ITPC BUSAN
APRIL 2017
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK
DI KOREA SELATAN
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 2
DAFTAR ISI DAFTAR ISI ... 2
DAFTAR TABEL ... 3
DAFTAR GAMBAR ... 4
KATA PENGANTAR ... 5
1 Latar Belakang ... 6
1.1. Profil Singkat Negara ... 6
1.2. Pemilihan Negara ... 7
1.3. Kerjasama Ekonomi Korea Selatan dan Indonesia ... 9
2 Peluang Dan Strategi Penetrasi Pasar ... 11
2.1. Sekilas Mengenai Pakan Ternak ... 11
2.2. Perdagangan Pakan Ternak di Dunia ... 13
2.2.1. Produksi Pakan Ternak di Dunia ... 13
2.2.2. Ekspor Impor Pakan Ternak di Dunia ... 15
2.3. Perdagangan Pakan Ternak di Korea Selatan ... 18
2.3.1. Tren Penggunaan Pakan Ternak di Korea Selatan ... 18
2.3.2. Tren Impor Pakan Ternak di Korea Selatan ... 20
2.4. Perdagangan Pakan Ternak di Indonesia ... 21
2.4.1. Produksi Pakan Ternak Indonesia ... 21
2.4.2. Ekspor Pakan Ternak Indonesia ... 22
2.5. Kebijakan Tariff ... 24
2.6. Strategi Memasuki Pasar ... 24
3 Regulasi Produk Pakan Ternak di Korea Selatan ... 28
3.1. Peraturan Umum ... 28
3.2. Prosedur Impor (Import Procedures) ... 29
3.3. Pengurusan Ijin Impor (Import Clearence) ... 30
3.4. Standarisasi Produk di Korea Selatan ... 31
4 Informasi Penting ... 33
4.1. Nama Perwakilan Korea Selatan di Indonesia ... 33
4.2. Nama Perwakilan Indonesia di Korea Selatan ... 33
4.3. Perusahaan Importir Pakan Ternak di Korea Selatan ... 34
DAFTAR PUSTAKA ... 37
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 3
DAFTAR TABEL 1.1 Peringkat Negara Berdasarkan GDP ... 8
1.2 Perkembangan GDP Korea Selatan tahun 2010 – 2021 ... 9
2.1 Kode HS 2306 dan Deskripsi ... 13
2.2 20 Perusahaan Produsen Pakan Terbesar di Dunia ... 14
2.3 Perkembangan Ekspor Dunia HS 2306 Tahun 2012 – 2016 ... 15
2.4 Negara Eksportir HS 2306 Tahun 2012 - 2016 ... 16
2.5 Perkembangan Impor Dunia HS 2306 Tahun 2012 – 2016 ... 17
2.6 Negara Importir HS 2306 Tahun 2012 - 2016 ... 18
2.7 Jumlah Peternak dan Hewan Ternak di Korea Selatan Tahun 1970 – 2017 ... 19
2.8 Perkembangan Impor Korea Selatan HS 2306 Tahun 2012 – 2016 ... 20
2.9 Nilai Impor Korea Selatan HS 2306 Tahun 2012 - 2016 ... 21
2.10 Produksi Pakan Ternak Indonesia Tahun 2006 - 2016 ... 22
2.11 Perkembangan Ekspor Indonesia HS 2306 Tahun 2012 – 2016 ... 23
2.12 Nilai dan Negara Tujuan Ekspor Indonesia HS 2306 Tahun 2012 - 2016 ... 23
2.13 Pengenaan Tarif Produk HS 2306 berdasarkan FTA ... 24
4.1 Daftar Nama Perwakilan Korea Selatan di Indonesia ... 33
4.2 Daftar Nama Perwakilan Indonesia di Korea Selatan ... 33
4.3 Perusahaan Importir Produk Pakan Ternak di Korea Selatan ... 34
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 4
DAFTAR GAMBAR 1.1 Peta Korea Selatan ... 6
2.1 Grafik Produksi Pakan Ternak Dunia ... 15
2.2 Korea International Livestock Expo 2015 ... 26
3.1 Diagram Prosedur Impor ke Korea Selatan ... 29
3.2 Diagram Prosedur Bea Cukai Korea Selatan di bawah FTA ... 30
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 5
KATA PENGANTAR
Pakan merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi suatu usaha peternakan, yaitu sekitar 70- 90% dari biaya produksi. Efisiensi usaha peternakan juga sangat tergantung dari penggunaan pakan. Diantara negara-negara di Asean, Indonesia mempunyai peluang pengembangan industri pakan yang bisa berkompetisi dengan negara lain. Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk memproduksi bahan baku pakan Dengan wilayah yang luas, tanah subur serta sumber daya alam melimpah sebenarnya sangat mendukung hal itu. Berbagai jenis tanaman organik sebagai bahan baku pembuat makanan ternak seperti rumput gajah, padi (penghasil dedak / bekatul), jagung, singkong bisa tumbuh subur. Sementara itu, jumlah hewan ternak di Korea Selatan apabila dibandingkan dengan populasi jumlah penduduk bisa dikatakan sangat tinggi. Meningkatnya permintaan produk hewani juga menjadi salah satu potensi untuk Indonesia melakukan ekspor pakan ternak ke Korea Selatan.
Penulisan Market Brief ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kondisi pasar komoditi pakan ternak di Korea Selatan. Beberapa data statistik dan regulasi yang berkaitan dengan komoditi tersebut di dalam laporan ini disadur dari berbagai sumber dan pusat data terpercaya sehingga data-data yang tersaji adalah valid adanya. Market Brief ini juga diharapkan dapat menjadi acuan informasi bagi pengusaha Indonesia yang ingin memasarkan produknya ke pasar Korea Selatan khususnya untuk komoditi pakan ternak serta membantu meningkatkan daya saing produk Indonesia dalam perdagangan global.
Busan, April 2017 ITPC Busan
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 6
1. Latar Belakang 1.1. Profil Singkat Negara
GAMBAR 1.1 PETA KOREA SELATAN
Korea Selatan adalah negara yang berbentuk Republik. Sistem pemerintahan di Korea Selatan terbagi kedalam tiga bagian yaitu eksekutif, yudikatif dan legislatif. Lembaga eksekutif dipegang oleh Presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan Majelis Nasional. Presiden bertindak sebagai Kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan. Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun. Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan presiden. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup. Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih.
Secara geografis Korea Selatan memiliki luas sebesar 100.460 km1 dengan jumlah
1 http://kbriseoul.kr/
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 7
penduduk 50,42 jt2 yang tersebar di berbagai kota-kota besar, seperti Seoul, Busan, Incheon, Daegu, Daejeon, Gwangju, dan Suwon. Korea Utara merupakan satu-satunya negara yang berbatasan langsung dengan Korea Selatan, dengan panjang perbatasan 238 km yang ditetapkan dengan DMZ (Garis Demarkasi Militer). Wilayahnya sebagian besar dikelilingi perairan dan memiliki panjang garis pantai 2.413 km. Sebelah barat dibatasi oleh Laut Kuning, sebelah selatan dengan Laut Cina Timur, sementara sebelah timur berbatasan dengan perairan Laut Jepang.
Sektor ekonomi Korea Selatan memulai pertumbuhannya pada tahun 1964 setelah terjadi perang Korea pada tahun 1950an. Pada tahun 1971, terjadi peningkatan Gross National Product (GNP) sebesar 9%. Pada tahun yang sama, komiditi ekspor Korea Selatan mencapai US$ 1,132 juta dimana ekspor manufaktur mencapai 86% dari total ekspor. Ketika terjadi krisis ekonomi yang melanda Asia pada tahun 1997, Korea Selatan terkena dampaknya dan menjadikan negara ini sebagai pasien International Monetary Fund (IMF) hingga tahun 2000, dimana pada tahun tersebut Korea Selatan berhasil meningkatkan GDP hingga 10.9%. Korea Selatan kembali mengalami resesi ekonomi yang terjadi pada tahun 2007 hingga 2009 sebagai akibat dari krisis finansial dunia yang memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang melambat sebesar 0.2%. Namun pada tahun 2016 kemarin, kondisi ekonomi Korea Selatan menunjukkan kecenderungan yang positif dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 2.7%3.
Selama beberapa dekade pemerintah memberikan dukungan kepada berbagai perusahaan raksasa yang dikenal dengan istilah “chaebol” (perusahaan yang dimiliki oleh sebuah keluarga maupun kelompok industri tertentu). Hal ini tentu menjadikan Korea Selatan salah satu negara dengan perekonomian terbesar serta pengekspor produk eletronik dan otomotif terbesar di dunia. Namun akhir-akhir ini sistem perekonomian Korea Selatan mengalami perubahan dari centrally-planned government directed investment menjadi market oriented model.
1.2. Pemilihan Negara
2 http://data.worldbank.org/country/korea-republic
3 http://data.worldbank.org/
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 8
Korea Selatan merupakan terbesar ke-sebelas berdasarkan GDP4. Korea Selatan tergabung dalam beberapa organisasi ekonomi internasional seperti G-20 ekonomi utama, APEC, WTO dan OECD. Pertumbuhan ekonominya yang sangat cepat membuat negara ini dikenal dengan sebutan Macan Asia dan dikategorikan sebagai salah satu negara yang akan menguasai perekonomian dunia di grup The Next Eleven. Pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat ini sering dijuluki dengan istilah Keajaiban di Sungai Han. Tabel 1.1 di bawah ini menginformasikan mengenai rangking negara berdasarkan GDP tahun 2016 yang lalu.
TABEL 1.1
PERINGKAT NEGARA BERDASARKAN GDP (CURRENT PRICE)
(billion USD)
No Negara 2014 2015 2016
1 United States 17,391.10 18,036.70 18,561.90
2 China 10,557.60 11,181.60 11,391.60
3 Japan 4,595.50 4,124.20 4,730.30
4 Germany 3,885.40 3,365.30 3,494.90
5 United Kingdom 3,002.40 2,858.50 2,649.90
6 France 2,843.70 2,420.20 2,488.30
7 India 2,042.60 2,073.00 2,251.00
8 Italy 2,141.90 1,815.80 1,852.50
9 Brazil 2,417.20 1,772.60 1,769.60
10 Canada 1,783.80 1,550.50 1,532.30
11 Korea 1,411.30 1,377.90 1,404.40
12 Russia 2,031.00 1,326.00 1,267.80
13 Australia 1,444.40 1,225.30 1,256.60
14 Spain 1,383.50 1,199.70 1,252.20
15 Mexico 1,298.20 1,143.80 1,063.60
16 Indonesia 890.6 859 941.00
17 Netherlands 881 750.7 769.90
18 Turkey 798.7 717.9 735.70
19 Switzerland 701.2 664 662.50
20 Saudi Arabia 753.8 646 637.80
Sumber : https://knoema.com, updated 19 April 2017
Pertumbuhan GDP Korea Selatan dari tahun 2010 sampai dengan 2016 dapat dikatakan relatif stabil, meskipun terjadi penurunan sebesar 1.4% pada tahun 2012. Pada tahun-tahun berikutnya mengalami peningkatan hingga tahun 2014 yang mencatatkan GDP sebesar 3.3% dengan nilai mencapai US$ 1.411.30 miliar. Pada tahun 2015 terjadi penurunan kembali sebesar 0.7%, dari yang sebelumnya 3.3% menjadi 2.6% dengan nilai
4 Ihttps://knoema.com, updated 19 April 2017
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 9
sebesar US$ 1.377.90 miliar. Pada tahun 2016 yang lalu pertumbuhan GDP Korea Selatan naik sebesar 0.1% menjadi 2.7% dengan nilai sebesar US$ 1.404.40 miliar.
Menurut data yang diperolah dari www.knoema.com, pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada tahun 2017 dan tahun-tahun berikutnya diperkirakan akan relatif stabil pada angka 3.0% - 3.1%. Tabel 1.2 di bawah ini menunjukkan perkembanga GDP Korea Selatan dari tahun 2010 hingga 2021.
TABEL 1.2
PERKEMBANGAN GDP KOREA SELATAN TAHUN 2010 – 2021
Year GDP, current prices, billion $US
GDP, current PPP dollars, bln.
Real GDP Growth,
%
2010 1,094.50 1,473.70 6.5
2011 1,202.50 1,559.40 3.7
2012 1,222.80 1,624.60 2.3
2013 1,305.60 1,698.90 2.9
2014 1,411.30 1,786.80 3.3
2015 1,377.90 1,853.20 2.6
2016 1,404.40 1,928.60 2.7
2017* 1,521.00 2,029.90 3.0
2018* 1,591.30 2,141.70 3.1
2019* 1,669.00 2,255.70 3.0
2020* 1,746.80 2,372.60 3.0
2021* 1,819.30 2,496.50 3.0
Sumber : https://knoema.com, updated 19 April 2017 *prediksi
1.3. Kerjasama Ekonomi Korea Selatan dan Indonesia
Semenjak dibukanya hubungan diplomatik pada tahun 1966, hubungan bilateral antara Indonesia dan Republik Korea (ROK) terus mengalami perkembangan dan peningkatan dari tahun ke tahun di berbagai bidang. Hubungan yang erat ini dapat dilihat dari meningkatnya kerjasama dalam 5 (lima) tahun terakhir yang tercermin dari bertambahnya ikatan kerjasama antara kedua negara di berbagai bidang seperti politik, keamanan, ekonomi, perdagangan dan sosial budaya.
Dalam konteks hubungan bilateral, Indonesia–Korsel berada pada posisi yang saling melengkapi. Kedua negara berpotensi untuk saling mengisi satu sama lain. Di satu pihak, Indonesia memerlukan modal/investasi, teknologi dan produk-produk teknologi dan di lain pihak, Korsel memerlukan sumber alam/mineral, tenaga kerja dan pasar Indonesia yang besar. ROK merupakan alternatif sumber teknologi khususnya di bidang heavy industry, IT dan telekomunikasi.
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 10
Hubungan kerjasama bilateral RI-ROK yang terbina dengan baik di bidang ekonomi dan politik, dapat dilihat dari tingginya tingkat kunjungan antar pemimpin kedua negara seperti diantaranya:
1. Kunjungan Kenegaraan Presiden Lee Myung Bak, Maret 2009
2. Kunjungan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (ASEAN-ROK Commemorative Summit), Juni 2009
3. Kunjungan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (G-20 Summit), Nopember 2010 4. Kunjungan Presiden Lee Myung Bak (Bali Democracy Forum), Desember 2010 5. Kunjungan Presiden Lee Myung Bak (ASEAN plus three, East Asia), Nopember 2011 6. Kunjungan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (Nuclear Security Summit), Maret
2012
7. Kunjungan Presiden Lee Myung Bak (Bali Democracy Forum), Nopember 2012
8. Kunjungan Kenegaraan Presiden Park Geun Hye (APEC dan State Visit), Oktober 2013 9. Kunjungan Presiden Joko Widodo (25th Asean – ROK Commemorative Summit),
Oktober 2014
10. Kunjungan Kenegaraan Presiden RI Joko Widodo ke Seoul, 15-18 Mai 2016
Dalam hubungan kerjasama di sektor ekonomi, pencapaian target untuk meningkatkan kerjasama RI-ROK juga didukung dengan membentuk Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) untuk melengkapi perjanjian ASEAN-ROK Free Trade Area (FTA) yang telah ada sebelumnya.
Perundingan Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IKCEPA) saat ini telah terselenggara sebanyak tujuh kali. Pelaksanaan terakhir diadakan di Seoul, Korea, pada tanggal 21-28 Februari 2014. Putaran ini merupakan lanjutan dari putaran keenam IKCEPA yang diadakan di Bali pada tanggal 4-8 Nopember 2013. IKCEPA terakhir telah dicapai suatu kesepakatan dimana telah disepakati untuk dibentuk pilar utama untuk meningkatkan akses pasar perdagangan barang dan jasa, fasilitasi perdagangan dan investasi serta cooperation termasuk capacity buiding.
Hubungan kerjasama terus terjalin, ini dibuktikan dengan dilaksanakannya pertemuan ke-5 Indonesia-Korea Working Level Task Force (WLTF) on Economic Cooperation pada tanggal 29-30 September 2014 di Seoul, dimana pelaksanaan tersebut diwakili dari berbagai Kementerian RI dan Korea Selatan. Dalam pertemuan ke-5 WLTF tersebut, kedua
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 11
pihak membahas berbagai proyek yang sedang berlangsung maupun yang akan dilakukan.
Kedua pihak sepakat untuk mengakselerasi kerjasama bilateral dengan memprioritaskan 10 proyek utama. Pertemuan ke-5 Plenary WLTF juga sepakat untuk memperpanjang TOR pembentukan Joint Secretariat yang akan segera berakhir sehingga Joint Sekretariat yang telah berjalan sejak bulan Februari tahun 2012 tersebut dapat terus berjalan untuk menjembatani berbagai kerjasama antara kedua negara.
2. Peluang dan Strategi Penetrasi Pasar 2.1. Sekilas Mengenai Pakan Ternak 2.1.1. Definisi Pakan Ternak
Pakan adalah makanan/ asupan yang diberikan kepada hewan ternak (peliharaan).
Pakan merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan kehidupan makhluk hidup. Zat yang terpenting dalam pakan adalah protein. Pakan berkualitas adalah pakan yang kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitaminnya seimbang. Pada umumnya pengertian pakan (feed) digunakan untuk hewan yang meliputi kuantitatif, kualitatif, kontinuitas serta keseimbangan zat pakan yang terkandung di dalamnya. Pakan adalah segalah sesuatu yang dapat diberikan sebagai sumber energi dan zat-zat gizi, istilah pakan sering diganti dengan bahan baku pakan, pada kenyataanya sering terjadi penyimpangan yang menunjukkan penggunaan kata pakan diganti sebagai bahan baku pakan yang telah diolah menjadi pellet, crumble atau mash.
Bahan pakan adalah (bahan makanan ternak) adalah segalah sesuatu yang dapat diberikan kepada ternak baik yang berupa bahan organik maupun anorganik yang sebagian atau semuanya dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan ternak. Bahan organik yang terkandung dalam bahan pakan, protein, lemak, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen, sedang bahan anorganik seperti calsium, phospor, magnesium, kalium, natrium. Kandungan bahan organik ini dapat diketahui dengan melakukan analisis proximat dan analisis terhadap vitamin dan mineral untuk masing masing komponen vitamin dan mineral yang terkandung didalam bahan yang dilakukan di laboratorium dengan teknik dan alat yang spesifik. Bahan dibagi menjadi dua bagian yaitu bahan pakan konvensional dan bahan pakan subtitusi.
Bahan pakan konvensional adalah bahan baku yang sering digunakan dalam pakan yang biasanya mempunyai kandungan nutrisi yang cukup (misalnya protein) dan disukai ternak. Bahan pakan konvensional merupakan bahan makro ,serta jagung, bungkil kedelai,
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 12
gandung,tepung ikan dan bahan lainnya. Bahan baku yang berasal dari bahan yang belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan dari hasil ikutan industri agro atau peternakan.
2.1.2. Jenis-jenis Pakan Ternak
Berikut ini merupakan jenis-jenis makanan ternak yang ada : 1) Hijauan Segar
Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada ternak dalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak). Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan, tanaman biji-bijian/ jenis kacang-kacangan.
Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai ternak, mudah diperoleh karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi, meskipun sering dipotong/
disengut langsung oleh ternak. Sehingga hal ini sangat menguntungkan bagi para peternak/ pengelola ternak. Hijauan banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana, pati dan fruktosa yang sangat berperan dalam menghasilkan energi.
2) Jerami dan hijauan kering
Termasuk ke dalam kelompok ini adalah semua jenis jerami dan hijauan pakan ternak yang sudah dipotong dan dikeringkan. Kandungan serat kasarnya lebih dari 18% (jerami, hay dan kulit biji kacang-kacangan).
3) Silase
Silase adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar biasanya berasal dari tanaman sebangsa padi-padian dan rumput-rumputan.
4) Konsentrat
Konsentrat dapat dikatakan juga dengan pakan penguat. Contonya adalah dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, garam dan mineral.
2.1.3. Fungsi Pakan Ternak
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 13
Bagi semua makluk hidup, pakan mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai sumber energi untuk pemeliharaan tubuh, pertumbuhan dan perkembangbiakan.
Selain itu, pakan juga dapat digunakan untuk tujuan tertentu, misalnya untuk menghasilkan warna dan rasa tertentu. Fungsi lainnya, pakan dapat digunakan sebagai pengobatan, reproduksi, perbaikan metabolisme lemak dan lainnya. .Namun pemberian pakan berlebih dapat membuat hewan peliharaan menjadi rentan terhadap penyakit, produktifitasnya pun akan menurun.
2.1.4. Kode HS Pakan Ternak
Dalam bahasa perdagangan, komoditi pakan ternak yang akan dibahas pada Market Brief Edisi April 2017 ini dikelompokkan ke dalam kode HS 2306. Secara detail, turunan dari produk HS 2306 adalah sebagai berikut :
TABEL 2.1
KODE HS 2306 DAN DESKRIPSI
Bungkil dan residu padat lainnya, dihancurkan maupun tidak atau berbentuk pelet, hasil dari ekstraksi lemak atau minyak nabati selain dari pos 23.04 atau 23.05.
2306 10 0 - Dari biji kapas 2306 20 0 - Dari biji rami
2306 30 0 - Dari biji bunga matahari 2306 - Dari biji lobak atau biji colza:
2306 41 - - Dari biji lobak atau biji colza yang mengandung asam erusat rendah:
2306 41 1000 - - - Dari biji lobak yang mengandung asam erusat rendah 2306 41 2000 - - - Dari biji colza yang mengandung asam erusat rendah 2306 49 - - Lain-lain:
2306 49 1000 - - - Dari biji lobak lainnya 2306 49 2000 - - - Dari biji colza lainnya 2306 50 0 - Dari kelapa atau kopra
2306 60 0 - Dari buah atau kernel kelapa sawit 2306 90 - Lain-lain:
2306 90 1000 - - Dari jagung 2306 90 9000 - - Lain-lain Sumber : www.custom.go.kr
2306
Kode HS Deskripsi
2.2. Perdagangan Pakan Ternak di Dunia 2.2.1. Produksi Pakan Ternak di Dunia
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 14
Menurut data dari Alltech’s 2017 Global Feed Survey, produksi pakan ternak global pada tahun 2016 yang lalu mencapai 1.032 miliar metrik ton. Ini untuk pertama kalinya produksi global melebihi 1 miliar metrik ton. Dari data tersebut juga menunjukkan bahwa jumlah pabrik pakan pada tahun 2016 yang mencapai 30.090 pabrik mengalami penurunan sebesar 7% dari jumlah pabrik pada tahun sebelumnya. Berdasarkan data tersebut, 10 (sepuluh) negara penghasil pakan terbesar menyumbang dua pertiga produksi pakan dunia, produksi tersebut mencapai 650 juta metrik ton. Tabel 2.2 berikut ini menginformasikan mengenai 20 perusahaan produsen pakan terbesar di dunia dan kapasitas produksi pertahun perusahaan tersebut.
TABEL 2.2
20 PERUSAHAAN PRODUSEN PAKAN TERBESAR DI DUNIA
No Nama Perusahaan Asal Perusahaan Production/year (million tonnes)
1 CP Group Thailand 27,65
2 Cargill United States 19,5
3 New Hope Liuhe China 15,71
4 Purina Animal Nutrition United States 13,5
5 Wen’s Food Group China 12
6 BRF Brazil 10,4
7 Tyson Foods (broiler) United States 10
8 ForFarmers N.V. Netherlands 9,1
9 East Hope Group China 7,6
10 JA Zen-Noh Japan 7,5
11 Agrifirm Group Netherlands 7,06
12 Shuangbaotai Group (Twins Group) China 6,6
13 Tangrenshen Group (TRS) China 6
14 De Heus Netherlands 5,95
15 Nutreco Netherlands 5,9
16 Haid Group China 5,52
17 NongHyup Feed Inc. South Korea 5,5
18 Yuetai Group China 5
19 DaChan Food (Asia) Ltd. China 4,8
20 Smithfield Foods United States 4,8
Sumber : wattagnet.com
Berdasarkan data yang dihimpun dari wattagnet.com, Charoen Pokphand Group (CP Group) , produsen pakan yang berpusat di Thailand kini menjadi perusahaan produsen pakan terbesar di dunia dengan produksi 27,65 juta ton. Urutan kedua diduduki oleh perusahaan asal Amerika Serikat Cargill dengan produksi 19,5 juta ton. Produsen terbesar selanjutnya adalah perusahaan asal Cina New Hope dengan produksi 15,7 juta ton. Posisi
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 15
keempat adalah perusahaan asal Amerika Serikat juga yaitu Purina dengan produksi 13,5 juta ton dan pada posisi kelima perusahaan Wen’s Food Group asal Cina dengan produksi 12 juta ton.
Dominasi perusahaan pakan ternak dari benua Asia tergambarkan pada Gambar 2.1 di bawah. Terdapat 10 (sepuluh) perusahaan yang berasal dari benua Asia yang termasuk dalam 20 (duapuluh) perusahaan produsen pakan terbesar dunia. Amerika menempatkan 4 (empat) perusahaan, Amerika Selatan yang diwakilkan oleh Brazil menempatkan 1 (satu) dan Eropa menempatkan 4 (empat) perusahan yang semuanya berasal dari Belanda.
GAMBAR 2.1
GRAFIK PRODUKSI PAKAN TERNAK DUNIA
2.2.2. Ekspor dan Impor Pakan Ternak di Dunia
Perkembangan ekspor dunia untuk produk pakan ternak semenjak tahun 2012 hingga 2016 mengalami fluktuasi. Pada tahun 2012, ekspor pakan ternak mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 1,358 miliar dengan kapasitas volume ekspor sebesar 9,1 juta ton. Pada tahun berikutnya nilai ekspor tersebut mengalami peningkatan sebesar 20.87% menjadi US$
1,642 miliar dengan volume sebanyak 9,5 juta ton. Namun pada tahun-tahun berikutnya, yaitu tahun 2014 hingga 2016, nilai ekspor tersebut mengalami penurunan. Pada tahun 2016 yang lalu, nilai ekspor hanya mencatatkan nilai sebesar US$ 1,012 miliar dengan volume sebanyak 8,6 juta ton. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan nilai
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 16
dan volume ekspor dunia dari tahun 2012 hingga 2016 dapat dilihat pada tabel 2.3 dibawah ini.
TABEL 2.3
PERKEMBANGAN EKSPOR DUNIA HS 2306 (230650, 230660, 230690) TAHUN 2012 – 2016
Volume Perub Nilai Perub
(Ton) (%) (US$'000) (%)
2012 9,102,999 1,358,967
2013 9,577,191 5.21 1,642,531 20.87 2014 9,087,082 5.12 1,526,291 7.08 2015 9,927,686 9.25 1,160,217 23.98 2016 8,629,998 13.07 1,012,778 12.71
Sumber : olah data dari www.trademap.org
Tahun
Pada tahun 2016, untuk produk pakan ternak dengan kode HS 230650, total nilai ekspor dunia mencapai US$ 108,5 juta. Negara Filipina menjadi yang terbesar dalam menyumbangkan nilai ekspor. Pada tahun tersebut Filipina mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 51,6 juta, lalu Indonesia dengan nilai ekspor sebesar US$ 38,6 juta. Pada posisi berikutnya adalah Srilangka dengan nilai ekspor sebesar US$ 5,5 juta, Thailand dengan nilai US$ 3,2 dan Papua Nugini US$ 2,6 juta.
Untuk pakan dengan kode HS 230660, Indonesia mencatatkan diri sebagai negara pengekspor paling besar dengan nilai US$ 370,3 juta. Nilai ekspor Indonesia tersebut mencapai lebih dari 50% dari total nilai ekspor dunia pada tahun 2016 yang lalu yaitu sebesar US$ 668,2 juta. Pada posisi berikutnya adalah Malaysia (US$ 202 juta), Belanda (US$
75,4 juta), Pantai Gading (US$ 4,6 juta) dan Jerman (US$ 2 juta).
Sementara itu untuk pakan ternak dengan kode HS 230690 total nilai ekspor dunia mencapai US$ 235,9 juta. India menjadi negara terbesar dengan mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 100,3 juta. Nilai tersebut mencapai lebih dari 40% total nilai ekspor pada tahun 2016. Negara terbesar berikutnya adalah Cina (US$ 31 juta), Kanada (US$ 11,4 juta), Spanyol (US$ 10,7 juta) dan Nepal (US$ 10,1 juta). Tabel 2.4 di bawah ini memberikan informasi secara rinci mengenai nilai dan negara pengekspor pakan ternak dari tahun 2012 hingga 2016.
TABEL 2.4
NEGARA EKSPORTIR HS 2306 (230650, 230660, 230690) TAHUN 2012 – 2016
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 17
unit : USD Thousand
2012 2013 2014 2015 2016
World 212,734 273,297 211,940 133,958 108,598
1 Philippines 122,053 211,256 132,755 69,101 51,676
2 Indonesia 61,449 46,699 61,043 46,494 38,664
3 Sri Lanka 6,498 4,674 8,113 8,051 5,534
4 Thailand 2,714 2,608 3,787 3,852 3,229
5 Papua New Guinea 6,223 1,143 1,581 2,041 2,612
World 867,689 1,039,759 991,036 708,347 668,272
1 Indonesia 438,245 527,037 538,637 387,624 370,380
2 Malaysia 295,862 376,771 366,554 227,278 202,050
3 Netherlands 92,516 89,228 61,994 73,379 75,477
4 Côte d'Ivoire 933 2,350 3,280 1,274 4,678
5 Germany 6,822 5,501 2,733 2,231 2,070
World 278,544 329,475 323,315 317,912 235,908
1 India 92,942 155,811 116,832 147,334 100,382
2 China 51,805 38,342 42,751 27,091 31,040
3 Canada 6,731 8,771 11,380 19,035 11,411
4 Spain 16,070 13,138 27,903 19,237 10,745
5 Nepal 7 0 0 0 10,132
Sumber : olah data dari www.trademap.org
Nilai Ekspor
HS 230650
HS 230660
HS 230690
Negara Eksportir
Sedangkan untuk pertumbuhan impor pakan ternak di dunia semenjak tahun 2012
hingga 2016 relatif mengalami penurunan. Pada tahun 2012, nilai impor pakan ternak mencapai US$ 1,7 miliar. Pada tahun berikutnya nilai impor tersebut mengalami peningkatan sebesar 21.81% menjadi US$ 2,076 miliar dengan volume sebanyak 10,3 juta ton. Namun setelah itu pada tahun-tahun berikutnya nilai impor mengalami penurunan, yaitu US$ 1,963 miliar pada tahun 2014, US$ 1,559 miliar pada tahun 2015 dan US$ 1,271 miliar pada tahun 2016 yang lalu. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan nilai dan volume impor dunia dari tahun 2012 hingga 2016 dapat dilihat pada tabel 2.5 dibawah ini.
TABEL 2.5
PERKEMBANGAN IMPOR DUNIA HS 2306 (230650, 230660, 230690) TAHUN 2012 – 2016
Volume Perub Nilai Perub
(Ton) (%) (US$'000) (%)
2012 1,704,679
2013 10,344,424 2,076,424 21.81 2014 9,857,806 4.70 1,963,558 5.44 2015 10,475,437 6.27 1,559,064 20.60 2016 9,673,741 7.65 1,271,879 18.42
Sumber : olah data dari www.trademap.org
Tahun
Pada tahun 2016 yang lalu, nilai impor pakan ternak dengan kode HS 230650 mencapai US$ 127,7 juta. Korea Selatan menjadi negara yang paling banyak melakukan
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 18
impor dengan nilai impor sebesar US$ 51,4 juta. Negara importir berikutnya adalah India (US$ 39,4 juta), Vietnam (US$ 18,1 juta), Cina Taipei (US$ 2,7 juta) dan Jepang (US$ 2,5 juta).
Sedangkan untuk pakan ternak dengan kode HS 230660, nilai impor pada tahun 2016 mencapai US$ 875,8 miliar. Untuk pakan ternak dengan kode HS ini, Selandia Baru menjadi negara yang paling banyak melakukan impor. Selandai Baru mencatatkan nilai impor sebesar US$ 186,9 juta, kemudian diikuti oleh Belanda dengan nilai impor sebesar US$ 166,5 juta. Pada posisi berikutnya adalah Korea Selatan dengan nilai impor sebesar US$ 84,1 juta, Jepang dengan nilai sebesar US$ 75,3 juta dan Inggris dengan nilai impor sebesar 60,9 juta.
Untuk pakan dengan kode HS 230690, nilai impor dunia mencapai US$ 268,2 juta.
Korea Selatan mencatatkan diri sebagai negara pengimpor paling besar dengan nilai US$
56,4 juta. Pada posisi berikutnya adalah Vietnam (US$ 50 juta), India (US$ 12,9 juta), Jepang (US$ 12,3 juta) dan Indonesia (US$ 11,2 juta). Tabel 2.6 di bawah ini memberikan informasi secara rinci mengenai nilai dan negara importir pakan ternak dari tahun 2012 hingga 2016.
TABEL 2.6
NEGARA IMPORTIR HS 2306 (230650, 230660, 230690) TAHUN 2012 – 2016
unit : USD Thousand
2012 2013 2014 2015 2016
World 210,848 234,393 179,885 152,200 127,789
1 Korea, Republic of 120,966 134,471 96,786 72,378 51,455
2 India 9,526 6,250 17,988 32,164 39,461
3 Viet Nam 34,530 39,756 19,105 25,179 18,100
4 Taipei, Chinese 7,762 7,143 6,382 4,015 2,753
5 Japan 6,087 4,150 2,788 3,444 2,581
World 1,118,563 1,418,081 1,368,748 1,045,030 875,833 1 New Zealand 222,016 301,844 407,491 293,671 186,917 2 Netherlands 252,314 260,501 239,116 170,333 166,582 3 Korea, Republic of 124,466 158,074 135,494 86,228 84,175
4 Japan 3,023 15,531 27,930 48,122 75,344
5 United Kingdom 91,390 114,753 95,601 60,310 60,969
World 375,268 423,950 414,925 361,834 268,257
1 Korea, Republic of 51,061 68,225 63,015 56,813 56,498
2 Viet Nam 10,763 45,502 33,228 36,539 50,052
3 India 7,748 6,718 8,760 8,368 12,920
4 Japan 6,084 12,489 19,597 13,415 12,313
5 Indonesia 23,214 32,162 22,439 17,370 11,275
Sumber : olah data dari www.trademap.org
HS 230690
Negara Importir Nilai Impor
HS 230650
HS 230660
2.3. Perdagangan Pakan Ternak di Korea Selatan 2.3.1. Tren Pakan Ternak di Korea Selatan
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 19
Perkembangan pakan ternak di Korea Selatan sangat dipengaruhi oleh jumlah peternak maupun industri pakan ternak. Semakin tinggi jumlah hewan ternak memberikan dampak pada permintaan untuk pakan ternak itu sendiri.
Jumlah populasi hewan ternak di Korea Selatan terhitung mulai tahun 1970 mengalami peningkatan, kecuali pada tahun 2011 – 2012. Pada tahun tersebut banyak hewan ternak yang terjangkit penyakit. Semenjak itu, jumlah populasi hewan ternak di Korea Selatan cenderung menurun.
Tabel 2.7 di bawah ini memberikan informasi mengenai jumlah peternak dan hewan ternak dari tahun 1970 hingga 2017 kuartal pertama.
TABEL 2.7
JUMLAH PETERNAK DAN HEWAN TERNAK DI KOREA SELATAN TAHUN 1970 - 2017
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 20
Jumlah Peternak
(1,000)
Jumlah Ternak (1,000)
Jumlah Peternak
(1,000)
Jumlah Ternak (1,000)
Jumlah Peternak
(1,000)
Jumlah Ternak (1,000)
Jumlah Peternak
(1,000)
Jumlah Ternak (1,000)
1970 1,120 1,286 3 24 1,338 23,633 884 1,126
1975 1,277 1,556 9 86 1,094 29,939 654 1,247
1980 948 1,361 18 180 692 40,130 503 1,784
1985 1,048 2,553 44 390 303 51,081 251 2,853
1990 620 1,622 33 504 161 74,463 133 4,528
1995 519 2,594 24 553 203 85,800 46 6,461
2000 290 1,590 13 544 210 102,547 24 8,214
2001 235 1,406 13 548 218 102,393 20 8,720
2002 212 1,410 12 544 201 101,693 17 8,974
2003 188 1,480 11 519 144 99,019 15 9,231
2004 189 1,666 10 497 131 106,736 13 8,909
2005 192 1,819 9 479 136 109,628 12 8,962
2006 190 2,020 8 464 3.6 119,181 11 9,382
2007 184 2,201 8 453 3.4 119,365 10 9,606
2008 181 2,430 7 446 3.2 119,784 8 9,087
2009 175 2,635 7 445 3.5 138,768 8 9,585
2010 172 2,922 6 430 3.6 149,200 7 9,881
2011 163 2,950 6 404 3.4 149,511 6 8,171
2012 147 3,059 6 420 3.1 146,836 6 9,916
2013 124 2,918 6 424 3.1 151,337 6 9,912
2014 104 2,759 6 431 3.0 156,410 5 10,090
2015 95 2,676 5 411 3.0 164,131 5 10,187
2016 90 2,717 5 404 3.0 170,147 5 10,367
2017 (Q1) 89 2,642 5 400 2.5 141,382 5 10,328
Sumber : http://kosis.kr
Babi Ayam
Periode
Sapi Perah Sapi Potong
(termasuk Sapi Asli Korea)
Berdasarkan informasi yang didapat dari tabel diatas, persentase jumlah hewan ternak sangat tinggi bila dibandingkan dengan populasi Korea Selatan yang berjumlah kurang lebih 50 juta orang. Jumlah hewan ternak yang tinggi ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan untuk produk-produk hewani, seperti daging sapi, daging babi, daging ayam dan lainnya. GDP perkapita Korea Selatan yang tinggi juga memberikan dampak langsung terhadap tingginya permintaan untuk produk hewani tersebut.
Industri pakan ternak di Korea Selatan telah berkembang dengan cepat di angka 8,6 persen pertahun. Sebagai perbandingan, tingkat pertumbuhan industri pertanian lainnya hanya sekitar 2,3 persen pertahun selama sepuluh tahun terakhir ini. Petumbuhan industri pakan ternak yang cepat ini disebabkan oleh peningkatan permintaan untuk produk-produk hewani. Pada tahun 2015, Cargill yang merupakan perusahan pakan asal Amerika Serikat memberikan kontribusi pada pertumbuhan tersebut dengan membuka sebuah pabrik pengolahan pakan Agri Purina. Pabrik dengan luas lahan mencapai 53.000 meter persegi dan kapasitas 870.000 mt merupakan pabrik pakan terbesar di dunia.
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 21
2.3.2. Tren Impor Pakan Ternak di Korea Selatan
Perkembangan nilai impor Korea Selatan untuk produk HS 2306 ini dalam 5 (lima) tahun terakhir relatif mengalami penurunan. Pada tahun 2012 nilai impor Korea Selatan mencapai US$ 296,4 juta dengan volume impor mencapai 1,67 juta ton. Pada tahun berikutnya nilai tersebut meningkat sebesar 21.68% menjadi US$ 360,7 juta dengan volume mencapai 1,93 juta ton. Namun pada tahun-tahun berikutnya baik nilai maupun volume impor Korea Selatan mengalami penurunan. Pada tahun 2014 impor Korea Selatan mencatatkan angka sebesar US$ 295,2 juta dengan volume sebesar 1,59 juta ton. Pada tahun berikutnya nilai tersebut kembali menurun menjadi US$ 215,4 juta dengan volume impor sebesar 1,55 juta ton. Pada tahun 2016 yang lalu, kembali lagi terjadi penurunan nilai impor sebanyak 10.81% bila dibandingkan tahun 2015. Nilai impor Korea Selatan pada tahun lalu sebesar US$ 192,1 juta dengan volume impor mencapai 1,53 juta ton.
TABEL 2.8
PERKEMBANGAN IMPOR KOREA SELATAN HS 2306 (230650, 230660, 230690) TAHUN 2012 – 2016
Volume Perub Nilai Perub
(Ton) (%) (US$'000) (%)
2012 1,678,188 296,493
2013 1,933,095 15.19 360,770 21.68 2014 1,596,605 17.41 295,295 18.15 2015 1,553,736 2.69 215,419 27.05 2016 1,533,587 1.30 192,128 10.81
Sumber : olah data dari www.trademap.org
Tahun
Indonesia menjadi salah satu negara yang paling besar menyumbangkan nilai impor bagi Korea Selatan. Nilai impor Korea Selatan untuk produk pakan ternak dari Indonesia mencapai US$ 76,872 juta. Nilai ini mencapai 40% dari nilai total impor Korea Selatan pada tahun 2016. Selain dari Indonesia, negara asal impor produk ini antara lain Filipina, Malaysia, India, Cina serta Vietnam. Tabel 2.9 di bawah ini memberikan informasi secara rinci mengenai nilai dan negara asal impor Korea Selatan dari tahun 2012 hingga 2016.
TABEL 2.9
NILAI IMPOR KOREA SELATAN HS 2306 (230650, 230660, 230690) TAHUN 2012 – 2016
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 22
unit : USD Thousand
2012 2013 2014 2015 2016
World 120,966 134,471 96,786 72,378 51,455
1 Philippines 64,848 84,485 53,428 36,055 28,466
2 Indonesia 56,104 49,986 42,824 36,086 22,924
3 Viet Nam 0 0 3 53 65
4 Malaysia 14 0 530 6 0
5 Singapore 0 0 0 178 0
World 124,466 158,074 135,494 86,228 84,175
1 Indonesia 48,999 74,018 72,731 49,785 52,440
2 Malaysia 75,467 84,056 62,737 36,443 31,733
3 Thailand 0 0 0 0 2
4 Ghana 0 0 27 0 0
World 51,061 68,225 63,015 56,813 56,498
1 India 43,308 54,126 56,216 51,223 47,564
2 China 3,179 8,864 3,412 2,838 5,575
3 Indonesia 980 735 1,523 1,202 1,508
4 Viet Nam 152 16 76 538 1,393
5 United States of
America 3,426 4,483 1,635 815 312
Sumber : olah data dari www.trademap.org
HS 230690
Negara Eksportir Nilai Impor
HS 230650
HS 230660
2.4. Perdagangan Pakan Ternak di Indonesia 2.4.1. Produksi Pakan Ternak Indonesia
Pada tahun 2015/ 2016 Indonesia tercatat memiliki 69 pabrik pakan ternak dengan kapasitas total produksi mencapai 19,4 juta ton. Walaupun pada saat itu produksi nasional belum bisa mencapai targetnya, namun produksi pakan ternak pada masa-masa yang akan datang diproyeksikan akan mengalami peningkatan. Penyebabnya salah satunya adalah permintaan pakan untuk perikanan yang tiap tahunnya semakin meningkat.
Selain itu juga pemerintah Indonesia mempunyai program dalam rangka untuk meningkatkan hasil produksi pakan ternak dengan cara mengurangi impor bahan baku pakan yaitu jagung dari Amerika Serikat dan Brazil. Program pemerintah ini mendapat dukungan penuh dari para petani lokal. Program lainnya adalah pembukaan lahan baru pertanian untuk menanam jagung, penanaman lebih banyak jagung pada setiap lahan serta penggunaan varietas jagung hybrid. Jagung menjadi elemen yang sangat penting karena 50% - 51% formula bahan baku pakan ternak berasal dari jagung.
Produksi pakan ternak Indonesia tumbuh rata-rata pertahunnya mencapai 6.28%
dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2016 yang lalu produksi pakan mencapai 17,3 juta ton. Tabel 2.10 di bawah ini memberikan penjelasan mengenai produksi pakan ternak Indonesia dari tahun 2006 hingga 2016.
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 23
TABEL 2.10
PRODUKSI PAKAN TERNAK INDONESIA TAHUN 2006 – 2016 Tahun Produksi (Ton) Pertumbuhan (%)
2006 9,940,727
2007 7,700,000 22.54 2008 8,130,000 5.58 2009 8,600,000 5.78 2010 9,300,000 8.14 2011 10,300,000 10.75 2012 11,500,000 11.65
2013 12,500,000 8.70
2014 14,900,000 19.20 2015 16,400,000 10.07
2016 17,300,000 5.49
Rata-rata pertumbuhan 6.28
Sumber : olah data beberapa sumber
2.4.2. Ekspor Pakan Ternak Indonesia
Nilai Ekspor Indonesia untuk produk pakan ternak ini dalam 5 (lima) tahun terakhir mengalami penurunan rata-rata sebesar 3.42%. Namun secara volume, ekspor Indonesia mengalami peningkatan rata-rata sebesar 7.06%. Pada tahun 2012, nilai ekspor Indonesia sebesar US$ 502,5 juta dengan volume mencapai 3,87 juta ton. Pada tahun 2013 nilai ekspor meningkat sebesar 14.7% menjadi US$ 576,4 juta dengan volume ekspor sebesar 3,83 juta ton. Begitu juga dengan nilai ekspor pada tahun 2014 yang kembali mengalami peningkatan sebesar 4.72% menjadi US$ 603,6 juta dengan volume sebesar 3,94 juta ton.
Namun pada tahun berikutnya yaitu tahun 2015 nilai ekspor mengalami penurunan sebesar 27.49% menjadi US$ 437,6 juta dengan volume sebesar 4,5 juta ton. Pada tahun 2016 yang lalu nilai ekspor Indonesia kembali menurun menjadi US$ 413,1 juta atau sebesar 5.62%
dengan volume mencapai 4,02 juta ton.
Berdasarkan penjelasan mengenai nilai dan volume ekspor Indonesia di atas, ditemukan suatu fenomena yang menarik yaitu pada tahun 2014. Pada saat itu volume ekspor Indonesia meningkat namun nilai ekspor justru menurun. Pada saat itu harga pakan ternak mengalami penurunan. Selama 5 (lima) tahun terakhir, pada tahun 2014 itu merupakan harga pakan ternak terendah. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 2.11 di bawah ini.
TABEL 2.11
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 24
PERKEMBANGAN EKSPOR INDONESIA HS 2306 (230650, 230660, 230690) TAHUN 2012 - 2016
Volume Perub Nilai Perub
(Ton) (%) (US$'000) (%)
2012 3,874,669 502,574
2013 3,836,243 0.99 576,455 14.70 2014 3,946,740 2.88 603,648 4.72 2015 4,540,007 15.03 437,693 27.49 2016 4,025,486 11.33 413,107 5.62
Sumber : olah data dari www.trademap.org
Tahun
Negara Belanda menjadi tujuan utama ekspor Indonesia pada tahun 2016 yang lalu.
Ekspor Indonesia ke Belanda mencapai US$ 136,2 juta. Setelah itu Selandia Baru dengan nilai ekspor sebesar US$ 89,8 juta. Korea Selatan berapa pada posisi berikutnya dengan nilai ekspor mencapai US$ 65 juta. Negara tujhuan utama berikutnya adalah Cina (US$ 27,4 juta) dan Vietnam (US$ 24,1 juta). Tabel 2.12 di bawah ini menjelaskan secara rinci mengenai nilai dan negara tujuan ekspor Indonesia untuk produk pakan ternak tahun 2012 hingga 2016.
TABEL 2.12
NILAI DAN NEGARA TUJUAN EKSPOR INDONESIA HS 2306 (230650, 230660, 230690) TAHUN 2012 – 2016
unit : USD Thousand
2012 2013 2014 2015 2016
World 61,449 46,699 61,043 46,494 38,664
1 Korea, Republic of 52,470 36,679 39,653 26,623 17,763
2 India 974 1,203 14,183 17,386 16,905
3 Philippines 739 0 0 0 1,815
4 Viet Nam 1,897 2,303 225 1,941 1,407
5 Malaysia 86 115 53 50 158
World 438,245 527,037 538,637 387,624 370,380 1 Netherlands 222,709 205,268 178,654 157,721 136,220 2 New Zealand 87,914 121,548 162,494 106,452 89,843 3 Korea, Republic of 36,695 60,238 75,811 36,707 45,198
4 China 35,492 59,234 51,137 29,654 27,385
5 Viet Nam 16,337 22,618 21,203 17,531 22,749
World 2,880 2,719 3,968 3,575 4,063
1 Korea, Republic of 851 713 1,417 1,145 2,055
2 Japan 1,378 1,687 1,971 2,170 1,624
3 Taipei, Chinese 89 131 140 45 155
4 France 0 119 311 152 133
5 China 0 34 64 0 55
Sumber : olah data dari www.trademap.org
HS 230690
Negara Importir Nilai Ekspor
HS 230650
HS 230660
2.5. Kebijakan Tarif
Berdasarkan kebijakan ASEAN - Korea FTA, tarif untuk produk pakan ternak dengan kode HS 2306 dari Indonesia dapat dilihat pada Tabel 2.13 di bawah ini :
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 25
TABEL 2.13
PENGENAAN TARIF PRODUK HS 2306 BERDASARKAN FTA
Mulai Selesai Oil-cake and other solid residues, whether or not
ground or in the form of pellets, resulting from the extraction of vegetable fats or oils, other than those of heading 23.04. or 23.05.
2306 10 0000 Of cotton seeds 0 01/01/2017 31/12/2017
2306 20 0000 Of linseed 0 01/01/2017 31/12/2017
2306 30 0000 Of sunflower seeds 0 01/01/2017 31/12/2017
2306 4 Of rape or colza seeds :
2306 41 0000 Of low erucic acid rape or colza seeds 0 01/01/2017 31/12/2017
2306 49 0000 Other 0 01/01/2017 31/12/2017
2306 50 0000 Of coconut or copra 0 01/01/2017 31/12/2017
2306 60 0000 Of palm nuts or kernels 0 01/01/2017 31/12/2017
2306 90 Other
2306 90 1000 Of sesamum seeds 0 01/01/2017 31/12/2017
2306 90 2000 Of perilla seeds 0 01/01/2017 31/12/2017
2306 90 3000 Of maize (corn) germ 0 01/01/2017 31/12/2017
2306 90 9000 Other 0 01/01/2017 31/12/2017
Sumber : www.custom.go.kr
Deskripsi Tarif ASEAN-
FTA (%)
Waktu Berlaku
2306 Kode HS
Menurut situs www.custom.go.kr produk pakan ternak untuk tariff ASEAN-FTA tidak dikenakan bea tarif atau dengan kata lain tarif sebesar 0 (nol).
2.6. Strategi Memasuki Pasar
Strategi yang tepat diperlukan untuk dapat masuk ke pasar Korea Selatan.
Pengusaha Indonesia harus dapat menggunakan strategi tersebut untuk mengatasi tantangan dan hambatan tersebut. Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain adalah :
1. Melakukan Kerja Sama dengan Perusahaan Lokal
Melakukan kerja sama dengan perusahaan lokal merupakan salah satu strategi untuk dapat masuk ke pasar Korea Selatan. Selain kerjasama dengan perusahaan lokal, strategi lain yang dapat dilakukan antara lain adalah :
1) Direct Entry
Sebuah tenan perlu menyiapkan toko sendiri di sebuah department store, di jalan atau di pusat perbelanjaan.
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 26
2) Joint Venture
Sebuah perusahaan dapat membuat persetujuan joint venture dengan retailer lokal. Secara umum ada 3 pemain utama department store di Korea Selatan (Lotte Shopping, Shinsaegae, Hyundai Department Store Group)
3) Franchise
Perusahaan asing dapat masuk ke Korea Selatan dengan membuat perjanjian kerjasama franchise dengan lokal retailer atau pusat grosir.
4) Agent / Distributor
Penjualan dilakukan melalui agen atau distributor yang akan mendistribusikan merek. Biasanya, hal ini dilakukan oleh perusahaan skala kecil atau menengah dengan portfolio merek yang berbeda-beda.
5) Direct Sales
Perusahaan bisa melakukan penjualan langsung dengan mendirikan retail individu.
2. Meningkatkan Kualitas Produk
Korea Selatan memberlakukan peraturan yang ketat dalam memutuskan produk impor, seperti :
1) Kualitas bahan baku 2) Kebersihan produk 3) Proses produksi 4) Kemasan
5) Informasi Terkait Produk
3. Mencari informasi terkini dari organisasi terkait di Korea Selatan
Berikut ini adalah asosiasi dan kementerian di Korea Selatan yang berhubungan dengan produk pakan ternak.
1) Korea Feed Association, www. kofeed.org
2) Korea Feed Ingredients Association, www.kfeedia.org
3) Ministy of Agriculture, Food and Rural Affairs, www.mafra.go.kr 4) Ministry of Environtment, www.me.go.kr
5) Animal Plant & Fisheries Quarantine & Inspection Agency, www.qia.go.kr 6) National Agricultural Cooperative Federation (Nonghyup),
www.nonghyupsaryo.com
MARKET BRIEF PAKAN TERNAK ITPC BUSAN 27
4. Berpartisipasi dalam berbagai pameran
Pengusaha Indonesia perlu mencari informasi mengenai pameran yang berhubungan dengan komoditas mereka, baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri. Kemudian yang harus dilakukan adalah mendaftar untuk ikut berpartisipasi di pameran tersebut, baik sebagai exhibitor maupun hanya sebagai visitor.
Pameran yang berhubungan dengan produk HS ini adalah 1) Return Farm Festival (bulan April)
2) City Farming and Plant Factory Expo (bulan Agustus) 3) Korea International Livestock Expo (bulan September)
GAMBAR 2.2
KOREA INTERNATIONAL LIVESTOCK EXPO 2015
Dengan menjadi peserta pameran, pengusaha Indonesia dapat memperkenalkan produknya dan menjalin relasi sebanyak mungkin. Selain itu juga mendapatkan keuntungan seperti perusahaan terdaftar di dalam katalog bisnis yang dapat dijadikan referensi untuk perdagangan internasional.
5. Mempelajari budaya perusahaan Korea Selatan
Jika ingin melakukan bisnis ke negara lain, adalah sebuah aset yang bermanfaat untuk mengetahui serta mempelajari budaya negara tersebut. Dengan memiliki pengetahuan tentang sejarah, bahasa, kultur, cara hidup, terlebih lagi kultur berbisnis Korea Selatan, akan mempermudah produsen maupun eksportir Indonesia untuk berhubungan bisnis dengan rekan Korea Selatan. Selain mengetahui dan