari :A. Konsep dasar keperawatan : Pengertian, Patofisiologi (etiologi, proses, manifestasi klinik, dan komplikasi), pelaksanaan (terapi, dan tindakan medis yang bertujuan untuk pengobatan).
BAB III : TINJAUAN KASUS
Tinjauan Kasus meliputi pengkajian keperawatan: pengumpulan data, penjajakan II, analisa data, Diagnosa keperawatan: Prioritas masalah dengan teknik skoring, Perencanaan keperawatan, Pelaksanaan keperawatan dan Evaluasi keperawatan.
BAB IV : PEMBAHASAN
Yang membahas kesenjangan dan membandingkan antara teori dan kasus, analisa dari faktor pendukung dan penghambat ,meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
BAB V : PENUTUP
Berisi uraian singkat mengenai inti sari dari asuhan keperawatan keluarga khusunya dengan masalah TB mulai dari pengkajian, diagnose, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN – LAMPIRAN DATA RIWAYAT HIDUP
BAB II TINJAUAN TEORI A. Konsep Dasar TUBERKOLOSIS PARU
1. Pengertian
Tuberkolosis paru adalah suatu penyakit infeksi kronik yang sudah lama dikenal manusia misalnya hubungan dengan tempat tinggal di daerah urban, lingkungan yang padat. .(Amin, 2012).
Tuberkolosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan hampir seluruh organ tubuh lainnya. Bakteri ini dapat masuk melalui saluran pernapasan dan saluran pencernaaan .(GI). Dan luka pada kulit. Tetapi banyak melalui inhalasi droplet yang berasal dari orang yang terinfeksi bakteri tersebut. .(Sylvia A, 2015).
Tuberkolosis adalah penyakit infeksius kronik dan berulang biasanya mengenai paru, meskipun semua organ dapat terkena. Disebabkan oleh mycobacterium tuberkolosis, Tb tidak umum terjadi di amerika serikat, khususnya antara dewasa muda pada keturunan eropa.
.(priscilla,2014).
Kesimpulan menurut penulis tuberkolosis paru adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium tuberkolosis yang menyerang bagian paru, penyakit tuberkolosis timbul di tempat tinggal yang padat.
2. Klasifikasi Tuberkolosis Paru
Penyakit tuberkolosis paru mempunyai klasifikasi ada 2 yaitu ; a. Tuberkolosis paru
Penyakit ini merupakan bentuk yang paling sering di jumpai yaitu sekitar 80% dari semua penderita. Tuberkolosis yang
7
menyerang jaringan paru-paru ini merupakan satu-satunya bentuk TB yang mudah tertular kepada manusia lain, asal kuman bisa keluar dari si penderita.
b. Tuberkolosis Ekstra paru
Penyakit ini merupakan bentuk penyakit TBC yang menyerang organ tubuh lainnya, selain paru-paru seperti pleura, kelenjar limfe, persendian tulang belakang, saluran kencing, dan susunan saraf pusat. Oleh karena itu, penyakit TBC ini kemudian dinamakan penyakit yang tidak pandang bulu, Karena dapat menyerang seluruh organ dalam tubuh manusia secara bertahap. Dengan kondisi ini organ tubuh yang telah rusak tentu saja dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.
3. Etiologi
Penyebab tuberkolosis adalah mycobacterium tuberculosis. Basil ini tidak berspora sehingga mudah di basmi dengan pemanasan, sinar matahari,dan sinar ultraviolet. Ada dua macam mikobakteria tuberkolosis yaitu tipe human dan ultraviolet. Ada dua macam mikobakteria tuberkolosis yaitu tipe human dan tipe bovin. Basil tipe bovin berada dalam susu sapi yang menderita mastitis tuberklosis usus.
Basil tipe human bisa berada di bercak ludah dan udara berasal dari penderita TBC, dan orang yang terkena rentan terinfeksi bila menghirupnya (wim de jong,2015).
Setelah organism terinhalasi,dan masuk paru-paru bakteri dapat bertahan hidup dan menyebar kenodus limfatikus local. Penyebaran melalui aliran darah ini dapat menyebabkan TB pada organ lain, dimana infeksi laten dapat bertahan sampai bertahun-tahun. (Patrick davey,2015).
4. Patofisiologi
Sebagian besar basil mycobacterium tuberkolosis masuk ke saluran pernapasan melalui udara/droplet penularan nya pada pasien TB dari batuk, bersin, berbicara berhadapan dengan pasien TB serta dari percikan air ludah yang mengandung bakteri tersebut, selanjutnya akan terjadi proses yang di kenal sebagai fokus primer akan terjadi kemungkinan yaitu penyebaran broken, penyebaran limfogen dan penyebaran hematogen. Keadaan ini hanya berlangsung beberapa saat penyebaran akan berhenti bila jumlah kuman yang masuk sedikit dan telah terbentuknya daya tahan tubuh terhadap basil tuberkolosis tetapi bila masuk ke dalam saluran pernapaan cukup banyak sehingga timbul tuberkolosis milier.
Proses lanjut penularan TB terjadi penyebaran infeksi primer masuk ke dalam saluran getah bening sehingga terbentuklah suatu primer kompleks yang dinamakan tuberkolosis primer. Dalam perjalanan penyakit lebih lanjut sebagaian besar tuberkolosis primer 90% dan 10%
mengalami penyebaran endogen (Algasaff,2010)
Infeksi primer
Pembentukan Primer komplek
Pembentukan basil TB
Penyebaran endogen basil TB
Out break of TB Sumber
penularan Penyebaran basil TB
Mati Sembuh
spontan
10%
5. Manifestasi klinik a. Keringat malam
Keringat malam umumnya baru timbul bila proses telah lanjut, kecuali pada orang-orang dengan vasomotor labil, keringat malam dapat timbul berlebih jika bila disertai dengan panas.
b. Batuk
Gejala batuk timbul paling dini dan merupakan gangguan yang paling sering di keluhkan. Biasanya batuk ringan sehingga dianggap batuk biasa atau akibat rokok. Proses yang paling ringan ini menyebabkan secret akan terkumpul pada waktu penderita tidur dan di keluarkan saat penderita bangun pagi hari.
Bila proses destruksi berkelanjut, secret di keluarkan terus menurus sehingga batuk menjadi lebih dalam dan menggangu penderita pada waktu siang maupun malam hari. Bula terkena trakea/bronkus, batuk akan terdengar sangat keras.
c. Lemah badan
Disebabkan oleh kerja berlebih, kurang tidur dan keadaan sehari-hari yang kurang menyenangkan. Karena itu harus dianalisa dengan baik dan harus lebih berhati-hati apa bila dojumpai perubahan sikap penderita.
d. Nyeri dada
Nyeri dada pada penderita Tuberkolosis paru termasuk nyeri pleurik yang ringan, bila nyeri bertambah berat berarti telah terjadi pleuritis berat dikelukan di daerah aksila.
e. Anoreksia
Anoreksia dan penurunan berat badan merupakan keluhan yang timbul pada penderita Tuberkolosis paru
f. Wheezing
Wheezing terjadi karena penyempitan lumen endobronkus yang disebabkan oleh secret, bronkostenosis, keradangan, jaringan granulasi, ulserasi dan lain-lain.
g. Batuk darah
Darah yang dikeluarkan penderita atau gumpalan-gunmpalan darah dalam jumlah yang sangat banyak, batuk darah jarang merupakan tanda permulaan dari penyakit tuberkolosis paru Karena batuk darah merupakan tanda yang telah terjadi dari pembuluh darah oleh karena itu proses tuberkolosis paru harus cukup lanjut untuk dapat menimbulkan batuk.
h. Dispneu
Dispneu merupakan proses lanjut tuberkolosis paru akibat adanya restriksi dan obstruksi saluran pernapasan serta yang dapat menyebabkan gangguan difusi.
6. Komplikasi
Penyakit tuberkolosis paru jika tidak di tanganin dengan benar dapat menimbulkan komplikasi, komplikasi dibagi atas komplikasi dini dan komplikasi lanjut.
a. Komplikasi Dini
Pleuritis, efusi pleura, empisema, laringritis usus.
b. Komplikasi lanjut
Obstruksi jalan napas, SOPT atau sindrom obstruksi pasca tuberkolosis, kerusakan parenkim berat, fibrosis paru, korpulmonal, amiloidisis, karisoma pari, sindrom gagal napas dewasa atau ARDS sering terjadi pada TB milier dan kavitas TB
(zulkifli amin 2015) 7. Panatalaksanaan
Penatalaksanaan TB dibagi menjadi 2 yaitu penatalaksanaan keperawatan untuk di rumah dan penatalaksanaan kolaboratif
1) Penatalaksanaaan keperawatan untuk di rumah
a. Lakukan pola hidup sehat seperti ; olahraga secara teratur dengan berolahraga dapat meningkatkan system kekebalan
tubuh, menjaga kekuataan otot dan sendi tubuh, olahraga dapat membentuk tubuh menjadi sehat/
b. Istirahat yang cukup
Dengan istirahat yang cukup akan membuat badan menjadi kuat dan sehat sehingga tidak mudah terkena TB
c. Biasakan untuk mengkonsusmsi berbagai jenis makanan sehat, tinggi protein dan vitamin.
d. Jaga kesehatan paru-paru dengan tidak mengkonsumsi alcohol dan rokok
e. Biasakan untuk membuka jendela/membuka gordyn supaya dapat ventilasi pencahayaan yang cukup bagi keluarga Tb maupun bagi penderita TB.
f. Selalu memakai maker untuk mencegah penularan bagi anggota keluarga yang ada di rumah maupunn orang lain.
2) Penatalaksanaan kolaboratif a. OAT atau obat anti tuberkolosis
Jenis obat utama yang di gunakan adalah ; -Rifampisin
Dosis 10mg/kgBB,maksimal 600mg 2-3X/minggu atau BB kurang dari 60kg;600mg
Bb 40-60kg;450mg -INH
Dosis 5mg/kgBB maksimal 300mg, 10mg/kgBB 3 kali seminggu
-pirazinamid
Dosis ; 25mg/kgBB, 35 mg/kgBB 3 kali seminggu -streptomisin
Dosis 15mg/kgBB atau bb kurang dari 60kg;1000mg b. Kombinasi dosis tetap
-empat obat anti tuberkolosis dalam satu tablet yaitu rifampisisn 150mg
-tiga obat anti tuberkolosis dalam satu tablet yaitu rifampisin 150mg, isoniazid 75mg
-kombinasi dosis tetap rekomedasi WHO 1999 untuk kombinasi dosis tetap penderita hanya minum obat 3-4 tablet dalam sehari.
c. Jenis obat tambahan -Obat kanamsin
-obat lain masih dalam penelitian makrolid, amoksilin dan asam klavulanat.
-Drivat rifampisin dan INH d. Terapi pembedahaan
-indikasi mutlak
Semua penderita yang telah mendapatkan obat OAT adekuat tetapi dahak tetap positif
Penderita batuk darah yang massif tidak dapat diatasi dengan cara konservasif
Penderita dengan fistula bronkopleura dan empisema yang tidak dapat di atasi secara konservasif
-indikasi mutlak
Penderita dengan dahak negative dengan batuk darah berulang
Kerusakan paru atau lobus dengan keluhan -Tindakan invasive (selain pembedahan)
Bronkoskopi adalah sebuah prosedur dengan memasukan tube lembut dan kecil ke dalam mulut atau hidung dengan tujuan untuk melihat ke dalam saluran pernafasan.
B. KONSEP DASAR KEPERAWATAN TUBERKOLOSIS PARU
1. Kebutuhan Oksigenasi
Kebutuhan oksigenasi adalah kebutuhan fisiologis yang paling penting.
Tubuh bergantung pada oksigen dari waktu ke waktu untuk bertahan hidup.
Proses membentuk energy dengan adanya oksigen bergantung secara total
pada oksigen untuk bertahan hidup, oksigen harus secara adekuat di terima dari lingkungan ke dalam paru-paru. Pembuluh darah dan jaringan pada beberapa titik untuk kehidupan nya.
2. Fisiologi
Proses oksigenasi dimulai dari pengambilan oksigen dari atmosfer kemudian masuk ke dalam organ pernapasan bagian bawah trakea, bronkus, bronkiolus dan selanjutnya masuk ke aveoli. Selain untuk jalan masuknya udara organ pernapasan bawah, organ pernapasan atas juga berfungsi untuk pertukaran gasa proteksi terhadap benda asing yang akan masuk ke pernapasan bagian bawah menghangatkan filtrasi dan melembabkan gas sedangkan fungsi organ pernapasan bawah sebagai tempat untuk masuknya oksigen dalam proses difusi gas (tarwoto dan wartonah,2011).
3.patofisologi
Dimulai dari organ pernapasan lalu masuk ke dalam mekanisme pernafasan dalam mekanisme pernafasn di bagi menjadi 3 yaitu batuk, peningkatan CO2 dan penurunan CO2 dan secret dalam batuk akan mengalami gangguan pola nafas , dalam peningkatan dan penurunan CO2 akan menimbulkan gangguan pertukaran gas, dalan secret akan menimbulkan gangguan bersihan jalan nafas.
(alimul H.A,2010).
(alimul H.A,2010).
4. factor-faktor yang mempengaruhi a. Factor fisiologis
Factor fisiologis yang mempengaruhi oksigenasi meliputi ; 1. Penurunan kapasitas membawa oksigen
2. Penurunan konstentrasi oksigen yang di inspirasi
b. Factor perkembangan
Saat lahir terjadi nya perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi udara. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek, bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa anak-anak, diameter dari depan ke belakang berkurang
Organ pernapasan
Mekanisme proses pernafasan
batuk Peningkatan CO2 Dan
penurunan CO 2
sekret
Gangguan pola nafas
Gangguan pertukaran gas
Gangguan bersihan jalan nafas
Gangguan Pola Nafas
dengan proposi terhadap diameter transversal. Pada orang dewasa thorak berbentuk oval.
c. Factor lingkungan
Factor lingkungan juga mempengaruhi akan pertumbuhan pernafasan seseorang.
d. Gaya hidup
Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernafasan dan denyut jantung juga akan mempengaruhi suplay oksigen dalam tubuh merokok juga dapat mempengaruhi vasokontraksi pembuluh darah perifer dan coroner (alimul A.aziz,2012).
C. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA 1. KONSEP KELUARGA
a. Pengertian
Istilah keluarga didefinisikan berbeda-beda tergantung dari teori yang digunakan.Beberapa definisi keluarga sering menggunakan teori interaksi, system atau tradisional. Ada beberapa pengertian keluarga yang perlu diketahui, di antaranya
1). WHO (1969)
Keluarga adalah kumpulan anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan.
2). Friedman (1998)
Keluarga merupakan orang yang dihubungkan oleh perkawinanan, adopsi dan kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, dan emosional dan social dari individu-individu yang ada di dalamnya terlihat dari pola interaksi yang saling ketergantungan untuk mencapai tujuan bersama.
b. Tipe / Bentuk Keluarga
Berbagai bentuk tipe keluarga, berdasarkan berbagai sumber, dibedakan berdasarkan keluarga tradisional dan keluarga non tradisional seperti :
Menurut Allender dan Spradley (2001), membagi tipe keluarga berdasarkan :
1). Keluarga tradisional
a) Keluarga inti (nuclear family) yaituy keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak kandung atau anak angkat
b) Keluarga besar (extended family) yaitu keluarga inti ditambah dengan keluarga lain yang mempunyai hubungan darah, misalnya kakek, nenek, paman dan bibi.
c) Keluarga Dyadyaitu rumah tangga yang terdiri dari suami istri tanpa anak
d) Single parent yaitu rumah tangga yang terdiir dari satu orang tua dengan anak kandung atau anak angkat, yang disebabkan karena perceraian atau kematian.
e) Single adult, yaitu rumah tangga yang hanya terdiri dari seorang dewasa saja.
f) Keluarga usia lanjut yaitu rumah tangga yang terdiri dari suami istri yang berusia lanjut.
2). Keluarga non tradisional
a) Commune family, yaitu lebih dari satu keluarga tanpa pertalian darah hidup serumah.
b) Orang tua(ayah/ibu) yang tidak ada ikatan perkawinan dan anak hidup bersama dalam satu rumah tangga.
c) Homoseksual yaitu dua individu yang sejenis kelamin hidup bersama dalam satu rumah tangga.
d) Keluarga dengan orang tua beranak tanpa menikah e) Pasanagan yang memiliki anak tanpa menikah
f) Pasangan kumpul kebo ; pasangan yang hidup bersama tanpa menikah.
c. Struktur Keluarga
struktur keluarga menggambarkan bagaimana keluarga melaksanakan fungsi keluarga dimasyarakat. Struktur keluarga terdiri dari bermacam-macam, diantaranya adalah :
1). Patrilineal
Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
2). Matrilineal
Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi diamana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
3). Matrilokal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
4). Patrilocal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.
5). Keluarga kawin
Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena
adanya hubungan dengan suami atau istri.
d. Peran Keluarga
Peran adalah sesuatu yang di harapkan secara normative dari seorang dalam situasi social tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan.Peran keluarga adalah tingkah laku spesifik yang di harapkan oleh seseorang dalam konteks keluarga. Dalam UU Kesehatan nomor 23 tahun 1992 pasal 5 menyebutkan “setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga,
dan lingkungan”. Setiap keluarga memiliki peran masing-masing antara lain :
1) Ayah
Ayah sebagai pemimpin keluarga mempunyai peran sebagai pencari nafkah,pendidik,pelindung/pengayom, pemberi rasa aman bagi setiap anggota keluarga dan juga sebagai anggota masyarakat kelompok social tertentu.
2) Ibu
Ibu sebagai pengurus rumah tangga, pengasuh dan pendidik anak- anak, pelindung keluarga dan juga sebagai pencari nafkah tambahan keluarga dan juga sebagai anggoota masyarakat kelompk social tertentu.
3) Anak
Anak berperan sebagai pelaku psikososial sesuai dengan perkembangan fisik, mental, social, dan spiritual.
e. Fungsi Keluarga
Keberadaan keluarga pada umumnya adalah untuk memenuhi fungsi-fungsi keluarga.Fungsi keluarga, berbeda sesuai dengan sudut pandang terhadap keluarga.Akan tetapi, dari sudut kesehatan keluarga yang sering digunakan daalah fungsi keluarga, yang disusun oleh Friedman. Berikut ini beberapa fungsi keluarga, UU No. 10 tahun 1992 jo PP No. 21 tahun 1994,Friedman dan Effendy.
Menurut , UU No. 10 tahun 1992 jo PP No. 21 tahun 1994 fungsi keluarga :
a. Fungsi keagamaan
- Membina norma ajaran-ajaran agama sebagai dasar dan tujuan hidup seluruh anggota keluarga
- Memberikan contoh konkrit dalam hidup sehari-hari dalam pengalaman dari ajaran agama
- Menerjemahkan agama ke dalam tingkah laku hidup sehari-hari kepada seluruh anggota keluarga.
b. Fungsi budaya
- Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga untuk meneruskan norma-norma dan budaya masyarakat dan bangsa yang ingin di pertahankan
- Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga untuk menyaring norma dan budaya asing yang tidak sesuai c. Fungsi cinta kasih
- Menumbuh kembangkan potensi kasih sayang yang telah ada antar anggota keluarga ke dalam simbol- simbol nyata secara optimal
- Membina tingkah laku saling menyayangi baik antar anggota keluarga secara kuantitatif dan kualitatif.
d. Fungsi perlindungan
- Memenuhi kebutuhan rasa aman anggota keluarga baik dari rasa tidak aman yang timbul dari dalam maupun dari luar keluarga
- Membina keamanan keluarga baik fisik maupun psikis dari berbagai bentuk ancaman dan tantangan yang dating dari luar.
e. Fungsi reproduksi
- Membina kehidupan keluarga sebagai wahana pendidikan reproduksi sehat baik bagi anggota keluarga maupun bagi keluarga sekitarnya
f. Fungsi sosialiasi
- Menyadari, merencanakan dan menciptakan lingkungan keluarga sebagai wahana pendidikan dan sosialisasi anak pertama dan utama
- Menyadari, merencanakan dan menciptakan kehidupan keluarga sebagai pusat tampak anak dapat mecari pemecahan dari berbagai konflik.
g. Fungsi ekonomi
- Melakukan kegiatan ekonomi baik di luar maupun di dalam lingkungan keluarga dalam rangka menopang kelangsungan dan perkembangan kehidupan keluarga - Mengelola ekonomi keluarga sehingga terjadi
keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran keluarga.
Menurut Friedman (1998), Secara umum fungsi keluarga adalah : a. Fungsi afektif
Fungsi keluarga keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain.
b. Fungsi sosialisasi
Fungsi mengembangkan dan tempat melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berhubungan dengan orang lain di luar rumah
c. Fungsi ekonomi
Fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.
f. Tahapan dan tugas perkembangan keluarga
Sebagaimana tertulis dalam buku suprajitmo 2008 menurut : 1) Duvall (1985) keluarga dibagi menjadi delapan tahap perkembangan yaitu:
a) Keluarga baru (berganning family)
Pasangan baru menikah yang belum mempunyai anak tugas perkembangan keluarga tahap ini antara lain :
a) Membina hubungan intim yang memuaskan b) Menetapkan tujuan bersama
c) Membina hubungan dengan keluarga lain teman dan kelompok sosial.
d) Mendiskusikan rencanamemiliki anak atau KB e) Persiapan menjadi orangtua
f) Memahami prenatal care (pengertian, persalinan, dan menjadi orangtua)
b) Keluarga dengan anak pertama <30 bulan
Masa ini merupakan transisi menjadi orangtua yang akan menimbulkan krisis keluarga, tugas perkembangan tahap ini antara lain adalah :
a) Adaptasi perubahan anggota keluarga (peran, interaksi, seksual dan
kegiatan)
b) Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan
c) Membagi peran dan tanggung jawab
d) Bimbingan orangtua tentang pertumbuhan dan perkembangan anak
e) Konseling KB postpartum 6 minggu f) Menata ruang untuk anak
g) Biaya/dana child bearing
h) Memfasilitasi rol learing anggota keluarga i) Mengadakan kebiasaan keagamaan secara rutin
c) Keluarga dengan anak prasekolah
Tugas perkembangan adalah menyelesaikan pada kebutuhan pada anak pra sekolah (sesuai dengan tumbuh kembang proses belajar dan kontak sosial) dan merencanakan kelahiran berikutnya.
a) Pemenuhan kebutuhan anggota keluarga b) Membantu anak bersosialisasi
c) Beradaptasi dengan anak baru lahir
d) Mempertahankan hubungan didalam maupun diluar keluarga e) Pembagian waktu, individu, pasangan dan anak
f) Pembagian tanggung jawab
g) Merencanakan kegiatan waktu stimulasi tumbuh dan kembang anak
d) Keluarga dan anak dengan usia sekolah (6-13th) Tugas perkembangan keluarga :
a) Membantu sosialisasi anak terhadap lingkungan luar rumah, sekolah, dan lingkungan lebih luas
b) Mendorong anak untuk mencapai pengembangan daya intelektual
c) Menyediakan aktifitas untuk anak
d) Menyesuaikan pada aktifitas komuniti dengan mengikuti sertakan anak
e) Memenuhi dan kesehatan anggota keluarga
e) Keluarga dengan anak remaja (13-20th) tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah :
a) Pengembangan terhadap remaja (memberikan kebebasan yang seimbang dan tanggung jawab mengingat remaja adalah seorang yang
dewasa mulai memiliki otonomi b) Memelihara komunikasi terbuka c) Memelihara hubungan intim keluarga
d) Mempersiapkan perubahan system peran dan peraturan anggota
keluarga untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anggota keluarga
f) Keluarga dengan anak dewasa (anak 1 meninggalkan rumah). Tugas perkembangan keluarga mempersiapkan anak untuk hidup mandiri dan menerima kepergian anaknya menata kembali fasilitas dan sumber yang ada dalam keluarga berperan sebagai suami, istri, kakek, nenek. Tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah:
a) Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar
b) Memelihara keluarga intim dalam keluarga
c) Mempersiapkan perubahan sistem peran dan peraturan anggota keluarga baru dimasyarakat
d) Mempersiapkan anak hidup mandiri dan menerima kepergian anak
e) Menata kembali fasilitas sumber yang ada pada keluarga f) Berperan suami istri kakek nenek
g) Menciptakan lingkungan rumah yang dapat menjadi contoh bagi anak-anaknya
g) Keluarga usia pertengahan (midle age family) Tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah :
a) Mempunyai lebih banyak waktu dan kebebasan dalam mengelolah
minat sosial dan waktu santai
b) Memulihkan hubungan antara generasi muda tua c) Keakrapan dengan pasangan
d) Memelihara hubungan/kontrak dengan anak keluarga e) Persiapan masa tua atau pensiun
viii. Keluarga lanjut usia
Tugas perkembangan keluarga saat ini adalah :
a) Penyelesaian tahap masa pensiun dengan cara merubah cara hidup
b) Menerima kematian pasangan, kawan dan mempersiapkan kematian
c) Mempertahankan keakrapan pasangan dan saling merawat
g. Tiga tugas keluarga dalam bidang kesehatan (Setiadi, 2008) : 1) Mengenal masalah kesehatan setiap anggotanya
Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian dan tanggung jawab keluarga, maka apabila
menyadari adanya perubahan perlu segera dicatat kapan terjadinya,
perubahan apa yang terjadi dan seberapah besar perubahannya 2) Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat bagi keluarga. Tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga dengan
pertimbangan siapa diantara keluarga yang mempunyai kemampuan mengambil keputusan untuk menentukan tindakan keluarga agar masalah
kesehatan dapat dikurangi atau teratasi
3) Memberi keperawatan anggotanya yang masih sakit atau yang tidak dapat membantu dirinya sendiri karena cacat atau usianya terlalu muda.
2. Konsep dasar Keperawatan Keluarga a. Pengkajian
Pengkajian merupakan tahapan terpenting dalam proses perawatan, mengingat pengkajian sebagai awal bagi keluarga untuk mengidentifikasi data-data yang ada pada keluarga. Oleh karena itu perawat keluarga digarapkan memahami betul lingkup, metode, alat bantu dan format pengkajian yang digunakan.
1) Wawancara berkaitan dengan hal-hal yang perlu diketahui, baik aspek fisik,mental, social-budaya,ekonomi,lingkungan 2) Observasi ; pengamatan terhadap hal-hal yang tidak perlu
ditanyakan karna dianggap cukup dengan pengamatan saja.
3) Data sekunder ; studi yang berkaitan dengan perkembangan kesehatan diantaranya kartu keluarga dan catatan kesehatan lainnya.
4) Pemeriksaan fisik ; dilakukan terhadap seseorang yang mempunyai masalah kesehatan yang berkaitan dengan fisik.
Hal-hal yang perlu di kaji dalam keluarga penjajakan I ;
1) Data umum ; data yang mencakup nama, umur, jenis kelamin, agama,hubungan dengan kk, pendidikan, pekerjaan, keterangan
Nn no N nama Nd umur gender Cs agama De hub dgn kk
D pendidikan ddpekerjaan K ket
Laki-laki perempuan
Meninggal pasien
Garis keturunan
2) Tipe keluarga 3) Suku bangsa
a) Asal suku bangsa keluarga b) Bahasa yang di pakai keluarga
c) Kebiasaan keluarga yang dipengaruhi suku yang dapat mempengaruhi kesehatan
4) Agama
a) Agama yang dianut keluarga
b) Kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan
5) Status social ekonomi keluarga
a) Rata-rata penghasilan seluruh anggota keluarga b) Jenis pengeluaran keluarga tiap bulan
c) Tabungan khusus kesehatan 6) .Aktifitas rekreasi keluarga
7) Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
a) Tahap perkembangan keluarga saat ini (ditentukan dengan anak tertua)
b) Tahap perkambangan keluarga yang belum terpenuhi c) Riwayat keluarga inti
(1) Riwayat terbentuknya keluarga inti\
(2) Penyakit yang diderita keluarga orang tua (adanya penyakit menular atau penyakit menular di keluarga) d) Riwayat keluarga sebelumnya (suami istri)
(1) Riwayat penyakit keturunan dan penyakit menular dikeluarga
(2) Riwayat kebiasaan/gaya hidup yang mempengaruhi kesehatan
8) Lingkungan
a) Karakteristik rumah (1) Ukuran rumah (luas rumah) (2) Kondisi dalam dan luar rumah (3) Kebersihan rumah
(4) Ventilasi rumah
(5) Saluran pembuangan air limbah (SPAL) (6) Air bersih
(7) Pengelolaan sampah (8) Kepemilikan rumah (9) Kamar mandi/wc (10) Denah Rumah
b) Karakteristik tetangga dan komunitas tempat tinggal:
(1) Apakah ingin tinggal dengan satu suku saja (2) Aturan dan kesepakatan penduduk setempat (3) Budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan c) Mobilitias geografis keluiarga
(1) Apakah keluarga sering pindah rumah
(2) Dampak pindah rumah terhadap kondisi keluarga (apakah menyebabkan stress)
d) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
(1) Perkumpulan/organisasi social yang diikuti oleh anggota keluarga
(2) Digambarkan dalam ecomap e) Sistem pendukung keluarga
Termasuk siapa saja yang terlibat bila keluarga mengalami masalah
9) Struktur keluarga
a) Pola komunikasi keluarga
(1) Cara dan jenis komunikasi yang dilakukan keluarga (2) Cara keluarga memecahkan masalah
b) Struktur kekuatan keluarga
(1) Respon keluarga bila ada anggota keluarga yang mengalami masalah
(2) Power yang dilakukan keluarga
c) Struktur peran (formal dan informal) Peran seluruh anggota keluarga
d) Nilai dan norma keluarga 10) Fungsi keluarga
a) Fungsi afektif
(1) Bagaimana cara keluarga mengekspresikan perasaan kasih saying
(2) Perasaan saling memiliki
(3) Dukungan terhadap anggota keluarga (4) Saling menghargai, kehangatan b) Fungsi sosialisasi
(1) Bagaimana memperkenalkan anggota keluarga dengan dunia luar
(2) Interaksi dan hubungan dalam keluarga c) Fungsi perawatan kesehatan
(1) Kondisi perawatan kesehatan seluruh anggota keluarga (bukan hanya kalau sakit diapakan tetapi bagaimana prevensi/promosi)
(2) Bila ditemui data maladaptif, langsung lakukan penjajakan tahap II (berdasar tugas keluarga seperti Bagaimana keluarga mengenal masalah, Mengambil keputusan, Merawat anggota keluarga, Memodifikasi lingkungan dan Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan)
11) Stress dan Koping keluarga
a) Stressor jangka panjang dan stressor jangka pendek serta kekuatan keluarga
b) Respon keluarga terhadap stress c) Strategi koping keluarga
d) Strategi adaptasi yang disfungsional:
Adakah cara keluarga mengatasi masalah secara maladaptive
12) Pemeriksaan fisik (head to toe)
a) Tanggal pemeriksaan fisik dilakukan
b) Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada seluruh anggota keluarga
c) Aspek pemeriksaan fisik mulai vital sign, rambut, kepala, mata, mulut, THT, Leher, Thorax, abdomen, ekstermitas atas dan bawah, sistem genital.
d) Kesimpulan dari hasil pemeriksaan fisik 13) Harapan keluarga
a) Terhadap masalah kesehatan keluarga b) Terhadap petugas kesehatan yang ada
14) Kesehatan keluarga menjelaskan tentang jenis rumah pasien, fasilitas yang ada di keluarga serta denah rumah.
15) Pengelolaan sampah menjelaskan tentang bagaimana keluarga dalam pengelolaan sampah di rumahnya
16) Sumber air menjelaskan tentang jenis air yang di gunakan
17) Fasilitas social dan kesehatan menjelaskan social yang ada pada pasien dan bagaimana pasien memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kesehatan.
Hal-hal yang ada dalam Penjajakan II
Pengkajian yang tergolong dalam penjajakan II diantaranya pengumpulan data- data yang berkaitan dengan nutria pada keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan sehingga dapat ditegakkan diagnosa keperawatan keluarga.
a) Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah, meliputi:
(1) Persepsi terhadap keparahan penyakit (2) Pengertian
(3) Tanda dan gejala (4) Faktor penyebab
(5) Persepsi keluarga terhadap masalah
b) Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan, meliputi:
(1) Sejauhmana keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah
(2) Masalah dirasakan keluarga
(3) Keluarga menyerah terhadap masalah yang dialami (4) Sikap negative terhadap masalah kesehatan
(5) Kurang percaya tehadap tenaga kesehatan (6) Informasi yang salah
c) Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, meliputi:
(1) Bagaimana keluarga mengetahui keadaan sakit (2) Sifat dan perkembangan perawatan yang dibutuhkan (3) Sumber-sumber yang ada dalam keluarga
(4) Sikap keluarga terhadap yang sakit
d) Ketidakmampuan keluarga memelihara lingkungan, meliputi:
(1) Keuntungan/ manfaat pemeliharaan lingkungan (2) Pentingnya hygiene sanitasi
(3) Upaya pencegahan penyakit
e) Ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas keluarga, meliputi:
(1) Keberadaan fasilitas kesehatan (2) Keuntungan yang didapat
(3) Kepercayaan keluarga terhadap petugas kesehatan (4) Pengalaman keluarga yang kurang baik
(5) Pelayanan kesehatan yang terjangkau oleh keluarga Setelah dilakukan skoring menggunakan skala prioritas, maka didapatkan diagnosa keperawatan keluarga berdasarkan NANDA (2015) dengan etiologi menurut Friedman (2010) sesuai dengan prioritas masalah.
b. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah keputusan klinis mengenai individu, keluarga atau masyarakat melalui suatu proses pengumpulan data dan analisa data secara cermat, memberikan dasar untuk menetapkan tindakan keperawatan dimana perawat bertanggung jawab untuk melaksanakannya.
Diagnosis keperawatan keluarga dianalisis dari pengkajian terhadap masalah dalam tahap perkembangan keluarga, lingkungan keluarga, struktur keluarga, fungsi keluarga, koping keluarga bersifat actual, resiko, maupun potensial.
Diagnosa keperawatan di tegakan dengan menggunakan PES (problem, etiologi, sign).
1. Masalah problem merupakan suatu peryataan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang dialami keluarga maupun anggota keluarga.
2. Penyebab (etiologi) merupakan suatu peryataan yang dapat menyebabkan masalah.
3. Sign/pemeriksaan fisik di dapatkan dari keluarga secara langsung maupun tidak langsung.
No DATA D DIAGNOSA KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan keluarga di susun berdasarkan jenis diagnosis seperti berikut ;
1. Diagnosa actual dari hasil pengkajian di dapatkan data mengenai tanda dan gejala dari gangguan kesehatan dimana masalah kesehatan yang dialami oleh keluarga memerlukan bantuan untuk segera di tangani dengan cepat, hanya terdiri dari komponen problem (P) atau P (problem) dan S (symptom/sign), tanpa komponen etiologi (E).
2. Diagnosa resiko tinggi/ancaman kesehatan sudah ada data yang menunjang namun belum ada gangguan tetapi tanda tersebut dapat menjadi masalah actual apabila tidak segera mendapatkan bantuan pemecahan dari tim kesehatan, perumusan diagnosis keperawatan keluarga resiko tinggi/ancaman terdiri problem (P) etiologi (E) dan S (symptom/sign).
3. Diagnosa potensial suatu keadaan keluarga dalam keadaan sejahtera tidak mencakup factor-faktor yang berhubungan dengan perawat dapat memperkirakan kemampuan atau potensi keluarga dapat di tingkatkan ke arah yang lebih baik dengan di dukung oleh perumusan diagnosis keperawatan keluarga terdiri problem (P) etiologi (E) dan S (symptom/sign).
c. perencanaan keperawatan keluarga
perencanaan merupakan proses penyusunan keperawatan yang dibutuhkan untuk mencegah, memecahkan masalah kesehatan.
Tahapan penyusunan perencanaan keperawatan keluarga sebagai berikut ;
1. Menetapkan masalah prioritas
2. Menetapkan diagnosis keperawatan keluarga
3. Skoring diagnose keperawatan menurut bailon dan maglaya (2009).
No 1.
2.
3.
4.
Kriteria
Sifat masalah Skala ; tidak/kurang sehat
Ancaman kesehatan Potensial
Kemungkinan masalah Dapat di ubah Skala ; Mudah
Sebagian Tidak dapat Potensial masalah
Untuk di cegah ; Tinggi Cukup Rendah
Menonjolnya Masalah Segera diatasi Tidak segera diatasi Tidak dirasakan adanya
masalah
Skor
3 2 1
2 1 0
2 1 0
2 1 0
Bobot
2
2
1
1
Pembenaran
Berdasarkan hasil wawancara , Ny.As terkena Tb paru
penyakit pasien tentang mengenal Tb baik.
masalah TB cukup karena ny.As sakit Tb paru baru 2 bulan dan sekarang lagi masa
pengobatan
Jika masalah yang dideritanya itu hanya minum obat OAT
Proses skoring di lakukan untuk setiap diagnosis keperawatan ; 1. Tentukan skornya sesuai criteria yang di buat oleh perawat.
2. Selanjutnya skor di bagi dengan skor tertinggi dan dikalikan dengan bobot.
Skor yang di peroleh
Skor tertinggi X bobot
Jumlah skor untuk semua criteria (skor maksimum sama dengan jumlah bobot,yaitu 5
d.
Implementasi keperawatanimplementasi merupakan aktualisasi dari perencanaan yang telah di susun sebelumnya. Prinsip yang mendasari implementasi keperawatan keluarga antara lain ;
1) Implementasi mengacu pada rencana keperawatan yang di buat
2) Implementasi di lakukan dengan tetap memperhatikan prioritas masalah 3) Kekuatan keluarga berupa motivasi dan sumber-sumber pendukung
lainnya.
4) Pendokumentasi keperawatan keluarga menyertakan tanda tangan petugas sebagai bentuk tanggung jawab profesi.
e. Evaluasi keperawatan
1) Sifat evaluasi
Evaluasi merupakan tahapan akhir dari proses keperawatan keluarga serta menentukan tujuan yang dapat tercapai
2) kriteria dan standar
Kriteria akan memberikan gambaran tentang factor-faktor tidak tetap yang memberikan petunjuk bahwa tujuan telah tercapai
3) Evaluasi kualitatif dan kualitatif
Dalam evaluasi kuantitatif dan kualitatif menekankan pada jumlah pelayanan atau kegiatan yang tekah di berikan
Evaluasi kuanlitatif dapat dilihat pada ; a. Evaluasi struktur
berhubungan dengan bahan yang di perlukan dalam suatu kegiatan b. Evaluasi proses
Evaluasi yang di lakukan selama proses berlangsung c. Evaluasi hasil
merupakan hasil dari penelitian pemberian asuhan keperawatan 4) Metode-metode evaluasi
a) Observasi langsung b) Memeriksa laporan c) Wawancara
d) Latihan
5) Catatan perkembangan
Catatan perkembangan merupakan keberhasilan tindakan keperawatan yang diberikan kepada keluarga oleh petugas kesehatan. Karakteristik evaluasi pedoman SOAP memberikan tuntunan pada perawat sebagai berikut ;
a) Subjektif
pernyataan tentang perubahan yang di rasakan baik kemajuan ataupun kemunduran setelah di berikan tindakan keperawatan
b) Objektif
Data yang bisa diamati melalui teknik observasi sehingga di lihat kemajuan atau kemunduran pada sasaran keperawatan.
c) Analisa
pernyataan yang menunjukan sejauh mana masalah keperawatan dapat menanggulangi
d) Planning
pernyataan yang ada dalam catatan perkembangan atau hasil evaluasi tentang dilanjutkan atau tidak rencana tersebut sehingga memerlukan modifikasi bagi perawat.
BAB III TINJAUAN KASUS
Dalam bab ini penulis menguraikan laporan kasus gangguan sistem pernafasan pada keluarga Tn.So khususnya Ny.As yang berada diwilayah Rt.11 Rw.02 Kelurahan Utan Panjang Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Asuhan keperawatan keluarga dilakukan pada tanggal 16 April 2018 sampai dengan 25 April 2018, dengan melakukan kunjungan rumah sebanyak 5 kali kunjungan.
Pemenuhan kebutuhan dasar oksigenasi pada keluarga dilakukan melalui pendekatan proses keperawatan-keperawatan dengan langkah-langkah sebagai berikut: pengkajian, analisa data, diagnose keperawatan, prioritas diagnose keperawatan dengan teknik skoring, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
A. PENGKAJIAN KEPERAWATAN 1. Identitas keluarga
Tn.So berperan sebagai kepala keluarga yang berumur 30 tahun, Tn.So menganut agama islam, pendidikan terakhir Tn.So Sekolah menengah atas, Tn.So bekerja sebagai kurir, Tn.So berasal dari Jakarta, Alamat Tn.So Jl.Hjiung RT 11 RW 02 Kelurahan Utan Panjang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Tn.So memiliki anggota keluarga 4 orang yang terdiri dari istri dan tiga orang anak. Untuk memberikan gambaran lebih jelas penulis menyajikan dalam tabel 3.1
Tabel 3.1 Struktur anggota keluarga
No Nama Umur Gender Agama Hub.dgn KK
Pendidikan Pekerjaan Ket
1 Ny.As 27 th Perempuan Islam Istri SMA IRT Sakit
2 An.R 7 th perempuan Islam Anak SD Belum bekerja Sehat 3 An.D 5 th Laki-laki Islam Anak Belum
sekolah
Belum bekerja Sehat
4 An.A 1 th Laki-laki Islam Anak Belum sekolah
Belum bekerja Sehat
37
Untuk melihat hubungan keluarga Tn.So penulis menggambarkan dalam bentuk bagan genogram 3.2 Genogram Keluarga Tn.So
KETERANGAN :
; garis keturunan : Laki-laki
: Perempuan : Meninggal
; yang tinggal serumah : Pasien
44
2. Resume Kasus
Dari salah satu anggota keluarga Tn.So ada yang menderita Tuberkolosis Paru keluarga Tn.So khusus nya Ny.As menderita Tuberkolosis Paru sejak tiga bulan yang lalu dan sedang menjalankan pengobatan sudah 2 bulan saat ini keluhan yang masih di rasakan adalah batuk berdahak dengan warna sputum warna hijau
3. Data dasar
Berdasarkan hasil pengkajian di dapatkan data ; 1) Tipe keluarga
Tipe keluarga Tn.So adalah keluarga inti/nuclear family terdiri dari bapak dan ibu dan 3 anak.
2) Suku
Tn.So Suku yang di miliki Ny.As adalah betawi, budaya yang dominan dalam keluarga adalah betawi karena Ny.As sudah 27 tahun menetap di
Jakarta tidak ada kebudayaan yang bertentangan dengan nilai norma serta tidak menganut nilai-nilai kepercayaan yang di larang oleh agama yang menurut keluarga bertentangan dengan kesehatan karena persepsi keluarga.terhadap kesehatan merupakan hal yang terpenting, jadi ketika keluarga Tn.So ada yang sakit, maka akan di bawa ke fasilitas kesehatan medis maupun alternative
3) Agama
Keluarga Tn.So menganut agama islam, anggota keluarga Tn.So dalam beribadah, agama di jadikan sebagai dasar keyakinan agama.
4) Status social ekonomi
Keluarga Tn.So mengajarkan anaknya, istri untuk bersosialisasi baik dalam lingkungan rumah maupun lingkungan organisasi
Ny.As mendapatkan uang dari suami pendapatan nya kurang lebih 2-3 juta perbulan, untuk pengeluaran dan untuk mengontrol rutin kesehatan Ny.As, Ny.As sudah mengatur sedemikian rupa yang mengatur ekonomi keluarga yaitu Ny.As
45
5) Aktivitas rekreasi keluarga ;
Keluarga ny.S jarang rekreasi/refresing yang teratur, hanya berjemur di dekat rumah dan mengobrol dengan tetangga, dan hanya menonton tv
2. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
keluarga Tn.So sedang berada pada tahap perkembangan keluarga dengan dewasa. jika ada masalah apapun berusaha untuk menyelesaikan masalah bersama – sama supaya tidak terjadi kesalah pahaman dan bila ada anggota keluarga yang sakit dibawa ke klinik terdekat. Selain itu, keluarga Tn.So menganjurkan anaknya untuk bersosialisasi mengikuti organisasi lingkungan rumah. Dalam melakukan peran keluarga Tn.So memperlakukan anak – anaknya setiap pekerjaan rumah dilakukan secara sendiri dan membantu orang tua
b. Tahap perkembangan yang belum terpenuhi
Dalam hasil wawancara terhadap keluarga Tn.So didapat bahwa pada usia dewasa, keluarga Tn.So belum bisa memperluas keluarga kecil menjadi keluarga besar di karenakan anak dari Tn.So masih kecil.
c. Riwayat Keluarga inti
Tn.So dan ny.As menikah 2 tahun yang lalu pernikahan nya di restui oleh kedua pihak keluarga, Ny.As sendiri berasal dari jakarta, lahir di jakarta, Tn.So berasal dari jakarta. Ny.As dan Tn So menetap di utan panjang sudah 2 tahun ny.As dan Tn.So tinggal di utan panjang serta memiliki satu orang putra.
d. Riwayat keluarga sebelumnya
Pada tahun 2001 Tn.So dan Ny.As memutuskan untuk menikah
46
e. Lingkungan
Karakteristik rumah.
DDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDD
Keterangan ;
Pintu Jendela
f. Karakteristik tetangga
Tetangga keluarga Tn.So tampak koorperatif dan dapat bersosialisasi dengan keluarga Tn.So
g. Mobilitas geografis keluarga
Tn.So khususnya Ny.As sudah dari lahir tinggal dirumah ini di karenakan rumah yang di tempatkan oleh keluarga Tn.So adalah rumah sendiri.
h. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Ny.S sebagai ibu kader di lingkungannya jadi Tn.So berinteraksi sangat baik dengan masyarakat sekitar.
i. System pendukung keluarga
Tn.So selalu di dukung oleh keluarga besarnya untuk kesembuhannya terutama tetangga di sekitar rumah sangat baik dan selalu bergotong royong.
Kamar tidur Kamar tidur
Kamar mandi Dapur
T A N G G A
TEMPAT JEMURAN Lantai 2
47
3. Tipe keluarga
Keluarga Tn.So termasuk keluarga inti (nuclear family) yang dimana keluarga tersebut terdiri Tn.So sebagai kepala keluarga dan An.R (anak) , An.D (anak) , An.A (anak)
4. Struktur Keluarga a. Pola komunikasi keluarga
Keluarga Tn.So berkomunikasi langsung dengan berhadapan (face to face). Sifat komunikasi yang digunakan adalah terbuka yaitu masing- masing dapat mengeluarkan pendapat dan tidak ada paksaan. Bahasa yang di gunakan saat mereka berbicara adalah bahasa Indonesia
b. Struktur Kekuataan keluarga
Ketika mengambil keputusan adalah Tn.So dalam membantu masalah kesehatan yang di hadapi oleh keluarga Tn.So khususnya Ny.As. secara keseluruhan hubungan antar keluarga Tn.So harmonis karena saling menghormati, dan menghargai satu sama lain
c. Struktur peran
Tn.So berperan sebagai kepala rumah tangga sebagai pencari nafkah , Ny.As berperan sebagai ibu rumah tangga sebagai pengurus kebutuhan rumah dan mengatur kebutuhan ekonomi dan An.R, An.D, An.A berperan sebagai anak tugas nya belajar untuk mencapai masa depan yang cerah.
d. Struktur nilai
nilai yang dianut adalah suku betawi tetapi tidak ditemukan nilai-nilai yang bertentangan dengan orang yang menderita TB
5. FUNGSI KELUARGA a. Fungsi afektif
Ny.AS menderita tuberkolosis, dan yang merawat Ny.As dalam melakukan aktivitas lainnya di lakukan sendiri.
b. Fungsi sosialisasi
48
Keluarga Tn.So mengajarkan anaknya, istri untuk bersosialisasi baik dalam lingkungan rumah maupun lingkungan organisasi
c. Fungsi pemeliharaan kesehatan 1) Kebutuhan nutrisi
Dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi keluarga Tn.So sudah cukup baik, dikarenakan Ny.As memasak selalu makanan yang bergizi. Dalam cara menyiapkan makanan Ny.As selalu memasak sendiri. Dan cara penyajian Ny.As mempunyai kebiasaan dalam mengolah makanan yaitu dengan cara mencuci dahulu lalu dimasak, dan disajikan dimeja dengan tertutup.
2) Kebutuhan eliminasi
Pola BAB saat dikaji tidak ada masalah, rata-rata pola BAB pada keluarga dalam satu hari yaitu satu kali dan itu terkadang tidak menentu. Sedangkan Pola BAK pada keluarga Tn.So dalam satu hari bisa 3-4 kali dan tidak ada keluhan pada saat BAK.
3) Kebutuhan kebersihan diri
Kebiasaan dari Keluarga Tn.So yaitu mandi 2x sehari pada saat pagi dan sore dengan menggunakan sabun mandi, gosok gigi 2x sehari pada saat pagi dan malam, sedangkan keramas 1x dua hari sekali menggunakan shampoo.
4) Kebutuhan istirahat dan tidur
Pola tidur keluarga Tn.So yaitu rata-rata 8 jam perhari dan tidak ada masalah pada pola tidur dan Keluarga Tn.So mempunyai kamar masing- masing.
5) Aktivitas dan olahraga
Aktifitas setiap hari Tn.T adalah bekerja dan aktifitas Ny.As menyiapkan sarapan dan masak untuk keluarga.
6) Kebutuhan rekreasi
Keluarga Tn.So jarang melakukan rekreasi dan untuk menonton tv bersama.
6. STERSSOR DAN KOPING KELUARGA a. Sterssor jangka pendek
49
Keluarga Tn.So mengatakan jika ada anggota keluarga yang sakit keluarga sangat memikirkan tentang penyakit yang di derita dan khawatir.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Jika ada masalah yang ada didalam keluarga, keluarga selalu berdiskusi dan menyelesaikan masalahnya dengan bermusyawarah.
c. Strategi koping yang di gunakan
Upaya yang digunakan dalam keluarga adalah dengan cara tidak melakukan aktifitas apapun dan memutuskan untuk beristirahat.
d. Stategi adaptasi fungsional
Kelurga Tn.So ketika ada masalah selalu bermusayawah untuk menyelesaikan suatu masalah yang dihadapi secara bersama-sama
7. Pemeriksaan fisik head toe toe NO Pemeriksaan
Fisik
Tn.So Ny.As An.R An.D An.A
1 Kepala Rambut bersih, tidak ada benjolan, tidak rontok, rambut berwarna hitam
Rambut bersih, tidak ada benjolan, tidak rontok, rambut berwarna hitam
Rambut bersih, tidak ada
benjolan Tidak rontok,
rambut berwarna
hitam
Rambut bersih, tidak ada benjolan, tidak rontok, rambut
berwarna hitam
Rambut bersih, TIdak ada
benjolan tidak rontok rambut b berwarna hitam 2 Mata Mata simetris,
konjungtiva an- anemis, sclera
an-ikterik.
Mata simetris konjungtiva
an.anemis, sclera an-ikterik
Mata simetris, konjungtiva
an-anemis, sclera an-
ikterik
Mata simetris, konjungtiva
an-anemis, sclera an-
ikterik
Mata simetris, konjungtiva an-anemis, sclera an- ikterik
3 33
Hidung Tidak ada benjolan, hidung tampak bersih dan tidak
ada cairan
Tidak ada benjolan, hidung tampak bersih dan tidak
Tidak ada benjolan, hidung tampak
bersih dan
Tidak ada benjolan, hidung tampak
bersih dan
Tidak ada benjolan,
hidung tampak bersih